20 Mei 2026

Mindef Claiming RM1 Bil in Compensation from Norwegian Firm Over Missile Deal

20 Mei 2026

NSM stealth missile, the NSM utilizing a U.S.-made gyroscope component. Gyroscopes are used to measure orientation angles and the rate of change in missiles with the data used to keep the missile on course. U.S. is now restricting its component exportation of to third parties (image: Akela Freedom)

LUMUT (May 19): The Ministry of Defence (Mindef) has issued a notice of demand to a Norwegian manufacturer following the cancellation of an export licence for the Naval Strike Missile (NSM) anti-ship and land-attack missile system.

Minister Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin said the notice, seeking compensation for both direct and indirect losses, was sent to the company on Tuesday.

“We are claiming both direct and indirect costs. The direct cost amounts to EUR126 million (RM583.47 million), which has already been paid, and we are also seeking substantial indirect costs, bringing the total claim to about RM1 billion.”

He said this to reporters after a working visit to inspect the progress of the littoral combat ship (LCS) project at the Lumut Naval Shipyard at the Royal Malaysian Navy (RMN) base here on Tuesday.

Also present was Navy chief Admiral Tan Sri Dr Zulhelmy Ithnain.

Mohamed Khaled said the direct claim of EUR126 million represented 95% of payments already made under the RM634.7 million contract involving weapons systems for the LCS fleet, as well as two other naval vessels, KD Jebat and KD Lekiu.

He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with Malaysia, despite the government having fulfilled all contractual obligations.

“We have paid 95% of the contract value. But at the final stage, based on the chronology of events, the Norwegian government cancelled the export licence for the system unilaterally.

“They refused to issue the export licence because their new policy restricts the export of sensitive defence technology only to allies and close strategic partners.

“Meaning that the export is limited to members of the Nato (North Atlantic Treaty Organization) and countries regarded by Norway as strategic partners,” he said.

Mohamed Khaled said the cancellation had triggered a crisis of confidence over international commitments and should serve as a lesson for Malaysia and its Asean partners in future dealings with Norway.

“When commitments can be cancelled unilaterally, confidence in the entire system will begin to erode. We hope Asean countries and nations that are not close allies of Norway will learn from Malaysia’s experience and avoid purchasing or dealing with Norway.

“For the Defence Ministry, I have also reminded them that future purchases, whether ammunition or otherwise, should no longer be sourced from Norway. We must be cautious when procuring from countries that may take similar action against us,” he added.

193 komentar:

  1. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    MASALAH PEMELIHARAAN KRONIS (MAINTENANCE CRISIS):
    Udara (RMAF): Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang dilaporkan laik terbang (2018) akibat kelangkaan suku cadang dan kendala anggaran servis. MiG-29N dipensiunkan paksa (2017) karena biaya rawat yang mencekik kas negara.
    Laut (RMN): Kapal patroli era 70-an dan 80-an terpaksa di-kanibalisasi suku cadangnya agar satu kapal tetap bisa beroperasi. Proyek LCS yang mangkrak memaksa kapal tua kelas Kedah bekerja melampaui batas, mempercepat kerusakan.
    Darat (TDM): Kendaraan APC Condor (1980-an) sering mogok; suku cadang buatan Jerman hampir mustahil ditemukan. Kendaraan AV-8 Gempita yang lebih baru dikritik karena biaya operasional yang terlalu tinggi dan suplai suku cadang tidak konsisten.
    ________________________________________
    KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
    Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
    Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
    Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
    Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
    Kesiapan Tempur Semu: Malaydesh memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      NSM Banned (Mei 2026) ❌
      Fakta: Kasus ini sangat baru dan mengguncang Malaydesh. Pemerintah Norway secara sepihak membatalkan izin ekspor rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg untuk kapal perang LCS Malaydesh. Padahal, kontrak sudah diteken sejak 2018 dan Malaydesh sudah mencicil pembayaran hingga 95%. Norway beralih kebijakan memperketat teknologi sensitif akibat situasi keamanan Eropa. PM Anwar Ibrahim dan Menhan Mohamed Khaled Nordin berang dan berencana menuntut ganti rugi secara hukum.
      --------------------------------
      F/A-18 Hornet Kuwait Batal (Februari 2026) ❌
      Setelah bertahun-tahun merayu Kuwait untuk membeli jet tempur F/A-18C/D bekas mereka, Kabinet Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi ini pada Februari 2026. Hasil inspeksi tim teknis TUDM ke Kuwait pada akhir 2025 menyimpulkan bahwa jadwal pengiriman tidak pasti dan biaya pemeliharaan logistik jangka panjang di luar kendali mereka.
      --------------------------------
      Rework 4.000 Pipa & Kabel Kapal LCS (Januari 2026) 🛠️
      Proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela kembali molor ke Desember 2026. Menhan Khaled Nordin mengakui di parlemen bahwa penundaan ini karena adanya kesalahan fatal dan audit teknis dari Naval Group Prancis yang mewajibkan pengerjaan ulang (rework) terhadap 4.000 unit instalasi pipa dan jaringan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
      --------------------------------
      AMRAAM Diblokir 🛑
      Seperti analisis sebelumnya, AS menolak memberikan akses integrasi rudal BVR AIM-120 AMRAAM pada pesawat latih tempur FA-50M pesanan Malaydesh. Akibatnya, jet baru Malaydesh tersebut terancam ompong tanpa kemampuan tembak jarak jauh (BVR).
      --------------------------------
      UH-60A Black Hawk Batal (2024/2025) ❌
      Malaydesh membatalkan kontrak sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defense & Aerospace karena pihak vendor berulang kali gagal mengirimkan helikopter sesuai tenggat waktu yang ditentukan, menyisakan kekosongan armada bagi Angkatan Darat mereka.
      --------------------------------
      Data SIPRI Kosong (2023-2025) 📉
      Lembaga riset perdamaian dunia SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) mencatat indeks transfer senjata utama ke Malaydesh sangat minim atau bahkan "kosong" di lembar laporan tahunan tertentu. Ini disebabkan karena Malaydesh bertahun-tahun mengalami pembekuan pembelian senjata berat baru akibat keterbatasan dana fiskal, dan hanya fokus mencicil utang proyek masa lalu.
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    3. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      NSM Banned (Mei 2026) ❌
      Fakta: Kasus ini sangat baru dan mengguncang Malaydesh. Pemerintah Norway secara sepihak membatalkan izin ekspor rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg untuk kapal perang LCS Malaydesh. Padahal, kontrak sudah diteken sejak 2018 dan Malaydesh sudah mencicil pembayaran hingga 95%. Norway beralih kebijakan memperketat teknologi sensitif akibat situasi keamanan Eropa. PM Anwar Ibrahim dan Menhan Mohamed Khaled Nordin berang dan berencana menuntut ganti rugi secara hukum.
      --------------------------------
      F/A-18 Hornet Kuwait Batal (Februari 2026) ❌
      Setelah bertahun-tahun merayu Kuwait untuk membeli jet tempur F/A-18C/D bekas mereka, Kabinet Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi ini pada Februari 2026. Hasil inspeksi tim teknis TUDM ke Kuwait pada akhir 2025 menyimpulkan bahwa jadwal pengiriman tidak pasti dan biaya pemeliharaan logistik jangka panjang di luar kendali mereka.
      --------------------------------
      Rework 4.000 Pipa & Kabel Kapal LCS (Januari 2026) 🛠️
      Proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela kembali molor ke Desember 2026. Menhan Khaled Nordin mengakui di parlemen bahwa penundaan ini karena adanya kesalahan fatal dan audit teknis dari Naval Group Prancis yang mewajibkan pengerjaan ulang (rework) terhadap 4.000 unit instalasi pipa dan jaringan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
      --------------------------------
      AMRAAM Diblokir 🛑
      Seperti analisis sebelumnya, AS menolak memberikan akses integrasi rudal BVR AIM-120 AMRAAM pada pesawat latih tempur FA-50M pesanan Malaydesh. Akibatnya, jet baru Malaydesh tersebut terancam ompong tanpa kemampuan tembak jarak jauh (BVR).
      --------------------------------
      UH-60A Black Hawk Batal (2024/2025) ❌
      Malaydesh membatalkan kontrak sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defense & Aerospace karena pihak vendor berulang kali gagal mengirimkan helikopter sesuai tenggat waktu yang ditentukan, menyisakan kekosongan armada bagi Angkatan Darat mereka.
      --------------------------------
      Data SIPRI Kosong (2023-2025) 📉
      Lembaga riset perdamaian dunia SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) mencatat indeks transfer senjata utama ke Malaydesh sangat minim atau bahkan "kosong" di lembar laporan tahunan tertentu. Ini disebabkan karena Malaydesh bertahun-tahun mengalami pembekuan pembelian senjata berat baru akibat keterbatasan dana fiskal, dan hanya fokus mencicil utang proyek masa lalu.
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    4. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING
      ----------------------------------
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
      -
      FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
      BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
      AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    5. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      -
      Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
      • Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
      • Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
      • Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
      • Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
      • Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
      • Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
      Sumber Utama:
      Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
      --------------------------------
      2021–2026 Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      • 2021: RM 67.667 (Puncak pandemi)
      • 2022: RM 70.901 (+RM 3.234)
      • 2023: RM 74.587 (+RM 3.686)
      • 2024: RM 79.315 (+RM 4.728)
      • 2025: RM 81.998 (+RM 2.683)
      • 2026: RM 94.544 (+RM 12.546 - Lonjakan ekstrem)
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    6. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      ---------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    7. 🏛️ INDONESIA: Era Ekspansi "SIPRI Shopping"
      Indonesia memanfaatkan anggaran pertahanan secara masif guna memodernisasi kekuatan udara dan laut secara mandiri (tidak bergantung pada satu negara donor).
      -
      AMRAAM (AIM-120) ✔️
      Indonesia sukses mengamankan rudal udara-ke-udara jarak menengah (BVR) buatan AS ini untuk armada F-16 C/D Block 52ID. Ini membuktikan kepercayaan diplomasi militer AS terhadap Indonesia.
      -
      METEOR ✔️
      Pembelian jet tempur Rafale Prancis membuka akses Indonesia terhadap rudal Meteor buatan MBDA Eropa. Rudal ini adalah BVR terbaik di dunia saat ini dengan teknologi ramjet yang mengungguli jangkauan AMRAAM konvensional.
      -
      HAMMER (AASM) ✔️
      Sistem bom pintar (smart bomb) presisi tinggi dari Prancis yang juga diintegrasikan pada Rafale. Menjamin kemampuan air-to-ground strikes Indonesia berada di level mutakhir.
      -
      FREGAT ✔️
      Proyek Fregat Merah Putih (desain Arrowhead 140) di PT PAL, pembelian dua Fregat PPA (Thaon di Revel) dari Italia, serta rencana modernisasi armada laut membuat taring TNI AL semakin tajam di Laut Natuna Utara.
      -
      SIPRI SHOPPING ✔️
      Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatatkan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang paling aktif memesan alutsista berat (Scorpene Evolved, Rafale, KAAN, PPA Frigate).
      • --------------------------------
      🏛️ MALAYDESH: Defisit Anggaran & Hambatan Proyek
      Malaydesh mengalami beberapa kemunduran dalam kontrak alutsista penting yang memicu pembatalan atau penundaan panjang.
      -
      NSM BANNED / AMRAAM BLOKIR ❌
      Isu pembatasan atau penundaan pengiriman rudal canggih seperti Naval Strike Missile (NSM) atau varian AMRAAM terbaru dari barat sering kali dikaitkan dengan kebijakan geopolitik Malaydesh atau keterlambatan platform pengangkutnya (seperti proyek kapal LCS Maharaja Lela yang mangkrak bertahun-tahun).
      -
      F18 BATAL / UH60A BATAL ❌
      Rencana Malaydesh untuk mengakuisisi jet tempur F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait ditolak/gagal menemui titik temu. Pengadaan helikopter sewa (lease) UH-60A Black Hawk untuk Angkatan Darat Malaydesh juga mengalami pembatalan/pemutusan kontrak akibat keterlambatan pengiriman oleh pihak vendor.
      -
      REWORK 4.000 PIPA DAN KABEL ❌
      Merujuk langsung pada skandal mega-proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) kelas Maharaja Lela. Investigasi menemukan ribuan malfungsi teknis, termasuk keharusan melakukan pengerjaan ulang (rework) pada ribuan instalasi pipa dan kabel yang usang/salah pasang di galangan Boustead Naval Shipyard.
      -
      SIPRI KOSONG ❌
      Buku pesanan (order book) Malaydesh di SIPRI tampak kering dibandingkan tetangganya. Anggaran pertahanan Malaydesh habis tersedot untuk menyelamatkan proyek-proyek mangkrak daripada membeli alutsista baru berskala besar (kecuali jet latih/tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan).
      ----------------------------------
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      -
      Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
      • Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
      • Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
      • Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
      • Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
      • Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
      • Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
      Sumber Utama:
      Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    8. KLAIM RINGGIT KUAT = HUTANG MENINGKAT
      -
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    9. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
      -
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
      ________________________________________
      Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
      Tren Impor dan Ketergantungan
      Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
      Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
      Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti


      Hapus
    10. KLAIM RINGGIT KUAT = MAKAN UBI KAYU
      -
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
      =============
      =============
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      -
      Sumber Berita =
      • New Straits Times: Media cetak utama berbahasa Inggris di Malaydesh yang pertama kali mempublikasikan penegasan wawancara Johari Abdul setelah ia menghadiri acara Jualan Termurah Madani di Bandar Perdana.
      • MalaydeshNow: Memuat laporan komparasi kritik publik dan netizen lokal terhadap usulan sang Speaker dengan judul "Johari diserang selepas ajak rakyat makan ubi kayu ganti nasi".
      • Utusan Malaydesh: Menulis pembelaan lanjutan dari Johari Abdul yang menyatakan bahwa menanam singkong di lahan kosong dapat menjadi solusi sementara jangka pendek untuk menopang ketahanan pangan nasional. Informasi ini tercantum pada Utusan Malaydesh Nasional.
      • Malaydesh Gazette: Melaporkan tanggapan tajam dari politisi oposisi dan pengamat ekonomi yang menilai usulan mengonsumsi ubi kayu menunjukkan ketidakpahaman pemerintah terhadap kesusahan riil masyarakat di lapangan. Detailnya dapat dibaca di Malaydesh Gazette.
      • Suara TV: Menayangkan kutipan transkrip lengkap pernyataan Johari yang membandingkan kadar nutrisi dan kandungan gula yang lebih rendah pada ubi kayu jika disejajarkan dengan beras putih biasa. Berita ini dimuat dalam portal Suara TV.
      • Majoriti: Menyorot fenomena reaksi internet pasca-pernyataan tersebut, termasuk lahirnya sindiran pepatah baru di kalangan netizen berbunyi "Ada ubi pengganti beras". Artikel komprehensifnya dapat diakses via Majoriti Berita

      Hapus
    11. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------

      2026 2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
    12. SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
  2. Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA.....HOREYYYYY 🔥🔥😎😎😎😎


    BAYAR - RM583.47
    BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALAYDESH PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

      Hapus
    7. ISHAM JALIL: FAKTA
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315

      Hapus
    8. 2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      --------------------------------------------------
      SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------

      2026 2026 IDN : USD 20 MILIAR versus MY : USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
    9. SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
      -
      SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      -
      SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
      https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
      -
      SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
      https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
      ------------------------------
      WITHOUT MALAYDESH = THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1 Ukraina
      2 India
      3 Arab Saudi
      4 Qatar
      5 Pakistan
      6 Jepang
      7 Polandia
      8 Amerika Serikat
      9 Kuwait
      10 Australia
      11 UEA
      12 Mesir
      13 Inggris
      14 Israel
      15 Belanda
      16 Korea Selatan
      17 Jerman
      18 Indonesia
      19 Yunani
      20 Norwegia
      21 China
      22 Italia
      23 Filipina
      24 Türkiye
      25 Brasil
      26 Singapura
      27 Bahrain
      28 Maroko
      29 Denmark
      30 Rumania
      31 Belgia
      32 Belarusia
      33 Aljazair
      34 Taiwan
      35 Hungaria
      36 Kazakhstan
      37 Serbia
      38 Kanada
      39 Spanyol
      40 Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
      INDONESIA = SIPRI SHOPPING
      MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT

      Hapus
    10. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALAYDESH PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    11. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    12. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    13. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    14. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

      Hapus
    15. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    16. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      kendala anggaran kronis =
      anggaran stagnan & tidak mencukupi kebutuhan strategis
      pemerintah enggan alihkan dana dari sektor lain untuk modernisasi
      pengadaan 136 unit hmav terhenti di kementerian kewangan
      rencana pembelian ditunda atau dipangkas habis
      besi tua dipaksa bertugas melampaui usia pakai
      --------------------------------
      salah urus pengadaan & penundaan =
      laporan audit 2025: kontrak panser rm7.8 miliar bermasalah
      68 unit gempita terlambat dikirim tanpa tindakan tegas
      pembayaran penuh tetap dilakukan meski vendor melanggar kontrak
      denda rm162.75 juta baru ditagih setelah terlambat dua tahun
      servis adnan & pendekar terbengkalai akibat krisis suku cadang
      --------------------------------
      broker & struktur kontrak tertutup =
      kurang dari sepertiga kontrak melalui tender terbuka
      didominasi "single-source" yang menguntungkan kroni politik
      pensiunan militer jadi broker untuk gelembungkan harga
      sultan kecam salesman mindef & broker "peti mati terbang" (black hawk)
      korupsi & harga selangit hancurkan kepercayaan publik
      --------------------------------
      inventaris tua & strategi nihil =
      171 aset militer berusia di atas 30 tahun (akhir 2024)
      tidak ada roadmap jelas untuk penggantian bertahap
      pembelian bersifat ad hoc & reaktif tanpa visi jangka panjang
      kesiapan operasional jatuh & celah kemampuan melebar luas
      --------------------------------
      tabel ringkasan hambatan akuisisi malaydesh =
      limit anggaran: rendahnya prioritas belanja pertahanan (akuisisi batal/tunda)
      salah urus: pengawasan kontrak lemah & kiriman telat (pemborosan dana & readiness jatuh)
      --------------------------------
      laporan audit tertunda & disensor =
      laporan audit negara sering terlambat atau hanya disajikan sebagian di parlemen
      temuan sering disensor (redacted) jika libatkan kontrak sensitif & pejabat tinggi
      audit 2025 ungkap denda rm162.75 juta (gempita) tidak pernah ditagih
      denda keterlambatan rm1.42 juta menguap tanpa penjelasan
      masalah dibiarkan membusuk tanpa koreksi publik
      --------------------------------
      lemahnya penegakan rekomendasi audit =
      kementerian sering gagal jalankan instruksi perbaikan dari audit negara
      hanya sebagian kecil rekomendasi dijalankan meski mencakup dana rm48.87 miliar
      mindef pecah kontrak servis jadi kecil untuk hindari kontrol pengadaan
      tidak ada tindakan disiplin bagi pejabat yang langgar aturan
      audit hanya jadi simbol formalitas, bukan alat perbaikan
      --------------------------------
      kelemahan struktural pengawasan =
      tidak punya badan pengawas pengadaan pertahanan yang independen
      pengawasan terpecah antara kementerian kewangan, jpm, & mindef
      konflik kepentingan tinggi dalam struktur pengawasan internal
      unit audit internal militer kekurangan sumber daya & wibawa
      tidak ada kewajiban hukum untuk pelacakan kontrak secara real-time
      --------------------------------
      budaya impunitas & perlindungan politik =
      skandal besar (lcs & scorpene) jarang berujung pada vonis atau pemulihan aset
      broker & vendor dengan koneksi politik kebal terhadap hukum
      transparency international malaydesh sebut adanya "budaya impunitas"
      kegagalan sistemik dianggap normal dalam ekosistem pertahanan
      akuntabilitas hancur & risiko korupsi terus mengakar
      --------------------------------
      tabel ringkasan kelemahan audit & konsekuensi =
      laporan tertunda/sensor: publik buta terhadap salah urus anggaran
      rekomendasi tak jalan: tidak ada tindakan korektif (masalah berulang)
      akuntabilitas pecah: celah bagi intervensi politik & penggelembungan biaya
      budaya impunitas: korupsi tersistematis & hilangnya wibawa lembaga

      Hapus
  3. MALAYSIA NEGARA PEMBERANI... sekadar NORWAY siap di saman..... 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      Hutang Rumah Tangga: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      Hutang Rumah Tangga: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALAYDESH SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    7. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat Malaydesh menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    8. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat Malaydesh terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, Malaydesh kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    9. Di dunia ini siapa yg ngakupemberani,plg pintar,plg hebat pasti terbalik!🤣🤣🤣

      Hapus
    10. SHAM JALIL: FAKTA
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    11. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, F-15IDN, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    12. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    13. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      kurangnya transparansi & pengawasan =
      kurang dari 30% kontrak utama dilakukan melalui tender terbuka
      didominasi tender terbatas & penunjukan langsung (single-source)
      struktur kontrak tertutup tanpa pengumuman harga atau target pengiriman
      sulit melacak kemajuan proyek atau mendeteksi keganjilan dana
      --------------------------------
      peran broker & agen politik =
      pengadaan sering dimediasi pensiunan militer atau perantara politik
      bertindak sebagai "salesman" di dalam kementerian pertahanan
      gelembungkan harga & arahkan kontrak ke vendor favorit
      raja kecam praktik "peti mati terbang" akibat komisi broker yang rakus
      --------------------------------
      studi kasus skandal besar =
      a. skandal lcs: rm9 miliar raib untuk 6 kapal, nol unit terkirim hingga 2025
      melibatkan tokoh skandal scorpene & dugaan komisi ilegal lewat ltat
      b. skandal scorpene: pengadilan prancis ungkap suap pembelian kapal selam 2002
      melibatkan mantan menhan/pm najib razak dalam skema kickback
      c. skandal helikopter md530g: bayar 35% di muka sejak 2015, barang nihil hingga 2018
      kasus dilaporkan ke badan antikorupsi akibat penyimpangan prosedur
      --------------------------------
      kelemahan sistemik pemicu skandal =
      otoritas terpecah: pengambilan keputusan fragmen, pengawasan lemah
      intervensi politik: kontrak diberikan atas dasar koneksi, bukan prestasi
      audit macan kertas: temuan ditekan atau terlambat, akuntabilitas rendah
      anggaran buram: sulit melacak pembayaran serta deteksi aset fiktif
      --------------------------------
      dampak strategis =
      dana pertahanan habis untuk komisi, bukan senjata berkualitas
      kesiapan tempur militer (readiness) berada di titik nadir
      prajurit dipaksa gunakan alat standar rendah (substandard)
      kredibilitas pertahanan malaydesh jatuh di mata internasional
      --------------------------------
      apa itu pembayaran progresif multi-tahun? =
      pengadaan besar (kapal, pesawat, panser) tidak dibayar tunai di muka
      pemerintah mencicil pembayaran selama 5–10 tahun
      anggaran tahunan terserap untuk cicilan lama, batasi proyek baru
      struktur ini niatnya ringankan fiskal, tapi jadi sumbat jangka panjang
      --------------------------------
      bagaimana ini hambat pengiriman platform? =
      a. kendala arus kas: dana terkunci untuk cicilan lcs atau jet fa-50, program baru ditunda
      b. fragmentasi kontrak: oem tuntut bayaran per tahap (milestone) untuk lanjut produksi
      c. volatilitas anggaran: jika bayaran per tahap telat, produksi berhenti & jadwal meleset
      transisi politik & pelemahan ringgit picu pemotongan jadwal bayar
      --------------------------------
      contoh nyata penundaan alutsista =
      program lcs: target 2019, status 2025 nol unit (penyebab: telat bayar & salah urus)
      jet fa-50: target batch awal 2024, meleset ke 2026+ (penyebab: pentahapan anggaran)
      av8 gempita: target armada penuh 2020, belum lengkap (penyebab: bayaran tersendat)
      --------------------------------
      dampak sistemik =
      celah kemampuan: pasukan terpaksa pakai besi tua sambil tunggu cicilan lunas
      risiko operasional: penundaan aset al & au jatuhkan daya gentar (deterrence)
      kehilangan kredibilitas: oem asing anggap malaydesh klien berisiko tinggi
      produsen tuntut syarat bayar yang lebih ketat & mahal


      Hapus
  4. FAKTA GUYS......INILAH ASLI KEMAMPUAN KEPAKARAN MALONDESH KAPAL PERANG BUATAN IQ BELACAN BERUK BOTOL JADI KAPAL KARDUS MOTIF KULIT LIMAU 🤣🤣🤣🤣

    HEBOH! Kapal Tempur Maharaja Lele Jadi Bahan Meme, Netizen: Ini Kapal Perang atau Kardus?!

    https://youtu.be/2lmDHbCxZRw?si=ylQYr-Qu8czBgLiN

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  5. Akhirnya malaydesh dapat NSM versi foto guys , kerajaan yang tak dianggap di donia

    BalasHapus
  6. Malaydesh memang tak layak guna NSM

    BalasHapus
  7. Malaydesh kerajaan Pondan, dengan China sahaja takut, pesawat perisik Israel ceroboh putra jaya pun tak berani usir

    BalasHapus
  8. Intinya Malaydesh tak boleh guna NSM , manakala indo boleh guna meteor , missile paling modern sekawasan

    BalasHapus
  9. KASIAN BANGET tidak boleh pakai NSM wkwkwkw

    BalasHapus
  10. Isham Jalil : DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh BENARKAH?

    https://youtu.be/xJdJbDnzS3I

    Betoii Rakyat nak diberi gula² dibodohkan kerajaan.. Ramai Rakyat bodoh percaye ngan kerajaan..
    RINGGIT KATA KUKUH, PASTI BARANG IMPORT MURAH, ROTI CANAI PUN NAIK HARGA AYAM PUN X TURUN HARGA !!!!

