12 Februari 2026

Kemenhan Siapkan Peta Jalan Tol Dirancang Sebagai Landasan Darurat

12 Februari 2026

Penggunaan jalan tol sebagai runway pesawat F-16 dan Super Tucano TNI AU (all photos: TNI AU)

Bandarlampung (ANTARA) - Kementerian Pertahanan menyiapkan peta jalan agar sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia dapat dirancang memenuhi spesifikasi teknis sebagai landasan darurat pesawat.

"Konsep ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan pertahanan di wilayah kepulauan," kata Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lampung, Rabu.


Menurutnya, dengan banyak titik alternatif pendaratan, operasional pesawat tempur tetap berjalan meski pangkalan utama terganggu.

"Kita ingin di setiap pulau besar memiliki banyak alternatif pangkalan. Kalau satu pangkalan diserang, masih ada opsi lain. Karena itu, beberapa ruas jalan tol ke depan akan kita desain agar bisa difungsikan sebagai runway," katanya.


Donny menambahkan pembangunan infrastruktur ke depan akan diselaraskan dengan kebutuhan pertahanan.

Kementerian Pertahanan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pihak pengelola jalan tol agar spesifikasi teknis landasan darurat dapat terpenuhi.


"Ke depan, dalam pembangunan jalan tol, kami akan sesuaikan spesifikasinya agar memenuhi persyaratan sebagai runway. Ini bagian dari roadmap pertahanan nasional," kata Donny.

Ia juga mengapresiasi kemampuan penerbang TNI Angkatan Udara yang mampu mendaratkan pesawat tempur di ruas tol dengan lebar terbatas sebab pendaratan di jalan tol memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan di pangkalan udara.


"Lebar jalan tol hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibanding runway bandara yang bisa mencapai 45 sampai 60 meter. Ini cukup riskan, tapi penerbang TNI AU sudah dilatih untuk kondisi sempit dan hasilnya aman," ujar Donny.

191 komentar:

  1. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    SIPRI 2023 MALAYDESH =
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHJzxwXoi9JJ1en5IoKmLuxc1T9FaY6kvLCSuuQGnjIQMypgAwlGYK_SxGU9es-QwOkQDFp1dEXNQ9OTDqU8rul1nQ_uD6kXLqMAz3dDvdl9N0uANjU1AdYs5Jg3hV64lYusPLIsnHnMFVm9_zrRlbkcK_onpmxfCEG9WhqO-mQSzKXE_H87PHNXJniAUN/s1553/MY-2.jpg
    ------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
    -
    1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
    Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
    Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      --------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
  2. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    SIPRI 2023 MALAYDESH =
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHJzxwXoi9JJ1en5IoKmLuxc1T9FaY6kvLCSuuQGnjIQMypgAwlGYK_SxGU9es-QwOkQDFp1dEXNQ9OTDqU8rul1nQ_uD6kXLqMAz3dDvdl9N0uANjU1AdYs5Jg3hV64lYusPLIsnHnMFVm9_zrRlbkcK_onpmxfCEG9WhqO-mQSzKXE_H87PHNXJniAUN/s1553/MY-2.jpg
    ------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    --------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  3. Malon lagi cari jalan peta kensel 🤭

    BalasHapus
  4. Uji landing di jalan tol
    ✅️Supri Tukino
    ✅️F-16 Palkon
    Mantebbb khan, Menduniya bentar lagi nich haha!🦾👍🦾

    warganyet kl, FANAS DINGIN..tak nyenyak haha!🥶🔥🥶
    kahsiyan warganyet kl iri dengki, belom belum pernah rasakan haha!😋🤣😋
    Stok pespur dikiittt siiich
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/watch?v=VAqas8ixhS8

    BalasHapus
  5. Ehhmmnn..ada oleh2 nich dr rapim matra laut gaesz haha!🥳🤑🥳

    menit 4.40
    ✅️diluar pembangunan kapal selam kita diluar negri
    wah klo dicermati kasel emang ada bikin dr luar negri yak, evo kan lokal yaa jd curiga, 212 NFS, jadi bungkus haha!😉🤑😉

    ✅️ada kapal atas air frigat..ada bbrp negara..
    waduwww..bbrp negara, artinya bukan ISTIF doank yak..jadi mana lagi yg kita begal, FDI, FREMM ape MOGAMI gaesz haha!🤗😉🤗
    jangan2 semua keserokkk..mayan buat kawal Garib..kaan haha!😁🤭😁
    seblah FANAASSS🔥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Deretan Kapal Perang Baru TNI AL yang Tiba di Indonesia Tahun Ini, Dari Fregat Sampai Kapal Selam
    https://youtube.com/watch?v=p0jOGnWD-jM

    BalasHapus
  6. Dulu jagorawi dirancang utk landasan darurat. Cuma sekarang sudah nggak bisa. Banyak jembatan dan tiang lampu disepanjang jln tol

    BalasHapus
  7. Sekalian buat hangar pesawat yang disamarkan di rest area pak

    BalasHapus
  8. Lebar 24m bisa lah. Kapal induk kelas Chitose punya flight deck lebar 23m, bisa didarati oleh Zero dengan rentang sayap 12m.

    Buat F-16 dengan rentang sayap 9,4m lebar segitu sudah cukup. Apalagi nggak gerak2, kecuali pas gempa.😋

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rentang sayap 10,9m. Masih lebih kecil dari Zero.😆

      Buat hal seperti ini, pesawat kita yg paling susah untuk melakukannya sebenarnya F-16.

      Hapus
  9. Horee...Garibaldi >KRI Gajah Mada mulai bersiap2 menuju indonesia
    Mamamiaa

    BalasHapus
  10. Guys.... RUPIAH MELUTUT DEPAN RINGGIT.... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300... 🤣🤣🤣🤣


    1 MYR = 4,308 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      --------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. BEDA KASTA ....
      -
      1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
      Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
      Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
      Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
      -
      2. Utang Pemerintah (Government Debt)
      Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
      Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
      Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
      -
      3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
      Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
      Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
      Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
      -
      4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
      Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
      Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
      Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
      -
      5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
      Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
      Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
      Beban Per Kapita yang Masif:
      Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
      Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
      Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
      -
      6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
      Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
      Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
      Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
      Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
      Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
      Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
      -
      6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
      Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
      Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.

      Hapus
    4. nilai tukar ringgit malaysia lebih tinggi dari yen jepang tidak berarti malaysia lebih maju dan lebih sejahtera dari jepang. nilai tukar ringgit malaysia lebih tinggi dari won korea juga tidak berarti malaysia lebih maju dan lebih sejahtera dari jepang. tanya kenapa?

      Hapus
  11. Filipina dapat Soft Loan dari Japan untuk 5 unit Coastal Maritime Surveilance Radar.


    Sementara itu,

    Japan TIDAK PERCAYA berikan Soft Loan kepada malaydesh.


    So pasti, malaysdesh TANTRUM KEPANASAN sambil loncat loncat kesana kemari TIDAK BISA TERIMA FAKTA malaydesh tidak dipercaya oleh LENDER INTERNASIONAL

    BalasHapus
  12. Guys.... RUPIAH MELUTUT DEPAN RINGGIT.... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300... 🤣🤣🤣🤣


    1 MYR = 4,308 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      1. Batas Limit Utang (65%)
      Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
      Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
      Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
      Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
      -
      2. Gov. Debt (69%)
      Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
      Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
      Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
      -
      3. Household Debt (84,3%)
      Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
      Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
      Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
      -
      Ringkasan Sumber Berita Utama:
      Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
      The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
  13. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
    GDP INDONESIA 1,492,618
    GDP SINGA : 561,725
    GDP MALAYDESH : 488,250
    GDP PINOY : 471,516
    GDP VIET : 468,400
    GDP THAI : 545,341
    WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
    MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
    Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
    -
    2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
    Explanation
    • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
    • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
    • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
    • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
    • Indonesia is a member of the BRICS
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  14. Guys... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300 guys.... Alhamdulilah.... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. TOP ASIA
      -
      Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
      Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
      1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
      Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
      2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
      India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
      3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
      Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
      4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
      Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
      5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
      Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
      6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
      Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
      7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
      Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
      8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
      Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
      9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
      Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
      10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
      Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
      -
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. REAL versus ZONK
      -
      Perbandingan antara lonjakan pengadaan alutsista Indonesia (modernisasi masif) dengan rentetan kegagalan atau penundaan (Zonk) di Malaydesh pada periode yang sama (2020–2025):
      1. Matra Udara: Jet Tempur & Angkut
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Dassault Rafale (Prancis): Sukses mengaktifkan kontrak untuk 42 unit; pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai awal 2026.
      Airbus A400M Atlas: Pembelian 2 unit pesawat angkut berat berkemampuan tanker yang akan memperkuat logistik udara.
      C-130J Super Hercules: Penambahan 5 unit armada baru yang sudah mulai tiba dan beroperasi untuk TNI AU.
      Malaydesh (Zonk/Batal):
      MRCA (Multi-Role Combat Aircraft): Program penggantian jet tempur (seperti MiG-29 yang sudah pensiun) berstatus Zonk (batal/beku) karena masalah anggaran.
      Helikopter Black Hawk: Upaya sewa/beli baru-baru ini dibatalkan setelah mendapat sorotan tajam dari otoritas tertinggi karena inefisiensi pengadaan.
      LIFT FA-50 (Korea Selatan): Meskipun ada kesepakatan, jumlahnya sangat terbatas dan belum cukup menutupi celah kekuatan udara yang menua.
      2. Matra Laut: Kapal Perang & Selam
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Kapal Selam Scorpene Evolved: Kontrak dengan Naval Group Prancis untuk 2 unit kapal selam tercanggih dengan teknologi baterai Lithium-ion.
      Fregat Merah Putih (Arrowhead 140): Pembangunan 2 unit fregat berat kelas dunia di galangan kapal lokal (PT PAL) bekerja sama dengan Babcock Inggris.
      Fregat Paolo Thaon di Revel (PPA): Akuisisi 2 unit kapal patroli tempur canggih dari galangan Fincantieri Italia yang siap kirim.
      Malaydesh (Zonk/Mangkrak):
      LCS (Littoral Combat Ship) Kelas Maharaja Lela: Proyek mangkrak sejak 2011. Kapal pertama baru memulai sea trial pada Januari 2026 dengan estimasi penyerahan (tauliah) paling cepat Desember 2026—setelah belasan tahun tertunda.
      MRSS (Multi-Role Support Ship): Program kapal induk/LPD berstatus Zonk (tidak ada progres pembelian) karena prioritas anggaran dialihkan untuk menambal kerugian proyek LCS.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya mengandalkan 2 unit lama tanpa ada program penambahan atau modernisasi signifikan di tengah anggaran yang terkunci.
      3. Matra Darat: Artileri & Kendaraan Tempur
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Rudal Khan (Turki): Akuisisi sistem rudal balistik taktis jarak menengah untuk meningkatkan daya gempur strategis.
      Tank Harimau: Produksi massal tank medium hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki yang kini sudah memperkuat satuan kavaleri.
      Radar Ground Master 400 Alpha: Pembelian 13 unit radar pertahanan udara canggih dari Thales Prancis untuk memantau seluruh wilayah kedaulatan.
      Malaydesh (Zonk/Stagnan):
      SPH (Self-Propelled Howitzer): Program pengadaan meriam gerak sendiri (seperti M109 atau K9) berulang kali masuk daftar belanja namun selalu dicoret karena "kekangan kewangan".
      Modernisasi Tank: Tidak ada penambahan armada tank tempur utama (MBT) baru; masih mengandalkan PT-91M Pendekar dalam jumlah terbatas.
      4. Akar Masalah: Anggaran vs Realitas
      Indonesia: Memanfaatkan Foreign Military Financing dan ruang fiskal yang sehat (Utang/GDP 40%) untuk melakukan belanja besar di saat harga pasar kompetitif.
      Malaydesh: Terjebak pada belanja operasional yang sangat besar (mencapai RM 355 miliar dari total anggaran RM 421 miliar) untuk membayar gaji dan perawatan alutsista tua, sehingga sisa dana untuk pembangunan atau pembelian baru sangat minim.

      Hapus
  15. Guys.... RUPIAH MELUTUT DEPAN RINGGIT.... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300... 🤣🤣🤣🤣


    1 MYR = 4,308 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. TOP TEN ASIA
      -
      10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
      1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
      (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
      2. India – US$ 16,19 triliun
      (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
      3. Jepang – US$ 6,70 triliun
      (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
      4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
      5. Turki – US$ 3,83 triliun
      (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
      6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
      (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
      7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
      (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
      8. Iran – US$ 1,85 triliun
      (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
      9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
      (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
      10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
      (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
      -
      10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. BEDA KELAS ......
      -
      Analisis perbandingan risiko fiskal dan beban utang antara Indonesia dan Malaydesh dalam bentuk daftar poin untuk kemudahan pembacaan:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia (Zona Aman):
      Rasio utang pemerintah sangat terkendali di angka 40% dari GDP.
      Masih memiliki selisih 20% sebelum menyentuh batas limit undang-undang (60%).
      Utang rumah tangga sangat rendah (16%), menandakan daya beli masyarakat masih berbasis pendapatan, bukan kredit.
      Malaydesh (Zona Merah/Overlimit):
      Rasio utang pemerintah mencapai 69% - 70,4%, melampaui batas aman yang ditetapkan (65%).
      Utang rumah tangga sangat ekstrem mencapai 84,3% dari GDP.
      Total beban utang (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari GDP, menciptakan risiko kebangkrutan sistemik.
      ________________________________________
      2. Beban Rakyat Malaydesh (Per Kapita)
      Beban Utang Negara: Setiap individu di Malaydesh menanggung beban sebesar RM 36.139.
      Beban Utang Pribadi: Setiap individu rata-rata memiliki utang rumah tangga sebesar RM 45.859.
      Total Beban Individu: Setiap kepala di Malaydesh "berhutang" sebanyak RM 81.998. Ini menjelaskan mengapa terjadi eksodus besar-besaran (97.000 orang) karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
      ________________________________________
      3. Tren Gali Lubang Tutup Lubang (2010 - 2025)
      Pertumbuhan Utang: Dalam 15 tahun, nominal utang melonjak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar (naik 150%).
      Siklus Gagal Bayar: Data menunjukkan utang baru digunakan hanya untuk menutupi bunga dan pokok utang lama, bukan untuk pembangunan produktif.
      Kegagalan Target: Janji pelunasan utang pada tahun 2053 diprediksi gagal total karena jumlah utang nominal terus bertambah setiap tahunnya.
      ________________________________________
      4. Dampak Kelumpuhan Militer (Zonk Procurement)
      Akibat keuangan yang "sekarat" karena cicilan utang, modernisasi militer Malaydesh mengalami kegagalan total:
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5 kali Perdana Menteri dan 6 kali Menteri Pertahanan menghancurkan konsistensi kebijakan pertahanan.
      Proyek Mangkrak (LCS): Proyek kapal perang yang berjalan sejak 2011 tetap berstatus ZONK (tidak kunjung selesai) meskipun uang negara terus mengalir.
      Pembatalan Massal: Program MRCA (pesawat tempur), SPH (meriam), dan MRSS (kapal angkut) semuanya berstatus NO PROCUREMENT atau dibekukan karena "kekangan kewangan" (anggaran membeku hingga 2026).
      Ketimpangan: Saat negara tetangga (seperti Indonesia) aktif belanja alutsista baru, Malaydesh hanya bisa melakukan "Bual" (klaim tanpa realisasi).


      Hapus
  16. Masalahnya berita terbaru 1 RINGGIT sudah setara RP4.300... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. BEDA KASTA ....
      -
      1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
      Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
      Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
      Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
      -
      2. Utang Pemerintah (Government Debt)
      Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
      Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
      Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
      -
      3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
      Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
      Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
      Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
      -
      4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
      Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
      Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
      Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
      -
      5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
      Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
      Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
      Beban Per Kapita yang Masif:
      Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
      Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
      Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
      -
      6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
      Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
      Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
      Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
      Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
      Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
      Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
      -
      6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
      Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
      Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.

      Hapus
  17. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    1. Batas Limit Utang (65%)
    Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
    Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
    Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
    Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
    -
    2. Gov. Debt (69%)
    Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
    Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
    Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
    Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
    -
    3. Household Debt (84,3%)
    Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
    Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
    Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
    Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
    -
    Ringkasan Sumber Berita Utama:
    Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
    The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  18. STABILITAS VS. RISIKO SISTEMIK
    -
    Kesimpulan Strategis: Stabilitas vs. Risiko Sistemik
    Analisis komparatif periode 2010–2025 menunjukkan perbedaan kontras antara manajemen fiskal yang konservatif (Indonesia) dan pola pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan (Malaydesh). Hal ini berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memodernisasi kekuatan pertahanan mereka.
    1. Kesehatan Fiskal dan Manajemen Utang
    Secara fundamental, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan Malaydesh:
    Ketahanan Anggaran: Indonesia mempertahankan rasio utang pemerintah di angka 40%, jauh di bawah ambang batas hukum (legal ceiling) 60%. Sebaliknya, Malaydesh telah berada di "Zona Merah" dengan rasio 69%, melampaui batas aman mereka sendiri (65%).
    Beban Ganda (Dual Burden): Malaydesh menghadapi risiko sistemik karena utang rumah tangga yang ekstrem (84,3%). Total akumulasi beban (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari PDB, menciptakan ekonomi yang rapuh terhadap guncangan suku bunga global. Indonesia jauh lebih stabil dengan total beban gabungan hanya 56%.
    2. Dampak Sosial: Tekanan Beban Per Kapita
    Beban finansial di Malaydesh telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi individu:
    Utang per Kepala: Setiap warga Malaydesh menanggung beban akumulasi sebesar RM 81.998.
    Eksodus Penduduk: Tekanan biaya hidup yang tinggi akibat konsumsi yang dibiayai kredit (bukan pendapatan riil) telah memicu migrasi besar-besaran (sekitar 97.000 orang) untuk mencari peluang ekonomi di luar negeri.
    3. Kelumpuhan Modernisasi Militer (Procurement Zonk)
    Kegagalan manajemen utang di Malaydesh berdampak fatal pada sektor pertahanan, menciptakan fenomena "Zonk Procurement":
    Indonesia (Modernisasi Masif): Berhasil mengaktifkan kontrak strategis seperti 42 Jet Rafale, Kapal Selam Scorpene Evolved, Fregat Merah Putih, hingga rudal balistik Khan. Hal ini dimungkinkan karena adanya ruang fiskal yang longgar.
    Malaydesh (Stagnasi & Batal):
    Proyek LCS: Mangkrak selama 15 tahun (sejak 2011) akibat salah kelola dana.
    Pembekuan Anggaran: Program vital seperti MRCA (Jet Tempur) dan MRSS (Kapal Angkut) dibatalkan atau dibekukan hingga 2026 karena negara harus memprioritaskan pembayaran bunga utang.
    Instabilitas Politik: Pergantian 5 PM dan 6 Menhan dalam waktu singkat merusak kontinuitas perencanaan pertahanan, mengubah rencana strategis menjadi sekadar "klaim atau bual" tanpa realisasi.
    Ringkasan Akhir Perbandingan Strategis
    Status Risiko Ekonomi
    Indonesia: Stabil & Konservatif (Manajemen utang sangat disiplin).
    Malaydesh: Risiko Sistemik (Debt Trap) akibat beban utang yang melampaui batas aman.
    Kapasitas Belanja Negara
    Indonesia: Tinggi (Masih memiliki ruang fiskal yang luas untuk investasi).
    Malaydesh: Lumpuh (Mengalami kekangan kewangan karena pendapatan tersedot cicilan bunga).
    Kondisi Alutsista & Pertahanan
    Indonesia: Modernisasi Aktif & Masif (Pengadaan jet tempur dan kapal selam kelas dunia terus berjalan).
    Malaydesh: Proyek Mangkrak & Batal (Zonk) ditandai dengan kasus LCS dan pembatalan berbagai kontrak penting.
    Proyeksi Masa Depan
    Indonesia: Pertumbuhan berkelanjutan dengan penguatan militer yang konsisten.
    Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang mengancam stabilitas jangka panjang.

    BalasHapus
  19. FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    ----------------------
    10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
    1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
    2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
    3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
    4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
    5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
    6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
    7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
    8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
    9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
    10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
    -----------------
    NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
    1. Tiongkok – US$40,7 triliun
    2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
    3. India – US$17,6 triliun
    4. Rusia – US$7,19 triliun
    5. Jepang – US$6,74 triliun
    6. Indonesia – US$5,69 triliun
    7. Jerman – US$5,65 triliun
    8. Brasil – US$5,27 triliun
    9. Turki – US$3,91 triliun
    10. Meksiko – US$3,88 triliun
    11. Mesir – US$3,85 triliun
    12. Inggris – US$3,82 triliun
    13. Prancis – US$3,80 triliun
    14. Iran – US$3,74 triliun
    15. Pakistan – US$2,09 triliun
    16. Bangladesh – US$2,05 triliun
    17. Italia – US$2,04 triliun
    18. Vietnam – US$1,89 triliun
    19. Filipina – US$1,87 triliun
    20. Thailand – US$1,85 triliun
    ------------------
    DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
    1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
    2. Tiongkok – US$19,90 triliun
    3. Jerman – US$5,36 triliun
    4. Jepang – US$4,46 triliun
    5. India – US$4,26 triliun
    6. Inggris – US$3,70 triliun
    7. Prancis – US$3,26 triliun
    8. Italia – US$2,56 triliun
    9. Brasil – US$2,52 triliun
    10. Kanada – US$2,49 triliun
    11. Rusia – US$2,48 triliun
    12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
    13. Meksiko – US$1,99 triliun
    14. Spanyol – US$1,82 triliun
    15. Indonesia – US$1,69 triliun
    16. Australia – US$1,68 triliun
    17. Turki – US$1,34 triliun
    18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
    19. Belanda – US$1,27 triliun
    20. Swiss – US$1,16 triliun

    BalasHapus
  20. Pssstttt..... 1 RINGGIT SETARA RP4.300... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      --------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

      Hapus
  21. KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    --------------------
    Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
    Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
    Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
    Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
    Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
    --------------------
    Profil Demografi
    Mayoritas mereka yang pergi berada pada usia produktif puncak:
    Usia 31–40 tahun: Kelompok terbesar (31,6% atau 19.287 orang).
    Usia 21–30 tahun: Kelompok kedua terbesar (30,8% atau 18.827 orang).
    Gender: Mayoritas adalah wanita (sekitar 57,9% atau 35.356 orang).
    --------------------
    Sumber Berita Utama:
    The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
    Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
    New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
    VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
    Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.
    ------------------
    MALAYDESH UP TO =
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
    • Baseline projections:
    The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
    • Stress test results:
    In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
    • Risks:
    This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
    • Government response:
    The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  22. RUPIAH MELUTUT DEPAN RINGGIT... 🤣🤣🤣



    Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ----------------------------
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
    2. KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      Berita dan lembaga riset versi bahasa Inggris yang sering mengulas kelemahan atau isu strategis terkait militer Malaydesh, termasuk aspek logistik dan operasional pada tahun 2025:
      Global Firepower (GFP): Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kekuatan militer Malaydesh yang berada di peringkat 42 dari 145 negara pada tahun 2025 dengan skor PwrIndx 0,7429. Data mereka mencakup statistik ketersediaan bahan bakar dan sumber daya alam sebagai faktor pendukung daya tahan tempur.
      Lowy Institute (Asia Power Index): Lembaga riset ini mencatat bahwa kemampuan militer adalah poin terlemah Malaydesh (peringkat ke-17 di Asia), yang turun satu peringkat pada 2025 setelah disalip oleh Filipina.
      New Straits Times (NST) - Malaydesh: Media lokal berbahasa Inggris yang sering memuat opini atau laporan terkait perlunya pemberantasan korupsi endemik di sektor militer dan isu subsidi bahan bakar yang berisiko pada stabilitas ekonomi militer.
      The Sun Malaydesh: Memberitakan evaluasi tahun 2025 yang menyoroti kerentanan institusional dan perlunya akuntabilitas lebih tinggi di berbagai sektor negara, termasuk pertahanan.
      The Diplomat: Majalah berita internasional yang secara rutin menganalisis tren keamanan dan tantangan logistik militer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di Malaydesh.
      Isu spesifik mengenai kualitas atau kontaminasi bahan bakar militer biasanya dibahas dalam konteks kesiapan operasional (operational readiness) dalam laporan-laporan strategis dari sumber di atas.
      ------------------
      GORILA TIAP TAHUN =
      HUTANG ELEKTRIK
      HUTANG INTERNET
      HUTANG SEWAGE
      HUTANG MINYAK BBM
      ==========
      1. Bil Utilitas – RM115 juta
      Dana ini digunakan untuk membayar keperluan asas operasi kem tentera dan fasiliti pertahanan:
      • Elektrik: Menyokong operasi pangkalan dan kem tentera yang memerlukan bekalan tenaga berterusan.
      • Internet: Menjamin komunikasi dan sistem maklumat ATM berfungsi dengan lancar, termasuk sistem pemantauan dan kawalan.
      • Kumbahan (Sewage): Menjaga kebersihan dan kesihatan fasiliti tentera melalui sistem kumbahan yang berfungsi baik.
      ---------------
      ⚓ 2. Operasi Keselamatan Maritim – RM139 juta
      Dana ini diperuntukkan untuk memperkukuh kawalan dan pengawasan perairan negara, termasuk:
      • Patroli laut di kawasan strategik seperti Laut China Selatan dan Selat Melaka.
      • Pengoperasian aset maritim seperti kapal peronda, radar, dan sistem pengawasan.
      • Tindakan terhadap pencerobohan dan penyeludupan di perairan Malaydesh.
      ---------------
      🛡️ 3. Operasi Pertahanan Udara – RM49 juta
      Dana ini menyokong kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pertahanan udara:
      • Penyelenggaraan radar dan sistem peluru berpandu.
      • Latihan dan operasi pemantauan ruang udara.
      • Tindakan pantas terhadap ancaman udara, termasuk pencerobohan pesawat asing.

