13 Februari 2026

Mi-8 Helikopter Angkatan Bersenjata Vietnam yang Sangat Tangguh

13 Februari 2026

Formasi helikopter Mi-8MT dan Mi-171 terbang bersamaan (photo: ThanhNien)

Setelah mengalami lebih dari 70 tahun pengembangan dan pertumbuhan, dan terkait erat dengan tradisi heroik Tentara Rakyat Vietnam selama 81 tahun, Angkatan Udara Vietnam telah mencapai kemajuan yang luar biasa, dengan helikopter bersenjatanya yang terus dimodernisasi untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional di setiap periode.

Helikopter Mi-8, yang secara resmi bertugas di Angkatan Udara Rakyat Vietnam sejak tahun 1973, telah berpartisipasi dalam berbagai pertempuran untuk mempertahankan tanah air dan masih bertugas di unit-unit helikopter.

Kunci dalam transportasi udara jarak pendek
Pada Juni 1972, Resimen Angkut Udara ke-919 (sekarang Grup Penerbangan ke-919, di bawah Perusahaan Vietnam Airlines) mengirim perwira ke Uni Soviet untuk berlatih mengoperasikan helikopter angkut militer Mi-8. Pada Januari 1973, kami menerima 5 helikopter Mi-8 dari Uni Soviet.

Sejak akhir tahun 1973, penerbangan misi pertama helikopter Mi-8 dilakukan, mengangkut para perwira untuk memeriksa medan perang. Pada tanggal 19 Desember 1975, Resimen Udara Helikopter ke-916 (thuα»™c Divisi Udara ke-371) didirikan, yang khusus menggunakan helikopter Mi-6 dan Mi-8. Pada saat itu, meskipun Resimen Udara Helikopter ke-917 (menggunakan pesawat buatan Amerika yang disita) sudah ada di Selatan, helikopter Mi-8 dari Resimen ke-916 masih harus bergantian bertugas dalam pertempuran.

Sebuah helikopter Mi-8MT (Mi-17) yang dilengkapi dengan roket latihan di lapangan terbang Hoa Lac (photo: ThanhNien)

Pada tahun 1979, Uni Soviet memberi kami banyak helikopter Mi-8T bersenjata, yang sebagian besar dipersenjatai untuk Resimen Udara Helikopter ke-916. Hanya dua Mi-8 yang dipindahkan ke Selatan untuk Resimen Udara Helikopter ke-917 (sekarang bagian dari Divisi Udara ke-370).

Selama periode 1979-1983, dukungan tembakan yang diberikan oleh helikopter bersenjata dalam pertempuran mempertahankan perbatasan barat daya dan memenuhi tugas internasional di medan perang Kamboja ditangani oleh helikopter UH-1 (diproduksi oleh AS, direbut dari pemerintah Vietnam Selatan setelah 30 April 1975). Oleh karena itu, sebagian besar helikopter bersenjata Mi-8T Angkatan Udara Rakyat Vietnam dilepas tiang senjatanya dan digunakan untuk transportasi militer, layanan medis darurat, komando udara, dan melayani pesawat VIP.

Menembak dan melempar granat secara bersamaan sambil mengangkut orang
Pada awal tahun 1983, semua helikopter bersenjata UH-1 dinonaktifkan untuk inspeksi teknis komprehensif dan perpanjangan masa operasionalnya. Karena tuntutan mendesak di medan perang Kamboja, Kementerian Pertahanan mengerahkan semua helikopter bersenjata Mi-8T dari Resimen ke-916 yang ditempatkan di Hoa Lac ke Tan Son Nhat untuk Resimen ke-917, guna memberikan dukungan tembakan darat.

Pada awal Februari 1984, untuk pertama kalinya, helikopter bersenjata Mi-8T Angkatan Udara Vietnam memberikan dukungan tembakan kepada infanteri dalam Operasi BH-1-84, menyapu bersih sisa-sisa pasukan Pol Pot dan Ieng Sary, membantu Kamboja mengkonsolidasikan pemerintahannya di barat laut Kamboja.

Daya tembak roket pada helikopter serang Mi-8MT (Mi-17) (photo: ThanhNien)

Kolonel Tran Van Quang, mantan komandan Resimen Udara Helikopter ke-917, menyatakan bahwa helikopter bersenjata Mi-8T yang berpartisipasi dalam pertempuran melawan Pol Pot dan Ieng Sary di medan perang Kamboja adalah versi produksi seri pertama, yang hanya dilengkapi dengan empat gugusan roket S-5 pada empat tiang di dua tiang sayap dan dudukan senapan mesin 12,7 mm di samping.

Pada bulan Februari 1984, Resimen ke-917 juga menerima 5 helikopter tempur Mi-8T baru. Memasuki kampanye musim kemarau 1984-1985, helikopter tempur Mi-8T menjadi kekuatan utama yang memberikan dukungan tembakan kepada Front 7704 dan 579, dengan formasi 9 helikopter yang menghancurkan banyak benteng musuh. Dalam pertempuran pada tanggal 4 Maret 1984, helikopter tempur Mi-8T bernomor 827 dan 821 mengalami kerusakan tangki bahan bakar dan tangki bahan bakar tambahan akibat tembakan senapan AK dari pasukan Pol Pot dan Ieng Sary, tetapi mereka tetap kembali dan mendarat dengan selamat.

Sepanjang tahun 1984, helikopter bersenjata Mi-8T beroperasi dengan kapasitas penuh. Kadang-kadang, pilot harus lepas landas 5-6 kali sehari. Begitu pesawat mendarat, mengisi bahan bakar, dan memuat ulang, awak pesawat bahkan tidak punya waktu untuk beristirahat sebelum menerima perintah untuk lepas landas lagi guna berpartisipasi dalam pertempuran sesuai permintaan dari garis depan. Baru pada akhir November 1984, ketika helikopter bersenjata Mi-24 dari Resimen ke-916 tiba dari Utara untuk "membagi beban," intensitas operasi Mi-8T berkurang.

Pada Februari 1987, setelah helikopter bersenjata Mi-24 nomor 437 jatuh dan menewaskan empat pilot, atasan memerintahkan semua Mi-24 untuk dihentikan operasinya guna pemeriksaan. Tugas dukungan tembakan darat kemudian sepenuhnya ditugaskan kepada helikopter Mi-8T. Pada 21 Oktober 1987, awak Mi-8T memulai operasi tempur, memberikan dukungan tembakan kepada pasukan di Front 719, setelah lama bertugas sebagai pengangkut militer.

Roket-roket sedang dimuat ke helikopter Mi-8MT (Mi-17) sebagai persiapan untuk latihan tembak langsung pada tahun 2023 (photo: ThanhNien)

Selama tiga tahun (1987-1989), helikopter Mi-8T tidak hanya secara langsung bertempur untuk melenyapkan pasukan Pol Pot dan Ieng Sary, mengangkut pasukan, dan membawa tentara yang terluka, tetapi juga menjaga kesiapan tempur di delapan lapangan terbang (empat lapangan terbang garis depan) dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di Kepulauan Spratly, baik sebelum maupun sesudah pertempuran untuk mempertahankan Gac Ma, Co Lin, dan Len Dao pada 14 Maret 1988.

Pada pertengahan tahun 1985, helikopter Mi-17 (juga dikenal sebagai Mi-8MT) dipersenjatai untuk Angkatan Udara Vietnam. Ini adalah helikopter serbaguna, tetapi unggul dalam peran dukungan tembakan karena kemampuannya membawa 6 pod roket (32 peluru/pod) pada dua pylon samping, serta senjata lain seperti bom dan meriam angkatan laut UPK-23-250 (23 mm).

Saat ini, helikopter tempur Mi-8T, Mi-8MT, dan Mi-8 masih beroperasi di Resimen Helikopter Udara ke-916 (Divisi Udara ke-371), ke-917 (Divisi Udara ke-370), dan ke-930 (Divisi Udara ke-372), serta beberapa unit lain dari Komando Pertahanan Udara - Angkatan Udara. Selama hari libur nasional besar pada tahun 2025, formasi parade helikopter sebagian besar terdiri dari helikopter tempur Mi-8MT (umumnya dikenal sebagai Mi-17).

Helikopter tempur Mi-8 nomor 7818 menembakkan roket selama latihan tahun 2024 (photo: ThanhNien)

Helikopter Soviet menggunakan senjata Amerika
Untuk meningkatkan daya tembak helikopter Mi-8T yang bertempur di medan perang Kamboja, angkatan udara memasang senapan mesin M-60 buatan Amerika pada pesawat tersebut. Mulai Mei 1984, helikopter Mi-8T juga menjatuhkan peluru mortir buatan Amerika (mengganti sumbu sinkron dengan sumbu kontak, setiap peluru dikemas dengan tambahan 50 gram bahan peledak plastik). Saat menjatuhkan peluru, pilot menggunakan sistem pembidik bom OPB-1R yang tersedia di Mi-8T.

Mi-8 adalah helikopter berukuran sedang yang dirancang oleh Institut Aerodinamika dan Hidraulik Pusat Uni Soviet (TsAGI) pada tahun 1960-an dan mulai beroperasi dengan Angkatan Udara Soviet pada tahun 1968. Hingga tahun 2024, Federasi Rusia masih memproduksi pesawat ini.

Selain peran umumnya sebagai helikopter angkut, Mi-8 juga berfungsi sebagai helikopter bersenjata, helikopter pengintai, dan helikopter komando dan kendali udara, dengan banyak varian.


160 komentar:

  1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI

    EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    --------------------
    Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
    Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
    Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
    Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
    Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
    --------------------
    Profil Demografi
    Mayoritas mereka yang pergi berada pada usia produktif puncak:
    Usia 31–40 tahun: Kelompok terbesar (31,6% atau 19.287 orang).
    Usia 21–30 tahun: Kelompok kedua terbesar (30,8% atau 18.827 orang).
    Gender: Mayoritas adalah wanita (sekitar 57,9% atau 35.356 orang).
    --------------------
    Sumber Berita Utama:
    The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
    Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
    New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
    VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
    Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.
    ------------------
    MALAYDESH UP TO =
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
    • Baseline projections:
    The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
    • Stress test results:
    In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
    • Risks:
    This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
    • Government response:
    The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
    ----------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  2. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK GORILA ....
    -------------------------------
    GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
    --------------------------------
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    ===================
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..

    BalasHapus
  3. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    ------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  4. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
    -
    2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
    -
    3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
    -
    4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
    -
    5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
    -
    6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
    -
    7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
    ----------------------
    1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
    Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
    • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
    • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
    • Tenor: 10 – 15 tahun.
    • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
    -
    2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
    Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
    • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
    • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
    • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
    -
    3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
    Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
    • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
    • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
    • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
    -
    4. China – Proyek LMS Batch 1
    Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
    • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
    • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
    • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
    • Tenor: 10 Tahun.
    • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
    Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
    -
    5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
    Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
    • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
    • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
    • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
    -
    6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
    Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
    • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
    • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
    -
    7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
    Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
    • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
    • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
    • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
    • Tenor: 15 Tahun.
    • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
    ----------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    -
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  5. 2026 JENDERAL = KORUPSI
    2026 PRAJURIT = PARTI WANITA
    2026 PROCUREMENT = CANCELLED/FREEZES
    -
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    2026 DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
    -
    ----------
    Sumber Berita Utama
    Tribun Jateng (7 Januari 2026)
    Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
    ----------
    Kompas.com (6 Januari 2026)
    Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
    ----------
    YouTube – Tribun Video
    Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
    --------------------------
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    2026 UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
    -
    • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malondesh Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
    -
    • Utusan Malondesh – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
    -
    • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
    -
    • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malondesh ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malondesh menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
    -
    • VIVA.co.id – Malondesh Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malondesh di tengah skandal rasuah.
    -
    • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malondesh Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek militer
    --------------------------
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
    The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.

    BalasHapus
  6. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    ------------------
    2026 PM says =
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
    The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
    https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
    -
    2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
    https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
    ------------------
    2023 PM says =
    MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR:
    The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
    “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
    ------------------
    GEMPURWIRA8 Januari 2026 pukul 13.44
    HOREYYYY....SHOPING...SHOPING....SHOPING....
    GORILLA MISKIN KEPANASAN....HAHAHAHA
    -
    GEMPURWIRA7 Januari 2026 pukul 11.55
    Alhamdulilah... Shoping lagi... Horeyyyyy
    -
    GEMPURWIRA8 Januari 2026 pukul 13.44
    HOREYYYY....SHOPING...SHOPING....SHOPING....
    GORILLA MISKIN KEPANASAN....HAHAHAHA

    BalasHapus
  7. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    ------------------
    2026 PM says =
    MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
    The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
    https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
    -
    2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
    https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
    ------------------
    2023 PM says =
    MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
    -
    KUALA LUMPUR:
    The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
    “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
    ----------------
    GEMPURWIRA26 Juni 2025 pukul 10.06
    GORILLA MISKIN PENCURI BERAS MALAYDESH mulai Panik... 3 BUAH LCS ON THE WAY... πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
    --------
    GEMPURWIRA26 Juni 2025 pukul 08.56
    PROGRAM LCS....πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡Ύ
    1.LCS 1 - TURUN DI AIR
    2. LCS 2 - TURUN DI AIR
    3. LCS 3 - bentuk fizikal kapal sudah kelihatan
    --------
    MMW9 Mei 2025 pukul 08.32
    GEMPURWIRA9 Mei 2025 pukul 07.33
    LCS 2 sudah selamat diturunkan ke AIR...GORILLA makin menangis TERSAKITI....HAHAHAHAH
    https://www.facebook.com/reel/2131741567302653
    Alhamdulillah....
    Program kita jalan terus Bro....
    Lantak la apa KONOHA nak cakap dan nak HOAXkan...
    Kita jalan terus!!!
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣
    --------
    MMW9 Mei 2025 pukul 08.35
    GEMPURWIRA9 Mei 2025 pukul 07.33
    LCS 2 sudah selamat diturunkan ke AIR...GORILLA makin menangis TERSAKITI....HAHAHAHAH
    https://www.facebook.com/reel/2131741567302653
    Aku kat Langkawi ni Bro... tengah tengok persediaan LIMA 2025.
    Tunggu LIMA 2025... banyak perancangan kita yang akan kita zahirkan.
    KITA JALAN TERUS!!!
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣
    --------
    MMW9 Mei 2025 pukul 11.02
    KAMI JALAN TERUS BRO... JALAN TERUS!
    Kami peduli apa korang cakap....KAMI JALAN TERUS!
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Byk perancangan nya alias byk BUAL KERJAAAN HAHHHAHA.
      kajian SEWA🀣🀣🀣

      Hapus
  8. Mana tuh yg mau sewa heli sampai skrg masih kajian wkkwkw

    BalasHapus
  9. From Italiano to Indonesia
    2 PPA.
    1 kapal induk heli Garibaldi
    24 M346
    Next 2 N212 tunggu di begall

    Ahhaayyy..Mamaaiaaa

    BalasHapus
  10. Matawang negara KASTA PENGUTANG makin HANCUR.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣



    1 MYR = 4,324 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. Urus tu mata Wang..bodo amat..ini forum militer,,!

      Hapus
  11. Kuekkekke...
    Saya kira heli punya ATM
    Hahhahha

    BalasHapus
  12. GORILLA MISKIN klaim sudah beli M346 guys... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
  13. Wuidii mirip roket di Esyu yak haha!πŸ‘πŸš€πŸ‘
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLbR85vJKLTsgFMMFNYamQ7z_iAbezCYk2cFM-QtQS82vZGMIt03pqYY6Sh1HkC4Aulv4nxDgkmN6tr4GAFn2-YAuloK5u9M83lgmPpcTnobiPnGgeO5wkjbMEwFYLFVHT2wjCrenGNT-qyA5aCmfGsVNoZCQMIP8obehcPGKfKo7-FtfZcaJc54ICt8qB/s640/anh-3-17660690475721647150286.webp

    BalasHapus
  14. Senilai TISU JAMBAN... 🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PMX HOMO KUNYIT MALONDESH LEBIH HINA DARI TOKAI 🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    2. Tp hatimu nangisss..😁

      Hapus
  15. Sewa heli aja gagal apalgi beli
    Hahhaha..membualπŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ–•πŸ–•πŸ˜‰

    BalasHapus
  16. Matawang negara KASTA PENGUTANG makin HANCUR.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣



    1 MYR = 4,324 IDR

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
  17. Sbeelah makin panas
    Wkkwk
    Soping membual

    BalasHapus
  18. Ringgit berjaya
    Sewa heli je gagal
    Malu membual terus wkwkkw
    Miskin sewa tak mampuπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ–•πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ–•πŸ–•πŸ–•πŸ–•

    BalasHapus
  19. Pagi tadi 1 RINGGIT setara RP4.309

    Sekarang makin JATUH sudah 1 RINGGIT setara RP4.324... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
  20. Ada berukbhs ringgit
    Tapi swewa heli gagal

    Wkkwkwkkww..lucu lawak πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ–•πŸ–•

    BalasHapus
  21. H225, Canopus, PBS, ATLAS segra ke tanah air beta hore haha!πŸ₯³πŸ‘πŸ₯³

    ada yg FANAASSSSSπŸ”₯ ketar ketir haha!πŸ₯ΆπŸ˜¬πŸ₯Ά

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita beda donk yaa om kalo SHOPPING ASET DATANG
      lah seblah, kertas kumpulin RFI dr lima19 omon2 doank haha!🍌πŸ€₯🍌

      Hapus
  22. Guys...... INGAT guys dengan matawang yang tak berharga.. HUTANG MAU DIBAYAR PAKAI APA.? πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
  23. tadi pagi ada yg bilang nak shopping
    siang ini ehhh sewa ajalah...jimat kos hahha!😜🀣😜

    BalasHapus
  24. Ayohhh tunjuk saya INDIANESIA sudah beli M346.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
  25. 3ringgit berjaya beli heli tak mampu sewa gagal
    WTF malondesh lawak πŸ–•πŸ–•πŸ–•πŸ€£πŸ€£

    BalasHapus
  26. Teringat Singapur AirShow 2022, ada yg di USIR PULANG gaesz, kahsiyan MeWeK haha!😭🍌😭

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    N⛔️ SLOT FOR EMKAEM haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    Lah Kok balik lagi, DI PERMALYUKAN sang mantan propinsi, emang tipe m muka badak haha!🦏🀣🦏
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    RMAF Su-30MKM Forced to Return to Malaysia, Withdraw from Singapore ...
    17 Feb 2022 — The Sukhoi Su-30MKM fighter jet does not have a slot in the Singapore Airshow 2022 static exhibition area.
    https://www.google.com/amp/s/mymilitarytimes.com/index.php/2022/02/17/rmaf-su-30mkm-forced-to-return-malaysia-withdraw-from-singapore-airshow-2022/amp/

    BalasHapus
  27. Negara MISKIN MEMANG LUCU.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣



    Utang RI Akhir 2025 Diprediksi Rp9.645 Triliun, Risiko Gagal Bayar Mengintai di 2026

    https://www.kabarbisnis.com/read/28133570/utang-ri-akhir-2025-diprediksi-rp9-645-triliun-risiko-gagal-bayar-mengintai-di-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. PANTAS PESAWAT DAN HELI JATUH =
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      NASIB GORILA TERIAK HUTANG RINGGIT KUAT =
      1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -----
      2025 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Hingga akhir kuartal ketiga (September 2025), hutang pemerintah nasional Malondesh tercatat sebesar USD 312,8 miliar.
      Rasio Hutang terhadap PDB: Pada September 2025, rasionya berada di angka 66,1%.
      Nilai dalam Ringgit: Per Juni 2025, hutang kerajaan dilaporkan mencapai RM 1,304 triliun.
      Total Liabilitas: Jika menyertakan komitmen kewangan lainnya, total hutang dan liabilitas pemerintah mencapai 84,1% dari PDB pada pertengahan 2025.
      -----
      2025 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Berdasarkan data kuartal kedua 2025, hutang luar negeri bruto Malondesh sempat mencapai puncaknya di angka RM 1,403 triliun.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

      Hapus
    2. GORILA DIAYAM-AYAMkAN = Ye Ye
      GORILA DIAYAM-AYAMKAN = UANG KOPI
      -
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      DIAYAM-AYAMKAN = YE YE
      ----------
      Sumber Berita Utama
      Tribun Jateng (7 Januari 2026)
      Melaporkan video viral yang memperlihatkan sejumlah personel militer Malaydesh berpesta bersama wanita panggilan di dalam kamp. Kasus ini memicu sorotan publik dan kritik terhadap disiplin militer.
      ----------
      Kompas.com (6 Januari 2026)
      Menyebut bahwa masyarakat Malaydesh bereaksi keras setelah video pesta tersebut tersebar. Kementerian Pertahanan menegaskan akan melakukan investigasi dan menindak sesuai aturan jika terbukti.
      ----------
      YouTube – Tribun Video
      Menayangkan rekaman pesta di barak militer Malaydesh. Disebutkan beberapa anggota yang terlibat sudah berkeluarga, sehingga menambah kontroversi
      --------------------------
      2026 JENDERAL UANG KOPI SEDAP .....
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      UANG KOPI 17 PERUSAHAAN
      • iNews.id – Mantan Panglima Angkatan Darat Malondesh Ditangkap Dugaan Korupsi Tender Militer Pada 7 Januari 2026, Hafizuddeain Jantan ditahan MACC bersama dua istrinya. Penangkapan ini terkait penyelidikan tender kontrak militer yang diduga penuh praktik suap.
      -
      • Utusan Malondesh – Kes tender TDM: Hafizuddeain tiba di SPRM dirakam keterangan Hafizuddeain terlihat hadir di kantor pusat SPRM pada 7 Januari 2026 untuk memberikan keterangan. Media melaporkan adanya aliran dana besar di rekening pribadinya yang menjadi fokus penyelidikan.
      -
      • New Straits Times (NST) – Ex-army chief, two wives among five held in graft probe MACC mengonfirmasi penahanan Hafizuddeain, dua istrinya, serta tiga orang lainnya. Mereka diduga terlibat dalam konspirasi memindahkan dana sebesar RM2,4 juta terkait proyek pengadaan militer.
      -
      • ANTARA News – Imbas isu rasuah, Malondesh ganti Panglima Angkatan Darat Pada 1 Januari 2026, Jenderal Datuk Azhan Md Othman resmi dilantik sebagai Panglima Angkatan Darat Malondesh menggantikan Hafizuddeain. Pergantian ini dilakukan setelah Hafizuddeain diminta cuti sejak 27 Desember 2025.
      -
      • VIVA.co.id – Malondesh Ganti Panglima Angkatan Darat Imbas Isu Korupsi Proyek Militer Pelantikan Azhan Md Othman disebut sebagai langkah menjaga integritas dan kesinambungan komando Angkatan Darat Malondesh di tengah skandal rasuah.
      -
      • Tempo.co – Dugaan Rasuah, Kepala Angkatan Darat Malondesh Diganti Media ini menyoroti bahwa pergantian jabatan dilakukan karena Hafizuddeain sedang diperiksa atas dugaan korupsi proyek militer

      Hapus
    3. AS-JERMAN MASUK, 443 TRILIUN
      ‎AUSI MASUK, RIBUAN TRILIUN
      ‎EURASIA-RUSIA MASUK
      ‎UNI EROPA MASUK
      ‎SING MASUK, 856 TRILIUN
      ‎CHINA MASUK, NIKEL, BYD, KELAPA DLL
      ‎KOREA MASUK, HYUNDAI, LOTTE, EV, CAR, STEEL DLL
      ‎VIET MASUK, VINFAST
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/JAPONW68UNW?SI=0YJQ00UT3IVVIZOK
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/J5HIIKEWZVU?SI=_-MWRMBTFNMGIML0
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/BRRWHX6JRYW?SI=IUEQRNPFNDUPZHLD
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/PG8VM1JESPI?SI=UTP6T_NEDA9IFI2D
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/KZ6YOZCBROY?SI=MUQCY0OFQYIG3R0D
      -
      ‎HTTPS://YOUTU.BE/D3UH2AH4BVK?SI=GZA3W602H_YQH4JE
      -
      ‎HTTPS://YOUTUBE.COM/SHORTS/B_B0GVHDFAI?SI=Y-GBSHUQFOCFNEMB
      ------------
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALAYDESH
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA = TIADA MALAYDESH
      PADA TAHUN 2025, CHINA TETAP MENJADI EKONOMI TERBESAR DI ASIA DENGAN PDB SEKITAR US$19,5 TRILIUN, DISUSUL OLEH JEPANG, INDIA, KOREA SELATAN, DAN INDONESIA YANG MASUK DALAM JAJARAN 10 BESAR.
      🌏RANKING EKONOMI TERBESAR ASIA 2025 (BERDASARKAN IMF & FORBES)
      PERINGKAT ASIA NEGARA ESTIMASI PDB 2025 (US$ TRILIUN) CATATAN UTAMA
      1 CHINA 19,5 = TETAP DOMINAN, PUSAT MANUFAKTUR & TEKNOLOGI
      2 JEPANG 4,9 = STABIL, MESKI PERTUMBUHAN MELAMBAT
      3 INDIA 4,3 = PERTUMBUHAN PESAT, DIDORONG SEKTOR JASA & DIGITAL
      4 KOREA SELATAN 2,1 = KUAT DI TEKNOLOGI & EKSPOR
      5 INDONESIA 1,8–2,0 = IMF MENEMPATKAN INDONESIA DI PERINGKAT 7 DUNIA, DI ATAS INGGRIS & PRANCIS
      6 ARAB SAUDI 1,5 = DIDUKUNG MINYAK & DIVERSIFIKASI EKONOMI
      7 TURKI 1,4 = EKONOMI CAMPURAN, POSISI STRATEGIS
      8 TAIWAN 1,2 = KUAT DI SEMIKONDUKTOR
      9 THAILAND 0,7 = PARIWISATA & MANUFAKTUR
      10 IRAN 0,6 = DIDUKUNG ENERGI, MESKI TERTEKAN SANKSI
      ----------
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      20 NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. TIONGKOK – US$40,7 TRILIUN
      2. AMERIKA SERIKAT – US$30,5 TRILIUN
      3. INDIA – US$17,6 TRILIUN
      4. RUSIA – US$7,19 TRILIUN
      5. JEPANG – US$6,74 TRILIUN
      6. INDONESIA – US$5,69 TRILIUN
      7. JERMAN – US$5,65 TRILIUN
      8. BRASIL – US$5,27 TRILIUN
      9. TURKI – US$3,91 TRILIUN
      10. MEKSIKO – US$3,88 TRILIUN
      11. MESIR – US$3,85 TRILIUN
      12. INGGRIS – US$3,82 TRILIUN
      13. PRANCIS – US$3,80 TRILIUN
      14. IRAN – US$3,74 TRILIUN
      15. PAKISTAN – US$2,09 TRILIUN
      16. BANGLADESH – US$2,05 TRILIUN
      17. ITALIA – US$2,04 TRILIUN
      18. VIETNAM – US$1,89 TRILIUN
      19. FILIPINA – US$1,87 TRILIUN
      20. THAILAND – US$1,85 TRILIUN
      ------------
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. AMERIKA SERIKAT – US$30,34 TRILIUN
      2. TIONGKOK – US$19,90 TRILIUN
      3. JERMAN – US$5,36 TRILIUN
      4. JEPANG – US$4,46 TRILIUN
      5. INDIA – US$4,26 TRILIUN
      6. INGGRIS – US$3,70 TRILIUN
      7. PRANCIS – US$3,26 TRILIUN
      8. ITALIA – US$2,56 TRILIUN
      9. BRASIL – US$2,52 TRILIUN
      10. KANADA – US$2,49 TRILIUN
      11. RUSIA – US$2,48 TRILIUN
      12. KOREA SELATAN – US$2,10 TRILIUN
      13. MEKSIKO – US$1,99 TRILIUN
      14. SPANYOL – US$1,82 TRILIUN
      15. INDONESIA – US$1,69 TRILIUN
      16. AUSTRALIA – US$1,68 TRILIUN
      17. TURKI – US$1,34 TRILIUN
      18. ARAB SAUDI – US$1,28 TRILIUN
      19. BELANDA – US$1,27 TRILIUN
      20. SWISS – US$1,16 TRILIUN

      Hapus
    4. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      πŸ“Š Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      πŸ“Œ Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    5. RASIO HUTANG LUAR NEGERI =
      70% PDB
      70% PDB
      70% PDB
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      πŸ“Œ Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB

      Hapus
    6. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      TIADA GORILA MALAYDESH ........
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      Sources:
      πŸ“Š Catatan Penting
      China vs AS: Secara global, AS masih nomor 1, tapi di Asia, China unggul jauh.
      Indonesia: Menariknya, ada perbedaan sumber. Forbes menempatkan Indonesia di peringkat 15 dunia, sedangkan IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia. Perbedaan ini muncul karena metodologi berbeda (nominal vs PPP, proyeksi vs realisasi).
      India: Diprediksi akan menyalip Jepang dalam dekade mendatang, menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia.
      Asia Timur & Tenggara: Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia menunjukkan daya saing kuat di sektor teknologi dan manufaktur.
      πŸ”Ž Analisis Singkat
      Asia tetap menjadi motor pertumbuhan global, dengan China, India, dan Indonesia sebagai tiga negara kunci yang mendorong dinamika ekonomi. Indonesia khususnya menarik karena lonjakan peringkat IMF menunjukkan potensi besar, meski masih ada tantangan seperti utang rumah tangga tinggi dan ketergantungan ekspor komoditas.

