Singapore – ST Engineering today announced that its Commercial Aerospace business has entered into an MoU with Airbus Defence and Space to carry out a cabin modification programme for an Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Plus (A330 MRTT+) aircraft in support of the latter’s customer.
The A330 MRTT+ is the A330neo-based evolution of the combat-proven A330 MRTT aerial refuelling and transport platform. This MoU sets forth the preliminary understanding between both companies regarding the provision of engineering design, certification and aircraft modification services for the cabin modification programme.
Kevin Chow, Head of Aerostructures and Systems, ST Engineering, said, “This A330 MRTT+ cabin modification marks the latest milestone in our longstanding partnership with Airbus, which includes passenger-to-freighter conversion through our joint venture in Germany. We will build on our successful partnership in freighter conversion and tap on our extensive capabilities in integrated cabin interiors solutions to deliver a product that meets the operator’s exact specifications and mission requirements, executed to the highest standards of quality.”
Through a global network of MRO facilities and partners, ST Engineering’s Commercial Aerospace business provides integrated lifecycle solutions for cabin interiors including design and engineering, product development, cabin reconfiguration and refurbishment. It possesses rich experience and expertise in developing customised aircraft engineering programmes from bespoke engineering design to certification, supply chain management and aftersales support.
Integrated Lifecycle Solutions for Cabin Interiors (image: ST Eng)
ST Engineering is showcasing its multi-disciplinary capabilities, technology leadership and engineering excellence across the air, land, sea, digital and emerging domains at the Singapore Airshow from 3 - 8 February 2026 at the ST Engineering Pavilion (G01).
(ST Eng)



BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
BalasHapusBUKTI PRANK GORILA ....
-------------------------------
GORILA KLAIM KAYA KLAIM CASH = 2018-2026 .....
-
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
HUTANG BAYAR HUTANG
-
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
--------------------------------
"Prank Gorila" (2005–2026):
2005 (China):
Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
-
2014 (Prancis):
Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
-
2016 (Prancis):
Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
-
2017 (Pakistan):
Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
-
2018 (Indonesia):
Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
-
2022 (India/Turki/Slovakia):
Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
-
2023 (IAG Guardian):
Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
-
2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
-
2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.
prasaan seminggu ini britanya kalo gak ST ENGdr sing, ama duo fetedei, pt ess semuanya dr kite yak haha!๐๐๐
BalasHapuspertanyaannya, yg klaim iq super tinggi mana suaranya, kok lenyap!# sibuk songlapkah awal taon para pembual haha!๐คฅ๐๐คฅ
Airbus A330 Multi Role Tanker Transport Plus (A330 MRTT+) aircraft in support of the latter’s✅️customer.
BalasHapus⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
tnang..tnang..yg sabar donk, bajet mrtt kita bentar lagi ke kumpul, kleian erbas siyap2 ajah..h225m barusan kan nambah, belom h145 haha!๐ค๐๐ค
jangan kayak bowing, bertaon2 ngiklanin ex molo dimana2, kesannya maksa haha!๐คญ๐๐คญ
makanya gomen ente gausa bawel nekan tarif, bikin ribet seduniya haha!๐ค๐๐ค
yg seneng dapet kontrak kita yurop dari london, praha, paris, roma, ankara ama berlin kaan๐ฅhaha!๐ค๐ฐ๐ค
eittt warganyet seblah kalo mao NGAMUK๐ฅ dipersilakan..fisank kita banyak haha!๐๐๐
Kalau buat launch customer, artinya buat Thailand. Apa desain cabin VVIP?
BalasHapus