27 Juni 2021

Waiting For The Third LMS Arrived

27 Juni 2021

Third LMS KD Panah 113 on her launching ceremony (photo : IRustang)

Waiting For The Panah PCM

The third Keris class Littoral Mission Ship (LMS) is expected to arrive at its homebase at Kota Kinabalu Naval Base near Teluk Sepanggar on October 2021.

It is widely believed that the third LMS known as the LMS3 or Panah Pre-commissioned Module (PCM) will be commissioned into service with the Royal Malaysian Navy (RMN) once arriving at the base.

Just llike its older sister ships namely the KD Keris and KD Sundang, it will undergo work outs before being deployed. Both the Keris and Sundang have seen deployments to the Gugusan Semarang Peninjau in Spratlys and Beting Patinggi Ali off Bintulu to monitor Vietnamese trawlers and Chinese Coast Guard cutters intruding Malaysian waters.

It is likely that due to their Chinese origin, they will be Westernised in stages by introducing and integrating Western made equipment, weapon and system. This exercise is similar to the one conducted on Royal Malaysian Air Force (RMAF) MiG-MAPO built Mikoyan-Gurenvich Mig-29N/NUB (NATO Reporting Name: Fulcrum) supersonic interceptor jets.

(MFH)

Kisah Kapal Perang Indonesia Buru Kapal Selam Asing yang Terobos Teritori Laut NKRI

27 Juni 2021

KRI Samadikun 341 destroyer escort Claud Jones class (photo : TNI AL)

Sosok.ID - Tenggelamnya KRI Nanggala-402 menjadi sebuah pelajaran berharga bagi TNI AL.

Jika dilihat dari sudut pandang lain maka saat pencarian KRI Nanggala-402 TNI AL kesulitan melacak dimana kapal selam tersebut.

Di sini bisa diasumsikan aspek peperangan Anti Kapal Selam (AKS) masih sangat terbatas.

Contoh saja kisah dibawah ini.

Mengutip lib.ui.ac.id, seperti diceritakan oleh Laksda TNI (Purn) Ir. Budiman Djoko Said, MM, suatu hari pada tahun 1981, sebuah Gugus Tugas (GT) Eskader dibawah pimpinan Laksma TNI Iman Taufiq dengan salah satu unsurnya yakni KRI Samadikun mendeteksi kehadiran kapal selam asing di perairan Bawean.

"Dini hari di dekat perairan Bawean dilaporkan KRI Samadikun kontak (tidak jelas kontak KRI Samadikun dengan kapal selam, entah Probable, Possible atau positive Submarine) kapal selam, jelas bukan kapal selam RI," ujar Laksda Budiman.

Tampak belakang Samadikun-class destroyer escort (photo : Keris)

Awak kapal KRI Samadikun yakin satu yang pasti, kapal selam yang mereka dapati bukan milik Indonesia.

Mendapati hal itu Laksma Iman Taufiq memanggil Laksda Budiman untuk menanyakan saran terbaik guna menyikapi hal ini.

"Tembak saja komandan!," jawab Laksda Budiman.

Keputusan untuk mengeksekusi kapal selam tersebut terang Budiman berdasarkan waktu pengambilan keputusan sudah lebih dari 1 jam dan kontak dengan kapal selam asing tersebut melalui komunikasi bawah air (WUT) hanya terjadi 2 kali dengan isyarat morse atau istilahnya "Randu Jawab Nihil."

Dan Eskader Laksma TNI Iman Taufiq lantas mengambil keputusan untuk menembak kapal selam asing tersebut.

Segera semua unsur Gugus Tugas Eskader pimpinan Laksma TNI Iman Taufiq siaga tempur anti peperangan kapal selam.

Persenjtaan anti kapal selam KRI Samadikun 341 terdiri dari 2 peluncur torpedo Mk 32 (masing-masing tiga tabung) dan 2 pucuk mortar anti kapal selam Hedgehog Mk 11 (photo : TNI AL)

Setelahnya bom-bom laut diceburkan dengan kecermatan tinggi agar mengenai sasaran.

Dua jam lamanya KRI Samadikun dan unsur anti kapal selam TNI AL lainnya melacak dan membombardir kapal selam asing tersebut.

Setelah dirasa sudah cukup, pemboman dihentikan.

Selang waktu beberapa bulan kemudian, baru hasil pengeboman laut itu kelihatan.

"Beberapa bulan kemudian saya dipanggil oleh Laksma Iman Taufiq dan menyampaikan pesan singkat hasil beliau menghadap petinggi intelijen nasional waktu itu yang menyatakan bahwa ada kapal selam aktor negara yang masuk dok untuk perbaikan," kata Laksda (Purn) Ir. Budiman Djoko Said, MM.

Jika saja peperangan AKS TNI AL saat itu lebih mumpuni mungkin saja kapal selam asing tersebut bisa ditenggelamkan.

26 Juni 2021

Puspenerbad Gelar Latihan Tembak Senjata Pesawat Terbang

26 Juni 2021

Latihan menggunakan helikopter Bell 412 EP (photo : TNI AD)

JAKARTA - Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) melaksanakan latihan menembak senjata pesawat terbang (Latbak Jat Sabang). Latihan tersebut digelar di Pelempungan, Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (25/06/2021).

Latihan tersebut diikuti sebanyak 80 prajurit penerbang Angkatan Darat. Mereka terdiri dari 30 orang penyelenggara, 30 orang pelaku, dan 20 orang pendukung.

Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Danpuspenerbad) Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso menjelaskan, tujuan diselenggarakannya latihan adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak senjata pesawat terbang prajurit Penerbad. Lebih lanjut latihan ini juga akan memupuk pelindungan diri prajurit saat melaksanakan operasi militer.

Latihan menembak senapan mesin M80 Gatling Gun yang terpasang pada helikopter (photo : TNI AD)

"Latihan ini merupakan salah satu latihan guna meningkatkan profesionalisme prajurit Penerbad, yang menitikberatkan kemampuan untuk melaksanakan salah satu fungsi Penerbad yaitu fungsi tembakan dengan menggunakan helikopter serbu beserta persenjataannya secara taktis di lapangan untuk menghacurkan objek vital dan perkubuan musuh serta melindungi diri dalam rangka melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi militer selain perang (OMSP) bersifat tempur," kata Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang juga menjadi pimpinan umum latihan dalam keterangan tertulis, Jumat (25/06/2021).

Komandan Latihan Letkol Cpn I Made Puput Wikarma dan Koordinator Materi Latihan Letkol Cpn Dwi Cahyo Budiarto menyampaikan bahwa latihan tersebut menggunakan dua unit Helikopter Bell 412/EP. Adapun mereka juga menggunakan senjata AP M80 Gatling Gun serta senjata MAG-58 Kal 7,62 mm.


Latihan menembak senapan mesin MAG58 cal 7,62 mm yang terpasang pada helikopter (photo : Forum Sejarah & Militer)

Rangkaian materi latihan tersebut yaknik teknik terbang saat penembakan senjata MAG-58 serta senjata AP M80 Ball Gatling Gun. Selain itu, materi latihan tersebut juga akan melakukan mission planning penembakan, pengetahuan dan pengoperasionalan senjata, serta prosedur penembakan serta Crew Resource Management (CRM).

Sasaran latihan tersebut agar prajurit Penerbad memahami teknik melaksanakan penembakan senjata MAG-58 pada siang dan malam hari, serta senjata AP M80 Ball Gatling Gun pada siang hari.

Untuk diketahui latihan tersebut diselenggarakan selama lima hari. Puspenad telah menggelar latihan tersebut sejak 21 Juni 2021 dan akan selesai 25 Juni 2021.

(SindoNews)

Functional Testing of 2.75 Inch Rocket HE and TP Munitions

26 Juni 2021

Naval AW-109 conduct live firing test with 2.75 inch rockets (all photos : Philippine Fleet)

Crow Valley Range, Capaz, Tarlac – The Commander Philippine Fleet, RADM ALBERTO B CARLOS PN observed the test firing of the Navy's 2.75 Inch Rockets on June 22, 2021 at Crow Valley Range, Capaz, Tarlac. 


As the primary provider of Naval ships and aircrafts, RADM CARLOS saw through the successful conduct of live test firing of munitions in order to ensure its functionality and capability with the Philippine Navy's Naval Helicopter (AW-109) Rocket Launchers.


The satisfactory testing also highlighted the cooperation between the Philippine Navy and the Philippine Air Force as they shared operational information and experience in firing the same type of rockets.

AS, Indonesia Bangun Pusat Pelatihan Coast Guard di Batam

26 Juni 2021

Pusat pelatihan ini merupakan upaya kolaborasi antara Bakamla RI, US Coast Guard, Kantor Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum Internasional (INL) Kedutaan Besar AS, Satuan Tugas Antar Badan Gabungan Barat (Joint Interagency Task Force West) dan Komando Indo-Pasifik AS (photo : Bakamla)

Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk membangun Pusat Pelatihan Maritim Badan Keamanan Laut Indonesia (Bakamla) di Pangkalan Armada Batam, Kepulauan Riau.

Kesepakatan ini ditandai dengan peletakan batu pertama Pusat pelatihan Maritim Bakamla oleh Duta Besar AS Sung Kim dan Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia yang diwakili Deputi Kebijakan dan Strategi Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono pada Jumat.

Dubes AS Sung Kim mengatakan inisiatif proyek senilai USD3,5 juta dolar atau sekitar Rp43 miliar adalah upaya berkelanjutan negaranya dalam bermitra dengan Indonesia untuk memerangi kejahatan transnasional.

Dukungan pelatihan ini, kata dia, mencakup penyediaan peralatan, pelatihan dan bantuan teknis kepada Bakamla.

“Sebagai sahabat dan mitra, Amerika berkomitmen mendukung peran utama Indonesia dalam memajukan perdamaian dan keamanan regional dengan melawan kejahatan domestik dan transnasional,” kata Dubes Kim.

Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono mengatakan pusat pelatihan ini akan dimiliki dan dioperasikan oleh Bakamla.

Fasilitas ini merupakan sarana penting meningkatkan kompetensi personel lembaganya dalam menjawab tantangan tugas menjamin keamanan laut.

“Pusat pelatihan yang dibangun ini akan mencakup ruang kelas, ruang kantor, barak, dapur makan, dan landasan peluncuran kapal. Tempat ini akan menampung hingga 50 siswa dan 12 instruktur”," ujar Tatit.

(AA)

25 Juni 2021

Camcopter S-100 Peroleh Sertifikasi dari Kemhan

25 Juni 2021

Camcopter S-100 saat diuji coba oleh TNI AL (photo : Tribun)

Penandatangan Penyerahanan Sertifikat Kelaikudaraan Militer Camcopter S-100 Unmanned Air System UAS

Rabu (16/06) Di ruang kerja Kapuslaik Lantai 10 Gedung Jenderal A.H Nasution dilaksanakan kegiatan Penandatanganan dan Penyerahkan Sertifikat Kelaikudaraan Militer Campcopter S-100 Unmanned Air System kepada Bapak Mochamad Henry selaku Direktur Utama PT. Bhinneka Dwi Persada sebagai penyedia materiil. 

Pada kegiatan penyerahan sertifikat Laksma TNI Teguh Sugiono, S.E., M.M di dampingi oleh Kabid Laik Udara Kolonel Tek Arif Andrijanto, beserta beberapa Inspektor Kelaikan IMAA (Indonesian Military Airworthiness Authority). Kegiatan berjalan lancar dengan selalu memperhatikan Protokol Kesehatan dan Pencegahan Covid-19.

Penandatanganan dan Penyerahan Sertifikat Kelaikudaraan Militer Campcopter S-100 Unmanned Air System, dilaksanakan setelah seluruh proses kegiatan Sertifikasi Kelaikan Militer yang meliputi kegiatan Aplikasi, Verifikasi Dokumen/Review Document, Pemeriksaan Kesesuaian/Conformity Inspection dan Pengujian Fungsi/Functional Test yang telah melalui rangkaian proses pengujian Statis dan pengujian Dinamis yang dilaksanakan oleh Tim Kelaikan IMAA.

Campcopter S-100 Unmanned Air System ini kedepannya akan beroperasi dan digunakan oleh TNI AU.

UKEF Finances Indonesia for the Purchase of C130J

25 Juni 2021

Indonesia joins as C-130J Super Hercules operators (image : Lockheed Martin)

UK government reports export credit arrangements for 2020

The UK's export credit agency, UK Export Financing (UKEF), revealed in its annual report on 22 June that it had underwritten a record GBP12.3 billion (USD17.1 billion) for UK industry during the 2020/21 financial year.

Key transactions in the annual report included the beginning of the drawing of GBP1.13 billion to BAE Systems in support of the manufacture of Eurofighter Typhoon and BAE Systems Hawk trainer aircraft to Qatar. 

Indonesia

In addition, buyer credit guarantees for Indonesia were supplied for the acquisition of Lockheed Martin C-130J Hercules medium transport aircraft (maximum liability of GBP74.6 million) and air-defence systems from Thales UK (maximum liability of GBP29.8 million).

The report also noted that “a strong pipeline of transactions is in place for 2021–22” for defence deals. The organisation is also anticipating a significant transaction in support of the space sector in the coming months, with space also being a potential significant growth area.

The maximum export credit liability for the defence sector in 2020–21 was valued at GBP1.24 billion, representing 10% of overall liability for the UK government. The aerospace sector dominated support during the year, accounting for 59% of export credit liability worth GBP7.07 billion. The impact of the Covid-19 pandemic on the commercial aviation sector drove much of this support, with a total of GBP6.2 billion provided to Rolls-Royce, British Airways, and easyJet for working capital requirements to support ongoing operations.