16 Oktober 2026

TNI AL Uji Tembak Meriam KRI Raja Haji Fisabilillah-391 di Perairan Teluk Semangka

16 Oktober 2026

KRI Raja Haji Fisabilillah-391 OPV (photo: sxarleet)

RADARTVNEWS.COM – TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar latihan uji penembakan meriam kaliber 76 mm dan 40 mm menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Raja Haji Fisabilillah-391 di perairan Teluk Semangka, Lampung, pada 14–15 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan integrasi akhir dan sertifikasi kelayakan tempur kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV). Uji penembakan dilakukan untuk mendukung proses evaluasi kesiapan sistem persenjataan kapal sebelum dinyatakan memenuhi persyaratan kelayakan tempur.

Dalam kegiatan ini, KRI Raja Haji Fisabilillah-391 digunakan sebagai sarana pengujian penembakan meriam berkaliber 76 mm dan 40 mm. Pelaksanaan latihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 14–15 Oktober 2026, di wilayah perairan Teluk Semangka, Lampung.

KRI Raja Haji Fisabilillah-391 (photo ssv: Ariefianto)

Sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan militer tersebut, masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan, khususnya nelayan, pemandu kapal, serta pengguna jasa kelautan, diimbau untuk sementara waktu menjauhi lokasi latihan. Imbauan ini disampaikan guna menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Masyarakat juga diharapkan memperhatikan informasi dan arahan terkait area latihan agar tidak memasuki wilayah yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pengujian persenjataan kapal sekaligus meminimalkan risiko bagi pengguna perairan.

Pelaksanaan uji penembakan meriam ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses integrasi dan sertifikasi KRI Raja Haji Fisabilillah-391 sebagai kapal patroli lepas pantai. Seluruh kegiatan diharapkan dapat berlangsung dengan aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

81 komentar:

  1. welkam 202 Kalekalip....
    Sniper $ 2 juta dolar wow Premium haha!πŸ€‘πŸ‘πŸ€—

    aset Baruw lagi nich,
    ada pembual yg FANASπŸ”₯ diseblah haha!🍌😀πŸ€₯
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Turkey Delivers 202 KMR762 Sniper Rifles to Indonesia in $2.35 Million Shipment
    Kalekalip delivered 202 KMR762 7.62×51 mm sniper rifles and accessories to Indonesia, shipped from Ankara Esenboğa Airport on September 28, 2026, valued at $2,351,885.
    https://ssbulten.com.tr/en/gundem/detay/turkey-delivers-202-kmr762-sniper-rifles-to-indonesia-in-dollar235-million-shipment--24853

    BalasHapus
  2. TIMELINE 2025-2026 NGEMIS BERAS =
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    MALAYDESH=
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
    =========
    AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
    MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
    cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
    =========
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ==========
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    RINGIT TIDAK LAKU
    https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
    ==========
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
    DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.2% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------
    84% NO SAVING EVERY MONTH
    A recent survey conducted by the Financial Education Network (FEN) showed that 84 per cent of Malaydeshs do not have regular savings every month.

    BalasHapus
  3. TIMELINE 2025-2026 NGEMIS BERAS =
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    penduduk Afrika, terutama di daerah tropis, sering mengonsumsi singkong sebagai sumber malaydeshan pokok dan sumber kalori utama. Singkong adalah tanaman umbi-umbian yang penting di Afrika dan merupakan malaydeshan pokok yang murah dan andal sepanjang tahun bagi jutaan orang.
    Singkong sebagai Malaydeshan Pokok di Afrika:
    • Singkong merupakan sumber kalori yang penting bagi sekitar dua dari lima orang Afrika.
    • Di beberapa negara, singkong dikonsumsi setiap hari, bahkan beberapa kali sehari.
    • Singkong merupakan malaydeshan pokok yang penting bagi ketahanan pangan di Afrika.
    • Singkong dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti dibakar, direbus, digoreng, atau diolah menjadi tepung.
    • Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti gari, fufu, attieke, dan eba, yang merupakan malaydeshan tradisional di Afrika.
    Singkong dalam Budaya dan Kuliner Afrika:
    • Singkong memiliki peran penting dalam budaya dan kuliner Afrika.
    • Banyak malaydeshan tradisional Afrika yang terbuat dari singkong, seperti fufu, attieke, dan eba.
    • Singkong juga digunakan dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumis, dan omelet.
    • Daun singkong juga dimalaydesh sebagai sayuran di berbagai negara Afrika.
    Pentingnya Singkong bagi Ketahanan Pangan di Afrika:
    • Singkong merupakan sumber malaydeshan yang murah dan mudah diakses di banyak daerah di Afrika.
    • Singkong dapat ditanam di berbagai jenis tanah dan kondisi iklim, menjadikannya tanaman yang andal bagi petani.
    Singkong dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di Afrika, terutama di daerah-daerah yang kekurangan malaydeshan.
    ==========
    RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
    Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
    Causes
    • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
    • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
    • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
    • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
    Effects
    • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
    • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
    • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.

    BalasHapus
  4. TIMELINE 2025-2026 NGEMIS BERAS =
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
    2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
    3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. MKM BARTER PALM OIL
    62. MIG29N BARTER PALM OIL
    63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
    64. SCORPENE BARTER PALM OIL
    65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
    67. FA50M BARTER PALM OIL
    ===================
    SEWA MALAYDESH SEWA
    1. SEWA 28 HELI
    2. SEWA L39 ITCC
    3. SEWA EC120B
    4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
    5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
    6. SEWA HOVERCRAFT
    7. SEWA AW139
    8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
    9. SEWA UTILITY BOAT
    10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
    11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
    12. SEWA MV AISHAH AIM 4
    13. SEWA BMW R1250RT
    14. SEWA 4x4 VECHICLE
    15. SEWA VSHORAD
    16. SEWA TRUCK
    17. SEWA HONDA CIVIC
    18. SEWA PATROL BOATS
    19. SEWA OUTBOARD MOTORS
    20. SEWA TRAILERS
    21. SEWA SUPERBIKES
    22. SEWA SIMULATOR MKM
    23. TUDM SEWA 12 AW149
    24. TUDM SEWA 4 AW139
    25. TUDM SEWA 5 EC120B
    26. TLDM SEWA 2 AW159
    27. TDM SEWA 4 UH-60A
    28. TDM SEWA 12 AW149
    29. BOMBA SEWA 4 AW139
    30. MMEA SEWA 2 AW159
    31. POLIS SEWA 7 BELL429
    32. SEWA MOTOR POLIS

