20 Desember 2019

Detektor Radioaktif Dipasang di 7 Pelabuhan

20 Desember 2019


Peralatan radiation portal monitor di Batam (all photos kplp batam)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak tujuh radiation portal monitor (RPM) telah dipasang di sejumlah pelabuhan di Indonesia. RPM berfungsi mencegah keluar-masuknya barang beradioaktif sebagai antisipasi terhadap ancaman keamanan dan ketertiban dalam negeri.

"Ada tujuh unit RPM, yang terbaru di pasang di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang," kata Penanggung Jawab Kegiatan Perekayasaan RPM Joko Trianto, Senin (9/12).

Perekayasa di Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ini mengatakan sebagian besar RPM yang dipasang itu merupakan hibah dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). RPM itu dipasang di Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Belawan di Medan, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makasar, Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara dan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang.

Ia mengatakan pemasangan RPM ini masih jauh dari mencukupi. Sebab, jumlah pelabuhan di Indonesia mencapai 172 pelabuhan. Selain itu, objek vital, perbatasan darat dan bandara juga perlu dipasang.

"Total ada 172 pelabuhan laut yang baru dipasang RPM, tapi baru tujuh pelabuhan dan satu pintu, sedangkan untuk pelabuhan besar biasa lebih dari satu pintu," katanya.

Radiation Portal Monitor (RPM) adalah portal monitor radiasi yang dipasang tetap untuk melakukan screening atau pemeriksaan terhadap sumber radiasi gamma dan atau neutron secara otomatis. Ia menjelaskan RPM sangat diperlukan untuk dipasang di pintu keluar dan masuk perbatasan, pelabuhan laut, bandar udara, objek vital dan fasilitas nuklir.

RPM ini diperlukan juga dalam industri peleburan baja untuk mendeteksi radiasi dari bahan baku (scrappy metal) sehingga didapat hasil produk yang bebas kontaminasi dari bahan pemancar radiasi atau zat radioaktif.

BATAN telah menghasilkan dua jenis prototipe RPM dengan menggunakan sumber dana DIPA Batan yaitu PMR15 dan PMR16. PMR15 dipasang di pintu masuk keluar kantor BATAN di Pasar Jumat, Jakarta, dan PMR 16 dipasang di Main Gate Security (MGS) BATAN di Serpong, Tangerang Selatan.

BATAN bersama PT LEN, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) membuat Konsorsium pengembanagan RPM. Pendanaannya, berasal dari Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) Kementerian Riset dan Teknologi melakukan pengembangan perekayasaan RPM dan telah berhasil menghasilkan prototipe RPM yang diberi nama RPM-PPTI.



Joko mengatakan RPM-PPTI sudah diuji di lingkungan yang sebenarnya melalui uji terap. Sekarang, dalam tahap proses untuk mendapatkan sertifikasi produk oleh Komisi Standardisasi BATAN. Dalam Konsorsium RPM tersebut, BATAN mengembangkan sistem deteksi, Fakultas MIPA UGM mengembangkan perangkat lunak dan kendali RPM, dan PT LEN mengembangkan komunikasi data dan yang akan memproduksi dan menjual RPM.

Dalam mengembangkan dan membuat RPM, salah satu kendala yang dihadapi adalah adanya komponen detektor yang harus impor dari luar negeri. Dia mengatakan belum ada industri dalam negeri yang memproduksi detektor.

"Untuk tipe RPM-PPTI yang akan melakukan menjual dan pemasaran adalah PT LEN, tapi belum ada perjanjian kerja sama komersialisasi. Untuk PMR15 dan PMR16 belum ada kerja sama komersial dengan industri," katanya.

Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Jazi Eko Istiyanto mengatakan Indonesia baru menghasilkan prototipe RPM melalui konsorsium RPM yang melibatkan BATAN, LEN dan UGM. Dalam menghasilkan prototipe RPM, digunakan komponen elektronika dan detektor impor karena tidak ada pabrik komponen dan detektor di Indonesia.

Konsorsium tersebut berhasil merakit dan menghasilkan program komputer ditulis sendiri untuk kendali dan komunikasi data, serta rancangan yang optimal dari segi biaya.

Sebanyak tiga RPM telah dipasang di istana karena ada tiga gerbang. Selain itu juga dipasang rooftop radiation data monitoring systems (RDMS). Pemasangan itu ditujukan untuk melindungi Presiden Republik Indonesia dari bahaya radiasi nuklir oleh pihak yang tidak bertanggung jawab misalnya pihak yang memasukkan zat radioaktif via gerbang atau via drone.

Sejumlah RPM yang terpasang di pelabuhan utama bertujuan untuk mendeteksi impor atau ekspor nuklir ilegal.

"Kami berharap pekerjaan konsorsium RPM dilanjutkan untuk terus menaikkan technology readiness level dan kemudian PT LEN, misalnya, dapat memroduksinya," katanya.

Menurut Jazi, radiasi nuklir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang sehingga mengandalkan detektor nuklir.

(Republika)

85 komentar:

  1. Untuk mengantisipasi Kasus di Malaysia tentang pencurian bahan radio aktif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gk heran di sana banyak kasus pencurian bro

      Hapus
    2. Mesin pesawat tempur saja bisa di curi sama malon, malaysia truly maling asia

      Hapus
  2. 'ndaraurot Detektor Radioaktif tipe destroyer..πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keduluan ... πŸ€”πŸ˜žπŸ˜πŸ˜πŸ˜

      Hapus
    2. Waduhhh.. pagi ini aq DARURAT banget "wc' type Destroyerr..πŸ˜£πŸ˜­πŸƒ‍♂️πŸƒ‍♂️

      Hapus
    3. Esok2... Ngebom😷😷😷

      Hapus
    4. Mulo yen dahar lobster ki sing wes gede to mas....ojo isih cilik-cilik yo di maem, ko ndhak dilokke pedofil lobster 😣😣😣

      Hapus
    5. Monggo om bayar royaltinya kpd IB 😁😁

      Hapus
    6. waduhh mass.. kulo dudu maem lobster. cuman iwak gereh tapi sambelnya sak layah😭🌢🌢☠

      Hapus
    7. Mas d'boy darurot layah tipe destroyer, nggoge makan siang lalap....mas, sampeyan biasane lalap opo (aku kuatir yen salah sebut)πŸ™†

      Hapus
    8. hooh.. bnul cekali mas@hariπŸ‘Œ

      Hapus
  3. Malon makin ketinggalan dengan jirannya, mati aja kau lon malon πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚

    BalasHapus
  4. Dengan kata lain RPM ini diproduksi oleh BATAN bersama PT LEN, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) lalu dibeli oleh IAEA dan kemudian IAEA menghibahkan alat ini kpd RI utk dipasang dipelabuhan2 Indonedia. Begitukah maksudnya.?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dibaca lebih teliti:

      - RI mendapat hibah 7 RPM dari IAEA, itu buatan luar negri
      - di Indonesia sendiri juga sudah ada, masih dalam wujud prototipe (masuk tahap sertifikasi) oleh konsorsium BATAN-LEN-UGM dipasang di pintu gerbang istana

      Hapus
    2. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Memang dibutuhkan kecerdasan utk memahami isi artikel ini....πŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Tekoko mbek aku ben ra ngisin-ngisini kem bumn.....iku detektor radioaktif gawean "Thermo Scientific", produsen peralatan ukur scientific lan peralatan laboratorium πŸ€—

      Hapus
    5. Oaalaaahhhh...ternyata kemampuan membaca dan menalar artikel para komentator di Defense Studies masih harus banyak dbimbing lagi yaa.....hahahaha

      Itu artikel diatas bercerita awal menjelaskan pemasangan 7 unit RPM.
      Lha kebawahnya kok jebule malah jelaskan produk kerjasama PT.LEN dan BATAM.
      Soale setahu saya waktu pengecekan pemasang yg di pelabuhan Tanjung Periuk bukan buatan lokal. Waktu pemasanganpun dihadiri olwh pihak pemberi hibah.
      Makanya saya bertanya ke penulisnya, kalo ada yg jawab iya. Mau ta' tunjangi bokonge. Wong dokumennya msh ada kok......hahahaha

      Hapus
    6. Gayane ngeles kok mirip edi sing bar dislenthik karo Pakde.....winggi kekeuh arep nglegalke ekspor benih lobster, ki mau neng koran lagi golek lokasi nggo pembesaran bibit lobster neng dalam negri πŸ€”

      Kamongko wingi nylekop siap ditembak sirahe barang.....ring patut dadi pejabat, wong model nggene iki😏

      Hapus
    7. Wes dijelasno sak detail wingi kae kok yo ora mudeng2 panjenengan kang2.

      Kebijakan bu Susi jalan ditempat kang. Implementasi kebijakan gak jalan. Bwtul nilai ekspor lobster naik jaman bu susi. Penangkaran lobster di tingkat nelayan meningkat ndak? Ada datanya nda.?
      Ojo ngeyel wae nentang kebijakan larangan ekpor. Mengko ora iso mbayar DP F-16 viper awal taun ngarep lho kang.

      Hapus
    8. "Sampeyan ki arep mbelani sopo paklek.....iki πŸ‘‰ mentri edi wae wes mulai muntir gagasane le arep ngekspor benih lobster "

      https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4829431/edhy-prabowo-cari-lokasi-budi-daya-benih-lobster-di-dalam-negeri

      Hapus
    9. Heellleeehhhh...wong tuwek iki ijek ngwyel wae. Mengko ta' tunjangi bongkonge

      Iki lho wocoen

      https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4828959/soal-ekspor-benih-lobster-edhy-prabowo-ribut-di-masyarakat-silakan/2

      Ngasi link tapi ora diwoco sek yo ngono kuwi. Ngarai mblarah. Mengko ta' sepak panjenengan mbalik nang kemukus.....hahahhahaha
      Sepurane yo lek. Becandaan mawon

      Hapus
    10. >>>Itu artikel diatas bercerita awal menjelaskan pemasangan 7 unit RPM.
      Lha kebawahnya kok jebule malah jelaskan produk kerjasama PT.LEN dan BATAM.
      Soale setahu saya waktu pengecekan pemasang yg di pelabuhan Tanjung Periuk bukan buatan lokal. Waktu pemasanganpun dihadiri olwh pihak pemberi hibah.
      Makanya saya bertanya ke penulisnya, kalo ada yg jawab iya. Mau ta' tunjangi bokonge. Wong dokumennya msh ada kok......hahahaha<<<

      Mboknowo paklek ki keno post power sindrome....sing luput ki sampeyan kok malah arep nggajul wong liyo ---> edi banget πŸ‘Ž

      Hapus
  5. Balasan
    1. Ya beda mas, bedanya dimana nanti biar dijelaskan sama sesepuh disini....mbah Gono πŸ™πŸ™πŸ™

      Hapus
    2. Radio aktif itu singkatan dari: radio fm + speaker active

      Semoga bisa membantu
      πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ

      Hapus
    3. ☝tekok tenan mlh njlomprongke😁😁🀣🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    4. Radio aktif itu radio biasa yg udah dipencet tombol on nya. Setau saya dih gitu πŸ˜”πŸ™πŸΎ

      Hapus
    5. Radionya masih on,tdk mati....begitu kira2
      😁

      Hapus
  6. yg ane tau cuma paparan radiasi sinar gamma terhadap manusia menghasilkan makhluk hijau bernama HULK.. wkwkwkwk.. πŸ˜…πŸ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaaaa bung bagaz ni bisa saja,,,Hulk dari negri grad A bkn bro bagaz,,,

      Hapus
    2. sinar gamma adalah bentuk sinar paling energetik di alam semesta.. diatas sinar-x dan sinar ultraviolet/UV.. haha.. ajaran pinter.. πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    3. MALON bukan HULK bro.. tapi makhluk gelant6ngan yg suka makan fisang..haha.. πŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸ’πŸ’πŸ’

      Hapus
    4. Hulk gred a beda kekuatan bung go kill mampu kongkek 20 jam

      Hapus
  7. perlu bgt tuhh.. mengingat sifat "licik' eropa yg sok bersih "makannya' tapi ngotorin meja orang

    BalasHapus
  8. Balasan
    1. malon mah drone jubir bro,,hahaaaa

      Hapus
    2. Kerana besepah orang malon berak di kedai sehingga darurat drone jamban 😁😁

      Hapus
  9. Darurat lobster destroyer indonesia πŸ•΅️‍♂️πŸ•΅️‍♂️πŸ•΅️‍♂️πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ§πŸ§πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ§πŸ§πŸ§πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lobster destroyer harus ada rudalnya, minimal brahmos tak masalah πŸ˜‚πŸ€£πŸ˜‚

