Rudal permukaan-ke-permukaan Blue Spear (image: ST Engineering)
Janes dapat mengonfirmasi bahwa fregat kelas Formidable milik Singapura telah dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-permukaan (SSM) Blue Spear.
Rudal ini dipasang sebagai bagian dari program peningkatan paruh baya (mid-life upgrade atau MLU) untuk kelas kapal tersebut, menggantikan rudal anti-kapal Harpoon yang lama.
Sistem rudal Blue Spear terlihat terpasang di kapal ketiga dari kelas ini, RSS Steadfast, yang akan dibuka untuk tur publik dengan pemandu di Tokyo International Cruise Terminal pada tanggal 21-22 Agustus.
Singapura pertama kali mengungkapkan rencana untuk melengkapi kelas Formidable dengan rudal Blue Spear dalam sebuah wawancara dengan Janes menjelang pameran IMDEX 2023. Komandan Armada Pertama Angkatan Laut Republik Singapura (RSN) saat itu, Kolonel Ng Kok Yeng Daniel, memaparkan rencana tersebut dalam acara pratinjau pameran.
Kementerian Pertahanan Singapura kemudian menyatakan bahwa program MLU tersebut juga akan mencakup peningkatan pada sistem manajemen tempur, komunikasi, dan sistem teknik fregat.
RSS Steadfast at RIMPAC 2026 (photo: dvids)
Rudal Blue Spear dipasarkan oleh Proteus Advanced Systems, sebuah perusahaan patungan antara Israel Aerospace Industries (IAI) dan perusahaan Singapura, ST Engineering.
Senjata ini merupakan pengembangan dari keluarga rudal anti-kapal Gabriel dan dirancang untuk misi serangan laut maupun darat.
Berdasarkan spesifikasi yang dirilis oleh Proteus Advanced Systems, rudal subsonik ini memiliki jangkauan sekitar 290 km dan mampu menyerang target di luar jangkauan pandang langsung (beyond line of sight).
Rudal ini dilengkapi dengan sistem pencari sasaran (seeker) dan pemandu yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan dengan kepadatan sinyal elektromagnetik tinggi serta menghadapi lawan yang menggunakan tindakan penanggulangan elektronik (electronic countermeasures).
Pihak industri sebelumnya menyampaikan kepada Janes bahwa senjata ini dapat menyerang target maritim maupun darat serta menyesuaikan jalur penerbangannya secara dinamis saat menghadapi target yang bergerak.
Blue Spear juga menggunakan profil penerbangan rendah yang menyusuri permukaan laut (sea-skimming) untuk menyulitkan deteksi dan intersepsi.
(Jane's)


gowing NSM batal haha!⛔️😂🍌
BalasHapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
BalasHapusGOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP = NOT PAID FFBNP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
-------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Dominasi Mutlak Indonesia di Level Global & ASEAN
Indonesia telah berhasil melakukan "Great Decoupling", memisahkan diri dari persaingan kelas menengah ASEAN dan masuk ke jajaran elit ekonomi dunia:
Peringkat 6 Dunia (PPP): Dengan PDB PPP sebesar US$ 5,69 Triliun, Indonesia secara riil lebih besar dari raksasa Eropa seperti Inggris dan Prancis.
Hegemon ASEAN:
Skala Riil (PPP): Ekonomi Indonesia mencapai 4,24x lipat ekonomi MALAYSEWA dan 6,69x lipat Singapura.
Skala Pasar (Nominal): Indonesia tetap dominan dengan angka 3,67x lebih besar dari MALAYSEWA ($1,69 T vs $0,46 T).
Top 5 Asia: Secara nominal, Indonesia kini berada di posisi ke-5 Asia, hanya di bawah Tiongkok, Jepang, India, dan Korea Selatan.
-
Krisis Fiskal & "Debt Trap" MALAYSEWA (2010–2026)
Data menunjukkan tren akumulasi utang MALAYSEWA yang mengkhawatirkan:
Ledakan 2018 (Transparansi Liabilitas): Terjadi lonjakan dari RM 686 Miliar ke RM 1,19 Triliun. Ini adalah titik balik di mana utang tersembunyi (1MDB & PPP) mulai diakui secara resmi.
Proyeksi 2026: Utang diperkirakan menyentuh RM 1,79 Triliun. Dalam 16 tahun (2010–2026), utang MALAYSEWA membengkak hampir 4,4 kali lipat.
Rasio Kritis: Rasio utang terhadap PDB melonjak dari 52% (2010) menjadi 70,4% (2024), melewati batas aman (65%).
-
Implikasi Strategis: Stagnasi Pertahanan & Ekonomi
Kesenjangan fiskal ini menjelaskan mengapa terjadi fenomena "SIPRI Kosong" pada MALAYSEWA:
Beban Bunga Utang: Dengan utang RM 1,79 T, sebagian besar pendapatan negara MALAYSEWA habis untuk membayar bunga, mengakibatkan pembekuan anggaran alutsista.
Daya Beli Domestik: Utang rumah tangga MALAYSEWA yang mencapai 84,3% menjadi "bom waktu" bagi konsumsi internal, sementara Indonesia dengan utang 16% memiliki daya beli yang jauh lebih stabil dan resilien.
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: FISKAL LUMPUH & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT:
GOVERNMENT DEBT (2025): Mencapai RM 1,3 Triliun (69% dari PDB); sudah melampaui batas aman 65%.
HOUSEHOLD DEBT (2025): Menyentuh RM 1,73 Triliun (85,8% dari PDB); rakyat terjebak hutang konsumtif yang masif.
