24 Juli 2018

CASC CH-4 Rainbow, Drone Bersenjata yang Diakuisisi TNI

24 Juli 2018


CH-4B Rainbow, drone bersenjata asal China (photo : Angkasa Review)

CASC CH-4 Rainbow, Drone Teruji Tempur Asal China yang Dipinang TNI

ANGKASAREVIEW.COM – Namanya tak segarang keganasannya, itulah CH-4 drone seri Cai Hong (Pelangi) yang dikembangkan oleh Akademi ke-11 China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Drone ini sontak mencuat saat Kementerian Pertahanan Irak merilis video penyerangan ke sarang ISIS menggunakan drone CH-4B pada 13 Oktober 2015.

Aksi berdarah pertama drone CH-4B dilakukakan tiga hari sebelum videonya dirilis, yaitu berupa serangan udara terhadap kelompok ISIS di wilayah Al-Anbar, Irak. Dalam misi tempur ini CH-4B lepas landas dari Pangkalan Udara Kut, 150 km barat daya Bagdad. Operasi penyerangan diamati langsung oleh Menteri Pertahanan Khalid al-Obeidi.

Dalam operasi tersebut CH-4B dilengkapi rudal udara ke darat ringan AR-1 buatan NORINCO yang setara dengan rudal AGM-114 Hellfire racikan Lockheed Martin dari AS. Rudal yang sama juga digunakan untuk menghajar sebuah alutsista artileri dan perkemahan ISIS di wilayah Ramadi pada 6 Desember 2015.

Kemhan Irak sengaja merilis video ini sebagai sebuah langkah propaganda yang ditujukan untuk membangun kembali semangat bertempur tentaranya menghadapi kelompok teror ISIS. Rilis video ini pun sekaligus menjawab rumor pengadaan drone serang untuk Penerbangan AD ini. Namun Kemhan Iraq tidak merinci berapa unit yang telah dibeli.

Versi angkatan bersenjata China, UCAV ini dapat membawa muatan rudal Lan Jian 7 (Blue Arrow 7) rudal anti-tank/rudal udara-ke-permukaan berpemandu laser, TG100 bom pintar berpemandu laser/INS/GPS, dan AR-1/HJ-10 rudal anti-tank setara dengan rudal Hellfire buatan Amerika (photo : Xinhua)

Secara kasat mata, tampilan luar dan dimensi CH-4B sangat identik dengan drone serang populer General Atomics MQ-1 Predator. Satu-satunya perbedaan visual adalah sirip ventral berbentuk V seperti ekor milik MQ-9 Reaper. PUNA (pesawat udara nirawak) ini masuk dalam katagori Medium Altitude Long Endurance (MALE) yang dikembangkan sejak tahun 2010 dan menjalani terbang pertama pada September 2011.

Mulai berdinas dalam layanan Tentara Pembebasan Rakyat Angkatan Udara (PLAAF) pada tahun 2013, di tahun yang sama CH-4B tampil perdana di hadapan publik pada ajang China Aviation Expo pada bulan September.

CH-4 merupakan sebuah sistem udara tak berawak multi-role yang mampu melakukan peran ISTAR (intelligence, surveillance, target acquisition and reconnaissance), air interdiction (AI) dan misi electronic warfare (EW). Selain itu dapat juga digunakan untuk patroli perbatasan, penegakan hukum, dan tujuan kontraterorisme.

Ground control station CH-4/CH-5 (photo : sinodefence)

CASC menelurkan dua varian yakni CH-4A sebagai pesawat intai dengan jangkauan antara 3.500 – 5.000 km, berdaya tahan hingga 30 jam. CH-4B berupa wahana pengintaian bersenjata yang mampu melakukan serangan ke darat, dengan muatan penuh senjata bisa beroperasi selama maksimal 14 jam.

Muatan sensornya mencakup kubah elektro-optik yang menggabungkan perangkat forward-looking infrared (FLIR), laser rangefinder, dan laser designator yang memiliki jangkauan maksimum 15 km. CH-4B juga dibekali synthetic aperture radar (SAR) yang bisa mendeteksi sasaran yang diselimuti asap atau awan dengan jangkauan maksimum 30 km.

Kontainer sistem pengendali didarat (GCS) ditempatkan di atas sebuah truk dengan empat awak di dalamnya yang terdiri dari pilot, operator komunikasi, operator senjata dan operator pengintaian elektro-optik. Drone ini bisa bisa terbang dalam radius 250 km dari operatornya via sistem data link anti-jamming dan dengan data link satelit dapat meningkat menjadi 2.000 km.

CH-4 mempunyai bentang sayap 18m (photo : sinodefence)

AK-47 di Udara

CH-4B digadang memiliki kemampuan siluman di mana 80 persen permukaan tubuhnya dibalut bahan sintetis yang menjadikannya lebih sulit bagi radar untuk mendeteksinya. Mesin piston juga relatif tenang, sehingga cukup senyap dalam pelayarannya di udara.

Dapur pacunya menggunakan TD0 serupa dengan mesin puna CH-3 yang dikembangkan oleh Combustion Engine Research Institute of Tianjin University dengan daya kurang dari 150 kwh. Kecepatnya jelajah di kisaran 150-180 km/jam dan terbang pada ketinggian maksimum 8.000 meter. Awak di darat hanya membutuhkan waktu setengah jam untuk menyiapkan misi terbangnya.

Sebagai alat penggebuk, CH-4B dapat mengusung persenjataan seberat 115 kg. Tersedia empat cantelan di bawah sayapnya untuk menggantung rudal berpemandu laser semi aktif AR-1 yang memiliki panjang 1,45 m berdiameter 18 cm seberat 45 kg. Jangkauan efektifnya 2-8 km dan akurasi di bawah 1,5 meter, ampuh digunakan untuk melumat ranpur ringan atau bangunan.

CH-4B bisa meluncurkan rudal AR-1 dari ketinggian 5.000 meter, sehingga drone tetap aman dari jangkauan efektif kanon anti-pesawat ataupun rudal panggul. Selain itu CH-4B bisa membawa FT-9 yakni bom berpandu kombinasi GPS dan sistem navigasi inersia (INS) seberat 50 kg cocok untuk menggasak target tetap seperti bangunan dan jembatan.

Indonesia membeli 4 drone CH-4B untuk melengkapi skuadron UAV (photo : nahrainnet)

Filosofi desain CH-4B serupa dengan senapan serbu AK-47 di mana drone serang buatan Cina ini menawarkan kemudahan operasional dan harga yang lebih terjangkau untuk UAV high-tech dibandingkan buatan AS ataupun Israel. Diperkirakan harga CH-4B hanya 1 juta dolar AS atau seperempat banderol MQ-1 Predator.

China tak hanya menyasar negara berkantong tipis saja, namun juga jeli mengambil ‘kesempatan’ di saat AS enggan menjual drone serangnya ke negara sahabatnya sekalipun (hanya Inggris dan Italia yang mengoperasikan). Selain Irak, dikabarkan pula CH-4B telah dipinang oleh Aljazair dan Arab Saudi dan Indonesia.

TNI sendiri tertarik mengakuisisinya selain karena harga, China juga tak membatasi pemanfaatan drone serang ini. Hal ini seperti diungkap Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto kepada awak media pada Maret 2018 saat peluncuran dan bedah buku mengenai biografinya berjudul Anak Sersan Jadi Panglima.

Bukan hanya soal harga dan tak banyak aturan larangan operasional yang membuat “Sang Pelangi’ dilirik banyak pelanggan. Pertimbangan lainnya tentu ada pada cap combat proven atau teruji di medan perang yang telah disandangnya. Fakta ini dengan sendirinya memotong klaim bahwa AS satu-satunya pembuat drone teruji perang yang tersedia di pasaran.

(Angkasa Review)

73 komentar:

  1. Mana nih yg kemarin nanyain drone....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan kemarin nanyakin waring doang mas bukan drone.. πŸ˜…

      Hapus
    2. Ente kliru mas'e..



      Daster...πŸ˜‚

      Hapus
    3. Habis gemes mas....di jkgr belakangan ini ada yg nyinyir nanyain: drone, mana drone?

      Walopun masih MALE tapi kan sdh lumayan untuk pembiasaan mengoperasikan drone NLOS.

      Oya di artikel sebelumnya ttg uji coba radar CP SAR karya prof josaphat disebutkan saat ini kita sdg uji coba sistim komunikasi dg drone stratosphere di lanud gading( deket rumahku) dan di lanud biak.

      Andainya semua berjalan lancar, maka drone garuda yg membawa radar cp-sar akan menjadi drone HALE pertama RI....yg buatan putra bangsa😎

      Hapus
    4. lanud gading dimane ntuw, gusuran lanud kaljod haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      ntuw dron ntar patennya milik sono ape pribadi om smilikity?

      Hapus
    5. Lanud gading itu di wonosari gunungkidul, deket rumahnya "dek lady wijaya"....


      Mo minta linknya si adek to....ais, ais ndak boleh ya

      Hapus
    6. mao..maoo..wah felitt nich, mgg depan mlipir kesono guwe haha!πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰

      Hapus
  2. Dominasi dan banyaknya aturan aneh2 YuES saat negara lain pengen beli alutsistanya, lambat laun akan semakin meredupkan kehebatannya seiring naik dan bebasnya barang2 made in China dan Rusia yang gak pake aturan aneh2 kalau mau beli.

    "Yu olang ada uwang, yu olang bisa veli owe punya balang, owe cuan sikit gakpapalah yang penting juwalan owe lancar...telselah mau you olang pake dimana aja...bebas"

    Beda lagi kalau wong ameriki yg jualan :

    "Since your country has bad reputation in the past, related with East Timor case, so you should be patience because our export approval will wait for congress decision... and i', tellin you it wont dat easy... and by the way.. you cant used this stuff for your own people (including insurgents/OPM) you can only used for LCS case onleeiii.."

    Hahahahahaa...gimana mau laku ??? Kikiki...

    BalasHapus
    Balasan
    1. heheh kalo semua dikaitkan dengan urusan fulitik dan kepentingan
      harus siap2 menanggung rugi ya oom..

      ini mungkin asset yg tidak mahal banget, tapi yg penting ekonomis buat ops dan cukup mematikan

      Hapus
  3. kalau melihat kualitas masih kalah sama produk USA, tapi lama lama produk China semakin bagus dengan harga bersaing

    buat Ken Arok dan bidadari keseleo jangan marah ya....., nanti babinya lepas lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouuuuuw....mereka memang pasangan lesbiola yg romantis😁

      Hapus
    2. Wkwkwk....sebaiknya pembelian drone ini jgn diketahui pasangan homo kenarok dan bidababi 2000 soalnya mereka simpatisan ISIS yg anti cina wkwkwk

      Hapus
  4. ini berita gak jelas....dulu katanya cuma beli 1....terus mau dijiplak dalam negeri....kerjasama drone kan sama turky...drone anka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg ini 'rush order' ru..😊

      Hapus
    2. Kalo cuma beli 1 ya gak boleh dijiplak sama pemilik nya dong....

      Kayaknya 4 deh

      Hapus
    3. Yen aku ngesir xpander mase PS...😎

      Hapus
    4. Jare ngesir daster'e mas super...πŸ˜€πŸ˜πŸ˜‚

      Hapus
    5. Upss, kok dibahas meneh to, mengko ndak didukani mas superstar lhoπŸ˜–

      Tibake pesenan daster wangi kae, jebul dinggo sing liyo, ketoro seko.....😷

      Hapus
    6. Waakakakaka

      Aku lagek inden Toy**ta Ru** mas buat bini. Xpand*r ora sido.
      Tapi kayane dapet jatah Akhir tahun soale yg inden ajegile mas.

      Njipuk varian TRD (Toyo** Racikan Daihat*u).... haghaghag

      Hapus
    7. Horang kaya...

      Mas super, mbok aku dimodali nggo blonjo dagangan to...mengko tak sisihke sithik kangem njenenganπŸ˜‰

      Hapus
    8. Weeehhh...kejadian, mas smiling dagang daster...

      Qiqiqiqiqi..πŸ˜‚πŸ˜

      Hapus
  5. Balasan
    1. Cukup senang digondolin. Kikiki..

      Hapus
    2. Kingkong
      Cukup senangkah mesin jet pejuang TUDMonyet digondolin pencuri

      Kahkahkahkah.....

      Hapus
  6. Pasti malon ikut2an beli drone ini,setelah malon beli langsung dikasi stiker buatan tempatan deh wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahh itu dulu om pit, skrg gak kok...lg puwasa haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Ngak mau seperti indon, lebei, senang digondolin. Kikiki..

      Hapus
    3. Nggak seperti Malon miskin di gondolin Najib sampai bangkraps tak mampu beli aset canggih πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    4. Malon lagi puasa beli senjata

      Hapus
    5. Malon lagi di suruh bertaubat akan keangkuhannya di masa lalu..yg katanya negara paling jago dunia & akhirat..hehehhehee...semoga cepat sadar...tapi kalau gak sadar ya ndablek bahasa britisnya..wkkkwwkk

      Hapus
  7. Waow keren nih...tar dasarnya tinggal diganti pake cp-sar buatan prof josaphat😎

    Halo LEN, kalian sudah bisa bikin apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat pertahanan LEN uda buat banyak cem ini smua haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

      -MARINE RADAR – Lenradar S-256/S-1000/S-5000/S-20000
      -CMS Mandhala (Combat Management System)
      -LenLINK (Tactical Data Link)
      -LenIFF
      -LenESM
      -LenGTA10
      -LenGRC- 400
      -LenPRC-110, LenPRC-122, LenPRC-2500
      -LenVRC-122, LenVRC-150, LenVRC-2500 -Naval Electro Optical Fire Control System
      -LenLTX – 100 | View Detail
      -Len HDR20-MP (HF Digital Radio 20W-Manpack)
      -Len VDR10-MP (VHF Digital Radio 10W-Manpack)
      -Radio Base Station
      -ATCS (Automatic Traffic Counting System) -Retimax 2000 (Surveillence & Reconnaissance System)
      -LenCRYPTOSYS (Crypto Device Solution for Voice & Data)
      -NAVINSYS Intercom System
      -LeNDDU (Navigation and Data Distribution Unit)
      -LenVIS (Vehicular Intercommunication System)
      -BMS (Battlefield Management System)
      -Transponder Sasaran Torpedo TLM-01

      kalo om smilikity uda buat apa slain paaannn...ahh gak tega lanjutinnye haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Konteksnya ttg drone brai....

      Yg ente sefut itu kan setaraf merakit

      Hapus
    3. Dan komponen intinya masih imfor dr luar

      Hapus
    4. konteks apaan sich, yeee si om gak ngemenk soal dron sich? gaje dech haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      lagian ngapaen bawa2 len segala, kan cuman vendor doank dlm urusan beginian haha!😊😊😊
      hrsnya tanya ke fete ituwlah ditambah 1 lembaga dan 1 badan haha!πŸ€“πŸ€“πŸ€“

      mang gak bole pake imfor2an?
      coba wkt bikin paaaan..ituw tkdnnye 100% gak, kabuurr aaahh haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    5. Lha wong aku ngomongin drone...kok malah mbleber tekan kali item barangπŸ€”

      Hapus
    6. cup..ccupp..cuppp...iye yee..nich permen haha!🍭🍭🍭

      Hapus
  8. Beware our fellow Indonesians and brother Malaysia. A certain AJ AJ and Whatever Smart-Ass is one and he is a Singaporean. Beware.

    BalasHapus
  9. good to read

    https://www.straitstimes.com/asia/se-asia/indonesia-warns-developer-against-claiming-island-resort-belongs-to-singapore

    BalasHapus
  10. wah brita yg ini kyknya salah om roni:
    "CH-4B dapat mengusung persenjataan seberat 115 kg. Tersedia empat cantelan "

    "the CH-4B is a mixed attack and reconnaissance system with provisions for 6 weapons and a payload of up to 250 to 345 kg"
    "The Chinese UAV can carry a payload of up to 350 kilogram including Lan Jian 7 (Blue Arrow 7) laser-guided air-to-surface missiles, TG100 laser/INS/GPS-guided bombs, and AR-1/HJ-10 anti-tank missile – the Chinese equivalent to the American-made Hellfire missile."