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  11. INDONESIA=
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALAYDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
    Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
    ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
    inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
    RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
    ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
    patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
    ----------------------------------
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
    --------------------------------
    😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

    BalasHapus
  12. Wah keren malaydesh menggunakan NSM 😁😁😁😁😁😁

    BalasHapus
  13. Malayyydddeeesss..nasibmuuu..Mampusss..Negara tak DA kebenaran!

    BalasHapus
  14. Isham Jalil: FAKTA
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
    Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
    Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
    -
    Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
    Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
    Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  15. Apa perlu kami kasih grant kail, benang dan pancing untuk isi maharajalele londesh? 🤣

    BalasHapus
  16. ISHAM JALIL: FAKTA
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
    Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
    Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
    -
    Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
    Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
    Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
    --------------------------------
    Status Krisis PDB 2026
    • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
    • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
    --------------------------------
    Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
    2026 (Populasi: 36,3jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    -
    2025 (Populasi: 35,9jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
    -
    2024 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
    Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
    -
    2023 (Populasi: 35,1jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
    Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
    -
    2022 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
    Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
    -
    2021 (Populasi: 34,2jt)
    Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
    Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
    --------------------------------
    😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

    BalasHapus
  17. FAKTA MALONDESH NEGARA BOTOL DAN IDIOT 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣

    "He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with MALONDESH"

    MALONDESH TA INGAT US DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU UNTUK PERJANJIAN ART, ADA DUIT TA JIKA US MENUNTUT KOMPENSASI !!!!!!

    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  18. ISHAM JALIL: FAKTA
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
    Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
    Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
    -
    Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
    Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
    Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
    =============
    =============
    HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
    • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
    • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
    • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
    • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis

    BalasHapus
  19. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
    Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
    Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
    -
    Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
    Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
    Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
    =============
    =============
    HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
    • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
    • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
    • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
    • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis

    BalasHapus
  20. https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini

    Misil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangaaaannn om pemburu..namanya aja bikin geli peyut haha!🤣😆🤣

      ⛔️NSM TAMAT🍌

      Hapus
  21. https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini

    Misil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  22. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  23. https://www.google.com/amp/s/www.grid.id/amp/04918521/misil-taming-sari-rudal-bernama-aneh-buatan-malaysia-yang-tak-pernah-produksi-hingga-detik-ini

    Misil pengganti NSM mahorogolela, Malaydesh tumpuan dunie, dunie hewan primata mungkin. 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  24. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  25. Malaydesh tak dianggap oleh Norway..
    Akibat NGUTANG...
    😂😂😂🤣😛🤪

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoiihh NGUTANG BERPERINGKAT..KELAMAAN haha!😵‍💫🍌😵‍💫

      Hapus
  26. Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA GUYS.....HOREYYYYY ....

    ini beerti MALAYSIA dapat lagi duit TAMBAHAN sebanyak RM500 juta lebih.... BIJAK...BIJAK....HAHAHAHAH🔥🔥😎😎😎😎


    SUDAH BAYAR - RM583.47
    BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      Hutang Rumah Tangga: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      Hutang Rumah Tangga: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALAYDESH SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    5. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      struktur anggaran pengadaan terfragmentasi =
      anggaran tidak terpusat & tidak berurutan secara strategis
      pembayaran progresif fa-50 & lcs kuras dana tahunan tanpa hasil instan
      tidak ada roadmap pengadaan jangka panjang yang jelas
      dana belanja modal (capital) kalah bersaing dengan biaya operasional
      modernisasi antar platform menjadi tidak koheren
      --------------------------------
      penundaan program modernisasi =
      skandal lcs: target 6 kapal mulai 2019, nol unit terkirim hingga 2025
      salah urus finansial & sengketa kontrak hambat pengiriman kapal
      penggantian panser ad: apc condor uzur belum diganti hmav baru
      tunggu persetujuan dana meski kebutuhan operasional mendesak
      celah udara tudm: transisi mig-29 ke fa-50 berjalan sangat lambat
      dana hanya cair sebagian, jadwal pengiriman ditarik ulur
      --------------------------------
      depresiasi mata uang & dependensi impor =
      tergantung penuh pada oem asing untuk sistem senjata utama
      lemahnya ringgit hancurkan daya beli alutsista secara riil
      kenaikan anggaran nominal tidak menambah jumlah senjata yang dibeli
      industri domestik lumpuh, tetap butuh komponen impor yang mahal
      --------------------------------
      minimnya tata kelola pengadaan strategis =
      tidak ada otoritas tunggal untuk pengawasan jangka panjang
      keputusan tersebar di berbagai kementerian & lembaga (eg: mindef & mof)
      transisi politik ubah prioritas, picu pembatalan proyek di tengah jalan
      program sering ditinggalkan (abandoned) sebelum mencapai siklus penuh
      celah kapabilitas militer semakin melebar luas
      --------------------------------
      prioritas anggaran timpang ke gaji & pensiun =
      rm19.73 miliar alokasi pertahanan 2024 (usd 4.16 miliar)
      di atas 40% habis hanya untuk gaji & tunjangan personel
      porsi belanja modal (capex) untuk senjata & upgrade sangat kecil
      besi tua dipaksa bertugas tanpa pembaruan (refurbishment) layak
      kesiapan tempur (readiness) jatuh akibat kerusakan aset
      --------------------------------
      pendanaan pengadaan terfragmentasi & reaktif =
      dana capex terkunci untuk cicilan fa-50, a400m, & lcs mangkrak
      pembayaran sudah terikat kontrak lama (pre-committed)
      nol fleksibilitas untuk upgrade baru atau perbaikan darurat
      modernisasi skala besar dicicil bertahun-tahun (lambat)
      tidak mampu merespons kebutuhan mendesak di lapangan
      --------------------------------
      depresiasi ringgit hancurkan daya beli =
      tergantung pada supplier asing (oem) untuk senjata & suku cadang
      ringgit yang lemah gerus nilai riil alokasi anggaran militer
      anggaran naik secara nominal, tapi daya beli alutsista stagnan
      biaya suku cadang internasional melambung tinggi
      --------------------------------
      enggan alihkan belanja sektor lain =
      pemerintah enggan pangkas jumlah personel untuk modernisasi
      pertahanan sering dikalahkan oleh program sosial & infrastruktur
      militer dipaksa bekerja ekstra dengan platform usang
      siklus upgrade sangat terbatas karena dana terserap subsidi
      --------------------------------
      konsekuensi nyata: kegagalan peralatan fatal =
      kapal tldm kd pendekar (usia 45 tahun) tenggelam tahun 2024
      penyebab: kegagalan lambung akibat pemeliharaan kurang dana
      setengah dari 49 kapal tldm operasi di luar usia pakai (audit negara)
      nyawa personel dipertaruhkan demi menjaga "besi tua" tetap jalan
      --------------------------------
      tabel ringkasan krisis anggaran malaydesh =
      gaji vs senjata: dana habis untuk orang, bukan mesin (stagnasi teknologi)
      cicilan macet: dana terkunci hutang lama (modernisasi terhenti)
      ringgit lemah: bayar lebih mahal untuk barang yang sama (inflasi alutsista)
      risiko karam: aset uzur makan korban jiwa (krisis kedaulatan maritim)

      Hapus
  27. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  28. MALAYSIA NEGARA PEMBERANI... negara sekelas NORWAY saja di SAMAN BERBILLION RINGGIT.....

    manakala negara INDIANESIA...3 tenteranya dibunuh ISRAEL saja takut mau menyebut ISRAEL negara pelaku....HAHAHAHAH



    Kenapa Prabowo tidak Pernah sebut Israel yang menyerang TNI tidak juga mengecam serangan AS-Israel ke IRAN

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=917531404383922&id=100083812131155

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.
      Gap Pelatihan: Pembatasan anggaran berdampak pada frekuensi latihan tempur, pengadaan sistem simulasi, dan pengembangan doktrin modern.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL KORUPSI + ASET USANG = DAYA GETAR NOL (ZERO DETERRENCE).

      Hapus
    3. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      aset tua di seluruh cabang militer =
      171 aset militer (tank, pesawat, kapal) berusia di atas 30 tahun
      butuh servis berkala dengan suku cadang yang sudah punah (obsolete)
      28 kapal tldm beroperasi di atas 40 tahun (lewat usia optimal)
      sistem lama sering mogok & kurangi ketersediaan operasional
      peningkatan waktu mati aset (downtime) secara drastis
      --------------------------------
      outsourcing mro dengan masalah tata kelola =
      andalkan kontraktor swasta untuk kurangi biaya & tingkatkan efisiensi
      pengawasan buruk & kontrak terfragmentasi picu layanan tidak konsisten
      keterlambatan servis & penggelembungan biaya (inflasi harga)
      nol kontrol terpusat akibatkan standar perawatan berbeda-beda
      perbaikan bersifat reaktif, bukan pencegahan (preventif)
      --------------------------------
      kendala anggaran & prioritas belanja =
      porsi besar anggaran habis untuk gaji & pensiun personel
      dana perawatan aset terbatas akibat pembagian capex & opex yang timpang
      opex tidak mencukupi untuk jaga "besi tua" tetap layak jalan
      rencana modernisasi sering ditunda demi prioritas nasional lain
      dana suku cadang & dukungan teknis minim, performa jatuh
      --------------------------------
      keusangan teknologi & digital =
      platform lama tidak mampu integrasi dengan sistem modern
      tidak kompatibel dengan alat perang digital masa kini (network-centric)
      biaya upgrade aset lama lebih mahal daripada beli baru
      penggantian lambat akibat penundaan kontrak pengadaan
      aset tidak penuhi syarat misi & gagal interoperabilitas dengan sekutu
      --------------------------------
      lemahnya penerapan integrated logistics support (ils) =
      ils tidak diterapkan secara konsisten di seluruh cabang atm
      analisis dukungan logistik (lsa) untuk ramal kebutuhan servis sangat minim
      kegagalan eksekusi lsa pada kendaraan lapis baja (panser/tank)
      pemeliharaan aset tidak efisien & sulit dideploy saat mendesak
      --------------------------------
      perencanaan logistik terfragmentasi antar matra =
      ad, al, & au operasikan sistem logistik sendiri tanpa integrasi
      koordinasi pusat nihil: jadwal servis & stok suku cadang sering meleset
      duplikasi kerja & keterlambatan distribusi antar matra
      perlambat mobilisasi pasukan saat operasi gabungan atau bencana
      --------------------------------
      keterbatasan pembelajaran organisasi & kapabilitas =
      tentara darat sulit adaptasi logistik di lingkungan operasional dinamis
      kurangnya investasi pelatihan personel logistik yang handal
      sistem kaku & tidak mampu respons kondisi medan perang yang cepat
      absennya budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement)
      --------------------------------
      infrastruktur usang & hambatan rantai pasok =
      gudang, armada angkut, & sistem it logistik sudah ketinggalan zaman
      regulasi tidak konsisten & ekonomi tidak stabil ganggu arus logistik
      kemacetan distribusi kurangi kecepatan perbaikan & pengisian stok
      bottleneck sistem kurangi reliabilitas pengiriman aset ke pangkalan depan
      --------------------------------
      minimnya aliansi logistik strategis =
      kemitraan dengan penyedia logistik swasta papan atas sangat terbatas
      kurang kerja sama internasional untuk akses teknologi rantai pasok
      absennya akses ke alat pemeliharaan prediktif (predictive maintenance)
      terisolasi dari praktik terbaik (best practices) logistik militer global

      Hapus
  29. SEHAT LO MIN......TAI EMANG LO 🤪🤪🤪
    KOMEN KENA HAPUS BAE

    BalasHapus
    Balasan
    1. santay om, ituw auto blok spam dr gugel
      line tulisan di variasi yg bawah keatas, yg atas kebawah
      yg ekstrim ganti total..kurangi link jugak..pasti njoss om haha!👌😎👌

      Hapus
  30. Hhahahaa..berita apa ni min
    NSM Failed
    Shoping gagal
    Byk bual je 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  31. Sekali akan shoping gagal
    Failed !!!

