Pengiriman rudal tahap terakhir ke Filipina (photos: Reddit)
Sistem rudal BrahMos dilaporkan sedang dikirim ke Filipina seiring dengan hampir rampungnya pengiriman tahap akhir dalam kesepakatan pertahanan pesisir.
Sistem ini merupakan bagian dari kontrak India untuk memasok baterai pertahanan pesisir BrahMos kepada Manila.
Pengiriman terbaru ini menandakan bahwa proses penyerahan sedang memasuki tahap akhir.
Pengerahan ini akan memperkuat kemampuan pertahanan pesisir anti-kapal jarak jauh Filipina.
Kesepakatan ini juga menyoroti peningkatan ekspor pertahanan India serta kemitraan strategisnya dengan Filipina.


Pertasinga....🐯
BalasHapusNegara Sultan nih M 😁 🤑
BalasHapusNon Stop Mblonjo aka shopping 🤗😘
8 new FFM upgraded Mogami class frigate, dengan sebagian dibangun di lokal 🤩🥰
Indonesia eyes Japan's Upgraded Mogami-class frigates during trilateral defense talks with Australia
https://x.com/ArmyRecognition/status/2092897330177491060
Negara Sultan = semua negara mepet sambil bawa upeti dan harapan untuk kerjasama atau belanja barangnya 😎
HapusDari Indihe, Jerman, Korea, Tiongkok, amrik, japan, dll
6 FREMM, 3-4 PPA/MPC, 4 AH140, 8 New FFM, 2 SIGMA 10513 dan 4 I-class. Masih kurang 8 fregat lagi. Asagiri dan fregat PLAN?
HapusTambah lagi 2 kapal LHD
Hapuseitttt jangankan kita, meneer blande pusat pun kepengen mogami...entah knape netijen nippong klaim sperti ini haha!🤭🤫😄
Hapusapa mreka gak tau blande yg punya disain sigma yg mreka tiru gaesz haha!😂🤓🤭
⬇️⬇️✅️✅️
Why the Dutch Navy Desperately Wants the Mogami Class
https://youtube.com/watch?v=HG4TdKzpNPU
Rencana terakhir yg saya lihat: 4 LHD/MA, 4 destroyer dan 36 frigate. Belum termasuk korvet kebawah.😋
HapusFFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
BalasHapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
BalasHapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
BalasHapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• KD Pendekar: Mengalami insiden tenggelam dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
ini BrahMos yg mao dipasang deket sabah yak, pantesan pmx MeWeK😭 ..ternyata gde banget gentongnye haha!🚀🦾😱
BalasHapusFFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
BalasHapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
DEFENSE INDUSTRY (MDIC/MIDES) =
FRAGMENTED ECOSYSTEM
NO ENFORCEABLE BLUEPRINT
SKILLED MANPOWER SHORTAGE
--------------------------------
PRODUCTION CAPACITY =
LICENSED ASSEMBLER ONLY
NO FULL-SPECTRUM DEVELOPER
M4 CARBINE (ASSEMBLY ONLY) vs SS2/SAR-21 (INDIGENOUS)
--------------------------------
R&D & TECHNOLOGY =
UNDERFUNDED INNOVATION
NASCENT CMS & SENSORS
AI & CYBER WARFARE GHOST PROJECTS
--------------------------------
FOREIGN OEM DEPENDENCE =
SU-30MKM (RUSSIA)
FA-50 (SOUTH KOREA)
SCORPÈNE (FRANCE)
--------------------------------
STRATEGIC VULNERABILITY =
ZERO INDIGENOUS MISSILE
NO LOCAL RADAR PRODUCTION
NO DOMESTIC ARMORED DESIGN
--------------------------------
POLICY & EXECUTION =
BUDGET CONSTRAINTS
POLITICAL DISCONTINUITY
FAILED 15-TO-5 TRANSFORMATION
--------------------------------
IMPACT ANALYSIS =
TOTAL LOGISTIC DEPENDENCY
EMBARGO THREAT VULNERABILITY
ASPIRATIONAL BUT NOT OPERATIONAL
--------------------------------
DEFENCE WHITE PAPER (DWP) 2019 =
AMBITIOUS 10-YEAR ROADMAP
UNIMPLEMENTED DRAFT
PAPER-BASED STRATEGY ONLY
--------------------------------
CREDIBILITY GAP =
POLICY vs REALITY MISMATCH
FAILED CAPACITY PLAN
SLOW CYBER/AIR PROGRESS
--------------------------------
LCS PROJECT SCANDAL =
RM9 BILLION VANISHED
ZERO SHIP DELIVERED (2025)
MANAGEMENT NIGHTMARE
--------------------------------
OPERATIONAL STAGNATION =
GBAD SYSTEM UNFUNDED
HMAV APPROVAL STALL
RELIANCE ON ANCIENT PLATFORMS
--------------------------------
POLITICAL INSTABILITY =
GOVERNMENT CHANGE (2020-2022)
DISRUPTED PLANNING CYCLES
ABANDONED PROGRAMS
--------------------------------
INSTITUTIONAL WEAKNESS =
DIFFUSED ACCOUNTABILITY
NO CENTRALIZED ENFORCEMENT
BUREAUCRATIC INERTIA
--------------------------------
AUDIT & TRANSPARENCY =
REDACTED AUDIT REPORTS
ENFORCEMENT FAILURE
SYSTEMIC INEFFICIENCY
--------------------------------
IMPACT ANALYSIS =
CREDIBILITY COLLAPSE
MISSED MODERNIZATION TIMELINES
CAPABILITY GAP WIDENING
Manakala INDIANESIA warganya Lagi DEMO di Depan DPR sekarang... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣
BalasHapusFFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
Kegagalan Kebijakan & Integritas Pertahanan –
• Korupsi Pengadaan: Militer dituduh terlibat korupsi sistemik dalam proses pengadaan alutsista.
• Integritas Formalitas: Integrity Plan pemerintah gagal menjadi dokumen strategis dan tidak memberikan panduan nyata.
• Komando Tanpa Etika: Komandan dikirim ke medan tugas tanpa pelatihan mitigasi korupsi yang memadai.
• Kondisi Dinas Buruk: Militer kesulitan merekrut personel berkualitas akibat fasilitas dan kondisi layanan yang memprihatinkan.
Krisis Alutsista & Infrastruktur –
• Aset Antik: Mayoritas peralatan tempur darat adalah sisa pembelian tahun 1970-an hingga 1990-an.
• Ketertinggalan Regional: Teknologi pertahanan MALONYET tertinggal jauh di bawah standar negara-negara tetangga.
• Infrastruktur Terbengkalai: Fasilitas pertahanan rusak parah karena pemerintah memprioritaskan anggaran untuk sektor lain.
• R&D Lumpuh: Industri pertahanan lokal gagal dalam transfer teknologi dan penciptaan lapangan kerja produktif.
Hambatan Politik & Fiskal –
• Instabilitas Pemerintahan: Pergantian rezim yang sering terjadi sejak 2018 merusak kontinuitas dukungan militer.
• Intervensi Sipil: Pemimpin politik terlalu jauh mencampuri urusan teknis pengadaan dan strategi tempur.
• Dilema Anggaran: Pemerintah enggan memotong belanja non-militer, membiarkan anggaran pertahanan tetap kronis.
• Kelemahan Operasional: Personel militer diidentifikasi sulit dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah di lapangan.
Ancaman Kedaulatan & Sosial –
• Intrusi EEZ: Lemahnya aset membuat wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) rentan terhadap intrusi asing.
• Ketidakseimbangan Etnis: Komposisi angkatan bersenjata sangat timpang (didominasi Bumiputera) dan kurang representatif.
• Beban Eksternal: Kabut asap lintas batas terus merusak aktivitas ekonomi dan sosial nasional tanpa solusi nyata.
• Selat Singapura: Ketidakmampuan menjaga keamanan maritim di jalur perdagangan internasional yang kritis bagi negara.
ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus1. 7th - 13th Century: Ruled by Sriwijaya
2. 14th Century: Ruled by Majapahit
3. Year 1511: Ruled by the Portuguese
4. Year 1641: Ruled by the Dutch
5. Year 1824: Ruled by the British
6. Year 1942: Ruled by the Japanese
7. From 1957 onwards, 999 years of subjugation and allegiance to the British
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sejarah_MALONDESH
-
8. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions.
-
9. IDENTITY CRISIS = It is only in MALONDESH that we face problems of promoting Malay as the national language as even after 60 years of independence, a substantial segment of the population canNOt converse in Malay or only use it during official occasions
------------------------------
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
-------------------------------
Krisis Kapabilitas Udara (RMAF) –
• Kelumpuhan Sukhoi: Pada 2018, hanya 4 dari 18 jet Su-30MKM yang bisa terbang akibat krisis suku cadang dan pemeliharaan.
• Masalah Mesin Kronis: Mesin AL-31FP sering gagal karena kelelahan logam (fatigue) dan tekanan oli rendah.
• Isolasi Teknologi: Asal Rusia menyulitkan integrasi dengan sistem NATO (Link 16), krusial untuk perang modern.
• Obsolescence: Pesawat mencapai titik kedaluwarsa teknologi; rencana pembelian barang bekas (Hornet Kuwait) berisiko ketidakcocokan suku cadang.
Kegagalan Sistemik & Logistik –
• Kesiapan Rendah: Studi mencatat keraguan atas kesiapan MAF menghadapi ancaman nyata akibat pengembangan yang serampangan.
• Kelemahan Personel: Prajurit diidentifikasi kesulitan dalam keterampilan berpikir, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah saat operasi.
• Reformasi Pengadaan Gagal: Program LCS terus tertunda dan cakupannya dikurangi; sistem pengadaan butuh perombakan total.
• Hambatan Fiskal: Pemerintah enggan memangkas belanja lain, mengunci anggaran pertahanan dalam keterbatasan kronis.
Ancaman Kedaulatan & Lingkungan –
• Intrusi ZEE: MALONYET menghadapi sengketa wilayah dan intrusi berulang di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
• Polusi Lintas Batas: Kabut asap lintas batas berdampak parah pada aktivitas sosial dan ekonomi nasional.
• Intervensi Politik: Campur tangan politik dan korupsi terus merusak kesiapan tempur secara keseluruhan.
• Ketiadaan Panduan: Pemerintah tidak memiliki arah strategis yang jelas untuk masa depan industri pertahanan domestik.
Ketimpangan Regional –
• Tertinggal Tetangga: Peralatan MAF sudah ketinggalan zaman dan berada di bawah standar negara-negara tetangga.
• Sistem Logistik Rapuh: Sistem pendukung saat ini diprediksi tidak akan mampu menopang operasi tempur yang berkepanjangan.
• Dilema Modernisasi: Ambisi modernisasi terbentur tembok anggaran yang sangat terbatas.
Data Beban Finansial 2026 –
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Overlimit batas 65%).
• Rasio Utang Household: 84,3% PDB (Overlimit batas 65%).
• Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544 (Beban utang yang ditanggung setiap penduduk MALONYET).
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
Kerapuhan Komando & Integritas –
• Korupsi Sistemik: Praktik korupsi kronis telah merusak kesiapan tempur dan moral prajurit secara mendalam.
• Gagal Integritas: Dokumen rencana integritas militer terbukti hanya formalitas tanpa panduan strategis yang nyata.
• Kurang Pelatihan: Komandan lapangan dikirim ke wilayah tugas tanpa pembekalan etika dan mitigasi korupsi.
• Intervensi Politik: Kepentingan politik sempit terus merusak kemandirian dan kesiapan operasional angkatan bersenjata.
Teknologi Tertinggal & Aset Usang –
• Warisan Era 70-an: Mayoritas alutsista adalah barang lama pembelian tahun 1970–1990 yang sudah tidak relevan.
• Tertinggal Regional: Teknologi militer saat ini kalah jauh dibandingkan lompatan modernisasi negara-negara tetangga.
• Skandal KD Rahman: Kapal selam kebanggaan gagal menyelam pada 2010 akibat masalah teknis yang memalukan.
• Kegagalan Modernisasi: Pemerintah terbukti tidak mampu menyediakan aset pertahanan modern bagi pasukan garis depan.
Pembatasan Otoritas & Anggaran –
• Keterbatasan Peran: Militer kehilangan taji dan hanya berfungsi sebagai pembantu polisi dalam masalah keamanan.
• Pagu Anggaran Rendah: Anggaran pengadaan dibatasi ketat hanya pada angka 1,4% dari PDB.
• Hambatan Fiskal: Defisit anggaran negara memaksa penundaan massal terhadap pembelian sistem senjata baru.