      Hapus
  23. Keadaan INDIANESIA makin kesian... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Buat Bayar Utang & Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/98892/buat-bayar-utang-stabilisasi-rupiah-cadangan-devisa-ri-turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -------------------
      1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).

      Hapus
    2. ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      WITHOUT RECIPROCAL US =
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      • Many Malaydesh ns expressed deep concern over increased prices of food, fuel, and basic essentials.
      • Recent policy changes—including expanded taxes, electricity tariff hikes, subsidy reforms, and higher charges to manufacturers—are widely believed to be pushing up consumer costs
      • Prime Minister Anwar Ibrahim, elected in November 2022 on a reform agenda, is criticized for making limited progress on fighting corruption, cronyism, and nepotism
      • Opposition leaders argue that key pledges have gone unmet and mismanagement persists
      • Protesters voiced dissatisfaction with recent judicial actions, including dropped graft charges against allies and delays in appointing senior judges.
      • Former Prime Minister Mahathir Mohamad—now a vocal political rival—publicly criticized Anwar’s credibility and joined the rally, calling for his resignation
      ===================
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      Almost 300,000 lost their jobs in the last 4 years, Dewan Rakyat told Deputy human resources minister Abdul Rahman Mohamad says various programmes have been introduced to tackle underemployment. total of 293,639 workers lost their jobs between 2020 and Sept 26, with the manufacturing sector recording the highest number of layoffs at 75,615
      --------------
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      MALAYDESH 's state energy firm Petronas will reduce its workforce to ensure its long-term survival amid increasing challenges in the global operating environment .
      --------------
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      The MALAYDESH government’s decision to terminate 30,000 contract staff without a school-leaving certification has drawn backlash from the country’s public service union, which said the sudden end to long careers working for the state lacks compassion.
      --------------
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      High Commissioner Andrew GoledziNOwski said 33,000 MALAYDESH s had applied for asylum in Australia in recent years, most of whom were thought NOt to be genuine refugees. "Many who overstay then apply for refugee

      Hapus

  24. HUTANG.. HUTANG.. HUTANG..... Terusssss..... parah sekali... 🤣🤣🤣🤣


    RI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan

    https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -------------------
      pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
      -
      Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
      Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
      Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
      Destinasi Utama:
      1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
      2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
      3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
      Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
      -
      Profil Demografis & Penyebab
      Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
      Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
      -
      Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
      -
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      😝JONGOS JAMBUL KONENG = DIPERAS USA 242 MILIAR DOLAR😝

      Hapus
    4. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      ==========
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  25. USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
    ---------------------------
    PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
    -
    1. INDONESIA
    Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
    -
    2. SINGAPURA
    SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
    -
    3. VIETNAM
    USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
    -
    4. THAILAND
    204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
    -
    5. FILIPINA
    295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
    -
    6. MALAYDESH
    RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis.
    ------------------
    DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
    2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
    2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
    2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
    1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
    2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
    1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
    2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
    1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia (Opsi)
    1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL (Opsi
    42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
    48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
    48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
    6 Jet Tempur T50 dari Korsel
    2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
    13 Radar GCI dari Thales Perancis
    12 Radar Retia dari Retia
    3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
    3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
    22 Helikopter Blackhawk dari AS
    12 Drone Anka dari Turkiye
    60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
    45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
    ==============
    ==============
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENHAN = AKAN
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    2025 = 84,3% DARI GDP
    MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    --------------------------
    SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    MEMBUAL SPH 2025-2016 =
    5x GANTI PERDANA MENTERI
    5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
    -
    2026 = ZONK = NGEMIS MEMBUAL MISKIN
    ---------------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

    BalasHapus
  26. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
    KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
    HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
    RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
    -------
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    FAKTA UTAMA
    • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
    • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
    • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
    -------
    KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
    1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
    2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
    3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
    4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
    5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
    6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
    7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
    ==========
    RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
    RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
    RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
    MALAYDESH 's rising household DEBT has contributed to an increase in bankruptcy.
    Explanation
    • High household DEBT
    High household DEBT can lead to decreased purchasing power, which can slow the economy and increase poverty and bankruptcy.
    • Easy access to credit
    The availability of consumer credit can encourage borrowers to take on more DEBT than they can afford.
    • Inadequate savings
    Many MALAYDESH households don't have adequate savings reserves, which makes it harder to pay DEBTs.
    • Multiple DEBTs
    The more loans a person has, the greater the likelihood that they will declare bankruptcy.
    Factors that contribute to bankruptcy
    • Loss of income
    • High medical expenses
    • An unaffordable mortgage
    • Spending beyond one's means
    • Lending money to loved ones
    • Credit cards
    • Bank regulations
    • Inadequate financial planning
    • Attitudes towards money
    ==========
    RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
    MALAYDESH has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
    Causes
    • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
    • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
    • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
    • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
    Effects
    • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
    • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
    • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
    =========
    RICE CRISES =
    In Japan, the government was forced to reSEWA 210,000 tons of rice from its one-million-ton emergency reserve, a historical first, due to an extreme price hike of up to 82%.
    In MALAYDESH , a shortage of local rice has triggered public panic. Shrinking supplies have led to soaring prices, while imported rice has also become more expensive.
    Meanwhile, in the Philippines, the government declared a food security emergency in early February 2025 after rice inflation surged to 24.4%, marking the highest increase in 15 years.

    BalasHapus
  27. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
    KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
    HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
    RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
    -------
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
    FAKTA UTAMA
    • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
    • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
    • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
    -------
    KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
    1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
    2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
    3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
    4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
    5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
    6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
    7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
    ==========
    1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
    2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
    3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. MKM BARTER PALM OIL
    62. MIG29N BARTER PALM OIL
    63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
    64. SCORPENE BARTER PALM OIL
    65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
    67. FA50M BARTER PALM OIL
    ===================
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4x4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS
    😝JONGOS JAMBUL KONENG = DIPERAS USA 242 MILIAR DOLAR😝

    BalasHapus
  28. Hanya hitungan jari negara yang pernah memakai jalan sebagai alternate landasan pesawat tempur, di luar AS, Russia, China.

    Hebat! Demi Kesiapan Perang, Negara-negara Ini Sudah Biasa Gunakan Jalan Raya untuk Terbangkan Jet Tempur | Intisari https://share.google/YuEtGYfGbH6Umx6vD

    BalasHapus
  29. 18 FA50Murah =
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    10 LCA + 8 FLIT
    -
    Korea Aerospace Industries won the LCA / LIFT competition (which suffered a competitive challenge attempt) to supply the Royal Malaydeshn Air Force (RMAF or TUDM) with 18 light combat and advanced trainer aircraft. Eight of these aircraft are to be configured primarily as Lead Advanced Trainer (LIFT), while the remaining ten would be Light Fighter Aircraft (LCA) combat aircraft.
    -------
    SIPRI 2023 MALAYDESH =
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    RADAR EM/L-2032 FOR FA50M
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHJzxwXoi9JJ1en5IoKmLuxc1T9FaY6kvLCSuuQGnjIQMypgAwlGYK_SxGU9es-QwOkQDFp1dEXNQ9OTDqU8rul1nQ_uD6kXLqMAz3dDvdl9N0uANjU1AdYs5Jg3hV64lYusPLIsnHnMFVm9_zrRlbkcK_onpmxfCEG9WhqO-mQSzKXE_H87PHNXJniAUN/s1553/MY-2.jpg
    ------
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    VETO AIM-120 AMRAAM
    -
    Hambatan integrasi rudal AIM-120 AMRAAM pada armada FA-50PL Polandia adalah contoh nyata bagaimana teknologi militer digunakan sebagai instrumen geopolitik dan ekonomi. Analisis mengenai fenomena ini dapat diurai menjadi tiga dimensi utama:
    -
    1. Strategi "Segmentation and Locking" (Segmentasi Pasar)
    Amerika Serikat (melalui Lockheed Martin) ingin memastikan bahwa setiap pesawat tempur memiliki "kasta" yang jelas.
    Menghindari Kanibalisasi: Jika FA-50 (yang jauh lebih murah) diberi kemampuan rudal jarak jauh (BVR) yang setara dengan F-16, maka nilai jual F-16 Viper akan merosot. Banyak negara akan memilih membeli dua atau tiga unit FA-50 daripada satu unit F-16 jika keduanya memiliki daya pukul yang sama.
    Kendali Jarak Jauh: Dengan menahan izin integrasi AMRAAM, AS secara efektif "mengunci" FA-50 pada peran serangan darat atau patroli udara jarak dekat saja. Hal ini memaksa negara seperti Polandia untuk tetap bergantung pada F-16 atau F-35 untuk misi supremasi udara yang lebih kritis.

    BalasHapus
  30. Guys... SUBSIDI CUKAI CASINO DAN JUDI GENTING CAIR BISA BUAT MAKAN ENAK SEKELUARGA.... Alhamdulilah.... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
  31. Viral Di MALONDESH Gunakan Makanan Sisa Untuk Di Masak Ulang ⁉️
    https://youtu.be/3zcaDiLTwx0

    KONON RINGGIT BERJAYA TERNYATA BANGLA YANG BERJAYA 🔥🔥🤣🤣🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
  32. PRANK GORILA = 2005 – 2026
    PRANK GORILA = 2005 – 2026
    PRANK GORILA = 2005 – 2026
    -
    2005: Prank China (KS-1A)
    Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    =
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
    -
    2024–2025 Prank Black Hawk
    Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
    -
    2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
    Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
    -.
    2026 Pembekuan Pengadaan Massal
    Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  33. 1 MYR = 4,309.69 IDR Feb 12, 2026, 04:40 UTC
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      2026 PM says =
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      A former army chief and four others were detained on January 8 in connection with the alleged bribery. Local media reported that the former army chief was released from remand on Monday.
      Former army chief Muhammad Hafizuddeain Jantan has been placed on leave since late December pending an investigation into the matter.
      According to Bernama, Anwar said the government, through relevant ministries, will review and reorganise all procurement to ensure transparency in the existing system.
      "We will take note and await reports of any loopholes or weaknesses in the procurement system, so that we can review and restructure it to ensure full compliance," he said.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      -
      2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
      https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
      ------------------
      2023 PM says =
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      CANCELLED FIVE PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has cancelled five procurement tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      Pernyataan tersebut berasal dari siaran pers resmi Kementerian Pertahanan Malaydesh (MINDEF) yang dirilis pada 19 Januari 2023.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --------------------------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran

      Hapus
    5. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga

      Hapus
    6. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      ------------------
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.

      Hapus
    7. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability

      Hapus
  34. 1 MYR = 4,309.69 IDR Feb 12, 2026, 04:40 UTC
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      MALAYDESH and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around USD818 Billion, MALAYDESH and Singapore are still quite far from Indonesia’s USD1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around USD500 Billion between Indonesia with MALAYDESH and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a USD900 billion gap between Indonesia with MALAYDESH and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around USD4 Trillion in PPP, whilst MALAYDESH at USD1,089 Trillion and Singapore at USD617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.
      -
      2025 INDONESIA = 6th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. KEYWORDS = MAHAL versus MURAHAN
      1. 1 UNIT APACHE = 13 UNIT MD530G
      2. 1 UNIT RAFALE = 4 UNIT FA50M
      3. 1 UNIT PPA = 3 UNIT LMS B2
      4. 1 UNIT SCORPENE IDN = 2 UNIT SCORPENE MALONDESH
      5. CN 235 US$ 27,50 JUTA = ATR 72 US$24.7 JUTA
      6. SEWA 28 HELI = 119 HELI BARU
      7. 4.5 KM JAVELIN = 1 KM NLAW
      8. ANKA ISR NOT ARMED
      9. LCS EXCLUDING AMMO = DESTROYER INCLUDING AMMO
      ==============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura

      Hapus
    4. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      -
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      -
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.

      Hapus
    5. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.


      Hapus
    6. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      📌 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      📌 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus
    7. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      Belanjawan 2025 (Anggaran 2025): Menyebutkan target pengurangan pinjaman bersih (net borrowing) menjadi sekitar RM75 miliar.
      Laporan Tinjauan Ekonomi: Memberikan data tentang rincian biaya layanan hutang (Debt Service Charges) yang diproyeksikan mencapai RM54,3 miliar pada 2025.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      📊 Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      📌 Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD

      Hapus
    8. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      SEBAR BERITA HOAX
      SEBAR BERITA HOAX
      SEBAR BERITA HOAX
      “Kami menghimbau para pemangku kepentingan untuk merujuk langsung pada laporan resmi dan siaran pers AMRO untuk memperoleh informasi yang akurat dan seimbang,” tutup klarifikasi tersebut. '
      Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa informasi soal “Indonesia bakal bubar di 2030” yang diklaim berasal dari ASEAN atau AMRO bisa dipastikan tidak benar alias hoaks.
      https://www.suara.com/news/2025/08/06/091855/cek-fakta-benarkah-asean-prediksi-indonesia-bubar-tahun-2030.
      -
      Report ANRO-ASIA
      https://amro-asia.org/wp-content/uploads/2025/04/AFPR-2025_15Apr2025_for-publication.pdf
      -
      https://asianews.network/aseans-debt-divide-tracking-the-regions-rising-fiscal-burdens/
      -
      https://www.antaranews.com/berita/5019901/hoaks-asean-peringatkan-indonesia-bisa-bubar-di-tahun-2030
      -
      https://www.kompas.com/cekfakta/read/2025/08/07/142800082/-klarifikasi-tidak-benar-asean-prediksi-indonesia-bubar-pada-2030
      -
      https://www.ntvnews.id/news/0158972/asean-peringatkan-indonesia-bubar-pada-2030-hoax-
      -------
      MALAYDESH =
      RECIPROCAL = 242 MILIAR DOLLAR
      DEVISA = 120 MILIAR DOLLAR
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      Posisi Cadangan Devisa Terkini (per Juni 2025)
      • Berdasarkan data TradingEconomics, cadangan devisa Malaydesh meningkat menjadi USD 120,600 juta (atau sekitar USD 120,6 miliar) pada bulan Juni 2025, naik dari USD 119,600 juta pada bulan Mei 2025
      • Sementara itu, pernyataan resmi dari Bank Negara Malaydesh (BNM) menyebutkan bahwa per tanggal 30 Juni 2025, cadangan devisa negara mencapai USD 120,6 miliar, yang mencetak rekor tertinggi dalam dekade ini. Posisi ini cukup untuk membiayai 4,8 bulan impor barang dan jasa, serta setara dengan 0,9 kali total utang luar negeri jangka pendek
      • Data tambahan menyebut bahwa pada 13 Juni 2025, cadangan devisa tercatat sebesar USD 119,9 miliar BNM.GOV.MY.
      ---------------
      SALAM SAMURAI BONDS
      SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029 were successfully priced at a full cost of 0.63% per annum. The Finance Ministry said on Friday this marks the government’s return to the Japanese yen bond market after a 30-year absence. This will be the largest Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guaranteed sovereign bond issuance in the market.
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances, revealed China's ambassador to MALAYDESH Bai Tian.
      ===========
      ===========
      INDONESIA =
      RECIPROCAL = 27,5 MILIAR DOLLAR
      DEVISA = 152,6 MILIAR DOLLAR
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      Berikut informasi terkini mengenai cadangan devisa Indonesia (posisi terakhir yang tersedia per Juni 2025):
      • Akhir Juni 2025: Cadangan devisa tercatat sebesar USD 152,6 miliar, meningkat marginal dari posisi akhir Mei 2025 yakni USD 152,5 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh penerimaan dari pajak, jasa, dan penerbitan obligasi global pemerintah
      • Jika dibandingkan, posisi tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada akhir Maret 2025, yakni sebesar USD 157,1 miliar, didorong oleh pendapatan pajak, jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah

      Hapus
  35. 1 MYR = 4,309.69 IDR Feb 12, 2026, 04:40 UTC
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOP ASIA
      -
      Laporan IMF World Economic Outlook (Oktober 2025/Januari 2026). Perlu dicatat bahwa angka tersebut menggunakan metode GDP Purchasing Power Parity (PPP), bukan GDP nominal.
      Berikut adalah penjelasan sumber berita bahasa Inggris untuk 10 ekonomi terbesar di Asia tersebut:
      1. China ($39.4 – 43.5 Triliun)
      Sumber seperti Visual Capitalist menyebut China sebagai ekonomi nomor 1 dunia dalam hal PPP, mengungguli Amerika Serikat. Fokusnya tetap pada dominasi manufaktur dan investasi masif di sektor energi hijau serta AI.
      2. India ($17.3 – 19.1 Triliun)
      India adalah ekonomi dengan pertumbuhan tercepat (diproyeksikan ~6.2% pada 2026). Bloomberg sering menyebutnya sebagai "kuda hitam" yang didorong oleh konsumsi domestik dan digitalisasi layanan.
      3. Jepang ($6.5 – 6.7 Triliun)
      Meskipun disalip oleh Jerman dalam GDP nominal, Jepang tetap berada di posisi ke-5 atau ke-6 dunia dalam PPP. Sumber seperti Investopedia menyoroti stabilitasnya meskipun menghadapi tantangan demografi.
      4. Korea Selatan (~$3.1 - 3.4 Triliun)
      Dikenal sebagai "tech-heavy economy." Berita dari World Bank menyoroti ketahanannya pada ekspor semikonduktor dan otomotif.
      5. Indonesia ($4.9 – 5.4 Triliun)
      Poin yang Anda sebutkan sangat akurat berdasarkan data IMF April 2025. Indonesia resmi menempati peringkat ke-7 ekonomi terbesar dunia berdasarkan PPP, berada di atas Inggris dan Prancis. The Investor dan Tempo English menyoroti peran Indonesia sebagai powerhouse ASEAN.
      6. Arab Saudi (~$2.4 - 2.6 Triliun)
      Sumber IMF mencatat keberhasilan diversifikasi di bawah "Vision 2030," namun sektor energi tetap menjadi tulang punggung utama.
      7. Turki (~$3.9 Triliun - Peringkat PPP Global Lebih Tinggi)
      Secara PPP, posisi Turki sebenarnya sangat kuat (sering di 10 besar dunia). OECD mencatat lokasinya yang strategis sebagai penghubung perdagangan.
      8. Taiwan (~$1.8 - 2.0 Triliun)
      Laporan dari Trading Economics mengonfirmasi dominasi Taiwan dalam rantai pasok global semikonduktor.
      9. Thailand (~$1.6 - 1.8 Triliun)
      Menempati posisi ke-2 di ASEAN secara PPP. Sumber World Bank menekankan pemulihan sektor pariwisata sebagai motor utama.
      10. Iran (~$1.7 - 1.8 Triliun)
      Meskipun sanksi berat, Iran tetap menjadi salah satu ekonomi besar di Asia Barat karena kapasitas produksi minyak dan gasnya yang besar, seperti yang tercatat di data Worldometer/IMF.
      -
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      --------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      --------------
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      --------------
      OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    3. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade


      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      Analisis :
      1. Malaydesh & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
      -
      2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah Malaydesh.
      -
      3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
      -
      4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
      ---------------------------
      ⚠️ Implikasi
      1. Malaydesh: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
      -
      2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
      -
      3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
      -
      4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi

      Hapus
    5. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
    6. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      MALAYDESH =
      RECIPROCAL = 242 MILIAR DOLLAR
      DEVISA = 120 MILIAR DOLLAR
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      242-120 = 122 MILIAR DOLLAR (KURANG UANG = HUTANG)
      Posisi Cadangan Devisa Terkini (per Juni 2025)
      • Berdasarkan data TradingEconomics, cadangan devisa Malaydesh meningkat menjadi USD 120,600 juta (atau sekitar USD 120,6 miliar) pada bulan Juni 2025, naik dari USD 119,600 juta pada bulan Mei 2025
      • Sementara itu, pernyataan resmi dari Bank Negara Malaydesh (BNM) menyebutkan bahwa per tanggal 30 Juni 2025, cadangan devisa negara mencapai USD 120,6 miliar, yang mencetak rekor tertinggi dalam dekade ini. Posisi ini cukup untuk membiayai 4,8 bulan impor barang dan jasa, serta setara dengan 0,9 kali total utang luar negeri jangka pendek
      • Data tambahan menyebut bahwa pada 13 Juni 2025, cadangan devisa tercatat sebesar USD 119,9 miliar BNM.GOV.MY.
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      ===========
      ===========
      INDONESIA =
      RECIPROCAL = 27,5 MILIAR DOLLAR
      DEVISA = 152,6 MILIAR DOLLAR
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      152,6-27,5 = 125,1 MILIAR DOLLAR (LUNAS)
      Berikut informasi terkini mengenai cadangan devisa Indonesia (posisi terakhir yang tersedia per Juni 2025):
      • Akhir Juni 2025: Cadangan devisa tercatat sebesar USD 152,6 miliar, meningkat marginal dari posisi akhir Mei 2025 yakni USD 152,5 miliar. Peningkatan ini disebabkan oleh penerimaan dari pajak, jasa, dan penerbitan obligasi global pemerintah
      • Jika dibandingkan, posisi tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada akhir Maret 2025, yakni sebesar USD 157,1 miliar, didorong oleh pendapatan pajak, jasa, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah
      -------
      INDONESIA =
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      Komitmen Finansial Indonesia dalam Perjanjian
      • Indonesia setuju membeli US USD15 miliar produk energi dari AS
      • Serta US USD4,5 miliar produk pertanian Amerika Serikat
      • Selain itu, Indonesia juga menyiapkan kontrak senilai sekitar US USD8 miliar untuk pembangunan kilang modular melalui perusahaan AS sebagai bagian dari kesepakatan energi
      Total komitmen pembelian Indonesia mencapai sekitar US USD27,5 miliar (15 + 4,5 + 8 miliar) dalam bentuk energi, pertanian, dan proyek infrastruktur.