      Hapus
    2. Pembahasan masalah lobster masih blom selesaikah.?
      Kalo maaih ada yg penasaran, biar saya jelaskan 7 hari 7 malam ben mudeng knp keran ekspor dibuka lg. Ben ora nggerundel wae....hahahahahaha

      Hapus
    3. Wes ra usah paklek ...sampeyan ki wes pensiunan gak usah cawe-cawe lintas sektoral 😏

      Iku si edi wae wes berubah pikiran ...mundur isin bareng disentil Pakde

      Hapus
    4. Pensiunan pns sing gagal wirausaha sagu gak usah maringi kultum babagan wirausaha nggih

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    6. 09.10
      Lha kalau dibiarkan bermain dr belakang maka pemerintah gk bisa/sulit batasin/kontrol berapa ke vietnam dan berapa ke negara lain' indonesia ini besar lautannya gk segampang itu mengkontrol penggelapan, kalau di legalkan eksport otomatis nelayan ogah main dr belakang karena lebih untung melalui cara legal bekerjasama dengan pemerintah yg otomatis pemerintah lebih mudah mengontrol dr harga sampai peredarannya dan pasti membantu penerimaan devisa negara' SIAPA YANG BERANI JAMIN DENGAN TIDAK BOLEHNYA BENIH LOBSTER DIEKSPORT MAKA AKAN SEDIKIT BENIH LOBSTER DISELUDUPKAN???? Lha buktinya makin berjaya mafia benih lobster sehingga membuat vietnam berjaya dengan hasil dr lobster,,,intinya yg diluar kerjasama dengan pemerintah ilegal, tujuan melegalkan eksport adalah membunuh para mafia bibit lobster dengan cara menawarkan harga yg jauh lebih baik dr lintah2 darat mafia bibit lobster dan menekan harga bagi negara penampung bibit lobster. πŸ•΅️‍♂️πŸ•΅️‍♂️πŸ•΅️‍♂️

      Hapus
    7. "Pesene Pakde ki terang terwoco.....proses terjadinya nilai tambah ki kudu berlangsung neng dalam negri, dudu neng negorone wong liyo ☝️"

      https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4829431/edhy-prabowo-cari-lokasi-budi-daya-benih-lobster-di-dalam-negeri

      Hapus
    8. Bocah tuwek kuwi iseh ngeyel wae. Wong pakde wea ngomong ekspor boleh tp tetap dlm pengawasan dan kontrol agar negara dpt pemasukan.
      Mengko tak jewer lek iseh ngeyel wae wong tuwek kuwi.

      Hapus
    9. Mbok tuduhno endi UU ne....iki kabeh lagi dibahas

      Hapus
    10. UU opo meneh seng mbok karepke paklek. Link seng jenengan lampirke wau monggo di woco teliti pak lek, kareppe nelayan kuwi piye. Mpun kareppe jenengan pak lek

      Hapus
    11. UU yg dibahas ya jelas dengan kontrol kuat lah, moso boleh eksport tanpa aturan main yg kuat dan bila perlu uu itu dibahas lebih detail agar bisa menghancurkan mafia bibit lobster secepat mungkin,,,jauhkan dulu soudjon, kasih kepercayaan sama pemerintah.

      Hapus
    12. Iki lho pak lek, monggo dipikiraken.

      https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4827721/lobster-tak-perlu-budi-daya-di-alam-pun-besar-sendiri?_ga=2.16556790.1328193777.1576650771-809548994.1518404019

      Hapus
    13. Mulo takkandani paklek....Indonesia ki dipayungi karunia sing luwar biasa πŸ™πŸ™πŸ™

      Ibarat kolam susu, rotan kayu jadi tanaman....modale gor cukup ora serakah lan njogo kelangsungan lingkungan, gak usah niru genderange wong vietnam, lobster iku rausah makani, ra usah ngawekke kandang gor kari njupuk secara bijaksana

      Hapus
    14. Ngeles maneh....πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ

      Weesslah ta' mlayu wae mengko kualat karo wong tuwek elek kuwi.....πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    15. Kali ini om hari digangbang sama tulang tungkir dan om choko 😁😁

      Hapus
    16. Yo mbok padakke bocah isih umbelen....link kui ono tanggale, ono urut-urutane sing ngambarke alur berpikir lan proses pengambilan keputusan πŸ€—

      Hapus
    17. Jauh lebih mudah menghancurkan vietnam dalam kasus ikan tuna sebab kuncinya perketat patroli di sekitar natuna, lha kalau lobster ini hampir diseluruh indonesia bisa dilakukan budidaya lobster' jd kalau gk bener2 disikapi sebijak mungkin sulit mengontrol penyeludupan benih lobster, pemerintah harus menampung semua aspirasi dan bekerja sama dengan nelayan yg membudidayakan lobster' mereka pun akan berfikir kalau bisa legal kenapa harus jd penyeludup, kalau lebih untung bekerjasama dengan pemerintah dalam eksport benih lobster kenapa harus kerjasama dengan mafia???? Dengan seperti ini pemerintah akan jauh lebih mudah mengontrol peredaran benih lobster dan menekan harga kepada negara2 penampung benih lobster yg otomatis akan membuat lobster jadi kita bisa lebih terjangku dipasaran dan jauh lebih laku dipasaran sebab negara2 penampung benih lobster sudah tertekan dengan harga tinggi benih lobster yg ditekan pemerintah.

      #jauhkan_soudjon

      Hapus
    18. "Monggo paklek ruskey, progres terbaru ttg wacana ekspor benih lobster.....gak usah diwoco isine, langsung kolom komene wae πŸ‘"

      https://m.detik.com/news/berita/d-4829638/waketum-gerindra-bela-edhy-prabowo-ekspor-benih-lobster-masih-dikaji?_ga=2.51990509.518910714.1562743600-935833695.1526148982

      Hapus
    19. Terserah mau berfikir soudjon, aku jg makan murni dr hasil keringatku kok tanpa subsidi' paling2 subsidi BPJS kesehatan 😊😁

      Hapus
    20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    21. Gawe kebijakan aur-auran, nyolot ---> dijewer pakde ---> muntir karo ngeles ---> watak kurang satrio ☹️☹️☹️

      Hapus
    22. Lha sopo sing ngomongke koe kiiiiir....iki mbahas wacanane edi/mentri kkp, kok malah koe sing ngributi πŸ™†πŸ™†πŸ™†

      Hapus
    23. Pakde ora njewer pak lek. Sing bade dijewer niku bu Susi. Kebijakan bu SUsi yg lain sangat bagus. Tp utk yg ini perlu kajian mendalam. Nda asal larang aja. Sementara solusi ngambang. Program budidaya itu bagi nelayan yg punya modal. Dan itupun tidak banyak. Nelayan kecil yg perlu makan hari itu gmn solusinya.? Opo iyo nelayan aceh suruh jual bibit lobster tangkapannya ke lombok tempat budidaya?....hahaha

      Pakde sampun sae kebijakanepun paklek. Mpun jenengan soudzon kalian wacana kebijakan menteri edy.

      Monggo ditelaah kebijakan pakde menyangkut ekspor.

      https://nasional.kompas.com/read/2019/12/17/14325591/presiden-jokowi-jawab-kritik-susi-soal-ekspor-benih-lobster?amp=1&page=2

      Mlayu meneh ahhh...πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    24. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    25. Gk usah lg dibahas, aku percaya pkde ambisinya kuat tuk memajukan indonesia dan aku jg yakin si opung tidak akan mengkhianati pkde sebab buat apa lagi???? lebih baik dia menikmati masa tuanya dr pada mengkhianati pkde yg bikin nambah dosa.

      Hapus
    26. Kulino menehi giro mundur.....saiki nggowo link wae link mundur 🀦🀦🀦

      Hapus
    27. Itulah negeriku indonesia. Jika berdebat bukan materi yg dibahas tp tanggal link rujukan.
      Memang terkadang menerima kekalahan itu berat.....hahahaha

      Bagi saya pribadi sependapat dng pak jokowi ekspor boleh tp dng pengawasan dan kontrol. Kontrolnya berupa katagori yg diijinkan utk bibit yg di ekspor yg spt apa dan brpt brp? Itu pembatasannya. Agar nelayan kecil bisa ikut merasakan.

      Mlayu maneh ahhhh...πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
    28. "Ini bukan sekedar polemik bibit lobster lay....tapi usaha simultan yg jika wacana satu ini lolos, akan merembet ke hal lainnya spt pelegalan praktek transhipment yg dilarang didunia manapun, pembubaran satgas 115, pelegalan cantrang dll yg merupakan praktek jahat dibidang KKP πŸ‘‡"

      https://tirto.id/ironi-susi-pudjiastuti-disukai-publik-diabaikan-jokowi-enVk?utm_source=Tirtoid&utm_medium=Popular

      Hapus
    29. Tanggal link sing nggambarke alur berpikir sang penggagas wacana....ojo diplintir-plintir paklek, rumangsamu aku ra moco isine πŸ˜ͺ

      Hapus
    30. Lha semuanya kan masih dikaji' khusus untuk bibit lobster aku setuju dilegalkan untuk eksport karena menurutku cuman ini satu2nya cara membunuh usaha mafia bibit lobster, kalau mau ngawasin seluruh laut indonesia begh sampai bongkok pun sulit terawasin penyeludupan bibit lobster.

      Hapus
    31. Gk usah jauh2lah mas, sabu aje berton ton masuk ke indonesia' dan yg ditangkap hanya 20% dr keseluruhan yg beredar, ini bibit lobster mas yg bisa dengan mudah dibawa nelayan seolah olah melaut cari ikan' apa mungkin terawasin dan diperiksa nelayan yg melaut satu persatu, menurutku ya cuman trik menghancurkan usaha mafia bibit lobster dengan melegalkan eksport bibit lobster tp wajib bekerja sama dengan pemerintah dan pemerintah berani memberikan harga tinggi kepada nelayan2 yg membudidayakan bibit lobster.

      Hapus
    32. Caca Chinta
      sejam yang lalu
      Awal nya menjanjikan tapi nanti nya bagaimana kalau lama lama diambilin? ⁣Follow juga IG kita yuk @gamecantik8 untuk informasi menarik lainnya
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUIloveandroid
      Iloveandroid
      sejam yang lalu
      pak jokowi gimana nih menteri bapak kerjanya? hadehh..
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJURief
      Rief
      sejam yang lalu
      sbg mentri harusnya dengerin suara rakyat, jgn egois krn anda butuh dukungan rakyat
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUKristian Lokinanta
      Kristian Lokinanta
      sejam yang lalu
      Elspor obster dewasa lebih bernilai ekonomis daripada cuma bibit, jangan cari uang cepat saja. hal yang sama terjadi dengan SDA kita, padahal setelah diolah, harganya bisa berkali lipat.
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUempeh
      empeh
      sejam yang lalu
      Tidak setuju�
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJURakhmad Dhany
      Rakhmad Dhany
      2 jam yang lalu
      tidak setuj. Darimana ceritanya eksport hulu lebih menghasilkan daripada eksport hilir. Kalau memang mau kerjasama, mending undang vietnam untuk joint pembudidayaan di Indonesia. Ini pasti ada lobster dibalik bakwan.
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUxiaomi ariz
      xiaomi ariz
      2 jam yang lalu
      kalau tujuannya pembelajaran, harusnya orang nya yang belajar, bukan benih nya yang dikirim. ini namanya gak mau pusing terus cuma mau duitnya aja. bikin konsep train the trainer untuk petani lobster. indonesia banyak yang mau dan bisa, kenapa harus dikasih ke orang laen yang nanti nya bakal bikin kompetisi ke dengan petani kita sendiri. pemerintahnya malas tapi bukan berarti penduduknya malas, jangan bikin stigma kalau kita tidak mampu terus, ini butuh usaha yang besar dan support yang kuat.
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUAry H
      Ary H
      2 jam yang lalu
      Lebih baik dibudidayakan untuk meningkatkan nilai ekonomis.
      0 Bagikan : Laporkan
      TIDAK SETUJUIkhsan Ibrahim
      Ikhsan Ibrahim
      2 jam yang lalu
      "⁣Kalau distop ekspor juga toh penyelundupan masih banyak". Ini serius?? sekelas menteri ngomongnya begini?? ganti menteri aja dah..

      Hapus
    33. kita punya pemikiran yg rasional khususnya kita yg hoby dengan dunia militer ini pasti sangat tau luasan laut indonesia dan rumitnya menjaga laut indonesia ini, lha buat apa terprovokasi oleh komentar2 medsos yg belum tentu bener2 tau masalah dilapangan tp ngomongnya negatif melulu' suruh yg ngomong negatif itu awasin laut indonesia yg luas ini dengan aksi2 penyeludupan2 bibit lobster yg gila2an ini' apakah penyeludupan besar2an ini bukan karena efek pelarangan eksport???? ingat loh bibit lobster kecil2' uenak tenan nyeludupinnya dikapal kapal nelayan, emang gampang ngawasin laut indonesia ini, menghadapin para mafia kalau gk bener2 cerdas melihat situasi lapangan begh dikibulin melulu ame mafia yg emang lg trendnya lempar batu sembunyi tangan.

      Hapus
    34. Mbok menowo paklek smilikiti kae pwndukung susi nyapres mengko thn 2024....monggo tak dukung menawi ngoten.

      Biasakan jika ingin mengkritisi satu teknis kebijakan, fokus pada bahasan kebijakan yg dikritisi, jng mencampur adukan dng kebijakan yg lain. Itu namanya debat gak sehat dan berujung pd personal.

      Kuwi nyantumkan komen2 netizen, opo netizen kuwi ngerti uripe nelayan kecil yg menggantungkan hidupnya dr lobster.?

      Pancen susah nerangke wong tuwek seng ngeyelan kae. Lha wong seng diincer personal, ora mbahas teknis kebijakan.

      Lek bagi aku pak edy mengko dicopot opo ora, niku ora urus kulo paklek.wong tiang niku sanes bapak kulo....hahaha

      Lek menurut ku, pak jokowi wes wenehi aturan main ekspor bibit lobster bisa dilakukan dng pengawasan dan kontrol pemerintah. Mengko oleh devisa, ketimbang nggur ngelarang tok tp ora nyiapno perangkate.

      Wong seng dadi pemain lobster dewasa iku yo para cukong2 kae. Opo tumon nelayan kecil dadi pemain lobster dewasa.? Tangkapan lobster dewasa oleh nelayan kecil pun dihargai murah karo cukong kae.
      Mbok menowo paklek smilikiti sanggup mbayar dr nelayan kecil dng harga sesuai harga diluar, mungkin para nelayan gak akan keberatan.
      Lha lek nggur teori dodol abab tok koyo netizen2 seng ditampilno kae, iku jenengnge pessi wae.
      Weeesss ahh...ora ngelayani debat wong tuwek seng ngeyelan, seng orientasine bh made in kemukus tok.....hahahaha πŸƒπŸƒπŸƒπŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨πŸ’¨

      Hapus
  10. Gk ada rudalnya,ompong 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. rudal yakhont apa rudal taming sari bro pit,,,klw rudal taming sari udh infotent bro pit,,,,hahaaaa

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Taming sari bro 😁😁

      Hapus
    4. bro pit saya ini sering liatin komentar nya bro pit yg nasionalis sekali,,sampe smngt nya nimpukin para beruk yg ngeyel,,mantap bro pit,,lanjutkan,,,

      Hapus
  11. hallo tmn2 ku sebangsa dan setanah air,,,aku senang bisa bergabung dengan kalian di blog defence studies ini,,,setiap hari saya selalu nyimak komentar2 kalian tentang orang2 dari negri grad A itu,,,memang seharusnya nya warga Malay tuh di beri pelajaran ,,karena mereka suka bikin rusuh dan slalu menghina bangsa Indonesia yg kita cintai ini,,saya pun bangga dengan tmn2 yg ada dsni,,mampu memberikan pelajaran pada bangsa yg tak tau diri dan terimakasih kepada bangsa kita yg slalu membantu negri mereka,,tpi sblik nya mereka malah berbuat kurang mengenakan terhadap kita bangsa Indonesia,,,semoga sukses slalu buat tmn2 dsni semuanya nya,,dan di berikan kesehatan jasmani dan rohaninya agar tetap semangat dalam setiap hari nya,,amiiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mau lebih militan ga bro ? Buka page 2-3 tahun yll pakai versi desktop πŸ˜€πŸ‘

      Hapus
  12. pasang di perbatasan jugak donk, kaliaja ada mahluk gred a, terpapar radiasi fisank haha!🍌🍌🍌

    BalasHapus
  13. JACKPOT ynag besar hanya di AJOQQ :D
    WA : +855969190856

    BalasHapus