23 Juni 2018

DBM to Evaluate Acquisition of AFP Modernization Projects

23 Juni 2018


If needed the number of equipment could be reduced to comply with budget (photo : FNSS)

MANILA -- While stressing that the list of equipment it wants for Horizon Two of the Revised Armed Forces of the Philippines Modernization Program is final, it is still up to the Department of Budget and Management (DBM) to evaluate and decide which platform to acquire first, a defense department official said Thursday.

Department of National Defense (DND) spokesperson Arsenio Andolong said the list of equipment will still be evaluated by the DBM, which will then locate the possible source of funding and prioritize the acquisition of the platform.

The DND, if needed, can also reduce the number of equipment it has shortlisted for Horizon Two, to comply with the PHP300 billion stipulated for the procurement of military equipment scheduled for 2018 to 2022.

Horizon One was implemented from 2013 to 2017 and resulted in the acquisition of the three Del Pilar-class frigates, 12 FA-50PH light-lift interim fighters, two strategic sealift vessels, to name a few. Horizon Three is slated for 2023 up to 2028.


AFP wish list for Horizon 2 with the budget PHP 300 billlion ($5.6 billion) (image : MaxDefense)

"In the case of (diesel-electric) submarines, we can get just one or two, if needed, and for the multi-role fighters, we don't need to get the whole squadron (12 aircraft). We can just get six, we can comply with the budget," Andolong said in Filipino.

Equipment slated for acquisition during Horizon Two are towed and self-propelled howitzers, multiple launch rocket systems, armored recovery vehicles, five support vehicles, tactical radios, ground mobility equipment (light, medium, heavy), individual weapons, crew-served weapons, and night-fighting equipment for the Army; multi-role fighters, radar systems, and light and medium lift aircraft.

Also to be acquired are heavy lift helicopters, unmanned aerial vehicles, helicopters (attack and combat utility), special mission and long-range patrol aircraft for the Air Force; frigates, corvettes, submarines, amphibious assault vehicles, anti-submarine helicopters, attack crafts, medium lift helicopters, and multi-role vessels for the Navy.

Also being eyed are combat engineer, force protection, explosive ordnance disposal, chemical biological radiological nuclear, humanitarian assistance and disaster relief and medical equipment.

(PNA)

108 komentar:

  1. iki opo ono tenannan duit'e philippine?? smua arep podo d beli..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akeh mas, duit gambar semar mesem... :D

      Yaah, semua berawal dari angan, trus ngimpi, trus nglindur, trus kejedot...hwekekek.. :D

      Hapus
    2. Duit semar mesem wes ra dicetak mas....saiki gantine duit sing ono tulisane #2019gantidemenan😍

      Hapus
  2. Berikut ini yang RI bisa suply :

    ARV - pakai Anoa tipe Recovery
    FSV - pakai Badak
    Individual weapon pakai SS2 Pindad
    Ground mobility equipment - light pakai komodo bisa.
    Light utility aircraft - N219, NC212
    Medium utility aircraft - CN235
    Attack craft - KCR 40, KCR 60.
    Corvette - KCR 60 yang diupgrade
    MRV - LPD.

    Xixixi ayo inhan RI, Filipin menunggumu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ketinggalan om submarine PT PAL,frigate PT PSL,roket RHan Pindad,bomb PT sari bahari,boat RHIB PT Lundin n IFX PT DI gk disebutin om

      Hapus
    2. Ini dia antek yahudi aseng....hehe ....mau lari kemana luh ? ...kalau gak punya harta jarahan bakal di usir dari singapore !

      Hapus
    3. Teroris malon seperti lu yang biasa nya antek Yahudi.. profesor hamas aja di bunuh di Malon kerja sama mosad dan teroris Malon πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    4. Bacot lu ken jorok,sukanya ngerusak blog aja

      Hapus
    5. Kita liat komunis dan yahudi yata sudah menebar terror menyusun kekuatan di singapore adu domba dengan malaysia setelah melemah mereka dengan nudah bisa masuk mengusai tanay nusantara .

      Hapus
    6. husss huss uda tau mreka mendekat, ente malah kabur leha2 ke amrik, nikmatin smua fasilitas kapitalis punya opa donal, gt khan om antiembalgo haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      itu namanya ente cari salmet sendiri gak bela negara, eh sasuai nama ente bkn om salmet haha!😊😊😊

      minal aidin buat samua, mari saling memaafkan, kita mulai lg dari awal ..lha haha!😜😜😜

      Hapus
    7. Ken goblok yang tukang adu domba ya elu .. udah rasis goblok pula πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
  3. So it isn't final as what max defense mentioned. Subs r expensive. U will need to sacrifice a few items if u want subs. They should shift it to horizon 3. That way they can focus on the other projects. The minimum number of fighters to form a squadron is 18. 24 is a full squadron.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Correction. The minimum number of fighters in a squadron is 12. 18 is your typical standard size of a squadron.

      Hapus
    2. It is better they build sub infrastructure first, or if the infrastructure already exist ex Subic US military base, it is better they will buy second-hand submarine first than the new one.

      Hapus
    3. Yes i read from the blog that they do not have infrastructure to support subs. Yet alone larger ships in their arsenal.

      Hapus
    4. Lha itu apa, bekas pangkalan AL AS yg di subic bay om ben....

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  4. Pilihan mantap philipina

    Black tiger Pindad cocok sebagai pilihan utama pengadaan medium tank di negara anda

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas essen,

      Yang dicari itu light tank bukan medium.

      Jadi nggak cocok mas.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Sekelas scorpion / AMX-13...
      Atau Wiesel..? Qiqiqiqi :D

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. Syang bngt klo pinoy msih trus bertumpu d light tank..

      Hapus
  5. "Semua Keinginan dan Cita Cita itu berawal dari Mimpi..
    Dan Mimpi itu asalnya dari Tidur.

    Untuk menggapai Cita Cita marilah kita perbanyak Tidur agar bisa mendapatkan Mimpi mimpi tersebut"

    Salam otewe kasur
    - Mat Rampit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nek mas smiling angel tilem mas bro, kecuali ono sandingane..


      Qiqiqi

      Hapus
    2. Nek sing niku malah marakkne angel merem mas....

      Hapus
    3. Yoi mas..
      Sanajan merem-melek-merem-melek..njur 'ndledhek.. :D

      Qiqiqiqi

      Hapus
    4. πŸ˜‚....rutinitas "ngelepi" sawah mas, asal udu sawahe tonggo

      Hapus
    5. Nek sawahe tonggone yo ojo mas..
      Nek nambah sawah rapopo..(yen wani)..

      😁
      πŸ‘•πŸ‘Great!
      πŸ‘–

      Hapus
    6. Luwung nunggu ono sing nggaduhke sawah wae mas....ra kakehan ragad😍

      Hapus
    7. Hwekekekk..
      Ning sawah werengen, arep tho..?
      Murah kok njaluk slamet mas.. :D

      Qiqiqiqi

      Hapus
    8. Yo.....angger ra kekerepen le ndangir masπŸ˜‚

      Hapus
    9. #nom-noman opo rung tau ndangir sawahe tonggo....

      Hapus
  6. Bagaimana kabar perkembangan tank black tiger.kapal selem.rhan.kcr60.pkr.ifx.ssv.klewang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah baca lupa dimana mas.
      Black Tiger abis lebaran mau test ledak.. mungkin July Agustus.. targetnya sih akhir tahun 2018 udah keluar sertifikasi kelulusan karena TNI sudah ngebet order 50 unit.

      Kapal Selam yg ketiga masih dirakit di PT.PAL, infonya September selesai atau paling lambat akhir tahun 2018.

      RHAN gak tahu progressnya.

      KCR60 kayane masih buat lagi 3 unit.

      PKR belum ada kabar akan dibuatkan seri 3 dan 4 atau langsung naik kelas ke Destroyer.

      IFX masih belum ada kabar.

      Klewang infonya kemarin sudah ada yg kasih reportase bentuknya sudah hampir rampung mas.

      Tunggu aja sambil ngopi2 mas sama kita2 hehehehehe

      Hapus
    2. Kang @super
      Bari nguduuud ngebul sareung ngopi
      Yuuuuk aah

      Hapus
    3. Tahun ini, sudah masuk di anggaran 2018, ada pembuatan 10 KRI (paling kecil KCR 60 sebanyak 3 unit, yang lain lebih gede dari itu tapi bukan LST).

      Sedang anggaran 2016,2017 ada pembuatan kapal2 kecil seperti KAL PC 28 puluhan kapal,KRI 8xx PC 40 sebanyak 42 unit, 4 LST. Total ada 130 kapal menggunakan APBN 2016,2017.

      Soal PKR, beberapa bulan lalu ada anggota dewan yang keceplosan 4 fregat yang baru kita beli dari Belanda seharga total usd 700 juta, kalau lengkap asesori usd 900 juta.

      Destroyer kelihatannya baru tahun depan.

      Hapus
    4. Wueeh, 4 fregat lengkap asesori usd 900 juta..?

      Gak tekor tuh londo mas..?

      Qiqiqi..


      Hapus
    5. Mas TN jadi lanjut ya PKR seri 3 dan 4 ?
      Kalo baca rencana awalnya malah TNI AL niatnya mau bangun 6 unit PKR.

      Kalau lanjut mari sama sama tangan kita tengadahnya keatas sambil mengucapkan "Alhamdulillah" ditutup oleh meraup muka.

      Hapus
    6. Welkeehhh....di Tukang Ngitung ganti lapak ngibul disini, lapak yg lama sdh nda laku hitungan ngibulnya....wkkkkkkkk

      Total ada 130 kapal menggunakan APBN 2016,2017....wkkkkkkkkk...yg realistis aja bro hitungannya. Itu duit apa daun jati.?
      Coba dihitung brp duit harga 130 kapal itu.?


      4 fregat yang baru kita beli dari Belanda seharga total usd 700 juta, kalau lengkap asesori usd 900 juta.....?????

      Itu kapal fregate apa krepek tempe boss.?
      Tolong dijelaskan disini, biar nda ngayal tok hitungan anda boss...wkkkkk

      Hapus
    7. Si Choko ini pasti Ruskye...

      Sori bukan usd 700 juta tapi usd 800 juta, jika ditambah asesoris usd 900 juta.

      Yang ngomong anggota dewan teuku rifki :

      Menurut Riefky, untuk menjaga keamanan dan kedaulatan tersebut, biayanya sangat mahal. Contohnya, empat Kapal Freegat yang baru dibeli dari Belanda harganya mencapai USD800 juta atau sekira Rp9,3 triliun, belum termasuk aksesorisnya. Bila ditambah aksesoris harganya mencapai USD900 juta atau setara Rp10,5 triliun.

      Linknya :

      https://nasional.sindonews.com/read/1269242/14/komisi-i-dpr-nilai-butuh-anggaran-besar-perkuat-pertahanan-indonesia-1514425017

      Trus tentang 130 kapal itu,

      Ini linknya :

      https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/uu-apbn-dan-nota-keuangan/


      Coba download yang apbn dan nota keuangan 2016

      Buka halaman 137

      Cari matra laut.

      Lihat jumlahnya 130 unit.

      Contoh KAL PC 28 harganya hanya 33,3 milyar rupiah per unit di tahun 2016, ini linknya :


      https://www.indomiliter.com/palindo-marine-pc-28-kapal-patroli-cepat-litoral-dengan-teknologi-rcws/

      Kalau dikurskan saat itu ke usd adalah usd 3 juta per unit harga KAL PC 28 meter.

      KRI 8xx PC 40 harganya mungkin mirip dengan KCR 40 hanya 73 miliar rupiah per unit di tahun 2014.

      Ini linknya :


      https://jakartagreater.com/menteri-pertahanan-resmikan-lima-kapal-perang-ri-di-batam/


      Hapus
    8. Trus tentang 42 unit KRI PC 40, pakai anggaran 2 tahun. Ini linknya :

      http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/gNQxqmwK-tni-al-targetkan-memiliki-42-kapal-pc-40

      Tertulis :

      Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Sopandi mengungkapkan, dari 42 KRI kelas PC-40 yang ditargetkan TNI AL, 16 kapal telah rampung pengerjaannya di awal 2017.

      "Anggaran pembuatan seluruh kapal PC-40 ini berasal dari APBN 2015-2016. Diharapkan, pengerjaan seluruh kapal dapat rampung 2017 hingga 2018 sehingga dapat dioperasikan untuk memperkuat pertahanan wilayah perairan Indonesia," kata Ade usai meresmikan KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861 di Pelabuhan Batuampar, Batam, Kamis 30 Maret 2017.

      Sori bukan dari apbn 2016,2017 tetapi dari apbn 2015,2016.

      Hapus
    9. Yg 4 biji kapal seharga 900 jeti dollar itu, 4 korvet sigma class mas bro....

      Hapus
    10. Tuh, semua ada sumbernya toh ?

      Gue kagak ngibul sebab ada sumbernya semua.

      Sumbernya valid, anggota dewan, website kemenkeu, wawancara ksal tahun lalu.

      Hapus
    11. 4 korvet sigma usd 680 juta.

      http://defense-studies.blogspot.com/2009/05/tni-al-beli-4-korvet-belanda-sepakati.html?m=1

      Kalau 4 PKR Sigma lengkap asesories usd 900 juta.

      900/4 = 225 juta per unit

      LENGKAP ASESORIES bukan berarti lengkap amunisi.

      Tolong dibedakan.

      Hapus
    12. Asesories : segala macam radar, optik, antena dan sonar plus meriam utama plus peralatan keselamatan plus torpedo tube plus combat management system plus dudukan rudal plus dudukan secondary gun plus decoy.

      Tapi tanpa rudal dan peluncurnya dan secondary gun.

      Hapus
    13. Ane cuma bandingin ama PKR yg kalo ga salah sebijinya $280 jeti plus ToT, pas jaman itu.. πŸ˜‹

      Hapus
    14. Ehh $220 jeti ding..


      Karakteristik utama dari PKR Sigma 10514 :

      Harga/Unit : USD 220.000.000,00
      Waktu Penyelesaian 49 bulan
      Panjang : 105 meter
      Lebar : 14 meter
      Tinggi : 3,7 meter
      Berat : 2400 ton
      Kecepatan : 28/18/14 knot
      Jarak Jelajah : 5000 NM (kec 14/18 knot) selama 20 hari
      Awak : 100 dan 20 akomodasi cadangan
      Kemampuan Jelajah di laut sampai Sea State 5
      Helipad : 1 unit dengan maksimum berat 10 ton

      Jadi yg dibilang $900jeti dapet 4 itu kok masyuk akal yaa..?

      Qiqiqi...

      Hapus
    15. Kalo beneran, syukur daah... :D

      Hapus
    16. Jadi dari beberapa link di atas, kira2 berapa alutsista laut untuk ALRI yang sudah dibeli rezim ini sampai sekarang ?

      Sekitar 80an unit KAL dan Patkamla.
      42 unit PC 40, KRI 8xx.
      4 unit LST.
      1 unit LPD.
      1 + 3 unit KCR 60.
      4 unit PKR.

      Hapus
    17. Setelah LPD yg skrg selesai dah pasti mo buat LPD lagi tuh mas, speknya khusus..pernah ada beritanya.. :D

      Hapus
    18. Saya ngebayangin saat kapal2 kecil yang 40 meter atau kurang dari 40 meter, selesai dibangun oleh galangan swasta.

      Kemungkinan galangan swasta bakal dapat kerjaan keroyokan bikin KCR, OPV dan korvet.

      Jika 1 unit PC 28 bobotnya 75 ton maka 80 x 75 = 6000 ton.

      Jika 1 unit PC 40 bobotnya 248 ton maka 42 x 248 = 10416 ton.

      6000 + 10416 = 16416 ton.

      Jika 1 korvet pengganti Parchim bobotnya 1600 ton maka :

      1646 / 1600 = 10

      Bisa dapat minimal 10 korvet tambahan yang bisa dikerjakan keroyokan oleh galangan swasta selama 4 tahun.

      Hapus
    19. Tuh khan si Choko Poliplinplan aka Ruskye diem.

      Begitu disebut linknya, diem tuh si tua ompong peyot Ruskye.

      Kerjanya nyinyir aja tapi kurang baca si Choko Poliplinplan itu, dia hanya baca berita tentang THR, kenaikan gaji PNS dsb, tapi kerja kagak malah bisnis sagu sendiri.

      Hapus
    20. Knp hrs diam....wkkkkkj

      Yg Pertama saya bukan Ruskye, tp choko...catet ya bro...hehe

      Yg kedua, ente baca yg bener itu nota keuangan biar kagak salah tafsir, soalnya ane demen banget sama org yg salah tp ngotot...hehehe

      jumlah pengadaan KRI, KAL, Alpung, Ranpur, dan Rantis sebanyak 130 unit.

      Jd totalnya semua jenis ada 130 unit. Bukan cuma kapal saja mas bro tetapi ada rantis dan ranpur termasuk didalamnya.

      "berapa alutsista laut untuk ALRI yang sudah dibeli rezim ini sampai sekarang ?

      Sekitar 80an unit KAL dan Patkamla.
      42 unit PC 40, KRI 8xx.
      4 unit LST.
      1 unit LPD.
      1 + 3 unit KCR 60.
      4 unit PKR.
      ----------------------------------
      Rezim ini.? Gak salah bro.? Kalo selesai pembuatannya pada masa pemerintahan ini, itu yg betul. Jng melintir fakta bro. PKR dibangun jaman kapan, LPD yg mana ini, 42 unit PC 40 hasil pemerintahan ini.? Baca yg teliti lg bro....wkkkkkk

      Kebanyakan nyerap ilmu abang ente si DR sih, jd hayalan tingkat tinggi.

      Itu dulu lah bantingannya, yg lain gugur dng sendirinya. Saya tunggu penjelasannya. Nda pake ngotot yaa...wkkkkkkk

      Hapus
    21. Bung TN

      Kalo ente masing ngotot menterjemahkan link Kemenkeu sebagai 130 kapal thn 2016, coba kita hitung

      Kita anggap saja harga kapal terkecil KAL PC 28 harganya hanya 33,3 milyar rupiah per unit
      130 kapal x 33 milyar = 4.26 T total jumlahnya.

      Kita cocokan dng anggaran TNI AL thn 2016 di link ini :

      https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/2406615/dapat-anggaran-rp-119-triliun-tni-al-beberkan-pengadaan-2016

      Sisanya nombok dmn donk....hehe

      Hapus
    22. Eit, lihat tuh kata Pak KSAL, seluruh PC 40 (sebanyak 42 unit) ini dari apbn 2015-2016.

      Tahun 2015-2016 jaman rezim siapa Choko aka Ruskye ?

      130-42 = 88 unit

      4 PKR tambahan seperti keceplosannya si anggota dewan.

      Coba lihat berita tambahan 4 fregat :
      https://jakartagreater.com/tni-al-pesan-4-tambahan-kapal-frigate-sigma/

      Itu di bulan Juli tahun 2015 lho.

      Bulan Juli 2015 itu jaman rezim siapa Choko aka Ruskye ?

      Anggap anggarannya muncul di 2016.

      88-4 = 84

      LST 4 unit sedang dibangun di DRU sekarang.

      Sekarang itu di jaman rezim siapa Choko alias Ruskye ?

      84 - 4 = 80

      Yang 80 unit itu untuk pembangunan KAL dan Patkamla mulai tahun 2016.

      Coba elu hitung berapa banyak PC 28 dan KMC 18 yang jadi sejak tahun 2016 plus berapa yang menyusul di tahun 2018 ini ?

      Tahun 2016 itu jaman rezim siapa Choko alias Ruskye ?

      LPD yang mana ? Lha yang sekarang sedang dibikin di PT PAL yang foto terakhirnya sedang dicat.

      1 + 3 KCR, 1 adalah KRI Kerambit dan 3 adalah KCR yang sekarang sedang dibangun di PT PAL.

      Soal Ranpur dan rantis, apa ada pembelian sejak 2016 untuk marinir ?

      BTR 4 memang diantar tahun 2016, tapi pembeliannya khan bukan di tahun 2016 melainkan di tahun sebelumnya entah 2014 atau 2015, yang pasti tidak di tahun 2016 sebab butuh waktu minimal setahun, jadi btr 4 tidak masuk dalam 130 unit ini.

      BT-3F baru diumumkan untuk dibeli bulan Agustus tahun 2017, oleh sebab itu juga tidak masuk dalam kelompok 130 unit ini.

      MLRS Vampir sudah datang di tahun 2016 jadi nggak mungkin dibeli di tahun 2016 juga, karena itu tidak mungkin masuk dalam 130 unit ini.

      Jadi kesimpulannya :

      130 unit itu kapal semua.

      Biaya 6-7 trilyun untuk kapal lokal dan 10,5 trilyun untuk PKR. Dibagi 2 tahun anggaran.


      Elu itu kalo baca YANG TELITI plus ELU ITU MUSTI RISET YANG BENER.

      Hapus
    23. Indonesia ordered 5 BTR 4 for marine corps in 2013.

      https://www.globalsecurity.org/military/world/ukraine/btr-4-sales.htm



      Hapus
    24. Menurut SIPRI pembelian MLRS 122 mm, di tahun 2014.

      Jadi walau datangnya di tahun 2016, pembelian tahun 2014.

      Nggak masuk di apbn 2015-2016.

      Hapus
    25. Soal mau nombok di mana, ingat ada pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri, alias bayar dp dulu, mbayarnya nyicil.

      Hapus
    26. Saya jawab satu2 Ntung....hehehe

      "Eit, lihat tuh kata Pak KSAL, seluruh PC 40 (sebanyak 42 unit) ini dari apbn 2015-2016."
      -------------------------------
      Kalo 2016 memang benar, lalu anggaran 2015 disusun kapan dan ditetapkan kapan Ntung.? 2015 jg.? Pahami penyusunan anggaran Ntung. Kenapa nda ente klaim sekaluan Apache dan 2 unit PKR martadinata class.? Kan itu thn 2017 dan 2018 datangnya....hehehe
      Jadi jng bicara rejim kalo urusan anggaran bro....pamali atuh. Karena pengadaan alutsista itu bersifat multi years penganggarannya.Artinya kalo kontrak ditandatangani sekarang, pembayaran DP bergantung pada SPMK (Surat Perintah Melaksanakan Pekerjaan), pembayarannya fisik pengadaan sesuai realisasi. Artinya jika dianggarkan thn 2015 dan 2016 berarti ada fisik yg selesai pd thn 2015 dan 2016 krn sifat pendanaan multi years tsb.
      Ingat Ntung pemerintah menganut sistim barang datang baru dibayar.
      Baca statmen KSAL di link ini :


      https://m.detik.com/news/berita/3113162/tni-al-teken-154-kontrak-pengadaan-barang-dan-jasa-senilai-rp-11-t

      Hapus
    27. Utk BTR 4 dan RM70 sdh terjawab diatas ya Ntung.

      Jng lupa Ntung, rantis yg datangnya bareng dng RM70 Vampir. Ini dia barangnya.

      https://www.google.com/amp/www.indomiliter.com/aligator-4x4-master-rantis-amfibi-pendukung-observasi-tembakan-rm70-vampir-marinir/amp/

      Itu dibayar thn 2016 jg lho Ntung...hehe

      Hapus
    28. "Soal mau nombok di mana, ingat ada pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri, alias bayar dp dulu, mbayarnya nyicil."
      ----------------------------------
      Berarti ente kagak baca tuntas link kemenkeu yg ente rujuk sendiri Ntung. Ente bacanya setengah2 sih....hehehe

      Buka halaman 142 Ntung disitu ada tabel II.4.9

      BELANJA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
      MENURUT SUMBER DANA

      Ok Ntung.? Jd jangan harapjan lg dana jatuh dari bulan Ntung. Semua jenis pinjaman baik Luar Negeri maupun Dalam Negeri harus tercantum dalam NOTA APBN, karena harus disetujui bersama antara Eksekutif dan Legislatif.
      Trus dana dr mana lagi yg ente maksud Ntung?

      Hapus
    29. Soal mau nombok di mana, ingat ada pinjaman dalam negeri dan pinjaman luar negeri, alias bayar dp dulu, mbayarnya nyicil.

      Hapus
    30. Kok diulang lg Ntung.? Pasti nda dibaca tabelnya. Atau pura2 nda nemu.? Wkkkkkkkkk

      Hapus
    31. Lho lho lho betul khan ini si Ruskye...

      Kalo Pak KSAL bilang dari 2 tahun anggaran itu ya jangan elu ingkari toh ?

      Elu itu kalo mau tahu berapa perkiraan anggaran 2 tahun, elu musti baca APBN dan RAPBN 2 tahun itu.

      Pinjaman dalam negeri di RAPBN 2015, 2016 berapa di situ ?

      Pinjaman dalam negeri itu murni untuk alutsista lho.

      Trus, ada lagi pinjaman luar negeri di RAPBN 2015, 2016 berapa ?

      Trus pinjaman luar negeri di RAPBN 2015 dibagi berapa item, salah satu di antaranya untuk MEF. Secara kasar bagilah untuk berapa item itu, dapat perkiraan pinjaman luar negeri untuk MEF.

      Trus untuk RAPBN tahun 2016, hitung caranya seperti yang di tahun 2015, supaya dapat perkiraan pinjaman luar negeri untuk MEF.

      Sesudah itu, jumlahkan pinjaman dalam negeri di 2 tahun itu, plus perkiraan bagian untuk MEF di 2 tahun, trus dijumlahkan, totalnya ada berapa.

      Namun ada juga pembelian alutsista dengan dana tunai, dana tunai ini biasanya untuk DP, dana tunai ini yang kita nggak bisa perkirakan KECUALI ada berita seperti yang kamu sadur linknya, yaitu untuk AL alutsista 950 milyar.

      Lalu sesudah itu, silakan renungkan apa cukup itu untuk 130 kapal kecil dan besar termasuk 4 PKR, plus sekian rantis dan ranpur untuk matra darat, plus untuk kesiapan terbang sekian pesawat matra udara, sebagaimana disebut di APBN 2016.

      Hapus
    32. 1 lagi supaya mata elu kebuka ya Ruskye...

      Coba download dan buka apbn 2018, di halaman 444, cari matra laut, ada disebut disitu 2 item yaitu dukungan kesiapan dan modernisasi.

      Dukungan kesiapan : alat sensor, alat bidik, amunisi, spare parts, peluncur (sebagian disebut asesories oleh anggota dewan tadi).