    BalasHapus
  5. TIMELINE 2025-2026 NGEMIS BERAS =
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    AFRICA MALAYDESH SINGKONG
    penduduk Afrika, terutama di daerah tropis, sering mengonsumsi singkong sebagai sumber malaydeshan pokok dan sumber kalori utama. Singkong adalah tanaman umbi-umbian yang penting di Afrika dan merupakan malaydeshan pokok yang murah dan andal sepanjang tahun bagi jutaan orang.
    Singkong sebagai Malaydeshan Pokok di Afrika:
    • Singkong merupakan sumber kalori yang penting bagi sekitar dua dari lima orang Afrika.
    • Di beberapa negara, singkong dikonsumsi setiap hari, bahkan beberapa kali sehari.
    • Singkong merupakan malaydeshan pokok yang penting bagi ketahanan pangan di Afrika.
    • Singkong dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti dibakar, direbus, digoreng, atau diolah menjadi tepung.
    • Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti gari, fufu, attieke, dan eba, yang merupakan malaydeshan tradisional di Afrika.
    Singkong dalam Budaya dan Kuliner Afrika:
    • Singkong memiliki peran penting dalam budaya dan kuliner Afrika.
    • Banyak malaydeshan tradisional Afrika yang terbuat dari singkong, seperti fufu, attieke, dan eba.
    • Singkong juga digunakan dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumis, dan omelet.
    • Daun singkong juga dimalaydesh sebagai sayuran di berbagai negara Afrika.
    Pentingnya Singkong bagi Ketahanan Pangan di Afrika:
    • Singkong merupakan sumber malaydeshan yang murah dan mudah diakses di banyak daerah di Afrika.
    • Singkong dapat ditanam di berbagai jenis tanah dan kondisi iklim, menjadikannya tanaman yang andal bagi petani.
    Singkong dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di Afrika, terutama di daerah-daerah yang kekurangan malaydeshan.
    ==========
    RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
    Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
    Causes
    • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
    • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
    • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
    • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
    Effects
    • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
    • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
    • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.


    BalasHapus
  6. OPV 98M kita uda uji tembak meriamπŸš€

    sementara gowing lcs, peluru 3p pun belum mampu beli kahsiyan, Kosonk LagiπŸ‘Ž
    FFBNP=FITTED FOR BUT NOT PAID! haha!❌️🍌🀣

    BalasHapus
  7. lebih cepat Opv kita dibanding Kapal Darat seblah haha!✌️😝πŸ€ͺ
    padahal dari 2011 cuyyy

    BalasHapus
    Balasan
    1. OPV ini design asli lokal, tak perlu beli blueprint, tak perlu mangkrak delay..
      Manakala KD si Onohlela tinggal copas ke CNC malah salah potong, salah piping, salah wiring...dan OMPONG hingga 2035

      πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€ͺ😭

      Hapus
  8. NSM= NORWAY STπŸ“›P MISSILE,
    Kahsiyan amat kl haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ€£

    BalasHapus
  9. Salam lcs 2035 delay haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ‘Ž❌️

    BalasHapus
  10. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA = -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
    -------------------------------
    KURANG BERAS =
    • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
    • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
    • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
    Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year.
    -
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    -
    MALING TERIAK MALING =
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    The Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM, or Royal Malaydesh Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
    -
    MALING TERIAK MALING =
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    The Malaydesh government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
    -
    MALING TERIAK MALING =
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to Malaydesh at one of the country’s ports.
    -
    MALING TERIAK MALING =
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from Malaydesh, which was 97% of the country's total sand imports
    -
    MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.

    BalasHapus
  11. Opv 98 kita ganteng banget woii haha!✌️πŸ˜ŽπŸ€—

    Poto pemasangan Radar Aesa & CIWS haha!πŸš€πŸ¦ΎπŸ˜‰

    lcs Kalah LagiiiπŸ‘Ž

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/61560907836327/photos/proses-pemasangan-radar-pada-kapal-opv-98m/122220896528363594/

    https://www.facebook.com/61560907836327/photos/d41d8cd9/122225716298363594/?set=a.122105159372363594

    BalasHapus
  12. Ipv 391 & 392...

    Duet Sea Trial....semenanjung kl mana bisa? haha!πŸ€ͺ🍌🀣

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/watch/?v=884896680712795&vanity=61560907836327

    BalasHapus
  13. Wuiiiii OPV 392..kebutttttπŸ”₯
    Sea trial tu kayak gini

    ZIG ZAG haha!✌️πŸ¦ΎπŸ€—

    gowing lcs mana bisa...lemah haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ€£

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/reel/1564363734571375/#

    BalasHapus
  14. Makanan EMPUK LMS BATCH 2 JE ni..... πŸ”₯πŸ”₯ 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =N
      GEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS LNG
      -
      TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
      -
      • 22 April 2025
      Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      ------------------------------
      IMPOR= PASPOR RINGGIT MILITER BERAS
      -
      πŸ“¦ MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      πŸͺ™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Utang & Fiskal: "Spiral Debt-Pay-Debt"
      Klaim belanja militer seringkali disebut "Cash", namun data menunjukkan ketergantungan total pada hutang luar negeri dan barter:
      Total Utang & Liabilitas (2026): Mencapai RM 1,79 Triliun (Meningkat drastis dari RM 407 Miliar pada 2010).
      Rasio Utang Federal: Konsisten di angka 68% - 69% terhadap GDP (Melebihi plafon aman).
      Beban Utang Isi Rumah (Household Debt): 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN menurut BNM).
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan pinjaman baru hanya untuk membayar bunga utang lama, membatasi anggaran belanja modal (CAPEX) militer.
      -
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).

      Hapus
    6. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    7. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALAYSEWA dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALAYSEWA (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALAYSEWA untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALAYSEWA - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    8. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.

