21 Oktober 2026

PT Len Targetkan Instalasi 13 Radar GCI Rampung Pada 2027

21 Oktober 2026

Radar GCI GM 400 TNI AU (photos: LEN)

Bandung (ANTARA) - PT Len Industri (Persero) menargetkan instalasi 13 unit radar ground control intercept (GCI) yang akan digunakan untuk mendukung sistem pertahanan udara nasional, selesai pada 2027.

“Khusus radar sedang berjalan … [targetnya] tahun depan,” kata Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri Dwi Sulistiani di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Ia menjelaskan sejauh ini instalasi radar telah rampung di dua lokasi. “Ini memang mendukung pertahanan di kawasan timur, khususnya, yang notabene ini menjadi fokus dari Kementerian Pertahanan,” kata dia.

Menurut dia, tantangan aktivasi radar tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung meliputi fasilitas operasional bagi prajurit, tempat tinggal, fasilitas pemantauan, serta ruang kendali operasi.

Namun Dwi menilai bahwa dalam pelaksanaannya, holding industri pertahanan Indonesia (Defend ID) itu mendapat dukungan Kementerian Pertahanan serta pemangku kepentingan lain, termasuk pemerintah daerah.

“Di dalam aktivasi radar ini tentunya harus bisa komunikasi, minimal di lingkup matra udara itu sudah. Tantangannya memang kita harus menuntaskan dengan matra yang lain, salah satunya laut,” ujarnya.

Radar GCI merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Perancis. GCI tercatat menjadi radar dengan jangkauan terjauh di Indonesia, yakni lebih dari 400 kilometer.

Radar itu disebut memiliki kemampuan mendeteksi, mengukur jarak, dan mengidentifikasi objek pesawat dengan keakuratan tinggi serta dilengkapi kemampuan mengidentifikasi objek yang menjadi kawan maupun lawan/musuh atau identification friend or foe (IFF).

Pada Juli lalu, PT Len memperkenalkan implementasi radar GCI generasi terkini pertama di Indonesia yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kemampuan deteksi jarak jauh tercatat mencapai radius 515 kilometer.

(AntaraNews)

10 komentar:

  1. Balasan
    1. nyoiihh pagee om esen,
      betewe warganyet kl gamau bangun, pusink diomelin GAGAL NSM mulu haha!πŸ“›πŸ˜‚πŸŒ

      Hapus
  2. Catat radar kita GM ALPHA yaaa radius 515 kilometer haha!πŸ‘πŸ˜‰πŸ₯³

    mana warganyet kl, KALAH LAGIIIIII...πŸ‘ŽπŸŒ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Catat oom :
      M-link = Ma-link = Maling...

      πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ˜†πŸ€ͺπŸ˜›πŸ˜­

      Hapus
  3. ADS 400 rudal pertahanan udara Trisula kita gaesz haha!🦾⚡️πŸš€

    siyap kirim hore haha!πŸ˜ŽπŸ€—πŸ₯³

    warganyet kl, wajip PANIKπŸ₯ΆKOYAKπŸ”₯

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/groups/168267623960517/posts/2297854374335154/

    BalasHapus
  4. 2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
    ---------------------------------
    Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
    • Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
    • Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
    • Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
    • Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
    • Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
    • Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
    • Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
    • Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
    -------------------------------
    Referensi Berita Resmi
    • CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
    • The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
    • The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
    • Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
    • Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
    • SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
    • Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
    • Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
    ---------------------------------
    1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
    Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
    Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
    -
    2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
    Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
    Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
    Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.

    BalasHapus
  5. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
    https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
    -------------------------------
    INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
    =====================================
    =====================================
    MALAYDESH RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
    --------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
    --------------------------------------------
    OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
    1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
    1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
    2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
    2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
    2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
    2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
    2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
    2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
    2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
    2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
    2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

    BalasHapus
  6. Bangun Pur..jalur gemilangmu copot dulu..πŸ™ˆπŸ™‰πŸ™Š

    BalasHapus
  7. LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
    https://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
    -------------------------------
    INDONESIA 25 RADAR
    • Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
    • Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
    =====================================
    =====================================
    MALAYDESH RADAR
    • Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
    • Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
    • Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
    --------------------------------
    BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
    2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
    2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
    2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
    2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
    2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
    2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
    2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
    2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
    2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
    2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
    2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
    2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
    2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
    2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
    2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
    2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
    2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
    2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
    2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
    2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
    2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
    2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
    2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
    2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
    2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
    2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
    2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
    1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
    1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah dikebut, lebih cepat 2 tahun an dari rencana semula, kelar 2027 πŸ€—πŸ˜˜

      Hapus