17 Juli 2026
Lima pesawat T-50i dan 1 pesawat Hercules TNI AU ketika singgah di Lanud ZAM di Rembiga, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (photos: Lanud ZAM)Lanud TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) memberikan dukungan operasi penerbangan (Dukopsbang) kepada lima pesawat tempur T-50i Golden Eagle dan satu pesawat Hercules TNI AU yang melaksanakan misi ferry menuju latihan udara multinasional Pitch Black 2026 di Darwin, Australia. Kedatangan rombongan pesawat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) disambut langsung oleh Komandan Lanud ZAM Kolonel Pnb Suryo Patmonobo, S.Sos., M.M., beserta jajaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas operasi TNI AU.
Rombongan pesawat berangkat dari home base Lanud Iswahjudi, Madiun, dan menjadikan Bandara Bizam sebagai titik transit untuk melaksanakan pengisian bahan bakar menggunakan metode hot pit refueling. Dukungan tersebut merupakan bagian dari peran Lanud ZAM dalam menjamin kelancaran, keamanan dan kesiapan operasi penerbangan selama pergeseran unsur udara menuju daerah latihan.
Setelah seluruh rangkaian hot pit refueling dan pemeriksaan teknis selesai dilaksanakan, kelima pesawat T-50i Golden Eagle beserta satu pesawat Hercules melanjutkan penerbangan menuju Lanud El Tari, Kupang. Latihan udara multinasional Pitch Black 2026 dijadwalkan berlangsung di Darwin pada 17 Juli hingga 7 Agustus 2026.
Melalui dukungan operasi penerbangan yang diberikan, Lanud ZAM menunjukkan komitmennya dalam mendukung setiap pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara, khususnya dalam menjamin kelancaran pergerakan unsur udara yang terlibat dalam misi internasional. Dukungan ini menjadi wujud kesiapan Lanud ZAM sebagai pangkalan operasi yang mampu memberikan pelayanan penerbangan secara optimal demi mendukung keberhasilan kontingen TNI AU pada latihan Pitch Black 2026.
.png)
.webp)


NGERI = NEGERI MALINGSIAL....
BalasHapusHILANG 48 PESAWAT = LUAR BIASA BERUKDESH
----------------------------------
• Pembelian Awal: Malaydesh membeli 88 jet tempur bekas A-4 Skyhawk dari Amerika Serikat seharga RM640 juta.
• Hanya 40 Dikirim: Hanya 40 unit yang dimodifikasi menjadi varian A-4PTM dan dikirim ke Malaydesh.
• 48 Unit Tertinggal: Sisa 48 unit pesawat ditinggalkan di gurun Arizona, Amerika Serikat.
• Hilang Bukti Bayar: Pada 2003, sisa pesawat gagal dijual kembali karena Malaydesh kehilangan resit (bukti pembayaran).
• Rugi & Skandal: Puluhan pesawat tersebut akhirnya hangus, memicu tuduhan korupsi (songlap) atas kerugian negara.
• Sumber Kronologi: Detik-detik hilangnya jet ini di AS diulas oleh Hobby Militer.
• Sumber Investigasi: Analisis hilangnya bukti bayar dibahas dalam laporan SeaDemon Says.
• Sumber Sejarah: Catatan pengiriman armada ini didokumentasikan oleh komunitas Malaydeshn Jet Fighter.
----------------------------------
F18 BATAL
Malaydesh batalkan pembelian F/A-18 bekas Kuwait karena risiko teknis, logistik rumit, dan penundaan kiriman. (Sumber: Air Times, New Straits Times)
-
NSM GAGAL
Norwegia cabut izin ekspor rudal anti-kapal NSM ke Malaydesh karena aturan baru khusus sekutu NATO. (Sumber: CNA Indonesia, Kosmo, FMT)
----------------------------------
REAL FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
Sumber : Laporan Sidang Komite Akun Publik (Public Accounts Committee - PAC) Parlemen Malaydesh
----------------------------------
MISKIN = CUT BUDGET
F18 KUWAIT BATAL
BLACKHAWK BATAL
NSM BATAL
F18 LACK SOURCE CODE
MKM LACK SPARE PART
MIG GROUNDED
HAWK USANG
-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
----------------------------------
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALAYDESH...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
18 Buah Su 30MKM
17 Buah Bae hawk 108/208
8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
18 +18 Buah FA-50M Block 20
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
----------------------------------
🤣NGERI MALING 48 PESAWAT = ONTERUS : F18 BATAL🤣
Nih Si M 😁
BalasHapusRafale F4 kita yang unyu2 🤗😘
Great video of Indonesian Air Force #TNIAU 12th Squadron conducting a nighttime training with their Rafale
📹12th Sq
https://x.com/i/status/2077687276843524363
Wuidihhhh... Technical Support dari THALES France masih melekat pada Dassault Rafale F4 Full Combat Ready TNI AU di Pekanbaru.....( Liat klip video X link diatas)
BalasHapusItu Netizen INDONESIA sudah POSTING Dassault Rafale F4 Full Combat Ready Made in France Premium Quality di Pekanbaru.
BalasHapusKenapa lama amat nih malaydesh untuk Posting Klip Video Dassault Rafale F4 malaydesh KLAIM KAYA....lon...elo, buruan posting di blog ini!
Pesawat pejuang malaydesh tak boleh terbang , terpaksa latihan didarat
BalasHapusNih lagi Si M 😁
BalasHapusKita mah nyantai ajah 😎
Rupiah Hari Ini: Menguat 4 Hari Beruntun, Juara Asia - Market https://share.google/HVozXeCYKJkBPzy7l
Tim Riset Bloomberg Technoz
17 July 2026 15:51
Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup perdagangan pasar spot pekan ini, Jumat (17/7/2026), dengan penguatan 0,5% menjadi Rp17.895/US$, menggenapi apresiasi dalam empat hari beruntun.
Penguatan rupiah ditopang oleh perbaikan sentimen setelah S&P Ratings menetapkan peringkat Indonesia dengan label investment grade alias layak investasi, dengan prospek stabil.
Melansir data Bloomberg, indeks dolar AS menyusut 0,06% menjadi 100,7, sementara harga minyak mentah masih tinggi di US$84,29/barel, tetapi relatif stabil. Kombinasi ini membuat penguatan sebagian mata uang Asia tertahan, dan sebagian lainnya menguat.
Namun rupiah terlihat mencolok karena menjadi yang terbaik di Benua Kuning.
Nih maning Si M 😁
BalasHapusKita mah biasa bae 😎
Giliran IHSG Menguat Sendirian Saat Bursa Asia-Pasifik Anjlok https://share.google/hjlVI0fInD7wYALsa
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, Jumat (17/7). Indeks saham Garuda saat ini menjadi satu-satunya yang menguat saat bursa di kawasan Asia-Pasifik mengalami tekanan.
IHSG menjadi satu-satunya saham di kawasan Asia-Pasifik yang menguat hari ini. Berdasarkan data perdagangan yang sama, bursa Nikkei 225 Index (N225) saat ini tercatat melemah hingga 5,43% ke level 63.205,10.
Kemudian Hang Seng Index (HSI) juga melemah hingga 1,98% ke level 24.514,28 hingga saat ini. Selanjutnya Shanghai Composite Index (SSEC) juga melemah 1,64% ke level 3.818,59.
Sementara bursa saham negara tetangga RI, Straits Times Index (STI) juga tercatat melemah 0,60% ke level 5.505,91 hingga siang hari ini. Pelemahan mayoritas bursa saham Asia-Pasifik ini terjadi karena jatuhnya saham-saham teknologi.
Delegasi kemenhan sudah di jepang kira kira deal apa ni?
BalasHapusKlo jadi Asagiri class mudah2an dikasih 3-4 unit
https://www.facebook.com/61556341982997/posts/122333787656211399/?app=fbl
Padahal Aussie ngarep yg Dateng Rafale buat lawan F35...😀👍
BalasHapushuss...uda perna cuy,
Hapus2024 maren, negara yg bikin rafale dateng haha!🤣😝😂
taon ini giliran rafale Vijay..jayy yg dateng⚡️
Ya ampun INDIANESIA hantar pesawat paling LEMAH sekawasan guys T50I...??? lah itu hanya sebatas pesawat LATIHAN OMPONG....HAHAHAHAHAH
BalasHapusNEGARA NOT PAID = BANANA REPUBLIC ASEAN
HapusHILANG 48 PESAWAT = LUAR BIASA BERUKDESH
----------------------------------
• Pembelian Awal: Malaydesh membeli 88 jet tempur bekas A-4 Skyhawk dari Amerika Serikat seharga RM640 juta.
• Hanya 40 Dikirim: Hanya 40 unit yang dimodifikasi menjadi varian A-4PTM dan dikirim ke Malaydesh.
• 48 Unit Tertinggal: Sisa 48 unit pesawat ditinggalkan di gurun Arizona, Amerika Serikat.
• Hilang Bukti Bayar: Pada 2003, sisa pesawat gagal dijual kembali karena Malaydesh kehilangan resit (bukti pembayaran).
• Rugi & Skandal: Puluhan pesawat tersebut akhirnya hangus, memicu tuduhan korupsi (songlap) atas kerugian negara.
• Sumber Kronologi: Detik-detik hilangnya jet ini di AS diulas oleh Hobby Militer.
• Sumber Investigasi: Analisis hilangnya bukti bayar dibahas dalam laporan SeaDemon Says.
• Sumber Sejarah: Catatan pengiriman armada ini didokumentasikan oleh komunitas Malaydeshn Jet Fighter.
----------------------------------
F18 BATAL
Malaydesh batalkan pembelian F/A-18 bekas Kuwait karena risiko teknis, logistik rumit, dan penundaan kiriman. (Sumber: Air Times, New Straits Times)
-
NSM GAGAL
Norwegia cabut izin ekspor rudal anti-kapal NSM ke Malaydesh karena aturan baru khusus sekutu NATO. (Sumber: CNA Indonesia, Kosmo, FMT)
----------------------------------
REAL FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
PSIM FAKE/DUMMY
Jika pada peluncurannya tahun 2017 lalu kapal ini terlihat telah dilengkapi dengan modul PSIM, maka itu adalah modul PSIM palsu/fake yang dipasang untuk upacara peluncuran sebagaimana disampaikan dalam sidang PAC (Public Account Committe). Modul PSIM palsu ini kemudian dilepas saat kapal ini dipasangi hanggar.
Sumber : Laporan Sidang Komite Akun Publik (Public Accounts Committee - PAC) Parlemen Malaydesh
----------------------------------
MISKIN = CUT BUDGET
F18 KUWAIT BATAL
BLACKHAWK BATAL
NSM BATAL
F18 LACK SOURCE CODE
MKM LACK SPARE PART
MIG GROUNDED
HAWK USANG
-
5x Ganti RAJA = ZONK MRCA SPH LCS NSM
5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS NSM
----------------------------------
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-18 BUAH SU30MKM
-38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
-18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
-
GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
BEZA ya guys... HAHAHAHA
MALAYDESH...
F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
18 Buah Su 30MKM
17 Buah Bae hawk 108/208
8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
18 +18 Buah FA-50M Block 20
-
GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
horeyyyyy...F18 come to PAPA
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
-
GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
-
GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
-
sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
-
GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
----------------------------------
🤣NGERI MALING 48 PESAWAT = ONTERUS : F18 BATAL🤣
Pinoy saja hantar FA50 versi tempur ringan.... masa KALAH sama Pinoy..............HAHAHAHAH
BalasHapusVersi INDIANESIA t50i adalah versi paling LEMAH ya guys...manakala versi FA50 BLOCK 20 adalah versi PALING TERKUAT dalam VERSInya....HAHAHAHAH
BalasHapusT-50: Advanced trainer jet
TA-50: Lead-in fighter-trainer
FA-50: Light combat aircraft
FA-50 Block 20: Multirole
PEKANBARU - KL : 291 KM
HapusPONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
IDN ROK =
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
-
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
----------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
-----------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
==============
==============
🦧GORILA KLAIM =
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
-
GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
-
MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
Dulu kan saya dah kata.
Kontrak kami ada isi (ada wang).
Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 😅😅😅😅
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------Peringkat Militer ASEAN (Global Firepower 2026)
Terjadi pergeseran peta kekuatan di Asia Tenggara:
Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
Vietnam: Peringkat 23.
Thailand: Peringkat 24.
Singapura: Peringkat 29.
Myanmar: Peringkat 35.
Filipina: Peringkat 41 (Resmi menyalip Malaydesh).
Malaydesh: Peringkat 42 (Posisi terendah dalam sejarah persaingan dengan Filipina).
-
Perbandingan Kekuatan Ekonomi (PDB 2026)
Jurang pemisah (Gap) ekonomi yang melebar tajam:
PDB PPP (Daya Beli): Indonesia ($5,69 T) vs Malaydesh ($1,34 T). Indonesia 4,24x lebih besar.
PDB Nominal: Indonesia ($1,69 T) vs Malaydesh ($0,46 T). Indonesia 3,67x lebih besar.
Status: Indonesia mengukuhkan posisi sebagai The Giant (Raksasa), sementara Malaydesh terkunci dalam status The Stagnant (Statis).
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Evolusi Utang: Meningkat dari RM 407 Miliar (2010) menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
Beban Cicilan: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Utang Rumah Tangga: Mencapai 84,3% dari GDP (Sangat berisiko bagi stabilitas domestik).
Model "Negara Penyewa": Akibat krisis kas, militer terpaksa menggunakan skema Leasing (Sewa) untuk helikopter, pesawat latihan, hingga kendaraan polisi.
-
Risiko Administrasi & Geopolitik
Skandal Aset: Catatan buruk mengenai hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
Reputasi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat pemain naturalisasi ilegal dan kalah WO 0-3 yang membatalkan tiket Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).
Tekanan Internasional: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) yang mengancam sektor manufaktur dan ekspor.
Hantar T50.....??? HAHAHAHAHHA
BalasHapusPsssttttt................ MALU ketahuan yang RAFAKEnya versi BASIC yang sistem FSo dan IRSTnya hanya dipasang DUMMY FAKE.....HAHAHAHAHAH
Hantar T50....??? KAH...KAH...KAH
BalasHapusFA50 BLOCK 20 pertama TUDM guys....HOREYYYYY
BalasHapushttps://x.com/JohnMYSreview/status/2077921800986792448
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Status SIPRI & Realisasi Alutsista (2020–2026)
Indonesia (Dominasi Mutlak - Peringkat 18 Importir Dunia):
Daftar Belanja Penuh: Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA-L-Plus, Rudal BORA & KHAN, Drone ANKA-S, hingga mesin LM-2500.
Status: Kontrak efektif dan dalam proses pengiriman (Realistis).
Malaydesh (Vakum Total - "Lembar Kosong"):
2020–2025: Status SIPRI KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Peringkat: Absen dari daftar 40 importir senjata terbesar dunia (Setara Laos & Kamboja).
Status 2026: Pembekuan Total (Freeze) seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi.
-
Timeline "Prank" & Kegagalan Kontrak Malaydesh
Daftar panjang janji pengadaan yang berakhir tanpa realisasi (Zonk):
2005-2017: Kegagalan rencana Rudal KS-1A (China), Rafale (Prancis), Nexter Caesar, dan JF-17 (Pakistan).
2018-2023: Kapal MRSS (PT PAL) tidak terwujud, HAL Tejas gagal, Artileri Yavuz & EVA mangkrak, serta Ranpur IAG Guardian gagal spek PBB.
2024-2026: Helikopter Blackhawk mangkrak (proses sewa berbelit) dan F/A-18 Hornet Kuwait RESMI BATAL (Masalah logistik/teknis).
RAFAKE mana guys.....??? HAHAHHAHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
Malaydesh: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
Pesawat latihan L-39.
Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
-
Krisis Fiskal & Spiral Utang Malaydesh
Evolusi Utang & Liabilitas:
2010: RM 407 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
Kesehatan Fiskal:
Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
Degradasi Reputasi:
Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).
-
Profil Risiko Negara (Head-to-Head)
Indonesia: Utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), belanja militer agresif dan terealisasi.
Malaydesh: Utang pemerintah kritis (69% GDP), utang rumah tangga sangat tinggi (84,3% GDP), belanja militer membeku dan bergantung pada sewa.
HAHAHAHAHAH...................
BalasHapusMRCA Rafale kita aseli kontrak 42 bijik komplit Meteor+Hammer haha!🦾🚀🤑
BalasHapustaktakala
mimpi para warganyet negri🎰kasino genting dapetnya Rafake versi poster haha!🤥🍌😋
kahsiyan warganyet kl, tiap kaji last last Kensel haha!🤪🤥🍌
Semakinnnnn Hampirrr haha!🤗😎🥳
BalasHapus✅️ASAGIRI
✅️MOGAMI
✅️OYASHIO
✅️TAIGEI
kahsiyan, warganyet semenanjung kuala lumpo, ketar ketir PANIK🔥KOYAK haha!🥶🍌😭
⬇️⬇️⬇️⬇️✅️✅️✅️✅️
https://x.com/ModJapan_en/status/2078008843028910142?fbclid=IwY2xjawTG_-VleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR5KNSlvy42bzKxCsLIKzH-pdAYgK11FvRT0O3pC2PuW7qUYnmMtZ3iUG_wJhA_aem_AydlAMCGw4NbYcUkbp5mvg
Warganyet kirim pesawat apa ? F50 versi AKAN ha ha ha ha.versi miskin
BalasHapusKita cukup kirim pesawat latih. Toh lawan tanding warganyet hanya pesawat usang yg sudah banyak grounded
BalasHapusPARAH yang dihantar pesawat LATIHAN guys....HAHAHAHHA
BalasHapusGORILA MALAYDESH LEASING 28 HELI =
HapusLEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
LEASING 28 HELI = BELI BARU 119 HELI
-------------------------
1. Detail Pengadaan dan Pembiayaan
Skema Sewa: Helikopter akan disewa selama 15 tahun melalui kemitraan antara Leonardo dan operator lokal Weststar Aviation Services.
Struktur Pembiayaan: Program ini dikelola oleh Unit Kerjasama Awam Swasta (UKAS) di bawah Departemen Perdana Menteri Malaydesh. Pengaturan ini mencakup dukungan pemeliharaan (MRO) penuh dan jaminan ketersediaan armada minimal 85%.
2. Distribusi Unit
Armada helikopter ini akan dialokasikan ke berbagai instansi Malaydesh sebagai berikut:
Angkatan Tentara Malaydesh (ATM): 12 unit (termasuk untuk Angkatan Udara dan Angkatan Darat).
Polisi Diraja Malaydesh (PDRM): 7 unit.
Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaydesh (APMM): 4 unit.
Jabatan Bomba dan Penyelamat (Bomba): 2 unit.
Tentara Laut Diraja Malaydesh (TLDM): 2 unit.
Departemen Perdana Menteri: 1 unit.
3. Sumber Berita Utama:
Leonardo S.p.A Official: Rilis resmi mengenai kemitraan strategis dengan Weststar untuk pengadaan 28 helikopter.
Janes Defence News: Laporan mengenai nilai kontrak sebesar RM16,5 miliar dan detail pameran LIMA 2025.
Naval News: Konfirmasi mengenai penggunaan skema G2G untuk memperkuat hubungan pertahanan Malaydesh-Italia.
Free Malaydesh Today: Penjelasan Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengenai efisiensi biaya melalui skema sewa
Rafale dg meteor bisa tembak pesawat warganyet yg masih di hanggar. SUdg rudal Astra bukan tandingan mom yg rongsokan
BalasHapusserius woiiii hantar T50 pesawat LATIHAN BASIC ke PITCH BLACK....HAHAHHAHA
BalasHapusNamanya latihan ya pakai pesawat latih. Bukan pesawat sewa. Ha ha h ha
BalasHapusKalau latihannya dg warganyet ya cukup pakai yg murah saja. Toh armada warganyet semua sudah usang dan banyak yg grounded.
BalasHapusapa Rafake pakai Meteor.....??? HAHAHAHHA
BalasHapusFSO dan IRST saja pakai FAKE DUMMY lagi GORILLA MEMBUAL meteor...HAHAHAHAHAH
mau tanya sejak bila INDIANESIA beli METEOR....HAHAHAHAH
Latihan itu harus SE level. Kalau latihan dg Singapura bolehlah kita pakai Rafale
BalasHapuskesian di hantar hanya T50 guys....HAHAHHAHA
BalasHapusKesiyan lihat warganyet. Begitu lihat meteor mereka pura2 buta. Ha ha ha ha.
BalasHapuspssstttt...... Patutlah RAFAKEnya MURAH....versi BASIC guys.....HAHAHAHAH
BalasHapusAPA T50..... HAHAHAHAHHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Perbandingan Status SIPRI (Transfer Senjata Berat)
Indonesia (Dominan - "Lembar Belanja Penuh"):
Udara: Akuisisi Rafale F4 (Prancis), pesawat angkut A400M Atlas, dan Air Refueling System.
Darat: Rudal Balistik BORA & KHAN (Turki).
Laut: Kapal PPA-L-Plus, mesin LM-2500, dan mesin kapal perang canggih.
Teknologi: Drone ANKA-S dan mesin TP400-D6.
Malaydesh (Stagnan - "Lembar Kosong"):
2020–2021: Hanya sebatas rencana (Planned).
2022: Terpilih tanpa kontrak (Selected Not Yet Ordered).
2023–2025: Vakum total (KOSONG) di laporan SIPRI, setara dengan Laos, Kamboja, dan Timor Leste.
2026: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait (Batal 4 kali).
-
Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
Global Firepower (GFP):
Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
Malaydesh: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Skala Ekonomi (PDB PPP):
Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari Malaydesh ($5,69 T vs $1,34 T).
Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
Kesiyan warganyet. Di laut TDK boleh pakai nsm, di udara TDK diijinkan pakai amraam. Ha ha ha ha maklum otak mereka blm sampai utk operasikan rudal canggih tsb
BalasHapusini kan yang T50 OMPONG RADAR tu....HAHAHAHAHHA
BalasHapusRafale dg meteor, buat pesawat warganyet seperti pesawat PD2. Bukan levelan kita
BalasHapusKAH...........KAH....KAH.....
BalasHapusvarian standar T-50i Golden Eagle yang dioperasikan
TNI AU (di Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi) memang tidak dilengkapi dengan radar penjejak sasaran (airborne radar) di bagian hidungnya. Karena tidak membawa radar, ruang di hidung pesawat tersebut awalnya diisi oleh ballast (pemberat) agar keseimbangan pesawat tetap terjaga.
Warganyet kirim pesawst apa ? Ha ha ha ha
BalasHapusMembual beli F50. Tapi zonk ha ha ha ha
BalasHapusSERIUS SANGAT LEMAH...RADAR saja OMPONG....HAHAHAHAHHA
BalasHapusTapi ironisnya T-50i saat hadir di Indonesia belum dibekali radar udara. Hal ini menjadikan operasional T-50i belum optimal 100% untuk misi tempur, seperti CAP (Combat Air Patrol). Bila ada kebutuhan operasi pertahanan udara yang mendesak, T-50i memang masih mampu beraksi dengan panduan dari radar ground control yang akan memandu pilot menuju sasaran. Namun untuk eksekusi tembakan, selanjutnya pilot hanya bisa mengandalkan kemampuan visual mata langsung. Ironisnya, karena tidak adanya perangkat radar, maka saat ini pada bagian dalam hidung pesawat hanya dibekali ballast (pemberat) agar pesawat seimbang.
Mau pakai f18 busuk tapi tak boleh tembak rudal tanpa ijin Amerika. Ha ha ha ha ha tolol parah
BalasHapusT50I yang di hantar guys...LEMAH......HAHAHAHAHHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
----------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2020–2025)
2020–2021: Status Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022: Status Selected Not Yet Ordered (Pemenang dipilih, tapi kontrak belum diteken).
2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
2024–2025: Status KOSONG (Vakum total, setara negara ekonomi kecil di ASEAN).
Kegagalan Utama: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali.
-
Metodologi Pembiayaan "Non-Tunai"
Karena krisis likuiditas, pengadaan alutsista beralih ke skema:
Leasing (Sewa): Digunakan untuk 32+ item (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator).
Barter Komoditas: Penggunaan CPO (Minyak Sawit) untuk FA-50 (Korsel) dan PT-91M (Polandia).
Hutang G2G/Kredit Ekspor: Pinjaman jangka panjang dari Korea Selatan (KEXIM), China (Eximbank), dan Turki untuk proyek LMS.
-
Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
Tren kenaikan beban finansial nasional:
2010: RM 407,1 Miliar (Awal pertumbuhan).
2018: RM 1,19 Triliun (Lonjakan akibat pengungkapan utang 1MDB & PPP).
2023: RM 1,53 Triliun (Warisan utang yang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim).
2025: RM 1,71 Triliun (Proyeksi Tinjauan Fiskal).
2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang tertinggi).
SERIUS SANGAT LEMAH...RADAR saja OMPONG....jom GELAK......HAHAHAHAHHA
BalasHapusTapi ironisnya T-50i saat hadir di Indonesia belum dibekali radar udara. Hal ini menjadikan operasional T-50i belum optimal 100% untuk misi tempur, seperti CAP (Combat Air Patrol). Bila ada kebutuhan operasi pertahanan udara yang mendesak, T-50i memang masih mampu beraksi dengan panduan dari radar ground control yang akan memandu pilot menuju sasaran. Namun untuk eksekusi tembakan, selanjutnya pilot hanya bisa mengandalkan kemampuan visual mata langsung. Ironisnya, karena tidak adanya perangkat radar, maka saat ini pada bagian dalam hidung pesawat hanya dibekali ballast (pemberat) agar pesawat seimbang.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
Malaydesh (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan Malaydesh sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, Malaydesh terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, Malaydesh beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.
Degradasi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 yang membatalkan tiket Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) menjadi simbol runtuhnya administrasi sistemik.
Kita punya f16 pun boleh dipakai utk digfight dg navy. Sementara warganyet harus ijin Amerika. H aha ha ha
BalasHapusBeli.oesawat tapi TDK bisa tembak rudal. Ha ha ha ha ha ha badut Sean memang lucu ha ha ha ha
BalasHapustak tahulah bagaiamana T50I INDIANESIA latihan dog fight masa Pitch Black guys..... pesawat saja tak ada radar..... ini dog fight versi WW2 guys pakai penglihatan mata je...KAH...KAH....KAH
BalasHapusBeli pesawat tapi tak diijinkan pakai amraam ha ha ha ha ha. Pesawat murahan tak layak di kasih amraam
BalasHapusHanya pesawat tempur murni boleh dikasih amraam, bukan pesawat latih tempel radar minta dipasang amraam. Ha ha ha ha ha
BalasHapuspssstttt..... jelas T50 BASIC hanya jadi bahan KETAWA di PITCH BLACK....HAHAHAHAHAH
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
-
Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
Hampir seluruh aset utama Malaydesh dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
guys..... SALAM T50 BASIC....HAHAHAHHA
BalasHapusF16 pun pakai amraam. Pesawat warganyet ?????? Ah sudahlah... Kesiyan bahasnya
BalasHapusFAKTA............KAH...........KAH....KAH.....
BalasHapusvarian standar T-50i Golden Eagle yang dioperasikan
TNI AU (di Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi) memang tidak dilengkapi dengan radar penjejak sasaran (airborne radar) di bagian hidungnya. Karena tidak membawa radar, ruang di hidung pesawat tersebut awalnya diisi oleh ballast (pemberat) agar keseimbangan pesawat tetap terjaga.
Awalnya... akhirnya dipasang ya gak perlu lapor ke Banglasia... kan akhirnya diundang pitch Black.
HapusBegitu saja kok bodoh si gempur waria untuk mengerti "awalnya"
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, Malaydesh tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
-
Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
-
Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.
Salam f590 versi AKAN yg tak pakai rudal amraam ha ha ha ha. Maklum warganyet hanya bisa beli pesawat versi murahan. Ha ha ha ha pesawat murahan
BalasHapusMANAKALA MALAYSIA...........FA50 BLOCK 20 pertama TUDM guys....HOREYYYYY
BalasHapushttps://x.com/JohnMYSreview/status/2077921800986792448
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
-
Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
-
Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.
kita donk uda kirim
BalasHapus✅️2012 Skuadron 11, ESYU 27/30
✅️2016 Skuadron 16, F16
✅️2018 Skuadron 3, F16
✅️2022 Skuadron 3, 16, F16
✅️2024 Skuadron 3, 16 , F16
tahun ini
✅️2026 Skuadron 15, T50I
menyusul
✅️Skuadron 1, Hawk
✅️Skuadron 12, Rafale
masa mendatang✨️
✅️KAAN, JITENCI, ESYU 35, BORA
wahh Skuadron tempur kita banyak yaa haha!✌️🦾🚀
kahsiyan tetangga seblah klaim ringgit berjaya tau tau Aset Menipis, tak mampu kirim jet ke PB , OSI Ogah Sponsor minyak lagi kapook haha!🤪🍌🤥
geng GORILLA tersakiti....HAHHAHAHA
BalasHapusU.S. Approves AIM-120 AMRAAM Missiles for Poland FA-50PL Jets Unlocking Beyond Visual Range Combat.
https://www.armyrecognition.com/news/aerospace-news/2026/u-s-approves-aim-120-amraam-missiles-for-poland-fa-50pl-jets-unlocking-beyond-visual-range-combat
Semakinnnnn Hampirrr haha!🤗😎🥳
BalasHapus✅️ASAGIRI
✅️MOGAMI
✅️OYASHIO
✅️TAIGEI
kahsiyan, warganyet semenanjung kuala lumpo, ketar ketir PANIK🔥KOYAK haha!🥶🍌😭
ngarep NSM tapi Batal, makloum NATO anggap BANANA🍌REPABLIK haha!🤣🍌😋
⬇️⬇️⬇️⬇️✅️✅️✅️✅️
https://x.com/ModJapan_en/status/2078008843028910142?fbclid=IwY2xjawTG_-VleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZA80MDk5NjI2MjMwODU2MDkAAR5KNSlvy42bzKxCsLIKzH-pdAYgK11FvRT0O3pC2PuW7qUYnmMtZ3iUG_wJhA_aem_AydlAMCGw4NbYcUkbp5mvg
Korea Aerospace Industries confirms: FA-50PL to be integrated with AMRAAM
BalasHapushttps://defence24.com/industry/korea-aerospace-industries-confirms-fa-50pl-to-be-integrated-with-amraam
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip Malaydesh melalui modernisasi aktif.
Peringkat 7: Malaydesh (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
-
Krisis Administrasi & Degradasi Aset
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.
-
Reputasi & Tekanan Internasional
Sanksi Olahraga: Sanksi CAS/AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3 dari Vietnam) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301 & IEEPA) oleh USTR yang mempersempit ruang fiskal untuk membayar utang nasional.
hantar T50I....??? HAHAHAHAHAH
BalasHapuspesawat BASIC LATIHAN MALAH OMPONG RADAR di hantar ke PITCH BLACK....HAHAHAHAHHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
----------------------------------
Status Realisasi Alutsista (Data SIPRI)
Indonesia (Dominasi Kawasan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Kapal PPA, Rudal Khan/Bora, dan drone ANKA-S. Terdaftar sebagai importir senjata ke-18 dunia.
Malaydesh (Vakum Total): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024-2025). Status merosot dari fase Planned (2020) hingga nihil transfer senjata berat.
Kegagalan Strategis: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti hilangnya daya beli cash, bahkan untuk aset bekas.
-
Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
Malaydesh (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
kita donk uda kirim
BalasHapus✅️2012 Skuadron 11, ESYU 27/30
✅️2016 Skuadron 16, F16
✅️2018 Skuadron 3, F16
✅️2022 Skuadron 3, 16, F16
✅️2024 Skuadron 3, 16 , F16
tahun ini
✅️2026 Skuadron 15, T50I
menyusul
✅️Skuadron 1, Hawk
✅️Skuadron 12, Rafale
masa mendatang✨️
✅️KAAN, JITENCI, ESYU 35, BORA
wahh Skuadron tempur kita banyak yaa haha!✌️🦾🚀
kahsiyan tetangga seblah klaim ringgit berjaya tau tau Aset Menipis, tak mampu kirim jet ke PB , OSI Ogah Sponsor minyak lagi kapook haha!🤪🍌🤥
Kita punyak METEOR...200KM🚀
sedangkan kl, SALAH BELI SALAH PILIH LCA murah N⛔️Amram C7 kena Blok haha!❌️😆🤥
NSM pun BATAL KENA BLOKIR NORWAY haha!🥶😵💫😭
psstttttt............... GORILLA makin TERSAKITI guys..........HAHAHAHAH
BalasHapusU.S. Approves AIM-120 AMRAAM Missiles for Poland FA-50PL Jets Unlocking Beyond Visual Range Combat.
https://www.armyrecognition.com/news/aerospace-news/2026/u-s-approves-aim-120-amraam-missiles-for-poland-fa-50pl-jets-unlocking-beyond-visual-range-combat
PEKANBARU - KL : 291 KM
HapusPONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
IDN ROK =
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
-
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
----------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
-----------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
==============
==============
🦧GORILA KLAIM =
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
-
GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
-
MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
Dulu kan saya dah kata.
Kontrak kami ada isi (ada wang).
Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 😅😅😅😅
Apa hantar T50i ke PITCH BLACK......??? bagus lagi hantar super tucano terus....HAHAHAHAHHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
Malaydesh terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
-
Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
-
Krisis Administrasi & Tekanan Global
Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 (pembekuan pengadaan) guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
Sanksi Internasional: Tekanan AS melalui Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA mempersempit ruang gerak fiskal negara.
Reputasi Regional: Kekalahan WO 0-3 (sanksi AFC/CAS) dan kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 mencerminkan keruntuhan sistemik di level administrasi nasional.
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).
PEKANBARU - KL : 291 KM
BalasHapusPONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
---------
1. RAFALE ± 1852 KM
2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
4. KAAN ± 1.100–1.400 km
---------
IDN ROK =
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
48 KF21 BLOCK II
-
An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
----------
2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
48 KAAN GEN 5
11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
-----------
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
6 RAFALE SEPTEMBER 2022
18 RAFALE AGUSTUS 2023
18 RAFALE JANUARI 2024
DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
(Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
==============
==============
🦧GORILA KLAIM =
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
-
GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
-
MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
Dulu kan saya dah kata.
Kontrak kami ada isi (ada wang).
Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
-
MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
Kalau ada gambar, post le.
Admin sila bantu! 😅😅😅😅
Nih Siyap2 ya M 😁
BalasHapusNambah Shopping2 M kita 🤗😘
Jika Air Marshal Yusuf Jauhari ikut dalam sesi foto, indikasi pembicaraan alutsista sudah memasuki tahap serius. Belum diketahui topik mana yang sedang dinegosiasikan Indonesia–Jepang dlm pertemuan tsb
💥 Asagiri-class destroyer
💥 Oyashio-class submarine
💥 Mogami-class frigate
https://x.com/i/status/2078039480871600468
klaim ringgit berjaya
BalasHapusGAGAL NGEMIS MINYAK ke osi,
negri🎰kasino genting Ngambek, Batal utus jet tempur ke PitchBlack 26 haha!🤪🍌❌️
masa mau dihantar T50 yang tiada radar tu.... Buat MALU ASEAN je....HAHAHAHAHAH
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
----------------------------------
Status Alutsista SIPRI (2020–2025): "Dua Tahun Kosong"
Vakum Total: Laporan SIPRI 2024–2025 menunjukkan status KOSONG. Malaydesh resmi sejajar dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
Tren Mundur: Berawal dari fase Planned (2020), lalu Selected Not Yet Ordered (2022), hingga akhirnya vakum total (2024–2025) karena ketiadaan dana tunai.
Kegagalan Simbolik: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan finansial, bahkan untuk membeli barang bekas sekalipun.
-
Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
FAKTA guys............KAH.....KAH....KAH.....
BalasHapusvarian standar T-50i Golden Eagle yang dioperasikan
TNI AU (di Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi) memang tidak dilengkapi dengan radar penjejak sasaran (airborne radar) di bagian hidungnya. Karena tidak membawa radar, ruang di hidung pesawat tersebut awalnya diisi oleh ballast (pemberat) agar keseimbangan pesawat tetap terjaga.
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
Hapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
KLAIM LCS CASH = LOAN
Keterlibatan 17 Kreditor: Sebuah Cerminan Kompleksitas dan Keparahan
Angka 17 kreditor ini bukan hanya sekadar angka, melainkan indikator multi-dimensi dari masalah yang sangat serius:
Keparahan Masalah Keuangan: Jika BNS membutuhkan pinjaman dari begitu banyak lembaga, ini menunjukkan bahwa satu atau dua kreditor saja tidak cukup (atau tidak mau) menanggung seluruh risiko. Masing-masing kreditor mungkin hanya bersedia memberikan porsi kecil karena persepsi risiko yang tinggi.
Kerumitan Struktur Utang:
Berbagai Jenis Utang: Kemungkinan melibatkan berbagai jenis pinjaman: utang bank komersial, obligasi, pinjaman dari lembaga keuangan non-bank, mungkin juga pinjaman sindikasi (beberapa bank patungan memberikan pinjaman besar).
Jangka Waktu Berbeda: Pinjaman-pinjaman ini bisa memiliki jangka waktu pembayaran yang bervariasi (jangka pendek, menengah, panjang), suku bunga yang berbeda, dan persyaratan (covenant) yang unik. Ini membuat pengelolaan utang menjadi sangat kompleks dan rentan terhadap kesalahan.
Prioritas Pembayaran: Dalam skenario default, menentukan siapa yang harus dibayar terlebih dahulu dari 17 kreditor ini bisa menjadi sangat rumit dan seringkali berujung pada perselisihan hukum.
Indikasi Kepercayaan yang Menurun: Semakin banyak kreditor kecil yang terlibat dibandingkan satu atau dua kreditor besar, bisa menunjukkan bahwa kreditor besar memiliki kekhawatiran yang cukup besar sehingga mereka tidak mau mengambil risiko terlalu banyak.
Tekanan Konstan: Dengan begitu banyak pihak yang harus dilayani (pembayaran bunga, pokok pinjaman), BNS akan berada di bawah tekanan konstan untuk menghasilkan uang, yang seringkali menyebabkan keputusan bisnis yang kurang strategis atau terburu-buru.
Dana Awal dari Pemerintah: Tidak Cukup atau Tidak Dikelola dengan Baik?
Pernyataan ini menyentuh akar masalah yang mungkin terjadi pada tahap awal proyek:
Tidak Cukup:
Perencanaan Anggaran Buruk: Perencanaan awal mungkin meremehkan total biaya proyek atau mengabaikan potensi risiko yang membutuhkan dana cadangan.
Kenaikan Biaya Tak Terduga: Proyek mungkin menghadapi kenaikan harga bahan baku, perubahan regulasi, atau masalah teknis yang tidak diantisipasi, sehingga dana awal menjadi tidak memadai.
Tidak Dikelola dengan Baik: Ini adalah skenario yang lebih mengkhawatirkan dan seringkali berkaitan erat dengan "dugaan penyalahgunaan dana".
Boros: Pengeluaran yang tidak perlu, pembelian dengan harga mahal, atau operasional yang tidak efisien menghabiskan dana lebih cepat.
Tidak Transparan: Kurangnya akuntabilitas dalam penggunaan dana, membuat sulit untuk melacak ke mana uang itu pergi.
Pengalihan Dana: Dana pemerintah yang seharusnya untuk tujuan spesifik malah dialihkan untuk kepentingan lain (termasuk penyalahgunaan pribadi atau politik).
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
Hapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
KLAIM LCS CASH = LOAN
💰 1. LIMITED DOMESTIC DEFENSE BUDGET
Malaydesh’s defense budget is modest — around 1% of GDP, which restricts large-scale acquisitions.
Instead of upfront payments, Malaydesh often negotiates deferred payment schemes, installment plans, or loans backed by export credit agencies (ECAs) from supplier countries.
These financing models allow Malaydesh to acquire high-value assets without immediate fiscal strain.
-----------------
⚙️ 2. Need for Advanced Technology and Capabilities
Malaydesh lacks the domestic capacity to produce high-end military platforms, so it turns to foreign suppliers:
Country Asset Procured Financing/Support Mechanism
🇰🇷 South Korea FA-50 Light Combat Aircraft Industrial offsets, local assembly, favorable terms
🇮🇹 Italy ATR-72 Maritime Patrol Aircraft G2G deal, possible ECA-backed financing
🇹🇷 Turkey ANKA MALE Drones Strategic partnership, tech transfer
These deals often include training, maintenance, and technology sharing, which Malaydesh cannot yet provide internally.
-----------------
🏭 3. Desire to Build Local Defense Industry
Malaydesh wants to reduce dependency and stimulate its own defense ecosystem:
Offsets: Foreign suppliers agree to invest in Malaydesh’s defense industry or transfer technology.
Joint Ventures: Local firms like Boustead Naval Shipyard (BNS) are involved in assembly and integration.
Local Assembly: 14 of the FA-50 jets will be assembled in Malaydesh, building technical capacity.
💸 Role of Loans in Defense Procurement
While not always disclosed as “loans,” Malaydesh’s defense deals often involve:
Export Credit Agency (ECA) Financing: Countries like Italy and South Korea use ECAs to offer low-interest loans or guarantees to support defense exports.
G2G Agreements: These bypass middlemen and commissions, reducing corruption risks and allowing for more favorable financing terms3.
Strategic Installment Plans
--------------------
1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
--------------------
1️⃣ DATA YANG MALAYDESH 2025
Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
Persentase terhadap PDB: 84.3%
Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2025
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
FAKTA guys............OMPONG RADAR....🔥🔥🤣🤣
BalasHapusvarian standar T-50i Golden Eagle yang dioperasikan
TNI AU (di Skadron Udara 15, Lanud Iswahjudi) memang tidak dilengkapi dengan radar penjejak sasaran (airborne radar) di bagian hidungnya. Karena tidak membawa radar, ruang di hidung pesawat tersebut awalnya diisi oleh ballast (pemberat) agar keseimbangan pesawat tetap terjaga.
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusMALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
BORROWING TO REPAY DEBT (2026–1998):
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
________________________________________
ANALISA LEMAHNYA MODERNISASI (STRUCTURAL WEAKNESS):
Anggaran Modernisasi <10%: Dari total RM 18-20 Miliar per tahun, sebagian besar habis untuk gaji dan pensiun. Dana pengadaan sangat minim.
Tanpa Perencanaan Jangka Panjang: Pengadaan dilakukan tahun-ke-tahun; proyek macet total jika anggaran tahun depan dipangkas (Contoh: Proyek LCS Gowind macet 10 tahun).
Daya Beli Hancur: Ringgit depresiasi drastis terhadap USD/EUR membuat harga alutsista impor menjadi tidak terjangkau.
Matra Udara (RMAF): MiG-29 pensiun (2015) tanpa pengganti; program MRCA ditunda terus sejak 2007; jumlah jet tempur siap tempur lebih sedikit dibanding 20 tahun lalu.
Matra Laut (RMN): Krisis kapal kombatan permukaan; program LCS (RM 9 Miliar) nol pengiriman hingga 2025; hanya mengandalkan 2 Scorpene dengan biaya rawat mencekik.
Matra Darat (TDM): Terfokus pada kontra-insurjensi, bukan perang modern; hanud hampir nol (hanya MANPADS); artileri ketinggalan zaman dibanding tetangga.
________________________________________
SKANDAL KORUPSI & MISMANAJEMEN (CORRUPTION EXPOSED):
Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran RM 9 Miliar disetujui 2011; RM 6 Miliar habis dibayar ke Boustead, tapi nol kapal terkirim hingga 2022. Desain diubah tanpa persetujuan AL; PAC menemukan dana disalahgunakan untuk kontrak kroni.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Dugaan komisi >EUR 100 Juta kepada makelar politik; terkait kasus pembunuhan Altantuya Shaariibuu. Merusak kredibilitas pertahanan internasional.
Mark-Up AV8 Gempita: Kontrak RM 7,5 Miliar untuk 257 kendaraan; harga per unit sangat mahal (~USD 7 Juta), jauh melampaui harga IFV Barat, namun kapabilitas tidak sebanding.
Skandal Helikopter MD530G: Pesanan 2016 (RM 321 Juta) tertunda bertahun-tahun; pengadaan suku cadang Nuri diduga digelembungkan (inflated prices) oleh firma yang memiliki koneksi politik tanpa keahlian teknis.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 9 MILIAR + MODERNISASI MACET 20 TAHUN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusMALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
BORROWING TO REPAY DEBT (2026–1998):
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN MATRA & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN UDARA & LAUT (AIR & NAVAL DECLINE):
TUDM (Udara) - Armada Tua:
F/A-18D Hornet: Dibeli pertengahan 90-an (8 unit), kini berusia 30 tahun. Suku cadang mahal, jumlah terlalu sedikit.
Su-30MKM: Diperoleh 2007 (18 unit), namun sering grounded akibat kelangkaan suku cadang. Kesiapan tempur sering di bawah 50%.
MiG-29 Fulcrum: Pensiun 2017 karena biaya rawat mencekik; hingga kini TIDAK ADA PENGGANTI, menciptakan gap besar.
C-130 & Nuri: Hercules era 70-an masih dipaksa terbang; Nuri pensiun 2019 setelah banyak kecelakaan maut tanpa pengganti cepat.
TLDM (Laut) - Krisis Kapal Permukaan:
Korvet Kasturi & Laksamana: Desain era 80-an, lambung kapal usang, ketahanan terbatas, dan sulit dirawat.
Frigat Lekiu: Berusia 25 tahun, peningkatan tengah umur (MLU) terus tertunda.
Kapal Selam Scorpene: Hanya 2 unit, biaya rawat sangat mahal, jumlah tidak cukup untuk patroli konstan.
Fiasco LCS: 6 kapal Gowind direncanakan sejak 2011, hingga 2025 nol unit terkirim akibat skandal dan mismanajemen.
________________________________________
KELEMAHAN STRUKTUR ANGKATAN DARAT (TDM):
Struktur Cacat: Besar di personel (~80.000) tapi sangat lemah di peralatan. Masih fokus pada kontra-insurjensi era komunis, bukan perang modern.
Kendaraan Lapis Baja Usang: Masih bergantung pada Condor & Sibmas era 80-an yang tidak tahan terhadap senjata modern/IED. AV8 Gempita hanya ada ~250 unit, terlalu sedikit untuk mengganti ribuan unit lama.
Tank (MBT) Inferior: Hanya 48 unit PT-91M (varian T-72 Polandia). Daya tembak kalah telak dibanding Leopard 2 (Indonesia/Singapura).
Artileri & Hanud Nihil: Bergantung pada meriam tarik (towed). Tanpa artileri roket (MLRS) dan TANPA rudal SAM jarak menengah/jauh. Sangat rentan terhadap serangan udara musuh.
Aviation: Kehilangan Nuri (2019). Helikopter serang MD530G tertunda bertahun-tahun dan hanya operasional dalam jumlah kecil. Tanpa helikopter serang berat.
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + ARMADA UDARA/LAUT USANG + DARAT TANPA HANUD = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
BalasHapusINDONESIA = SIPRI SHOPPING
MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
==============
2016 PRANK NEXTER
Nexter in cooperation with Advanced Defense Systems (ADS) is proposing the CAESAR 155mm 52 .cal self propelled howitzer to the MALAYDESH Army, in order to fill a capability gap. An LoI is signed during day three of DSA 2016. 20 units are to be supplied, which include the supporting vehicles, and will boost the MALAYDESH Army's firepower inventory.
--
2023 PRANK MKE
The MALAYDESH Ministry of Defence has reportedly reviewing its planned acquisition of Yavuz 155mm
--
2022 PRANK KDS
MALAYDESH is expected to conclude a deal with Slovakia for the supply of EVA 155mm self-propelled howitzers for the MALAYDESH Army.
-------------------------------------
The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
-
SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
-
SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
-
SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
-
SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
-
SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
-
NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
-
ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
(5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
BalasHapusINDONESIA = SIPRI SHOPPING
MALAYDESH : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
----------------
GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
Federal Government Debt
• End of 2024: RM 1.25 trillion
• END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
• Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
Household Debt
2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
==============
DIBAWAH KAKI =
LAOS
VIETNAM
MYANMAR
BANGLADESH
KENYA
-
The ‘CAESAR CLUB’ aims to bring together its different user countries and share feedback. Around the manufacturer, KNDS, the officialization in Canjuers gathered countries using the self-propelled howitzer: France (76), Thailand (6), Saudi Arabia (132), Indonesia (55), Czech Republic (62), Belgium (9 GN ordered) and Lithuania (18). And Ukraine for several months.
-
SPH MYANMAR : That is the main reason why Myanmar bought large number of SH 1 howitzers in early 2010s. Currently there are as many as 72 SH 1 howitzers in Myanmar inventory and they are used extensively in many counter insurgency operations.
-
SPH LAOS : At the end of 2017, a unit of the Lao People's Army Artillery Division surprised the regional military observers with the publicity of CS/SH1's self-evident training image.
-
SPH FILIPINA : Philippine Army operates two batteries of ATMOS 155 self-propelled guns which consist of 6 mobile firing units each (12 total) has been delivered by Elbit Systems.
-
SPH THAILAND : THailand mengakuisisi sistem meriam swagerak (self-propelled gun-howitzer) kaliber 155 mm untuk melindungi wilayah perbatasan timur Negara Gajah Putih dengan Kamboja.
-
SPH VIETNAM : Over the past decade the People's Army of Vietnam developed homebuilt self-propelled howitzers using leftover M101 self-propelled guns combined with the chassis of Ural trucks & M548 tracked cargo carriers
-
NORA B-52 = CYPRUS, ALGERIA, KENYA, AZERBAIJAN, BANGLADESH AND MYANMAR
This artillery system, beyond the domestic market, has seen a fair amount of success in international sales to Cyprus, Algeria, Kenya, Azerbaijan, Bangladesh and Myanmar.
-------------------------------------
The MALAYDESH army has faced some challenges, including corruption and issues with military personnel:
• Corruption
MALAYDESH 's military has been involved in corruption, and the country's military doctrine doesn't recognize it as a threat. The Integrity Plan addresses corruption, but it's not a strategic document, and commanders don't receive training on corruption issues before deployments.
• Military personnel
Some say that military personnel have struggles with thinking skills, decision-making, and problem-solving.
• Logistics
Some say that MALAYDESH has had problems ensuring the readiness of the MALAYDESH Armed Forces (MAF) in the face of threats
-
ZONK PRANK = SPH LCS MRCA MRSS
(5x Perdana Menteri & 6x Menteri Pertahanan):
2011: Najib Razak | Ahmad Zahid Hamidi
2015: Najib Razak | Hishammuddin Hussein
2018: Mahathir Mohamad | Mohamad Sabu
2020: Muhyiddin Yassin | Ismail Sabri
2021: Ismail Sabri | Hishammuddin Hussein
2022: Anwar Ibrahim | Mohamad Khaled Nordin
GEMPUR LAGI MELAWAK, EH MALAH SI PENGANGGURAN TUKANG NYAMPAH NGAMUK
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Perbandingan Status Strategis (SIPRI 2024–2025)
Indonesia (Status Dominan): Memiliki "Daftar Belanja Penuh" mencakup aset mutakhir seperti Rafale F4, KF-21 Boramae, A400M Atlas, dan Kapal PPA. Masuk dalam daftar 40 besar importir senjata dunia (Peringkat 18).
Malaydesh (Status Vakum): Laporan SIPRI menunjukkan angka KOSONG selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer alutsista berat yang terealisasi, menempatkan posisinya setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
-
Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
Malaydesh (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
-
Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
Malaydesh (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
Hapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
KLAIM LCS CASH = LOAN
Fenomena "Galakan Pinjaman" atau meminjam untuk menutupi pinjaman lama
Peningkatan Utang Nasional:
Ketika pemerintah secara konsisten meminjam untuk membayar utang lama, ini dapat menyebabkan peningkatan kumulatif dalam utang nasional. Tanpa peningkatan pendapatan yang seimbang atau restrukturisasi utang yang efektif, beban utang dapat terus membengkak.
Dampak pada Anggaran:
Pembayaran pokok dan bunga utang menjadi pos pengeluaran yang signifikan dalam anggaran negara. Jika sebagian besar pendapatan negara dialokasikan untuk melayani utang, ini dapat membatasi kemampuan pemerintah untuk berinvestasi dalam sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pembangunan ekonomi.
Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
Praktik ini membuat pemerintah lebih bergantung pada pasar keuangan untuk pembiayaan. Volatilitas pasar, perubahan suku bunga, dan persepsi investor tentang kesehatan fiskal negara dapat memengaruhi kemampuan pemerintah untuk mendapatkan pinjaman baru dengan kondisi yang menguntungkan.
Tingkat Utang Pemerintah Malaydesh:
Pemerintah Malaydesh telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk menjaga tingkat utang pada batas yang wajar. Batas statuta untuk utang federal seringkali menjadi tolok ukur penting. Meskipun demikian, ada perdebatan yang berkelanjutan mengenai 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN dan tingkat utang pemerintah. Misalnya, pada masa pandemi COVID-19, pemerintah terpaksa meminjam lebih banyak untuk membiayai paket stimulus dan dukungan ekonomi.
Penyebab:
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan "galakan pinjaman" termasuk:
🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN yang Persisten: Pengeluaran lebih besar dari pendapatan.
Kewajiban Jangka Panjang: Proyek infrastruktur besar atau komitmen masa lalu yang memerlukan pembiayaan berkelanjutan.
Perlambatan Ekonomi: Penurunan pendapatan pajak akibat aktivitas ekonomi yang melambat.
Guncangan Eksternal: Krisis keuangan global, pandemi, atau harga komoditas yang bergejolak yang memengaruhi pendapatan negara.
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusMALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
BORROWING TO REPAY DEBT (2026–1998):
-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
2026 MALONDESH = PHK MASSAL
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT
--------------------------------
MALONDESH.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN DOKTRIN & MISKIN
2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik global (Reuters).
2026 MALONDESH = PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KELUMPUHAN DOKTRIN PERTAHANAN (DOCTRINAL FAILURE):
Warisan COIN yang Terpaku: Doktrin militer masih terjebak pada era pemberontakan komunis (1948–1989). Fokus pada perang hutan dan infanteri ringan, bukan kekuatan pemukul berat modern.
Gagal Transisi ke Perang Konvensional: Saat tetangga (Indonesia, Singapura, Vietnam) beralih ke combined arms (tank + artileri + drone), Malondesh tetap pada postur statis. Hanya punya 48 tank PT-91M tanpa bantuan tembakan artileri jarak jauh yang memadai.
Abaikan Operasi Gabungan (Joint Ops): Matra berjalan sendiri-sendiri (siloed). AU kekurangan pesawat pendukung udara dekat, dan AL tidak punya kapasitas angkut amfibi untuk mengerahkan AD secara cepat.
Doktrin Reaktif & Defensif: Kebijakan (Kertas Putih 2019) terlalu fokus pada ancaman non-tradisional (bajak laut, bencana) sehingga meremehkan ancaman eksternal nyata seperti klaim China di Laut Cina Selatan.
Buta Teknologi Modern: Tidak ada penekanan pada perang drone, perang elektronik, siber, atau network-centric warfare. Masih mengandalkan operasi manual berbasis infanteri (Contoh kegagalan: Respon lambat saat krisis Lahad Datu 2013).
________________________________________
KELEMAHAN FATAL ANGKATAN LAUT (TLDM):
Armada Kecil & Menua: Hanya memiliki kurang dari 10 kapal perang "serius". Frigat kelas Lekiu (1999) usang; kelas Kasturi (1980-an) sudah renta; korvet kelas Kedah hanya dipersenjatai ringan setingkat kapal patroli.
Kekuatan Kapal Selam Lumpuh: Hanya 2 unit Scorpene dengan biaya operasional sangat mahal. Tidak mampu menjaga kehadiran konstan di laut jika dibandingkan Vietnam (6 Kilo) atau Singapura (4 kapal selam canggih).
Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek tulang punggung modernisasi AL sejak 2011 hancur akibat korupsi. Satu dekade hilang tanpa satu pun kapal baru terkirim. Biaya membengkak dari RM 6 Miliar menjadi >RM 11 Miliar.
Penerbangan AL & Dukungan Lemah: Helikopter Super Lynx & AW139 sangat terbatas; kapasitas angkut amfibi tidak cukup untuk pengerahan pasukan besar ke Sabah/Sarawak.
Kanibalisme Anggaran: Modernisasi AL terus kalah bersaing dengan porsi gaji AD dalam pembagian anggaran pertahanan yang kecil (hanya 1% PDB).
KESIMPULAN:
FISKAL LUMPUH + DOKTRIN KUNO + FIASCO LCS RM 11 MILIAR = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL
pesawat LATIHAN yang tiada RADAR di hantar ke PITCH BLACK....??? HAHAHAHAHA
BalasHapusSURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
Hapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
-
Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.
-
Dampak pada Posisi Kawasan (GFP 2026)
Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Kelemahan Maritim: Absennya Korps Marinir dan armada yang menua membuat Malaydesh rentan dalam sengketa di Laut China Selatan (LCS).
-
Ringkasan Perbandingan 2026
Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN), belanja agresif, rasio utang sehat.
Malaydesh: Peringkat 42 (Papan Bawah), lembar belanja kosong, terjebak hutang dan korupsi.
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
Hapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
ANALISIS PROYEKSI PELUNASAN HUTANG MALAYDESH 2053 VS. TREN PENAMBAHAN HUTANG TERKINI
1. Latar Belakang Proyeksi 2053
Malaydesh meramalkan dapat melunasi seluruh hutang pemerintah pada 2053 dengan asumsi tidak ada pinjaman baru untuk defisit atau refinancing mulai 2024.
Per akhir 2022, total hutang pokok pemerintah Persekutuan tercatat RM 1,079.6 miliar atau 60.4% dari PDB; jika memasukkan liabilitas lain, jumlahnya mencapai RM 1.45 triliun (80.9% PDB).
===========
Faktor Pemicu Penambahan Hutang
Pembiayaan 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN yang terus berlangsung
Perpanjangan/rollover surat utang yang matang
Kenaikan biaya layanan hutang (Debt Service Charges naik dari RM 30.5 miliar 2018 ke RM 41.3 miliar 2022)
Kontinjensi liabilitas: jaminan pemerintah, 1MDB, dan liabilitas lainnya
Penurunan pertumbuhan pendapatan pajak saat ekonomi melambat
===========
Kesimpulan
Proyeksi pelunasan 2053 bersandar pada “nol pinjaman baru” — skenario yang saat ini jauh dari kenyataan. Tren pembiayaan defisit dan refinancing terus mengerek total hutang ke rekor baru. Tanpa langkah konsolidasi fiskal dan reformasi struktural yang tegas, target 2053 akan terus tertunda.
===========
📊 Hutang Isi Rumah Malaydesh – Gambaran & Implikasi
Data yang anda kongsikan daripada Bank Negara Malaydesh (BNM) memang mencerminkan satu realiti penting dalam ekonomi serantau:
Nilai: RM1.65 trilion (setakat Mac 2025)
Nisbah terhadap KDNK: 84.3%
Kedudukan: Tertinggi di ASEAN untuk nisbah hutang isi rumah/KDNK
🔍 Kenapa angka ini tinggi?
Akses mudah kepada kredit – Kad kredit, pinjaman peribadi, dan skim pembiayaan kenderaan/perumahan yang meluas.
Harga rumah yang meningkat – Ramai bergantung pada pinjaman jangka panjang.
Kos sara hidup yang tinggi, memaksa sebahagian isi rumah bergantung kepada hutang untuk menampung perbelanjaan.
Pertumbuhan pendapatan yang perlahan berbanding kenaikan kos dan komitmen hutang.
📈 Implikasi kepada ekonomi & rakyat
Kerentanan kewangan – Isi rumah lebih terdedah jika kadar faedah naik atau ekonomi meleset.
Kesannya kepada penggunaan – Perbelanjaan pengguna mungkin berkurangan kerana sebahagian pendapatan digunakan untuk membayar hutang.
Kestabilan kewangan negara – Bank pusat perlu mengimbangi pertumbuhan ekonomi dengan risiko kredit.
NOT PAID MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
HapusREVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
MALAYDESH = FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the Malaydesh government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYDESH DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
Malaydesh Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYDESH 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
---------------------------------
Analisa "The Great Decoupling" (Pemisahan Kasta Ekonomi)
Indonesia keluar dari level regional dan masuk ke elit global:
Skala Ekonomi (PPP): Indonesia Peringkat 6 Dunia (US$ 5,69 Triliun). Secara riil, ekonomi Indonesia 4,24 kali lipat lebih besar dari Malaydesh.
Kesehatan Fiskal: Rasio utang Indonesia aman (<40%), sedangkan Malaydesh kritis (>60%) dengan beban bunga utang yang mencekik belanja alutsista.
Leverage Global: Indonesia mengontrol 60% nikel dunia dan menjadi pusat gravitasi energi kawasan (Batu Bara).
-
Fenomena Demiliterisasi De Facto Malaydesh
Kondisi yang menyebabkan kelumpuhan pertahanan tetangga:
Negara Tukang Sewa (Leasing State): Akibat gagal bayar tunai, mobilitas militer bergantung pada sewa (Helikopter Black Hawk/AW139).
Siklus "Prank" Pertahanan: Kegagalan kontrak berulang sejak 2005 (Rafale, Tejas, hingga F-18 Kuwait yang resmi batal pada 2026).
Pembekuan Total: Kebijakan PM Anwar Ibrahim untuk menghentikan seluruh pengadaan akibat skandal korupsi sistemik di Kemenhan.
-
Kesimpulan Strategis 2026
Indonesia: Menjadi Hegemon Mutlak di Asia Tenggara dengan kekuatan finansial dan militer yang setara dengan negara G7 (Prancis/Inggris).
Malaydesh: Terjebak dalam Stagnasi Permanen dan penurunan kelas menjadi negara berkekuatan militer lemah di level ASEAN (Grup "Salam Kosong").
PITCH BLACK PUNYA STANDART TINGGI UNTUK ASET YANG DATANG SO T-50I KING INDO SUDAH TERMASUK DAPAT IKUT LATIHAN BERGENGSI TERSEBUT....MANAKALA MALAYDESH TIDAK ADA KIRIM ASET SO PESAWAT MALAYDESH TIDAK LAYAK AKA RONGSOK 🤣🤣😂🤣🤣😂🤣🤣😂
BalasHapustak hanya NSM BATAL❌️
BalasHapusehh Pitch Black pun negri🎰kasino genting.. Batal kirim jet❌️ haha!🤣🍌🤫
negri para pembual lagi Jimat Kos Mode alias DMISKINOS haha!😝😆🍌
eitttt T50i kita tercatat, pesawat latih termahal $240/6= $ 40 jut/bijik
BalasHapuskomplit radar donk haha!👍✌️😉
yang parah fa50(Murah) uda pasti tanpa radar panthom strike haha!😆🍌😭
masi Kosonkk👻
NO AMRAAM
BalasHapusNO NSM haha!⛔️❌️😆
5x RAJA MALAYDESH = ZONK MRCA SPH LCS NSM
BalasHapus5x PM MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
6x MINDEF MALAYDESH = PRANK MRCA SPH LCS NSM
-
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
MALAYDESH : FITTED FOR BUT NOT PAID
--------------------------------
1️⃣DATA UTANG MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun
-
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun
-
Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% (Overlimit Batas 65%/PDB)
-
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
--------------------------------
2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
-
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
-
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
-
➡️Total Beban Kumulatif Per Warga Malaydesh : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
KLAIM LCS CASH = LOAN
1. Budget Allocation for Defence:
Annual Budget: Each year, the Malaydeshn government allocates a portion of its national budget to the Ministry of Defence (MINDEF). This allocation covers operational expenses (salaries, maintenance, training), procurement of new equipment, and infrastructure development.
Priorities: The size of the defence budget is determined by various factors, including the perceived security threats, regional geopolitical landscape, economic conditions, and the government's overall strategic priorities.
Transparency: Details of the defence budget, particularly specific procurement projects and their funding sources, are not always fully transparent, which can make it challenging to track the exact correlation with loans.
2. Military Procurement and Modernization:
High Costs: Modern military equipment (fighter jets, naval vessels, armoured vehicles, advanced weaponry) is extremely expensive.
Modernization Plans: Malaydesh, like many nations, has ongoing military modernization plans to replace aging assets and enhance its defence capabilities. These plans often span several years and require significant investment.
"Buy Malaydeshn" vs. Imports: While there's a push to support local defence industries, many high-tech systems still need to be imported from foreign manufacturers.
3. Impact on the National Budget and Economy:
Debt Servicing: Repaying military loans (principal and interest) becomes a recurring expenditure in the national budget. This can divert funds from other critical sectors like education, healthcare, or infrastructure development.
Fiscal Space: Excessive reliance on military loans can constrain the government's fiscal space, limiting its ability to respond to economic shocks or invest in other priorities.
Currency Fluctuations: If loans are denominated in foreign currencies, fluctuations in exchange rates can increase the cost of repayment in Ringgit.
Opportunity Cost: Every Ringgit spent on military loans is a Ringgit that cannot be spent elsewhere, representing an opportunity cost for the nation's development.
4. Factors Influencing Loan Decisions:
Urgency of Need: Geopolitical tensions or perceived immediate threats can accelerate procurement decisions, making loans a more attractive option to acquire equipment quickly.
Cost-Benefit Analysis: Governments are supposed to conduct a cost-benefit analysis before taking out loans, considering the strategic importance of the equipment versus the financial implications.
Diplomatic Relations: Loan offers, especially from foreign governments, can be tied to broader diplomatic and strategic relationships.
Transparency and Accountability: The level of transparency in procurement processes and loan agreements is crucial for public accountability and ensuring that funds are used efficiently and without corruption.
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALAYDESH (1998–2026):
BalasHapus-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
---------------------------------
DATA UTANG MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk Malaydesh 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALAYDESH 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
---------------------------------
Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
Malaydesh: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
Malaydesh: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.
-
Dampak Administrasi & Diplomasi
Stabilitas Politik: Indonesia memiliki kontinuitas kebijakan, sementara Malaydesh mengalami ketidakstabilan (5x PM, 6x Menhan) yang melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
Reputasi Sektoral: Kegagalan administrasi di bidang pertahanan selaras dengan kegagalan di bidang olahraga (sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 dari Vietnam) yang mencerminkan penurunan pengaruh regional.