    Sewa sewa..kami sewakan rudal lon wmwkw

    BalasHapus
  32. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  33. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  34. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  35. Mantap..... Ini baru di Gelar UNTUNG SEKALI GANDA GUYS.....HOREYYYYY ....

    ini beerti MALAYSIA dapat lagi duit TAMBAHAN sebanyak RM500 juta lebih.... BIJAK...BIJAK....HAHAHAHAH🔥🔥😎😎😎😎

    SUDAH BAYAR - RM583.47
    BAYARAN DENDA - RM1 BILLION LEBIH guys..
    .....................................................................................
    BERANI TA GEMPUR BOTOL BIN IDIOT BILANG BEGINI SAAT US SUDAH AJUKAN KOMPENSASI PERJANJIAN ART KARENA NILAINYA SANGAT JAUH LEBIH BESAR !!!!!
    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  36. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  37. NEGARA PEMBERANI..... Siap UNTUNG SEKALI GANDA....HAHAHAHAHHA



    Malaysia hantar notis tuntut kerugian lebih RM1 bilion kepada syarikat pertahanan Norway

    https://www.buletintv3.my/nasional/malaysia-hantar-notis-tuntut-kerugian-lebih-rm1-bilion-kepada-syarikat-pertahanan-norway/

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat Malaydesh menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat Malaydesh terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, Malaydesh kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    6. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    7. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      aset tua & tidak memadai =
      platform udara, laut, & darat mayoritas berusia di atas 30 tahun
      upgrade sangat terbatas, akibatkan sering mogok & biaya mro selangit
      ketersediaan aset (availability rate) rendah untuk misi tempur
      masih operasikan mig-29 & f-5 uzur yang kalah kelas di kawasan
      --------------------------------
      masalah alokasi anggaran =
      belanja pertahanan rm15–18 miliar per tahun habis dikonsumsi
      60–70% dana terserap untuk gaji, pensiun, & operasional dasar
      ruang untuk modernisasi, pembelian senjata, & latihan canggih sangat sempit
      skandal lcs: miliaran ringgit habis tanpa satu pun kapal terkirim (2025)
      --------------------------------
      sistem logistik & dukungan lemah =
      absennya sistem integrated logistics support (ils) yang tangguh
      perencanaan logistik buruk akibatkan rantai pasok tidak efisien
      perbaikan tertunda & kesiapan aset (readiness) berada di titik nadir
      unit tempur sulit jaga tempo operasional tanpa dukungan logistik kuat
      --------------------------------
      celah pelatihan & doktrin =
      cakupan & frekuensi latihan militer terbatas (low intensity)
      gagal simulasi skenario pertempuran modern yang nyata
      kurang penekanan pada operasi gabungan (joint operations) matra
      doktrin tidak selaras dengan ancaman siber & perang hibrida (grey-zone)
      --------------------------------
      tantangan sumber daya manusia =
      rekrutmen tidak merata & krisis ahli siber, ai, serta perang elektronik
      personel spesialis banyak keluar demi gaji sipil yang lebih tinggi (retention)
      kekurangan tenaga ahli untuk operasikan alutsista teknologi tinggi
      --------------------------------
      ketertinggalan strategis & geopolitik =
      postur pertahanan terlalu andalkan diplomasi non-provokatif
      pendekatan lunak tidak lagi efektif hadapi agresivitas china di zee
      risiko kalah saing dari vietnam & filipina yang asertif perkuat aliansi
      malaydesh tertinggal dalam perlombaan senjata & kekuatan hard power
      --------------------------------
      chronic allocation problem =
      70% gaji & pensiun (personel)
      20-25% operasi & pemeliharaan (o&m)
      <10% pembangunan (procurement)
      baked-in structural failure
      --------------------------------
      why so skewed? =
      manpower-heavy force (tdm dominate)
      political welfare priority (pensions)
      rigid locked-in financial system
      weak multi-year planning
      --------------------------------
      effects on rmaf (air force) =
      insufficient flying hours (below nato)
      multi-fleet maintenance struggle
      mrca replacement hoaxes (decades delay)
      mig-29 capability gap
      --------------------------------
      effects on rmn (navy) =
      stalled modernization (lcs/mrss)
      limited fuel allocation (fewer sea days)
      high scorpene operational costs
      obsolete patrol fleet
      --------------------------------
      effects on tdm (army) =
      salary budget consumption (bloated)
      delayed armored & ad modernization
      outdated jungle-only training
      spares procurement backlog
      --------------------------------
      macro-level consequences =
      modernization paralysis
      prestige project failure (no sustainment)
      readiness erosion (grounded assets)
      widening gap with neighbors (sg/id)
      low return on investment (billions wasted)


      Hapus
  38. MEMANG UNTUNG kerana nilai RINGGIT SEKARANG sudah jauh lebih TINGGI ya guys...HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja Malaydesh membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + ARMADA 40 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      =============
      =============
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      udget & allocation inefficiency =
      lowest budget (vs sg/id)
      personnel cost heavy (salary/pension)
      modernization paralysis
      low gdp ratio
      --------------------------------
      outdated equipment (lagging) =
      mig-29 retired (no replacement)
      aging scorpene (high maintenance)
      delayed lcs (mangkrak)
      obsolete naval vessels
      --------------------------------
      neighbor's modernization (contrast) =
      indonesia: rafale jets & new scorpene
      singapore: f-35b stealth & cyber units
      vietnam: coastal missiles & su-30mk2
      high-end procurement growth
      --------------------------------
      force structure limitations =
      fragmented command (no joint ops)
      limited active personnel (110k)
      weak reserve depth
      lack of advanced simulation
      --------------------------------
      strategic posture (passive) =
      non-confrontational doctrine
      hadr & internal focus
      weak deterrence in scs
      defensive-only mindset
      --------------------------------
      comparative snapshot 2025 =
      my: $5.7b - fa-50 & lms b2 (patrol focus)
      id: $10.6b - rafale & subs (maritime deterrence)
      sg: $15.0b - f-35b & tech lead (superiority)
      vn: $6.5b - coastal missile (china deterrence)
      --------------------------------
      small active force size =
      ~113,000 personel aktif (modest)
      limited operational depth
      unable to sustain multi-domain ops
      manpower gap vs id (400k) & vn (600k) [1]
      --------------------------------
      fragmented tri-service coordination =
      limited joint doctrine (ego sektoral)
      no unified joint operations command
      weak interoperability (army/navy/air force)
      fragmented planning in complex scenarios [1]
      --------------------------------
      lack of force projection =
      no strategic assets (carrier/bomber/ballistic)
      insufficient aerial refueling capacity
      limited sealift for long-range deployment
      restricted presence in contested scs zones [1]
      --------------------------------
      overreliance on legacy platforms =
      aging scorpene & limited f/18d
      procurement delays (lcs mangkrak)
      new fa-50 not yet fully integrated
      readiness erosion due to obsolescence

      Hapus
  39. FAKTA MALONDESH NEGARA BOTOL DAN IDIOT 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣

    "He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with MALONDESH"

    MALONDESH TA INGAT US DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU UNTUK PERJANJIAN ART, ADA DUIT TA JIKA US MENUNTUT KOMPENSASI !!!!!!

    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  40. yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH

    Psssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. TERUK SANGAT MALONDESH, SUDAH BUKAN AHLI BRICS,G20, OTAK TERNYATA BOTOL 😂😂😂😂

      https://youtu.be/IPcEol3OARk?si=uW0DTUtgYSUizgjt

      ANUAR EPSTAIN INI MEMANG TERBANGANG BODO, HANYA NAPSU KEMALUANNYA SAJA YANG BESAR 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja Malaydesh membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + ARMADA 40 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja Malaydesh mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
      Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN KONTRAK + DENDA RM 167 JUTA TAK TERTAGIH + ASET "PETI MATI" = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    6. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      NSM Banned (Mei 2026) ❌
      Fakta: Kasus ini sangat baru dan mengguncang Malaydesh. Pemerintah Norway secara sepihak membatalkan izin ekspor rudal anti-kapal Naval Strike Missile (NSM) buatan Kongsberg untuk kapal perang LCS Malaydesh. Padahal, kontrak sudah diteken sejak 2018 dan Malaydesh sudah mencicil pembayaran hingga 95%. Norway beralih kebijakan memperketat teknologi sensitif akibat situasi keamanan Eropa. PM Anwar Ibrahim dan Menhan Mohamed Khaled Nordin berang dan berencana menuntut ganti rugi secara hukum.
      --------------------------------
      F/A-18 Hornet Kuwait Batal (Februari 2026) ❌
      Setelah bertahun-tahun merayu Kuwait untuk membeli jet tempur F/A-18C/D bekas mereka, Kabinet Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi ini pada Februari 2026. Hasil inspeksi tim teknis TUDM ke Kuwait pada akhir 2025 menyimpulkan bahwa jadwal pengiriman tidak pasti dan biaya pemeliharaan logistik jangka panjang di luar kendali mereka.
      --------------------------------
      Rework 4.000 Pipa & Kabel Kapal LCS (Januari 2026) 🛠️
      Proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) Maharaja Lela kembali molor ke Desember 2026. Menhan Khaled Nordin mengakui di parlemen bahwa penundaan ini karena adanya kesalahan fatal dan audit teknis dari Naval Group Prancis yang mewajibkan pengerjaan ulang (rework) terhadap 4.000 unit instalasi pipa dan jaringan kabel yang tidak sesuai spesifikasi.
      --------------------------------
      AMRAAM Diblokir 🛑
      Seperti analisis sebelumnya, AS menolak memberikan akses integrasi rudal BVR AIM-120 AMRAAM pada pesawat latih tempur FA-50M pesanan Malaydesh. Akibatnya, jet baru Malaydesh tersebut terancam ompong tanpa kemampuan tembak jarak jauh (BVR).
      --------------------------------
      UH-60A Black Hawk Batal (2024/2025) ❌
      Malaydesh membatalkan kontrak sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defense & Aerospace karena pihak vendor berulang kali gagal mengirimkan helikopter sesuai tenggat waktu yang ditentukan, menyisakan kekosongan armada bagi Angkatan Darat mereka.
      --------------------------------
      Data SIPRI Kosong (2023-2025) 📉
      Lembaga riset perdamaian dunia SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) mencatat indeks transfer senjata utama ke Malaydesh sangat minim atau bahkan "kosong" di lembar laporan tahunan tertentu. Ini disebabkan karena Malaydesh bertahun-tahun mengalami pembekuan pembelian senjata berat baru akibat keterbatasan dana fiskal, dan hanya fokus mencicil utang proyek masa lalu.
      ----------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = UH60A BATAL
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      😝NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    7. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 fiscal & military collapse =
      cut defense budget (miskin)
      nsm missile banned (mei 2026)
      f/18 hornet kuwait batal
      freeze procurement (16 jan 2026)
      massive layoffs (24,100 phk)
      --------------------------------
      lcs project disaster (2026) =
      rework 4000 pipes & cables
      audit by naval group
      cost ballooned to rm 11.2b
      72.9% completion vs target 76.1%
      --------------------------------
      sipri zero growth data =
      2025 sipri kosong (no transfers)
      2024 sipri kosong (no orders)
      2023 cancelled 5 tenders
      procurement stagnation
      --------------------------------
      failed leasing deals (black hawk) =
      contract cancelled nov 2024
      "flying coffins" (royal intervention)
      zero delivery after multiple delays
      rm 187m wasted lease plan
      --------------------------------
      corruption & irregularities =
      rm 162.75m gempita penalties unpaid
      contract splitting (rm 107.54m)
      bribery allegations (senior officials)
      lack of accountability & oversight
      --------------------------------
      total lack of deterrence =
      no credible combat power
      navy fleet shrinking (obsolete)
      air force grounded (no tankers/awacs)
      china ignore diplomatic protests
      --------------------------------
      macro-level breakdown =
      1% gdp spending (lowest asean)
      treasury budget cuts (middle east impact)
      non-nato export ban (norway)
      modernization paralysis (failed mrca)


      Hapus
  41. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  42. Isham Jalil : DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh BENARKAH?
    https://youtu.be/xJdJbDnzS3I
    Betoii Rakyat nak diberi gula² dibodohkan kerajaan.. Ramai Rakyat bodoh percaye ngan kerajaan..
    RINGGIT KATA KUKUH, PASTI BARANG IMPORT MURAH, ROTI CANAI PUN NAIK HARGA AYAM PUN X TURUN HARGA !!!!!
    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  43. TAHUN 2024 SAJA KING INDO NOMOR 6 CADANGAN EMAS TERBESAR DUNIA.....NEGARA KAYA BEBAS SHOPPING, EMIR QATAR SAMPAI TUNDUK.... 🤗🤗🤗🤗🤗

    BEDA SAMA MALONDESH NEGARA KONON KAYA TERNYATA MISKIN DAN BOTOL....🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20240418141809-128-531368/16-negara-dengan-cadangan-emas-terbesar-di-dunia-ri-nomor-berapa

