Penyerahan 16 kendaraan Auto Tactical Cendana kepada TDDB (photo: TBBD)
Tentera Darat Diraja Brunei (TDDB) telah mengadakan majlis penyerahan 16 buah Light Strike Vehicles (LSV) kepada unit-unit TDDB bertempat di Padang Kawad 1Bn TDDB, Berakas Garison, pada 25 September 2026 lalu.
Hadir pada majlis tersebut ialah Pemerintah TDDB, Brigedier Jeneral Aldi bin Haji Hassan. Turut hadir ialah Pemangku Timbalan Pemerintah TDDB, Pegawai-pegawai Kanan dan pegawai-pegawai TDDB.
Menurut sumber, Cendana Auto Sdn Bhd, Malaysia, telah berhasil menyegel ekspor enam belas unit ARTAC Weapon Carriers mereka ke Brunei. Kesepakatan Royal Brunei Defense diperoleh melalui Brunei Engineering Logistic and Training Solutions (BELTS)
(TDDB)

BPS INDONESIA : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
BalasHapusTIADA MALON
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
-
KEMENTERIAN/JABATAN RESMI TERPERCAYA =
KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) = IMPOR BERAS
DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) = IMPOR BERAS
BERNAS Malaysia = IMPOR BERAS
EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia = IMPOR BERAS
BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) = IMPOR BERAS
-------------------------------
1. KPKM (Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan) - https://kpkm.gov.my
KPKM memegang data hulu produksi pertanian di lapangan. Laporan mereka berbasis volume panen padi mentah (padi mentah bersih) sebelum digiling:
• Tahun 2023:
Produksi Padi Mentah: 2,40 Juta Ton → (Setelah Giling 60% = 1,44 Juta Ton Beras)
Konsumsi: 2,72 Juta Ton
Hasil Akhir (Produksi - Konsumsi): Defisit 1,28 Juta Ton
• Tahun 2023:
Produksi Beras (60%): 1,44 Juta Ton
Konsumsi: 2,72 Juta Ton
Hasil Akhir yang Benar: 1,44 - 2,72 = Defisit 1,28 Juta Ton
• Tahun 2024:
Produksi Beras (60%): 1,44 Juta Ton
Konsumsi: 3,00 Juta Ton
Hasil Akhir yang Benar: 1,44 - 3,00 = Defisit 1,56 Juta Ton
-------------------------------
2. DOSM (Jabatan Perangkaan Malaysia) - https://dosm.gov.my
DOSM menghitung neraca pangan makro melalui Supply and Utilization Accounts (SUA) dan menentukan persentase Tingkat Swasembada (SSL):
• Tahun 2023 (SSL 56,2%):
Produksi Beras Giling: 1,44 Juta Ton
Konsumsi Beras: 2,72 Juta Ton
Hasil Akhir (Produksi - Konsumsi): Defisit Bersih 1,28 Juta Ton
• Tahun 2024 (SSL 52,9%):
Produksi Beras Giling: 1,44 Juta Ton
Konsumsi Beras: 3,00 Juta Ton
Hasil Akhir (Produksi - Konsumsi): Defisit Bersih 1,56 Juta Ton
• Tahun 2025 (SSL 54,3%):
Produksi Beras Giling: 1,48 Juta Ton
Konsumsi Beras: 3,10 Juta Ton
Hasil Akhir (Produksi - Konsumsi): Defisit Bersih 1,62 Juta Ton
-------------------------------
3. BERNAS (Padiberas Nasional Berhad) - https://bernas.com.my
Sebagai pemegang monopoli impor, BERNAS mencatat berapa kuota impor riil yang harus dimasukkan ke Malaysia untuk menutup selisih minus (defisit) pasokan dalam negeri:
• Tahun 2023:
Kekurangan Riil (Produksi - Konsumsi): -1,28 Juta Ton
Realisasi Impor BERNAS: 1,19 Juta Ton (Sisa defisit ditutup menggunakan stok cadangan/stockpile)
• Tahun 2024:
Kekurangan Riil (Produksi - Konsumsi): -1,56 Juta Ton
Realisasi Impor BERNAS: 1,41 Juta Ton (Sisa defisit ditutup menggunakan stok cadangan/stockpile)
• Tahun 2025:
Kekurangan Riil (Produksi - Konsumsi): -1,62 Juta Ton
Realisasi Impor BERNAS: 1,42 Juta Ton (Sisa defisit ditutup menggunakan stok cadangan/stockpile)
-------------------------------
4. EPU / Kementerian Ekonomi Malaysia - https://ekonomi.gov.my
EPU tidak merilis data tahunan berjalan, melainkan menilai target pencapaian (gap) antara kapasitas riil dengan target blueprint Rencana Malaysia (RMK-12):
• Evaluasi Target Akhir 2025:
Target Produksi EPU (Agar SSL 75%): 2,32 Juta Ton Beras
Realisasi Produksi Riil di Lapangan: 1,48 Juta Ton Beras
Selisih Evaluasi EPU: Malaysia gagal memenuhi target produksi sebesar 0,84 Juta Ton Beras, sehingga ketergantungan impor tetap tinggi di atas 45%.
-------------------------------
5. BERNAMA (Kantor Berita Nasional Malaysia) - https://bernama.com
BERNAMA mempublikasikan pernyataan berkala pemerintah mengenai krisis pasokan beras lokal akibat tingginya selisih defisit:
• Rilis Publikasi: Mengabarkan secara resmi bahwa produksi lokal rata-rata hanya berkisar 1,4 Juta Ton Beras, sedangkan kebutuhan warga melonjak hingga 2,7 - 3,1 Juta Ton. BERNAMA menegaskan angka minus sekitar 1,2 hingga 1,6 Juta Ton inilah yang setiap tahun wajib diimpor dari luar negeri dan memastikan pasar RITEL TIDAK KEKURANGAN PASOKAN.
==================
==================
BPS : BUKTI IMPOR BERAS 2021-2025 =
TIADA MALON
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MTA0MyMx/impor-beras-menurut-negara-asal-utama-2000-2018.html.Badan
data kita resmi, bps...
Hapusseblah TRANSIT doank pembual langsung klaim om pemburu haha!πππ€₯
Indonesia : BPS Resmi = NO IMPOR
HapusMalaysia : KPKM, BERNAS, DOSM, EPU dan BERNAMA = NO IMPOR
Kapal Transit = di klaim ekspor wkwkkwkwk
wahhh Kotak lagiiii haha!π€πΆπ«️π
BalasHapus1. Paspor & Diplomasi: Bebas visa Malaysia berbasis Commonwealth; Indonesia mandiri lewat diplomasi bilateral berdaulat.
BalasHapus2. Konektivitas Bandara: CGK jauh lebih sibuk (60–70 juta penumpang/tahun) dibanding KLIA.
3. Mata Uang & PDB: PDB Indonesia US$1,37 Triliun (Peringkat 16 dunia), satu-satunya anggota G20 di ASEAN.
4. BBM & Subsidi: Malaysia membebani APBN untuk subsidi Ron95; Indonesia mengalihkan subsidi ke infrastruktur luar Jawa.
5. MotoGP Mandalika: Sirkuit Mandalika menggunakan teknologi aspal tercanggih (Stone Mastic Asphalt); klaim negatif hanya hoaks.
6. Layanan Kesehatan: BPJS Kesehatan (260+ juta jiwa) adalah sistem single-payer terbesar di dunia.
7. Daya Saing Ekonomi: Performa ekonomi Indonesia peringkat 24 dunia (IMD) karena pasar domestik tangguh.
8. Digital Nomad & Investasi: Bali-Jakarta hub global dan magnet investasi (Tesla, BYD, Hyundai) berkat hilirisasi nikel terbesar.
9. Geopolitik ASEAN: Indonesia diakui de facto sebagai natural leader ASEAN dalam menjaga perdamaian kawasan.
10. Ekosistem Startup: Indonesia melahirkan banyak Decacorn dan Unicorn (GoTo, Traveloka); Malaysia tertinggal secara global.
11. Pembangunan Manusia (IPM): Indonesia berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem di ribuan pulau meski terkendala geografis masif.
12. Daya Saing Talenta: Bonus demografi menyediakan jutaan talenta muda terampil untuk tech hub Asia Tenggara.
13. Semikonduktor vs EV: Malaysia di semikonduktor lama; Indonesia menguasai industri masa depan lewat rantai pasok baterai/nikel EV global.
14. Keuangan Syariah: Sebagai populasi Muslim terbesar, pasar keuangan syariah domestik Indonesia tumbuh organik.
15. Peringkat Universitas: UI, UGM, dan ITB meluluskan ratusan ribu talenta untuk menyokong industrialisasi mandiri.
16. Kualitas Peneliti: Ilmuwan Indonesia mendominasi riset biodiversity karena wilayah maritim dan hutan tropis terluas kedua dunia.
17. Maskapai Penerbangan: Garuda dan Lion Air Group mengoperasikan armada domestik terbesar untuk menghubungkan negara kepulauan.
18. Destinasi Wisata: Penang masuk NatGeo sebagai spot baru; Bali konsisten diakui Pulau Terbaik Dunia.
19. PDB per Kapita (PPP): PDB (PPP) Indonesia menembus US$4 Triliun (peringkat 7 dunia), bukti daya beli masif.
20. Industri Halal: Indonesia adalah konsumen sekaligus produsen makanan dan produk halal terbesar di dunia.
21. Konser Global: Jakarta tujuan utama tur musisi dunia (Coldplay); Malaysia kerap dilewati akibat sensor ketat.
22. Pasar Hiburan: Indonesia memiliki infrastruktur stadion dan pasar hiburan modern dengan antusiasme penonton sangat tinggi.
23. Program MBG: Makanan Bergizi Gratis menyasar 82 juta anak dengan skala logistik terbesar di ASEAN.
24. Pembangunan IKN: IKN Nusantara dibangun mandiri sebagai smart forest city tanpa ketergantungan dana asing tunggal.
25. Transparansi Korupsi: KPK aktif dan transparan membongkar kasus pejabat tinggi tanpa tebang pilih.
26. Skandal 1MDB: Kasus korupsi 1MDB Malaysia tercatat sejarah sebagai penjarahan dana negara terbesar dunia.
27. Alutsista Mandiri: Pindad, PAL, dan PTDI mampu memproduksi serta mengekspor alutsista untuk kurangi ketergantungan asing.
28. Rasio Utang: Fiskal Indonesia aman (~39% PDB), jauh lebih sehat dibanding Malaysia yang sempat di atas 60%.
29. Stabilitas Keamanan: Isu perang saudara hoaks; pengerahan 20.980 TNI adalah latihan rutin dan politik Jakarta sangat kondusif.
pembalap Formula sama GP semua komplen....track sepang Terjelek 2026 om pemburu haha!πππ€
Hapus⬇️⬇️⬇️⬇️
MotoGP riders say Sepang tarmac completely “destroyed”: “It’s like a motocross track”
VR46's Fabio Di Giannantonio, who finished fifth in the afternoon session, half-jokingly suggested that riders needed to wear chest protection to guard against flying debris.
"I was expecting worse because many drivers from Formula 1 spoke really badly about the asphalt. It's true that last year they said to us that there will be [new] asphalt. It's not like this. So hopefully for next year, it will be done.
https://sports.yahoo.com/articles/motogp-riders-sepang-tarmac-completely-102509778.html
❌️ dari Semenanjung ke Sarawak & Sabah masa musti pake paspor...kok Aneh?
Hapuskl gak dianggap yak haha!πππ€£
asal jajahan londo linggis emang songong om.....paspor kuat karena commonwealth/per semakmuran linggis wkwkwkkw
Hapussebla no visa karna, warganyet gembel om no moni...haha!πππ
HapusBEDA KASTA ....
