18 Agustus 2026

Australian Army Tigers ARH in Malaysia for Exercise Keris Strike 26

18 Agustus 2026

Australian Army Tiger ARH pilots from 1st Aviation Regiment prepare for a flying mission during Exercise Keris Strike 26 in Sabah, Malaysia (photos: Aus DoD)

Tigers show their stripes in Malaysia
Members of Task Unit Marlin and 2/30 Training Group contributed aviation and ground-based capabilities respectively to Exercise Keris Strike for three weeks in July.

The annual multilateral army exercise comprised units and assets from Malaysia, the United States and Australia.

CO 2/30 Training Group Lt-Col Adam Seary has seen the exercise grow from a modest infantry contribution as part of the Rifle Company Butterworth (RCB) rotations, to the deployment of a combined arms regional combat team.

This year it was supported by an aviation unit of armed reconnaissance helicopters.


“This year we're very pleased to have the opportunity to return to Kota Belud with a more capable and credible infantry combat team, augmented with attack aviation elements from Aviation Command,” Lt-Col Seary said.

Maj Rhys Davies, of 1st Aviation Regiment, led Task Unit Marlin, which largely comprised of members from 162 Reconnaissance Squadron out of Darwin.

“The ARH Tiger can perform offensive air support reconnaissance roles, and escort roles – it’s a pretty versatile aircraft,” Maj Davies said.

“The reason we brought Tigers to Keris Strike is to fit into a larger aviation task force.”


The task force was led by the US Army’s 2nd Combat Aviation Brigade, which brought UH-60M Black Hawks and HH-60M medevac helicopters.

US Lt-Col Mike Poling, Cmdr of Task Force Nightcard, said the Black Hawk as their all-utility mover of equipment and personnel.

“It is the most proliferated helicopter in the United States Army, and it can do a wide range of things – from air assault to standard movement of cargo,” Lt-Col Poling said.

“We also have specially outfitted medevac helicopters.


“Combined rehearsals are just an invaluable way to see those tactics, techniques and procedures brought together in real life.”

Exercising in this region also exposed the US and Australian participants to a more challenging battlespace.

'Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.'


Brig. Gen. Karin Watson, Adjutant General Guam National Guard
On a visit to her troops, Adjutant General of the Guam National Guard Brig. Gen. Karin Watson said it was a great opportunity for them to do what they normally did – in a garrison environment – in a field environment at a much larger scale.

“One of the challenges that we have in Guam is space and land,” Brig. Gen. Watson said.

“Being able to come out to exercise the live-fire, for example, is not something we would normally be able to do back home.


“Being able to come out here and really hone our skills in an austere environment – that maybe work on a tactical level and bring it up to a more collective level – pays huge dividends for us.”

The exercise also engendered cohesion building.

“Working with the Malaysians has been fantastic. Malaysian Army, and not to mention the Malaysian civilian organisations, have provided a great deal of assistance throughout the exercise,” Maj Davies said.

“We are continuing to develop the coalition relationship we have with the US Army as well. Working with them is very smooth, just like plugging in and getting on with the job.”
 
Director Malaysian Army Aviation Brigadier General Mohd Zaki bin Abu visits Australian Army personnel to tour the Tiger ARH during Exercise Keris Strike in Sabah, Malaysia (photo: Aus DoD)

Lt-Col Poling concurred.

“Just through shared hardships we naturally form friendships, which ultimately on the battlefield or through humanitarian relief will pay dividends if we ever were called on in a real-world scenario,” he said.

The exercise culminated with a live-fire demonstration, comprising infantry and artillery live-fire on the ground, and a live-fire and flight from the Black Hawks and Tigers in the air. 


15 komentar:

  1. 5X KING 5X PM 6X MINDEF : NOT PAID-FFBNP = NO SHOPPING JUST LEASING
    SEWA 53 HELI BEKAS
    SEWA 53 HELI BEKAS
    TUDM SEWA =
    12 AW149
    4 AW139
    5 EC120B
    TLDM SEWA =
    2 AW159
    TDM SEWA =
    4 UH-60A
    12 AW149
    BOMBA SEWA =
    4 AW139
    POLIS SEWA =
    7 BELL429
    JABATAN PM SEWA =
    1 AW139
    MMEA SEWA =
    2 AW159
    --------------------------------
    FACT 5x KING MALONYRT
    FACT 5x PM MALONYRT
    FACT 6x MINDEF MALONYRT
    KASTA FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    KASTA FFBNP : NO SHOPPING JUST LEASING
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge MALONYET (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) MALONYET (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
    ________________________________________
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    -
    SUMBER DATA RESMI:
    Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
    -
    Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

    BalasHapus
  2. 5X KING 5X PM 6X MINDEF : NOT PAID-FFBNP = NO SHOPPING JUST LEASING
    SEWA 53 HELI BEKAS
    SEWA 53 HELI BEKAS
    TUDM SEWA =
    12 AW149
    4 AW139
    5 EC120B
    TLDM SEWA =
    2 AW159
    TDM SEWA =
    4 UH-60A
    12 AW149
    BOMBA SEWA =
    4 AW139
    POLIS SEWA =
    7 BELL429
    JABATAN PM SEWA =
    1 AW139
    MMEA SEWA =
    2 AW159
    ---------------------------------
    FACT 5x KING MALONYRT
    FACT 5x PM MALONYRT
    FACT 6x MINDEF MALONYRT
    KASTA FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    KASTA FFBNP : NO SHOPPING JUST LEASING
    ---------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALONYET – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    ---------------------------------
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALONYET-2020.html
    ---------------------------------
    Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
    Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALONYET kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
    Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
    -
    Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
    Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
    Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
    -
    Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
    Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
    Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
    Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
    -
    Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
    Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
    Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

    BalasHapus
  3. KASTA NOT PAID -FFBNP = BARTER LEASING
    -
    INDONESIA
    a. 48 KAAN Gen 5
    b. 42 RAFALE Gen 4.5
    c. 16 Sukhoi 27/30
    d. 33 F16
    e. 12 M346FA
    f. 20 T50i
    g. 24 HAWK
    =============================
    =============================
    MALONYET
    a. 18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM
    b. 18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE
    c. 7 F18 = LACK SOURCE CODE
    d. 16 HAWK = LACK SPAREPART
    --------------------------------------------
    KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
    KASTA FFBNP= NO SHOPPING BUT LEASING
    --------------------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ---------------------------------
    Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
    Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
    Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
    MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
    Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
    Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    -
    Beban Rakyat & Masa Depan
    Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
    Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


    BalasHapus
  4. MALONYET = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    REAL FREGAT VS FREGAT SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    -
    INDONESIA
    AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
    a. 140 M
    b. 6.626 TON
    c. Meriam 76mm Otmel
    d. CIWS 35mm Millenium
    e. 12.7mm Lionfish RCWS
    f. 64 Midlas VLS
    g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
    h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
    i. SONAR HMS Fersah
    j. Torpedo B515
    k. SSM
    l. SAM
    =============================
    =============================
    MALONYET
    GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
    a. 111 M
    b. 3.100 TON
    c. Meriam 57mm
    d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
    e. 30mm RCWS
    f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
    g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
    h. SONAR = NOT PAID
    i. NO TORPEDO = NOT PAID
    j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
    k. SAM FFBNP = NOT PAID
    --------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------
    FACT NOT YET DELIVERED :
    LCS RM12.4 BILLION /5 UNIT = RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    RM2,48 BILLION PER UNIT = SETARA HARGA DESTROYER
    The cost of the project is now RM12.4 billion. This is because Ocean Sunshine Bhd (OSB) – the government owned company set up to take over BNS will be paying the BHIC and LTAT (the previous owner of BNS) some RM1.2 billion in liabilities and DEBT.
    --------------------------------
    Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
    Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
    Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
    F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
    Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
    MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
    -
    Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
    Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
    Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
    KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
    -
    Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
    Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
    Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
    MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
    Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
    Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
    -
    Beban Rakyat & Masa Depan
    Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
    Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

    BalasHapus
  5. WITHOUT MALONYET =
    THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1 Ukraina
    2 India
    3 Arab Saudi
    4 Qatar
    5 Pakistan
    6 Jepang
    7 Polandia
    8 Amerika Serikat
    9 Kuwait
    10 Australia
    11 UEA
    12 Mesir
    13 Inggris
    14 Israel
    15 Belanda
    16 Korea Selatan
    17 Jerman
    18 Indonesia
    19 Yunani
    20 Norwegia
    21 China
    22 Italia
    23 Filipina
    24 Türkiye
    25 Brasil
    26 Singapura
    27 Bahrain
    28 Maroko
    29 Denmark
    30 Rumania
    31 Belgia
    32 Belarusia
    33 Aljazair
    34 Taiwan
    35 Hungaria
    36 Kazakhstan
    37 Serbia
    38 Kanada
    39 Spanyol
    40 Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -------------------------------
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
    Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
    Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
    Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
    Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
    ________________________________________
    SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
    Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
    Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
    Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
    Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
    ________________________________________
    PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
    Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
    Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
    Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
    Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.

    BalasHapus
  6. Hati2 pasukan Aussie, harap dijaga heli nya......lengah sedikit bisa hilang engine heli nya 😄😄😄😅😅😅

    BalasHapus
  7. Tempat Latihan di malaydesh, tapi kok yg terbang Hely ostrali semua

    BalasHapus
  8. tiger osi uda ganti apache...
    eittt ada yg diam2 mengharap tiger Osi nich haha!🤣🍌🤥
    tapi GAGAL macam NSM haha!⛔️🍌❌️

    BalasHapus
  9. FACT : CASTE NOT PAID FFBNP = VASSAL STATE
    1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
    2. 14th Century: Ruled by Majapahit
    3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
    4. Year 1641: Ruled by the Dutch
    5. Year 1824: Ruled by the British
    6. Year 1942: Ruled by the Japanese
    7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
    -
    8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
    -
    9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
    ------------------------------
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    -----------------------------
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
    Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
    Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
    Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
    Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
    Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
    ________________________________________
    KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
    Kecaman Raja: Raja MALONYET mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
    Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
    Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
    Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
    ________________________________________
    KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
    Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
    Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
    Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
    Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.

    BalasHapus
  10. FACT : CASTE NOT PAID FFBNP = VASSAL STATE
    1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
    2. 14th Century: Ruled by Majapahit
    3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
    4. Year 1641: Ruled by the Dutch
    5. Year 1824: Ruled by the British
    6. Year 1942: Ruled by the Japanese
    7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
    https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
    -
    8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
    -
    9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
    ------------------------------
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    -----------------------------
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
    2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
    Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
    Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
    Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
    Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
    Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
    ________________________________________
    SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
    Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
    Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
    Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
    Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
    Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
    ________________________________________
    RINGKASAN KELEMAHAN:
    MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
    SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
    Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.

    BalasHapus
  11. kahsiyan ada warganyet pembual yg mengharap heli atak dapetnya heli kecil nan bundar, konon 12.000 peluru haha!😋🍌🤥
    mengharap HELLFIRE dapetnya POSTER haha!🥴🤥

    BalasHapus
  12. kahsiyan ada warganyet pembual yg mengharap heli atak dapetnya heli kecil nan bundar, konon 12.000 peluru haha!😋🍌🤥
    mengharap HELLFIRE dapetnya POSTER haha!🥴🤥

    BalasHapus
  13. Latihan perang2 an di kl, masa pake heli tiger Osi...
    6 mdg 530 murah seblah...MANGKRAKKK haha!⛔️👎😱

    BalasHapus
  14. osi blekhok ganti nh90 taipan
    osi apache ganti tiger atak heli

    sementara di negri para pembual🍌
    mengharap heki atak, dapetnya 6 heli kecil md nan Mangkrak🥴

    nuri tamat⛔️ ganti heli SEWA😋
    last last heli BLEKHOK SEWA KENSEL pulak..paraahh haha!❌️🍌🤪

    BalasHapus
  15. acara sich punyak seblah,
    yang latihan Blekhok ama Tiger Osi...

    kemana heli kecil md seblah, Mangkrak yaa?🍌
    jangan tanya Blekhok Sewa...BATAL haha!❌️🍌🤣
    Paraahh kl, Dmiskinos😝akut haha!😋🍌🤥

    BalasHapus