      Hapus
    7. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      WITHOUT RECIPROCAL US =
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      • Many Malaydesh ns expressed deep concern over increased prices of food, fuel, and basic essentials.
      • Recent policy changes—including expanded taxes, electricity tariff hikes, subsidy reforms, and higher charges to manufacturers—are widely believed to be pushing up consumer costs
      • Prime Minister Anwar Ibrahim, elected in November 2022 on a reform agenda, is criticized for making limited progress on fighting corruption, cronyism, and nepotism
      • Opposition leaders argue that key pledges have gone unmet and mismanagement persists
      • Protesters voiced dissatisfaction with recent judicial actions, including dropped graft charges against allies and delays in appointing senior judges.
      • Former Prime Minister Mahathir Mohamad—now a vocal political rival—publicly criticized Anwar’s credibility and joined the rally, calling for his resignation
      ===========
      ===========
      INDONESIA =
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      CUMA 27,5 MILIAR DOLLAR
      Komitmen Finansial Indonesia dalam Perjanjian
      • Indonesia setuju membeli US USD15 miliar produk energi dari AS
      • Serta US USD4,5 miliar produk pertanian Amerika Serikat
      • Selain itu, Indonesia juga menyiapkan kontrak senilai sekitar US USD8 miliar untuk pembangunan kilang modular melalui perusahaan AS sebagai bagian dari kesepakatan energi
      Total komitmen pembelian Indonesia mencapai sekitar US USD27,5 miliar (15 + 4,5 + 8 miliar) dalam bentuk energi, pertanian, dan proyek infrastruktur.

      Hapus
    8. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      WITHOUT RECIPROCAL US =
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      • Many Malaydesh ns expressed deep concern over increased prices of food, fuel, and basic essentials.
      • Recent policy changes—including expanded taxes, electricity tariff hikes, subsidy reforms, and higher charges to manufacturers—are widely believed to be pushing up consumer costs
      • Prime Minister Anwar Ibrahim, elected in November 2022 on a reform agenda, is criticized for making limited progress on fighting corruption, cronyism, and nepotism
      • Opposition leaders argue that key pledges have gone unmet and mismanagement persists
      • Protesters voiced dissatisfaction with recent judicial actions, including dropped graft charges against allies and delays in appointing senior judges.
      • Former Prime Minister Mahathir Mohamad—now a vocal political rival—publicly criticized Anwar’s credibility and joined the rally, calling for his resignation
      ---------------
      SALAM SAMURAI BONDS
      SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALAYDESH 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029 were successfully priced at a full cost of 0.63% per annum. The Finance Ministry said on Friday this marks the government’s return to the Japanese yen bond market after a 30-year absence. This will be the largest Japan Bank for International Cooperation (JBIC) guaranteed sovereign bond issuance in the market.
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALAYDESH to help with the country's finances, revealed China's ambassador to MALAYDESH Bai Tian.
      ==================
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi

      Hapus
  36. Tahun 2027.
    1 MYR = 5,000.00 IDR
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TOP TEN ASIA
      -
      10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
      1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
      (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
      2. India – US$ 16,19 triliun
      (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
      3. Jepang – US$ 6,70 triliun
      (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
      4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
      5. Turki – US$ 3,83 triliun
      (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
      6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
      (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
      7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
      (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
      8. Iran – US$ 1,85 triliun
      (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
      9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
      (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
      10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
      (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
      -
      10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
      1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
      (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
      2. Jepang – US$ 4,28 triliun
      (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
      3. India – US$ 4,12 triliun
      (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
      4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
      (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
      5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
      (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
      6. Turki – US$ 1,32 triliun
      (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
      7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
      (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
      8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
      (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
      9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
      (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
      10. Thailand – US$ 546,21 miliar
      (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenshipa
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade

      Hapus
    3. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).

      Hapus
    5. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      --------------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      ==========
      CUTTING SUBSIDIES FOR =
      FUEL
      ELECTRICITY
      WATER
      EDUCATION
      HEALTH SERVICES.
      the MALAYDESH government is raising taxes to narrow the budget deficit and improve tax collections. The government is also cutting subsidies for certain items.
      Explanation
      • The government is introducing new taxes, such as a carbon tax, inheritance tax, and a tax on unhealthy food.
      • The government is raising excise duties on sugary drinks.
      • The government is expanding the scope of the sales and service tax (SST).
      • The government is raising the minimum wage.
      • The government is cutting subsidies for fuel, electricity, water, education, and health services.
      • The government is targeting subsidies for those most in need.
      The government's goal is to reduce dependency on oil and gas revenues. The government also wants to build a more sustainable economy.
      Budget deficit
      The government's fiscal deficit is expected to narrow to 3.8% of GDP in 2025 from an estimated 4.3% in 2024. The government's medium-term goal is to cut the fiscal deficit to 3% of GDP.
      ==========
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      MALAYDESH has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
      Public DEBT
      • Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
      • Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
      • Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
      Household DEBT
      • Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
      • DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYDESH households has been increasing since 2000.
      • Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.
      Other factors
      • External DEBT: MALAYDESH 's external DEBT is also a concern.
      Export vulnerability: MALAYDESH 's manufacturing sector is vulnerable to drops in external demand

      Hapus
    6. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      ==========
      MALAYDESH DEFICIT =
      SALES AND SERVICE TAX EXPANSION
      SUBSIDY RATIONALISATION
      A budget deficit in MALAYDESH can lead to economic instability, financial difficulties, and increased government DEBT.
      Economic impact
      • Economic growth: Prolonged budget deficits can hinder economic growth.
      • Financial instability: Budget deficits can expose MALAYDESH to financial instability.
      Government DEBT
      • DEBT increase: Budget deficits increase government DEBT over time.
      • Interest costs: Higher interest costs dampen economic growth.
      • Creditors: Creditors may become concerned about the government's ability to repay its DEBT.
      Fiscal consolidation
      • Subsidy rationalisation
      Rationalizing subsidies, particularly for fuel, can help reduce the fiscal deficit.
      • Sales and Service Tax (SST) expansion
      Expanding the Sales and Service Tax (SST) can help reduce the fiscal deficit.
      Budget deficit targets
      • 2025: The government targets a budget deficit of 3.8% of GDP in 2025.
      • 2026: The government aims to reduce the fiscal deficit to around 3% of GDP by 2026.
      Budget deficit and DEBT
      • Budget deficits and federal government DEBT are interrelated and affect each other.
      ==========
      BUDGET LIMITED
      BUDGET LIMITED
      BUDGET LIMITED
      The Royal MALAYDESH Air Force (RMAF) has faced budget constraints and fleet sustainment problems. The RMAF's budget is limited, and the government has other priorities, such as revitalizing the economy and reducing the national deficit.
      Budget constraints
      • Limited budget
      The government's defense budget is limited, and the government has other priorities.
      • Frequent government changes
      The frequent change of governments since 2018 has hindered defense development.
      • Fiscal cost of COVID-19
      The government is still dealing with the fiscal cost of the COVID-19 pandemic.
      Fleet sustainment problems
      • Aging aircraft: The RMAF has a fleet of aging aircraft, such as the BAE Hawk 108 and MiG-29N.
      • Maintenance costs: Maintaining a large fleet of aging aircraft can be expensive.

      Hapus
  37. Pssstttt... MMW... matawang negara sebelah tu hanya senilai TISU JAMBAN... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun

      Hapus
    2. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
      -
      Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
      Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
      Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
      Destinasi Utama:
      1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
      2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
      3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
      Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
      -
      Profil Demografis & Penyebab
      Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
      Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
      -
      Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      1. Data Utang Pemerintah (Federal Government Debt)
      Sumber Utama: Laporan Keuangan Pemerintah Malaydesh yang disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan (Liew Chin Tong & Lim Hui Ying) di Parlemen (Dewan Rakyat).
      Verifikasi Angka:
      Akhir 2024: Benar, tercatat sekitar RM 1,25 triliun.
      Juni 2025: Benar, mencapai RM 1,3 triliun (tepatnya RM 1,304 triliun).
      Rasio Utang terhadap PDB: Proyeksi 69% pada akhir 2025 sesuai dengan target konsolidasi fiskal pemerintah.
      2. Data Utang Rumah Tangga (Household Debt)
      Sumber Utama: Financial Stability Review dari Bank Negara Malaydesh dan pernyataan resmi MoF.
      Verifikasi Angka:
      Maret 2025: Tercatat RM 1,65 triliun atau 84,3% dari PDB.
      Proyeksi 2025: Angka RM 1,73 triliun atau 85,8% merupakan estimasi pertumbuhan utang seiring meningkatnya permintaan pinjaman perumahan dan kendaraan.
      3. Rasio Utang terhadap PDB (2010–2025)
      Data yang Anda cantumkan mayoritas akurat dan dapat ditemukan di FRED Economic Data serta CEIC Data.
      Tren 2010-2019: Stabil di kisaran 51% - 55%.
      Lonjakan 2020-2021: Disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang memaksa pemerintah meningkatkan batas plafon utang untuk dana stimulus.
      Koreksi 2024-2025: Pemerintah mulai melakukan penghematan (konsolidasi fiskal) untuk menurunkan rasio ke angka 69%.
      4. Nilai Utang dalam USD (Hutang Bayar Hutang)
      Sumber Utama: Konversi mata uang dari Ringgit (RM) ke USD oleh lembaga internasional seperti World Economics atau CEIC.
      Konteks: Angka USD 375 miliar untuk 2025 adalah estimasi nilai total utang. Terkait istilah "hutang bayar hutang", pemerintah Malaydesh mengalokasikan sekitar RM 106,8 miliar pada 2025 khusus untuk pembayaran pokok (principal repayment) utang lama menggunakan pinjaman baru.
      ----------------
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    4. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      2025 = MELARAT
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      -
      Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
      ============
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      -
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data.
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi

      Hapus
  38. GDP INDONESIA = MALAYDESH +SINGA+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +VIET+PINOY
    GDP INDONESIA = MALAYDESH +THAI+VIET
    -
    Berdasarkan data ekonomi terbaru dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank, Indonesia mengukuhkan posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan nilai PDB nominal melebihi USD 1,4 triliun pada tahun 2024-2025.
    Berikut adalah penjelasan mengenai perbandingan ekonomi dan alasan keanggotaan G20:
    1. Perbandingan PDB Indonesia vs Negara ASEAN Lain
    Data menunjukkan bahwa skala ekonomi Indonesia memang setara dengan gabungan beberapa negara tetangga sekaligus:
    PDB Nominal (Estimasi 2025):
    Indonesia: ~$1,49 Triliun
    Singapura: ~$574 Miliar
    Thailand: ~$558 Miliar
    Filipina: ~$494 Miliar
    Vietnam: ~$484 Miliar
    Malaydesh: ~$470 Miliar
    Secara matematis, PDB Indonesia (~$1,49T) hampir setara dengan gabungan Singapura + Thailand + Filipina atau kombinasi negara ASEAN-6 lainnya.
    2. PDB berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP)
    Dalam skala PDB PPP, celah tersebut semakin lebar. Indonesia kini berada di urutan ke-8 ekonomi terbesar dunia dengan nilai sekitar USD 4,66 triliun. Angka ini jauh melampaui gabungan Thailand, Vietnam, dan Filipina
    -
    Posisi Indonesia:
    Posisi ke-6 atau ke-7?: Berdasarkan data resmi IMF, Indonesia saat ini berada di posisi ke-7, bersaing sangat ketat dengan Jerman (selisih tipis di bawah USD 500 miliar). Namun, beberapa lembaga riset seperti PwC memprediksi Indonesia akan konsisten naik hingga mencapai posisi ke-4 dunia pada tahun 2045.
    -
    Dominasi ASEAN: Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia tidak tertandingi. Negara ASEAN berikutnya dalam daftar PPP adalah Vietnam dan Thailand, yang berada di peringkat 20 besar dunia namun dengan nilai PDB PPP yang masih jauh di bawah Indonesia (kisaran USD 1,8 Triliun).
    -
    Status BRICS: Indonesia secara resmi telah menyampaikan keinginan untuk bergabung dan saat ini berstatus sebagai Negara Mitra (Partner Country) BRICS+, yang memperkuat pengaruh ekonomi Indonesia di blok negara berkembang
    -
    Keanggotaan Internasional: Indonesia semakin solid di posisi strategis global sebagai anggota kunci G20 dan telah resmi menjadi Negara Mitra BRICS, yang bertujuan memperkuat kerja sama antar-ekonomi berkembang di jalur "Global South"
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

    BalasHapus
  39. MMW.. saya pun tak pasti bagaimana negara INDIANESIA mau bayar HUTANG HUTANG ALUTSISTA..? Diburukkan dengan nilai RUPIAH yang Makin Tak Berharga di Dunia...? 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      Analisis Faktor Pemicu Utama
      Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
      Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
      Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
      --
      Tren Jangka Panjang (2015–2025)
      Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.

      Hapus
    2. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      MALAYDESH is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
      New taxes
      • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
      • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
      • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
      • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
      • Sugar duties: Higher duties on sugar
      • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
      • Inheritance tax: A tax on inheritance
      • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
      • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
      Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.


      Hapus
    3. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  40. 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300 ya guys..... Ini FAKTA...

    RUPIAH TAK BERHARGA.... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -------------------
      Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
      Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
      Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
      Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
      Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
      Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      1. Tahun 2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan)
      Sumber: Rekening resmi ini diluncurkan oleh Kementerian Kewangan Malaydesh di bawah pemerintahan Tun Dr. Mahathir Mohamad.
      Berita Terkait: Kurang dari 24 Jam, Donasi Tabungan Harapan Malaydesh Terkumpul Rp 24 Miliar (Kompas) dan pengumuman resmi Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
      Konteks: Total donasi mencapai RM202,7 juta yang akhirnya digunakan untuk melunasi utang skandal 1MDB.
      2. Tahun 2019-2023: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Data persentase pinjaman baru untuk membayar utang lama (prinsipal utang matang) berasal dari Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) dan Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan:
      2019 (59%): Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2019 mencatat RM82,72 miliar (59,9%) dari pinjaman baru digunakan untuk bayar utang Malaydesh Gazette.
      2020 (60%): Berdasarkan LKAN 2020, ketergantungan pada utang baru untuk membayar utang lama disebut "mengkhawatirkan" oleh Ketua Audit Negara Astro Awani.
      2021-2023: Data ini tertuang dalam Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan tahunan yang dirilis oleh Jabatan Audit Negara dan dibahas di Parlimen Malaydesh. Pada 2023, angka melonjak ke 64,3% karena tingginya utang yang jatuh tempo.
      3. Tahun 2024-2026: Proyeksi dan Konsolidasi
      Data ini bersumber dari dokumen anggaran yang diterbitkan oleh Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh:
      Tinjauan Fiskal 2025 & Proyeksi 2026: Dokumen resmi ini dirilis bersamaan dengan Belanjawan 2025 (Anggaran 2025).
      Detail Utama: Pemerintah memproyeksikan penurunan pinjaman bersih (net borrowing) ke angka RM75 miliar pada 2025, namun pembayaran prinsipal tetap tinggi sekitar RM106 miliar dari total pinjaman bruto RM184 miliar The Edge Malaydesh.
      Dokumen Resmi: Anda dapat mengunduh rincian lengkapnya melalui portal resmi Belanjawan Malaydesh - Kementerian Kewangan
      ----------------
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    3. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      🏛️ Titah Yang di-Pertuan Agong
      Dalam Istiadat Pembukaan Mesyuarat Pertama Penggal Ketiga Parlimen ke-15 pada Februari 2024, Sultan Ibrahim menyatakan:
      • Kekecewaan terhadap beban hutang kerajaan yang semakin besar.
      • Defisit fiskal negara tidak berubah sejak tahun 1998, menunjukkan kelemahan struktur kewangan negara.
      • Baginda menegaskan bahawa:
      o Keadaan ini menyukarkan kerajaan untuk melaksanakan projek pembangunan baharu.
      o Sukar memberi suntikan kewangan bagi merancakkan ekonomi.
      o Beliau menyokong langkah kerajaan untuk penjimatan drastik dan subsidi bersasar sebagai pendekatan pembaharuan fiskal.
      📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
      Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
      • Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
      • Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
      • Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
      Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
      📊 Implikasi Defisit Berterusan
      • Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
      • Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
      • Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.
      💡 Langkah Penambahbaikan yang Disokong Agong
      • Subsidi bersasar: Mengurangkan pembaziran dan memastikan bantuan sampai kepada golongan yang benar-benar memerlukan.
      • Penjimatan drastik: Mengawal perbelanjaan kerajaan agar lebih cekap dan berkesan.
      • Dasar baharu menyeluruh: Perlu ada reformasi fiskal dan ekonomi yang menyeluruh untuk mengatasi masalah struktur.

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Key Aspects of Loan Agreements in Malaydeshn Defense:
      • Terms and Conditions:
      o Interest Rates: Fixed or variable, often a critical factor in the overall cost.
      o Repayment Period: Can range from several years to over a decade, depending on the loan amount and type.
      o Grace Periods: A period before repayment begins, allowing time for project implementation.
      o Collateral/Guarantees: While sovereign loans rarely involve physical collateral, they are backed by the full faith and credit of the Malaydeshn government.
      • Offset/Industrial Participation:
      o Description: Loan agreements for major defense purchases often include offset clauses. This means the exporting country or company commits to investing in Malaydesh, transferring technology, or procuring goods and services from Malaydeshn companies.
      o Purpose: To mitigate the outflow of funds, develop local industries, and create jobs. This can be a significant benefit that sweetens the deal for Malaydesh.
      • Transparency and Oversight:
      o Parliamentary Approval: Large defense procurements and associated loans usually require parliamentary approval in Malaydesh, especially for inclusion in the national budget.
      o Public Scrutiny: Defense spending and borrowing can be subjects of public and media scrutiny, especially concerning value for money, allegations of corruption, or strategic alignment.
      o Audits: Loan utilization and project implementation are subject to government audits to ensure accountability.

      Hapus
    5. GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      Recent Examples and Trends:
      • Scorpene Submarines (France): The acquisition of two Scorpene-class submarines from France in the early 2000s involved significant financing arrangements, reportedly including a mix of commercial loans and possibly G2G support. This deal, however, became controversial due to corruption allegations, though investigations cleared Malaydeshn officials.
      • Littoral Combat Ships (LCS): The ongoing LCS project has faced severe delays and cost overruns. While not purely a loan issue, the financing structure and payment schedules have been central to the project's difficulties, highlighting the complexities of managing large defense contracts.
      • Future Acquisitions: Malaydesh is looking to modernize its air force (e.g., FA-50 light combat aircraft from Korea) and naval assets. These future acquisitions will undoubtedly involve various financing strategies, potentially including G2G loans, ECA support, and commercial borrowing, tailored to each specific deal.
      Challenges and Considerations:
      • Debt Burden: Excessive borrowing for defense can strain national finances, especially if economic growth slows.
      • Currency Fluctuations: Loans denominated in foreign currencies expose Malaydesh to exchange rate risks.
      • Cost Overruns: Large projects are prone to cost overruns, which can increase the overall debt burden beyond initial projections.
      • Maintenance and Lifecycle Costs: Beyond the initial purchase, the long-term maintenance, training, and operational costs of defense assets are substantial and must be factored into financial planning.

      Hapus
    6. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      GEMPURWIRA2 Februari 2026 pukul 20.54
      HAHAHAHAHHA..............HUTANG...HUTANG....HUTANG........... KESIANNYA
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
      MALAYDESH 's rising household DEBT has contributed to an increase in bankruptcy.
      Explanation
      • High household DEBT
      High household DEBT can lead to decreased purchasing power, which can slow the economy and increase poverty and bankruptcy.
      • Easy access to credit
      The availability of consumer credit can encourage borrowers to take on more DEBT than they can afford.
      • Inadequate savings
      Many MALAYDESH households don't have adequate savings reserves, which makes it harder to pay DEBTs.
      • Multiple DEBTs
      The more loans a person has, the greater the likelihood that they will declare bankruptcy.