      Hapus
  15. Makanan EMPUK LMS BATCH 2 JE ni..... πŸ”₯πŸ”₯ 😎😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS LNG
      -
      TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
      -
      • 22 April 2025
      Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      ==========================
      ==========================
      BERITA MEI 2026
      -
      GORILLA KETAHUAN MEMBUAL.... KENYATAANNYA INDIANESIA NGEMIS KE MALAYDESH MINTA BERASNYA DIBELI.... Baca guys.. πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
      Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaydesh dan Singapura
      https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaydesh-dan-singapura
      -
      BERITA MEI 2026
      GEMPURWIRA15 Oktober 2026 pukul 20.29
      INDIANESIA NGEMIS KE MALAYDESH MINTA BERAS YA DIBELI guys... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
      Bulog akan Kirim Utusan ke Serawak, Bahas Ekspor Beras Ke Malaydesh
      https://money.kompas.com/read/2026/05/29/115800926/bulog-akan-kirim-utusan-ke-serawak-bahas-ekspor-beras-ke-malaydesh
      -
      BERITA JULI 2026
      GEMPURWIRA15 Oktober 2026 pukul 20.34
      BUKTI INDIANESIA NGEMIS KE MALAYDESH MINTA BERAS YA DIBELI... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣
      Bulog kejar kesepakatan ekspor beras ke Malaydesh dan Singapura
      https://kl.antaranews.com/berita/43599/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor

      Hapus
    2. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    3. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
      Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
      Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
      Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
      -
      Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
      Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
      Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
      Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
      Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
      Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
      MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
      -

      Hapus
    4. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYSEWA 2026)
      Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
      Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
      Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
      -
      TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYSEWA)
      Akibat ketiadaan dana tunai, MALAYSEWA beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
      Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
      Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
      Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
      Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
      -
      KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
      Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
      Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, MALAYSEWA Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
      Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam



      Hapus
    5. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      ANALISIS EKONOMI & FISKAL
      Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
      Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
      -
      KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
      Kekuatan Udara:
      Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
      MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
      Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
      -
      REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
      Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.

      Hapus
    6. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

      Hapus
    7. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.

      Hapus
    8. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).

      Hapus
    9. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.


      Hapus
    10. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      -
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.


      Hapus
    11. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).

      Hapus
    12. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).

      Hapus
    13. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.

      Hapus
    14. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN UDARA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak krisis ekonomi konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA UDARA (RMAF / TUDM):
      Krisis Jet Tempur (2025):
      F/A-18D Hornet (1997): Menua, butuh peningkatan tengah umur (MLU), jangkauan serang terbatas.
      Su-30MKM (2007): Sering grounded akibat kelangkaan suku cadang dan pemeliharaan tertunda. Kesiapan sering di bawah 50%.
      Kegagalan MiG-29: Dipensiunkan dini (2015) karena biaya operasional tinggi. Program pengganti (MRCA) tertunda lebih dari satu dekade. Hasil: "Air Power Gap" fatal.
      Kelemahan Maritim & Transportasi: Bergantung pada King Air B200T yang usang untuk monitor Laut Cina Selatan; tidak mampu beli P-8 Poseidon karena miskin.
      Krisis Helikopter: Nuri pensiun (2019) setelah banyak kecelakaan maut. Pengganti sangat minim (hanya AW139/EC725 terbatas), melumpuhkan SAR dan mobilitas pasukan.
      Hanud Nihil: TANPA sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) jarak jauh. Hanya mengandalkan MANPADS jarak pendek; wilayah udara sangat rentan ditembus.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN & MISMANAJEMEN KRONIS:
      Alokasi Terendah ASEAN: Belanja pertahanan hanya ~1% PDB (2024), jauh di bawah Singapura (3%) atau Vietnam. MALONSIA tidak mampu membiayai militer modern.
      Kanibalisme Gaji: 50-55% anggaran habis untuk gaji dan pensiun; modernisasi (procurement) hanya dapat sisa 15-20%. Pasukan banyak tapi under-equipped.
      Skandal LCS & Alutsista: Korupsi dan campur tangan politik membuat miliaran ringgit terbuang (Skandal LCS sejak 2011 nol kapal). Kepercayaan perwira ATM terhadap sistem pengadaan hancur.
      Kebijakan Jangka Pendek: Setiap ganti pemerintah, prioritas diatur ulang (reset). Kertas Putih Pertahanan 2019 diabaikan total karena krisis fiskal.

      Hapus
  16. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA = -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
    -------------------------------
    KURANG BERAS =
    • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
    • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
    • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
    Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year.
    -
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    -
    MALING TERIAK MALING =
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    48 SKYHAWK DISAPPEARED
    The Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM, or Royal Malaydesh Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
    -
    MALING TERIAK MALING =
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
    The Malaydesh government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
    -
    MALING TERIAK MALING =
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    SALE F 5 TIGERS
    This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to Malaydesh at one of the country’s ports.
    -
    MALING TERIAK MALING =
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
    Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from Malaydesh, which was 97% of the country's total sand imports
    -
    MAHATHIR = MALAS MISKIN
    menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
    -
    ANWAR IBRAHIM = MISKIN
    “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.

    BalasHapus
  17. INDIANESIA KRISIS BBM guys.. 🀣🀣🀣


    Antrean BBM Lanjut di Kaltim: Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124707/antrean-bbm-lanjut-di-kaltim-samarinda-berau-kutai-kartanegara

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: PEMBENGKAKAN BIAYA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA PEMBENGKAKAN BIAYA & SKANDAL (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 6 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi >RM 11 Miliar namun jumlah kapal dipangkas menjadi 5. Laporan PAC mengungkap RM 400 Juta dana LCS dipakai bayar hutang proyek lama; 15% peralatan yang dibeli jadi rongsokan/usang di gudang.
      Program NGPV (Patrol Vessel): Rencana awal 27 kapal, biaya melonjak dari RM 5,35 Miliar ke RM 6,75 Miliar. Proyek dibatalkan setelah hanya beberapa unit selesai karena masalah kualitas dan teknis yang parah.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kontrak awal RM 4,3 Miliar membengkak drastis akibat mismanajemen dan keterlambatan masif; dibarengi dengan dugaan korupsi internasional.
      Pembatalan Black Hawk: Kesepakatan helikopter dibatalkan setelah intervensi Raja yang mengkritik pembelian alutsista usang dengan harga selangit pasca insiden tabrakan maut helikopter angkatan laut.
      ________________________________________
      INEFISIENSI ANGGARAN & DISTRIBUSI (BUDGET MISMATCH):
      Dominasi Biaya Personel: Lebih dari setengah anggaran tahunan habis untuk gaji dan pensiun, menyisakan dana sangat minim untuk modernisasi atau latihan tempur tingkat lanjut.
      Ketimpangan Prioritas: Angkatan Darat terus menerima porsi terbesar, meskipun ancaman keamanan utama berada di wilayah maritim (Laut Cina Selatan & Selat Malaka).
      Belanja Reaktif: Anggaran habis untuk kebutuhan jangka pendek (pirasi, bantuan bencana) daripada modernisasi strategis jangka panjang, mengakibatkan proyek jet tempur/kapal perang selalu tertunda.
      Ketergantungan Impor Mahal: Membeli alutsista dalam jumlah kecil dari berbagai negara (patchwork) menciptakan mimpi buruk logistik dan biaya pemeliharaan yang menghancurkan kas negara.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 11 MILIAR + BELANJA REAKTIF = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: PEMBENGKAKAN BIAYA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar secara global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA PEMBENGKAKAN BIAYA & SKANDAL (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 6 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi >RM 11 Miliar namun jumlah kapal dipangkas menjadi 5. Laporan PAC mengungkap RM 400 Juta dana LCS dipakai bayar hutang proyek lama; 15% peralatan yang dibeli jadi rongsokan/usang di gudang.
      Program NGPV (Patrol Vessel): Rencana awal 27 kapal, biaya melonjak dari RM 5,35 Miliar ke RM 6,75 Miliar. Proyek dibatalkan setelah hanya beberapa unit selesai karena masalah kualitas dan teknis yang parah.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Kontrak awal RM 4,3 Miliar membengkak drastis akibat mismanajemen dan keterlambatan masif; dibarengi dengan dugaan korupsi internasional.
      Pembatalan Black Hawk: Kesepakatan helikopter dibatalkan setelah intervensi Raja yang mengkritik pembelian alutsista usang dengan harga selangit pasca insiden tabrakan maut helikopter angkatan laut.
      ________________________________________
      INEFISIENSI ANGGARAN & DISTRIBUSI (BUDGET MISMATCH):
      Dominasi Biaya Personel: Lebih dari setengah anggaran tahunan habis untuk gaji dan pensiun, menyisakan dana sangat minim untuk modernisasi atau latihan tempur tingkat lanjut.
      Ketimpangan Prioritas: Angkatan Darat terus menerima porsi terbesar, meskipun ancaman keamanan utama berada di wilayah maritim (Laut Cina Selatan & Selat Malaka).
      Belanja Reaktif: Anggaran habis untuk kebutuhan jangka pendek (pirasi, bantuan bencana) daripada modernisasi strategis jangka panjang, mengakibatkan proyek jet tempur/kapal perang selalu tertunda.
      Ketergantungan Impor Mahal: Membeli alutsista dalam jumlah kecil dari berbagai negara (patchwork) menciptakan mimpi buruk logistik dan biaya pemeliharaan yang menghancurkan kas negara.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + SKANDAL LCS RM 11 MILIAR + BELANJA REAKTIF = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA MALAYDESH SEWA
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. TUDM SEWA 12 AW149
      24. TUDM SEWA 4 AW139
      25. TUDM SEWA 5 EC120B
      26. TLDM SEWA 2 AW159
      27. TDM SEWA 4 UH-60A
      28. TDM SEWA 12 AW149
      29. BOMBA SEWA 4 AW139
      30. MMEA SEWA 2 AW159
      31. POLIS SEWA 7 BELL429
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    4. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝

      Hapus
  18. INDIANESIA KRISIS BBM guys.. 🀣🀣🀣


    Antrean BBM Lanjut di Kaltim: Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124707/antrean-bbm-lanjut-di-kaltim-samarinda-berau-kutai-kartanegara

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==========
      ==========
      2025 INDONESIA = 8th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      2025 INDONESIA = 8th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. China 37,070,000
      2. United States 29,170,000
      3. India 16,024,460
      4. Russia 6,910,000
      5. Japan 6,570,000
      6. Germany 6,020,000
      7. Brazil 4,702,004
      8. Indonesia 4,661,542
      9. France 4,360,000
      10. United Kingdom 4,280,000
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • In 2023, Indonesia's nominal GDP was $1.371 trillion, making it the 16th largest economy in the world by nominal GDP.
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      Malaydesh and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around $818 Billion, Malaydesh and Singapore are still quite far from Indonesia’s $1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around $500 Billion between Indonesia with Malaydesh and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a $900 billion gap between Indonesia with Malaydesh and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around $4 Trillion in PPP, whilst Malaydesh at $1,089 Trillion and Singapore at $617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.

      Hapus
    3. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: FISKAL LUMPUH & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      GOV + PEOPLE HOBI HUTANG = OVERLIMIT DEBT:
      GOVERNMENT DEBT (2025): Mencapai RM 1,3 Triliun (69% dari PDB); sudah melampaui batas aman 65%.
      HOUSEHOLD DEBT (2025): Menyentuh RM 1,73 Triliun (85,8% dari PDB); rakyat terjebak hutang konsumtif yang masif.
      EFEK PENGHAPUSAN GST: Kehilangan pendapatan tahunan ± RM 15–20 Miliar. Defisit anggaran tetap melebar (4-6% PDB) karena bergantung pada pajak minyak yang tidak stabil.
      RUANG FISKAL SEMPIT: Modernisasi tertunda karena dana terserap habis untuk cicilan bunga hutang dan subsidi tinggi demi tekanan politik.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ALUTSISTA (AGEING & OBSOLESCENCE):
      Aset Usang (30-40+ Tahun): Kapal TLDM dari era 70-an dan APC Condor era 80-an masih dipaksa bertugas. Penuaan aset membuat biaya perawatan membengkak dengan kesiapan tempur rendah.
      Minim Investasi Modernisasi: Anggaran pertahanan hanya ~1% PDB; 40% habis untuk gaji dan pensiun. Tidak ada anggaran untuk membeli senjata baru secara rutin seperti tetangga.
      Fiasco & Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) sejak 2011 (RM 9 Miliar) nol unit operasional hingga 2025. Angkatan Laut terjebak menggunakan kapal tua yang sudah melewati masa pakai.
      Krisis Suku Cadang RMAF: Kesiapan Su-30MKM sering di bawah 50% karena kelangkaan spare parts; pilot kekurangan jam terbang karena keterbatasan bahan bakar.
      Ketertinggalan Regional: Saat Singapura, Indonesia, dan Vietnam membeli kapal selam dan jet tempur canggih, MALONSIA hanya bisa menggunakan alutsista karatan.
      Instabilitas Politik: Pergantian PM yang sering sejak 2018 menyebabkan proyek pertahanan terus-menerus dihentikan, dinegosiasi ulang, atau dibatalkan (reset).
      KESIMPULAN:
      HUTANG 69% PDB + RAKYAT HOBI HUTANG + ALUTSISTA KARATAN = KEBANGKRUTAN NASIONAL

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Dominasi Skala Ekonomi: Indonesia sebagai Gajah Asia
      Indonesia telah melakukan decoupling (pemisahan kasta) dari ekonomi regional ASEAN:
      PDB PPP (Daya Beli Riil): Dengan angka US$ 5,69 Triliun, Indonesia menempati Peringkat 6 Dunia, melampaui Jerman, Inggris, dan Prancis.
      Skala Banding: Ekonomi riil Indonesia setara dengan gabungan Thailand + Vietnam + Filipina.
      Rasio vs MALAYSEWA: Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal (Nilai Pasar): Indonesia mencapai US$ 1,69 Triliun (Peringkat 15 Dunia).
      Rasio vs MALAYSEWA: Indonesia 3,67x lebih besar.
      -
      Kontras Kesehatan Fiskal & Profil Risiko
      Perbedaan fundamental dalam pengelolaan keuangan negara:
      Indonesia (Pruden & Sehat):
      Rasio Utang: Terjaga stabil di kisaran 40%, jauh di bawah batas aman UU (60%).
      Utang Rumah Tangga: Sangat rendah (16%), memberikan ruang konsumsi domestik yang kuat tanpa beban cicilan ekstrem.
      MALAYSEWA (Zona Merah Fiskal):
      Rasio Utang: Melonjak hingga 69% - 70,5% (2024-2025), melewati limit internal 65%.
      Bom Waktu Rumah Tangga: Rasio utang rumah tangga mencapai 84,3%, salah satu yang tertinggi di Asia, yang mencekik daya beli rakyat.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.

      Hapus
  19. INDIANESIA KRISIS BBM guys.. 🀣🀣🀣


    Antrean BBM Lanjut di Kaltim: Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124707/antrean-bbm-lanjut-di-kaltim-samarinda-berau-kutai-kartanegara

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      -
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS😝

      Hapus
    3. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    4. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN POLITIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DAFTAR SKANDAL PROYEK MANGKRAK & GAGAL:
      Fiasco LCS (Littoral Combat Ship): Kontrak 2011 senilai RM 9 Miliar untuk 6 kapal. Janji kirim 2019, kenyataan hingga 2025 0 UNIT TERKIRIM. Dana diselewengkan, biaya membengkak, dan AL terpaksa pakai kapal rongsokan era 80-an.
      Krisis Jet Tempur (MRCA): Program ganti MiG-29 tertunda lebih dari satu dekade karena politik. RMAF lumpuh; sempat hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang bisa terbang akibat kelangkaan suku cadang.
      Kegagalan Proyek NGPV: Rencana awal 27 kapal patroli generasi baru, hanya 6 unit kelas Kedah yang selesai (2006-2010). Proyek dipangkas paksa karena korupsi dan mismanajemen anggaran.
      Skandal Kapal Selam Scorpene: Pembelian diwarnai dugaan korupsi makelar politik dan kasus Altantuya. Biaya perawatan sangat mahal, sering sidelined karena masalah teknis kronis.
      Lumpuhnya Kesiapan Darat: APC Condor (era 70-an) masih dipaksa dinas karena program pengganti (AV-8 Gempita) berjalan sangat lambat dan dihantam pembengkakan biaya.
      ________________________________________
      INSTABILITAS POLITIK & KEBIJAKAN PLIN-PLAN:
      5 Ganti PM (Sejak 2018): Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar. Setiap ganti rezim, prioritas pertahanan di-reset, tender dibatalkan, atau ditinjau ulang.
      Modernisasi Cuma di Kertas: Kertas Putih Pertahanan 2019 hanya menjadi pajangan. Politisi lebih fokus pada bansos dan subsidi demi suara pemilu daripada investasi alutsista jangka panjang (10-20 tahun).
      Patronase Politik: Kontrak LCS diberikan ke Boustead (terkait kepentingan UMNO) tanpa audit ketat, berujung pada miliaran ringgit hangus tanpa hasil nyata.
      Siklus "Stop-Go" Anggaran: Tidak ada konsensus nasional. Pertahanan dianggap beban anggaran; setiap krisis fiskal, dana alutsista adalah yang pertama kali dipotong.
      KESIMPULAN:
      5X GANTI PM + FIASCO LCS RM 9 MILIAR + KEBIJAKAN PLIN-PLAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
    5. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚒 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      πŸ›©️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    6. LCS TAHUN 2035-2011 : 24 TAHUN : HARGA DESTROYER
      SEWA HELI : 119 HELI BARU
      LMS B2 : TERMURAH
      FA50M : TERMURAH
      -
      ⚓ HARGA LCS MALAYSIA VS DESTROYER
      Type 052D Class: USD 500–600 Juta / unit.
      KDX III Class (Sejong): USD 900 Juta / unit.
      Type 055 Class: USD 920 Juta / unit.
      LCS Malaysia (Maharaja Lela): USD 948 Juta / unit (Total USD 4,74 Miliar / 5 unit). Status delayed (tertunda) & kosongan (FFBNW/belum termasuk amunisi), tanpa NSM, tanpa VL Mica, tanpa torpedo ringan, tanpa secondary guns,
      --------------------------------
      🚁 SEWA VS BELI AW149
      Sewa: USD 3,7 Miliar (RM 16,8 M) / 28 unit / 15 tahun.
      Beli: USD 868 Juta (RM 3,954 M) / 28 unit (USD 31 Juta/unit).
      Rasio: Sewa 4x lebih mahal (setara 119 unit baru).
      --------------------------------
      🚒 LMS B2 Korvet (Ada Class)
      Malaysia (Hisar/LMS B2): USD 176,7 Juta / unit (Total USD 530 Jt / 3 unit — downgrade).
      Pakistan (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 4 unit).
      Ukraina (Ada Class): USD 250 Juta / unit (Total USD 1 Miliar / 2 unit + UCAV).
      ---------------------------------
      πŸ›©️ JET TEMPUR FA-50
      FA-50M (Malaysia): USD 51,1 Juta / unit (Total USD 920 Jt / 18 unit — varian termurah).
      FA-50PH B2 (Filipina): USD 58,33 Juta / unit (Total USD 700 Jt / 12 unit — AESA & refueling).
      FA-50 GF (Block II): USD 58,75 Juta / unit (Total USD 705 Jt / 12 unit).
      FA-50 PL (Polandia): USD 63,89 Juta / unit (Total USD 2,3 Miliar / 36 unit — standar NATO).
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALONYET terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALONYET (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALONYET (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALONYET berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALONYET KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALONYET menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
  20. INDIANESIA KRISIS BBM guys.. 🀣🀣🀣


    Antrean BBM Lanjut di Kaltim: Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124707/antrean-bbm-lanjut-di-kaltim-samarinda-berau-kutai-kartanegara

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      MALING TERIAK MALING =
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from Malaydesh, which was 97% of the country's total sand imports
      -
      MALING TERIAK MALING =
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      The Malaydesh government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
      -
      MALING TERIAK MALING =
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to Malaydesh at one of the country’s ports.
      -
      MALING TERIAK MALING =
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      The Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM, or Royal Malaydesh Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
      -=
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS😝

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      -
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      -
      KONG KING KONG = SINGKONG
      BERAS GANTI UBI KAYU
      BERAS GANTI UBI KAYU
      BERAS GANTI UBI KAYU
      Yang di-Pertua Dewan Rakyat, Johari Abdul, menyarankan agar rakyat Malaydesh mengganti nasi dengan ubi kayu sebagai sumber karbohidrat alternatif.
      -
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS😝

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG)) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.


      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG):
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).
      -
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    5. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PEMELIHARAAN KRONIS (MAINTENANCE CRISIS):
      Udara (RMAF): Hanya 4 dari 18 Su-30MKM yang dilaporkan laik terbang (2018) akibat kelangkaan suku cadang dan kendala anggaran servis. MiG-29N dipensiunkan paksa (2017) karena biaya rawat yang mencekik kas negara.
      Laut (RMN): Kapal patroli era 70-an dan 80-an terpaksa di-kanibalisasi suku cadangnya agar satu kapal tetap bisa beroperasi. Proyek LCS yang mangkrak memaksa kapal tua kelas Kedah bekerja melampaui batas, mempercepat kerusakan.
      Darat (TDM): Kendaraan APC Condor (1980-an) sering mogok; suku cadang buatan Jerman hampir mustahil ditemukan. Kendaraan AV-8 Gempita yang lebih baru dikritik karena biaya operasional yang terlalu tinggi dan suplai suku cadang tidak konsisten.
      ________________________________________
      KETIMPANGAN ANGGARAN: ORANG VS ALUTSISTA (SALARY VS CAPABILITY):
      Kanibalisme Gaji (60% Budget): Lebih dari setengah anggaran pertahanan (RM 15-18 Miliar) habis hanya untuk gaji, tunjangan, dan pensiun. Dana pengadaan alutsista baru hanya tersisa <20%.
      Beban Pensiun Membengkak: Jumlah veteran yang terus bertambah menjadikan beban pensiun seumur hidup lebih besar daripada belanja peralatan tempur dalam beberapa tahun terakhir.
      Kekakuan Fiskal: Sistem militer yang terikat budaya pegawai negeri membuat pengurangan personel sulit dilakukan karena sensitivitas politik, meskipun militer menjadi under-equipped.
      Kelumpuhan Modernisasi: Dana pengembangan yang tersisa (~15-20%) tidak cukup untuk membeli pesawat atau kapal baru. Contoh: Proyek LCS menyerap hampir seluruh jatah pengadaan selama satu dekade tanpa hasil nyata.
      Kesiapan Tempur Semu: MALONSIA memiliki banyak prajurit di atas kertas, namun tanpa dukungan suku cadang, jam terbang pilot yang rendah, dan hari patroli laut yang minim.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + KANIBALISME SUKU CADANG + BEBAN PENSIUN RAKSASA = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN TOTAL

      Hapus
  21. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    -------------------------------
    CASSAVA LEMAK ✔️
    RICE LEMAK ❌
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source.
    ===
    SEWA HELI Kementerian Pertahanan Malaydesh pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian sewa dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
    SEWA HELI 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara sewaan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
    SEWA HELI = Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
    SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the lease of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
    SEWA BOAT sewaan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
    SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak sewaan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
    SEWA PESAWAT ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal Malaydesh Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
    SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata Malaydesh sedang mencari untuk menyewa Tarantula.
    ===
    RETIRED MIG29 Malaydesh recently retired the MiG-29 Fulcrum due to its inability to maintain them.
    RETIRED MB339CM the Aermacchi MB-339CM trainer jets that are currently grounded
    RETIRED SCORPION Scorpions to be retired. The Army has recommended that it’s fleet of Scorpion light tanks be retired due to the high cost of maintenance and obsolescence issues.
    RETIRED CONDOR Condor armoured 4X4 and Sibmas armoured recovery vehicle as retired from service as off January 1, 2023.
    RETIRED SIBMAS = Condor armoured 4X4 and Sibmas armoured recovery vehicle as retired from service as off January 1, 2023.
    RETIRED V150 = . It was used by the Malaydesh Army in Second Malayan Emergency (now retired)

    BalasHapus
  22. Kocak, justru si LeMeS 2 sasaran Empuq KSOT haha!☠️πŸ˜†πŸ‘»
    kahsiyan gak punyak sonar apalagi torpedo..Dmiskinos haha!πŸ‘ŽπŸ˜πŸŒ

    mana bisa lawan OPV 98M...🦾
    Full Wepon & Radar AESA JERMAN haha!πŸ˜ŽπŸš€πŸ€“

    BalasHapus
  23. kahsiyan kita pake OPV 98M aja, mampu perang 4 dimensi,
    udara, permukaan, bawah laut dan elektronik⚡️

    tak ada satu aset kl mampu lawan haha!πŸ˜‚✌️🀣

    BalasHapus
  24. BUKTI INDIANESIA NGEMIS KE MALAYSIA.... Apa kejar kejar MALAYSIA ni woiii.... 🀣🀣🀣



    Bulog Kejar Ekspor Beras ke Sarawak, Peluang Baru bagi Petani dan Perdagangan Kalbar

    https://pontianakpost.jawapos.com/amp/ekonomi/2607150104/bulog-kejar-ekspor-beras-ke-sarawak-peluang-baru-bagi-petani-dan-perdagangan-kalbar

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2035 BOTOL!!!!!! = DELAY TAHUN 2035 = 2035-2011 : 24 TAHUN (NO MISSILE NO TORPEDO)
      PERANCIS DIHINAKAN LCS = BELANDA DIHINAKAN OPV
      -
      INDONESIA
      AH-140 = FRIGAT MERAH PUTIH
      a. 140 M
      b. 6.626 TON
      c. Meriam 76mm Otmel
      d. CIWS 35mm Millenium
      e. 12.7mm Lionfish RCWS
      f. 64 Midlas VLS
      g. RADAR X-Band CENK 350KM AESA 4 FIXED RADAR
      h. RADAR L-Band CENK 400KM AESA
      i. SONAR HMS Fersah
      j. Torpedo B515
      k. SSM
      l. SAM
      =============================
      =============================
      MALONYET
      GOWING = LCS SALAH POTONG 17 KREDITOR REWORK 4000
      a. 111 M
      b. 3.100 TON
      c. Meriam 57mm
      d. NO CIWS FFBNP = NOT PAID
      e. 30mm RCWS
      f. VL MICA FFBNP = NOT PAID
      g. RADAR S-Band PESA = NO AESA
      h. SONAR = NOT PAID
      i. NO TORPEDO = NOT PAID
      j. SSM NSM FFBNP = NOT PAID
      k. SAM FFBNP = NOT PAID
      --------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.
      -
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.

      Hapus
    2. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      --------------------------------
      2003: PERDANA MENTERI – DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      2011: LCS – DELAYED 16 YEARS BANNED NSM
      2018: LMS B1 – NO MISSILE NO TORPEDO
      2024: LMS B2 – NO SONAR NO TORPEDO
      1994: LEKIU – EXO B2 EXPIRED
      1981: KASTURI – NO MISSILE NO TORPEDO
      1982: LAKSAMANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      2002: KEDAH – NO MISSILE NO TORPEDO
      1971: PERDANA – NO MISSILE NO TORPEDO
      1976: HANDALAN – NO MISSILE NO TORPEDO
      1975: JERUNG – NO MISSILE NO TORPEDO
      --------------------------------
      1967: USCG DECISIVE
      1968: USCGC STEADFAST
      1980: KM PERWIRA
      1984: LERICI CLASS
      1989: PL-01 OJIMA & PL-02 ERIMO – EX-JCG HIBAH
      1989: KM ARAU – EX-OKI PL-01 REPAIR JAPAN
      1990: KM PEKAN – OJIKA CLASS TRANSFERRED..
      --------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.
      -
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari NOT PAID FFBNP = EXCLUDING AMMO (KOSONG) (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
  25. BUKTI INDIANESIA NGEMIS KE MALAYSIA.... Apa kejar kejar MALAYSIA ni woiii.... 🀣🀣🀣



    Bulog Kejar Ekspor Beras ke Sarawak, Peluang Baru bagi Petani dan Perdagangan Kalbar

    https://pontianakpost.jawapos.com/amp/ekonomi/2607150104/bulog-kejar-ekspor-beras-ke-sarawak-peluang-baru-bagi-petani-dan-perdagangan-kalbar

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
      -
      RICE CRISES =
      JAPAN
      MALAYDESH
      PHILIPPINES,
      In Japan, the government was forced to reSEWA 210,000 tons of rice from its one-million-ton emergency reserve, a historical first, due to an extreme price hike of up to 82%.
      In Malaydesh, a shortage of local rice has triggered public panic. Shrinking supplies have led to soaring prices, while imported rice has also become more expensive.
      Meanwhile, in the Philippines, the government declared a food security emergency in early February 2025 after rice inflation surged to 24.4%, marking the highest increase in 15 years.
      -
      IMF 2024-2029 = DEBT MALAYDESH $ 121,9 BILLION
      IMF 2024-2029 = DEBT MALAYDESH $ 121,9 BILLION
      IMF 2024-2029 = DEBT MALAYDESH $ 121,9 BILLION
      The national DEBT in Malaydesh was forecast to continuously increase between 2024 and 2029 by in total 121.9 billion U.S. dollars (+38.56 percent). After the tenth consecutive increasing year, the national DEBT is estimated to reach 438.09 billion U.S. dollars and therefore a new peak in 2029. Notably, the national DEBT was continuously increasing over the past years.
      As defined by the International Monetary Fund, the general government gross DEBT consists of all liabilities that require payment or payments of interest and/or principal by the DEBTor to the creditor at a date or dates in the future.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      ========
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
      =========
      RICE CRISES =
      JAPAN
      MALAYDESH
      PHILIPPINES,
      In Japan, the government was forced to reSEWA 210,000 tons of rice from its one-million-ton emergency reserve, a historical first, due to an extreme price hike of up to 82%.
      In Malaydesh, a shortage of local rice has triggered public panic. Shrinking supplies have led to soaring prices, while imported rice has also become more expensive.
      Meanwhile, in the Philippines, the government declared a food security emergency in early February 2025 after rice inflation surged to 24.4%, marking the highest increase in 15 years.

      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      ========
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.
      =========
      RICE CRISES =
      JAPAN
      MALAYDESH
      PHILIPPINES,
      In Japan, the government was forced to reSEWA 210,000 tons of rice from its one-million-ton emergency reserve, a historical first, due to an extreme price hike of up to 82%.
      In Malaydesh, a shortage of local rice has triggered public panic. Shrinking supplies have led to soaring prices, while imported rice has also become more expensive.
      Meanwhile, in the Philippines, the government declared a food security emergency in early February 2025 after rice inflation surged to 24.4%, marking the highest increase in 15 years.

      Hapus
    4. MEMBUAL SAMPAI MAMPUS
      FA50M LEBIH CANGGIH KOREA = LACK BVRM
      MKM LEBIH CANGGIH RUSIA = LACK MAINTENANCE
      LCS LEBIH CANGGIH FREGAT = MANGKRAK 2035
      -
      1. Klaim Varian FA-50 (Malaysia vs. Korea Selatan & Negara Lain)
      • Klaim Netizen: Varian FA-50 yang dibeli Malaysia (FA-50 Block 20) diklaim jauh lebih canggih dan berkemampuan tinggi daripada yang dioperasikan oleh pembuatnya sendiri (Korea Selatan), serta negara pengguna lain seperti Thailand, Filipina, dan Indonesia.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Malaysia menandatangani kontrak untuk varian FA-50 Block 20 yang dilengkapi dengan radar canggih Active Electronically Scanned Array (AESA) PhantomStrike dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara (probe-and-drogue).
      o Masalah: Mengklaim varian ini "lebih hebat dari negara pembuat" adalah miskonsepsi. Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) mengoperasikan varian yang disesuaikan dengan kebutuhan doktrin pertahanan mereka sendiri dan saat ini mereka juga sedang mendesain upgrade armada mereka. Kecanggihan varian ekspor adalah hal wajar karena dibeli di tahun yang lebih baru (teknologi lebih mutakhir), bukan karena keunggulan industri negara pembeli atas negara pembuat.
      --------------------------------
      2. Klaim Su-30MKM (Malaysia vs. Su-30 Rusia)
      • Klaim Netizen: Klaim bahwa Su-30MKM milik Malaysia lebih hebat daripada Su-30 asli milik Rusia.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Su-30MKM memang merupakan varian yang sangat terintegrasi dengan teknologi multinasional. Pesawat ini menggabungkan badan pesawat (airframe) Rusia dengan sistem avionik canggih dari Prancis (Thales) dan Afrika Selatan.
      o Masalah: Meskipun avionik Barat pada masa itu memberikan keunggulan dalam hal interaktivitas dan deteksi, mengklaimnya mutlak "lebih hebat dari Rusia" mengabaikan fakta ketergantungan rantai pasok. Masalah utama Su-30MKM di kemudian hari adalah tingkat kesiapan tempur (readiness rate) yang rendah akibat kesulitan suku cadang dan biaya perawatan yang sangat tinggi dari Rusia, yang terbukti menghambat operasional armada tersebut.
      --------------------------------
      3. Skandal Proyek LCS Maharaja Lela (Klaim vs. Realita 15 Tahun)
      • Klaim Netizen: Klaim bahwa kapal Littoral Combat Ship (LCS) kelas Maharaja Lela lebih besar, canggih, dan hebat dari desain asli Naval Group Prancis, namun nyatanya proyek ini mangkrak selama 15 tahun dan belum selesai.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Desain LCS Malaysia berbasis pada kapal korvet kelas Gowind milik Naval Group Prancis yang diperbesar menjadi kelas fregat.
      o Masalah Manajemen Proyek: Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar di Malaysia. Proyek yang dimulai sekitar tahun 2011-2013 mengalami penundaan masif akibat salah urus keuangan, perubahan desain di tengah jalan tanpa persetujuan, dan masalah likuiditas kontraktor lokal (Boustead Heavy Industries Corporation). Hingga tahun 2026, kapal pertama (Maharaja Lela) masih dalam proses penyelesaian dan pengujian, mengalami keterlambatan bertahun-tahun dari jadwal asli dengan pembengkakan anggaran yang masif.
      ________________________________________
      Kesimpulan Hubungan Antar Masalah
      Pola yang terjadi pada narasi-narasi di atas menunjukkan adanya kesenjangan antara "Spesifikasi di Atas Kertas" dengan "Realita Operasional & Manajemen Proyek". Netizen sering kali fokus pada brosur teknologi (radar baru, rudal baru) untuk membual di media sosial, namun mengabaikan masalah fundamental seperti keterlambatan produksi (kasus LCS) atau tingginya biaya pemeliharaan dan ketergantungan logistik eksternal (kasus Su-30MKM).

      Hapus
    5. 2026 BBM NAIK MALONYET = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONYET = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONYET = F18 BATAL
      2026 MALONYET = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONYET = PHK MASSAL
      2026 MALONYET = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONYET = UH60A BATAL
      2025 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2024 MALONYET = SIPRI KOSONG
      2023 MALONYET = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" MALONYET dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan MALONYET (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan MALONYET untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan MALONYET - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.
      -
      SUMBER DATA RESMI:
      Laporan Ketua Audit Negara (LKAN): Mengenai Penyata Kewangan Kerajaan Persekutuan (tahunan).
      -
      Kementerian Kewangan MALONYET (MOF): Laporan Tinjauan Fiskal dan Estimasi Pendapatan Federal (diterbitkan setiap pembentangan Belanjawan/Budget).

      Hapus
  26. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =
    NGEMIS BERAS
    NGEMIS BATUBARA
    NGEMIS JAGUNG
    NGEMIS LNG
    -
    TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
    -
    • 22 April 2025
    Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    ==========================
    ==========================
    BERITA MEI 2026
    -
    GORILLA KETAHUAN MEMBUAL.... KENYATAANNYA INDIANESIA NGEMIS KE MALAYSIA MINTA BERASNYA DIBELI.... Baca guys.. πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura
    https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura
    -
    BERITA MEI 2026
    GEMPURWIRA15 Oktober 2026 pukul 20.29
    INDIANESIA NGEMIS KE MALAYSIA MINTA BERAS YA DIBELI guys... πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣
    Bulog akan Kirim Utusan ke Serawak, Bahas Ekspor Beras Ke Malaysia
    https://money.kompas.com/read/2026/05/29/115800926/bulog-akan-kirim-utusan-ke-serawak-bahas-ekspor-beras-ke-malaysia
    -
    BERITA JULI 2026
    GEMPURWIRA15 Oktober 2026 pukul 20.34
    BUKTI INDIANESIA NGEMIS KE MALAYSIA MINTA BERAS YA DIBELI... πŸ”₯πŸ”₯🀣🀣🀣🀣
    Bulog kejar kesepakatan ekspor beras ke Malaysia dan Singapura
    https://kl.antaranews.com/berita/43599/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura

    BalasHapus
  27. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =NGEMIS BERAS
    NGEMIS BATUBARA
    NGEMIS JAGUNG
    NGEMIS LNG
    -
    TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
    -
    • 22 April 2025
    Mentan Malaysia Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaysia seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaysia sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    ------------------------------
    IMPOR= PASPOR RINGGIT MILITER BERAS
    -
    πŸ“¦ MALAYDESH IMPOR :
    MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    πŸͺ™ Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.

    BalasHapus
  28. BUKTI INDIANESIA NGEMIS MINTA MALAYSIA BELI BERAS MEREKA.... 🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      -------------------------------
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      -
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      CASSAVA LEMAK ✔️
      RICE LEMAK ❌
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source. This proposal has sparked mixed reactions, with some praising it as a potential solution to the rice crisis and others expressing concerns about the shift in dietary habits and the potential impact on local farmers.
      -
      RICE CRISES = 1972-73, 1999, 2008, 2020-21,2023 AND 2025
      Malaydesh has experienced several rice crises, including in 1972-73, 1999, 2008, 2020-21, and 2023. These crises are often caused by imbalances in supply and demand, and are made worse by market speculation.
      Causes
      • Weather: Rice is sensitive to temperature and flooding, and a 1–2°C increase in temperature can cut harvests in half.
      • Protectionist policies: Policies that create a non-competitive market can lead to low production and high prices.
      • Subsidies: Subsidies can be poorly targeted, and may not reach farmers in need.
      • Import restrictions: When other exporters restrict shipments, demand for local rice increases.
      Effects
      • Food insecurity: Shortages can lead to higher prices and food insecurity.
      • Low yields: Low yields can be caused by a number of factors, including weather, subsidies, and policies.
      • Poverty: Low yields and high prices can lead to poverty among farmers.

      Hapus
  29. BUKTI INDIANESIA NGEMIS MINTA MALAYSIA BELI BERAS MEREKA.... 🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus