06 April 2026

Ujian Penerbangan Pertama ANKA-THS di Pangkalan Udara Labuan

06 April 2026

Penerbangan pertama ANKA-THS TUDM (photo: MMR)

LABUAN – Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) melalui No 11 Skuadron telah melakar sejarah baru dalam pemodenan TUDM dimana ujian penerbangan pertama pesawat ANKA-THS telah berjaya dilaksanakan di Pangkalan Udara Labuan pada petang semalam.

Ujian penerbangan selama 3 jam tersebut merupakan sebahagian daripada persediaan sebelum penyerahan aset baharu kepada pihak TUDM. Kejayaan penerbangan sulung pesawat ANKA-THS ini adalah hasil kerjasama dan koordinasi yang jitu antara Markas Pemerintahan Operasi Udara (MPOU), Markas Wilayah Udara 2 (MAWILUD 2), MTU-Perancangan & Pembangunan, Pangkalan Udara Labuan serta agensi lain seperti Civil Aviation Authority of Malaysia (CAAM), Bahagian Geospatial Pertahanan (BGSP), Suruhanjaya Komunikasi dan Multimedia Malaysia (SKMM) dan Jabatan Kaji Cuaca Malaysia (MET Malaysia).

Penerbangan pertama ANKA-THS TUDM (photo: TUDM)

Sistem pesawat ANKA-THS yang dibangunkan oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) bakal memperkukuh keupayaan Intelligence, Surveillance, Target Acquisition and Reconnaissance (ISTAR) TUDM dalam melaksanakan pemantauan strategik di Wilayah Timur serta kawasan kepentingan negara seperti Laut China Selatan.

Pesawat ANKA-THS ini mampu melaksanakan pemantauan secara tepat dalam pelbagai keadaan cuaca, siang dan malam dengan keupayaan durasi penerbangan melebihi 20 jam. Pesawat ini merupakan sebahagian daripada Fasa 1 Pelan Perolehan Strategik Pertahanan Negara (PSPN) di bawah Rancangan Malaysia Ke-12 (RMK12) serta selari dengan pelan pembangunan keupayaan TUDM melalui CAP55.

Penerbangan pertama ANKA-THS TUDM (photo: TUDM)

Perolehan aset baharu ini juga secara langsung akan meningkatkan keupayaan TUDM dan Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dalam melaksanakan operasi pemantauan strategik, pengawasan maritim serta pengumpulan maklumat perisikan, sekali gus memperkukuh kesiapsiagaan pertahanan dan kedaulatan negara.

(TUDM)

177 komentar:

  1. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
      BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
      BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
      Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
      Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
      Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
      Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
      Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
      Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
      ------------------------------------------
      2. Rudal KHAN (ITBM-600)
      KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
      Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
      Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
      Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
      Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
      Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOM : ITBM KHAN
      BOM : RAFALE
      BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.

      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    4. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    5. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -------------------------------------------
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      -------------------------------------------
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      -------------------------------------------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
      -------------------------------------------
      INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      😝GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI = ASEAN-AUSTRALIA-ASIA SELATAN-ASIA TIMUR😝

      Hapus
    6. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
      5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
      ----------------
      🔍 DETAIL PROYEK
      • MRCA (2017–2025):
      o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
      o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
      -
      • LCS (2011–2025):
      o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
      o 2022: Skandal audit terungkap.
      o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
      -
      • SPH (2016–2025):
      o 2016: Proposal SPH diajukan.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
      -
      • MRSS (2016–2025):
      o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
      o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      ----------------
      DEBT 84,3% TO GDP
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOF
      -
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      KEKANGAN KEWANGAN
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    7. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    8. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
  2. Bila MALON macam2, pangkalan militer MALON di labuan ini jadi target mudah rudal KHAN TNI. Cukup ditempatkan diperbatasan, dalam hitungan menit DUAARRRR, GEMPUR NANGIS

    BalasHapus
  3. MAKANAN EMPUK CH4 NIH ANKA BASIC MALONDESH KASTA DALIT SUBSIDI 🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  4. 3 ANKA MALAYSIA siap pusing pusing di KALIMANTAN dan SULAWESI..... maklumlah ada sistem TCAS yang mampu buat ANKA MALAYSIA terbang sejauh 1000KM....

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    4. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
  5. Video ANKA TUDM uji terbang guys.....



    Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) melalui No 11 Skuadron melakar sejarah baru dalam pemodenan TUDM dimana ujian penerbangan pertama pesawat ANKA-THS telah berjaya dilaksanakan di Pangkalan Udara Labuan pada petang semalam.


    https://x.com/Msia_Tribune/status/2040389717091565838

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      • Pusat komando dan kendali.
      • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    4. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
  6. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN
    BOMMMM : RAFALE
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    • Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    • Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    • Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    • Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    • Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
    Sistem Hulu Ledak & Pemandu
    • Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
    • Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
    • Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
    Platform Peluncur & Mobilitas
    • Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
    • Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
    Target Strategis
    Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
    • Pusat komando dan kendali.
    • Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
    • Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    • Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    • Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    • Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  7. Up beritanya admin...ini mengejutkan..... HOREYYYYY



    Malaysia becomes the first user of the Slovak EVA M2 Howitzer

    https://www.czdefence.com/article/malaysia-becomes-the-first-user-of-the-slovak-eva-m2-howitzer

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOM : ITBM KHAN
      BOM : RAFALE
      BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.

      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    2. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    3. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    4. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of Türkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ==========
      ==========
      TEMPEL STICKER DRONE CHINA
      TEMPEL STICKER DRONE CHINA
      TEMPEL STICKER DRONE CHINA
      Perusahaan MALAYDESH Malvus Sense meluncurkan CW-25H, sistem pesawat tak berawak (UAS) lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) bertenaga hidrogen listrik baru, bekerja sama dengan perusahaan UAS China JOUAV di pameran Defense Services Asia (DSA) 2024 diadakan di Kuala Lumpur dari tanggal 6 hingga 9 Mei.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance

      Hapus
    5. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of technical issues, including fleet sustainment problems, a lack of research and development, and a reliance on imported equipment.
      Fleet sustainment problems
      The MAF has a large fleet of aging aircraft that can be expensive to maintain.
      The government's defense modernization budget is limited, which can make it difficult to sustain the fleet.
      Lack of research and development
      The MAF has limited research and development (R&D) activities.
      The government has not provided clear guidance on the future strategic direction of the defense industry.
      Reliance on imported equipment
      Most of the MAF's equipment is imported from outside the country.
      The Asian Financial Crisis caused a downturn in MALAYDESH 's economy, which made imported goods more expensive.
      Other technical issues
      The MAF has faced logistic management problems.
      The MAF has faced challenges in developing its capabilities due to tight budgets and uncertain timelines.
      =============
      The MALAYDESH army has several weaknesses, including:
      • Limited defense budgeting: The MALAYDESH government has been unwilling to fund defense by cutting other government spending or reducing the size of the armed forces.
      • Outdated equipment: Most of the MALAYDESH Army's equipment was purchased between the 1970s and 1990s, and the government is unable to provide modern equipment.
      • Corruption: The MALAYDESH military has been plagued by corruption.
      • Political interference: Political leaders have interfered in procurement.
      • Lack of authority: The armed forces are generally given authority to assist relevant authorities, such as the police, in dealing with non-traditional security challenges.
      • Low ranking in military capability: According to the Lowy Institute Asia Power Index, MALAYDESH ranks 16th in military capability in Southeast Asia.
      Other challenges include:
      • The need to replace the Nuri helicopter fleet, which has seen 14 crashes with many fatalities
      • The need for the Navy and Maritime Enforcement Agency to patrol the country's maritime expanse to combat piracy, human trafficking, and smuggling
      =============
      MALAYDESH has faced several crises, including political, financial, and economic crises:
      • Political crisis
      From 2020–2022, MALAYDESH experienced a political crisis that led to the resignation of two Prime Ministers and the collapse of two coalition governments. The crisis was caused by political infighting, party switching, and the refusal of Prime Minister Mahathir Mohamad to transition power to Anwar Ibrahim. The crisis ended in 2022 with a snap general election and the formation of a coalition government.
      • Financial crisis
      MALAYDESH experienced a financial crisis when the country's economic fundamentals appeared strong, but the crisis came suddenly. The government's initial response was to increase interest rates and tighten fiscal policy, but this was not enough to correct the external imbalances.
      • Economic crisis
      MALAYDESH 's economy has faced challenges due to weak global demand and a dependence on exports. In 2020, MALAYDESH 's economy shrank by the most since the Asian crisis. In 2023, weak global demand for electronics and a decline in energy prices weighed on the economy.
      • Household DEBT crisis
      As of the end of 2023, MALAYDESH 's household DEBT-to-GDP ratio was 84.3%, with household DEBT reaching RM1.53 trillion
      MALAYDESH has faced several rice crises in the past, including in 1973–1975, the 1980s, 1997–1998, 2008, and 2023. These crises are often caused by price hikes, which are driven by supply and demand, as well as market player behavior

      Hapus
  8. Malaysia reportedly selects EVA M2 howitzer

    https://defence-blog.com/malaysia-reportedly-selects-eva-m2-howitzer/

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOM : ITBM KHAN
      BOM : RAFALE
      BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.

      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. ANKA INDONESIA = 2.500 KM
      CH4 = 2.500 KM
      -
      INDONESIA 87 UCAV ...
      -
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      Drone Anka-S yang diakuisisi Indonesia merupakan pesawat nirawak kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE) dengan jangkauan operasional yang sangat luas berkat teknologi satelit.
      Berikut adalah rincian jangkauan dan spesifikasi drone Anka Indonesia:
      -
      1. Jangkauan Operasional (Range)
      Jangkauan drone ini bergantung pada sistem kendali yang digunakan:
      Jangkauan Satelit (SATCOM): Lebih dari 2.500 km. Dengan sistem Beyond Line-of-Sight (BLOS) melalui satelit ViaSat, drone ini dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh melampaui cakrawala.
      Jangkauan Radio (Line-of-Sight): Lebih dari 250 km jika menggunakan kendali langsung dari stasiun bumi (Ground Control Station).
      -
      2. Ketahanan Terbang (Endurance)
      Durasi: Mampu terbang terus-menerus selama 24 hingga 33 jam dalam satu misi.
      Ketinggian Maksimum: Operasional hingga 30.000 kaki (sekitar 9.144 meter).
      Kecepatan: Kecepatan jelajah sekitar 110 knot (204 km/jam) dengan kecepatan maksimum hingga 117 knot (217 km/jam).
      -
      3. Status Pengadaan di Indonesia
      Kementerian Pertahanan RI memesan 12 unit drone Anka senilai USD 300 juta.
      Pengiriman: Unit pertama telah tiba di Lanud Supadio, Pontianak pada September 2025 untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan Laut Natuna Utara.
      Produksi Lokal: Dari total 12 unit, sebanyak 6 unit akan dirakit secara lokal oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai bagian dari program transfer teknologi.
      Persenjataan: Sebagai drone kombatan (UCAV), Anka Indonesia dapat dilengkapi dengan amunisi presisi seperti bom mikro cerdas MAM-L buatan Roketsan.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      12 UCAV ANKA
      The 12 Anka drones will be used by Indonesia’s Air Force, Army and Navy. The 8.6-meter (28-foot) drone can fly for about 30 hours at an altitude of 9,100 meters (29,856 feet). The Turkish Air Force has used them since 2010.
      ---------
      6 CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom
      ==================
      ==================
      GEMPURWIRA27 Februari 2026 pukul 16.01
      ANKA MALAYDESH Siap di pasang sistem TCAS.... Berkeupayaan terbang SEJAUH 1000KM guys... sekadar jalan jalan di udara kalimantan tiada masalah... 🔥🔥😎😎🇲🇾🇲🇾
      Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaydesh, katanya.
      “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km
      -
      😝2.500 KM versus 1.000 KM😝

      Hapus
  9. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
    BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
    BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
    Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
    Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
    Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
    Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
    Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
    Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
    ------------------------------------------
    2. Rudal KHAN (ITBM-600)
    KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
    Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
    Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
    Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
    Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
    Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
    Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

    BalasHapus
  10. MANA LCS SITTING DUCK....
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 10.17
    saya satu je.... sudah OKTOBER ni..kapal PPAnya mana...? HAHAHAHAH
    -
    MMW28 Oktober 2024 pukul 14.50
    Aku nak tanya satu je....PPA mana?
    Dah nak masuk bulan November dah nie....
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ----------------
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    -
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD
    ==================
    ==================
    2 PPA/MCS
    -
    1. Unit Pertama: KRI Brawijaya-320
    Status: Sudah diserahkan secara resmi dan telah tiba di Indonesia.
    Waktu Penyerahan: Diserahkan di Muggiano, Italia pada Juli 2025.
    Kedatangan: Memasuki wilayah perairan Indonesia pada September 2025 setelah melakukan pelayaran lintas samudra (ferry flight) dari Italia.
    -
    2. Unit Kedua: KRI Prabu Siliwangi-321
    Status: Resmi diserahkan kepada TNI AL.
    Waktu Penyerahan: Upacara serah terima dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Galangan Fincantieri, Muggiano, La Spezia, Italia.
    Pejabat Terkait: Diterima langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mewakili Menteri Pertahanan RI.

    BalasHapus
  11. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  12. FAKTA tak terbantah... HAHAHAHAHA



    MALAYSIA 3 BUAH ANKA

    INDIANESIA SEBUAH ANKA

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOM : ITBM KHAN
      BOM : RAFALE
      BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.

      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    4. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    5. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including corruption, outdated equipment, and a lack of authority.
      Corruption
      • The MAF has been plagued by corruption, which has undermined its combat readiness.
      • The MAF's Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document and doesn't provide comprehensive guidelines.
      • Commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
      Outdated equipment
      • Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and the 1990s.
      • The MAF's equipment is outdated and behind that of neighboring countries.
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets.
      Lack of authority
      • The MAF has limited authority, especially when it comes to non-traditional security challenges.
      • The MAF's role is generally to assist other authorities, such as the police.
      Other weaknesses
      • Political interference has undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced budgetary constraints.
      =========
      The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      • The MAF's equipment is outdated and lacks modern military assets.
      • The MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • The MAF's KD Rahman submarine was unable to submerge due to technical problems in 2010.
      Corruption
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has been plagued by corruption.
      Budgetary constraints
      • The MAF's procurement has been held back by budgetary constraints.
      • The MAF's budget is limited to 1.4% of MALAYDESH 's GDP.
      Non-traditional security threats
      • The MAF faces non-traditional security threats, such as territory disputes with neighboring countries.
      • The MAF faces non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.
      Regional strategic environment
      • The MAF needs to consider the regional strategic environment when developing its strategic perspective.
      =========
      The MALAYDESH Armed Forces (MAF) faces a number of challenges, including:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALAYDESH 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALAYDESH procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALAYDESH faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALAYDESH The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALAYDESH s are an earlier block of the HORNET MALAYDESH , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited

      Hapus
  13. Dilengkapi Radar Maritim Berkemampuan Tinggi, Drone Anka-S Malaysia Jadi Mata dan Telinga untuk Pantau Wilayah

    https://www.zonajakarta.com/internasional/6738893304/dilengkapi-radar-maritim-berkemampuan-tinggi-drone-anka-s-malaysia-jadi-mata-dan-telinga-untuk-pantau-wilayah?page=4

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
      BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
      BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
      Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
      Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
      Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
      Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
      Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
      Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
      ------------------------------------------
      2. Rudal KHAN (ITBM-600)
      KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
      Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
      Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
      Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
      Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
      Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

      Hapus
    3. ANKA INDONESIA = 2.500 KM
      CH4 = 2.500 KM
      -
      INDONESIA 87 UCAV ...
      -
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      Drone Anka-S yang diakuisisi Indonesia merupakan pesawat nirawak kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE) dengan jangkauan operasional yang sangat luas berkat teknologi satelit.
      Berikut adalah rincian jangkauan dan spesifikasi drone Anka Indonesia:
      -
      1. Jangkauan Operasional (Range)
      Jangkauan drone ini bergantung pada sistem kendali yang digunakan:
      Jangkauan Satelit (SATCOM): Lebih dari 2.500 km. Dengan sistem Beyond Line-of-Sight (BLOS) melalui satelit ViaSat, drone ini dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh melampaui cakrawala.
      Jangkauan Radio (Line-of-Sight): Lebih dari 250 km jika menggunakan kendali langsung dari stasiun bumi (Ground Control Station).
      -
      2. Ketahanan Terbang (Endurance)
      Durasi: Mampu terbang terus-menerus selama 24 hingga 33 jam dalam satu misi.
      Ketinggian Maksimum: Operasional hingga 30.000 kaki (sekitar 9.144 meter).
      Kecepatan: Kecepatan jelajah sekitar 110 knot (204 km/jam) dengan kecepatan maksimum hingga 117 knot (217 km/jam).
      -
      3. Status Pengadaan di Indonesia
      Kementerian Pertahanan RI memesan 12 unit drone Anka senilai USD 300 juta.
      Pengiriman: Unit pertama telah tiba di Lanud Supadio, Pontianak pada September 2025 untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan Laut Natuna Utara.
      Produksi Lokal: Dari total 12 unit, sebanyak 6 unit akan dirakit secara lokal oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai bagian dari program transfer teknologi.
      Persenjataan: Sebagai drone kombatan (UCAV), Anka Indonesia dapat dilengkapi dengan amunisi presisi seperti bom mikro cerdas MAM-L buatan Roketsan.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      12 UCAV ANKA
      The 12 Anka drones will be used by Indonesia’s Air Force, Army and Navy. The 8.6-meter (28-foot) drone can fly for about 30 hours at an altitude of 9,100 meters (29,856 feet). The Turkish Air Force has used them since 2010.
      ---------
      6 CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom
      ==================
      ==================
      GEMPURWIRA27 Februari 2026 pukul 16.01
      ANKA MALAYDESH Siap di pasang sistem TCAS.... Berkeupayaan terbang SEJAUH 1000KM guys... sekadar jalan jalan di udara kalimantan tiada masalah... 🔥🔥😎😎🇲🇾🇲🇾
      Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaydesh, katanya.
      “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km
      -
      😝2.500 KM versus 1.000 KM😝

      Hapus
    4. MANA LCS SITTING DUCK....
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 10.17
      saya satu je.... sudah OKTOBER ni..kapal PPAnya mana...? HAHAHAHAH
      -
      MMW28 Oktober 2024 pukul 14.50
      Aku nak tanya satu je....PPA mana?
      Dah nak masuk bulan November dah nie....
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      ----------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      -
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD
      ==================
      ==================
      2 PPA/MCS
      -
      1. Unit Pertama: KRI Brawijaya-320
      Status: Sudah diserahkan secara resmi dan telah tiba di Indonesia.
      Waktu Penyerahan: Diserahkan di Muggiano, Italia pada Juli 2025.
      Kedatangan: Memasuki wilayah perairan Indonesia pada September 2025 setelah melakukan pelayaran lintas samudra (ferry flight) dari Italia.
      -
      2. Unit Kedua: KRI Prabu Siliwangi-321
      Status: Resmi diserahkan kepada TNI AL.
      Waktu Penyerahan: Upacara serah terima dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Galangan Fincantieri, Muggiano, La Spezia, Italia.
      Pejabat Terkait: Diterima langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mewakili Menteri Pertahanan RI.

      Hapus
    5. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including corruption, outdated equipment, and a lack of authority.
      Corruption
      • The MAF has been plagued by corruption, which has undermined its combat readiness.
      • The MAF's Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document and doesn't provide comprehensive guidelines.
      • Commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
      Outdated equipment
      • Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and the 1990s.
      • The MAF's equipment is outdated and behind that of neighboring countries.
      • The government has been unable to provide the MAF with modern defense assets.
      Lack of authority
      • The MAF has limited authority, especially when it comes to non-traditional security challenges.
      • The MAF's role is generally to assist other authorities, such as the police.
      Other weaknesses
      • Political interference has undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has faced budgetary constraints.
      =========
      The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, corruption, and political interference.
      Outdated equipment
      • The MAF's equipment is outdated and lacks modern military assets.
      • The MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • The MAF's KD Rahman submarine was unable to submerge due to technical problems in 2010.
      Corruption
      • Political interference and corruption have undermined the MAF's combat readiness.
      • The MAF has been plagued by corruption.
      Budgetary constraints
      • The MAF's procurement has been held back by budgetary constraints.
      • The MAF's budget is limited to 1.4% of MALAYDESH 's GDP.
      Non-traditional security threats
      • The MAF faces non-traditional security threats, such as territory disputes with neighboring countries.
      • The MAF faces non-conventional threats, such as those that are transboundary in nature.
      Regional strategic environment
      • The MAF needs to consider the regional strategic environment when developing its strategic perspective.
      =========
      The MALAYDESH Armed Forces (MAF) faces a number of challenges, including:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALAYDESH 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALAYDESH procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALAYDESH faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALAYDESH The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALAYDESH s are an earlier block of the HORNET MALAYDESH , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited

      Hapus
  14. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  15. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
    BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
    BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
    Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
    Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
    Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
    Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
    Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
    Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
    ------------------------------------------
    2. Rudal KHAN (ITBM-600)
    KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
    Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
    Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
    Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
    Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
    Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
    Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

    BalasHapus
  16. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOM : ITBM KHAN
    BOM : RAFALE
    BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
    -------------------------------------------
    RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.

    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  17. Perbezaan ANKA MAHAL BELI CASH DENGAN ANKA BASIC NGUTANG LENDER... 🔥🔥🤣🤣


    ANKA MALAYSIA
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ✅
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ✅

    ======================

    ANKA BASIC INDIANESIA... 🤣🤣🇵🇱
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ❌
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    2. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    3. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -------------------------------------------
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      -------------------------------------------
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      -------------------------------------------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
      -------------------------------------------
      INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -

      Hapus
    4. ANKA INDONESIA = 2.500 KM
      CH4 = 2.500 KM
      -
      INDONESIA 87 UCAV ...
      -
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      Drone Anka-S yang diakuisisi Indonesia merupakan pesawat nirawak kategori Medium Altitude Long Endurance (MALE) dengan jangkauan operasional yang sangat luas berkat teknologi satelit.
      Berikut adalah rincian jangkauan dan spesifikasi drone Anka Indonesia:
      -
      1. Jangkauan Operasional (Range)
      Jangkauan drone ini bergantung pada sistem kendali yang digunakan:
      Jangkauan Satelit (SATCOM): Lebih dari 2.500 km. Dengan sistem Beyond Line-of-Sight (BLOS) melalui satelit ViaSat, drone ini dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh melampaui cakrawala.
      Jangkauan Radio (Line-of-Sight): Lebih dari 250 km jika menggunakan kendali langsung dari stasiun bumi (Ground Control Station).
      -
      2. Ketahanan Terbang (Endurance)
      Durasi: Mampu terbang terus-menerus selama 24 hingga 33 jam dalam satu misi.
      Ketinggian Maksimum: Operasional hingga 30.000 kaki (sekitar 9.144 meter).
      Kecepatan: Kecepatan jelajah sekitar 110 knot (204 km/jam) dengan kecepatan maksimum hingga 117 knot (217 km/jam).
      -
      3. Status Pengadaan di Indonesia
      Kementerian Pertahanan RI memesan 12 unit drone Anka senilai USD 300 juta.
      Pengiriman: Unit pertama telah tiba di Lanud Supadio, Pontianak pada September 2025 untuk memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan dan Laut Natuna Utara.
      Produksi Lokal: Dari total 12 unit, sebanyak 6 unit akan dirakit secara lokal oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai bagian dari program transfer teknologi.
      Persenjataan: Sebagai drone kombatan (UCAV), Anka Indonesia dapat dilengkapi dengan amunisi presisi seperti bom mikro cerdas MAM-L buatan Roketsan.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      12 UCAV ANKA
      The 12 Anka drones will be used by Indonesia’s Air Force, Army and Navy. The 8.6-meter (28-foot) drone can fly for about 30 hours at an altitude of 9,100 meters (29,856 feet). The Turkish Air Force has used them since 2010.
      ---------
      6 CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom
      ==================
      ==================
      GEMPURWIRA27 Februari 2026 pukul 16.01
      ANKA MALAYDESH Siap di pasang sistem TCAS.... Berkeupayaan terbang SEJAUH 1000KM guys... sekadar jalan jalan di udara kalimantan tiada masalah... 🔥🔥😎😎🇲🇾🇲🇾
      Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaydesh, katanya.
      “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km
      -
      😝2.500 KM versus 1.000 KM😝

      Hapus
    5. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh

      Hapus
    6. KLAIM ANKA CASH = KREDIT EXIM
      KLAIM ANKA CASH = CICIL 5 TAHUN
      -
      Skema hutang atau pembiayaan untuk pengadaan 3 unit drone ANKA-S oleh Malaydesh
      -
      1. Sumber Pendanaan Khusus
      Pengadaan drone ANKA ini tidak dibiayai melalui anggaran belanja pertahanan tahunan Malaydesh yang biasa. Sebaliknya, pendanaan berasal dari Rencana Bergulir (Rolling Plan) Malaydesh yang merupakan bagian dari rencana pengeluaran lima tahun pemerintah senilai total RM 10,1 miliar ($3,3 miliar). Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mendanai modernisasi pertahanan "Dimensi Keempat" di luar plafon anggaran militer reguler.
      -
      2. Skema Government-to-Government (G2G) dan Dukungan Ekspor
      Meskipun detail kontrak spesifik sering kali bersifat rahasia, pengadaan ini menggunakan kerangka kerja G2G antara Malaydesh dan Turki. Dalam konteks perdagangan pertahanan Turki, skema ini biasanya didukung oleh fasilitas Kredit Ekspor:
      Peran EXIM Bank: Malaydesh telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tripartit antara EXIM Bank Malaydesh dengan mitra-mitra Turki untuk mendukung perluasan kerjasama perdagangan dan investasi.
      Tujuan Kredit: Fasilitas kredit ini digunakan untuk memudahkan transaksi dengan menyediakan jaminan atau pinjaman lunak yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap (cicilan) oleh pemerintah pembeli kepada perusahaan produsen (TAI), dengan jaminan dari lembaga keuangan pemerintah.
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ---------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menenga

      Hapus
  18. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ________________________________________
    GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
    ________________________________________
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

    BalasHapus
  19. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN
    BOMMMM : RAFALE
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
    Sistem Hulu Ledak & Pemandu
    Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
    Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
    Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
    Platform Peluncur & Mobilitas
    Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
    Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
    Target Strategis
    Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
    Pusat komando dan kendali.
    Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
    Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  20. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -------------------------------------------
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    -------------------------------------------
    GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
    -------------------------------------------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
    -------------------------------------------
    INDONESIA 87 UCAV ...
    60 TB3
    12 ANKA
    9 AKINCI
    6 CH4
    -

    BalasHapus
  21. FAKTA.... 🤣🤣🤣


    MALAYSIA
    3 BUAH ANKA

    INDIANESIA
    1 ANKA BASIC

    BalasHapus
    Balasan
    1. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
      BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
      BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
      Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
      Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
      Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
      Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
      Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
      Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
      ------------------------------------------
      2. Rudal KHAN (ITBM-600)
      KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
      Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
      Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
      Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
      Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
      Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

      Hapus
    2. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    3. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOMMMM : ITBM KHAN
      BOMMMM : RAFALE
      -
      Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
      -------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      Sistem Hulu Ledak & Pemandu
      Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
      Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
      Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
      Platform Peluncur & Mobilitas
      Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
      Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
      Target Strategis
      Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
      Pusat komando dan kendali.
      Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
      Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    4. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -------------------------------------------
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      -------------------------------------------
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      -------------------------------------------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
      -------------------------------------------
      INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      😝GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI = ASEAN-ASIA SELATAN-ASIA TIMUR-ASUSTRALIA😝

      Hapus
    5. TERKEPUNG.......
      1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
      2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
      3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
      -------------------------------------------
      UCAV ANKA TNI =
      2500 KM
      2500 KM
      2500 KM
      Jangkauan Operasional (Range)
      Jangkauan drone ini bergantung pada sistem kendali yang digunakan:
      Jangkauan Satelit (SATCOM): Lebih dari 2.500 km. Dengan sistem Beyond Line-of-Sight (BLOS) melalui satelit ViaSat, drone ini dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh melampaui cakrawala.
      Jangkauan Radio (Line-of-Sight): Lebih dari 250 km jika menggunakan kendali langsung dari stasiun bumi (Ground Control Station).
      -------------------------------------------
      CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -------------------------------------------
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    6. CUKUP 1 KOTA .......
      JAKARTA VS MALAYDESH
      JAKARTA VS MALAYDESH
      JAKARTA VS MALAYDESH
      -
      PERBANDINGAN SKALA (PDB PPP)
      Jakarta (Mega City-State): Bernilai US$ 1,7 Triliun. Sebagai pusat sirkulasi 70% uang di Indonesia, satu kota ini lebih besar secara ekonomi riil dibandingkan satu negara tetangga.
      -
      Malaydesh (Nasional): Bernilai US$ 1,34 Triliun (Total gabungan seluruh negara bagian).
      -
      Kesimpulan: Produktivitas dan daya beli Jakarta mengungguli output nasional Malaydesh.
      ---------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    7. FENOMENA ......
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      ---------------------------------
      Fenomena ekonomi langka di Asia Tenggara, di mana satu kota (Jakarta) secara statistik dan kualitas finansial telah melampaui kapasitas satu negara (Malaydesh) pada tahun 2025/2026.
      Perbandingan Skala: "The Giant City-State"
      Data PDB PPP mengungkap perbedaan volume ekonomi yang sangat mencolok:
      Jakarta (1 Kota): US$ 1,7 Triliun. Jakarta bukan lagi sekadar pusat administrasi, melainkan mesin ekonomi global yang mengonsentrasikan sirkulasi modal Indonesia (Peringkat 6 ekonomi dunia).
      Malaydesh (1 Negara): US$ 1,34 Triliun. Gabungan dari 13 negara bagian ini secara volume riil kalah dari produktivitas satu wilayah kota di Indonesia.
      Analisis: Jakarta memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada seluruh wilayah kedaulatan federal Malaydesh.
      ---------------------------------
      Kedaulatan vs Ekonomi "Sewa" (Leasing)
      Perbedaan fundamental terletak pada status kepemilikan aset strategis:
      Jakarta (Owner): Infrastruktur transportasi (MRT/LRT) dan utilitas kota dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan suntikan modal negara yang sehat. Indonesia membangun sebagai pemilik mutlak.
      Malaydesh (Renter): Akibat kelumpuhan fiskal, negara ini terpaksa beralih ke skema sewa (leasing) jangka panjang (30 tahun) untuk pengadaan kereta api (KTM), truk militer, hingga alutsista. Ini menandakan hilangnya kendali penuh atas aset negara.
      ---------------------------------
      Kesehatan Fiskal: Investasi vs Gali Lubang
      Perbandingan struktur utang menjelaskan perbedaan kecepatan pembangunan:
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah di angka 41,1% memberikan keleluasaan bagi Kementerian Pertahanan dan Kementerian PUPR untuk belanja strategis (Rafale, Khan, KAAN, Jalan Tol).
      Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam siklus kronis "Hutang Bayar Hutang". Data 2018-2025 menunjukkan 58% - 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk melunasi cicilan utang lama, sehingga anggaran untuk modernisasi militer dan infrastruktur menjadi Zonk.
      ---------------------------------
      Daya Beli Rakyat: Produktivitas vs Liabilitas
      Jakarta: Menjadi magnet bagi kelas menengah baru dengan perputaran uang mencapai 70% nasional.
      Malaydesh: Masyarakatnya terhimpit beban berat. Dengan utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB, setiap warga menanggung beban gabungan rata-rata RM 82.000. Pendapatan warga habis untuk melayani bunga bank, bukan untuk konsumsi produktif.
      ---------------------------------
      Kesimpulan Strategis
      Jakarta mewakili "Indonesia yang Berlari" dengan kedaulatan finansial yang kokoh, sementara Malaydesh mewakili "Stagnasi Regional" akibat salah urus liabilitas masa lalu. Status Jakarta saat ini sudah setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20, meninggalkan tetangganya yang terjebak dalam krisis "ekonomi sewa".

      Hapus
    8. The Littoral Combat Ship (LCS) program for the MALAYDESH Navy has faced significant delays and cost overruns. The project has also been plagued by financial issues and allegations of misappropriation.
      Delays
      • The first ship was originally scheduled for delivery in 2019, but the delivery date has been repeatedly postponed.
      • The project has been plagued by construction delays.
      • The Public Accounts Committee (PAC) flagged concerns over the persistent delay in the construction of the ships.
      Cost overruns
      • The project has been plagued by cost overruns, including a reported cost overrun of RM1.4 billion.
      • The project was originally planned to cost RM9.128 billion, but the costs are now expected to escalate to RM11.22 billion.
      Financial issues
      • The committee revealed in August 2022 that USD300 million was misappropriated from the program.
      • Fraud charges were leveled against Boustead Heavy Industries' former managing director, Ahmad Ramli Mohammad Nor.
      Other issues
      • The views of the navy as the end user were ignored by the Ministry of Defence and the BNS.
      • Poor corporate governance and alleged mishandling of funds.
      ===================
      MALAYDESH 's submarines have faced problems due to aging, technical issues, and a lack of funding.
      Aging
      • The majority of the navy's fleet and helicopters are over 30 years old.
      • The KD Rahman submarine, a conventional Scorpène-class submarine, had technical issues that prevented it from submerging in 2010.
      Technical issues
      • The hull of the KD Pendekar fast attack vessel was weak, which accelerated flooding after it collided with a reef.
      • The KD Perdana RMN boat went missing for a few days in 2017 due to communication problems.
      Lack of funding
      • The government has been unable to provide modern defense assets to the MALAYDESH Armed Forces (MAF).
      • In 2019, financial problems at Boustead Naval Shipbuilding (BNS) caused the program to stall
      • In 2020, there were allegations that RM1 billion of the RM6 billion spent on the project was unaccounted for
      Design flaws
      • The Freedom-class LCS had a design flaw in the ship's combining gear, which led to the Navy halting deliveries in January 2021
      • The detailed design for the LCS was supposed to be completed in November 2016, but it was not finalized until much later
      Delays
      • The original plan was to deliver the first LCS, Maharaja Lela, in 2019, but it was delayed
      --------------------------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      Malaydesh: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html

      Hapus
  22. Perbezaan ANKA MAHAL BELI CASH DENGAN ANKA BASIC NGUTANG LENDER... 🔥🔥🤣🤣


    ANKA MALAYSIA
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ✅
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ✅

    ======================

    ANKA BASIC INDIANESIA... 🤣🤣🇵🇱
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ❌
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    2. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    3. FENOMENA ......
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      1 KOTA US$ 1,7 Triliun VS 1NEGARA mencapai US$ 1,34 Triliun.
      ---------------------------------
      Fenomena ekonomi langka di Asia Tenggara, di mana satu kota (Jakarta) secara statistik dan kualitas finansial telah melampaui kapasitas satu negara (Malaydesh) pada tahun 2025/2026.
      Perbandingan Skala: "The Giant City-State"
      Data PDB PPP mengungkap perbedaan volume ekonomi yang sangat mencolok:
      Jakarta (1 Kota): US$ 1,7 Triliun. Jakarta bukan lagi sekadar pusat administrasi, melainkan mesin ekonomi global yang mengonsentrasikan sirkulasi modal Indonesia (Peringkat 6 ekonomi dunia).
      Malaydesh (1 Negara): US$ 1,34 Triliun. Gabungan dari 13 negara bagian ini secara volume riil kalah dari produktivitas satu wilayah kota di Indonesia.
      Analisis: Jakarta memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada seluruh wilayah kedaulatan federal Malaydesh.
      ---------------------------------
      Kedaulatan vs Ekonomi "Sewa" (Leasing)
      Perbedaan fundamental terletak pada status kepemilikan aset strategis:
      Jakarta (Owner): Infrastruktur transportasi (MRT/LRT) dan utilitas kota dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan suntikan modal negara yang sehat. Indonesia membangun sebagai pemilik mutlak.
      Malaydesh (Renter): Akibat kelumpuhan fiskal, negara ini terpaksa beralih ke skema sewa (leasing) jangka panjang (30 tahun) untuk pengadaan kereta api (KTM), truk militer, hingga alutsista. Ini menandakan hilangnya kendali penuh atas aset negara.
      ---------------------------------
      Kesehatan Fiskal: Investasi vs Gali Lubang
      Perbandingan struktur utang menjelaskan perbedaan kecepatan pembangunan:
      Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah di angka 41,1% memberikan keleluasaan bagi Kementerian Pertahanan dan Kementerian PUPR untuk belanja strategis (Rafale, Khan, KAAN, Jalan Tol).
      Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam siklus kronis "Hutang Bayar Hutang". Data 2018-2025 menunjukkan 58% - 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk melunasi cicilan utang lama, sehingga anggaran untuk modernisasi militer dan infrastruktur menjadi Zonk.
      ---------------------------------
      Daya Beli Rakyat: Produktivitas vs Liabilitas
      Jakarta: Menjadi magnet bagi kelas menengah baru dengan perputaran uang mencapai 70% nasional.
      Malaydesh: Masyarakatnya terhimpit beban berat. Dengan utang rumah tangga 84,3% terhadap PDB, setiap warga menanggung beban gabungan rata-rata RM 82.000. Pendapatan warga habis untuk melayani bunga bank, bukan untuk konsumsi produktif.
      ---------------------------------
      Kesimpulan Strategis
      Jakarta mewakili "Indonesia yang Berlari" dengan kedaulatan finansial yang kokoh, sementara Malaydesh mewakili "Stagnasi Regional" akibat salah urus liabilitas masa lalu. Status Jakarta saat ini sudah setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20, meninggalkan tetangganya yang terjebak dalam krisis "ekonomi sewa".

      Hapus
    4. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      ---------------------------------
      Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
      Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
      Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
      -
      Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
      -
      Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
      ---------------------------------
      Berikut adalah implikasi utama dari skenario utang tersebut:
      Implikasi Utang Pemerintah Federal (RM 1.30 triliun)
      1. Beban Fiskal dan Pengeluaran Pemerintah:
      • Peningkatan Pembayaran Bunga: Dengan total utang yang besar (RM 1.30 triliun) dan terus bertambah, sebagian besar pendapatan pemerintah akan tersedot untuk membayar bunga (servis utang). Ini membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam proyek-proyek penting seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, atau program kesejahteraan sosial
      • Risiko Pemotongan Belanja: Untuk mengelola beban utang, pemerintah mungkin terpaksa memotong belanja di sektor lain, yang dapat berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      2. Kenaikan Utang per Kapita (RM 36,139 per orang):
      • Secara teoretis, ini mewakili kewajiban yang ditanggung oleh setiap warga negara melalui pajak di masa depan. Meskipun utang pemerintah tidak dibayar langsung oleh individu, utang tersebut pada akhirnya dibayar melalui pendapatan negara (pajak), yang berarti beban pajak di masa depan bisa meningkat.
      3. Kepercayaan Investor dan Peringkat Kredit:
      • Tingkat utang yang tinggi dapat menyebabkan lembaga pemeringkat kredit menurunkan peringkat utang Malaydesh. Peringkat yang lebih rendah berarti pemerintah harus membayar suku bunga yang lebih tinggi saat meminjam dana baru, sehingga memperburuk siklus utang dan pembayaran bunga
      ---------------------------------
      Implikasi Utang Rumah Tangga (RM 45,859 per orang)
      1. Risiko Keuangan Rumah Tangga:
      • Beban utang rumah tangga yang tinggi (84.3% dari PDB, angka yang signifikan) membuat masyarakat sangat rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, terutama kenaikan suku bunga. Jika suku bunga naik, biaya cicilan bulanan meningkat, mengurangi pendapatan diskresioner (pendapatan yang bisa dibelanjakan).
      2. Daya Beli Menurun:
      • Dengan sebagian besar pendapatan dialokasikan untuk pembayaran utang (KPR, pinjaman mobil, kartu kredit, dll.), daya beli masyarakat secara keseluruhan menurun. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena konsumsi domestik, yang biasanya menjadi pendorong utama ekonomi, melambat.
      3. Stabilitas Sektor Perbankan:
      • Tingkat utang rumah tangga yang sangat tinggi meningkatkan risiko kredit macet (NPL). Jika banyak rumah tangga gagal membayar utang mereka secara bersamaan, ini dapat mengancam stabilitas sistem perbankan dan keuangan negara secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      Implikasi Gabungan (Total Beban RM 82,000 per Kapita)
      1. Kerentanan Ekonomi Makro:
      • Kombinasi utang pemerintah yang tinggi dan utang rumah tangga yang tinggi menciptakan ekonomi yang rapuh. Dalam menghadapi guncangan eksternal (seperti krisis global, kenaikan harga minyak, atau pandemi), negara ini mungkin kesulitan untuk merespons karena keterbatasan fiskal pemerintah dan kerentanan keuangan masyarakatnya.
      2. Ruang Gerak Kebijakan Moneter Terbatas:
      • Bank sentral mungkin menghadapi dilema. Jika mereka menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, mereka akan memperburuk beban utang rumah tangga. Jika mereka menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi, mereka mungkin tidak efektif jika rumah tangga sudah terlalu banyak berutang dan tidak mau berbelanja.

      Hapus
    5. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      ---------------------------------
      1. Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
      Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
      Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
      Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
      Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
      ---------------------------------
      2. Kualitas Pertumbuhan: "Owner vs Renter"
      Jakarta merepresentasikan kemandirian aset, sementara Malaydesh terjebak dalam ketergantungan sewa:
      Jakarta (Kedaulatan Aset): Infrastruktur strategis (MRT, LRT, Jalan Tol) dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang surplus. Jakarta adalah pemilik sah atas aset-asetnya.
      Malaydesh (Ekonomi Leasing): Terpaksa menyewa (Leasing) infrastruktur transportasi seperti kereta KTM dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar) dan alutsista militer karena kelumpuhan fiskal. Status Malaydesh berubah dari pemilik menjadi penyewa di tanah sendiri.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal & Jebakan Utang
      Struktur utang 2025 menjelaskan mengapa Jakarta mampu melakukan ekspansi sementara Malaydesh hanya mampu melakukan pemeliharaan:
      Jakarta & Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah (41,1%) memberikan fleksibilitas untuk terus berinvestasi pada proyek-proyek produktif.
      Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam fenomena "Hutang Bayar Hutang". Dengan 58% - 64% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama (gali lubang tutup lubang), anggaran negara habis terserap oleh bunga, bukan pembangunan.
      ---------------------------------
      4. Beban Rakyat & Daya Beli Per Kapita
      Jakarta: Menjadi magnet ekonomi dengan kelas menengah yang ekspansif. Daya beli masyarakat didukung oleh sirkulasi modal yang sehat.
      Malaydesh: Daya beli domestik "lumpuh" akibat beban utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari PDB. Setiap individu rata-rata menanggung beban utang gabungan sebesar RM 82.000, yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan konsumsi.
      ---------------------------------
      5. Kesimpulan Strategis: "Divergensi Regional"
      Data ini membuktikan terjadinya pergeseran kekuatan di Asia Tenggara. Jakarta bukan lagi sekadar ibu kota, melainkan Mesin Pertumbuhan Global yang ukurannya telah melampaui negara tetangga.
      Indonesia melalui Jakarta sedang membangun Hegemoni Ekonomi, sementara Malaydesh sedang berjuang melawan Kebangkrutan Fiskal dan beban liabilitas masa lalu yang tidak kunjung usai.

      Hapus
    6. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ----------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ----------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    7. The MALAYDESH government's Littoral Combat Ship (LCS) program was plagued by construction delays, cost overruns, and other issues. The program was restarted in 2023, but the first ship is not expected to be delivered until 2026.
      Reasons for the issues
      • Financial problems: Boustead Naval Shipbuilding, the company building the ships, experienced financial problems that mangkrak the program in 2019.
      • Misappropriation of funds: A parliamentary public accounts committee alleged that USD300 million was misappropriated from the program.
      • Hull cracking: The LCS hull, known as the sea frame, had issues with hull cracking.
      • Immature mission modules: Many mission module components were immature or struggled to pass testing.
      Program restart
      • In 2023, the Royal MALAYDESH Navy announced a new contract to restart the program.
      • The first ship, KD Maharaja Lela, is now scheduled to be delivered in 2026.
      • The remaining four frigates are expected to be delivered by 2029.
      • The Ministry of Finance purchased Boustead Naval Shipbuilding and renamed it Lumut Naval Shipyard.
      Other issues with the LCS program
      • Sikorsky S-61A4 Nuri: Since 1989, around 95 armed forces personnel have died in crashes involving this helicopter
      • Mikoyan MiG-29: A MiG-29 suffered a hydraulic failure during a flight in 1998 and crashed into an oil palm plantation in 2004
      • Pilatus PC-7 Mark II: A PC-7 Mark II crashed into a forest reserve in 2010 during a flypast
      • CN-235-220M: A CN-235-220M made an emergency landing in a mangrove swamp in 2016 due to engine failure
      • AW139: An AW139 helicopter crashed into the sea during a rescue flight
      • G2CA: Two G2CA helicopters collided mid-air during flight training in 2020
      • HOM and Fennec: Two helicopters collided mid-air during a training session in 2024, killing all 10 people on board
      --------------------------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      Malaydesh: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html

      Hapus
  23. Perbezaan ANKA MAHAL BELI CASH DENGAN ANKA BASIC NGUTANG LENDER... 🔥🔥🤣🤣


    ANKA MALAYSIA
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ✅
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ✅

    ======================

    ANKA BASIC INDIANESIA... 🤣🤣🇵🇱
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ❌
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    2. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    3. DAFTAR NEGARA ASEAN YANG MENGOPERASIKAN ATAU TELAH MEMESAN UCAV COMBAT:
      1. Indonesia (Pemimpin Armada di Kawasan)
      Indonesia merupakan operator UCAV terbesar di ASEAN dengan fokus pada platform asal Turkiye dan Tiongkok.
      Platform Utama:
      Bayraktar TB2 & TB3: Drone tempur yang terbukti di medan perang (Azerbaijan/Ukraina).
      Anka-S: 12 unit sedang dalam proses pengadaan (6 unit akan dirakit lokal oleh PTDI).
      CH-4B: Drone buatan Tiongkok yang sudah dioperasikan oleh Skadron Udara 51 TNI AU.
      Bayraktar Akinci: UCAV kelas berat yang juga masuk dalam radar akuisisi.
      Estimasi Jumlah: Sekitar 80–90 unit drone bersenjata (termasuk pesanan berjalan).
      -
      2. Filipina
      Filipina aktif menggunakan drone untuk operasi kontra-insurgensi dan pemantauan maritim, dengan beberapa unit memiliki kemampuan serang.
      Platform Utama:
      Hermes 900 & Hermes 450: Buatan Israel, mampu membawa muatan sensor canggih dan senjata presisi.
      Kamikaze Drones: Filipina juga mengembangkan drone FPV dan "suicide drones" secara mandiri untuk kebutuhan taktis angkatan darat.
      Estimasi Jumlah: 12–15 unit yang memiliki kapabilitas serang.
      -
      3. Singapura
      Meskipun wilayahnya kecil, Singapura memiliki teknologi drone paling mutakhir yang terintegrasi penuh dengan jaringan tempur mereka.
      Platform Utama:
      Hermes 900 & Heron 1: Digunakan untuk ISR tingkat tinggi namun memiliki opsi untuk dikonfigurasi sebagai platform serang jika diperlukan.
      Estimasi Jumlah: 10–12 unit berkemampuan serang.
      -
      4. Thailand
      Thailand sedang gencar mengembangkan kemampuan mandiri (indigenous) selain membeli dari luar negeri.
      Platform Utama:
      CH-4: Membeli dari Tiongkok.
      Kamikaze Drones (Lokal): Angkatan Udara Thailand (RTAF) sukses menguji coba drone kamikaze buatan dalam negeri pada pertengahan 2025.
      Hermes 900 & 450: Digunakan untuk pengawasan perbatasan dan maritim.
      Estimasi Jumlah: Sekitar 8–10 unit strike-capable.
      -
      5. Myanmar
      Myanmar tercatat sebagai salah satu negara yang secara aktif menggunakan UCAV dalam konflik internal (perang saudara) sejak 2021.
      Platform Utama: Mayoritas menggunakan platform asal Tiongkok (seperti seri CH-3 atau CH-4) yang dimodifikasi untuk menjatuhkan bom atau melakukan serangan udara ke darat.
      -------------------------------------------
      DAFTAR ESTIMASI ARMADA UCAV (DRONE TEMPUR) DI ASEAN UNTUK TAHUN 2026:
      -
      Indonesia
      Estimasi: 80–90 Unit Bersenjata
      Platform Utama: Bayraktar TB2/TB3, Anka-S, CH-4B, dan Akinci.
      -
      Filipina
      Estimasi: 12–15 Unit Bersenjata
      Platform Utama: Hermes 900, Hermes 450, dan Kamikaze Drones.
      -
      Singapura
      Estimasi: 10–12 Unit Bersenjata
      Platform Utama: Hermes 900 dan Heron 1.
      -
      Thailand
      Estimasi: 8–10 Unit Bersenjata
      Platform Utama: CH-4, Hermes 900, dan Kamikaze (Lokal).
      -
      Myanmar
      Estimasi: Tidak Terdata (Status: Aktif digunakan dalam konflik)
      Platform Utama: CH-3 dan CH-4 (Varian Tiongkok).
      -
      Catatan: Malaysia (TUDM) saat ini lebih fokus pada varian ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) untuk pengawasan maritim daripada varian tempur murni (strike).

      Hapus
    4. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
      BOM : ITBM KHAN
      BOM : RAFALE
      BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
      -------------------------------------------
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ------------------------------------------
      RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
      Spesifikasi Teknis Utama
      Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
      Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
      Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
      Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
      Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
      ------------------------------------------
      HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
      Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
      Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
      Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

      Hapus
    5. KLAIM ANKA CASH = KREDIT EXIM
      KLAIM ANKA CASH = CICIL 5 TAHUN
      -
      Skema hutang atau pembiayaan untuk pengadaan 3 unit drone ANKA-S oleh Malaydesh
      -
      1. Sumber Pendanaan Khusus
      Pengadaan drone ANKA ini tidak dibiayai melalui anggaran belanja pertahanan tahunan Malaydesh yang biasa. Sebaliknya, pendanaan berasal dari Rencana Bergulir (Rolling Plan) Malaydesh yang merupakan bagian dari rencana pengeluaran lima tahun pemerintah senilai total RM 10,1 miliar ($3,3 miliar). Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mendanai modernisasi pertahanan "Dimensi Keempat" di luar plafon anggaran militer reguler.
      -
      2. Skema Government-to-Government (G2G) dan Dukungan Ekspor
      Meskipun detail kontrak spesifik sering kali bersifat rahasia, pengadaan ini menggunakan kerangka kerja G2G antara Malaydesh dan Turki. Dalam konteks perdagangan pertahanan Turki, skema ini biasanya didukung oleh fasilitas Kredit Ekspor:
      Peran EXIM Bank: Malaydesh telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tripartit antara EXIM Bank Malaydesh dengan mitra-mitra Turki untuk mendukung perluasan kerjasama perdagangan dan investasi.
      Tujuan Kredit: Fasilitas kredit ini digunakan untuk memudahkan transaksi dengan menyediakan jaminan atau pinjaman lunak yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap (cicilan) oleh pemerintah pembeli kepada perusahaan produsen (TAI), dengan jaminan dari lembaga keuangan pemerintah.
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ---------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah


      Hapus
    6. 1. PERBANDINGAN KEKUATAN PEMUKUL (STRIKE POWER)
      Indonesia (Full Spectrum): Menggabungkan rudal balistik hipersonik (KHAN) dan rudal jelajah supersonik (BrahMos). Indonesia memiliki kemampuan menghancurkan target darat (pangkalan) dan laut (kapal perang) dalam radius 300 km dengan waktu reaksi hitungan menit.
      Malaysia (Limited ISR): Hanya mengandalkan 3 unit Anka "Ompong" (versi ISR tanpa senjata). Malaysia memiliki "mata" untuk melihat, tetapi tidak memiliki "tangan" (UCAV bersenjata) untuk memukul balik secara instan dalam platform yang sama.
      -
      2. DOMINASI UDARA & LAUT (UCAV VS ZONK)
      Kuantitas & Kualitas: Indonesia memimpin ASEAN dengan 87-90 unit UCAV bersenjata (Akinci, TB3, Anka-S, CH4). Operasi TB3 dari kapal induk (ITS Garibaldi) menciptakan jangkauan tanpa batas.
      Kegagalan Pengadaan Malaysia: Proyek-proyek vital Malaysia berstatus ZONK selama periode 2011–2025:
      MRCA: Tidak ada pesawat tempur baru.
      LCS: Kapal mangkrak akibat skandal.
      SPH & MRSS: Tidak ada realisasi akuisisi.
      Penyebab: Instabilitas politik (5x ganti PM, 6x ganti Menteri Pertahanan/Keuangan) yang merusak kesinambungan anggaran.
      -
      3. KETAHANAN EKONOMI (FISCAL HEALTH)
      Analisis utang menunjukkan fondasi militer Indonesia jauh lebih kokoh secara jangka panjang:
      Indonesia: Utang Pemerintah rendah (41,1%) memberikan ruang fiskal yang lebar untuk belanja alutsista cash atau skema JVC (Joint Venture).
      Malaysia: Terjebak dalam utang rumah tangga yang sangat tinggi (85,8%) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas (69%-70,5%). Kondisi ini menyebabkan "Kekangan Kewangan" (kesulitan keuangan) yang membuat belanja militer menjadi prioritas terakhir.
      -
      4. REALITAS GEOPOLITIK: "CHECKMATE" DI KALIMANTAN
      Penempatan rudal KHAN di Nunukan dan Tenggarong menciptakan payung perlindungan bagi IKN sekaligus mengunci wilayah Labuan dan Sabah.
      Indonesia: Membangun Anti-Access/Area Denial (A2/AD) yang solid.
      Malaysia: Kehilangan daya gentar (deterrence) karena hanya bisa memantau (via Anka ISR) tanpa kemampuan membalas serangan (Strike) yang sebanding.
      -
      Kesimpulan Strategis:
      Pada tahun 2026, Indonesia resmi menjadi Regional Power Projection yang dominan di ASEAN. Sementara tetangga terjebak dalam masalah utang dan birokrasi, Indonesia telah mengamankan wilayah utaranya dengan sistem "Sensor-to-Shooter" yang lengkap: Drone untuk melihat (Anka/Akinci) dan Rudal untuk memusnahkan (KHAN/BrahMos).
      --------------------------------
      INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      KAYA .....
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    7. 2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MalayDESH (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    8. 1 NEGARA KALAH .....
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      -
      Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian" PDB PPP (Purchasing Power Parity) :
      Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
      -
      Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
      -
      Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      --------------------------------
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".

      Hapus
    9. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      ---------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $5,69 T vs Vietnam $1,89 T : 3,01x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Filipina $1,87 T : 3,04x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Thailand $1,85 T : 3,07x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Malaydesh $1,34 T : 4,24x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Singapura $0,85 T : 6,69x lebih besar
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $1,69 T vs Thailand $0,58 T : 2,91x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Singapura $0,53 T : 3,18x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Filipina $0,51 T : 3,31x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Vietnam $0,49 T : 3,44x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Malaydesh $0,46 T : 3,67x lebih besar
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
  24. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  25. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  26. GORILLA IQ RENDAH mulai KETAR KETIR....HAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2026 =
      SIPRI KOSONG 2 TAHUN
      GFP RANK 43
      F18 BATAL
      CAS KALAH
      SANKSI AFC
      HUTANG BAYAR HUTANG
      SANKSI SECTION 301 USA
      SANKSI IEPA US
      -
      PERTAHANAN & MILITER
      SIPRI: Laporan impor senjata kosong selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pengadaan F/A-18: Rencana pembelian Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali upaya (laporan NST & Bernama).
      Peringkat GFP: Berada di peringkat 42 dunia (posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Perbandingan: Indonesia jauh memimpin (Peringkat 13) dengan daftar belanja alutsista baru (Rafale, A400M, kapal selam, dll).
      -
      KRISIS EKONOMI & UTANG
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren membayar utang dengan utang baru terus berlanjut (Proyeksi 58% pinjaman baru di 2026 hanya untuk cicilan).
      Sanksi Dagang AS: Terkena Section 301 (kenaikan tarif 10-25% produk ekspor) dan ancaman IEEPA (pemblokiran aset/transaksi) oleh USTR Amerika Serikat.
      -
      SEPAK BOLA (FAM)
      Putusan CAS: Banding ditolak, wajib bayar denda Rp7,5 Miliar, dan 7 pemain naturalisasi dilarang bermain selamanya.
      Sanksi AFC: Kemenangan kualifikasi diubah menjadi kalah WO (0-3) karena pemain ilegal.
      Gagal Total: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi digantikan oleh Vietnam.
      --------------------------------
      1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
      Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
      2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
      Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
      Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
      Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
      3. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
      SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
      Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
      4. Risiko Eksternal: Sanksi Internasional & Reputasi
      Sanksi Olahraga (CAS/AFC): Kekalahan hukum terkait pemain naturalisasi ilegal bukan hanya soal sepak bola, tapi mencerminkan kelemahan administrasi dan diplomasi internasional yang berdampak pada citra negara.
      Tekanan Ekonomi AS (Section 301/IEEPA): Ancaman tarif pembalasasan dari AS pada sektor manufaktur (E&E) dapat memperburuk rasio Debt-to-GDP yang diprediksi menembus 69% pada 2025-2029.

      Hapus
  27. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    ________________________________________
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  28. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    ________________________________________
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ________________________________________
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....

    BalasHapus
  29. kahsiyannn warganyet kl
    Minyak PETROL MEROKET 28%
    Minyak DIESEL MLEDAK RM 6 seliter uda hampir 2x lipat haha!🔥🍌🔥

    Akibatnya warganyet kl makin HALU haha!🤣👻🤣
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Harga diesel di Semenanjung melepasi RM6 seliter
    https://www.sinarharian.com.my/article/773825/berita/nasional/harga-diesel-di-semenanjung-melepasi-rm6-seliter

    BalasHapus
  30. ✨️ANKA kita datang uda FULL WEPON haha!🚀🔫🚀
    warganyet kl KALAH LAGIII...PANIK YEE haha!🥶😁🥶

    ✅️Kita User ANKA UCAV PERTAMA SE ASEAN

    ❌️kl, pembual ANKA HALU haha!🤥😋🤥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://facebook.com/story.php?story_fbid=122142534938708340&id=61571250201057

    BalasHapus
  31. warganyet kl jangan kaget yaaa

    SEMUA ANKA ada TCAS...
    bukan hal yg hebat, dasar kamfungan haha!🤭🤣🤭

    makloum baruw mrasa, dron kita banyakkkkk

    Noh..donlot brosur anka, ampe puas haha!😂😂😂

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.tusas.com/content/files/uploads/229/11.%2520Brochure%2520-%2520ANKA.pdf&ved=2ahUKEwjx1Zng7NCTAxVcd2wGHUWaAms4HhAWegQINBAB&usg=AOvVaw0Up_iKXXk6y1ppXtW_MgrX

    BalasHapus
  32. Kahsiyan warganyet kl, Pamer TCAS (Trafik. Çarpışma Önleme Sistemi) melulu,
    padahal bukan hal yang heboh haha!😬😬😬

    semua dron ANKA diduniya emang uda di pasang tcas, termasyuk punya kita haha!👍😉👍
    kalo gak yaa nabrak donk haha!😝🤣😝

    N219 kita pun ada tcas

    ini buktinya
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Türk Havacılık ve Uzay Sanayii
    https://www.tusas.com
    PDF
    11. Brochure - ANKA.pdf
    RVT (Uzak Video Terminali), ✅️TCAS (Trafik. Çarpışma Önleme Sistemi) /. OPERATION SUPPORT: SATCOM, Radio Relay,. Air Launched Drone, AIS (Automatic ...

    BalasHapus
  33. ✅️Anka kita CA$H, versi MAHAL UCAV, DRON TEMPUR FULL WEPON RUDAL haha!🚀🔥🚀

    ❌️anka seblah barter minyak, versi sedehana, murahan OMFONG haha!😆😆😆

    BalasHapus
  34. Kesian GORILLA klaim konon mereka dipasang sistem TCAS.... HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. TCAS BARANG BIASA PENERBANGAN
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      -
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    2. TCAS BARANG BIASA PENERBANGAN
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      -
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    3. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    4. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    5. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      ---------------------------------
      PERBANDINGAN PDB PPP (DAYA BELI RIIL) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $5,69 T vs Vietnam $1,89 T : 3,01x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Filipina $1,87 T : 3,04x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Thailand $1,85 T : 3,07x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Malaydesh $1,34 T : 4,24x lebih besar
      Indonesia $5,69 T vs Singapura $0,85 T : 6,69x lebih besar
      --------------------------------
      PERBANDINGAN PDB NOMINAL (NILAI PASAR) = SUMBER : IMF DAN WORLDBANK
      Indonesia $1,69 T vs Thailand $0,58 T : 2,91x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Singapura $0,53 T : 3,18x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Filipina $0,51 T : 3,31x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Vietnam $0,49 T : 3,44x lebih besar
      Indonesia $1,69 T vs Malaydesh $0,46 T : 3,67x lebih besar
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
  35. DagangNews
    https://www.dagangnews.com
    Indonesia bayar AS$300 juta beli 12 dron Anka dari Turkiye t
    ---------------

    harga tak mungkin bohong, kecuali SONGLAP ala negri🎰kasino tipe M haha!🤣😂🤣
    $ 300 juta vs 100...jauh amat perbedaannya haha!😂😂😂

    UCAV vs dron biasa
    yaa makloum
    BEDA LEVEL, BEDA KASTA...bajet kita KAAN besar haha!🤑😉🤑

    BalasHapus
  36. saya bukan klaim sepihak ya..ini sendiri di jelaskan oleh firma pembina ANKA hanya MALAYSIA pengguna ANKA yang ada sistem TCAS.... KESIAN GORILLA klaim juga konon ANKA BASIC versi NGUTANG mereka ada sistem TCAS....HAHAHAHAH
    baca guys...........................



    Selain itu, drone Anka-S yang akan diakuisisi Malaysia juga akan dilengkapi dengan Traffic Collision Avoidance System (TCAS) yang digunakan oleh sistem manajemen lalu lintas udara dan merupakan kemampuan baru.

    "Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaysia", kata pejabat TAI di ajang LIMA 2023 kala itu.

    “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km dan tergantung konfigurasinya, Anka-S dapat terbang selama 30 jam melakukan berbagai misi dan operasi,” ujarnya.


    https://www.zonajakarta.com/nasional/67314446552/malaysia-jelas-tersaingi-karena-media-turki-bocorkan-drone-anka-s-berkemampuan-baru-juga-bakal-dikirim-tai-ke-indonesia-tahun-ini?page=3

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    2. TCAS BARANG BIASA PENERBANGAN
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      -
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    3. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    4. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      ----------------------------------
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
      ----------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..


      Hapus
  37. lah siapa yg klaim, tcas bukan hal yg heibat, cuman alat Warning BEEP BEEP BEEP...di semua pesawat biasa pun banyak pasang haha!😋😋😋

    kahsiyan ketauan ada yang gak perna naik pesawat terbang tuch, warganyet DMISKINOS haha!🤣😆🤣

    BalasHapus
  38. PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
    1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
    Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
    • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
    • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
    • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
    • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
    -
    2. Penerbangan Militer
    Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
    • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
    • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
    • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
    • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
    -
    3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
    Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
    • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
    • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
    • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
    International Trade Administration (.gov) +2
    -
    4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
    Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
    • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
    • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
    • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
    • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
    --------------------------------
    1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
    MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
    -
    2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
    Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
    -
    3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
    Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
    -
    4. MQ-25 Stingray (Boeing)
    Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
    -
    5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
    Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
    -
    6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
    Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaachh ituw dia, dikira alat spesial tau2..biasa om pemburu...emang warganyet yg halu KALAH LAGIIIIII haha!🤥😬🤥

      Hapus
  39. TCAS BARANG BIASA PENERBANGAN
    PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
    -
    1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
    Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
    • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
    • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
    • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
    • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
    -
    2. Penerbangan Militer
    Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
    • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
    • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
    • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
    • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
    -
    3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
    Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
    • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
    • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
    • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
    International Trade Administration (.gov) +2
    -
    4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
    Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
    • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
    • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
    • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
    • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
    --------------------------------
    1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
    MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
    -
    2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
    Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
    -
    3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
    Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
    -
    4. MQ-25 Stingray (Boeing)
    Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
    -
    5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
    Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
    -
    6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
    Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

    BalasHapus
  40. KASIAN PAMER TCAS ......
    TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
    TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
    TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
    -
    PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
    1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
    Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
    • Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
    • Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
    • Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
    • Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
    -
    2. Penerbangan Militer
    Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
    • Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
    • Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
    • Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
    • Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
    -
    3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
    Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
    • Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
    • Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
    • UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
    International Trade Administration (.gov) +2
    -
    4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
    Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
    • Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
    • Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
    • Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
    • L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
    --------------------------------
    1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
    MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
    -
    2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
    Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
    -
    3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
    Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
    -
    4. MQ-25 Stingray (Boeing)
    Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
    -
    5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
    Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
    -
    6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
    Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

    BalasHapus
  41. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  42. Perbezaan ANKA MAHAL BELI CASH DENGAN ANKA BASIC NGUTANG LENDER... 🔥🔥🤣🤣


    ANKA MALAYSIA
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ✅
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ✅

    ======================

    ANKA BASIC INDIANESIA... 🤣🤣🇵🇱
    1. DIPASANG SISTEM TCAS KEUPAYAAN TERBANG 1000KM ❌
    2. DIPASANG RADAR RADOME MARITIM ❌

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      1. Kategori Pengguna Dual-Role (UCAV & ISR)
      Negara-negara ini menggunakan Anka-S sebagai platform fleksibel yang bisa dipersenjatai atau digunakan murni untuk pengintaian jarak jauh.
      • Indonesia: 12 unit (Lanud Supadio). Fokus pada kedaulatan wilayah (Natuna) dan serangan presisi.
      • Kazakhstan: 3 unit + pusat produksi lokal. Fokus pada kemandirian industri pertahanan.
      • Aljazair: 10 unit. Fokus pada pengawasan perbatasan gurun yang luas dan penindakan pemberontak.
      • Tunisia: 3 unit. Pengguna ekspor pertama, fokus pada keamanan internal.
      • Kirgistan & Chad: Fokus pada misi kontra-terorisme dan patroli wilayah konflik.
      -------------------------
      2. Kategori Pengguna Spesialis ISR & Patroli Maritim
      Negara yang memprioritaskan sensor pengawasan canggih di atas kapasitas angkut senjata untuk misi pemantauan wilayah laut.
      • Malaysia: 3 unit Anka-S (Maritime). Dilengkapi radar pencari permukaan laut untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan (ZEE).
      • Angola: (Status Pesanan). Direncanakan untuk pengawasan aset minyak dan perbatasan maritim.
      -------------------------
      3. Kategori Pengguna High-End & Intelijen Strategis
      Hanya dilakukan oleh negara produsen (Turki) karena kompleksitas teknologi dan kerahasiaan data.
      • Turki (Varian Anka-I): Khusus SIGINT/ELINT (Intelijen Sinyal) untuk menyadap komunikasi musuh tanpa membawa senjata.
      • Turki (Varian Anka-3): Khusus Stealth UCAV (Siluman). Digunakan untuk menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat (Deep Strike).

      Hapus
    2. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      1. Kategori Pengguna Dual-Role (UCAV & ISR)
      Negara-negara ini menggunakan Anka-S sebagai platform fleksibel yang bisa dipersenjatai atau digunakan murni untuk pengintaian jarak jauh.
      • Indonesia: 12 unit (Lanud Supadio). Fokus pada kedaulatan wilayah (Natuna) dan serangan presisi.
      • Kazakhstan: 3 unit + pusat produksi lokal. Fokus pada kemandirian industri pertahanan.
      • Aljazair: 10 unit. Fokus pada pengawasan perbatasan gurun yang luas dan penindakan pemberontak.
      • Tunisia: 3 unit. Pengguna ekspor pertama, fokus pada keamanan internal.
      • Kirgistan & Chad: Fokus pada misi kontra-terorisme dan patroli wilayah konflik.
      -------------------------
      2. Kategori Pengguna Spesialis ISR & Patroli Maritim
      Negara yang memprioritaskan sensor pengawasan canggih di atas kapasitas angkut senjata untuk misi pemantauan wilayah laut.
      • Malaysia: 3 unit Anka-S (Maritime). Dilengkapi radar pencari permukaan laut untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan (ZEE).
      • Angola: (Status Pesanan). Direncanakan untuk pengawasan aset minyak dan perbatasan maritim.
      -------------------------
      3. Kategori Pengguna High-End & Intelijen Strategis
      Hanya dilakukan oleh negara produsen (Turki) karena kompleksitas teknologi dan kerahasiaan data.
      • Turki (Varian Anka-I): Khusus SIGINT/ELINT (Intelijen Sinyal) untuk menyadap komunikasi musuh tanpa membawa senjata.
      • Turki (Varian Anka-3): Khusus Stealth UCAV (Siluman). Digunakan untuk menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat (Deep Strike).

      Hapus
    3. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    4. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    5. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
  43. saya bukan klaim sepihak ya..ini sendiri di jelaskan oleh firma pembina ANKA hanya MALAYSIA pengguna ANKA yang ada sistem TCAS.... KESIAN GORILLA klaim juga konon ANKA BASIC versi NGUTANG mereka ada sistem TCAS....HAHAHAHAH
    baca guys...........................



    Selain itu, drone Anka-S yang akan diakuisisi Malaysia juga akan dilengkapi dengan Traffic Collision Avoidance System (TCAS) yang digunakan oleh sistem manajemen lalu lintas udara dan merupakan kemampuan baru.

    "Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaysia", kata pejabat TAI di ajang LIMA 2023 kala itu.

    “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km dan tergantung konfigurasinya, Anka-S dapat terbang selama 30 jam melakukan berbagai misi dan operasi,” ujarnya.


    https://www.zonajakarta.com/nasional/67314446552/malaysia-jelas-tersaingi-karena-media-turki-bocorkan-drone-anka-s-berkemampuan-baru-juga-bakal-dikirim-tai-ke-indonesia-tahun-ini?page=3

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      1. Kategori Pengguna Dual-Role (UCAV & ISR)
      Negara-negara ini menggunakan Anka-S sebagai platform fleksibel yang bisa dipersenjatai atau digunakan murni untuk pengintaian jarak jauh.
      • Indonesia: 12 unit (Lanud Supadio). Fokus pada kedaulatan wilayah (Natuna) dan serangan presisi.
      • Kazakhstan: 3 unit + pusat produksi lokal. Fokus pada kemandirian industri pertahanan.
      • Aljazair: 10 unit. Fokus pada pengawasan perbatasan gurun yang luas dan penindakan pemberontak.
      • Tunisia: 3 unit. Pengguna ekspor pertama, fokus pada keamanan internal.
      • Kirgistan & Chad: Fokus pada misi kontra-terorisme dan patroli wilayah konflik.
      -------------------------
      2. Kategori Pengguna Spesialis ISR & Patroli Maritim
      Negara yang memprioritaskan sensor pengawasan canggih di atas kapasitas angkut senjata untuk misi pemantauan wilayah laut.
      • Malaysia: 3 unit Anka-S (Maritime). Dilengkapi radar pencari permukaan laut untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan (ZEE).
      • Angola: (Status Pesanan). Direncanakan untuk pengawasan aset minyak dan perbatasan maritim.
      -------------------------
      3. Kategori Pengguna High-End & Intelijen Strategis
      Hanya dilakukan oleh negara produsen (Turki) karena kompleksitas teknologi dan kerahasiaan data.
      • Turki (Varian Anka-I): Khusus SIGINT/ELINT (Intelijen Sinyal) untuk menyadap komunikasi musuh tanpa membawa senjata.
      • Turki (Varian Anka-3): Khusus Stealth UCAV (Siluman). Digunakan untuk menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat (Deep Strike).

      Hapus
    2. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      1. Kategori Pengguna Dual-Role (UCAV & ISR)
      Negara-negara ini menggunakan Anka-S sebagai platform fleksibel yang bisa dipersenjatai atau digunakan murni untuk pengintaian jarak jauh.
      • Indonesia: 12 unit (Lanud Supadio). Fokus pada kedaulatan wilayah (Natuna) dan serangan presisi.
      • Kazakhstan: 3 unit + pusat produksi lokal. Fokus pada kemandirian industri pertahanan.
      • Aljazair: 10 unit. Fokus pada pengawasan perbatasan gurun yang luas dan penindakan pemberontak.
      • Tunisia: 3 unit. Pengguna ekspor pertama, fokus pada keamanan internal.
      • Kirgistan & Chad: Fokus pada misi kontra-terorisme dan patroli wilayah konflik.
      -------------------------
      2. Kategori Pengguna Spesialis ISR & Patroli Maritim
      Negara yang memprioritaskan sensor pengawasan canggih di atas kapasitas angkut senjata untuk misi pemantauan wilayah laut.
      • Malaysia: 3 unit Anka-S (Maritime). Dilengkapi radar pencari permukaan laut untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan (ZEE).
      • Angola: (Status Pesanan). Direncanakan untuk pengawasan aset minyak dan perbatasan maritim.
      -------------------------
      3. Kategori Pengguna High-End & Intelijen Strategis
      Hanya dilakukan oleh negara produsen (Turki) karena kompleksitas teknologi dan kerahasiaan data.
      • Turki (Varian Anka-I): Khusus SIGINT/ELINT (Intelijen Sinyal) untuk menyadap komunikasi musuh tanpa membawa senjata.
      • Turki (Varian Anka-3): Khusus Stealth UCAV (Siluman). Digunakan untuk menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat (Deep Strike).

      Hapus
    3. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      1. Kategori Dual-Role (UCAV & ISR)
      • Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      • Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      • Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      • Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      • Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -
      2. Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
      • Malaysia: LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      • Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -
      3. Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
      • Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      • Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    4. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    5. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
  44. Kahsiyan warganyet kl, Pamer TCAS (Trafik. Çarpışma Önleme Sistemi) melulu,
    padahal bukan hal yang heboh haha!😬😬😬

    semua dron ANKA diduniya emang uda di pasang tcas, termasyuk punya kita haha!👍😉👍
    kalo gak yaa nabrak donk haha!😝🤣😝

    N219 kita pun ada tcas

    ini buktinya

    Link kita dari TUSAS TURKI ASELI
    Produsen yg bikin ANKA

    lah warganyet bawa LINK PALSUW dari media PEMBUAL haha!🤥🤣🤥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Türk Havacılık ve Uzay Sanayii
    https://www.tusas.com
    PDF
    11. Brochure - ANKA.pdf
    RVT (Uzak Video Terminali), ✅️TCAS (Trafik. Çarpışma Önleme Sistemi) /. OPERATION SUPPORT: SATCOM, Radio Relay,. Air Launched Drone, AIS (Automatic ...

    BalasHapus
  45. mau tanya, banyak mana
    $ 300 juta vs $ 100 juta haha!😁🤪😁

    kahsiyan tak dikira, warganuet kl LeMaH Ekonomi, ehh LeMoT jugak haha!😵🍌😵

    BalasHapus
  46. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    1. Kategori Pengguna Dual-Role (UCAV & ISR)
    Negara-negara ini menggunakan Anka-S sebagai platform fleksibel yang bisa dipersenjatai atau digunakan murni untuk pengintaian jarak jauh.
    • Indonesia: 12 unit (Lanud Supadio). Fokus pada kedaulatan wilayah (Natuna) dan serangan presisi.
    • Kazakhstan: 3 unit + pusat produksi lokal. Fokus pada kemandirian industri pertahanan.
    • Aljazair: 10 unit. Fokus pada pengawasan perbatasan gurun yang luas dan penindakan pemberontak.
    • Tunisia: 3 unit. Pengguna ekspor pertama, fokus pada keamanan internal.
    • Kirgistan & Chad: Fokus pada misi kontra-terorisme dan patroli wilayah konflik.
    -------------------------
    2. Kategori Pengguna Spesialis ISR & Patroli Maritim
    Negara yang memprioritaskan sensor pengawasan canggih di atas kapasitas angkut senjata untuk misi pemantauan wilayah laut.
    • Malaysia: 3 unit Anka-S (Maritime). Dilengkapi radar pencari permukaan laut untuk memantau aktivitas di Laut China Selatan (ZEE).
    • Angola: (Status Pesanan). Direncanakan untuk pengawasan aset minyak dan perbatasan maritim.
    -------------------------
    3. Kategori Pengguna High-End & Intelijen Strategis
    Hanya dilakukan oleh negara produsen (Turki) karena kompleksitas teknologi dan kerahasiaan data.
    • Turki (Varian Anka-I): Khusus SIGINT/ELINT (Intelijen Sinyal) untuk menyadap komunikasi musuh tanpa membawa senjata.
    • Turki (Varian Anka-3): Khusus Stealth UCAV (Siluman). Digunakan untuk menembus sistem pertahanan udara lawan yang sangat ketat (Deep Strike).

    BalasHapus
  47. warganyet kl jangan kaget yaaa pembual 1cc

    SEMUA ANKA ada TCAS...
    bukan hal yg hebat, dasar kamfungan DMISKINOS haha!🤭🤣🤭

    makloum baruw mrasa, dron kita banyakkkkk

    Noh..donlot brosur anka, ampe puas haha!😂😂😂

    Link aseli dari TAI TUSAS Turki...
    kahsitan warganyet kl, KALAH LAGIII haha!😝😄😝
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.tusas.com/content/files/uploads/229/11.%2520Brochure%2520-%2520ANKA.pdf&ved=2ahUKEwjx1Zng7NCTAxVcd2wGHUWaAms4HhAWegQINBAB&usg=AOvVaw0Up_iKXXk6y1ppXtW_MgrX

    BalasHapus
  48. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAN
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    1. Kategori Dual-Role (UCAV & ISR)
    • Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    • Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    • Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    • Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    • Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -
    2. Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
    • Malaysia: LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    • Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -
    3. Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
    • Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
    • Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
    -------------------------
    MALAYDESH 3 ANKA ISR
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2023 WILL NOT ARMED
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

    BalasHapus
  49. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
    1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    -
    2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    -
    3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    -
    4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    -
    5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -------------------------
    Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim
    1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    -
    2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -------------------------
    Kategori High-End & Intelijen Strategis (Turki)
    1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
    -
    2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
    -------------------------
    MALAYDESH 3 ANKA ISR
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2023 WILL NOT ARMED
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

    BalasHapus
  50. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
    1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    -
    2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    -
    3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    -
    4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    -
    5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -------------------------
    KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
    1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    -
    2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -------------------------
    KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
    1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
    -
    2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
    -------------------------
    1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
    Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
    Radius: Hingga 7.500 km.
    Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
    Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
    Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
    Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
    Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
    Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
    Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
    Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
    Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
    -
    2. Wilayah dalam Jangkauan Operasional (Radius Dominasi)
    ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
    Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
    Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
    -
    3. Pangkalan Udara (Home Base) Strategis
    Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
    Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
    Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
    Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).

    BalasHapus
  51. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
    1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    -
    2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    -
    3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    -
    4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    -
    5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -------------------------
    KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
    1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    -
    2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    ----------------------------------
    2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
    5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
    6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
    6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
    ----------------
    🔍 DETAIL PROYEK
    • MRCA (2017–2025):
    o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
    o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
    -
    • LCS (2011–2025):
    o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
    o 2022: Skandal audit terungkap.
    o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
    -
    • SPH (2016–2025):
    o 2016: Proposal SPH diajukan.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
    -
    • MRSS (2016–2025):
    o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
    o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    ----------------
    DEBT 84,3% TO GDP
    KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOF
    -
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    KEKANGAN KEWANGAN
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  52. saya bukan klaim sepihak ya..ini sendiri di jelaskan oleh firma pembina ANKA hanya MALAYSIA pengguna ANKA yang ada sistem TCAS.... KESIAN GORILLA klaim juga konon ANKA BASIC versi NGUTANG mereka ada sistem TCAS....HAHAHAHAH
    baca guys...........................



    Selain itu, drone Anka-S yang akan diakuisisi Malaysia juga akan dilengkapi dengan Traffic Collision Avoidance System (TCAS) yang digunakan oleh sistem manajemen lalu lintas udara dan merupakan kemampuan baru.

    "Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaysia", kata pejabat TAI di ajang LIMA 2023 kala itu.

    “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km dan tergantung konfigurasinya, Anka-S dapat terbang selama 30 jam melakukan berbagai misi dan operasi,” ujarnya.


    https://www.zonajakarta.com/nasional/67314446552/malaysia-jelas-tersaingi-karena-media-turki-bocorkan-drone-anka-s-berkemampuan-baru-juga-bakal-dikirim-tai-ke-indonesia-tahun-ini?page=3

    BalasHapus
    Balasan
    1. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    2. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    3. KASIAN PAMER TCAS ......
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      TCAS = PESAWAT | DRONE | HELIKOPTER
      -
      PENGGUNA UTAMA TCAS DI SELURUH DUNIA:
      1. Penerbangan Sipil (Komersial & Bisnis)
      Berdasarkan aturan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), TCAS II (versi terbaru) wajib dipasang pada:
      Maskapai Penerbangan Internasional: Semua pesawat jet komersial besar yang membawa lebih dari 19 penumpang atau memiliki berat lepas landas maksimum (MTOM) di atas 5.700 kg (12.600 lbs).
      Pesawat Kargo: Semua pesawat kargo berukuran sedang hingga besar.
      Penerbangan Bisnis (Private Jet): Jet bisnis kelas menengah hingga atas (seperti seri Gulfstream, Bombardier, dan Dassault Falcon) yang sering terbang di ruang udara padat.
      Helikopter Layanan Darurat: Helikopter medis (HEMS) atau pencarian dan penyelamatan (SAR) yang beroperasi di ketinggian rendah sering menggunakan TCAS I untuk kesadaran situasional.
      -
      2. Penerbangan Militer
      Militer menggunakan TCAS terutama saat terbang di ruang udara sipil atau saat latihan bersama untuk memastikan keselamatan:
      Pesawat Angkut Militer: Contohnya Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III.
      Pesawat Pengintai & AWACS: Seperti Boeing E-3 Sentry dan Northrop Grumman E-2 Hawkeye.
      Pesawat Tanker Bahan Bakar: Seperti Airbus A330 MRTT dan Boeing KC-46 Pegasus.
      Jet Latih: Banyak jet latih modern yang dilengkapi TCAS untuk melindungi pilot siswa.
      -
      3. Drone dan Sistem Tanpa Awak (UAS/UAV)
      Drone tidak selalu memiliki TCAS karena keterbatasan ukuran dan daya, namun adopsi sistem ini mulai meningkat pada kategori berikut:
      Drone Militer Kelas MALE/HALE: Drone besar seperti MQ-9 Reaper, MQ-1 Predator, dan RQ-4 Global Hawk dilengkapi dengan sistem serupa TCAS (ACAS Xu) agar bisa beroperasi dengan aman di ruang udara bersama pesawat berawak.
      Drone Logistik & Pengiriman: Perusahaan seperti Amazon Prime Air dan Zipline mulai menguji integrasi sistem deteksi dan penghindaran (DAA) yang kompatibel dengan standar TCAS/ACAS.
      UAV Pengawas Perbatasan: Digunakan oleh instansi seperti US Customs and Border Protection untuk misi pengawasan jangka panjang.
      International Trade Administration (.gov) +2
      -
      4. Produsen Sistem TCAS (Penyedia Teknologi)
      Sistem ini diproduksi oleh perusahaan avionik besar yang digunakan oleh pengguna di atas:
      Honeywell (BendixKing): Pemimpin pasar untuk sistem TCAS/ACAS.
      Garmin: Populer untuk instalasi pada pesawat penerbangan umum dan drone menengah.
      Collins Aerospace: Menyediakan sistem terintegrasi untuk maskapai dan militer.
      L3Harris: Fokus pada solusi surveillance terintegrasi.
      --------------------------------
      1. MQ-9 Reaper (General Atomics)
      MQ-9 Reaper adalah salah satu UCAV pertama yang secara aktif mengintegrasikan sistem Detect and Avoid (DAA) yang mencakup fungsi TCAS II.
      -
      2. MQ-4C Triton (Northrop Grumman)
      Meskipun lebih difokuskan untuk pengintaian maritim (ISR), Triton adalah UAV besar yang menggunakan sistem serupa TCAS untuk keselamatan navigasi di jalur penerbangan internasional.
      -
      3. EuroMALE / Eurodrone (Airbus/Leonardo/Dassault)
      Proyek UCAV masa depan Eropa ini dirancang sejak awal untuk mematuhi aturan navigasi udara sipil di Eropa.
      -
      4. MQ-25 Stingray (Boeing)
      Drone pengisi bahan bakar tak berawak milik Angkatan Laut AS ini beroperasi di sekitar kapal induk dan pesawat tempur berawak.
      -
      5. Bayraktar TB2 / Akıncı (Baykar Tech)
      Drone buatan Turki ini menggunakan sistem ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) yang merupakan komponen pendukung utama TCAS.
      -
      6. Anka-S (buatan Turkish Aerospace Industries/TAI) dilengkapi dengan sistem TCAS (Traffic Collision Avoidance System)
      Integrasi Avionik: TCAS pada Anka-S merupakan bagian dari paket avionik canggih yang juga mencakup sistem IFF (Identification Friend or Foe), antena komunikasi satelit (SATCOM) untuk kendali jarak jauh melampaui garis pandang (Beyond Line of Sight), dan komputer kontrol penerbangan otonom.

