25 Maret 2026

Senat Italia Menyetujui Hibah Kapal Giuseppe Garibaldi ke Indonesia

25 Maret 2026

Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi - 551 (photo: AFP)

Kemarin sore, Komite Hubungan Luar Negeri dan Pertahanan Senat Italia menyetujui rancangan keputusan menteri mengenai transfer secara hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia.

Keputusan tersebut diambil setelah penundaan pemungutan suara yang diperintahkan pada tanggal 10 Maret untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai masalah tersebut, sebagaimana yang terjadi kemarin pagi dengan sidang Komisi yang dihadiri oleh Admiral Ottaviani, Direktur Persenjataan Nasional/Direttore Nazionale degli Armamenti (DNA).

Rancangan tersebut kini harus melewati pengawasan Komite-Komite terkait di Senat.

(RID)

10 komentar:

  1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    ________________________________________
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP
    ________________________________________
    DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ________________________________________
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    ________________________________________
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH .....

    BalasHapus
  2. SIPRI 2025 - 2024 (2 TAHUN) = KOSONG .....
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    --------------------------------------
    TREN PENGADAAN SENJATA, PERINGKAT KEKUATAN MILITER, DAN KONDISI EKONOMI:
    -
    1. Status Pengadaan Senjata SIPRI (2020–2025)
    Tren menunjukkan stagnasi total dalam pemesanan alutsista baru untuk Malaydesh:
    2020 – 2021: Berstatus Planned (Masih dalam tahap rencana/dijangka).
    2022: Berstatus Selected Not Yet Ordered (Sudah dipilih tapi belum ada kontrak resmi).
    2023: Berstatus Not Yet Ordered (Tanpa ada pesanan masuk).
    2024 – 2025: Berstatus KOSONG (Tidak ada aktivitas transfer signifikan).
    -
    2. Persentase Impor Senjata Asia Tenggara (2021–2025)
    Data menunjukkan dominasi Indonesia dan Filipina dalam modernisasi kawasan:
    Indonesia (1,5%): Peringkat 1 (Fokus: Rafale, Scorpène, Kapal PPA).
    Filipina (1,2%): Peringkat 2 (Fokus: Rudal BrahMos, Fregat).
    Singapura (1,1%): Peringkat 3 (Fokus: F-35B, Kapal Selam 218SG).
    Thailand (0,5%): Peringkat 4 (Fokus: Jet Tempur & Bom Berpemandu).
    Malaydesh (0,3%): Peringkat 5 (Fokus terbatas: 18 unit FA-50).
    Kamboja (0,1%): Peringkat 6 (Fokus: MLRS China).
    -
    3. Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026 – ASEAN
    Perbandingan kekuatan tempur riil di kawasan:
    Peringkat 1: Indonesia (Skor: 0,2582 — Dunia: 13)
    Peringkat 2: Vietnam (Skor: 0,4066 — Dunia: 23)
    Peringkat 3: Thailand (Skor: 0,4458 — Dunia: 24)
    Peringkat 4: Singapura (Skor: 0,5272 — Dunia: 29)
    Peringkat 5: Myanmar (Skor: 0,6265 — Dunia: 35)
    Peringkat 6: Filipina (Skor: 0,6993 — Dunia: 41)
    Peringkat 7: Malaydesh (Skor: 0,7379 — Dunia: 42)
    -
    4. Analisis Krisis Internal (Penyebab Stagnasi)
    Hambatan utama yang menyebabkan belanja militer menjadi tidak prioritas:
    Utang Negara: Mencapai RM1,3 triliun (69% dari PDB).
    Krisis Pangan:
    Beras: Ketergantungan tinggi pada impor (termasuk dari Indonesia).
    Unggas: Status importir bersih, subsidi telur dicabut total Agustus 2025.
    Daging Merah: Kemandirian sangat rendah (<15%).
    Daya Beli: Utang rumah tangga yang tinggi (85,8% PDB) menekan ekonomi domestik.
    ------------------------------
    SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
    -
    SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll

    BalasHapus
  3. SIPRI MALAYDESH 2 TAHUN KOSONG
    -
    2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    2023 = NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    2022 = SELECTED NOT YET ORDERED
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    2021 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
    -
    2020 = PLANNED
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.html
    ----------------------------------
    Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
    Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan Malaydesh setara dengan Laos dan Kamboja.
    Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
    Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
    Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
    -
    Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
    Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
    Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
    Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
    Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
    -
    Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
    Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
    Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
    Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
    Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
    Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
    Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
    -
    Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
    Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
    Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
    Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
    -
    Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
    Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
    Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan Malaydesh.

    BalasHapus
  4. Paketan sama Harrier ga...apa mau jadi kapal induk drone...kalau kapal induk pesawat tempur mah untuk di pangkalan darat aja kurang...

    BalasHapus
  5. hore Garib Jadi nich haha!πŸ‘πŸ˜ŽπŸ‘
    mayan nambah panjang daptar SIPRI kita gaesz haha!πŸ˜‰πŸ€—πŸ˜‰

    seblah pasti makin NGAMUK haha!πŸ”₯😡‍πŸ’«πŸ”₯

    BalasHapus
  6. SIPRI MALAYDESH = SIPRI TIMOR LESTE
    -
    MALAYDESH
    TIMOR LESTE
    KAMBOJA
    LAOS
    BRUNEI
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------
    ASEAN - SIPRI 2025 SHOPPING =
    VIETNAM
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_16.html
    -
    MYANMAR
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_15.html
    -
    THAILAND
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_14.html
    -
    FILIPINA
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_13.html
    -
    SINGAPURA
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_12.html
    -
    INDONESIA
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    --------------------------------
    TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
    -
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan

    BalasHapus
  7. Ada kejutan katanya.. πŸ€”
    Semoga dalam semingguan ke depan ini.. πŸ™πŸ€—

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maap, link nya lupa.. πŸ€“

      https://x.com/i/status/2036781580795212060

      Hapus