05 Juli 2018

Indonesia Withdraws BO-105 Helos from UN Task Force after Concerns Raised Over Capabilities

05 Juli 2018


Indonesia will no longer deploy the BO-105 helicopter for subsequent UNIFIL duties in Lebanon. Country will dispatch aircraft from its search-and-rescue agency as an interim measure for next deployment (photo : Jane's)

The Indonesian Navy (Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL) will cease subsequent deployments of its BO-105 utility helicopters in the Middle East after concerns were raised over the aircraft’s ability to undertake further United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) operations.

The matter has been confirmed by various sources within the TNI-AL, each of whom have cited various technical issues with regards to the BO-105’s capabilities.

These include the aircraft’s general inability to produce a “recognised maritime picture” (RMP) that can be shared with other participating assets in the UNIFIL patrols, and issues attaining endurance, and load parameters required for the multinational patrols.

Indonesia has been taking part in the Maritime Task Force (MTF) UNIFIL patrols, which seeks to prevent unauthorised entry of arms or related materials by sea into Lebanon, since 2009.

As part of its involvement, the TNI-AL has rotationally deployed either a Diponegoro (Sigma)-class, or a Bung Tomo-class corvette to conduct anti-proliferation patrols in the Mediterranean Sea.

For each of these past and current deployments, a BO-105 helicopter has been embarked on the vessels. The aircraft are deployed to augment the host corvette’s maritime surveillance capabilities, and hail merchant vessels that would otherwise not be within range the warship.

The TNI-AL operates a fleet of six BO-105 airframes, the first of which was delivered in 1980. The aircraft are based with the 400 Skadron Udara (Air Squadron) in Juanda, Surabaya.

(Jane's)

14 komentar:

  1. Harusnya memang Heli2 yg tua ditarik dari operasional.

    Beruntung sudah ada Dauphin buat gantiin.
    Selain BO.. TNI juga deploy Mi-17 di luar negeri.. kalau gak salah 3 unit di misi UNIFIL.

    BTW, nanti Indonesia mau kedatangan kapal induk Jepang nih.. mudah2an ada petinggi PAL dan TNI yg diajakin tour ke geladak kapalnya dan kepikiran untuk buat Kapal Induk Heli seperti milik Jepang. Dengan perkiraan Chinook bakal dibeli dan datang tahun 2019 nanti kayaknya seru kalau diatas anjungan Kapal Induk Indonesia (khayalan sih) ada macem2 Heli yg nonkrong dari mulai EC Cougar, Fennec, Panther, Mi-17, Mi-35 Hind, Apache dan Chinook. :-)

    http://jakartaglobe.id/international/japanese-helicopter-carrier-tour-south-china-sea-indian-ocean-two-months/

    "The 248 meter-long Kaga, which can operate several helicopters simultaneously, will make stops in Southeast Asian countries such as Indonesia and at ports in India and Sri Lanka"

    Yang menarik Sri Lanka tuh.. secara pelabuhannya sudah dalam genggaman China kalau sampai kedatangan kapal induk Jepang apa gak bakalan seru tuh ? hehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. BO-105 gk tua2 amat om,heli terakhir thn-90an msh di produksi PT DI om

      Hapus
    2. Kalau baca beritanya dimana hanya ada enam heli tipe tersebut di SkwU400, yang buatan 70an-80an memang sudah pensiun. Total yang diterima SkwU400 ada 12, dengan tiga w/o.

      Kalau lihat cn-nya antara heli ke-6 dan ke-7, ada lebih dari 400 heli yang diproduksi, dengan nyaris 100 buatan IPTN.

      Hapus
    3. om super, jepang py 3 platform LHD yg kalo guwe liat2 smuanya mirip2, kerna modelnya mirip kapal induk, ada ailennya haha!πŸ˜‹πŸ˜‹πŸ˜‹

      dari 3 jenis tersebut, 2 uda mampir kesini, kalo kaga jd mampir, artinya smuanya uda sah mlipir kesini haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      js osumi: disebut LST, tp bentuknya kyk gini, tambah bingung kita kan om super haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      tahun 2018, js osumi diutus ke mnek 2018, lombok
      https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6a/LST-4003_Kunisaki.jpg

      tahun 2016, js ise 182, diutus ke mnek 2016. LHD kelas hyuga ini jd maskot dlm perhelatan 2 tahunan tersebut.

      cekidot menit 4:25
      https://www.youtube.com/watch?v=OMfYOMdIdHw

      https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/1d/DDH-181_%E3%81%B2%E3%82%85%E3%81%86%E3%81%8C_%2812%29.jpg

      kelas izumo. kmunculannya semakin membuat sang naga was2, gimana engga, makin lama tonase makin naik jepun haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
      https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/00/DDH-183_%E3%81%84%E3%81%9A%E3%82%82_%2811%29.jpg

      mungkin suatu saat klo kita uda bosen bikin LPD, LHD bisa jadi opsi slanjutnya haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      namun, penerbal kudu dilengkapi dl helinya, dari jenis utility/angkut, ASW, atak ampe kombat-SAR
      klo kaga ntar ituw dek sepi2 aja kan refot haha!πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

      eh yg trakhir jgn lufa punya dulu kapal kombatan AAW, fenting ini buat keselamatan kafal induk heli, tul gak haha!😎😎😎

      Hapus
  2. Jeh adem....memeng arep komenπŸ˜•

    BalasHapus
  3. Bo 105 bolkow biar sedikit lawas tapi manuvernya top markotop....heli comel kecik MD gak ada apa2nya...hehhehhee

    BalasHapus
  4. guwe suka banget logo skuadron 400

    jeng jennggg, lontong diremuk bela 2 bok haha!🚁🚁🚁
    bole nich jd pp
    https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/3e/Logo_Skadron_Udara_400_Puspenerbal.png

    http://4.bp.blogspot.com/-MlKmLpzCZcs/TfdEOqb-WqI/AAAAAAAAB18/wkEjOFFi9wk/s400/Ska400Logo.jpg

    BalasHapus
    Balasan
    1. produksi trakhir bolkow 2009, untuk tni ad.

      "PT Dirgantara Indonesia tidak lagi memproduksi NBO-105, lisensi dengan MBB sudah habis," kata Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi. PT Dirgantara Indonesia sejak mendapat lisensi dari Messerschmitt-BΓΆlkow-Blohm (MBB) pada 1976 hingga 2009 ini telah memproduksi sebanyak 122 unit helikopter jenis itu.

      heli milik penerbal:
      bolkow=6
      colibri=3
      mi-2=2
      puma as/nas332=4 (gaje:pensiun ato gesrok)
      bell412=3
      panther=3(11)

      berhubung gak ada tahun produksi bolkow tni al yg skrg. kyknya ini heli akan terus dipakai utk utility, trutama buat pendaratan ke kapal2 ukuran kecil.
      bolkow emang keren, berhubung pabrikannya diakusisi erbas, ada penggantinya EC/H 135 ato EC/H 635 utk militer.

      tp klo liat kolibri uda masuk inventaris pernerbal, kdepan kyknya bakalan pake heli lincah ini, lebih ringan tp kemampuannya menajubkan haha!🚁🚁🚁

      Hapus
    2. utk heli ringan al india malah masi pake AΓ©rospatiale Alouette III

      wkt taon lalu mampir kesini guwe masi lihat digarasi eh hanggar ins shivalik kok haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      https://i.ndtvimg.com/i/2016-05/indian-navy-choppers_650x400_71463723916.jpg

      kalo dilihat sejarahnya, kyknya ini heli lebih toku sikit dibanding bolkow.
      yg serprais, ternyata tni ad punyak jg, konon masi aktip 7 bijik haha!πŸ€—πŸ€—πŸ€—

      https://www.alouettelama.com/msn/a3-1501/A3-1595.html

      Hapus
    3. Saya lebih suka Bell 412 ditambah untuk AL untuk heli utility plus Chinook dan Romeo.

      Xixixixi

      Hapus
    4. Penerbal harusnya sudah mulai beli heli angkut medium...mengingat konsep tim pendarat marinir tidak hanya melalui laut tapi sudah udara...kasian juga pake bell kapasitas angkut terbatas...butuh banyak sorti u/ bawa pasukan

      Hapus
    5. bole om woof2 & om tupez...buat lengkapin variasi heli, butuh koleksi jenis utility/angkut, ringan, medium & berat, atak & aks. domain angkut berat bakalan diusung tni au.

      jd ksimpulannya penerbal nabung dolo buat Awewe101 ama osprey ajah, cakep kan, kabuurr aahhh haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    6. .....πŸ–️πŸ–️πŸ–️πŸ–️

      Hapus
    7. @PG awewe boleh jg om tapi beli iver dulu biar ada pasangannya....klw osprey mesti punya LHD om...wkkwkkk...kalau sya lebih milih mi 17 om..tapi cocok nggak yah di LPD...klw gak cocok..ya kembali ke made in PT.DI H 225 M...hheehee kaboor jg ahh..

      Hapus