      Hapus
    4. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ----------------------------------
      2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
      5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
      ----------------
      🔍 DETAIL PROYEK
      • MRCA (2017–2025):
      o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
      o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
      -
      • LCS (2011–2025):
      o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
      o 2022: Skandal audit terungkap.
      o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
      -
      • SPH (2016–2025):
      o 2016: Proposal SPH diajukan.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
      -
      • MRSS (2016–2025):
      o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
      o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      ----------------
      DEBT 84,3% TO GDP
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOF
      -
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      KEKANGAN KEWANGAN
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    5. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    6. PENAKUT.......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus PENAKUT😀

      Hapus
    7. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

      Hapus
    8. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
      Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
      Radius: Hingga 7.500 km.
      Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
      Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
      -
      Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
      Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
      Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
      Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
      -
      Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
      Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
      Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
      -------------------------
      WILAYAH DALAM JANGKAUAN OPERASIONAL (RADIUS DOMINASI) =
      1. ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
      2. Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
      3. Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
      -------------------------
      PANGKALAN UDARA (HOME BASE) STRATEGIS
      1. Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
      2. Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
      3. Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
      4. Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).

      Hapus
    9. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
      Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
      Radius: Hingga 7.500 km.
      Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
      Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
      -
      Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
      Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
      Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
      Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
      -
      Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
      Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
      Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
      -------------------------
      WILAYAH DALAM JANGKAUAN OPERASIONAL (RADIUS DOMINASI) =
      1. ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
      2. Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
      3. Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
      -------------------------
      PANGKALAN UDARA (HOME BASE) STRATEGIS
      1. Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
      2. Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
      3. Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
      4. Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).

      Hapus
    10. PENGGUNA ANKA =
      DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
      | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
      -
      ISR = MALAYDESH | ANGOLA
      -------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
      -------------------------
      KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
      1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
      -
      2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
      -------------------------
      1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
      Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
      Radius: Hingga 7.500 km.
      Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
      Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
      -
      Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
      Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
      Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
      Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
      -
      Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
      Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
      Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
      -------------------------
      WILAYAH DALAM JANGKAUAN OPERASIONAL (RADIUS DOMINASI) =
      1. ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
      2. Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
      3. Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
      -------------------------
      PANGKALAN UDARA (HOME BASE) STRATEGIS
      1. Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
      2. Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
      3. Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
      4. Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).

      Hapus
    11. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus

  53. Berita Aseli, SPH Kensel haha!👍🍌👍

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Kementerian Kewangan Batal Perolehan Aset Meriam SPH 155mm Yavuz
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/04/kementerian-kewangan-batal-perolehan.html?m=1

    BalasHapus
  54. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
    1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    -
    2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    -
    3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    -
    4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    -
    5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -------------------------
    KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
    1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    -
    2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    ----------------------------------
    2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
    5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
    6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
    6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
    ----------------
    🔍 DETAIL PROYEK
    • MRCA (2017–2025):
    o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
    o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
    -
    • LCS (2011–2025):
    o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
    o 2022: Skandal audit terungkap.
    o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
    -
    • SPH (2016–2025):
    o 2016: Proposal SPH diajukan.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
    -
    • MRSS (2016–2025):
    o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
    o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    ----------------
    DEBT 84,3% TO GDP
    KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOF
    -
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    KEKANGAN KEWANGAN
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  55. PENAKUT.......
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
    Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
    ===========
    ===========
    PEJUANG .....
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
    Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
    -
    😀PEJUANG versus PENAKUT😀

    BalasHapus
  56. PENGGUNA ANKA =
    DUAL-ROLE (UCAV & ISR) = INDONESIA | KAZAKHSTAN | ALJAZAIR
    | TUNISIA | KRIGISTAN | CHAD
    -
    ISR = MALAYDESH | ANGOLA
    -------------------------
    KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
    1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
    -
    2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
    -
    3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
    -
    4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
    -
    5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
    -------------------------
    KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
    1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
    -
    2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir].
    -------------------------
    KATEGORI HIGH-END & INTELIJEN STRATEGIS (TURKI)
    1. Anka-I (SIGINT): Publikasi resmi Savunma Sanayii Başkanlığı (SSB) Turki mengonfirmasi penggunaan varian ini oleh Organisasi Intelijen Nasional (MIT) untuk misi penyadapan sinyal elektronik].
    -
    2. Anka-3 (Stealth): Turkish Aerospace (TUSAŞ) merilis data penerbangan perdana (Desember 2023) yang menunjukkan kemampuan flying wing untuk misi deep strike dan operasional berdampingan dengan jet tempur KAAN
    -------------------------
    1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
    Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
    Radius: Hingga 7.500 km.
    Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
    Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
    -
    Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
    Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
    Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
    Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
    -
    Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
    Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
    Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
    -------------------------
    WILAYAH DALAM JANGKAUAN OPERASIONAL (RADIUS DOMINASI) =
    1. ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
    2. Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
    3. Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
    -------------------------
    PANGKALAN UDARA (HOME BASE) STRATEGIS
    1. Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
    2. Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
    3. Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
    4. Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).

    BalasHapus
  57. Terang pihak TAI kata yang pengguna TCAS ANKA hanya MALAYSIA... Pssstttt jaga jaga GORILLA mau klaim ANKA BASIC mereka juga konon ada TCAS... 🤣🤣🤣🤣



    "Drone Anka-S dengan sistem TCAS adalah kemampuan baru dan tidak ada pengguna lain yang menggunakan sistem tersebut kecuali Malaysia", kata pejabat TAI di ajang LIMA 2023 kala itu.

    “Itu (TCAS) adalah keuntungan untuk memungkinkan pengguna menerbangkan drone Anka-S sejauh 1.000 km dan tergantung konfigurasinya, Anka-S dapat terbang selama 30 jam melakukan berbagai misi dan operasi,” ujarnya.


    https://www.zonajakarta.com/nasional/67314446552/malaysia-jelas-tersaingi-karena-media-turki-bocorkan-drone-anka-s-berkemampuan-baru-juga-bakal-dikirim-tai-ke-indonesia-tahun-ini?page=3

    BalasHapus
    Balasan
    1. ANALISA PERBANDINGAN DRONE MALE: INDONESIA VS MALAYDESH
      1. KONTRAS FILOSOFI PENGADAAN
      Indonesia (High-End Combatant): Mengadopsi sistem ANKA-S versi "Premium" dengan kemampuan Full Combat. Fokus pada Air Supremacy dan penghancuran target darat/permukaan secara mandiri.
      Malaydesh (Low-End Observer): Memilih versi ANKA-THS yang "Ekonomis" dan "Ompong". Hanya berfungsi sebagai platform sensor tanpa taring, alias "CCTV Terbang".
      -------------------------------
      2. ANALISA SISTEM TCAS: NAVIGASI DASAR VS ALAT TEMPUR
      Malaydesh menonjolkan fitur TCAS (Traffic Collision Avoidance System), namun secara teknis ini adalah standar navigasi dasar yang wajib ada pada semua pesawat (sipil, kargo, helikopter, hingga drone besar) untuk sekadar tidak tabrakan di udara.
      Fakta: Semua drone kelas MALE modern (termasuk MQ-9 Reaper, Triton, dan Anka-S Indonesia) sudah memiliki TCAS/ACAS sebagai fitur standar avionic.
      Kesimpulan: Menonjolkan TCAS pada drone "Ompong" seperti memuji fitur safety belt pada mobil, sementara pihak lawan (Indonesia) sudah berbicara tentang sistem rudal dan radar pencari sasaran yang mematikan.
      -------------------------------
      3. KESIMPULAN STRATEGIS
      Indonesia: Membangun kekuatan Deterrence (Gentar). Dengan 87 unit UCAV (Akinci, TB3, Anka, CH4) yang dipersenjatai lengkap, Indonesia mampu melakukan serangan presisi dan mengamankan kedaulatan secara aktif.
      Malaydesh: Membangun kemampuan Situational Awareness pasif. Hanya memiliki 3 unit drone patroli yang sangat rentan karena tidak bisa membela diri jika diserang.
      -------------------------------
      ANALISA PERBANDINGAN DRONE MALE: INDONESIA VS MALAYDESH
      ---------------------------------
      1. Kasta & Klasifikasi
      Indonesia (ANKA-S): Versi "Premium" & Full Combat. Dirancang sebagai mesin perang utama di udara.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Versi "Ekonomis" & Ompong. Dirancang hanya sebagai platform pengintai (ISR).
      ---------------------------------
      2. Kapasitas Persenjataan
      Indonesia (ANKA-S): Bersenjata Lengkap. Membawa rudal pintar dan munisi mikro seperti MAM-L dan MAM-C untuk menghancurkan target darat maupun permukaan.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Nol Senjata (Unarmed). Tidak memiliki kemampuan menyerang; murni membawa peralatan sensor.
      ---------------------------------
      3. Doktrin & Misi Utama
      Indonesia (ANKA-S): Hunter-Killer. Menjalankan misi mencari target, mengunci, dan langsung menghancurkannya (serangan presisi).
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Coastal Watch. Menjalankan misi intai dan lapor; memantau pergerakan di laut tanpa kemampuan menindak secara mandiri.
      ---------------------------------
      4. Spesialisasi Teknologi Radar
      Indonesia (ANKA-S): Menggunakan Radar SAR/GMTI. Fokus pada deteksi dan pelacakan target bergerak di darat (Ground Moving Target Indicator).
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Menggunakan Radar ISAR High-Res. Fokus pada identifikasi bentuk kapal secara detail dari jarak sangat jauh di lautan.
      ---------------------------------
      5. Kelengkapan Sensor & Navigasi
      Indonesia (ANKA-S): Dilengkapi EO/IR Target Locker. Sensor optik canggih untuk mengunci target sebelum melepaskan rudal.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Dilengkapi AIS (Automatic Identification System). Digunakan untuk melacak identitas dan posisi kapal sipil/militer secara otomatis di ZEE.
      ---------------------------------
      6. Konfigurasi Fisik (Airframe)
      Indonesia (ANKA-S): Standar Tempur. Struktur dirancang untuk keseimbangan antara kecepatan, daya angkut senjata, dan ketahanan terbang.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Modifikasi Sayap. Memiliki desain sayap yang dimodifikasi khusus untuk High Endurance (terbang lebih lama) demi patroli maritim yang panjang.

      Hapus
    2. PERBANDINGAN ANKA-S versus ANKA-THS
      VERSI MAHAL versus VERSI MURAH
      VERSI COMBAT SENJATA versus VERSI ISR OMPONG
      --------------------------------
      1. Persenjataan
      ANKA-S: Varian tempur (UCAV) yang membawa rudal atau bom pintar seperti MAM-L dan MAM-C.
      -
      ANKA-THS: Varian tanpa senjata (unarmed), murni untuk misi pengintaian.
      --------------------------------
      2. Fungsi Utama
      ANKA-S: Fokus pada serangan udara presisi dan pengawasan medan tempur.
      -
      ANKA-THS: Fokus pada ISTAR (Intelijen, Pengawasan, Akuisisi Target, dan Pengintaian) serta patroli maritim.
      --------------------------------
      3. Teknologi Radar
      ANKA-S: Menggunakan radar SAR/GMTI standar untuk deteksi target di darat.
      -
      ANKA-THS: Dilengkapi radar SAR/ISAR resolusi tinggi yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi kapal di laut dari jarak sangat jauh.
      -------------------------------
      4. Sensor & Komunikasi
      ANKA-S: Sensor EO/IR standar untuk penguncian target darat.
      -
      ANKA-THS: Memiliki sistem AIS (Automatic Identification System) untuk melacak identitas kapal dan integrasi data-link khusus militer Malaydesh.
      -------------------------------
      5. Jangkauan & Operasional
      ANKA-S: Dioptimalkan untuk operasi garis depan pertempuran atau anti-teror dengan daya tahan sekitar 24-30 jam.
      -
      ANKA-THS: Dioptimalkan untuk patroli laut, khususnya memantau Laut China Selatan dan wilayah ZEE Malaydesh.
      -------------------------------
      SIPRI = MALAYDESH LEVEL TIMOR LESTE
      ANKA = MALAYDESH LEVEL ANGOLA
      ---------------------------------
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA | PNG | NEW ZEALAND
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
      ---------------------------------
      KATEGORI DUAL-ROLE (UCAV & ISR)
      1. Indonesia: Kementerian Pertahanan RI dan Turkish Aerospace Industries (TAI) mengonfirmasi kontrak 12 unit senilai $300 juta pada awal 2023. Media pertahanan seperti Janes dan Defense News mencatat penempatannya di Lanud Supadio untuk pengawasan Natuna .
      -
      2. Kazakhstan: Laporan dari Anadolu Agency menyebutkan kesepakatan produksi lisensi lokal di Kazakhstan, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang memproduksi Anka secara mandiri.
      -
      3. Aljazair: Situs intelijen MenaDefense melaporkan pengiriman 10 unit Anka-S yang dilengkapi dengan link satelit untuk patroli gurun dan perbatasan.
      -
      4. Tunisia: Reuters dan Defense Post mencatat Tunisia sebagai pembeli ekspor pertama (kontrak 2020) untuk memperkuat keamanan internal pasca-konflik.
      -
      5. Kirgistan & Chad: Daily Sabah melaporkan pengiriman unit ke Kirgistan (2023) dan Chad sebagai bagian dari diplomasi pertahanan Turki di Asia Tengah dan Afrika.
      -------------------------
      KATEGORI SPESIALIS ISR & PATROLI MARITIM
      1. Malaydesh : LIMA 2023 (Langkawi International Maritime and Aerospace Exhibition) menjadi ajang penandatanganan kontrak 3 unit varian maritime yang dilengkapi radar Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk pemantauan ZEE.
      -
      2. Angola: Berita dari Military Africa mengonfirmasi minat dan status pesanan Angola untuk pengawasan infrastruktur energi (minyak) dan wilayah pesisir.
      ==================
      ==================
      INDONESIA 87 UCAV ...
      60 UCAV TB3
      12 UCAV ANKA
      9 UCAV AKINCI
      6 UCAV CH4

      Hapus
    3. IDN : SIPRI SHOPPING VERSUS MY : SIPRI KOSONG
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      ---------
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      JV INDONESIA TURKEY
      ASELSAN DAN ROKETSAN ...........
      SARP
      CENK
      FCS
      DATA LINK
      SUNGUR
      CAKIR
      MAM-L
      UAV
      TANK
      Turkish defence firms Aselsan and Roketsan have signed strategic agreements for defence industry transfers with Indonesia under the leadership of Türkiye’s Presidency of Defence Industries (SSB) in Jakarta.
      Turkish defence firm representatives and Indonesian President-elect and Defence Minister Prabowo Subianto met in the Indonesian capital on Monday, marking a “historic moment reflecting the strong ties between Türkiye and Indonesia,” said Haluk Gorgun, president of the SSB.
      In scope of the agreements, Aselsan’s remote controlled stabilised weapon system “SARP,” the four-dimensional search radar “CENK,” the Fire Control System, and the firm’s Data Link will be provided to Indonesia, in addition to Roketsan’s air defence missile system “SUNGUR,” the cruise missile “CAKIR,” and the smart micro munition “MAM-L.”
      Additionally, memorandums of understanding on the transfers of unmanned surface vehicles, tank modernisation, and missile system maintenance were signed
      ---------
      Indonesia and Turkey have collaborated on missile development and purchases, including air defense missiles, cruise missiles, and fast missile boats.
      Missile development
      • Kaplan APC
      A new armored personnel carrier (APC) that can accommodate up to 13 people. The APC will be manufactured in Turkey, with the second and subsequent APCs manufactured in Indonesia.
      • Joint production of anti-ship cruise missiles
      Turkey and Indonesia are collaborating to jointly produce anti-ship cruise missiles in Indonesia.
      Missile purchases
      • ATMACA missiles
      The Turkish company Rocketsan supplied ATMACA missiles to Indonesia to modernize the armaments of Indonesian Navy warships.
      • SUNGUR air defense missile system
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the SUNGUR air defense missile system.
      • ÇAKIR cruise missile
      The Turkish defense company Roketsan will supply Indonesia with the ÇAKIR cruise missile.
      Fast missile boats
      • The Indonesian Ministry of Defense purchased two combat mission fast missile boats (NB74 and NB75) from TAIS, a consortium of five Turkish shipyards. The boats are armed with anti-ship missiles, gun or torpedoes
      ---------
      NEW COLLABORATIONS FROM ASELSAN IN INDONESIA
      ASELSAN President & CEO Ahmet Akyol announced that new agreements have been signed with Indonesia in line with ASELSAN's growth objectives for 2030, centered on expanding its global reach.
      During an official visit to Indonesia led by the Turkish Presidency of Defence Industries (SSB), strategic agreements related to defense industry transfers were signed, which represents a significant step for reinforcing ASELSAN’s presence in the Asia-Pacific region.
      In frame of the agreements, the two countries have formalized strategic deals involving the use of ASELSAN’s Remote-Controlled Stabilized Weapon System SARP, 4D Search Radar CENK, Naval Gun Fire Control System, Air Defence Missile Fire Control System (FCS) and Missile Data Link by Indonesia

      Hapus
    4. ANALISA PERBANDINGAN DRONE MALE: INDONESIA VS MALAYDESH
      ---------------------------------
      1. Kasta & Klasifikasi
      Indonesia (ANKA-S): Versi "Premium" & Full Combat. Dirancang sebagai mesin perang utama di udara.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Versi "Ekonomis" & Ompong. Dirancang hanya sebagai platform pengintai (ISR).
      ---------------------------------
      2. Kapasitas Persenjataan
      Indonesia (ANKA-S): Bersenjata Lengkap. Membawa rudal pintar dan munisi mikro seperti MAM-L dan MAM-C untuk menghancurkan target darat maupun permukaan.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Nol Senjata (Unarmed). Tidak memiliki kemampuan menyerang; murni membawa peralatan sensor.
      ---------------------------------
      3. Doktrin & Misi Utama
      Indonesia (ANKA-S): Hunter-Killer. Menjalankan misi mencari target, mengunci, dan langsung menghancurkannya (serangan presisi).
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Coastal Watch. Menjalankan misi intai dan lapor; memantau pergerakan di laut tanpa kemampuan menindak secara mandiri.
      ---------------------------------
      4. Spesialisasi Teknologi Radar
      Indonesia (ANKA-S): Menggunakan Radar SAR/GMTI. Fokus pada deteksi dan pelacakan target bergerak di darat (Ground Moving Target Indicator).
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Menggunakan Radar ISAR High-Res. Fokus pada identifikasi bentuk kapal secara detail dari jarak sangat jauh di lautan.
      ---------------------------------
      5. Kelengkapan Sensor & Navigasi
      Indonesia (ANKA-S): Dilengkapi EO/IR Target Locker. Sensor optik canggih untuk mengunci target sebelum melepaskan rudal.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Dilengkapi AIS (Automatic Identification System). Digunakan untuk melacak identitas dan posisi kapal sipil/militer secara otomatis di ZEE.
      ---------------------------------
      6. Konfigurasi Fisik (Airframe)
      Indonesia (ANKA-S): Standar Tempur. Struktur dirancang untuk keseimbangan antara kecepatan, daya angkut senjata, dan ketahanan terbang.
      -
      Malaydesh (ANKA-THS): Modifikasi Sayap. Memiliki desain sayap yang dimodifikasi khusus untuk High Endurance (terbang lebih lama) demi patroli maritim yang panjang.
      --------------------------------
      PERBANDINGAN ANKA-S versus ANKA-THS
      VERSI MAHAL versus VERSI MURAH
      VERSI COMBAT SENJATA versus VERSI ISR OMPONG
      --------------------------------
      1. Persenjataan
      ANKA-S: Varian tempur (UCAV) yang membawa rudal atau bom pintar seperti MAM-L dan MAM-C.
      -
      ANKA-THS: Varian tanpa senjata (unarmed), murni untuk misi pengintaian.
      --------------------------------
      2. Fungsi Utama
      ANKA-S: Fokus pada serangan udara presisi dan pengawasan medan tempur.
      -
      ANKA-THS: Fokus pada ISTAR (Intelijen, Pengawasan, Akuisisi Target, dan Pengintaian) serta patroli maritim.
      --------------------------------
      3. Teknologi Radar
      ANKA-S: Menggunakan radar SAR/GMTI standar untuk deteksi target di darat.
      -
      ANKA-THS: Dilengkapi radar SAR/ISAR resolusi tinggi yang mampu mendeteksi dan mengidentifikasi kapal di laut dari jarak sangat jauh.
      -------------------------------
      4. Sensor & Komunikasi
      ANKA-S: Sensor EO/IR standar untuk penguncian target darat.
      -
      ANKA-THS: Memiliki sistem AIS (Automatic Identification System) untuk melacak identitas kapal dan integrasi data-link khusus militer Malaydesh.
      -------------------------------
      5. Jangkauan & Operasional
      ANKA-S: Dioptimalkan untuk operasi garis depan pertempuran atau anti-teror dengan daya tahan sekitar 24-30 jam.
      -
      ANKA-THS: Dioptimalkan untuk patroli laut, khususnya memantau Laut China Selatan dan wilayah ZEE Malaydesh.

      Hapus
    5. MUNDUR .......
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      MALAYDESH MUNDUR = MENANGGUHKAN
      Malaydesh telah menangguhkan sementara operasional dan patroli Batalyon Malayadesh (MALBATT) 850-13 di Lebanon Selatan per 1 April 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindakan pencegahan keamanan....
      ---------------------------------
      BOM PASUKAN KAWAN
      Seperti dikutip dari Manila Bulletin yang mengunggah artikel pada 6 Maret 2013 Silam, Agbimuddin mengkuasai jika bom yang dijatuhkan tadi telak mengenai kamp pasukan dan polisi MALAYDESH di Desa Tanduo, Lahad Datu yang merupakan bekas markas milisi Sulu.
      ---------------------------------
      TEMBAK PERWIRA
      Seorang perwira tentara elit MALAYDESH tewas tertembak dalam sebuah demonstrasi di sebuah kamp militer di Kota Kinabalu, Sabah. Mayor Mohd Zahir Armaya, ayah lima anak berusia 36 tahun tertembak dalam sebuah latihan oleh seorang prajurit Angkatan Darat.
      ---------------------------------
      TEMBAK KAWAN
      Royal MALAYDESH Air Force (RMAF )dikejutkan dengan ulah seorang anggotanya, yang tiba menembak mati tiga teman, yang bersama berjaga di pos.
      Peristiwa terjadi Jumat (13/8/2021) pagi waktu setempat di kamp Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) di Kota Samarahan, Sarawak, MALAYDESH .
      ---------------------------------
      GRANAT KAWAN
      Dua prajurit Angkatan Udara Kerajaan MALAYDESH (TUDM) tewas saat menjalani latihan menembak dan melempar granat di Tempat Latihan Dasar Granat Kem Syed Sirajuddin Target Range, Gemas Negeri Sembilan
      ---------------------------------
      TABRAK KAPAL KAWAN
      insiden itu berlaku ketika melaksanakan demonstrasi manuver bagi memintas bot mencurigakan di jeti Pangkalan TLDM Lumut sempena HTA22
      ===========
      ===========
      PEJUANG .....
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      INDONESIA KIRIM 756 PASUKAN
      Mabes TNI memastikan akan mengirimkan 756 personel baru ke Lebanon pada akhir Mei 2026 sebagai bagian dari rotasi rutin pasukan perdamaian PBB (UNIFIL). Keputusan ini menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjalankan mandat konstitusi untuk menjaga perdamaian dunia
      -
      😀PEJUANG versus MUNDUR😀

      Hapus
    6. INDONESIA 87 UCAV ...
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      ==================
      ==================
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      --------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      ---------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      SUMBER :
      BNM | MOF | Statista/Trading Economics
      --------------------------------
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
      2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
      2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
      2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
      2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
      2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
      2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
      2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
      2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
      2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
      2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
      2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
      2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
      2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
      2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
      2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

      Hapus
    7. 1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      1 KOTA VS 13 NEGARA BAGIAN (1 NEGARA)
      ---------------------------------
      1. Perbandingan Skala: "1 Kota vs 13 Negara Bagian"
      Berdasarkan data PDB PPP (Purchasing Power Parity), Jakarta menunjukkan konsentrasi kekayaan yang masif:
      Jakarta (1 Kota): Memiliki volume ekonomi sebesar US$ 1,7 Triliun. Jakarta adalah pusat sirkulasi uang Indonesia yang mencakup 70% dari total perputaran nasional.
      Malaydesh (1 Negara): Memiliki volume ekonomi riil sebesar US$ 1,34 Triliun (gabungan dari seluruh negara bagian).
      Analisis: Jakarta secara mandiri memiliki daya beli dan output ekonomi yang lebih besar daripada gabungan seluruh wilayah federal Malaydesh. Ini menempatkan Jakarta setara dengan kekuatan ekonomi negara-negara G20.
      ---------------------------------
      2. Kualitas Pertumbuhan: "Owner vs Renter"
      Jakarta merepresentasikan kemandirian aset, sementara Malaydesh terjebak dalam ketergantungan sewa:
      Jakarta (Kedaulatan Aset): Infrastruktur strategis (MRT, LRT, Jalan Tol) dibangun dengan kekuatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang surplus. Jakarta adalah pemilik sah atas aset-asetnya.
      Malaydesh (Ekonomi Leasing): Terpaksa menyewa (Leasing) infrastruktur transportasi seperti kereta KTM dari Cina selama 30 tahun (RM 10,7 Miliar) dan alutsista militer karena kelumpuhan fiskal. Status Malaydesh berubah dari pemilik menjadi penyewa di tanah sendiri.
      ---------------------------------
      3. Kesehatan Fiskal & Jebakan Utang
      Struktur utang 2025 menjelaskan mengapa Jakarta mampu melakukan ekspansi sementara Malaydesh hanya mampu melakukan pemeliharaan:
      Jakarta & Indonesia (Safe Zone): Rasio utang pemerintah yang rendah (41,1%) memberikan fleksibilitas untuk terus berinvestasi pada proyek-proyek produktif.
      Malaydesh (Debt Trap): Terjebak dalam fenomena "Hutang Bayar Hutang". Dengan 58% - 64% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama (gali lubang tutup lubang), anggaran negara habis terserap oleh bunga, bukan pembangunan.
      ---------------------------------
      4. Beban Rakyat & Daya Beli Per Kapita
      Jakarta: Menjadi magnet ekonomi dengan kelas menengah yang ekspansif. Daya beli masyarakat didukung oleh sirkulasi modal yang sehat.
      Malaydesh: Daya beli domestik "lumpuh" akibat beban utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari PDB. Setiap individu rata-rata menanggung beban utang gabungan sebesar RM 82.000, yang mengakibatkan penurunan kualitas hidup dan konsumsi.
      ---------------------------------
      5. Kesimpulan Strategis: "Divergensi Regional"
      Data ini membuktikan terjadinya pergeseran kekuatan di Asia Tenggara. Jakarta bukan lagi sekadar ibu kota, melainkan Mesin Pertumbuhan Global yang ukurannya telah melampaui negara tetangga.
      Indonesia melalui Jakarta sedang membangun Hegemoni Ekonomi, sementara Malaydesh sedang berjuang melawan Kebangkrutan Fiskal dan beban liabilitas masa lalu yang tidak kunjung usai.

      Hapus
    8. The MALAYDESH Armed Forces (MAF) has faced a number of weaknesses, including outdated equipment, financial constraints, and corruption.
      Outdated equipment
      • Most of the MAF's equipment was purchased between the 1970s and 1990s.
      • Some of the navy's fleet and helicopters were commissioned in the 1960s.
      • The government auditor-general found that half of the navy's ships were beyond their serviceable lifespan.
      • The KD Rahman submarine had technical problems that prevented it from submerging.
      Financial constraints
      • The government's financial ability may limit the MAF's ability to develop and equip modern assets.
      • The government's budget allocation may need to be spent prudently.
      Corruption
      • The MAF has been involved in several corruption scandals
      ======================
      MALAYDESH 's military has faced a number of challenges in maintaining its equipment, including:
      • Budgetary limitations
      Successive governments have been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Corruption
      Defence procurement has been characterized by corruption, budgetary uncertainty, and opaque decision making.
      • Outdated equipment
      The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) has a large fleet of aging aircraft that are difficult to maintain.
      • Political interference
      Political interference has undermined combat readiness.
      • Logistics weaknesses
      There are issues with the quality of logistics equipment and the delivery of spares to soldiers .
      ==========
      MALAYDESH 's armed forces face several problems related to cost, including fiscal limitations, outdated equipment, and a lack of investment in research and development.
      Fiscal limitations
      • Limited defense budget
      MALAYDESH 's defense budget has been limited by fiscal constraints, with governments unwilling to cut spending in other areas.
      • Low percentage of GDP
      MALAYDESH 's defense budget has never exceeded 1.5% of GDP in the last 20 years.
      Outdated equipment
      • Old ships
      The Royal MALAYDESH Navy (RMN) has many old ships, including some that are over 40 years old.
      • Outdated inventory
      The MAF has outdated inventory stock, which can affect the country's security.
      Lack of investment in research and development
      --------------------------------------------------
      2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
      -
      ANKA = LEVEL ANGOLA
      SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
      -------------------------
      KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
      -
      Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
      Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
      -
      Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
      Malaydesh: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
      Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
      -------------------------
      2025-2024 = SIPRI KOSONG
      -
      SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
      -
      SIPRI 2025 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
      ---------------------------------
      SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
      -
      SIPRI 2024 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
      https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html

      Hapus
  58. INDONESIA 87 UCAV ...
    60 TB3
    12 ANKA
    9 AKINCI
    6 CH4
    ==================
    ==================
    MALAYDESH 3 ANKA ISR
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    --------------------------------
    2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 347%
    2. Malaydesh 🇲🇾: 224%
    3. Thailand 🇹🇭: 223%
    4. Vietnam 🇻🇳: 161%
    5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
    6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
    7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
    8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
    11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
    ---------------------------------
    2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
    Sumber: IMF Global Debt Database (Government Debt)
    1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
    2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
    3. Malaydesh 🇲🇾: 70,5%
    4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
    5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
    6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
    7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
    8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
    9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
    10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
    11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
    ----------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ----------------------------------
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
    ----------------------------------
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..



    BalasHapus
  59. 1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
    Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
    Radius: Hingga 7.500 km.
    Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
    Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
    Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
    Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
    Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
    Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
    Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
    Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
    Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
    -
    2. Wilayah dalam Jangkauan Operasional (Radius Dominasi)
    ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
    Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
    Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
    -
    3. Pangkalan Udara (Home Base) Strategis
    Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
    Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
    Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
    Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).
    ==================
    ==================
    MALAYDESH 3 ANKA ISR
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2023 WILL NOT ARMED
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

    BalasHapus
  60. 1. DAFTAR ASET UTAMA & JANGKAUAN STRATEGIS
    Bayraktar Akıncı (9 Unit) – The Strategic Heavy Hitter
    Radius: Hingga 7.500 km.
    Ketinggian: 40.000 kaki (HALE).
    Cakupan: Seluruh ASEAN, Australia Utara (Darwin), daratan India, Sri Lanka, hingga Tiongkok bagian selatan.
    Bayraktar TB3 (60 Unit) – The Carrier-Borne Predator
    Platform: Beroperasi dari kapal induk (seperti ITS Garibaldi atau LHD masa depan).
    Radius: 1.800+ km dari posisi kapal (Jangkauan Global via pergerakan kapal induk).
    Fokus: Supremasi di Laut Natuna Utara, Kepulauan Spratly, dan Paracel.
    Anka-S (12 Unit) & CH4 Rainbow (6 Unit)
    Radius: 1.500 km – 2.500 km (via SatCom).
    Fungsi: Pengawasan maritim dan serangan presisi Line-of-Sight.
    -
    2. Wilayah dalam Jangkauan Operasional (Radius Dominasi)
    ASEAN: Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar.
    Australia: Bagian Utara (Pangkalan militer strategis).
    Asia Timur & Selatan: Laut China Selatan, India, Sri Lanka.
    -
    3. Pangkalan Udara (Home Base) Strategis
    Lanud Supadio (Kalbar): Skuadron 51 (UAV Aerostar + UCAV Anka) & Home Base Rafale.
    Lanud Raden Sadjad (Natuna): Skuadron 52 (UCAV CH4B).
    Lanud Anang Busra (Tarakan): Skuadron 53 (UCAV CH4B).
    Lanud Roesmin Nurjadin (Pekanbaru): Home Base Rafale (Skadron 12 & 16).
    ==================
    ==================
    MALAYDESH 3 ANKA ISR
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
    -
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2023 WILL NOT ARMED
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
    Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
    MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
    While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
    -----
    3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
    2026 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
    Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form

    BalasHapus
  61. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN 280 KM
    BOMMMM : BRAHMOS 290 KM
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    1. Rudal BrahMos (Varian Indonesia)
    BrahMos adalah rudal jelajah supersonik hasil kerja sama India-Rusia yang dirancang untuk serangan presisi tinggi terhadap target maritim maupun darat. Indonesia mengonfirmasi finalisasi pembelian sistem ini pada Maret 2026.
    Tipe: Rudal jelajah supersonik (anti-ship & land-attack).
    Kecepatan: Hingga Mach 3 (sekitar 3.700 km/jam), menjadikannya salah satu rudal jelajah tercepat di dunia yang sulit dicegat sistem pertahanan udara.
    Jangkauan: Varian ekspor memiliki jangkauan operasional sekitar 290 km.
    Hulu Ledak: Membawa muatan seberat 200–300 kg bahan peledak tinggi.
    Sistem Pemandu: Menggunakan navigasi inersia (INS) yang terintegrasi dengan satelit (GPS/GLONASS) serta active radar homing untuk fase terminal.
    Platform: Direncanakan untuk dipasang pada baterai pesisir (truk 12x12) dan kapal perang TNI Angkatan Laut.
    ------------------------------------------
    2. Rudal KHAN (ITBM-600)
    KHAN merupakan varian ekspor dari rudal balistik Bora buatan Roketsan, Turki. Indonesia menjadi negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem ini. Batch pertama telah tiba di Indonesia sejak Agustus 2025 dan ditempatkan di Kalimantan Timur.
    Tipe: Rudal balistik taktis jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile - SRBM).
    Jangkauan: Efektif antara 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan: Dapat mencapai kecepatan hipersonik hingga Mach 5 pada fase terminal.
    Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg.
    Akurasi: Memiliki tingkat akurasi tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) kurang dari 10 meter.
    Mobilitas: Diluncurkan dari kendaraan taktis 8x8 (Tatra) yang memungkinkannya berpindah posisi dengan cepat (shoot-and-scoot).
    Penempatan: Unit-unit awal telah dikerahkan di markas Batalyon Artileri Medan ke-18, Tenggarong, untuk melindungi wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

    BalasHapus
  62. DAFTAR NEGARA ASEAN YANG MENGOPERASIKAN ATAU TELAH MEMESAN UCAV COMBAT:
    1. Indonesia (Pemimpin Armada di Kawasan)
    Indonesia merupakan operator UCAV terbesar di ASEAN dengan fokus pada platform asal Turkiye dan Tiongkok.
    Platform Utama:
    Bayraktar TB2 & TB3: Drone tempur yang terbukti di medan perang (Azerbaijan/Ukraina).
    Anka-S: 12 unit sedang dalam proses pengadaan (6 unit akan dirakit lokal oleh PTDI).
    CH-4B: Drone buatan Tiongkok yang sudah dioperasikan oleh Skadron Udara 51 TNI AU.
    Bayraktar Akinci: UCAV kelas berat yang juga masuk dalam radar akuisisi.
    Estimasi Jumlah: Sekitar 80–90 unit drone bersenjata (termasuk pesanan berjalan).
    -
    2. Filipina
    Filipina aktif menggunakan drone untuk operasi kontra-insurgensi dan pemantauan maritim, dengan beberapa unit memiliki kemampuan serang.
    Platform Utama:
    Hermes 900 & Hermes 450: Buatan Israel, mampu membawa muatan sensor canggih dan senjata presisi.
    Kamikaze Drones: Filipina juga mengembangkan drone FPV dan "suicide drones" secara mandiri untuk kebutuhan taktis angkatan darat.
    Estimasi Jumlah: 12–15 unit yang memiliki kapabilitas serang.
    -
    3. Singapura
    Meskipun wilayahnya kecil, Singapura memiliki teknologi drone paling mutakhir yang terintegrasi penuh dengan jaringan tempur mereka.
    Platform Utama:
    Hermes 900 & Heron 1: Digunakan untuk ISR tingkat tinggi namun memiliki opsi untuk dikonfigurasi sebagai platform serang jika diperlukan.
    Estimasi Jumlah: 10–12 unit berkemampuan serang.
    -
    4. Thailand
    Thailand sedang gencar mengembangkan kemampuan mandiri (indigenous) selain membeli dari luar negeri.
    Platform Utama:
    CH-4: Membeli dari Tiongkok.
    Kamikaze Drones (Lokal): Angkatan Udara Thailand (RTAF) sukses menguji coba drone kamikaze buatan dalam negeri pada pertengahan 2025.
    Hermes 900 & 450: Digunakan untuk pengawasan perbatasan dan maritim.
    Estimasi Jumlah: Sekitar 8–10 unit strike-capable.
    -
    5. Myanmar
    Myanmar tercatat sebagai salah satu negara yang secara aktif menggunakan UCAV dalam konflik internal (perang saudara) sejak 2021.
    Platform Utama: Mayoritas menggunakan platform asal Tiongkok (seperti seri CH-3 atau CH-4) yang dimodifikasi untuk menjatuhkan bom atau melakukan serangan udara ke darat.
    -------------------------------------------
    DAFTAR ESTIMASI ARMADA UCAV (DRONE TEMPUR) DI ASEAN UNTUK TAHUN 2026:
    -
    Indonesia
    Estimasi: 80–90 Unit Bersenjata
    Platform Utama: Bayraktar TB2/TB3, Anka-S, CH-4B, dan Akinci.
    -
    Filipina
    Estimasi: 12–15 Unit Bersenjata
    Platform Utama: Hermes 900, Hermes 450, dan Kamikaze Drones.
    -
    Singapura
    Estimasi: 10–12 Unit Bersenjata
    Platform Utama: Hermes 900 dan Heron 1.
    -
    Thailand
    Estimasi: 8–10 Unit Bersenjata
    Platform Utama: CH-4, Hermes 900, dan Kamikaze (Lokal).
    -
    Myanmar
    Estimasi: Tidak Terdata (Status: Aktif digunakan dalam konflik)
    Platform Utama: CH-3 dan CH-4 (Varian Tiongkok).
    -
    Catatan: Malaysia (TUDM) saat ini lebih fokus pada varian ISR (Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) untuk pengawasan maritim daripada varian tempur murni (strike).

    BalasHapus
  63. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOM : ITBM KHAN
    BOM : RAFALE
    BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
    -------------------------------------------
    RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  64. Lhaa berita lama, made in si JONTOR PEMBUAL Tukang Prenk ternyata haha!🤪🤥🤪
    https://defence-blog.com/malaysia-reportedly-selects-eva-m2-howitzer/

    dulu Anka datang kata si JONTOR, tau2 masi di Turki haha!😋😆😋

    last last ANKA kita Pertama SE ASEAN warganyet pun MeWeK😭 kecewa kena PRENK haha!👍😉👍

    BalasHapus
  65. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOM : ITBM KHAN
    BOM : RAFALE
    BOM GARIBALDI+TB3+AKINCI = ASEAN | AUSTRALIA | ASIA TIMUR | ASIA SELATAN
    -------------------------------------------
    RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  66. NUNUKAN – LABUHAN = 200 KM
    BOMMMM : ITBM KHAN
    BOMMMM : RAFALE
    -
    Secara teknis, Labuan adalah sebuah wilayah federal Malaysia yang berupa pulau di lepas pantai Sabah. Jarak sekitar 150–200 km ke Kabupaten Nunukan (wilayah terdekat di Kalimantan Utara) menunjukkan bahwa meskipun tidak menempel, pangkalan ini berada dalam jangkauan reaksi cepat pesawat tempur modern. Jarak ini bisa ditempuh hanya dalam hitungan menit oleh jet tempur.
    -------------------------------------------
    RUDAL ITBM-600 / KHAN adalah sistem rudal balistik taktis (Short-Range Ballistic Missile) buatan Roketsan, Turki, yang telah memperkuat jajaran alutsista TNI AD sejak Agustus 2025. Berikut adalah rincian spesifikasi teknisnya:
    Spesifikasi Teknis Utama
    Jangkauan Operasional: 80 km hingga 280 km.
    Kecepatan Maksimal: Mencapai Mach 5 (lima kali kecepatan suara).
    Akurasi (CEP): Kurang dari 10 meter, memberikan kemampuan serangan presisi tinggi.
    Berat Total: Sekitar 2.500 kg.
    Dimensi: Panjang kurang lebih 7,1 meter dengan diameter 610 mm.
    Sistem Hulu Ledak & Pemandu
    Hulu Ledak: Membawa hulu ledak konvensional seberat 470 kg hingga 570 kg.
    Sistem Pemandu: Menggunakan kombinasi GPS, GLONASS, dan INS (Inertial Navigation System).
    Kontrol: Dilengkapi dengan aktuator elektromekanikal untuk mengoreksi lintasan selama terbang guna memastikan akurasi.
    Platform Peluncur & Mobilitas
    Kendaraan Peluncur: Dipasang pada kendaraan taktis (Rantis) 8x8 Tatra yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai medan.
    Kesiapan Tempur: Dirancang untuk dapat disiapkan dan ditembakkan dalam waktu singkat, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
    Target Strategis
    Rudal ini dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi, seperti:
    Pusat komando dan kendali.
    Sistem pertahanan udara dan radar musuh.
    Fasilitas logistik dan konsentrasi pasukan.
    ------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  67. RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -------------------------------------------
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    -------------------------------------------
    GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
    -------------------------------------------
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
    -------------------------------------------
    INDONESIA 87 UCAV ...
    60 TB3
    12 ANKA
    9 AKINCI
    6 CH4
    -
    😝GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI = ASEAN-ASIA SELATAN-ASIA TIMUR-ASUSTRALIA😝

    BalasHapus
  68. TERKEPUNG.......
    1. SKUADRON 51 REAPER LANUD SUPADIO KALBAR = UAV AEROSTAR+UCAV ANKA
    2. SKUADRON 52 PHOENIX LANUD RADEN SADJAD, NATUNA = UCAV CH4B RAINBOW
    3. SKUADRON 53 LANUD ANANG BUSRA, TARAKAN KALTARA= UCAV CH4B
    -------------------------------------------
    UCAV ANKA TNI =
    2500 KM
    2500 KM
    2500 KM
    Jangkauan Operasional (Range)
    Jangkauan drone ini bergantung pada sistem kendali yang digunakan:
    Jangkauan Satelit (SATCOM): Lebih dari 2.500 km. Dengan sistem Beyond Line-of-Sight (BLOS) melalui satelit ViaSat, drone ini dapat dikendalikan dari jarak yang sangat jauh melampaui cakrawala.
    Jangkauan Radio (Line-of-Sight): Lebih dari 250 km jika menggunakan kendali langsung dari stasiun bumi (Ground Control Station).
    -------------------------------------------
    CH4 RAINBOW TNI =
    1500-2000 KM
    1500-2000 KM
    1500-2000 KM
    Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom.
    -------------------------------------------
    RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -------------------------------------------
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -------------------------------------------
    HOME BASE UNTUK PESAWAT TEMPUR RAFALE:
    Skadron Udara 12 (Panther Hitam): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
    Skadron Udara 1 (Elang Khatulistiwa): Berlokasi di Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
    Skadron Udara 16 (Oxtail): Berlokasi di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.

    BalasHapus
  69. 1. PERBANDINGAN KEKUATAN PEMUKUL (STRIKE POWER)
    Indonesia (Full Spectrum): Menggabungkan rudal balistik hipersonik (KHAN) dan rudal jelajah supersonik (BrahMos). Indonesia memiliki kemampuan menghancurkan target darat (pangkalan) dan laut (kapal perang) dalam radius 300 km dengan waktu reaksi hitungan menit.
    Malaysia (Limited ISR): Hanya mengandalkan 3 unit Anka "Ompong" (versi ISR tanpa senjata). Malaysia memiliki "mata" untuk melihat, tetapi tidak memiliki "tangan" (UCAV bersenjata) untuk memukul balik secara instan dalam platform yang sama.
    -
    2. DOMINASI UDARA & LAUT (UCAV VS ZONK)
    Kuantitas & Kualitas: Indonesia memimpin ASEAN dengan 87-90 unit UCAV bersenjata (Akinci, TB3, Anka-S, CH4). Operasi TB3 dari kapal induk (ITS Garibaldi) menciptakan jangkauan tanpa batas.
    Kegagalan Pengadaan Malaysia: Proyek-proyek vital Malaysia berstatus ZONK selama periode 2011–2025:
    MRCA: Tidak ada pesawat tempur baru.
    LCS: Kapal mangkrak akibat skandal.
    SPH & MRSS: Tidak ada realisasi akuisisi.
    Penyebab: Instabilitas politik (5x ganti PM, 6x ganti Menteri Pertahanan/Keuangan) yang merusak kesinambungan anggaran.
    -
    3. KETAHANAN EKONOMI (FISCAL HEALTH)
    Analisis utang menunjukkan fondasi militer Indonesia jauh lebih kokoh secara jangka panjang:
    Indonesia: Utang Pemerintah rendah (41,1%) memberikan ruang fiskal yang lebar untuk belanja alutsista cash atau skema JVC (Joint Venture).
    Malaysia: Terjebak dalam utang rumah tangga yang sangat tinggi (85,8%) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas (69%-70,5%). Kondisi ini menyebabkan "Kekangan Kewangan" (kesulitan keuangan) yang membuat belanja militer menjadi prioritas terakhir.
    -
    4. REALITAS GEOPOLITIK: "CHECKMATE" DI KALIMANTAN
    Penempatan rudal KHAN di Nunukan dan Tenggarong menciptakan payung perlindungan bagi IKN sekaligus mengunci wilayah Labuan dan Sabah.
    Indonesia: Membangun Anti-Access/Area Denial (A2/AD) yang solid.
    Malaysia: Kehilangan daya gentar (deterrence) karena hanya bisa memantau (via Anka ISR) tanpa kemampuan membalas serangan (Strike) yang sebanding.
    -
    Kesimpulan Strategis:
    Pada tahun 2026, Indonesia resmi menjadi Regional Power Projection yang dominan di ASEAN. Sementara tetangga terjebak dalam masalah utang dan birokrasi, Indonesia telah mengamankan wilayah utaranya dengan sistem "Sensor-to-Shooter" yang lengkap: Drone untuk melihat (Anka/Akinci) dan Rudal untuk memusnahkan (KHAN/BrahMos).
    --------------------------------
    INDONESIA 87 UCAV ...
    60 TB3
    12 ANKA
    9 AKINCI
    6 CH4
    -
    KAYA .....
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

    BalasHapus
  70. ✅️Anka punyak kita DRON TEMPUR UCAV, pantesan MAHAL haha!✌️🤑✌️

    eittt warganyet kl, baca link ini pasti NGAMUK🔥
    ternyata Anka tipe m, versi MURAH bukan ucav, pantesan OMFONG haha!😄😆😄

    eitt satulagi, anka seblah hanya bole terbang 250km, pembual ketauan nipu lagi haha!🤣🍌🤣
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to Malaysia will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the ❌️Ankas will not be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
    the Anka-S has a ❌️250 km datalink range
    The Anka-S has been in Turkish Air Force service since 2018.
    https://euro-sd.com/2023/05/news/31717/lima-2023-malaysia-signs-contract-for-anka-uavs/

    BalasHapus
  71. The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) faces several challenges that have contributed to its aircraft fleet weakness, including budget constraints, techNOLogical obsolescence, and frequent government changes.
    Budget constraints
    • The MALAYDESH government's military budget fluctuates with the economy. The 1997 Asian financial crisis and the COVID-19 pandemic have both held back defense spending.
    • The government has limited defense modernization funds.
    TechNOLogical obsolescence
    • The RMAF's fleet of legacy Hornets are rapidly becoming techNOLogically obsolete.
    • Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive and burdensome.
    Frequent government changes
    • Since 2018, MALAYDESH has had four Prime Ministers and governments.
    • The government is focused on other priorities, such as revitalizing the economy and reducing the national deficit.
    ================
    Some say that MALAYDESH 's military has outdated aircraft, but the country has also been modernizing its military with new equipment and programs.
    Outdated aircraft
    • Some say that MALAYDESH 's aircraft are becoming techNOLogically obsolete.
    • A larger fleet of older aircraft could be difficult to maintain.
    Modernization programs
    • The MALAYDESH Army has a program called the Future Soldier System (FSS) to equip soldiers with personal protection equipment.
    • The MALAYDESH government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets.
    Defense budget
    • MALAYDESH 's defense budget is USD4 billion, which supports a modest ground force and an improving air force.
    • The government has allocated funds for maintenance, repairs, and new military assets
    --------------------------------------------------
    2025-2024 MALAYDESH = SIPRI KOSONG
    -
    ANKA = LEVEL ANGOLA
    SIPRI = LEVEL TIMOR LESTE
    -------------------------
    KLASIFIKASI OPERASIONAL DRONE ANKA
    -
    Kategori Dual-Role (UCAV & ISR - Serang & Intai):
    Indonesia: Kontrak 12 unit ($300 juta), Kazakhstan (produksi lisensi), Aljazair (10 unit Anka-S), Tunisia (pembeli ekspor pertama), Kirgistan, dan Chad.
    -
    Kategori Spesialis ISR & Patroli Maritim (Hanya Intai):
    Malaydesh: Kontrak 3 unit varian maritim (Radar SAR) khusus pemantauan ZEE.
    Angola: Pengawasan infrastruktur minyak dan wilayah pesisir.
    -------------------------
    2025-2024 = SIPRI KOSONG
    -
    SIPRI 2025 INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    SIPRI 2025 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    TIMOR LESTE | BRUNEI | LAOS | KAMBOJA
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    ---------------------------------
    SIPRI 2024 INDONESIA 2 LEMBAR = KHAN | KAPLAN / HARIMAU | H225M CARACAL | AL-TARIQ (UEA) – KIT BOM | A400M ATLAS | SCORPENE EVOLVED | PPA (THAON DI REVEL CLASS) | RAFALE | BAYRAKTAR TB2 | C-130J-30 | KF-21 BORAMAE
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan.html
    -
    SIPRI 2024 MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html

    BalasHapus