12 Agustus 2026

Fregat Kelas Formidable Singapura Telah Dilengkapi dengan Rudal Blue Spear

12 Agustus 2026

Rudal permukaan-ke-permukaan Blue Spear (image: ST Engineering)

Janes dapat mengonfirmasi bahwa fregat kelas Formidable milik Singapura telah dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-permukaan (SSM) Blue Spear.

Rudal ini dipasang sebagai bagian dari program peningkatan paruh baya (mid-life upgrade atau MLU) untuk kelas kapal tersebut, menggantikan rudal anti-kapal Harpoon yang lama.

Sistem rudal Blue Spear terlihat terpasang di kapal ketiga dari kelas ini, RSS Steadfast, yang akan dibuka untuk tur publik dengan pemandu di Tokyo International Cruise Terminal pada tanggal 21-22 Agustus.

Singapura pertama kali mengungkapkan rencana untuk melengkapi kelas Formidable dengan rudal Blue Spear dalam sebuah wawancara dengan Janes menjelang pameran IMDEX 2023. Komandan Armada Pertama Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) saat itu, Kolonel Ng Kok Yeng Daniel, memaparkan rencana tersebut dalam acara pratinjau pameran.

Kementerian Pertahanan Singapura kemudian menyatakan bahwa program MLU tersebut juga akan mencakup peningkatan pada sistem manajemen tempur, komunikasi, dan sistem teknik fregat.

RSS Steadfast at RIMPAC 2026 (photo: dvids)

Rudal Blue Spear dipasarkan oleh Proteus Advanced Systems, sebuah perusahaan patungan antara Israel Aerospace Industries (IAI) dan perusahaan Singapura, ST Engineering.

Senjata ini merupakan pengembangan dari keluarga rudal anti-kapal Gabriel dan dirancang untuk misi serangan laut maupun darat.

Berdasarkan spesifikasi yang dirilis oleh Proteus Advanced Systems, rudal subsonik ini memiliki jangkauan sekitar 290 km dan mampu menyerang target di luar jangkauan pandang langsung (beyond line of sight).

Rudal ini dilengkapi dengan sistem pencari sasaran (seeker) dan pemandu yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan dengan kepadatan sinyal elektromagnetik tinggi serta menghadapi lawan yang menggunakan tindakan penanggulangan elektronik (electronic countermeasures).

Pihak industri sebelumnya menyampaikan kepada Janes bahwa senjata ini dapat menyerang target maritim maupun darat serta menyesuaikan jalur penerbangannya secara dinamis saat menghadapi target yang bergerak.

Blue Spear juga menggunakan profil penerbangan rendah yang menyusuri permukaan laut (sea-skimming) untuk menyulitkan deteksi dan intersepsi.

49 komentar:

  1. gowing NSM batal haha!⛔️😂🍌

    BalasHapus
  2. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP = NOT PAID FFBNP
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    SUBSIDY BURDEN: 23.9%
    BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    ------------------------------
    NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
    NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
    -------------------------------
    GOVERNMENT REVENUE =
    Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
    -
    TOTAL EXPENDITURE =
    Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
    -
    BUDGET ALLOCATION =
    RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
    -
    MAIN REASONS FOR BORROWING =
    REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
    Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
    -
    CHRONIC BUDGET DEFICIT:
    The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
    --------------------------------------------
    MALAYSEWA DEBT DATA 2026
    Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
    Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
    MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
    -
    DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
    Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
    Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
    ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
    ---------------------------------
    Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
    Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
    Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
    Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
    -
    Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
    Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
    Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
    Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    -
    Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
    Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
    Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      INDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
      MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
      --------------------------------
      INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
      -
      Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
      Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
      Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
      Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
      Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
      Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
      Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
      Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
      Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
      =======================
      =======================
      FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
      -
      Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
      Dampak & Respon Malaydesh:
      Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
      Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
      Bukti Pemberitaan Media:
      Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
      Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
      --------------------------------
      Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
      Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
      Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
      Hegemon ASEAN:
      Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
      Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
      Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
      Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
      Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
      Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
      Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
      -
      Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
      Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
      Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
      Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.



      Hapus
    2. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: FISKAL LUMPUH & MISKIN
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT:
      GOVERNMENT DEBT (2025): Mencapai RM 1,3 Triliun (69% dari PDB); sudah melampaui batas aman 65%.
      HOUSEHOLD DEBT (2025): Menyentuh RM 1,73 Triliun (85,8% dari PDB); rakyat terjebak hutang konsumtif yang masif.
      EFEK PENGHAPUSAN GST: Kehilangan pendapatan tahunan ± RM 15–20 Miliar. Defisit anggaran tetap melebar (4-6% PDB) karena bergantung pada pajak minyak yang tidak stabil.
      RUANG FISKAL SEMPIT: Modernisasi tertunda karena dana terserap habis untuk cicilan bunga hutang dan subsidi tinggi demi tekanan politik.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ALUTSISTA (AGEING & OBSOLESCENCE):
      Aset Usang (30-40+ Tahun): Kapal TLDM dari era 70-an dan APC Condor era 80-an masih dipaksa bertugas. Penuaan aset membuat biaya perawatan membengkak dengan kesiapan tempur rendah.
      Minim Investasi Modernisasi: Anggaran pertahanan hanya ~1% PDB; 40% habis untuk gaji dan pensiun. Tidak ada anggaran untuk membeli senjata baru secara rutin seperti tetangga.
      Fiasco & Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) sejak 2011 (RM 9 Miliar) nol unit operasional hingga 2025. Angkatan Laut terjebak menggunakan kapal tua yang sudah melewati masa pakai.
      Krisis Suku Cadang RMAF: Kesiapan Su-30MKM sering di bawah 50% karena kelangkaan spare parts; pilot kekurangan jam terbang karena keterbatasan bahan bakar.
      Ketertinggalan Regional: Saat Singapura, Indonesia, dan Vietnam membeli kapal selam dan jet tempur canggih, MALONYET hanya bisa menggunakan alutsista karatan.
      Instabilitas Politik: Pergantian PM yang sering sejak 2018 menyebabkan proyek pertahanan terus-menerus dihentikan, dinegosiasi ulang, atau dibatalkan (reset).
      KESIMPULAN:
      HUTANG 69% PDB + RAKYAT HOBI HUTANG + ALUTSISTA KARATAN = KEBANGKRUTAN NASIONAL

      Hapus
  3. rudal subsonik ini memiliki jangkauan sekitar 290 km dan mampu menyerang target di luar jangkauan pandang langsung (beyond line of sight).
    ------

    eittt ngeri amat....
    tapi masi dibawah Yakunt Setronk kite haha!🦾🚀🤓

    yg NGAMUK🔥 pasti genk NSM KENSEL haha!❌️😝🤥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kerja bagus agen rahasia SG menggagalkan NSM malaydesh oom....

      HAHAHAHAHAHA
      😂😂🤣🤣😛😛😭

      Hapus
    2. nyoiihh pasti ada unsur intelejen tuch..
      Norwegia pake alasan yg agak aneh, Ostralia yg notabene sodara tiri kl, masa dapet NSM padahal bukan nato om pedang haha!🤫🍌🤭
      apalagi kalo kita dapet jugak....begh kebakaran jenglot para warganyet haha!🔥😂🍌

      Hapus
    3. Alurnya :
      agen SG > agen SOMAD > agen CAI > NATO > penalti Erling Halland

      HAHAHAHAHAHHAH
      🤣🤣😂😂😛😛😭😭

      Hapus
    4. cari yg supersonic om rudalnya.....biar lbh cepet klo COD an dgn kapal musuk atau target darat....wkwkwkwkkkkk

      Hapus
    5. jiaaahhh penalti pas injuri taim...nyesek banget tuch, sampe pmx curhat di media ruskiyem haha!😭🤣🥴

      Hapus
  4. RSS Steadfast, yang akan dibuka untuk tur publik dengan pemandu di Tokyo International Cruise Terminal pada tanggal 21-22 Agustus.
    ✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️

    lagi rame pada Rendevouz ke jepang,
    eiiitt ada kapal kita GNR hore haha!🥳✌️🦾

    kok negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo gak ada??? Jimat Kos ape gak diundang haha!😄🍌😋

    ✅️Historic Visit! ESPS Méndez Núñez (F-104) arrives in Yokosuka, Japan
    https://youtube.com/watch?v=CpHwBNt75nM&pp=0gcJCWgCo7VqN5tD

    ✅️♡✅️KRI I Gusti Ngurah Rai-332 — Spearhead of Indonesia's Maritime Power
    https://youtube.com/watch?v=XjrYgcdjF1A

    ✅️RSS Intrepid | Formidable-class Stealth Frigate
    https://youtube.com/watch?v=rE6nOcDdLuE

    ✅️HMS Prince of Wales (R09) – Arrival at Yokosuka, Japan
    https://youtube.com/watch?v=aWt4jXRo3AA

    BalasHapus
  5. Tinggal Plug n Play di PPA, jangkauan lebih jauh...HAHAHAHAHA

    ====
    "...Teseo Mk2/E adalah sistem rudal anti-kapal generasi baru jarak jauh yang dikembangkan oleh perusahaan MBDA untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare). Rudal ini merupakan evolusi lanjutan dari keluarga rudal Otomat/Teseo yang legendaris, dirancang dengan kemampuan ganda untuk menyerang target di permukaan laut maupun target darat dengan tingkat presisi tinggi.Spesifikasi Utama Jangkauan: Lebih dari 350 km

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyoiih kalo perluw hanud, VLS bisa isi mica om pedang...siyap meluncur haha!😉🚀🦾

      Hapus
    2. klo masalah lobi2 yg beretika sih Indo jagonya.....jago ngambil hati trus lsg dibegal....wkwkwkwkwkkk

      Hapus
  6. Angkatan laut Grup Elit, ada kita, prancis, belanda, jerman, inggris, italia, india ngumpul di jepang,

    lagi2 kapal tipe m gak nongol...pantesan gak dianggap..kapalnya gak perna zalan2 keluar negeri...bisa pelit ato emg kapalnya rongsok smua..bikin malyu britis ajah haha!😋🍌🤣

    wahh kita 2 kapal ke jepang..♡

    ada ITS CAVOUR gendong jet harrier..
    wah bole tuch pinjem bentar ke kakaknya CSG Garibaldi..uhuyy✌️ haha!🦾👍😎

    ✅️⬇️✅️⬇️

    ✅️♡✅️The KRI Bima Suci is berthed alongside Yoshikura Pier
    https://youtube.com/watch?

    ✅️Royal Navy Type 45 Destroyer HMS Dauntless (D33)
    https://youtube.com/watch?v=JaUzM7Hp7OEv=Xc8wFr8yuyI

    ✅️INS Sahyadri (F49) | Indian Navy Shivalik-class Stealth Multi-Role Frigate at Hemi Pier
    https://youtube.com/watch?v=K568N2dVGzs

    ✅️HNLMS Evertsen (F805) Alongside at Yokosuka
    https://youtube.com/watch?v=sXDTlwGyqCw

    ✅️Steel Resolve | FGS Bayern (F217) Arrives at Yokosuka
    https://youtube.com/watch?v=ZLmicz2Z5Fo&pp=0gcJCckLAYcqIYzv

    ✅️French Navy FREMM Bretagne (D655) Calls at Yokosuka During Indo-Pacific
    https://youtube.com/watch?v=IO3Fx2Zl4Qo

    ✅️ITS Cavour: Historic Maiden Port Call at Yokosuka
    https://m.youtube.com/watch?v=60qt8VBLpXU

    BalasHapus
  7. Kapal malaysewa gunboat semua & tua makanya gak diundang sama Jepang 😅😅😅😅😅😅😅😅😅

    BalasHapus
  8. eittt bijimane ini, berita hot🔥 knape gak ada di ds min?
    bisa kensel mogami, takyut bocor teknologinya

    kalo gowing lcs diseblah, ke gep Naval Grup, Salah Fotong ama Bocor Pipanya 4000 pcs haha!🤭😱🍌

    ⬇️✅️⬇️✅️
    Japan Voices Concerns as South Korea’s Hanwha Expands Stake in Australian Shipbuilder
    The South Korean defense conglomerate will nearly double its stake in Austal, complicating efforts to protect Japanese technology and IP related to a new frigate.
    https://thediplomat.com/2025/12/japan-voices-concerns-as-south-koreas-hanwha-expands-stake-in-australian-shipbuilder/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tidak salah, urusan sudah beres. Lebih gampang dari urusan Soryu dulu karena tidak terlalu sensitif.

      Hapus
    2. owh gt...soalnya kapal paris IP uda di daptar disini dolo, mencegah disain di kopi gt...
      eniwei mogami prasaan mirip disain navantia ama damen...jd gak bihiyi keknya, uda milik bersama..kita jgk pake haha!🤭🤫😋

      Hapus
  9. Kecepatan masih subsonic dan dengan berat 760 kg dan butuh booster, ini bukan rudal ringan. Tidak bisa dipasang di kapal patroli kecil atau kendaraan ringan. Butuh kapal sekelas fregat atau truk berat.

    Indonesia lebih baik memperbanyak kapal sekelas FMP dan mengisinya dengan rudal supersonik untuk menghadapi armada jiran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau pasang rudal apa? NATO compatible tidak ada yg supersonik. Harus ada usaha lebih buat integrasi senjata.

      Dulu mau pasang VLS buat serang laut/darat, tapi yg pasti tidak di FMP yg sekarang ada. Kalau bisa Brahmos sih bagus.

      Hapus
  10. KAPAL MALAYDESH RONGSOK DAN GUNBOAT SEMUA TAK LAYAK UNTUK DITUNJUKAN 😅😅😅😅😅😅😅

    BalasHapus
  11. Ada apa dengan INDIANESIA sekarang guys....HAHAHAHAH



    Laut Natuna Utara berisiko dirampas jika Indonesia gagal bayar hutang kereta api laju Whoosh

    https://www.sinarharian.com.my/article/753427/global/laut-natuna-utara-berisiko-dirampas-jika-indonesia-gagal-bayar-hutang-kereta-api-laju-whoosh

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    2. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      INDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
      MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
      --------------------------------
      INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
      -
      Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
      Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
      Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
      Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
      Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
      Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
      Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
      Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
      Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
      =======================
      =======================
      FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
      -
      Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
      Dampak & Respon Malaydesh:
      Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
      Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
      Bukti Pemberitaan Media:
      Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
      Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
      --------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.



      Hapus
    5. MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      INDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
      MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
      --------------------------------
      INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
      -
      Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
      Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
      Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
      Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
      Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
      Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
      Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
      Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
      Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
      =======================
      =======================
      FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
      -
      Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
      Dampak & Respon Malaydesh:
      Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
      Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
      Bukti Pemberitaan Media:
      Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
      Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
      --------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.



      Hapus
  12. Laut Natuna Utara Jadi ‘Taruhan’ Jika Indonesia Gagal Lunas Hutang Whoosh Kepada China

    https://thevocket.com/laut-natuna-utara-jadi-taruhan-jika-indonesia-gagal-lunas-hutang-whoosh-kepada-china/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      INDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
      MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
      --------------------------------
      INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
      -
      Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
      Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
      Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
      Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
      Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
      Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
      Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
      Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
      Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
      =======================
      =======================
      FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
      -
      Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
      Dampak & Respon Malaydesh:
      Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
      Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
      Bukti Pemberitaan Media:
      Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
      Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
      --------------------------------
      Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
      Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
      Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
      Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
      Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
      -
      Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
      Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
      Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
      Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
      Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
      -
      Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
      Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
      Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
      Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
      Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.



      Hapus
    2. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      ------------------------------
      MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      --------------------------------
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
      2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: RENCANA DI ATAS KERTAS & MISKIN
      2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
      2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN KERTAS PUTIH PERTAHANAN (DWP) 2019:
      Rencana Tanpa Realisasi: DWP 2019 dimaksudkan sebagai peta jalan jangka panjang hingga 2030, namun gagal total akibat runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan pada 2020.
      Tanpa Payung Hukum: Berbeda dengan Indonesia, MALONYET tidak memiliki undang-undang yang memaksa pemerintahan baru untuk melanjutkan rencana pendahulunya.
      Anggaran Tahunan yang Mencekik: Alokasi anggaran yang bersifat year-by-year membuat proyek multi-tahun (seperti LCS dan jet tempur) tidak memiliki kepastian dana.
      Hasil Nol: Modernisasi hanya menjadi aspirasi. Angkatan Laut masih menunggu kapal LCS yang mangkrak, Angkatan Udara terjebak dengan jet tempur tua, dan Angkatan Darat masih menggunakan APC tahun 1980-an.
      ________________________________________
      INDONESIA MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) - KONTRAK STRATEGIS:
      Keberlanjutan Sejak 2004: Indonesia memiliki rencana MEF yang konsisten dijalankan dalam tiga fase (2004-2024) meskipun terjadi pergantian presiden/menteri.
      Dasar Hukum Kuat: MEF memiliki rencana pendanaan multi-tahun yang diakui secara hukum, sehingga tidak terpengaruh gejolak politik jangka pendek.
      Hasil Nyata: Pengadaan Rafale, kapal selam Scorpene Evolved, dan frigat Merah Putih merupakan bukti eksekusi fase III yang tetap berjalan stabil.
      ________________________________________
      DAMPAK ANGGARAN KECIL & KETIMPANGAN PERSONEL:
      Modernisasi Terhambat: Anggaran ~1% PDB hanya cukup untuk "bertahan hidup". Pengadaan dilakukan secara eceran (piecemeal) dan tidak seimbang.
      Kesiapan Tempur Rendah (O&M): Hanya 20-25% dana yang tersisa untuk bahan bakar dan suku cadang. Akibatnya, jet Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
      Gemuk di Personel, Kurang Peralatan: ~60% anggaran habis untuk gaji dan pensiun 110.000 personel aktif. Prajurit dibayar dengan baik tetapi tidak dibekali alat tempur modern, mengurangi efektivitas tempur secara drastis.
      Siklus Gagal: Program yang ditunda berulang kali (LCS, MRCA, SPH) menyebabkan pemborosan dana dan ketertinggalan jauh dari standar regional Singapura dan Indonesia.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + DWP 2019 GAGAL TOTAL + ANGGARAN HABIS UNTUK GAJI = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN


      Hapus
  13. GILAnya......HAHAHAHAHA



    RI Malu Besar Kalau Natuna Disita China Gegara Utang Whoosh

    https://beritaone.id/news/detail/14245/ri-malu-besar-kalau-natuna-disita-china-gegara-utang-whoosh

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP = NOT PAID FFBNP
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      ---------------------------------
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
      -
      Kesimpulan Analisis
      Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.

      Hapus
    2. MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
      INDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
      MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
      --------------------------------
      INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
      -
      Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
      Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
      Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
      Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
      Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
      Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
      Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
      Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
      Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
      =======================
      =======================
      FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
      -
      Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
      Dampak & Respon Malaydesh:
      Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
      Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
      Bukti Pemberitaan Media:
      Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
      Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
      --------------------------------
      Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB
      Indonesia (Pruden): ~40% — Berada dalam kategori sangat sehat, jauh di bawah batas aman undang-undang (60%).
      MALAYSEWA (Zona Merah): ~69–70% — Sudah melewati limit plafon utang mereka (65%).
      -
      Rasio Utang Rumah Tangga
      Indonesia (Aman): 16% — Rendah, memberikan ketahanan tinggi terhadap konsumsi domestik.
      MALAYSEWA (Ekstrem): 84,3% — Sangat tinggi (mencekik), sebagian besar pendapatan rakyat habis untuk membayar cicilan.
      -
      Defisit Fiskal (Tahun Anggaran 2025)
      Indonesia (Terkendali): Di bawah 3% — Menunjukkan disiplin fiskal yang ketat dan manajemen anggaran yang stabil.
      MALAYSEWA (Tinggi): 3,8% — Masih cukup tinggi, menambah beban akumulasi utang baru setiap tahun.
      -
      Kapasitas Belanja Negara
      Indonesia (Tinggi): Fokus pada modernisasi alutsista strategis (Rafale, Scorpène) dan pembangunan infrastruktur karena fiscal space yang luas.
      MALAYSEWA (Rendah): Fokus pada pembayaran bunga utang yang membengkak, mengakibatkan pembekuan pengadaan militer.


      Hapus
  14. segera akan datang...eitt ada yg FANASS haha!🔥😤🍌

    ⬇️✅️⬇️✅️
    OYASHIO-CLASS SUBMARINE
    https://youtube.com/watch?v=rjyxTIPQOfM

    BalasHapus
  15. GILANYA.....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅

    Polis Thailand me­ram­pas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.

    https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/

    BalasHapus
  16. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    ------------------------------
    MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------
    2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
    2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
    2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN O&M & MISKIN
    2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
    2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
    2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN OPERASIONAL & PEMELIHARAAN (O&M FAILURE):
    Defisit Anggaran O&M: Hanya 20–25% dari anggaran pertahanan yang sangat kecil (~1% PDB) dialokasikan untuk bahan bakar dan suku cadang.
    Aset Lumpuh (Grounded): Pesawat tidak bisa terbang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo karena tidak ada biaya pemeliharaan. Contoh: Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang laik terbang akibat krisis suku cadang.
    Degradasi Skill: Jam terbang pilot berkurang drastis; kru kapal jarang melaut; kemahiran operasional pasukan terjun bebas.
    Budaya Reaktif: Pemeliharaan hanya dilakukan setelah aset rusak total (breakdown). Pemeliharaan preventif dilewati demi hemat biaya, memperpendek umur alutsista.
    Kanibalisasi Suku Cadang: Banyak platform impor (Rusia, Prancis, AS) yang suku cadangnya tidak lagi diproduksi, memaksa militer mencopot bagian dari satu unit untuk menghidupkan unit lainnya.
    ________________________________________
    DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN & MODERNISASI:
    Matra Udara (RMAF): Program MRCA untuk ganti MiG-29 (pensiun 2017) tertunda belasan tahun karena plin-plan politik. Bergantung pada armada tua dengan kesiapan tempur sangat rendah.
    Matra Laut (RMN): Fiasco proyek LCS (RM 9 Miliar) sejak 2011; nol kapal operasional hingga 2025 akibat salah urus dan korupsi. Bergantung pada kapal era 80-an yang sudah rongsok.
    Matra Darat (TDM): APC Condor era 80-an masih dipaksa dinas. Proyek AV-8 Gempita mahal dan produksinya sangat lambat. Artileri tetap ketinggalan zaman.
    Penyebab Utama:
    Porsi Gaji Terlalu Besar: ~60% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit untuk belanja barang.
    Siklus "Stop-Go": Proyek dimulai lalu dipotong atau dikecilkan karena politik/ekonomi.
    Intervensi Politik: Kontrak diberikan berdasarkan koneksi, bukan prioritas operasional AL/AU/AD.
    Tanpa Rencana Multi-Tahun: Tidak ada rencana jangka panjang yang mengikat secara hukum; program berubah setiap ganti menteri.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + KANIBALISASI ASET + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN

    BalasHapus
  17. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    ------------------------------
    MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------
    2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
    2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
    2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    MALONYET.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN KESIAPAN (READINESS) & MISKIN
    2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
    2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
    2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
    2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
    ________________________________________
    KELUMPUHAN KESIAPAN TEMPUR (READINESS COLLAPSE):
    Aset Rongsokan Berusia Dekade: Operasional bergantung pada barang antik; APC Condor (1980-an), korvet era 80-90-an, dan jet tempur Hornet/Su-30 yang sangat bergantung pada pemeliharaan mahal.
    Defisit Anggaran O&M (20-25%): Dana pemeliharaan yang sangat kecil menyebabkan pesawat grounded demi suku cadang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo.
    Ketimpangan Orang vs Alat: ~60% anggaran habis untuk gaji. Pasukan besar (110.000) namun tanpa aset operasional memadai; prajurit ada tapi alat tempur rongsok.
    Jam Latihan Terjun Bebas: Dana O&M minim mengakibatkan pilot kekurangan jam terbang, pelaut jarang patroli, dan tentara darat jarang latihan amunisi tajam. Kesiapan tempur hanya di atas kertas.
    Deterrent Nol: Tidak mampu memproyeksikan kekuatan secara regional. Bergantung sepenuhnya pada diplomasi karena militer tidak lagi dianggap serius oleh kekuatan asing (seperti China di ZEE).
    ________________________________________
    KELEMAHAN RANTAI PASOK & PENGADAAN (SUPPLY CHAIN FAILURE):
    Pengadaan "Stop-Go": Proyek besar (MRCA, LCS) diumumkan lalu ditunda atau dibatalkan tergantung siapa yang berkuasa. Tanpa anggaran multi-tahun, kontrak menjadi tidak efektif dan biaya membengkak.
    Intervensi Politik & Kronisme: Kontrak diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik, bukan yang kompeten. Hasilnya: Skandal LCS RM 9 Miliar tanpa satu pun kapal terkirim hingga 2025.
    Ketergantungan Ekstrim pada Asing: Impor sistem kelas atas (Rusia, AS, Turki) membuat MALONYET rentan terhadap gangguan geopolitik dan biaya suku cadang yang mahal.
    Kapasitas Industri Lokal Lumpuh: Industri dalam negeri (Boustead, DefTech) hanya bergantung pada desain asing. Saat mereka gagal mengelola proyek, kualitas hancur dan proyek macet total.
    Krisis Suku Cadang & Kanibalisme: Tidak ada stok suku cadang yang memadai. Alutsista lama yang bagian-bagiannya sudah tidak diproduksi terpaksa dipreteli (cannibalization) untuk menghidupkan unit lain.
    Abaikan Paket Dukungan: Fokus hanya pada membeli "barang", tapi mengabaikan paket pemeliharaan jangka panjang (20-30 tahun). Begitu garansi habis, alutsista langsung menjadi besi tua.
    KESIMPULAN:
    FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL


    BalasHapus
  18. LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
    ------------------------------
    MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
    -
    REVENUE: RM334.1 BILLION
    EXPENDITURE: RM470 BILLION
    RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
    --------------------------------
    2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
    2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
    2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
    2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
    2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
    --------------------------------
    KRISIS FINANSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP SEKTOR PERTAHANAN SERTA PENGADAAN MILITER MALONYET PERIODE 2023–2026:
    1. Kondisi Finansial dan Makroekonomi
    • Defisit Anggaran: Mengalami defisit sebesar RM 135,9 Miliar (Pendapatan RM 334,1 Miliar vs Pengeluaran RM 470 Miliar).
    • Beban Utang: Utang pemerintah mencapai 70,5% terhadap PDB, sementara utang rumah tangga menyentuh angka 84,3% terhadap PDB.
    • Kebijakan Penghematan: Terjadi pemotongan anggaran operasional kementerian, pembekuan total kontrak militer/polisi per Januari 2026, serta fenomena berutang untuk membayar utang lama (borrowing to repay debt).
    • Dampak Sosial: Terjadi PHK massal (puncaknya 24.100 pekerja pada Januari 2026), termasuk pemangkasan sekitar 5.000 karyawan di Petronas.
    2. Kegagalan Proyek Strategis & Pembatalan Alutsista (Periode 2023–2026)
    • Proyek Mangkrak/Gagal (Zonking): Program jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA), proyek kapal Littoral Combat Ship (LCS) senilai RM 9 Miliar yang mengalami pengerjaan ulang (rework) 4.000 pipa/kabel, pengadaan artileri SPH, serta kapal amfibi MRSS/LPD dinyatakan macet total.
    • Pembatalan & Pemblokiran Kontrak: Pembatalan pengadaan jet F/A-18 Hornet, helikopter UH-60A Black Hawk, serta pemblokiran/larangan rudal tempur seperti Naval Strike Missile (NSM) dan AMRAAM.
    • Catatan SIPRI Kosong: Selama dua tahun berturut-turut (2024–2025), tidak tercatat adanya transfer senjata global atau aktivitas belanja alutsista baru.
    3. Kelumpuhan Kesiapan Tempur (Readiness Collapse)
    • Alutsista Usang: Operasional pertahanan bertumpu pada aset tua era 1980-1990an (seperti APC Condor, korvet lama, Hornet, dan Su-30) yang memakan biaya perawatan sangat tinggi.
    • Krisis Pemeliharaan & Kanibalisme: Terjadi defisit anggaran pemeliharaan sebesar 20-25%. Akibatnya, banyak unit militer tidak dapat beroperasi dan terpaksa melakukan kanibalisme suku cadang untuk mempertahankan unit yang tersisa.
    • Ketimpangan Anggaran: Sebanyak 60% anggaran tersedot untuk gaji personel (110.000 pasukan), sehingga dana latihan militer taktis, jam terbang pilot, dan patroli laut menurun drastis.
    4. Kelemahan Rantai Pasok & Manajemen Industri
    • Ketidakstabilan Politik: Pergantian kepemimpinan yang masif (5x ganti Perdana Menteri, 6x ganti Menteri Pertahanan) membuat kebijakan pengadaan menjadi "Stop-Go" (tidak konsisten) dan rentan intervensi politik/kronisme.
    • Ketergantungan Asing: Sangat bergantung pada impor sistem pertahanan dari Rusia, AS, dan Turki, sehingga rentan terhadap gangguan geopolitik.
    • Kapasitas Lokal Lemah: Industri pertahanan domestik dinilai gagal mandiri dan hanya bergantung pada desain luar, berbeda dengan Indonesia yang didukung BUMN strategis (PT PAL, PINDAD, PTDI) yang memiliki aturan TKDN ketat serta fokus pada kemandirian wilayah kepulauan.
    KESIMPULAN UTAMA
    KOMBINASI DARI KRISIS FISKAL, TATA KELOLA YANG TIDAK TRANSPARAN, KEGAGALAN PROYEK LCS, SERTA PRAKTIK KANIBALISME SUKU CADANG DIKLAIM TELAH MEMICU KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL SECARA SISTEMIS

    BalasHapus
  19. Nasib Si M 😁

    Ada lagi neh..

    Usai di RI, WN Malaysia Ditangkap di Bandara India karena Bawa Narkoba https://share.google/h2Qsp0GcQIUkD4n9x

    BalasHapus
  20. Manakala sebelah ditolak oleh Norway😁😁😁

    BalasHapus
  21. GILANYA.....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅

    Polis Thailand me­ram­pas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.

    https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/

    BalasHapus
  22. RAKYAT MALAYSDESH DARUL KEDEKUT UTANG RUMAH TANGGA SAMPAI HARUS KERJA KURIR NARKOBA, DIRANGKAP DI SUKARNO HATTA ADA 2 CASE, DI JUANDA 2 KCASE, DI THAILAND 1 CASE, DI CHENNAI INDIA 1 CASE DI SINGAPURA 1 CASE, DI PAKANBARU 1 CASE Bulan 5 KEMARIN... MALAYDESH SKRG JADI KERAAJAAN DADAH TERBESAR DI ASIA... 🍌🍌🍌 KINGDOMS BELACAN 🇲🇾🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩🇲🇾🤮🤮🤮🤮🇲🇾🤣🤣🤣🤣🇲🇾👎👎👎👎

    BalasHapus
  23. GILANYA...PARAH GUYS.....MALAYDESH KERAJAAN DADAH KAWASAN MAKANYA PARA BERUK IQ BOTOL WONDALEAF SEMUA 🇲🇾💩💩💩💩🇲🇾🤮🤮🤮🤮🇲🇾🤣🤣🤣🤣🇲🇾👎👎👎👎

    BalasHapus
  24. GILAnya......HAHAHAHAHA



    RI Malu Besar Kalau Natuna Disita China Gegara Utang Whoosh

    https://beritaone.id/news/detail/14245/ri-malu-besar-kalau-natuna-disita-china-gegara-utang-whoosh

    BalasHapus
  25. Ternyata NATUNA jadi imbalan HUTANG... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣



    Laut Natuna Utara Jadi ‘Taruhan’ Jika Indonesia Gagal Lunas Hutang Whoosh Kepada China

    https://thevocket.com/laut-natuna-utara-jadi-taruhan-jika-indonesia-gagal-lunas-hutang-whoosh-kepada-china/

    BalasHapus
  26. FMP 01 bulan September siyap diserahkan/dikomisikan hore haha!🥳😄🦾
    ✅️Meriam kapal done
    ✅️MIDLAS VLS done

    wahh warganyet kl PANIK🥶KOYAK🔥MeWeK😭 tuch diseblah haha!🤪🍌😤

    ❌️LeMeS Kosonk
    ❌️gowing lcs, NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES 😵‍💫

    ⬇️✅️⬇️✅️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122235908102363594&id=61560907836327

    BalasHapus
  27. GILANYA PARAH WOY .....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅

    Polis Thailand me­ram­pas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.

    https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/

    BalasHapus