      Hapus
  41. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    1. Tahun 2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan)
    Sumber: Rekening resmi ini diluncurkan oleh Kementerian Kewangan Malaydesh di bawah pemerintahan Tun Dr. Mahathir Mohamad.
    Berita Terkait: Kurang dari 24 Jam, Donasi Tabungan Harapan Malaydesh Terkumpul Rp 24 Miliar (Kompas) dan pengumuman resmi Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
    Konteks: Total donasi mencapai RM202,7 juta yang akhirnya digunakan untuk melunasi utang skandal 1MDB.
    2. Tahun 2019-2023: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Data persentase pinjaman baru untuk membayar utang lama (prinsipal utang matang) berasal dari Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) dan Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan:
    2019 (59%): Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2019 mencatat RM82,72 miliar (59,9%) dari pinjaman baru digunakan untuk bayar utang Malaydesh Gazette.
    2020 (60%): Berdasarkan LKAN 2020, ketergantungan pada utang baru untuk membayar utang lama disebut "mengkhawatirkan" oleh Ketua Audit Negara Astro Awani.
    2021-2023: Data ini tertuang dalam Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan tahunan yang dirilis oleh Jabatan Audit Negara dan dibahas di Parlimen Malaydesh. Pada 2023, angka melonjak ke 64,3% karena tingginya utang yang jatuh tempo.
    3. Tahun 2024-2026: Proyeksi dan Konsolidasi
    Data ini bersumber dari dokumen anggaran yang diterbitkan oleh Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh:
    Tinjauan Fiskal 2025 & Proyeksi 2026: Dokumen resmi ini dirilis bersamaan dengan Belanjawan 2025 (Anggaran 2025).
    Detail Utama: Pemerintah memproyeksikan penurunan pinjaman bersih (net borrowing) ke angka RM75 miliar pada 2025, namun pembayaran prinsipal tetap tinggi sekitar RM106 miliar dari total pinjaman bruto RM184 miliar The Edge Malaydesh.
    Dokumen Resmi: Anda dapat mengunduh rincian lengkapnya melalui portal resmi Belanjawan Malaydesh - Kementerian Kewangan
    ----------------
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  42. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    1. Tahun 2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan)
    Sumber: Rekening resmi ini diluncurkan oleh Kementerian Kewangan Malaydesh di bawah pemerintahan Tun Dr. Mahathir Mohamad.
    Berita Terkait: Kurang dari 24 Jam, Donasi Tabungan Harapan Malaydesh Terkumpul Rp 24 Miliar (Kompas) dan pengumuman resmi Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
    Konteks: Total donasi mencapai RM202,7 juta yang akhirnya digunakan untuk melunasi utang skandal 1MDB.
    2. Tahun 2019-2023: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Data persentase pinjaman baru untuk membayar utang lama (prinsipal utang matang) berasal dari Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) dan Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan:
    2019 (59%): Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2019 mencatat RM82,72 miliar (59,9%) dari pinjaman baru digunakan untuk bayar utang Malaydesh Gazette.
    2020 (60%): Berdasarkan LKAN 2020, ketergantungan pada utang baru untuk membayar utang lama disebut "mengkhawatirkan" oleh Ketua Audit Negara Astro Awani.
    2021-2023: Data ini tertuang dalam Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan tahunan yang dirilis oleh Jabatan Audit Negara dan dibahas di Parlimen Malaydesh. Pada 2023, angka melonjak ke 64,3% karena tingginya utang yang jatuh tempo.
    3. Tahun 2024-2026: Proyeksi dan Konsolidasi
    Data ini bersumber dari dokumen anggaran yang diterbitkan oleh Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh:
    Tinjauan Fiskal 2025 & Proyeksi 2026: Dokumen resmi ini dirilis bersamaan dengan Belanjawan 2025 (Anggaran 2025).
    Detail Utama: Pemerintah memproyeksikan penurunan pinjaman bersih (net borrowing) ke angka RM75 miliar pada 2025, namun pembayaran prinsipal tetap tinggi sekitar RM106 miliar dari total pinjaman bruto RM184 miliar The Edge Malaydesh.
    Dokumen Resmi: Anda dapat mengunduh rincian lengkapnya melalui portal resmi Belanjawan Malaydesh - Kementerian Kewangan
    ----------------
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  43. ANKA S TUDM guys.. RADOME radar jelas kelihatan ... 😎😎🇲🇾🇲🇾

    https://pbs.twimg.com/media/HA6tRxUakAAIJgq?format=jpg&name=large

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      -------------
      MALAYDESH has faced several crises, including political, financial, and economic crises:
      • Political crisis
      From 2020–2022, MALAYDESH experienced a political crisis that led to the resignation of two Prime Ministers and the collapse of two coalition governments. The crisis was caused by political infighting, party switching, and the refusal of Prime Minister Mahathir Mohamad to transition power to Anwar Ibrahim. The crisis ended in 2022 with a snap general election and the formation of a coalition government.
      • Financial crisis
      MALAYDESH experienced a financial crisis when the country's economic fundamentals appeared strong, but the crisis came suddenly. The government's initial response was to increase interest rates and tighten fiscal policy, but this was not enough to correct the external imbalances.
      • Economic crisis
      MALAYDESH 's economy has faced challenges due to weak global demand and a dependence on exports. In 2020, MALAYDESH 's economy shrank by the most since the Asian crisis. In 2023, weak global demand for electronics and a decline in energy prices weighed on the economy.
      • Household DEBT crisis
      As of the end of 2023, MALAYDESH 's household DEBT-to-GDP ratio was 84.3%, with household DEBT reaching RM1.53 trillion
      • MALAYDESH has faced several rice crises in the past, including in 1973–1975, the 1980s, 1997–1998, 2008, and 2023. These crises are often caused by price hikes, which are driven by supply and demand, as well as market player behavior
      ==========
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000
      MALAYDESH has experienced a number of SALAM DEBT PROBLEMS SINCE 2000, including high public DEBT, household DEBT, and a fiscal deficit.
      Public DEBT
      • Fiscal deficit: The fiscal deficit was high during the pandemic, exceeding 6% of GDP.
      • Public DEBT to GDP ratio: In 2023, public DEBT was almost 70% of GDP, which is higher than the average of 55% in the 2010s.
      • Statutory DEBT limit: The statutory DEBT limit has been revised several times over the last three decades.
      Household DEBT
      • Household DEBT to GDP ratio: In 2007, the household DEBT to GDP ratio was 67%, up from 47% in 2000.
      • DEBT to income ratio: The ratio of DEBT to income for MALAYDESH households has been increasing since 2000.
      • Household DEBT crisis: In 2023, household DEBT reached RM1.53 trillion, with a household DEBT-to-GDP ratio of 84.3%.
      Other factors
      • External DEBT: MALAYDESH 's external DEBT is also a concern.
      Export vulnerability: MALAYDESH 's manufacturing sector is vulnerable to drops in external demand

      Hapus
    2. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      WITHOUT RECIPROCAL US =
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      DEMO RISING COST OF LIVING
      • Many Malaydesh ns expressed deep concern over increased prices of food, fuel, and basic essentials.
      • Recent policy changes—including expanded taxes, electricity tariff hikes, subsidy reforms, and higher charges to manufacturers—are widely believed to be pushing up consumer costs
      • Prime Minister Anwar Ibrahim, elected in November 2022 on a reform agenda, is criticized for making limited progress on fighting corruption, cronyism, and nepotism
      • Opposition leaders argue that key pledges have gone unmet and mismanagement persists
      • Protesters voiced dissatisfaction with recent judicial actions, including dropped graft charges against allies and delays in appointing senior judges.
      • Former Prime Minister Mahathir Mohamad—now a vocal political rival—publicly criticized Anwar’s credibility and joined the rally, calling for his resignation
      ===================
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      300.000 LOST JOBS
      Almost 300,000 lost their jobs in the last 4 years, Dewan Rakyat told Deputy human resources minister Abdul Rahman Mohamad says various programmes have been introduced to tackle underemployment. total of 293,639 workers lost their jobs between 2020 and Sept 26, with the manufacturing sector recording the highest number of layoffs at 75,615
      --------------
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      30.000 JOBS CUT PETRONAS
      MALAYDESH 's state energy firm Petronas will reduce its workforce to ensure its long-term survival amid increasing challenges in the global operating environment .
      --------------
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      30.000 JOBS CUT GOVERMENTS
      The MALAYDESH government’s decision to terminate 30,000 contract staff without a school-leaving certification has drawn backlash from the country’s public service union, which said the sudden end to long careers working for the state lacks compassion.
      --------------
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      33.000 REFUGEE TO AUSTRALIA
      High Commissioner Andrew GoledziNOwski said 33,000 MALAYDESH s had applied for asylum in Australia in recent years, most of whom were thought NOt to be genuine refugees. "Many who overstay then apply for refugee

      Hapus
    3. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      ==========
      RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
      RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
      RISING HOUSEHOLD DEBT = BANKRUPTCY
      MALAYDESH 's rising household DEBT has contributed to an increase in bankruptcy.
      Explanation
      • High household DEBT
      High household DEBT can lead to decreased purchasing power, which can slow the economy and increase poverty and bankruptcy.
      • Easy access to credit
      The availability of consumer credit can encourage borrowers to take on more DEBT than they can afford.
      • Inadequate savings
      Many MALAYDESH households don't have adequate savings reserves, which makes it harder to pay DEBTs.
      • Multiple DEBTs
      The more loans a person has, the greater the likelihood that they will declare bankruptcy.
      Factors that contribute to bankruptcy
      • Loss of income
      • High medical expenses
      • An unaffordable mortgage
      • Spending beyond one's means
      • Lending money to loved ones
      • Credit cards
      • Bank regulations
      • Inadequate financial planning
      • Attitudes towards money
      ==========
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      MALAYDESH has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
      =========
      RICE CRISES =
      In Japan, the government was forced to reSEWA 210,000 tons of rice from its one-million-ton emergency reserve, a historical first, due to an extreme price hike of up to 82%.
      In MALAYDESH , a shortage of local rice has triggered public panic. Shrinking supplies have led to soaring prices, while imported rice has also become more expensive.
      Meanwhile, in the Philippines, the government declared a food security emergency in early February 2025 after rice inflation surged to 24.4%, marking the highest increase in 15 years.

      Hapus
    4. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRI
      ==========
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  44. MATAWANG SETARA TISU JAMBAN... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. EKONOMI = DIJAJAH USA 242 MILIAR DOLLAR
      KEDAULATAN = DIJAJAH BRITISH 999 TAHUN
      HUTANG = DIJAJAH CHINA OBOR/BRI
      RASIO HUTANG = 84.3 % DARI GDP
      -------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Malaydesh telah menyepakati untuk membeli sampai USUSD150 miliar dalam jangka waktu lima tahun dari perusahaan-perusahaan Amerika di sektor semikonduktor, aerospace, dan pusat data. Komitmen ini merupakan bagian dari kesepakatan perdagangan dengan AS untuk mengurangi tarif dari ancaman awal 25% menjadi 19%
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      -------
      KEDAULATAN SUDAH TERGADAI =
      1. Abad ke 7 - 13 dikuasai Sriwijaya
      2. Abad ke 14 dikuasai Majapahit
      3. Tahun 1511 dikuasai Portugis
      4. Tahun 1641 dikuasai Belanda
      5. Tahun 1824 dikuasai Inggris
      6. Tahun 1942 dikuasai Jepang
      7. Tahun 1957 - 999 TUNDUK TAAT KE INGGRIS
      -------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      😝JONGOS JAMBUL KONENG = DIPERAS USA 242 MILIAR DOLAR😝

      Hapus
    2. MISKIN GDP KECIL =
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20 = NO MEMBER BRICS
      NO MEMBER G20
      NO MEMBER BRICS
      Malaydesh can potentially become a member of BRICS or the G20, but there are political, economic, and strategic reasons why it has not joined either group so far. Let’s look at both groups separately.
      ________________________________________
      G20 (Group of Twenty)
      ✅ What is the G20?
      • A group of the world’s 19 largest economies + the EU.
      • Formed to discuss global economic and financial policy.
      • Members include the US, China, India, Indonesia, Brazil, etc.
      ❌ Why Malaydesh is not a member:
      13. Economic Size:
      Malaydesh ’s economy is significantly smaller than G20 members.
      The G20 mostly includes the largest economies by GDP or influence.
      14. ASEAN Representation:
      Indonesia (the largest Southeast Asian economy) already represents ASEAN in the G20.
      G20 typically avoids duplication from the same region.
      15. Membership is Fixed:
      The G20 has remained relatively stable in membership since its creation.
      It’s a closed group — there’s no formal application process or expansion mechanism.
      ________________________________________
      BRICS
      ✅ What is BRICS?
      A group of emerging economies aiming to challenge Western-dominated institutions (like the IMF and World Bank).
      Recently expanded to include countries like Egypt, Ethiopia, Iran, etc.
      ❌ Why Malaydesh hasn’t joined BRICS:
      13. Non-aligned Foreign Policy:
      Malaydesh maintains a neutral, non-aligned stance in global politics.
      Joining BRICS might signal a shift toward a China-Russia bloc, which Malaydesh may wish to avoid.
      14. Geopolitical Calculations:
      BRICS has geopolitical implications (especially in rivalry with the West).
      Malaydesh values its ties with both Western countries and China, and may not want to upset the balance.
      15. Malaydesh Has Not Applied (Yet):
      Membership in BRICS is by invitation/application.
      Malaydesh has not made moves to formally apply or express strong interest in joining.

      Hapus
  45. RUPIAH BERLUTUT pada RINGGIT... TERLEMAH SEPANJANG MASA... 🔥🔥🤣🤣



    Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALONDESH

      Hapus
    2. 20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN
      TIADA MALONDESH = MISKIN

      Hapus
    3. DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      ------------
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA
      TIADA MALONDESH = MISKIN GORILA

      Hapus
    4. 10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      ------------------
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      =================
      =================
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
      ------------------
      😝GORILA KLAIM KAYA = TIADA MALAYDESH MISKIN😝

      Hapus
    5. BABU KAUM WANITA......
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
      --------------------
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      --------------------------
      1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
      2. ECRL= USD 20 BILLION
      3.CHINA-MALAYDESH QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
      4. MALAYDESH -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
      5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
      6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
      ---------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    6. BABU KAUM WANITA......
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      --------------------------
      MY = HUTANG > TAS, JET PRIBADI, FILM, PROPERTI, KOTA HANTU
      SG = HUTANG > ASSET
      TH = HUTANG > ASSET
      PH = HUTANG > ASSET
      VN = HUTANG > ASSET
      ID = HUTANG > ASSET
      ============
      SKANDAL 1MDB = USD 4,5 MILIAR
      Skandal 1MDB dan kegagalan proyek Forest City menggambarkan dua sisi kelam dari pengelolaan dana besar di Malaydesh. Dana investasi 1MDB sebesar USD 4,5 miliar diselewengkan oleh pejabat tinggi dan rekanan mereka untuk membeli barang mewah, properti elit, karya seni, jet pribadi, dan bahkan mendanai film Hollywood. Tokoh-tokoh seperti Najib Razak, Jho Low, dan Riza Aziz terlibat dalam jaringan pencucian uang lintas negara yang menyebabkan kerugian besar dan memicu penyitaan aset oleh otoritas internasional. Skandal ini menjadi simbol korupsi global yang merusak kepercayaan publik dan reputasi negara.
      --------------
      FOREST CITY = KOTA HANTU USD 100 MILLIAR
      Forest City yang digadang-gadang sebagai kota futuristik senilai USD 100 miliar berubah menjadi kota hantu akibat krisis keuangan pengembang, pandemi, dan minimnya minat pasar. Proyek ini gagal memenuhi janji pembangunan ekonomi dan sosial, menyebabkan kerugian investasi, infrastruktur terbengkalai, serta ketimpangan sosial di masyarakat lokal. Kedua kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan perencanaan yang realistis dalam pengelolaan mega proyek dan dana publik agar tidak berujung pada kegagalan dan penderitaan rakyat

      Hapus
  46. BABU KAUM WANITA......
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
    Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
    Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
    4️⃣ Analisis
    • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
    • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
    • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
    Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
    4️⃣ Analisis
    • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
    • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
    • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
    Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
    --------------------
    MISKIN ......
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    --------------------------
    1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
    2. ECRL= USD 20 BILLION
    3.CHINA-MALAYDESH QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
    4. MALAYDESH -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
    5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
    6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
    ---------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  47. BABU KAUM WANITA......
    MMW 21 April 2025 pukul 10.48
    YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
    Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan..........
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
    Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
    Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
    4️⃣ Analisis
    • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
    • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
    • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    3️⃣ Ringkasan dalam tabel
    Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
    Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
    4️⃣ Analisis
    • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
    • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
    • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
    Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga
    --------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    --------------------------
    MY = HUTANG > TAS, JET PRIBADI, FILM, PROPERTI, KOTA HANTU
    SG = HUTANG > ASSET
    TH = HUTANG > ASSET
    PH = HUTANG > ASSET
    VN = HUTANG > ASSET
    ID = HUTANG > ASSET
    ============
    SKANDAL 1MDB = USD 4,5 MILIAR
    Skandal 1MDB dan kegagalan proyek Forest City menggambarkan dua sisi kelam dari pengelolaan dana besar di Malaydesh. Dana investasi 1MDB sebesar USD 4,5 miliar diselewengkan oleh pejabat tinggi dan rekanan mereka untuk membeli barang mewah, properti elit, karya seni, jet pribadi, dan bahkan mendanai film Hollywood. Tokoh-tokoh seperti Najib Razak, Jho Low, dan Riza Aziz terlibat dalam jaringan pencucian uang lintas negara yang menyebabkan kerugian besar dan memicu penyitaan aset oleh otoritas internasional. Skandal ini menjadi simbol korupsi global yang merusak kepercayaan publik dan reputasi negara.
    --------------
    FOREST CITY = KOTA HANTU USD 100 MILLIAR
    Forest City yang digadang-gadang sebagai kota futuristik senilai USD 100 miliar berubah menjadi kota hantu akibat krisis keuangan pengembang, pandemi, dan minimnya minat pasar. Proyek ini gagal memenuhi janji pembangunan ekonomi dan sosial, menyebabkan kerugian investasi, infrastruktur terbengkalai, serta ketimpangan sosial di masyarakat lokal. Kedua kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan perencanaan yang realistis dalam pengelolaan mega proyek dan dana publik agar tidak berujung pada kegagalan dan penderitaan rakyat

    BalasHapus
  48. RUPIAH TAK BERHARGA... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah kembali mencatatkan rekor terlemahnya terhadap dua mata uang tetangga yakni, ringgit Malaysia (MYR) dan dolar Singapura (SGD) pada intraday perdagangan hari ini, Kamis (12/2/2026).

    Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.23 WIB nilai tukar rupiah berada di level Rp4.298/MYR melemah 0,53% atau menjadi level terlemah intraday nya sepanjang masa.


    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. RINGGIT KUAT = THE POISON PILL ....
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      JEBAKAN ART JAMBUL KONENG
      ----------------------
      According to Mahathir Mohamad, the strengthening of the Ringgit resulting from a recent agreement is merely a political tool by Washington to create a short-term impression of success for the Anwar government. He argues this comes at the cost of complete dependence on Donald Trump's unpredictable foreign policy in 2026. More information is available from Free Malaydesh Today.

      Hapus
  49. TERGANTUNG KEBIJAKAN JAMBUL KONENG ....
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    PENGUATAN RINGGIT YANG BERSIFAT SEMU
    ----------------------------
    Bagi Mahathir, performa positif Ringgit di awal 2026 hanyalah "fatamorgana". Ia memperingatkan bahwa stabilitas mata uang yang bersandar pada kesepakatan dengan pemerintahan Trump sangatlah rentan.
    Risiko Pembalikan: Jika ekonomi AS goyah akibat kebijakan tarifnya sendiri, modal asing dapat keluar secara tiba-tiba (capital outflow), menyebabkan Ringgit jatuh kembali secara drastis Free Malaydesh Today.
    Vulnerabilitas Politik: Keterikatan ekonomi Malaydesh melalui kesepakatan dagang khusus membuat mata uang lokal menjadi alat tawar politik bagi Washington, bukan murni cerminan kekuatan ekonomi nasional.
    -
    😝 Reality Sucks...isn't it MALAYDESH?= DIPERAS USA 242 MILIAR DOLAR : GADAI KEDAULATAN 😝

    BalasHapus
  50. Matawang terus jatuh... APBN DEFISIT... nah pemerintah nya NGUTANG LENDER terusss..... Nah bagaimana Nasib rakyat...? 🔥🔥🤣🤣🤣



    RI Utang Rp7,47 Triliun untuk Beli Kapal Induk Italia yang Sudah Dipensiunkan

    https://www.kabarbisnis.com/read/28131927/ri-utang-rp7-47-triliun-untuk-beli-kapal-induk-italia-yang-sudah-dipensiunkan

    BalasHapus
  51. RUPIAH BERLUTUT pada RINGGIT... TERLEMAH SEPANJANG MASA... 🔥🔥🤣🤣



    Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT = PASAL 3.1 LARANG PAJAK JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      ---------------------
      Larangan Pajak Jasa Digital (Pasal 3.1)
      Malaydesh berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak jasa digital atau pungutan serupa yang dianggap "diskriminatif" terhadap perusahaan teknologi asal AS.
      Kerugian: Ini membatasi kemampuan Malaydesh untuk memajaki raksasa teknologi (seperti Google, Meta, atau Amazon) guna meningkatkan pendapatan negara, memberikan keuntungan fiskal yang besar bagi perusahaan AS dibandingkan perusahaan lokal

      Hapus
    2. KLAIM RINGGIT KUAT = PASAL 3.1 LARANG PAJAK JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      PASAL 3.1 = VETO JAMBUL KONENG
      ---------------------
      Larangan Pajak Jasa Digital (Pasal 3.1)
      Malaydesh berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak jasa digital atau pungutan serupa yang dianggap "diskriminatif" terhadap perusahaan teknologi asal AS.
      Kerugian: Ini membatasi kemampuan Malaydesh untuk memajaki raksasa teknologi (seperti Google, Meta, atau Amazon) guna meningkatkan pendapatan negara, memberikan keuntungan fiskal yang besar bagi perusahaan AS dibandingkan perusahaan lokal

      Hapus
  52. KLAIM RINGGIT KUAT = PASAL 5.3 VETO JAMBUL PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    PASAL 5.3 = VETO JAMBUL KONENG
    -------------------------------------
    Larangan Perjanjian Perdagangan Baru yang "Membahayakan" (Pasal 5.3)
    Jika Malaydesh menandatangani perjanjian perdagangan baru (misalnya dengan negara-negara BRICS) yang dianggap AS membahayakan kepentingannya, AS berhak memutus ART secara sepihak dan memberlakukan tarif hukuman kembali.
    Kerugian: Ini secara efektif memberikan hak veto kepada Washington atas kebijakan perdagangan luar negeri Malaydesh di masa depan.

    BalasHapus
  53. LAWAN MATAWANG SAJA INDIANESIA SUDAH KALAH... BELUM LAGI YANG LAIN... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      ---------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      SCANDALS
      Here’s a detailed overview of major scandals involving the Malaydesh n Armed Forces (Angkatan Tentera Malaydesh ), particularly focused on procurement corruption, asset mismanagement, and internal misconduct:
      ________________________________________
      ⚖️ 1. Littoral Combat Ship (LCS) Procurement Scandal
      • In 2011–2013, the Ministry of Defence signed a RM9 billion contract with Boustead Naval Shipyard to deliver six French-made LCS. By 2025, no vessel was completed, despite RM6 billion in payments
      • Former Navy Chief Ahmad Ramli Mohd Nor was charged with criminal breach of trust over unauthorised payments, though granted a discharge not amounting to acquittal in March 2025 due to medical unfitness for trial
      • Transparency groups and civil society have called for a Royal Commission of Inquiry to investigate institutional failures in defence procurement spanning decades
      ________________________________________
      🚢 2. Naval and Patrol Vessel Controversies
      • The New Generation Patrol Vessel (NGPV) project in the 1990s was a major fiasco: only six out of 27 vessels were built at a ballooned cost of RM6.75 billion, and many remained incomplete following company insolvency
      • The Scorpene submarine deal in 2002 involved twin submarines and one Agosta model, with a staggering RM510 million in commission fees going to politically connected intermediaries, and the deal later linked to the murder of Altantuyaa Shaariibuugiin. French courts began investigations as recent as 2025
      ________________________________________
      🛫 3. Missing Jet Engines Incident (2007)
      • Two jet engines for F 5E Tiger II jets disappeared from RMAF stores in 2007 under Defence leadership of then minister Najib Razak. They were later recovered in Uruguay. Multiple officers, including a brigadier general, were dismissed


      Hapus
  54. RUPIAH TAK BERHARGA.... TAK LAKU... 🔥🔥🤣🤣



    Rupiah Terlemah Sepanjang Masa: 1 Ringgit= Rp4.290 dan 1 SGD=Rp13.325

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260212092744-128-710473/rupiah-terlemah-sepanjang-masa-1-ringgit-rp4290-dan-1-sgdrp13325

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      -----------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      UNREADY ARMED FORCES
      The idea that the Malaydesh n Armed Forces (MAF) are “unready” is a serious claim that depends heavily on context — such as readiness for what kind of conflict, under what conditions, and compared to which other countries. However, there have been recurring concerns expressed by analysts, defense observers, and even Malaydesh n officials about issues affecting MAF readiness. Below are some of the reasons often cited:
      ________________________________________
      🔧 1. Aging Equipment and Delayed Procurement
      • Old platforms: Many of Malaydesh 's military assets, especially in the Royal Malaydesh n Air Force and Navy, are aging.
      o E.g., MiG-29s (retired), ageing CN-235s, and some old patrol vessels.
      • Procurement delays: High-profile delays like the Littoral Combat Ship (LCS) scandal have raised alarm.
      o The LCS program suffered billions of ringgit in cost overruns and years of delay.
      o It was described as a “national embarrassment” and affected naval readiness.
      ________________________________________
      💰 2. Limited Defense Budget
      • Malaydesh ’s defense budget is comparatively small (around 1.0–1.1% of GDP), below the ASEAN average.
      • Budget constraints limit:
      o Modernization efforts
      o Maintenance of existing systems
      o Training and readiness operations
      ________________________________________
      🤝 3. Peacetime Posture and Non-Alignment
      • Malaydesh practices a non-aligned foreign policy, relying on diplomacy and regional cooperation (ASEAN) to manage threats.
      • This leads to a modest force structure, suitable for internal security and peacetime patrols, but not high-intensity war.
      • Less emphasis is placed on full-spectrum warfare or expeditionary capability.

      Hapus
    2. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      --------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAK
      WEAK
      WEAK
      Here are some possible reasons behind the perception of MAF being weaker compared to others:
      ________________________________________
      1. Limited Defense Budget
      • Malaydesh ’s defense spending is modest compared to regional players.
      • Budget constraints limit acquisition of modern hardware, long-range capabilities, and extensive R&D.
      2. Aging Equipment
      • Some branches (like the Royal Malaydesh n Air Force and Navy) still rely on older platforms like MiG-29s (retired) or Lekiu-class frigates.
      • Modernization programs (e.g., LCS ships, MRCA jets) have faced delays or cancellations.
      3. Small Force Size
      • Manpower and hardware numbers are significantly smaller than countries like Indonesia or Vietnam.
      • The country maintains a modest-sized professional military rather than a large conscripted one.
      4. Strategic Doctrine
      • Malaydesh follows a non-aggressive, defensive doctrine, focused on sovereignty, peacekeeping, and regional cooperation.
      • The country emphasizes diplomacy and ASEAN frameworks over military projection.
      5. Procurement & Project Delays
      • High-profile projects like the Littoral Combat Ship (LCS) program have suffered from delays and mismanagement, hurting public confidence in the military.
      6. Limited Combat Experience
      • The MAF has not been involved in major wars since the communist insurgency and the Confrontation with Indonesia.
      • This is a good thing for national peace, but it may affect perceptions of readiness.

      Hapus
    3. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      --------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAKNESSES OF THE FA-50 LIGHT COMBAT AIRCRAFT
      ________________________________________
      1. Limited Radar and Sensor Capabilities
      • Older variants of the FA-50 lack an Active Electronically Scanned Array (AESA) radar, which is standard in most modern fighters.
      • Earlier models use mechanically scanned radars (like EL/M-2032), which are less capable in tracking multiple targets and operating in electronic warfare environments.
      Note: Newer versions (e.g., FA-50 Block 20 or Golden Eagle variants) are being upgraded with AESA radar, but these are still being rolled out.
      ________________________________________
      2. No Internal Gun on Some Versions
      • Some configurations of the FA-50 (particularly early export models) lack an internal 20mm cannon, reducing close-in combat and strafing capabilities.
      ________________________________________
      3. Limited Weapon Payload
      • Payload capacity is about 4,500 kg, significantly less than fighters like the F-16 (which carries around 7,700+ kg).
      • This limits the number and types of weapons it can carry, especially for extended strike missions.
      ________________________________________
      4. No Afterburning Supercruise
      • The FA-50 uses the F404-GE-102 engine, which is powerful but doesn't allow for supercruise (sustained supersonic flight without afterburners).
      • Top speed is around Mach 1.5, which is sufficient for its class but not competitive with high-end fighters like the Rafale or F-35.
      ________________________________________
      5. No Stealth Features
      • Unlike 5th-generation aircraft (e.g., F-35 or J-20), the FA-50 has no stealth shaping or radar-absorbing materials.
      • This makes it vulnerable to modern air defense systems and radar-guided threats.
      ________________________________________
      6. Basic Electronic Warfare (EW) Suite
      • Its EW suite is relatively basic, especially in earlier versions.
      • Lacks advanced self-protection jammers or towed decoys, making it less survivable in contested airspace.


      Hapus
    4. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      ---------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      1. Budget Constraints
      • Limited Defense Spending: Malaydesh maintains a relatively modest defense budget compared to regional powers like Singapore, Indonesia, or Thailand.
      • Delayed Procurement: Budget limitations often delay the acquisition of new platforms, weapons systems, and modernization efforts.
      • Maintenance Issues: Older equipment may not be properly maintained due to funding gaps.
      ------------
      2. Aging and Outdated Equipment
      • Obsolete Platforms: Much of the Malaydesh n Army, Navy (RMN), and Air Force (RMAF) still use aging equipment, such as old tanks, fighter jets (e.g., MiG-29s, which have been retired), and naval vessels.
      • Logistical Support: Difficulties in securing parts and support for legacy systems affect readiness and operational capabilities.
      ------------
      3. Capability Gaps
      • Air Power Deficiencies: Limited numbers of combat aircraft, AWACS (Airborne Warning and Control System), and aerial refueling capabilities hamper the RMAF’s operational reach.
      • Naval Shortcomings: The RMN faces challenges in maritime domain awareness and anti-submarine warfare, crucial in the South China Sea context.
      • Cyber and EW (Electronic Warfare): Malaydesh is still developing capabilities in cyber defense and electronic warfare compared to more advanced militaries.
      ------------
      4. Interoperability and Joint Operations
      • Lack of Integration: While efforts are underway to improve jointness among the Army, Navy, and Air Force, coordination and interoperability remain inconsistent.
      • Command Structure: Differences in doctrine and training among services sometimes hinder joint operational effectiveness.
      ------------
      5. Human Resource Challenges
      • Recruitment and Retention: Difficulty in attracting high-quality recruits and retaining skilled personnel due to better civilian career opportunities.
      • Training Limitations: Budget restrictions can limit training frequency, scope, and international exercises.

      Hapus

    5. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      ---------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAKNESS MALAYDESH PROCUREMENT
      Procurement weaknesses in the Malaydesh n Armed Forces (MAF) have been highlighted over the years in various government audits, media investigations, and academic studies. These weaknesses often stem from a combination of systemic, structural, and operational issues.
      Key Weaknesses in MAF Procuremen
      17. Lack of Transparency
      Many defense procurements are classified under national security, limiting public scrutiny.
      Closed or restricted tenders are common, reducing competition and increasing the risk of corruption or favoritism.
      18. Corruption and Mismanagement
      Allegations and cases involving high-level corruption in defense procurement (e.g., the Scorpène submarine scandal).
      Inflated costs and questionable deals without proper due diligence or cost-benefit analysis.
      19. Political Interference
      Procurement decisions sometimes reflect political priorities rather than military needs.
      Projects awarded to politically connected companies, regardless of capability.
      20. Lack of Strategic Planning
      Procurement not always aligned with long-term defense strategy or operational requirements.
      Reactive rather than proactive planning, leading to mismatched or obsolete equipment.
      21. Poor Maintenance and Lifecycle Management
      Insufficient budgeting and planning for maintenance, upgrades, and training.
      Resulting in equipment quickly becoming non-operational or under-utilized.
      22. Weak Oversight and Accountability
      Limited oversight by Parliament or independent bodies on defense spending.
      Auditor-General’s reports have highlighted irregularities, but follow-up actions are often limited.
      23. Limited Local Industry Capability
      Over-reliance on foreign suppliers due to underdeveloped domestic defense manufacturing.
      Local offset programs sometimes fail to deliver real capability or transfer of technology.
      24. Fragmented Procurement Process
      Involvement of multiple agencies (Ministry of Defence, armed services, contractors), leading to inefficiencies and lack of coordination

      Hapus
    6. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      --------------🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAKNESS MALAYDESH AIR FORCES
      Malaydesh 's air force, officially known as the Royal Malaydesh n Air Force (RMAF), has several strengths but also faces a number of key weaknesses and challenges. These are based on public defense analyses, expert commentary, and open-source information as of recent years.
      Key Weaknesses of the Royal Malaydesh n Air Force (RMAF):
      ------------
      1. Aging Aircraft Fleet
      • MiG-29s: These have been retired due to high maintenance costs and limited effectiveness.
      • F/A-18D Hornets: Still operational but aging.
      • SU-30MKMs: Require significant maintenance, and some have faced operational readiness issues due to lack of spare parts and support.
      ------------
      2. Limited Fleet Size
      • Malaydesh operates a relatively small number of combat aircraft, limiting its ability to project power or maintain a credible deterrent in the region.
      • The country lacks strategic airlift capacity, making it harder to respond quickly to crises.
      ------------
      3. Modernization Delays
      • RMAF modernization programs have suffered from delays and budget constraints.
      • The Multirole Combat Aircraft (MRCA) replacement program has been postponed multiple times, leaving capability gaps.
      ------------
      4. Logistical and Maintenance Challenges
      • Heavy reliance on foreign suppliers (Russia, U.S., and Europe) creates issues with interoperability and spare parts availability.
      • Maintenance costs and delays impact aircraft readiness and mission capability.
      ------------
      5. Limited Indigenous Defense Industry
      • Malaydesh has limited local aerospace manufacturing or support capability.
      • It depends on external partners for upgrades, parts, training, and weapons integration.

      Hapus
  55. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
    IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
    IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
    IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
    --------------
    🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
    Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
    • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
    • Komponen utama hutang rumah tangga:
    o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
    o Pinjaman kendaraan
    o Pinjaman pribadi dan kad kredit
    • Faktor pendorong:
    o Akses mudah ke kredit konsumer
    o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
    o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
    • Risiko utama:
    o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
    o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
    ________________________________________-
    📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
    Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
    Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
    2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
    2024 Q4 69,5%
    2025 Q1 69,6%
    • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
    • Bandingkan dengan negara lain:
    o Korea Selatan: >100%
    o Thailand: ~80%
    o Indonesia: <20%
    • Implikasi makroekonomi:
    o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
    o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
    o Menekan daya beli rumah tangga
    ________________________________________
    JUARA PORNO :
    In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
    ________________________________________
    WEAKNESS ARMORED ASSETS
    The Malaydesh n Armed Forces (MAF), while possessing a range of armored assets, face several challenges and limitations in their tank and armored warfare capabilities. These weaknesses can be categorized into strategic, operational, and technical areas:
    ________________________________________
    1. Limited Number of Main Battle Tanks (MBTs)
    • Inventory: Malaydesh operates around 48 PT-91M Pendekar tanks, which are modernized Polish versions of the Soviet T-72.
    • Weakness: This number is small by regional standards, limiting Malaydesh ’s ability to deploy heavy armor across multiple fronts or sustain prolonged high-intensity operations.
    ________________________________________
    2. Aging Platforms and Modernization Issues
    • The PT-91M, while upgraded, is based on an older Soviet-era design (T-72). It lacks some of the survivability and firepower features found in newer MBTs like the Leopard 2A7 or K2 Black Panther.
    • Upgrades: Modernization has been slow, and budget constraints have hampered efforts to acquire more advanced armor.
    ________________________________________
    3. Lack of Indigenous Tank Production
    • Malaydesh relies on foreign suppliers (notably Poland and previously Russia) for tanks and spare parts, which can pose logistical and geopolitical vulnerabilities.
    • Indigenous development is mostly limited to light armored vehicles and support platforms.
    ________________________________________
    4. Logistical Constraints
    • Supporting MBTs in Malaydesh ’s tropical, humid climate requires robust logistics, including maintenance, spare parts, and fuel. This poses a strain during prolonged deployments or in remote areas.
    ________________________________________
    5. Budgetary Constraints
    • Defense spending is relatively low, hovering around 1–1.5% of GDP.
    • Competing national priorities have limited Malaydesh 's ability to expand or upgrade its armored force substantially.

    BalasHapus
  56. Guys.... RUPIAH MELUTUT DEPAN RINGGIT.... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300... 🤣🤣🤣🤣


    1 MYR = 4,308 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      --------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAKNESS ARMORED ASSETS
      The Malaydesh n Armed Forces (MAF), while possessing a range of armored assets, face several challenges and limitations in their tank and armored warfare capabilities. These weaknesses can be categorized into strategic, operational, and technical areas:
      ________________________________________
      1. Limited Number of Main Battle Tanks (MBTs)
      • Inventory: Malaydesh operates around 48 PT-91M Pendekar tanks, which are modernized Polish versions of the Soviet T-72.
      • Weakness: This number is small by regional standards, limiting Malaydesh ’s ability to deploy heavy armor across multiple fronts or sustain prolonged high-intensity operations.
      ________________________________________
      2. Aging Platforms and Modernization Issues
      • The PT-91M, while upgraded, is based on an older Soviet-era design (T-72). It lacks some of the survivability and firepower features found in newer MBTs like the Leopard 2A7 or K2 Black Panther.
      • Upgrades: Modernization has been slow, and budget constraints have hampered efforts to acquire more advanced armor.
      ________________________________________
      3. Lack of Indigenous Tank Production
      • Malaydesh relies on foreign suppliers (notably Poland and previously Russia) for tanks and spare parts, which can pose logistical and geopolitical vulnerabilities.
      • Indigenous development is mostly limited to light armored vehicles and support platforms.
      ________________________________________
      4. Logistical Constraints
      • Supporting MBTs in Malaydesh ’s tropical, humid climate requires robust logistics, including maintenance, spare parts, and fuel. This poses a strain during prolonged deployments or in remote areas.
      ________________________________________
      5. Budgetary Constraints
      • Defense spending is relatively low, hovering around 1–1.5% of GDP.
      • Competing national priorities have limited Malaydesh 's ability to expand or upgrade its armored force substantially.

      Hapus
    2. IQ BOTOL = LCS = LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      IQ BOTOL = NO. 1 ASIA = PORN
      IQ BOTOL = NO. 2 ASIA = HOUSEHOLD DEBT
      IQ BOTOL = NO. 3 ASIA = RATIO DEBT TO GDP
      IQ BOTOL = NO. 4 WORLD = PORN
      --------------
      🇲🇾 1. Peringkat ke-2: Hutang Rumah Tangga (Household Debt)
      Malaydesh berada di posisi kedua tertinggi di Asia (di luar negara maju seperti Korea Selatan dan Jepang) dalam hal hutang rumah tangga per kapita dan rasio terhadap pendapatan:
      • Sumber utama data berasal dari Sistem Maklumat Rujukan Kredit Pusat (CCRIS) dan Bank Negara Malaydesh.
      • Komponen utama hutang rumah tangga:
      o Pinjaman perumahan (sekitar 60% dari total)
      o Pinjaman kendaraan
      o Pinjaman pribadi dan kad kredit
      • Faktor pendorong:
      o Akses mudah ke kredit konsumer
      o Harga properti yang tinggi di kawasan urban
      o Gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial ekonomi
      • Risiko utama:
      o Kerentanan terhadap kenaikan suku bunga
      o Potensi gagal bayar jika terjadi perlambatan ekonomi atau pengangguran
      ________________________________________-
      📉 2. Peringkat ke-3: Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      Malaydesh mencatat rasio household debt-to-GDP sebesar 69,6% pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di peringkat ketiga di Asia setelah Korea Selatan dan Thailand.
      Tahun Rasio Hutang Rumah Tangga terhadap PDB
      2021 76,6% (tertinggi sepanjang masa)
      2024 Q4 69,5%
      2025 Q1 69,6%
      • Rata-rata historis: 64,4% sejak 2006
      • Bandingkan dengan negara lain:
      o Korea Selatan: >100%
      o Thailand: ~80%
      o Indonesia: <20%
      • Implikasi makroekonomi:
      o Menurunkan ruang fiskal untuk stimulus konsumsi
      o Meningkatkan sensitivitas terhadap krisis keuangan
      o Menekan daya beli rumah tangga
      ________________________________________
      JUARA PORNO :
      In a recent survey conducted by Pornhub, Malaydesh was found to be the #1 country in Asia with the most visits to pornography websites. Globally, Malaydesh was ranked as the #4 country with the most visits to pornography websites.
      ________________________________________
      WEAKNESS ARMORED ASSETS
      The Malaydesh n Armed Forces (MAF), while possessing a range of armored assets, face several challenges and limitations in their tank and armored warfare capabilities. These weaknesses can be categorized into strategic, operational, and technical areas:
      ________________________________________
      1. Limited Number of Main Battle Tanks (MBTs)
      • Inventory: Malaydesh operates around 48 PT-91M Pendekar tanks, which are modernized Polish versions of the Soviet T-72.
      • Weakness: This number is small by regional standards, limiting Malaydesh ’s ability to deploy heavy armor across multiple fronts or sustain prolonged high-intensity operations.
      ________________________________________
      2. Aging Platforms and Modernization Issues
      • The PT-91M, while upgraded, is based on an older Soviet-era design (T-72). It lacks some of the survivability and firepower features found in newer MBTs like the Leopard 2A7 or K2 Black Panther.
      • Upgrades: Modernization has been slow, and budget constraints have hampered efforts to acquire more advanced armor.
      ________________________________________
      3. Lack of Indigenous Tank Production
      • Malaydesh relies on foreign suppliers (notably Poland and previously Russia) for tanks and spare parts, which can pose logistical and geopolitical vulnerabilities.
      • Indigenous development is mostly limited to light armored vehicles and support platforms.
      ________________________________________
      4. Logistical Constraints
      • Supporting MBTs in Malaydesh ’s tropical, humid climate requires robust logistics, including maintenance, spare parts, and fuel. This poses a strain during prolonged deployments or in remote areas.
      ________________________________________
      5. Budgetary Constraints
      • Defense spending is relatively low, hovering around 1–1.5% of GDP.
      • Competing national priorities have limited Malaydesh 's ability to expand or upgrade its armored force substantially.

      Hapus
  57. Guys.... 1 RINGGIT SUDAH SETARA RP4.300..... Gila RENDAH sekali guys... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
      • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
      PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
      • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ---------------------

      KELEMAHAN NAVY..
      Kelemahan Angkatan Laut Malaydesh (Tentera Laut Diraja Malaydesh /TLDM) dapat dianalisis dari beberapa aspek strategis, operasional, dan teknis. Berikut adalah beberapa poin yang umum dibahas oleh para pengamat pertahanan:
      ________________________________________
      1. Keterbatasan Anggaran
      • Anggaran pertahanan Malaydesh relatif kecil dibanding negara tetangga seperti Singapura atau Indonesia.
      • Proyek-proyek besar, seperti program kapal tempur pesisir Littoral Combat Ship (LCS), mengalami penundaan dan pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      2. Ketergantungan pada Alutsista Lama
      • Beberapa kapal perang TLDM sudah tua, seperti kelas Kasturi dan Laksamana, yang dibangun sejak tahun 1980-an dan 1990-an.
      • Meskipun ada program modernisasi, penggantian tidak selalu berjalan lancar.
      ________________________________________
      3. Kapasitas Industri Pertahanan Domestik Terbatas
      • Industri galangan kapal domestik, seperti Boustead Naval Shipyard, menghadapi masalah manajemen dan efisiensi.
      • Program LCS menjadi contoh kegagalan manajemen proyek domestik.
      ________________________________________
      4. Keterbatasan Kapal Selam
      • TLDM hanya memiliki 2 kapal selam Scorpène, yaitu KD Tunku Abdul Rahman dan KD Tun Razak. Jumlah ini dianggap minim untuk negara maritim seperti Malaydesh .
      • Kapal selam tersebut juga menghadapi masalah pemeliharaan dan kesiapan operasional.
      ________________________________________
      5. Personel Terbatas
      • Rekrutmen dan retensi personel terampil masih menjadi tantangan, terutama untuk pengoperasian sistem canggih dan kapal selam.
      • Kurangnya pengalaman tempur nyata juga menjadi perhatian dalam kesiapan operasional.
      ________________________________________
      6. Cakupan Wilayah yang Luas
      • Malaydesh harus mengawasi wilayah maritim yang sangat luas, termasuk perairan strategis di Selat Melaka, Laut China Selatan, dan wilayah Sabah/Sarawak.
      • Jumlah armada yang terbatas membuat pengawasan laut kurang optimal, terutama dalam menghadapi pelanggaran wilayah atau aktivitas ilegal.
      ________________________________________
      7. Tantangan Geopolitik
      • Ketegangan di Laut China Selatan menuntut Malaydesh untuk lebih siap secara militer, tetapi keterbatasan sumber daya membuat responsnya kurang gesit dibanding negara seperti Vietnam atau Filipina.

      Hapus
    2. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
      • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
      PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
      • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ---------------------
      KELEMAHAN AIR FORCE
      Berikut beberapa kelemahan utama yang kerap disorot pada Angkatan Udara Diraja Malaydesh (RMAF):
      1. Keterbatasan Anggaran dan Modernisasi Tertunda
      Sejak dekade 2010-an, porsi belanja pertahanan Malaydesh menurun dari 1,5 % PDB pada 2010 menjadi sekitar 1 % pada 2020. Akibatnya, banyak program modernisasi—termasuk pengadaan MRCA (Multi-Role Combat Aircraft) lanjutan dan sistem AWACS—sering tertunda atau dibekukan karena kekurangan dana
      2. Armada Tempur dan Pemeliharaan yang Usang
      • Su-30MKM: Pasokan suku cadang terbatas—terutama di tengah gangguan rantai pasok Rusia pasca-invasi Ukraina—mengakibatkan kesiapan terbang yang menurun drastis.
      • MiG-29 & F-5: Pesawat veteran ini sudah melewati jam terbang optimal dan menuntut pemeliharaan intensif; banyak insiden di akhir 1990-an dan awal 2000-an yang menunjukkan kerentanan teknis
      3. Tantangan Lingkungan Tropis
      Iklim tropis dengan kelembapan tinggi mempercepat korosi pada struktur pesawat—terutama yang berbahan aluminium seri 2024—sehingga fatigue life menurun dan risiko kegagalan material meningkat
      4. Kapasitas Pengawasan dan Transportasi Udara Terbatas
      • AWACS & Radar: RMAF belum memiliki platform AWACS sendiri, bergantung pada radar ground-based yang baru mulai ditingkatkan sejak 2019–2025, sehingga cakupan AWACS masih sangat terbatas
      • Pengangkut A400M: Meski sudah ada, jumlahnya (empat unit) masih relatif kecil untuk mendukung proyeksi kekuatan dan bantuan kemanusiaan di wilayah luas Malaydesh .
      5. Kualitas Pelatihan dan Tenaga Terampil
      .prasangka umum dalam analisis militerAnggaran yang ketat berdampak pada frekuensi latihan tempur dan jam terbang pilot. Ini berpotensi menurunkan kesiapan operasional dan kemampuan manuver taktis dalam skenario peperangan modern
      6. Interferensi Politik dan Isu Korupsi
      Beberapa laporan menyinggung intervensi politik dalam proses pengadaan dan dugaan praktik korupsi, yang dapat memperlambat atau mempersulit realisasi program vital RMAF

      Hapus
  58. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
    • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
    • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
    1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
    PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
    • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
    • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
    2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
    UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
    --------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ---------------------
    KELEMAHAN ARMY ...........
    Berikut adalah beberapa kelemahan yang sering dikaitkan dengan Angkatan Darat Malaydesh (TDM - Tentera Darat Malaydesh ) berdasarkan analisis terbuka dari para pengamat militer, laporan pertahanan, serta diskusi di forum militer dan akademik:
    ________________________________________
    🔻 1. Keterbatasan Anggaran
    • Masalah: Anggaran pertahanan Malaydesh relatif terbatas dibandingkan dengan kebutuhan modernisasi dan pemeliharaan peralatan militer.
    • Dampak: Banyak program modernisasi berjalan lambat atau ditunda. Misalnya, pengadaan MBT tambahan atau sistem artileri modern sering kali tertunda.
    ________________________________________
    🔻 2. Persenjataan yang Usang
    • Masalah: Sebagian perlengkapan milik TDM sudah berumur tua dan tidak semuanya diperbarui secara serentak.
    • Contoh: Kendaraan tempur lapis baja lama seperti Condor dan Sibmas masih digunakan dalam beberapa satuan, meskipun sudah tidak ideal untuk pertempuran modern.
    ________________________________________
    🔻 3. Keterbatasan Kemampuan Pertahanan Udara & Rudal
    • Masalah: TDM tidak memiliki sistem pertahanan udara jangkauan menengah/jauh yang modern.
    • Dampak: Bergantung pada TUDM (Angkatan Udara) dan kemampuan radar negara lain dalam skenario gabungan, membuatnya rentan terhadap serangan udara.
    ________________________________________
    🔻 4. Terbatasnya Integrasi dan Interoperabilitas
    • Masalah: Sistem persenjataan dan komunikasi berasal dari berbagai negara (AS, Rusia, Jerman, Turki, dll.).
    • Dampak: Menimbulkan tantangan dalam hal interoperabilitas, logistik, dan pelatihan teknis.
    ________________________________________
    🔻 5. Keterbatasan Pengalaman Tempur
    • Masalah: Sejak era darurat komunis, TDM tidak terlibat dalam konflik bersenjata besar.
    • Dampak: Kurangnya pengalaman tempur aktual bisa menjadi kelemahan dibandingkan negara-negara lain yang lebih aktif dalam operasi militer internasional.
    ________________________________________
    🔻 6. Sumber Daya Manusia Terbatas
    • Masalah: Tantangan dalam mempertahankan personel yang terlatih dan profesional, terutama di bidang teknologi tinggi dan logistik.
    • Dampak: Rotasi personel yang tinggi bisa memengaruhi kesiapan dan efektivitas satuan.
    ________________________________________
    🔻 7. Ketergantungan pada Pihak Luar untuk Teknologi
    • Masalah: Malaydesh belum memiliki basis industri pertahanan yang cukup kuat.
    • Dampak: Masih bergantung pada negara asing untuk teknologi, suku cadang, dan pemeliharaan alutsista utama.

    BalasHapus
  59. RUPIAH KALAH TELAK LAWAN RINGGIT... TERENDAH SEPANJANG MASA... Rp4.300....🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
      • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
      PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
      • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ---------------------
      LEMAH .....
      Masalah yang dihadapi oleh Angkatan Laut Malaydesh (Tentera Laut Diraja Malaydesh - TLDM) cukup kompleks dan telah berlarutan selama beberapa dekade. Berikut ini adalah ringkasan masalah utama:
      ________________________________________
      1. Keterbatasan Anggaran
      • Belanja pertahanan rendah: Malaydesh mengalokasikan kurang dari 1% dari PDB untuk pertahanan, yang berdampak langsung pada pemeliharaan dan modernisasi TLDM.
      • Proyek tertunda karena dana: Proyek kapal tempur seperti Littoral Combat Ship (LCS) menghadapi penundaan besar karena kendala pendanaan dan manajemen.
      ________________________________________
      2. Keterlambatan dan Skandal Proyek
      • Proyek LCS (Boustead Naval Shipyard):
      o Proyek 6 kapal LCS yang seharusnya selesai pada 2019, belum ada satu pun yang dikirim hingga kini (2025).
      o Terdapat penyalahgunaan dana, kelemahan manajemen proyek, dan kurangnya pengawasan kontrak.
      o Dianggap sebagai skandal militer terbesar di Malaydesh .
      ________________________________________
      3. Aset Usang dan Terbatas
      • Kapal lama: Banyak kapal TLDM seperti korvet dan kapal patroli dibeli sejak 1980-an atau awal 1990-an.
      • Subsistem ketinggalan zaman: Sensor, radar, dan sistem senjata perlu upgrade.
      • Jumlah kapal terbatas: Tidak mencukupi untuk melakukan patroli rutin di wilayah luas seperti Laut China Selatan, Selat Melaka, dan Sabah.
      ________________________________________
      4. Kebutuhan Modernisasi
      • TLDM membutuhkan:
      o Frigat baru, kapal patroli pesisir, dan sistem senjata modern.
      o Kemampuan anti-kapal selam (ASW) yang lebih baik.
      o Dukungan udara maritim seperti UAV atau pesawat patroli maritim.
      ________________________________________
      5. Ancaman Regional yang Meningkat
      • Ketegangan di Laut China Selatan dengan kehadiran kapal penjaga pantai dan milisi maritim Tiongkok.
      • Keterbatasan TLDM dalam menegakkan kedaulatan maritim secara efektif.
      ________________________________________
      6. Ketergantungan pada Vendor Asing
      • Sebagian besar sistem senjata dan suku cadang berasal dari luar negeri (Perancis, Jerman, Korea, dll), yang menimbulkan biaya tinggi dan ketergantungan logistik.
      ________________________________________
      7. Sumber Daya Manusia
      • Kekurangan personel terlatih untuk mengoperasikan sistem modern.
      • Tantangan dalam retensi dan pelatihan awak kapal.

      Hapus
    2. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
      • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
      PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
      • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ---------------------
      --
      WEAKNESSES OR LIMITATIONS
      The military capabilities of any country—including Malaydesh —have both strengths and weaknesses shaped by geopolitical needs, budgetary constraints, technology access, and strategic priorities. Below are some key weaknesses or limitations that have been identified or discussed in defense analyses regarding the Malaydesh n Armed Forces (MAF):
      ________________________________________
      1. Budget Constraints
      • Limited defense spending: Malaydesh allocates a relatively modest percentage of GDP (~1% to 1.5%) to defense.
      • Impact: Limits modernization, procurement of advanced systems, and sustained operational readiness.
      ________________________________________
      2. Aging Equipment & Delayed Modernization
      • Many platforms (especially in the air force and navy) are aging and have outdated technology.
      Air Force: MiG-29s were retired without immediate replacements.
      o Navy: Some ships are 30+ years old and lack modern combat systems.
      • Littoral Combat Ship (LCS) program delays have hampered naval modernization.
      ________________________________________
      3. Limited Force Projection Capability
      • Air & naval power projection beyond Malaydesh ’s immediate region is limited.
      • Insufficient strategic airlift and naval assets to support long-range deployments or high-tempo operations.
      ________________________________________
      4. Logistics & Maintenance Challenges
      • Reliance on a diverse range of foreign suppliers (e.g., Western, Russian, Chinese systems) complicates maintenance and logistics.
      • Inconsistent spare part availability and high upkeep costs.
      ________________________________________
      5. Inadequate Joint Operations & Interoperability
      • Historically, weak joint operations doctrine between the Army, Navy, and Air Force.
      • Efforts are being made to improve this, but integration still lags behind modern standards.
      ________________________________________
      6. Manpower & Training Gaps
      • Limited high-tech training compared to more advanced militaries.
      • Challenges in attracting and retaining top technical talent, especially for cyber and electronic warfare units.
      ________________________________________
      7. Cybersecurity and EW Vulnerabilities
      • Still developing capabilities in cyber warfare and electronic warfare (EW).
      • Vulnerable to sophisticated cyber attacks from state and non-state actors.
      ________________________________________
      8. Maritime Surveillance & Defense Gaps
      • South China Sea claims require strong maritime surveillance, but current ISR (intelligence, surveillance, reconnaissance) assets are limited.
      • Inadequate coverage of vast maritime zones, especially in the East Malaydesh n EEZ.

      Hapus
    3. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG AKHIR 2024: RM 1.25 TRILIUN
      • UTANG AKHIR JUNI 2025: RM 1.30 TRILIUN
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH 2025 (PERKIRAAN PERTENGAHAN TAHUN): 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      1.30 TRILIUN = 1,300,000,000,000
      PER ORANG = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 PER ORANG
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • UTANG RUMAH TANGGA (AKHIR MARET 2025): RM 1.65 TRILIUN
      • PERSENTASE TERHADAP PDB: 84.3%
      • JUMLAH PENDUDUK MALAYDESH PERTENGAHAN 2025: 35,977,838 JIWA
      2️⃣ PERHITUNGAN UTANG PER PENDUDUK
      UTANG PER ORANG =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 PER ORANG
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ---------------------
      PROBLEMS BUDGET MALAYDESH ARMED FORCES
      The Malaydesh n Armed Forces (MAF) faces several budget-related challenges that affect its operational readiness, modernization efforts, and overall capabilities. These problems can be categorized into a few key areas:
      ________________________________________
      1. Limited Defense Budget
      Malaydesh allocates a relatively small percentage of its GDP to defense (usually around 1%–1.2%), compared to regional peers like Singapore, Indonesia, or Thailand. This constrains:
      • Procurement of new equipment
      • Modernization of aging assets
      • Research and development (R&D)
      • Training and maintenance costs
      ________________________________________
      2. Aging Equipment and Delayed Modernization
      Many of the MAF's platforms—especially in the air force and navy—are outdated:
      • The Royal Malaydesh n Air Force (RMAF) has faced difficulties replacing its aging fighter fleet (e.g., MiG-29s).
      • The Royal Malaydesh n Navy (RMN) is still waiting on the delayed Littoral Combat Ships (LCS) project.
      • Budget constraints have delayed or scaled back modernization plans, such as the CAP 55 plan (RMAF) and the 15-to-5 transformation plan (RMN).
      ________________________________________
      3. Cost Overruns and Procurement Delays
      High-profile defense procurement projects have been plagued by financial mismanagement and delays:
      • The Littoral Combat Ship (LCS) scandal is a major example: Over RM6 billion spent, yet no ships delivered as of mid-2020s.
      • These issues lead to wastage of public funds and reduce confidence in defense planning and execution.
      ________________________________________
      4. Operational Sustainability
      Operating and maintaining aging or diverse platforms is costly:
      • Spare parts and maintenance for obsolete systems are expensive.
      • Logistics chains become inefficient due to platform diversity (especially with mixed Russian, American, and European systems).
      • Budget limitations affect regular maintenance, training hours, and readiness.
      ________________________________________
      5. Dependence on Foreign Suppliers
      Malaydesh 's limited defense industrial base forces heavy reliance on foreign suppliers, which:
      • Is costly in foreign exchange terms.
      • Limits sovereign control over essential technologies.
      • Increases vulnerability to geopolitical pressures (e.g., US export controls).
      ________________________________________
      6. Underinvestment in Personnel Welfare
      Budgetary focus on procurement sometimes sidelines:
      • Welfare, housing, and pay for armed forces personnel
      • Post-service support for veterans
      • Training and skill development

      Hapus
    4. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      1.FOREST CITY = USD 100 BILLION
      2. ECRL= USD 20 BILLION
      3.CHINA-MALAYDESH QINZHOU INDUSTRIAL PARK (CMQIP) = USD 4,2 BILLION
      4. MALAYDESH -CHINA KUANTAN INDUSTRIAL PARK (MCKIP) = USD 3,77 BILLION
      5.CHINA RAILWAY ROLLING STOCK CORP’S ROLLING STOCK CENTER = USD 131 MILLION
      6. 1 MDB = USD 4,5 BILLION
      ---------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      ---------------
      WAJIB LAPOR USA
      Malaydesh shall not enter into agreements or understandings with third countries that include non-scientific, discriminatory, or preferential technical standards or third-country SPS measures that are incompatible with U.S. or international standards; or otherwise disadvantage U.S. exports.
      ---------------
      DILARANG PAJAK USA
      Article 3.1: Digital Services Tax
      Malaydesh shall not impose digital services taxes, or similar taxes, that discriminate against U.S. companies in law or in fact.
      ---------------
      WAJIB LAPOR USA
      Article 3.3: Digital Trade Agreements
      Malaydesh shall consult with the United States before entering into a new digital trade agreement with another country that jeopardizes essential U.S. interests.
      ---------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report
      ---------------
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      • Hasil dari kesepakatan ini: tarif impor Malaydesh ke AS resmi ditetapkan pada 19%, berlaku mulai 8 Agustus 2025, lebih rendah dari tarif yang sempat diusulkan 25%
      ---------------
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Bank Negara MALAYDESH
      -------------
      2025 ZONK = MRCA LCS SPH MRSS
      5x PM DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOD DIJANGKA = NO SHOPPING
      6x MOF DIJANGKA = NO SHOPPING
      ----------------
      🔍 DETAIL PROYEK
      • MRCA (2017–2025):
      o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
      o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
      -
      • LCS (2011–2025):
      o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
      o 2022: Skandal audit terungkap.
      o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
      -
      • SPH (2016–2025):
      o 2016: Proposal SPH diajukan.
      o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
      -
      • MRSS (2016–2025):
      o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
      o 2025: Status ZONK (belum dibangun).
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      ----------------
      DEBT 84,3% TO GDP
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOF
      -
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      KEKANGAN KEWANGAN
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD

      Hapus
    5. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      Malaydesh menghadapi ketegangan serius antara narasi resmi dan realitas fiskal-struktural: pertumbuhan ekonomi dan reformasi diumumkan, namun tekanan utang, defisit, dan ketergantungan aset tetap tinggi.
      Berikut penjabaran detail dari empat ketegangan utama antara klaim resmi dan realitas yang terjadi di Malaydesh:
      ⚡ 1. Klaim: Ekonomi tumbuh
      Realitas: Defisit dan utang membengkak
      • Pemerintah menyatakan ekonomi tumbuh, namun pertumbuhan 2025 lebih lemah dari proyeksi awal karena tekanan eksternal dan konsumsi domestik yang melambat.
      • Defisit fiskal 2024 memang turun ke 4.1% dari PDB, tapi ini masih tinggi dan rentan terhadap risiko pendapatan rendah dan belanja tak terduga.
      • Utang publik terus meningkat, sebagian karena pembiayaan subsidi, bantuan sosial, dan proyek infrastruktur jangka panjang.
      🏦 2. Klaim: Stabilitas makro
      Realitas: Rumah tangga tertekan utang
      • Narasi stabilitas makro tidak mencerminkan kenyataan tekanan utang rumah tangga yang tinggi, terutama dari pinjaman konsumtif dan perumahan.
      • Bank Negara Malaydesh mencatat rasio utang rumah tangga terhadap PDB tetap di atas 80%, salah satu yang tertinggi di Asia.
      • Inflasi yang masih fluktuatif dan kenaikan suku bunga global memperburuk beban cicilan dan daya beli masyarakat.
      🛡️ 3. Klaim: Modernisasi militer
      Realitas: Aset strategis disewa, bukan dimiliki
      • Pemerintah mengklaim modernisasi militer, namun banyak aset strategis seperti radar, kapal patroli, dan pesawat pengintai disewa dari mitra luar negeri.
      • Ini menimbulkan ketergantungan jangka panjang dan keterbatasan kontrol operasional, serta risiko keamanan nasional jika kontrak tidak diperpanjang atau terganggu.
      • Model sewa ini sering digunakan untuk menghindari belanja modal besar, tapi mengaburkan beban fiskal jangka panjang.
      📉 4. Klaim: Reformasi fiskal
      Realitas: Beban utang belum turun
      • Malaydesh telah meluncurkan Public Finance and Fiscal Responsibility Act 2023 dan memperluas cakupan SST serta e-invoicing.
      • Namun, reformasi ini belum menghasilkan penurunan signifikan dalam beban utang atau efisiensi belanja.
      • Subsidi bahan bakar baru akan direformasi mulai Juli 2025, dengan estimasi penghematan RM4 miliar—jumlah yang belum cukup untuk membalikkan tren utang.
      🔍 Kesimpulan dan Implikasi
      Malaydesh menghadapi ketegangan naratif yang serius: klaim resmi menekankan pertumbuhan dan reformasi, tetapi realitas menunjukkan tekanan fiskal, ketergantungan aset, dan beban utang rumah tangga. Untuk mengatasi ini, diperlukan:
      • Transparansi fiskal yang lebih tinggi (termasuk aset sewa dan kewajiban kontinjensi)
      • Reformasi subsidi dan belanja yang lebih dalam
      • Strategi pengelolaan utang rumah tangga dan peningkatan literasi keuangan
      • Evaluasi ulang model pembiayaan militer dan infrastruktur

      Hapus
  60. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
    GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
    GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
    -----------
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    DEFICIT RM 92.8 BILLION
    Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
    =============
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
    =============
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    =============
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4X4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  61. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
    GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
    GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
    -----------
    MELARAT LON... BAYAR RM 81,998!!!
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    RINGIT TIDAK LAKU
    HTTPS://WWW.YOUTUBE.COM/WATCH?V=RZD9_NKQIWQ
    ==========
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ==========
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things. Using aggregated data from BNM's Central Credit Reference Information System (CCRIS), this dashboard gives you insight into key trends on household DEBT. For now, it displays data on the flow of borrowing activity on a monthly basis, broken down by purpose. In due time, it will be deepened with granular data showing the state of inDEBTedness of MALAYDESH

    BalasHapus
  62. FAKTA.. RUPIAH TERLEMAH SEPANJANG MASA LAWAN RINGGIT... 🔥🔥🤣🤣🤣


    1 MYR = 4,308 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. ANOMALI KLAIM RINGGIT KUAT = MELARAT
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT TIAP TAHUN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      ------------
      📉 Indikator Realitas dan Implikasi Fiskal-Sosial
      Indikator Kenyataan Implikasi Detail
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN 2025: 4.1% PDB Belanja negara melebihi pendapatan Menunjukkan tekanan fiskal berkelanjutan. Pemerintah harus mencari pembiayaan tambahan, berpotensi meningkatkan utang atau memangkas belanja sosial. Ini mengurangi fleksibilitas fiskal untuk menghadapi krisis atau mendanai pembangunan jangka panjang.
      Utang Negara RM1.247 triliun (2024) Pertumbuhan utang melambat, tapi total tetap tinggi Beban bunga utang menyerap sebagian besar anggaran tahunan. Risiko crowding-out muncul: belanja produktif seperti pendidikan dan kesehatan bisa ditekan demi membayar kewajiban utang. Ini juga menurunkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan fiskal.
      Utang Rumah Tangga Meningkat (BNM) Rumah tangga makin bergantung pada kredit Beban bunga menekan daya beli dan konsumsi domestik. Jika suku bunga naik, risiko gagal bayar meningkat. Ini bisa memicu tekanan sosial, terutama di kelompok berpendapatan rendah dan menengah.
      Aset Militer Disewa, Bukan Dimiliki Ketergantungan pada pihak luar Mengurangi kontrol strategis dan kedaulatan. Dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, ketergantungan ini bisa menjadi titik lemah pertahanan nasional dan memperbesar risiko fiskal jika biaya sewa melonjak atau kontrak terganggu.
      🔍 Mengapa Ini Disebut Anomali?
      • Mata uang kuat ≠ fundamental kuat: Ringgit menguat bukan karena surplus fiskal atau utang rendah, melainkan karena sentimen pasar dan faktor teknikal (misalnya aliran modal jangka pendek).
      • Utang dalam ringgit ≠ ringan: Meski mengurangi risiko valuta asing, utang tetap membebani APBN dan mempersempit ruang fiskal untuk belanja pembangunan atau perlindungan sosial.
      🧭 Implikasi Kebijakan dan Risiko Struktural
      1. Pengurangan Subsidi
      • Subsidi RON95 dan listrik dikurangi untuk menghemat anggaran.
      • Dampaknya: tekanan biaya hidup meningkat, terutama bagi rumah tangga berpendapatan rendah.
      • Risiko: ketidakpuasan sosial, protes, dan penurunan konsumsi domestik.
      2. E-Invoicing dan Perluasan SST
      • Tujuannya meningkatkan pendapatan negara.
      • Dampaknya: sektor informal bisa tertekan karena biaya kepatuhan meningkat.
      • Risiko: kontraksi aktivitas ekonomi mikro dan potensi penghindaran pajak.
      3. Crowding-Out Belanja Produktif
      • Pembayaran bunga utang menyerap ruang fiskal.
      • Dampaknya: belanja untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur bisa dikurangi.
      • Risiko jangka panjang: penurunan kualitas SDM dan daya saing ekonomi.
      4. Ketahanan Militer dan Fiskal
      • Ketergantungan pada aset sewaan mengurangi kontrol strategis.
      • Dampaknya: risiko keamanan meningkat jika akses terhadap aset terganggu.
      • Risiko fiskal: biaya sewa bisa melonjak, memperburuk defisit.

      Hapus
    2. ANOMALI KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      🇲🇾 1. Klaim Kekuatan Ringgit: Narasi Stabilitas Makro
      Pemerintah Malaydesh dan Bank Negara Malaydesh (BNM) secara konsisten menyampaikan bahwa Ringgit Malaydesh (RM) tetap kuat dan undervalued. Namun, nilai tukar Ringgit terhadap USD tetap melemah (kisaran RM4.75–RM4.80/USD), menunjukkan bahwa narasi tersebut belum sepenuhnya didukung oleh dinamika pasar.
      📉 2. Defisit Fiskal yang Besar
      Malaydesh mengalami defisit fiskal kronis sejak krisis 1997, dan tren ini berlanjut:
      Tahun Defisit Fiskal % terhadap PDB
      2022 RM99 miliar 5.6%
      2023 RM85.4 miliar 5.0%
      2024* RM82.0 miliar 4.9% (target)
      2025* RM76.0 miliar 4.3% (target)
      🔹 Kontributor utama defisit:
      • Subsidi energi dan pangan.
      • Belanja sosial dan bantuan tunai.
      • Proyek infrastruktur besar (ECRL, Pan Borneo).
      • Pembayaran bunga utang.
      🔹 Risiko fiskal:
      • Ruang fiskal makin sempit untuk stimulus.
      • Ketergantungan pada utang domestik dan luar negeri.
      • Kebutuhan reformasi pajak (GST, cukai barang mewah) belum terealisasi.
      🏦 3. Utang Negara dan Rumah Tangga yang Meningkat
      🏛️ Utang Pemerintah:
      • Total utang: RM1.18 triliun (2025), sekitar 61.2% dari PDB.
      • Liabilitas kontinjensi (jaminan BUMN): RM260 miliar.
      • Pembayaran bunga tahunan: RM45 miliar.
      🔹 Struktur utang:
      • 97% dalam mata uang Ringgit (mengurangi risiko nilai tukar).
      • 3% dalam mata uang asing (USD, JPY, EUR).
      🏠 Utang Rumah Tangga:
      • Rasio utang rumah tangga terhadap PDB: 84.5% (salah satu tertinggi di ASEAN).
      • Komposisi:
      o Kredit perumahan: 52%
      o Kredit kendaraan: 20%
      o Pinjaman pribadi dan kartu kredit: 28%
      🔹 Risiko sosial-ekonomi:
      • Kenaikan suku bunga oleh BNM menekan kemampuan bayar.
      • Stagnasi pendapatan dan inflasi biaya hidup.
      • Maraknya pinjaman digital dan fintech tanpa jaminan.
      🛡️ 4. Belanja Militer yang Agresif dan Skema Sewa
      Malaydesh meningkatkan belanja pertahanan sebagai respons terhadap:
      • Ketegangan di Laut Cina Selatan.
      • Kebutuhan modernisasi aset militer yang sudah tua.
      • Komitmen terhadap misi perdamaian internasional.
      📊 Anggaran Pertahanan:
      • 2023: RM19.7 miliar
      • 2024: RM21.2 miliar
      • 2025: RM22.5 miliar (proyeksi)
      🔹 Jenis belanja:
      • Kapal MRSS, sistem pertahanan udara, kendaraan taktis.
      • Modernisasi pesawat dan radar.
      • Pelatihan dan kesiapsiagaan.
      🔹 Skema sewa:
      • Beberapa aset militer disewa (leasing) untuk menghindari belanja modal langsung.
      • Contoh: kendaraan tempur, pesawat pengintai, sistem komunikasi.
      • Risiko: menambah liabilitas jangka panjang dan kurang transparan dalam laporan fiskal.
      📌 Kesimpulan: Ketegangan antara Narasi dan Realitas
      Aspek Narasi Pemerintah Realitas Ekonomi
      Ringgit Stabil dan undervalued Tertekan oleh dolar AS dan arus keluar modal
      Fiskal Defisit menurun Beban bunga dan subsidi tetap tinggi
      Utang Terkendali dan domestik Rasio terhadap PDB tinggi dan membatasi ruang fiskal
      Militer Modernisasi efisien Skema sewa menambah liabilitas tersembunyi
      Rumah Tangga Konsumsi tetap kuat Utang tinggi dan rentan terhadap suku bunga

      Hapus
    3. ANOMALI KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      ----------
      Ringgit Malaydesh (RM) dinilai undervalued oleh otoritas domestik, namun pelemahannya terhadap USD mencerminkan tekanan eksternal dan ketidakpercayaan pasar terhadap narasi tersebut.
      Berikut penjelasan mendalam mengenai ketidaksesuaian antara narasi resmi dan realitas pasar:
      🏦 Narasi Resmi: RM Kuat dan Undervalued
      Pemerintah Malaydesh dan Bank Negara Malaydesh (BNM) menyatakan bahwa:
      • Fundamental ekonomi Malaydesh tetap solid, dengan pertumbuhan PDB yang stabil, surplus neraca berjalan, dan cadangan devisa yang memadai.
      • RM dianggap undervalued, artinya nilai tukarnya lebih rendah dari nilai wajarnya berdasarkan indikator fundamental seperti paritas daya beli (PPP), neraca transaksi berjalan, dan produktivitas.
      • Tujuan narasi ini adalah untuk menjaga kepercayaan investor dan publik, serta mencegah spekulasi berlebihan terhadap depresiasi mata uang.
      📉 Realitas Pasar: RM Melemah terhadap USD
      Namun, nilai tukar RM terhadap USD tetap berada di kisaran RM4.75–RM4.80/USD, bahkan sempat menyentuh level terendah sejak krisis 1998. Beberapa faktor penyebabnya:
      1. Kebijakan Moneter Global
      • The Fed mempertahankan suku bunga tinggi (5,25–5,50%), menarik arus modal ke AS dan memperkuat USD.
      • Investor global cenderung memindahkan dana ke aset USD yang lebih aman dan memberikan imbal hasil lebih tinggi.
      2. Outflow Modal dan Sentimen Pasar
      • Arus keluar modal asing dari pasar obligasi dan saham Malaydesh menekan permintaan terhadap RM.
      • Ketidakpastian politik domestik dan global memperburuk sentimen terhadap mata uang emerging markets, termasuk RM.
      3. Persepsi Pasar terhadap Risiko
      • Meskipun fundamental domestik kuat, pasar menilai risiko eksternal lebih dominan, seperti ketergantungan pada ekspor komoditas dan volatilitas global.
      • Pasar tidak sepenuhnya percaya pada narasi undervaluation jika tidak didukung oleh intervensi nyata atau reformasi struktural.
      ⚖️ Mengapa Narasi dan Realitas Tidak Sinkron?
      • Valuasi fundamental ≠ harga pasar jangka pendek. Pasar valuta asing sangat dipengaruhi oleh ekspektasi, arus modal, dan sentimen global.
      • Narasi undervaluation bersifat jangka panjang, sedangkan pelemahan RM mencerminkan tekanan jangka pendek.
      • Tanpa intervensi aktif atau reformasi struktural, pasar akan tetap menilai RM berdasarkan risiko dan imbal hasil relatif.
      ----------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      As of June 2025, Malaydesh 's federal government debt was RM 1.3 trillion, up from RM 1.25 trillion at the end of 2024, with a projected debt-to-GDP ratio of 69% by the end of 2025. Simultaneously, household debt reached RM 1.65 trillion in March 2025, representing 84.3% of GDP, but this level is considered manageable due to strong household financial assets, which are 2.1 times higher than the total debt.
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      ----------
      MISKIN = 2025 .....
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      MARCH 2025 — deputy finance minister. KUALA LUMPUR (Aug 13): Malaydesh 's household debt stood at RM1. 65 trillion as of end-March 2025, equivalent to 84.3% of gross domestic product (GDP) as at end-March 2025, a level that remains elevated but is balanced by strong household assets.

      Hapus
  63. INDIANESIA PANIK guys... Rp4.300.... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. ANOMALI KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      ----------
      Berikut penjelasan rinci dan terstruktur dari lima isu utama ekonomi Malaydesh 2025, membandingkan narasi resmi dengan realitas faktual berdasarkan data terbaru.
      1. 💱 Ringgit
      • Narasi Resmi: Pemerintah menyatakan bahwa ringgit undervalued dan akan pulih seiring perbaikan fundamental ekonomi.
      • Realitas:
      o Ringgit memang mengalami depresiasi signifikan akibat outflow modal dari pasar negara berkembang, termasuk Malaydesh, menyusul kenaikan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik global.
      o Ketidakpastian global dan perlambatan perdagangan dunia turut memperlemah sentimen investor terhadap aset berisiko di kawasan ASEAN.
      o Dampaknya adalah imported inflation meningkat, terutama pada barang konsumsi dan energi, yang menekan daya beli rumah tangga.
      2. 📉 Fiskal
      • Narasi Resmi: Defisit fiskal menurun berkat reformasi pajak dan efisiensi belanja.
      • Realitas:
      o Defisit fiskal memang turun menjadi sekitar 4.0–4.1% dari PDB pada 2024–2025, lebih baik dari target 4.3%.
      o Namun, beban bunga utang tetap tinggi, dan subsidi energi masih menyerap porsi besar belanja negara, terutama sebelum reformasi subsidi BBM yang baru dimulai pertengahan 2025.
      o Keterlambatan implementasi e-invoicing dan perluasan SST juga menekan penerimaan negara.
      3. 💰 Utang
      • Narasi Resmi: Utang aman.
      • Realitas:
      o Sekitar 97% utang pemerintah bersumber dari pasar domestik, yang memang mengurangi risiko nilai tukar.
      o Namun, rasio utang terhadap PDB mendekati 61%, mendekati batas hukum 65% dan batas kehati-hatian 60%.
      o Ini membatasi ruang fiskal untuk stimulus tambahan tanpa memicu kekhawatiran investor dan lembaga pemeringkat.
      4. 🛡️ Militer
      • Narasi Resmi: Modernisasi militer dilakukan bertahap dan efisien.
      • Realitas:
      o Pemerintah menggunakan skema leasing (sewa guna usaha) untuk pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista), seperti drone dan kapal patroli.
      o Skema ini tidak tercatat sebagai utang resmi, namun menciptakan liabilitas tersembunyi jangka panjang yang akan membebani anggaran mendatang jika tidak dikelola transparan.
      5. 🏠 Rumah Tangga
      • Narasi Resmi: Konsumsi domestik tetap kuat dan menopang pertumbuhan.
      • Realitas:
      o Konsumsi rumah tangga memang menyumbang lebih dari 55% PDB, namun didorong oleh utang rumah tangga yang tinggi, terutama kredit perumahan dan konsumsi.
      o Dengan suku bunga acuan Bank Negara Malaydesh tetap tinggi untuk mengendalikan inflasi, rumah tangga berpendapatan menengah ke bawah menghadapi tekanan cicilan dan risiko gagal bayar.
      o Ini membuat konsumsi rentan terhadap guncangan eksternal dan perlambatan ekonomi.
      Kesimpulan: Narasi resmi menekankan stabilitas dan reformasi, namun realitas menunjukkan adanya kerentanan struktural di sektor fiskal, moneter, dan rumah tangga. Untuk kebijakan yang lebih efektif, perlu transparansi fiskal, reformasi subsidi yang adil, dan penguatan perlindungan sosial.

      Hapus
  64. ANOMALI KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
    GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
    GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
    -----------
    Ringgit Malaydesh diklaim stabil meski dibayangi GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN, peningkatan utang negara dan rumah tangga, serta belanja militer yang meningkat—ini mencerminkan strategi fiskal dan komunikasi pemerintah yang kompleks.
    Berikut penjelasan detail berdasarkan data dan dinamika terbaru:
    🇲🇾 1. Klaim Ringgit Kuat: Narasi Pemerintah
    Pemerintah Malaydesh, khususnya melalui Kementerian Keuangan dan Bank Negara Malaydesh (BNM), menyatakan bahwa nilai tukar ringgit tetap stabil dan mencerminkan fundamental ekonomi yang sehat. Beberapa argumen yang digunakan:
    • Cadangan devisa mencukupi untuk intervensi pasar.
    • Inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap positif.
    • Diversifikasi ekspor dan surplus neraca berjalan mendukung nilai tukar.
    Namun, klaim ini sering dikritik karena tidak mencerminkan tekanan eksternal seperti penguatan dolar AS dan arus keluar modal dari pasar negara berkembang.
    📉 2. GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN dan Utang Negara
    Malaydesh mencatat defisit fiskal sebesar RM99 miliar pada 2022, dengan utang nasional mencapai RM1.08 triliun atau sekitar 60.3% dari PDB. Meskipun masih di bawah batas statutori 65%, tren ini menunjukkan:
    • Ketergantungan pada pembiayaan utang untuk belanja negara.
    • Kewajiban pembayaran bunga yang meningkat.
    • Ruang fiskal yang makin sempit untuk stimulus ekonomi.
    🛡️ 3. Belanja Militer dan Aset Sewa
    Meski banyak aset militer Malaydesh sudah usang (171 unit melebihi usia 30 tahun), pemerintah tetap mengalokasikan RM21.2 miliar dalam Belanjawan 2026 untuk modernisasi pertahanan. Ini termasuk:
    • Pembelian sistem pertahanan udara (MANPADS).
    • Kapal MRSS dan kendaraan taktis.
    • Fokus pada kesiapsiagaan dan misi perdamaian.
    Namun, sebagian pengadaan dilakukan melalui skema sewa atau leasing, yang menambah beban liabilitas jangka panjang.
    🏠 4. Kenaikan Utang Rumah Tangga
    Utang rumah tangga Malaydesh juga meningkat, dipicu oleh:
    • Kredit perumahan dan kendaraan.
    • Konsumsi berbasis pinjaman (kartu kredit, pinjaman pribadi).
    • Tekanan biaya hidup dan stagnasi pendapatan.
    Utang rumah tangga Malaydesh sempat mencapai sekitar 85% dari PDB, salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
    🔍 5. Mengapa Pemerintah Tetap Klaim Stabilitas?
    Klaim ringgit kuat dan ekonomi stabil meski indikator fiskal memburuk bisa dijelaskan melalui:
    • Strategi komunikasi fiskal untuk menjaga kepercayaan investor dan publik.
    • Pengelolaan persepsi pasar agar tidak terjadi pelarian modal.
    • Penekanan pada indikator makro tertentu (seperti cadangan devisa dan pertumbuhan) sambil mengabaikan tekanan struktural.
    📌 Kesimpulan
    Klaim kekuatan ringgit Malaydesh adalah bagian dari narasi stabilitas makro yang dikembangkan pemerintah, meski realitasnya menunjukkan tekanan dari:
    • Defisit fiskal yang besar.
    • Utang negara dan rumah tangga yang meningkat.
    • Belanja militer yang agresif, sebagian melalui skema sewa.

    BalasHapus
  65. FAKTA...... ADA APA DENGAN INDIANESIA SEKARANG... 🔥🔥🤣🤣



    Buat Bayar Utang & Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/98892/buat-bayar-utang-stabilisasi-rupiah-cadangan-devisa-ri-turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      ⚖️ Ketegangan Naratif vs Realitas: Malaydesh
      Klaim Resmi Realitas Fiskal dan Struktural
      Ekonomi tumbuh Tapi defisit dan utang membengkak
      Stabilitas makro Tapi rumah tangga tertekan utang
      Modernisasi militer Tapi aset strategis disewa, bukan dimiliki
      Reformasi fiskal Tapi belum menurunkan beban utang
      1. 📈 Ekonomi Tumbuh vs 📉 Defisit dan Utang Membengkak
      Narasi Resmi:
      • PDB tumbuh 4–5% per tahun.
      • Ekspor dan investasi asing tetap stabil.
      • Inflasi terkendali dan pengangguran menurun.
      Realitas:
      • Defisit fiskal struktural: Sejak 1998, Malaydesh belum pernah mencatat surplus anggaran. Defisit 2023 mencapai ~5% dari PDB.
      • Utang pemerintah federal: Melebihi RM1.2 triliun (lebih dari 60% PDB), belum termasuk liabilitas luar neraca seperti jaminan BUMN dan PPP.
      • Beban bunga: Pembayaran bunga tahunan melebihi RM40 miliar, menyerap lebih dari 15% pendapatan pemerintah.
      • Belanja rigid: Lebih dari 50% APBN terserap untuk gaji, subsidi, dan emolumen—menyisakan ruang fiskal sempit untuk pembangunan.
      🔍 Implikasi: Pertumbuhan PDB tidak otomatis mencerminkan kesehatan fiskal. Ketergantungan pada utang untuk menambal defisit menimbulkan risiko solvabilitas jangka panjang.
      2. 🧮 Stabilitas Makro vs 🏚️ Rumah Tangga Tertekan Utang
      Narasi Resmi:
      • Inflasi rendah (2–3%).
      • Nilai tukar relatif stabil.
      • Sistem perbankan kuat dan likuid.
      Realitas:
      • Utang rumah tangga >80% PDB: Salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara.
      • Kredit konsumsi dan perumahan mendominasi portofolio pinjaman.
      • Stagnasi pendapatan riil: Upah tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup, mendorong rumah tangga berutang untuk kebutuhan dasar.
      • Risiko sistemik: Ketergantungan pada leverage rumah tangga membuat ekonomi rentan terhadap guncangan suku bunga dan pengangguran.
      🔍 Implikasi: Stabilitas makro tidak menjamin ketahanan mikro. Ketimpangan antara indikator makro dan tekanan keuangan rumah tangga menciptakan ilusi stabilitas.
      3. 🛡️ Modernisasi Militer vs 🏗️ Aset Strategis Disewa
      Narasi Resmi:
      • Investasi dalam pertahanan meningkat.
      • Modernisasi alutsista dan latihan bersama negara mitra.
      Realitas:
      • Skema sewa dan leasing digunakan untuk menghindari belanja modal besar dalam APBN.
      • Contoh: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) mengalami penundaan dan pembengkakan biaya, tanpa kejelasan pengadaan aset.
      • Kepemilikan aset rendah: Banyak fasilitas dan peralatan militer tidak dimiliki langsung oleh negara.
      • Risiko jangka panjang: Ketergantungan pada vendor luar negeri dan kontrak jangka panjang mengurangi fleksibilitas strategis.
      🔍 Implikasi: Modernisasi berbasis sewa menciptakan ilusi kapasitas militer tanpa memperkuat kedaulatan aset strategis.
      4. 🧾 Reformasi Fiskal vs 🧨 Beban Utang Tak Menurun
      Narasi Resmi:
      • Konsolidasi fiskal melalui pengurangan subsidi dan perluasan basis pajak.
      • Pengenalan Fiscal Responsibility Act (FRA) 2023 untuk mengatur batas defisit dan utang.
      Realitas:
      • FRA belum operasional penuh: Tidak ada sanksi atau mekanisme penegakan yang kuat.
      • Subsidi tetap besar: Subsidi BBM, listrik, dan makanan tetap menyerap puluhan miliar ringgit.
      • Pendapatan negara stagnan: Ketergantungan pada pajak tidak langsung (SST) dan dividen Petronas.
      • Reformasi pajak tertunda: GST belum dikembalikan, tax base tetap sempit.

      Hapus
    2. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      🛡️ Modernisasi Militer vs 🏗️ Aset Strategis Disewa: Implikasi Terperinci
      1. ⚔️ Implikasi Strategis: Ketahanan dan Kedaulatan
      Aspek Dampak
      Kepemilikan aset rendah Mengurangi kontrol penuh atas sistem senjata dan infrastruktur militer.
      Ketergantungan vendor luar negeri Membatasi kemampuan adaptasi teknologi dan respons cepat terhadap ancaman.
      Kontrak jangka panjang Menyulitkan renegosiasi saat terjadi perubahan geopolitik atau kebutuhan operasional.
      Latihan bersama ≠ interoperabilitas Tanpa kepemilikan dan penguasaan teknologi, latihan bersama hanya bersifat simbolik.
      🔍 Contoh: Jika radar atau sistem komunikasi disewa dari vendor asing, maka akses data, pemeliharaan, dan upgrade tergantung pada kontrak dan goodwill pihak ketiga.
      2. 💰 Implikasi Fiskal: Beban Tersembunyi dan Distorsi Anggaran
      Aspek Dampak
      Skema leasing dan PPP Menunda pengakuan belanja modal, tapi menambah liabilitas jangka panjang.
      Tidak transparan dalam APBN Biaya sewa dan maintenance tersembunyi dalam pos operasional, bukan investasi.
      Proyek LCS Pembengkakan biaya dan penundaan menunjukkan lemahnya governance dan oversight.
      Risiko fiskal implisit Jika vendor gagal atau kontrak bermasalah, negara tetap harus menanggung dampaknya.
      🔍 Contoh: Proyek LCS yang awalnya dirancang untuk memperkuat armada laut, justru menjadi beban fiskal tanpa hasil operasional yang jelas.
      3. 🏛️ Implikasi Kelembagaan: Akuntabilitas dan Tata Kelola
      Aspek Dampak
      Fragmentasi tanggung jawab Antara Kementerian Pertahanan, vendor, dan lembaga pengadaan.
      Minim audit publik Skema sewa jarang diaudit seperti belanja modal, menciptakan ruang abu-abu.
      Keterbatasan pengawasan parlemen Karena tidak tercatat sebagai aset negara, sulit untuk ditelusuri dan dipertanggungjawabkan.
      Melemahkan kapasitas teknis militer Ketergantungan pada vendor menghambat transfer teknologi dan pengembangan SDM militer.
      🔍 Contoh: Jika sistem persenjataan disewa, maka militer tidak memiliki hak penuh untuk modifikasi, pelatihan teknis, atau integrasi ke sistem lain.
      4. 📉 Implikasi Jangka Panjang: Ketahanan Nasional dan Efisiensi
      • Efisiensi jangka pendek ≠ efektivitas jangka panjang: Sewa mungkin terlihat hemat, tapi total biaya bisa lebih tinggi dari pembelian langsung.
      • Kedaulatan teknologi terganggu: Tanpa kepemilikan, Malaydesh tidak bisa mengembangkan sistem pertahanan berbasis lokal.
      • Risiko geopolitik meningkat: Dalam situasi konflik atau embargo, akses terhadap sistem sewa bisa dibatasi atau dihentikan sepihak.
      • Distorsi narasi publik: Klaim modernisasi bisa menutupi kenyataan bahwa kapasitas militer tidak bertambah secara substansi.