      Modernisasi alutsista dan non alutsista, perkiraan 3/4 alutsista dan 1/4 non alutsista. Cari dulu yg 3/4nya.

      Tambahkan dukungan + 3/4 modernisasi, dan tambahkan 2015, 2016.

      Trus bandingkan antara total anggaran kemhan per tahun 2015, 2016 di situ dengan APBNP 2015, APBNP 2016, ada selisih sekian trilyun.

      Tambahkan selisihnya di 2015 dan 2016 pada penjumlahan 2 item tadi.

      Total hasilnya 22,8 Triliun lebih.

      Cukup khan untuk pengadaan matra laut 130 kapal yang 6-7 Triliun untuk lokal dan 10,5 Triliun untuk pengadaan 4 unit PKR ?

      Sisanya bisa untuk penyelamatan orbit satelit dan tambahan biaya bbm.

      Dari sini juga ketahuan alasannya mengapa pengganti F5 tidak segera diteken di tahun 2015 dan 2016, sebab prioritasnya di pengadaan kapal2 130 unit terlebih dulu.

      Hapus
    33. Pemerintah menganut sistem barang datang baru bayar.

      Itu betul.

      Makanya di APBN ada penarikan pinjaman (nambah hutang) dan pembayaran pinjaman (cicilan) sehingga kadang-kadang bayar pinjamannya lebih gede dari penarikan pinjaman.

      Misalnya untuk pembelian NASAMS.

      Pemerintah narik dulu pinjaman dari bank asing supaya mereka menjamin pembelian itu. Trus saat barang datang 3 tahun lagi, pemerintah baru bayar cicilannya ke bank itu.

      Jadi untuk kasus 4 fregat yang usd 900 juta itu, pemerintah menarik pinjaman dari bank asing sebagai penjamin, saat menarik pinjaman itu munculah penggunaan anggarannya di 2016, kemungkinan barangnya baru datang sekitar tahun 2020.

      Hapus
    34. Nda usah muter2 Ntung.
      Ente sebutkan 130 kapal di anggaran 2016, padahal sdh jelas anggaran 2016 spt yg disebutkan KSAL beserta kontraknya.

      Dari pada ente muter2 ngelesnya, sampe alasan penggantian F5.segala, mendingan ente sebutin satu persatu nama2 kapal yg 130 itu yg dianggarkan melalui nota APBN 2016.Bukankah setiap kapal yg dibangun pasti diberi penamaan dan nomor lambung. Babar dimari 130 kapal itu nama2nya. Yg baru lho yaa.? Jng ente ikutkan kri fatahila dan Frigate OSW class ...hehehe

      Mari dibabar, saya tunggu kebenaran datanya....wkkkkkkk

      Jng melakukan pembodohan lg terhadap para fans boy Military disini dng hitungan khayalan ente bro....hehehe

      Hapus
    35. Lho lho lho kok minta disebutin namanya dan nomor lambungnya segala.

      Gue itu orang sipil biasa, bukan yang bikin nama kapal apalagi nomorin kapal.

      Gue itu pakai pendekatan hitungan dari data di berita, publish angka resmi dari apbn dan dari wawancara media.

      Yang mbocorin 4 fregat itu khan bukan gue tapi anggota dewan, yang bilang data 42 PC 40 itu dari anggaran 2 tahun itu khan bukan gue tapi dari ksal, yang gue sebutin angka sekian ada di halaman sekian itu khan ada di publish resmi nota keuangan apbn yang ada di situs resmi kemenkeu.

      Kemenkeu aja cuma berwenang mempublish angka nota keuangan resmi dan bukan nama dan nomor lambung kapal.

      Mosok elu minta gue melangkahi wewenang kemenkeu menyebut nama dan nomor kapal yang baru ?

      Elu hitung aja sendiri, kapal-kapal baru AL (termasuk yg paling kecil) yang jadi di akhir tahun 2015, sepanjang 2016, 2017, 2018, 2019, 2020 ( tidak termasuk GNR dan REM, dan 3 kapal selam).

      Jadi gue minta elu hitung kapal baru dari akhir tahun 2015 s/d akhir 2020 nanti. Itu sudah masuk 130 + 10 = 140 unit kapal baru (termasuk patkamla KMC 18 meter, KAL PC 28 meter, PC 40 meter, Patkamla 12 meter, LST, LCU, LPD, OPV, Mine hunter, PKR tapi tidak termasuk 2 PKR awal). Berapa pun panjangnya, kalau itu bisa terapung dan bisa bergerak di laut dan berbentuk seperti kapal, itu termasuk dalam kategori kapal dan masuk dalam hitungan 130+10 = 140 kapal.

      Jadi 140 kapal itu bukan hanya KRI tetapi juga KAL dan Patkamla. Sebagian sudah jadi dan sebagian besar belum jadi. Mosok situ maksa saya nyebutin nama dan nomor lambung kapal yang belum jadi juga ?

      Elu itu sakit jiwa ya ?

      Hapus
    36. ...CHOKO dan TN, kalian berdua tuch ngerebutin CEWEK CANTIK atau DODOL BULUKAN...sich ?


      ...penggemar senjata Rusky


      vs


      ...penggemar senjata NATUO - BURIKA


      Xixixixixixi :D

      Hapus
    37. Ngeles lagi.....wkkkkkkk

      Kalo sdh terpojok, kata2 kasar langsung muncul....hihihi...sdh tabiat rupanya....wkkkkkk

      "Sedang anggaran 2016,2017 ada pembuatan kapal2 kecil seperti KAL PC 28 puluhan kapal,KRI 8xx PC 40 sebanyak 42 unit, 4 LST. Total ada 130 kapal menggunakan APBN 2016,2017"
      --------------------------------

      Disuruh nyebutin aja gak bisa, disuruh sebutkan jumlah masing2 type jg gak mau, pake alasan melangkahi wewenang kemenkeu segala. Apa hubungannya...bro..bro...nama2 kapal dng kemenkeu.
      Inventaris kapal (penamaan dan penomoran) itu domainnya kemenhan bro.

      Asal ente tau saja, pemerintah tdk pernah membeli alutsista dng jumlah banyak sekaligus yg nilai per unitnya besar, kecuali alutsista darat yg nilai per unitnya kecil.
      Apalagi 130 unit kapal diplot dalam satu tahun anggaran, itu mustahil. Statement Menhan sdh jelas, beli alutsista sedikit2 berdasarkan kemampuan anggaran, mylti years.

      Tp berhubung ente sdh salah menterjemahkan anggaran 130 unit dalam Nota APBN, makanya utk mengalihkan kesalahan, ente komennya muter2 dr tadi, sampe nyerempet ke anggaran 2018, 2019, 2020....hehehe

      Jika memang 130 unit kapal spt koment ente yg menafsirkan NOTA APBN 2016 tentu ente bisa sebutkan jumlah masing2 type walaupun bukan nomor dan namanya, sehingga jumlah diperoleh 130 unit.....hehehe
      Wasallam bro...ingat bro...nda perlu keluar kata2 kasar jika berargumen. Itu mencerminkan kelas ente dalam berdiskusi.....wkkkkkkkkkkk
      Salam buat abang ente si DR semoga kaleng krupuk gripiknya diminati walaupun tdk dibeli....hehehe

      Hapus
    38. Lho lho lho,

      Kasar gimana lha wong gue cuma tanya Elu sakit jiwa ya.

      Dari 130 unit itu saya hitung berdasar berita yang ada baru jadi sekitar 47 unit dari semua varian.

      Lha elu tanya aneh2, minta nama dan nomor lambung segala.

      Pak KSAL sendiri bilang khusus untuk 42 unit PC 40, "Diharapkan, pengerjaan seluruh kapal dapat rampung 2017 hingga 2018 sehingga dapat dioperasikan untuk memperkuat pertahanan wilayah perairan Indonesia."

      Lha kalo saya berharap supaya 130 unit ini jadi di 2020 apa salah ?

      Hapus
    39. Trus yang elu bilang pemerintah tidak pernah beli alutsista dalam jumlah banyak.

      Lha itu, ada 130 disebut di apbn 2016.

      Berarti sudah dianggarkan toh walau mungkin dibagi di 2015, 2016.

      Trus yang elu bilang nyebut tahun anggaran di 2016,2017 bukankah sudah saya koreksi jadi 2015,2016 baca lagi tuh komentar saya dari atas yang ada kata sorinya.

      Hapus
    40. Terus yang elu bilang tahun anggaran 2018, 2019, 2020 itu maksud saya bukan anggarannya, tapi tahun kedatangannya alutsista itu.

      Sama seperti pak ksal yang bilang pake anggaran tahun 2015,2016 tapi berharap tahun 2017,2018 alutsistanya sudah datang.

      Hapus
    41. Lha itu, ada 130 disebut di apbn 2016.

      Berarti sudah dianggarkan toh walau mungkin dibagi di 2015, 2016.
      -----------------------------------
      Dari awal sdh ane katakan penaFsiran ente ini yg saya koreksi, karena bunyi Nota Keuangan APBN 2016 jelas :

      "jumlah pengadaan KRI, KAL, Alpung, Ranpur, dan Rantis sebanyak 130 unit."

      Dan itu penganggaran di 2016, tidak ada kaitannya dng 2015, krn utk 2015 dibahas dlm Nota Keuangan APBN 2015.

      Satu lagi yg perlu ente ketahui, bahwa kalimat dlm Nota APBN itu berkekuatan hukum pada setiap nomenklaturnya. Artinya jika berbunyi "pengadaan KRI, KAL, Alpung, Ranpur, dan Rantis", maka anggaran yg dialokasikan adalah utk pengadaan KRI, KAL, Alpung, Ranpur, dan Rantis. Bukan hanya dibelikan KRI atau KAL saja.

      Jng membuat penafsiran sendiri yg dpt menyesatkan penafsiran bagi yg awam.
      Kesalahan penafsiran inilah yg ente coba pertahankan berdasarkan imaginasi ente yg dipaksakan dng argumentasi yg berbelit belit.

      Dalam anggaran pemerintah, jika bunyi kegiatannya adalah beli gula, garam dan cabe maka dananya harus dibelikan gula, garam dan cabe. Tidak bisa dibelikan salah satu saja. Kecuali dirubah dalam APBN Perubahan. Jika tidak maka akan menjadi temuan BPK sebagai penyalahgunaan anggaran.

      Hayooo...masih ngeles apalagi.? Masih nda mau mengakui.? Masih mau ngotot jg.? Jng melenceng dr pokok perdebatan, ok.....wkkkkkkkkk

      Hapus
    42. Terus yang elu bilang tahun anggaran 2018, 2019, 2020 itu maksud saya bukan anggarannya, tapi tahun kedatangannya alutsista itu.
      -----------------------------------
      Saya tidak maembahas tahun kedatangan. Karena aturannya jelas, Kapan barangnya diperkirakan akan datang maka anggarannya disiapkan pada tahun tersebut.

      Sekali lagi yg saya koreksi penafsiran ente tentang anggaran 130 unit kapal di tahun 2016 itu, yg notabene bunyinya bukan spt itu di APBN 2016. Dan tidak dibagi di 2015 jg

      OK broo.? Hayooo...mau melenceng kemana lg.? Jng sampe melenceng bahas kaleng krupuk gripik yaa...wkkkjkk

      Hapus
    43. Lha kalo saya berharap supaya 130 unit ini jadi di 2020 apa salah ?
      ------------------------------
      Saya bukan menyalahkan harapan ente, tp saya mengoreksi penafsiran ente tentang 130 kapal di APBN 2016

      Hapus
    44. Wes ndak usah di itung2....terima saja....dan bersyukur..

      Hapus
    45. Ruskye bilang :

      Kapan barangnya diperkirakan akan datang maka anggarannya disiapkan pada tahun tersebut.

      -----------------------------------

      Lho Pak KSAL yang bilang lho, anggarannya 2015, 2016. Diharapkan selesai tahun 2017,2018.

      Dari situ saja udah jelas, kalau dianggarkan duluan trus dibeli pakai pinjaman dari bank entah dalam negeri atau luar negeri, trus kemudian barangnya datang beberapa tahun kemudian.

      Jadi anggarannya dulu disiapkan trus barangnya dipesan pakai jaminan bank (alias pakai minjem duit dulu dari bank) trus barang datang beberapa tahun kemudian.

      130 unit itu nggak ada rantis ataupun ranpurnya, sebab belum ada pemberitaan akuisisi ranpur/rantis untuk AL di tahun 2016.

      Jadi kesimpulan saya tetap : 130 unit itu kapal semua entah besar (114 meter dan 123 meter) atau kecil (42 meter, 28 meter) atau sangat kecil (18 meter, 12 meter).

      Hapus
    46. Sorry 120 meter bukan 123 meter.

      Hapus
    47. Sory lagi 105 meter bukan 114 meter.

      Mata udah ngantuk.

      Hapus
    48. Trus tentang 42 unit KRI PC 40, pakai anggaran 2 tahun. Ini linknya :

      http://m.metrotvnews.com/sumatera/peristiwa/gNQxqmwK-tni-al-targetkan-memiliki-42-kapal-pc-40

      130 unit itu nggak ada rantis ataupun ranpurnya, sebab belum ada pemberitaan akuisisi ranpur/rantis untuk AL di tahun 2016.
      ----------------------------------
      Masih aja kyat ngelesnya....wkkkkkk
      Sdh jelas2 130 unit itu disebut di Anggaran 2016, bukan ada di 2015
      Kalo memang dibagi 2 tentu anggaran th 2016 pasti mengatakan " terbagi dr anggaran 2015 dan 2016"
      Dan sdh jelas2 ada pengadaan rantis dan ranpur di 2016.....wkkkkkk

      Kalo memang sebatas kesimpulan, artinya berdasarkan kira2 anda saja. Sementara aturan main APBN sdh jelastolok ukur penganggarannya. Jd jng menggiring opini fans boy seolah itu hitungan pasti. Lebih baik ente sampaikan bahwa itu perkiraan ente saja artinya bukan realnya. Bukan real aja segitu ngototnya...sampe ngimong sakit jiwa segala.....wkkkkkk

      Lalu tentang 42 unit pc40, memang benar ada pengadaannya, tp bersifat multy years, bukan hanya 2 thn. Kalo 2 th aja bakal gak kebagian itu belanja alutsista yg lain.

      Dari situ saja udah jelas, kalau dianggarkan duluan trus dibeli pakai pinjaman dari bank entah dalam negeri atau luar negeri, trus kemudian barangnya datang beberapa tahun kemudian.
      -----------------------------------
      Gak ada itu dlm sistim anggaran pemerintah utk dianggarkan duluan trus dibeli pakai pinjaman bank, emangnya kridit motor ente....wkkkkkk
      Kalo sifat multy years, disusun kebutuh brp unit yg dpt dibeli ditahun pertama baru dihitung dananya, begitu sampai tahun keberapa yg diinginkan. Lalu jumlah dana total berapa yg dibutuhkan. Share APBN murninya brp dan pinjaman banknya beraoa. Pinjaman bank ini yg diajukan besarnya sbg Loan yg siap dicairkan sesuai target tahun pembelian. Apabila ada pergeseran maju atau mundur penggunaan dananya, dana telah stanby. Iru yg disebut stanby loan. Begitu mekanismen penganggarannya boss....wkkkkkkk

      Jd tolong dipahami proses penganggaran dan aturan.mainnya dulu. Baru bicara hitung2annya. Ok bro....????

      Masih jg nda terima kenyataan.? Wkkkkkkkk

      Hapus
    49. Di Pemerintahan gak ada itu dianggarkan duluan trus dibeli melalui pinjaman bank baru barangnya datang beberapa tahun kemudian....lha kok enak bener, aturan dr mana itu. Tolong sebutkan aturannya.?

      Utk permulaan pengadaan yg dianggarkan dana utk DPnya saja, begitu tahun berikutnya barang datang, baru dianggarkan pd tahun tersebut, krn dananya bentuk stanby loan.
      Ente aja kredit motor, barangnya ente pake duku sambil ngangsurkan.....aya aya wae ente mah....wkkkkkkkk

      Hapus
    50. eh...anu, gak jd dech haha!πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

      Hapus
    51. Hahaha....knp anunya bung palu.?

      Hapus
    52. lefas om haha!πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

      Hapus
    53. Gak ada itu dlm sistim anggaran pemerintah utk dianggarkan duluan trus dibeli pakai pinjaman bank,

      _---------------------------------

      Lihat contoh pembelian NASAMS di tahun 2017 kemarin.

      Apakah NASAMSnya sudah datang ?

      Belum khan ?

      Tapi apakah transaksi pembelian sudah ada ?

      Begitu order ditanda tangani saat itu terjadi transaksi.

      Apakah sudah dianggarkan ?

      Sudah di tahun 2017.

      Jadi NASAMS datangnya kapan ?

      2021.

      Pakai apa ?

      Pakai pinjaman dari Bank Exim Norwegia.

      Jadi dari contoh ini tetap aja saya berpendapat bahwa 130 unit itu dianggarkan di tahun 2016, walau jadinya di 2017,2018,2019,2020.

      Berhubung kagak ada berita akuisisi ranpur/rantis untuk marinir di tahun 2016, maka 130 unit yg disebut di tahun 2016 tidak ada ranpur dan rantisnya, melainkan kapal semua baik besar maupun kecil (all varian).

      Berita akan diakuisisinya BT-3F baru muncul di agustus tahun 2017. Jadi pasti tidak pakai anggaran 2016.

      Hapus
    54. Gak ada itu dlm sistim anggaran pemerintah utk dianggarkan duluan trus dibeli pakai pinjaman bank,

      _---------------------------------

      Lihat contoh pembelian NASAMS di tahun 2017 kemarin.

      Apakah NASAMSnya sudah datang ?

      Belum khan ?

      Tapi apakah transaksi pembelian sudah ada ?

      Begitu order ditanda tangani saat itu terjadi transaksi.

      Apakah sudah dianggarkan ?

      Sudah di tahun 2017.

      Jadi NASAMS datangnya kapan ?

      2021.

      Pakai apa ?

      Pakai pinjaman dari Bank Exim Norwegia.

      Jadi dari contoh ini tetap aja saya berpendapat bahwa 130 unit itu dianggarkan di tahun 2016, walau jadinya di 2017,2018,2019,2020.

      Berhubung kagak ada berita akuisisi ranpur/rantis untuk marinir di tahun 2016, maka 130 unit yg disebut di tahun 2016 tidak ada ranpur dan rantisnya, melainkan kapal semua baik besar maupun kecil (all varian).

      Berita akan diakuisisinya BT-3F baru muncul di agustus tahun 2017. Jadi pasti tidak pakai anggaran 2016.

      Hapus
    55. Salah lagi ente.....wekkkkkkk
      Masih ngeyel dia...hehehe

      Kok enak bener gaya jualan spt itu. Pabriknya untung besar duit setorannya mengendap di bank dpt bunga lg.....wkkkkkk
      Pembeli konyol itu

      Nih saya jelasin.
      Pembelian NASAMS 2017 itu, dianggarkan Loan nya, yg merupakan sharing APBN. Kalo yg ente pikir itu terjadi transaksi, itu adalah pembayaran uang muka alias DP yg dibayarkan melalui dana Share APBN nya.
      Kalo nda bayar DP, gimana pesanan mau dibuat. Masa hal yg kecil gini aja ente gak paham2. Ngeyel tok.
      Stanby loan nya yg merupakan pinjaman dari bank akan dicairkan pada saat barang telah dikirim. Barulah pada saat itu pengganggaran terjadi di APBN melalui penarikan dana pinjaman bank tersebut, dan saat itulah mulai dihitung tempo kreditnya.
      Emangnya ente mau bayar cicilan + bunga banknya terus selama barangnya blom datang2.? Ngawur pool ente.

      Kalo ente beli motor kredit, pasti bayar DP dulu kan. Maka dianggap terjadi transaksi dan baru barang boleh diambil.jika barang blom datang alias inden, emang ente sudah harus terkena pembayaran cicilan? Trus apa langsung dibayar oleh pihak leasing.? Gak mungkin mau pihak leasing bayarnya klo blom ada serah terima barang...sdh ngotot pool masih jg salah....wkkkkk

      Hayooo...siaspkan bahan eyelan lg sampe ngotot keluar urat leher...wkkkkkkk

      Hapus
    56. Berita akan diakuisisinya BT-3F baru muncul di agustus tahun 2017. Jadi pasti tidak pakai anggaran 2016
      ----------------------------------
      Lha itu RM70 Vampire dan rantisnya yg datang thn 2016 apa dapat hibah gratisankah.?...wkkkkkkk
      Ngawur pool msh ngeyel...hehe
      Takut image sbg Tukang Ngitung nda dipercaya lagikah.? Kok sampe ngotot nyeruduk terus walaupun salah.?....wkkkkkk
      Opo meneh alasan yg mau dikarang.?

      Hapus
    57. Berhubung kagak ada berita akuisisi ranpur/rantis untuk marinir di tahun 2016, maka 130 unit yg disebut di tahun 2016 tidak ada ranpur dan rantisnya, melainkan kapal semua baik besar maupun kecil (all varian).
      ---------------------------------
      Tidak mungkin gak ada pembelian rantis dan ranpur, jika tertuang dalam Nota APBN. Itu produk perundang undangan bung. Yg tertuang didalam situ hrs dilaksanakan kecuali telah dirubah dlm Nota APBN Perubahan. Jika tidak, itu menjadi temuan BPK

      Kok ngotot sampe nabrak perundang undangan segala....wkkkkkkk

      Hapus
  7. adminnya mengigau...
    di situs aslinya ga ada gambar tank Pindad/FNSS, bahkan juga sama sekali tidak disebutkan nama Indonesia....
    😁😁😁😜😜😜

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga boleh ngambek ya min...πŸ˜πŸ˜œπŸ™

      Hapus
    2. true, but u may see prev sessions. admin upload a picture of sokor helicopter here.
      but actually there was no surion heli news inside pna media but bell.

      by next days, another pn media said, surion helicopters being considered by the Philippine government for acquisition. lol good job admin

      Hapus
  8. Terkait informasi bahwa sejak 2015 sampai 2018 kita sudah berhasil membuat 80 Kapal perang (campuran PC, KRI, KCR) sejujurnya cukup mengagetkan.

    Asli dikepala saya cuma kepikiran setahun produksi max 5 kapal saja. Jadi cukup surprise juga... sebetulnya ini informasi kategori rahasia mestinya yaa.. karena project KCR 60 dan 90 meter ini agak susah dipantau SIPRI, jadi berapa jumlah yg diproduksi memang agak susah terekspose seperti saat kita membuat PKR Sigma Class.

    Tools buat deteksi jumlahnya paling melihat data import launchers rudal dari China (seri C-***), dari situ bisa kebaca brp jumlah KCR (kapal pembawa rudal) yg akan dibuat.

    Project strategis memang agak sulit dideteksi jumlahnya... seperti Anoa atau Komodo dan Badak...karena made in Indonesia maka susah ditemukan angka resminya di Sipri... angka sesungguhnya pasti jauh diatas yg ditulis resmi karena terkait rahasia pertahanan negara seperti berapa jumlah drop bomb yg sudah dibuat sendiri oleh Indonesia sampai skrg pun masih belum bisa diketahui pihak negara lain meski Indonesia sudah start produksi cukup lama.

    Kalau jumlah Tank Harimau Hitam nanti masih bisa didetect terkait import Turret nya.. kecuali Turretnya nanti bikinan sendiri... nah ini baru susah lagi didetectnya

    Hehehehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang 90 meter nanti belum dibikin mas, buat ganti Parchim.

      Hapus
    2. Ternyata aku nda diem tuh....hehe

      Hapus
  9. ...SANGAT DRAMATIS, disaat timnas Jerman sangat membutuhkan POIN dan malah kalah 0 - 1...ech Jeremy Boateng dapat RED CARD...


    ...tapi syukurlah Marco Reus dan Toni Kross jadi PEMBEDA dan PENENTU kemenangan 2 - 1...


    ...goodluck timnas Jerman :D

    BalasHapus
  10. Emmm....kabarnya lagu syantiek lebih dulu populer di malaysia dibanding dinegri kita ya?

    Pantas aja si babu2000 sama kenarok sekarang sering bergoyang syantiekπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. ...Ekonomi, Militer, Industri Musik...MALON kalah telak sama Indonesia dan industri musik Indonesia sangat BERVARIASI nggak menjenuhkan tidak monoton kaya malon...


      ...kalau Olah Raga masih bisa bersaing lach...


      ...lagu2 yang paling Ane BENCI sedunia adalah lagu2 MALON, kecuali 1 yaitu lagu2nya SITI NURHALIZA Xixixixixixi :D

      Hapus
  11. Masuk SIPRI gak nih ?

    https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4080888/diekspor-ke-india-berapa-harga-bus-made-in-indonesia?_ga=2.131968783.162486157.1529720386-1502985529.1501868097

    BalasHapus
  12. Naahh.. ini nih bisa dieksport juga ke Philipina... berita 2014.

    http://www.militerhankam.com/2014/01/truk-peluncur-roket-6x6-produksi-pt.html?m=1

    BalasHapus
  13. is that list valid?
    if so, no anti air system to cover from airstrikes.
    i think they would need one, even for shorad system

    BalasHapus
    Balasan
    1. and of course they would need more radar.

      Hapus
  14. ...Khairunissa alias NISSA SABYAN penyanyi POP GAMBUS memiliki suara merdu, bening dan indah...


    ...teruslah berkarya dhe, semoga hidupmu seindah suaramu... Aamiin :)

    BalasHapus

  15. KABAR BAIK!!!

    Saya selalu berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan peminjam yang meminjamkan uang tanpa membayar terlebih dahulu.

    Jika Anda mencari pinjaman, perusahaan ini adalah semua yang Anda butuhkan. setiap perusahaan yang meminta Anda untuk biaya pendaftaran lari dari mereka.

    saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah SUZAN INVESTMENT COMPANY. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir Rp35 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Tanpa biaya transfer,
    Pembayaran yang fleksibel,
    Suku bunga rendah,
    Tanpa biaya pendaftaran,
    Layanan berkualitas,
    Komisi Tinggi jika Anda memperkenalkan pelanggan

    Hubungi perusahaan: (Suzaninvestment@gmail.com)

    Email pribadi saya: (Ammisha1213@gmail.com)

    BalasHapus