EFEK PENGHAPUSAN GST: Kehilangan pendapatan tahunan ± RM 15–20 Miliar. Defisit anggaran tetap melebar (4-6% PDB) karena bergantung pada pajak minyak yang tidak stabil.
RUANG FISKAL SEMPIT: Modernisasi tertunda karena dana terserap habis untuk cicilan bunga hutang dan subsidi tinggi demi tekanan politik.
________________________________________
KELUMPUHAN ALUTSISTA (AGEING & OBSOLESCENCE):
Aset Usang (30-40+ Tahun): Kapal TLDM dari era 70-an dan APC Condor era 80-an masih dipaksa bertugas. Penuaan aset membuat biaya perawatan membengkak dengan kesiapan tempur rendah.
Minim Investasi Modernisasi: Anggaran pertahanan hanya ~1% PDB; 40% habis untuk gaji dan pensiun. Tidak ada anggaran untuk membeli senjata baru secara rutin seperti tetangga.
Fiasco & Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) sejak 2011 (RM 9 Miliar) nol unit operasional hingga 2025. Angkatan Laut terjebak menggunakan kapal tua yang sudah melewati masa pakai.
Krisis Suku Cadang RMAF: Kesiapan Su-30MKM sering di bawah 50% karena kelangkaan spare parts; pilot kekurangan jam terbang karena keterbatasan bahan bakar.
Ketertinggalan Regional: Saat Singapura, Indonesia, dan Vietnam membeli kapal selam dan jet tempur canggih, MALONYET hanya bisa menggunakan alutsista karatan.
Instabilitas Politik: Pergantian PM yang sering sejak 2018 menyebabkan proyek pertahanan terus-menerus dihentikan, dinegosiasi ulang, atau dibatalkan (reset).
KESIMPULAN:
HUTANG 69% PDB + RAKYAT HOBI HUTANG + ALUTSISTA KARATAN = KEBANGKRUTAN NASIONAL
rudal subsonik ini memiliki jangkauan sekitar 290 km dan mampu menyerang target di luar jangkauan pandang langsung (beyond line of sight).
BalasHapus------
eittt ngeri amat....
tapi masi dibawah Yakunt Setronk kite haha!🦾🚀🤓
yg NGAMUK🔥 pasti genk NSM KENSEL haha!❌️😝🤥
Kerja bagus agen rahasia SG menggagalkan NSM malaydesh oom....
HapusHAHAHAHAHAHA
😂😂🤣🤣😛😛😭
nyoiihh pasti ada unsur intelejen tuch..
HapusNorwegia pake alasan yg agak aneh, Ostralia yg notabene sodara tiri kl, masa dapet NSM padahal bukan nato om pedang haha!🤫🍌🤭
apalagi kalo kita dapet jugak....begh kebakaran jenglot para warganyet haha!🔥😂🍌
Alurnya :
Hapusagen SG > agen SOMAD > agen CAI > NATO > penalti Erling Halland
HAHAHAHAHAHHAH
🤣🤣😂😂😛😛😭😭
cari yg supersonic om rudalnya.....biar lbh cepet klo COD an dgn kapal musuk atau target darat....wkwkwkwkkkkk
Hapusjiaaahhh penalti pas injuri taim...nyesek banget tuch, sampe pmx curhat di media ruskiyem haha!😭🤣🥴
HapusMalaynyet negara tidak tahu malu dan tidak punya harga diri. Bagi mereka alutsista korengan tidak masalah. Mereka tanpa malu-malu berharap dan bersandar pada negara sekutu pelindung malaynyet apabila konflik dgn negara lain. Seperti Inggris dan Australia. Negara pecundang yg bisa merdeka karena hadiah dari penjajah nya. Sehingga pantas negara malaynyet dijuluki negara yg tidak tahu malu, tidak punya harga diri dan negara pecundang. Koar-koar saja yg besar, padahal begitu ditantang langsung yeriak sama inggris dan Australia.
HapusRSS Steadfast, yang akan dibuka untuk tur publik dengan pemandu di Tokyo International Cruise Terminal pada tanggal 21-22 Agustus.
BalasHapus✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️✅️⬇️
lagi rame pada Rendevouz ke jepang,
eiiitt ada kapal kita GNR hore haha!🥳✌️🦾
kok negri🎰kasino semenanjung kuala lumpo gak ada??? Jimat Kos ape gak diundang haha!😄🍌😋
✅️Historic Visit! ESPS Méndez Núñez (F-104) arrives in Yokosuka, Japan
https://youtube.com/watch?v=CpHwBNt75nM&pp=0gcJCWgCo7VqN5tD
✅️♡✅️KRI I Gusti Ngurah Rai-332 — Spearhead of Indonesia's Maritime Power
https://youtube.com/watch?v=XjrYgcdjF1A
✅️RSS Intrepid | Formidable-class Stealth Frigate
https://youtube.com/watch?v=rE6nOcDdLuE
✅️HMS Prince of Wales (R09) – Arrival at Yokosuka, Japan
https://youtube.com/watch?v=aWt4jXRo3AA
si upil yang tengil
BalasHapusTinggal Plug n Play di PPA, jangkauan lebih jauh...HAHAHAHAHA
BalasHapus====
"...Teseo Mk2/E adalah sistem rudal anti-kapal generasi baru jarak jauh yang dikembangkan oleh perusahaan MBDA untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare). Rudal ini merupakan evolusi lanjutan dari keluarga rudal Otomat/Teseo yang legendaris, dirancang dengan kemampuan ganda untuk menyerang target di permukaan laut maupun target darat dengan tingkat presisi tinggi.Spesifikasi Utama Jangkauan: Lebih dari 350 km
nyoiih kalo perluw hanud, VLS bisa isi mica om pedang...siyap meluncur haha!😉🚀🦾
Hapusklo masalah lobi2 yg beretika sih Indo jagonya.....jago ngambil hati trus lsg dibegal....wkwkwkwkwkkk
HapusAngkatan laut Grup Elit, ada kita, prancis, belanda, jerman, inggris, italia, india ngumpul di jepang,
BalasHapuslagi2 kapal tipe m gak nongol...pantesan gak dianggap..kapalnya gak perna zalan2 keluar negeri...bisa pelit ato emg kapalnya rongsok smua..bikin malyu britis ajah haha!😋🍌🤣
wahh kita 2 kapal ke jepang..♡
ada ITS CAVOUR gendong jet harrier..
wah bole tuch pinjem bentar ke kakaknya CSG Garibaldi..uhuyy✌️ haha!🦾👍😎
✅️⬇️✅️⬇️
✅️♡✅️The KRI Bima Suci is berthed alongside Yoshikura Pier
https://youtube.com/watch?
✅️Royal Navy Type 45 Destroyer HMS Dauntless (D33)
https://youtube.com/watch?v=JaUzM7Hp7OEv=Xc8wFr8yuyI
✅️INS Sahyadri (F49) | Indian Navy Shivalik-class Stealth Multi-Role Frigate at Hemi Pier
https://youtube.com/watch?v=K568N2dVGzs
✅️HNLMS Evertsen (F805) Alongside at Yokosuka
https://youtube.com/watch?v=sXDTlwGyqCw
✅️Steel Resolve | FGS Bayern (F217) Arrives at Yokosuka
https://youtube.com/watch?v=ZLmicz2Z5Fo&pp=0gcJCckLAYcqIYzv
✅️French Navy FREMM Bretagne (D655) Calls at Yokosuka During Indo-Pacific
https://youtube.com/watch?v=IO3Fx2Zl4Qo
✅️ITS Cavour: Historic Maiden Port Call at Yokosuka
https://m.youtube.com/watch?v=60qt8VBLpXU
Kapal malaysewa gunboat semua & tua makanya gak diundang sama Jepang 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
BalasHapuseittt bijimane ini, berita hot🔥 knape gak ada di ds min?
BalasHapusbisa kensel mogami, takyut bocor teknologinya
kalo gowing lcs diseblah, ke gep Naval Grup, Salah Fotong ama Bocor Pipanya 4000 pcs haha!🤭😱🍌
⬇️✅️⬇️✅️
Japan Voices Concerns as South Korea’s Hanwha Expands Stake in Australian Shipbuilder
The South Korean defense conglomerate will nearly double its stake in Austal, complicating efforts to protect Japanese technology and IP related to a new frigate.
https://thediplomat.com/2025/12/japan-voices-concerns-as-south-koreas-hanwha-expands-stake-in-australian-shipbuilder/
Kalau tidak salah, urusan sudah beres. Lebih gampang dari urusan Soryu dulu karena tidak terlalu sensitif.
Hapusowh gt...soalnya kapal paris IP uda di daptar disini dolo, mencegah disain di kopi gt...
Hapuseniwei mogami prasaan mirip disain navantia ama damen...jd gak bihiyi keknya, uda milik bersama..kita jgk pake haha!🤭🤫😋
Kecepatan masih subsonic dan dengan berat 760 kg dan butuh booster, ini bukan rudal ringan. Tidak bisa dipasang di kapal patroli kecil atau kendaraan ringan. Butuh kapal sekelas fregat atau truk berat.
BalasHapusIndonesia lebih baik memperbanyak kapal sekelas FMP dan mengisinya dengan rudal supersonik untuk menghadapi armada jiran
Mau pasang rudal apa? NATO compatible tidak ada yg supersonik. Harus ada usaha lebih buat integrasi senjata.
HapusDulu mau pasang VLS buat serang laut/darat, tapi yg pasti tidak di FMP yg sekarang ada. Kalau bisa Brahmos sih bagus.
KAPAL MALAYDESH RONGSOK DAN GUNBOAT SEMUA TAK LAYAK UNTUK DITUNJUKAN 😅😅😅😅😅😅😅
BalasHapusAda apa dengan INDIANESIA sekarang guys....HAHAHAHAH
BalasHapusLaut Natuna Utara berisiko dirampas jika Indonesia gagal bayar hutang kereta api laju Whoosh
https://www.sinarharian.com.my/article/753427/global/laut-natuna-utara-berisiko-dirampas-jika-indonesia-gagal-bayar-hutang-kereta-api-laju-whoosh
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
________________________________________
INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
KESIMPULAN:
5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
________________________________________
INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
KESIMPULAN:
5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
________________________________________
INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
KESIMPULAN:
5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
-
Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
-
Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
-
Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
-
Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.
Laut Natuna Utara Jadi ‘Taruhan’ Jika Indonesia Gagal Lunas Hutang Whoosh Kepada China
BalasHapushttps://thevocket.com/laut-natuna-utara-jadi-taruhan-jika-indonesia-gagal-lunas-hutang-whoosh-kepada-china/
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Kegagalan Finansial: Skandal "Belum Bayar" Petronas
Kasus sengketa gas Lapangan Kepodang menjadi bukti nyata tekanan likuiditas:
Kekalahan Internasional: Petronas (PCML) kalah gugatan di ICC Arbitrase Hong Kong (Juni 2024).
Gagal Bayar: Kewajiban denda Ship-or-Pay senilai US$ 32,2 Juta (± Rp500 Miliar) kepada PGN (Pertamina) belum tuntas dieksekusi.
Implikasi: Menjatuhkan kredibilitas Petronas sebagai mitra global di tengah beban dividen untuk menutup utang negara MALAYSEWA yang mencapai RM 1,79 Triliun.
-
Krisis Pangan: Bergantung pada Beras Indonesia
Ketahanan pangan MALAYSEWA berada di titik kritis (Defisit 50-60%):
Impor Masif: MALAYSEWA resmi mengimpor 500.000 Ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) pada 2025 untuk menstabilkan stok Sarawak.
Kapasitas Rendah: Produksi domestik hanya 1,44 juta metrik ton, sementara kebutuhan mencapai 3 juta metrik ton.
Solusi Putus Asa: Pejabat tinggi (Speaker Dewan Rakyat) menyarankan rakyat mengonsumsi Singkong (Cassava) sebagai pengganti nasi.
-
Kelumpuhan Protein: Krisis Ayam & Unggas
Kemandirian pangan hewani (SSL) MALAYSEWA merosot tajam:
Impor Genetik: Terpaksa impor 580.000 ekor ayam Grand Parent Stock (GPS) dari AS karena ketiadaan fasilitas pembibitan mandiri.
Krisis Harga: Penurunan SSL dari 100,2% menjadi 90,2% memicu kelangkaan daging ayam dan telur di pasar domestik pada 2025.
Ketergantungan Pakan: Produksi lokal lumpuh akibat ketergantungan 100% pada pakan ternak impor.
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: RENCANA DI ATAS KERTAS & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN KERTAS PUTIH PERTAHANAN (DWP) 2019:
Rencana Tanpa Realisasi: DWP 2019 dimaksudkan sebagai peta jalan jangka panjang hingga 2030, namun gagal total akibat runtuhnya pemerintahan Pakatan Harapan pada 2020.
Tanpa Payung Hukum: Berbeda dengan Indonesia, MALONYET tidak memiliki undang-undang yang memaksa pemerintahan baru untuk melanjutkan rencana pendahulunya.
Anggaran Tahunan yang Mencekik: Alokasi anggaran yang bersifat year-by-year membuat proyek multi-tahun (seperti LCS dan jet tempur) tidak memiliki kepastian dana.
Hasil Nol: Modernisasi hanya menjadi aspirasi. Angkatan Laut masih menunggu kapal LCS yang mangkrak, Angkatan Udara terjebak dengan jet tempur tua, dan Angkatan Darat masih menggunakan APC tahun 1980-an.
________________________________________
INDONESIA MINIMUM ESSENTIAL FORCE (MEF) - KONTRAK STRATEGIS:
Keberlanjutan Sejak 2004: Indonesia memiliki rencana MEF yang konsisten dijalankan dalam tiga fase (2004-2024) meskipun terjadi pergantian presiden/menteri.
Dasar Hukum Kuat: MEF memiliki rencana pendanaan multi-tahun yang diakui secara hukum, sehingga tidak terpengaruh gejolak politik jangka pendek.
Hasil Nyata: Pengadaan Rafale, kapal selam Scorpene Evolved, dan frigat Merah Putih merupakan bukti eksekusi fase III yang tetap berjalan stabil.
________________________________________
DAMPAK ANGGARAN KECIL & KETIMPANGAN PERSONEL:
Modernisasi Terhambat: Anggaran ~1% PDB hanya cukup untuk "bertahan hidup". Pengadaan dilakukan secara eceran (piecemeal) dan tidak seimbang.
Kesiapan Tempur Rendah (O&M): Hanya 20-25% dana yang tersisa untuk bahan bakar dan suku cadang. Akibatnya, jet Su-30MKM dan kapal perang tua sering grounded karena tidak ada dana perawatan.
Gemuk di Personel, Kurang Peralatan: ~60% anggaran habis untuk gaji dan pensiun 110.000 personel aktif. Prajurit dibayar dengan baik tetapi tidak dibekali alat tempur modern, mengurangi efektivitas tempur secara drastis.
Siklus Gagal: Program yang ditunda berulang kali (LCS, MRCA, SPH) menyebabkan pemborosan dana dan ketertinggalan jauh dari standar regional Singapura dan Indonesia.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + DWP 2019 GAGAL TOTAL + ANGGARAN HABIS UNTUK GAJI = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
GILAnya......HAHAHAHAHA
BalasHapusRI Malu Besar Kalau Natuna Disita China Gegara Utang Whoosh
https://beritaone.id/news/detail/14245/ri-malu-besar-kalau-natuna-disita-china-gegara-utang-whoosh
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusGOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP = NOT PAID FFBNP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
NOT PAID FFBNP = NO SHOPPING BUT LEASING
------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
-
Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.
-
Kesimpulan Analisis
Indonesia bergerak menuju kekuatan regional dengan diversifikasi pemasok (Prancis, Turki, AS).
MALAYSEWA terjebak dalam "lingkaran setan" pengadaan: skandal masa lalu → anggaran terbatas → memilih opsi sewa yang mahal → ketergantungan teknologi asing yang kronis.
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Rasio Utang Pemerintah terhadap PDB
Indonesia (Pruden): ~40% — Berada dalam kategori sangat sehat, jauh di bawah batas aman undang-undang (60%).
MALAYSEWA (Zona Merah): ~69–70% — Sudah melewati limit plafon utang mereka (65%).
-
Rasio Utang Rumah Tangga
Indonesia (Aman): 16% — Rendah, memberikan ketahanan tinggi terhadap konsumsi domestik.
MALAYSEWA (Ekstrem): 84,3% — Sangat tinggi (mencekik), sebagian besar pendapatan rakyat habis untuk membayar cicilan.
-
Defisit Fiskal (Tahun Anggaran 2025)
Indonesia (Terkendali): Di bawah 3% — Menunjukkan disiplin fiskal yang ketat dan manajemen anggaran yang stabil.
MALAYSEWA (Tinggi): 3,8% — Masih cukup tinggi, menambah beban akumulasi utang baru setiap tahun.
-
Kapasitas Belanja Negara
Indonesia (Tinggi): Fokus pada modernisasi alutsista strategis (Rafale, Scorpène) dan pembangunan infrastruktur karena fiscal space yang luas.
MALAYSEWA (Rendah): Fokus pada pembayaran bunga utang yang membengkak, mengakibatkan pembekuan pengadaan militer.
segera akan datang...eitt ada yg FANASS haha!🔥😤🍌
BalasHapus⬇️✅️⬇️✅️
OYASHIO-CLASS SUBMARINE
https://youtube.com/watch?v=rjyxTIPQOfM
GILANYA.....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅
BalasHapusPolis Thailand merampas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.
https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
BalasHapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN O&M & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN OPERASIONAL & PEMELIHARAAN (O&M FAILURE):
Defisit Anggaran O&M: Hanya 20–25% dari anggaran pertahanan yang sangat kecil (~1% PDB) dialokasikan untuk bahan bakar dan suku cadang.
Aset Lumpuh (Grounded): Pesawat tidak bisa terbang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo karena tidak ada biaya pemeliharaan. Contoh: Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang laik terbang akibat krisis suku cadang.
Degradasi Skill: Jam terbang pilot berkurang drastis; kru kapal jarang melaut; kemahiran operasional pasukan terjun bebas.
Budaya Reaktif: Pemeliharaan hanya dilakukan setelah aset rusak total (breakdown). Pemeliharaan preventif dilewati demi hemat biaya, memperpendek umur alutsista.
Kanibalisasi Suku Cadang: Banyak platform impor (Rusia, Prancis, AS) yang suku cadangnya tidak lagi diproduksi, memaksa militer mencopot bagian dari satu unit untuk menghidupkan unit lainnya.
________________________________________
DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN & MODERNISASI:
Matra Udara (RMAF): Program MRCA untuk ganti MiG-29 (pensiun 2017) tertunda belasan tahun karena plin-plan politik. Bergantung pada armada tua dengan kesiapan tempur sangat rendah.
Matra Laut (RMN): Fiasco proyek LCS (RM 9 Miliar) sejak 2011; nol kapal operasional hingga 2025 akibat salah urus dan korupsi. Bergantung pada kapal era 80-an yang sudah rongsok.
Matra Darat (TDM): APC Condor era 80-an masih dipaksa dinas. Proyek AV-8 Gempita mahal dan produksinya sangat lambat. Artileri tetap ketinggalan zaman.
Penyebab Utama:
Porsi Gaji Terlalu Besar: ~60% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit untuk belanja barang.
Siklus "Stop-Go": Proyek dimulai lalu dipotong atau dikecilkan karena politik/ekonomi.
Intervensi Politik: Kontrak diberikan berdasarkan koneksi, bukan prioritas operasional AL/AU/AD.
Tanpa Rencana Multi-Tahun: Tidak ada rencana jangka panjang yang mengikat secara hukum; program berubah setiap ganti menteri.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KANIBALISASI ASET + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
BalasHapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN KESIAPAN (READINESS) & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi global (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN KESIAPAN TEMPUR (READINESS COLLAPSE):
Aset Rongsokan Berusia Dekade: Operasional bergantung pada barang antik; APC Condor (1980-an), korvet era 80-90-an, dan jet tempur Hornet/Su-30 yang sangat bergantung pada pemeliharaan mahal.
Defisit Anggaran O&M (20-25%): Dana pemeliharaan yang sangat kecil menyebabkan pesawat grounded demi suku cadang, kapal hanya bersandar di dermaga, dan kendaraan mogok di depo.
Ketimpangan Orang vs Alat: ~60% anggaran habis untuk gaji. Pasukan besar (110.000) namun tanpa aset operasional memadai; prajurit ada tapi alat tempur rongsok.
Jam Latihan Terjun Bebas: Dana O&M minim mengakibatkan pilot kekurangan jam terbang, pelaut jarang patroli, dan tentara darat jarang latihan amunisi tajam. Kesiapan tempur hanya di atas kertas.
Deterrent Nol: Tidak mampu memproyeksikan kekuatan secara regional. Bergantung sepenuhnya pada diplomasi karena militer tidak lagi dianggap serius oleh kekuatan asing (seperti China di ZEE).
________________________________________
KELEMAHAN RANTAI PASOK & PENGADAAN (SUPPLY CHAIN FAILURE):
Pengadaan "Stop-Go": Proyek besar (MRCA, LCS) diumumkan lalu ditunda atau dibatalkan tergantung siapa yang berkuasa. Tanpa anggaran multi-tahun, kontrak menjadi tidak efektif dan biaya membengkak.
Intervensi Politik & Kronisme: Kontrak diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik, bukan yang kompeten. Hasilnya: Skandal LCS RM 9 Miliar tanpa satu pun kapal terkirim hingga 2025.
Ketergantungan Ekstrim pada Asing: Impor sistem kelas atas (Rusia, AS, Turki) membuat MALONYET rentan terhadap gangguan geopolitik dan biaya suku cadang yang mahal.