      Hapus
  66. FAKTA...... ADA APA DENGAN INDIANESIA SEKARANG... 🔥🔥🤣🤣



    Buat Bayar Utang & Stabilisasi Rupiah, Cadangan Devisa RI Turun

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/98892/buat-bayar-utang-stabilisasi-rupiah-cadangan-devisa-ri-turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
      GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
      GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
      -----------
      🇲🇾 LATAR BELAKANG POLITIK DAN EKONOMI Malaydesh (2018–2025)
      • 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) sejak 2018:
      o Tun Dr. Mahathir Mohamad (2018–2020)
      o Tan Sri Muhyiddin Yassin (2020–2021)
      o Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (2021–2022)
      o Datuk Seri Anwar Ibrahim (2022–sekarang)
      o (Beberapa sumber menyebutkan transisi internal atau acting PM dalam periode krisis politik)
      • 6 kali pergantian Menteri Kewangan (MoF) dalam periode yang sama, termasuk:
      o Lim Guan Eng, Tengku Zafrul, dan Anwar Ibrahim sendiri (merangkap PM dan MoF)
      ----------------
      📉 Dampak terhadap Hutang Tertunggak dan Fiskal Negara
      • Hutang tertunggak tidak dibayar sepenuhnya karena:
      o Ketidakstabilan politik menyebabkan kurangnya kesinambungan kebijakan fiskal.
      o Pemerintah baru cenderung fokus pada agenda populis atau pemulihan jangka pendek, bukan penyelesaian hutang lama.
      o Beban bunga hutang lama terus meningkat, meskipun hutang baru berhasil dikurangkan.
      • Pernyataan PM Anwar Ibrahim (2025):
      o Hutang baru tahunan turun dari RM99 bilion (2022) ke RM77 bilion (2024).
      o Namun, faedah hutang lama tetap membebani anggaran dan tidak dapat dikurangkan secara signifikan.
      ----------------
      💸 Kekangan Kewangan akibat Pergantian Menteri Kewangan
      • Efek dari 6 kali pergantian MoF:
      o Kebijakan fiskal tidak konsisten, terutama dalam pengurusan subsidi, cukai, dan pinjaman luar negeri.
      o Proyek pembangunan dan belanja sosial sering direvisi atau ditunda.
      o Kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat terganggu, mempengaruhi biaya pinjaman dan aliran modal.
      • Kekangan kewangan juga diperburuk oleh:
      o Ketergantungan pada hasil minyak dan gas.
      o Ketidakpastian global (COVID-19, konflik geopolitik).
      o Kebutuhan mendesak untuk reformasi subsidi dan perluasan basis cukai.
      ----------------
      📊 Implikasi Jangka Panjang
      • Risiko fiskal: Malaydesh menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan beban hutang.
      • Kebutuhan reformasi institusional: Stabilitas politik dan profesionalisasi pengurusan fiskal sangat penting untuk menghindari siklus hutang yang berulang.
      • Transparansi dan akuntabilitas: Publik menuntut penjelasan lebih jelas tentang penggunaan dana dan strategi pelunasan hutang.
      ----------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      6x GANTI MOF

      Hapus
    2. LON... BAYAR RM 81,998 = BUAL JEEEE
      2025 =
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
      =============
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      =============
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4X4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    3. LON... BAYAR RM 81,998 = MELARAT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      -------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      As of June 2025, Malaydesh 's federal government debt was RM 1.3 trillion, up from RM 1.25 trillion at the end of 2024, with a projected debt-to-GDP ratio of 69% by the end of 2025. Simultaneously, household debt reached RM 1.65 trillion in March 2025, representing 84.3% of GDP, but this level is considered manageable due to strong household financial assets, which are 2.1 times higher than the total debt.
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      MISKIN GORILA MALAYA = 2026 .....
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
      MARCH 2025 — deputy finance minister. KUALA LUMPUR (Aug 13): Malaydesh 's household debt stood at RM1. 65 trillion as of end-March 2025, equivalent to 84.3% of gross domestic product (GDP) as at end-March 2025, a level that remains elevated but is balanced by strong household assets.
      =============
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said
      =============
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi

      Hapus
    4. 2025 = MELARAT
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
      =============
      GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      =============
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      "Pinjaman ini digunakan untuk melunasi DEBT matang sebesar RM20.6 miliar, dengan sisa RM49,9 miliar menutupi defisit dan masa jatuh tempo DEBT di masa depan," kata MOF.
      ---
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Pada tahun 2023, pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MALAYDESH mencapai RM1.173 triliun, naik 8,6% dari tahun 2022.
      Rincian pinjaman
      • Pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MALAYDESH pada tahun 2023 naik RM92,918 miliar
      • Rasio utang terhadap PDB MALAYDESH pada tahun 2023 mencapai 64,3%
      ---
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Kah Woh menjelaskan pada tahun lalu, kerajaan ada membuat pinjaman yang meningkat sebanyak 11.6 peratus daripada RM194.5 bilion pada tahun sebelumnya. Daripada jumlah itu, beliau berkata 52.4 peratus atau RM113.7 bilion digunakan untuk membayar prinsipal pinjaman matang.
      ---
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Sejumlah RM98.058 bilion atau 50.4 peratus daripada pinjaman baharu berjumlah RM194.555 bilion yang dibuat kerajaan pada tahun lalu digunakan untuk bayaran balik prinsipal pinjaman yang matang.
      ---
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Jabatan Audit Negara (JAN) bimbang dengan tindakan kerajaan menggunakan hampir 60 peratus pinjaman baharu untuk membayar DEBT sedia ada pada tahun lalu, berbanding bagi perbelanjaan pembangunan.
      ---
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan 2018 mendapati sejumlah 59 peratus pinjaman baharu kerajaan dibuat untuk membayar DEBT kerajaan terdahulu
      ---
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      Kementerian Keuangan MALAYDESH pada hari Rabu membuka rekening donasi supaya masyarakat dapat menyumbang untuk membantu negara membayar utang yang mencapai 1 triliun ringgit (USUSD 250,8 miliar) atau 80 persen dari PDB

      Hapus
    5. 2025 = MELARAT
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      DEFICIT RM 92.8 BILLION
      Bank Negara Negeri Kasino just borrowed another RM 5.0 billion to bring the budget deficit up to RM 92.8 billion. The prime/finance minister Anwar Ibrahim stated the budget deficit would be RM 79.9 billion when he brought down the budget 2025 in October last year in the Dewan Rakyat.
      =============
      GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
      =============
      MISKIN ......
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      =============
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2024 = HUTANG BAYAR HUTANG
      "Pinjaman ini digunakan untuk melunasi DEBT matang sebesar RM20.6 miliar, dengan sisa RM49,9 miliar menutupi defisit dan masa jatuh tempo DEBT di masa depan," kata MOF.
      ---
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      2023 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Pada tahun 2023, pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MALAYDESH mencapai RM1.173 triliun, naik 8,6% dari tahun 2022.
      Rincian pinjaman
      • Pinjaman baru Kerajaan Persekutuan MALAYDESH pada tahun 2023 naik RM92,918 miliar
      • Rasio utang terhadap PDB MALAYDESH pada tahun 2023 mencapai 64,3%
      ---
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2022 = 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Kah Woh menjelaskan pada tahun lalu, kerajaan ada membuat pinjaman yang meningkat sebanyak 11.6 peratus daripada RM194.5 bilion pada tahun sebelumnya. Daripada jumlah itu, beliau berkata 52.4 peratus atau RM113.7 bilion digunakan untuk membayar prinsipal pinjaman matang.
      ---
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      2021 = 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Sejumlah RM98.058 bilion atau 50.4 peratus daripada pinjaman baharu berjumlah RM194.555 bilion yang dibuat kerajaan pada tahun lalu digunakan untuk bayaran balik prinsipal pinjaman yang matang.
      ---
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      2020 = 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Jabatan Audit Negara (JAN) bimbang dengan tindakan kerajaan menggunakan hampir 60 peratus pinjaman baharu untuk membayar DEBT sedia ada pada tahun lalu, berbanding bagi perbelanjaan pembangunan.
      ---
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      2019 = 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan 2018 mendapati sejumlah 59 peratus pinjaman baharu kerajaan dibuat untuk membayar DEBT kerajaan terdahulu
      ---
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      2018 = OPEN DONASI
      Kementerian Keuangan MALAYDESH pada hari Rabu membuka rekening donasi supaya masyarakat dapat menyumbang untuk membantu negara membayar utang yang mencapai 1 triliun ringgit (USUSD 250,8 miliar) atau 80 persen dari PDB

      Hapus
  67. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
    GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
    GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
    -----------
    Malaydesh mengalami lonjakan rasio utang terhadap PDB hingga 84,3% akibat ketidakstabilan politik dan fiskal antara 2018–2025, termasuk 5 kali pergantian Perdana Menteri dan Menteri Keuangan. Klaim pelunasan utang pada 2053 gagal tercapai, justru menambah beban utang baru.
    Berikut penjelasan rinci berdasarkan data dan konteks fiskal Malaydesh:
    -
    🔄 5 Kali Ganti Perdana Menteri & Menteri Keuangan (2018–2025)
    Frekuensi pergantian kepemimpinan nasional sangat tinggi:
    Tahun Perdana Menteri Menteri Keuangan
    2018 Mahathir Mohamad Lim Guan Eng
    2020 Muhyiddin Yassin Tengku Zafrul Aziz
    2021 Ismail Sabri Yaakob Tengku Zafrul Aziz
    2022 Anwar Ibrahim Ahmad Maslan (sementara)
    2023 Anwar Ibrahim Rafizi Ramli
    2025 Anwar Ibrahim Rafizi Ramli
    Efeknya: setiap pergantian membawa perubahan arah kebijakan fiskal, prioritas belanja, dan pendekatan terhadap utang nasional.
    -
    📉 Rasio Utang terhadap PDB: 84,3%
    • Puncak historis: Malaydesh pernah mencapai rasio utang 103,4% pada 1986.
    • 2024: Rasio utang berada di sekitar 70,4%.
    • Klaim 84,3%: Kemungkinan mencerminkan total kewajiban fiskal termasuk jaminan luar neraca, bukan hanya utang resmi.
    • Faktor penyebab:
    o Belanja stimulus selama pandemi COVID-19.
    o Proyek infrastruktur besar (ECRL, LRT3, Pan Borneo).
    o Kegagalan konsolidasi fiskal akibat pergantian MOF.
    -
    💸 Klaim “Lunas 2053” Gagal
    • Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa utang akan dilunasi sepenuhnya pada 2053 melalui strategi jangka panjang.
    • Namun, laporan fiskal 2025 menunjukkan:
    o Defisit fiskal masih RM21,9 miliar pada Q1 2025.
    o Kebutuhan pembiayaan baru tetap tinggi, menambah utang baru.
    o Konsolidasi fiskal berjalan lambat, meski ada pengurangan defisit.
    Artinya: janji pelunasan utang pada 2053 tidak realistis jika tren fiskal saat ini berlanjut.
    -
    📌 Kesimpulan
    Malaydesh menghadapi tantangan fiskal serius akibat:
    • Ketidakstabilan politik (5x ganti PM dan MOF).
    • Kegagalan konsistensi kebijakan utang.
    • Beban utang yang terus meningkat, mengancam janji pelunasan jangka panjang.
    • ----------------
    🔍 DETAIL PROYEK
    • MRCA (2017–2025):
    o 2017: Inisiasi penggantian MiG-29.
    o 2023: FA-50 diumumkan sebagai interim.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada MRCA baru).
    -
    • LCS (2011–2025):
    o 2011: Kontrak LCS ditandatangani.
    o 2022: Skandal audit terungkap.
    o 2025: Status ZONK (belum ada kapal operasional).
    -
    • SPH (2016–2025):
    o 2016: Proposal SPH diajukan.
    o 2025: Status ZONK (tidak ada akuisisi).
    -
    • MRSS (2016–2025):
    o 2016: Masuk rencana TLDM 15-to-5.
    o 2025: Status ZONK (belum dibangun).

    BalasHapus
  68. KLAIM RINGGIT KUAT = BUALAN GORILA IQ BOTOL
    GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN
    GORILA IQ BOTOL = UTANG NEGARA BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = UTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
    GORILA IQ BOTOL = ASET MILITER = SEWA
    -----------
    🇲🇾 LATAR BELAKANG POLITIK DAN EKONOMI Malaydesh (2018–2025)
    • 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) sejak 2018:
    o Tun Dr. Mahathir Mohamad (2018–2020)
    o Tan Sri Muhyiddin Yassin (2020–2021)
    o Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob (2021–2022)
    o Datuk Seri Anwar Ibrahim (2022–sekarang)
    o (Beberapa sumber menyebutkan transisi internal atau acting PM dalam periode krisis politik)
    • 6 kali pergantian Menteri Kewangan (MoF) dalam periode yang sama, termasuk:
    o Lim Guan Eng, Tengku Zafrul, dan Anwar Ibrahim sendiri (merangkap PM dan MoF)
    ----------------
    📉 Dampak terhadap Hutang Tertunggak dan Fiskal Negara
    • Hutang tertunggak tidak dibayar sepenuhnya karena:
    o Ketidakstabilan politik menyebabkan kurangnya kesinambungan kebijakan fiskal.
    o Pemerintah baru cenderung fokus pada agenda populis atau pemulihan jangka pendek, bukan penyelesaian hutang lama.
    o Beban bunga hutang lama terus meningkat, meskipun hutang baru berhasil dikurangkan.
    • Pernyataan PM Anwar Ibrahim (2025):
    o Hutang baru tahunan turun dari RM99 bilion (2022) ke RM77 bilion (2024).
    o Namun, faedah hutang lama tetap membebani anggaran dan tidak dapat dikurangkan secara signifikan.
    ----------------
    💸 Kekangan Kewangan akibat Pergantian Menteri Kewangan
    • Efek dari 6 kali pergantian MoF:
    o Kebijakan fiskal tidak konsisten, terutama dalam pengurusan subsidi, cukai, dan pinjaman luar negeri.
    o Proyek pembangunan dan belanja sosial sering direvisi atau ditunda.
    o Kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat terganggu, mempengaruhi biaya pinjaman dan aliran modal.
    • Kekangan kewangan juga diperburuk oleh:
    o Ketergantungan pada hasil minyak dan gas.
    o Ketidakpastian global (COVID-19, konflik geopolitik).
    o Kebutuhan mendesak untuk reformasi subsidi dan perluasan basis cukai.
    ----------------
    📊 Implikasi Jangka Panjang
    • Risiko fiskal: Malaydesh menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan pengurangan beban hutang.
    • Kebutuhan reformasi institusional: Stabilitas politik dan profesionalisasi pengurusan fiskal sangat penting untuk menghindari siklus hutang yang berulang.
    • Transparansi dan akuntabilitas: Publik menuntut penjelasan lebih jelas tentang penggunaan dana dan strategi pelunasan hutang.
    ----------------
    5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    6x MOF BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
    PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
    -
    5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
    5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
    97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
    ----------------
    MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
    5x GANTI PM
    6x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF
    -
    MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
    5x GANTI PM
    5x GANTI MOD
    6x GANTI MOF

    BalasHapus
  69. LON... BAYAR RM 81,998 = MELARAT
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    -------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    As of June 2025, Malaydesh 's federal government debt was RM 1.3 trillion, up from RM 1.25 trillion at the end of 2024, with a projected debt-to-GDP ratio of 69% by the end of 2025. Simultaneously, household debt reached RM 1.65 trillion in March 2025, representing 84.3% of GDP, but this level is considered manageable due to strong household financial assets, which are 2.1 times higher than the total debt.
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
    =============
    MISKIN GORILA MALAYA = 2026 .....
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    MARCH 2025 — deputy finance minister. KUALA LUMPUR (Aug 13): Malaydesh 's household debt stood at RM1. 65 trillion as of end-March 2025, equivalent to 84.3% of gross domestic product (GDP) as at end-March 2025, a level that remains elevated but is balanced by strong household assets.
    =============
    MISKIN ......
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said
    =============
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi

    BalasHapus
  70. LON... BAYAR RM 81,998 = MELARAT
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    =============
    SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4X4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. SEWA 12 AW149 TUDM
    24. SEWA 4 AW139 TUDM
    25. SEWA 5 EC120B TUDM
    26. SEWA 2 AW159 TLDM
    27. SEWA 4 UH-60A TDM
    28. SEWA 12 AW149 TDM
    29. SEWA 4 AW139 BOMBA
    30. SEWA 2 AW159 MMEA
    31. SEWA 7 BELL429 POLIS
    32. SEWA MOTOR POLIS
    =============
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    • 2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP GDP
    =============
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION

    BalasHapus
  71. ADA BERUK BOTOL CUKAI CASINO MALONDESH MEMBUAL LAGI !!!!!
    Akhirnya Anwar MENGAKU perjanjian ART boleh gugat kedaulatan negara MALONDESH, baru nak minta jaminan dari US!!!
    https://youtu.be/oVrgpAhrN8Q
    PMX SOTOMIE KUNYIT DAH MENGAKUI TOLOL........🫢🫢🫢

    Pandangan Terhadap Penguatan Ringgit
    Meskipun Ringgit menguat tajam pada awal 2026, Mahathir cenderung melihatnya sebagai jebakan jangka pendek. Ia menilai:
    Ketergantungan pada AS: Penguatan ini dipandangnya sebagai hasil dari kepatuhan Malaydesh pada kebijakan AS (terutama di bawah kepemimpinan Donald Trump), yang ia sebut sebagai langkah "BODOH DAN TOLOL" karena membuat ekonomi Malaydesh rentan terhadap tekanan politik Washington.
    Potensi Krisis: Mahathir memprediksi bahwa kebijakan luar negeri AS yang tidak stabil pada 2026 akan membawa kekacauan bagi ekonomi global, termasuk Malaydesh yang sudah terikat melalui ART

    BERUK BOTOL LEBIH PANDAIKAH DARI TUAN MAHATIR OR PMX SOTOMIE KUNYIT 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  72. Beda kelas yaa.. Kelas gajah vs kelas nyamuk.. 😁

    Ekonomi RI Juara 1 di Negara G20, Kalahkan China & Arab Saudi https://share.google/P2Ap59SNJKwORT3xq

    BalasHapus
  73. OVERLIMITS DEBT = MELARAT SEKARAT = SEWA
    REALITAS SKENARIO PELUNASAN UTANG 2053 “NOL PINJAMAN BARU”
    Ringkasan Singkat
    Proyeksi pelunasan utang pada 2053 dengan asumsi nol pinjaman baru kini hampir mustahil dicapai. Tren defisit primer negatif dan kebutuhan refinancing menambah beban utang seTIAP TAHUN TIPU-TIPU sehingga rasio utang terus mencetak rekor baru.
    • Pinjaman baru TIAP TAHUN TIPU-TIPU meningkat rata-rata 14 % sejak 2022.
    • Refinancing (pembayaran pokok yang digantikan utang baru) membesar, menunjukkan bahwa sebagian besar pinjaman baru hanya untuk menggantikan jatuh tempo, bukan membiayai proyek produktif.
    ===========
    Faktor Penghambat Realisasi
    • Fragmentasi kebijakan fiskal: target defisit longgar, reformasi perpajakan terhambat.
    • Subsidi energi yang masih besar: menyedot anggaran tanpa hasil produktivitas.
    • Ketergantungan pada utang valas: meningkatkan risiko nilai tukar dan volatilitas biaya bunga.
    • Kurangnya insentif bagi investasi padat karya bernilai tambah.
    ===========
    ANALISIS PROYEKSI PELUNASAN HUTANG MALAYDESH 2053 VS. TREN PENAMBAHAN HUTANG TERKINI
    1. Latar Belakang Proyeksi 2053
    Malaydesh meramalkan dapat melunasi seluruh hutang pemerintah pada 2053 dengan asumsi tidak ada pinjaman baru untuk defisit atau refinancing mulai 2024.
    Per akhir 2022, total hutang pokok pemerintah Persekutuan tercatat RM 1,079.6 miliar atau 60.4% dari PDB; jika memasukkan liabilitas lain, jumlahnya mencapai RM 1.45 triliun (80.9% PDB).
    ===========
    Faktor Pemicu Penambahan Hutang
    • Pembiayaan GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN yang terus berlangsung
    • Perpanjangan/rollover surat utang yang matang
    • Kenaikan biaya layanan hutang (Debt Service Charges naik dari RM 30.5 miliar 2018 ke RM 41.3 miliar 2022)
    • Kontinjensi liabilitas: jaminan pemerintah, 1MDB, dan liabilitas lainnya
    • Penurunan pertumbuhan pendapatan pajak saat ekonomi melambat
    ===========
    Kesimpulan
    Proyeksi pelunasan 2053 bersandar pada “nol pinjaman baru” — skenario yang saat ini jauh dari kenyataan. Tren pembiayaan defisit dan refinancing terus mengerek total hutang ke rekor baru. Tanpa langkah konsolidasi fiskal dan reformasi struktural yang tegas, target 2053 akan terus tertunda.
    ==========
    1. Laporan Ketua Audit Negara 3/2024
    Laporan Ketua Audit Negara 3/2024 mencatatkan bahawa hutang Kerajaan Persekutuan Malaydesh bagi tahun 2023 berjumlah RM 1.173 trilion, meningkat RM 92.918 bilion atau 8.6% berbanding tahun sebelumnya.
    • Pinjaman Dalam Negeri: RM 1.143 trilion (97.5% daripada jumlah keseluruhan)
    • Pinjaman Luar Negeri: RM 29.851 bilion (2.5% daripada jumlah keseluruhan)
    • Nisbah hutang persekutuan kepada KDNK: 64.3% (naik dari 60.2% pada 2022)
    • Had statutori hutang tidak melebihi 65% KDNK seperti diperuntukkan dalam Perintah Pinjaman 2022
    2. Unjuran Kenanga Research (Julai 2025)
    Kenanga Research mengunjurkan hutang Malaydesh akan mencecah RM 1.33 trilion pada 2025, bersamaan 65.9% KDNK—melebihi had statutori 65% yang ditetapkan kerajaan tahun ini.
    • Peningkatan dari RM 1.22 trilion pada 2024
    • Faktor pendorong: pertumbuhan ekonomi lebih perlahan dan lonjakan perbelanjaan kerajaan
    • Risiko: kos faedah pinjaman baharu meningkat, potensi tekanan kredit dan penarafan kredit

    BalasHapus
  74. Bikin BANGGA Netizen Indonesia karena TNI AU berlatih dan berlatih

    BalasHapus
  75. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -------------------
    pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
    -
    Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
    Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
    Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
    Destinasi Utama:
    1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
    2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
    3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
    Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
    -
    Profil Demografis & Penyebab
    Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
    Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
    -
    Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
    -
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  76. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    LON... BAYAR RM 81,998 = MELARAT
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
    HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
    GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
    • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
    • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    1.30 triliun = 1,300,000,000,000
    Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
    --------------------
    1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
    • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
    • Persentase terhadap PDB: 84.3%
    • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
    2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
    Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
    -------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    As of June 2025, Malaydesh 's federal government debt was RM 1.3 trillion, up from RM 1.25 trillion at the end of 2024, with a projected debt-to-GDP ratio of 69% by the end of 2025. Simultaneously, household debt reached RM 1.65 trillion in March 2025, representing 84.3% of GDP, but this level is considered manageable due to strong household financial assets, which are 2.1 times higher than the total debt.
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    • 2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP GDP
    =============
    MISKIN GORILA MALAYA = 2026 .....
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    RM 1.65 TRILLION = 84.3% OF GDP
    MARCH 2025 — deputy finance minister. KUALA LUMPUR (Aug 13): Malaydesh 's household debt stood at RM1. 65 trillion as of end-March 2025, equivalent to 84.3% of gross domestic product (GDP) as at end-March 2025, a level that remains elevated but is balanced by strong household assets.
    =============
    MISKIN ......
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said
    =============
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    TIDAK BAYAR DEBT
    “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi

    BalasHapus