    cocok nich buat ngejer maren yg nyari2 dron haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drone bamshee itu ya ompal wkwkwk

      Hapus
    2. nyoiihh orenz koneng warnanya haha!πŸ‘»πŸ‘»πŸ‘»

      Hapus
  11. Negara sebelah bisanya eject kat Hanggar... Wadooh stupid.. πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  12. klo beli cina pny lbh baik buat jaga indonesia timur. klo buat jaga lcs yg ada jd senjata makan tuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logikanya kalo sampe terjadi konflik di lcs maka taiwan, vietnam, philipina dan malay yg sibuk duluan....kita mah cukup ngopi2 sambil pasang tarohan ajahπŸ˜‚

      Hapus
    2. Sambil mengagumi megahnya 7th fleet...πŸ˜‚πŸ˜

      Hapus
    3. Iya, indon lebei, senang digondolin. Kikiki..

      Hapus
    4. Ada yg kenal?
      Ooo...gitu,ya sudah..😁

      Hapus
    5. Angka 9 ki rak favorite....dharma to?

      Hapus
    6. Junjungane dharma, maksutku...

      Hapus
    7. Sepertinya kingkong itu dharma deh bro

      Hapus
  13. Drone baru tetapi sudah battle proven....Nice.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, proven digondolin. indon lebei..Kikiki..

      Hapus
    2. nyoih om tupez, kita emang ferlu dron serang begnian, ke rrc kita harus beli senjata kelas 1 yg terkenal didunia, cem rudal, MLRS, UCAV.
      jgn beli bot kecik cem ituw tuch, memalukan, bagusan py kita kemana2 haha!🀠🀠🀠

      kalo ferlu bikin tiap pulau utama kasi 2 skuadron UCAV dan pulau yg berbatasan dengan negara asing 1 skuadron.

      coba om woof2 itung, segini kebutuhannya masi kurangkah? haha!πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ

      Hapus
    3. Eleh kingkong,kamus lu banyak gondol2 melulu lon wkwkwk

      Hapus
    4. ituw kangkung cah ngemenk apaan sich om pit, kagak ngarti guwe bhs vilejers kyk gituch haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    5. Palu@ biasa deh ompal,tuh kingkong ngomong ala ragunan gitu,kita sebagai umat manusia ngak ngerti omongannya wkwkwk

      Hapus
    6. @Kingkong aka raja beruk tau opo koe to le...iki tak kasih pisang wes meneng ae yo...wkwkkwkwkk

      Hapus
  14. Indonesia bergitu suka sekali dengan barang murah dan tiada kuality sama seperti malaysia! Asalkan mampu terbang! Ini memalukan sekali! Aset militer RI dan MY tiada kualiti! Tidak mampu bertempur! Sekadar buat rondaan saja!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang pnting pny lon dari pd kau. Murah pun gk mampu beli bgmna yg mahal πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£

      Hapus
    2. bedalah, kleian dan tetangga kesayangan takkan punya dron ucav apalagi heli nomor 1 diduniya awewe 101 versi cantique, di asean cuman ada dinegarakuh tauk haha!🀣🀣🀣

      Hapus
    3. oiya setor dulu jidatnya, om aje asalnya gak jau2 dasar plarian tung tung tungggπŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨ haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    4. Ayo ompal,pentungin tuh AHY,eh maksudnya AJ AJ...xixixi

      Hapus
    5. bole om pit buat hari ini dpt bonus om ajeaje tung tung tungggπŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨ haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
  15. pantas saja pt91 pendekar jarang kelihatan. takut dijadikan sitting duck mangsa daripada drone TNI rupanya πŸ˜€πŸ˜€

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pendekar langsung ngungsi ke semananjung malon wkwkwk

      Hapus
    2. langsong ke bilik termenung ikut tuannya hahaha

      Hapus
  16. Buat latihan nembak tank pendekar sama gegap gempita enak nih wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi sepertinya lebih mahal missil drone kita daripada gempi sama pendekar deh boss
      rugi kita

      hahaha

      Hapus
  17. Ojo asal ngomong, nggak Ada yg pro ISIS dan anti Cina di Indonesia.

    BalasHapus