Kapasitas Industri Lokal Lumpuh: Industri dalam negeri (Boustead, DefTech) hanya bergantung pada desain asing. Saat mereka gagal mengelola proyek, kualitas hancur dan proyek macet total.
Krisis Suku Cadang & Kanibalisme: Tidak ada stok suku cadang yang memadai. Alutsista lama yang bagian-bagiannya sudah tidak diproduksi terpaksa dipreteli (cannibalization) untuk menghidupkan unit lain.
Abaikan Paket Dukungan: Fokus hanya pada membeli "barang", tapi mengabaikan paket pemeliharaan jangka panjang (20-30 tahun). Begitu garansi habis, alutsista langsung menjadi besi tua.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
BalasHapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
------------------------------
MALONYET KLAIM CASH KAYA = GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP:
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONYET FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONYET FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
KRISIS FINANSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP SEKTOR PERTAHANAN SERTA PENGADAAN MILITER MALONYET PERIODE 2023–2026:
1. Kondisi Finansial dan Makroekonomi
• Defisit Anggaran: Mengalami defisit sebesar RM 135,9 Miliar (Pendapatan RM 334,1 Miliar vs Pengeluaran RM 470 Miliar).
• Beban Utang: Utang pemerintah mencapai 70,5% terhadap PDB, sementara utang rumah tangga menyentuh angka 84,3% terhadap PDB.
• Kebijakan Penghematan: Terjadi pemotongan anggaran operasional kementerian, pembekuan total kontrak militer/polisi per Januari 2026, serta fenomena berutang untuk membayar utang lama (borrowing to repay debt).
• Dampak Sosial: Terjadi PHK massal (puncaknya 24.100 pekerja pada Januari 2026), termasuk pemangkasan sekitar 5.000 karyawan di Petronas.
2. Kegagalan Proyek Strategis & Pembatalan Alutsista (Periode 2023–2026)
• Proyek Mangkrak/Gagal (Zonking): Program jet tempur Multi-Role Combat Aircraft (MRCA), proyek kapal Littoral Combat Ship (LCS) senilai RM 9 Miliar yang mengalami pengerjaan ulang (rework) 4.000 pipa/kabel, pengadaan artileri SPH, serta kapal amfibi MRSS/LPD dinyatakan macet total.
• Pembatalan & Pemblokiran Kontrak: Pembatalan pengadaan jet F/A-18 Hornet, helikopter UH-60A Black Hawk, serta pemblokiran/larangan rudal tempur seperti Naval Strike Missile (NSM) dan AMRAAM.
• Catatan SIPRI Kosong: Selama dua tahun berturut-turut (2024–2025), tidak tercatat adanya transfer senjata global atau aktivitas belanja alutsista baru.
3. Kelumpuhan Kesiapan Tempur (Readiness Collapse)
• Alutsista Usang: Operasional pertahanan bertumpu pada aset tua era 1980-1990an (seperti APC Condor, korvet lama, Hornet, dan Su-30) yang memakan biaya perawatan sangat tinggi.
• Krisis Pemeliharaan & Kanibalisme: Terjadi defisit anggaran pemeliharaan sebesar 20-25%. Akibatnya, banyak unit militer tidak dapat beroperasi dan terpaksa melakukan kanibalisme suku cadang untuk mempertahankan unit yang tersisa.
• Ketimpangan Anggaran: Sebanyak 60% anggaran tersedot untuk gaji personel (110.000 pasukan), sehingga dana latihan militer taktis, jam terbang pilot, dan patroli laut menurun drastis.
4. Kelemahan Rantai Pasok & Manajemen Industri
• Ketidakstabilan Politik: Pergantian kepemimpinan yang masif (5x ganti Perdana Menteri, 6x ganti Menteri Pertahanan) membuat kebijakan pengadaan menjadi "Stop-Go" (tidak konsisten) dan rentan intervensi politik/kronisme.
• Ketergantungan Asing: Sangat bergantung pada impor sistem pertahanan dari Rusia, AS, dan Turki, sehingga rentan terhadap gangguan geopolitik.
• Kapasitas Lokal Lemah: Industri pertahanan domestik dinilai gagal mandiri dan hanya bergantung pada desain luar, berbeda dengan Indonesia yang didukung BUMN strategis (PT PAL, PINDAD, PTDI) yang memiliki aturan TKDN ketat serta fokus pada kemandirian wilayah kepulauan.
KESIMPULAN UTAMA
KOMBINASI DARI KRISIS FISKAL, TATA KELOLA YANG TIDAK TRANSPARAN, KEGAGALAN PROYEK LCS, SERTA PRAKTIK KANIBALISME SUKU CADANG DIKLAIM TELAH MEMICU KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL SECARA SISTEMIS
Nasib Si M 😁
BalasHapusAda lagi neh..
Usai di RI, WN Malaysia Ditangkap di Bandara India karena Bawa Narkoba https://share.google/h2Qsp0GcQIUkD4n9x
Manakala sebelah ditolak oleh Norway😁😁😁
BalasHapusGILANYA.....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅
BalasHapusPolis Thailand merampas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.
https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/
RAKYAT MALAYSDESH DARUL KEDEKUT UTANG RUMAH TANGGA SAMPAI HARUS KERJA KURIR NARKOBA, DIRANGKAP DI SUKARNO HATTA ADA 2 CASE, DI JUANDA 2 KCASE, DI THAILAND 1 CASE, DI CHENNAI INDIA 1 CASE DI SINGAPURA 1 CASE, DI PAKANBARU 1 CASE Bulan 5 KEMARIN... MALAYDESH SKRG JADI KERAAJAAN DADAH TERBESAR DI ASIA... 🍌🍌🍌 KINGDOMS BELACAN 🇲🇾🙈🙈🙈🙈🙈🇲🇾🤡🤡🤡🤡🇲🇾🐷🐷🐷🐷🇲🇾💩💩💩💩🇲🇾🤮🤮🤮🤮🇲🇾🤣🤣🤣🤣🇲🇾👎👎👎👎
BalasHapusGILANYA...PARAH GUYS.....MALAYDESH KERAJAAN DADAH KAWASAN MAKANYA PARA BERUK IQ BOTOL WONDALEAF SEMUA 🇲🇾💩💩💩💩🇲🇾🤮🤮🤮🤮🇲🇾🤣🤣🤣🤣🇲🇾👎👎👎👎
BalasHapusGILAnya......HAHAHAHAHA
BalasHapusRI Malu Besar Kalau Natuna Disita China Gegara Utang Whoosh
https://beritaone.id/news/detail/14245/ri-malu-besar-kalau-natuna-disita-china-gegara-utang-whoosh
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
________________________________________
KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
________________________________________
TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + POLITIK TIDAK STABIL + ASET USANG = KELUMPUHAN TOTAL DAYA GENTAR.
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
---------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONYET terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
________________________________________
KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONYET kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.
________________________________________
RINGKASAN MASALAH UTAMA:
Armada Tua: Kesiapan tempur terus menurun.
Penundaan LCS: Tidak ada kapal kombatan permukaan modern.
Logistik Inefisien: Akibat terlalu banyak jenis kelas kapal.
Keterbatasan Anggaran: Modernisasi berjalan sangat lambat.
ZEE Rentan: Pengawasan pantai dan laut sangat lemah.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS + ARMADA TUA = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN LAUT.
FACT 5x KING = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusFACT 5x PM= FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
FACT 6x MINDEF = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
-
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
INDONESIA = SIPRI SHOPPING
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
--------------------------------
MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
FACT 5x KING = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusFACT 5x PM= FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
FACT 6x MINDEF = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
-
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
INDONESIA = SIPRI SHOPPING
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
--------------------------------
MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA.
Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
-
Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
MALAYSEWA (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
-
Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
Vietnam – Peringkat 23.
Thailand – Peringkat 24.
Singapura – Peringkat 29.
Myanmar – Peringkat 35.
Filipina – Peringkat 41.
MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).
-
Daftar Alutsista Indonesia "On Progress"
Indonesia sedang membangun kekuatan pemukul masif:
Udara: 42 Rafale, 48 KAAN (Turki), 48 KF-21 Boramae, 2 A400M, 22 Black Hawk.
Laut: 2 Fregat Brawijaya, 2 Fregat Merah Putih, 2 Fregat Istif, 2 Kapal Selam Scorpène Evolved, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
Darat/Rudal: 3 Baterai Rudal KHAN, 3 Baterai Rudal Trisula, 12 Drone Anka, 60 Drone TB3.
-
Timeline "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
Rentetan kegagalan kontrak dan wacana yang berakhir "Zonk":
2014: Jet Rafale (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL (Zonk/Batal).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak, unit tidak tiba).
2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya logistik & evaluasi buruk).
2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim terhadap seluruh pengadaan militer akibat korupsi.
-
Analisa "Salam Kosong" SIPRI (2020–2025)
Status pengadaan MALAYSEWA yang terjebak dalam retorika:
2020–2021: Planned (Dijangka/Rencana).
2022: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tidak beli).
2023: Not Yet Ordered (Tanpa pesanan).
2024–2025: KOSONG (Amnesia belanja).
Ternyata NATUNA jadi imbalan HUTANG... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣
BalasHapusLaut Natuna Utara Jadi ‘Taruhan’ Jika Indonesia Gagal Lunas Hutang Whoosh Kepada China
https://thevocket.com/laut-natuna-utara-jadi-taruhan-jika-indonesia-gagal-lunas-hutang-whoosh-kepada-china/
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
________________________________________
SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
________________________________________
PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS/NGPV + KORUPSI SISTEMIK = KELUMPUHAN TOTAL KEDAULATAN.
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
Ledakan Biaya (Financial Overrun):
Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
________________________________________
MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
KESIMPULAN:
MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.
LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
HapusLCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 CANCELED
---------------------------------
MALONYET CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET
2026 MALONYET FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONYET FFBNP = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONYET FFBNP = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONYET FFBNP = MASS LAYOFFS
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2024 MALONYET FFBNP = SIPRI EMPTY
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
2026 MALONYET FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
Ledakan Biaya (Financial Overrun):
Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
________________________________________
MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONYET menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.
KESIMPULAN:
MISMANAJEMEN + HUTANG MENUMPUK + PROYEK MANGKRAK = KEGAGALAN TOTAL PERTAHANAN.