    BUAT BAYAR RAFALE, KAAN, ISTIF, GARIBALDI, BELHARA, J10 CE, JF 17 MUDAH SAJA APALAGI CUMA SOAL BBM 🤗 🤗🤗🤗🤗

    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  44. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  45. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  46. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  47. HEBOH! Warga MALONDESH Mulai Takut Krisis Besar Datang Dalam 2 Bulan!!!!

    https://youtu.be/NjaJKR-3tRc?si=rXIUXzqbqzlPihFC

    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  48. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  49. 01. Salam bina Candi LCS MaharajaLele Mangkrak Karatan 14 tahun SALAH POTONG, seharga RM 12 Billion
    02. Salam bina senapang Allien tembak tupai VITA lendir BERAPI
    03. Salam KERAjaan BANGKRAP di gondoli Jho Law
    04. Salam bina kereta kebal 8x8 GEMPITA tampel sticker tak boleh eksport
    05. Salam bina tank ugly STRIDE bentuk KOTAK Turet impoten
    06. Salam bina rudal antar Galaxy ugly TAMING SARI
    07. Salam bina jet PTM GEN 6 hasil mimpi basah insinyur 5 top university
    08. Salam bina drone ugly NYAMUK
    09. Salam bina KERETA KIPAS TERBANG tampal Sticker dari Cina
    10. Salam bina kereta PROTON tak laku di jual ke gelly cina
    11. Salam Komando LETUPKAN wanita hamil
    12. Salam komando TEWAS saat DEMO, tembak Komandan sendiri
    13. Salam komando PINGSAN saat latihan berbaris
    14. Salam Komando TEWAS dilempar GRANAT teman sendiri
    15. Salam Komando tewas Saat BERENANG
    16. Salam kapal selam SCORPANE tak boleh selam sebelum MRO
    17. Salam LMS Ompong, plat tipis, lambat, setahun pakai radio rusak, dari CINA untuk lawan CINA
    18. Salam kapal RUSAK oleh JARING nelayan NGUYEN
    19. Salam 7 Jet Tersikit dunia F18 hornet di tewaskan BANGAU guna parade aja tiada SOURCE CODE
    20. Salam Su30MKM 18 Ekor hanya 4 yg boleh terbang
    21. Salam Mig29 GROUNDED
    22. Salam kilang AIRCROD Lembab MRO 1 pesawat butuh masa 3 tahun
    23. Salam heli TELUR PUYUH MD530 KILANGnya Bangkrut
    24. Salam engine jet HILANG di SONGLAP ke Uruguay
    25. Salam ASKAR BERSARONG bangga jadi penjaga ISTANA british
    26. Salam EJECT KAT HANGGAR world record 2 kali
    27. Salam kapal militer Gagah Samudra kena sita MYBANK
    29. Salam JUDI HALAL BERSYARIAH Gentting Highland daulat tuanku
    30. Salam tak punya korps MARINIR,Kapal HOSPITAL,LPD,LST, Tank Amphibi dan SPH
    31. Salam TANK PENDEKAR design WW II MOGOK tengah jalan
    32. Salam HUTANG Rm 1.5 Trillion 84% PDB, Kumpul koin, Bayar hutang CINA pakai hutang JEPUN, gali LOBANG tutup LOBANG
    33. Salam BELI pespur MB339 BARU TANPA ENGIN baru 12 tahun pakai sudah Grounded
    34. Salam 88 bijik Jet Bekas GURUN A4 Skyhawk hilang setengah di parkiran GURUN
    35. Salam BOMBER Cina dan 16 Pesawat Cina pusing - Pusing langit Sabah cuma kirim NOTA Protes
    36. Salam CCG KEKAL 289 hari pertahun di betting Ali, CCG dan nelayan Cina sudah makan tidor berak sedot ikan sedot minyak buang tahi
    37. Salam Komando tewas kena tembak SENAPAN ANGIN penyelundup Perlis
    38. Salam TAMPAL STICKER Batik,Reog,Wayang,Rendang,Anklung,kuda lumping,Keris,pacu jalur,lagu rasa sayange,lagu halo halo bandung dan lagu terang bulan
    39. Salam 9 APC Guardian di tolak PBB tiada RCWS hendak prank PBB dengan harga komplit RCWS
    40. Salam dapat SEDEKAH Amerika Convert CN235 basic ke versi MSA Upgrade di PT DI
    41. Salam UCAV drone DJI di tempel dua senapan M4 untuk menakuti Kelalawar
    42. Salam di bully Singapure, bayar air murah, di ceroboh Jet dan Apache, di ambil batu puteh, bayar denda kereta Cepat, Su 30 MKM di usir dari singapure tiada SLOT
    43. Salam dapat SEDEKAH Merdeka semu 999 tahun Tanah mesti sedia di tempati
    44. Salam HMAV 4X4 TARANTULA SEWA, Tempel Sticker Hizir Turki
    45. Salam RADAR IMPOTEN tak bisa kesan MH370
    46. Salam satu satunya LST KD Sri Idrapura Terbakar tiada ganti
    47. Salam pesawat intai ISRAEL kencing di langit Ibu negara tak takut di salvo Jernas Lapook
    48. Salam TERJUN PAYUNG tersasar ke PASAR
    49. Salam 4 kali ditolak NGEMIS hornet bekas RONGSOK Kuwait
    50. Salam Eksportir kondom Unisex,Narkoba,Teroris,Togel,Maling ikan,Maling patok
    51. Salam tak bayar SEWA Sabah, aset Petronas kena sita SULU
    52. Salam GFP Rank 48 di bawah kaki Myanmar
    53. Salam SEWA Merata untuk militer Heli AW139,Heli EC120 B,Kapal Hidrografi,Simulator heli,Boat FIB,Boat RHFB,Rover,Motosikal,ATV, Vellfire
    54. Salam OPV Fatima berenang MIRING
    55. Salam Rehull kapal USANG di Make Over PC ex KD Sundang, PC ex KD Panah
    56. Salam PM ex Narapidana Korupsi dan ex Narapidana Sodomi
    57. Salam tentara tanam SAYUR
    58. Salam KD Ganas Kapal Peyot Tua Rongsok Ompong
    59. Salam dapat Sedekah kapal rongsok 56 tahun ex USCG Cutter
    60. Salam Tampal Sticker pemain bola latin kena SANKSI FIFA

    BalasHapus
  50. yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH

    Psssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
      Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
      Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
      Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
      Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      ________________________________________
      REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
      Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
      Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
      Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
      Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.
      ________________________________________
      DAMPAK NYATA PADA MILITER:
      Operational Collapse: Keterlambatan helikopter, kapal, dan artileri membuat militer tidak siap tempur (under-equipped).
      Vulnerabilitas Strategis: Celah pertahanan di wilayah kunci (Laut Cina Selatan) semakin terbuka lebar akibat hilangnya daya getar alutsista modern.
      KESIMPULAN:
      KORUPSI KRONI + KELEBIHAN BAYAR 48% + "SILUMAN" SCORPENE = KEBANGKRUTAN TOTAL.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
      KESIMPULAN:
      5X PM 6X MOD + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + HUTANG RM 1,79T = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    5. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      -------------------------------
      KLAIM RINGGIT KUAT = HUTANG MENINGKAT
      -
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 defense collapse =
      cut defense budget (miskin)
      nsm missile banned (norway)
      f/18 hornet kuwait batal
      freeze procurement (bribery scandal)
      phk massal (socso data)
      --------------------------------
      sipri & contract performance =
      id: full shopping tier-1 (rafale/kaan)
      id: turkey contract $13 billion
      my: sipri kosong 2024-2025 (zonk)
      my: turkey contract only $1.17b (9%)
      --------------------------------
      ownership vs leasing =
      id: absolute owner (cash/credit)
      id: massive tot & local production
      my: renter nation (barter sawit)
      my: leasing heli/training jets/bikes
      --------------------------------
      fiscal health & debt (2026) =
      id: govt debt safe (41.1% gdp)
      my: govt debt overlimit (70.5% gdp)
      my: total debt 224% gdp (bankrupt)
      my: debt-to-debt payment cycle
      --------------------------------
      people's burden (2025-2026) =
      my: rm 82,000 debt per capita
      my: 300,000+ new unemployment
      my: 1 in 3 mental health crisis
      my: unpaid military camp utilities
      --------------------------------
      lcs project final status =
      rework 4000 pipes & cables
      rm 11.2b cost balloon
      15 years mangkrak project
      failed naval deterrence
      --------------------------------
      strategic conclusion =
      indonesia: regional hegemony (kaan stealth)
      malaydesh: defense paralysis (renter military)
      my: loss of sovereignty credibility
      my: budget spent on salaries not weapons

      Hapus
  51. Malaydesh tak dianggap Norway..
    🤣🤣😂😂😛🤪

    Kasihan...

    BalasHapus
  52. Alhamdulilah...TERIMA KASIH KONGBERG kerana tolong BAYARKAn semua KOS PEMBELIAN misil baru dan kos penggantian semua sistem untuk misil BARU....HAHAHAHAHAH

    ini Baru digelar UNTUNG 2 kali guys dari kos MISIL hingga kos sistem eletronik untuk Misil ditanggung oleh KONGBERG....

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. Malaydesh tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer Malaydesh karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + INDUSTRI "TUKANG RAKIT" + MISMANAJEMEN LCS = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN KEBIJAKAN & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + ARMADA TAHUN 80-AN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
  53. Se Asean beritakan Rafale RI...
    Manakala LCA murah malaydesh tak dianggap...😂😂🤣😛🤪

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoiihh jangankan Asean thai, rafale kita rame di tipi Indihe✌️
      apalagi si METEOR..begh makin kangen mreka om pedang haha!🚀🦾🚀

      Hapus
  54. Sekarang Malaydesh mengemis ke Norway...😂😂🤣😛🤪🤪

    BalasHapus
  55. Sudahlah dibanned karena tak dianggap..sekarang mengemis klaim ke Norway...😂😂🤣🤣🤪😛

    Kasta terhina...😂😂😂🤣

    BalasHapus
  56. kenapa saya kata UNTUNG..... MALAYSIA sudah bayar RM583.47 juta 95% jumlah yang dibayar oleh MALAYSIA pada KONGBERG....

    MALAYSIA pula saman KONGBERG RM1 BILLION lebih ini beerti MALAYSIA dapat tambahan RM500 juta lebih lagi dari Pembayaran terdahulu...

    ertinya dari KOS PEMBELIAN MISIL hingga pemasangan sistem eletronik baru kelak boleh dikatakan DIBAYAR SEMUA sama pihak KENGBERG...HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
      Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
      Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
      ________________________________________
      KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
      Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
      Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
      Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
      Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + HUTANG 69% PDB = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA JAM LATIHAN YANG RENDAH (LOW TRAINING HOURS):
      Udara (RMAF): Standar NATO adalah 150–180 jam terbang per tahun. Pilot Malaydesh hanya mendapatkan 60–80 jam per tahun akibat kurangnya anggaran bahan bakar dan kelangkaan suku cadang pesawat (Su-30 sering grounded).
      Laut (RMN): Kapal perang seharusnya berada di laut 90–120 hari per tahun. Kapal Malaydesh rata-rata hanya 30–50 hari di laut karena pemotongan anggaran logistik dan usia kapal yang sudah di atas 40 tahun.
      Darat (TDM): Latihan skala besar (Combined Arms) jarang dilakukan; fokus hanya pada latihan hutan skala kecil berbiaya rendah. Anggaran amunisi dan bahan bakar sering dibatasi.
      Risiko Keamanan: Jam latihan rendah mengakibatkan degradasi skill tempur, koordinasi matra yang lemah, dan tingginya angka kecelakaan (Kasus jatuhnya helikopter Nuri & jet Hawk).
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL (LOW ABSOLUTE BUDGET):
      Terendah di ASEAN: Dengan belanja pertahanan hanya ~USD 4 Miliar (RM 19,7 Miliar), Malaydesh memiliki pengeluaran absolut terendah dibanding negara menengah ASEAN lainnya (Singapura ~USD 12,5 Miliar, Indonesia ~USD 9,5 Miliar).
      Daya Beli Hancur: Sebagian besar senjata modern dihargai dalam USD/EUR. Depresiasi Ringgit (RM 4.7–4.8 per USD) membuat anggaran RM 19,7 Miliar tersebut semakin tidak bernilai di pasar global.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Dari total anggaran pertahanan, ~70% habis hanya untuk gaji dan pensiun. Sisanya kurang dari RM 4-5 Miliar per tahun untuk modernisasi (CAPEX).
      Siklus Macet: Satu program besar (seperti LCS RM 9 Miliar+) mampu menyerap seluruh anggaran pembangunan selama bertahun-tahun, menghentikan program pengadaan lainnya secara total.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + JAM TERBANG RENDAH + ANGGARAN ABSOLUT TERKECIL = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      -
      Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
      • Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
      • Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
      • Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
      • Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
      • Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
      • Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
      Sumber Utama:
      Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
      --------------------------------
      2021–2026 Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      • 2021: RM 67.667 (Puncak pandemi)
      • 2022: RM 70.901 (+RM 3.234)
      • 2023: RM 74.587 (+RM 3.686)
      • 2024: RM 79.315 (+RM 4.728)
      • 2025: RM 81.998 (+RM 2.683)
      • 2026: RM 94.544 (+RM 12.546 - Lonjakan ekstrem)
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
  57. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  58. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  59. kenapa saya kata UNTUNG..... MALAYSIA sudah bayar RM583.47 juta 95% jumlah yang dibayar oleh MALAYSIA pada KONGBERG....

