08 Februari 2026

PTDI dan Sari Bahari Jajaki Ekspansi Pasar Global Roket Nasional

08 Februari 2026

Penanda-tanganan LoI PT DI dan PT Sari Bahari (photo: PT DI)

Singapura  – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan PT Sari Bahari menyepakati penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada hari kedua pelaksanaan Singapore Airshow 2026. Dokumen kerja sama tersebut ditandatangani oleh Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, dan Vice President Director PT Sari Bahari, Putra Prathama Nugraha, bertempat di booth PTDI A-L31.

Kesepakatan ini mencakup rencana kerja sama penjualan roket kaliber 70 mm dan 80 mm, sekaligus penjajakan peluang pemasaran bersama untuk kedua jenis roket tersebut ke pasar internasional. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas jangkauan distribusi produk roket nasional, meningkatkan eksposur di pasar global, serta memperkuat daya saing industri pertahanan Indonesia di tingkat internasional.

Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Moh Arif Faisal, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global industri pertahanan. “Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi perluasan pasar internasional produk roket nasional, sekaligus meningkatkan nilai tambah melalui sinergi kapabilitas antarpelaku industri pertahanan dalam negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen PTDI dalam mendorong kemandirian industri pertahanan nasional melalui penguatan portofolio produk, peningkatan skala bisnis, serta perluasan jejaring mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri.

Sebagai lead integrator industri dirgantara nasional, PTDI memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan dan integrasi sistem senjata, termasuk pada platform udara dan sistem pendukungnya. Dengan kapabilitas rekayasa, pengujian, serta sertifikasi yang dimiliki, PTDI terus mengembangkan perannya tidak hanya sebagai produsen pesawat, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan sistem persenjataan terpadu. Kerja sama dengan PT Sari Bahari ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk pertahanan nasional di pasar global.

8 komentar:

  1. sari bahari sukses ekspor bom ke nam
    kali ini roket ffar yak haha!😉🚀😉

    BalasHapus
  2. CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    CICILAN FA50M = 10 TAHUN
    ------------------
    Kesimpulan: Skema "Gali Lubang" 10 Tahun FA-50M
    1. Ketergantungan Total pada Utang & Barter
    Pengadaan ini membuktikan ketidakmampuan finansial secara tunai (cash). Dengan total kontrak US$ 920 Juta (RM 4,08 Miliar), pemerintah harus memecah pembayaran menjadi dua jalur selama satu dekade penuh, yang mengunci anggaran pertahanan hingga jauh ke depan.
    2. Beban Bunga dan Fiskal yang Panjang
    Porsi kredit 50% melalui KEXIM (Korea) memaksa negara membayar bunga sekitar 4,5% per tahun. Artinya, harga asli pesawat membengkak karena akumulasi bunga selama 10 tahun. Setiap tahunnya, kas negara harus terkuras sekitar US$ 66,7 Juta hanya untuk mencicil sebagian dari 18 unit pesawat tersebut.
    3. Pertaruhan Komoditas (Sawit)
    Skema barter 50% menggunakan CPO (Minyak Sawit) adalah langkah berisiko tinggi.
    Volume Masif: Harus mengirim 51.111 ton CPO per tahun.
    Risiko Harga: Jika harga sawit dunia anjlok di bawah US

    900/ton,jumlahvolumesawityangharusdikirimakanmembengkakdemimenutupinilai**US900 / t o n comma j u m l a h v o l u m e s a w i t y a n g h a r u s d i k i r i m a k a n m e m b e n g k a k d e m i m e n u t u p i n i l a i * * cap U cap S
    900/𝑡𝑜𝑛,𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒𝑠𝑎𝑤𝑖𝑡𝑦𝑎𝑛𝑔ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠𝑑𝑖𝑘𝑖𝑟𝑖𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛𝑚𝑒𝑚𝑏𝑒𝑛𝑔𝑘𝑎𝑘𝑑𝑒𝑚𝑖𝑚𝑒𝑛𝑢𝑡𝑢𝑝𝑖𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖**𝑈𝑆
    46 Juta/tahun**, yang berpotensi merugikan pendapatan negara dari sektor ekspor.
    4. Status Alutsista "Kredit"
    Selama 10 tahun ke depan (hingga sekitar 2034/2035), jet tempur ini berstatus "belum lunas". Kondisi ini sangat kontras dengan negara yang memiliki ruang fiskal lebar yang mampu melakukan pengadaan secara bertahap namun tunai untuk menghindari beban bunga OECD.
    5. Dampak pada Pengadaan Lain
    Cicilan tetap selama 10 tahun ini menjadi alasan utama terjadinya "Kekangan Kewangan" untuk proyek lain seperti MRCA atau LCS. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk belanja baru justru habis tersedot untuk membayar cicilan pesawat ringan (Lead-in Fighter) yang teknologinya akan terus menua selama masa angsuran berlangsung.
    Ringkasan Kondisi:
    Membeli pesawat tempur dengan cicilan 10 tahun dan bayar pakai sawit adalah potret nyata ekonomi yang sedang "sesak napas", di mana alutsista didapat dengan cara menjaminkan kekayaan alam dan utang luar negeri jangka panjang.

    BalasHapus
  3. KEBETULAN ......
    -
    LISENSI PATRIOT 2022
    LISENSI PATRIOT 2022
    LISENSI PATRIOT 2022
    -
    Lisensi untuk memproduksi kendaraan tempur taktis Patriot II 4x4 tersebut resmi ditandatangani pada tanggal 3 November 2022.
    Kesepakatan ini berlangsung di ajang pameran pertahanan internasional Indo Defence 2022 di Jakarta.
    Berikut rincian utamanya: perusahaan pertahanan asal Ceko, Excalibur Army (bagian dari Czechoslovak Group / CSG), menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan swasta Indonesia, PT Republik Korpora Indonesia (Republikorp), untuk memproduksi kendaraan militer di dalam negeri.
    Berikut adalah detail poin kerja sama tersebut:
    -
    1. Produksi Lisensi Patriot II: Republikorp telah mengantongi lisensi untuk memproduksi kendaraan tempur taktis (rantis) Patriot II 4x4 di Indonesia. Kendaraan ini merupakan rantis lapis baja seberat 12 ton yang dapat dilengkapi dengan sistem senjata kendali jarak jauh (Remote Control Weapon System).
    -
    2. Fasilitas MRO & Produksi: Kerja sama ini mencakup pengembangan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) serta pelatihan teknis untuk kendaraan bermesin Tatra, yang menjadi basis banyak kendaraan militer Ceko.
    Lokasi Strategis: Meskipun pengumuman resmi sering dilakukan di ajang seperti Indo Defence di Jakarta, Republikorp memang memiliki fokus pengembangan fasilitas manufaktur di Indonesia guna mendukung kemandirian industri pertahanan.
    -
    3. Kolaborasi Lain: Selain kendaraan darat, Republikorp dan CSG juga bekerja sama dalam pengembangan sistem rudal pertahanan udara jarak menengah ADS-400 yang melibatkan transfer teknologi dari perusahaan Ceko lainnya, Retia
    ==============
    ==============
    BERITA 2023 = TARANTULA
    BERITA 2023 = TARANTULA
    BERITA 2023 = TARANTULA
    -
    https://www.dagangnews.com/article/136-buah-kenderaan-perisai-baharu-bernilai-rm2-bilion-tambah-kekuatan-sedia-ada-tentera-darat-30020
    KUALA LUMPUR 5 Sept - Tentera Darat Malaydesh akan menerima 136 unit kendaraan perisai baharu jenis Tarantula HMAV 4x4, bernilai sekitar RM2 bilion. Kendaraan buatan Mildef International Technologies ini bertujuan menggantikan armada Radpanzer Condor dan akan dilengkapi sistem senjata jarak jauh kaliber 12.7 mm. Anda boleh membaca artikel penuh di dagangnews.com
    ----------------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD

    BalasHapus
  4. KEBETULAN LON ..... 🔥🔥🔥
    BANNER KONTRAK KAAN =
    BANNER KONTRAK KAAN =
    BANNER KONTRAK KAAN =
    https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2025/07/Gwx4UFQW4AAHLqg.jpg
    -
    https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/_250726191324-889.png
    ---------------------------
    BANNER LOA M346F BUKAN LOI
    BANNER LOA M346F BUKAN LOI
    BANNER LOA M346F BUKAN LOI
    -
    https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
    -
    https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
    ---------------------------
    USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    -
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
    ------------------
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
    ------------------
    2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
    -----
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
    =======================
    =======================
    MISKIN =
    MALAYDESH NGEMIS 2025-2017 =
    9 TAHUN NGEMIS
    9 TAHUN NGEMIS
    9 TAHUN NGEMIS
    -
    F18 KUWAIT 2025-2017 =
    MAID OF LONDON (MALON) has reportedly sought the Kuwaiti jets since at least 2017. The legacy Hornet is thought to “increase the level of preparedness and capability of the RMAF in safeguarding the country’s airspace”.

    BalasHapus
  5. sari ituw kata lainnya inti haha!😉👍😉
    betewe apa kabar pt inti yak? bumn satu ini nampaknya gak eksis lg dalam urusan pertahanan.
    dulu prasaan ngurusin radar, bareng pt len

    BalasHapus
  6. FA50MURAH BATCH 1 = NO AMRAAM/AIM-120
    -
    FA50MURAH BATCH 1 = DIUSULKAN AMRAAM/AIM-120
    USUL = AKAN
    USUL = AKAN
    USUL = AKAN
    -
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/kai-usulkan-paket-fa-50-malaysia-batch.html
    Korea Aerospace Industries (KAI) berupaya memperkuat posisinya dalam program pesawat tempur ringan Malaysia dengan mengusulkan integrasi persenjataan yang lebih luas untuk batch kedua FA-50 yang direncanakan.
    Seorang perwakilan perusahaan mengatakan kepada Janes di Singapore Airshow 2026 bahwa KAI menawarkan kemampuan bagi pesawat dalam pesanan lanjutan untuk menggunakan Rudal Udara-ke-Udara Jarak Menengah Canggih AIM-120 (AMRAAM), yang menandai langkah signifikan dalam meningkatkan kemampuan peperangan di luar jangkauan visual (BVR) platform tersebut.
    Perwakilan tersebut mengatakan tawaran itu adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempermanis kesepakatan bagi pemerintah Malaysia seiring kemajuannya menuju akuisisi tambahan 18 FA-50 yang telah lama dinantikan.
    Kemungkinan untuk pengiriman batch kedua ini pertama kali diakui oleh KAI pada tahun 2023, ketika perusahaan tersebut mengatakan bahwa Malaysia telah menyetujui pengadaan lanjutan tak lama setelah menandatangani kontrak senilai USD920 juta untuk 18 pesawat pertama pada bulan Februari tahun itu.
    Pada saat itu, KAI mengindikasikan bahwa formalisasi kontrak kedua diharapkan akan segera menyusul.
    18 pesawat FA-50 Block 20 pertama Malaysia akan dilengkapi dengan radar PhantomStrike active electronically scanned array (AESA) dari Raytheon, yang memungkinkan deteksi target jarak jauh dan kompatibilitas dengan rangkaian senjata Barat yang lebih luas. Pengiriman awal diharapkan akan dilakukan pada tahun 2026.
    FA-50 sudah beroperasi di Indonesia, Irak, Filipina, Korea Selatan, dan Thailand, dan KAI mengatakan bahwa minat tambahan telah muncul dari operator di Timur Tengah dan Amerika Latin.
    -------------------------
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    F16 VERSUS FA-50 TRAINER AIRCRAFT
    -
    1. It is not meant for the sort of hard maneuvering that an F-16 is. It is not inherently aerodynamically unstable like an F-16, and does not possess the agility or thrust to weight ratio of an F-16.
    -
    2. It is meant to be a fairly forgiving and stable aircraft that new pilots can learn to fly in. Unless you had a pilot who’s never flown an F-16 before in the F-16, and a 20 year veteran pilot in the T-50, the F-16 is going to win every time. They are completely different aircraft with different missions and entirely uneven capabilities.
    -
    3. The FA-50 probably could not directly compete against the F-16. It is a much smaller aircraft, at 6.5 tons v. 8.5. The FA-50s in lighter paint are flying the foreground:
    -
    4. he size difference is also noticable in this video of South Korean Air Force fighters in training. You can compare both the F-16 and FA-50s taxi-ing on the runway with the much larger F-15s and F-4 Phantoms in the beginning minute. The F-16s appear at 13 seconds and the FA-50s appear at 45 seconds.

    BalasHapus