11 Desember 2022

Kisah Hibah Pesawat Pembunuh MiG Yang Pernah Jadi Andalan AURI

11 Desember 2022

F-86 Avon Sabre TNI AU (photo : TNI AU)

JAKARTA, Tajuk24.com - Pasca Presiden Soekarno jatuh dan digantikan oleh Jenderal Soeharto sebagai Presiden, selesai pula mesra' kita dengan blok Timur.

Paska Soekarno turun, semua senjata TNI  yang awal sebagian besar dari Blok Timur atau Soviet.

Setelah gonjang - ganjing G30S/PKI selesai, alat utama sistem senjata yang dari Soviet akhirnya banyak tak terpakai karena masalah suku cadang. Terlebih bagi Angkatan Udara Republik Indonesia yang hampir semua pesawat meraka tak bisa dipakai.

F-86 Avon Sabre TNI AU (photo : TNI AU)

Sampai akhir nya pada tahun 1973, TNI Angkatan Udara menerima hibab pesawat yang dijuluki Mig Killer atau pembunuh MiG karena kiprahnya di perang Korea.

Seperti dilansir dari aviahistoria.com, Indonesia resmi menerima hibah pesawat tempur CAC (Commonwealth Aircraft Corporation) CA-27 atau yang dikenal sebagai Avon Sabre dari Australia pada tahun 1973, tapi kondisinya dalam keadaan tumpul alias tidak bersenjata.

Bagi TNI-AU (Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara) kehadiran pesawat tempur ini bagaikan angin segar karena pasca runtuhnya Orde Lama, banyak alutsista (peralatan sistem senjata) buatan Pakta Warsawa praktis tidak dapat dioperasikan lagi karena tidak ada suku cadang.

F-86 Avon Sabre TNI AU (photo : TNI AU)

Bagi RAAF (Royal Australian Air Force) yang telah memiliki pesawat tempur supersonik Dassault Mirage III, hibah ini bagian dari menyingkirkan pesawat tempur generasi sebelumnya sekaligus alat politik membina kembali hubungan diplomatik dengan Indonesia pasca Kampanye Dwikora.

Proyek pengadaan Avon Sabre ini berkode Garuda Bangkit, dimulai lewat pengiriman teknisi pada tanggal 30 Mei 1972. Setelah itu baru dikirim pilot untuk dilatih terbang di William­stown RAAF Base, Sydney. Pilot-pilot ini pula yang menerbangkan Avon Sabre menuju Pangkalan Angkatan Udara Iswayudi, Madiun dari Williamstown setahun kemudian.

Bagi sebuah angkatan udara yang pernah menjadi yang terbesar di belahan bumi selatan dan mengoperasikan pesawat tempur supersonik MiG-21 “Fishbed”, keberadaan Avon Sabre eks Australia ini bagi TNI-AU adalah langkah mundur. Tapi begitulah kenyataan pahit pada masa itu.

F-86 Avon Sabre TNI AU (photo : dutchaviationsupport)

Dengan kecepatan maksimalnya hanya 700 mph atau sekitar Mach 0.8, tidak mungkin Avon Sabre dijadikan pesawat penyergap. Kecepatan ini bahkan di bawah kecepatan maksimal pesawat jet penumpang milik GIA (Garuda Indonesian Airways), Convair CV990A Coronado yang sanggup melesat sampai Mach 0.9. Tidak heran terlontar lelucon, “pesawat Garuda lebih cepat daripada pesawat TNI-AU”.

Lebih parah lagi, pesawat tempur yang populer saat Perang Korea ini dihibahkan tanpa dipasang senjata. Politik damai Australia memang demikian, tidak mau memberikan pesawat kombat–sebatas pesawat angkut atau latih–kepada negara-negara sahabat. Seandainya yang dihadiahkan pesawat tempur sekalipun seperti Avon Sabre, persenjataannya sudah dilepas atau dinonaktifkan. Walaupun “tumpul” bukan TNI-AU namanya kalau tidak berusaha untuk mengasah lagi si pedang melengkung ini demi pertahanan dan keamanan negara.

Deretan pesawat F-86 Avon Sabre (photo : 70 years Indonesia-Australia)

Di era kepemimpinan KSAU (Kepala Staf Angkatan Udara) Marsekal Saleh Basarah dan lewat Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan) TNI-AU, Avon Sabre dipersenjatai kembali. Usaha pertama adalah memasang dan mengaktifkan persenjataan internalnya.

Beda dengan Sabre produksi North American, Amerika Serikat atau Canadair, Kanada yang bersenjata internal enam senapan mesin Browning kaliber 12,7 mm, Sabre produksi CAC dipasang sepasang meriam Aden 30 mm. Relatif mudah diaktifkan kembali senjata ini, karena tipe meriam ini merupakan salah satu persenjataan udara standar NATO (North Atlantic Treaty Organization). Meriam buatan Royal Small Arms Factory asal Inggris ini selain Avon Sabre, dipasang pula di pesawat tempur terkenal seperti Hawker Hunter. Suku cadang dan peluru gampang diperoleh. Terlebih lagi karena senjata internal, pengujian aspek aerodinamik pesawat tidak terlalu diperlukan.

64 komentar:

  1. Balasan
    1. arek suroboyo11 Desember 2022 pukul 14.42
      Mantappp

      "Bagi sebuah angkatan udara yang pernah menjadi yang terbesar di belahan bumi selatan dan mengoperasikan pesawat tempur supersonik MiG-21 “Fishbed”, keberadaan Avon Sabre eks Australia ini bagi TNI-AU adalah langkah mundur. Tapi begitulah kenyataan pahit pada masa itu."

      Kok mantap? Langkah mundur itu mantap? Sigh makanya Indo ngak bisa maju2 yah mundur malah di puji.

      Hapus
  2. Jet tempur konsep dari Jerman
    Blok timur (USSR) menghasilkan Mig-19 dan blok barat (USA) menghasil F-86

    BalasHapus
  3. Yang pasti RIAU mau gabung MALAYSIA..... Mantap...

    Negeri ke 15

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reka2 cerita korang beruk, saya di kepri tak nak gabung dengan makhluk beruk semenanjing terkutuk

      Hapus
    2. Yang pasti didepan mata yang mau pisah dari Semenanjing Medini Sabah dan Sarawak Gempork 😀 ..

      Hapus
  4. Gusar Bupati Meranti, Ancam Gabung Malaysia dan Angkat Senjata


    Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Meranti M Adil mengancam angkat senjata dan bergabung menjadi bagian Malaysia karena merasa pemerintah Republik Indonesia tak mau mengurusi wilayah dan rakyatnya.

    Pernyataan itu disampaikan Adil dalam acara rapat koordinasi Pengelolaan Pendapatan Belanja Daerah di Pekanbaru pada 9 November lalu.

    Dalam acara itu, Adil mempertanyakan soal dana bagi hasil (DBH) minyak di Kepulauan Meranti. Menurutnya, uang yang diperoleh tak sesuai dengan banyaknya minyak yang dihasilkan oleh wilayahnya.

    BalasHapus
  5. Mantap.... Riau sebelumnya memang didalam Kesultanan Johor

    BalasHapus
    Balasan
    1. LEBIH TEPATNYA.. KESULITAN JOHOR bekas JAJAHAN ACEH.....


      Dan JOHOR adalah KACUNG UK.. 😂😂😂😂😂😂😂😂😂

      Hapus
    2. Johor gabung dengan Singapore biar makmur yah pork

      Hapus
    3. Mau tanya, pusat kerajaan Riau lingga Johor trakhir ada dimana..... Kamu tolol kalo g tau

      Hapus
  6. Geram Soal Jatah DBH, Bupati Meranti Ancam Angkat Senjata dan Gabung Malaysia


    Bisnis.com, JAKARTA - Bupati Kepulauan Meranti M. Adil mendapat sorotan usai menyebut Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai iblis dan setan dalam Rapat Koordinasi Nasional Optimalisasi Pendapatan Daerah, di Pekanbaru, Riau, pada Kamis (8/12/2022).

    Tak hanya menyebut Kemenkeu dengan kata-kata kasar, Bupati Meranti juga mengancam akan mengangkat senjata dan bergabung dengan Malaysia. “Pertanyaannya, minyaknya banyak duitnya besar, kok dapatnya malah berkurang. Ini kenapa? Apakah uang saya dibagi di seluruh Indonesia? Makanya maksud saya, kalau bapak nggak mau ngurus kami, pusat tidak mau mengurus Meranti, kasih kan kami ke negeri sebelah [Malaysia],” tegasnya.

    BalasHapus
  7. Ayuh Riau gabung SAMA MALAYSIA....

    BalasHapus
  8. Malah apa yang dikata oleh pihak Riau mendapat sokongan warga Riau... Alhamdulilah....

    Ayuhhhh gabung....

    BalasHapus
    Balasan
    1. SEDEKAH KEMERDEKAAN =
      1. Cabinet Memorandum by the Secretary of State for the Colonies. 21 February 1956 Federation of Malaya Agreement
      2. The Parliament of the United Kingdom Federation of Malaya Independence Act 1957
      #PECUNDANG BUKAN PEJUANG, 999 TAHUN SETENGAH MERDEKA
      #RIAU BANGSA PEJUANG DAN TERHORMAT

      Hapus
    2. SALAM SABAH .........

      ====ingat hutang dari Sultan Sulu ya Lon.....

      Hapus
  9. Ternyata Warga Riau mahu bersama MALAYSIA....

    BalasHapus
  10. Riau dalam sejarah memang didalam empayar Johor Riau Lingga....

    BalasHapus
  11. Riau lebih dekat sama MALAYSIA dalam semua hal, budaya, bahasa dan sejarah ya.. Tak hairanlah warga Riau lebih memilih gabung MALAYSIA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saye warga kepulauan riau menyatakan tak sudi bergabung dengan beruk, nkri harga mati, beruk mati je lah kau

      Hapus
  12. Meranti tu cuma kecil je bagian riau, dan tak mungkin gabung kera malon semenanjing, sementara yang lebih dekat kepulauan riau je tak nak gabung ngan spesies beruk perusak bahasa melayu wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam vidio lengkapnya bupati meranti juga menambahkan bahwa itu "semua tidak mungkin terjadi"....

      Hapus
  13. GEMPURWIRA11 Desember 2022 pukul 16.46
    Riau dalam sejarah memang didalam empayar Johor Riau Lingga....

    Johor dalam sejarahnya dikuasai oleh orang indonesia.

    Pada tahun 1613, Sultan Iskandar Muda menaklukan Johor, Sultan Johor beserta seluruh kerabatnya ditawan dan dibawa ke Aceh.

    Pengeran Dipati Anum dari Jambi pada 4 April 1673 menyerang dan menaklukan kerajaan Johor.

    Pada tahun 1700 an kerajaan Johor dikendalikan orang2 Minang dan Bugis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kau mmg orang malon mmg sepantasnya kau mencari persoalan yg lain selain masalah alutssta di forum militer ini karna mmg tak ade yg bisa di ke ketengahkan atau di kemukakan ttg industri pertahanan malon yg mmg tak ade perkembangan dan kepakaran selain tipu2 dan stampal stiker jg kmampuan yg sering di paksakan malah menjadi boomerang bahan tertawaan sedunia ttg malon..itu kenyataan dan bkn utk merendahkan bangsa malon sekali lg itu fakta..

      Hapus
  14. Riau gak mungkin gabung ke negara LGBT. Riau islamnya kuat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang mudah memisahkan diri..tp kalau malon sy yakin suatu saat akan bergabung dgn ngra lain dgn melakukan voting sprti di timor leste dl karna kbodohan,kmalasan.korupsi 7g sdh mendarah daging dan .asalah2 pelik lainnya yg tak kan terselesaikan oleh mereka sehingga akan melakukan hal tersebut selain karna selalu merasa trancam dan mereka bosan berada di bawah ktiak fpda slalu dan endingnya akan seperti yg sy kemukakan di atas..tp nanti sabar ya menunggu huru hara dulu..

      Hapus
  15. Si gempork lawak terus hahaha..makin kerasukan lama2 out of topik gak jelas karena malon gak ada shoping berita sepii guys,
    Politik gaduh terus malon.


    BalasHapus
  16. Pesawat ini buat gantiin Mig series di Wing 300/Buru Sergap dan pensiun sekitar 1980-an, Wingnya dibekukan 1985. Sampai sekarang Wing 300/Buru Sergap juga masih nonaktif. Padahal jadi ikon interceptor di dekade 60-80an.

    BalasHapus
  17. Reka² cerita ya Purr....lah Sultan Johor itu asal dari Bugis...sebelum adanya Parameswara semenanjung itu tidak berpenghuni purr....kecuali orang suku semang hidup diatas pokok²ðŸ¦§ðŸ¦§ðŸ¦§

    BalasHapus
  18. TNI AU memang handal, walau senjata di preteli dgn modal kreatifitas mampu mempersenjatai dirinya dgn seadanya. BRAVO TNI AU👍😎

    BalasHapus
  19. MIG 21 YANG MASIH BARU ASLI & BAIK, SEKARANG ADA DI SALAH SATU INSTITUTE DI INDONESIA HIBAH DARI NEGARA , KEREN YA,
    ORIGINALE GOOD , THE LEGEND OF KOREAN WAR & VIETNAM WAR , MIG 21.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya awet tuh MIG-21 sample sekarang Masih ada yg pake gila padahal umurmya udah dari kapan2 they don't build stuff like they used to.

      Hapus
  20. Gempur reka2 cerita, Riau mau gabung Malasiya. Tidak ada sejarahnya wilayah indonesia dikuasai semenanjung. Yg ada sejarah penguasaan semenanjung oleh kerajaan2 di Jawa dan Sumatera. Mulai dari Sriwijaya, Mataram kuno, Majapahit, Jambi, Aceh. Atau penguadaan semenanjung oleh orang2 asal Indonesia, Bugis, Aceh, Riau, Minang dll

    BalasHapus
  21. Geng INDON kata saya reka reka cerita... Lah jelas diberita INDON yang Riau Ancam gabung sama MALAYSIA... Wkwkkwkwkwkw

    BalasHapus
  22. Akhirnya RIAU mau kembali bersama Johor.... MALAYSIA

    BalasHapus
  23. Sepi shoping malon sampai ubah2 topik

    Wkwkwk..nak bayar dulu wang sewa ke sulu

    BalasHapus
  24. Hayuu bayar wang sewa dulu ke sulu

    Huhuuhuu

    BalasHapus
  25. Sebelah makin sepii shoping..
    Wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG BAYAR HUTANG
      POLITIK GADUH
      KORUPSI DAN NE[OTISME

      Hapus
  26. Gak ada tuh hanya hal ancaman wkwkk

    BalasHapus
  27. Jom bayar wang sewa ke sulu

    Malon sepi shoping gempork kerasukan

    BalasHapus
  28. Sebelah makin bual shoping nya,
    GHoIB
    14% BUAL2

    BalasHapus
  29. Malah warga Riau juga Sokong apa pemimpin mereka katakan.... Jom gabung MALAYSIA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gempork. Makin kerasukan
      Jom sepi shoping

      Hapus
    2. RIAU itu terletak di pulau SUMATERA , Rusli tukang cebok pemukim bangla...
      Mimpi kau Sumatera gabung Malay yg cuma seupil...
      Yg ada MALAY yg di ambil Sumatera di kelak !!

      Hapus
  30. Wkwkwkkwkw..... Tunggu acheh lagi gabung MALAYSIA

    BalasHapus
  31. ACHEH dan RIAU negeri ke 15 dan 16...

    BalasHapus
  32. Sepi berita shoping sebelah

    Hohoo kasihann malon

    BalasHapus
  33. Si gsmpork miskin makin kerasukan tuh karena sepi shoping
    Wkwkwkkw

    BalasHapus
  34. Kesal DBH Migas Tak Rata, Bupati Meranti Sampai Ancam Gabung Malaysia


    PEKANBARU - Pembagian DBH Migas yang dirasa tidak merata membuat Bupati Meranti, M Adil kesal dengan pemerintah pusat, terlebih saat ini produksi minyak di Meranti meningkat cukup pesat.

    Dengan kekesalan yang kian memuncak, bahkan Adil sampai mengancam, jika pemerintah pusat tidak ada perhatian terhadap Meranti, dia meminta untuk bergabung ke Negeri Jiran yang berbatasan langsung dengan Meranti.

    "Minyak kami itu sudah 7.800 barel perhari, ini SKK Migas yang ngomong bukan saya yang ngomong sembarangan. Minyaknya banyak, kok uangnya malah jadi berkurang, apakah uangnya dibagikan ke seluruh indonesia?," tanya Adil.

    "Makanya, maksud saya kalau bapak tak mau mengurus kami, pusat tak mau mengurus meranti, beri kan kami ke negeri sebelah (malaysia), kan saya ngomong. Atau bapak tak paham juga omongan saya, atau apa perlu meranti angkat senjata, tidak mungkinkan, ini menyangkut masyarakat meranti yang miskin ekstrim, kalau bapak bilang bagi rata itu salah, dibagi rata kemana," kesalnya.

    BalasHapus
  35. Riau ikut sejarah pun memang sebahagian empayar Johor...

    BalasHapus
  36. Gempurwaria makin kerasukan karena takde berita Malon shopping, makanya elak topik terus di forum DS.kasimin Pork

    BalasHapus
  37. Semenanjung itu dulunya wilayah Sumatera ...buktinya mereka tidak ada budayanya...apalagi sejarahnya...

    BalasHapus