    MALAYSIA pula saman KONGBERG RM1 BILLION lebih ini beerti MALAYSIA dapat tambahan RM500 juta lebih lagi dari Pembayaran terdahulu...

    ertinya dari KOS PEMBELIAN MISIL hingga pemasangan sistem eletronik baru kelak boleh dikatakan DIBAYAR SEMUA sama pihak KENGBERG...HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
      Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
      Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
      Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
      Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
      Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
      Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
      ________________________________________
      SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
      Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
      Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
      TUDM (Udara) - Armada Tua:
      F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
      Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
      MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
      C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
      TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
      Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
      Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
      Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
      Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
      Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
      Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
      Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
      Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN DOKTRIN & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DOKTRIN PERTAHANAN (DOCTRINAL FAILURE):
      Warisan COIN yang Terpaku: Doktrin militer masih terjebak pada era pemberontakan komunis (1948–1989). Fokus pada perang hutan dan infanteri ringan, bukan kekuatan pemukul berat modern.
      Gagal Transisi ke Perang Konvensional: Saat tetangga (Indonesia, Singapura, Vietnam) beralih ke combined arms (tank + artileri + drone), Malaydesh tetap pada postur statis. Hanya punya 48 tank PT-91M tanpa bantuan tembakan artileri jarak jauh yang memadai.
      Abaikan Operasi Gabungan (Joint Ops): Matra berjalan sendiri-sendiri (siloed). AU kekurangan pesawat pendukung udara dekat, dan AL tidak punya kapasitas angkut amfibi untuk mengerahkan AD secara cepat.
      Doktrin Reaktif & Defensif: Kebijakan (Kertas Putih 2019) terlalu fokus pada ancaman non-tradisional (bajak laut, bencana) sehingga meremehkan ancaman eksternal nyata seperti klaim China di Laut Cina Selatan.
      Buta Teknologi Modern: Tidak ada penekanan pada perang drone, perang elektronik, siber, atau network-centric warfare. Masih mengandalkan operasi manual berbasis infanteri (Contoh kegagalan: Respon lambat saat krisis Lahad Datu 2013).
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL ANGKATAN LAUT (TLDM):
      Armada Kecil & Menua: Hanya memiliki kurang dari 10 kapal perang "serius". Frigat kelas Lekiu (1999) usang; kelas Kasturi (1980-an) sudah renta; korvet kelas Kedah hanya dipersenjatai ringan setingkat kapal patroli.
      Kekuatan Kapal Selam Lumpuh: Hanya 2 unit Scorpene dengan biaya operasional sangat mahal. Tidak mampu menjaga kehadiran konstan di laut jika dibandingkan Vietnam (6 Kilo) atau Singapura (4 kapal selam canggih).
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek tulang punggung modernisasi AL sejak 2011 hancur akibat korupsi. Satu dekade hilang tanpa satu pun kapal baru terkirim. Biaya membengkak dari RM 6 Miliar menjadi >RM 11 Miliar.
      Penerbangan AL & Dukungan Lemah: Helikopter Super Lynx & AW139 sangat terbatas; kapasitas angkut amfibi tidak cukup untuk pengerahan pasukan besar ke Sabah/Sarawak.
      Kanibalisme Anggaran: Modernisasi AL terus kalah bersaing dengan porsi gaji AD dalam pembagian anggaran pertahanan yang kecil (hanya 1% PDB).
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + DOKTRIN KUNO + FIASCO LCS RM 11 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      ---------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      Malaydesh (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      Malaydesh: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat Malaydesh:
      Beban Gabungan: Setiap warga Malaydesh memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
      ---------------------------------
      4. Risiko Sistemik & Kondisi "Game Over"
      Kerentanan Perbankan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% GDP (RM 45.859 per orang), Malaydesh menghadapi risiko tinggi kredit macet (NPL) yang dapat memicu krisis finansial sistemik.
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah memberikan bantalan makro yang kuat. Indonesia mampu melakukan belanja pertahanan strategis tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi rakyat.

      Hapus
  60. yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH

    Psssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? masa rakyat lagi mau di PERAS..... HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN UDARA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF / TUDM):
      Krisis Jet Tempur (2025):
      F/A-18D Hornet (1997): Menua, butuh peningkatan tengah umur (MLU), jangkauan serang terbatas.
      Su-30MKM (2007): Sering grounded akibat kelangkaan suku cadang dan pemeliharaan tertunda. Kesiapan sering di bawah 50%.
      Kegagalan MiG-29: Dipensiunkan dini (2015) karena biaya operasional tinggi. Program pengganti (MRCA) tertunda lebih dari satu dekade. Hasil: "Air Power Gap" fatal.
      Kelemahan Maritim & Transportasi: Bergantung pada King Air B200T yang usang untuk monitor Laut Cina Selatan; tidak mampu beli P-8 Poseidon karena miskin.
      Krisis Helikopter: Nuri pensiun (2019) setelah banyak kecelakaan maut. Pengganti sangat minim (hanya AW139/EC725 terbatas), melumpuhkan SAR dan mobilitas pasukan.
      Hanud Nihil: TANPA sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak jauh. Hanya mengandalkan MANPADS jarak pendek; wilayah udara sangat rentan ditembus.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN & MISMANAJEMEN KRONIS:
      Alokasi Terendah ASEAN: Belanja pertahanan hanya ~1% PDB (2024), jauh di bawah Singapura (3%) atau Vietnam. Malaydesh tidak mampu membiayai militer modern.
      Kanibalisme Gaji: 50-55% anggaran habis untuk gaji dan pensiun; modernisasi (procurement) hanya dapat sisa 15-20%. Pasukan banyak tapi under-equipped.
      Skandal LCS & Alutsista: Korupsi dan campur tangan politik membuat miliaran ringgit terbuang (Skandal LCS sejak 2011 nol kapal). Kepercayaan perwira ATM terhadap sistem pengadaan hancur.
      Kebijakan Jangka Pendek: Setiap ganti pemerintah, prioritas diatur ulang (reset). Kertas Putih Pertahanan 2019 diabaikan total karena krisis fiskal.
      Readiness Rendah: Dana untuk suku cadang dan bahan bakar tidak cukup. Kapal selam dan jet tempur sering tidak operasional karena kurangnya pemeliharaan rutin.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA USANG + TANPA HANUD SAM = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: PEMBENGKAKAN BIAYA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA PEMBENGKAKAN BIAYA & SKANDAL (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 6 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi >RM 11 Miliar namun jumlah kapal dipangkas menjadi 5. Laporan PAC mengungkap RM 400 Juta dana LCS dipakai bayar hutang proyek lama; 15% peralatan yang dibeli jadi rongsokan/usang di gudang.
      Program NGPV (Patrol Vessel): Rencana awal 27 kapal, biaya melonjak dari RM 5,35 Miliar ke RM 6,75 Miliar. Proyek dibatalkan setelah hanya beberapa unit selesai karena masalah kualitas dan teknis yang parah.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kontrak awal RM 4,3 Miliar membengkak drastis akibat mismanajemen dan keterlambatan masif; dibarengi dengan dugaan korupsi internasional.
      Pembatalan Black Hawk: Kesepakatan helikopter dibatalkan setelah intervensi Raja yang mengkritik pembelian alutsista usang dengan harga selangit pasca insiden tabrakan maut helikopter angkatan laut.
      ________________________________________
      INEFISIENSI ANGGARAN & DISTRIBUSI (BUDGET MISMATCH):
      Dominasi Biaya Personel: Lebih dari setengah anggaran tahunan habis untuk gaji dan pensiun, menyisakan dana sangat minim untuk modernisasi atau latihan tempur tingkat lanjut.
      Ketimpangan Prioritas: Angkatan Darat terus menerima porsi terbesar, meskipun ancaman keamanan utama berada di wilayah maritim (Laut Cina Selatan & Selat Malaka).
      Belanja Reaktif: Anggaran habis untuk kebutuhan jangka pendek (pirasi, bantuan bencana) daripada modernisasi strategis jangka panjang, mengakibatkan proyek jet tempur/kapal perang selalu tertunda.
      Ketergantungan Impor Mahal: Membeli alutsista dalam jumlah kecil dari berbagai negara (patchwork) menciptakan mimpi buruk logistik dan biaya pemeliharaan yang menghancurkan kas negara.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 11 MILIAR + BELANJA REAKTIF = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      TEKANAN EKONOMI & BEBAN ANGGARAN (FISCAL BURDEN):
      Pendapatan Minyak Merosot: Pendapatan tradisional dari minyak menyusut, mengurangi ruang fiskal pemerintah secara drastis.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan mata uang menghancurkan daya beli alutsista impor, terutama dari vendor Barat dan Korea.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Lebih dari 40% anggaran (RM 8,2 Miliar) habis hanya untuk gaji dan tunjangan, menyisakan ruang sangat sempit untuk modernisasi.
      Beban Cicilan Kontrak: Sebagian besar dana pengadaan (RM 5,71 Miliar) sudah terikat untuk pembayaran progresif kontrak lama (FA-50 & A400M), bukan untuk aset baru.
      Ketergantungan OEM Asing: Industri lokal gagal mandiri, membuat biaya pemeliharaan alutsista (Su-30MKM & Scorpene) menjadi beban yang sangat mahal.
      ________________________________________
      ALUTSISTA USANG & SKANDAL PENGADAAN:
      171 Aset Usang (>30 Tahun): Mencakup 108 unit TDM, 29 unit TUDM, dan 34 unit TLDM. Contoh tragis: KD Pendekar (45 tahun) tenggelam setelah menabrak objek bawah laut.
      Krisis Armada Maritim: Sepertiga armada kapal keamanan rusak atau tidak berfungsi; tidak mampu menjaga ZEE secara efektif.
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar yang penuh korupsi dan mismanagement. Desain dipaksakan tanpa persetujuan AL; pengiriman pertama tertunda dari 2019 ke estimasi 2026.
      Risiko Korupsi Tinggi: Militer masuk dalam "Band D" (kategori risiko korupsi tinggi). Intervensi politik dalam kontrak menurunkan efektivitas tempur dan memicu biaya siluman.
      ________________________________________
      MASALAH OPERASIONAL & SUMBER DAYA:
      Krisis Suku Cadang: TUDM mengalami masalah pemeliharaan kronis untuk jenis pesawat seperti Su-30MKM; kesiapan tempur terus menurun.
      Kelemahan Personel: Laporan menunjukkan personel militer menghadapi masalah keterampilan berpikir dan pengambilan keputusan selama operasi nyata.
      Pengadaan Reaktif: Pembelian alutsista sering dilakukan tanpa kebutuhan pengguna yang jelas (Contoh: Kasus jet tempur LCA), hanya didorong kepentingan politik jangka pendek.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + ASET USANG 45 TAHUN + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. 🏛️ INDONESIA: Era Ekspansi "SIPRI Shopping"
      Indonesia memanfaatkan anggaran pertahanan secara masif guna memodernisasi kekuatan udara dan laut secara mandiri (tidak bergantung pada satu negara donor).
      -
      AMRAAM (AIM-120) ✔️
      Indonesia sukses mengamankan rudal udara-ke-udara jarak menengah (BVR) buatan AS ini untuk armada F-16 C/D Block 52ID. Ini membuktikan kepercayaan diplomasi militer AS terhadap Indonesia.
      -
      METEOR ✔️
      Pembelian jet tempur Rafale Prancis membuka akses Indonesia terhadap rudal Meteor buatan MBDA Eropa. Rudal ini adalah BVR terbaik di dunia saat ini dengan teknologi ramjet yang mengungguli jangkauan AMRAAM konvensional.
      -
      HAMMER (AASM) ✔️
      Sistem bom pintar (smart bomb) presisi tinggi dari Prancis yang juga diintegrasikan pada Rafale. Menjamin kemampuan air-to-ground strikes Indonesia berada di level mutakhir.
      -
      FREGAT ✔️
      Proyek Fregat Merah Putih (desain Arrowhead 140) di PT PAL, pembelian dua Fregat PPA (Thaon di Revel) dari Italia, serta rencana modernisasi armada laut membuat taring TNI AL semakin tajam di Laut Natuna Utara.
      -
      SIPRI SHOPPING ✔️
      Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) mencatatkan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang paling aktif memesan alutsista berat (Scorpene Evolved, Rafale, KAAN, PPA Frigate).
      • --------------------------------
      🏛️ MALAYDESH: Defisit Anggaran & Hambatan Proyek
      Malaydesh mengalami beberapa kemunduran dalam kontrak alutsista penting yang memicu pembatalan atau penundaan panjang.
      -
      NSM BANNED / AMRAAM BLOKIR ❌
      Isu pembatasan atau penundaan pengiriman rudal canggih seperti Naval Strike Missile (NSM) atau varian AMRAAM terbaru dari barat sering kali dikaitkan dengan kebijakan geopolitik Malaydesh atau keterlambatan platform pengangkutnya (seperti proyek kapal LCS Maharaja Lela yang mangkrak bertahun-tahun).
      -
      F18 BATAL / UH60A BATAL ❌
      Rencana Malaydesh untuk mengakuisisi jet tempur F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait ditolak/gagal menemui titik temu. Pengadaan helikopter sewa (lease) UH-60A Black Hawk untuk Angkatan Darat Malaydesh juga mengalami pembatalan/pemutusan kontrak akibat keterlambatan pengiriman oleh pihak vendor.
      -
      REWORK 4.000 PIPA DAN KABEL ❌
      Merujuk langsung pada skandal mega-proyek kapal perang Littoral Combat Ship (LCS) kelas Maharaja Lela. Investigasi menemukan ribuan malfungsi teknis, termasuk keharusan melakukan pengerjaan ulang (rework) pada ribuan instalasi pipa dan kabel yang usang/salah pasang di galangan Boustead Naval Shipyard.
      -
      SIPRI KOSONG ❌
      Buku pesanan (order book) Malaydesh di SIPRI tampak kering dibandingkan tetangganya. Anggaran pertahanan Malaydesh habis tersedot untuk menyelamatkan proyek-proyek mangkrak daripada membeli alutsista baru berskala besar (kecuali jet latih/tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan).
      ----------------------------------
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
      -
      Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
      • Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
      • Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
      • Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
      • Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
      • Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
      • Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
      Sumber Utama:
      Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal dan Jebakan Utang
      Perbandingan rasio utang memberikan gambaran kontras mengenai keberlanjutan ekonomi:
      Indonesia (Paling Sehat): Dengan total utang terhadap PDB di bawah 40% (Pemerintah) dan ~95% (Total), Indonesia memiliki ruang fiskal yang jauh lebih aman dibandingkan Singapura, Malaydesh, atau Thailand.
      Singapura & Malaydesh (Risiko Tinggi): Singapura memiliki rasio utang pemerintah sangat tinggi (176%), meski diimbangi aset cadangan yang kuat. Namun, Malaydesh (Malaydesh) menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang".

      Hapus
  61. yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH

    Psssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. PATUTLAH BUNTUNG BUKAN UNTUNG =
      UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
      -
      ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: FISKAL LUMPUH & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT:
      GOVERNMENT DEBT (2025): Mencapai RM 1,3 Triliun (69% dari PDB); sudah melampaui batas aman 65%.
      HOUSEHOLD DEBT (2025): Menyentuh RM 1,73 Triliun (85,8% dari PDB); rakyat terjebak hutang konsumtif yang masif.
      EFEK PENGHAPUSAN GST: Kehilangan pendapatan tahunan ± RM 15–20 Miliar. Defisit anggaran tetap melebar (4-6% PDB) karena bergantung pada pajak minyak yang tidak stabil.
      RUANG FISKAL SEMPIT: Modernisasi tertunda karena dana terserap habis untuk cicilan bunga hutang dan subsidi tinggi demi tekanan politik.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ALUTSISTA (AGEING & OBSOLESCENCE):
      Aset Usang (30-40+ Tahun): Kapal TLDM dari era 70-an dan APC Condor era 80-an masih dipaksa bertugas. Penuaan aset membuat biaya perawatan membengkak dengan kesiapan tempur rendah.
      Minim Investasi Modernisasi: Anggaran pertahanan hanya ~1% PDB; 40% habis untuk gaji dan pensiun. Tidak ada anggaran untuk membeli senjata baru secara rutin seperti tetangga.
      Fiasco & Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) sejak 2011 (RM 9 Miliar) nol unit operasional hingga 2025. Angkatan Laut terjebak menggunakan kapal tua yang sudah melewati masa pakai.
      Krisis Suku Cadang RMAF: Kesiapan Su-30MKM sering di bawah 50% karena kelangkaan spare parts; pilot kekurangan jam terbang karena keterbatasan bahan bakar.
      Ketertinggalan Regional: Saat Singapura, Indonesia, dan Vietnam membeli kapal selam dan jet tempur canggih, Malaydesh hanya bisa menggunakan alutsista karatan.
      Instabilitas Politik: Pergantian PM yang sering sejak 2018 menyebabkan proyek pertahanan terus-menerus dihentikan, dinegosiasi ulang, atau dibatalkan (reset).
      KESIMPULAN:
      HUTANG 69% PDB + RAKYAT HOBI HUTANG + ALUTSISTA KARATAN = KEBANGKRUTAN NASIONAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. KLAIM RINGGIT KUAT = HUTANG MENINGKAT
      -
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      --------------------------------
      Malaydesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
      Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
      Detailed Annual Breakdown =
      --------------------------------
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
      (Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
      (Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
      --------------------------------
      1️⃣ 2026 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.79 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
      Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
      Total Population: 36,385,115
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 49,196
      Household Debt: RM 45,348
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
      --------------------------------
      2️⃣ 2025 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.30 trillion
      Household Debt: RM 1.65 trillion
      Total Population: 35,977,838
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 36,139
      Household Debt: RM 45,859
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
      --------------------------------
      3️⃣ 2024 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.22 trillion
      Household Debt: RM 1.53 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
      Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
      Total Population: 34,671,895
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 35,187
      Household Debt: RM 44,128
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
      --------------------------------
      4️⃣ 2023 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.17 trillion
      Household Debt: RM 1.45 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
      Total Population: 35,126,298
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 33,308
      Household Debt: RM 41,279
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
      --------------------------------
      5️⃣ 2022 DEBT DATA
      Government Debt: RM 1.08 trillion
      Household Debt: RM 1.38 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
      Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
      Total Population: 34,695,493
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 31,127
      Household Debt: RM 39,774
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
      --------------------------------
      6️⃣ 2021 DEBT DATA
      Government Debt: RM 979.81 billion
      Household Debt: RM 1.34 trillion
      Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
      Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
      Total Population: 34,282,399
      Per Capita Debt Calculation:
      Govt Debt: RM 28,580
      Household Debt: RM 39,087
      ➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      Perbandingan Strategis: Akusisi vs Sewa (Leasing)
      Indonesia (Full Ownership & ToT): Fokus pada kepemilikan penuh dan Transfer Teknologi (ToT). Dengan nilai belanja USD 12-13 Miliar hanya dari Turki, Indonesia membangun kedaulatan melalui PT Pindad (Tank Harimau) dan PT Dirgantara Indonesia (Drone ANKA).
      Malaydesh (Leasing Mode): Terjebak dalam model "Sewa-Sewa" (25+ item sewa termasuk helikopter, simulator, hingga motor polisi). Ini menandakan ketidakmampuan finansial untuk membayar down payment (DP) atau cicilan kontrak pengadaan baru. Status "2 Tahun SIPRI Kosong" mengonfirmasi tidak adanya kontrak alutsista utama yang masuk dalam radar internasional.
      ---------------------------------
      Analisa Fiskal: Jeratan Utang vs Ruang Belanja
      Indonesia (Stable): Utang pemerintah tetap terjaga di bawah ambang batas aman (41,1% terhadap PDB), memberikan kepercayaan bagi lembaga donor/kreditur untuk mendanai proyek strategis seperti Jet KAAN dan Rafale.
      Malaydesh (Critical):
      Rasio Utang: Menyentuh 84,3% terhadap PDB dengan total liabilitas menembus RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Beban Bunga: Anggaran pertahanan habis untuk membayar bunga utang dan gaji, bukan untuk modernisasi. Kondisi "Hutang Bayar Hutang" memaksa militer beralih ke skema barter (Palm Oil) untuk pengadaan kecil seperti FA-50M.
      ---------------------------------
      Daftar Kegagalan & "Prank" Militer Malaydesh
      Kondisi ekonomi berdampak langsung pada kesiapan tempur (Operational Readiness):
      Mangkrak (Zonk): Proyek LCS (Littoral Combat Ship) tetap menjadi monumen kegagalan sejak 2011.
      Grounding Massal: Alutsista utama seperti MiG-29, MB339CM, dan Nuri terpaksa dipensiunkan atau tidak bisa terbang karena ketiadaan biaya perawatan dan suku cadang.
      Sewa sebagai Solusi Darurat: Penggunaan helikopter sewa (AW139, Blackhawk) dan simulator MKM menunjukkan ketergantungan pada pihak ketiga tanpa membangun aset nasional.

      Hapus
  62. BUNTUNG BUKAN UNTUNG =
    UTANG MENINGKAT TEROSSSSS.....
    -
    ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ---------------------------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  63. yang RUGI tu bila si MISKIN NGUTANG Kapal INDUK RONGSOK yang BOROS BBM dengan nilai rupiah sekarang Rp17.700..... HAHAHAHAHAH

    Psssttttt mau bayar pakai APBN saja defisit mau bayar pakai apa...??? HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PEMELIHARAAN KRONIS (MAINTENANCE CRISIS):
      Udara (RMAF): Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang dilaporkan laik terbang (2018) akibat kelangkaan suku cadang dan kendala anggaran servis. MiG-29N dipensiunkan paksa (2017) karena biaya rawat yang mencekik kas negara.
      Laut (RMN): Kapal patroli era 70-an dan 80-an terpaksa di-kanibalisasi suku cadangnya agar satu kapal tetap bisa beroperasi. Proyek LCS yang mangkrak memaksa kapal tua kelas Kedah bekerja melampaui batas, mempercepat kerusakan.
      Darat (TDM): Kendaraan APC Condor (1980-an) sering mogok; suku cadang buatan Jerman hampir mustahil ditemukan. Kendaraan AV-8 Gempita yang lebih baru dikritik karena biaya operasional yang terlalu tinggi dan suplai suku cadang tidak konsisten.
      ________________________________________
      KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
      Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
      Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
      Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
      Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
      Kesiapan Tempur Semu: Malaydesh memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN PERENCANAAN JANGKA PANJANG:
      Mentalitas Anggaran Tahunan: Anggaran pertahanan diputuskan tahun-ke-tahun tanpa alokasi multi-tahun yang dijamin. Jika ekonomi turun, dana pertahanan langsung dipangkas atau dialihkan.
      Kegagalan Proyek Besar: Aset modern butuh 10-20 tahun untuk direncanakan. Tanpa multi-year budgeting, kontrak kapal frigat (LCS) dan jet tempur (MRCA) terus tertunda, dikecilkan, atau dibatalkan.
      Kegagalan Kertas Putih Pertahanan 2019: Peta jalan 10 tahun (2021-2030) lumpuh total setelah pemerintahan runtuh pada 2020. Tidak ada kerangka hukum yang memaksa pemerintah selanjutnya untuk mengikuti rencana tersebut.
      Instabilitas Politik: 5 PM dan banyak Menhan sejak 2018 menyebabkan prioritas selalu di-reset. Modernisasi pertahanan hanya menjadi bahan tawar-menawar politik jangka pendek.
      Kontras Regional: Singapura memiliki rencana bergulir 20 tahun yang dilindungi undang-undang; Indonesia memiliki peta jalan Minimum Essential Force (MEF) yang konsisten di setiap pemerintahan.
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL:
      Belanja Absolut Rendah: Anggaran pertahanan hanya ~USD 3,5–4,0 Miliar (RM 15–18 Miliar/tahun), sangat kecil untuk negara dengan kebutuhan maritim luas.
      Perbandingan Regional: Malaydesh menghabiskan jauh lebih sedikit secara absolut dibanding Singapura (~USD 16 Miliar) atau Indonesia (~USD 13 Miliar).
      Penyebab Fiskal: Hutang publik tinggi (69% PDB) dan hilangnya pendapatan pajak (penghapusan GST) membuat pemerintah memprioritaskan subsidi sosial dan gaji PNS daripada pertahanan.
      Dampak Nyata:
      Pengadaan Terbatas: Tidak mampu membeli platform modern (Frigat, Kapal Selam, Jet Tempur) dalam jumlah yang cukup.
      Krisis Suku Cadang: Alokasi O&M kecil menyebabkan aset seperti Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + TANPA PETA JALAN LEGAL + ANGGARAN TERENDAH ASEAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN PERENCANAAN JANGKA PANJANG:
      Mentalitas Anggaran Tahunan: Anggaran pertahanan diputuskan tahun-ke-tahun tanpa alokasi multi-tahun yang dijamin. Jika ekonomi turun, dana pertahanan langsung dipangkas atau dialihkan.
      Kegagalan Proyek Besar: Aset modern butuh 10-20 tahun untuk direncanakan. Tanpa multi-year budgeting, kontrak kapal frigat (LCS) dan jet tempur (MRCA) terus tertunda, dikecilkan, atau dibatalkan.
      Kegagalan Kertas Putih Pertahanan 2019: Peta jalan 10 tahun (2021-2030) lumpuh total setelah pemerintahan runtuh pada 2020. Tidak ada kerangka hukum yang memaksa pemerintah selanjutnya untuk mengikuti rencana tersebut.
      Instabilitas Politik: 5 PM dan banyak Menhan sejak 2018 menyebabkan prioritas selalu di-reset. Modernisasi pertahanan hanya menjadi bahan tawar-menawar politik jangka pendek.
      Kontras Regional: Singapura memiliki rencana bergulir 20 tahun yang dilindungi undang-undang; Indonesia memiliki peta jalan Minimum Essential Force (MEF) yang konsisten di setiap pemerintahan.
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL:
      Belanja Absolut Rendah: Anggaran pertahanan hanya ~USD 3,5–4,0 Miliar (RM 15–18 Miliar/tahun), sangat kecil untuk negara dengan kebutuhan maritim luas.
      Perbandingan Regional: Malaydesh menghabiskan jauh lebih sedikit secara absolut dibanding Singapura (~USD 16 Miliar) atau Indonesia (~USD 13 Miliar).
      Penyebab Fiskal: Hutang publik tinggi (69% PDB) dan hilangnya pendapatan pajak (penghapusan GST) membuat pemerintah memprioritaskan subsidi sosial dan gaji PNS daripada pertahanan.
      Dampak Nyata:
      Pengadaan Terbatas: Tidak mampu membeli platform modern (Frigat, Kapal Selam, Jet Tempur) dalam jumlah yang cukup.
      Krisis Suku Cadang: Alokasi O&M kecil menyebabkan aset seperti Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + TANPA PETA JALAN LEGAL + ANGGARAN TERENDAH ASEAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. KLAIM RINGGIT KUAT = MAKAN UBI KAYU
      -
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
      =============
      =============
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      BERAS MAHAL = MAKAN UBI KAYU
      -
      Sumber Berita =
      • New Straits Times: Media cetak utama berbahasa Inggris di Malaydesh yang pertama kali mempublikasikan penegasan wawancara Johari Abdul setelah ia menghadiri acara Jualan Termurah Madani di Bandar Perdana.
      • MalaydeshNow: Memuat laporan komparasi kritik publik dan netizen lokal terhadap usulan sang Speaker dengan judul "Johari diserang selepas ajak rakyat makan ubi kayu ganti nasi".
      • Utusan Malaydesh: Menulis pembelaan lanjutan dari Johari Abdul yang menyatakan bahwa menanam singkong di lahan kosong dapat menjadi solusi sementara jangka pendek untuk menopang ketahanan pangan nasional. Informasi ini tercantum pada Utusan Malaydesh Nasional.
      • Malaydesh Gazette: Melaporkan tanggapan tajam dari politisi oposisi dan pengamat ekonomi yang menilai usulan mengonsumsi ubi kayu menunjukkan ketidakpahaman pemerintah terhadap kesusahan riil masyarakat di lapangan. Detailnya dapat dibaca di Malaydesh Gazette.
      • Suara TV: Menayangkan kutipan transkrip lengkap pernyataan Johari yang membandingkan kadar nutrisi dan kandungan gula yang lebih rendah pada ubi kayu jika disejajarkan dengan beras putih biasa. Berita ini dimuat dalam portal Suara TV.
      • Majoriti: Menyorot fenomena reaksi internet pasca-pernyataan tersebut, termasuk lahirnya sindiran pepatah baru di kalangan netizen berbunyi "Ada ubi pengganti beras". Artikel komprehensifnya dapat diakses via Majoriti Berita

      Hapus
    6. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
      Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
      --------------------------------
      Mei 2026 : NSM BANNED
      Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
      --------------------------------
      2026 = FREEZE PROCUREMENT
      The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
      --------------------------------
      2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
      Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
      --------------------------------
      2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
      --------------------------------
      2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      --------------------------------
      2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
      --------------------------------
      2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
      --------------------------------
      Februari 2026 F/A-18 : BATAL
      Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
      --------------------------------
      LEMAH =
      PENGADAAN MILITER MALAYDESH
      PENGADAAN MILITER MALAYDESH
      PENGADAAN MILITER MALAYDESH
      --------------------------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer Malaydesh, diperbarui hingga tahun 2025:
      1. Sumber Media Berita Internasional
      Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Malaydesh (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
      CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja Malaydesh (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
      SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
      --------------------------------
      2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
      Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
      New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik Malaydesh, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
      ISIS Malaydesh: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer Malaydesh hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
      --------------------------------
      3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
      Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
      Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
      Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.

      Hapus
  64. MEMANG HOBBY MEMBUAL DAN HALU BARU PROSES AKAN SUDAH MEMBUAL NORWAY MAU MEMBAYAR KLAIM MALONDESH BOTOL IQ BELACAN....BANGUN WOY ....UBI SUDAH DICABUT BELUM BUAT MAKAN SIANG LON !!!!!

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  65. FAKTA MALONDESH NEGARA BOTOL DAN IDIOT 🔥🔥🔥🔥🤣🤣🤣

    "He said the Norwegian government had unilaterally revoked the export licence without prior discussions with MALONDESH"

    MALONDESH TAK INGAT US DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU UNTUK PERJANJIAN ART, ADA DUIT TAK JIKA US MENUNTUT KOMPENSASI !!!!!!

    MACAM MANA NI WEE......🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    #TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI KATA IPIN 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  66. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  67. 1997 Amrik Banned AMRAAM F/A 18 Hornet kl, rikues dari si upil haha!🤭🤣🤭

    Amrik Banned AMRAAM FA50M, rikues dari LM haha!😋❌️😋

    Norway Banned NSM, rikues dari Amrik haha!😉😝😉

    BalasHapus
  68. kahsiyan klaim ringgit berjaye, NSM di Blokir masa skarang MENGEMIS GANTI untung...
    pasti ditolak karna KELAMAAN haha!⛔️🍌⛔️

    BalasHapus
  69. NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES
    dari 2011 Akannnnn...last last Kensel haha!❌️🍌❌️
    Dianggap Prenk..

    Salah sendiri kenapa BNS gak bayar Cash Lunas dari dulu...
    Inilah akibat bayar berperingkat
    Andai MOF bayar full 100% pasti uda dikirim lama ke gudang haha!😋🍌😋

    BalasHapus
  70. Kisah para pembual negri🎰kasino genting haha!😤🍌🤥

    2017 para warganyet kl klaim Gowing lcs akan meluncur full komplit senjata bukan FFNBW
    katanya NSM, VL mica, meriam, torpedo sudah dibeli, ada di warehos...
    lahh tau tau OMFONG..hanya 3 BALON KONENG haha!🤪🍌🤪

    2026 vl mica hanya loi, topedo kosong, last last NSM KENSEL haha!⛔️🍌⛔️

    BalasHapus
  71. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN O&M & MISKIN
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN OPERASIONAL & PEMELIHARAAN (O&M FAILURE):
    Defisit Anggaran O&M: Hanya 20–25% dari anggaran pertahanan yang sangat kecil (~1% PDB) dialokasikan untuk bahan bakar dan suku cadang.
    Aset Lumpuh (Grounded): Pesawat tidak bisa terbang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo karena tidak ada biaya pemeliharaan. Contoh: Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang laik terbang akibat krisis suku cadang.
    Degradasi Skill: Jam terbang pilot berkurang drastis; kru kapal jarang melaut; kemahiran operasional pasukan terjun bebas.
    Budaya Reaktif: Pemeliharaan hanya dilakukan setelah aset rusak total (breakdown). Pemeliharaan preventif dilewati demi hemat biaya, memperpendek umur alutsista.
    Kanibalisasi Suku Cadang: Banyak platform impor (Rusia, Prancis, AS) yang suku cadangnya tidak lagi diproduksi, memaksa militer mencopot bagian dari satu unit untuk menghidupkan unit lainnya.
    ________________________________________
    DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN & MODERNISASI:
    Matra Udara (RMAF): Program MRCA untuk ganti MiG-29 (pensiun 2017) tertunda belasan tahun karena plin-plan politik. Bergantung pada armada tua dengan kesiapan tempur sangat rendah.
    Matra Laut (RMN): Fiasco proyek LCS (RM 9 Miliar) sejak 2011; nol kapal operasional hingga 2025 akibat salah urus dan korupsi. Bergantung pada kapal era 80-an yang sudah rongsok.
    Matra Darat (TDM): APC Condor era 80-an masih dipaksa dinas. Proyek AV-8 Gempita mahal dan produksinya sangat lambat. Artileri tetap ketinggalan zaman.
    Penyebab Utama:
    Porsi Gaji Terlalu Besar: ~60% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit untuk belanja barang.
    Siklus "Stop-Go": Proyek dimulai lalu dipotong atau dikecilkan karena politik/ekonomi.
    Intervensi Politik: Kontrak diberikan berdasarkan koneksi, bukan prioritas operasional AL/AU/AD.
    Tanpa Rencana Multi-Tahun: Tidak ada rencana jangka panjang yang mengikat secara hukum; program berubah setiap ganti menteri.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + KANIBALISASI ASET + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

    BalasHapus
  72. logika aneh tipe m haha!🍌😂🍌
    belum 100% full payment, masa nuntut ganti rugi???🍌

    seharusnya malah Norway berhak Batal NSM, dan tuntut denda ke seblah
    karna negri🎰kasino genting, DELAY pembayaran lho haha!👍😎👍

    BalasHapus
  73. Akibat NGUTANG NSM, last last KENA KENSEL haha!👎😭👎

    kagak bakal di bayarrr...yg ada kl bakal Di Blokir Se Uni Yuropa haha!❌️🍌❌️

    BalasHapus
  74. HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING
    ----------------------------------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    ----------------
    🤣😝😀😁🤣😝😀😁

    BalasHapus
  75. HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    --------------------------------
    CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
    CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
    CUT BUDGET = SUBSIDI MEMBENGKAK
    -
    Ringkasan Pemangkasan Anggaran Malaydesh 2026
    • Kebijakan: Instruksi pemotongan anggaran operasional seluruh kementerian/lembaga federal.
    • Pemicu: Lonjakan biaya subsidi energi akibat konflik di Timur Tengah (Perang Iran).
    • Target Efisiensi: Penghematan RM10 miliar untuk menambal subsidi yang membengkak jadi RM58,4 miliar.
    • Sektor Terdampak: Pemotongan besar pada Kemenkes (RM3,06M) dan Kemendikbudristek (RM2,39M).
    • Langkah Teknis: Penundaan acara, perjalanan luar negeri, pelatihan, dan pembekuan rekrutmen non-kritis.
    • Tenggat: Proposal pemangkasan harus diserahkan paling lambat 15 Mei 2026.
    Sumber Utama:
    Channel News Asia, Free Malaydesh Today, The Edge Malaydesh, Astro Awani, BFM 89.9, Kompas.id
    --------------------------------
    2021–2026 Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
    • 2021: RM 67.667 (Puncak pandemi)
    • 2022: RM 70.901 (+RM 3.234)
    • 2023: RM 74.587 (+RM 3.686)
    • 2024: RM 79.315 (+RM 4.728)
    • 2025: RM 81.998 (+RM 2.683)
    • 2026: RM 94.544 (+RM 12.546 - Lonjakan ekstrem)
    --------------------------------
    Status Krisis PDB 2026
    • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
    • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
    --------------------------------
    Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
    2026 (Populasi: 36,3jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    -
    2025 (Populasi: 35,9jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
    -
    2024 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
    Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
    -
    2023 (Populasi: 35,1jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
    Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
    -
    2022 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
    Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
    -
    2021 (Populasi: 34,2jt)
    Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
    Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667

    BalasHapus
  76. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
    Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
    --------------------------------
    Mei 2026 : NSM BANNED
    Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
    --------------------------------
    2026 = FREEZE PROCUREMENT
    The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
    --------------------------------
    2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
    Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
    --------------------------------
    2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    --------------------------------
    2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    --------------------------------
    2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
    --------------------------------
    2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
    --------------------------------
    Februari 2026 F/A-18 : BATAL
    Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    Malaydesh (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer Malaydesh hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: Malaydesh terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus