26 Juni 2018

TNI AL Maksimalkan Pengawasan Maritim dengan Pesawat Tanpa Awak

26 Juni 2018


Ujicoba UAV LSU-02 diatas KRI (photo : Lapan)

SURYA.co.id | SIDOARJO - TNI AL bakal memaksimalkan skuadron UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau pesawat tanpa awak untuk memperluas jangkauan pengawasan wilayah maritim Indonesia.

Menurut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, skuadron UAV akan dikombinasikan dengan unsur patroli maritim guna mengawasi wilayah-wilayah yang selama ini belum tercover.

"Seperti kita ketahui, penerbangan AL merupakan suatu kepanjangan mata KRI atau unsur-unsur kapal atas air dalam melakukan pengawasan dan pantauan wilayah maritim Indonesia," kata Kasal usai upacara Hari Penerbangan TNI AL di apron hanggar Lanudal Juanda, Senin (25/6/2018).

Skuadron UAV disebutnya bakal sangat membantu penerbangan TNI AL mengcover wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.


Ujicoba Schiebel 100 vertical UAV (photo : TribunBatam)

Selain efektif, biayanya juga tidak mahal.

"Ini juga bisa sebagai solusi sebelum kita mampu membeli pesawat-pesawat tambahan untuk penerbangan TNI AL," sambung Siwi Sukma Adji.

Dengan memaksimalkan operasional skuadron UAV, diharapkan jangkauan penerbangan TNI AL bakal lebih jauh dan semakin luas.

Utamanya dalam mengawasi wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau oleh KRI maupun penerbangan AL.

"Semoga penerbangan Angkatan Laut terus berkontribusi terhadap pembangunan nasional. Khususnya dalam menunjang poros maritim sebagai jembatan udara Nusantara," harap Kasal di Hari Penerbangan Angkatan Laut ke-62 tersebut.


TNI AL segera mendapatkan hibah ScanEagle UAV dari AS (photo : wiki)

Sebelum Upacara Parade dan Defile dalam puncak peringatan HUT ke-62 Penerbangan TNI AL digelar, sempat dilaksanakan penyematan Brevet Kehormatan Penerbang kepada Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji oleh Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja dengan prosesi khas Penerbang Angkatan Laut di Apron Base Ops Lanudal Juanda.

Sementara upacara peringatan Hari Penerbangan TNI AL dilaksanakan dalam bentuk parade dan Defile, serta dimeriahkan pertunjukan drama kolosal yang menceritakan sejarah Bandara Waru Juanda.

Tak hanya itu, ada juga berbagai demonstrasi yang menampilkan Heli Banner, Fly Pass Pesud G-36 Bonanza, Heli EC-120B Colibri, Heli BO-105 Bolkow, Heli Bell-412, Heli AS-565 Mbe Panther, Pesud Cassa NC-212, Pesud CN-235 dan KA- 350 King Air.

(Surya)

11 komentar:

  1. Nah mendingan pakai yg unmanned begini..
    Low cost..

    Sekalian pak sonar bawah laut di pintu2 masuk Indonesia biar kasel kita gak perlu ngeronda wara wiri tiap hari.

    Gw malah fokus sama LandCruiser VX dibelakang nya tuh... cakep bener... mehong juga sih 2 sampai 2.5 Milyar per unit... seharga Komodo kali yak ?

    Kalau Anoa setau gw per unit Rp 12 Milyar versi basicnya, Komodo gak tahu harganya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Byuuh..
      Segitu milyar itu dah anti peluru ya mas.. :D

      Hapus
  2. UAV-LSU-02 adalah buatan indonesia lho

    BalasHapus
  3. dron2 gini slain buat surveilen, bisa buat nuntun rudal gak yak?
    klo bisa kan seru haha!

    BalasHapus
  4. buat tni al yg cocok ya sceibel itu bisa mendarat di semua kapal

    BalasHapus
  5. Bravo TNI AL, tp sebaiknya TNI AL juga fokus thd babi2 aseng yg nyusup ke nkri. Juga tdk hanya tni al, tp juga tni ad, tni, al dan polisi juga mengintensifkan pengawasan thd babi-babi aseng. Oh ya, jangan lupa kpd seluruh anggota asli nkri jangan mau milih pemimpin spt si jothefrogsikacungaseng. Kl kalian milih dia wah siap2 saja kalian jd babu dan jongos di negeri kalian sendiri, sementara babi2aseng jadi majikn kalian. Jd intinya kalian hrs bangkit dan ingatkan kpd para pejabat dan aparat nkri, jangan sampai kena suap dan sogok dr babi2 aseng. Ingat sesungguhnya babi2 aseng itu makhluk guoblog, tp mrk punya keahlian yg sangat berbahaya yaitu, suap alias sogok.
    Waspada, waspada, waspada .....ancaman babi2 aseng yg akan merusak kesatuan dan persatuan nkri !!!!!

    BalasHapus
  6. hibah bersyarat, scan eagle mesti ditugaskan di area laut china selatan dan Indonesia mesti berbagi info ke AS mengenai pergerakan angkatan laut china..

    BalasHapus
  7. Hibah scan eagle kpn smpe ny ini.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus