20 Mei 2026

Marinir Sukses Laksanakan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 BMP-3F Asal China

20 Mei 2026

Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China dibandingkan amunisi 3UOF17 dari Rusia pada Ranpur Tank BMP-3F (photos: Menkav 2)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Situbondo) -- Untuk mengetahui kondisi dan kemampuan Amunisi kaliber 100 mm BTE1 China, Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir terpilih sebagai pelaksana dalam penyelenggaraan Uji Fungsi Amunisi kaliber 100 mm BTE1 asal China yang di aplikasikan langsung pada Ranpur Tank BMP-3F di Daerah Latihan (Rahlat) Puslatpurmar 5 Baluran, Kab. Situbondo. Selasa (12/05/2026).


Turut hadir meninjau langsung kesiapan material dan pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi tersebut, Kepala Staf Korps Marinir (Kas Kormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan, S.E., M.M., M.Sc., CHRMP., didampingi oleh Asintel Pangkormar Brigjen TNI (Mar) Nanang Saefulloh, S.E., M.M., Waaslog Pangkormar Kolonel Marinir Imron Safei, S.E., M.M., M.Tr.Hanla., serta Kadismat Kormar Kolonel Marinir Tommy Dwijanto, CRMP. Disamping itu dalam Uji Fungsi Amunisi ini juga melibatkan Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AL sebagai lembaga utama TNI AL yang bertanggung jawab atas penelitian, pengembangan, pengujian, dan evaluasi material serta teknologi peralatan Angklatan Laut.


Uji Fungsi Amunisi diawali dengan pengecekan data dimensi amunisi kaliber 100 mm BTE1 China sebagai amunisi uji serta amunisi kaliber 100 mm 3UOF17 Rusia sebagai amunisi pembanding. Kegiatan dilanjutkan pengecekan Sistem Kendali Senjata yang terintegrasi pada Ranpur Tank BMP-3F, kemudian pelaksanaan penembakan amunisi uji yang seluruhnya berfungsi dengan baik dan tepat sasaran dijarak 1000 m, 1200 m, hingga 4000 dalam rangka zeroing, uji Fuze (pemicu ledak) dan uji Safety Distance sebagai parameter jarak aman ledakan.


Komandan Batalyon Tank Amfibi 2 Marinir Letkol Marinir Hayat Tegar, M.Tr.Opsla., selaku Palak Uji menyampaikan bahwa, kegiatan Uji Fungsi Amunisi yang dilakukan saat ini merupakan langkah penting untuk menjamin keselamatan personel dan material yang dimiliki Korps Marinir dimasa yang akan datang. “Kesiapan kru pengawak Ranpur dan material tempur sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan Uji Fungsi Amunisi, di sisi lain dengan berhasilnya Uji Fungsi Amunisi ini diharapkan kedepanya dapat menunjang efektivitas operasional.

92 komentar:

  1. NSM diganti pokok pisang saja 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  2. Rafale + Meteor benar2 ganas 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  3. enaknya non blok, anggota brics dan g20 gini nich bebas nyomot Wepon dari mana ajah haha!👍🚀👍

    tak sperti negri🎰kasbon genting, NSM KENA BLOKIR NORWEGIA..ehh skarang ngajak ribut minta bayar denda $ 251 juta haha!😋🍌😋
    bakal di Banned total Yurop seblahh⛔️

    BalasHapus
    Balasan
    1. KALO MALONDESH TAK DITERIMA BLOK MANAPUN KARENA BOTOL DAN MISKIN 🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. Maklum IQ 69, pikirannya ranjang mulu. Wanita hamil aja dihabisi 😢 jadi deh kd Altatunya clasa.

      Hapus
  4. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP TINGGI
    HARGA BARANG TINGGI
    -
    "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
    Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
    -
    Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
    1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
    2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
    -
    Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
    1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
    2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
    -
    Kelemahan Fundamental Pasaran
    1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
    2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  5. Malaysewa berminat ingin punya pasukan Marinir, akhirnya pasukan para dipaksa jadi pasukan Marinir 😄😄😄

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Amerika Tunjuk Kita jadi Pusat MRO C130 Herkules SE ASIA hore haha!✌️👍✌️
    Dolar masyuk ini haha!🤑👌🤑


    Wah MAIROD seblah tak dianggap lagi kahsiyan haha!👎😭👎

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    US Offers Indonesia to Become C-130 Hercules Maintenance Hub
    https://m.youtube.com/watch?v=TGsv8q5dxzo&pp=ugUEEgJpZA%3D%3D

    BalasHapus
  8. pantesan Amrik tak lagi servis herkules di negri gred a, mreka tak puas dengan kualitinye...6 taon KONTRAK KOSONK haha!🍌😆🍌

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ BELACAN BERUK BOTOL MALONDESH MANA MAMPU MRO BARANG PREMIUM 🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. bisa om..bisa songlap enjinnya haha!🤥😝🤥

      Hapus
  9. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALAYDESH.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
    Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
    Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
    Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
    Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
    ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
    ________________________________________
    BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
    Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
    Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
    Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
    ________________________________________
    DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
    Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
    Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
    Timeline Kegagalan (Prank):
    F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
    Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
    Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
    ________________________________________
    KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
    Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
    Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
    Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
    KESIMPULAN:
    TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

    BalasHapus
  10. INDONESIA=
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALAYDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
    Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
    ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
    inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
    RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
    ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
    patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
    --------------------------------
    Status Krisis PDB 2026
    • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
    • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
    --------------------------------
    Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
    2026 (Populasi: 36,3jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    -
    2025 (Populasi: 35,9jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
    -
    2024 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
    Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
    -
    2023 (Populasi: 35,1jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
    Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
    -
    2022 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
    Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
    -
    2021 (Populasi: 34,2jt)
    Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
    Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
    --------------------------------
    😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

    BalasHapus
  11. INDONESIA=
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALAYDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
    Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
    ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
    inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
    RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
    -
    GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
    ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
    patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  12. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
    -
    HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
    • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
    • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
    • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
    • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
    • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
    ---------------------------------
    BERGANTUNG KE INDONESIA
    MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
    MALING GAS
    NGEMIS BATUBARA
    NGEMIS BERAS
    -
    Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
    Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
    Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
    Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
    -
    Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.
    ________________________________________
    Malaydesh merupakan salah satu pasar utama bagi ekspor batubara Indonesia. Berdasarkan data terbaru tahun 2025 dan awal 2026, berikut adalah gambaran volume dan nilai impor batubara Malaydesh dari Indonesia:
    Tren Impor dan Ketergantungan
    Ketergantungan Tinggi: Malaydesh mengimpor sekitar 80% dari total kebutuhan konsumsi batubara domestiknya.
    Rekor Tertinggi: Impor batubara termal Malaydesh dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada tahun 2025 seiring dengan peningkatan pembangkitan listrik berbasis batubara di negara tersebut.
    Kebutuhan PLTU: Sebagai gambaran skala kebutuhan, satu unit pembangkit listrik seperti


    BalasHapus
  13. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
    2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
    2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN
    Malaydesh’s treasury has ordered all government ministries and agencies to cut their operating budgets for 2026 due to the impacts of the Middle East conflict
    --------------------------------
    Mei 2026 : NSM BANNED
    Norwegia memblokir pengiriman NSM ke Malaydesh akibat kebijakan baru yang melarang ekspor senjata canggih ke negara non-NATO
    --------------------------------
    2026 = FREEZE PROCUREMENT
    The freeze was imposed on January 16, 2026, targeting military and police contracts after bribery allegations against senior officials, including a former army chief.
    --------------------------------
    2026 = REWORK PIPA DAN KABEL
    Naval Group buat audit ataupun re-work 4000 pemasangan perpaipan dan juga kabel.
    --------------------------------
    2025 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    --------------------------------
    2024 SIPRI MALAYDESH = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    --------------------------------
    2023 Pembatalan 5 Tender (2023): MINDEF membatalkan 5 tender bekalan dan infrastruktur. Sumber: Kenyataan Rasmi MINDEF & Laporan Berita.
    --------------------------------
    2026 CNBC Indonesia & HLIB: Menganalisis data SOCSO (PERKESO) terkait total 24.100 PHK dan puncaknya di Januari 2026.
    --------------------------------
    Februari 2026 F/A-18 : BATAL
    Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali Surat (laporan NST & Bernama).
    --------------------------------
    Pertahanan: "Full Shopping" vs "Zonk"
    Indonesia (Strategic Dominance): Daftar belanja satu lembar penuh dengan alutsista high-end (Rafale F-4, KAAN, A400M, Rudal Khan/Bora). Kemitraan dengan Turki senilai USD 12-13 Miliar menunjukkan Indonesia memiliki likuiditas dan kepercayaan internasional yang sangat tinggi.
    Malaydesh (Lumpuh): Status "2 Tahun SIPRI Kosong" adalah indikator nyata kegagalan fiskal. Tanpa kontrak baru, militer Malaydesh hanya mengandalkan aset tua dan skema sewa karena tidak sanggup membayar pengadaan.
    ---------------------------------
    Fiskal: Jeratan Utang Luar Biasa
    Rasio Utang: Malaydesh terjepit dengan total utang (pemerintah + swasta) mencapai 224% terhadap GDP dan utang pemerintah 70,5%. Angka ini jauh di atas Indonesia yang sangat sehat di level 41,1% (utang pemerintah).
    External Debt: Utang luar negeri sebesar USD 306,3 Miliar melebihi utang nasionalnya sendiri (USD 300,7 Miliar), menunjukkan kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan ketergantungan pada pihak asing.
    ---------------------------------
    Krisis Sosial & Mental (The Human Cost)
    Data kesehatan masyarakat menunjukkan dampak nyata dari tekanan ekonomi:
    Epidemi Gangguan Jiwa: Statistik 1 dari 3 orang (11 juta jiwa) menderita gangguan mental, dan 1 dari 4 remaja mengalami depresi. Hal ini berujung pada angka percobaan bunuh diri yang mengkhawatirkan (1 dari 10 remaja).
    Depresi Ekonomi: Ketidakpastian masa depan akibat krisis utang dan biaya hidup memicu degradasi mental masyarakat secara masif.
    ---------------------------------
    Ekonomi: Pengangguran & Krisis Pangan
    Badai PHK: Hampir 300.000 orang kehilangan pekerjaan dalam 4 tahun terakhir, termasuk pemotongan 30.000 staf kontrak pemerintah dan pengurangan tenaga kerja di raksasa energi Petronas demi kelangsungan hidup perusahaan.
    Krisis Beras: Kelangkaan stok dan lonjakan harga beras impor telah memicu panic buying dan keresahan sosial, mengancam stabilitas nasional.

    BalasHapus
  14. MUNISI CHINA ,
    MANTAP , MANTAP LAH , BISA² LEDAKANNYA BAGAIMANA ? ,

    BalasHapus
  15. Klaim konon berjaya tapi TIADA FOTO BUKTI....

    Nampak sangat MEMBUAL... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALAYDESH PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNISASI TUNAI & SAHAM FREEPORT 63% VS MALAYDESH UTANG PER WARGA RM 94K & SIPRI KOSONG

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    6. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    7. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    8. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malaysia.
      Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
      Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
      -
      Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
      Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malaysia dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malaysia, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
      Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
      =============
      =============
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis

      Hapus
    9. --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    10. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    11. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      --------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  16. ISHAM JALIL =
    RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
    -
    Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
    Poin Utama Analisis:
    1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
    -
    2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
    -
    3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    -
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  17. ISHAM JALIL =
    RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
    -
    Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
    Poin Utama Analisis:
    1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
    -
    2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
    -
    3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
    --------------------------------
    Status Krisis PDB 2026
    • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
    • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
    --------------------------------
    Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
    2026 (Populasi: 36,3jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    -
    2025 (Populasi: 35,9jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
    -
    2024 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
    Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
    -
    2023 (Populasi: 35,1jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
    Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
    -
    2022 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
    Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
    -
    2021 (Populasi: 34,2jt)
    Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
    Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
    --------------------------------
    😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

    BalasHapus
  18. 2017 warganyet kl, klaim punyak NSM
    2026 ternyata NSM dalam bentuk Foto doank, rudalnya kena BLOKIR NORWEGIA haha!😝🍌😝
    Super Kahsiyan dmiskinos😤NGAMUK

    BalasHapus
  19. warganyet kl seblah pada mimpi dapet kompensasi NSM dr Norwegia...🍌

    mreka lupa
    LPD Mistral rusia yg uda bayar 100% pun
    hanya kembali uang dari paris...
    padahal tinggal berlayar...tau2 kensel..nyesek beud dah haha!⛔️😭⛔️

    lah ini belum lunas ngemis ganti NSM murah aja minta lebih...tause yeee haha!👎🤣👎
    belum lunas= NGUTANG
    yang ada Norwegia bisa serang balik..duit kl malah Hangus, kita hepi haha!🔥🤣🔥

    BalasHapus
  20. INDONESIA=
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALAYDESH =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    2022 2024 2025 2026 = BANNED NSM NORWEGIA
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    MEMBUAL NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaydesh melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Tahun 2025
    Prime Minister Anwar Ibrahim told the Malaydeshn parliament that NSM would be delivered by the end of 2025, as the Southeast Asian nation enhances its naval capabilities and regional ties...
    Sumber berita pernyataan tersebut berasal dari Asian Military Review (20 Agustus 2025), yang melaporkan bahwa Malaydesh akan menerima sepasang peluncur Kongsberg Naval Strike Missile (NSM) pada bulan Agustus
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaydesh dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    MEI 2026 = NSM BANNED
    -
    • Euronews: Mengulas dinamika hukum internasional dan gugatan kompensasi finansial senilai €216 juta yang dilayangkan oleh pihak Kuala Lumpur melalui artikel Malaysia seeks €216m from Norwegian firm over scrapped missile deal.
    • USNI News (U.S. Naval Institute): Membedah detail kontrak awal 2018 senilai $145 juta untuk persenjataan 6 kapal tempur Maharaja Lela-class serta tambahan sistem peluncur frigat Lekiu-class di LIMA 2025. Analisis militer ini tertuang dalam Norway Cancels Kongsberg-Malaysian Government Contract for Naval Strike Missiles, Launchers.

    BalasHapus
  21. uda guwe bilang,
    Brani ancam kensel ART ke amrik
    ini akibatnya, KENSEL NSM haha!⛔️😵‍💫⛔️

    Eeittt belum selesai...
    Masi ada fa50m...last last kena BANNED koryo pulak, atas pesanan Amerika🥶ngerih KAAN haha!🍌❌️🍌

    BalasHapus
    Balasan
    1. si anuw klaim malaydesh berani ..... yang di lawan norwegia geng NATO om @palu gada ...... salah sendiri kliam kensel tuh ART wkwkwkkwkw

      Hapus
    2. nyoihh tipe m pembual🤥, emang besar mulut doank, sekali gertak eh kensel ART, TARIK BALIK alias gak jadi...balik kanan kicep om haha!❌️🍌❌️

      skarang amrik tunjuk taji, NSM KENSEL mao apa negri🎰kasino genting, yg ada bisa2 di BANNED seluruh ekspor yg ada komponen Amrik..siyap2 FA50Murah tak bisa kitim haha!🤣⛔️😆

      Hapus
  22. Manakala INDIANESIA..... KAH.. KAH.... KAH.... 🤣🤣🤣



    Rupiah Terpuruk, Bank Ini Sudah Jual Dolar Rp18.000

    https://www.cnbcindonesia.com/market/20260520100303-17-736198/rupiah-terpuruk-bank-ini-sudah-jual-dolar-rp18000

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
    3. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      --------------------------------
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS


      Hapus
    4. ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP TINGGI
      HARGA BARANG TINGGI
      -
      "Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malaysia. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
      Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
      -
      Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
      1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
      2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
      -
      Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
      1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
      2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
      -
      Kelemahan Fundamental Pasaran
      1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malaysia, melainkan paksaan dana domestik.
      2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      -
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


      Hapus
    5. ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      Status Krisis PDB 2026
      • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
      • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
      --------------------------------
      Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
      2026 (Populasi: 36,3jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
      -
      2025 (Populasi: 35,9jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
      Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
      -
      2024 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
      Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
      -
      2023 (Populasi: 35,1jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
      Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
      -
      2022 (Populasi: 34,6jt)
      Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
      Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
      -
      2021 (Populasi: 34,2jt)
      Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
      Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
      TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
      --------------------------------
      😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

      Hapus
  23. menhan seblah merengek ganti rugi karna NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES haha!😭🍌😭

    deise sebut kasus NSM mreka buat pembelajaran negara Asean...

    lha..sorii yeee..kita mah uda sering diblokir gt, exo sigma dulu jgk kena blokir, last last nego dapet jugak tuch haha!🚀😎✌️

    Ituw menhan bukannya nego halus, malah klaim ganti rugi...malah NGAMUK🔥 VIKING..bisa putus diplomasi, tarik duta besar sperti korut dl haha!😤🦾😤

    BalasHapus
    Balasan
    1. OTAK BERUK MALONDESH KEBANYAKAN BELACAN JADI BOTOL DAN IDIOT 🤣🤣🤣🤣

      Hapus
  24. Amerika Tunjuk Kita jadi Pusat MRO SE ASIA hore haha!✌️👍✌️

    Wah MAIROD seblah tak dianggap lagi kahsiyan haha!👎😭👎

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    US Offers Indonesia to Become C-130 Hercules Maintenance Hub
    https://m.youtube.com/watch?v=TGsv8q5dxzo&pp=ugUEEgJpZA%3D%3D

    BalasHapus
  25. ISHAM JALIL =
    RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
    -
    Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
    Poin Utama Analisis:
    1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
    -
    2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
    -
    3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
    --------------------------------
    Status Krisis PDB 2026
    • Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
    • Rasio Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
    --------------------------------
    Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
    2026 (Populasi: 36,3jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
    -
    2025 (Populasi: 35,9jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
    Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
    -
    2024 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
    Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
    -
    2023 (Populasi: 35,1jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
    Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
    -
    2022 (Populasi: 34,6jt)
    Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
    Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
    -
    2021 (Populasi: 34,2jt)
    Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
    Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
    TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
    --------------------------------
    😝OMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATAL😝

    BalasHapus

  26. PENAKUT...... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Kutuk Serangan 3 Tentara Perdamaian RI, Tapi Prabowo Dianggap Tak Berani Sebut Negara Pelaku

    https://rilpolitik.com/kutuk-serangan-3-tentara-perdamaian-ri-tapi-prabowo-dianggap-tak-berani-sebut-negara-pelaku/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    2. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
      -
      ISHAM JALIL =
      RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
      JUAL ASET
      BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
      -
      Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
      Poin Utama Analisis:
      1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
      -
      2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
      -
      3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
      --------------------------------
      HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
      -
      DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
      -
      Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
      -
      Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
      -
      Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
      -
      Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
      -
      Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
      -
      Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
      -
      Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
      ----------------------------------
      MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
      • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
      • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
      • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
      • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
      • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
      ---------------------------------
      BERGANTUNG KE INDONESIA
      MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
      MALING GAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS BERAS
      -
      Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
      Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
      Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
      Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
      -
      Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

      Hapus
    3. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN PER WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Rumah Tangga: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Rumah Tangga: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL

      Hapus
  27. KLAIM RINGGIT KUAT = NGEMIS JAGUNG BERAS BATUBARA
    -
    ISHAM JALIL =
    RINGGIT KUAT = SEMU TIDAK BERKELANJUTAN
    JUAL ASET
    BIAYA HIDUP DAN HARGA BARANG TINGGI
    -
    Mantan Anggota Majelis Kerja Tertinggi UMNO, Isham Jalil, menyatakan bahwa penguatan Ringgit Malaysia saat ini bersifat semu dan tidak berkelanjutan karena didorong oleh intervensi pasar, bukan oleh fundamental ekonomi yang sehat.
    Poin Utama Analisis:
    1. Intervensi Dana Rakyat (Analogi Nasi Lemak): Pemerintah diduga memaksa lembaga negara (GLC, GLIC, dan KWSP) menjual aset luar negeri mereka dan menukarkan dolar (USD) ke Ringgit. Isham menyamakannya dengan pedagang yang membeli dagangannya sendiri menggunakan uang tabungan agar terlihat laku.
    -
    2. Kerugian Jangka Panjang: Kebijakan ini membuat masyarakat (pencarum KWSP) kehilangan potensi keuntungan dividen besar dari aset asing berkinerja tinggi. Ringgit juga berisiko anjlok kembali setelah dana intervensi tersebut habis.
    -
    3. Ekonomi Riil Masih Lemah: Pasar modal lokal masih lesu karena minimnya Investasi Asing Langsung (FDI) yang organik. Bukti nyata kelemahan ini adalah biaya hidup dan harga barang pokok di Malaysia yang tetap tinggi dan tidak ikut turun meskipun Ringgit menguat.
    --------------------------------
    HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
    -
    DATA EKSPOR BERAS RI-MALAYDESH
    -
    Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
    -
    Tawaran Malaydesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
    -
    Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
    -
    Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
    -
    Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
    -
    Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
    -
    Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
    ----------------------------------
    MALAYDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
    • Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malaydesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
    • Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malaydesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
    • ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malaydesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
    • AviNews: Menyebutkan detail volume permintaan impor dari pihak Malaydesh yang mencapai angka 240.000 ton per tahun dari Indonesia. Artikel lengkapnya bisa dibaca di AviNews Indonesia.
    • Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis.
    ---------------------------------
    BERGANTUNG KE INDONESIA
    MALAYDESH IMPOR = 23,97 JUTA METRIK TON (MT) BATUBARA
    MALING GAS
    NGEMIS BATUBARA
    NGEMIS BERAS
    -
    Volume impor batubara Malaydesh dari Indonesia menunjukkan tren yang signifikan, menempatkan Malaydesh sebagai salah satu dari lima tujuan ekspor terbesar bagi batubara Indonesia.
    Berdasarkan data realisasi tahun 2024 dan 2025, berikut adalah rincian volumenya:
    Tahun 2025: Malaydesh mengimpor sebanyak 23,97 juta metrik ton (MT) batubara dari Indonesia.
    Tahun 2024: Volume impor tercatat sebesar 27,18 juta ton, yang menunjukkan adanya sedikit penurunan volume pada tahun berikutnya.
    -
    Ketergantungan: Malaydesh sangat bergantung pada pasokan Indonesia, di mana lebih dari 50% hingga 80% total kebutuhan batubara nasionalnya dipasok oleh Indonesia.

    BalasHapus
  28. MALAYSIA bukan saja MARAH malah siap SAMAN RM1 BILION lebih ke Norway.... 😎😎😎

    Manakala INDIANESIA....... 🤣🤣🤣🤣🤣



    Sikap Prabowo ke Israel yang Bunuh 3 Prajurit TNI Jadi Sorotan, Pengamat: Seharusnya Lebih Keras

    https://jatim.tribunnews.com/news/538982/sikap-prabowo-ke-israel-yang-bunuh-3-prajurit-tni-jadi-sorotan-pengamat-seharusnya-lebih-keras?page=all

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.
      Gap Pelatihan: Pembatasan anggaran berdampak pada frekuensi latihan tempur, pengadaan sistem simulasi, dan pengembangan doktrin modern.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL KORUPSI + ASET USANG = DAYA GETAR NOL (ZERO DETERRENCE

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat Malaydesh menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat Malaydesh terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, Malaydesh kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
      ________________________________________
      RINGKASAN MASALAH UTAMA:
      Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
      Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
      Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
      Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
      ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.

      Hapus
    6. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      --------------------------------
      🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
      • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
      • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
      • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaydesh).
      • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
      • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
      ----------------------------------
      ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaydesh
      • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
      • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
      • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
      • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
      • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  29. MALAYSIA bukan saja MARAH malah siap SAMAN RM1 BILION lebih ke Norway.... 😎😎😎

    Manakala INDIANESIA....... 🤣🤣🤣🤣🤣



    Sikap Prabowo ke Israel yang Bunuh 3 Prajurit TNI Jadi Sorotan, Pengamat: Seharusnya Lebih Keras

    https://jatim.tribunnews.com/news/538982/sikap-prabowo-ke-israel-yang-bunuh-3-prajurit-tni-jadi-sorotan-pengamat-seharusnya-lebih-keras?page=all

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA=
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      ===============
      ===============
      MALAYDESH =
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      --------------------------------
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 07.59
      Ini ke RAFALE HUTANG yang OMPONG missile tu....HAHAHAHHA
      ternyata MENYESAL tapi sudah terlambat....
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.12
      inilah di gelar RAFALE NGUTANG..... OMPONG ya guys ....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA23 September 2025 pukul 08.15
      RAFALEnya NGUTANG dan NO MISSILE ..itu FAKTA....HAHAHAHAH
      -
      GEMPURWIRA26 September 2025 pukul 08.27
      ini ke yang Rafale NGUTANG.... OMPONG tu.... HAHAHHAHA
      patutlah MENYESAL NGUTANG Rafale....HAHAHAH
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ----------------------------------
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ----------------------------------
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja Malaydesh membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + ARMADA 40 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    6. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      --------------------------------
      🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
      • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
      • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
      • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaydesh).
      • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
      • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
      ----------------------------------
      ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaydesh
      • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
      • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
      • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
      • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
      • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  30. Jangan kan MARAH atau SAMAN ISRAEL.... mau Sebut nama ISRAHELL saja TAKUT.... 🤣🤣🤣🤣🤣



    Kutuk Serangan 3 Tentara Perdamaian RI, Tapi Prabowo Dianggap Tak Berani Sebut Negara Pelaku

    https://rilpolitik.com/kutuk-serangan-3-tentara-perdamaian-ri-tapi-prabowo-dianggap-tak-berani-sebut-negara-pelaku/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ----------------------------------
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ----------------------------------
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ----------------------------------
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ----------------------------------
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL MAKELAR & KRONISME (PROCUREMENT CORRUPTION):
      Dominasi Makelar (Middlemen): Pengadaan alutsista dikendalikan oleh "agen" yang mayoritas adalah pensiunan perwira militer untuk menggelembungkan harga.
      Kecaman Raja (Sultan Ibrahim): Pada 2025, Raja mengecam praktik makelar di Kemenhan dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "Peti Mati Terbang".
      Favoritisme Politik: Hanya 20–30% kontrak yang melalui tender terbuka; sisanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik atau eks-militer.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kasus suap masif yang melibatkan penyelidik Prancis (2018), mengungkap risiko kebocoran rahasia negara akibat pengaruh kontraktor asing.
      Lemahnya Pengawasan: Tidak ada komite parlemen independen yang mengaudit kontrak, sehingga konflik kepentingan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF LIMITATIONS):
      Armada Tua & Terbatas: Su-30MKM, F/A-18D, dan Hawk 208/108 sudah berusia di atas 20 tahun dengan biaya perawatan yang mencekik kas negara.
      Gap Superioritas Udara: Armada MiG-29N dipensiunkan (2015) tanpa pengganti sepadan, menciptakan kekosongan kekuatan tempur udara.
      Tanpa Jangkauan Strategis: Tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air Refueling) dan tidak ada sistem peringatan dini (AEW&C).
      Logistik Campur Aduk: Bergantung pada campuran platform Barat (AS/Eropa) dan Rusia, mempersulit manajemen suku cadang dan mengurangi interoperabilitas.
      Opsi "Murah" FA-50: Karena miskin, pemerintah terpaksa memilih jet ringan FA-50 Korea Selatan yang kapabilitasnya terbatas dibanding pesawat multirole murni seperti Rafale.
      Krisis ISR & Drone: Kemampuan intelijen dan pengawasan sangat minimal; ketergantungan pada drone Turki masih dalam tahap awal dan belum terintegrasi penuh.
      ________________________________________
      DAMPAK NYATA PADA KESIAPAN TEMPUR:
      Pelatihan Usang: Pilot berlatih dengan platform tua yang tidak lagi mewakili medan perang modern.
      Respons Lambat: Kemampuan patroli udara 24/7 sangat terbatas karena jumlah armada yang siap terbang (serviceable) terus menyusut.
      Vulnerabilitas ZEE: Tanpa ISR yang kuat, wilayah udara di Laut Cina Selatan mudah dilanggar tanpa deteksi dini.
      KESIMPULAN:
      KORUPSI MAKELAR + "PETI MATI TERBANG" + FISKAL LUMPUH = KEHANCURAN PERTAHANAN UDARA

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja Malaydesh mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
      Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      MISMANAJEMEN KONTRAK + DENDA RM 167 JUTA TAK TERTAGIH + ASET "PETI MATI" = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      RINGKASAN KELEMAHAN:
      MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
      SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
      Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL

      Hapus
    6. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      --------------------------------
      🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
      • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
      • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
      • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaydesh).
      • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
      • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
      ----------------------------------
      ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaydesh
      • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
      • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
      • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
      • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
      • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  31. MALAYSIA NEGARA PEMBERANI.... Bukan saja MARAH ke Norway malah siap SAMAN RM1 BILION lebih ya guys... 😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ----------------------------------
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ----------------------------------
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    2. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = CINA
      PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
      ----------------------------------
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
      Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
      ----------------------------------
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
      Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
    3. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
      Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
      Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
      Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
      Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      ________________________________________
      REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
      Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
      Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
      Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
      Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.
      ________________________________________
      DAMPAK NYATA PADA MILITER:
      Operational Collapse: Keterlambatan helikopter, kapal, dan artileri membuat militer tidak siap tempur (under-equipped).
      Vulnerabilitas Strategis: Celah pertahanan di wilayah kunci (Laut Cina Selatan) semakin terbuka lebar akibat hilangnya daya getar alutsista modern.
      KESIMPULAN:
      KORUPSI KRONI + KELEBIHAN BAYAR 48% + "SILUMAN" SCORPENE = KEBANGKRUTAN TOTAL.

      Hapus
    4. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
      KESIMPULAN:
      5X PM 6X MOD + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + HUTANG RM 1,79T = KEBANGKRUTAN TOTAL

      Hapus
    5. 2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALAYDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALAYDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALAYDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALAYDESH.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALAYDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALAYDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALAYDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALAYDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. Malaydesh tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer Malaydesh karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.
      Kapal Selam Batch 2: Rencana ekspansi jadi 4 kapal selam dibatalkan karena tidak ada uang; terjebak dengan 2 Scorpene (2009) yang tidak cukup untuk cakupan wilayah luas.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + MODERNISASI TERTUNDA 20 TAHUN + ASET GROUNDED = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

      Hapus
    6. KLAIM BERANI?
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      PLANGA PLONGO = 2021-2025
      --------------------------------
      🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
      • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
      • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
      • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaydesh).
      • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
      • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
      ----------------------------------
      ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaydesh
      • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
      • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
      • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
      • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
      • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
      ----------------------------------
      PERDANA MENTERI =
      DEFACT
      KILL PREGNANT WOMEN
      -
      LCS =
      MANGKRAK 15 YEARS
      BANNED NSM
      -
      LMS B1 =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      LMS B2 =
      DOWNGRADE BABUR CLASS
      NO TORPEDO
      -
      LEKIU =
      EXO B2 EXPIRED
      RADAR CMS USANG
      -
      KASTURI =
      EXO B2 EXPIRED
      NO TORPEDO
      -
      LAKSAMANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      KEDAH =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      PERDANA =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      HANDALAN =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      -
      JERUNG =
      GUNBOAT
      NO MISSILE
      NO TORPEDO
      ----------------------------------
      SU-30MKM =
      LOW SERVICEABILITY
      SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
      CANARY PROJECT DELAY
      -
      F/A-18D HORNET =
      AGING AIRFRAME
      LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
      DEPENDENT ON US UPGRADE
      -
      HAWK 108/208 =
      FREQUENT CRASHES
      OBSOLETE AVIONICS
      GROUNDED ISSUES
      -
      MIG-29N (RETIRED) =
      TOTAL FAILURE
      LOGISTIC NIGHTMARE
      MOTHBALLED AT KUANTAN
      -
      FA-50M (ON ORDER) =
      LIGHTWEIGHT ONLY
      DELAYED DELIVERY
      NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
      BANNED AMRAAM 120
      -
      C-130 HERCULES =
      METAL FATIGUE
      OVERWORKED
      ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
      ----------------------------------
      PT-91M PENDEKAR =
      POLISH SPARES DISCONTINUED
      TRANSMISSION ISSUES (RENK)
      ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
      -
      AV8 GEMPITA =
      TENDER IRREGULARITIES
      UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
      INTEGRATION DELAY
      -
      ACV-15 ADNAN =
      AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
      OBSOLETE ELECTRONICS
      -
      FV101 SCORPION =
      RECOMMENDED RETIREMENT
      MAINTENANCE NIGHTMARE
      END OF SERVICE LIFE
      -
      MILDEF TARANTULA =
      LIMITED ADOPTION
      OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
      DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
      -
      CONDOR 4X4 / SIBMAS =
      RETIRED STATUS (2023)
      MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
      -
      ASTROS II (MLRS) =
      EXPENSIVE AMMUNITION
      LACK OF PRECISION GUIDANCE
      PLATFORM AGING

      Hapus
  32. KLAIM BERANI?
    PLANGA PLONGO = CINA
    PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
    ----------------------------------
    316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
    316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
    316 DAYS BPA = NOT ACTIONS TALK ONLY
    Bilangan hari di mana kapal-kapal pengawal pantai China melakukan rondaan di Beting Patinggi Ali berhampiran dengan operasi minyak BBM dan gas penting MALAYDESH telah meningkat daripada 279 hari pada 2020 kepada 316 hari pada tahun lepas
    ----------------------------------
    43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
    43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
    43x PENCEROBOHAN = JUST PROTEST NOT ACTIONS
    Jumlah keseluruhan pesawat asing yang dikesan dan direkodkan menceroboh ruang udara negara dari bulan Januari 2023 sehingga Mei 2023 ialah berjumlah 43 kes pencerobohan
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  33. KLAIM BERANI?
    PLANGA PLONGO = CINA 2021-2025
    PLANGA PLONGO = NORWEGIA ANGGOTA NATO
    ---------------------------------
    • Tahun 2021: 310 HARI
    • Catatan: Kehadiran kapal CCG sangat konisten sepanjang tahun, dibarengi dengan insiden pemantauan ketat terhadap proyek pengeboran Kasawari milik Petronas.
    -
    • Tahun 2022: 316 HARI
    • Catatan: Ini adalah data referensi yang Anda sebutkan di atas (meningkat dari 279 hari pada 2020), di mana kapal China berada di sana hampir sepanjang tahun.
    -
    • Tahun 2023: 338 HARI
    • Catatan: Patroli semakin intensif dan kapal-kapal China dilaporkan melakukan manuver agresif mendekati platform operasi minyak dan gas Malaysia.
    -
    • Tahun 2024: 365 HARI
    • Catatan: Laporan AMTI mengonfirmasi bahwa selama tahun 2024, setidaknya ada satu kapal CCG yang berada di perairan Malaysia setiap hari tanpa terputus (kontinuitas 100%).
    -
    • Tahun 2025: 257 HARI
    • Catatan: Mengalami penurunan hari kalender di wilayah Luconia Shoals karena armada CCG dialihkan secara masif untuk memperkuat tekanan di Scarborough Shoal dan Sabina Shoal (konflik dengan Filipina).
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  34. 2017 warganyet kl, klaim punyak NSM
    2026 ternyata NSM dalam bentuk Foto doank, rudalnya kena BLOKIR NORWEGIA haha!😝🍌😝
    Super Kahsiyan dmiskinos😤NGAMUK

    BalasHapus
  35. KLAIM BERANI?
    PLANGA PLONGO = 2021-2025
    PLANGA PLONGO = 2021-2025
    PLANGA PLONGO = 2021-2025
    --------------------------------
    🚨 Patroli Kapal Pengawal Pantai China (CCG) di Beting Patinggi Ali
    • 2021: 310 Hari (Pantauan ketat proyek Kasawari Petronas).
    • 2022: 316 Hari (Data referensi awal, kapal menetap hampir sepanjang tahun).
    • 2023: 338 Hari (Manuver agresif dekat platform migas Malaysia).
    • 2024: 365 Hari (Hadir setiap hari penuh tanpa terputus).
    • 2025: 257 Hari (Menurun karena armada dialihkan ke konflik Filipina).
    ----------------------------------
    ✈️ Kasus Pencerobohan Ruang Udara Malaysia
    • 2021: 16 Pesawat (Insiden formasi taktis jet China di dekat Sarawak).
    • 2022: 0 Kasus Besar (Hanya aktivitas radar rutin transnasional).
    • 2023: 43 Kasus (Data referensi awal, akumulasi Januari–Mei 2023).
    • 2024: ~12 Kasus (Misi pengintaian udara di sekitar Laut China Selatan).
    • 2025: Meningkat (Aktivitas penerbangan logistik militer China ke Spratly).
    ----------------------------------
    PERDANA MENTERI =
    DEFACT
    KILL PREGNANT WOMEN
    -
    LCS =
    MANGKRAK 15 YEARS
    BANNED NSM
    -
    LMS B1 =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    LMS B2 =
    DOWNGRADE BABUR CLASS
    NO TORPEDO
    -
    LEKIU =
    EXO B2 EXPIRED
    RADAR CMS USANG
    -
    KASTURI =
    EXO B2 EXPIRED
    NO TORPEDO
    -
    LAKSAMANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    KEDAH =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    PERDANA =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    HANDALAN =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    -
    JERUNG =
    GUNBOAT
    NO MISSILE
    NO TORPEDO
    ----------------------------------
    SU-30MKM =
    LOW SERVICEABILITY
    SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
    CANARY PROJECT DELAY
    -
    F/A-18D HORNET =
    AGING AIRFRAME
    LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
    DEPENDENT ON US UPGRADE
    -
    HAWK 108/208 =
    FREQUENT CRASHES
    OBSOLETE AVIONICS
    GROUNDED ISSUES
    -
    MIG-29N (RETIRED) =
    TOTAL FAILURE
    LOGISTIC NIGHTMARE
    MOTHBALLED AT KUANTAN
    -
    FA-50M (ON ORDER) =
    LIGHTWEIGHT ONLY
    DELAYED DELIVERY
    NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
    BANNED AMRAAM 120
    -
    C-130 HERCULES =
    METAL FATIGUE
    OVERWORKED
    ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
    ----------------------------------
    PT-91M PENDEKAR =
    POLISH SPARES DISCONTINUED
    TRANSMISSION ISSUES (RENK)
    ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
    -
    AV8 GEMPITA =
    TENDER IRREGULARITIES
    UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
    INTEGRATION DELAY
    -
    ACV-15 ADNAN =
    AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
    OBSOLETE ELECTRONICS
    -
    FV101 SCORPION =
    RECOMMENDED RETIREMENT
    MAINTENANCE NIGHTMARE
    END OF SERVICE LIFE
    -
    MILDEF TARANTULA =
    LIMITED ADOPTION
    OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
    DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
    -
    CONDOR 4X4 / SIBMAS =
    RETIRED STATUS (2023)
    MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
    -
    ASTROS II (MLRS) =
    EXPENSIVE AMMUNITION
    LACK OF PRECISION GUIDANCE
    PLATFORM AGING

    BalasHapus
  36. itulah akibat warganyet kl suka BUAL haha!🍌🤥🍌
    2017 klaim anti FFNBW, rudal NSM uda ada, tinggal pasang
    2026 last last NSM Batal haha!⛔️🤣⛔️

    kahsiyan warganyet kl, KRTIPU LAGIII..sama gomen haha!🤪🍌🤪

    BalasHapus
  37. eittt kabar baik VL MICA buat F2000 kita telah datang haha!👍🚀👍

    BalasHapus
  38. Si gempur puasa komen tuk 2 tahun kedepan,,karena zero procurement 😷

    BalasHapus
  39. ASET VLS Kaprang kita haha!🦾🚀🦾

    ✅️2 PPA
    ✅️4 FMP
    ✅️2 ISTIF
    ✅️2 SIGMA PKR
    ✅️3 F2000
    13 VLS

    SIGMA Korvet bentar lagi apgred, persiyapan VLS lagi nich..apakah Midlas ato VL Mica? ato malah MK41 haha!🚀✌️🚀

    mumpung Amrik Lagi pedekate ama kite okeh oceh👌

    BalasHapus