18 Juli 2026
SEOUL, (Yonhap) -- Perusahaan pertahanan Korea Selatan, Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd., mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyelesaikan pengiriman enam pesawat latih canggih T-50i tambahan ke Indonesia.
KAI menandatangani kontrak untuk memasok pesawat T-50i ke Angkatan Udara Indonesia pada tahun 2021 dan memulai pengiriman pada bulan Februari.
Produsen pesawat ini pertama kali menandatangani kesepakatan untuk memasok 16 pesawat latih T-50 ke Indonesia pada tahun 2011, dan sekarang telah mengirimkan 22 pesawat.
Indonesia adalah pelanggan luar negeri pertama untuk T-50i, varian ekspor dari pesawat latih jet supersonik buatan Korea Selatan pertama.
Negara Asia Tenggara ini telah mengakuisisi 42 pesawat buatan Korea Selatan, termasuk 20 pesawat latih KT-1.
Kedua negara telah memperluas kerja sama di sektor pertahanan, dengan Indonesia mengambil bagian dalam proyek pengembangan bersama jet tempur KF-21 buatan Korea Selatan.
(Yonhap)


Assooyรฝ
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLunassss yaaaa haha!๐๐✌️
BalasHapusApa T50I PALING BASIC OMPONG RADAR versi NGUTANG tu.....??? HAHAHAHAHAH
BalasHapusOMPONG RADAR KOK BISA IKUTAN PITCH BLACK DI OSI, DASAR BERUK BOTOL IQ WONDAKEAF......PITCH BLACK ITU PUNYA STANDART TINGGI BUAT ASET YG DIKIRIM BUAT LATIHAN.....MALAYDESB KIRIM APA KE PITCH BLACK....IPSSS SORRY NEGARA MISKIN MACAM MALAYDESH MANA MAMPU KIRIM ASET ¹ KE OSI ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
HapusEmang repot menghadapi makhluk yg otaknya di dengkul.๐. 6 T-50i itu diproduksi dengan standar FA-50. Sdh ada radar Elta EL/M 2032 dan RWR sehingga bisa membawa semua senjata dan radar yg dibawa varian FA-50. T-50i TNi AU yg sdh operasional pun sdh dilengkapi radar EL/M-2032.l sejak 2018. Sama dg radar FA-50 Pinoy.
HapusTuh lihat, nomenklatur T-50i baru T-50xx. Bukan lagi TT-50xx spt bacth 1 yg dikirim 2014 lalu. Kelebihan FA-50 asli ada pada struktur sayap yg lebih kuat sehingga bisa membawa muatan lebih banyak dan drop tank lebih besar.
Ngerti nggak kamu aspek teknis begini? Atau terlalu berat bagi IQ mu yg hanya 1 cc.
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
Hapushttps://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
--------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "HUTANG BAYAR HUTANG" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
Bulan Juli 2026 Aser Baruw
BalasHapus✅️T50I
✅️Mi 17
✅️BRAHMOS
✅️ASTRA
Tiap Taun, Tiap Bulan, Tiap Minggu.NON STOP SHOPPING TERUSZ haha!๐๐ค๐
sementara negri๐ฐkasino genting tukang klaim,
❌️Batal Hornet Kuwait
❌️Batal NSM
❌️Batal pulak Pitch Black haha!๐๐๐คฅ
FFBNP(NOT PAID) haha!๐คฃ๐๐
YA AMPUn SI MISKIN NGUTANG saja KERJANYA ya....HAHAHAHHAHA
BalasHapusPemerintah Indonesia (melalui Kementerian Pertahanan dan TNI Angkatan Udara) menggunakan skema Pinjaman Luar Negeri (PLN) untuk pengadaan alutsista, termasuk 6 unit jet latih tempur canggih T-50i dari Korea Selatan (KAI). Pinjaman ini mendukung kontrak pengadaan yang telah disepakati.
GORILA IQ BOTOL: LOGIKA SEWA & KASTA DOWNGRADE
HapusANALISIS KELUMPUHAN FISKAL: HUTANG MELEJIT, ALUTSISTA OMPONG
________________________________________
1. LOGIKA SEWA YANG DUNGU (4x LEBIH MAHAL)
Malondesh terjebak dalam skema Leasing yang menghancurkan anggaran pembangunan jangka panjang:
• Sewa 28 Heli = RM 16,8 Miliar (USD 3,7 Miliar): Biaya sewa selama 15 tahun ini setara dengan harga 119 UNIT HELIKOPTER AW149 BARU.
• Renter State: Bukannya memiliki 119 aset permanen, Malondesh justru membayar 4x lipat lebih mahal hanya untuk meminjam 28 unit yang statusnya wajib lapor ke USA.
• Debt Driven: Pengeluaran pertahanan berkorelasi positif dengan kenaikan Public Debt (Koefisien 0.7601). Setiap kenaikan utang digunakan untuk menambal belanja operasional sewa, bukan aset produktif.
________________________________________
2. KASTA DOWNGRADE: SPEK TERMURAH & OMPONG
Karena tercekik utang, Malondesh hanya mampu membeli varian "Sunatan" dari vendor global:
• LMS B2 (HISAR Class): Varian termurah (USD 176,7 Juta) dibandingkan ADA Class Pakistan/Ukraina (USD 250 Juta). Hasilnya: Ompong (No ASW/No Sonar).
• FA-50M (Korsel): Varian termurah (USD 51,1 Juta) dibandingkan versi Polandia (USD 63,8 Juta). Status: Unsuitable for Military Operations (Tidak layak tempur menurut evaluasi Polandia).
• ANKA OMPONG: Drone yang dibeli TIDAK BERSENJATA, hanya difungsikan untuk intai maritim karena ketiadaan budget integrasi senjata.
________________________________________
3. REALITA ALUTSISTA: BARANG MUSEUM & GHOST PROJECTS
• Ageing Equipment: Akibat budget minim selama 25 tahun, militer dipaksa menggunakan peralatan era 70-an dan 90-an yang membahayakan nyawa.
• Su-30MKM Failure: Kesulitan menjaga kesiapan tempur jet Rusia akibat sanksi Ukraina dan kelangkaan suku cadang.
• Prototype Gagal: Industri lokal hanya mampu membuat prototipe pistol dan senapan yang tidak pernah terealisasi ke produksi massal.
________________________________________
4. KEHANCURAN FISKAL: "HANYA BAYAR BUNGA"
PM Anwar Ibrahim mengakui kelumpuhan anggaran negara:
• Debt to GDP: Total liabilitas mencapai 82%, dengan utang federal resmi di angka 60,4%.
• Siklus Gali Lubang: Anggaran negara habis hanya untuk membayar Faedah (Bunga), bukan melunasi pokok utang tertunggak.
• Corruption: Intervensi politik dan korupsi sistemik terus merusak arsitektur pengadaan pertahanan.
________________________________________
๐ PERBANDINGAN KASTA FISKAL 2026
Indikator INDONESIA ๐ฎ๐ฉ MALONDESH ๐ฒ๐พ
Status Belanja Buying / Procurement Leasing (Sewa)
Kualitas Platform Premium / Full Spek Cheapest / Downgrade
Kesehatan Utang Terkendali (Safe Zone) Debt Trap (Hanya Bayar Bunga)
Visi Industri Kemandirian (DEFEND ID) Reluctance (Gagal Prototipe)
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
--------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
------------------------------
FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Malaydesh kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh Malaydesh di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
tak hanya NSM BATAL❌️
BalasHapusehh Pitch Black pun negri๐ฐkasino genting.. Batal kirim jet❌️ haha!๐คฃ๐๐คซ
negri para pembual lagi Jimat Kos Mode alias bokek haha!๐๐คฅ๐คช
FAKTA MALON BELASAN TAHUN TIADA SHOPING PESAWAT TEMPUR
BalasHapusKASIHAN ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
2026 tetangga sebelah Batal terusssszzz haha!✌️๐๐๐
BalasHapus❌️MRCA HORNET KUWAIT BATAL
❌️NSM BATAL
❌️PITCH BLACK BATAL
ehh ketauan FITTED FOR BUT NOT PAID.. penipu paraahhh haha!๐๐คฅ๐ต๐ซ
FAKTA - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............HAHAHAHAH
BalasHapusT50 BASIC - HUTANG
RAFAKE BASIC - HUTANG
KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
C130J- HUTANG
A400M- HUTANG
Menghibur diri ๐คฃ๐คช๐
HapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
---------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
-
Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.
NOT PAID MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusREVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the Malaydesh government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYDESH DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
Malaydesh Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYDESH 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
-
Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
-
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.
Aset kita Bertamba Banyak
BalasHapusTambah Moderen & Muda Perkasa haha!๐ฆพ✌️๐
lha BANANA๐REPABLIK kuala lumpo..Aset Menua tanpa ganti kahsiyan dech haha!๐คช๐ฅถ๐
Fakta malaydesh shopping F/A 50 dibayar pakai Minyak Sawit/Palm Oil
BalasHapushttps://www.kemalak.com.my/malaysia-pays-18-kai-fa-50-light-combat-aircraft-with-palm-oil/
Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh
WKWKWK
Klaim SHOPPING komplit & lunas...
BalasHapusTau Tau Gowing lcs...NGUTANG
EMIR KUWAIT
mana kegep FFB NOT PAID haha!๐คฅ๐๐
Fakta malaydesh shopping LCA F/A 50 dibayar pakai Minyak Sawit/Palm Oil
BalasHapushttps://www.kemalak.com.my/malaysia-pays-18-kai-fa-50-light-combat-aircraft-with-palm-oil/
Netizen INDONESIA tertawa lepas terhadap malaydesh
WKWKWK
Nih Si M kang utang ๐
BalasHapusGovernment Debt to GDP by Country in 2025
๐ฏ๐ต Japan: 230%
๐ธ๐ฉ Sudan: 222%
๐ธ๐ฌ Singapore: 176%
๐ป๐ช Venezuela: 164%
๐ฑ๐ง Lebanon: 164%
๐ฌ๐ท Greece: 147%
๐ง๐ญ Bahrain: 143%
๐ฎ๐น Italy: 137%
๐ฒ๐ป Maldives: 132%
๐ฒ๐ฟ Mozambique: 131%
๐บ๐ธ United States: 125%
๐ธ๐ณ Senegal: 123%
๐ซ๐ท France: 117%
๐จ๐ฆ Canada: 114%
๐บ๐ฆ Ukraine: 109%
๐ง๐ช Belgium: 108%
๐ง๐น Bhutan: 106%
๐ฌ๐ง United Kingdom: 103%
๐ฑ๐ฐ Sri Lanka: 101%
๐ช๐ธ Spain: 100%
๐จ๐ณ China: 96%
๐ง๐ท Brazil: 91%
๐ต๐น Portugal: 91%
๐ธ๐ป El Salvador: 88%
๐ช๐ฌ Egypt: 87%
๐ซ๐ฎ Finland: 87%
๐ฆ๐น Austria: 82%
๐ฎ๐ณ India: 81%
๐น๐ณ Tunisia: 81%
๐ฆ๐ท Argentina: 79%
๐ฟ๐ฆ South Africa: 77%
๐ญ๐บ Hungary: 75%
๐ต๐ฐ Pakistan: 72%
๐พ๐ช Yemen: 71%
๐ฒ๐พ Malaysia: 70%
๐ฎ๐ฑ Israel: 69%
๐ฐ๐ช Kenya: 68%
๐ฒ๐ฆ Morocco: 67%
๐ธ๐ฎ Slovenia: 67%
๐บ๐พ Uruguay: 67%
๐ธ๐ธ South Sudan: 66%
๐น๐ญ Thailand: 65%
๐ฉ๐ช Germany: 64%
๐ณ๐ฆ Namibia: 64%
๐ฒ๐ฒ Myanmar: 64%
๐ต๐ผ Palau: 63%
๐ฆ๐ด Angola: 62%
๐ท๐ด Romania: 61%
๐ฒ๐ช Montenegro: 61%
๐ฉ๐ด Dominican Republic: 60%
๐ต๐ฑ Poland: 60%
๐จ๐ท Costa Rica: 60%
๐ต๐ฆ Panama: 60%
๐ธ๐ฐ Slovak Republic: 60%
๐ฏ๐ฒ Jamaica: 59%
๐ฌ๐ญ Ghana: 59%
๐จ๐ด Colombia: 59%
๐ฒ๐ฝ Mexico: 59%
๐ต๐ญ Philippines: 58%
๐จ๐พ Cyprus: 58%
๐จ๐ซ Central African Republic: 57%
๐ฑ๐ธ Lesotho: 57%
๐ญ๐ท Croatia: 57%
๐ธ๐จ Seychelles: 57%
๐ฑ๐ท Liberia: 56%
๐จ๐ฎ Cรดte d'Ivoire: 56%
๐ฆ๐ฑ Albania: 54%
๐ฉ๐ฟ Algeria: 54%
๐ช๐จ Ecuador: 54%
๐ฆ๐ฒ Armenia: 53%
๐ฐ๐ท South Korea: 53%
๐ง๐ซ Burkina Faso: 53%
๐ณ๐ฟ New Zealand: 53%
๐ฎ๐ถ Iraq: 53%
๐ฒ๐ฐ North Macedonia: 53%
๐บ๐ฌ Uganda: 52%
๐ฆ๐บ Australia: 51%
๐ณ๐ต Nepal: 49%
๐ฎ๐ธ Iceland: 47%
๐ฑ๐ป Latvia: 47%
๐ฒ๐น Malta: 47%
๐ช๐น Ethiopia: 47%
๐ฒ๐ณ Mongolia: 47%
๐ญ๐ณ Honduras: 45%
๐ฟ๐ผ Zimbabwe: 45
๐จ๐ฟ Czechia: 44%
๐ณ๐ฑ Netherlands: 44%
๐ท๐ธ Serbia: 44%
๐จ๐ฑ Chile: 43%
๐ณ๐ด Norway: 43%
๐ฌ๐ณ Guinea: 42%
๐ณ๐ช Niger: 42%
๐ฑ๐น Lithuania: 42%
๐ต๐พ Paraguay: 42%
๐ฎ๐ฉ Indonesia: 41%
๐ถ๐ฆ Qatar: 41%
๐ง๐ฉ Bangladesh: 40%
๐ฐ๐ฌ Kyrgyz Republic: 38%
๐ฒ๐ฉ Moldova: 38%
๐จ๐ญ Switzerland: 37%
๐ณ๐ฌ Nigeria: 36%
๐ง๐พ Belarus: 36%
๐ฎ๐ท Iran: 36%
๐ด๐ฒ Oman: 35%
๐ฌ๐ช Georgia: 34%
๐ธ๐ช Sweden: 34%
๐ฆ๐ช United Arab Emirates: 34%
๐ฎ๐ช Ireland: 33%
๐ต๐ช Peru: 32%
๐ป๐ณ Vietnam: 32%
๐ฆ๐ฉ Andorra: 32%
๐บ๐ฟ Uzbekistan: 31%
๐ง๐ฆ Bosnia and Herzegovina: 31%
๐ฉ๐ฐ Denmark: 30%
๐ธ๐ฆ Saudi Arabia: 29%
๐ง๐ฌ Bulgaria: 28%
๐ฐ๐ญ Cambodia: 28%
๐ฑ๐บ Luxembourg: 27%
๐ฌ๐น Guatemala: 27%
๐ฐ๐ฟ Kazakhstan: 25%
๐ช๐ช Estonia: 24%
๐น๐ท Tรผrkiye: 24%
๐น๐ผ Taiwan: 23%
๐ท๐บ Russian Federation: 23%
๐ฆ๐ฟ Azerbaijan: 22%
๐น๐ฏ Tajikistan: 22%
๐จ๐ฉ Democratic Republic of the Congo: 19%
๐ต๐ท Puerto Rico: 18%
๐ญ๐ฐ Hong Kong: 12%
๐น๐ฒ Turkmenistan: 4%
๐ง๐ณ Brunei Darussalam: 2%
๐ฑ๐ฎ Liechtenstein: 1%
๐ฒ๐ด Macao: 0%
Source: International Monetary Fund (IMF), World Economic Outlook as of October 2025
https://x.com/i/status/1982836734149746732
Top 35 countries by household debt as % of GDP:
https://x.com/i/status/2018217957692985408
dalam rakyatnya lebih 60 persen HIDUP DALAM KEMISKINAN pemerintahnya dengan terus menerus MENAMBAH HUTANG....HAHAHHAHAHA
BalasHapusKau hanya banggakan pojok blok Kuala lumpooorr..yg penuh kepunyaan orang asing tesbt..sementara tempat lain malaydes udah negara kecil penuh dgn kemiskinan!terutama orang Melayu!๐๐๐๐๐๐
HapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data resmi menunjukkan Malaydesh terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
-
Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Posisi Regional: Malaydesh kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
-
Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
-
Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi
Global Firepower (GFP) 2026: Malaydesh (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
-
Kesimpulan Strategis
Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
Malaydesh: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
--------------------------------
Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara Malaydesh terjebak dalam pembatalan dan wacana:
Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Malaydesh (Pembatalan & Kegagalan):
F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
-
Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
-
Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
Malaydesh (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, Malaydesh berubah menjadi "Negara Penyewa":
Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", Malaydesh KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
-
Beban Rakyat & Masa Depan
Beban Per Kapita: Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
Hapus-
1. ๐น๐ท Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. ๐ฐ๐ท Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. ๐ฌ๐ง Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. ๐จ๐ณ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. ๐ต๐ฑ Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. ๐ฉ๐ช Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
------------------
2026 PM says =
MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
-
2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
------------------
2023 PM says =
MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
-
KUALA LUMPUR:
The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
“Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
------------------
SEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
SEWA 53 HELI BEKAS
TUDM SEWA =
12 AW149
4 AW139
5 EC120B
TLDM SEWA =
2 AW159
TDM SEWA =
4 UH-60A
12 AW149
BOMBA SEWA =
4 AW139
POLIS SEWA =
7 BELL429
JABATAN PM SEWA =
1 AW139
MMEA SEWA =
2 AW159.
==========
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
Ternyata RAHASIA BESAR ditutupi dari 2011
BalasHapusGowing lcs FITTED FOR BUT NOT PAID ituw penipuan paling Parah seduniya haha!๐คฅ๐๐
Pelakunya siapa lagi tuada bukan negri๐ฐkasino genting Songlap Jaya tipe M haha!๐คฅ๐๐คฃ
Sangka hanya kapalnya saja FFBNW.... ternyata RAFAKEnya juga FFBNW....HAHAHAHHA
BalasHapusNOT PAID MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusREVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
-------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the Malaydesh government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYDESH DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
Malaydesh Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYDESH 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
CUTTING SUBSIDIES FOR =
FUEL
ELECTRICITY
WATER
EDUCATION
HEALTH SERVICES.
the MALAYDESH government is raising taxes to narrow the budget deficit and improve tax collections. The government is also cutting subsidies for certain items.
Explanation
• The government is introducing new taxes, such as a carbon tax, inheritance tax, and a tax on unhealthy food.
• The government is raising excise duties on sugary drinks.
• The government is expanding the scope of the sales and service tax (SST).
• The government is raising the minimum wage.
• The government is cutting subsidies for fuel, electricity, water, education, and health services.
• The government is targeting subsidies for those most in need.
The government's goal is to reduce dependency on oil and gas revenues. The government also wants to build a more sustainable economy.
Budget deficit
The government's fiscal deficit is expected to narrow to 3.8% of GDP in 2025 from an estimated 4.3% in 2024. The government's medium-term goal is to cut the fiscal deficit to 3% of GDP.
---------------------------------
SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
MALAYDESH has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
Public DEBT
• Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
• Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
• Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
Household DEBT
• Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
• DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYDESH households has been increasing since 2000.
• Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.
Other factors
• External DEBT: MALAYDESH 's external DEBT is also a concern.
Export vulnerability: MALAYDESH 's manufacturing sector is vulnerable to drops in external demand
Tiba2 Datang HELI tanpa omon omon๐
BalasHapus✅️KA 32
✅️MI 8
✅️MI 17
PASTI CA$H KERAS, makloum Bajet kita Besar hahah!๐ค๐ฐ๐
Beda ama seblah Pembual kena tipu Gomen...Gowibg lcs FFB NOT PAID (TAK BAYAR) haha!๐๐๐คฅ
T50 BASIC OMPONG RADAR pun hingga NGEMIS ke LENDER guys.....SERIUS MISKIN....HAHAHHAHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
New taxes
• Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
• Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
• Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
• Carbon tax: A new tax on carbon emissions
• Sugar duties: Higher duties on sugar
• Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
• Inheritance tax: A tax on inheritance
• High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
• Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.
---------------------------------
CLAIM ISLAMIC STATE = IRBM HALAL
IRBM GAMBLING = HALAL
IRBM GAMBLING = HALAL
Per the IRBM, any form of gambling winnings, whether from land-based casinos or online platforms, is deemed income and should be declared for tax purposes.
Kita CASH..YA CASHH...
BalasHapusseblah klaim dari 2011 tau tau FFB NOT PAID...
LAST LAST NORWAY NSM= N⛔️T SEND MISSILE
lcs MANGKRAK, TAK SATUPUN KIRIM haha!๐คช๐๐คฅ
Menghibur diri๐๐คช๐คฃ
BalasHapusJenis pesawat latih๐คฃ๐คช๐ bangganya minta ampun๐คญ๐๐คญ
BalasHapusT50i kita FULL KOMPLIT RADAR haha!๐๐✌️
BalasHapussedangkan fa50Murah banana repablik kuala lumpo
❌️NO panthomstrike(delay)
❌️NO AMRAAM
kahsiyan lca varian termurah haha!๐คฃ๐๐
kalah sama Polandia & PH beda 8-15 juta ๐ฅ
gowing lcs kontrak 6
BalasHapusmasa tinggal 5...haha!๐ญ๐๐
Berkurang, bayar lebih banyak
Last Last NSM BATAL haha!⛔️๐คฃ๐คฅ
Mampus ko gempurwaria Keledai Malaya๐คญ๐คญ
BalasHapusNangis ko gempurwaria Keledai Malaya di jamban ๐๐๐
BalasHapusCatat...
BalasHapusFMP 1..SEPTEMBER KIRIM
FMP 2 2027 Peluncuran
✅️2027 ISTAMBUL KLAS DATANG haha!๐๐๐ฆพ
Horeeeeee๐ฅณ
warganyet kl, KALAH LAGIIIII..PANIK๐ฅถKOYAK๐ฅ
eittt Destroyer ASAGIRI Persiyapan Kirim..Makin NSM= NGAMUK SI MISSQUEEN haha!๐๐๐ค
FA 50 dijadikan jet tempur andalan , jom gelaaaakkkkk๐๐๐
BalasHapusINDONESIA T-50i jadikan sebagai Jet Trainer dan Light Combat Aircraft
BalasHapusmalaydesh jadikan F/A 50 dipaksa menjadi MRCA.
Ngerti kan kenapa bedanya?
Kita SHOPPING T50I, negri๐ฐkasino genting ikutan FOMO,
BalasHapusEittttt kita Belok ganti
✨️SHOPPING M346FA...
JET TEMPUR PREMIUM EROPA FULL AESA๐ฅ
MAHAL & MEWAH
Ibarat FERARRI masa dibandingin ama proton haha!๐คฃ๐๐
kahsiyan warganyet Kecele gaesz, Kalah Gengsi haha!๐คช๐๐
Kapal Perang Malaysia Menua, "Tak Berdaya" Tanpa Rudal Norwegia
BalasHapusSumber: https://video.kompas.com/watch/1942871/kapal-perang-malaysia-menua-tak-berdaya-tanpa-rudal-norwegia?position=detail_inline_player_1&accountid=9262bf2590d558736cac4fff7978fcb1&domain_referral=kompascom&source=KOMPASCOM&site=global§ion=global.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Fakta kapal tua rongsokan ๐คฃ๐คฃ๐ฅ๐ฅ
HapusIya dong... INDONESIA gitu Loch....
BalasHapusINDONESIA memilih procurement:
LCA / LIFT M-346 Premium Quality Made in Italy untuk INDONESIA yang bisa terbang bersama LOYAL WINGMAN UCAV HALE Kizilelma....
Kapal salah teknis..tunggu tenggelam je๐ซข๐๐ซข๐๐๐
BalasHapusAset baharu lagi, manakala malaydesh takde reality
BalasHapusT50 versi paling lemah pun INDIANESIA TERPAKSA NGUTANG guys... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
35 MILLION/4 PEOPLE = 8.750.000 DEPRESION
35 MILLION/10 PEOPLE = 3.500.000 ATTEMPTED SUICIDE
the 2022 National Health Morbidity Survey (NHMS) in MALAYDESH found that one in four adolescents had depression and one in ten had attempted suicide. The survey also found that suicidal thoughts and attempted suicide rates were higher among girls than boys.
Key findings
• 1 in 4 adolescents had depression
• 1 in 10 adolescents had attempted suicide
• 18.5% of girls had suicidal thoughts, compared to 13.4% of boys who had attempted suicide
Implications
These findings highlight the need for targeted mental health interventions.
---------------------------------
SEPERTIGA (1/3) = MENTAL DISORDER = GANGGUAN JIWA ....
1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER
35 MILLION / 3 PEOPLE = 11 MILLION PEOPLE MENTAL DISORDER
According to Prudential, one in three people in MALAYDESH have a mental disorder, but half of them haven't been diagnosed. This is a serious issue that requires targeted interventions.
Prevalence of mental illness in MALAYDESH
• The 2022 National Health Morbidity Survey found that one in four adolescents have depression, and one in ten have attempted suicide.
• The prevalence of mental health problems is highest among people aged 16–19 and those from low-income families.
• Mental health problems can affect people throughout their lives.
Impact of untreated mental illness
• People who don't get mental health treatment may develop serious complications and even be hospitalized.
• Mental illness stigma is still widespread in many cultures and nations.
---------------------------------
1 IN 3 = MENTAL DISORDER
1 IN 3 = MENTAL DISORDER
1 IN 3 = MENTAL DISORDER
1 in 3 people in MALAYDESH suffers from a mental disorder of some sort. But, unfortunately, half of those individuals have not been diagnosed. To aggravate things, most people who do not get mental health treatment may develop serious complications and even get hospitalised.
Super Kahsiyan negri๐ฐkasino semenanjung kuala lumpo tak dianggap NATO, malah dianggap BANANA REPABLIK haha!๐๐คฃ๐
BalasHapus❌️NSM BATAL
❌️HELI BLEKHOK SEWA BATAL
❌️HORNET KUWAIT BATAL
=======
Kita donk Beda
✅️GARIBALDI FREE haha!๐ฆพ๐๐ค
warganyet kl, IRI BILANG donk
Dipersilakan NGAMUK๐ฅ sampe botak haha!๐๐๐
Fakta tua rongsokan ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapus___
Kapal Perang Malaysia Menua, "Tak Berdaya" Tanpa Rudal Norwegia
Sumber: https://video.kompas.com/watch/1942871/kapal-perang-malaysia-menua-tak-berdaya-tanpa-rudal-norwegia?position=detail_inline_player_1&accountid=9262bf2590d558736cac4fff7978fcb1&domain_referral=kompascom&source=KOMPASCOM&site=global§ion=global.
Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Lucu Malaydesh... FA50 masih akan sudah kencang kemana ..dibalas Indonesia sudah datang Rafale dan TA50 ejek2 yg inilah itulah... Terakhir kedesak Posting LCS...sudahlah kalau Warship Malaydesh sudah kalah jauh juga sama dengan Fighter...gak usah jual kecap dan hibur diri...kalau bercermin diri Instropeksi dan kurangi ejek2 dan Sembang...Kita Lebih respect...kalau keterlaluan kaya kamu malah lebih memalukan....tak sadar diri ..
BalasHapusFa 50 barter sawit itu puuur datang entah bila
BalasHapusFa 50 mau buat hadapan Elder brother China, lawaaak
BalasHapusMalaydesh hanya akan akan akan reality zero
BalasHapusRAFAKE BASIC MURAH mau disuruh jumpa dengan China ke tu.... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusPhantom strike level dibawah radar RBE refale
BalasHapusFa 50 tak boleh guna amraam , refale sudah guna meteor
BalasHapusFa 50 malaydesh di ayam ayam pesawat pejuang china
BalasHapusHoreeeee warganyet AKAN terima pesawat murahan
BalasHapusCukuplah warganyet pakai pesawat murahan. Jgn yg lebih baik dari milik TNI AU ya
BalasHapusSiap tapi murahan level dibawah refale f4 , radar phanthom strike hanya AESA versi lite
BalasHapusHa ha h aha ha kesiyan lihat warganyet senang dg pesawat murahan versi AKAN. Ha ha ha ha ha
BalasHapusAset Heli MI 17 BARUW kita donk haha!๐ค๐ฆพ๐
BalasHapushttps://www.instagram.com/reel/Da0MPd1S-3-/?l=1
masa ringgit berjaya tapi Heli SEWA...mana BEKAS PULAK haha!๐คช๐๐คฅ
Kahsiyan warganyet kl, KTIPU LAGIIII haha!๐๐๐คฅ
Malaydesh pun tak sanggup Hanyar pesawat pejuang ke pitch black, semua pesawat tak mampu terbang lama
BalasHapusWarganyet AKAN punya pesawat tanpa BVR ha ha ha ha ha ha
BalasHapusPesawat murahan sesuai utk negara miskin. Bangla saja beli j10c. Ha ha ha ha ha
BalasHapusT 50 memang untuk pesawat latih tempur , Koryo pun tak mau guna buat main battle pesawat pejuang mereka,
BalasHapusWarganyet pura2 bahagia akan dapat LCA. Dalam hatinya sebenernya malu dan menangis dapat pesawat murahan tsb. Ha ha ha ha
BalasHapusHutang ya buat beli aset , malaydesh tak mampu hutang malah di rasuah
BalasHapusHeli AWEWE101 kita donk
BalasHapusASET PREMIUM MAHAL & MEWAH haha!๐ค๐ค✌️
CA$H KERAASSS
https://www.instagram.com/reel/DaXv-IgxUO9/?l=1
masa sekpah HELI SEWA mana BEKAS PULAK...kocak nipu warganyet mudah saja haha!๐๐๐คฅ
FAKTA - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusT50 BASIC - HUTANG
RAFAKE BASIC - HUTANG
KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
C130J- HUTANG
A400M- HUTANG
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
-
Krisis Ketahanan Pangan & Sosial
Negara terjebak dalam ketergantungan impor dasar:
Pangan: Ketergantungan tinggi impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah (<15% mandiri).
Subsidi: Pencabutan total subsidi telur (Agustus 2025) memperparah inflasi.
Reputasi: Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 yang memalukan.
-
Perbandingan Ekonomi (PDB 2026)
PDB PPP: Indonesia ($5,69 T) vs Malaydesh ($1,34 T). Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar.
Status Regional: Indonesia menjadi satu-satunya raksasa (The Giant) ASEAN, sementara Malaydesh masuk kategori negara statis (The Stagnant).
Ngomong hutang emang hutang malaydesh sudah berapa per ratus dari PDB puuur?? Miskin
BalasHapusLucu ya. Jaman sekarang masih ada ya yg beli pesawat tempur tapi TDK bisa BVR ha ha ha ha ha. Bangla pasti tertawa ๐๐๐๐
BalasHapusTernyata RAHASIA BESAR ditutupi dari 2011
BalasHapusGowing lcs FITTED FOR BUT NOT PAID ituw penipuan paling Parah seduniya haha!๐คฅ๐๐
Pelakunya siapa lagi tiada bukan negri๐ฐkasino genting Songlap Jaya tipe M haha!๐คฅ๐๐คฃ
Kirim pesawat sahaja malaydesh tak sanggup , cari hutang lender dulu puur
BalasHapusJom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusT50 BASIC saja GORILA HUTANG guys..... Serius MISKIN... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpรจne, PPA), sementara Malaydesh hanya 0,3%.
-
Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
Terjadi pergeseran drastis di mana Malaydesh kehilangan daya gentar di ASEAN:
Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
Peringkat 7: Malaydesh (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, Malaydesh resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
✅️AMRAAM
BalasHapus✅️METEOR
bentar lagi PL15 uhuuyy Canggh Paten bangetttt haha!๐✌️๐คฃ
Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusAset military sahaja banyak yang ompong tak de duit beli senjata
BalasHapusJom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusAda Fakta bahwa malaydesh sudah punya Dassault Rafale F4?
BalasHapusOhhhh...cuman brosur Dassault Rafale F4 doang yang dipunyai malaydesh....pantas aja MISKIN.
Kalau senjata boleh sewa, malaydesh pasti sewa senjata
BalasHapusFA 50 ? Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusFA50 Blok 20 versi CASH... ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
BalasHapusFasiliti FA-50 di Kuantan lebih 90 peratus siap, TUDM sedia terima pesawat pertama Oktober ini
https://www.airtimes.my/2026/06/18/fasiliti-fa-50-di-kuantan-lebih-90-peratus-siap-tudm-sedia-terima-pesawat-pertama-oktober-ini/
Tanah kerajaan sahaja malaydesh sewaaa brithis
BalasHapusFa 50 versi barter sawit , cash is fake
BalasHapusT50 HUTANG YANG OMPONG RADAR... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusFa50Murah pembual kl klaim cash
BalasHapusSatu Duniya tau Barter Sawit 50:50 haha!๐คฅ๐๐
FA 50 ?? Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusFAKTA TAK TERBANTAH - KASTA PENGUTANG memang LAWAK....semua NGUTANG LENDER guys.............๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusT50 BASIC - HUTANG
RAFAKE BASIC - HUTANG
KAAN versi MEMBUAL- HUTANG
KFX versi GAGAL- NUNGGAK HUTANG
C130J- HUTANG
A400M- HUTANG
FA 50??? Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐
BalasHapusCA$H tu macam ini
BalasHapusTiba2 Datang HELI tanpa omon omon๐
✅️KA 32
✅️MI 8
✅️MI 17
PASTI CA$H KERAS, makloum Bajet kita Besar hahah!๐ค๐ฐ๐
Beda ama seblah Pembual kena tipu Gomen...Gowibg lcs FFB NOT PAID (TAK BAYAR) haha!๐๐๐คฅ
Helibsewa italia pun Ngutang mana bekassss
Otak ko juga ngutang ๐๐๐
BalasHapusKesian.......NGUTANG RAFAKE pula ketahuan versi BASIC... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusFA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐๐ ๐
HapusFA 50????.....Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐๐
BalasHapusKita NGUTANG JADI ASET
BalasHapusnegri๐ฐkasino NGUTANG JADI BEBAN,
DRAMA NSM BATAL, apalagi Gowing Potong no.6 alamat SONGLAP JAYA haha!๐คช✌️๐คฅ๐
Kacian malaydesh MISKIN TIDAK BISA SHOPPING MRCA Dassault Rafale F4 seperti INDONESIA shopping 42 unit.
BalasHapusWKWKWK
Lon Malon.... MISKIN nih yeeee....
FA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk ๐๐ ๐๐ ๐๐๐
BalasHapusFA 50 ?????? Jom gelaaaakkkkk ๐๐๐๐ ๐๐ i
BalasHapusFA 50???...... Philipina sudah pakai duluan ๐
BalasHapusMalaysewa bangga pake FA50 Guysss๐ ๐ ๐
BalasHapusNSM BATAL❌️
BalasHapusehh Pitch Black pun negri๐ฐkasino genting.. Batal kirim jet❌️ haha!๐คฃ๐๐คซ
negri para pembual lagi Jimat Kos Mode, pembual MeWeK dikata BANANA REPABLIK haha!๐คฅ๐ญ๐
FA 50 ????? Jom gelaaaakkkkk guysss ๐๐๐
BalasHapusMasih ada ya negara yg beli pesawat tempur tanpa bvr ?
BalasHapusNSM batal.....malaysewa ngamuk lompat2 kayak beruk ๐๐๐๐๐
BalasHapusNamanya juga Keledai Malaya om Pal ๐๐
BalasHapusVamos GARIBALDI DATANG,
BalasHapusSELAT SUMATRA BERGEMA haha!๐ฆพ๐☠️๐
Gue pernah dpt kesempatan kunjungan ke kapal waktu garibaldi sandar di pelabuhan Sicily dikawasn meditetania.....kondisi dalam kapal sih bersih, terawat walo interor berstandra militer yg cenderung kaku, tdk spt standar kapal komersial.
HapusTapi yg palinv bikin kaget afalah waktu melongok kebagian bawahnya....wow penuh dg terapang & teritip warna merah muda & coklat kehijaunan....ga kebayang gimama nanti saat dioerasikan di kawasan tropis...apa ga makin rimbun tuh terapang & teritipnya ๐๐๐
https://www.facebook.com/share/r/1DQ7u35rw7/
haddaahh ranjaauuu kicau mania haha!๐☠️๐ฅ
HapusT50i kita finish
BalasHapusehhh tetang seblah baruw mulai
kita tinggalin KPOP ganti EROPA DONK..M346FA PREMIUM ELIT haha!๐๐๐
Apa T50...? ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusApa RAFAKE BASIC.... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusApa FA 50 ?? ๐๐๐๐
HapusApa FA 50 versi ngutang ??? ๐๐๐๐๐
BalasHapusApa FA 50 VERSI NGUTANG ???๐๐๐๐
BalasHapusPssstttt...... RAFAKE BASIC VERSI FSO & IRST DUMMY guys... ๐ฅ๐ฅ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusPatutlah MURAH... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Pssstttt FA 50 VERSI NGUTANG ๐ ๐ ๐ ๐
HapusOtak gempur versi BASIC.....๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun......FA 50 VERSI NGUTANG ๐ ๐ ๐๐๐
BalasHapusYa ampun......FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG ๐ ๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun......FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun......FA 50 VERSI NGUTANG ๐ ๐๐๐๐๐
BalasHapusT50 PUN GORILA HUTANG... ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
BalasHapusFa 50 muraaah versi barter , takde missile amraam ๐
BalasHapusMalaydesh hutang terooos aset tiada
BalasHapusYa ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐ ๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun.......FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐
BalasHapusYa ampun......FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐๐๐
BalasHapusMeski Hutang kami masih diberi hutangan. Dari pada Malaydesh, utk berhutang pun sdh gak ada yg percaya. Malaydesh sewa aja gak mampu apalagi beli. Bahkan yg sdh beli pun orang gak percaya dan Malaydesh gak dianggep. NSM dgn seenaknya Norwegia cancel. Menandakan Malaydesh tidak punya harga diri
BalasHapusPur... Kapasitas otakmu masih 0,0078cc ya dan IQ mu cm 0,0078 serta otakmu terbuat dari Tokai/Taik ya...
Semoga kau jadi bahan bakar api Neraka ya Pur ๐คฒ๐คฒ๐คฒ๐คฒ Amin ๐คฒ๐คฒ๐คฒ๐คฒ
Ya ampun.....FA 50 VERSI NGUTANG ๐๐๐๐๐๐๐
BalasHapusNgutang nya Si M ๐
BalasHapusUdah kelilit utang dan defisit gede jadinya no shopping2, sewa aje tapi bekas, basic, murce, kopongan takde pelor ๐ค
Government Debt to GDP by Country in 2025
๐ฏ๐ต Japan: 230%
๐ธ๐ฉ Sudan: 222%
๐ธ๐ฌ Singapore: 176%
๐ป๐ช Venezuela: 164%
๐ฑ๐ง Lebanon: 164%
๐ฌ๐ท Greece: 147%
๐ง๐ญ Bahrain: 143%
๐ฎ๐น Italy: 137%
๐ฒ๐ป Maldives: 132%
๐ฒ๐ฟ Mozambique: 131%
๐บ๐ธ United States: 125%
๐ธ๐ณ Senegal: 123%
๐ซ๐ท France: 117%
๐จ๐ฆ Canada: 114%
๐บ๐ฆ Ukraine: 109%
๐ง๐ช Belgium: 108%
๐ง๐น Bhutan: 106%
๐ฌ๐ง United Kingdom: 103%
๐ฑ๐ฐ Sri Lanka: 101%
๐ช๐ธ Spain: 100%
๐จ๐ณ China: 96%
๐ง๐ท Brazil: 91%
๐ต๐น Portugal: 91%
๐ธ๐ป El Salvador: 88%
๐ช๐ฌ Egypt: 87%
๐ซ๐ฎ Finland: 87%
๐ฆ๐น Austria: 82%
๐ฎ๐ณ India: 81%
๐น๐ณ Tunisia: 81%
๐ฆ๐ท Argentina: 79%
๐ฟ๐ฆ South Africa: 77%
๐ญ๐บ Hungary: 75%
๐ต๐ฐ Pakistan: 72%
๐พ๐ช Yemen: 71%
๐ฒ๐พ Malaysia: 70%
๐ฎ๐ฑ Israel: 69%
๐ฐ๐ช Kenya: 68%
๐ฒ๐ฆ Morocco: 67%
๐ธ๐ฎ Slovenia: 67%
๐บ๐พ Uruguay: 67%
๐ธ๐ธ South Sudan: 66%
๐น๐ญ Thailand: 65%
๐ฉ๐ช Germany: 64%
๐ณ๐ฆ Namibia: 64%
๐ฒ๐ฒ Myanmar: 64%
๐ต๐ผ Palau: 63%
๐ฆ๐ด Angola: 62%
๐ท๐ด Romania: 61%
๐ฒ๐ช Montenegro: 61%
๐ฉ๐ด Dominican Republic: 60%
๐ต๐ฑ Poland: 60%
๐จ๐ท Costa Rica: 60%
๐ต๐ฆ Panama: 60%
๐ธ๐ฐ Slovak Republic: 60%
๐ฏ๐ฒ Jamaica: 59%
๐ฌ๐ญ Ghana: 59%
๐จ๐ด Colombia: 59%
๐ฒ๐ฝ Mexico: 59%
๐ต๐ญ Philippines: 58%
๐จ๐พ Cyprus: 58%
๐จ๐ซ Central African Republic: 57%
๐ฑ๐ธ Lesotho: 57%
๐ญ๐ท Croatia: 57%
๐ธ๐จ Seychelles: 57%
๐ฑ๐ท Liberia: 56%
๐จ๐ฎ Cรดte d'Ivoire: 56%
๐ฆ๐ฑ Albania: 54%
๐ฉ๐ฟ Algeria: 54%
๐ช๐จ Ecuador: 54%
๐ฆ๐ฒ Armenia: 53%
๐ฐ๐ท South Korea: 53%
๐ง๐ซ Burkina Faso: 53%
๐ณ๐ฟ New Zealand: 53%
๐ฎ๐ถ Iraq: 53%
๐ฒ๐ฐ North Macedonia: 53%
๐บ๐ฌ Uganda: 52%
๐ฆ๐บ Australia: 51%
๐ณ๐ต Nepal: 49%
๐ฎ๐ธ Iceland: 47%
๐ฑ๐ป Latvia: 47%
๐ฒ๐น Malta: 47%
๐ช๐น Ethiopia: 47%
๐ฒ๐ณ Mongolia: 47%
๐ญ๐ณ Honduras: 45%
๐ฟ๐ผ Zimbabwe: 45
๐จ๐ฟ Czechia: 44%
๐ณ๐ฑ Netherlands: 44%
๐ท๐ธ Serbia: 44%
๐จ๐ฑ Chile: 43%
๐ณ๐ด Norway: 43%
๐ฌ๐ณ Guinea: 42%
๐ณ๐ช Niger: 42%
๐ฑ๐น Lithuania: 42%
๐ต๐พ Paraguay: 42%
๐ฎ๐ฉ Indonesia: 41%
๐ถ๐ฆ Qatar: 41%
๐ง๐ฉ Bangladesh: 40%
๐ฐ๐ฌ Kyrgyz Republic: 38%
๐ฒ๐ฉ Moldova: 38%
๐จ๐ญ Switzerland: 37%
๐ณ๐ฌ Nigeria: 36%
๐ง๐พ Belarus: 36%
๐ฎ๐ท Iran: 36%
๐ด๐ฒ Oman: 35%
๐ฌ๐ช Georgia: 34%
๐ธ๐ช Sweden: 34%
๐ฆ๐ช United Arab Emirates: 34%
๐ฎ๐ช Ireland: 33%
๐ต๐ช Peru: 32%
๐ป๐ณ Vietnam: 32%
๐ฆ๐ฉ Andorra: 32%
๐บ๐ฟ Uzbekistan: 31%
๐ง๐ฆ Bosnia and Herzegovina: 31%
๐ฉ๐ฐ Denmark: 30%
๐ธ๐ฆ Saudi Arabia: 29%
๐ง๐ฌ Bulgaria: 28%
๐ฐ๐ญ Cambodia: 28%
๐ฑ๐บ Luxembourg: 27%
๐ฌ๐น Guatemala: 27%
๐ฐ๐ฟ Kazakhstan: 25%
๐ช๐ช Estonia: 24%
๐น๐ท Tรผrkiye: 24%
๐น๐ผ Taiwan: 23%
๐ท๐บ Russian Federation: 23%
๐ฆ๐ฟ Azerbaijan: 22%
๐น๐ฏ Tajikistan: 22%
๐จ๐ฉ Democratic Republic of the Congo: 19%
๐ต๐ท Puerto Rico: 18%
๐ญ๐ฐ Hong Kong: 12%
๐น๐ฒ Turkmenistan: 4%
๐ง๐ณ Brunei Darussalam: 2%
๐ฑ๐ฎ Liechtenstein: 1%
๐ฒ๐ด Macao: 0%
Source: International Monetary Fund (IMF), World Economic Outlook as of October 2025
https://x.com/i/status/1982836734149746732
Top 35 countries by household debt as % of GDP:
https://x.com/i/status/2018217957692985408
NO MONEY: JUAL BESI TUA
BalasHapusKISAH MIRIS JUAL MIG-29N & F-5 DEMI SUKU CADANG SUKHOI
________________________________________
1. KANIBALISASI EKONOMI: JUAL PESAWAT LAMA DEMI SPAREPART
Kekangan kewangan memaksa militer mengambil langkah darurat yang memalukan:
• Jual MiG-29N: Eks Timbalan Menteri Pertahanan mencadangkan pelupusan 18 unit MiG-29N untuk dijual ke India/Sudan. Hasilnya bukan untuk modernisasi, melainkan menambal kekurangan alat ganti Su-30MKM yang kritis akibat perang Rusia-Ukraina.
• Obral F-5 Tiger: Penampakan jet F-5 di pelabuhan mengonfirmasi upaya pembuangan aset lama yang sudah tidak mampu dirawat.
• Logika Miris: Menjual "besi tua" hanya untuk mempertahankan segelintir jet yang masih bisa terbang.
________________________________________
2. DIPLOMASI NGEMIS: 9 TAHUN MENGEJAR HORNET BEKAS
• Ngemis F-18 Kuwait: Sejak 2017 (9 tahun), Malondesh telah mengirim sedikitnya 3 surat resmi hanya untuk memohon pembelian jet bekas Kuwait.
• Status Gantung: Hingga kini rencana tersebut tetap gantung akibat kekacauan politik di Kuwait dan ketidakpastian dana di pihak Malondesh.
________________________________________
3. EKONOMI KASTA BARTER (PALM OIL DEFENSE)
Malondesh tidak lagi memiliki likuiditas tunai (Cash) dan kembali ke zaman batu melalui skema barter komoditas:
• FA-50M Sawit: Pembayaran jet dari Korea Selatan dilakukan 50% menggunakan Minyak Sawit.
• Scorpene & PT-91 Sawit: Kapal selam dan tank dibayar menggunakan skema imbal dagang sawit dan karet.
• A400M Debt: Pesawat angkut dibeli secara Ansuran (Cicilan), membuktikan ketidakmampuan bayar tunai.
• Anka Ompong: Membeli drone ANKA tanpa senjata (Not Armed) karena tidak sanggup membayar integrasi sistem persenjataannya.
________________________________________
4. REALITA "DENGAR BOLEH, PERCAYA JANGAN"
Kritik internal menyentil janji-janji manis politisi yang tidak realistis:
• Bual Jet Gen-5: Mengoperasikan jet Generasi 5 butuh anggaran masif, sementara membayar cicilan 36 unit FA-50 saja pemerintah sudah Struggling (Kesulitan).
• Skala Prioritas Hancur: Dana habis untuk gaji dan pemeliharaan, sementara standard assault rifle (senapan serbu) tidak bisa diganti karena biayanya setara dengan membiayai 1 unit LCS yang mangkrak.
________________________________________
5. BOM WAKTU HUTANG (SALAM DEBT SINCE 2000)
• Utang Publik: Melonjak dari 55% di era 2010-an menjadi hampir 70% PDB
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
--------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
------------------------------
FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
GORILA IQ BOTOL: LOGIKA SEWA & KASTA DOWNGRADE
BalasHapusANALISIS KELUMPUHAN FISKAL: HUTANG MELEJIT, ALUTSISTA OMPONG
________________________________________
1. LOGIKA SEWA YANG DUNGU (4x LEBIH MAHAL)
Malondesh terjebak dalam skema Leasing (Sewa) yang menghancurkan anggaran pembangunan jangka panjang:
• Sewa 28 Heli = RM 16,8 Miliar (USD 3,7 Miliar): Biaya sewa selama 15 tahun ini setara dengan harga 119 UNIT HELIKOPTER AW149 BARU.
• Renter State: Bukannya memiliki 119 aset permanen, Malondesh justru membayar 4x lipat lebih mahal hanya untuk meminjam 28 unit yang statusnya wajib lapor ke USA.
• Total Kera-jaan Sewa: Mencakup 12 AW149 TUDM, 4 AW139 TUDM, 5 EC120B, 2 AW159 TLDM, hingga motor polisi dan simulator jet tempur.
________________________________________
2. KASTA DOWNGRADE: SPEK TERMURAH & OMPONG
Karena tercekik utang, Malondesh hanya mampu membeli varian "Sunatan" dari vendor global:
• LMS B2 (HISAR Class): Varian termurah (USD 176,7 Juta) dibandingkan ADA Class Pakistan/Ukraina (USD 250 Juta). Hasilnya: Ompong (No ASW/No Sonar).
• FA-50M (Korsel): Varian termurah (USD 51,1 Juta) dibandingkan versi Polandia (USD 63,8 Juta). Status: Unsuitable for Military Operations (Tidak layak tempur menurut evaluasi Polandia).
• ANKA OMPONG: Drone yang dibeli TIDAK BERSENJATA, hanya difungsikan untuk intai maritim karena ketiadaan budget integrasi senjata.
________________________________________
3. REALITA UTANG RAKYAT 2026 (BOM WAKTU)
Beban finansial setiap warga negara Malondesh telah mencapai level kritis akibat manajemen utang "Gali Lubang Tutup Lubang":
• Debt to GDP: Total liabilitas mencapai 82%, dengan utang federal resmi melampaui batas statuta (60,4% - 65,6%).
• Hanya Bayar Bunga: PM Anwar Ibrahim mengakui anggaran negara habis hanya untuk membayar Faedah (Bunga), bukan melunasi pokok utang tertunggak.
• Krisis Domestik: 84% rakyat dilaporkan tidak memiliki tabungan bulanan karena terjerat utang rumah tangga yang mencapai 84,3% dari GDP.
________________________________________
4. DAFTAR PANJANG "PRANK" & KEGAGALAN SISTEMIK
• Mangkrak & Karatan: LCS mangkrak 15 tahun, OPV mangkrak, Pilatus MK II karatan.
• Ghost Assets: 48 pesawat Skyhawk hilang, 2 mesin jet hilang, mesin tank mogok/stop spare parts.
• Prank Global: Prank UN, Prank Turkey, Prank Perancis, Prank Slovakia, hingga 4x ngemis F-18 bekas Kuwait.
• Inkompetensi: Kasus nembak granat ke pasukan sendiri dan kapal selam yang tidak bisa menyelam.
________________________________________
5. KELEMAHAN PENGADAAN PUBLIK (MALPRACTICE)
• Kroni & Korupsi: Intervensi politisi lokal menyebabkan proses tender tidak transparan dan penuh praktik kronisme.
• Proses Inefisien: Tender disiapkan secara terburu-buru dan ceroboh tanpa pertimbangan teknis yang matang.
• Kualitas Rendah: Sering terjadi ketidakpatuhan terhadap spesifikasi kontrak, menghasilkan produk militer berkualitas rendah yang membahayakan personel
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
--------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
------------------------------
FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
MALONDESH: KRISIS MULTIDIMENSI & ALUTSISTA DOWNGRADE
BalasHapusANALISIS KELUMPUHAN FISKAL DAN KASTA RENDAH PERTAHANAN
________________________________________
1. KRISIS SISTEMIK (POLITIK, FINANSIAL, & PANGAN)
Malondesh terjebak dalam lingkaran krisis yang menghambat kemajuan negara:
• Instabilitas Politik: Pergantian dua Perdana Menteri dan kolapsnya dua pemerintahan koalisi (2020–2022) akibat pertikaian internal menghancurkan kontinuitas kebijakan.
• Ekonomi Rapuh: Ketergantungan tinggi pada ekspor menyebabkan ekonomi menyusut tajam saat permintaan global melemah.
• Bom Waktu Utang: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3% PDB (RM 1,53 Triliun). Pendapatan negara habis hanya untuk membayar Bunga (Faedah), bukan melunasi pokok utang tertunggak.
• Krisis Beras: Kegagalan ketahanan pangan yang berulang (terakhir 2023) akibat perilaku spekulan pasar dan lonjakan harga.
2. GORILA IQ BOTOL: SKEMA SEWA YANG MERUGIKAN
Ketidakmampuan menyediakan dana modal (CapEx) memaksa militer mengambil langkah "dungu" secara finansial:
• Sewa 28 Heli = RM 16,8 Miliar (USD 3,7 Miliar): Biaya sewa selama 15 tahun ini 4x lebih mahal daripada membeli baru.
• Logistik Dungu: Dengan dana sewa tersebut, Malondesh seharusnya bisa memiliki 119 UNIT HELIKOPTER AW149 BARU, bukan hanya menyewa 28 unit yang statusnya wajib lapor ke pihak asing (USA).
3. KASTA DOWNGRADE: SPEK TERMURAH & OMPONG
Karena tercekik utang, Malondesh hanya mampu membeli varian paling murah dan "disunat" dari vendor global:
• LMS B2 (HISAR Class): Varian termurah (USD 176,7 Juta) dibandingkan ADA Class Pakistan/Ukraina (USD 250 Juta). Hasilnya: Tanpa Sonar & Tanpa ASW (Ompong di bawah laut).
• FA-50M (Korsel): Varian Downgrade (USD 51,1 Juta) yang bahkan oleh pemerintah Polandia disebut "Unsuitable for military operations" karena persenjataan aslinya sudah discontinued.
• ANKA OMPONG: Membeli drone ANKA-S yang TIDAK BERSENJATA, hanya difungsikan sebagai platform intai maritim biasa karena ketiadaan budget amunisi.
4. KELEMAHAN RADIKAL ANGKATAN BERSENJATA (MAF)
• Alutsista Museum: Mayoritas peralatan dibeli tahun 1970-an hingga 1990-an. Pemerintah gagal menyediakan aset modern.
• Peringkat Rendah: Berdasarkan Lowy Institute Asia Power Index, kemampuan militer Malondesh hanya menempati peringkat 16 di Asia, tertinggal jauh dari dinamika regional.
• Skandal Nuri: Kegagalan mengganti armada helikopter Nuri yang telah mengalami 14 kecelakaan fatal menunjukkan rendahnya prioritas keselamatan prajurit.
________________________________________
๐ PERBANDINGAN KELAYAKAN ALUTSISTA
Platform Versi Standar / Elit Versi Malondesh (DOWNGRADE)
Korvet ADA Class (Full ASW/Torpedo) LMS B2 (Ompong/No ASW)
Jet Tempur FA-50 PL (Block 20/AESA) FA-50M (Versi Latih/Unsuitable)
Drone ANKA UCAV (Armed/Rudal) ANKA ISR (Ompong/Intai Saja)
Helikopter Beli Baru (Owner) Sewa 15 Tahun (Renter)
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
--------------------------------
HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM334,1 - RM470 = - RM135,9
------------------------------
FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
INDONESIA=
BalasHapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONDESH =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
2026
POPULASI: 36.38 JUTA
DEBT GOVT: RM 1.79 TRILIUN (70.5%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.65 TRILIUN (84.3%)
BEBAN PER KAPITA: RM 94,544
-
2025
POPULASI: 35.97 JUTA
DEBT GOVT: RM 1.30 TRILIUN (-%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.65 TRILIUN (-%)
BEBAN PER KAPITA: RM 81,998
-
2024
POPULASI: 34.67 JUTA
DEBT GOVT: RM 1.22 TRILIUN (64.6%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.53 TRILIUN (84.2%)
BEBAN PER KAPITA: RM 79,315
-
2023
POPULASI: 35.12 JUTA
DEBT GOVT: RM 1.17 TRILIUN (64.3%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.45 TRILIUN (81.2%)
BEBAN PER KAPITA: RM 74,587
-
2022
POPULASI: 34.69 JUTA
DEBT GOVT: RM 1.08 TRILIUN (60.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.38 TRILIUN (80.9%)
BEBAN PER KAPITA: RM 70,901
-
2021
POPULASI: 34.28 JUTA
DEBT GOVT: RM 979.81 MILIAR (63.3%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.34 TRILIUN (89.1%)
BEBAN PER KAPITA: RM 67,667
-
2020
POPULASI: 33.87 JUTA
DEBT GOVT: RM 879.56 MILIAR (62.0%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.27 TRILIUN (87.5%)
BEBAN PER KAPITA: RM 63,464
-
2019
POPULASI: 33.45 JUTA
DEBT GOVT: RM 793.00 MILIAR (52.4%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.22 TRILIUN (82.5%)
BEBAN PER KAPITA: RM 60,179
-
2018
POPULASI: 33.00 JUTA
DEBT GOVT: RM 741.00 MILIAR (52.5%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.16 TRILIUN (82.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 57,605
-
2017
POPULASI: 32.54 JUTA
DEBT GOVT: RM 686.80 MILIAR (51.9%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.10 TRILIUN (83.2%)
BEBAN PER KAPITA: RM 54,910
-
2016
POPULASI: 32.04 JUTA
DEBT GOVT: RM 648.50 MILIAR (52.7%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 1.04 TRILIUN (86.1%)
BEBAN PER KAPITA: RM 52,699
-
2015
POPULASI: 31.52 JUTA
DEBT GOVT: RM 630.50 MILIAR (55.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 985.00 MILIAR (86.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 51,253
-
2014
POPULASI: 30.98 JUTA
DEBT GOVT: RM 582.80 MILIAR (55.0%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 902.00 MILIAR (85.1%)
BEBAN PER KAPITA: RM 47,927
-
2013
POPULASI: 30.42 JUTA
DEBT GOVT: RM 547.70 MILIAR (54.7%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 821.00 MILIAR (82.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 44,992
-
2012
POPULASI: 29.85 JUTA
DEBT GOVT: RM 501.60 MILIAR (53.3%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 732.00 MILIAR (77.8%)
BEBAN PER KAPITA: RM 41,326
-
2011
POPULASI: 29.26 JUTA
DEBT GOVT: RM 456.10 MILIAR (51.8%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 653.00 MILIAR (74.2%)
BEBAN PER KAPITA: RM 37,904
-
2010
POPULASI: 28.65 JUTA
DEBT GOVT: RM 407.10 MILIAR (52.4%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 581.00 MILIAR (74.8%)
BEBAN PER KAPITA: RM 34,488
-
2009
POPULASI: 28.04 JUTA
DEBT GOVT: RM 362.40 MILIAR (51.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 516.00 MILIAR (72.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 31,326
-
2008
POPULASI: 27.45 JUTA
DEBT GOVT: RM 258.00 MILIAR (41.3%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 460.00 MILIAR (73.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 26,155
-
2007
POPULASI: 26.86 JUTA
DEBT GOVT: RM 266.00 MILIAR (41.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 414.00 MILIAR (64.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 25,316
-
2006
POPULASI: 26.26 JUTA
DEBT GOVT: RM 242.00 MILIAR (41.5%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 372.00 MILIAR (63.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 23,381
-
2005
POPULASI: 25.66 JUTA
DEBT GOVT: RM 228.00 MILIAR (43.8%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 335.00 MILIAR (64.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 21,940
-
2004
POPULASI: 25.06 JUTA
DEBT GOVT: RM 217.00 MILIAR (45.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 298.00 MILIAR (62.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 20,550
-
2003
POPULASI: 24.46 JUTA
DEBT GOVT: RM 189.00 MILIAR (45.9%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 265.00 MILIAR (64.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 18,560
-
2002
POPULASI: 23.87 JUTA
DEBT GOVT: RM 165.00 MILIAR (44.9%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 236.00 MILIAR (64.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 16,798
-
2001
POPULASI: 23.28 JUTA
DEBT GOVT: RM 146.00 MILIAR (42.5%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 207.00 MILIAR (60.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 15,162
-
2000
POPULASI: 22.69 JUTA
DEBT GOVT: RM 126.00 MILIAR (36.1%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 182.00 MILIAR (52.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 13,574
-
1999
POPULASI: 22.11 JUTA
DEBT GOVT: RM 113.00 MILIAR (40.4%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 157.00 MILIAR (56.0%)
BEBAN PER KAPITA: RM 12,210
-
1998
POPULASI: 21.53 JUTA
DEBT GOVT: RM 98.00 MILIAR (35.8%)
DEBT HOUSEHOLD: RM 135.00 MILIAR (49.3%)
BEBAN PER KAPITA: RM 10,821
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
BalasHapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
๐ 1. Definition of Readiness
Military readiness is the ability of armed forces to deploy, fight, and sustain operations effectively.
It depends on:
Personnel training and morale
Equipment availability and functionality
Supply chains, spare parts, and logistics
Command, control, and operational planning
________________________________________
๐ 2. Factors Reducing Readiness in Malaydesh
a. Aging Equipment
Many systems are decades old:
Army: Condor APCs (1980s), aging artillery
Air Force: Hawks, F/A-18D, Su-30MKM maintenance-dependent
Navy: Corvettes and patrol ships from the 1980s and 1990s
Aging equipment is less reliable and requires more maintenance, reducing operational availability.
b. Weak Operations & Maintenance (O&M)
Underfunded O&M (~20–25% of defense budget) leads to:
Aircraft grounded for spare parts or repairs
Ships docked for extended periods
Vehicles in depots awaiting maintenance
Result: Even available personnel cannot train on or deploy operational equipment.
c. Limited Procurement & Modernization
Programs like LCS, MRCA, and AV-8 Gempita delayed or scaled down → old platforms overused
Delayed modernization keeps capabilities obsolete, reducing effective combat power
d. Personnel vs Equipment Imbalance
~60% of the budget goes to salaries → large manpower, small equipment share
Large number of soldiers and pilots, but few operational assets to use → readiness suffers
e. Short Training Hours
Reduced O&M funds → limited exercises, flight hours, and sea days
Consequences:
Pilots lose proficiency
Sailors have fewer operational patrols
Soldiers have limited live-fire or armored vehicle training
f. Political Interference & Short-Termism
Stop-go projects and annual budgeting → unpredictable availability of equipment
Forces cannot plan for sustained readiness when budgets, programs, and leadership priorities keep changing
________________________________________
๐ 3. Operational Examples
Branch Issue Readiness Effect
Air Force Su-30MKM grounded due to spares Only ~4 of 18 aircraft airworthy at one point
Navy LCS delayed; old Kedah-class ships overused Limited patrol capability; aging ships prone to breakdown
Army Condor APCs and artillery aging Many vehicles inoperable; reduced mechanized mobility
Training Fuel, spare parts, and O&M cuts Reduced exercise frequency and quality
Overall Combined issues Forces cannot sustain high-intensity or prolonged operations
________________________________________
๐ 4. Strategic Implications
Malaydesh can maintain territorial defense against minor threats, but:
Limited ability to project force regionally
Low deterrence credibility
Vulnerability in maritime security (South China Sea, Sulu Sea piracy)
Reliance on diplomacy and alliances rather than strong self-reliant military
GORILA KLAIM CASH =
BalasHapusKREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
--------------------
Berikut adalah daftar strategi pembiayaan pertahanan dalam format poin-poin:
Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2
Penyedia: Turk Eximbank (Turki)
Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) (G-to-G) dengan pembayaran bertahap mengikuti progres konstruksi fisik.
-
Jet Tempur Ringan KAI FA-50
Penyedia: Korea Aerospace Industries (KAI) (Korea Selatan)
Skema: Deferred Payment (Bayar Tunda) selama 10–15 tahun yang diintegrasikan ke dalam anggaran Rancangan Malaydesh Lima Tahun (RMLT).
-
Helikopter Leonardo AW139
Penyedia: Leonardo S.p.A. (Italia)
Skema: Leasing (Sewa), yaitu mengubah beban biaya modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) melalui pembayaran sewa bulanan.
-
Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
Penyedia: Produsen Strategis (Turki/Global)
Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan jaminan penuh antar-pemerintah guna mendapatkan suku bunga kompetitif (kisaran 4%-6%).
-
Alutsista Strategis Umum
Penyedia: Berbagai Vendor Internasional
Skema: Barter / Offset (Imbal Dagang)
----------------
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
INDONESIA = SIPRI SHOPPING
PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
GOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
-
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
GORILA KLAIM CASH =
BalasHapusKREDIT EKSPOR (HUTANG)
KREDIT EKSPOR (HUTANG)
KREDIT EKSPOR (HUTANG)
---------------
Kesimpulan Strategi Pembiayaan Pertahanan Malaydesh
Ketergantungan pada KREDIT EKSPOR (HUTANG) (G-to-G): Malaydesh secara masif menggunakan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor negara asal (seperti Turk Eximbank) untuk proyek strategis seperti kapal LMS Batch 2 dan MPMS. Skema ini dipilih karena bunga kompetitif (kisaran 4%-6% dalam USD/Euro) dan jaminan penuh antar-pemerintah yang menurunkan risiko finansial.
-
Skema Deferred Payment (Bayar Tunda): Untuk mengatasi keterbatasan anggaran tahunan (fiskal), pembayaran ditangguhkan selama 10–15 tahun dengan masa tenggang (grace period) selama masa konstruksi. Pelunasan diintegrasikan ke dalam alokasi jangka panjang Rancangan Malaydesh Lima Tahun (RMLT).
-
Inovasi Skema Sewa (Leasing): Malaydesh memelopori pengalihan pengeluaran modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) melalui penyewaan aset pendukung (contoh: Helikopter Leonardo AW139) guna menjaga kesiapan operasional tanpa beban pembelian utuh di awal.
-
Imbal Dagang & Barter: Tetap mengupayakan elemen counter-trade dan offset dalam kontrak untuk memastikan adanya manfaat ekonomi balik bagi industri domestik, meskipun tidak lagi murni menggunakan komoditas mentah.
--------------------------------
KAYA MAHAL ELIT vs MISKIN MURAHAN SULIT
GORILA KLAIM CASH = HUTANG
BalasHapusSUKU BUNGA KREDIT = TURKI-KOREA-UK
SUKU BUNGA KREDIT = TURKI-KOREA-UK
SUKU BUNGA KREDIT = TURKI-KOREA-UK
-------------------------
1. Turki (Tรผrkiye)
Turki menggunakan standar bunga yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis seperti malaydesh dalam proyek kapal perang.
Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (Commercial Interest Reference Rate).
Estimasi Suku Bunga: Berada di kisaran 4% – 6% per tahun [Berdasarkan estimasi mekanisme G2G].
Biaya Tambahan: Biasanya terdapat Premium Fee (biaya jaminan risiko negara) yang dibayarkan di muka atau dikapitalisasi ke dalam total hutang.
Karakteristik: Bunga bersifat tetap (Fixed Rate) selama masa tenor 10–15 tahun, sehingga melindungi pembeli dari fluktuasi pasar global.
-
2. Korea Selatan
Korea Selatan menawarkan malaydesh fleksibilitas tinggi dengan melibatkan lembaga negara KEXIM.
Struktur Bunga: Terbagi menjadi dua bagian:
Bagian Pinjaman (50%): Bunga kompetitif melalui KEXIM yang seringkali di bawah bunga pasar komersial (karena adanya subsidi ekspor negara).
Bagian Barter (50%): Tidak berbunga, namun terdapat biaya logistik dan manajemen untuk komoditas minyak sawit.
Biaya Administrasi: Terdapat Management Fee berkisar 0,10% - 0,50% tergantung pada nilai kontrak KEXIM Fee Structure.
-
3. Inggris (UK)
Inggris melalui UK Export Finance (UKEF) memiliki aturan yang sangat ketat dan transparan ke malaysdesh.
Suku Bunga: Menggunakan OECD CIRR atau biaya dana pemerintah (National Loans Fund rates) jika lebih tinggi UK Export Finance.
UKEF Support Fee: Inggris membebankan premium fee untuk menutupi risiko kredit yang nilainya bervariasi tergantung pada rating kredit negara pembeli UKEF Annual Report.
Ketentuan Uang Muka: Pembeli wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai uang muka sebelum fasilitas kredit dapat dicairkan GOV.UK Credit Terms
--------------------------------
KAYA MAHAL ELIT vs MISKIN MURAHAN SULIT
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR VERSUS USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA versus ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
GORILA KLAIM CASH = HUTANG
BalasHapusANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
-------------------------
angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
Parameter Simulasi
Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
Pembagian Skema (50:50):
50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR).
________________________________________
1. Bagian Hutang Finansial (50% Melalui KEXIM)
Menggunakan metode bunga tetap (Fixed Rate) untuk porsi pinjaman tunai:
Pokok Pinjaman: US$ 460 Juta.
Angsuran Pokok Tahunan: US$ 46 Juta.
Estimasi Bunga per Tahun: US$ 20,7 Juta (Tahun pertama).
Total Cicilan Tunai Tahun 1: US$ 66,7 Juta (Akan menurun seiring berkurangnya sisa pokok).
2. Bagian Barter Komoditas (50% Melalui Minyak Sawit)
Ini adalah bagian yang "tidak berbunga" secara finansial, namun dihitung berdasarkan volume ekspor:
Nilai Barter: US$ 460 Juta.
Target Barter Tahunan: US$ 46 Juta/tahun.
Volume Sawit: Jika harga CPO rata-rata US$ 900/ton, maka pemerintah harus mengirim sekitar 51.111 ton CPO per tahun ke Korea Selatan selama 10 tahun.
--------------------------------
KAYA MAHAL ELIT vs MISKIN MURAHAN SULIT
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR VERSUS USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA versus ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
CICILAN FA50M = 10 TAHUN
BalasHapusCICILAN FA50M = 10 TAHUN
CICILAN FA50M = 10 TAHUN
------------------
Kesimpulan: Skema "Gali Lubang" 10 Tahun FA-50M
1. Ketergantungan Total pada Utang & Barter
Pengadaan ini membuktikan ketidakmampuan finansial secara tunai (cash). Dengan total kontrak US$ 920 Juta (RM 4,08 Miliar), pemerintah harus memecah pembayaran menjadi dua jalur selama satu dekade penuh, yang mengunci anggaran pertahanan hingga jauh ke depan.
2. Beban Bunga dan Fiskal yang Panjang
Porsi kredit 50% melalui KEXIM (Korea) memaksa negara membayar bunga sekitar 4,5% per tahun. Artinya, harga asli pesawat membengkak karena akumulasi bunga selama 10 tahun. Setiap tahunnya, kas negara harus terkuras sekitar US$ 66,7 Juta hanya untuk mencicil sebagian dari 18 unit pesawat tersebut.
3. Pertaruhan Komoditas (Sawit)
Skema barter 50% menggunakan CPO (Minyak Sawit) adalah langkah berisiko tinggi.
Volume Masif: Harus mengirim 51.111 ton CPO per tahun.
Risiko Harga: Jika harga sawit dunia anjlok di bawah US
900/ton,jumlahvolumesawityangharusdikirimakanmembengkakdemimenutupinilai**US900 / t o n comma j u m l a h v o l u m e s a w i t y a n g h a r u s d i k i r i m a k a n m e m b e n g k a k d e m i m e n u t u p i n i l a i * * cap U cap S
900/๐ก๐๐,๐๐ข๐๐๐โ๐ฃ๐๐๐ข๐๐๐ ๐๐ค๐๐ก๐ฆ๐๐๐โ๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ข๐ก๐ข๐๐๐๐๐๐๐**๐๐
46 Juta/tahun**, yang berpotensi merugikan pendapatan negara dari sektor ekspor.
4. Status Alutsista "Kredit"
Selama 10 tahun ke depan (hingga sekitar 2034/2035), jet tempur ini berstatus "belum lunas". Kondisi ini sangat kontras dengan negara yang memiliki ruang fiskal lebar yang mampu melakukan pengadaan secara bertahap namun tunai untuk menghindari beban bunga OECD.
5. Dampak pada Pengadaan Lain
Cicilan tetap selama 10 tahun ini menjadi alasan utama terjadinya "Kekangan Kewangan" untuk proyek lain seperti MRCA atau LCS. Anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk belanja baru justru habis tersedot untuk membayar cicilan pesawat ringan (Lead-in Fighter) yang teknologinya akan terus menua selama masa angsuran berlangsung.
Ringkasan Kondisi:
Membeli pesawat tempur dengan cicilan 10 tahun dan bayar pakai sawit adalah potret nyata ekonomi yang sedang "sesak napas", di mana alutsista didapat dengan cara menjaminkan kekayaan alam dan utang luar negeri jangka panjang.
--------------------------------
KAYA MAHAL ELIT vs MISKIN MURAHAN SULIT
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR VERSUS USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA versus ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
https://www.malaysiandefence.com/deja-vu-fitted-for-but-not-paid-for/
Malaysia hutang banyak tapi tidak bisa beli apa apa, sekalinya beli dikorupsi pula... Keledai tolol
BalasHapusPEKANBARU - KL : 291 KM
BalasHapusPONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
IDN ROK =
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
-
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
----------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlฤฑฤฤฑ ile imzaladฤฑฤฤฑmฤฑz ve toplamda 48 adet KAAN uรงaฤฤฑna yรถnelik iล birliฤini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaลmasฤฑ” doฤrultusunda; bu anlaลmanฤฑn tรผm detaylarฤฑnฤฑ ve teknik eklerini iรงeren ticari sรถzleลmenin imza tรถrenini bugรผn itibarฤฑyla gerรงekleลtirdik.
-----------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La derniรจre tranche de 18 Rafale pour l’Indonรฉsie est entrรฉe en vigueur ce jour. Elle fait suite ร l’entrรฉe en vigueur, en septembre 2022 et en aoรปt 2023, de la premiรจre et de la deuxiรจme tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi complรฉter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonรฉsie dans le cadre du contrat signรฉ en fรฉvrier 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
==============
==============
๐ฆงGORILA KLAIM =
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
-
GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. ๐๐๐ฒ๐พ๐ฒ๐พ
-
MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
Dulu kan saya dah kata.
Kontrak kami ada isi (ada wang).
Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! ๐คฃ๐คฃ๐คฃ
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! ๐ ๐ ๐ ๐
Fa50 cocok pengganti hawk100/200 kapan belinya
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
BalasHapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs Malaydesh)
Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
Malaydesh (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
-
Degradasi Administrasi & Reputasi Internasional
Skandal Aset: Catatan buruk mengenai 48 pesawat Skyhawk yang hilang dan 2 mesin jet tempur yang raib dari gudang.
Sanksi Olahraga: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal; kalah WO 0-3 dan kehilangan tiket Piala Asia 2027 yang diambil alih oleh Vietnam.
Tekanan AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang mengincar sektor manufaktur utama.
-
Krisis Ketahanan Nasional
Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
BalasHapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Status Kelumpuhan Alutsista (SIPRI 2020–2026)
Vakum Total (2024–2025): Status KOSONG dalam laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
Tren Janji Palsu (Prank): Riwayat panjang kegagalan kontrak mulai dari Rafale (2014), JF-17 (2017), hingga pembatalan resmi F/A-18 Hornet Kuwait (2026) yang gagal total setelah 4 kali upaya.
Pembekuan Total (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk Procurement Freeze (pembekuan pengadaan) akibat skandal suap dan kartel proyek di angkatan darat.
-
Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
Beban Utang Per Kapita (2025):
Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
-
Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
Kehilangan Dominasi: Malaydesh merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur Malaydesh.
Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).