BalasHapus-
1. Paspor & Diplomasi: Bebas visa Malaysia berbasis Commonwealth; Indonesia mandiri lewat diplomasi bilateral berdaulat.
2. Konektivitas Bandara: CGK jauh lebih sibuk (60–70 juta penumpang/tahun) dibanding KLIA.
3. Mata Uang & PDB: PDB Indonesia US$1,37 Triliun (Peringkat 16 dunia), satu-satunya anggota G20 di ASEAN.
4. BBM & Subsidi: Malaysia membebani APBN untuk subsidi Ron95; Indonesia mengalihkan subsidi ke infrastruktur luar Jawa.
5. MotoGP Mandalika: Sirkuit Mandalika menggunakan teknologi aspal tercanggih (Stone Mastic Asphalt); klaim negatif hanya hoaks.
6. Layanan Kesehatan: BPJS Kesehatan (260+ juta jiwa) adalah sistem single-payer terbesar di dunia.
7. Daya Saing Ekonomi: Performa ekonomi Indonesia peringkat 24 dunia (IMD) karena pasar domestik tangguh.
8. Digital Nomad & Investasi: Bali-Jakarta hub global dan magnet investasi (Tesla, BYD, Hyundai) berkat hilirisasi nikel terbesar.
9. Geopolitik ASEAN: Indonesia diakui de facto sebagai natural leader ASEAN dalam menjaga perdamaian kawasan.
10. Ekosistem Startup: Indonesia melahirkan banyak Decacorn dan Unicorn (GoTo, Traveloka); Malaysia tertinggal secara global.
11. Pembangunan Manusia (IPM): Indonesia berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem di ribuan pulau meski terkendala geografis masif.
12. Daya Saing Talenta: Bonus demografi menyediakan jutaan talenta muda terampil untuk tech hub Asia Tenggara.
13. Semikonduktor vs EV: Malaysia di semikonduktor lama; Indonesia menguasai industri masa depan lewat rantai pasok baterai/nikel EV global.
14. Keuangan Syariah: Sebagai populasi Muslim terbesar, pasar keuangan syariah domestik Indonesia tumbuh organik.
15. Peringkat Universitas: UI, UGM, dan ITB meluluskan ratusan ribu talenta untuk menyokong industrialisasi mandiri.
16. Kualitas Peneliti: Ilmuwan Indonesia mendominasi riset biodiversity karena wilayah maritim dan hutan tropis terluas kedua dunia.
17. Maskapai Penerbangan: Garuda dan Lion Air Group mengoperasikan armada domestik terbesar untuk menghubungkan negara kepulauan.
18. Destinasi Wisata: Penang masuk NatGeo sebagai spot baru; Bali konsisten diakui Pulau Terbaik Dunia.
19. PDB per Kapita (PPP): PDB (PPP) Indonesia menembus US$4 Triliun (peringkat 7 dunia), bukti daya beli masif.
20. Industri Halal: Indonesia adalah konsumen sekaligus produsen makanan dan produk halal terbesar di dunia.
21. Konser Global: Jakarta tujuan utama tur musisi dunia (Coldplay); Malaysia kerap dilewati akibat sensor ketat.
22. Pasar Hiburan: Indonesia memiliki infrastruktur stadion dan pasar hiburan modern dengan antusiasme penonton sangat tinggi.
23. Program MBG: Makanan Bergizi Gratis menyasar 82 juta anak dengan skala logistik terbesar di ASEAN.
24. Pembangunan IKN: IKN Nusantara dibangun mandiri sebagai smart forest city tanpa ketergantungan dana asing tunggal.
25. Transparansi Korupsi: KPK aktif dan transparan membongkar kasus pejabat tinggi tanpa tebang pilih.
26. Skandal 1MDB: Kasus korupsi 1MDB Malaysia tercatat sejarah sebagai penjarahan dana negara terbesar dunia.
27. Alutsista Mandiri: Pindad, PAL, dan PTDI mampu memproduksi serta mengekspor alutsista untuk kurangi ketergantungan asing.
28. Rasio Utang: Fiskal Indonesia aman (~39% PDB), jauh lebih sehat dibanding Malaysia yang sempat di atas 60%.
29. Stabilitas Keamanan: Isu perang saudara hoaks; pengerahan 20.980 TNI adalah latihan rutin dan politik Jakarta sangat kondusif.
MADE IN MALAYSIA guys.... πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
BalasHapusMADE IN MALAYSIA guys.... πππ²πΎπ²πΎπ²πΎ
BalasHapus