• Ancaman Non-Tradisional: Lemahnya otoritas membuat militer gagap menghadapi sengketa wilayah dan ancaman lintas batas.
Krisis Hubungan Luar Negeri –
• Status Missspoken: Pernah terjadi penarikan sepihak dari kesepakatan dagang yang kemudian dibatalkan dengan alasan "salah bicara".
• Diplomasi Ditolak: Antara 2018–2026, MALONYET ditolak masuk oleh berbagai blok besar dunia (BRICS, G20, FIFA, UN).
• Ketergantungan Eksternal: Strategi pertahanan sangat bergantung pada dinamika regional tanpa memiliki kemandirian perspektif.
• Isu Maritim: Ketidakmampuan menjaga perbatasan maritim dari penyelundupan, perompakan, dan penambangan pasir ilegal.
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
Kelemahan Fatal Sukhoi Su-30MKM –
• Krisis Mesin: Pada 2018, 14 dari 18 pesawat grounded akibat kerusakan mesin dan ketiadaan suku cadang.
• Kegagalan Teknis: Mesin AL-31FP sering mengalami gagal bantalan (bearing) dan tekanan oli rendah akibat kelelahan logam.
• Inkompatibilitas Barat: Sulit diintegrasikan dengan standar NATO (seperti Link 16) yang krusial untuk peperangan modern.
• Deteksi Radar: Ukuran pesawat yang besar membuatnya lebih mudah terdeteksi radar dan visual musuh dalam pertempuran.
Krisisi Sistemik Angkatan Bersenjata (MAF) –
• Kegagalan Logistik: Sistem logistik saat ini terbukti tidak mampu mendukung operasi tempur skala penuh.
• Peralatan Usang: Level teknologi militer tertinggal jauh di belakang negara-negara tetangga.
• Kemauan Politik Rendah: Pemerintah enggan memotong anggaran non-pertahanan untuk membiayai modernisasi militer.
• Kurang Panduan Strategis: Industri pertahanan domestik lumpuh karena tidak adanya arah kebijakan jangka panjang yang jelas.
Skandal Kapal Perang & Proyek LCS –
• Kapal Mangkrak: Hanya 4 dari 18 kapal baru yang berhasil diterima; rencana penggantian armada macet total.
• Kegagalan LCS: Proyek LCS dinilai tidak layak menghadapi kompetitor kuat seperti China karena rendahnya daya tahan dan persenjataan.
• Audit Mismanajemen: Temuan audit mengungkap manajemen buruk sebagai penyebab utama armada tetap tua dan rapuh.
• Dominasi Maritim Hilang: Lebih dari setengah armada laut sudah melewati usia pakai, membuat patroli wilayah maritim menjadi mustahil.
Ketergantungan Impor & Beban Finansial –
• Ketergantungan Luar Negeri: Sebagian besar alutsista diimpor, membuat biaya melambung saat nilai tukar mata uang anjlok.
• R&D Lumpuh: Aktivitas riset dan pengembangan lokal sangat terbatas akibat anggaran ketat dan lini masa yang tidak pasti.
• Salah Urus Kontrak: Masalah manajemen logistik menghambat pengembangan kapabilitas tempur secara berkelanjutan.
• Krisis Ekonomi: Gejolak finansial domestik membuat barang impor semakin tidak terjangkau bagi kas negara.
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
Kelemahan Militer & Peringkat Rendah –
• Ranking Kapabilitas: MALONYET merosot ke peringkat 16 di Asia menurut Lowy Institute Asia Power Index.
• Intervensi Politik: Pemimpin politik terlalu jauh mencampuri proses teknis pengadaan alutsista.
• Korupsi Kronis: Sektor pertahanan digerogoti skandal korupsi yang menghambat modernisasi.
• Kurang Otoritas: Militer hanya menjadi "pembantu" polisi dalam menangani tantangan keamanan non-tradisional.
Krisis Alutsista & Tragedi Helikopter –
• Armada Nuri Berdarah: Kebutuhan mendesak penggantian helikopter Nuri yang telah mencatat 14 kecelakaan fatal.
• Teknologi Era 70-an: Sebagian besar peralatan tempur darat adalah barang lama sisa pembelian tahun 1970-1990.
• Logistik Lumpuh: Pemerintah terbukti gagal menyediakan peralatan modern untuk mendukung operasional lapangan.
• Aset Mangkrak: Pembatalan Batch baru fregat kelas Lekiu memperparah kekosongan kekuatan laut.
Skandal Angkatan Laut (RMN) –
• Armada Tua: Lebih dari 50% dari 49 kapal perang telah melewati batas usia pakai servis.
• Skandal BNS: Temuan PAC menunjukkan subsidi pemerintah untuk proyek kapal RM 9 Miliar tidak digunakan sepenuhnya untuk pembangunan.
• Gagal Pantau: Armada yang usang membuat MALONYET tidak mampu memantau wilayah maritim yang luas secara efektif.
• Ancaman Kedaulatan: Meningkatnya asertivitas China di Laut China Selatan serta isu pencurian pasir ilegal yang tak teratasi.
Krisisi Politik & Ekonomi Sistemik –
• Instabilitas Pemerintahan: Krisis 2020-2022 menyebabkan runtuhnya dua koalisi akibat perebutan kekuasaan internal.
• Fundamental Rapuh: Ekonomi anjlok drastis akibat ketergantungan ekspor yang tinggi dan lemahnya permintaan global.
• Kegagalan Fiskal: Kebijakan pengetatan fiskal gagal memperbaiki keseimbangan eksternal yang timpang.
• Ketergantungan Energi: Penurunan harga energi global menghantam pendapatan negara secara langsung di tahun 2023.
Data Beban Finansial 2026 –
• Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
• Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
• Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi beban utang per kepala).
FFBNP = ART USD 240 MILLIAR = BANNED NSM AMRAAM
Hapus--------------------------------------------
• FA-50M: Belum terintegrasi rudal jarak jauh AMRAAM (Defence Security Asia/Air Times).
• Sukhoi: Krisis operasional, hanya 4 dari 18 unit siap terbang (Okezone/Asian Military Review).
• F/A-18D: Pembatasan persenjataan karena source code dikunci AS (Military Watch Magazine).
• Hawk: Krisis operasional akibat kelangkaan suku cadang armada tua (Global Air Forces).
• F/A-18 Kuwait: Pembelian jet bekas batal akibat risiko logistik jangka panjang (New Straits Times).
• UH-60A Black Hawk: Kontrak sewa batal karena vendor terlambat mengirim unit (The Star Malaysia).
--------------------------------------------
• LCS (Kapal Perang): Larangan ekspor rudal utama Naval Strike Missile (NSM) oleh Norwegia (USNI News/Channel NewsAsia).
• LMS Batch 1: Beroperasi minimalis tanpa adanya persenjataan torpedo bawaan (RMN Equipment List).
• Tank Pendekar: Mengalami insiden mogok di jalan dipicu isu penuaan dan kelangkaan suku cadang (Malaysian Defence).
• AV8 Gempita: Kritikan plat bodi tipis standar tanpa penambahan perisai modular tambahan (Detik Oto/Deftech).
--------------------------------------------
• Beban ART USD 240 Miliar: Terikat komitmen pembelian dagang raksasa dengan AS (New Straits Times/The Edge).
• Embargo Rudal Strategis: Tetap terkena larangan integrasi rudal NSM oleh Norwegia dan pembatasan rudal AMRAAM oleh AS (USNI News/Defence Security Asia).
--------------------------------------------
Akar Masalah Anggaran & Politik –
• Kurangnya Kemauan Politik: Pemerintah enggan menaikkan belanja pertahanan dan lebih fokus pada stabilisasi ekonomi sesaat.
• Stagnasi Anggaran: Budget pertahanan jalan di tempat selama 5 tahun terakhir meski ancaman regional meningkat.
• Resiko Korupsi: Tata kelola pertahanan masih sangat rentan terhadap praktik korupsi, terutama dalam pengadaan aset dan etika personel.
• Prioritas Salah Sasaran: Dana dialokasikan untuk menjaga jumlah personel yang besar daripada modernisasi peralatan tempur.
Krisis Logistik & Suku Cadang –
• Kontraktor Underperform: Program outsourcing pemeliharaan gagal total karena lemahnya penegakan kontrak dan kinerja vendor yang buruk.
• Harga Kedaluwarsa: Proses tender yang berbelit-belit membuat penetapan harga suku cadang sering tidak relevan dengan pasar.
• Tank Tanpa Komponen: Unit PT-91M mengalami krisis servis karena pemasok komponen utama sudah berhenti berproduksi.
• Masalah Suplai Rusia: Sanksi internasional terhadap Rusia menghambat pasokan suku cadang jet tempur secara kronis.
Dilema Angkatan Udara (RMAF) –
• Penurunan Jadwal Operasi: Masalah keandalan armada memaksa pemotongan jadwal latihan dan patroli udara secara signifikan.
• Logistik Berkualitas Rendah: Kualitas peralatan logistik udara sering dikritik karena tidak memenuhi standar tempur modern.
• Obsesi Barang Bekas: Pemerintah terjebak dalam diskusi pembelian F/A-18 Kuwait bekas tanpa ada kepastian negosiasi formal.
• Ketakutan Sanksi: Ketakutan akan sanksi Barat membuat militer ragu untuk terus menggunakan platform senjata buatan Timur.
Lumpuhnya Kapasitas Pertahanan –
• Gagal Modernisasi: AL dan AU berjuang keras hanya untuk mempertahankan fungsi dasar, bukan memperkuat daya gempur.
• Staf Kurang Terlatih: Terjadi fenomena undertraining pada staf militer akibat kurangnya anggaran simulasi dan latihan nyata.
• Ketidakjelasan Strategis: Tidak ada panduan masa depan yang jelas, membuat industri pertahanan lokal kehilangan arah.
• Kerentanan Eksternal: Ketidakmampuan merespon ancaman kelompok ekstremis dan separatis di wilayah perbatasan maritim.
Data Beban Finansial 2026 –
• Rasio Utang Pemerintah: 70,5% PDB (Melampaui limitasi aman 65%).
• Rasio Utang Household: 84,3% PDB (Sangat mengkhawatirkan).
• Beban Kumulatif Warga: RM 94.544 per jiwa (Akibat akumulasi utang publik dan domestik).
WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
SKANDAL MAKELAR & KRONISME (PROCUREMENT CORRUPTION):
Dominasi Makelar (Middlemen): Pengadaan alutsista dikendalikan oleh "agen" yang mayoritas adalah pensiunan perwira militer untuk menggelembungkan harga.
Kecaman Raja (Sultan Ibrahim): Pada 2025, Raja mengecam praktik makelar di Kemenhan dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "Peti Mati Terbang".
Favoritisme Politik: Hanya 20–30% kontrak yang melalui tender terbuka; sisanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik atau eks-militer.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Kasus suap masif yang melibatkan penyelidik Prancis (2018), mengungkap risiko kebocoran rahasia negara akibat pengaruh kontraktor asing.
Lemahnya Pengawasan: Tidak ada komite parlemen independen yang mengaudit kontrak, sehingga konflik kepentingan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.
________________________________________
KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF LIMITATIONS):
Armada Tua & Terbatas: Su-30MKM, F/A-18D, dan Hawk 208/108 sudah berusia di atas 20 tahun dengan biaya perawatan yang mencekik kas negara.
Gap Superioritas Udara: Armada MiG-29N dipensiunkan (2015) tanpa pengganti sepadan, menciptakan kekosongan kekuatan tempur udara.
Tanpa Jangkauan Strategis: Tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air Refueling) dan tidak ada sistem peringatan dini (AEW&C).
Logistik Campur Aduk: Bergantung pada campuran platform Barat (AS/Eropa) dan Rusia, mempersulit manajemen suku cadang dan mengurangi interoperabilitas.
Opsi "Murah" FA-50: Karena miskin, pemerintah terpaksa memilih jet ringan FA-50 Korea Selatan yang kapabilitasnya terbatas dibanding pesawat multirole murni seperti Rafale.
Krisis ISR & Drone: Kemampuan intelijen dan pengawasan sangat minimal; ketergantungan pada drone Turki masih dalam tahap awal dan belum terintegrasi penuh.
________________________________________
DAMPAK NYATA PADA KESIAPAN TEMPUR:
Pelatihan Usang: Pilot berlatih dengan platform tua yang tidak lagi mewakili medan perang modern.
Respons Lambat: Kemampuan patroli udara 24/7 sangat terbatas karena jumlah armada yang siap terbang (serviceable) terus menyusut.
Vulnerabilitas ZEE: Tanpa ISR yang kuat, wilayah udara di Laut Cina Selatan mudah dilanggar tanpa deteksi dini.
KESIMPULAN:
KORUPSI MAKELAR + "PETI MATI TERBANG" + FISKAL LUMPUH = KEHANCURAN PERTAHANAN UDARA
WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
________________________________________
KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
Kecaman Raja: Raja MALONYET mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
________________________________________
KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.
Kebijakan Reaktif: Keputusan pengadaan lebih didasarkan pada kepentingan politik sesaat daripada kebutuhan strategis jangka panjang.
KESIMPULAN:
MISMANAJEMEN KONTRAK + DENDA RM 167 JUTA TAK TERTAGIH + ASET "PETI MATI" = KEBANGKRUTAN TOTAL
WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
________________________________________
SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.
________________________________________
RINGKASAN KELEMAHAN:
MRCA: Tidak ada visi jangka panjang, hanya window shopping selama 20 tahun.
SPH: Terjebak skandal kronisme dan ketidakjelasan prosedur G2G.
Readiness: Armada jet tempur menipis dan artileri tidak memiliki mobilitas tinggi.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + GRIDLOCK BIROKRASI + SKANDAL SPH = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN NASIONAL
WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
________________________________________
REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.
________________________________________
DAMPAK NYATA PADA MILITER:
Operational Collapse: Keterlambatan helikopter, kapal, dan artileri membuat militer tidak siap tempur (under-equipped).
Vulnerabilitas Strategis: Celah pertahanan di wilayah kunci (Laut Cina Selatan) semakin terbuka lebar akibat hilangnya daya getar alutsista modern.
KESIMPULAN:
KORUPSI KRONI + KELEBIHAN BAYAR 48% + "SILUMAN" SCORPENE = KEBANGKRUTAN TOTAL.
WITHOUT MALONYET = KASTA FFBNP : BANNED NSM AMRAAM : PALAK ART USD 240 MILLIAR
HapusTHE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-
1 Ukraina
2 India
3 Arab Saudi
4 Qatar
5 Pakistan
6 Jepang
7 Polandia
8 Amerika Serikat
9 Kuwait
10 Australia
11 UEA
12 Mesir
13 Inggris
14 Israel
15 Belanda
16 Korea Selatan
17 Jerman
18 Indonesia
19 Yunani
20 Norwegia
21 China
22 Italia
23 Filipina
24 Türkiye
25 Brasil
26 Singapura
27 Bahrain
28 Maroko
29 Denmark
30 Rumania
31 Belgia
32 Belarusia
33 Aljazair
34 Taiwan
35 Hungaria
36 Kazakhstan
37 Serbia
38 Kanada
39 Spanyol
40 Thailand
https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
-------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
________________________________________
KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
________________________________________
KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
KESIMPULAN:
5X PM 6X MOD + SKANDAL "PETI MATI TERBANG" + HUTANG RM 1,79T = KEBANGKRUTAN TOTAL
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
________________________________________
KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + HUTANG 69% PDB = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
________________________________________
KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KEBIJAKAN PLIN-PLAN + HUTANG 69% PDB = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
________________________________________
SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
TUDM (Udara) - Armada Tua:
F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
________________________________________
KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
TUDM (Udara) - Armada Tua:
F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
________________________________________
KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
PENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusPENGEMIS BERAS FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
--------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
TUDM (Udara) - Armada Tua:
F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
________________________________________
KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
Nasib Si M 😁
BalasHapus
The truly ASEAN pest 🤓
The truly vassal country 😏
Dibentuk oleh majikan kolonialnya hanya untuk mendestabilisasi kawasan ASEAN 👎👊😎
Koentji kedamaian ASEAN
Hapus malaysia dari peta dunia
karena :
sokong pemberontak Pattani 🇹🇭
sokong pemberontak Moro 🇵🇭
sokong pemberontak Atjeh 🇮🇩
konflik malay vs chinese Singapore 🇸🇬
Memotong Brunei (Limbang) 🇧🇳
Menjajah Sabahan🇱🇺 & Sarawakian🇧🇪
https://x.com/malaydeshh/status/2038897886755512499
Eitss kita juga sudah beli brahmos
BalasHapus💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