Radar GCI buatan LEN-Thales (photo: LEN)
KRI I Gusti Ngurah Rai 332 salah satu fregat produksi PAL-Damen (photo: TNI AL)
Selain capaian finansial, tingkat kesehatan perusahaan juga berada pada kategori BBB+, yang menunjukkan kondisi perusahaan tetap sehat, memiliki prospek bisnis yang kuat, serta mendukung keberlanjutan pertumbuhan usaha perusahaan di masa mendatang.
RUPS DEFEND ID Tetapkan Kinerja Positif 2025 dan Perkuat Arah Penguasaan Teknologi Strategis Nasional
Bandung -- DEFEND ID telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 pada Selasa (26/5). RUPS menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah transformasi DEFEND ID sebagai holding industri pertahanan nasional berbasis penguasaan teknologi strategis masa depan.
Kegiatan RUPS dihadiri oleh BP BUMN dan PT Danantara Asset Management selaku pemegang saham, Dewan Komisaris, Direksi, serta para pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari implementasi tata kelola perusahaan yang baik, transparan, dan akuntabel.
Sebagai holding BUMN industri pertahanan, DEFEND ID mengintegrasikan kapabilitas industri matra darat, laut, udara, munisi, hingga elektronika pertahanan nasional dalam mendukung penguatan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, perusahaan mencatatkan kinerja positif dengan total kontrak mencapai Rp 113,85 triliun. Nilai tersebut terdiri atas carry over sebesar Rp 94,78 triliun dan kontrak baru sebesar Rp19,07 triliun. Capaian tersebut mencerminkan keberlanjutan portofolio proyek strategis nasional sekaligus tingginya tingkat kepercayaan para mitra terhadap kompetensi dan kapabilitas Holding DEFEND ID.
Dari sisi operasional bisnis, DEFEND ID membukukan pendapatan usaha sebesar Rp20,71 triliun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp913,05 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 430,1% dibandingkan laba bersih tahun 2024 sebesar Rp172,24 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan efisiensi operasional, penguatan kinerja bisnis, serta optimalisasi pengelolaan proyek strategis di seluruh entitas usaha.
Penguatan fundamental perusahaan juga tercermin dari peningkatan total aset yang mencapai Rp66,05 triliun atau tumbuh 18,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun total ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp15,23 triliun atau meningkat 8,2% dibandingkan tahun 2024, yang menunjukkan penguatan struktur keuangan dan kapasitas usaha Holding DEFEND ID.
Pemasangan turet tank Harimau produksi Pindad-FNSS (photo: Pindad)
DEFEND ID juga didukung oleh 11.022 sumber daya manusia, dimana lebih dari 60% berada pada bidang produksi dan engineering. Komposisi tersebut mencerminkan kuatnya kapabilitas manufaktur dan penguasaan teknologi yang menjadi fondasi pengembangan industri pertahanan nasional.
Pada kesempatan tersebut, PT Len Industri (Persero) sebagai induk Holding Defend ID juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat penguasaan teknologi strategis nasional melalui pengembangan teknologi masa depan yang terangkum dalam Asta Cita Len Industri. Fokus pengembangan tersebut mencakup bidang artificial intelligence, semiconductor, command & control system, radar dan electronic warfare system, cybersecurity, teknologi satelit, electro-optic dan sensor technology, hingga autonomous system.
Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Holding DEFEND ID, Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menyampaikan bahwa capaian perusahaan sepanjang tahun 2025 menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi Len sebagai perusahaan teknologi strategis nasional.
“Kinerja positif yang berhasil dicapai pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi bisnis, penguatan sinergi ekosistem industri pertahanan, serta komitmen seluruh insan perusahaan dalam mendorong kemandirian teknologi nasional. Melalui Asta Cita Len Industri, kami terus memperkuat penguasaan teknologi masa depan guna mendukung daya saing industri nasional dan ketahanan negara,” ujar Joga.
Melalui penyelenggaraan RUPS Tahun Buku 2025 ini, DEFEND ID menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, menghadirkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menjadi motor penggerak penguasaan teknologi strategis Indonesia yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.
(LEN)




SATU KATA = MINTA : NGEMIS
BalasHapusNSM (NGEMIS SAMPE MAMPUS)
---------------------------------
MALAYDESH = MEMINTA (NGEMIS) NSM
USA = MEMPERTIMBANGKAN NSM
NORWEGIA = BANNED NSM
-
Mohamed Khaled berkata beliau turut memaklumkan kepada Hegseth mengenai isu yang dihadapi Malaydesh berkaitan pembelian NSM dari Norway, serta mendapatkan pandangan AS mengenai perkara itu.
“Kita telah meminta pandangan AS bagi membantu mencari penyelesaian kepada isu yang dihadapi, kerana seperti yang sedia maklum, terdapat sebuah syarikat AS yang mengeluarkan misil yang sama seperti Norway
---------------------------------
KLAIM KELUAR ART =
KACUNG ART : USD 240 BILLION
MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)
NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL
😀😝🤣😀😝🤣😀😝🤣
---------------------------------
MALAYDESH HAS NOT INFORMED US OF WITHDRAWAL FROM TRADE DEAL: OFFICIAL ......
The status of the deal has been unclear since the Malaydesh trade minister said that last month’s U.S. Supreme Court ruling rendered the agreement “void.”
https://thediplomat.com/2026/03/confusion-reigns-after-malaydeshn-minister-declares-us-trade-agreement-null-and-void/
--------------------------------
CORRECTION. THE MINISTER HAD “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”,
The confusion came to a head on Sunday when Trade Minister Johari Abdul Ghani told reporters that the court ruling had rendered the deal invalid. “It is not on hold. It is no longer there, it’s null and void,” he was quoted as saying by local English-language daily The Star.By Sunday evening, his own ministry had issued a correction. The minister had “MISSPOKEN (ASBUN : ASAL BUNYI)”, it said, offering no further explanation.
https://www.scmp.com/week-asia/economics/article/3346749/confusion-over-malaydesh-us-trade-deal-null-and-void-claim-retracted
----------------------------------
KLAIM RINGGIT KUAT = MELARAT
NGEMIS BERAS
NGEMIS BERAS
NGEMIS BERAS
-
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
ALASAN TAWAR Rp.10.000 = SUBSIDI BERAS
Standar Harga Malaydesh: Di pasar domestik Mala, kisaran harga eceran beras lokal dikontrol ketat oleh pemerintah malondesh dan berada di kisaran MYR 1,87 hingga MYR 2,99 per kg. Pemerintah Malaydesh yang memberikan subsidi sebesar RM150 juta untuk menjaga harga Beras Putih Lokal agar tetap murah dan stabil di pasaran.
----------------------------------
KLAIM RINGGIT KUAT = MELARAT
NGEMIS JAGUNG
NGEMIS JAGUNG
NGEMIS JAGUNG
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
---------------------------------
KLAIM RINGGIT KUAT = MELARAT
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BATUBARA
NGEMIS BATUBARA
Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
Tahun 2025: Malondesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
-
Ketergantungan: Malondesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia