Radar GCI GM 400 TNI AU (photos: LEN)
Bandung (ANTARA) - PT Len Industri (Persero) menargetkan instalasi 13 unit radar ground control intercept (GCI) yang akan digunakan untuk mendukung sistem pertahanan udara nasional, selesai pada 2027.
“Khusus radar sedang berjalan … [targetnya] tahun depan,” kata Direktur Bisnis dan Kerja Sama PT Len Industri Dwi Sulistiani di Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Ia menjelaskan sejauh ini instalasi radar telah rampung di dua lokasi. “Ini memang mendukung pertahanan di kawasan timur, khususnya, yang notabene ini menjadi fokus dari Kementerian Pertahanan,” kata dia.
Menurut dia, tantangan aktivasi radar tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung meliputi fasilitas operasional bagi prajurit, tempat tinggal, fasilitas pemantauan, serta ruang kendali operasi.
Namun Dwi menilai bahwa dalam pelaksanaannya, holding industri pertahanan Indonesia (Defend ID) itu mendapat dukungan Kementerian Pertahanan serta pemangku kepentingan lain, termasuk pemerintah daerah.
“Di dalam aktivasi radar ini tentunya harus bisa komunikasi, minimal di lingkup matra udara itu sudah. Tantangannya memang kita harus menuntaskan dengan matra yang lain, salah satunya laut,” ujarnya.
Radar GCI merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Perancis. GCI tercatat menjadi radar dengan jangkauan terjauh di Indonesia, yakni lebih dari 400 kilometer.
Radar itu disebut memiliki kemampuan mendeteksi, mengukur jarak, dan mengidentifikasi objek pesawat dengan keakuratan tinggi serta dilengkapi kemampuan mengidentifikasi objek yang menjadi kawan maupun lawan/musuh atau identification friend or foe (IFF).
Pada Juli lalu, PT Len memperkenalkan implementasi radar GCI generasi terkini pertama di Indonesia yang dipasang di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kemampuan deteksi jarak jauh tercatat mencapai radius 515 kilometer.
Pagi all
BalasHapusnyoiihh pagee om esen,
Hapusbetewe warganyet kl gamau bangun, pusink diomelin GAGAL NSM mulu haha!πππ
Pagi warga Defense Studies nih ada info kabar baik πKERIS REBORN
HapusObrolan Angkringan
Beberapa unit Blackhawk akan dikirim tahun 2027
Catat radar kita GM ALPHA yaaa radius 515 kilometer haha!πππ₯³
BalasHapusmana warganyet kl, KALAH LAGIIIIII...ππ
Catat oom :
HapusM-link = Ma-link = Maling...
πππ€£π€£ππ€ͺππ
nyoiihhh M4-link fisank haha!ππ€π€ͺ
HapusM4-LINK .....hahahaha ...cocok wesss.......
HapusAda yg masih belum terima kita beli Thales radar gm 400 alpha.
HapusDi bilang 403 ya memang betul itu kode gm 400 alpha yg bisa mobile di pindah2.
Sementara kode 406 radar gm 400 alpha yg di pasang fixed..tidak bisa dipindah2 alias di tempatkan permanen.
Pemain baru si gempork sok paham.
HapusKita pakai radar Thales sudah lama masih namanya Thomson-CSF
Kita pakai radar TRS 2215 & 2230
Kemudian setelah menjadi Thales grup kita operasi kan
Radar Master T
Lalu Radar GM 400 alpha
(403 versi mobile)
Radar GCI Master T jangkauan 450 km cikal bakal GM 400 jangkauan sama.
HapusBedanya Master T radar 3D masih analog
GM 400 radar 3D digital with AESA
Radar GM400 diluncurkan tahun 2000 kemudian ditingkatkan jadi GM 400 alpha tahun 2001 dimana peningkatan daya & pemprosesan data dengan AI... meningkatkan daya jangkau 515 km serta proses data 5 x lebih cepat & akurat.
Indo teken kontrak tahun 2022 sebanyak 13 unit GM 400 alpha dengan kode 403 versi mobile.
Malay kontrak 1 bijik gm 400 alpha tahun 2003
Dapat tambahan kontrak 2 unit tahun 2025.
Semoga paham si gempork.
GM 400 di buat tahun 2000 diperkenalkan ke publik tahun 2007 ada first customer Yang beli GM 400 basic 1 unit tahun 2009 siapa ya...biar si gempork yg jawab.... wkkwkw
HapusGM 400 alpha baru ada tahun 2021
Tahun 2022 kita beli 13 unit eh sebelah nggak mau kalah.
Radar GCI Master T jangkauan 450 km cikal bakal GM 400 jangkauan sama.
HapusBedanya Master T radar 3D masih analog
GM 400 radar 3D digital with AESA
Radar GM400 dibuat tahun 2000 kemudian ditingkatkan jadi GM 400 alpha tahun 2021 dimana peningkatan daya & pemprosesan data dengan AI... meningkatkan daya jangkau 515 km serta proses data 5 x lebih cepat & akurat.
Indo teken kontrak tahun 2022 sebanyak 13 unit GM 400 alpha dengan kode 403 versi mobile.
Malay kontrak 1 bijik gm 400 alpha tahun 2023
Dapat tambahan kontrak 2 unit tahun 2025.
Semoga paham si gempork.
ADS 400 rudal pertahanan udara Trisula kita gaesz haha!π¦Ύ⚡️π
BalasHapussiyap kirim hore haha!ππ€π₯³
warganyet kl, wajip PANIKπ₯ΆKOYAKπ₯
⬇️⬇️⬇️⬇️
https://www.facebook.com/groups/168267623960517/posts/2297854374335154/
Itu kendaraan bagian mana yah? Kayak ada CIWS-nya.
Hapusradar keknya..bukan ciws, rcws kali om irs haha!π€π✌️
HapusMungkin saya salah lihat.π Ada turret di lantai atas dikira dipasang di atas kabin.
Hapus2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
BalasHapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
-
2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
Bangun Pur..jalur gemilangmu copot dulu..πππ
BalasHapusLINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
Wah dikebut, lebih cepat 2 tahun an dari rencana semula, kelar 2027 π€π
HapusDia sendiri tak berani mau Sebut GM400 ALPHA.. mau tau Kenapa..? Jawapan mudah kerana ia hanya versi GM403 BASIC... π€£π€£π€£π€£
BalasHapusLINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
Hapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
1. Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data menunjukkan adanya jebakan fiskal di mana porsi pinjaman baru digunakan mayoritas (58% - 64,3%) hanya untuk melunasi cicilan pokok dan bunga utang lama.
Dampak Militer: Anggaran belanja modal (Capital Expenditure) untuk alutsista baru tergerus oleh biaya operasional dan cicilan utang. Akibatnya, pengadaan besar seperti F/A-18 Hornet bekas dari Kuwait pun mengalami pembatalan berulang kali (4x) karena keterbatasan dana tunai.
-
2. Pergeseran Model Pengadaan: Dari Cash ke Barter/Kredit
Keterbatasan likuiditas memaksa skema pengadaan yang tidak lazim:
Barter CPO: Digunakan pada kesepakatan dengan Korea Selatan (FA-50) dan Polandia (PT-91M). Ini menunjukkan upaya mempertahankan cadangan devisa dengan menukar komoditas.
Kredit Ekspor 100%: Seperti pada LMS Batch 1 (China), yang meskipun bunganya murah (3,5%), menambah eksposur utang luar negeri jangka panjang.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
1. Stagnasi Kekuatan Tempur (Analisis SIPRI & GFP)
SIPRI Kosong: Absennya data transfer senjata dalam 2 tahun terakhir (2024-2025) menandakan tidak adanya pengiriman aset strategis yang signifikan. Bandingkan dengan Indonesia yang memiliki daftar panjang (Rafale, A400M, dll).
Penurunan Rank GFP: Peringkat 42 (di bawah Filipina) mencerminkan efek domino dari penundaan proyek (seperti LCS yang melibatkan 17 kreditor) dan kegagalan regenerasi pesawat tempur (MRCA/LCA).
-
2. Risiko Eksternal: Sanksi Internasional & Reputasi
Sanksi Olahraga (CAS/AFC): Kekalahan hukum terkait pemain naturalisasi ilegal bukan hanya soal sepak bola, tapi mencerminkan kelemahan administrasi dan diplomasi internasional yang berdampak pada citra negara.
Tekanan Ekonomi AS (Section 301/IEEPA): Ancaman tarif pembalasasan dari AS pada sektor manufaktur (E&E) dapat memperburuk rasio Debt-to-GDP yang diprediksi menembus 69% pada 2025-2029.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
----------------------------------
Analisa Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024-2025)
Indonesia (Status: Ekspansi Masif):
The First Export Destination: Menjadi negara pertama di dunia yang mengimpor KF-21 Boramae (Kontrak 16 unit awal dari total rencana 48 unit/3 Skuadron).
Daftar Belanja Aktif: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (Turki), 24 M-346F, Mesin Kapal LM-2500, PPA-L-Plus, dan Rudal Khan/Bora.
Keunggulan: Transisi sukses dari pesawat tua (Su-35 & Mirage) ke teknologi Generasi 4.5 dan 5.
MALAYSEWA (Status: Stagnasi Total):
Laporan SIPRI: KOSONG selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
Kegagalan (Prank): Pembelian F-18 Kuwait Batal, rencana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas hanya berakhir sebagai wacana tanpa pesanan nyata.
Kondisi Kritis: FA-50 terhambat blokade komponen dari USA; MiG-29N pensiun tanpa pengganti.
-
Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
Vietnam: Peringkat 23.
Thailand: Peringkat 24.
Singapura: Peringkat 29.
Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
-
Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang terhadap GDP:
2010: 52,4%
2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
2024: 70,4%
2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
-
Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
----------------------------------
Analisa Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024-2025)
Indonesia (Status: Ekspansi Masif):
The First Export Destination: Menjadi negara pertama di dunia yang mengimpor KF-21 Boramae (Kontrak 16 unit awal dari total rencana 48 unit/3 Skuadron).
Daftar Belanja Aktif: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (Turki), 24 M-346F, Mesin Kapal LM-2500, PPA-L-Plus, dan Rudal Khan/Bora.
Keunggulan: Transisi sukses dari pesawat tua (Su-35 & Mirage) ke teknologi Generasi 4.5 dan 5.
MALAYSEWA (Status: Stagnasi Total):
Laporan SIPRI: KOSONG selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
Kegagalan (Prank): Pembelian F-18 Kuwait Batal, rencana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas hanya berakhir sebagai wacana tanpa pesanan nyata.
Kondisi Kritis: FA-50 terhambat blokade komponen dari USA; MiG-29N pensiun tanpa pengganti.
-
Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
Vietnam: Peringkat 23.
Thailand: Peringkat 24.
Singapura: Peringkat 29.
Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
-
Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang terhadap GDP:
2010: 52,4%
2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
2024: 70,4%
2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
-
Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
Kesimpulan Strategis
Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
Indonesia (Agresif): Memasuki fase pengadaan masif dengan daftar belanja nyata:
Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Kaan Gen-5 (48 unit), KF-21, M-346, dan upgrade F-16.
Darat & Laut: Rudal Khan & Bora, Drone Anka-S, PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500), dan Air Refuel System.
MALAYSEWA (Stagnasi): Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut.
Proyek F/A-18 Hornet Kuwait batal 4 kali.
Ketergantungan pada skema Barter (CPO) dan Sewa (Leasing) karena keterbatasan anggaran tunai.
-
ANALISIS EKONOMI & FISKAL
Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
Dia sendiri tak berani mau Sebut GM400 ALPHA.. mau tau Kenapa..? Jawapan mudah kerana ia hanya versi GM403 BASIC... π€£π€£π€£π€£
BalasHapusLINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
Hapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Fighter Fleet Problems
Current Fighters (as of 2025):
• 8 F/A-18D Hornets (bought in 1997)
o Aging, need mid-life upgrades, limited strike range.
• 18 Su-30MKM Flankers (delivered 2007–2009)
o Powerful but plagued by maintenance and spare parts issues.
o Many often grounded → at times less than 50% readiness.
• MB-339CM trainers/light attack jets (old, limited combat role).
π Compared to neighbors:
• Singapore → >60 F-15SGs & upgraded F-16Vs, buying F-35s.
• Indonesia → >30 Su-27/30s, buying Rafales & KAAN.
• Vietnam → 36+ Su-30MK2Vs.
π MALONYET ’s fighter fleet is tiny and partially unserviceable, limiting air superiority.
________________________________________
π 2. The MiG-29 Failure
• MALONYET bought 18 MiG-29Ns in the 1990s.
• Retired early (2015) due to:
o High operating cost.
o Reliability issues.
o Poor logistics support from Russia.
• Replacement program (“MRCA”) delayed for over a decade because of budget constraints and political indecision.
π Result: Fighter numbers dropped sharply → “air power gap” still not fixed.
________________________________________
π 3. Transport & Airlift
• C-130 Hercules fleet (14 units) → old but reliable, used for logistics & disaster relief.
• A400M Atlas (4 units, delivered 2015–2017)
• Gap: MALONYET lacks enough airlift to rapidly reinforce East MALONYET (Sabah & Sarawak).
________________________________________
π 4. Maritime Patrol Aircraft (MPA) Weakness
• Currently uses Beechcraft King Air B200Ts → outdated and limited range.
• MALONYET faces constant Chinese Coast Guard intrusion in South China Sea, but has no dedicated long-range MPA fleet.
• Boeing P-8 Poseidon (used by US, Australia, India) is far beyond MALONYET ’s budget.
π Weak maritime domain awareness → navy operations suffer too.
________________________________________
π 5. Helicopter Fleet
• Nuri helicopters (Sikorsky S-61) retired in 2019 due to age.
• Replacement delayed — Army and Air Force face lift helicopter shortage.
• Only a few AW139 and EC725 Cougar are available, limiting troop transport and search & rescue (SAR).
________________________________________
π 6. Air Defense & Radar
• MALONYET has no long-range surface-to-air missile (SAM) systems.
• Relies only on short-range man-portable systems (MANPADS) and some older gun-based defenses.
• Radar coverage is patchy, especially over the South China Sea.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Small and Aging Fleet
• Surface combatants:
o Only 2 Lekiu-class frigates (1999) → nearing obsolescence, modernization delayed.
o 2 Kasturi-class frigates (1980s German design) → upgraded but still old.
o 4 Kedah-class OPVs (2000s, MEKO-100 design) → lightly armed, more like patrol vessels than real warships.
• Total “serious” warships: fewer than 10, compared to:
o Singapore Navy: >20 modern, high-tech vessels (Formidable-class frigates, Littoral Mission Vessels).
o Indonesia Navy: dozens of frigates, corvettes, and modern missile boats.
π TLDM cannot sustain a large-scale naval fight.
________________________________________
π 2. Submarine Force Weakness
• Only 2 ScorpΓ¨ne-class submarines (delivered 2009–2010).
• Problems:
o High operating cost → often not fully operational.
o Limited numbers → cannot maintain continuous presence at sea.
o No replacement or expansion plans due to budget constraints.
• By contrast:
o Vietnam has 6 Kilo-class submarines.
o Singapore operates 4 advanced submarines (with more on order).
________________________________________
π 3. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
• In 2011, MALONYET approved 6 Gowind-class LCS frigates (French design, built locally).
• Supposed to be the backbone of TLDM modernization.
• Scandal: corruption, mismanagement, political interference → no ship delivered after more than a decade.
• First ship expected only in 2026–2027, cost ballooned from RM 6 billion → >RM 11 billion.
π A whole decade lost with zero new frontline warships.
________________________________________
π 4. Poor Naval Aviation & Support
• Helicopters: only a few Super Lynx and AW139 → limited ASW (anti-submarine warfare).
• No naval combat aircraft (relies entirely on RMAF).
• Weak sealift/amphibious capacity:
o Only 2–3 support/transport ships (KD Mahawangsa, KD Sri Inderapura-class, etc.).
o Insufficient to deploy large forces rapidly to Sabah/Sarawak.
________________________________________
π 5. Budget Constraints
• Navy modernization requires long-term funding, but:
o Defense budget = only 1.0–1.1% of GDP.
o Navy often loses out to Army in budget share.
o Procurement done piecemeal → delays, cost overruns.
• Example: LCS program stalled because of funding + political issues, not just technical delays.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Legacy of Counterinsurgency (COIN)
• MALONYET ’s military doctrine is shaped by history, especially the Communist Insurgency (1948–1989).
• For decades, the Army’s focus was jungle warfare, counter-guerrilla tactics, and territorial defense.
• This created a culture of light infantry dominance, with limited emphasis on heavy armor, artillery, or long-range strike capabilities.
π Result: Even after the insurgency ended, MALONYET continued investing in riflemen and light forces, not in high-tech or heavy combined-arms forces.
________________________________________
π 2. Lack of Shift Toward Conventional Warfare
• Neighbors (Singapore, Indonesia, Vietnam, Thailand) modernized doctrines toward combined arms (armor + artillery + air support + drones).
• MALONYET , however, still emphasizes defensive posture and static territorial defense.
• Little preparation for large-scale conventional conflicts in the South China Sea or with a peer adversary.
π Example: TDM has only 48 tanks (PT-91M), no medium/long-range air defense, and minimal artillery support — not sufficient for modern battlefield requirements.
________________________________________
π 3. Neglect of Joint Operations
• Modern doctrine globally stresses joint operations (Army + Navy + Air Force working seamlessly).
• MALONYET struggles here:
o The Air Force has too few planes to provide close air support.
o The Navy lacks amphibious or sealift capacity to deploy the Army quickly.
o The Army rarely trains with Navy/Air Force in large-scale exercises.
π Doctrine remains service-siloed, not integrated.
________________________________________
π 4. Limited Focus on External Threats
• Official defense policy (2019 White Paper) prioritizes sovereignty defense, non-traditional security (terrorism, piracy, disasters).
• While valid, this underplays external threats like:
o China’s growing presence in South China Sea.
o Potential interstate tensions with neighbors.
• MALONYET ’s doctrine avoids offensive or deterrent concepts → remains reactive and defensive.
________________________________________
π 5. Outdated Operational Concepts
• No emphasis on drones, electronic warfare, cyber, or network-centric warfare, which are now central in modern doctrine.
• Still structured around manual infantry-heavy operations.
• Example: Lahad Datu (2013) → response was slow, infantry-based, and exposed poor surveillance, mobility, and joint command.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Structural Weaknesses
• Manpower-heavy, equipment-light: TDM has ~80,000 personnel, but much of its gear is old or lightly armed.
• Doctrine outdated: Still focused on counterinsurgency (legacy of communist era), not high-intensity modern warfare.
• Low mobility: Limited airlift and mechanization mean the army cannot rapidly deploy across MALONYET split geography (Peninsular vs. East MALONYET ).
________________________________________
π 2. Equipment Weaknesses
Armored Vehicles
• Condor APCs (German-built, 1980s): Still widely used despite being obsolete, poorly protected against IEDs or modern weapons.
• Sibmas APCs (Belgian, 1980s): Aging, thin armor, limited use today.
• AV8 Gempita (locally built, 2010s): Modern, but only ~250 units → far too few to replace thousands of older vehicles.
• Main Battle Tanks (MBT): Only 48 PT-91M (Polish T-72 variant, mid-2000s). Limited firepower compared to regional peers with Leopards (Indonesia, Singapore).
Artillery
• Mostly towed howitzers (105mm, 155mm) → outdated for rapid maneuver warfare.
• Self-propelled artillery → very limited.
• Rocket artillery → almost nonexistent compared to neighbors (Indonesia, Vietnam).
Air Defense
• Very weak → relies on MANPADS (Igla, Starstreak) and old short-range systems.
• No medium- or long-range SAMs.
• Vulnerable to modern airstrikes.
Aviation
• Lost Nuri helicopters (retired in 2019).
• MD530G light attack helicopters procured in 2016 → delivery delayed for years, only a few operational.
• No dedicated attack helicopters (unlike Indonesia, Singapore, Thailand).
________________________________________
π 3. Training & Readiness
• Low training hours due to budget → live-fire exercises limited.
• Joint operations weak → coordination with Navy/Air Force poor.
• Modern combined arms doctrine (armor + artillery + drones + air cover) underdeveloped.
________________________________________
π 4. Budget & Allocation Problems
• Army gets the largest share of manpower spending (salaries, pensions), but little for modernization.
• Procurement slow → many projects canceled, delayed, or scaled down.
• Example: Plans for new self-propelled artillery, drones, and air defense systems repeatedly shelved.
________________________________________
π 5. Geographic & Strategic Challenges
• MALONYET is split into two main theaters:
1. Peninsular MALONYET
2. Sabah & Sarawak (Borneo) → vulnerable to incursions (e.g., Lahad Datu, 2013).
• TDM lacks enough lift capability to quickly reinforce East MALONYET .
