The 100 m LCH that will be constructed by Austal, based on the Damen LST100 design (image: Austal)
The National Reconstruction Fund Corporation (NRFC) is providing $245 million of debt to Austal Defence Shipbuilding Australia Pty Ltd (Austal Defence Australia (ADA)) to build an advanced manufacturing facility that will enable local production of Landing Craft Heavy (LCH) for the Australian Army at Western Australia’s Australian Marine Complex (AMC).
ADA is a subsidiary of Austal Limited (ASX: ASB), an Australia-based shipbuilder and Defence prime contractor that specialises in the design, construction and support of defence and commercial vessels. The Commonwealth of Australia (CoA) and ADA executed the Strategic Shipbuilding Agreement (SSA) in 2025, making ADA Defence’s Strategic Shipbuilder in Western Australia.
Under the Agreement ADA has been contracted to manufacture eight Landing Craft Heavy (LCH) vessels by 2038. The LCH will be capable of transporting more than 500 tonnes of embarked personnel, vehicles and equipment by sea, including long-range precision strike weapons and other units. This will greatly enhance the Australian Defence Force’s littoral capability, and support humanitarian and disaster relief.
NRFC funding will be used to construct and fit out ADA’s AMC facilities with modular manufacturing capabilities to ensure delivery of the LCH project.
Austal already employs around 1,200 people in Australia and NRFC investment in the LCH project is expected to create an additional 780 Western Australia based roles in skilled trades, engineering and advanced manufacturing.
NRFC’s investment is subject to completion of finance documentation and satisfaction of conditions customary for a transaction of this nature.
(NRF)

kiraiin ada turkiyem haha!πππ€
BalasHapus1. MISKIN = TIAP TAHUN : ASET MILITER SEWA
BalasHapus2. MELARAT = TIAP TAHUN : HUTANG GOVT BERTAMBAH
3. KERE = TIAP TAHUN : HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
4. TERUK = TIAP TAHUN : DEFISIT
5. FAKIR = TIAP TAHUN : HANYA BAYAR FAEDAH
-
1. STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
• Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
• Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
• Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
• Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
--------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
--------------------------------
3. REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
• Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
--------------------------------
π 1. Structural Causes of Weak Modernization
Small overall defense budget
Around RM18–20B annually (≈ USD 3.5–4B), much lower than neighbors.
Most of it goes to salaries & pensions → modernization share <10%.
No Multi-Year Planning
Procurement is done on a year-by-year basis, so long projects stall if next year’s budget is cut.
Example: LCS Gowind frigates stuck for a decade because funds were not consistently released.
Currency Weakness
Weapons priced in USD/EUR, while ringgit has depreciated.
RM19B sounds large, but only USD 4B in real purchasing power.
________________________________________
π 2. Key Military Branch Problems
✈️ Air Force (RMAF)
MiG-29 retired (2015) → never replaced, leaving capability gap.
Su-30MKM → advanced but expensive to maintain, low flying hours.
F/A-18D Hornet → old fleet, insufficient numbers.
MRCA program (new multirole fighter) → repeatedly delayed since 2007 due to lack of funds.
MALE UAV program → still limited, while neighbors already deploy combat drones.
π Result: RMAF today has fewer fighters in service than 20 years ago.
________________________________________
π’ Navy (RMN)
Gowind LCS frigate program (RM9B) → delayed over 10 years, still undelivered (as of 2025).
Patrol fleet → many ships >30 years old, suffering from low readiness.
Submarines (ScorpΓ¨ne) → only 2 units, high maintenance costs limit patrol days.
LMS Batch 1 → Chinese-built, limited combat capability.
LMS Batch 2 → delayed due to funding debates.
π Result: RMN faces critical shortfall in surface combatants for South China Sea patrols.
________________________________________
πͺ Army (TDM)
Mechanization → limited. AV8 Gempita produced locally, but expensive → numbers restricted.
Air defense → virtually nonexistent, only MANPADS.
Artillery → outdated, limited range compared to regional peers.
Helicopters & transport → too few, most missions still rely on aging Nuri replacements (EC725).
π Result: Army still manpower-heavy, low-tech, designed for counterinsurgency not modern warfare.
MEMBUAL CASH = HUTANG ASET MILITER = SEWA
BalasHapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
BERIKUT PENJELASAN RINCI BERDASARKAN PERBANDINGAN STRUKTUR, KEBIJAKAN, DAN KAPASITAS INDUSTRI PERTAHANAN
----------------
π ️ 1. Struktur dan Sejarah Industri Pertahanan
• Indonesia:
o Memiliki BUMN strategis seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk pesawat, PT Pindad untuk senjata dan kendaraan tempur, dan PT PAL untuk kapal perang.
o Sejak era Orde Baru, Indonesia sudah mengembangkan industri militer domestik sebagai bagian dari strategi kemandirian alutsista.
o Produk unggulan: pesawat CN-235 dan N-219, tank medium Harimau, kapal perang jenis korvet dan LPD.
-
• MALONSIA:
o Tidak memiliki BUMN militer sekuat Indonesia. Industri pertahanan lebih bergantung pada kerja sama luar negeri dan pengadaan langsung.
o Beberapa perusahaan seperti DefTech dan Boustead Naval Shipyard ada, tapi belum mampu memproduksi sistem senjata kompleks secara mandiri.
o Proyek kapal tempur Littoral Combat Ship (LCS) mengalami keterlambatan dan kontroversi besar.
----------------
π° 2. Anggaran dan Skala Militer
• Indonesia:
o Anggaran pertahanan lebih besar dan jumlah personel militer jauh lebih banyak: 400.000 personel aktif dan 400.000 cadangan, plus 250.000 paramiliter.
o Skala kebutuhan militer yang besar mendorong pengembangan industri dalam negeri.
-
• MALONSIA:
o Personel aktif hanya sekitar 113.000, dengan cadangan 51.600 dan paramiliter 100.000.
o Skala kebutuhan lebih kecil, sehingga tidak mendesak untuk membangun industri militer mandiri.
----------------
π§ 3. Kebutuhan Geopolitik dan Strategis
• Indonesia:
o Negara kepulauan dengan ribuan pulau dan perbatasan laut yang luas, membutuhkan kapal perang dan pesawat patroli untuk menjaga kedaulatan.
o Konflik perbatasan seperti Ambalat dan potensi ancaman di Laut Natuna Utara memperkuat urgensi pengembangan alutsista.
-
• MALONSIA:
o Fokus pertahanan lebih pada pengamanan internal dan kerja sama regional, bukan kemandirian industri militer.
o Ketergantungan pada aliansi dan pembelian dari negara lain seperti Prancis, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
KOPONG = OMPONG ........
BalasHapusTORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
-
• Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
• Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
• Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
• Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
-------------------------------
Analisa Fenomena "BORROWING TO REPAY DEBT" (2018–2026)
MALONSIA terjebak dalam Debt-Servicing Cycle kronis, di mana pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama:
Titik Nadir (2023): Rekor tertinggi 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) lari ke pembayaran utang lama.
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58% - 58,9%. Artinya, lebih dari separuh uang yang dipinjam negara tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti nyata keputusasaan fiskal melalui metode open donation rakyat untuk membantu utang negara yang menembus RM1 Triliun.
-
Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
-
Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
-
Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALONSIA.
gocip2 semakin HOTπ₯
BalasHapus2026 setelah kedatangan heli2 Ruski Partyπ₯³
2027 bakal berdatangan heli2 Super Ras Otan gaesz...
dari koboi sampe yurop saut2an MENYALA haha!π₯π€π
sementara negriπ°kasino genting, heli SEWA gak ada satupun datang...PARAAAHHH haha!πππ€£
Singapura stop eksport BBM.... INDIANESIA LUMPUH TOTAL... π₯π₯π€£π€£
BalasHapusKetergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia
https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia
NET IMPORTIR Yaaaa ....
Hapus-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
KLAIM KAYA SHOPIING = 2 TAHUN SIPRI (2024-2025) KOSONG....
INDONESIA = SIPRI SHOPPING
6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
MALONYET : 2 TAHUN (2025-2024) NOL = KOSONG
-
5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
-
5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
----------------
MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
5x GANTI PM
6x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
-
MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
5x GANTI PM
5x GANTI MOD
6x GANTI MOF
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
π 1. Procurement Weaknesses
a. Stop–Go Procurement
• Major projects (fighters, ships, armored vehicles) are often announced, delayed, or cancelled depending on which government is in power.
• No stable multi-year defense budget → contractors cannot plan effectively → delays & cost escalation.
Example:
• MRCA fighter replacement: in discussion since 2009, but never finalized → MiG-29s retired in 2017 without replacement.
________________________________________
b. Political Interference
• Contracts sometimes awarded to politically connected companies rather than the most capable suppliers.
• Domestic firms given contracts they cannot deliver on, leading to project mismanagement.
Example:
• Littoral Combat Ship (LCS) scandal: RM9 billion allocated in 2011 for 6 ships. As of 2025, none are delivered, funds mismanaged, and Navy stuck with 1980s-era ships.
________________________________________
c. Corruption & Lack of Transparency
• Defense procurement in MALONYET has often been opaque, with corruption scandals undermining delivery.
• This creates mistrust in both local industry and international partners.
________________________________________
π 2. Supply Chain Weaknesses
a. Heavy Foreign Dependence
• MALONYET imports almost all high-end systems:
o Fighters → Russia, US, UK
o Ships → France, Germany, locally assembled with foreign parts
o Vehicles → Turkey, South Korea
• Spare parts must come from abroad, which is expensive, slow, and vulnerable to geopolitical disruptions.
________________________________________
b. Poor Local Industrial Capacity
• Local defense industry (Boustead, DefTech, etc.) has limited expertise.
• They rely on foreign designs and technology transfer.
• When local firms are given contracts they cannot handle → projects stall or quality suffers.
________________________________________
c. Spare Parts Shortages
• Weak procurement planning → parts not stockpiled properly.
• Old systems (MiG-29s, Condors, etc.) → parts no longer manufactured.
• This leads to “cannibalization”, where one aircraft or vehicle is stripped to keep others running.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
HapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
NET IMPORTIR Yaaaa ....
-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
NET IMPORTIR Yaaaa ....
Hapus-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
Singapura stop eksport BBM.... INDIANESIA LUMPUH TOTAL... π₯π₯π€£π€£
BalasHapusKetergantungan BBM RI: 60% Bensin Impor dari Singapura-Malaysia
https://nasional.kontan.co.id/news/ketergantungan-bbm-ri-60-bensin-impor-dari-singapura-malaysia
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Definition of Readiness
• Military readiness is the ability of armed forces to deploy, fight, and sustain operations effectively.
• It depends on:
o Personnel training and morale
o Equipment availability and functionality
o Supply chains, spare parts, and logistics
o Command, control, and operational planning
________________________________________
π 2. Factors Reducing Readiness in MALONYET
a. Aging Equipment
• Many systems are decades old:
o Army: Condor APCs (1980s), aging artillery
o Air Force: Hawks, F/A-18D, Su-30MKM maintenance-dependent
o Navy: Corvettes and patrol ships from the 1980s and 1990s
• Aging equipment is less reliable and requires more maintenance, reducing operational availability.
b. Weak Operations & Maintenance (O&M)
• Underfunded O&M (~20–25% of defense budget) leads to:
o Aircraft grounded for spare parts or repairs
o Ships docked for extended periods
o Vehicles in depots awaiting maintenance
• Result: Even available personnel cannot train on or deploy operational equipment.
c. Limited Procurement & Modernization
• Programs like LCS, MRCA, and AV-8 Gempita delayed or scaled down → old platforms overused
• Delayed modernization keeps capabilities obsolete, reducing effective combat power
d. Personnel vs Equipment Imbalance
• ~60% of the budget goes to salaries → large manpower, small equipment share
• Large number of soldiers and pilots, but few operational assets to use → readiness suffers
e. Short Training Hours
• Reduced O&M funds → limited exercises, flight hours, and sea days
• Consequences:
o Pilots lose proficiency
o Sailors have fewer operational patrols
o Soldiers have limited live-fire or armored vehicle training
f. Political Interference & Short-Termism
• Stop-go projects and annual budgeting → unpredictable availability of equipment
• Forces cannot plan for sustained readiness when budgets, programs, and leadership priorities keep changing
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Definition of Readiness
• Military readiness is the ability of armed forces to deploy, fight, and sustain operations effectively.
• It depends on:
o Personnel training and morale
o Equipment availability and functionality
o Supply chains, spare parts, and logistics
o Command, control, and operational planning
________________________________________
π 2. Factors Reducing Readiness in MALONYET
a. Aging Equipment
• Many systems are decades old:
o Army: Condor APCs (1980s), aging artillery
o Air Force: Hawks, F/A-18D, Su-30MKM maintenance-dependent
o Navy: Corvettes and patrol ships from the 1980s and 1990s
• Aging equipment is less reliable and requires more maintenance, reducing operational availability.
b. Weak Operations & Maintenance (O&M)
• Underfunded O&M (~20–25% of defense budget) leads to:
o Aircraft grounded for spare parts or repairs
o Ships docked for extended periods
o Vehicles in depots awaiting maintenance
• Result: Even available personnel cannot train on or deploy operational equipment.
c. Limited Procurement & Modernization
• Programs like LCS, MRCA, and AV-8 Gempita delayed or scaled down → old platforms overused
• Delayed modernization keeps capabilities obsolete, reducing effective combat power
d. Personnel vs Equipment Imbalance
• ~60% of the budget goes to salaries → large manpower, small equipment share
• Large number of soldiers and pilots, but few operational assets to use → readiness suffers
e. Short Training Hours
• Reduced O&M funds → limited exercises, flight hours, and sea days
• Consequences:
o Pilots lose proficiency
o Sailors have fewer operational patrols
o Soldiers have limited live-fire or armored vehicle training
f. Political Interference & Short-Termism
• Stop-go projects and annual budgeting → unpredictable availability of equipment
• Forces cannot plan for sustained readiness when budgets, programs, and leadership priorities keep changing
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Procurement Overview
• MALONYET ’s defense procurement is piecemeal, delayed, and often politically influenced.
• Limited modernization is the result of:
1. Small defense budget (~1% of GDP)
2. High personnel costs (~60% of budget)
3. Political short-termism and procurement scandals
________________________________________
π 2. Major Modernization Programs and Delays
a. Air Force (RMAF)
• MRCA Fighter Replacement: Intended to replace MiG-29s (retired 2017).
o Candidates: Rafale, Typhoon, Gripen, F/A-18
o Program delayed repeatedly due to budget constraints, political changes, and procurement indecision.
o Result: RMAF relies on aging Su-30MKM, F/A-18D, and Hawk trainers, with limited readiness.
• Helicopters: Sikorsky S-70, AW139s delivered slowly; fleet size insufficient for operational needs.
b. Navy (RMN)
• Littoral Combat Ship (LCS) Project
o Contract 2011, RM9 billion for 6 ships
o No operational ships as of 2025 due to construction delays, cost overruns, and political mismanagement
o Navy relies on Kedah-class corvettes (2006–2010) and older 1980s vessels
• Submarines: Two ScorpΓ¨ne-class delivered mid-2000s
o High maintenance costs and limited operational use
o Spare parts delays reduce readiness
c. Army (TDM)
• Armored vehicles: Condor APCs (1980s) still in service
• AV-8 Gempita (Turkey-MALONYET joint project) production delayed and expensive
• Artillery & support systems: Many systems remain outdated due to insufficient procurement funding
________________________________________
π 3. Reasons for Limited Procurement
6. Small Defense Budget
o Only ~15–18 billion RM per year
o Majority spent on salaries → little left for big-ticket items
7. Stop-Go Procurement Cycle
o Projects start, then delayed or scaled down due to political or budget issues
o Example: LCS, MRCA, Army modernization programs
8. Political Interference & Corruption
o Contracts awarded based on political connections, not operational priority
o Leads to mismanagement, cost overruns, and delayed delivery
9. Dependence on Foreign Suppliers
o Many systems must be imported → costly and sensitive to geopolitical issues
10. Weak Multi-Year Planning
o No binding long-term plan → programs cannot be executed consistently
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
1. Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
2. Ekspor Bijih Timah Mentah Dilarang
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
-
EKSPOR BIJIH TIMAH MENTAH DILARANG KE MALAYSIA
-
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
NET IMPORTIR Yaaaa ....
-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
1. Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
2. Ekspor Bijih Timah Mentah Dilarang
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
----------------------------------
EKSPOR BIJIH TIMAH MENTAH DILARANG KE MALAYSIA
-
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
Negara setara ZIMBABWE MEMANG LAWAK... π€£π€£π€£
BalasHapusRI Banyak Impor Minyak dari Singapura dan Malaysia, Ini Data Barunya
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701125131-4-747133/ri-banyak-impor-minyak-dari-singapura-dan-malaysia-ini-data-barunya
NET IMPORTIR Yaaaa ....
Hapus-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. What O&M Covers
Operations & Maintenance (O&M) includes:
• Fuel and consumables for aircraft, ships, and vehicles
• Spare parts for planes, ships, and vehicles
• Repairs and overhauls (preventive and corrective maintenance)
• Training exercises for personnel
• Operational readiness support (e.g., simulation, logistics)
Weak O&M means all of these areas are underfunded or poorly managed.
________________________________________
π 2. Budget Constraints
• Only 20–25% of MALONYET ’s small defense budget (~1% GDP) goes to O&M.
• Consequences:
o Aircraft grounded due to lack of fuel or spare parts
o Ships docked for extended periods awaiting repairs
o Vehicles idle in depots because they cannot be maintained
Example:
• RMAF Su-30MKM: at one point, only 4 of 18 fighters were airworthy due to spare parts shortages.
• Navy corvettes & patrol vessels from the 1980s continue in service because LCS delays mean there’s no replacement.
________________________________________
π 3. Impact on Training
• O&M limitations reduce training opportunities:
o Pilots get fewer flight hours → degrade skills
o Naval crews sail less → operational proficiency drops
o Soldiers train less with heavy vehicles and artillery → less effective combat units
• Training shortfalls compound the readiness problem, even if equipment is technically available.
________________________________________
π 4. Maintenance Culture Issues
• Maintenance is often reactive, not preventive:
o Equipment is used until breakdown, then repaired.
o Preventive maintenance (regular inspections, part replacements) is skipped to save costs.
• Consequence: equipment wears out faster, reducing lifespan and readiness.
________________________________________
π 5. Spare Parts Shortages
• Many MALONYET n military systems are imported: Russia, France, US, Turkey.
• Budget shortfalls and procurement delays cause spare parts shortages, resulting in:
o Aircraft grounded
o Ships unable to sail
o Armored vehicles idle
• Some old platforms have parts no longer manufactured, forcing cannibalization of other units.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
π Reduced Readiness
• Small budget and underfunding of O&M → low operational readiness:
o Aircraft, ships, and armored vehicles often not deployable.
o Training exercises are limited due to fuel and maintenance costs.
• MALONYET cannot sustain continuous deterrence or regional presence, unlike Singapore or Indonesia.
________________________________________
π Vulnerability to Regional Gap
• Neighbors (Singapore, Vietnam, Thailand, Indonesia) have invested more in modernization and readiness.
• MALONYET ’s small budget → capability gap grows:
o Navy: fewer modern frigates and submarines.
o Air Force: fewer operational jets and limited air defense.
o Army: older vehicles, limited mobility.
________________________________________
π Delayed or Cancelled Programs
• Many projects are postponed indefinitely due to funding constraints:
o MRCA (fighter replacement)
o Littoral Combat Ship (LCS)
o Armored vehicle upgrades and artillery modernization
• Stop-go procurement leads to wasted funds, inefficiency, and obsolescence.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
HapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
HapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
Negara setara ZIMBABWE MEMANG LAWAK... π€£π€£π€£
BalasHapusRI Banyak Impor Minyak dari Singapura dan Malaysia, Ini Data Barunya
https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701125131-4-747133/ri-banyak-impor-minyak-dari-singapura-dan-malaysia-ini-data-barunya
NET IMPORTIR Yaaaa ....
Hapus-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX]..
--------------------------------
HANYA BAYAR FAEDAH =
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat
--------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
1998 : RM 165,4 Miliar
1999 : RM 178,3 Miliar
2000 : RM 192,2 Miliar
2001 : RM 207,2 Miliar
2002 : RM 223,3 Miliar
2003 : RM 240,7 Miliar
2004 : RM 259,5 Miliar
2005 : RM 279,7 Miliar
2006 : RM 301,5 Miliar
2007 : RM 325,0 Miliar
2008 : RM 350,4 Miliar
2009 : RM 377,7 Miliar
2010 : RM 407,1 Miliar
2011 : RM 456,1 Miliar
2012 : RM 501,6 Miliar
2013 : RM 547,7 Miliar
2014 : RM 582,8 Miliar
2015 : RM 630,5 Miliar
2016 : RM 648,5 Miliar
2017 : RM 686,8 Miliar
2018 : RM 1,19 Triliun
2019 : RM 1,25 Triliun
2020 : RM 1,32 Triliun
2021 : RM 1,38 Triliun
2022 : RM 1,45 Triliun
2023 : RM 1,53 Triliun
2024 : RM 1,63 Triliun
2025 : RM 1,71 Triliun
2026 : RM 1,79 Triliun
-
SUMBER :
Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. MALONYET Defence White Paper (DWP) 2019
a. Objective
• The DWP 2019 was intended as MALONYET ’s first long-term defense roadmap.
• Goals:
o Identify threats and security priorities (maritime security, terrorism, cyber, regional tensions).
o Outline modernization plans for Navy, Air Force, and Army through 2030.
o Provide guidance for procurement, O&M, and capability building.
b. Proposed Approach
• 10-year horizon (2021–2030) for modernization.
• Emphasis on:
o Upgrading aging ships, aircraft, and armored vehicles.
o Strengthening maritime and air defense.
o Developing cyber, UAV, and special operations capabilities.
c. Failure Reasons
6. Political Collapse
o Pakatan Harapan government fell in 2020.
o DWP implementation depended on continuity of political support, which disappeared.
7. No Legal/Institutional Backing
o Unlike Singapore or Indonesia, MALONYET has no law forcing successive governments to follow the plan.
8. Short-Term Budgeting
o MALONYET still allocates budgets year-by-year, leaving little certainty for multi-year projects.
9. Budget Constraints
o Small overall defense budget (~1% of GDP) → most plans remained aspirational.
10. Result
o Modernization projects delayed or cancelled.
o Navy still waits for LCS ships, Air Force stuck with aging jets, Army using 1980s APCs.
π DWP became a paper plan with little real impact.
________________________________________
π 2. Indonesia Minimum Essential Force (MEF)
a. Objective
• MEF (Minimum Essential Force) is Indonesia’s long-term military modernization plan, started in 2004.
• Goals:
o Achieve a minimum level of capability to defend the country.
o Develop integrated capabilities across Army, Navy, Air Force.
o Plan modernization in phases over decades.
b. Implementation Approach
• Multi-phase program:
o MEF I (2004–2009): Procurement of basic platforms, focus on territorial defense.
o MEF II (2010–2014): Expand fleet, improve air defense.
o MEF III (2015–2024): Focus on advanced assets (fighters, submarines, naval combatants).
• Legally recognized: MEF has multi-year funding plans, independent of short-term political changes.
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Chronic Budget Allocation Problem
• MALONYET ’s defense budget is small (~1% of GDP, RM15–18 billion/year).
• Of that, ~60% goes to salaries and pensions.
• Only 20–25% is left for operations & maintenance (O&M), and even less for procurement.
π This leaves little funding to buy spare parts, conduct regular overhauls, or invest in preventive maintenance.
________________________________________
π 2. Air Force (RMAF) Problems
Su-30MKM (delivered 2007)
• Flagship fighter jets, but plagued by low availability.
• At one point (2018), reports said only 4 of 18 Su-30MKMs were airworthy, the rest grounded due to lack of spare parts and servicing delays.
• MALONYET had difficulties sourcing Russian spare parts after sanctions and because of budget shortfalls.
MiG-29N
• Retired in 2017 mainly due to high maintenance costs and poor availability (many were grounded).
Hawk 108/208
• Used since the 1990s, many are aging trainers with frequent technical issues.
• Maintenance consumes resources but still leaves many aircraft unfit for combat roles.
π Overall, RMAF has far fewer combat-ready aircraft than its official fleet size suggests.
________________________________________
π 3. Navy (RMN) Problems
Old Vessels
• Many ships (patrol craft, corvettes) date from the 1970s–80s.
• Spare parts are often obsolete or no longer manufactured, forcing RMN to cannibalize parts from one ship to keep another running.
Submarines (Scorpène class)
• Maintenance is expensive.
• At times, only one of two submarines was operational due to refit or repair delays.
• Budget cuts make it hard to sustain long-term contracts with foreign suppliers.
Littoral Combat Ship (LCS) Delay
• Because the LCS program is stalled, RMN must overuse old Kedah-class vessels.
• Heavy usage without enough maintenance accelerates wear and reduces readiness.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
NET IMPORTIR Yaaaa ....
-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
NET IMPORTIR Yaaaa ....
-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
Harap Singapura stop eksport BBM ke INDIANESIA... π₯π₯π₯π€£π€£π€£
BalasHapus2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. MALONYET Defence White Paper (DWP) 2019
a. Objective
• The DWP 2019 was intended as MALONYET ’s first long-term defense roadmap.
• Goals:
o Identify threats and security priorities (maritime security, terrorism, cyber, regional tensions).
o Outline modernization plans for Navy, Air Force, and Army through 2030.
o Provide guidance for procurement, O&M, and capability building.
b. Proposed Approach
• 10-year horizon (2021–2030) for modernization.
• Emphasis on:
o Upgrading aging ships, aircraft, and armored vehicles.
o Strengthening maritime and air defense.
o Developing cyber, UAV, and special operations capabilities.
c. Failure Reasons
6. Political Collapse
o Pakatan Harapan government fell in 2020.
o DWP implementation depended on continuity of political support, which disappeared.
7. No Legal/Institutional Backing
o Unlike Singapore or Indonesia, MALONYET has no law forcing successive governments to follow the plan.
8. Short-Term Budgeting
o MALONYET still allocates budgets year-by-year, leaving little certainty for multi-year projects.
9. Budget Constraints
o Small overall defense budget (~1% of GDP) → most plans remained aspirational.
10. Result
o Modernization projects delayed or cancelled.
o Navy still waits for LCS ships, Air Force stuck with aging jets, Army using 1980s APCs.
π DWP became a paper plan with little real impact.
________________________________________
π 2. Indonesia Minimum Essential Force (MEF)
a. Objective
• MEF (Minimum Essential Force) is Indonesia’s long-term military modernization plan, started in 2004.
• Goals:
o Achieve a minimum level of capability to defend the country.
o Develop integrated capabilities across Army, Navy, Air Force.
o Plan modernization in phases over decades.
b. Implementation Approach
• Multi-phase program:
o MEF I (2004–2009): Procurement of basic platforms, focus on territorial defense.
o MEF II (2010–2014): Expand fleet, improve air defense.
o MEF III (2015–2024): Focus on advanced assets (fighters, submarines, naval combatants).
• Legally recognized: MEF has multi-year funding plans, independent of short-term political changes.
• Result:
o Indonesian Navy expanded with new frigates, corvettes, submarines.
o Air Force replaced aging fighters and increased UAV capabilities.
o Army received modern APCs, artillery, and transport vehicles.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Budget Size in Absolute Terms
• MALONYET ’s defense budget (2024–2025 estimates) is roughly RM15–18 billion/year (~USD 3.5–4.0 billion).
• For a country with ~32 million people and a sizeable military, this is relatively small, especially for modernization programs.
• Comparison with regional neighbors:
Country Budget (approx.) % of GDP
MALONYET RM15–18B (~USD4B) ~1%
Singapore RM70B (~USD16B) ~3%
Indonesia RM60B (~USD13B) ~0.8%
Thailand RM35–40B (~USD8–9B) ~1.2%
Vietnam RM40–45B (~USD9B) ~2%
π MALONYET spends far less in absolute terms than Singapore or Indonesia, and even its GDP percentage is low.
________________________________________
π 2. Causes of Small Budget
a. Limited Fiscal Space
• MALONYET has high public debt (~69% of GDP) and large annual deficits.
• Revenue collection is constrained due to:
o GST abolished 2018 → RM15–20B revenue lost per year
o Heavy dependence on volatile oil & gas revenues
• Consequently, the government must prioritize social programs, subsidies, and civil service salaries over defense.
b. Perceived Low Threat
• MALONYET sees itself as geographically secure, facing no direct high-intensity threat.
• Politically, it’s easier to allocate more funds to welfare than to defense.
c. Political Short-Termism
• Defense modernization takes decades to complete, but politicians prefer quick-return spending (cash aid, subsidies, infrastructure projects).
________________________________________
π 3. Effects of Small Budget
a. Limited Procurement
• MALONYET cannot purchase enough modern platforms:
o Fighter jets, frigates, submarines, armored vehicles
• Leads to piecemeal acquisition rather than coherent modernization.
b. Maintenance & Spare Parts Shortages
• Small O&M allocation → aircraft, ships, and vehicles are grounded.
• Examples:
o Only ~4 of 18 Su-30MKMs airworthy at one point
o Navy relies on 1980s corvettes due to LCS delays
c. Low Training Hours
• Pilots and soldiers get fewer flight hours, exercises, and field deployments.
• Readiness and operational effectiveness decline.
d. Personnel vs Capability Imbalance
• Large manpower (110,000 active personnel) consumes 60% of the budget, leaving little for equipment.
• MALONYET ends up with many troops but outdated weapons
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
π Army Problems
• The Army still operates Condor APCs from the 1980s, which break down frequently.
• Spare parts for these German-made vehicles are scarce.
• Even newer AV-8 Gempita vehicles have been criticized for high operating costs and inconsistent spare parts supply.
π Result: Many vehicles sit idle in depots, reducing combat mobility.
________________________________________
π Procurement & Supply Chain Weakness
• MALONYET ’s defense relies heavily on foreign suppliers (Russia, France, UK, US, Turkey).
• Spare parts supply gets disrupted due to:
o Currency weakness (RM depreciation) → parts become more expensive.
o Geopolitical issues (e.g., Russian sanctions).
o Late payments to suppliers because of domestic budget delays.
• Local defense industry lacks capacity to produce spare parts domestically, unlike Singapore.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
HapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
Hapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
Harap Singapura stop eksport BBM ke INDIANESIA... π₯π₯π₯π€£π€£π€£
BalasHapus2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Annual Budget Mentality
• MALONYET ’s defense budget is decided year by year through the annual national budget (Belanjawan).
• There is no guaranteed multi-year allocation for long-term projects.
• If the economy dips or politics change, defense funding gets cut or reallocated.
π Example: Fighter jet replacement (MRCA program) has been “priority” since 2010, but every year, it gets postponed because the annual budget doesn’t set aside money consistently.
________________________________________
π 2. Big Projects Need Long-Term Funding
• Modern defense assets take 10–20 years to plan, build, and deliver:
o Frigates: 8–12 years
o Fighter jets: 10+ years (from contract to delivery)
o Armored vehicles: 5–10 years
• Without multi-year budgeting, MALONYET cannot commit to these properly.
• Result: stop-go procurement cycle where contracts are delayed, resized, or cancelled.
π Example: Littoral Combat Ship (LCS) project — planned in 2011, but without a firm multi-year budget, it suffered from cost overruns, funding gaps, and political interference.
________________________________________
π 3. Defense White Paper 2019 Failure
• MALONYET launched its first-ever Defence White Paper (DWP) in 2019 (under Pakatan Harapan).
• It was meant to provide a 10-year roadmap (2021–2030) for defense modernization.
• But after the government collapsed in 2020, the DWP was effectively shelved.
• No legal framework or bipartisan consensus exists to force future governments to follow it.
π Shows how fragile long-term planning is in MALONYET .
________________________________________
π 4. Frequent Government Changes
• Since 2018, MALONYET has had five prime ministers and multiple defense ministers.
• Each new minister resets priorities:
o Some focus on Army → delay Navy/Air Force projects.
o Some emphasize domestic industry jobs → change procurement strategy.
• No long-term continuity → defense planning turns into short-term political bargaining.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. How the Budget Is Divided
• Annual defense budget: around RM15–18 billion.
• Distribution (typical year, Ministry of Defence reports):
o ~60% → Emoluments (salaries, allowances, pensions)
o ~20–25% → Operations & Maintenance (O&M: fuel, spare parts, training, exercises, repairs)
o ~15–20% → Development/Procurement (buying new weapons, infrastructure, modernization)
π This means more than half of the budget goes to people, not equipment.
________________________________________
π 2. Why Salaries Are So High
a. Large Manpower Size
• MALONYET n Armed Forces (MAF) = ~110,000 active personnel + ~50,000 reserves.
• This is relatively large compared to MALONYET ’s small defense budget.
• Each soldier = salary, housing, medical, training, allowances → recurring cost every year.
b. Generous Benefits & Pensions
• Retired servicemen receive lifetime pensions (sometimes including dependents).
• Number of veterans keeps growing, making pensions a ballooning burden.
• In some years, pension spending alone is bigger than equipment spending.
c. Civil Service Culture
• MALONYET ’s military is part of the broader civil service system, where public employment is politically protected.
• Downsizing the armed forces would mean laying off civil servants — politically sensitive.
________________________________________
π 3. Consequences of Salary-Heavy Budget
a. Starves Modernization
• With only ~15–20% left for development, MALONYET cannot sustain large procurement programs.
• Example:
o Littoral Combat Ship (LCS) program (RM9 billion) → consumed nearly a decade’s worth of procurement funds.
o Other projects (fighter replacement, new helicopters) keep getting postponed.
b. Weak Operations & Maintenance (O&M)
• Only ~20–25% for O&M means:
o Not enough spare parts for aircraft/ships.
o Limited flight hours for pilots.
o Fewer naval patrol days.
π Readiness suffers: equipment exists “on paper” but cannot be deployed.
c. Personnel vs Capability Imbalance
• MALONYET has a lot of soldiers but little firepower.
• Example:
o Army manpower is large, but many still ride 1980s Condor APCs.
o Air Force has trained pilots, but only a fraction of jets are flyable.
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
Hapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Small Defense Budget (Overall Envelope)
• MALONYET spends around RM15–18 billion per year on defense (≈ 1% of GDP).
• This is low compared to regional peers:
o Singapore: ~3% of GDP (RM70+ billion equivalent)
o Indonesia: ~0.8% of GDP, but larger economy → higher absolute spending (~RM60 billion)
o Thailand & Vietnam also outspend MALONYET in modernization.
π MALONYET ’s small budget puts it at a disadvantage from the start.
________________________________________
π 2. Budget Distribution – Heavy on Salaries
Typical MALONYET n defense budget split:
• 60% → Salaries & pensions
• 20–25% → Operations & maintenance (O&M)
• 15–20% → Procurement / modernization
π In practice:
• Most of the money pays for personnel (over 100,000 active forces + veterans pensions).
• Very little left for buying new weapons or even maintaining old ones.
π This creates a large but poorly equipped force.
________________________________________
π 3. Pensions Burden
• MALONYET has a generous pensions system for retired military personnel.
• As veterans population grows, pension spending keeps rising.
• Defense Ministry becomes a welfare ministry for ex-servicemen as much as a warfighting institution.
• This crowds out funds for modernization.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
HapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
NET IMPORTIR Yaaaa ....
Hapus-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
----------------------------------
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
----------------------------------
Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
Peru: Mata uang Soles.
Bangladesh: Mata uang Taka.
Somalia: Mata uang Shilling.
Argentina: Mata uang Peso.
Guinea: Dokumen Negara Paspor.
Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
Filipina: Dokumen Negara Prangko.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
BalasHapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π Operations & Maintenance (O&M) Shortfall
• The O&M budget (fuel, spare parts, training, repairs) is chronically underfunded.
• Impact:
o Aircraft often grounded due to lack of parts.
o Navy ships idle in dockyards.
o Troops train less (pilots fewer flight hours, sailors fewer sea days).
π This lowers readiness, even before considering modernization gaps.
________________________________________
π Procurement = Stop-Go Cycle
• With only 15–20% for procurement, MALONYET struggles to commit to big projects.
• Big-ticket items (frigates, fighter jets, armored vehicles) are so expensive that the government buys in small batches or delays purchases for years.
• Example:
o MRCA (fighter jet replacement) delayed since 2010.
o Littoral Combat Ship (LCS) consumed billions, but no ships delivered yet.
• Each time budgets tighten (economic slowdown, political crisis), procurement is the first to be cut.
________________________________________
π Political Priorities & Populism
• Politicians prefer to protect salaries (because soldiers & veterans are voters).
• Cutting personnel costs is politically unpopular → no downsizing of the armed forces.
• Procurement and maintenance (less visible to voters) are sacrificed when budgets are tight.
π Leads to “big manpower, weak firepower” problem.
2026 RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
BalasHapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π 1. Small Defense Budget (Overall Envelope)
• MALONYET spends around RM15–18 billion per year on defense (≈ 1% of GDP).
• This is low compared to regional peers:
o Singapore: ~3% of GDP (RM70+ billion equivalent)
o Indonesia: ~0.8% of GDP, but larger economy → higher absolute spending (~RM60 billion)
o Thailand & Vietnam also outspend MALONYET in modernization.
π MALONYET ’s small budget puts it at a disadvantage from the start.
________________________________________
π 2. Budget Distribution – Heavy on Salaries
Typical MALONYET n defense budget split:
• 60% → Salaries & pensions
• 20–25% → Operations & maintenance (O&M)
• 15–20% → Procurement / modernization
π In practice:
• Most of the money pays for personnel (over 100,000 active forces + veterans pensions).
• Very little left for buying new weapons or even maintaining old ones.
π This creates a large but poorly equipped force.
________________________________________
π 3. Pensions Burden
• MALONYET has a generous pensions system for retired military personnel.
• As veterans population grows, pension spending keeps rising.
• Defense Ministry becomes a welfare ministry for ex-servicemen as much as a warfighting institution.
• This crowds out funds for modernization.
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
BalasHapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
π Operations & Maintenance (O&M) Shortfall
• The O&M budget (fuel, spare parts, training, repairs) is chronically underfunded.
• Impact:
o Aircraft often grounded due to lack of parts.
o Navy ships idle in dockyards.
o Troops train less (pilots fewer flight hours, sailors fewer sea days).
π This lowers readiness, even before considering modernization gaps.
________________________________________
π Procurement = Stop-Go Cycle
• With only 15–20% for procurement, MALONYET struggles to commit to big projects.
• Big-ticket items (frigates, fighter jets, armored vehicles) are so expensive that the government buys in small batches or delays purchases for years.
• Example:
o MRCA (fighter jet replacement) delayed since 2010.
o Littoral Combat Ship (LCS) consumed billions, but no ships delivered yet.
• Each time budgets tighten (economic slowdown, political crisis), procurement is the first to be cut.
________________________________________
π Political Priorities & Populism
• Politicians prefer to protect salaries (because soldiers & veterans are voters).
• Cutting personnel costs is politically unpopular → no downsizing of the armed forces.
• Procurement and maintenance (less visible to voters) are sacrificed when budgets are tight.
π Leads to “big manpower, weak firepower” problem.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
BalasHapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
PMX ANWAR AHLI LGBT SUDAH KONFIRM MELAYU TOLOL MALAYDESH CUMA JADI NET IMPORTER MINYAK DAN PENGEKSPORT DADAH AKA BARANG HARAM...DATA VALID YA BERUK BOTOL....π€£π€£π€£π€£π€‘π€‘π€‘π²πΎπ²πΎπ©π©π©
BalasHapusMalaydesh resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
TAMATLAH SUDAH ALKISAH KAMI, TERIMA KASIH DAN MALU LAGI π€£π€£π€£π€£π€‘π€‘π€‘π€‘π²πΎπ²πΎπ²πΎπ©π©π©π©
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
BalasHapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
NET IMPORTIR Yaaaa ....
-
Malaysia resmi menjadi net importer minyak akibat konsumsi domestik melampaui produksi nasional, sebagaimana dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada April 2026.
Berikut adalah poin-poin intinya:
• Pemicu Utama: Konsumsi domestik melonjak hingga 700.000–750.000 barel/hari, sedangkan produksi lokal kisaran 350.000 barel per hari..
• Dampak Ekonomi: Malaysia kini lebih rentan terhadap fluktuasi harga global dan konflik geopolitik yang berpotensi membengkakkan anggaran subsidi BBM.
• Solusi & Pasokan: Stok energi dipastikan aman hingga Mei 2026. Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah menjajaki opsi impor minyak dari Rusia.
(Sumber: Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
----------------------------------
EMBARGO BATUBARA = MALONYET GELAP
-
1. Wilayah Asia Tenggara
Malaysia
• Tingkat Ketergantungan: Malaysia termasuk salah satu negara di Asia Tenggara yang sangat bergantung pada pasokan batu bara dari Indonesia. Indonesia memasok 69% dari total batu bara yang digunakan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB) untuk mengoperasikan pembangkit listrik di seluruh Malaysia [Liputan6], dengan proporsi impor secara keseluruhan tercatat sebesar 67% dari total kebutuhan atau pasokan impor batu bara Malaysia.
• Volume dan Kontrak: Pasokan ekspor tahunan ini secara keseluruhan berkisar antara 20 s.d. 25 juta ton [APBI-ICMA]. Sebagai contoh, beberapa pembangkit listrik besar di Malaysia seperti PLTU Manjung di Perak mengimpor sekitar 10 juta ton batu bara per tahun dari Indonesia, dengan sebagian besar dipasok melalui kontrak jangka panjang (seperti dari PT Adaro Energy).
• Kerja Sama Keuangan: Cetak uang kertas ringgit Malaydesh [Peruri / iNews / IDX].
• Kerja Sama Keimigrasian: Cetak dokumen paspor [Peruri / iNews / IDX].
MELAYU TOLOL MALAYDESH APANYA YANG DIHARAPKAN SEMUA IMPORT DARI KING INDO....π€£π€£π€£π€£π€‘π€‘π€‘π€‘π²πΎπ²πΎπ²πΎπ©π©π©π©
BalasHapusMalaydesh mengimpor berbagai komoditas unggulan dari Indonesia, dengan batu bara dan bahan bakar mineral sebagai produk yang paling dominan.
Berikut adalah daftar komoditas utama yang diimpor Malaydesh dari Indonesia:
• Batu bara dan produk energi: Menjadi komoditas terbesar yang dikirim ke Malaysia untuk kebutuhan pembangkit listrik dan industri.
• Minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya: Bahan baku penting untuk industri olahan minyak goreng, kosmetik, dan oleokimia di Malaysia.
• Besi dan baja: Digunakan untuk mendukung sektor konstruksi dan manufaktur di Malaysia.
• Produk kimia: Berbagai bahan kimia dasar dan turunan untuk kebutuhan industri.
• Mesin dan peralatan: Berbagai jenis peralatan mekanis serta perkakas industri.
• Produk pertanian dan pangan: Termasuk komoditas makanan dan hasil bumi dari Indonesia yang masuk ke pasar ritel Malaysia.
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
BalasHapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
1. Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
2. Ekspor Bijih Timah Mentah Dilarang
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
-
EKSPOR BIJIH TIMAH MENTAH DILARANG KE MALAYSIA
-
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
gocip2 semakin HOTπ₯
BalasHapus2026 setelah kedatangan heli2 Ruski Partyπ₯³
2027 bakal berdatangan heli2 Super Ras Otan gaesz...
dari koboi sampe yurop saut2an MENYALA haha!π₯π€π
sementara negriπ°kasino genting, heli SEWA gak ada satupun datang...PARAAAHHH haha!πππ€£
ada apa dengan negriπ°kasino genting..?
BalasHapusheli blekhok sewa batal
heli sewa awewe uda mao 3 taon gak datang haha!πππ«
BRICS - RUSIA SUPLAI 150 JUTA BAREL
BalasHapus-
Hasil Pertemuan Strategis: Kesepakatan ini dicapai setelah pertemuan antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Menteri Energi Rusia. Hal ini juga diperkuat oleh hasil pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Vladimir Putin sebelumnya.
Jenis Komoditas: Suplai mencakup minyak mentah (crude oil), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG.
-
Indonesia resmi mengamankan pasokan energi jangka panjang dari Rusia dengan volume total mencapai 150 juta barel minyak untuk memperkuat ketahanan energi domestik.
Hasil Pertemuan Strategis:
Dicapai melalui pertemuan bilateral antara Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, di Moskow.
Diperkuat oleh hasil pembicaraan tingkat tinggi sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Rincian Volume dan Jenis Komoditas yang Disuplai:
Minyak Mentah (Crude Oil) & BBM – Total komitmen pasokan sebesar 150 juta barel. Skema pengiriman awal disetujui sebesar 100 juta barel dengan harga khusus, disusul tambahan opsi pasokan sebesar 50 juta barel jika diperlukan. Pengapalan perdana (tahap satu) sebesar 770 ribu barel telah berhasil tiba di Pelabuhan Lawe-Lawe.
LPG (Liquefied Petroleum Gas) – Suplai jangka panjang dijamin untuk memenuhi defisit gas domestik, di mana regulasi pengadaan tahap kedua sedang berjalan melalui tata kelola skema antarpemerintah (G2G) lewat Badan Layanan Umum (BLU).
----------------------------------
Sumber Berita Terkait:
IDN Financials – Konfirmasi total kesepakatan 150 juta barel minyak mentah, BBM, dan LPG berdasarkan regulasi tahun 2026.
Bloomberg Technoz – Memuat rincian alokasi opsi pengiriman 100 juta barel dan tambahan 50 juta barel pasca-pertemuan Prabowo-Putin.
Warta Ekonomi – Detail data pengapalan perdana sejumlah 770 ribu barel yang direalisasikan lewat Lemigas.
Bisnis.com – Pembaruan mengenai mekanisme impor G2G melalui BLU untuk efisiensi harga komoditas pasokan dari Rusia.
====================
====================
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
EKSPOR GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
1. Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
2. Ekspor Bijih Timah Mentah Dilarang
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
Mulai Sabtu (24/10/2026), SKK Migas resmi memangkas ekspor gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD untuk dialihkan ke kebutuhan domestik dan kelistrikan nasional.
• Rincian: Jalur Natuna dipotong 15 BBTUD (ke PLN Batam) dan jalur Sumatra dipotong 16 BBTUD (ke Batam, Bintan, Sumatra).
• Alasan: Mematuhi UU Migas, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto demi ketahanan nasional, serta mendukung program hilirisasi petrokimia Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
-
EKSPOR BIJIH TIMAH MENTAH DILARANG KE MALAYSIA
-
Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah ke pasar global, termasuk Malaysia. Hanya timah olahan murni atau produk hilir yang boleh diekspor.
• Poin Penting: Menutup celah penyelundupan ilegal ~12.000 ton per tahun ke Malaysia, meningkatkan nilai tambah lewat hilirisasi dalam negeri, serta menekan industri peleburan Malaysia yang bergantung pada bahan baku Indonesia.
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
BalasHapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
Ngasih paham Si M π
BalasHapus
40% lebih listrik Si M bergantung pada batu bara yang diimpor dari Indonesia.
Jadi, mau dilanjut atau dimatiin nehh.. π€
Ekspor Batubara RI Distop, Asia Ketar-ketir Hadapi Krisis Energi? – PERHAPI https://share.google/0ryqoEGL7txRlraAp
Indonesia merupakan pemain kunci di pasar batubara global. Sepanjang 2025, Indonesia menyuplai sekitar 50% dari total ekspor batubara termal dunia dan menjadi pemasok utama bagi China, India, Vietnam, hingga Filipina.
Data Kpler menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat 16 negara yang mengimpor setidaknya 1 juta ton batubara termal dari Indonesia. Tingkat ketergantungan tertinggi terdapat di Filipina, Bangladesh, Vietnam, dan Malaysia.
Filipina tercatat mengandalkan sekitar 98% impor batubaranya dari Indonesia, dengan batubara menyumbang sekitar 57% produksi listrik nasional. Bangladesh mengamankan lebih dari 90% impor batubaranya dari Indonesia dan mencatatkan porsi batubara tertinggi dalam bauran listrik sepanjang sejarahnya.
Sementara itu, Malaysia dan Vietnam masing-masing memperoleh lebih dari separuh kebutuhan impor batubara dari Indonesia, dengan ketergantungan batubara mencapai 40% atau lebih terhadap pasokan listrik nasional.
https://youtu.be/9ISJcP0sIdc?si=cyn_WSYiTJSSmAkE
1. AIR SURUT, KAPAL BATU BARA INDONESIA TAK BISA LEWAT. MALAYSIA KEJANG-KEJANG
2. LISTRIK MALAYSIA MASIH BERGANTUNG KE BATU BARA INDONESIA
3. DULU KITA PERNAH STOP JUAL BATU BARA KE LUAR, DAN LANGSUNG NEGARA-NEGARA LANGGANAN KITA KEJANG-KEJANG
4. LISTRIK MALAYSIA NAIK GILA-GILAAN, NEGARA DARURAT!
5. BENDUNGAN KERING, LISTRIK MANDEK. VIETNAM SAMPAI MALAYSIA TERANCAM GELAP MATI LISTRIK
6. BIAYA LISTRIK INDONESIA BIKIN PUSAT AI DI MALAYSIA TERANCAM PINDAH KE INDONESIA
7. JUSTRU INDONESIA PANEN PELUANG UNTUK “KUASAI” PASOKAN LISTRIK ASEAN
8. WARGA FILIPINA HARUS JALAN KAKI BERANGKAT KERJA, KRISIS BBM DAN LISTRIK BIKIN NEGARA ITU CHAOS
9. AKHIRNYA FILIPINA MINTA BANTUAN INDONESIA PASOK LISTRIK MEREKA
10. SEMUA KEKAYAAN ALAM BIKIN INDONESIA DISEBUT NEGARA KAYA
Batu bara, kelapa, beras, jagung kita bantuin pasok ke mereka, eh dasar rendahan, balasnya nyelundupin dadah, ngirim teroris, fitnah, ngehasut, ngeklaim budaya, lagu, nadah timah/sda ilegal kita, parah dasar kacung kasta terendah ras kera π π€
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Singapura Terancam Kehilangan Pasokan - Kesurabaya.com https://share.google/gwcdyVDNJCtiAP8fe
Wacana penghentian ekspor gas ini menjadi perhatian serius, mengingat Singapura selama ini sangat bergantung pada pasokan gas dari Indonesia. Berdasarkan data SKK Migas pada 2020, setidaknya ada tiga kontrak ekspor gas RI ke Singapura dengan pasokan minimal sekitar 700 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Artinya, hampir 60 persen pasokan gas Singapura berasal dari Indonesia.
SKK Migas Kurangi Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini https://share.google/srAz6lXdNublGwjw4
JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura sebanyak 31 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) mulai Sabtu (24/10/2026). Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan, pengurangan ekspor tersebut berasal dari dua sumber, yakni 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.
Djoko menegaskan, pengurangan ekspor gas tersebut hanya berlaku untuk Singapura. Menurut dia, tidak ada negara lain yang mengalami pengurangan karena jalur pipa gas yang dimaksud mengarah ke negara tersebut.
Maap ye upil, ente dah keterlaluan dan nda tahu diri jugak π€
Krisis Jalur Teluk Memanas, Pupuk Indonesia Jadi Penyelamat Australia https://share.google/attfvcjxEQOPiHonX
SABTU, 24 OKTOBER 2026.
BalasHapusGAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
GAS KE SINGAPURA DIPANGKAS
-
Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi memangkas volume ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari (BBTUD) mulai Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kebijakan yang diumumkan oleh Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, ini diambil guna memprioritaskan ketahanan energi nasional dan menjaga keandalan pasokan listrik di dalam negeri. Gas yang sebelumnya diekspor kini dialihkan untuk kebutuhan domestik.
Rincian Pengurangan Pasokan Gas
Total pengurangan sebesar 31 BBTUD tersebut berasal dari dua jalur pipa utama:
• Wilayah Natuna (15 BBTUD): Dialihkan ke dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan PLN Batam melalui Pipa WNTS – Pulau Pemping – Batam.
• Wilayah Sumatra (16 BBTUD): Dikurangi dan dialihkan untuk keperluan kelistrikan di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatra melalui Pipa TGI.
Alasan di Balik Kebijakan
1. Prioritas Domestik: Berdasarkan UU Migas Pasal 8 ayat (1), pemerintah wajib mendahulukan pemanfaatan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri.
2. Arahan Presiden (Prabowo Subianto): Kebijakan ini menyusul pernyataan Presiden mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional (survival) di tengah dinamika geopolitik global.
3. Hilirisasi Industri: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menegaskan perlunya optimalisasi konsumsi gas domestik, terutama untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi petrokimia yang menggunakan gas sebagai bahan baku utama.
=====================
=====================
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
TIMAH KE MALAYSIA = DILARANG
-
Pemerintah Indonesia melarang total ekspor bijih timah mentah (ore) ke pasar global, termasuk Malaysia, demi mendukung program hilirisasi dan ketahanan nasional. Berdasarkan Permendag No. 6 Tahun 2026, Indonesia hanya mengizinkan ekspor produk timah olahan murni atau industri hilir (seperti solder).
Berikut adalah poin-poin penting dari kebijakan tersebut:
• Pemberantasan Penyelundupan: Pemerintah memperketat pengawasan perairan (seperti Bangka Belitung) untuk menghentikan penyelundupan ilegal sekitar 12.000 ton bijih timah per tahun ke Malaysia.
• Dampak bagi Malaysia: Pengetatan dan penutupan keran pasokan mentah dari Indonesia ini menekan industri peleburan dan manufaktur logam di Malaysia yang selama ini bergantung pada bahan baku Indonesia.
• Tujuan Hilirisasi: Kebijakan ini mewajibkan seluruh pengolahan timah dilakukan di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.
----------------------------------
MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
2026 PMX : RESMI MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK = BAYAR HUTANG PETRONAS KE PGN
BalasHapus--------------------------------
MALAYSIA NET IMPORTER MINYAK
Total: Konsumsi 700.000–750.000 barel/hari.
Total: Produksi 350.000 barel per hari.
Dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim April 2026.
Sumber Berita = Bernama, The Star, NST, CNBC Indonesia, Detikcom, Antara)
--------------------------------
PASOKAN BATU BARA RI
Ke TNB: 69% khusus untuk listrik Malaysia (TNB).
Ke Malaysia: Menguasai 67% total impor batu bara Malaysia.
--------------------------------
Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
--------------------------------
INDONESIA NOMOR 1 RE-EKSPOR LNG
MALAYSIA EKSPOR LNG LEWAT INDONESIA (ARUN)
-
Terminal Arun (PT Perta Arun Gas) menjadi pasar re-ekspor LNG peringkat 1 dan terminal reloading teraktif di dunia menurut laporan IGU dan IHS Markit.
Fasilitas strategis ini juga digunakan oleh Malaysia melalui aktivitas ekspor dan kunjungan Petronas LNG Sdn. Bhd.
--------------------------------
PETRONAS BERHUTANG KE PGN
-
Afiliasi Pertamina Gas Negara alias PGN (PGAS) menang gugatan atas Petronas Carigali Muriah Limited (PCML), dan PLN. Itu setelah ICC International Court of Arbitration, Hong Kong, menghukum Petronas. Oleh karena itu, Petronas harus membayar kepada PGN
--------------------------------
NGEMIS = BERAS JAGUNG BATUBARA - BATAL = F18 NSM UH60A CUT BUDGET
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
--------------------------------
FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
DOWNGRADE = SPEK TERMURAH BAWAH hahahaha
-
FA50 PL USD 60 JUTA vs FA50Murah USD 50 JUTA+VERSI BARTER
BABUR CLASS USD 300 JUTA vs LMS B2 USD 150 JUTA+VERSI NO TORPEDO NO SONAR
AH=6I USD 20 JUTA vs MD530G USD 12 JUTA+VERSI TRAINING
--------------------------------
DATA UTANG MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1,79 triliun (Rasio Utang Pemerintah/PDB: 70,5% - Batas Limit 65%)
Utang Rumah Tangga: RM 1,65 triliun (Rasio Utang Rumah Tangga/PDB: 84,3% - Batas Limit 65%)
Jumlah Penduduk MALONYET 2026 : 36.385.115 jiwa
-
PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK MALONYET 2026
Utang Pemerintah: RM 1.790.000.000.000 / 36.385.115 = RM 49.196
Utang Rumah Tangga: RM 1.650.000.000.000 / 36.385.115 = RM 45.348
➡️TOTAL BEBAN KUMULATIF PER WARGA : RM 49.196 + RM 45.348 = RM 94.544
--------------------------------
π Army Problems
• The Army still operates Condor APCs from the 1980s, which break down frequently.
• Spare parts for these German-made vehicles are scarce.
• Even newer AV-8 Gempita vehicles have been criticized for high operating costs and inconsistent spare parts supply.
π Result: Many vehicles sit idle in depots, reducing combat mobility.
________________________________________
π Procurement & Supply Chain Weakness
• MALONYET ’s defense relies heavily on foreign suppliers (Russia, France, UK, US, Turkey).
• Spare parts supply gets disrupted due to:
o Currency weakness (RM depreciation) → parts become more expensive.
o Geopolitical issues (e.g., Russian sanctions).
o Late payments to suppliers because of domestic budget delays.
• Local defense industry lacks capacity to produce spare parts domestically, unlike Singapore.