      Hapus
  28. Wooww italiano numero uno
    Jommm panas πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    BalasHapus
  29. Polandia mah mampu bayar biaya koneksi integrasi amraamnya,
    namun apadaya, yang punyak AMRAAM Amerika Tolak⛔️ haha!πŸ˜„πŸ˜‰πŸ˜„

    sedangkan ada penumpang gelap pengen NEBENK integrasi amraam GRATIS tapi GAGAL!!
    namanya kl gaesz haha!😬😎😬
    biasalah taktik negri🎰kasino genting ketauan trik jimat kosnya haha!🀣πŸ€₯🀣

    sama kayak nebenk MKI Indihe dolo..🍌
    Indihe bayar mahal bikin ESYU30 KASTEM,
    tetangga Sebelah NEBENK donk, tapi versi DONGRED, kecian haha!😡‍πŸ’«πŸ€£πŸ˜΅‍πŸ’«M346F CA$H siyap kirim haha!πŸ€‘πŸ˜ŽπŸ€‘
    Baca banner yaaa Sudah LOA nich haha!πŸ€‘πŸ˜‰πŸ€‘

    Eiiiitt WARGANYET kl, KEFANAAASSSSANN LAGGII..KHAN haha!😀πŸ”₯😀
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg

    BalasHapus
  30. Wow
    1 kapal induk
    2 PPA
    24 M346
    Tawaran kasel N212 huhuu
    1 A400 otw
    1 kapal BHo OTw

    Kami tunjuk tak bual macam malondesh wkkwkw

    BalasHapus
  31. klaim kaya, ehh taunya terima DONASI $ 200 juta dolar dari Amerika haha!πŸ˜±πŸ™„πŸ˜±

    Tak taunya negri🎰kasino kuala kumpur Tukang Ngemis Kelas Berat gaesz haha!✌️😁✌️
    MENJIJIKAN…woii Bikin Malyu King Charles aja haha!πŸ₯΄πŸ˜†πŸ₯΄

    KASTA LOW haha!😝🍌😝

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Hishammuddin Hussein πŸ‡²πŸ‡Ύ
    @HishammuddinH2O

    Spoke with πŸ‡ΊπŸ‡Έ US @SecDef Lloyd Austin last night.

    ✅ Reaffirmed strong πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡ΊπŸ‡Έ defence relations.
    ✅ Appreciation for over USD200M through BPC.

    https://x.com/HishammuddinH2O/status/1577828123923845120

    BalasHapus
  32. Siap datang on the way come to papa
    1 kapal BHO dri jerman
    1 kapal PPA
    1 A400

    Hahhahhaha...asoy

    BalasHapus
    Balasan
    1. heli karakal jugak donk..ghoib 2 bijik om haha!πŸ€£πŸ‘»πŸ€£

      Hapus
    2. Kita mah kontrak kosong barang pasti datang om biar kawasan gak panas macam gempur wkkw

      Hapus
    3. nyoiihhhh, drpd seblah 15 taon mangkrak sampe bosen seduniya denger bualannye haha!πŸ˜†πŸ˜œπŸ˜†

      Hapus
  33. Heli oh heli
    Sekelas malondesh rumggit oke berjaya
    Heli pun sewa gagal macam tak punya wang ke..tak dpt lender ke πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣

    BalasHapus
  34. Shoping premium from Italiano
    2 PPA
    1 kaapal induk heli dan drone
    24 M346
    Tawaran 2 kasel N212

    BalasHapus
  35. LAWAK nya SEPASANG MALON TUKANG BUAL
    LUMAYAN BUAT HIBURAN DI SINI
    🀣🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. satu pembual, satu lagi oncom om haha!🀣πŸ€ͺ🀣

      Hapus
  36. Anon13 Februari 2026 pukul 10.56
    Kalo malaydesh kaya, kok gak ada belanja? Jadi apa gunanya ringgitmu? Haha
    ==============================================

    Ada belanja, tapi kami tak la BODOH belanja beli Alutsista.
    Kami belanja untuk KESEJAHTERAAN rakyat:-

    1. Belanja OPERASI halau PATI khususnya PATI INDON yang berjumlah 1.5juta. Ini secara langsung melindungi pendapatan dan pekerjaan rakyat.

    https://www.youtube.com/watch?v=0jz7Ya_uQDE
    https://www.youtube.com/watch?v=bTU5bnCuOQc
    https://www.youtube.com/watch?v=S27-B3Equ3Y

    2. Sumbangan Asas Rahmah (SARA) untuk semua rakyat Malaysia atas 18 tahun, seorang dapat RM100. Kalau isi rumah ada ibu, bapa dan 3 orang anak melebihi 18 tahun, maka keseluruhan akan dapat RM500!

    3. SUBSIDI RON95 untuk rakyat Malaysia sahaja. 1 liter hanya RM1.99. Pekerja INDON kena bayaran 1 liter = RM2.54!

    4. PEMBANGUNAN ECRL sejauh 665km, sekarang mencapai 91% penyiapan. Target running 1 Jan 2027. Coach pun dah sampai untuk diuji.

    https://www.youtube.com/watch?v=tnqrqjOnzKE
    https://www.youtube.com/shorts/IyVQa4bisEs

    5. PEMBANGUNAN Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ). Ini akan menghasilkan 20,000 peluang pekerjaan berkemahiran tinggi (high skilled workers) dan 50 pelaburan berimpak tinggi dalam tempoh 5 tahun.

    Kat atas tu la perginya Wang Ringgit kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      NASIB GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT SEJAK 1998
      Malaydesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
      Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malaydesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
      1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
      Pemerintah Malaydesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
      Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malaydesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
      Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
      2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
      Salah satu tantangan berkelanjutan Malaydesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
      Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
      Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
      3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
      Ekonomi Malaydesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
      Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malaydesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
      Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

      Hapus
    2. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
      πŸ“Š Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
      Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
      Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
      Tren historis:
      Tertinggi: 73,2% pada 2016.
      Terendah: 52,9% pada 2010.
      Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
      πŸ“‰ Analisis
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      πŸ“Œ Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      1. Batas Limit Utang (65%)
      Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
      Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
      Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
      Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
      -
      2. Gov. Debt (69%)
      Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
      Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
      Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
      -
      3. Household Debt (84,3%)
      Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
      Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
      Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
      -
      Ringkasan Sumber Berita Utama:
      Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
      The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
      -
      KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).

      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    4. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      πŸ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      πŸ“Œ 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      πŸ“Œ 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      πŸ“Œ 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      πŸ“Š Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    5. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      πŸ“Š Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      πŸ“Œ Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    6. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      NASIB GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT = TAMBAH HUTANG
      Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
      Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
      1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
      Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
      Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malaydeshn Government Securities/MGS di Malaydesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
      2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
      Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
      Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
      Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
      Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
      3. Aturan Fiskal Malaydesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
      Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malaydesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
      Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
      Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malaydesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
      Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
      Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
      4. Menambah Beban Utang
      Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
      Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
      Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

      Hapus
  37. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    πŸ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
    Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
    Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
    Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
    πŸ“Œ 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
    Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
    Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
    Pilihan utama:
    Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
    Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
    πŸ“Œ 3. Penerbitan Obligasi Internasional
    Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
    πŸ“Œ 4. Dampak Ekonomi
    Negatif:
    Menambah beban utang luar negeri.
    Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
    Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
    πŸ“Š Alur Sederhana
    Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
    Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
    -----------
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

    BalasHapus
  38. GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 13.21
    Pagi tadi 1 RINGGIT setara RP4.309

    Sekarang makin JATUH sudah 1 RINGGIT setara RP4.324... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭
    =============================================

    Hujung tahun 2026 mungkin akan cecah 1 Ringgit = 5.000 Rupiah!!

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      NASIB GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT = TAMBAH HUTANG
      Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
      Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
      1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
      Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
      Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malaydeshn Government Securities/MGS di Malaydesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
      2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
      Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
      Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
      Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
      Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
      3. Aturan Fiskal Malaydesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
      Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malaydesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
      Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
      Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malaydesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
      Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
      Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
      4. Menambah Beban Utang
      Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
      Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
      Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

      Hapus
    2. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    4. BEDA KASTA ....
      -
      1. Batas Limit Utang terhadap PDB (Legal Ceiling)
      Indonesia: Memiliki batas limit sebesar 60%.
      Malaydesh: Memiliki batas limit sebesar 65%.
      Analisis: Malaydesh sudah melampaui ambang batas keamanan yang ditetapkan sendiri.
      -
      2. Utang Pemerintah (Government Debt)
      Indonesia: Berada di level aman sebesar 40% dari PDB.
      Malaydesh: Melonjak hingga 69% dari PDB.
      Status: Malaydesh dinyatakan Overlimit karena rasio utang pemerintah telah menembus batas kewajaran.
      -
      3. Utang Rumah Tangga (Household Debt)
      Indonesia: Sangat rendah di angka 16% dari PDB.
      Malaydesh: Sangat tinggi di angka 84,3% dari PDB.
      Dampak: Beban finansial rakyat Malaydesh jauh lebih berat karena sebagian besar pendapatan habis untuk membayar cicilan pribadi.
      -
      4. Total Beban Akumulasi (Gov + HH Debt)
      Indonesia: Total beban gabungan hanya sebesar 56% dari PDB.
      Malaydesh: Total beban gabungan mencapai 153,3% dari PDB.
      Risiko: Kondisi Malaydesh menunjukkan adanya Risiko Sistemik, di mana tekanan utang negara dan rakyat secara bersamaan dapat memicu krisis ekonomi yang dalam.
      -
      5. Analisis Krisis Utang Malaydesh (2010 - 2025)
      Data menunjukkan adanya tren "gali lubang tutup lubang" yang persisten:
      Pelanggaran Batas Aman: Sejak 2020 (62%), rasio utang Malaydesh terus merangkak naik hingga mencapai 70,4% pada 2024. Meskipun diproyeksikan turun tipis ke 69% pada 2025, angka ini tetap di atas batas aman 65%.
      Beban Per Kapita yang Masif:
      Setiap penduduk menanggung beban RM 81.998 (akumulasi utang negara dan rumah tangga).
      Tingginya utang rumah tangga (84,3% terhadap PDB) menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat dibiayai oleh kredit, bukan pendapatan riil. Ini adalah "bom waktu" ekonomi.
      Pertumbuhan Utang Nominal: Dari USD 150 miliar (2010) menjadi USD 375 miliar (2025). Kenaikan 150% dalam 15 tahun tanpa diimbangi kekuatan fiskal yang setara.
      -
      6. Dampak Terhadap Kekuatan Militer (Procurement Zonk)
      Kekangan keuangan akibat beban bunga utang berdampak langsung pada modernisasi pertahanan. Fenomena "Bual" (omong kosong) yang Anda sebutkan tercermin dalam:
      Krisis LCS (Littoral Combat Ship): Proyek mangkrak sejak 2011. Ketidakmampuan fiskal menyebabkan proyek strategis tidak selesai tepat waktu meski dana terus tersedot.
      Zonk Procurement (MRCA, SPH, MRSS):
      Ketidakstabilan politik (5x ganti PM & 6x ganti Menhan) merusak kontinuitas perencanaan.
      Anggaran pertahanan seringkali menjadi "korban" pertama ketika negara harus membayar cicilan utang yang jatuh tempo.
      Freeze 2026: Tanpa ruang fiskal (karena utang 69%), hampir mustahil melakukan pembelian alutsista besar di tahun-tahun mendatang.
      -
      6. Kesimpulan: Stabilitas vs Instabilitas
      Indonesia: Memiliki manajemen utang yang jauh lebih konservatif dan aman. Dengan utang pemerintah di 40% dan utang rumah tangga yang sangat rendah (16%), Indonesia memiliki kapasitas jauh lebih besar untuk melakukan pengadaan militer (Procurement) dan investasi infrastruktur tanpa risiko bangkrut.
      Malaydesh: Terjebak dalam Debt Trap (Perangkap Utang). Rasio utang terhadap PDB yang gabungan (Negara + Rumah Tangga) mencapai lebih dari 150% menandakan ekonomi yang sangat rapuh terhadap guncangan bunga global. Klaim pelunasan 2053 dianggap tidak realistis jika tren "utang bayar utang" terus berlanjut.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
  39. GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 13.21
    Pagi tadi 1 RINGGIT setara RP4.309

    Sekarang makin JATUH sudah 1 RINGGIT setara RP4.324... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭
    =============================================

    Hujung tahun 2026 mungkin akan cecah 1 Ringgit = 5.000 Rupiah!!

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


      Hapus
    2. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.



      Hapus
    4. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Mindef

      Hapus
  40. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      1. Batas Limit Utang (65%)
      Ini merujuk pada Statutory Debt Limit (Batas Utang Statutori) pemerintah Malaydesh.
      Sumber: Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF).
      Konteks: Parlemen Malaydesh menaikkan batas plafon utang dari 60% ke 65% dari PDB selama pandemi COVID-19 (melalui amandemen Akta Pendanaan Kerajaan 2021) untuk memberi ruang bagi paket stimulus.
      Berita Terkait: Laporan dari Bernama, The Star, atau The Edge Malaydesh mengenai sidang Parlemen (Dewan Rakyat) saat pengesahan plafon utang tersebut.
      -
      2. Gov. Debt (69%)
      Angka ini sering muncul dalam perdebatan mengenai Utang Sektor Publik secara keseluruhan.
      Sumber: Laporan Ekonomi (Economic Outlook) Kementerian Kewangan atau Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Secara teknis, utang langsung pemerintah biasanya dijaga di bawah 65%, namun jika digabungkan dengan komitmen kontinjensi (jaminan utang seperti 1MDB, pembangunan infrastruktur, dll), totalnya bisa mendekati atau melebihi 69-70% dari PDB.
      Berita Terkait: Pernah disinggung dalam pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim saat membentangkan Belanjawan (Budget) 2023/2024 mengenai total utang dan liabilitas negara yang mencapai RM1.5 triliun.
      -
      3. Household Debt (84,3%)
      Ini adalah angka yang sangat sering dikutip dalam laporan stabilitas keuangan.
      Sumber: Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh (BNM).
      Konteks: Malaydesh memang memiliki salah satu rasio utang rumah tangga terhadap PDB tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini fluktuatif; pada puncaknya memang berada di kisaran 89% dan belakangan berada di angka 84% hingga 84,2%.
      Berita Terkait: Artikel di Free Malaydesh Today (FMT) atau Malay Mail yang membahas risiko kredit konsumen akibat tingginya cicilan rumah dan kendaraan.
      -
      Ringkasan Sumber Berita Utama:
      Jika Anda ingin mencari berita spesifik terkait data di atas, Anda bisa merujuk pada:
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Untuk data utang rumah tangga (Household Debt).
      The Edge Malaydesh: Portal berita bisnis paling otoritatif di Malaydesh yang sering membedah angka-angka ini secara kritis.
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh: Untuk data plafon utang hukum (Statutory Debt).
      -
      KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).

      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    2. SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      πŸ“Œ 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      πŸ“Œ 2. Defisit Fiskal dan Kebutuhan Pembiayaan
      Defisit fiskal berarti pengeluaran negara > pendapatan negara.
      Untuk menutup kekurangan ini, pemerintah harus mencari sumber dana tambahan.
      Pilihan utama:
      Utang domestik (obligasi pemerintah dalam negeri)
      Utang luar negeri (obligasi internasional, pinjaman bilateral/multilateral)
      πŸ“Œ 3. Penerbitan Obligasi Internasional
      Malaydesh sering menerbitkan Global Sukuk atau International Bonds di pasar internasional.
      πŸ“Œ 4. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      πŸ“Š Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal
      -----------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    3. HUTANG LUAR NEGERI
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      RASIO 70% PDB
      Rasio hutang luar negeri Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70% pada tahun 2024–2025, menunjukkan tingkat ketergantungan yang cukup tinggi terhadap pembiayaan eksternal.
      πŸ“Š Detail Rasio Hutang Luar Negeri Malaydesh
      2023: 68.2% dari PDB
      2024: 69.7% dari PDB
      Puncak historis: 73.2% (tahun 2016)
      Terendah historis: 52.9% (tahun 2010)
      2025 (Q3): Utang luar negeri tercatat sekitar 1.381 miliar MYR
      πŸ“Œ Interpretasi Ekonomi
      Tingkat moderat-tinggi: Rasio hampir 70% menandakan Malaydesh cukup bergantung pada pembiayaan luar negeri.
      Stabilitas: Meskipun tinggi, Malaydesh masih mampu menjaga arus modal dan cadangan devisa sehingga risiko krisis utang relatif terkendali.
      Faktor pendorong:
      Investasi asing langsung (FDI) dan pembiayaan korporasi internasional.
      Pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor energi.
      Fluktuasi nilai tukar ringgit terhadap USD
      -----------
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI
      70 % PDB = HUTANG LUAR NEGERI

      Hapus
    4. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    5. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  41. TOP TEN ASIA
    -
    10 negara dengan ekonomi terbesar di Asia berdasarkan PDB (GDP) PPP (Purchasing Power Parity) untuk tahun 2025, merujuk pada data IMF World Economic Outlook dan Statista:
    1. Tiongkok – US$ 37,07 triliun
    (Ekonomi terbesar di dunia dan Asia dalam hal daya beli riil).
    2. India – US$ 16,19 triliun
    (Kekuatan raksasa Asia Selatan dengan pertumbuhan domestik yang masif).
    3. Jepang – US$ 6,70 triliun
    (Tetap kuat meski pertumbuhan melambat, didorong sektor industri canggih).
    4. Indonesia – US$ 5,03 triliun
    (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara; berada di peringkat 4 Asia dan 7 dunia dalam versi PPP).
    5. Turki – US$ 3,83 triliun
    (Ekonomi lintas benua dengan basis manufaktur dan perdagangan yang kuat).
    6. Korea Selatan – US$ 3,06 triliun
    (Pusat inovasi teknologi dengan efisiensi produksi yang tinggi).
    7. Arab Saudi – US$ 2,42 triliun
    (Negara terkaya di Timur Tengah yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi).
    8. Iran – US$ 1,85 triliun
    (Memiliki basis industri dan energi yang besar di wilayah Asia Barat).
    9. Taiwan – US$ 1,81 triliun
    (Sangat efisien dalam nilai ekonomi riil berkat dominasi semikonduktor global).
    10. Pakistan – US$ 1,72 triliun
    (Masuk 10 besar karena jumlah populasi besar yang mendorong volume ekonomi domestik).
    -
    10 negara dengan PDB (GDP) Nominal terbesar di Asia untuk tahun 2025 berdasarkan data proyeksi dari IMF World Economic Outlook dan analisis Forbes India:
    1. Tiongkok – US$ 19,39 triliun
    (Tetap menjadi pemimpin ekonomi di Asia dan pusat manufaktur global).
    2. Jepang – US$ 4,28 triliun
    (Ekonomi maju yang mengandalkan sektor otomotif dan teknologi presisi).
    3. India – US$ 4,12 triliun
    (Ekonomi dengan pertumbuhan tercepat, diprediksi segera melampaui Jepang).
    4. Korea Selatan – US$ 1,86 triliun
    (Raksasa teknologi dan ekspor semikonduktor global).
    5. Indonesia – US$ 1,55 triliun
    (Ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan kekuatan baru di G20).
    6. Turki – US$ 1,32 triliun
    (Pusat industri yang menghubungkan pasar Asia dan Eropa).
    7. Arab Saudi – US$ 1,14 triliun
    (Pemimpin pasar energi yang sedang melakukan diversifikasi ekonomi masif).
    8. Taiwan – US$ 884,39 miliar
    (Pemain kunci dunia dalam industri chip dan sirkuit terpadu).
    9. Uni Emirat Arab – US$ 548,51 miliar
    (Pusat keuangan, perdagangan, dan logistik internasional).
    10. Thailand – US$ 546,21 miliar
    (Kuat di sektor pariwisata dan rantai pasok otomotif regional).
    -
    INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

    BalasHapus
  42. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      2009–2024: 66,0%.
      Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
      πŸ“Š Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
      Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
      Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
      Tren historis:
      Tertinggi: 73,2% pada 2016.
      Terendah: 52,9% pada 2010.
      Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
      -----------
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
      2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

      Hapus
    2. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      NASIB GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT SEJAK 1998
      Malaydesh mengalami defisit anggaran federal secara berkelanjutan sejak tahun 1998, yang didorong oleh kombinasi kelemahan struktural ekonomi dan kebijakan fiskal ekspansif yang berkelanjutan.
      Berikut adalah penjelasan detail mengenai kelemahan ekonomi Malaydesh yang berkontribusi terhadap defisit kronis tersebut:
      1. Ketergantungan pada Kebijakan Fiskal Ekspansif
      Pemerintah Malaydesh secara konsisten menjalankan kebijakan fiskal ekspansif (mengeluarkan lebih banyak uang daripada pendapatan) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama setelah Krisis Finansial Asia 1998.
      Pembiayaan Melalui Utang: Karena pengeluaran melebihi pendapatan, pemerintah membiayai defisit ini melalui pinjaman (utang), yang menyebabkan peningkatan utang publik secara berkelanjutan. Pinjaman ini, menurut aturan fiskal Malaydesh, ditujukan untuk membiayai pengeluaran pembangunan, namun tetap menambah beban utang.
      Beban Subsidi Tinggi: Sebagian besar pengeluaran pemerintah dialokasikan untuk subsidi yang besar (seperti bahan bakar dan pangan), yang membebani anggaran negara dalam jangka panjang dan mengurangi fleksibilitas fiskal.
      2. Struktur Penerimaan Pajak yang Belum Optimal
      Salah satu tantangan berkelanjutan Malaydesh adalah penerimaan pajak yang tidak mencukupi untuk menutupi pengeluaran pemerintah yang tinggi.
      Perdebatan Pajak: Terdapat perdebatan mengenai strategi keuangan, seperti penerapan kembali Pajak Barang dan Jasa (GST) atau reformasi sistem pajak lainnya, untuk meningkatkan basis pendapatan, namun implementasinya sering kali menghadapi resistensi politik dan tantangan.
      Ketergantungan pada Komoditas: Meskipun ekonominya telah terdiversifikasi, pendapatan negara masih sangat bergantung pada sektor komoditas seperti minyak dan gas, yang pendapatannya fluktuatif mengikuti harga pasar global.
      3. Kerentanan Eksternal dan Fluktuasi Mata Uang
      Ekonomi Malaydesh masih rentan terhadap guncangan eksternal dan pergerakan pasar global.
      Pelemahan Ringgit: Mata uang Ringgit Malaydesh (RM) sering mengalami pelemahan signifikan terhadap Dolar AS, terutama saat terjadi penguatan dolar AS atau perbedaan suku bunga yang lebar. Pelemahan mata uang ini meningkatkan beban utang luar negeri dalam mata uang asing dan biaya impor, yang berdampak negatif pada neraca keuangan negara.
      Arus Modal Keluar: Kerentanan terhadap sentimen pasar global dapat memicu arus modal keluar yang cepat, memberikan tekanan lebih lanjut pada mata uang dan cadangan devisa.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      NASIB GORILA MALAYDESH ........
      DEFISIT = TAMBAH HUTANG
      Pembiayaan defisit anggaran pemerintah melalui utang adalah mekanisme fiskal standar yang digunakan ketika total pengeluaran pemerintah melebihi total pendapatannya dalam satu periode fiskal tertentu.
      Berikut penjelasan detail mengenai proses dan implikasinya, khususnya dalam konteks aturan fiskal yang disebutkan:
      1. Mekanisme Pembiayaan Melalui Utang
      Ketika pemerintah menghadapi defisit fiskal (pengeluaran > pendapatan), mereka perlu menutupi selisih tersebut untuk menjaga operasional dan komitmen keuangan negara tetap berjalan. Cara utamanya adalah dengan meminjam dana, yang pada dasarnya merupakan "Pembiayaan Melalui Utang".
      Pemerintah melakukannya dengan menerbitkan instrumen utang, seperti obligasi pemerintah atau surat perbendaharaan negara (Surat Utang Negara/SUN di Indonesia atau Malaydeshn Government Securities/MGS di Malaydesh), yang dibeli oleh investor domestik dan internasional (bank, dana pensiun, individu, bank sentral, dll.). Dana yang terkumpul dari penjualan instrumen ini kemudian digunakan untuk membiayai pengeluaran pemerintah.
      2. Peningkatan Utang Publik Secara Berkelanjutan
      Setiap kali pemerintah meminjam untuk menutupi defisit, jumlah total utang yang terakumulasi—yang disebut utang publik atau utang negara—akan meningkat. Jika defisit terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun, utang publik juga akan meningkat secara berkelanjutan (akumulatif).
      Peningkatan utang ini menciptakan beban ganda di masa depan:
      Pembayaran Pokok: Utang harus dilunasi saat jatuh tempo.
      Bunga: Pemerintah harus membayar bunga secara berkala kepada pemegang obligasi, yang menjadi pos pengeluaran rutin dalam anggaran tahunan (pos pembayaran kewajiban utang).
      3. Aturan Fiskal Malaydesh: Fokus pada Pengeluaran Pembangunan
      Poin kunci dalam deskripsi Anda adalah bahwa, menurut aturan fiskal Malaydesh, pinjaman ini diarahkan secara spesifik untuk membiayai pengeluaran pembangunan (development expenditure).
      Hal ini mencerminkan prinsip manajemen fiskal tertentu:
      Pemisahan Anggaran: Banyak negara, termasuk Malaydesh, memisahkan anggaran belanja menjadi dua kategori utama:
      Belanja Operasional (atau Belanja Berulang): Gaji pegawai negeri, pensiun, subsidi, pemeliharaan rutin, dan pembayaran bunga utang.
      Belanja Pembangunan (atau Belanja Modal/Investasi): Pembangunan infrastruktur (jalan, sekolah, rumah sakit, pelabuhan), investasi dalam teknologi, dan proyek-proyek yang meningkatkan kapasitas produksi atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
      Prinsip Pinjaman Produktif: Aturan fiskal yang baik sering kali menetapkan bahwa utang sebaiknya digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang (belanja pembangunan) yang diharapkan dapat memberikan return ekonomi di masa depan, bukan untuk membiayai konsumsi atau pengeluaran operasional sehari-hari. Logikanya, aset yang diciptakan melalui belanja pembangunan akan membantu melunasi utang tersebut di masa depan.
      4. Menambah Beban Utang
      Meskipun utang tersebut digunakan untuk tujuan "baik" atau produktif (pembangunan), fakta fundamentalnya tetap: utang tersebut menambah beban utang negara.
      Beban Absolut: Jumlah utang nominal meningkat.
      Beban Relatif: Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat, yang merupakan indikator kesehatan fiskal utama yang diawasi oleh pasar dan lembaga pemeringkat kredit

      Hapus
    4. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      -----
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
      -----
      17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD.

      Hapus
    5. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --------------------------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Mindef.

      Hapus
    6. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    7. BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      --------------------------------
      TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
      ===================
      2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
      -----
      2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
      ------
      2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
      -----
      2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
      -----
      2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
      -----
      2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
      -----
      2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..


      Hapus
    8. REAL versus ZONK
      -
      Perbandingan antara lonjakan pengadaan alutsista Indonesia (modernisasi masif) dengan rentetan kegagalan atau penundaan (Zonk) di Malaydesh pada periode yang sama (2020–2025):
      1. Matra Udara: Jet Tempur & Angkut
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Dassault Rafale (Prancis): Sukses mengaktifkan kontrak untuk 42 unit; pengiriman tahap pertama dijadwalkan mulai awal 2026.
      Airbus A400M Atlas: Pembelian 2 unit pesawat angkut berat berkemampuan tanker yang akan memperkuat logistik udara.
      C-130J Super Hercules: Penambahan 5 unit armada baru yang sudah mulai tiba dan beroperasi untuk TNI AU.
      Malaydesh (Zonk/Batal):
      MRCA (Multi-Role Combat Aircraft): Program penggantian jet tempur (seperti MiG-29 yang sudah pensiun) berstatus Zonk (batal/beku) karena masalah anggaran.
      Helikopter Black Hawk: Upaya sewa/beli baru-baru ini dibatalkan setelah mendapat sorotan tajam dari otoritas tertinggi karena inefisiensi pengadaan.
      LIFT FA-50 (Korea Selatan): Meskipun ada kesepakatan, jumlahnya sangat terbatas dan belum cukup menutupi celah kekuatan udara yang menua.
      2. Matra Laut: Kapal Perang & Selam
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Kapal Selam Scorpene Evolved: Kontrak dengan Naval Group Prancis untuk 2 unit kapal selam tercanggih dengan teknologi baterai Lithium-ion.
      Fregat Merah Putih (Arrowhead 140): Pembangunan 2 unit fregat berat kelas dunia di galangan kapal lokal (PT PAL) bekerja sama dengan Babcock Inggris.
      Fregat Paolo Thaon di Revel (PPA): Akuisisi 2 unit kapal patroli tempur canggih dari galangan Fincantieri Italia yang siap kirim.
      Malaydesh (Zonk/Mangkrak):
      LCS (Littoral Combat Ship) Kelas Maharaja Lela: Proyek mangkrak sejak 2011. Kapal pertama baru memulai sea trial pada Januari 2026 dengan estimasi penyerahan (tauliah) paling cepat Desember 2026—setelah belasan tahun tertunda.
      MRSS (Multi-Role Support Ship): Program kapal induk/LPD berstatus Zonk (tidak ada progres pembelian) karena prioritas anggaran dialihkan untuk menambal kerugian proyek LCS.
      Kapal Selam Scorpene: Hanya mengandalkan 2 unit lama tanpa ada program penambahan atau modernisasi signifikan di tengah anggaran yang terkunci.
      3. Matra Darat: Artileri & Kendaraan Tempur
      Indonesia (Sukses/Aktif):
      Rudal Khan (Turki): Akuisisi sistem rudal balistik taktis jarak menengah untuk meningkatkan daya gempur strategis.
      Tank Harimau: Produksi massal tank medium hasil kerja sama PT Pindad dan FNSS Turki yang kini sudah memperkuat satuan kavaleri.
      Radar Ground Master 400 Alpha: Pembelian 13 unit radar pertahanan udara canggih dari Thales Prancis untuk memantau seluruh wilayah kedaulatan.
      Malaydesh (Zonk/Stagnan):
      SPH (Self-Propelled Howitzer): Program pengadaan meriam gerak sendiri (seperti M109 atau K9) berulang kali masuk daftar belanja namun selalu dicoret karena "kekangan kewangan".
      Modernisasi Tank: Tidak ada penambahan armada tank tempur utama (MBT) baru; masih mengandalkan PT-91M Pendekar dalam jumlah terbatas.
      4. Akar Masalah: Anggaran vs Realitas
      Indonesia: Memanfaatkan Foreign Military Financing dan ruang fiskal yang sehat (Utang/GDP 40%) untuk melakukan belanja besar di saat harga pasar kompetitif.
      Malaydesh: Terjebak pada belanja operasional yang sangat besar (mencapai RM 355 miliar dari total anggaran RM 421 miliar) untuk membayar gaji dan perawatan alutsista tua, sehingga sisa dana untuk pembangunan atau pembelian baru sangat minim.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
  43. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. RASIO HUTANG LUAR NEGERI =
      70% PDB
      70% PDB
      70% PDB
      Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
      Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
      Perbandingan regional:
      1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
      2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
      3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
      πŸ“Œ Kesimpulan
      Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
      Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
      Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
      -----------
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB
      2025 RASIO HUTANG LUAR NEGERI 70% PDB

      Hapus
    2. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      TIADA GORILA MALAYDESH ........
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA
      Pada tahun 2025, China tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia dengan PDB sekitar US$19,5 triliun, disusul oleh Jepang, India, Korea Selatan, dan Indonesia yang masuk dalam jajaran 10 besar.
      🌏Ranking Ekonomi Terbesar Asia 2025 (berdasarkan IMF & Forbes)
      Peringkat Asia Negara Estimasi PDB 2025 (US$ triliun) Catatan Utama
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      Sources:
      πŸ“Š Catatan Penting
      China vs AS: Secara global, AS masih nomor 1, tapi di Asia, China unggul jauh.
      Indonesia: Menariknya, ada perbedaan sumber. Forbes menempatkan Indonesia di peringkat 15 dunia, sedangkan IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia. Perbedaan ini muncul karena metodologi berbeda (nominal vs PPP, proyeksi vs realisasi).
      India: Diprediksi akan menyalip Jepang dalam dekade mendatang, menjadi ekonomi terbesar kedua di Asia.
      Asia Timur & Tenggara: Korea Selatan, Taiwan, dan Indonesia menunjukkan daya saing kuat di sektor teknologi dan manufaktur.
      πŸ”Ž Analisis Singkat
      Asia tetap menjadi motor pertumbuhan global, dengan China, India, dan Indonesia sebagai tiga negara kunci yang mendorong dinamika ekonomi. Indonesia khususnya menarik karena lonjakan peringkat IMF menunjukkan potensi besar, meski masih ada tantangan seperti utang rumah tangga tinggi dan ketergantungan ekspor komoditas.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. Turki (TΓΌrkiye) = Mekanisme Utama: OECD CIRR / Kerangka Kerja G2G.
      -
      2. Korea Selatan = Mekanisme Utama: KEXIM (Subsidi Ekspor Negara).
      -
      3. China = Mekanisme Utama: China Eximbank (Pinjaman Preferensial).
      -
      4. Polandia = Mekanisme Utama: UKEF (Strict Rules / Aturan Ketat)
      -
      5. Inggris (UK) = Mekanisme: Fasilitas UK Export Finance (UKEF) berbasis aturan OECD 6 CIRR atau National Loans Fund.
      -
      6. Jerman (Germany) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui lembaga Euler Hermes yang berkolaborasi dengan bank komersial (contoh: Deutsche Bank).
      -
      7. Italia (Italy) = Mekanisme: Kredit Ekspor melalui SACE (Lembaga Kredit Ekspor Italia).
      ----------------------
      1. Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
      ----------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
      -
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      --------------
      "Prank Gorila" (2005–2026):
      2005 (China):
      Batal membeli rudal KS-1A meski sudah ada kesepakatan transfer teknologi.
      -
      2014 (Prancis):
      Rencana akuisisi 18 jet Dassault Rafale tertunda tanpa batas waktu karena anggaran.
      -
      2016 (Prancis):
      Penandatanganan minat (LoI) untuk artileri Nexter Caesar berakhir tanpa kontrak resmi.
      -
      2017 (Pakistan):
      Ketertarikan pada jet JF-17 Thunder tidak pernah berlanjut ke tahap akuisisi.
      -
      2018 (Indonesia):
      Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL yang dijanjikan Agustus 2018 gagal terealisasi.
      -
      2022 (India/Turki/Slovakia):
      Negosiasi jet HAL Tejas gagal (pilih FA-50); rencana artileri Yavuz dan EVA 155mm dibatalkan/diganti.
      -
      2023 (IAG Guardian):
      Kendaraan untuk misi PBB di Lebanon (UNIFIL) ditolak karena tidak layak operasional.
      -
      2024–2025 (Black Hawk & Hornet):
      Sewa helikopter Black Hawk gagal total; rencana beli jet F/A-18 Hornet bekas Kuwait tetap tidak menemui kejelasan.
      -
      2026 (Pembekuan Total): PM Anwar Ibrahim membekukan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan skandal korupsi dan kartel di Kemenhan.

      Hapus
    5. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -----------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK GORILA ....
      -------------------------------
      GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  44. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
    πŸ“Š Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
    Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
    Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
    Tren historis:
    Tertinggi: 73,2% pada 2016.
    Terendah: 52,9% pada 2010.
    Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
    -----------
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

    BalasHapus
  45. RATA-RATA HUTANG LUAR NEGERI =
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    2009–2024: 66,0%.
    Per tahun 2025, rasio utang luar negeri (ULN) Malaydesh terhadap PDB berada di kisaran 69–70%, sedikit naik dibandingkan 2023 (68,2%) dan 2024 (69,7%).
    πŸ“Š Rincian Utang Luar Negeri Malaydesh 2025
    Total ULN kuartal III 2025: MYR 1.381,2 miliar (turun dari MYR 1.403,3 miliar kuartal II 2025).
    Rasio ULN terhadap PDB: sekitar 69–70%.
    Tren historis:
    Tertinggi: 73,2% pada 2016.
    Terendah: 52,9% pada 2010.
    Rata-rata 2009–2024: 66,0%.
    πŸ“‰ Analisis
    Stabilitas: Rasio ULN Malaydesh relatif tinggi dibandingkan banyak negara ASEAN, menunjukkan ketergantungan besar pada pembiayaan eksternal.
    Struktur ULN: Sebagian besar ULN Malaydesh berbentuk utang jangka panjang, sehingga risiko likuiditas jangka pendek lebih terkendali.
    Perbandingan regional:
    1. Indonesia (2025): ULN sekitar 29,5% PDB.
    2. Thailand (2025): ULN sekitar 38–40% PDB.
    3. Filipina (2025): ULN sekitar 30–32% PDB. → Malaydesh menonjol sebagai negara dengan rasio ULN tertinggi di ASEAN.
    πŸ“Œ Kesimpulan
    Rasio ULN Malaydesh 2025: sekitar 69–70% PDB.
    Angka ini jauh lebih tinggi dibanding Indonesia, Thailand, dan Filipina, sehingga Malaydesh memiliki beban eksternal lebih besar.
    Meskipun sebagian besar ULN bersifat jangka panjang, tingginya rasio tetap menjadi tantangan bagi stabilitas fiskal dan nilai tukar ringgit.
    -----------
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB
    2025 HUTANG LUAR NEGERI 69-70% PDB

    BalasHapus
  46. KLAIM CASH = GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    --------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK GORILA ....
    -
    GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.


    BalasHapus
  47. Horee..baru lagi..
    Malaydesh tarik tug boat..NGUTANG
    πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ
    ====
    "...Dengan kapasitas bahan bakar 610 meter kubik, KRI Canopus 936 diklaim mampu menempuh jarak hingga 10.000 mil laut tanpa henti, dengan kecepatan maksimum 16 knot dan daya tahan operasi mencapai 60 hari..."

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

      πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

      Hapus
    2. BEDA KELAS ......
      -
      Analisis perbandingan risiko fiskal dan beban utang antara Indonesia dan Malaydesh dalam bentuk daftar poin untuk kemudahan pembacaan:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia (Zona Aman):
      Rasio utang pemerintah sangat terkendali di angka 40% dari GDP.
      Masih memiliki selisih 20% sebelum menyentuh batas limit undang-undang (60%).
      Utang rumah tangga sangat rendah (16%), menandakan daya beli masyarakat masih berbasis pendapatan, bukan kredit.
      Malaydesh (Zona Merah/Overlimit):
      Rasio utang pemerintah mencapai 69% - 70,4%, melampaui batas aman yang ditetapkan (65%).
      Utang rumah tangga sangat ekstrem mencapai 84,3% dari GDP.
      Total beban utang (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari GDP, menciptakan risiko kebangkrutan sistemik.
      ________________________________________
      2. Beban Rakyat Malaydesh (Per Kapita)
      Beban Utang Negara: Setiap individu di Malaydesh menanggung beban sebesar RM 36.139.
      Beban Utang Pribadi: Setiap individu rata-rata memiliki utang rumah tangga sebesar RM 45.859.
      Total Beban Individu: Setiap kepala di Malaydesh "berhutang" sebanyak RM 81.998. Ini menjelaskan mengapa terjadi eksodus besar-besaran (97.000 orang) karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
      ________________________________________
      3. Tren Gali Lubang Tutup Lubang (2010 - 2025)
      Pertumbuhan Utang: Dalam 15 tahun, nominal utang melonjak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar (naik 150%).
      Siklus Gagal Bayar: Data menunjukkan utang baru digunakan hanya untuk menutupi bunga dan pokok utang lama, bukan untuk pembangunan produktif.
      Kegagalan Target: Janji pelunasan utang pada tahun 2053 diprediksi gagal total karena jumlah utang nominal terus bertambah setiap tahunnya.
      ________________________________________
      4. Dampak Kelumpuhan Militer (Zonk Procurement)
      Akibat keuangan yang "sekarat" karena cicilan utang, modernisasi militer Malaydesh mengalami kegagalan total:
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5 kali Perdana Menteri dan 6 kali Menteri Pertahanan menghancurkan konsistensi kebijakan pertahanan.
      Proyek Mangkrak (LCS): Proyek kapal perang yang berjalan sejak 2011 tetap berstatus ZONK (tidak kunjung selesai) meskipun uang negara terus mengalir.
      Pembatalan Massal: Program MRCA (pesawat tempur), SPH (meriam), dan MRSS (kapal angkut) semuanya berstatus NO PROCUREMENT atau dibekukan karena "kekangan kewangan" (anggaran membeku hingga 2026).
      Ketimpangan: Saat negara tetangga (seperti Indonesia) aktif belanja alutsista baru, Malaydesh hanya bisa melakukan "Bual" (klaim tanpa realisasi).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    3. BEDA KELAS ......
      -
      Analisis perbandingan risiko fiskal dan beban utang antara Indonesia dan Malaydesh dalam bentuk daftar poin untuk kemudahan pembacaan:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia (Zona Aman):
      Rasio utang pemerintah sangat terkendali di angka 40% dari GDP.
      Masih memiliki selisih 20% sebelum menyentuh batas limit undang-undang (60%).
      Utang rumah tangga sangat rendah (16%), menandakan daya beli masyarakat masih berbasis pendapatan, bukan kredit.
      Malaydesh (Zona Merah/Overlimit):
      Rasio utang pemerintah mencapai 69% - 70,4%, melampaui batas aman yang ditetapkan (65%).
      Utang rumah tangga sangat ekstrem mencapai 84,3% dari GDP.
      Total beban utang (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari GDP, menciptakan risiko kebangkrutan sistemik.
      ________________________________________
      2. Beban Rakyat Malaydesh (Per Kapita)
      Beban Utang Negara: Setiap individu di Malaydesh menanggung beban sebesar RM 36.139.
      Beban Utang Pribadi: Setiap individu rata-rata memiliki utang rumah tangga sebesar RM 45.859.
      Total Beban Individu: Setiap kepala di Malaydesh "berhutang" sebanyak RM 81.998. Ini menjelaskan mengapa terjadi eksodus besar-besaran (97.000 orang) karena tekanan biaya hidup yang tinggi.
      ________________________________________
      3. Tren Gali Lubang Tutup Lubang (2010 - 2025)
      Pertumbuhan Utang: Dalam 15 tahun, nominal utang melonjak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar (naik 150%).
      Siklus Gagal Bayar: Data menunjukkan utang baru digunakan hanya untuk menutupi bunga dan pokok utang lama, bukan untuk pembangunan produktif.
      Kegagalan Target: Janji pelunasan utang pada tahun 2053 diprediksi gagal total karena jumlah utang nominal terus bertambah setiap tahunnya.
      ________________________________________
      4. Dampak Kelumpuhan Militer (Zonk Procurement)
      Akibat keuangan yang "sekarat" karena cicilan utang, modernisasi militer Malaydesh mengalami kegagalan total:
      Ketidakstabilan Politik: Pergantian 5 kali Perdana Menteri dan 6 kali Menteri Pertahanan menghancurkan konsistensi kebijakan pertahanan.
      Proyek Mangkrak (LCS): Proyek kapal perang yang berjalan sejak 2011 tetap berstatus ZONK (tidak kunjung selesai) meskipun uang negara terus mengalir.
      Pembatalan Massal: Program MRCA (pesawat tempur), SPH (meriam), dan MRSS (kapal angkut) semuanya berstatus NO PROCUREMENT atau dibekukan karena "kekangan kewangan" (anggaran membeku hingga 2026).
      Ketimpangan: Saat negara tetangga (seperti Indonesia) aktif belanja alutsista baru, Malaydesh hanya bisa melakukan "Bual" (klaim tanpa realisasi).
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
  48. NEGARA MEMBER GENK ELIT DUNIA TA PERLU KONTRAK PUN BRANG DATANG SENDIRI BEDA SAMA NEGARA MISKIN MEMBER GENK SULIT MACAM MALONDESH 🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

      πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

      Hapus
    2. STABILITAS VS. RISIKO SISTEMIK
      -
      Kesimpulan Strategis: Stabilitas vs. Risiko Sistemik
      Analisis komparatif periode 2010–2025 menunjukkan perbedaan kontras antara manajemen fiskal yang konservatif (Indonesia) dan pola pertumbuhan utang yang tidak berkelanjutan (Malaydesh). Hal ini berdampak langsung pada kemampuan negara dalam memodernisasi kekuatan pertahanan mereka.
      1. Kesehatan Fiskal dan Manajemen Utang
      Secara fundamental, Indonesia berada dalam posisi yang jauh lebih tangguh dibandingkan Malaydesh:
      Ketahanan Anggaran: Indonesia mempertahankan rasio utang pemerintah di angka 40%, jauh di bawah ambang batas hukum (legal ceiling) 60%. Sebaliknya, Malaydesh telah berada di "Zona Merah" dengan rasio 69%, melampaui batas aman mereka sendiri (65%).
      Beban Ganda (Dual Burden): Malaydesh menghadapi risiko sistemik karena utang rumah tangga yang ekstrem (84,3%). Total akumulasi beban (Negara + Rakyat) mencapai 153,3% dari PDB, menciptakan ekonomi yang rapuh terhadap guncangan suku bunga global. Indonesia jauh lebih stabil dengan total beban gabungan hanya 56%.
      2. Dampak Sosial: Tekanan Beban Per Kapita
      Beban finansial di Malaydesh telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi individu:
      Utang per Kepala: Setiap warga Malaydesh menanggung beban akumulasi sebesar RM 81.998.
      Eksodus Penduduk: Tekanan biaya hidup yang tinggi akibat konsumsi yang dibiayai kredit (bukan pendapatan riil) telah memicu migrasi besar-besaran (sekitar 97.000 orang) untuk mencari peluang ekonomi di luar negeri.
      3. Kelumpuhan Modernisasi Militer (Procurement Zonk)
      Kegagalan manajemen utang di Malaydesh berdampak fatal pada sektor pertahanan, menciptakan fenomena "Zonk Procurement":
      Indonesia (Modernisasi Masif): Berhasil mengaktifkan kontrak strategis seperti 42 Jet Rafale, Kapal Selam Scorpene Evolved, Fregat Merah Putih, hingga rudal balistik Khan. Hal ini dimungkinkan karena adanya ruang fiskal yang longgar.
      Malaydesh (Stagnasi & Batal):
      Proyek LCS: Mangkrak selama 15 tahun (sejak 2011) akibat salah kelola dana.
      Pembekuan Anggaran: Program vital seperti MRCA (Jet Tempur) dan MRSS (Kapal Angkut) dibatalkan atau dibekukan hingga 2026 karena negara harus memprioritaskan pembayaran bunga utang.
      Instabilitas Politik: Pergantian 5 PM dan 6 Menhan dalam waktu singkat merusak kontinuitas perencanaan pertahanan, mengubah rencana strategis menjadi sekadar "klaim atau bual" tanpa realisasi.
      Ringkasan Akhir Perbandingan Strategis
      Status Risiko Ekonomi
      Indonesia: Stabil & Konservatif (Manajemen utang sangat disiplin).
      Malaydesh: Risiko Sistemik (Debt Trap) akibat beban utang yang melampaui batas aman.
      Kapasitas Belanja Negara
      Indonesia: Tinggi (Masih memiliki ruang fiskal yang luas untuk investasi).
      Malaydesh: Lumpuh (Mengalami kekangan kewangan karena pendapatan tersedot cicilan bunga).
      Kondisi Alutsista & Pertahanan
      Indonesia: Modernisasi Aktif & Masif (Pengadaan jet tempur dan kapal selam kelas dunia terus berjalan).
      Malaydesh: Proyek Mangkrak & Batal (Zonk) ditandai dengan kasus LCS dan pembatalan berbagai kontrak penting.
      Proyeksi Masa Depan
      Indonesia: Pertumbuhan berkelanjutan dengan penguatan militer yang konsisten.
      Malaydesh: Terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang mengancam stabilitas jangka panjang.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    3. MODERENISASI versus STAGNASI
      -
      1. Indonesia: Ambisi "The New Regional Power"
      Dengan anggaran sebesar USD 20 Miliar, Indonesia sedang melakukan transformasi militer besar-besaran yang tidak lagi sekadar pemeliharaan, melainkan pengadaan ofensif dan defensif yang strategis.
      Dominasi Anggaran: Anggaran Indonesia kini hampir 4,3 kali lipat lebih besar dari Malaydesh. Ini memberikan keleluasaan bagi Indonesia untuk memborong alutsista kelas berat (Rafale, Scorpene, Frigate, hingga Rudal Balistik).
      Kemandirian & Diversifikasi: Daftar pengadaan menunjukkan strategi diversifikasi dari berbagai negara (Prancis, Italia, Turki, AS) serta penguatan industri dalam negeri (PT PAL), yang memposisikan Indonesia sebagai pemimpin pertahanan di Asia Tenggara.
      Efek Getar (Deterrent Effect): Peningkatan 37% menunjukkan komitmen politik yang kuat untuk menjadikan TNI sebagai kekuatan yang disegani di tengah ketegangan geopolitik regional.
      -
      2. Malaydesh: Jebakan Utang dan Stagnasi Militer
      Anggaran sebesar USD 4,7 Miliar menunjukkan keterbatasan ruang gerak akibat kondisi ekonomi makro yang tertekan.
      Beban Utang yang Melumpuhkan: Dengan utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB dan utang pemerintah diproyeksi terus meningkat hingga 69,54% pada 2029, kapasitas fiskal untuk modernisasi militer sangat terbatas.
      Krisis Prioritas: Tingginya utang negara memaksa pemerintah untuk memprioritaskan pembayaran bunga utang dan subsidi domestik dibandingkan pengadaan alutsista kelas atas.
      Ketidakpastian Politik: Pergantian kepemimpinan (PM dan Menhan) yang terlalu sering berdampak pada keberlanjutan kontrak pertahanan. Banyak program yang berstatus "AKAN" atau "CANCELLED" karena tidak adanya kepastian pendanaan jangka panjang.
      -
      3. Perbandingan Strategis (Head-to-Head)
      Status Modernisasi Alutsista
      πŸš€ Indonesia: Melakukan modernisasi agresif dengan mengakuisisi teknologi mutakhir seperti jet tempur generasi 4.5 dan kapal selam kelas Scorpene.
      🐒 Malaydesh: Terjebak dalam modernisasi bertahap atau minimum yang hanya mencakup pemenuhan kebutuhan dasar operasional.
      Kapasitas Fiskal & Anggaran
      πŸ’° Indonesia: Memiliki ruang fiskal ekspansif yang difokuskan sepenuhnya pada konsep pertahanan total dan belanja modal alutsista.
      πŸ“‰ Malaydesh: Kondisi keuangan tertekan hebat oleh beban utang rumah tangga (Household Debt) dan utang pemerintah yang mendekati ambang batas GDP.
      Posisi & Pengaruh di Kawasan
      🌏 Indonesia: Posisi tawar meningkat pesat dan semakin mengukuhkan diri sebagai "Big Brother" atau pemimpin utama di kawasan ASEAN.
      ⚠️ Malaydesh: Mengalami penurunan pengaruh dan terancam tertinggal oleh negara tetangga seperti Vietnam dan Filipina yang lebih aktif berinvestasi di sektor pertahanan.
      Keberlanjutan Program (Sustainability)
      ✅ Indonesia: Memiliki kontrak aktif dan berjalan (on progress) yang jelas dengan banyak negara mitra strategis global.
      ❌ Malaydesh: Menghadapi ketidakpastian besar dengan banyaknya program yang mengalami penundaan, pembekuan (freezes), hingga pembatalan.
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
  49. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. FAKTA TIADA MALAYDESH = EKONOMI LEMAH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      ----------------------
      10 EKONOMI TERBESAR ASIA =
      1 China 19,5 = Tetap dominan, pusat manufaktur & teknologi
      2 Jepang 4,9 = Stabil, meski pertumbuhan melambat
      3 India 4,3 = Pertumbuhan pesat, didorong sektor jasa & digital
      4 Korea Selatan 2,1 = Kuat di teknologi & ekspor
      5 Indonesia 1,8–2,0 = IMF menempatkan Indonesia di peringkat 7 dunia, di atas Inggris & Prancis
      6 Arab Saudi 1,5 = Didukung minyak & diversifikasi ekonomi
      7 Turki 1,4 = Ekonomi campuran, posisi strategis
      8 Taiwan 1,2 = Kuat di semikonduktor
      9 Thailand 0,7 = Pariwisata & manufaktur
      10 Iran 0,6 = Didukung energi, meski tertekan sanksi
      -----------------
      NEGARA DENGAN GDP TERBESAR TAHUN 2025 BERDASARKAN PPP (PURCHASING POWER PARITY):
      1. Tiongkok – US$40,7 triliun
      2. Amerika Serikat – US$30,5 triliun
      3. India – US$17,6 triliun
      4. Rusia – US$7,19 triliun
      5. Jepang – US$6,74 triliun
      6. Indonesia – US$5,69 triliun
      7. Jerman – US$5,65 triliun
      8. Brasil – US$5,27 triliun
      9. Turki – US$3,91 triliun
      10. Meksiko – US$3,88 triliun
      11. Mesir – US$3,85 triliun
      12. Inggris – US$3,82 triliun
      13. Prancis – US$3,80 triliun
      14. Iran – US$3,74 triliun
      15. Pakistan – US$2,09 triliun
      16. Bangladesh – US$2,05 triliun
      17. Italia – US$2,04 triliun
      18. Vietnam – US$1,89 triliun
      19. Filipina – US$1,87 triliun
      20. Thailand – US$1,85 triliun
      ------------------
      DAFTAR 20 NEGARA DENGAN GDP NOMINAL TERBESAR TAHUN 2025 :
      1. Amerika Serikat – US$30,34 triliun
      2. Tiongkok – US$19,90 triliun
      3. Jerman – US$5,36 triliun
      4. Jepang – US$4,46 triliun
      5. India – US$4,26 triliun
      6. Inggris – US$3,70 triliun
      7. Prancis – US$3,26 triliun
      8. Italia – US$2,56 triliun
      9. Brasil – US$2,52 triliun
      10. Kanada – US$2,49 triliun
      11. Rusia – US$2,48 triliun
      12. Korea Selatan – US$2,10 triliun
      13. Meksiko – US$1,99 triliun
      14. Spanyol – US$1,82 triliun
      15. Indonesia – US$1,69 triliun
      16. Australia – US$1,68 triliun
      17. Turki – US$1,34 triliun
      18. Arab Saudi – US$1,28 triliun
      19. Belanda – US$1,27 triliun
      20. Swiss – US$1,16 triliun
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    2. GORILA KLAIM CASH =
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      KREDIT BARTER DEFERRED PAYMENT
      --------------------
      Berikut adalah daftar strategi pembiayaan pertahanan dalam format poin-poin:
      Littoral Mission Ship (LMS) Batch 2
      Penyedia: Turk Eximbank (Turki)
      Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) (G-to-G) dengan pembayaran bertahap mengikuti progres konstruksi fisik.
      -
      Jet Tempur Ringan KAI FA-50
      Penyedia: Korea Aerospace Industries (KAI) (Korea Selatan)
      Skema: Deferred Payment (Bayar Tunda) selama 10–15 tahun yang diintegrasikan ke dalam anggaran Rancangan Malaydesh Lima Tahun (RMLT).
      -
      Helikopter Leonardo AW139
      Penyedia: Leonardo S.p.A. (Italia)
      Skema: Leasing (Sewa), yaitu mengubah beban biaya modal (CapEx) menjadi biaya operasional (OpEx) melalui pembayaran sewa bulanan.
      -
      Multi-Purpose Mission Ship (MPMS)
      Penyedia: Produsen Strategis (Turki/Global)
      Skema: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan jaminan penuh antar-pemerintah guna mendapatkan suku bunga kompetitif (kisaran 4%-6%).
      -
      Alutsista Strategis Umum
      Penyedia: Berbagai Vendor Internasional
      Skema: Barter / Offset (Imbal Dagang)
      ----------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
      Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
      Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
      Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
      Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
      Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
      4️⃣ Analisis
      • Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
      • Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
      • Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
      --------------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
      3️⃣ Ringkasan dalam tabel
      Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
      Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
      4️⃣ Analisis
      • Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
      • Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
      • Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
      Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI

      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Profil Demografi
      Mayoritas mereka yang pergi berada pada usia produktif puncak:
      Usia 31–40 tahun: Kelompok terbesar (31,6% atau 19.287 orang).
      Usia 21–30 tahun: Kelompok kedua terbesar (30,8% atau 18.827 orang).
      Gender: Mayoritas adalah wanita (sekitar 57,9% atau 35.356 orang).
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.
      ------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP


      Hapus
    5. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ----------------------------
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
  50. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ---------------------------
    Analisis :
    1. Malaydesh & Korea Selatan → berada di puncak Asia dengan nisbah hutang isi rumah tertinggi (~85% KDNK).
    -
    2. Thailand → relatif tinggi di ASEAN (~70%), tetapi masih jauh di bawah Malaydesh.
    -
    3. China → meningkat pesat, namun masih lebih rendah (~61%).
    -
    4. Indonesia & Filipina → nisbah sangat rendah, menunjukkan isi rumah kurang bergantung pada hutang untuk membiayai perbelanjaan.
    ---------------------------
    ⚠️ Implikasi
    1. Malaydesh: Risiko kewangan isi rumah tinggi, terutama jika kadar faedah naik atau ekonomi perlahan.
    -
    2. Thailand: Menghadapi cabaran serupa, tetapi nisbah lebih rendah memberi sedikit ruang.
    -
    3. Indonesia & Filipina: Nisbah rendah bermakna risiko sistemik lebih kecil, tetapi juga menunjukkan akses kredit isi rumah lebih terbatas.
    -
    4. China & Korea Selatan: Walaupun nisbah tinggi, mereka memiliki pasaran kewangan lebih besar dan sokongan institusi

    BalasHapus
  51. https://www.facebook.com/eihya.eihman/photos/d41d8cd9/33106733832274200/

    πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭πŸ”₯πŸ”₯🀣🀭

    BalasHapus
    Balasan
    1. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ----------------------------
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ----------------------------
      Hutang Kerajaan Persekutuan:
      -
      1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
      Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
      -
      2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
      ---------------
      Hutang Isi Rumah:
      -
      1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
      Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
      Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
      ---------------
      ⚠️ Implikasi & Risiko
      Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
      Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
      Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

      Hapus
    3. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      ---------------------------
      CNBC - 10 January 2026 12:00
      Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
      Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
      Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
      ------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      -------------------
      1. ANALISIS UTANG PEMERINTAH FEDERAL
      Utang pemerintah terus meningkat secara nominal, namun rasio terhadap PDB diproyeksikan mulai stabil seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat.
      Posisi Utang: Utang Pemerintah Federal mencapai RM1,25 triliun pada akhir 2024 dan diproyeksikan menyentuh RM1,3 triliun pada pertengahan hingga akhir 2025.
      Rasio Utang terhadap PDB: Pemerintah memperkirakan rasio utang tetap berada di kisaran 64% hingga 69% hingga 2025. Meskipun di atas target jangka menengah sebesar 60%, posisi ini masih di bawah batas plafon hukum sebesar 65% untuk instrumen utang tertentu (MGS, MGII, MITB).
      Proyeksi Statista: Berdasarkan data Statista, rasio utang nasional diperkirakan akan naik tipis mencapai sekitar 70,4% pada 2025 dan stabil di kisaran 70,6% hingga 2029.
      -------------------
      2. ANALISIS UTANG RUMAH TANGGA
      Utang rumah tangga Malaydesh tetap menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN, yang menjadi perhatian utama bagi stabilitas keuangan.
      Total Utang: Per Desember 2024, utang rumah tangga tercatat sebesar RM1,63 triliun. Angka ini terus tumbuh secara historis dari RM1,19 triliun pada 2018 hingga mencapai agregat RM1,53 triliun pada 2023.
      Rasio terhadap PDB: Berada pada level 84,1% - 84,3% pada 2024/2025.
      Komposisi: Mayoritas utang digunakan untuk pinjaman perumahan (60,5%), diikuti oleh pinjaman kendaraan dan pembiayaan pribadi.
      Risiko: Bank Negara Malaydesh (BNM) memantau ketat level ini, namun Gubernur BNM menyatakan kondisi ini masih "terkendali" karena didukung oleh aset finansial rumah tangga yang kuat dan tingkat pembayaran tepat waktu yang tinggi (rasio kredit macet hanya 1,1%).

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -------------------
      Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh per awal Januari 2026 =
      1. Statistik Pelepasan Kewarganegaraan (2020–2025)
      Dalam kurun waktu lima tahun yang berakhir pada 17 Desember 2025, tercatat 61.116 warga Malaydesh resmi menanggalkan status kewarganegaraan mereka.
      Destinasi Utama: Singapura menjadi pilihan mutlak bagi 57.300 orang (93,78%).
      Destinasi Lainnya: Australia menyerap 2,15% (sekitar 1.314 orang), diikuti Brunei Darussalam di bawah 1%.
      Demografi: Kelompok usia 31 hingga 40 tahun adalah yang paling dominan (31,6%), dengan persentase wanita mencapai 57,9% dari total pemohon.
      -------------------
      2. Analisis Faktor Pemicu Utama
      Pemerintah mengidentifikasi dua pendorong utama di balik tren ini:
      Faktor Ekonomi: Banyak warga yang bekerja di Singapura memilih berpindah kewarganegaraan demi stabilitas pendapatan, jenjang karier, dan akses penuh ke fasilitas ekonomi di sana.
      Faktor Keluarga: Pernikahan dengan warga negara asing menjadi alasan signifikan, di mana individu memilih mengikuti kewarganegaraan pasangan untuk memudahkan urusan administratif dan residensi.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Berdasarkan Konstitusi Malaydesh Pasal 24, Malaydesh tidak mengakui dwi-kewarganegaraan. Hal ini memaksa warga yang ingin menetap permanen di negara seperti Singapura untuk melepas paspor Malaydesh mereka.
      -------------------
      3. Tren Jangka Panjang (2015–2025)
      Laju pelepasan kewarganegaraan ini bukan fenomena baru. Sepanjang satu dekade (2015 hingga Juni 2025), total terdapat 98.318 warga yang melepaskan kewarganegaraannya. Rata-rata pelarian modal manusia (human capital) ini stabil di angka 10.000 orang per tahun.

      Hapus
    5. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      GORILA KLAIM KAYA : 97.000 EKSODUS =
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      ---------------------------
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
      Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
      The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
      New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
      VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
      SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
      RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
      -------------------
      pernyataan resmi Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaydesh melalui Direktur Jenderalnya, Badrul Hisham Alias.
      -
      Berikut adalah rincian detail mengenai tren pelepasan kewarganegaraan tersebut:
      Statistik Utama (Periode 2020 – 17 Desember 2025)
      Total Warga Melepas Kewarganegaraan: Sebanyak 61.116 orang resmi menanggalkan status warga negara Malaydesh dalam rentang waktu lima tahun terakhir.
      Destinasi Utama:
      1. Singapura (93,78%): Sekitar 57.315 orang memilih menjadi warga negara Singapura. Kedekatan geografis dan peluang ekonomi menjadi faktor penentu utama.
      2. Australia (2,15%): Menempati posisi kedua sebagai tujuan migrasi.
      3. Brunei Darussalam (0,97%): Berada di posisi ketiga.
      Negara Lain (3,1%): Tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
      -
      Profil Demografis & Penyebab
      Mayoritas Wanita: Sekitar 57,9% (35.356 orang) dari mereka yang pindah kewarganegaraan adalah perempuan.
      Kelompok Usia: Kelompok usia produktif 31 hingga 40 tahun menjadi penyumbang terbesar, yakni sekitar 31,6% dari total pemohon.
      -
      Faktor Pendorong: Keputusan ini didorong oleh dua faktor utama: ekonomi (mencari standar hidup dan nilai tukar mata uang yang lebih baik) serta alasan keluarga (seperti pernikahan dengan warga negara asing).
      -
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    6. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      MALAYDESH LEMAH =
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      ANGGARAN MILITER TERBATAS
      --------------
      Berita dan laporan yang membahas kelemahan anggaran militer Malaydesh pada akhir 2024 hingga 2025 =
      1. Sumber Media Berita Internasional & Regional
      Reuters: Sering menyoroti bagaimana keterbatasan fiskal menghambat ambisi pertahanan Malaydesh, terutama dalam pembaruan jet tempur dan penguatan armada maritim di Laut China Selatan.
      The Straits Times: Melaporkan bahwa anggaran pertahanan 2025 yang dialokasikan (RM21,1 miliar) hanya mencakup sekitar 1% dari proyeksi PDB, jauh di bawah standar ideal regional.
      Asian Military Review: Mengkritik proses penganggaran yang tidak memberikan visi jelas bagi pengadaan militer. Laporan Agustus 2024 menyebutkan bahwa lebih dari 40% anggaran habis untuk gaji, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi aset.
      Defence Security Asia: Sumber spesifik industri yang mengulas rincian alokasi antara belanja operasional dan belanja pembangunan untuk tahun 2025-2026.
      --------------
      2. Lembaga Pemikir (Think Tanks) & Riset
      ISIS Malaydesh (Institute of Strategic & International Studies): Menyoroti "celah kapabilitas yang melumpuhkan" (crippling capability gap) meskipun ada kenaikan anggaran. Analis di sini menyatakan bahwa kenaikan tersebut sering kali hanya menutupi inflasi, bukan komitmen nyata pada modernisasi.
      IISS (International Institute for Strategic Studies): Mengulas tantangan dalam mempertahankan aset lama, seperti jet tempur buatan Rusia, di tengah keterbatasan dana dan sanksi internasional.
      Transparency International Defence & Security: Mengkritik kurangnya transparansi dan pengawasan parlemen dalam pengeluaran pertahanan Malaydesh, yang berpotensi meningkatkan risiko korupsi.
      --------------
      3. Poin Utama Kelemahan yang Sering Disebutkan:
      Belanja Operasional yang Tinggi: Sebagian besar anggaran (hingga 60-70%) terserap untuk gaji, tunjangan, dan perawatan aset tua, bukan untuk pengadaan baru.
      Rasio PDB Rendah: Alokasi pertahanan tetap berada di kisaran 1% dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan tetangga seperti Singapura (3-4%) atau Vietnam (2-2,5%).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi mata uang membuat biaya pembelian teknologi pertahanan asing menjadi jauh lebih mahal.

      Hapus
    7. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      -
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      KELEMAHAN BBM MALAYDESH
      Berita dan lembaga riset versi bahasa Inggris yang sering mengulas kelemahan atau isu strategis terkait militer Malaydesh, termasuk aspek logistik dan operasional pada tahun 2025:
      Global Firepower (GFP): Situs ini menyediakan data komprehensif mengenai kekuatan militer Malaydesh yang berada di peringkat 42 dari 145 negara pada tahun 2025 dengan skor PwrIndx 0,7429. Data mereka mencakup statistik ketersediaan bahan bakar dan sumber daya alam sebagai faktor pendukung daya tahan tempur.
      Lowy Institute (Asia Power Index): Lembaga riset ini mencatat bahwa kemampuan militer adalah poin terlemah Malaydesh (peringkat ke-17 di Asia), yang turun satu peringkat pada 2025 setelah disalip oleh Filipina.
      New Straits Times (NST) - Malaydesh: Media lokal berbahasa Inggris yang sering memuat opini atau laporan terkait perlunya pemberantasan korupsi endemik di sektor militer dan isu subsidi bahan bakar yang berisiko pada stabilitas ekonomi militer.
      The Sun Malaydesh: Memberitakan evaluasi tahun 2025 yang menyoroti kerentanan institusional dan perlunya akuntabilitas lebih tinggi di berbagai sektor negara, termasuk pertahanan.
      The Diplomat: Majalah berita internasional yang secara rutin menganalisis tren keamanan dan tantangan logistik militer di kawasan Asia-Pasifik, termasuk di Malaydesh.
      Isu spesifik mengenai kualitas atau kontaminasi bahan bakar militer biasanya dibahas dalam konteks kesiapan operasional (operational readiness) dalam laporan-laporan strategis dari sumber di atas.
      ------------------
      GORILA TIAP TAHUN =
      HUTANG ELEKTRIK
      HUTANG INTERNET
      HUTANG SEWAGE
      HUTANG MINYAK BBM
      ==========
      1. Bil Utilitas – RM115 juta
      Dana ini digunakan untuk membayar keperluan asas operasi kem tentera dan fasiliti pertahanan:
      • Elektrik: Menyokong operasi pangkalan dan kem tentera yang memerlukan bekalan tenaga berterusan.
      • Internet: Menjamin komunikasi dan sistem maklumat ATM berfungsi dengan lancar, termasuk sistem pemantauan dan kawalan.
      • Kumbahan (Sewage): Menjaga kebersihan dan kesihatan fasiliti tentera melalui sistem kumbahan yang berfungsi baik.
      ---------------
      ⚓ 2. Operasi Keselamatan Maritim – RM139 juta
      Dana ini diperuntukkan untuk memperkukuh kawalan dan pengawasan perairan negara, termasuk:
      • Patroli laut di kawasan strategik seperti Laut China Selatan dan Selat Melaka.
      • Pengoperasian aset maritim seperti kapal peronda, radar, dan sistem pengawasan.
      • Tindakan terhadap pencerobohan dan penyeludupan di perairan Malaydesh.
      ---------------
      πŸ›‘️ 3. Operasi Pertahanan Udara – RM49 juta
      Dana ini menyokong kesiapsiagaan dan pengoperasian sistem pertahanan udara:
      • Penyelenggaraan radar dan sistem peluru berpandu.
      • Latihan dan operasi pemantauan ruang udara.
      • Tindakan pantas terhadap ancaman udara, termasuk pencerobohan pesawat asing.

      Hapus
  52. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    -
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 per tahun sudah berjalan satu dekade
    ----------------------------
    Hutang Kerajaan Persekutuan:
    -
    1. Menurut laporan Fiscal Outlook 2024/2025, hutang kerajaan dijangka meningkat 6% pada 2025, lebih perlahan berbanding 7.5% pada 2024.
    Pada akhir Jun 2024, hutang kerajaan ialah RM1.227 trilion (63.1% KDNK).
    -
    2. Kenanga Research menganggarkan jumlah liabiliti kerajaan mencecah RM1.277 trilion pada suku pertama 2025, dengan nisbah hutang kepada KDNK sekitar 65.5%.
    ---------------
    Hutang Isi Rumah:
    -
    1. Kementerian Kewangan menyatakan hutang isi rumah pada 2023 ialah RM1.53 trilion.
    Komponen terbesar ialah pinjaman perumahan (60.5%), diikuti pinjaman kenderaan (13.2%) dan pembiayaan peribadi (12.6%).
    Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan nisbah hutang isi rumah kepada KDNK meningkat sedikit kepada 84.2–84.3% pada 2023 berbanding 82% pada 2018.
    ---------------
    ⚠️ Implikasi & Risiko
    Kerajaan: Nisbah hutang kerajaan sekitar 64–65% KDNK masih dalam julat terkawal, tetapi ruang fiskal semakin sempit.
    Isi Rumah: Nisbah hutang isi rumah yang tinggi (84% KDNK) menjadikan Malaydesh antara yang tertinggi di Asia, menimbulkan risiko terhadap daya tahan kewangan isi rumah jika kadar faedah meningkat atau ekonomi perlahan.
    Trend: Kedua-dua hutang kerajaan dan isi rumah menunjukkan pertumbuhan konsisten sejak 2020, menandakan tekanan jangka panjang terhadap kestabilan fiskal dan kesejahteraan rakyat.

    BalasHapus
  53. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    ALASAN EKONOMI : 97.000 EKSODUS =
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    2025-2015 : ALASAN EKONOMI
    ---------------------------
    Sumber Berita Utama:
    Laporan Resmi: Portal JPN Malaydesh (Update 9 Jan 2026).
    Media : The Straits Times dan Harian Metro.Kompas Money dan CNBC Indonesia
    The Straits Times (Singapore): "More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's over last 5 years: Report".
    New Straits Times (Malaydesh): "Economic factors, family main reasons 61,116 Malaydeshns gave up citizenship".
    VnExpress International: "Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore".
    SAYS: "Why Thousands Of Malaydeshns Are Giving Up Their Citizenship".
    RinggitPlus: "Economic And Family Factors Drive Malaydeshns To Renounce Citizenship
    ---------------------------
    CNBC - 10 January 2026 12:00
    Pemerintah Malaydesh mencatat dua alasan utama, keluarga dan ekonomi.
    Dalam lima tahun hingga 17 Desember 2025, 61.116 warga Malaydesh resmi melepas kewarganegaraannya. Angka itu datang dari Jabatan Pendaftaran Negara Malaydesh. Sebanyak 93,78% atau sekitar 57.300 orang memilih Singapura. Australia hanya menyerap 2,15%. Brunei di bawah 1%. Tidak ada negara lain yang mendekati.
    Lebih dari 97.000 warga Malaydesh melepas kewarganegaraan sepanjang 2015-Juni 2025. Laju sekitar 10.000 ORANG PER TAHUN sudah berjalan satu dekade.


    BalasHapus
  54. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
    GOV. DEBT : 40% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
    =============
    =============
    MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
    GOV. DEBT : 69%
    HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
    -
    LEMAH =
    PENGADAAN MILITER MALAYDESH
    PENGADAAN MILITER MALAYDESH
    PENGADAAN MILITER MALAYDESH
    --------------
    Berita dan laporan yang membahas kelemahan pengadaan militer Malaydesh, diperbarui hingga tahun 2025:
    1. Sumber Media Berita Internasional
    Reuters: Melaporkan penggerebekan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Malaydesh (MACC) terhadap beberapa perusahaan terkait dugaan suap dalam proyek pengadaan militer pada Desember 2025.
    CNA (Channel News Asia): Menyoroti kritik tajam dari Raja Malaydesh (Sultan Ibrahim) pada Agustus 2025 mengenai pengadaan yang dianggap "tidak masuk akal" dan kerugian negara akibat keterlibatan agen atau perantara.
    SCMP (South China Morning Post): Mengulas kegagalan sistemik dan inkompetensi dalam pengadaan, termasuk keterlambatan pengiriman kendaraan lapis baja AV8 Gempita meskipun pembayaran telah dilakukan penuh.
    --------------
    2. Sumber Media dan Lembaga Riset Lokal (Versi Bahasa Inggris)
    Bernama: Mengutip pernyataan Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Agustus 2025 tentang perlunya sistem pengadaan yang bebas dari praktik komisi yang membebani negara.
    New Straits Times (NST): Memberitakan bahwa sistem pengadaan sektor publik Malaydesh, khususnya pertahanan, sering kali kurang transparan dan sarat korupsi.
    ISIS Malaydesh: Analisis lembaga pemikir ini menyebutkan bahwa tanpa reformasi bermakna, pengadaan militer Malaydesh hanya fokus pada keberlangsungan aset tanpa mencapai tingkat pencegahan (deterrence) yang kredibel.
    --------------
    3. Masalah Utama yang Disorot dalam Laporan 2025:
    Skandal Korupsi Baru: Penyelidikan MACC pada akhir 2025 melibatkan perwira tinggi militer yang diduga menerima suap dari perusahaan kontraktor pertahanan.
    Ketergantungan pada Impor: Laporan pasar menunjukkan ketergantungan tinggi pada penyedia teknologi asing menciptakan kerentanan rantai pasok dan biaya tinggi.
    Kegagalan Pengiriman Aset (LCS): Proyek Littoral Combat Ship (LCS) tetap menjadi simbol kegagalan karena keterlambatan pengerjaan pipa dan kabel, mencapai hanya sekitar 73% penyelesaian pada pertengahan 2025.
    Intervensi Perantara: Penggunaan "orang tengah" atau agen yang menambah komisi tidak perlu, sering kali dibenarkan dengan dalih "keamanan nasional" untuk menghindari transparansi.

    BalasHapus
  55. Sewa 4 heli saja gagal apalagi beli
    Wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. sewa pun yg bayarin LENDER om, kocak khan haha!😡‍πŸ’«πŸ˜„πŸ˜΅‍πŸ’«
      gegara kensel sepihak, eh lnder ngamukπŸ”₯ tuntut denda $ 83 juta dolar..haha!πŸ˜πŸ˜‚πŸ˜

      Hapus
  56. tayangin donk mimin, yg katanya kontrak kosongπŸ‘» uda mao dikirim

    ✨️Kri Canopus 936 diresmikan di Jerman
    Danke Abeking & Rassmusen haha!πŸ‘πŸ€—πŸ‘

    waahh ada YG FANASSSSSπŸ”₯ Lagiii seblah gaesz haha!😀πŸ₯ΆπŸ˜€
    kalo warganyet NGAMUKπŸ”₯ kita beri hadiah fisank haha!🍌😁🍌
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    KRI Canopus-936 Resmi Masuk Menjadi Alutsista Terbaru TNI Angkatan Laut
    https://indonews.id/mobile/artikel/349685/KRI-Canopus-936-Resmi-Masuk-Menjadi-Alutsista-Terbaru-TNI-Angkatan-Laut/
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/watch?v=4qiRXKF7GFg

    BalasHapus
  57. kata seblah kontrak kosong, ini apaaaa
    ✨️ATLAS NO.2
    otewe HOME...PULANG KAMFUNG hore haha!πŸ₯³πŸ€—πŸ₯³

    seblah pasti FANASSSSπŸ”₯ haha!🀣😜🀣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    A400 Produksi Spanyol Memperkuat TNI AU dan Memperkuat Hubungan Dua Negara
    https://youtube.com/watch?v=QwT3-4uSXTA

    BalasHapus
  58. si MeWeK sebut kontrak kosonk, ehh buka mata...ini apeeee wooiii haha!πŸ€­πŸ˜‹πŸ€­
    ✨️KRI PB. SILIWANGI 321
    otw Pulang Kampung Gaesz haha!πŸ‘πŸ₯³πŸ‘

    Naaa Semakin PANIKπŸ₯Ά para warganyet kl haha!😁😡‍πŸ’«πŸ˜
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/watch/?v=910535544960744&vanity=MP.Komando

    BalasHapus
  59. nanya katanya kontrak kosonk, 8 karakal datang, eh ada lagi 2 bonusnya..tanpa kontrak alias GHOIB haha!πŸ‘»πŸ€‘πŸ‘»

    tak hanya atlas, erbas prancis kirim h225m..MerciπŸ‘

    Aset Baruw tambah banyak haha!πŸ˜ŽπŸ€—πŸ˜Ž

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    From France to Indonesia | A Defense Mission with H225M Helicopters
    https://youtube.com/watch?v=N8p8AqvXLp4

    BalasHapus
  60. Eitttt ada satu lagi, warganyet kl bilang t50i kita kontrak kosonk...lah ini apaa tong haha!🀣😀🀣

    Pidio t50i Brand New datang haha!πŸ˜‰πŸ€—πŸ˜‰

    fa50M(URAH) negri🎰kasino genting blom dateng, yg barter DELAY haha!πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/watch?v=esKbQsvJzo4

    BalasHapus
  61. tak hanya 2 h225m, kontrak ghoib
    Patriot 100 bijik Ghoib lagiiii haha!πŸ‘»πŸ€‘πŸ‘»

    warganyet kl, KAGETTT LAGIIIII...NGAMUKπŸ”₯ DONK biar tambah banyak SHOPPING kita haha!🧞‍♂️πŸ€‘πŸ§ž‍♂️

    BalasHapus
  62. ✨️KHUSUS februari 2026
    ✅️100 patriot
    ✅️2 h225m karakal
    ✅️2 t50i
    ✅️atlas
    ✅️ppa
    ✅️bho 105
    aset militer kita tiap tahun, tiap bulan, tiap minggu berdatangan,
    makloum N⛔️N STOP SHOPPING haha!πŸ€‘πŸ’°πŸ€‘

    beda donk sama negri🎰kasbon, bual sana sini taunya Hornet Rongsok Ditolak 4x haha!πŸ˜†πŸ€₯πŸ˜†
    membosankan tapi ngangenin...buat di timfuk fisank haha!🀣🍌🀣

    BalasHapus
  63. katanya warganyet kontrak kosong
    SHOPPING SOPING BARUW kita datang donk
    ✨️Si Rapale Ale Ale lg take off haha!πŸ€—πŸ¦ΎπŸ€—

    warganyet kl pembual, KALAHHH LAGGIII..

    #=#=#=#
    https://www.facebook.com/reel/750350224437390/?referral_source=external_deeplink

    BalasHapus
  64. apalagi ANKA $ 300 juta dolar kita dikata kontrak kosonk,
    last last malah duluan kita sampe Selaluw haha!πŸ‘πŸ˜ŽπŸ‘
    kahsiyan warganyet kl pembual KALAH LAGIIIII....haha!πŸ€₯πŸ€₯πŸ€₯
    =======
    KSAU menyebut, drone buatan Turkiye tersebut bagus dan sedang dalam proses tes terbang.

    "Drone Turki bagus. Kemarin saya cek sudah datang di Pontianak, terus sekarang masih dalam proses test flight, semuanya sesuai dengan schedule," ucap Tonny saat ditemui di Lapangan Ardinol, Jakarta Selatan, Sabtu(27/9/2025).

    Tiba di Pontianak, Drone Anka-S Langsung Uji Coba
    https://youtube.com/watch?v=nvTp36HAv8o

    BalasHapus
  65. sedangkan SPH murah ajah negri🎰kasino kuala lumpo pun KESUSAHAAN
    3 dekade cuy paris kena PRENK melolo haha!πŸ€₯😜πŸ€₯

    BalasHapus
  66. DUO BERUK BOTOL CUKAI MALONDESH DENGAN BANGGA NYA NGEMIS SUBSIDI NEGARA....APA JADINYA BILA SUBSIDI DICABUT....BISA HIDUP KORANG 🀣🀣🀣🀣🀣

    TELOR SAJA SUBSIDI NEGARA.....KOCAK BENAR WARGANYA NEGARA KASTA SUBSIDI 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  67. SPH NEXTER CAESAR kl gagal,
    malah di beliin SPH= SAPI PENARIK HOWITZER benda WW2 cuy haha!πŸ¦πŸ˜„πŸ¦

    BalasHapus
  68. GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 13.23
    Ayohhh tunjuk saya INDIANESIA sudah beli M346.... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    ================================
    ADA BERUK BOTOL CUKAI CASINO MALONDESH TA PUNYA MALU CAKAP TUNJUK KONTRAK.....FAKTANYA PPA KONON KONTRAK KOSONG BARANG DATANG SENDIRI, RAFALE KONON KONTRAK KOSONG BARANG DATANG SENDIRI.....KALO MASIH PUNYA OTAK TUH MALU SIKIT LAH BERUK 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  69. Kronologi Kasus Sodomi Anwar Ibrahim Baca artikel CNN Indonesia "Kronologi Kasus Sodomi Anwar Ibrahim" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20150210145127-106-31025/kronologi-kasus-sodomi-anwar-ibrahim.
    Tahun 2010
    3 Februari: Saiful hadir sebagai saksi untuk pertama kalinya dalam sidang. Dalam pengakuannya, Saiful menyatakan bahwa Anwar mengajaknya melakukan hal duniawi yang bertentangan dengan ketentuan alam. Saiful mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada 26 Juni 2008, setelah mereka berbincang mengenai rencana kerja mereka di unit Kondominium Desa Damansara.
    5 Februari: Di Pengadilan Federal, Saiful mengaku tidak bisa bergerak selama dua hari setelah disodomi oleh Anwar. 3 Maret: Ketika ditanyai oleh pengacara Anwar, Karpal Singh, Saiful mengaku tidak membersihkan anusnya setelah disodomi demi menyimpan bukti.
    26 Januari: Pengadilan Federal menetapkan sidang pembacaan putusan pada 10 Februari.
    10 Februari: Pengadilan Federal menolak banding Anwar dan tetap memvonisnya lima tahun penjara. GAME OVER ..........🀣🀣🀣

    PMX HOMO LEBIH HINA DARI TOKAI 🀣🀣🀣🀣🀣🀣
    KOYAK TAK LON......🀣🀣🀣

    BalasHapus
  70. Detik-Detik Penangkapan WN MALONDESH Selundupkan 99.600 Pil Happy Five Senilai Rp39,8 M | Liputan 6
    https://youtu.be/5tXEVhs67HE

    SUDAHLAH NEGARA MISKIN, BOTOL, KASTA SUBSIDI SEKARANG DITAMBAH GEMBONG NARKOBA....APA YANG MAU DILIHAT DARI MALONDESH 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  71. Konfirmasi kita dapat CV GARIBALDI 551 free yaaa dari pemerintah Itali hore,

    GRAZIE 3 COLORE haha!πŸ€—πŸ‘πŸ€—

    wahhh warganyet kl, pasti gak terima nich, makin tersakiti, FANASSπŸ€ͺ
    MeWeKnya kenceng haha!😭🀣😭
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aplit min buruannn haha!πŸ˜†πŸ¦ΎπŸ˜†

      Hapus
    2. Sudah resmi ? Kalau gitu akan upgrade di PT PAL kah ?

      Hapus
    3. resmi donk, sebarin kemana2 om haha!πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

      Hapus
    4. Sebelah hibah kapal 1967 kita dapet kapal.induk ..... Bonus PPA dan 24 M346FA

      Hapus
    5. makloum
      BEDA LEVEL BEDA KASTA om haha!πŸ˜†πŸ˜„πŸ˜†

      Hapus
  72. GORILA HUTANG ASET MILITER :
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -----------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK GORILA ....
    -------------------------------
    GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  73. Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣



    NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!

    https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/

    BalasHapus
    Balasan
    1. GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      -
      GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
      Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
      NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
      https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
      ===============
      ===============
      BERITA 13 FEBRUARI 2026
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      -
      https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

      Hapus
    2. GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      -
      GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
      Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
      NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
      https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
      ----------------
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
      USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
      USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
      ===============
      ===============
      BERITA 13 FEBRUARI 2026
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      -
      https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

      Hapus
    3. GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      -
      GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
      Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
      NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
      https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
      ----------------
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      KAPAL 1967 DITERIMA
      Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
      USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
      USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
      ===============
      ===============
      BERITA 13 FEBRUARI 2026
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      HIBAH KAPAL INDUK
      -
      https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

      Hapus
    4. GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      GORILA HANTAR BERITA 2025
      -
      GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
      Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
      NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
      https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
      -
      HIBAH KAPAL 1967 = The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968 = USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980 = KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG = Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984 = Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991 = Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991 = KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989 = KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      -
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA = RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
      ===============
      ===============
      BERITA 13 FEBRUARI 2026
      HIBAH KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      HIBAH KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      HIBAH KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
      -
      https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

      Hapus
  74. Lahh ada yg Telmiii gaesz
    Gratis masa bayar..1cc haha!πŸ€₯🀣πŸ€₯
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    GEMBEL13 Februari 2026 pukul 15.34
    Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣

    NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!

    https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bonus PPA dan 24 M346F plus Kalsel y om @palu gada ......

      Hapus
    2. OTAK BERUK BOTOL KASTA SUBSIDI MEMANG LAH BEDA......MAKANYA KELEDAI SAMPE MINDER 🀣🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    3. eror om haha!πŸ€£πŸ˜†πŸ€£

      Hapus
    4. nyoiihhh bonus banyak dibanding kpop haha!πŸ˜πŸ€—πŸ˜

      Hapus
  75. Belajar Operasional Kapal Induk kepada Thailand....yang benar aja? Kalo BOTOL seperti malaydesh maka pantas belajar kepada Thailand.

    INDONESIA Belajar yang benar tuch pada ITALY NAVY yang telah BERHASIL Operasional Kapal Induk Ringan ITS Garibaldi


    BalasHapus
  76. Kan malaydesh itu LOW IQ Grade dan Miskin wajar selalu belajar kepada negara yang gagal dalam membangun angkatan laut.

    INDONESIA itu Negara KAYA DAN SMART maka Belajar Operasional Kapal Induk Ringan itu kepada Negara Maju yaitu ITALY yang berhasil Operasional Kapal Induk Ringan ITS Garibaldi selama lebih dari 25 tahun.


    Ngerti kan BEDANYA INDONESIA dengan malaydesh yang MISKIN dan LEMAH.

    BalasHapus
  77. GORILA HANTAR BERITA 2025
    GORILA HANTAR BERITA 2025
    GORILA HANTAR BERITA 2025
    -
    GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
    Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
    NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
    https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
    ----------------
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    KAPAL 1967 DITERIMA
    Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
    USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
    USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
    ===============
    ===============
    BERITA 13 FEBRUARI 2026
    HIBAH KAPAL INDUK
    HIBAH KAPAL INDUK
    HIBAH KAPAL INDUK
    -
    https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia

    BalasHapus
  78. Cuman malaysdesh yang LOW IQ Grade dan BOTOL / BODOH TOLOL yang belajar kepada Thailand tentang kapal induk ringan.

    INDONESIA Belajar Operasional Kapal Induk Ringan ITS Garibaldi kepada ITALY NAVY karena:

    1. Terbukti BERHASIL Operasional Kapal Induk Ringan ITS Garibaldi lebih dari 25 tahun

    2. ITALY berhasil produksi Kapal Induk Ringan ITS Garibaldi dengan catatan EXCELLENT

    3. ITALY berhasil produksi ITS Trieste

    Ngerti kan BEDANYA INDONESIA dengan malaydesh yang MISKIN dan LEMAH

    BalasHapus
  79. GORILA HANTAR BERITA 2025
    GORILA HANTAR BERITA 2025
    GORILA HANTAR BERITA 2025
    -
    GEMPURWIRA13 Februari 2026 pukul 15.34
    Kapal RONGSOK SEMAHAL Rp7 triliun..? Rakyat saja lagi ramai MISKIN masa pemerintah nya tak nampak... 🀣🀣🀣
    NGUTANG Rp 7 Triliun Hanya untuk Kapal Induk Rongsok Italia? Indonesia Harusnya Belajar dari Thailand!
    https://wartabanjar.com/2025/09/29/ngutang-rp-7-triliun-hanya-untuk-kapal-induk-rongsok-italia-indonesia-harusnya-belajar-dari-thailand/
    -
    HIBAH KAPAL 1967 = The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
    -
    HIBAH KAPAL 1968 = USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
    .
    KAPAL BUATAN 1960 =
    BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
    -
    KAPAL BEKAS BEKAS MMEA = RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC
    ===============
    ===============
    BERITA 13 FEBRUARI 2026
    HIBAH KAPAL INDUK
    HIBAH KAPAL INDUK
    HIBAH KAPAL INDUK
    -
    Sumber Berita Lain =
    1. Kemhan RI kapal induk giuseppe garibaldi hibah dari italia
    https://nasional.kompas.com/read/2026/02/13/14294341/kemhan-ri-kapal-induk-giuseppe-garibaldi-hibah-dari-italia
    -
    2. ANTARA News (English) – “RI to receive its first aircraft carrier from Italy grant: Official” (Feb 13, 2026). Artikel ini menegaskan bahwa Giuseppe Garibaldi adalah hibah dari pemerintah Italia, namun Indonesia tetap menyiapkan anggaran untuk retrofit dan penyesuaian operasional.
    -
    3. Jakarta Globe (English) – “Indonesia Moves Closer to Operating Its First Aircraft Carrier” (Feb 13, 2026). Menyebut bahwa Kemhan bersama TNI sudah menyiapkan calon awak kapal dan pelatihan untuk mengoperasikan Giuseppe Garibaldi.
    -
    4. Naval News (English) – “Indonesian Navy Wants Ex-Italian Aircraft Carrier to be Delivered Before October 5” (Feb 12, 2026). Menyoroti target kedatangan kapal sebelum HUT TNI, meski kontrak formal belum diumumkan.
    -
    5. ANTARA News (Bahasa Indonesia) – “Kemhan pastikan TNI dapat kapal induk secara hibah dari Italia” (Feb 13, 2026). Menegaskan bahwa hibah tidak berarti gratis sepenuhnya karena tetap ada biaya retrofit.
    -
    6. Jawa Pos (Bahasa Indonesia) – “Kemhan Pastikan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk TNI AL Hibah dari Pemerintah Italia” (Feb 13, 2026). Menyebut retrofit akan dilakukan setelah administrasi hibah selesai

    BalasHapus