• Reliant on Navy/Air Force transport, which themselves are weak.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Overall Context
• MALONYET ’s defense spending has stagnated for over a decade.
• Procurement delays + corruption scandals → few new assets acquired since the mid-2000s.
• Result: Most of MALONYET ’s core platforms are 20–40 years old, with growing maintenance problems and declining readiness.
________________________________________
π 2. Royal MALONYET n Air Force (RMAF / TUDM)
Fighters
• F/A-18D Hornet
o Bought in the mid-1990s (8 units).
o Still capable, but now ~30 years old.
o Spares are costly, fleet too small for sustained operations.
• Su-30MKM Flanker
o Acquired 2007 (18 units).
o Modern on paper, but plagued by spare parts shortages and maintenance delays.
o Readiness sometimes drops below 50%.
• MiG-29 Fulcrum
o Acquired early 1990s.
o Retired in 2017 due to high maintenance cost.
o No replacement yet → huge capability gap.
Transport & Helicopters
• C-130 Hercules: Workhorses from the 1970s/80s, some being upgraded but still very old.
• Nuri Helicopters (Sikorsky S-61): Entered service in the 1960s. Finally retired in 2019 after fatal crashes. Replacement slow.
π Impact: RMAF cannot maintain a credible air defense or long-range strike role. Fleet too small, too old, and too expensive to keep flying.
________________________________________
π 3. Royal MALONYET n Navy (RMN / TLDM)
Surface Fleet
• Kasturi-class corvettes (1980s): Upgraded, but still outdated hulls.
• Laksamana-class corvettes (ex-Italian, 1980s design): Small, limited endurance, hard to maintain.
• Lekiu-class frigates (delivered 1999–2000): Now ~25 years old, mid-life upgrades delayed.
Submarines
• ScorpΓ¨ne-class (delivered 2009): Relatively new, but expensive to maintain. Limited to 2 boats → too few for constant patrols.
New Projects
• LCS Gowind Frigates (6 planned): As of 2025, still undelivered due to scandal & mismanagement.
π Impact: RMN faces the South China Sea with mostly 30–40-year-old corvettes and frigates, plus just 2 subs.
________________________________________
π 4. MALONYET n Army (TDM)
• Main Battle Tanks: MALONYET has 48 PT-91M (Polish T-72 variant, delivered mid-2000s). Already outdated by modern standards.
• Armored Vehicles:
o Condor APCs → from 1980s, many still in service.
o Sibmas → from 1980s, obsolete for modern combat.
o AV8 Gempita (new, 2010s) → too few to replace older fleets.
• Artillery: Mostly towed howitzers; limited modern self-propelled guns.
• Air Defense: Minimal, mostly MANPADS and old radar systems.
π Impact: Army is manpower-heavy, equipment-light, with many vehicles older than the soldiers who operate them.
Dia sendiri tak berani mau Sebut GM400 ALPHA.. mau tau Kenapa..? Jawapan mudah kerana ia hanya versi GM403 BASIC... π€£π€£π€£π€£
BalasHapusLINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
Hapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
-------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
Hapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KORUPSI SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
SKANDAL MAKELAR & KRONISME (PROCUREMENT CORRUPTION):
Dominasi Makelar (Middlemen): Pengadaan alutsista dikendalikan oleh "agen" yang mayoritas adalah pensiunan perwira militer untuk menggelembungkan harga.
Kecaman Raja (Sultan Ibrahim): Pada 2025, Raja mengecam praktik makelar di Kemenhan dan membatalkan sewa helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "Peti Mati Terbang".
Favoritisme Politik: Hanya 20–30% kontrak yang melalui tender terbuka; sisanya diberikan kepada perusahaan yang memiliki koneksi politik atau eks-militer.
Skandal Kapal Selam Scorpene: Kasus suap masif yang melibatkan penyelidik Prancis (2018), mengungkap risiko kebocoran rahasia negara akibat pengaruh kontraktor asing.
Lemahnya Pengawasan: Tidak ada komite parlemen independen yang mengaudit kontrak, sehingga konflik kepentingan terus berlanjut tanpa konsekuensi hukum.
________________________________________
KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF LIMITATIONS):
Armada Tua & Terbatas: Su-30MKM, F/A-18D, dan Hawk 208/108 sudah berusia di atas 20 tahun dengan biaya perawatan yang mencekik kas negara.
Gap Superioritas Udara: Armada MiG-29N dipensiunkan (2015) tanpa pengganti sepadan, menciptakan kekosongan kekuatan tempur udara.
Tanpa Jangkauan Strategis: Tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (Air Refueling) dan tidak ada sistem peringatan dini (AEW&C).
Logistik Campur Aduk: Bergantung pada campuran platform Barat (AS/Eropa) dan Rusia, mempersulit manajemen suku cadang dan mengurangi interoperabilitas.
Opsi "Murah" FA-50: Karena miskin, pemerintah terpaksa memilih jet ringan FA-50 Korea Selatan yang kapabilitasnya terbatas dibanding pesawat multirole murni seperti Rafale.
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
Hapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
________________________________________
KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
Kecaman Raja: Raja MALONYET mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
________________________________________
KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
Hapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
________________________________________
SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
Hapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
________________________________________
REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok
BANGKRUT = Utang Rumah Tangga : Mencapai 84,3% terhadap PDB
Hapus(Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) & Pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim)
-
BANGKRUT = Utang Pemerintah : Mencapai 70,5% terhadap PDB
(Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics & Kementerian Keuangan Malaysia)
-
TIDAK BAYR POKOK UTANG - BAYAR BUNGA/FAEDAH = Pembayaran anggaran pemerintah hanya digunakan untuk membayar bunga/biaya layanan utang, bukan untuk melunasi pokok keseluruhan
(Sumber Resmi: Pernyataan PM Anwar Ibrahim diliput oleh New Straits Times (NST), The Star, Astro Awani, dan TV3)
-
DEFISIT KRONIS 1998-2026 : Mengalami defisit anggaran selama 28 tahun berturut-turut sejak krisis moneter 1998 hingga proyeksi tahun 2026
(Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim & Analisis media ekonomi The Edge / NST)
-
BRICS : Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh, sedangkan Malaysia menjadi negara mitra dan belum lolos keanggotaan penuh karena alasan tertentu
(Sumber Resmi: Laporan resmi Pemerintah Brasil selaku Presidensi BRICS & platform info BRICS Information Sharing)
-
G20 : Malaysia dan Singapura tidak masuk dalam forum ini disebabkan oleh faktor pemenuhan skala Produk Domestik Bruto (PDB) serta jumlah populasi penduduk
(Sumber Resmi: Ketentuan profil negara anggota Sekretariat G20)
--------------------------------
MALONYET.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
________________________________________
KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
________________________________________
KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).
MALAYSIA..... SHOPPING 4 BUAH GM400 ALPHA.... ORANG KAYA... ππ
BalasHapus25 RADAR =
Hapus13 PERANCIS
12 RETIA
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
“Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
“Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
“Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
============
============
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
-------------------------------------
π¦§GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALONYET (ATM)
-------------------------------------
CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
-
HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
-
HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
-------------------------------------
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
CHEAPEST VARIANT LMS
-
1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
-
2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
-
3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALONYET USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
-------------------------------------
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
-
1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
-
2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
-
3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
HapusLCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
---------------------------------
MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONSIA = CUT BUDGET
2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
HapusLCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
---------------------------------
MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONSIA = CUT BUDGET
2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
HapusLCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
---------------------------------
MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONSIA = CUT BUDGET
2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
________________________________________
ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
HapusLCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
---------------------------------
MALONSIA CLAIMS TO BE RICH = GOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP:
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
---------------------------------
2026 MALONSIA = CUT BUDGET
2026 MALONSIA = NSM BANNED - AMRAAM BLOCKED
2026 MALONSIA = F18 CANCELED - UH60A CANCELED
2026 MALONSIA = REWORK OF 4000 LCS PIPES AND CABLES
2026 MALONSIA = MASS LAYOFFS
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
2025 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2024 MALONSIA = SIPRI EMPTY
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
--------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
________________________________________
ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.
MALAYSIA..... SHOPPING 4 BUAH GM400 ALPHA.... ORANG KAYA... ππ
BalasHapusNATUNA RADAR WEIBEL : 1000 KM
HapusRADAR VERA NG SPESIALIS PERAWAT SILUMAN
Natuna Sabah : 960 KM
Natuna Kuala lumpur : 736 KM
Natuna Kedah : 884 KM
Natuna Johor : 589 KM
--------------
25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
25 RADAR (13 THALES 12 RETIA)
Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
===================
===================
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
HapusGOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------------
SIPRI 2025-2024 = KOSONG
-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYSEWA 2010–2026
2010: RM 407,1 Miliar
2011: RM 456,1 Miliar
2012: RM 501,6 Miliar
2013: RM 547,7 Miliar
2014: RM 582,8 Miliar
2015: RM 630,5 Miliar
2016: RM 648,5 Miliar
2017: RM 686,8 Miliar
2018: RM 1,19 Triliun
2019: RM 1,25 Triliun
2020: RM 1,32 Triliun
2021: RM 1,38 Triliun
2022: RM 1,45 Triliun
2023: RM 1,53 Triliun
2024: RM 1,63 Triliun
2025: RM 1,71 Triliun
2026: RM 1,79 Triliun
________________________________________
Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
-
CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
-
The Edge MALAYSEWA (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
-
MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
-
Kementerian Kewangan (MOF) MALAYSEWA (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah.
________________________________________
BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
-
2018: FASE "OPEN DONASI"
Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
-
2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
-
2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
-
2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
-
2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
-
2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
-
2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
-
2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
-
2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
-
SUMBER DATA RESMI:
Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
-
Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).
KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
HapusGOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------------
SIPRI 2025-2024 = KOSONG
-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
-
1. INDONESIA – PERINGKAT 13
-
2. VIETNAM – PERINGKAT 23
-
3. THAILAND – PERINGKAT 24
-
4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
-
5. MYANMAR – PERINGKAT 35
-
6. FILIPINA – PERINGKAT 41
-
7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
-
8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
-
9. LAOS – PERINGKAT 125
---------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
---------------------------------
Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
-
Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.
-
Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
-
Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.
KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
HapusGOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------------
SIPRI 2025-2024 = KOSONG
-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
---------------------------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
----------------------------------
Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
-
Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
-
Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
-
Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
-
Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.
KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
HapusGOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------------
SIPRI 2025-2024 = KOSONG
-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
---------------------------------
Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
-
Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
-
Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
-
Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
2010: RM 407,1 Miliar.
2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
-
Penurunan Daya Gentar & Reputasi
Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
-
Kesimpulan Strategis
Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.
KASIH PAHAM ....JAGA-JAGA KLAIM SHOPPING = 2 TAHUN SIPRI KOSONG : LEASING
HapusGOVT DEBT 70.5% HOUSEHOLD 84.3% TO GDP
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
--------------------------------------------------
SIPRI 2025-2024 = KOSONG
-
INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
-
MALAYSEWA 1 LEMBAR = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
--------------------------------------------------
GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
-
1. INDONESIA – PERINGKAT 13
-
2. VIETNAM – PERINGKAT 23
-
3. THAILAND – PERINGKAT 24
-
4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
-
5. MYANMAR – PERINGKAT 35
-
6. FILIPINA – PERINGKAT 41
-
7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
-
8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
-
9. LAOS – PERINGKAT 125
---------------------------------
2025 = KOSONG
Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
-
2024 = KOSONG
https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
-
2023 = NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
-
2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
-
2021 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2021.html
-
2020 = PLANNED
https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-MALAYSEWA-2020.html
---------------------------------
Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
-
Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
-
Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
-
Beban Rakyat & Masa Depan
Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).
Ngebuka lagi siapa sebenarnya Si upil dan Si M π
BalasHapus
Ma-link nya segelintir orang yang tamak dunia yang menghamba kepada ras kera, semoga rakyatnya sadar. π
Apa yg dikatakan Pak M.Luthfi ini benar sekali. Begitu @Prabowo merubah sistem ekonomi Indonesia mengarah ke Ekonomi Pancasila dan menyatakan perang pada Praktek Transfer Pricing, Singapura yg selama ini kenyang dgn ekonomi liberal Indonesia mulai kelagapan. Mereka memainkan strategi krisis 98, jatuhkan ekonomi Indonesia lalu kuasai. Saham kita sengaja dibikin anjlok, mata uang kita dibikin rontok, ekonomi kita dibikin kacau. Dengan harapan stabilitas sosial politik goyang, terjadi demo besar-besaran utk menjatuhkan Pemimpin yg membikin mereka tidak nyaman. Prabowo harusnya cermat terhadap hal ini, dia harus cut mereka2, kelompok yg selama ini jadi kaki tangan Singapura utk dapat terus menguasai ekonomi Indonesia, selain gang solo, juga cukong2 yg Perusahaannya berafiliasi ke Singapura. Jangan lambat, harus cepat agar kepercayaan Rakyat tumbuh pada beliau Bang @bang_dasco Pak @sjafriesjams. Berkhianat pd kelompok yg jelas2 sudah berkhianat kpd bangsa ini walau berhutang budi lebih baik, dari pada ikutan berkhianat pd bangsa ini.
Catatan : Saat ekonomi kita dirontokkan tahun 98, perusahaan2 trategis kita, byk yg diambil alih singapura, melalui cukong2 kaki tangan mereka. Dari cukong2 kaki tangan mereka ini, perusahaan dibuat menggurita membentuk group2 perusahaan dibidang apa saja. Hingga 1% dari mereka menguasai hampir seluruh kekayaam Indonesia, mulai dari perbankan, perkebunan, pertambangan, ritel, perikanan, pangan, jasa angkutan dst. Jangan bilang mereka konglomerat Indonesia, mereka binaan Singapura. Mereka juga dicatur untuk bisa mengatur suksesi kepemimpinan di Indonesia agar Ekonomi tetap bisa mereka kuasai.
https://x.com/_Haris_Srg/status/2112465448545685749
Yang hanya mampu nyicil 3 bijik mending diem je, malu tak π€
BalasHapusLINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI))
-------------------------------
INDONESIA=
KAPAL INDUK✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
48 KAAN Gen 5✔️
42 RAFALE Gen 4.5✔️
16 Sukhoi 27/30✔️
33 F16✔️
12 M346FA✔️
20 T50i✔️
24 HAWK✔️
4 FREEGAT MERAH PUTIH✔️
2 PPA BRAWIJAYA CLASS✔️
2 FREEGAT ISTIF✔️
4 SCORPENE EVOLVED✔️
--------------------------------
1. BUDGET MILITER USD 20 MILIAR vs USD 4,7 MILIAR
2. BUDGET 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
3. BUDGET 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
4. BUDGET 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONYET
5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
6. BUDGET SEWA 28 HELI = BUDGET 119 HELI BARU
7. BUDGET 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
8. UCAV ANKA vs ANKA ISR NOT ARMED
9. BUDGET 1 UNIT LCS EXCLUDING AMMO = 1 UNIT DESTROYER INCLUDING AMMO
===============
===============
MALONYET
18 FA50Murah (10 LCA + 8 LIFT) = LACK BVR AMRAAM❌
18 Sukhoi (4 Serviceable) = LACK MAINTENANCE❌
7 F18 = LACK SOURCE CODE❌
16 HAWK = LACK SPAREPART❌
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – 2035 : 2035-2011 = 24 TAHUN DELAYED YEARS BANNED NSM
2018: LMS B1 – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
1982: LAKSAMANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
2002: KEDAH – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
1971: PERDANA – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
1976: HANDALAN – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
1975: JERUNG – NO SONAR NO TORPEDO NO MISSILE
--------------------------------
1967: USCG DECISIVE
1968: USCGC STEADFAST
1980: KM PERWIRA
1984: LERICI CLASS
1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
--------------------------------
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
515 km yaaa...semakin jauuhhh✌️
BalasHapus13 bijik..dan tambah 12..wowww makin banyaaaakk radar AESA kita haha!π¦Ύπ€π
seblah cuman itungan jari, kahsiyan kl, KALAHHH LAGGIIII...π
eitttt aset roda ban kita semakin buaaanyyaaakkk..
BalasHapusdari 1500 turuk⚡️ sampe ratusan armor 4x4...bungkus smuaaaa haha!π€π€π
seblah masa sewa...jimat kos=Misqueen haha!πππ€£
25 RADAR =
BalasHapus13 PERANCIS
12 RETIA
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
“Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
“Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
“Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
============
============
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
-------------------------------------
π¦§GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALONYET (ATM)
-------------------------------------
CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
-
HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
-
HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
-------------------------------------
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
CHEAPEST VARIANT LMS
-
1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
-
2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
-
3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALONYET USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
-------------------------------------
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
-
1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
-
2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
-
3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
5 RADAR RUSAK
BalasHapusMenteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoTIADAmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
--------------------
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkTIADAwn number and type of coastal surveillance radars which were kTIADAwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
--------------------
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
--------------------
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
--------------------
1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. MKM BARTER PALM OIL
62. MIG29N BARTER PALM OIL
63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
64. SCORPENE BARTER PALM OIL
65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
67. FA50M BARTER PALM OIL
===================
SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
1. SEWA 28 HELI
2. SEWA L39 ITCC
3. SEWA EC120B
4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
6. SEWA HOVERCRAFT
7. SEWA AW139
8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
9. SEWA UTILITY BOAT
10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
12. SEWA MV AISHAH AIM 4
13. SEWA BMW R1250RT
14. SEWA 4x4 VECHICLE
15. SEWA VSHORAD
16. SEWA TRUCK
17. SEWA HONDA CIVIC
18. SEWA PATROL BOATS
19. SEWA OUTBOARD MOTORS
20. SEWA TRAILERS
21. SEWA SUPERBIKES
22. SEWA SIMULATOR MKM
23. SEWA 12 AW149 TUDM
24. SEWA 4 AW139 TUDM
25. SEWA 5 EC120B TUDM
26. SEWA 2 AW159 TLDM
27. SEWA 4 UH-60A TDM
28. SEWA 12 AW149 TDM
29. SEWA 4 AW139 BOMBA
30. SEWA 2 AW159 MMEA
31. SEWA 7 BELL429 POLIS
32. SEWA MOTOR POLIS
LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
25 RADAR =
BalasHapus13 PERANCIS
12 RETIA
Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto mengatakan, tambahan 12 radar militer untuk TNI Angkatan Udara (AU) dibeli dari Republik Retia.
“Kalau enggak salah dari Retia, dari Retia ya,” kata Prabowo usai prosesi serah terima lima unit pesawat angkut ringan NC-212i kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (12/12/2023).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa suatu negara harus memiliki pertahanan yang kuat.
Diketahui, Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengungkapkan bahwa TNI AU merencanakan pengadaan 25 radar baru untuk ditempatkan di sejumlah titik untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia.
"Ke depan ada rencana pengadaan sebanyak 13, ditambah 12, jadi 25 radar baru," kata Fadjar saat berbicara bersama para pemimpin redaksi di Mabes TNI AU (Mabesau), Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (4/12/2023), dikutip dari Antaranews.
Fadjar mengatakan, jumlah radar yang ada saat ini belum mencakup seluruh wilayah Indonesia.
Nantinya, sejumlah radar yang didatangkan akan menggantikan yang sudah tak berfungsi maksimal. Kemudian, sebagian lagi akan ditempatkan di titik baru.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan 13 radar jarak jauh Ground Master 400 Alpha (GM400a) produksi perusahaan asal Perancis, Thales untuk keperluan TNI AU.
“Kemenhan yang beli, nanti yang operasionalnya di TNI AU,” kata Wakil Menteri Pertahanan Muhammad Herindra saat ditemui di Kantor Kemenhan, Jakarta Pusat pada 19 Juni 2023.
Dalam kesepatakannya, Herindra menyebutkan bahwa akan ada transfer of technology (ToT) yang dilakukan antara Perancis dan Indonesia.
“Nanti ToT-nya sama PT Len Industri,” ujar Herindra.
============
============
2023 GIFTED PAID BY USA
Back in 2006, the US gifted MALONYET an unkNOwn number and type of coastal surveillance radars which were kNOwn colloquially as the 1206 radars. Some 17 years later the 1206 CSS radars have been upgraded which was also paid by the US.
---
5 RADAR RUSAK
Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekoNOmi untuk dibaiki. Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.
---
2023 DONATED BY US
Minister DSU Mohamad Hasan told Parliament on March 16 that the Lockheed Martin TPS-77 long range surveillance radar, donated by the US, will be commissioned in Labuan by year end.
---
2023 DONATED BY JAPAN
It appears that Japan has donated at least a single airfield surveillance radar (ASR) to MALONYET for use by the RMAF.
-------------------------------------
π¦§GORILA IQ BOTOL = SEWA 28 HELI > 119 HELI BARU > ART : WAJIB LAPOR USA
SEWA 28 HELI RM 16.8BN = USD 3.7BN/USD 3.700 JT DOLAR
•HARGA HELI AW149 = USD 31 JUTA
•28 UNITK X USD 31 JT= USD 857 JUTA
•USD 3.700JT ÷ USD 31 JT = 119 HELI BARU
----
4x LEBIH MAHAL SEWA DARIPADA BELI BARU =
SEWA 15 TAHUN = RM16.8 BILION
BELI BARU = RM3.954 BILION
SEWAan selama 15 tahun dianggarkan mencecah RM16.8 bilion, jauh lebih tinggi berbanding kos pembelian helikopter serupa yang dianggarkan sekitar RM3.954 bilion.MALONYET (ATM)
-------------------------------------
CHEAPEST PLATFORM VARIANT :
-
HARGA CN 235 = USUSD 27,50 Juta
-
HARGA ATR 72 = USUSD24.7 Juta
-------------------------------------
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
DOWNGRADE HISAR(ADA CLASS)
CHEAPEST VARIANT LMS
-
1. ADA CLASS PAKISTAN USD 1 MILYAR/4 = USD 250 JUTA PER UNIT
-
2. ADA CLASS UKRAINE USD 1 MILYAR/2 = USD 250 JUTA PER UNIT + UCAV SENILAI USD 500 JUTA
-
3. HISAR OPV CLASS (LMS B2) MALONYET USD 530 JUTA /3 = USD 176,7 JUTA PER UNIT
-------------------------------------
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
CHEAPEST VARIANT FA50
-
1. FA 50 GF (TA 50 BLOK II) 12 UNIT HARGA USD 705 JUTA ALIAS USD 58,75 JUTA/UNIT
-
2. FA 50 PL (BLOK 20) 36 UNIT HARGA USD 2300 JUTA ALIAS USD 63,89 JUTA/UNIT
-
3. FA 50M 18 UNIT HARGA USD 920 JUTA ALIAS USD 51,1 JUTA/UNIT
PT Len Industri (Persero) menargetkan instalasi 13 unit radar ground control intercept (GCI) yang akan digunakan untuk mendukung sistem pertahanan udara nasional, selesai pada 2027
BalasHapus----------
Wah pass donk klo gt, ama kedatangan juliet 10 dan surabaya 35 oke ocehπ
makin mantebbb ngawasin genk ep pe de ehh yg satu mao ditendang tuch..tebak yg mana?
kisi2nye yg bikin tdl m4-link haha!π€₯π±π€£
HANYA BERUK MELAYU TOLOL DIKASIH LINK RESMI PEMBUATNYA MASIH SAJA MEMBUAL .....KEBANYAKAN MAKAN CUKAI CASINO DAN DADAH IQ NYA SAMPAH SESUAI TAHAP PENDIDIKAN BERUK π€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π²πΎπ·π·π·π·π·π·π·π²πΎπ©π©π©π©π©π©π©π©π²πΎ
BalasHapusPT Len Industri has ordered 13 Ground Master 400 Alpha long-range air surveillance radars with the associated SkyView Command and Control system to strengthen Indonesian airspace sovereignty, creating a bubble of airspace protection.
BalasHapusThe airspace protection system installed across the Indonesian archipelago will enable Indonesia’s armed forces to benefit from a single air picture integrating the detection of all types of threats, from jets and missiles to hovering helicopters and unmanned air vehicles (UAVs), contributing to early detection of threats.
The transfer of production of certain components will enhance PT Len’s radar expertise and knowledge, as well as position PT Len as the radar centre of excellence for Indonesia.
Today, GM 400 Alpha is one of the world’s best-selling combat proven long-range air surveillance radars, contributing to airspace protection worldwide with more than 80 radars from the GM400 family sold to 19 nations. This selection confirms the success of GM radars in South East Asia.
Today 19 June 2023, at Paris Air Show 2023, Thales and PT LEN officials celebrate a new milestone towards Indonesia’s airspace protection capabilities with the future delivery of 13 Ground Master 400 Alpha long-range air surveillance radars and the associated Command and Control system (SkyView).
13 KATA BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH LEBIH SEDIKIT DARI 2 .......π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π²πΎπ€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π€‘π²πΎπ·π·π·π·π·π·π·π²πΎπ©π©π©π©π©π©π©π©π²πΎ
BEDA KASTA BEDA LEVEL =
BalasHapus-------------------------------
1. SISTEM DATA LINK & SOFTWARE TEMPUR MILITER
Sistem pertahanan berbasis Network Centric Warfare (NCW) ini diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan keterpaduan antar-matra PT Len Industri (Persero).
• Link ID (LenLINK) & CTDLS: Mulai diintegrasikan secara operasional ke dalam alutsista TNI sejak tahun 2015. Teknologi ini diperkenalkan kembali secara luas dalam ekosistem holding pertahanan Defend ID sejak tahun 2022.
• NCS (Naval Combat System) Link ID: Diterapkan untuk kapal perang (seperti jenis Kapal Cepat Rudal/KCR) berbasis fondasi riset data link nasional yang matang pada tahun 2015.
• CENTRINAV: Unit distribusi navigasi ini mulai masif diintegrasikan ke sistem radar dan senjata kapal perang Indonesia dalam rangkaian program modernisasi yang berjalan sejak 2015.
• CMS (Combat Management System) Mandiri: Pengembangan CMS nasional berbasis riset lokal sebenarnya telah dirintis oleh BUMN sejak tahun 2010. Varian terbaru yang bertindak sebagai "otak" kapal perang mutakhir, yaitu CMS Mandhala Mk2, resmi dipamerkan dan diuji integrasinya pada tahun 2025–2026.
-------------------------------
2. BATTLE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) BUATAN INDONESIA
Battle Management System (BMS) bertindak sebagai sistem digitalisasi komando dan taktis untuk pasukan darat dan kendaraan tempur.
• BMS Ranpur & Pasukan (BMS CY-16H): Sistem manajemen tempur digital darat ini dikembangkan oleh Hariff Defense (PT Hariff Daya Tunggal Engineering).
• BMS Ranpur (Kendaraan Tempur): Mulai diadopsi secara resmi dan diinstal pada unit Kavaleri TNI Angkatan Darat (seperti pada tank MBT Leopard, Panser Anoa, Badak, dan tank medium Harimau) sejak tahun 2016.
• BMS Personnel (Prajurit): Sistem rompi taktis, CCU, dan kamera helm untuk pasukan infanteri terintegrasi diproduksi dan diuji coba dalam ekosistem tempur modern dari tahun 2016 hingga penyempurnaan di tahun 2025.
=================
=================
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
SEPANG – Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah menerima satu sesi persembahan daripada Syarikat G7 Aerospace Sdn. Bhd. (G7A) berkaitan cadangan pembangunan Indigenous Malaysian Tactical Data Link (M-Link) bagi meningkatkan keupayaan perkongsian maklumat taktikal serta kesalingoperasian antara pelbagai platform ATM. Sesi tersebut telah dipengerusikan oleh Mej Jen Omar bin Hj Dawami TUDM, Ketua Pengarah Perancang Pembangunan, MK ATM – BPP.
Link official Thales:
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
13 GCI GM400Alpha untuk INDONESIA
malaydesh MISKIN LOW IQ Grade TIDAK BISA TERIMA fakta.
WKWKWK
Link official Thales:
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
13 GCI GM400Alpha untuk INDONESIA
malaydesh MISKIN LOW IQ Grade TIDAK BISA TERIMA fakta.
WKWKWK
INDON low IQ tak bisa terima fakta Indonesia menghampiri Zimbabwe!
BalasHapusπ€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
BEDA KASTA BEDA LEVEL =
Hapus-------------------------------
1. SISTEM DATA LINK & SOFTWARE TEMPUR MILITER
Sistem pertahanan berbasis Network Centric Warfare (NCW) ini diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan keterpaduan antar-matra PT Len Industri (Persero).
• Link ID (LenLINK) & CTDLS: Mulai diintegrasikan secara operasional ke dalam alutsista TNI sejak tahun 2015. Teknologi ini diperkenalkan kembali secara luas dalam ekosistem holding pertahanan Defend ID sejak tahun 2022.
• NCS (Naval Combat System) Link ID: Diterapkan untuk kapal perang (seperti jenis Kapal Cepat Rudal/KCR) berbasis fondasi riset data link nasional yang matang pada tahun 2015.
• CENTRINAV: Unit distribusi navigasi ini mulai masif diintegrasikan ke sistem radar dan senjata kapal perang Indonesia dalam rangkaian program modernisasi yang berjalan sejak 2015.
• CMS (Combat Management System) Mandiri: Pengembangan CMS nasional berbasis riset lokal sebenarnya telah dirintis oleh BUMN sejak tahun 2010. Varian terbaru yang bertindak sebagai "otak" kapal perang mutakhir, yaitu CMS Mandhala Mk2, resmi dipamerkan dan diuji integrasinya pada tahun 2025–2026.
-------------------------------
2. BATTLE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) BUATAN INDONESIA
Battle Management System (BMS) bertindak sebagai sistem digitalisasi komando dan taktis untuk pasukan darat dan kendaraan tempur.
• BMS Ranpur & Pasukan (BMS CY-16H): Sistem manajemen tempur digital darat ini dikembangkan oleh Hariff Defense (PT Hariff Daya Tunggal Engineering).
• BMS Ranpur (Kendaraan Tempur): Mulai diadopsi secara resmi dan diinstal pada unit Kavaleri TNI Angkatan Darat (seperti pada tank MBT Leopard, Panser Anoa, Badak, dan tank medium Harimau) sejak tahun 2016.
• BMS Personnel (Prajurit): Sistem rompi taktis, CCU, dan kamera helm untuk pasukan infanteri terintegrasi diproduksi dan diuji coba dalam ekosistem tempur modern dari tahun 2016 hingga penyempurnaan di tahun 2025.
=================
=================
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
SEPANG – Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah menerima satu sesi persembahan daripada Syarikat G7 Aerospace Sdn. Bhd. (G7A) berkaitan cadangan pembangunan Indigenous Malaysian Tactical Data Link (M-Link) bagi meningkatkan keupayaan perkongsian maklumat taktikal serta kesalingoperasian antara pelbagai platform ATM. Sesi tersebut telah dipengerusikan oleh Mej Jen Omar bin Hj Dawami TUDM, Ketua Pengarah Perancang Pembangunan, MK ATM – BPP.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
Kekuatan Udara:
Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
-
REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
STATUS PENGADAAN ALUTSISTA (SIPRI 2024-2025)
INDONESIA: "LEMBAR BELANJA PENUH"
Udara: 42 Rafale F4, 48 KAAN Gen-5 (G2G Turki), 48 KF-21, 24 M-346, 20 T-50i, 33 F-16 (Upgrade), 22 Hawk.
Darat/Laut: Rudal Balistik Khan & Bora, Drone Anka-S, Kapal PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500, Sistem Air Refuel.
MALAYSEWA: "LEMBAR KOSONG"
Status SIPRI: Kosong/Nihil selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
Kegagalan: Pembelian Hornet bekas Kuwait Batal 4 kali.
Status Sejarah: 2020-2021 (Planned), 2022-2023 (No Order), 2024-2025 (Kosong).
-
PERBANDINGAN KEKUATAN UDARA (TOTAL UNIT)
INDONESIA (Estimasi 253 Unit):
Fokus pada teknologi Generasi 4.5 dan 5 (Rafale & KAAN).
Kemandirian melalui proyek KF-21.
MALAYSEWA (Status Grounded & Hilang):
Grounded: MiG-29 (Monumen), MB339CM, Nuri, Lynx.
Kasus Kritis: 48 Pesawat Skyhawk hilang, 2 Mesin Jet hilang.
Kondisi Aset: Pilatus MK II karatan, AV8 berasap/mogok.
-
KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYSEWA 2026)
Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
-
TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYSEWA)
Akibat ketiadaan dana tunai, MALAYSEWA beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
-
KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, MALAYSEWA Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
Analisa Fenomena "Hutang Bayar Hutang" (2018–2026)
MALAYSEWA terjebak dalam Debt-Servicing Cycle kronis, di mana pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan pokok utang lama:
Titik Nadir (2023): Rekor tertinggi 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) lari ke pembayaran utang lama.
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58% - 58,9%. Artinya, lebih dari separuh uang yang dipinjam negara tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti nyata keputusasaan fiskal melalui metode open donation rakyat untuk membantu utang negara yang menembus RM1 Triliun.
-
Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
-
Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
-
Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.
2026 EFEK KENAIKAN BBM, ANGGARAN MALAYSIA DIPOTONG
Hapus---------------------------------
Daftar Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
• Kemenkes (KKM): Dipotong RM3,06 miliar (dari RM46,5 miliar).
• Kemenristekdikti (KPT): Dipotong RM2,39 miar (dari RM18,6 miar).
• Kementerian Keuangan (MoF): Dipotong RM664 juta (penghematan internal).
• Kementerian Dalam Negeri (KDN): Dipotong RM647 juta.
• Kementerian Pedesaan (KKLW): Dipotong RM571 juta.
• Kementerian Pertahanan (KEMENTAH): Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Digital: Dipotong RM508 juta.
• Kementerian Pendidikan (KPM): Dipotong RM466 juta.
-------------------------------
Referensi Berita Resmi
• CNA: Detail nominal pangkas anggaran sektor kesehatan dan pendidikan tinggi.
• The Straits Times: Surat edaran resmi sekjen perbendaharaan tentang ancaman kas negara.
• The Business Times: Dampak makroekonomi penutupan Selat Hormuz di kawasan ASEAN.
• Bloomberg: Pernyataan tertulis PM Anwar Ibrahim terkait lonjakan belanja energi.
• Reuters: Data perbandingan alokasi awal vs realisasi subsidi BBM tahun 2026.
• SCMP: Revisi total pagu anggaran belanja negara menjadi 444,1 miliar ringgit.
• Astro Awani: Konfirmasi kewajiban seluruh instansi federal menyerahkan draf penghematan.
• Kompas.id: Laporan kebijakan pengetatan dan instruksi hemat energi instansi Malaysia.
---------------------------------
Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2020–2025)
Status pengadaan senjata berat MALAYSEWA menunjukkan grafik yang terus merosot hingga mencapai titik nol:
2020–2021: Berada pada fase Planned (Dijangka) namun tanpa realisasi.
2022–2023: Berlanjut ke fase Selected Not Yet Ordered (Dipilih tanpa pesanan).
2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat).
Perbandingan Regional: Sementara Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, KAAN, A400M, PPA), MALAYSEWA kini sejajar dengan negara-negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Kamboja, dan Laos yang juga memiliki lembar SIPRI kosong.
-
Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
-
Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
-
Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
-
MALONSIA =
HapusLCS : DESTROYER
SEWA HELI : 119 HELI BARU
LMS B2 : TERMURAH
FA50M : TERMURAH
-
⚓ HARGA LCS MALONSIA VS DESTROYER
• Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
• KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
• Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
• LCS Malonsia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
--------------------------------
π SEWA VS BELI AW149
• Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
• Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
• Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
--------------------------------
π’ LMS B2 Korvet (Ada Class)
• Malonsia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
• Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
• Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
--------------------------------
π©️ JET TEMPUR FA-50
• FA-50M (Malonsia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
• FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
• FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
• FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
MALONSIA =
HapusLCS : DESTROYER
SEWA HELI : 119 HELI BARU
LMS B2 : TERMURAH
FA50M : TERMURAH
-
⚓ HARGA LCS MALONSIA VS DESTROYER
• Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
• KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
• Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
• LCS Malonsia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
--------------------------------
π SEWA VS BELI AW149
• Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
• Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
• Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
--------------------------------
π’ LMS B2 Korvet (Ada Class)
• Malonsia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
• Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
• Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
--------------------------------
π©️ JET TEMPUR FA-50
• FA-50M (Malonsia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
• FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
• FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
• FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
--------------------------------
HapusINDONESIA=
MRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
pernyataan pejabat MALONYET mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
-
2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
-
2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
-
2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
-
2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
-
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
________________________________________
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
--------------------------------
HapusINDONESIA=
MRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
pernyataan pejabat MALONYET mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
-
2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
-
2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
-
2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
-
2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
-
GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
________________________________________
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
Hapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar
INDON low IQ tak bisa terima fakta Indonesia menghampiri Zimbabwe!
BalasHapusπ€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£π€£
BEDA KASTA BEDA LEVEL =
Hapus-------------------------------
1. SISTEM DATA LINK & SOFTWARE TEMPUR MILITER
Sistem pertahanan berbasis Network Centric Warfare (NCW) ini diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri untuk mewujudkan keterpaduan antar-matra PT Len Industri (Persero).
• Link ID (LenLINK) & CTDLS: Mulai diintegrasikan secara operasional ke dalam alutsista TNI sejak tahun 2015. Teknologi ini diperkenalkan kembali secara luas dalam ekosistem holding pertahanan Defend ID sejak tahun 2022.
• NCS (Naval Combat System) Link ID: Diterapkan untuk kapal perang (seperti jenis Kapal Cepat Rudal/KCR) berbasis fondasi riset data link nasional yang matang pada tahun 2015.
• CENTRINAV: Unit distribusi navigasi ini mulai masif diintegrasikan ke sistem radar dan senjata kapal perang Indonesia dalam rangkaian program modernisasi yang berjalan sejak 2015.
• CMS (Combat Management System) Mandiri: Pengembangan CMS nasional berbasis riset lokal sebenarnya telah dirintis oleh BUMN sejak tahun 2010. Varian terbaru yang bertindak sebagai "otak" kapal perang mutakhir, yaitu CMS Mandhala Mk2, resmi dipamerkan dan diuji integrasinya pada tahun 2025–2026.
-------------------------------
2. BATTLE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) BUATAN INDONESIA
Battle Management System (BMS) bertindak sebagai sistem digitalisasi komando dan taktis untuk pasukan darat dan kendaraan tempur.
• BMS Ranpur & Pasukan (BMS CY-16H): Sistem manajemen tempur digital darat ini dikembangkan oleh Hariff Defense (PT Hariff Daya Tunggal Engineering).
• BMS Ranpur (Kendaraan Tempur): Mulai diadopsi secara resmi dan diinstal pada unit Kavaleri TNI Angkatan Darat (seperti pada tank MBT Leopard, Panser Anoa, Badak, dan tank medium Harimau) sejak tahun 2016.
• BMS Personnel (Prajurit): Sistem rompi taktis, CCU, dan kamera helm untuk pasukan infanteri terintegrasi diproduksi dan diuji coba dalam ekosistem tempur modern dari tahun 2016 hingga penyempurnaan di tahun 2025.
=================
=================
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
2026 = M-LINK(MALINK-MALING)
SEPANG – Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah menerima satu sesi persembahan daripada Syarikat G7 Aerospace Sdn. Bhd. (G7A) berkaitan cadangan pembangunan Indigenous Malaysian Tactical Data Link (M-Link) bagi meningkatkan keupayaan perkongsian maklumat taktikal serta kesalingoperasian antara pelbagai platform ATM. Sesi tersebut telah dipengerusikan oleh Mej Jen Omar bin Hj Dawami TUDM, Ketua Pengarah Perancang Pembangunan, MK ATM – BPP.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Nature of Corruption in Defense
Defense procurement is especially vulnerable in MALONYET because:
• Contracts are opaque, often labeled “national security” (no public scrutiny).
• Deals are politically negotiated, not based on military needs.
• Offsets and local content requirements create opportunities for rent-seeking.
• Oversight is weak; Parliament rarely audits defense deals in depth.
________________________________________
π 2. Major Examples of Corruption & Mismanagement
a. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
• Budget: RM9 billion (≈ USD 2B) approved in 2011.
• Plan: 6 Gowind-class stealth frigates (from France/Thales-DCNS via Boustead Naval Shipyard).
• Reality:
o By 2022, not a single ship delivered despite RM6B already spent.
o Designs were changed mid-way without Navy approval.
o Funds misused → overpriced contracts, subcontracting to cronies.
o Parliamentary Public Accounts Committee (PAC) found “serious mismanagement & corruption.”
• Effect: MALONYET ’s navy today still lacks new major combatants.
________________________________________
b. Scorpène Submarine Scandal (2002 deal)
• MALONYET bought 2 French ScorpΓ¨ne submarines (~EUR 1B).
• Allegations:
o Commissions of over EUR 100M paid to MALONYET n middlemen.
o Linked to Altantuya Shaariibuu murder case (Mongolian translator who was investigating kickbacks).
• Submarines delivered, but maintenance problems + corruption controversy damaged credibility.
________________________________________
c. AV8 Gempita Armored Vehicles
• Contract: RM7.5 billion for 257 vehicles (with Turkish FNSS tech transfer).
• Issues:
o Final unit cost very high (~USD 7M per vehicle, more expensive than Western IFVs).
o Questionable whether MALONYET needed so many heavy IFVs for its geography.
o Seen as more of an industrial project for DRB-HICOM than a military necessity.
________________________________________
d. Helicopter & Aircraft Procurement
• MD530G light scout helicopters → ordered in 2016 (RM321M), but delivery delayed for years.
• Spare parts for Nuri helicopters (now retired) were procured at inflated prices.
• Many contracts allegedly awarded to politically connected firms with no expertise.
________________________________________
π 3. Forms of Mismanagement
1. Overpricing → MALONYET pays higher than global market prices.
2. Delayed Deliveries → money spent, assets not delivered on time (or never).
3. Capability Mismatch → politicians push prestige projects instead of what the armed forces need.
4. Maintenance Neglect → assets delivered but poorly supported (e.g., Su-30MKM spare parts issue).
5. Cronyism in Local Industry → contracts given to politically linked companies (Boustead, DRB-HICOM, etc.).
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Structural Causes of Weak Modernization
4. Small overall defense budget
o Around RM18–20B annually (≈ USD 3.5–4B), much lower than neighbors.
o Most of it goes to salaries & pensions → modernization share <10%.
5. No Multi-Year Planning
o Procurement is done on a year-by-year basis, so long projects stall if next year’s budget is cut.
o Example: LCS Gowind frigates stuck for a decade because funds were not consistently released.
6. Currency Weakness
o Weapons priced in USD/EUR, while ringgit has depreciated.
o RM19B sounds large, but only USD 4B in real purchasing power.
________________________________________
π 2. Key Military Branch Problems
✈️ Air Force (RMAF)
• MiG-29 retired (2015) → never replaced, leaving capability gap.
• Su-30MKM → advanced but expensive to maintain, low flying hours.
• F/A-18D Hornet → old fleet, insufficient numbers.
• MRCA program (new multirole fighter) → repeatedly delayed since 2007 due to lack of funds.
• MALE UAV program → still limited, while neighbors already deploy combat drones.
π Result: RMAF today has fewer fighters in service than 20 years ago.
________________________________________
π’ Navy (RMN)
• Gowind LCS frigate program (RM9B) → delayed over 10 years, still undelivered (as of 2025).
• Patrol fleet → many ships >30 years old, suffering from low readiness.
• Submarines (ScorpΓ¨ne) → only 2 units, high maintenance costs limit patrol days.
• LMS Batch 1 → Chinese-built, limited combat capability.
• LMS Batch 2 → delayed due to funding debates.
π Result: RMN faces critical shortfall in surface combatants for South China Sea patrols.
________________________________________
πͺ Army (TDM)
• Mechanization → limited. AV8 Gempita produced locally, but expensive → numbers restricted.
• Air defense → virtually nonexistent, only MANPADS.
• Artillery → outdated, limited range compared to regional peers.
• Helicopters & transport → too few, most missions still rely on aging Nuri replacements (EC725).
π Result: Army still manpower-heavy, low-tech, designed for counterinsurgency not modern warfare.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. MALONYET Defense Budget in Absolute Terms
• Over the past decade (2015–2025), MALONYET defense allocation has hovered around:
o RM15–19 billion annually (≈ USD 3.2–4.0 billion).
• 2024 Budget: ~RM19.7 billion (~USD 4.2B).
• 2025: projected to stay roughly flat, given limited fiscal space and high national debt.
________________________________________
π 2. Why This is Small in Absolute Terms
• While 1% of GDP looks modest, the total envelope in ringgit is also small compared to regional peers:
Country (2024 est.) Defense Budget (USD) Population Notes
Singapore ~USD12.5B 6M Spends 3–4% GDP; much higher per capita.
Indonesia ~USD9.5B 280M 1–1.2% GDP, but larger economy gives bigger envelope.
Thailand ~USD7B 70M 1.2% GDP.
Philippines ~USD5.3B 115M Rising due to South China Sea focus.
MALONYET ~USD4.0B 34M ~0.9–1% GDP, lowest absolute spend among major ASEAN states.
π MALONYET absolute spending is the lowest among middle-sized ASEAN militaries, despite having major maritime security needs in the South China Sea.
________________________________________
π 3. Effect of a Small Absolute Budget
Even if % of GDP rises slightly, the absolute ringgit amount remains too small to:
a. Fund Modern Procurement
• Fighter jets, frigates, and submarines are multi-billion RM projects.
• Example: 6 LCS Gowind frigates → RM9 billion+ (but still incomplete).
• With only RM19B annual budget, one major program can consume the entire procurement budget for years.
b. Support Operations & Maintenance (O&M)
• Fuel, spare parts, training, logistics are expensive.
• A small total envelope means O&M is constantly underfunded → low readiness.
c. Currency Weakness Effect
• Most modern weapons are priced in USD or EUR.
• Ringgit depreciation (RM4.7–4.8 per USD in 2025) shrinks buying power even further.
• What looks like RM19B is really only USD 4B, compared to Singapore’s USD 12B.
d. Crowding Out by Salaries
• Out of RM19B defense budget:
o ~70% goes to salaries, pensions, allowances.
o Only ~20–25% available for development & procurement.
• In absolute terms: less than RM4–5B/year for modernization.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
Impact of Low Training Hours
a. Skill Degradation
• Pilots risk losing combat proficiency (dogfighting, weapons delivery).
• Sailors struggle with complex operations (anti-submarine warfare, missile defense).
• Soldiers lack practice in modern combined-arms tactics.
________________________________________
b. Safety Risks
• Low training hours lead to higher accident rates.
• Example: RMAF has had multiple crashes (Hawk, Nuri) linked partly to training gaps & maintenance issues.
________________________________________
c. Reduced Interoperability
• Joint operations (Air–Land–Sea) require constant practice.
• Without adequate exercises, coordination is weak.
• Limits MALONYET ’s ability to operate with allies (e.g., Five Power Defence Arrangements with Singapore, UK, Australia, New Zealand).
________________________________________
d. Wasted Equipment Investment
• Even when MALONYET buys modern platforms (e.g., Su-30MKM, ScorpΓ¨ne submarines), lack of training hours means underutilization.
• Submarine crews need at least 150 sea-days per year → RMN ScorpΓ¨nes often achieve far less.
1. Pemotongan Anggaran Kementerian Malaysia
HapusKemenkes (KKM): Potong RM3,06 miliar.
Kemenristekdikti (KPT): Potong RM2,39 miliar.
Kemenkeu (MoF): Potong RM664 juta.
Kemendagri (KDN): Potong RM647 juta.
Kemenpedesaan (KKLW): Potong RM571 juta.
Kemenhan & Kemen-Digital: Masing-masing potong RM508 juta.
Kemenpendidikan (KPM): Potong RM466 juta.
(Sumber: Bloomberg, CNA, SCMP, Straits Times, Reuters, Kompas, dll.)
--------------------------------
2. Kondisi Makroekonomi & Geopolitik
Utang Tinggi: Utang rumah tangga Malaysia mencapai 84,3% PDB; utang pemerintah 70,5% PDB. Anggaran negara habis untuk membayar bunga utang, bukan pokoknya.
Defisit Kronis: Defisit anggaran Malaysia terjadi selama 28 tahun beruntun (1998–2026).
Aliansi Global: Indonesia resmi jadi anggota penuh BRICS dan G20. Malaysia hanya menjadi mitra BRICS dan tidak masuk G20 karena skala PDB/populasi belum mencukupi.
(Sumber: BNM, Trading Economics, New Straits Times, Pemerintah Brasil, G20)
--------------------------------
3. Perbandingan Anggaran Pertahanan 2027
Indonesia: Rp189 Triliun (Fokus: Modernisasi alutsista darat, laut, udara).
Malaysia: RM22 Miliar / ~Rp80 Triliun (Fokus: Belanja operasional personel).
Rasio: Anggaran pertahanan Indonesia 2,4 kali lipat lebih besar dari Malaysia.
(Sumber: CNN Indonesia, Kompas, Malaysia Defence)
--------------------------------
π 1. Why Training Hours Matter
• Training hours = the amount of time pilots, sailors, soldiers spend actively practicing their skills.
• In modern militaries, high training tempo is crucial to:
o Keep proficiency with complex equipment.
o Build unit cohesion.
o Maintain combat readiness.
If training hours fall below international standards, equipment becomes almost useless in real combat.
________________________________________
π 2. MALONYET ’s Low Training Hours – Causes
✈️ Air Force (RMAF)
• Fighter pilots should have 150–180 flight hours per year (NATO standard).
• Many RMAF pilots only get 60–80 hours annually due to:
o Limited fuel budget.
o Spare parts shortages.
o Aircraft availability problems (MiG-29 retired, Su-30 often grounded).
________________________________________
π’ Navy (RMN)
• Warships should spend 90–120 days at sea per year to maintain readiness.
• RMN vessels average 30–50 days at sea, far below requirement.
• Reasons:
o Budget cuts for fuel and logistics.
o Maintenance backlogs (many patrol vessels >40 years old).
o LCS program delays leaving capability gaps.
________________________________________
πͺ Army (TDM)
• Modern armies conduct large-scale combined arms exercises regularly.
• TDM focuses on small-scale, low-cost jungle training instead.
• Limited live-fire, armored maneuvers, or joint training with air/navy units.
• Fuel & ammunition budgets are often capped → less field time.
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
2026 = CANCELLED F18
2025-2021 = NGEMIS F18
2025-2021 = MEMBUAL F18
-
Sumber Berita Utama
New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
Bernama: Kantor berita nasional MALONYET yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah MALONYET berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
-
Detail Konfirmasi Resmi
Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan MALONYET, Adly Zahari.
Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen MALONYET) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan MALONYET
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
F16 UPGRADE VS F18 USANG
-
PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
________________________________________
Kemampuan Rudal AMRAAM:
F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
-
F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
________________________________________
Status Modernisasi:
F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
________________________________________
Radar & Avionik:
F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
-
F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
________________________________________
Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
-
F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
________________________________________
Teknologi Helm Pilot:
F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
F16 UPGRADE VS F18 USANG
-
PERBANDINGAN KEMAMPUAN F-16 INDONESIA DAN F-18 MALONYET =
________________________________________
Kemampuan Rudal AMRAAM:
F-16 Indonesia: Sudah mampu penuh mengoperasikan AIM-120C-7 (jarak jauh, fire-and-forget).
-
F-18 MALONYET: Terbatas; senjata utama jarak jauh masih mengandalkan AIM-7 Sparrow (teknologi lebih tua) atau R-77 pada jet tempur lain.
________________________________________
Status Modernisasi:
F-16 Indonesia: Sangat tinggi berkat program Falcon STAR-eMLU yang meremajakan seluruh sistem pesawat.
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan standar lama tanpa pembaruan besar pada sistem integrasi senjata BVR.
________________________________________
Radar & Avionik:
F-16 Indonesia: Menggunakan AN/APG-68(V) hasil upgrade yang lebih sensitif mendeteksi target jarak jauh.
-
F-18 MALONYET: Menggunakan AN/APG-73 standar yang kemampuannya mulai tertinggal dari versi eMLU Indonesia.
________________________________________
Pertempuran Jarak Jauh (BVR):
F-16 Indonesia: Tinggi (jangkauan AMRAAM C-7 bisa mencapai lebih dari 100 km).
-
F-18 MALONYET: Sedang (ketergantungan pada rudal Sparrow membatasi jarak serang efektif).
________________________________________
Teknologi Helm Pilot:
F-16 Indonesia: Dilengkapi JHMCS (pilot bisa mengunci lawan hanya dengan menoleh).
-
F-18 MALONYET: Masih menggunakan sistem helm Standar (belum terintegrasi penuh untuk pencarian target via helm
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
FA50M VERSI DOWNGRADE FA50PL
-
Harga pesawat FA-50 Fighting Eagle buatan Korea Selatan bervariasi antar negara:
1. Polandia: US$700 juta untuk 12 unit GF (±US$58 juta/unit) + US$2,3 miliar untuk 36 unit FA-50PL (±US$64 juta/unit).
-
2. Filipina: US$700 juta untuk 12 unit (±US$58 juta/unit).
-
3. MALONYET : US$920 juta untuk 18 unit (±US$51 juta/unit).
-------------
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
ANGSURAN FA50M = 10 TAHUN
-
angsuran untuk proyek Jet Tempur FA-50 Block 20 dengan skema Hybrid (Kredit & Barter) yang sangat unik:
Parameter Simulasi
Total Kontrak: US$ 920.000.000 (Sekitar RM 4,08 Miliar).
Pembagian Skema (50:50):
50% Kredit (Hutang): US$ 460.000.000
50% Barter (Sawit): US$ 460.000.000
Tenor (Jangka Waktu): 10 Tahun.
Estimasi Bunga KEXIM: 4,5% per tahun (mengikuti standar OECD CIRR)..
INDONESIA=
HapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
-
75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
-
24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
-
RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
--------------------------------------------
TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
-
RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
-
RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
--------------------------------------------
MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
-
Defisit Anggaran Kronis
Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
Hapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
--------------------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
M4-Link tak bisa trima
BalasHapusParaaahhh kahsiyan amat negriπ°kasino semenanjung kl haha!πππ€₯
πDITOLAK PELATIH JEPANG
πDITOLAK BRICS
πDI TOLAK G20
πBatal Hornet Kuwaiti
πBatal NSM
πBatal serahkan gowing lcs
πBatal Juara FIFA ASEAN CUP
πBatal lcs, delay selamnyaaaaaa
πrm tak laku, tak dianggap nato haha!πππ€ͺ
Ngebongkar fitnah dan playing victim nya Si M π kacung aka Ma-link nya, genk neoliberal kapitalis elit globalis yang hanya nguntungin segelintir ras kera nan tamak dunia, dan terbukti saat ini ngancurin Eropa dan juga inang induknya si mamak e rika π€
BalasHapus
Disinyalir ada puluhan (93) perusahaan Si M dan Si upil yang terlibat karhutla di Indonesia. Ma-link2 puluhan tahun yang nge rampok dengan modus underinvoicing dan transfer pricing, yang numpang idup di lahan kita, udah pernah didenda tahun 2022 karena membakar hutan kita namun ngga kapok2, tapi kali ini ngga ada ampun lagi, bekuin atau cabut ijin, makin M aje nanti Si M π€
https://youtu.be/cP9JTyebjdU?si=qHQMg-XC7jjhpJb1
1. GILA MANTAN MENTERI PERDAGANGAN INI BLAK BLAK AN SEBUT SINGAPURA HARUS TANGGUNG JAWAB KARHUTLA.. NAH LOHH
2. SEBELUMNYA SINGAPURA INI MAU ANCAM INDONESIA DENGAN SANKSI 7 PERUSAHAAN INDONESIA YANG DISEBUT TERLIBAT KARHUTLA
3. GILAAA BANGET GAIS! TERNYATA NAMBAH LAGI NIH YANG TERLIBAT KARHUTLA.. BUAT PEMERINTAH SINGAPURA LIHAT NIH, COBA BANDINGIN 7 PERUSAHAAN DENGAN PULUHAN PERUSAHAAN KALIAN
4. OO PANTESAN KEMARIN ITU DPR MALAYSIA LANGSUNG GEMBAR GEMBOR AJAK BANYAK NEGARA BERSATU KUCILKAN INDONESIA TERNYATA GEGARA KALIAN TAU KALAU BAKALMAKIN KEBONGKAR BNAYK PERUSAHAAN KALIAN YANG TERLIBAT YA??
5. KOCAKNYA PEMERINTAH MALAYSIA INI SEOLAH TERUS SUDUTKAN INDONESAI UNTUK SEGERA ATASI KAHUTLA. EH SADAR DIRI, PERUSAHAAN KALIAN NOH YANG BERULAH
6. SECARA TIDAK LANGSUNG YANG DILAKUKAN MALAYSIA INI LINDUNGI PELAKU
7. TERNYATA DI TAHUN 2022 PERNAH DIDENDA TAPI GA KAPOK, INI ENAKNYA DIAPAIN?
8. INI LANGKAH YANG SEDANG DILAKUKAN PEMERINTAH
LINK RESMI THALES = 13 GM400A INDONESIA
BalasHapushttps://www.thalesgroup.com/en/news-centre/press-releases/thales-reinforce-indonesias-sovereign-airspace-protection-capabilities
-------------------------------
INDONESIA 25 RADAR
• Proyek: 25 radar baru (13 Thales Prancis & 12 Retia Ceko) via PT Len (Sumber: Rilis Thales & PT Len).
• Timeline: 2023–2024 Kontrak → 2025 Konstruksi → 2026–2028 Instalasi → 2029 33 Satrad aktif (Sumber: Renstra MEF Kemenhan RI).
=====================================
=====================================
MALAYDESH RADAR
• Radar Rusak: 5 unit SPEXER 2000 dilupuskan (Sumber: Kemenhan Malaydesh).
• Radar Hibah: Tipe 1206, TPS-77 (AS), & ASR (Jepang) (Sumber: Parlemen via Malonsian Defence/Indomiliter)
• Radar Baru: Thales GM400 Alpha (Sumber: LoA Kemenhan-Thales via Defence Security Asia).
--------------------------------
UTANG & LIABILITAS MALAYDESH (1998–2026)
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
--------------------------------------------
OBLIGASI GLOBAL (1998–2026)
1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.
SEMBANG NEGARA TAMADUN DAN MUSLIM TERNYATA DIPIMPIN BERUK MUNAFIK SEMUA MELAYU TOLOL MALAYDESH.....TINGGAL TUNGGU HANCUR MALAYDESH .....SALAM JARI TENGAH HOBBY LGBT MELAYU TOLOL π€£π€£π€£π€£π€‘π€‘π€‘π²πΎπ²πΎπ©π©π©
BalasHapusMahathir Naikkan Pajak Kasino di Malaydesh Jadi 35 Persen ...
https://www.inews.id/finance/bisnis/mahathir-naikkan-pajak-kasino-di-malaysia-jadi-35-persen-tahun-depan
Kronologi Kasus Sodomi Anwar Ibrahim Baca artikel CNN Indonesia "Kronologi Kasus Sodomi Anwar Ibrahim" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim.
INDONESIA=
BalasHapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
-------------------------------------------------
MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
------------------------------------------------
The MALONYET Army's readiness is affected by a number of factors, including corruption, poor planning, and inadequate funding.
Factors affecting readiness
• Corruption: The MALONYET military has been affected by corruption.
• Poor planning: The MALONYET military has been affected by poor planning.
• Political interference: Political leaders have interfered in the procurement process.
• Inadequate funding: The MALONYET military has not received adequate funding.
• Unsuitable equipment: The MALONYET military has been affected by unsuitable equipment and weapons.
• Logistical problems: The MALONYET military has been affected by logistical problems.
INDONESIA=
BalasHapusMRCA✔️
AMRAAM✔️
METEOR✔️
HAMMER✔️
FREGAT✔️
SIPRI SHOPPING✔️
===============
===============
MALONYET =
NSM BANNED❌
AMRAAM BLOKIR❌
F18 BATAL❌
UH60A BATAL❌
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
SIPRI KOSONG❌
--------------------------------
BADUT NOT PAID-FFBNP = NGEMIS MRCA F18
10 LCA FA50Murah = SIKIT NO PARTY
7 F18 USANG = SIKIT NO PARTY
-
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
10 LCA + 8 LIFT
Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal MALONYETn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
---------------------------------
LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN
-
2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM (DELAY 2035)
2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
--------------------------------
THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
-------------------------------------------------
MALONYET 's combat equipment has several weaknesses, including:
Ageing equipment: The MALONYET military's equipment is aging due to small procurement budgets over the past 25 years.
Lack of modern assets: The MALONYET Armed Forces (MAF) lacks modern military assets, which puts them at risk from both internal and external threats.
Russian-made weapons: MALONYET has been struggling to keep its Russian-made Su-30MKM ground-attack aircraft operational. The country is also wary of Russian-made weapons due to sanctions imposed on Russia after its invasion of Ukraine.
Local production: The MAF is reluctant to use locally produced products. Local companies have produced prototypes of pistols and rifles, but none have materialized.
Procurement system: The MALONYET procurement system needs reform.
Political interference and corruption: Political interference and corruption are undermining combat readiness.
------------------------------------------------
The MALONYET Army's readiness is affected by a number of factors, including corruption, poor planning, and inadequate funding.
Factors affecting readiness
• Corruption: The MALONYET military has been affected by corruption.
• Poor planning: The MALONYET military has been affected by poor planning.
• Political interference: Political leaders have interfered in the procurement process.
• Inadequate funding: The MALONYET military has not received adequate funding.
• Unsuitable equipment: The MALONYET military has been affected by unsuitable equipment and weapons.
• Logistical problems: The MALONYET military has been affected by logistical problems.
Pagi warga Defense Studies nih ada info kabar baik KERIS REBORN Obrolan Angkringan Beberapa unit Blackhawk akan dikirim tahun 2027
BalasHapus