11 Oktober 2026

Leonardo DRS Completes Training and Delivery of INOD Block III Thermal Weapon Sights for the Australian Army

11 Oktober 2026

Final training and delivery for the Improved Night/Day Observation Device (INOD) Block III thermal weapon sights have been completed (photos: Leonardo)

Final delivery and training under LAND 159 Tranche 1 supports Australian Army sniper capability
ARLINGTON, Va. — Leonardo DRS, Inc. (Nasdaq: DRS) has completed final training and delivery for the Improved Night/Day Observation Device (INOD) Block III thermal weapon sights provided to the Australian Army under the LAND 159 Tranche 1 program.

The INOD Block III is a clip-on thermal weapon sight designed to help snipers and special operations forces detect, identify and engage targets in low-light and degraded visual conditions, including darkness, smoke, haze and adverse weather. Mounted in front of an existing direct-view optic, the system is designed to preserve the operator’s zeroed scope and is compatible with magnifications from 5x to greater than 25x.


“Completing delivery and training for the Australian Army is an important milestone for our team,” said Jerry Hathaway, senior vice president and general manager of Leonardo DRS Electro-Optical and Infrared Systems business unit. “The INOD Block III provides a thermal sighting capability intended to support sniper operations in demanding conditions, and the training helps ensure personnel are prepared to operate and maintain the system.” 

The sight uses a micro-cooled, 640-by-480 mid-wave infrared focal plane array to provide thermal imagery and target discrimination in conditions that can limit conventional optics. 

Designed for sustained field use, the system uses lithium batteries with hot-swap capability, allowing battery changes without interrupting operation. The sight can also use external power for extended static-surveillance tasks. A rear-facing focus knob, wired remote control and glove-compatible, one-handed operation support use in field conditions.


For the Australian Army, the LAND 159 Tranche 1 acquisition represents a step-change in long-range lethality. Australian snipers will now carry the same generation of thermal sight currently fielded with U.S. Army Special Operations Forces, strengthening interoperability with Australia’s primary alliance partner across joint and coalition operations. Beyond the hardware, DRS provided hands-on training to Australian Army personnel to support operation and maintenance of the systems. The company is a provider of individual weapon sights and thermal targeting systems to the U.S. Army. The INOD family is part of DRS’s thermal sighting portfolio, which also includes the Family of Weapon Sights program. 

Australian defense company NIOA is the prime contractor for LAND 159 Tranche 1 and managed local program coordination and delivery logistics on behalf of the Australian Army. 

26 komentar:

  1. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    1. SEKTOR PERTAHANAN & SIPRI 2025: HEGEMONI VS DEMILITERISASI
    • Indonesia (Status: Shopping / Peringkat 18 Dunia):
    o Inventaris Strategis: Mengamankan armada Rafale F-4, TP400-D6, Ship Engine, PPA-L-Plus, A400M Atlas, rudal taktis Bora dan Khan, drone Anka-S, Air Refuel System, serta mesin LM-2500.
    o Nilai Finansial: Eksekusi kontrak efektif senilai USD 10,47 Miliar ditambah EUR 1,2 Miliar secara tunai atau melalui skema kredit resmi.
    o Peringkat Regional: Kokoh di Peringkat 13 Dunia (Posisi 1 ASEAN) dalam rilis global kekuatan militer GFP 2026.
    • MALONSIA (Status: Out List / Salam Kosong):
    o Krisis Pengadaan: Lembar inventaris berstatus KOSONG dua tahun berturut-turut (2024–2025) dan terdepak dari daftar 40 importir senjata global.
    o Batas Fiskal: Alokasi anggaran militer RM 5,8 Miliar hanya habis terkuras untuk biaya pemeliharaan (maintenance) rutin tanpa ada aset baru.
    o Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menghentikan seluruh belanja militer akibat investigasi masif MACC terhadap skandal korupsi dan kartel internal.
    o Degradasi GFP: Terperosok jatuh ke peringkat 42 Dunia (Posisi 7 ASEAN), berada di bawah Filipina dan Myanmar.
    ________________________________________
    2. REKAM JEJAK "PRANK" ALUTSISTA MALONSIA (2005–2026)
    • Kegagalan Matra Udara: Pembatalan jet Dassault Rafale (2014), JF-17 Thunder (2017), HAL Tejas (2022), serta pembatalan resmi akuisisi pesawat bekas F/A-18 Hornet Kuwait (Februari 2026) karena beban biaya logistik.
    • Hambatan Komponen: Pengadaan armada FA-50 mengalami pembekuan operasi akibat blokade komponen taktis dari pihak Amerika Serikat.
    • Kegagalan Maritim & Darat: Kontrak kapal MRSS dengan PT PAL Indonesia sejak 2018 berakhir zonk, disusul pembatalan sepihak sistem rudal KS-1A China, Nexter Caesar Prancis, artileri MKE Yavuz Turki, dan Slovakia EVA 155mm.
    • Paradigma "Sewa-Desh": Tidak mampu membeli aset memaksa militer beralih ke skema sewa (leasing) helikopter AW139, truk logistik, hingga program sewa helikopter UH-60A Black Hawk yang berakhir mangkrak.
    • Sanksi Internasional: Pengiriman kendaraan taktis IAG Guardian ditolak resmi oleh PBB untuk misi UNIFIL karena gagal memenuhi spesifikasi teknis dan dikenai penalti biaya.
    ________________________________________
    3. KRISIS KETAHANAN ENERGI & PANGAN: KETERGANTUNGAN PADA INDONESIA
    • Krisis Energi (Listrik): Pasokan listrik nasional sangat rapuh karena bergantung pada impor 23,97 Juta MT Batubara asal Indonesia untuk menggerakkan 80% bahan bakar PLTU domestik.
    • Krisis Pangan (Beras): Mengalami kondisi Food Insecurity akut yang memaksa dilakukannya impor darurat 500.000 Ton beras dari BULOG Indonesia demi menjaga stok pangan.
    • Keruntuhan Agrikultur: Mengalami lonjakan harga pangan tajam pasca-penghapusan subsidi komoditas telur senilai RM 1,2 Miliar serta mengalami degradasi status menjadi negara Net Importer ayam.
    • Sengketa Finansial: Likuiditas BUMN Petronas terguncang yang berbuntut pada kegagalan membayar denda sengketa arbitrase gas senilai US$ 32,2 Juta kepada PGN Indonesia.

    BalasHapus
  2. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    1. KLASIFIKASI KINERJA BELANJA MILITER SIPRI DI KAWASAN ASEAN
    • Kelompok Aktif (Realisasi Shopping Masif):
    o Indonesia (1 Lembar Penuh Paket Kelas Berat): Menandatangani dan merealisasikan kontrak efektif untuk alutsista mutakhir seperti Rafale F-4, TP400-D6, Ship Engine, PPA-L-Plus, A400M Atlas, rudal taktis Bora dan Khan, drone taktis Anka-S, Air Refuel System, serta mesin LM-2500.
    o Vietnam: Aktif melakukan modernisasi pertahanan matra laut dan udara untuk menjaga stabilitas kedaulatan laut internal.
    o Myanmar: Melanjutkan akuisisi operasional alutsista taktis guna memenuhi kebutuhan operasional domestik.
    o Thailand: Merealisasikan pengadaan paket persenjataan baru dan memperbarui armada tempur lini depan.
    o Filipina: Memperkuat postur maritim melalui kontrak pengadaan kapal perang serta rudal jelajah pesisir.
    o Singapura: Mengisi lembar belanja secara konsisten lewat akuisisi platform teknologi pertahanan generasi kelima.
    • Kelompok Pasif (Salam Lembar Kosong 2024–2025):
    o MALONSIA, Timor Leste, Kamboja, Laos, dan Brunei mencatatkan status nihil dalam dinamika transfer senjata strategis global.
    ________________________________________
    2. KONTRA-NARATIF DOKUMEN 1 LEMBAR: KUALITAS KONTRAK VS ABSENSI TOTAL
    • Analisis Ruang Fiskal: Kepemilikan laporan 1 lembar milik Indonesia mencerminkan konversi nyata dari rencana pertahanan menjadi transaksi riil, didukung oleh rasio utang pemerintah yang aman di kisaran 40% dari PDB nominal sebesar US$ 1,69 Triliun.
    • Fakta Finansial Kontra: Narasi ejekan mengenai dokumen "hanya sehelai lembar" berbanding terbalik dengan kondisi MALONSIA yang mencatatkan lembar KOSONG akibat tidak adanya daya beli belanja militer baru.
    • Alokasi Defisit Anggaran: Anggaran pertahanan MALONSIA sebesar RM 5,8 Miliar habis terserap sepenuhnya untuk pemeliharaan rutin, bukan investasi armada operasional baru.
    ________________________________________
    3. KRONOLOGI HISTORIS STATUS LEMBAR SIPRI MALONSIA (2020–2025)
    • SIPRI 2020: Berstatus Planned (Dijangka) — Berhenti pada tahap perencanaan tanpa dokumen kontrak mengikat.
    • SIPRI 2021: Berstatus Planned (Dijangka) — Mengalami kebuntuan eksekusi anggaran akibat keterbatasan dana pembangunan domestik.
    • SIPRI 2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered — Platform alutsista telah dipilih namun gagal menerbitkan surat order pembelian.
    • SIPRI 2023: Berstatus Not Yet Ordered — Absen dari pendaftaran pengadaan baru karena prioritas anggaran dialihkan.
    • SIPRI 2024: Berstatus KOSONG — Berlangsungnya fase pembatasan belanja secara masif akibat beban fiskal negara.
    • SIPRI 2025: Berstatus KOSONG — Lembar transfer alutsista nihil total seiring pembekuan pengadaan pertahanan secara menyeluruh.

    BalasHapus
  3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    DATA RECIPIENTS IMPOR SENJATA UTAMA GLOBAL (SIPRI OUT LIST)
    (Catatan: MALONSIA Resmi Keluar dari Daftar 40 Importir Terbesar Dunia)
    • Peringkat 1–20: 1. Ukraina | 2. India | 3. Arab Saudi | 4. Qatar | 5. Pakistan | 6. Jepang | 7. Polandia | 8. AS | 9. Kuwait | 10. Australia | 11. UEA | 12. Mesir | 13. Inggris | 14. Israel | 15. Belanda | 16. Korsel | 17. Jerman | 18. INDONESIA | 19. Yunani | 20. Norwegia.
    • Peringkat 21–40: 21. China | 22. Italia | 23. FILIPINA | 24. Türkiye | 25. Brasil | 26. SINGAPURA | 27. Bahrain | 28. Maroko | 29. Denmark | 30. Rumania | 31. Belgia | 32. Belarusia | 33. Aljazair | 34. Taiwan | 35. Hungaria | 36. Kazakhstan | 37. Serbia | 38. Kanada | 39. Spanyol | 40. THAILAND.
    • Analisis Data: Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand mendominasi, sedangkan MALONSIA dinyatakan Out List (Daftar Lengkap SIPRI).
    ________________________________________
    KRONOLOGI ENAM TAHUN REKOR LEMBAR KOSONG SIPRI MALONSIA
    • SIPRI 2020: Status Planned (Dijangka) — Proyek alutsista hanya tertahan sebagai rencana awal tanpa ada penandatanganan kesepakatan finansial.
    • SIPRI 2021: Status Planned (Dijangka) — Pembatasan anggaran domestik menghentikan kelanjutan negosiasi pengadaan platform baru.
    • SIPRI 2022: Status Selected Not Yet Ordered — Jenis pesawat dan sistem persenjataan dipilih namun gagal menerbitkan nota kontrak order resmi.
    • SIPRI 2023: Status Not Yet Ordered — Penurunan likuiditas keuangan memaksa militer absen penuh dari aktivitas pemesanan baru global.
    • SIPRI 2024: Status KOSONG — Lembar transaksi impor nihil seiring membubungnya beban utang federal dan liabilitas berjalan.
    • SIPRI 2025: Status KOSONG — Mengalami kemandekan total setelah dilaksanakannya moratorium belanja modal militer oleh kabinet.
    ________________________________________
    INDEKS KEKUATAN TEMPUR REALISTIS REGIONAL (GFP 2026 ASEAN)
    • Peringkat 1: Indonesia (Skor: 0,2582 — Dunia: 13 | Hegemon Kekuatan Kawasan).
    • Peringkat 2: Vietnam (Skor: 0,4066 — Dunia: 23).
    • Peringkat 3: Thailand (Skor: 0,4458 — Dunia: 24).
    • Peringkat 4: Singapura (Skor: 0,5272 — Dunia: 29).
    • Peringkat 5: Myanmar (Skor: 0,6265 — Dunia: 35).
    • Peringkat 6: Filipina (Skor: 0,6993 — Dunia: 41).
    • Peringkat 7: MALONSIA (Skor: 0,7379 — Dunia: 42 | Terlempar dari Papan Atas ASEAN).
    • Peringkat 8: Kamboja (Skor: 1,6591 — Dunia: 83).
    • Peringkat 9: Laos (Skor: 2,7411 — Dunia: 125).

    BalasHapus
  4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    -------------------------------
    armada tua melampaui usia pakai =
    lebih dari separuh dari 49 kapal beroperasi di atas 40–45 tahun
    kd pendekar (1979) tenggelam tahun 2024 akibat keausan struktur
    usia ideal kapal 20–25 tahun, tldm memaksakan dua kali lipatnya
    risiko tinggi kegagalan mekanis & ancaman nyawa personel
    --------------------------------
    penundaan penggantian & kegagalan kontrak =
    target 18 kapal baru, hanya 4 unit yang terkirim hingga pertengahan 2025
    proyek lcs dihancurkan oleh korupsi, salah urus, & penundaan kronis
    laporan audit negara: tldm dipaksa andalkan "besi tua" karena pengganti nihil
    celah strategis dalam cakupan patroli wilayah laut
    --------------------------------
    sistem usang & krisis suku cadang =
    kerugian rm384.5 juta akibat 1.62 juta suku cadang tidak kompatibel
    sistem gado-gado (prancis, inggris, italia, jerman) menyulitkan integrasi
    logistik tidak efisien & siklus perbaikan sangat lama
    biaya perawatan membengkak untuk hasil tempur minimal
    --------------------------------
    daya gentar terbatas & jangkauan lemah =
    wilayah laut 500.000 km² tidak mampu dipatroli secara efektif
    sensor & daya tahan kapal tua tidak mampu imbangi teknologi modern
    gagal membendung kehadiran coast guard & angkatan laut china
    vulnerabilitas tinggi di wilayah sengketa (laut china selatan)
    --------------------------------
    ringkasan kelemahan kapal tldm =
    platform tua: >50% armada usia >40 tahun (risiko karam tinggi)
    delay kontrak: baru 4 dari 18 kapal selesai (daya patroli jatuh)
    sistem usang: teknologi lama & suku cadang mubazir (mro rumit)
    gentar terbatas: gagal amankan wilayah luas (strategi defensif lumpuh)
    --------------------------------
    peran perantara (middlemen) yang mengakar =
    kontrak pertahanan sering ditengahi agen atau broker politik
    pensiunan perwira militer bertindak sebagai penjaga pintu (gatekeepers)
    biaya membengkak akibat lapisan komisi perantara yang rumit
    "open secret" dalam ekosistem pertahanan yang merusak transparansi
    --------------------------------
    tender tertutup & kompetisi terbatas =
    kurang dari sepertiga kontrak utama diberikan melalui tender terbuka
    didominasi "single-source" yang menguntungkan kroni politik
    pemilihan vendor berdasarkan lobi, bukan pertimbangan teknis
    efektivitas biaya (cost-effectiveness) dikorbankan demi patronase
    --------------------------------
    dominasi perusahaan koneksi politik =
    perusahaan diisi tokoh militer untuk akses istimewa ke pengambil kebijakan
    vendor menang meski tawarkan barang standar rendah atau bekas
    kasus black hawk sewaan dicap sebagai "peti mati terbang" oleh sultan
    sultan mengecam agen/salesman yang memeras anggaran negara
    --------------------------------
    dampak sistemik =
    dana publik habis untuk komisi broker, bukan senjata berkualitas
    anggaran pertahanan selalu tidak cukup akibat harga yang digelembungkan
    angkatan bersenjata menerima peralatan usang atau tidak sesuai kebutuhan
    kredibilitas kementerian pertahanan (mindef) jatuh di mata rakyat & raja

    BalasHapus
  5. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
    TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
    SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
    IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
    -
    • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
    • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
    • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
    • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
    --------------------------------
    akselerasi modernisasi tetangga =
    singapura: dominasi f-15sg, kapal selam canggih, & air defense terintegrasi
    indonesia: belanja besar-besaran jet rafale, fregat, & drone serang
    vietnam: fokus asimetris lewat kapal selam kilo & rudal pesisir
    filipina: perkuat aliansi global & akuisisi rudal brahmos
    MALONSIA berisiko kalah dalam perang konvensional maupun hibrida
    --------------------------------
    hambatan anggaran & kebocoran dana =
    anggaran stagnan di rm15–18 miliar per tahun
    60–70% habis untuk gaji & perawatan barang antik
    skandal lcs hancurkan kepercayaan publik & kesiapan tempur
    tetangga investasi masa depan, MALONSIA terjebak masa lalu
    --------------------------------
    eksposur strategis di laut china selatan =
    coast guard & milisi maritim china bebas masuk zee MALONSIA
    kedaulatan maritim terus diuji tanpa perlawanan berarti
    28 dari 34 kapal perang berusia di atas 40 tahun (besi tua)
    daya gentar (deterrence) lumpuh di wilayah sengketa
    --------------------------------
    pendekatan diplomasi vs hard power =
    tradisi diplomasi sunyi asean mulai tidak relevan
    tetangga (filipina & vietnam) beralih ke sikap lebih asertif
    geopolitik bergeser ke arah adu kekuatan (hard power)
    pendekatan lunak MALONSIA tertinggal oleh kekuatan militer tetangga
    --------------------------------
    dampak regional =
    leverage diplomatik MALONSIA di asean merosot tajam
    risiko menjadi mata rantai terlemah dalam keamanan regional
    ketergantungan pada perlindungan asing meningkat
    kehilangan autonomi strategis dalam menjaga wilayah sendiri
    --------------------------------
    komponen tua melampaui usia pakai =
    171 aset militer (ad, al, au) berusia di atas 30 tahun (data 2024)
    kapal serang cepat (fac) tldm mendekati usia 50 tahun
    sistem mekanis rentan terhadap kelelahan logam & korosi
    operasi rutin membawa risiko tinggi malfungsi sistem
    --------------------------------
    iklim tropis percepat kerusakan =
    lingkungan panas & salinitas tinggi merusak perangkat keras
    korosi dipercepat pada kapal perang & badan pesawat tempur
    elektronik & hidrolik rusak lebih cepat akibat kelembapan
    kapal tidak lagi penuhi standar modern akibat degradasi lingkungan
    --------------------------------
    sistem usang & kelangkaan suku cadang =
    oem asing telah hentikan produksi & dukungan teknis
    harga suku cadang internasional melambung dengan waktu tunggu lama
    praktik kanibalisasi aset & modifikasi lokal yang tidak terjamin
    penurunan ketersediaan armada & keselamatan yang dikorbankan
    --------------------------------
    insiden operasional & risiko nyawa =
    kematian komando (juli 2025) akibat kegagalan peralatan selam tua
    ksad konfirmasi peralatan sudah "terlalu lama" & butuh audit total
    sistem warisan (legacy) menjadi ancaman langsung bagi nyawa personel
    kesiapan tempur jatuh di bawah bayang-bayang kecelakaan kerja

    BalasHapus
  6. kmaren sempet nanya, kok bisa ada 2 esyu terbang sore menjelang malem di langit jakarta?

    ternyata ituw pertanda guwe bakalan ktemu 2 mahluk dr negri tetangga kesayangan pas ada konser JIS haha!😶‍🌫️😉👌

    ⬇️⬇️⬇️
    palu gada10 Oktober 2026 pukul 17.58
    eittt....
    Sore gini di Langit Jakarta
    kok ada 2 ESYU Lewat haha!🚀🦾😎

    ada apa gerangan? jangan2 SURABAYA NO.35 haha!🤫🤗🤭

    BalasHapus
  7. DI MALANG RAYA SEKARANG SERING TERDENGAR SUARA PESPUR ....APA SUDAH PINDAH SKUADRON YA 🫣🫣🫣

    BalasHapus
  8. ADA BERUK MELAYU TOLOL MALAYDEAH SAKAU KENA DADAH 🤣🤣🤣🤣🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    https://youtube.com/shorts/3KNxSh70I-U?si=wHr1JsejC_bOmE1a

    BalasHapus
  9. HARIMAU MELAYU TOLOL MALAYDESH JUARA GALON ASEAN CUP 🤣🤣🤣🤣🤡🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩

    https://youtube.com/shorts/3ZSGkemkvFw?si=dOIDaHJ45JtxV4wI

    BalasHapus
  10. BUKTI NEGARA GAGAL DAN LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣



    Gagal Cegah Karhutla dan Kabut Asap, Prabowo dkk Digugat Warga Kalimantan Barat

    https://thestance.id/gagal-cegah-karhutla-dan-kabut-asap-prabowo-dkk-digugat-warga-kalimantan-barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    2. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      kendala anggaran kronis =
      anggaran stagnan & tidak mencukupi kebutuhan strategis
      pemerintah enggan alihkan dana dari sektor lain untuk modernisasi
      pengadaan 136 unit hmav terhenti di kementerian kewangan
      rencana pembelian ditunda atau dipangkas habis
      besi tua dipaksa bertugas melampaui usia pakai
      --------------------------------
      salah urus pengadaan & penundaan =
      laporan audit 2025: kontrak panser rm7.8 miliar bermasalah
      68 unit gempita terlambat dikirim tanpa tindakan tegas
      pembayaran penuh tetap dilakukan meski vendor melanggar kontrak
      denda rm162.75 juta baru ditagih setelah terlambat dua tahun
      servis adnan & pendekar terbengkalai akibat krisis suku cadang
      --------------------------------
      broker & struktur kontrak tertutup =
      kurang dari sepertiga kontrak melalui tender terbuka
      didominasi "single-source" yang menguntungkan kroni politik
      pensiunan militer jadi broker untuk gelembungkan harga
      sultan kecam salesman mindef & broker "peti mati terbang" (black hawk)
      korupsi & harga selangit hancurkan kepercayaan publik
      --------------------------------
      inventaris tua & strategi nihil =
      171 aset militer berusia di atas 30 tahun (akhir 2024)
      tidak ada roadmap jelas untuk penggantian bertahap
      pembelian bersifat ad hoc & reaktif tanpa visi jangka panjang
      kesiapan operasional jatuh & celah kemampuan melebar luas
      --------------------------------
      tabel ringkasan hambatan akuisisi MALONSIA =
      limit anggaran: rendahnya prioritas belanja pertahanan (akuisisi batal/tunda)
      salah urus: pengawasan kontrak lemah & kiriman telat (pemborosan dana & readiness jatuh)
      --------------------------------
      laporan audit tertunda & disensor =
      laporan audit negara sering terlambat atau hanya disajikan sebagian di parlemen
      temuan sering disensor (redacted) jika libatkan kontrak sensitif & pejabat tinggi
      audit 2025 ungkap denda rm162.75 juta (gempita) tidak pernah ditagih
      denda keterlambatan rm1.42 juta menguap tanpa penjelasan
      masalah dibiarkan membusuk tanpa koreksi publik
      --------------------------------
      lemahnya penegakan rekomendasi audit =
      kementerian sering gagal jalankan instruksi perbaikan dari audit negara
      hanya sebagian kecil rekomendasi dijalankan meski mencakup dana rm48.87 miliar
      mindef pecah kontrak servis jadi kecil untuk hindari kontrol pengadaan
      tidak ada tindakan disiplin bagi pejabat yang langgar aturan
      audit hanya jadi simbol formalitas, bukan alat perbaikan
      --------------------------------
      kelemahan struktural pengawasan =
      tidak punya badan pengawas pengadaan pertahanan yang independen
      pengawasan terpecah antara kementerian kewangan, jpm, & mindef
      konflik kepentingan tinggi dalam struktur pengawasan internal
      unit audit internal militer kekurangan sumber daya & wibawa
      tidak ada kewajiban hukum untuk pelacakan kontrak secara real-time

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      struktur anggaran pengadaan terfragmentasi =
      anggaran tidak terpusat & tidak berurutan secara strategis
      pembayaran progresif fa-50 & lcs kuras dana tahunan tanpa hasil instan
      tidak ada roadmap pengadaan jangka panjang yang jelas
      dana belanja modal (capital) kalah bersaing dengan biaya operasional
      modernisasi antar platform menjadi tidak koheren
      --------------------------------
      penundaan program modernisasi =
      skandal lcs: target 6 kapal mulai 2019, nol unit terkirim hingga 2025
      salah urus finansial & sengketa kontrak hambat pengiriman kapal
      penggantian panser ad: apc condor uzur belum diganti hmav baru
      tunggu persetujuan dana meski kebutuhan operasional mendesak
      celah udara tudm: transisi mig-29 ke fa-50 berjalan sangat lambat
      dana hanya cair sebagian, jadwal pengiriman ditarik ulur
      --------------------------------
      depresiasi mata uang & dependensi impor =
      tergantung penuh pada oem asing untuk sistem senjata utama
      lemahnya ringgit hancurkan daya beli alutsista secara riil
      kenaikan anggaran nominal tidak menambah jumlah senjata yang dibeli
      industri domestik lumpuh, tetap butuh komponen impor yang mahal
      --------------------------------
      minimnya tata kelola pengadaan strategis =
      tidak ada otoritas tunggal untuk pengawasan jangka panjang
      keputusan tersebar di berbagai kementerian & lembaga (eg: mindef & mof)
      transisi politik ubah prioritas, picu pembatalan proyek di tengah jalan
      program sering ditinggalkan (abandoned) sebelum mencapai siklus penuh
      celah kapabilitas militer semakin melebar luas
      --------------------------------
      prioritas anggaran timpang ke gaji & pensiun =
      rm19.73 miliar alokasi pertahanan 2024 (usd 4.16 miliar)
      di atas 40% habis hanya untuk gaji & tunjangan personel
      porsi belanja modal (capex) untuk senjata & upgrade sangat kecil
      besi tua dipaksa bertugas tanpa pembaruan (refurbishment) layak
      kesiapan tempur (readiness) jatuh akibat kerusakan aset
      --------------------------------
      pendanaan pengadaan terfragmentasi & reaktif =
      dana capex terkunci untuk cicilan fa-50, a400m, & lcs mangkrak
      pembayaran sudah terikat kontrak lama (pre-committed)
      nol fleksibilitas untuk upgrade baru atau perbaikan darurat
      modernisasi skala besar dicicil bertahun-tahun (lambat)
      tidak mampu merespons kebutuhan mendesak di lapangan
      --------------------------------
      depresiasi ringgit hancurkan daya beli =
      tergantung pada supplier asing (oem) untuk senjata & suku cadang
      ringgit yang lemah gerus nilai riil alokasi anggaran militer
      anggaran naik secara nominal, tapi daya beli alutsista stagnan
      biaya suku cadang internasional melambung tinggi
      --------------------------------
      enggan alihkan belanja sektor lain =
      pemerintah enggan pangkas jumlah personel untuk modernisasi
      pertahanan sering dikalahkan oleh program sosial & infrastruktur
      militer dipaksa bekerja ekstra dengan platform usang

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      aset tua di seluruh cabang militer =
      171 aset militer (tank, pesawat, kapal) berusia di atas 30 tahun
      butuh servis berkala dengan suku cadang yang sudah punah (obsolete)
      28 kapal tldm beroperasi di atas 40 tahun (lewat usia optimal)
      sistem lama sering mogok & kurangi ketersediaan operasional
      peningkatan waktu mati aset (downtime) secara drastis
      --------------------------------
      outsourcing mro dengan masalah tata kelola =
      andalkan kontraktor swasta untuk kurangi biaya & tingkatkan efisiensi
      pengawasan buruk & kontrak terfragmentasi picu layanan tidak konsisten
      keterlambatan servis & penggelembungan biaya (inflasi harga)
      nol kontrol terpusat akibatkan standar perawatan berbeda-beda
      perbaikan bersifat reaktif, bukan pencegahan (preventif)
      --------------------------------
      kendala anggaran & prioritas belanja =
      porsi besar anggaran habis untuk gaji & pensiun personel
      dana perawatan aset terbatas akibat pembagian capex & opex yang timpang
      opex tidak mencukupi untuk jaga "besi tua" tetap layak jalan
      rencana modernisasi sering ditunda demi prioritas nasional lain
      dana suku cadang & dukungan teknis minim, performa jatuh
      --------------------------------
      keusangan teknologi & digital =
      platform lama tidak mampu integrasi dengan sistem modern
      tidak kompatibel dengan alat perang digital masa kini (network-centric)
      biaya upgrade aset lama lebih mahal daripada beli baru
      penggantian lambat akibat penundaan kontrak pengadaan
      aset tidak penuhi syarat misi & gagal interoperabilitas dengan sekutu
      --------------------------------
      lemahnya penerapan integrated logistics support (ils) =
      ils tidak diterapkan secara konsisten di seluruh cabang atm
      analisis dukungan logistik (lsa) untuk ramal kebutuhan servis sangat minim
      kegagalan eksekusi lsa pada kendaraan lapis baja (panser/tank)
      pemeliharaan aset tidak efisien & sulit dideploy saat mendesak
      --------------------------------
      perencanaan logistik terfragmentasi antar matra =
      ad, al, & au operasikan sistem logistik sendiri tanpa integrasi
      koordinasi pusat nihil: jadwal servis & stok suku cadang sering meleset
      duplikasi kerja & keterlambatan distribusi antar matra
      perlambat mobilisasi pasukan saat operasi gabungan atau bencana

      Hapus
  11. BUKTI NEGARA GAGAL DAN LAWAK.... 🤣🤣🤣🤣



    Gagal Cegah Karhutla dan Kabut Asap, Prabowo dkk Digugat Warga Kalimantan Barat

    https://thestance.id/gagal-cegah-karhutla-dan-kabut-asap-prabowo-dkk-digugat-warga-kalimantan-barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  12. PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA TAK BERDAYA guys... 👎👎🔥🔥🤣🤣🤣



    Gagal Cegah Karhutla dan Kabut Asap, Prabowo dkk Digugat Warga Kalimantan Barat

    https://thestance.id/gagal-cegah-karhutla-dan-kabut-asap-prabowo-dkk-digugat-warga-kalimantan-barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      16. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      17. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      18. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      19. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      20. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
  13. PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA TAK BERDAYA guys... 👎👎🔥🔥🤣🤣🤣



    Gagal Cegah Karhutla dan Kabut Asap, Prabowo dkk Digugat Warga Kalimantan Barat

    https://thestance.id/gagal-cegah-karhutla-dan-kabut-asap-prabowo-dkk-digugat-warga-kalimantan-barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Sumber Dokumen Utama: Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 yang dirilis resmi oleh Jabatan Audit Negara (JAN) Malaysia.
      • Status Persenjataan Utama: Pengadaan sistem persenjataan pendukung kapal belum diselesaikan secara resmi.
      • Kontrak yang Belum Selesai (Belum Dimuktamadkan):
      o Rudal Anti-Kapal (Surface-to-Surface Missile / SSM)
      o Rudal Pertahanan Udara (Surface-to-Air Missile / SAM)
      o Sistem Pengecoh (Integrated Decoy Launching System / IDLS)
      • Penyebab Utama Kendala:
      o Masalah administrasi dan kendala pembayaran.
      o Penundaan rantai pasokan global.
      o Pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok asal.
      • Sumber Informasi / Berita Lengkap: Kantor Berita Resmi Malaysia, Bernama.
      --------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.
      --------------------------------
      GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
      JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
      KD MAHARAJALELA 🇲🇾
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ✅
      TORPEDO ✅
      ___________________________________
      KAPAL PPA -FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌
      _________________________________
      FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌

      Hapus
  14. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG..... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA GAGAL TOTAL... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN

      --------------------------------
      • Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
      -
      • Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
      -
      • Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
      -
      Sumber Berita Resmi:
      Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
      --------------------------------
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      --------------------------------
      GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
      JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
      KD MAHARAJALELA 🇲🇾
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ✅
      TORPEDO ✅
      ___________________________________
      KAPAL PPA -FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌
      _________________________________
      FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌

      Hapus
  15. BILA AYAM MERASA DIRINYA HELANG..... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA GAGAL TOTAL... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN

      --------------------------------
      • Risiko Tanpa Senjata: Kapal Tempur Pesisir pertama Malonsia, LCS-1 KD Maharaja Lela, mengalami keterlambatan fisik sebesar 7,55%. Kapal berisiko besar diserahkan kepada Tentera Laut Diraja Malonsia (TLDM) dalam kondisi "lompong" (tanpa sistem persenjataan lengkap dan latihan yang tuntas).
      -
      • Target Operasional Penuh (Desember 2035): Kesiapsiagaan tempur penuh kapal baru bisa tercapai pada Desember 2035. Hal ini dikarenakan penyelesaian integrasi senjata bergantung pada Kontrak Pelengkap yang waktunya molor jauh melampaui akhir Kontrak Utama (April 2030).
      -
      • Dampak Berantai: Keterlambatan serah-terima fisik (Physical Handover/PHO) pada LCS-1 ini secara otomatis ikut menunda jadwal penyelesaian untuk kapal LCS-2 hingga LCS-5.
      -
      Sumber Berita Resmi:
      Informasi ini dirilis secara resmi oleh Ketua Audit Negara Malonsia, Datuk Seri Wan Suraya Wan Mohd Radzi, melalui pembentangan Laporan Ketua Audit Negara (LKAN) 2/2026 di Parlimen Malonsia pada 5 Oktober 2026. Kasus ini telah dilaporkan secara luas oleh berbagai media nasional Malonsia seperti Berita Harian, Utusan Malonsia, dan Sinar Harian.
      --------------------------------
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      MALONYET FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)
      REVISED (FINAL): RM11.2B FOR 5 SHIPS
      (final agreed-upon contract price dealing with cost overruns)
      RM 2.24 billion (2023) per unit + ToT (ceiling) [or USD948M (2023 inflation) or ~USD700M (2011 forex) or ~USD490M (2023 forex) (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD948 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      REVISED (INITIAL): RM 9.128B FOR 5 SHIPS
      (initial figures using the original contract price in dealing with cost overruns)
      RM 1.8 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD560 million per ship (excluding ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD758 million in 2023 US dollars (excluding ammo)
      -
      ORIGINAL: RM 9B FOR 6 SHIPS
      RM 1.5 billion (2011) per unit + ToT (ceiling) or USD466 million per ship (excluding cost overruns and ammo)
      Inflation adjustment roughly equivalent to USD631 million in 2023 US dollars (excluding cost overruns and ammo)
      --------------------------------
      GEMPURWIRA10 Oktober 2026 pukul 21.10
      JOM mari lihat Kapal siapa yang OMPONG guys.... 👎👎😂😂😂
      KD MAHARAJALELA 🇲🇾
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ✅
      TORPEDO ✅
      ___________________________________
      KAPAL PPA -FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌
      _________________________________
      FRIGAT PUTING MERAH - FFBNW 🤣
      MERIAM UTAMA ✅
      MERIAM BANTUAN ✅
      MISIL ANTI KAPAL ❌
      MISIL SAM ❌
      TORPEDO ❌

      Hapus
  16. BADUT BOTOL = BAKAR LAHAN
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    --
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    --------------------------------------------
    MALONYET UP TO =
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    DEBT 97% OF GDP
    MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
    • Baseline projections:
    The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
    • Stress test results:
    In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
    • Risks:
    This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus