10 September 2026

Army's NASAMS Ready for Operations

10 September 2026

NASAMS integrated air and missile defence (photos: Australian Army)

Army's world-class air defence capability ready for operations
Australia’s integrated air and missile defence capability has been strengthened with the achievement of Final Operational Capability for Army’s National Advanced Surface to Air Missile System (NASAMS) capability.

This milestone confirms the NASAMS has met all requirements for operational service and is ready to support Australian Defence Force (ADF) operations. 

NASAMS provides Army with a world-leading, networked air defence capability designed to detect, track and defeat a range of airborne threats, including cruise missiles, aircraft, helicopters, and drones.

The capability, delivered under the Short Range Ground Based Air Defence (SRGBAD) project, forms part of the inner layer of Defence's integrated air and missile defence architecture, which combines ships, fighter aircraft and surface-to-air missile systems to protect ADF personnel, assets and critical infrastructure.


The project also incorporates Australian-designed radar technology developed by CEA Technologies, enhancing Defence’s ability to monitor and respond to emerging threats. 

Australian industry has played a central role in delivering the capability, from integrating key components through to providing ongoing sustainment and support in Australia.

This achievement follows a phased introduction into service that included successful live-fire activities and training undertaken by soldiers from Adelaide’s 16 Regiment, Royal Australian Artillery, demonstrating the capability’s readiness for operational employment. 


Quotes attributable to Deputy Prime Minister and Minister for Defence, Richard Marles:
"The achievement of Final Operational Capability for NASAMS marks a significant milestone in strengthening Australia’s integrated air and missile defence capability.

"NASAMS provides Army with a modern, highly capable air defence system that enhances our ability to protect Australian Defence Force personnel, critical assets and infrastructure from a range of airborne threats.

"This capability reflects Defence’s commitment to ensuring the Australian Defence Force remains equipped to respond to an increasingly complex strategic environment.”


Quotes attributable to Minister for Defence Industry, Pat Conroy:
"The achievement of Final Operational Capability delivers a world-leading capability for Defence and provides a major boost to Australia's integrated air and missile defence.

"This air and missile defence capability strengthens Defence's ability to protect Australian forces from modern airborne threats, including cruise missiles, aircraft, and drones."

"NASAMS demonstrates how Defence and industry are working together to deliver advanced capability and operational outcomes for the Australian Defence Force."

"Australian-designed radar technology is a key part of this capability, highlighting the important contribution local industry makes to Australia's national security."

"This milestone marks the culmination of years of collaboration between Defence, Australian industry and international partners to deliver a world-class air defence system for the Australian Army."

8 komentar:

  1. BUKTI IQ SUPER MALONYET ...........
    -------------------------------
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    -------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malaysia Today / Naval News)
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malaysia / Kemenlu Malaysia)
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    -------------------------------
    PEMECATAN PROFESOR
    • Kasus UIAM: Kampus resmi memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026 dan mencabut hak penggunaan gelar profesor dari universitas tersebut. (Malay Mail / SCMP)
    -------------------------------
    KEBIJAKAN NEGARA
    • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
    • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
    • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
    • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
    -------------------------------
    SKANDAL TOKOH & POLITIK
    • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari asal Inggris. (BBC)
    • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan mantan Miss Moscow. (NST)
    • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang bermotif politik. (SCMP)
    • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan seorang staf politik. (Reuters)
    • Anwar Ibrahim: Catatan hukum dan rekam jejak panjang terkait kasus sodomi I dan sodomi II. (BBC)
    -------------------------------
    SKANDAL MILITER
    • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral aktivitas terlarang tentara bersama wanita di barak. (Kompas)
    • Korupsi Panglima: Mantan Panglima AD ditangkap MACC atas dugaan suap senilai RM2,4 juta. (NST)
    -------------------------------
    • Modernisasi Tambal Sulam: Pagu dana minim ~1% PDB (RM15–18 Miliar) memaksa militer mencicil sedikit senjata dari berbagai negara, menyisakan jet tempur, kapal perang, dan artileri tua beroperasi melewati batas usia aman.
    • Krisis Logistik O&M: Alokasi pemeliharaan yang kecil (<25%) memicu penumpukan jet tempur rusak, kapal mangkrak di galangan, serta anjloknya tingkat kelaikan terbang armada utama.
    • Struktur Militer Keropos: Sebesar ~60% anggaran habis terserap untuk komponen kaku gaji dan pensiun veteran, menciptakan postur militer yang padat personel namun minim persenjataan taktis.
    • Amblasnya Kesiapan Tempur: Pembatasan logistik bahan bakar menghancurkan jam latihan prajurit, membuat alutsista canggih hanya ada di atas kertas tetapi lumpuh untuk dimobilisasi di lapangan.
    • Celah Ketertinggalan Regional: Ketidakmampuan mendanai hanud dan drone membuat militer kehilangan daya pukul taktis di tengah ekspansi masif kapal selam dan jet generasi baru tetangga ASEAN.
    ________________________________________
    πŸ“° Sumber Berita Resmi
    • [The Military Balance - IISS]: Data komparasi global mengenai ketimpangan alokasi belanja operasional dan merosotnya kesiapan tempur regional ASEAN.
    • [Stockholm International Peace Research Institute - SIPRI]: Catatan stagnasi belanja modal pertahanan akibat kaku dan besarnya beban anggaran gaji pegawai negeri sipil militer.
    • [Jane's Defence Weekly]: Kajian teknis mengenai celah kapabilitas taktis matra laut-udara dan inefisiensi sistem pemeliharaan logistik akibat krisis suku cadang.
    • [Global Firepower Index]: Laporan peringkat kekuatan militer yang menyoroti kelemahan mobilitas taktis dan ketertinggalan teknologi persenjataan domestik.
    • [Nota Anggaran Belanja Negara]: Laporan resmi rincian persentase pemangkasan pos pemeliharaan (O&M) demi menutup biaya jaminan hari tua veteran.

    BalasHapus
  2. BUKTI IQ SUPER MALONYET ...........
    -------------------------------
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    -------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2026. (Free Malaysia Today / Naval News)
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malaysia / Kemenlu Malaysia)
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    -------------------------------
    PEMECATAN PROFESOR
    • Kasus UIAM: Kampus resmi memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026 dan mencabut hak penggunaan gelar profesor dari universitas tersebut. (Malay Mail / SCMP)
    -------------------------------
    KEBIJAKAN NEGARA
    • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
    • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
    • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
    • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
    -------------------------------
    SKANDAL TOKOH & POLITIK
    • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari asal Inggris. (BBC)
    • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan mantan Miss Moscow. (NST)
    • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang bermotif politik. (SCMP)
    • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan seorang staf politik. (Reuters)
    • Anwar Ibrahim: Catatan hukum dan rekam jejak panjang terkait kasus sodomi I dan sodomi II. (BBC)
    -------------------------------
    SKANDAL MILITER
    • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral aktivitas terlarang tentara bersama wanita di barak. (Kompas)
    • Korupsi Panglima: Mantan Panglima AD ditangkap MACC atas dugaan suap senilai RM2,4 juta. (NST)
    -------------------------------
    • Anggaran Absolut Terendah: Dana militer mandek di RM15–18 Miliar (~USD4 Miliar), kalah telak secara absolut dari Singapura (USD16B), Indonesia (USD13B), dan Vietnam (USD9B).
    • Jeratan Fiskal Negara: Pagu tertekan akibat utang negara yang menembus ~69% PDB, hilangnya basis pajak GST, serta tingginya volatilitas pendapatan sektor migas.
    • Komoditas Politik Pemilu: Pemerintah populis sengaja memprioritaskan subsidi jaminan sosial pemburu suara pemilu, karena belanja senjata dianggap tidak memberi keuntungan elektoral cepat.
    • Modernisasi Tambal Sulam: Keterbatasan dana memicu kegagalan akuisisi massal, memaksa militer mencicil senjata dalam jumlah sedikit dari berbagai vendor asing.
    • Kelumpuhan Logistik & Latihan: Berujung pada pembatasan jam terbang pilot, pengandalan kapal tua era 1980-an, serta anjloknya tingkat kelaikan terbang armada jet tempur utama.
    ________________________________________
    πŸ“° Sumber Berita Resmi
    • [The Military Balance - IISS]: Data perbandingan anggaran absolut, belanja per kapita, dan penyusutan inventaris persenjataan di Asia Tenggara.
    • [Stockholm International Peace Research Institute - SIPRI]: Catatan stagnasi daya beli militer global akibat kegagalan alokasi dana pembangunan pertahanan.
    • [Jane's Defence Weekly]: Analisis teknis mengenai pembengkakan biaya pemeliharaan alutsista dan krisis suku cadang kronis matra udara-laut regional.
    • [Laporan Fiskal Kementerian Keuangan]: Rincian resmi beban utang nasional terhadap PDB dan alokasi pembayaran bunga utang tahunan.
    • [Audit Kesiapan Tempur Eksekutif]: Evaluasi penurunan drastis kesiapan operasional prajurit akibat pemotongan anggaran pemeliharaan (O&M)
    .

    BalasHapus
  3. Nasam kita Ready jugak🦾

    Last Last NSM=NORWAY STπŸ“›P MISSILES ke kl haha!πŸ‘πŸ˜‰πŸ˜Ž

    BalasHapus
  4. ✅️Osi dapet NSM & NASAM
    ✅️Kita dapet NASAM,

    kok Norwegia Kensel kirim wepon ke negri🎰kasino genting???
    kahsiyan banana repablik tak dianggap fenting haha!πŸ˜†πŸ€£πŸŒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. selain malondesh tidak dianggap penting, erling haaland khawatir apabila rudalnya dipasang di kapal salah potong maharogolelah bakalan failur.
      karena erling haaland tau malondesh itu bodoh

      Hapus
  5. Balasan
    1. weeww afgan amat om esen haha!πŸ˜‚πŸ˜„πŸ˜‰

      Hapus
  6. Nasam nya Malaysia ada tidak ya eh tidak ada ternyata

    Hahaha....

    BalasHapus