03 Juli 2018

Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin Naik Status dari Lanud C ke B

03 Juli 2018


Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin (image : GoogleMaps)

Pangkoopsau II Lantik Komandan Lanud Sjamsudin Noor

TNI AU. Panglima Komando Operasi TNI AU II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda (Marsda) TNI Fadjar Prasetyo, SE.,M.P.P., bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara presmian peningkatan status Lanud Sjamsudin Noor menjadi tipe B dan Pengambilan Sumpah dan serah terima jabatan Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Senin (2/7).

Pada Upacara tersebut dihadiri oleh Pangkosekhanudnas II Marsma TNI Andi Heru, Danlanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Bowo Budiarto, Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II dan Pengurus, para pejabat Makoopsau II, Para pejabat Lanud Sultan Hasanuddin, para pejabat Kosekhanudnas II dan pejabat Wing 2 Paskhas Makassar.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, diserah terimakan dari Letkol Pnb Abdul Haris kepada penggantinya Kolonel Pnb Riadi Widyoko. Penggantian tersebut terkait dengan validasi organisasi, maka pimpinan TNI AU melalui Peraturan Kasau No. 8 tahun 2017 tanggal 31 Juli tahun 2017 telah menetapkan dan mengesahkan organisasi dan tugas Lanud dari Lanud Tipe “C” menjadi Lanud Tipe “B” sehingga Komandan Lanud dijabat oleh Pamen TNI AU berpangkat Kolonel.

Dalam amanatnya, Pangkoopsau II, mengatakan kedudukan dan peran Lanud Sjamsudin Noor sebagai pangkalan pembinaan dan pelaksana dukungan operasi, sangatlah strategis, maka Lanud Sjamsudin Noor dituntut untuk mampu memainkan perannya secara optimal. Bentuk konkrit dari optimalisasi kinerja Lanud Sjamsudin Noor akan terlihat apabila mampu mengambil peran dalam pelaksanaan tugas-tugas yang telah diberikan pimpinan TNI AU kepada komandan dan seluruh prajurit dan PNS Lanud Sjamsudin Noor, ujar Pangkoopsau II.

Dalam rangkaian Sertijab Komandan Lanud Sjamsudin Noor juga diserah terimakan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 12/ D II Lanud Sjamsudin Noor dari Ny. Abdul Haris kepada NY. Riadi Widyoko yang disaksikan Ketua PIA Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Inong Fadjar Prasetyo beserta pengurus PIA Daerah II Koopsau II.  

(TNI AU)

6 komentar:

  1. makin menggigil para beruk...setelah philipin sekaran indonesia yg mendekati perbatasan malon untuk pangkalannya...
    siap2 lon sembunyi dibalik ranjang

    BalasHapus
    Balasan
    1. rimpac 2018 kri martadinata
      rudal pun ada
      radar boleh punya lah theles

      malon kd teiku
      rudal gk ada
      radar jaman jepun pun pakai

      https://www.youtube.com/watch?v=7ufEN6IvnA8

      Hapus
  2. mungkin lanud militer kita yg terbanyak di kawasan, cuman pespurnya doank yg kalah byk dr negeri singa haha!πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›

    tnang kita akan susul felan felaann haha!πŸ›ΈπŸ›ΈπŸ›Έ

    BalasHapus
  3. Bro apakah Komodo warna putih UN artinya sudah resmi lolos uji PBB ? Mengingat dapat sertifikasi PBB lumayan susah.. ingat kan case Heli yg rencananya mau dikirim ke misi PBB harus mendatangkan expert dari UN ke Indonesia untuk checking.

    Bila sudah resmi disertifikasi PBB artinya selamat kepada Pindad sudah bisa membuat generasi penerus Anoa.

    Btw.. lihat wawancara di yutup infonya komodo diujinya bukan cuma di Indonesia tetapi sampai diuji diboyong ke prancis lho... dan lolos juga disana.. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo sdah ganti cat putih tandanya sdah lolos uji dan siap bergabung dalam unfil pbb..
      Unit yg dikirim harus lolos sertifikasi yg d berikan UN/unfil
      Sertifikasi hanyalah bagaian prosedur pbb yaitu unit yg dikirim bukan bersifat agresor tetapi hanyalah unit yg nersifat sebagai bantuan pertahanan atau perlindungan pada tentara UN

      Hapus
  4. Betul ke bro superstar...mantap jiwa, semoga PT PINDAD semankin maju...

    BalasHapus