27 Oktober 2024

JS Kaga, Kapal Kelas Izumo Kedua Yang Mampu Membawa Pesawat F-35B

27 Oktober 2024

JS Kaga adalah kapal induk kedua setelah JS Izumo yang mempu membawa pesawat F-35B  (photo: Seaforces)

JS Kaga menjadi kapal induk helikopter kelas Izumo lainnya menjadi kapal angkatan laut Jepang kedua yang membawa pesawat tempur sayap tetap di dek penerbangannya sejak Perang Dunia Kedua.

Tonggak sejarah ini ditandai ketika sebuah pesawat tempur Lockheed Martin F-35B Lightning II yang dioperasikan oleh Korps Marinir AS (USMC) mendarat di kapal kelas kedua JS Kaga pada tanggal 20 Oktober saat kapal tersebut berada di laut.

Sebuah F-35B yang dioperasikan oleh Korps Marinir AS terlihat mendarat di JS Kaga untuk pertama kalinya (photos: US Navy)

Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) mengonfirmasi tonggak sejarah tersebut dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui saluran media sosial resminya pada tanggal 21 Oktober.

Pada bulan Oktober 2021, JS Izumo yang merupakan kapal kelas pertama menjadi kapal angkatan laut Jepang pertama yang membawa pesawat tempur sayap tetap sejak Perang Dunia Kedua, ketika dua F-35B USMC melakukan lepas landas dan pendaratan dari dek penerbangannya.

Pendaratan perdana di JS Kaga dilakukan sebagai bagian dari serangkaian uji lepas landas pendek dan pendaratan vertikal (STOVL) oleh F-35B yang dioperasikan USMC antara 5 Oktober dan 18 November.

Uji coba ini dilakukan di lepas pantai selatan California dan bertujuan untuk membiasakan lebih banyak personel JMSDF dengan operasi F-35B.

JS Kaga adalah salah satu dari dua kapal induk helikopter kelas Izumo yang dioperasikan oleh JMSDF. JS Izumo ditugaskan pada Maret 2015, sementara JS Kaga dilantik pada Maret 2017.

Kedua kapal tersebut dirancang sebagai kapal induk helikopter tetapi telah dibangun dengan pertimbangan berat dan kekuatan yang memungkinkan kapal tersebut untuk membawa F-35B.

Jepang mulai memperbaiki JS Kaga untuk operasi F-35B pada Maret 2022 sementara JS Izumo menjalani modifikasi pada tahun 2021.

(Jane's)

26 Oktober 2024

Regiment 920 Successfully Organized the First Training Flight at Phan Thiet Airport

26 Oktober 2024

The 920th Air Regiment of the Air Force Officers School with Yakovlev Yak-52 training aircraft has moved from Cam Ranh (Khanh Hoa) to Binh Thuan to Phan Thiet military airport of Bình Thuận Province (photos: PK KQ)

On the morning of September 5, Regiment 920, Air Force Officer School organized its first training flight at Phan Thiet Airport. Attending and directing the flight were Colonel Ngo Vinh Phuc - Principal of Air Force Officer School and functional agencies of the School.


This is the first training flight that Regiment 920 has deployed at the new airport. Based on the results achieved, the Party Committee and the Regiment's commander have led, directed, and built determination for all officers and soldiers to organize the first training flight at Phan Thiet Airport, which is the basis for evaluating the quality of flight training and ensuring flight safety, while affirming the level and ability to complete all tasks of the unit in any conditions and locations. Thanks to good preparation in all aspects, the Regiment has completed 100% of the plan with 23 flights, ensuring absolute safety.


At the end of the flight training, Colonel Ngo Vinh Phuc - Principal of the Air Force Officer School praised the results achieved in the flight training and acknowledged the efforts, endeavors, spirit and responsibility of the officers and soldiers of Regiment 920 in the past time. At the same time, he requested the Regiment in the coming time to continue to overcome difficulties in all aspects, unite, agree, and successfully carry out assigned tasks, especially flight training tasks, ensuring flight safety in complex weather conditions at Phan Thiet Airport.

Belanjawan 2025, Peruntukan RM675 Juta Bakal Perkukuh Keupayaan Maritim Malaysia

26 Oktober 2024

Rincian belanja APMM RM675 juta untuk tahun 2025 (image: APMM)

PUTRAJAYA - Peruntukan yang telah diumumkan Perdana Menteri, YAB Datuk Seri Anwar bin Ibrahim kepada Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) sempena Belanjawan MADANI 2025 yang dibentangkan pada Jumaat lalu akan memperkukuhkan lagi keupayaan Agensi ini dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab menjaga keselamatan maritim negara.

Ketua Pengarahnya, Laksamana Muda Maritim Datuk Haji Mohd Rosli bin Abdullah berkata, Kerajaan telah memperuntukan sejumlah RM675 juta kepada Maritim Malaysia bagi penyelenggaraan kapal sedia ada dan perolehan kapal baharu dalam usaha mengukuhkan kesiagaan Agensi ini menjaga Zon Maritim Malaysia.

Beliau berkata demikian melalui satu Kenyataan Media rasmi yang dikeluarkan Maritim Malaysia bagi menyambut kenyataan daripada Kementerian Dalam Negeri (KDN) di sini semalam.

Mengulas lanjut, Datuk Haji Mohd Rosli memaklumkan pecahan peruntukan yang diterima meliputi RM150 juta untuk penyelenggaraan enam buah kapal sedia ada di bawah Ship Life Extension Programme (SLEP) Fasa dua bagi memastikan jangka hayat operasi kapal-kapal berkenaan dapat dioptimumkan.

Manakala RM350 juta telah diperuntukan bagi proses perolehan sebuah kapal Multi-Purpose Mission Ship (MPMS). Kapal ini jelas beliau akan dilengkapi dengan pelbagai keupayaan pelbagai misi operasi yang membolehkan Maritim Malaysia melaksanakan operasi di laut dengan lebih berkesan.

Tambah beliau, sejumlah RM160 juta pula diperuntukkan bagi perolehan dua buah Kapal Peronda Generasi Baharu (NGPC) yang bakal dilengkapi dengan teknologi terkini dalam usaha meningkatkan keupayaan rondaan dan penguatkuasaan di kawasan perairan yang lebih luas dan mencabar.

Selain kapal baharu, Datuk Haji Mohd Rosli turut memaklumkan Maritim Malaysia bakal menerima sebuah kapal peronda United States Coast Guard Cutter (USCGC) bagi meningkatkan lagi keupayaan Agensi memantau perairan negara, terutamanya di kawasan-kawasan strategik. Bagi tujuan tersebut, Kerajaan telah memperuntukan sebanyak RM15 juta untuk penyelenggaraan dan pembaikan kapal berkenaan sebelum ia dibawa pulang ke negara ini tahun hadapan.

Terdahulu, Datuk Haji Mohd Rosli menegaskan peruntukan yang telah diumumkan ini membuktikan komitmen Kerajaan MADANI dalam memastikan Maritim Malaysia dapat meningkatkan keupayaan operasi dan rondaan sekaligus mengatasi segala bentuk ancaman jenayah di Zon Maritim Malaysia.

(APMM)

Ukir Sejarah, Satgas Port Visit 2024 Tiba di Negara Solomon Islands untuk Pertama Kalinya dengan Unsur TNI AL

26 Oktober 2024

Kepulauan Solomon di Pasifik Selatan posisi di sebelah timur PNG (image: GoogleMaps) 

Satuan Tugas Port Visit 2024 KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH-991) Satban Koarmada III yang membawa misi kemanusiaan sebagai duta Bangsa, tiba di Negara Solomon Islands untuk pertama kalinya dengan menempuh jarak 1.909 (seribu sembilan ratus sembilan) Mil selama 8 (delapan) hari perjalanan  setelah keberangkatannya dari Sorong Provinsi Papua Barat Daya pada 18 Oktober 2024 yang lalu. Jum'at, (25/10/24).

Kapal Rumah Sakit KRI dr. Wahidin Sudirohusodo (WSH-991) (photo: PAL)
 
Kedatangan Satgas Port Visit 2024 ini sandar di Dermaga Honiara Solomon Islands disambut oleh Athan Indonesia untuk Papua New Guinea dan Solomon Island Kolonel Infantri Piter Dwi Ardianto bersama As Athan Mayor Marinir Risa Bhekti Kumbara, Ibu Rani dan Bapak Agus selaku Ketua SIIFA (Solomon Island Indonesia Friendship Association) dan juga sebagai Konhor (konsulat kehormatan) RI di Solomon beserta beberapa stafnya dan perwakilan dari KBRI Port Moresby serta otoritas pelabuhan setempat.
 
Setelah penyambutan Komandan KRI dr. WSH-991 Kolonel Laut (P) Edi Herdiana, S.T., M.Tr.Opsla. mengajak para tamu naik ke KRI dan melaksanakan tour fasility untuk melihat secara langsung fasilitas yang ada di KRI.
 

Athan PNG dan Solomon Islands mengatakan ucapan selamat datang dan dilanjutkan dengan perkenalan dan menjelaskan situasi keadaan di Solomon Islands.
 
"Kami sangat Bangga karena sepanjang sejarahnya baru pertama kalinya TNI AL melalui unsur KRI Koarmada III sandar di Negara Pasifik Selatan khusunya di Negara Solomon Islands." Ungkapnya.

 
"Dalam kesempatan yang singkat ini nanti para Personel Satgas dapat memanfaatkan waktu untuk berkunjung ketempat-tempat bersejarah seperti Vilu Military Museum yang merupakan museum perang dunia ke 2 (dua) yang merupakan salah satu tempat sejarah terbesar yang ada di Pasifik Selatan" Tutupnya.
 
Sementara Itu Dansatgas Port Visit 2024 Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo menjelaskan kedatangan Satgas Port Visit 2024 Ini adalah satu hal yang luar biasa dan ini yg pertama kali Indonesia melakukan program kemanusiaan di Negara Pasifik Selatan melalui Kemhan dan TNI AL sebagai pelaksana dengan tujuan membawa misi kemanusiaan  diantaranya adalah serah terima Obat obatan, Pengobatan Umum, Donor darah diatas KRI, dan Open Ship."

 
"Kami berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, karena kita sebagai misi pertama semoga dapat memberikan gambaran yang baik sehingga program ini berjalan berkelanjutan yang dapat memberikan dampak positif bagi kedua negara."
 
Selain itu juga akan mengajak para Pelajar dan Personel Satgas untuk melaksanakan kunjungan terpimpin melihat secara langsung destinasi yang ada di Negara Solomon Islands dan juga sebagai ajang untuk mengenalkan Negara Indonesia ke negara luar.

25 Oktober 2024

The Spike NLOS Missile on Board BRP Laurence Narag (PG907)

25 Oktober 2024

BRP Laurence Narag (PG907) is equipped with Spike NLOS Missile (photos: PG 907)

BRP Laurence Narag (PG907) is equipped with the Spike Non-Line of Sight Missile System manufactured by Rafael Advance Defense Systems Ltd. 


The Spike NLOS is a multi-purpose, electro-optical/infrared missile system. It has a stand-off capability to strike distant or geographically concealed targets without line-of-sight.


PG907 participated in the Maritime Strike serial of Balikatan Exercise 39-2024 and successfully fired her first Spike NLOS Missile at ex-BRP Lake Caliraya.


When a missile boat is docked in a port overnight, various activities might occur. Crew members could perform maintenance and repairs, refuel the ship, restock supplies, and conduct safety checks. Crew members may disembark to explore the port city or stay onboard.

Ini Kapal yang Disiapkan untuk Latihan Tempur Indonesia dan Rusia

25 Oktober 2024

RF Gromky 335, korvet kelas Steregushchiy (photo: Reddit)

Jakarta — TNI AL bersama Angkatan Laut Rusia (Russian Navy) akan menggelar Latihan Bersama (Latma) Orruda 2024 yang rencananya dilaksanakan di wilayah Koarmada II Surabaya pada tanggal 4 s.d. 8 November 2024 mendatang.

Latma Orruda 2024 merupakan agenda bilateral antara TNI AL dan Russian Navy dimana latihan ini merupakan latihan bersama perdana atau pertama kalinya dilaksanakan antara TNI AL dengan Russian Navy.

Latma Orruda 2024 merupakan hasil kesepakatan pada pertemuan Navy to Navy Talks (NTNT) pertama pada 2018 antara TNI AL dengan Russian Navy. Nama Orruda adalah kombinasi dari simbol nasional kedua negara, yaitu Orel (Elang Rusia) dan Garuda (Indonesia).

KRI I Gusti Ngurah Rai-332, fregat ringan kelas Sigma 10514 (photo: dvids)

Latihan bersama ini sendiri merupakan latihan Operasi Militer Perang (OMP) yang terbagi atas 2 phase yaitu Harbor Phase dan Sea Phase. Adapun Alutsista yang akan dikerahkan TNI AL dalam Latma Orruda 2024 antara lain KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Frans Kaisiepo-368, dan helikopter AS 565 MBE.

Sedangkan Russian Navy akan menurunkan kapal perang Corvet Class seperti RF Soversheny, RF Gromky dan RF Aldar Tsydenzhapov, serta Medium Tanker Ship, Helikopter KA-27 dan Tug Salvage Alatau.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan kepada seluruh jajaran TNI AL agar senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan, serta mempersiapkan dengan matang latihan bersama yang akan digelar bersama negara-negara sahabat agar berjalan sesuai rencana.

Kontrak Sewa 4 Helikopter Black Hawk Mungkin Dibatal

25 Oktober 2024

Helikopter UH-60 Black Hawk (photo: US Army)

KOTA TINGGI: Kementerian Pertahanan (MINDEF) mungkin membatalkan kontrak menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk untuk kegunaan Tentera Darat Malaysia (TDM).

Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, berkata keputusan itu akan dimuktamadkan selepas tempoh penghantaran empat helikopter berkenaan tamat Rabu depan.

Berikutan itu, TDM akan mencari alternatif selepas kontrak itu dibatalkan.

"Pada 30 Oktober ini maka kemungkinannya memang dibatalkan (kontrak sewa Black Hawk) dan kita akan memikirkan bagaimana kita nak cari alternatif.

"Kita kena faham Black Hawk awalnya hanya disewa untuk lima tahun, bukan untuk dibeli secara kekal.

"Jadi saya telah minta TDM mencari alternatif kerana ia sebagai satu 'stop gap' sementara untuk lima tahun bagi kegunaan tentera darat," katanya selepas menyaksikan Eksesis Padang Jaguh Siri 2/2024 di Lapang Sasar Tanjung Logok, di sini hari ini.

Bulan lalu, Mohamed Khaled berkata MINDEF memberi tempoh kepada syarikat pembekal sehingga Oktober ini untuk memenuhi penghantaran empat Black Hawk.

Pada Ogos lalu, beliau berkata, MINDEF sudah mendapat maklum balas daripada Pejabat Peguam Negara berkaitan cadangan pembatalan kontrak sewaan Black Hawk untuk TDM.

MINDEF sebelum ini dilaporkan akan menilai secara menyeluruh perjanjian pajakan empat helikopter Black Hawk sebelum membuat keputusan sama ada membatalkan kontrak atau memberikan masa tambahan kepada pembekal.

Pada Mei tahun lalu, MINDEF menandatangani kontrak menyewa empat helikopter dengan syarikat tempatan, Aerotree Defence and Services Sdn Bhd selama lima tahun bernilai RM187 juta.

See full article Berita Harian