30 September 2026

The 5th Battalion, Singapore Infantry Regiment (5 SIR) Ready for Ex Wallaby 2026

30 September 2026

Terrex 8x8 deployed at XWB26 (photos: Singapore Army)

Ex Wallaby 26 is calling, and the Stingrays of 5 SIR are readying up. Infantry soldiers and Terrex crews are putting their skills to the test through progressive and realistic training, sharpening their ability to manoeuvre and operate as a cohesive force.


Soldiers also took to the skies to hone their drone-flying proficiency, strengthening their ability to employ unmanned systems in support of operations.


With the tempo picking up, 5 SIR continues to sharpen its barbs and build readiness for Exercise Wallaby. Silent, Deadly, Swift!


Military exercise Wallaby 2026 (XWB26) will be conducted in the Shoalwater Bay Training Area (SWBTA) from 01 Sep to 03 Nov 2026.

5 komentar:

  1. HARGA LCS : HARGA DESTROYER
    SEWA HELI : 119 HELI BARU
    LMS B2 : TERMURAH
    FA50M : TERMURAH
    -
    ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
    Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
    KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
    Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
    LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
    --------------------------------
    🚁 SEWA VS BELI AW149
    Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
    Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
    Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
    --------------------------------
    🚒 LMS B2 Korvet (Ada Class)
    Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
    Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
    Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
    ---------------------------------
    πŸ›©️ JET TEMPUR FA-50
    FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
    FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
    FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
    FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
    --------------------------------
    πŸ” DETAIL PROYEK
    • MRCA (2017–2025):
    o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
    o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
    -
    • LCS (2011–2025):
    o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
    o 2022: Skandal audit terungkap.
    o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
    -
    • SPH (2016–2025):
    o 2016: Proposal SPH diajukan.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
    -
    • MRSS (2016–2025):
    o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
    o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
    ----------------
    ⚖️ DAMPAK POLITIK
    Garis vertikal menunjukkan pergantian kepemimpinan:
    • 2013: PM Najib / Menhan Zahid.
    • 2015: Menhan Hishammuddin.
    • 2018: PM Mahathir / Menhan Mat Sabu.
    • 2020: PM Muhyiddin / Menhan Ismail Sabri.
    • 2021: PM Ismail Sabri / Menhan Hishammuddin.
    • 2022: PM Anwar / Menhan Khaled Nordin


    BalasHapus
  2. LON ..... PAKAI BUATAN INDONESIA YAA
    -
    πŸ“¦ Ekspor Alat Militer Indonesia
    CN235 (Pesawat): Diekspor ke Brunei (1), Malaysia (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), dan Senegal (3).
    RHIB (Kapal Patroli): Dibeli Singapura (18) dan Malaysia (24); Brunei berminat (12).
    Parasut & Tenda: 7.000 unit tenda dipesan oleh militer Malaysia.
    MPCD Hawk (Avionik): Komponen kokpit buatan Surabaya diekspor ke Malaysia.
    Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat PT PAL diadopsi oleh Malaysia.
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi PT Pindad diekspor ke Malaysia dan Bangladesh.
    Seragam & Atribut: PDL dan rompi antipeluru Sritex digunakan militer Malaysia.
    --------------------------------
    πŸͺ™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaysia: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    ✈️ MRCA (Multi-Role Combat Aircraft)
    • Status: Belum terealisasi.
    • Sejak pensiunnya MiG-29N, MALONYET berencana mengganti dengan pesawat tempur multirole baru.
    • Kandidat yang pernah disebut: Rafale, Typhoon, Gripen, F/A-18E/F, dan Su-30MKM tambahan.
    • Namun, hingga 2025, belum ada kontrak resmi. Fokus bergeser ke Light Combat Aircraft (LCA) seperti FA-50 dari Korea Selatan, yang lebih murah dan cepat diterima.
    🚒 LCS (Littoral Combat Ship)
    • Status: Tertunda parah, baru 72% selesai.
    • Proyek RM11 miliar ini dimulai sejak 2011, berbasis desain Gowind-class dari Naval Group Prancis.
    • Kapal pertama, KD Maharaja Lela, dijadwalkan uji laut pada 2025, namun belum operasional.
    • Audit dan laporan PAC mengungkapkan masalah tata kelola, keterlambatan, dan pembengkakan biaya.
    πŸ”₯ SPH (Self-Propelled Howitzer)
    • Status: Belum ada pengadaan resmi.
    • MALONYET telah lama mempertimbangkan SPH untuk menggantikan sistem artileri tarik.
    • Kandidat yang pernah disebut: K9 Thunder (Korea Selatan), Caesar (Prancis), dan Nora B-52 (Serbia).
    • Namun, belum ada kontrak atau pengiriman hingga 2025. Fokus masih pada modernisasi artileri konvensional.
    🚒 MRSS (Multi-Role Support Ship)
    • Status: Baru masuk rencana RP1 RMKe-13 (2026).
    • MRSS adalah bagian dari transformasi TLDM 15-to-5 untuk mendukung operasi amfibi dan bantuan kemanusiaan.
    • Menteri Pertahanan menyatakan satu kapal MRSS akan mulai diproses dalam RP1 RMKe-13.
    • Tender resmi untuk dua kapal diperkirakan dibuka Oktober 2025, dengan pengiriman antara 2031–2035.
    πŸ“‰ Kesimpulan: “2025 ZONK”
    • Sejak 2010, lima PM dan enam Menhan telah “bual akan” (berjanji akan) merealisasikan proyek-proyek ini.
    • Namun, tidak satu pun dari MRCA, SPH, atau MRSS yang operasional pada 2025, dan LCS pun belum aktif.
    • Faktor penyebab:
    o Tata kelola lemah dan birokrasi lambat.
    o Ketergantungan pada vendor asing tanpa transfer teknologi yang jelas.
    o Kurangnya kontinuitas kebijakan antar pemerintahan.

    BalasHapus
  3. --------------------------------
    INDONESIA=
    MRCA✔️
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    ===============
    ===============
    MALONYET =
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
    10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
    7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
    -
    10 LCA + 8 LIFT
    10 LCA + 8 LIFT
    10 LCA + 8 LIFT
    10 LCA + 8 LIFT
    10 LCA + 8 LIFT
    10 LCA + 8 LIFT
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    ---------------------------------
    7 F18 USANG
    7 F18 USANG
    7 F18 USANG
    7 F18 USANG
    7 F18 USANG
    Pengurangan Jumlah: Malonyet awalnya membeli dan mengoperasikan 8 unit F/A-18D Hornet dari Amerika Serikat yang dikirim pada tahun 1997. Namun, jumlahnya berkurang menjadi 7 unit setelah satu pesawat mengalami insiden kecelakaan dan meledak pasca-lepas landas di Pangkalan Udara Kuantan pada 21 Agustus 2025
    --------------------------------
    F16 UPGRADE VS F18 USANG
    -
    PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
    ________________________________________
    Kemampuan Rudal AMRAAM:
    F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
    -
    F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
    ________________________________________
    Status Modernisasi:
    F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
    -
    F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
    ________________________________________
    Radar & Avionik:
    F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
    -
    F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
    ________________________________________
    Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
    F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
    -
    F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
    ________________________________________
    Teknologi Helm Pilot:
    F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
    -
    F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm

    BalasHapus
  4. INDONESIA=
    KAPAL INDUK✔️
    AMRAAM✔️
    METEOR✔️
    HAMMER✔️
    FREGAT✔️
    SIPRI SHOPPING✔️
    48 KAAN Gen 5✔️
    42 RAFALE Gen 4.5✔️
    16 Sukhoi 27/30✔️
    33 F16✔️
    12 M346FA✔️
    20 T50i✔️
    24 HAWK✔️
    4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
    2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
    2 FREEGAT ISTIF✔️
    4 SCORPENE EVOLVED✔️
    --------------------------------
    1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
    2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
    3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
    4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
    5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
    6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
    7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
    8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
    9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
    ===============
    ===============
    MALONYET
    18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
    18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
    7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
    16 HAWK = LACK SPAREPART❌
    NSM BANNED❌
    AMRAAM BLOKIR❌
    F18 BATAL❌
    UH60A BATAL❌
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
    SIPRI KOSONG❌
    --------------------------------
    FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
    DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
    -
    FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
    BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
    AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
    ---------------------------------
    2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
    2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
    2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
    2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
    1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
    1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
    1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
    1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
    1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
    1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
    --------------------------------
    1967: USCG DECISIVE
    1968: USCGC STEADFAST
    1980: KM PERWIRA
    1984: LERICI CLASS
    1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
    1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
    1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
    --------------------------------
    Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
    Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
    Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
    Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
    Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
    Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
    Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
    Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
    Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
    Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
    Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

    BalasHapus
  5. Kampungnya gempur lagi fokus beli dump truck dan uniform tentera merekaπŸ˜„πŸ˜·

    BalasHapus