The satellite communication (SATCOM) system testing on SIKAN Unmanned Aerial Vehicle (UAV) developed by RDC RTAF with THAICOM PUBLIC COMPANY LIMITED, at RTAF Small Airfield (Thung Sikan) on 12 February 2026 (photos: RTAF)
According to information from the Research and Development Center for Space and Aeronautical Science and Technology (RDC) of the Royal Thai Air Force (RTAF). At the Defense & Security 2025 exhibition of defense equipment and technology, held at IMPACT Muang Thong Thani, Bangkok, Thailand, from November 10-13, 2025. The SIKAN Unmanned Aerial Vehicle (UAV) is a radio-controlled training aircraft used as a training aid for external pilots before they train with real-world UAVs (Unmanned Aircraft Systems), thereby saving training costs.
The SIKAN UAV has dimensions of 3.58m in length, a wingspan of 4.58m, and a height of 1.16m. It is powered by a 170cc two-stroke piston engine producing 17.5hp, and also features an integrated motor. It has an empty weight of 65kg and a maximum take-off weight (MTOW) of 80kg.
The SIKAN UAV has a cruising speed of 110 km/h, a maximum speed of 180 km/h, a flight duration of 1 hour, a maximum altitude of 1,000 m, and an operational range of 2 km. It uses a Flight Control System (FLCS) operating on 2.4 GHz and 900 Hz radio waves.
The SIKAN UAV (unmanned aerial vehicle) was manufactured and put into service at the Royal Thai Air Force-Unmanned Aircraft System Training Center (RTAF-UTC) at Wing 3, Watthana Nakhon, Sa Kaeo Province, Thailand, which is the first UAV unit of the Royal Thai Air Force.
Testing of the Satellite Communication (SATCOM) system installation with the SIKAN unmanned aerial vehicle took place at the Royal Thai Air Force airfield (Thung Si Kan), Si Kan Subdistrict, Don Mueang District, Bangkok on 12 February 2026, with Air Chief Marshal Seksan Kantha, Commander-in-Chief of the Royal Thai Air Force, visiting.
This is a collaboration between the Royal Thai Air Force's Research and Development Center (RTAF RDDC) and Thaicom Public Company Limited (Thaicom PLC) to install a SATCOM satellite communication system using encrypted communication channels on the Thaicom 4 satellite. This overcomes the limitations of line-of-sight (LOS) transmission and will be further developed for application with other unmanned aerial vehicles (UAVs) developed domestically by the Royal Thai Air Force.
(AAG)






GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
BalasHapusASEAN
AUSTRALIA
ASIA TIMUR DAN SELATAN
-
Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
-
1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
Seluruh Negara ASEAN: Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
-
2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
Negara Jiran Langsung: Malaysia, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
-
Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
------------------
GAME-CHANGING.....
60 TB3
9 AKINCI
(DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
-------------------
JVC INDONESIA TURKI.....
60 SET TB3
9 SET AKINCI
Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
BalasHapus🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
🦧GORILA TERKEPUNG UCAV
-----------------------------------------
Berikut adalah rincian pangkalan udara (Lanud) yang menjadi markas drone tersebut:
1. ANKA (Anka-S):
Home Base: Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Unit: Mengisi Skadron Udara 51.
Peran: Unit perdana tiba di Pontianak pada September 2025 untuk menjalani tes terbang dan difokuskan mengawasi kawasan Natuna Utara yang berbatasan dengan Laut China Selatan.
-
2 CH-4 (Rainbow):
Home Base: Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Unit: Sebelumnya merupakan kekuatan utama Skadron Udara 51 sebelum kedatangan Anka-S yang direncanakan untuk menggantikan atau memperkuat armada drone di pangkalan ini.
-
3 Bayraktar TB2 / TB3 & Akinci:
Home Base (Rencana): Lanud Anang Busra, Tarakan, Kalimantan Utara.
Unit: Akan ditempatkan di unit baru yang sedang dibentuk, yaitu Skadron Udara 53.
Status 2026: TNI AU juga merencanakan penambahan skadron drone di Malang, Jawa Timur. Khusus untuk Akinci, terdapat potensi operasional oleh Puspenerbal (TNI AL) guna memperkuat pertahanan maritim
lha tenyom🍌mana ngarti om,
Hapuslah bpa disikat CCG dr 2013 malah bangga...malah pesen si LeMeS..kan onah haha!🤭😬🤭
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
BalasHapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
=============
=============
MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
-
KONON KAYA = 97.000 EKSODUS
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
--------------------
keadaan ekonomi "Malaydesh" yang sebenarnya pada awal Januari 2026 dapat diuraikan sebagai berikut:
Eksodus Warga Negara: Terdapat tren signifikan di mana puluhan ribu warga negara "Malaydesh" melepaskan kewarganegaraan mereka, dengan total lebih dari 97.000 orang antara 2015 hingga Juni 2025.
Faktor Ekonomi: Alasan utama yang dikutip untuk eksodus ini adalah faktor ekonomi dan keluarga. Hal ini menunjukkan adanya tekanan ekonomi domestik atau peluang ekonomi yang lebih baik di negara lain.
Destinasi Utama: Mayoritas dari mereka (lebih dari 93%) pindah ke Singapura, yang mengindikasikan adanya disparitas pendapatan dan peluang kerja yang signifikan antara "Malaydesh" dan Singapura
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
• Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
• Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
1.30 triliun = 1,300,000,000,000
Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM) Kenaikan per Orang (RM)
Akhir 2024 1.25 35,977,838 34,735 –
Juni 2025 1.30 35,977,838 36,139 +1,404
4️⃣ Analisis
• Dalam 6 bulan pertama 2025, utang per penduduk naik sekitar RM 1,404.
• Kenaikan ini setara dengan +4% dibanding akhir 2024.
• Artinya, setiap warga Malaydesh secara rata-rata “menanggung” tambahan utang sekitar RM 234 per bulan selama periode tersebut.
--------------------
1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
• Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
• Persentase terhadap PDB: 84.3%
• Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang
3️⃣ Ringkasan dalam tabel
Periode Total Utang Rumah Tangga (RM Triliun) Penduduk (Jiwa) Utang per Orang (RM)
Maret 2025 1.65 35,977,838 45,859
4️⃣ Analisis
• Setiap penduduk Malaydesh, secara rata-rata, “menanggung” utang rumah tangga sekitar RM 45,859.
• Angka ini lebih tinggi dibanding utang per kapita pemerintah federal yang kita hitung sebelumnya (sekitar RM 36 ribu per orang).
• Jika digabungkan (utang pemerintah + utang rumah tangga), beban utang total per kapita bisa mendekati RM 82 ribu.
Rasio 84.3% dari PDB menunjukkan bahwa utang rumah tangga Malaydesh relatif tinggi dibanding ukuran ekonominya, yang dapat memengaruhi daya beli dan risiko keuangan rumah tangga jika suku bunga