MQ-9B with Airborne Early Warning (AEW) pods (photo: GA-ASI)
SAN DIEGO – General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI) flew its MQ-9B Remotely Piloted Aircraft for the first time with Airborne Early Warning (AEW) pods. The much-anticipated AEW capability is being provided through a partnership with Saab. Once the AEW sensor, named LoyalEye, is made available to MQ-9B operators and new customers, it will deliver persistent and cost-effective air surveillance capabilities in regions where it is currently unavailable.
GA-ASI conducted a validation flight of MQ-9B using AEW radar pods on May 19 from GA-ASI’s Desert Horizon flight operations facility in Southern California using a company-owned aircraft. The flight signaled the first step in a development process that is expected to take several months and culminate with a full-capability demonstration later this year.
GA-ASI and Saab announced their partnership last year with the intention of bringing AEW capability to the MQ-9B platform.
MQ-9B models include the SkyGuardian® and SeaGuardian®, the United Kingdom’s MQ-9B variant known as Protector, and the new MQ-9B STOL (Short Takeoff and Landing) configuration currently in development for naval aircraft carriers.
“AEW for MQ-9B will offer critical aloft sensing to defend against tactical air munitions, guided missiles, drones, fighter and bomber aircraft, and other threats. Operational availability for a medium-altitude, long-endurance UAS is the highest of any military aircraft, and as an unmanned platform, its aircrews are not put into harm’s way,” said GA-ASI President David R. Alexander.
“This partnership integrates MQ-9B with LoyalEye, equipping operators with vital information for critical decision-making. LoyalEye extends the capabilities of manned systems, and it offers persistent surveillance and greater operational flexibility. This enhances situational awareness and boosts mission success,” said Carl-Johan Bergholm, Senior Vice President and Head of Business Area Surveillance at Saab.
GA-ASI and Saab’s AEW offering will span a wide range of applications, including early detection and warning, long-range detection and tracking, and simultaneous target tracking and flexible system integration — all over line-of-sight and SATCOM connectivity.
(GA ASI)



KIZI KITA Topπ haha!π₯ππ₯
BalasHapusAmrik masi aja maen dron konvesional buat aewc..
BalasHapusRivalnya kokoh malah bikin Dron Tiltrotor,
bisa buat di kapal induk haha!✌️ππ€
Padahal idenya dr osprey amrikπ
R6000 ini lama2 di modif AEWC skaligus bersenjata bisa jugak..yahudd haha!πππ¦Ύ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/reel/1648882389674247/?referral_source=external_deeplink&original_uri=https://www.facebook.com/reel/1648882389674247/?app=fbl
Tak hanya Dron Tiltrotor, kokoh panda bikin versi manned jugak buatan harbin,
BalasHapusEh Leo AW609 bole jugak nich, dibungkus buat Garib kelak haha!ππ€π₯³
mayan mini Osprey haha!πππ
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122298026780218737&id=61556562131504
ISHAM JALIL SEKOLAHKAN ANWAR IBRAHIM: IMPAK HARGA DIESEL NAIK RM4.72 SEN PER LITRE???
BalasHapushttps://youtu.be/7fa3iMA6_44?si=xsyAyc_ncJnzqCh7
GABUNGAN MEMATIKAN DAN MEMALUKAN MALONDESH !!!!!
LEBIH KASIHAN DAN HINA......TANIAH PAPA NON KUNYIT ANUAR KETUA GENK SONGSANG MALONDESH....SUDAH CACAT AHLAK, PENIPU PULA KATA WARGANYA DAN PALING TERUK BISA JADI PMX MALONDESH!!!!!
#TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI πππππ
BERUK KELAPARAN BERAS .....
BalasHapusSEBAR HOAX = KUNJUNGAN DITOLAK
-
FAKTA .....
Istana Kepresidenan menegaskan rumor Presiden Prabowo membatalkan kunjungan ke Italia, Austria, dan Hungaria adalah hoaks.
• Tidak ada agenda: Istana menegaskan kunjungan ke ketiga negara tersebut memang tidak pernah dijadwalkan.
• Hanya ke Prancis: Agenda diplomasi luar negeri resmi yang diumumkan Menlu Sugiono hanya tertuju ke Prancis.
• Klarifikasi sumber: Isu rencana lawatan berasal dari rilis internal partai, bukan agenda resmi Istana.
-
• Tempo.co: Memuat klarifikasi Bakom RI terkait pembatalan ke negara Eropa lain dan merangkum kesepakatan komersial miliaran dolar AS.
-
• CNN Indonesia: Menyiarkan bantahan resmi Istana terkait isu ke Italia dan menyoroti tingginya intensitas kunjungan luar negeri Presiden.
-
• Kompas TV: Menayangkan konferensi pers Bakom RI terkait isu destinasi Eropa dan memaparkan empat poin kesepakatan baru hasil kunjungan.
-
• Detikcom: Merilis video penjelasan bahwa agenda di luar Prancis hanya dinamika perjalanan dan bukan kunjungan resmi.
------------------
FAKTOR UTAMA PENYEBAB PERBEDAAN
INDONESIA VS MALAYDESH
-
• Status Konstitusi: Presiden RI merupakan Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan (State Visit), sedangkan PM Malaydesh hanya Kepala Pemerintahan (Official/Working Visit).
• Ukuran Pasar: Indonesia memiliki populasi terbesar di Asia Tenggara, memberikan daya tawar investasi ekonomi jauh lebih masif bagi China dan AS.
• Kekuatan Militer: Status Indonesia sebagai kekuatan militer utama ASEAN membuat AS, Rusia, dan Timur Tengah memberikan karpet merah lebih tinggi.
• Retorika Politik: Gaya diplomasi Prabowo cenderung pragmatis penengah, sedangkan Anwar Ibrahim sangat vokal mengkritik Barat terkait isu Palestina.
---------------------------------
KARAKTERISTIK SAMBUTAN DI TIAP WILAYAH
• Prancis: Prabowo mendapat upacara militer penuh karena kontrak alutsista Rafale; Anwar mendapat protokol level rendah.
• China: Prabowo disambut Xi Jinping dengan komitmen investasi raksasa; Anwar lebih banyak menghadiri forum ekonomi multilateral.
• Rusia: Prabowo dijamu hangat di Kremlin sebagai mitra strategis; Anwar diterima baik di sela-sela forum dalam misi masuk BRICS.
• Amerika Serikat: Prabowo diterima resmi di Gedung Putih untuk stabilitas kawasan; Anwar dibatasi protokol formal akibat kritik kerasnya pada AS.
• Timur Tengah: Prabowo dihormati karena memimpin negara Muslim terbesar dunia; Anwar diapresiasi tinggi secara ideologis dan solidaritas Islam.
---------------------------------
2025 PM X : Dikritik dunia karena gurauan "istri kedua" yang canggung dan tidak peka budaya saat bertemu Presiden Putin.
-
2023 PM X : Gagal bertemu Raja Salman & MBS di Arab Saudi (SAU)
-
2022 PM IX : Insiden memalukan tanpa sambutan resmi di UEA yang berujung pada penarikan diplomat senior.
-
2021 PM VIII : Terpaksa rapat daring di Arab Saudi meski sudah tiba di Arab Saudi (SAU)
-
2024 – 2025 BRICS : Malondesh hanya jadi "negara mitra", sementara Indonesia resmi anggota penuh per Januari 2025.
-
2022 – 2025 G20 : Gagal masuk keanggotaan tetap karena kriteria PDB dan populasi penduduk tidak memadai.
-
2018 – 2021 UNI EROPA (EU) : Boikot sawit memicu ketegangan dagang, Rafale Typhon GAGAL
------------------
1. Anwar Ibrahim (PM ke-10)Negara Menolak: Jepang (Bandara Narita, Tokyo) pada Januari 2014.
Alasan: Riwayat vonis penjara kasus korupsi dan sodomi tahun 1999.
-
2. Najib Razak (PM ke-6)Negara Menolak: Malaydesh (Negara Sendiri) pada Mei 2018.
Alasan: Dicekal imigrasi saat hendak terbang ke Jakarta, Indonesia.
------------------
BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
BEDA KASTA = DITOLAK KARENA SODOMI
-
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
-
DITOLAK/DIBLOKIR = UEA CHINA ARAB JEPANG NORWEGIA USA BRICS G20
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malondesh. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malondesh.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malondesh dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malondesh, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
=============
=============
HARGA BERAS PREMIUM Rp14.500 =
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
KLAIM RINGGIT KUAT = TAWAR BERAS Rp. 10.000 (MISKIN)
-
DATA EKSPOR BERAS RI-MALONDESH
-
Volume & Nilai: 200.000 ton dengan potensi transaksi Rp2 triliun (CNN Indonesia).
-
Tawaran Malondesh: Di bawah Rp10.000 per kg (CNBC Indonesia).
-
Target Indonesia: Rp13.000 – Rp14.000 per kg via Perum Bulog (Antara).
-
Kualitas Beras: Kelas premium dengan standar butir patah (broken) 5% (Liputan6).
-
Alasan Penolakan: Tawaran di bawah harga domestik (SPHP Rp12.500/kg & HET
-
Premium Rp14.500/kg) (CNBC Indonesia).
-
Faktor Pendukung: Cadangan beras nasional melimpah mencapai rekor 5,2 juta ton (Kumparan).
----------------------------------
MALONDESH IMPOR JAGUNG INDONESIA
• Kontan: Melaporkan berita terbaru mengenai panen raya jagung di Tuban, Jawa Timur, di mana Kapolri menyampaikan bahwa sebagian hasil panennya siap diekspor untuk memenuhi permintaan Malondesh. Selengkapnya di Kontan Nasional.
• Kompas: Membahas langkah komitmen pemerintah Indonesia untuk menyetop impor dan memperkuat posisi sebagai pengekspor jagung ke Malondesh. Informasi ini dapat divalidasi melalui Kompas Money.
• ANTARA News: Kantor berita nasional ini merekam sejarah awal kerja sama pengiriman komoditas jagung ke Malondesh sejak beberapa tahun lalu. Rinciannya terdapat pada ANTARA News.
• Kumparan: Memuat pernyataan resmi pemerintah mengenai target swasembada pangan serta kesiapan Indonesia dalam memenuhi pasar ekspor jagung ke negara tetangga. Simak ulasannya di Kumparan Bisnis
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malondesh. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
Membawa Pulang Dana Luar Negara: Kerajaan didakwa mengarahkan Syarikat Pelaburan Berkaitan Kerajaan (GLC), Syarikat Pelaburan Terkawal Kerajaan (GLIC), dan Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP) untuk menjual aset luar negara dan menukarkan pegangan dolar mereka kembali kepada Ringgit Malondesh.
Kesan "Nasi Lemak Beli Sendiri": Isham Jalil menggunakan analogi peniaga yang membeli produknya sendiri menggunakan wang simpanan sendiri untuk mencipta persepsi bahawa perniagaannya laku. Tindakan membeli ringgit menggunakan dana simpanan rakyat ini dianggap tidak mampan untuk jangka panjang.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
Kehilangan Peluang Keuntungan Forex: Apabila institusi seperti KWSP dipaksa menjual aset asing berprestasi tinggi dalam mata wang dolar (USD) untuk menyokong mata wang tempatan, mereka kehilangan potensi pulangan dividen yang lebih besar bagi pencarum.
Risiko Penyusutan Nilai Semula: Beliau menegaskan bahawa sebaik sahaja langkah intervensi buatan ini dihentikan atau dana tersebut selesai dibawa pulang, nilai ringgit berisiko untuk merosot semula sekiranya ekonomi dalaman tidak diperbaiki secara struktur.
-
Kelemahan Pasaran Fundamental yang Sebenar
Kekurangan Pelaburan Asing Organik (FDI): Realiti pasaran modal tempatan dan Bursa Malondesh dinilai masih hambar. Pengukuhan ringgit yang tulen sepatutnya datang daripada keyakinan pelabur luar yang menukarkan mata wang asing mereka ke dalam ringgit untuk melabur di Malondesh, bukannya dipaksa daripada pasaran domestik.
Kesan Terhadap Harga Barang: Isham Jalil turut mempersoalkan sekiranya nilai ringgit benar-benar mengukuh secara sihat, mengapa kos sara hidup dan harga barangan keperluan di pasaran tempatan masih tidak menunjukkan penurunan yang signifikan bagi meringankan beban rakyat.
--------------------------------
Status Krisis PDB 2026
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% (Lewat batas aman 65%)
• Rasio Utang Household: 84,3% (Kategori kritis ASEAN)
--------------------------------
Data UTANG Tahunan (Dalam Triliun RM & Per Kapita)
2026 (Populasi: 36,3jt)
Utang: Pemerintah RM 1,79T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 49.196 | Domestik RM 45.348
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 94.544
-
2025 (Populasi: 35,9jt)
Utang: Pemerintah RM 1,30T | Rumah Tangga RM 1,65T
Per Kapita: Publik RM 36.139 | Domestik RM 45.859
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 81.998
-
2024 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,22T | Rumah Tangga RM 1,53T
Per Kapita: Publik RM 35.187 | Domestik RM 44.128
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 79.315
-
2023 (Populasi: 35,1jt)
Utang: Pemerintah RM 1,17T | Rumah Tangga RM 1,45T
Per Kapita: Publik RM 33.308 | Domestik RM 41.279
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 74.587
-
2022 (Populasi: 34,6jt)
Utang: Pemerintah RM 1,08T | Rumah Tangga RM 1,38T
Per Kapita: Publik RM 31.127 | Domestik RM 39.774
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 70.901
-
2021 (Populasi: 34,2jt)
Utang: Pemerintah RM 0,97T | Rumah Tangga RM 1,34T
Per Kapita: Publik RM 28.580 | Domestik RM 39.087
TOTAL TANGGUNGAN KUMULATIF PER JIWA: RM 67.667
--------------------------------
πOMPONG = NSM BANNED AMRAAM BLOKIR F18 BATAL UH60A BATALπ
ISHAM JALIL: FAKTA KLAIM RINGGIT KUAT
BalasHapusJUAL ASET
BIAYA HIDUP TINGGI
HARGA BARANG TINGGI
-
"Isham Jalil: DEDAHKAN Faktor Realiti Ringgit Mengukuh" merujuk kepada siri ulasan kritis bekas Ahli Majlis Kerja Tertinggi UMNO tersebut mengenai kestabilan mata wang Malondesh. Dari perspektif ekonomi dan analisis beliau, pengukuhan nilai ringgit yang diuar-uarkan oleh kerajaan bukanlah didorong oleh faktor fundamental ekonomi yang organik, melainkan akibat intervensi pasaran yang bersifat sementara.
Berikut adalah poin-poin utama yang mendedahkan "faktor realiti" di sebalik pengukuhan ringgit mengikut analisis beliau:
-
Intervensi Dana Domestik (KWSP & GLC)
1. Bawa Pulang Dana: Kerajaan mengarahkan GLC, GLIC, dan KWSP menjual aset luar negara untuk menukar dolar ke Ringgit.
2. Analogi "Nasi Lemak": Tindakan ini ibarat peniaga membeli produk sendiri menggunakan wang simpanan agar kelihatan laku, menjadikannya tidak mampan.
-
Impak Kerugian Pelaburan Rakyat
1. Hilang Untung Forex: KWSP kehilangan potensi pulangan dividen tinggi kerana terpaksa menjual aset asing berprestasi tinggi.
2. Risiko Susut Semula: Nilai ringgit berisiko merosot kembali jika intervensi dihentikan tanpa perbaikan struktur ekonomi.
-
Kelemahan Fundamental Pasaran
1. Kurang FDI Organik: Pengukuhan ringgit bukan didorong keyakinan pelabur asing di Bursa Malondesh, melainkan paksaan dana domestik.
2. Harga Barang Kekal Tinggi: Kos sara hidup tidak turun memicu persoalan tentang kesihatan sebenar pengukuhan ringgit.
----------------------------------
PERDANA MENTERI =
DEFACT
KILL PREGNANT WOMEN
-
LCS =
MANGKRAK 15 YEARS
BANNED NSM
-
LMS B1 =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
LMS B2 =
DOWNGRADE BABUR CLASS
NO TORPEDO
-
LEKIU =
EXO B2 EXPIRED
RADAR CMS USANG
-
KASTURI =
EXO B2 EXPIRED
NO TORPEDO
-
LAKSAMANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
KEDAH =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
PERDANA =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
HANDALAN =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
-
JERUNG =
GUNBOAT
NO MISSILE
NO TORPEDO
----------------------------------
SU-30MKM =
LOW SERVICEABILITY
SPAREPARTS EMBARGO (RUSSIA)
CANARY PROJECT DELAY
-
F/A-18D HORNET =
AGING AIRFRAME
LIMITED QUANTITY (ONLY 7 UNITS)
DEPENDENT ON US UPGRADE
-
HAWK 108/208 =
FREQUENT CRASHES
OBSOLETE AVIONICS
GROUNDED ISSUES
-
MIG-29N (RETIRED) =
TOTAL FAILURE
LOGISTIC NIGHTMARE
MOTHBALLED AT KUANTAN
-
FA-50M (ON ORDER) =
LIGHTWEIGHT ONLY
DELAYED DELIVERY
NO HEAVY STAND-OFF WEAPON
BANNED AMRAAM 120
-
C-130 HERCULES =
METAL FATIGUE
OVERWORKED
ANCIENT NAVIGATION SYSTEM
----------------------------------
PT-91M PENDEKAR =
POLISH SPARES DISCONTINUED
TRANSMISSION ISSUES (RENK)
ENGINE BREAKDOWN ON HIGHWAY
-
AV8 GEMPITA =
TENDER IRREGULARITIES
UNPAID FINES (RM162M)MISSILE (INGWE)
INTEGRATION DELAY
-
ACV-15 ADNAN =
AGING ARMORSPARES PROCUREMENT DELAY
OBSOLETE ELECTRONICS
-
FV101 SCORPION =
RECOMMENDED RETIREMENT
MAINTENANCE NIGHTMARE
END OF SERVICE LIFE
-
MILDEF TARANTULA =
LIMITED ADOPTION
OVER-RELIANCE ON CIVILIAN PARTS
DOMESTIC PRODUCTION STRUGGLE
-
CONDOR 4X4 / SIBMAS =
RETIRED STATUS (2023)
MUSEUM CANDIDATENO MODERN REPLACEMENT YET
-
ASTROS II (MLRS) =
EXPENSIVE AMMUNITION
LACK OF PRECISION GUIDANCE
PLATFORM AGING
Mantap PT. Pal π€©
BalasHapusPhilippine Navy Beri Penilaian “Very Satisfactory” untuk PT PAL atas MRO BRP Tarlac-601
Surabaya [02/06] – PT PAL Indonesia memperoleh penilaian "Very Satisfactory" dari Philippine Navy atas keberhasilan menyelesaikan proyek Docking, Drydocking, Operational Readiness and Repair (DDORR) kapal BRP Tarlac (LD-601).
Penilaian tersebut diberikan berdasarkan hasil evaluasi pasca proyek yang melibatkan berbagai unit pengguna dan end-user kapal. Dari evaluasi tersebut PT PAL memperoleh nilai 3,90 dari skala 4,00 yang masuk dalam kategori “very Satisfactory”.
BRP Tarlac merupakan kapal pendarat strategis milik Philippine Navy yang dibangun PT PAL Indonesia dan diserahkan pada 2016. Kapal tersebut menjalani program pemeliharaan dan perbaikan di fasilitas galangan PT PAL Surabaya pada pertengahan 2025.
Commander, Naval Shipyard Philippine Navy, CAPT Julius Preyes PN(GSC), menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan sesuai jadwal dengan memenuhi spesifikasi teknis dan standar operasional yang dipersyaratkan.
"Based on the completed post-implementation feedback evaluation and performance survey conducted by the concerned offices and end-users, the overall performance of your company was assessed to be Very Satisfactory," tulis Julius Preyes dalam surat resmi kepada PT PAL Indonesia.
https://x.com/i/status/2061982865597100451
RESMI : PROCUREMENT MRCA JULIET
BalasHapushttps://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843686
-
RESMI : PROCUREMENT MRCA SURABAYA
https://sirup.inaproc.id/sirup/rup/detailPaketPenyedia2020?idPaket=66843682
-
KAYA = KAAN - RAFALE - KF21 - KIZILELMA –
M364FA - GARIBALDI - FMP - PPA - ISTIF
===================
===================
MISKIN = F18 BATAL - BLACKHAWK BATAL - NSM BATAL - CUT BUDGET
-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
2011 Najib Razak Ahmad Zahid Hamidi
2015 Najib Razak Hishammuddin Hussein
2018 Mahathir Mohamad Mohamad Sabu
2020 Muhyiddin Yassin Ismail Sabri
2021 Ismail Sabri Hishammuddin Hussein
2022 Anwar Ibrahim Mohamad Khaled Nordin
-----------------------------------
Malondesh’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667