FACT 5x KING = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusFACT 5x PM= FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
FACT 6x MINDEF = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
-
NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
FACT 5x KING = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
HapusFACT 5x PM= FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
FACT 6x MINDEF = FFBNP : LCS BANNED NSM-LMS NO TORPEDO-F18 BATAL
-
NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
MALONYET’s Rising Debt Burden Per Citizen"
Year-on-Year Cumulative Debt Summary (Government + Household Debt):
Detailed Annual Breakdown =
--------------------------------
2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5%
(Note: This has exceeded the established safety threshold of 65%)
-
2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3%
(Note: This has also exceeded the safety threshold of 65%)
--------------------------------
1️⃣ 2026 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.79 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Govt Debt-to-GDP Ratio: 70.5% (Over the 65% limit)
Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% (Over the 65% limit)
Total Population: 36,385,115
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 49,196
Household Debt: RM 45,348
➡️ Total Cumulative Burden: RM 94,544
--------------------------------
2️⃣ 2025 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.30 trillion
Household Debt: RM 1.65 trillion
Total Population: 35,977,838
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 36,139
Household Debt: RM 45,859
➡️ Total Cumulative Burden: RM 81,998
--------------------------------
3️⃣ 2024 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.22 trillion
Household Debt: RM 1.53 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.6%
Household Debt/GDP Ratio: 84.2%
Total Population: 34,671,895
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 35,187
Household Debt: RM 44,128
➡️ Total Cumulative Burden: RM 79,315
--------------------------------
4️⃣ 2023 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.17 trillion
Household Debt: RM 1.45 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 64.3%
Household Debt/GDP Ratio: 81.2%
Total Population: 35,126,298
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 33,308
Household Debt: RM 41,279
➡️ Total Cumulative Burden: RM 74,587
--------------------------------
5️⃣ 2022 DEBT DATA
Government Debt: RM 1.08 trillion
Household Debt: RM 1.38 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 60.1%
Household Debt/GDP Ratio: 80.9%
Total Population: 34,695,493
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 31,127
Household Debt: RM 39,774
➡️ Total Cumulative Burden: RM 70,901 [1]
--------------------------------
6️⃣ 2021 DEBT DATA
Government Debt: RM 979.81 billion
Household Debt: RM 1.34 trillion
Govt Debt/GDP Ratio: 63.3%
Household Debt/GDP Ratio: 89.1% (Pandemic Peak)
Total Population: 34,282,399
Per Capita Debt Calculation:
Govt Debt: RM 28,580
Household Debt: RM 39,087
➡️ Total Cumulative Burden: RM 67,667
MALONYET NOT PAID/FFBNP = LMS NO TORPEDO/LCS BANNED NSM/F18 BATAL
HapusINDONESIA NASAMS = DIKIRIM KONGSBERG, NORWEGIA
MALAYDESH FFBNP NSM = BANNED KONGSBERG, NORWEGIA
--------------------------------
INDONESIA: NASAMS 2 (TERKIRIM & AKTIF)
-
Status: Pembelian berhasil, sistem terkirim, dan aktif digunakan.
Komponen Buatan Norwegia (Kongsberg):
Pusat Kendali: Pos komando taktis Fire Distribution Center (FDC) untuk deteksi dan eksekusi target.
Peluncur Rudal: Unit peluncur multi-rudal berbasis darat.
Sistem Komunikasi: Jaringan radio taktis dan integrasi sistem.
Komponen Buatan Amerika Serikat (Raytheon):
Radar: Sistem pengintai AN/MPQ-64 Sentinel untuk melacak target.
Amunisi Utama: Rudal aktif AIM-120 AMRAAM.
Skema Pengadaan: Dibeli terpisah lewat kesepakatan antarpemerintah (Government-to-Government / G2G) dengan AS.
=======================
=======================
FFBNP NOT PAID - MALAYDESH: NAVAL STRIKE MISSILE / NSM (BATAL & DIBLOKIR)
-
Status: Pemerintah Norwegia membatalkan sepihak lisensi ekspor rudal dan peluncur NSM ke Malaydesh karena alasan geopolitik.
Dampak & Respon Malaydesh:
Tuntutan Hukum: Malaydesh menuntut kompensasi sebesar RM1,05 miliar dari Kongsberg.
Sanksi Balasan: Malaydesh membekukan semua pengadaan pertahanan dari Norwegia.
Bukti Pemberitaan Media:
Media Nasional Malaydesh: Berita Harian (kronologi pembatalan), New Straits Times (negosiasi klaim kompensasi), dan Air Times Malaydesh (rincian angka tuntutan RM1,05 miliar).
Media Internasional: Associated Press (konfirmasi sikap resmi Oslo), USNI News (analisis pembatalan dari sisi militer maritim), Defence Security Asia (pembekuan pengadaan oleh Malaydesh), dan The New Arab (analisis alasan geopolitik pembatalan).
--------------------------------
Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpène, PPA.
Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
-
Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).
-
Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
Thailand — Peringkat 24 Dunia.
Singapura — Peringkat 29 Dunia.
Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
Filipina — Peringkat 41 Dunia.
MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
-
Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.
-
Jebakan Utang & Krisis Fiskal MALAYSEWA
Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
Rasio Utang: 70,4% dari PDB (Melewati limit 65%).
-
Kesimpulan Strategis
Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
MALAYSEWA: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.
FMP 01 bulan September siyap diserahkan/dikomisikan hore haha!🥳😄🦾
BalasHapus✅️Meriam kapal done
✅️MIDLAS VLS done
wahh warganyet kl PANIK🥶KOYAK🔥MeWeK😭 tuch diseblah haha!🤪🍌😤
❌️LeMeS Kosonk
❌️gowing lcs, NSM=NORWAY ST⛔️P MISSILES 😵💫
⬇️✅️⬇️✅️
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=122235908102363594&id=61560907836327
GILANYA PARAH WOY .....TAK PUNYA MALU MALAYDESH 😅😅😅😅😅
BalasHapusPolis Thailand merampas sebanyak 166 kilogram (kg) syabu selepas menahan seorang rakyat Malaydesh di hadapan sebuah kedai serbaneka di Mukim Hua Hin di sini pada Sabtu lalu.
https://www.utusan.com.my/nasional/jenayah/2026/08/polis-thailand-tahan-rakyat-malaysia-bawa-166kg-syabu/