17 Oktober 2026

Kaskormar Tinjau Uji Munisi RPG NORINCO, Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter

17 Oktober 2026

Uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pasuruan). Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan meninjau uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis. (15/10/2026).


Pengujian ini bertujuan memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis TNI AL, berfungsi dengan baik, serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan guna mendukung kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.


Didampingi Dankolatmar Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra dan sejumlah pejabat TNI AL, Kaskormar menyaksikan rangkaian pengujian yang meliputi pemeriksaan visual, dimensi, hingga uji fungsi munisi.


Dalam uji tembak menggunakan peluncur RPG Norinco, munisi berhasil mengenai sasaran pada jarak 300 meter hingga sasaran hancur. Hasil pengujian tersebut menjadi bagian dari evaluasi fungsi munisi di lapangan.


“Menurut Kaskormar Mayjen TNI (Mar) Suherlan, uji fungsi ini dilaksanakan untuk memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis, memiliki tingkat keamanan dan keselamatan yang dapat diandalkan, serta berfungsi sesuai ketentuan guna mendukung  kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.”

67 komentar:

  1. Mana nichhh tim sewa haha!👎🤫🤪

    BalasHapus
  2. welkam 202 Kalekalip....
    Sniper $ 2 juta dolar wow Premium haha!🤑👍🤗

    aset Baruw lagi nich,
    ada pembual yg FANAS🔥 diseblah haha!🍌😤🤥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Turkey Delivers 202 KMR762 Sniper Rifles to Indonesia in $2.35 Million Shipment
    Kalekalip delivered 202 KMR762 7.62×51 mm sniper rifles and accessories to Indonesia, shipped from Ankara Esenboğa Airport on September 28, 2026, valued at $2,351,885.
    https://ssbulten.com.tr/en/gundem/detay/turkey-delivers-202-kmr762-sniper-rifles-to-indonesia-in-dollar235-million-shipment--24853

    BalasHapus
  3. Kaskormar Tinjau Uji Munisi RPG NORINCO, Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter
    -------


    Wuiihhh SHOPPING Baruw lagiii...🤑

    jarak 300 meter si Gempi & si Pendek bakal jadi makanan lunak RPG kita haha!🚀⚡️😆

    BalasHapus
  4. Aplot min...

    insiden kmaren hanya kelewat...rem blong haha!🤫🤭😉

    Now= cat Baruw nich..slesai mro siyap tempur lagiiiii haha!🚀😎🔥

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1719256746877352&id=100063791305405

    BalasHapus
  5. Aplot min,
    Batch 2 Rafale dimulai...18 bijik

    Wahh ada tetangga seblah yg PANIK🥶KOYAK🔥 haha!✌️🤣😋

    mana katanya cuman 6, ini no.7 uda siyap..malyuu woii haha!😂😎✌️

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1622288146599970&id=100064564007037

    BalasHapus
  6. OPV 98M buatan sendiri kita sangat Letal Pawerful haha!🦾🚀😎
    bisa 4D

    masa jau jau ke turkiyem, korvet negri🎰kasino genting tak ada sonar...lemahhh,
    target empuq KSOT haha!😝🚀👻

    BalasHapus
  7. Aplot min,
    kasel EVO kita
    ASET PREMIUM SUPER MODEREN
    Mahal $ 2 bn🤑
    Canghih SPESIAL PAKE AI hore haha!✌️👌😎
    kahsiyan tetangga kesayangan kl, cuman py kasel rongsok & murah Usang, tak akan nambah selamanyaaaa haha!👎😂😱

    ⬇️⬇️⬇️
    Kapal Selam Scorpene TNI AL Dibekali AI, Proyeksikan Solusi Tempur Cepat
    Toulon, IDM – Pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved pesanan TNI Angkatan Laut terus memperbarui standar teknologinya. Pabrikan asal Prancis menyematkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pusat kendali bawah air untuk membantu awak kapal memproses data pertempuran secara instan.
    https://indonesiadefense.com/kapal-selam-scorpene-tni-al-dibekali-ai-proyeksikan-solusi-tempur-cepat/

    BalasHapus
  8. mana si Pengemis beras...kok ilang?
    mabok Asap yaaa..rasain luh haha!😶‍🌫️🍌🤣

    BalasHapus
  9. Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter.

    tapi kita tidak klaim LEBIH CANGGIH DARI NEGARA PEMBUATNYA.

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  10. Aplot min...

    Deretan Dron Kamikaze AKM...🦾
    siyaaappp Asapin seblah😶‍🌫️😋

    warganyet kl, pasti PANIK🥶KOYAK🔥 haha!😱🍌😤

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1427708916225140&id=100069581346514

    BalasHapus
  11. Bahan Lawakan Seluruh Jiran...disini bs dilihat IQ Engineer & Bangsa Kita🇮🇩 diatas IQ seluruh Engineer & Bangsa Monyet🇲🇾 dr Semenanjung


    https://youtu.be/ol_s0OEYXMM?si=ttHwwHGmr5AM8FjM

    BalasHapus
  12. KL Iq jongkok, besi burok, songlap => Bahan tertawaan seluruh dunia

    BalasHapus
  13. Bina Kapal sampai 2 Dekade🤣🤣🤣

    BalasHapus
  14. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    ⚠️ CONSEQUENCES OF POLICY FLIP-FLOPS IN MALONYET ’S MILITARY
    1. Delayed Modernization
    Procurement Paralysis: Repeated changes in aircraft or equipment acquisition plans (e.g., MRCA selection delays) stall modernization.
    Outdated Capabilities: The RMAF and other branches continue operating aging platforms while waiting for decisions that keep shifting.
    2. Loss of Strategic Credibility
    Regional Perception: Neighbors like Singapore and Indonesia view MALONYET as indecisive, weakening its deterrence posture.
    Diplomatic Strain: Defense partners may hesitate to offer technology transfers or joint exercises due to uncertainty in MALONYET ’s commitments.
    3. Economic and Industrial Impact
    Defense Industry Stagnation: Local companies struggle to grow when policies change midstream, affecting contracts and R&D investments.
    Investor Hesitation: Foreign defense firms may avoid long-term partnerships due to unpredictable procurement behavior.
    4. Operational Inefficiency
    Training Disruptions: Constant changes in equipment plans mean personnel training is inconsistent or mismatched with future platforms.
    Logistics Complexity: A mixed fleet from different origins (Russian, American, European) becomes harder to maintain without a clear roadmap.
    5. Budget Waste
    Sunk Costs: Funds spent on feasibility studies, negotiations, or partial upgrades are wasted when plans are scrapped.
    Emergency Purchases: Flip-flops often lead to rushed acquisitions (e.g., used jets) that are less cost-effective and harder to integrate.
    🧭 Real-World Example: MRCA Procurement
    MALONYET ’s MRCA program has seen years of indecision:
    Originally planned to replace MiG-29s in the early 2010s.
    Considered Rafale, Typhoon, Gripen, and Super Hornet—but no final decision.
    Now exploring used Kuwaiti Hornets as a stopgap.
    This indecision has left the RMAF with a capability gap and weakened its regional air power status.

    BalasHapus
  15. BURSA SAHAM IHSG INDIANESIA HANCUR guys... Siap siap setara bursa saham ZIMBABWE... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =N
      GEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS LNG
      -
      TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
      -
      • 22 April 2025
      Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      ------------------------------
      IMPOR= PASPOR RINGGIT MILITER BERAS
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝

      Hapus
  16. BURSA SAHAM IHSG INDIANESIA HANCUR guys... Siap siap setara bursa saham ZIMBABWE... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).


      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ---------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      STATUS 2026: RAKSASA EKONOMI & MILITER ELIT
      Realisasi SIPRI (Full Shopping): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Kontrak aktif 1 lembar penuh: Rafale F-4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Model Pengadaan (Buying): Pembelian aset baru secara tunai/kredit ekspor sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang tanpa ketergantungan sewa.
      Modernisasi Aktif: Mengganti alutsista tua dengan teknologi Generasi 4.5 ke atas secara sistematis di tiga matra (Darat, Laut, Udara).
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      GDP: USD 1,44 Triliun (Hegemon ekonomi kawasan).
      Gov. Debt: 40% dari PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
      Daya Gentar (GFP 13 Dunia): Pemimpin mutlak ASEAN dengan skor kekuatan elit global.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & DEMILITERISASI DE FACTO
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Pemangkasan anggaran operasional seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 jadi puncak krisis.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi dan kartel Kemenhan.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan negara ekonomi kecil (Laos/Kamboja).
      Model Pengadaan (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, kendaraan taktis).
      Fiskal Kritis (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
      Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Debt-Servicing: 58% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Kronologi "Prank" Alutsista (Zonk):
      2014: Rafale (Mangkrak). | 2018: MRSS PT PAL (Zonk).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya & evaluasi buruk).
      Daya Gentar (GFP 42 Dunia): Merosot tajam dan resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNIASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALONSIA MILITER SEWAAN & UTANG 70% PDB
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).

      Hapus

  17. Belum selesai KEBAKARAN HUTAN.... KEBAKARAN BURSA SAHAM INDIANESIA tidak KURANG HEBAT ya... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    3. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL: SKANDAL
      ----------------------------------
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus

  18. Belum selesai KEBAKARAN HUTAN.... KEBAKARAN BURSA SAHAM INDIANESIA tidak KURANG HEBAT ya... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ⚓ 1. Aging Fleet and Maintenance Burden
      • Over 60% of RMN vessels are past their intended service life, with many exceeding 40 years of operation.
      • Older ships like the KD Lekiu and KD Kasturi class corvettes require frequent maintenance, which drains resources and reduces operational availability.
      • These aging platforms lack modern combat systems, sensors, and propulsion technologies, making them less effective in maritime security operations.
      💰 2. Budgetary Constraints
      • MALONYET ’s defence budget is modest compared to regional powers like Singapore or Indonesia. This limits the ability to procure new vessels or upgrade existing ones.
      • The 15-to-5 Transformation Programme, aimed at streamlining the fleet from 15 classes to 5, has faced delays due to funding shortfalls and procurement bottlenecks.
      🛠️ 3. Procurement and Project Delays
      • The Littoral Combat Ship (LCS) scandal is a major setback: six ships were ordered, but none have been delivered as of 2025 due to mismanagement and cost overruns.
      • This delay has left a critical gap in MALONYET ’s ability to patrol its exclusive economic zone (EEZ) and respond to maritime threats.
      🌊 4. Strategic Maritime Challenges
      • MALONYET has 4,700 km of coastline and is a claimant in the South China Sea dispute, requiring a robust naval presence.
      • The current fleet lacks sufficient blue-water capability to project power or maintain sustained operations in contested waters.
      🔄 5. Limited Indigenous Shipbuilding Capability
      • While MALONYET has domestic shipbuilders like Boustead Naval Shipyard, they still rely heavily on foreign technology and expertise, which slows down production and increases costs.
      • The lack of a mature defence industrial base means MALONYET cannot quickly replace or upgrade its fleet without external support.

      Hapus
    4. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -------
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
      ==================
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      =========
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      Malaydesh will cut back on subsidies and social assistance by excluding top earners from these benefits, Prime Minister Anwar Ibrahim said when tabling Budget 2025.
      These include the rationalisation of petrol and education subsidies by moving from blanket subsidy schemes to more targeted initiatives. But the country’s larger urban households with higher incomes will be the hardest hit by this shift, experts say.
      Mr Anwar also said the government will look to “gradually reduce” education subsidies for the top 15 per cent of earners. The money saved can be redirected to improve the infrastructure of government schools and public universities for the benefit of all students, he added.
      😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

      Hapus
  19. HAHAHAHAHA.... TAHNIAH guys... 🤣🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.

      Hapus

    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Role of Middlemen and Retired Officers
      • Defence procurement in MALONYET is often conducted through intermediaries, many of whom are retired military officers or politically connected individuals.
      • These middlemen act as “agents” or “salesmen,” influencing contract awards and inflating prices.
      • In a rare public rebuke, MALONYET King Sultan Ibrahim condemned this practice in 2025, calling out the Defence Ministry for relying on agents and ordering the cancellation of a deal involving 30-year-old Black Hawk helicopters, which he referred to as “flying coffins”.
      🏛️ 2. Politically Connected Firms Favoured
      • According to research by Transparency International, only 20–30% of defence contracts are awarded through open competition.
      • The rest are handled via single-source or limited tenders, often favoring firms with political ties or ex-military board members.
      • This environment allows agents to exert significant influence over deal structuring, sidelining merit-based selection.
      💸 3. Scorpene Submarine Scandal
      • One of the most infamous cases involved the purchase of French-made Scorpene submarines, which was mired in allegations of kickbacks and corruption.
      • French investigators indicted several individuals and companies in 2018, highlighting the risks of compromised secrecy and foreign contractor influence3.
      ⚠️ 4. Weak Oversight and Accountability
      • MALONYET lacks a robust oversight system to monitor defence procurement.
      • Unlike countries like the U.S. or Singapore, MALONYET does not have multi-agency checks or parliamentary committees dedicated to defence contract scrutiny.
      • This gap allows conflicts of interest to persist with minimal consequences.
      📉 5. Impact on Military Readiness
      • Inflated costs and mismanaged contracts result in delayed deliveries, substandard equipment, and budget overruns.
      • This directly affects the MALONYET n Armed Forces’ ability to modernize and maintain operational readiness.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpène, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).

      Hapus
  20. HAHAHAHAHA.... TAHNIAH guys... 🤣🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).

      Hapus
  21. GILAnya..... JATUH PARAH guys.... 🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.

      Hapus
    5. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ✈️ 1. Aging and Limited Fleet Composition
      • The RMAF operates a small and aging fleet of combat aircraft, including:
      o Su-30MKM (Russian-made multirole fighters)
      o F/A-18D Hornets (American-made strike fighters)
      o BAE Hawk 208/108 (light attack and trainer aircraft)
      • Many of these platforms are over 20 years old, with increasing maintenance costs and reduced reliability.
      • The MiG-29N fleet was retired in 2015 due to high upkeep and obsolescence, leaving a gap in air superiority capability.
      🛫 2. Limited Strategic Reach
      • MALONYET lacks aerial refueling capability, which restricts the range and endurance of its fighter jets.
      • There are no airborne early warning and control (AEW&C) systems, which are critical for modern airspace management and long-range threat detection.
      • The absence of long-range transport aircraft limits MALONYET ’s ability to deploy forces or provide humanitarian aid beyond its immediate region.
      🧰 3. Maintenance and Logistics Challenges
      • The RMAF relies on a diverse mix of Western and Russian platforms, complicating logistics, training, and spare parts management.
      • This lack of standardization increases costs and reduces interoperability, especially in joint operations or multinational exercises.
      • Maintenance contracts have faced delays and mismanagement, as highlighted in recent Auditor General reports.
      💸 4. Budgetary Constraints
      • Defence spending prioritizes personnel and basic operations, leaving limited funds for fleet modernization.
      • High-end platforms like the Rafale or Eurofighter Typhoon were considered but deemed too expensive.
      • MALONYET recently opted for 18 FA-50 light combat aircraft from South Korea, which are more affordable but offer limited capability compared to full-fledged multirole fighters.
      🧭 5. Training and Readiness Gaps
      • Pilots often train on older platforms that do not reflect modern combat environments.
      • The RMAF’s ability to conduct 24/7 air patrols or rapid response missions is constrained by fleet size and operational tempo.

      Hapus
  22. GILAnya..... JATUH PARAH guys.... 🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    2. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Overreliance on Middlemen
      • Defence procurement in MALONYET is often conducted through intermediaries, many of whom are retired military officers or politically connected individuals.
      • These middlemen inflate costs and complicate negotiations, leading to delays and reduced transparency.
      • In 2023, MALONYET King publicly rebuked the Defence Ministry for relying on agents and “salesmen,” calling out the purchase of 30-year-old Black Hawk helicopters as “flying coffins”.
      📉 2. Limited Open Tendering
      • Only 20–30% of major defence contracts are awarded through open competition.
      • Most deals are done via single-source or limited tendering, which reduces accountability and increases the risk of mismanagement.
      • This environment favors politically connected firms, often with ex-military figures on their boards.
      🛠️ 3. Contract Management Failures
      • The Auditor General’s Report (2025) revealed serious lapses in the management of armoured vehicle contracts worth RM7.8 billion.
      • Key issues included:
      o Delays in delivery of 68 Gempita vehicles, resulting in a RM162.75 million fine—claimed two years late.
      o Full payments made despite missed deadlines.
      o Performance bonds were insufficient to cover penalties.
      o Maintenance and spare parts services were delayed by over 200 days, with fines still uncollected.
      🧩 4. Fragmented Procurement Practices
      • Some units conducted small-batch procurements that violated financial regulations.
      • Contracts exceeding RM500,000 should go through open tenders, but many were awarded via direct purchases and quotations, totaling RM107.54 million between 2020–2023.
      • This ad hoc approach increases governance risks and weakens oversight.
      🧭 5. Delayed Enforcement and Oversight
      • The Army has called for stronger contract enforcement, noting that RM167 million in late penalties remain uncollected from contractors.
      • While the Army monitors delays, enforcement lies with the Ministry of Defence (Mindef), which has been slow to act.
      • These lapses damage the military’s reputation and delay critical capability upgrades

      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).

      Hapus
  23. 👎👎👎🤣🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      💰 1. Budget Composition Skewed Toward Salaries and Maintenance
      In 2024, MALONYET allocated RM19.73 billion (~USD 4.16 billion) for defense.
      RM8.2 billion (~41.5%) went to salaries and allowances.
      RM5.8 billion was earmarked for maintenance and asset upkeep.
      That leaves less than RM6 billion for all other needs—including procurement, R&D, and infrastructure.
      Impact: The lion’s share of the budget sustains personnel and legacy systems, leaving little for new combat capabilities.
      📦 2. Procurement Budget Includes Legacy Payments
      The RM5.71 billion procurement allocation in 2024 isn’t entirely for new systems. It includes:
      Scheduled payments for previously signed contracts (e.g. FA-50 jets from South Korea, A400M upgrades).
      Progressive payments for delayed projects like the Maharaja Lela-class Littoral Combat Ships.
      Small-scale purchases (e.g. small arms, radios, support vehicles).
      Impact: The actual discretionary funding for new combat platforms is far lower than it appears on paper.
      📉 3. Currency Depreciation Erodes Purchasing Power
      MALONYET sources most of its advanced systems from foreign OEMs (e.g. France, UK, South Korea).
      The depreciation of the ringgit against major currencies means that even modest increases in nominal budget do not translate into real gains.
      Impact: MALONYET pays more for the same equipment, reducing the volume and quality of new acquisitions.
      🧱 4. No Multi-Year Strategic Investment Framework
      Unlike Singapore or South Korea, MALONYET lacks a ring-fenced capital investment stream for defense.
      Each year’s procurement is subject to political negotiation and fiscal trade-offs, with no guaranteed continuity.
      This discourages long-term programs like missile development, drone fleets, or integrated air defense systems.
      Impact: Strategic programs are fragmented, delayed, or abandoned mid-cycle.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      💰 1. Budget Composition: Operational vs Development
      In 2025, MALONYET allocated RM21.2 billion to the Ministry of Defence.
      Operational Expenditure (OPEX): RM13.36 billion (~63%) — covers salaries, pensions, allowances, and day-to-day operations.
      Development Expenditure (DE): RM7.49 billion (~37%) — intended for asset acquisition, infrastructure, and modernization.
      Impact: The bulk of funding goes to sustaining the status quo, not building future capabilities.
      👥 2. Personnel Costs Dominate Spending
      Salaries, pensions, and welfare programs for active-duty personnel and veterans consume over half of OPEX.
      Initiatives like RKAT housing repairs, pension adjustments, and cost-of-living allowances are important for morale but crowd out capital investment.
      MALONYET armed forces have a relatively large administrative footprint compared to its combat strength.
      Impact: High fixed costs reduce flexibility for strategic procurement or force restructuring.
      🔧 3. Maintenance Over Modernization
      RM5.8 billion in 2025 was earmarked for maintenance, repair, and acquisition of military assets.
      However, most of this goes to keeping aging platforms operational, not acquiring new ones.
      Example: The Royal MALONYET n Navy spends heavily on maintaining ships that are 30–40 years old, with minimal upgrades.
      Impact: Funds are spent on patching legacy systems rather than leapfrogging to modern technologies.
      📉 4. Low R&D and Capability Investment
      MALONYET allocates negligible funding to defense R&D, indigenous production, or strategic systems (e.g. missiles, cyber, ISR).
      Unlike peers such as Indonesia or Vietnam, MALONYET has no major co-development programs or defense industrial offsets.
      Impact: MALONYET remains dependent on foreign suppliers and lacks autonomy in capability planning.

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Keamanan (US Fact Sheet):
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Tidak ada Blanket Overflight Access; pesawat asing wajib patuh PP No. 4 Tahun 2018 (Izin Diplomatik/Keamanan).
      MDCP 2026: Kerjasama dengan AS berbasis pilar modernisasi dan pendidikan militer dengan prinsip kedaulatan penuh.
      Ekonomi & Energi:
      Saham Freeport: Kepemilikan Indonesia naik menjadi 63,23% (Tambahan 12%).
      Energi Prabowo-Putin: Suplai minyak mentah dan LPG serta transfer teknologi dari Rusia (Juli 2024).
      Fiskal & Hutang:
      Debt-to-GDP: ~40% (Pruden & Sangat Sehat).
      HUtang Household: 16% (Ketahanan konsumsi tinggi).
      Defisit Fiskal: Di bawah 3% (Disiplin ketat).
      Kekuatan Militer (GFP 13 Dunia):
      SIPRI 2024-2025: 1 Lembar Penuh (Rafale F-4, Scorpène Evolved, PPA, A400M, Rudal KHAN/BORA).
      On Progress: 42 Rafale, 48 KAAN, 48 KF-21, 2 Fregat Merah Putih, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan potong anggaran operasional akibat krisis Middle East.
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG/AMNESIA BELANJA selama 2 tahun berturut-turut.
      Fiskal & Hutang (Zona Merah):
      Debt-to-GDP: 69–70% (Overlimit Plafon 65%).
      HUtang Household: 84,3% (Ekstrem/Mencekik Rakyat).
      Defisit Fiskal: 3,8% (Beban utang baru menumpuk).
      Kekuatan Militer (GFP 42 Dunia):
      Status Regional: Disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk):
      2014: Rafale (Mangkrak).
      2018: MRSS PT PAL (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Kuwait (Resmi Batal karena evaluasi buruk & biaya).
      Analisa "Salam Kosong":
      2020-2021: Planned (Hanya rencana).
      2022-2023: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tak mampu beli).
      2024-2025: KOSONG/NIHIL.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA 63% SAHAM FREEPORT + SIPRI PENUH VS MALONSIA HUTANG 70% + SIPRI KOSONG.
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).

      Hapus
  24. SETARAF ZIMBABWE..? 👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      🧱 1. Fragmented and Underdeveloped Defense Industry
      MALONYET defense industry is overseen by the MALONYET n Defence Industry Council (MDIC), established in 1999 and later expanded into MIDES.
      Despite having six strategic sectors (Aerospace, Maritime, Weaponry, Automotive, ICT, Common-user Equipment), the ecosystem lacks:
      A clear, enforceable blueprint
      Robust infrastructure
      Skilled manpower
      Many local firms are assemblers or subcontractors, not full-spectrum developers. For example, MALONYET still assembles M4 carbines under license, while Indonesia and Singapore produce their own rifles (SS1 and SAR-21 respectively).
      Impact: MALONYET cannot independently design, produce, or sustain core military systems.
      🧠 2. Minimal R&D and Technology Investment
      Indigenous R&D in areas like combat management systems (CMS), sensors, and autonomous platforms is nascent and underfunded.
      Studies show that MALONYET lacks structured tendering policies and technology readiness frameworks to support local innovation.
      AI, cyber warfare, and surveillance systems are still in early-stage development, with no operational deployment.
      Impact: MALONYET falls behind in emerging tech domains critical to modern warfare.
      🔄 3. Dependence on Foreign OEMs for Strategic Systems
      MALONYET imports nearly all major platforms:
      Aircraft: Su-30MKM (Russia), FA-50 (South Korea), Hawk (UK)
      Naval systems: Scorpène submarines (France), LCS (French-German design)
      Missiles: Starstreak (UK), MICA (France), Exocet (France)
      There are no indigenous missile programs, no local radar production, and no domestic armored vehicle design.
      Impact: Strategic vulnerability in times of embargo, conflict, or supply chain disruption.
      📉 4. Policy Gaps and Execution Failures
      MALONYET has published defense blueprints and industrial strategies, but implementation is weak due to:
      Budget constraints
      Lack of political continuity
      Limited private-sector incentives
      Even promising initiatives like the 15-to-5 naval transformation plan have stalled due to procurement scandals and delivery failures.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      📄 1. Ambitious Policy Documents with Limited Follow-Through
      MALONYET ’s first Defence White Paper (DWP), launched in 2019, laid out a 10-year roadmap for force modernization, defense industry reform, and multi-domain readiness.
      It proposed initiatives like:
      A revised National Military Strategy
      A Defence Capacity Plan
      A National Defence Industry Policy
      However, by 2021–2025, many of these remained in draft form or unimplemented, with only partial progress on cyber and air surveillance capabilities.
      Impact: Strategic clarity exists, but execution lags, creating a credibility gap between policy and reality.
      🕰️ 2. Stalled Programs and Missed Timelines
      The Littoral Combat Ship (LCS) program is the most glaring example:
      RM9 billion allocated for six ships
      None delivered as of 2025
      Delays linked to mismanagement, redacted audits, and political interference
      Other programs like the Ground-Based Air Defence (GBAD) system and High Mobility Armoured Vehicles (HMAV) remain unfunded or stuck in approval stages.
      Impact: Operational capability suffers, and the military continues to rely on aging platforms.
      🏛️ 3. Political Instability and Policy Discontinuity
      MALONYET experienced multiple changes in government between 2020 and 2022, disrupting defense planning cycles.
      Each administration brought new priorities, causing re-scoping, delays, or abandonment of existing programs.
      Even when policies are reaffirmed, bureaucratic inertia and fragmented oversight slow implementation.
      Impact: Defense reform lacks continuity, and long-term planning is undermined.
      🧱 4. Weak Institutional Mechanisms for Execution
      There’s no centralized authority to monitor and enforce defense policy implementation.
      Oversight is split between MINDEF, the Ministry of Finance, and political leadership, leading to diffused accountability.
      Audit findings are often delayed or redacted, and recommendations go unenforced.
      Impact: Programs stall without consequence, and systemic inefficiencies persist.
      🧭 Strategic Consequences
      MALONYET ’s defense posture remains reactive and maintenance-heavy, not transformation-driven.
      The credibility of future policy documents is weakened unless backed by institutional reform and budget discipline.
      Regional peers like Indonesia and Vietnam are executing modernization plans more consistently, widening the capability gap.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ⚙️ Aging Equipment Across All Branches
      • Over 30 Years in Service: A total of 171 military assets have exceeded 30 years of service:
      o MALONYET n Army: 108 units
      o Royal MALONYET n Air Force (RMAF): 29 units
      o Royal MALONYET n Navy (RMN): 34 units2
      • Maintenance Burden: These aging platforms require more frequent and costly maintenance, often with diminishing returns in performance and reliability.
      • Obsolete Technology: Many systems are technologically outdated, making them less effective in modern combat scenarios and harder to integrate with newer platforms.
      🚢 Naval Fleet Limitations
      • RMN Vessels Past Lifespan: Of the 53 ships operated by the RMN, 34 have exceeded their intended service life, with 28 vessels over 40 years old2.
      • Capability Gaps: These older ships lack modern sensors, weapons systems, and propulsion technologies, reducing MALONYET ability to patrol and secure its vast maritime zones.
      • Urgent Replacement Needs: The Navy has highlighted the need to replace these vessels to maintain operational readiness and maritime security.
      ✈️ Procurement and Oversight Issues
      • Middlemen and Inflated Costs: Defence procurement has been criticized for relying on intermediaries, often retired military officers, which can lead to inflated prices and questionable deals.
      • “Flying Coffins” Controversy: MALONYET King recently ordered the cancellation of a deal involving 30-year-old Black Hawk helicopters, calling them “flying coffins” and condemning the use of outdated assets.
      • Limited Open Competition: Only 20–30% of major defence contracts are awarded through open tenders, reducing transparency and value for money.
      🔧 Operational Readiness Challenges
      • Training vs. Technology Gap: Troops often train on platforms that are no longer representative of modern battlefield conditions, limiting their tactical preparedness.
      • Interoperability Issues: MALONYET mix of Western, Russian, and local systems creates integration challenges, especially in joint operations or multinational exercises.

      Hapus
  25. halahh tipe M jugak temasyukbemerging market...rmbgak laku haha!👎🍌🤣

    BalasHapus
  26. Mat Sabu datang merengek Ngemis Beras kita, tapi Di Tolak Menteri kita haha!📛🤪🍌

    Fakta negri🎰kasino semenanjung Ngemis Beras, tapi DI TOLAK haha!❌️😝🤥

    Soriiiii yeee👎
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Malaysia Ingin Impor Beras Indonesia, Mentan: Kami Jaga Stok Dulu
    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Malaysia ingin mengimpor beras Indonesia. Itu dikatakan Amran setelah pertemuannya dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Datuk Seri Mohammad Bin Sabu di Kantor Kementan, Jakarta Selatan
    https://money.kompas.com/read/2025/04/22/152500326/malaysia-ingin-impor-beras-indonesia-mentan--kami-jaga-stok-dulu

    BalasHapus
  27. Seorang Monyet 🇲🇾 keHabisan Bahan Obrolan militer, apa aja dibahas...ketahuan IQ nya dibawah rata² manusia normal...Pur lu monyet apa babi🤣🤣🤣

    BalasHapus
  28. Gempur persilangan Bapak Monyet x Mak Babi, seperti Kebanyakan Orang² melayu semenanjung...kasihan pemerintah lu ngasi subsidi keHewan macam lu!!!🤣🤣🤣

    BalasHapus
  29. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    🔧 1. MAINTENANCE BURDEN: AGING ASSETS, FRAGMENTED SUPPORT
    ⚙️ Structural Drivers
    Asset Age: As of late 2024, 171 military platforms across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service life. This includes:
    108 Army vehicles and artillery systems
    29 RMAF aircraft (e.g., F-5E, Hawk 208)
    34 RMN vessels, including Fast Attack Craft over 40 years old
    Obsolescence: Many platforms are no longer supported by OEMs (Original Equipment Manufacturers), making spare parts scarce and costly.
    💸 Economic Strain
    Maintenance consumes over 50% of the defense budget’s operational expenditure (OPEX), leaving limited room for modernization.
    Even with recent efforts to localize MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) for fighter jets like the F/A-18, cost savings (~20%) are offset by the scale of aging fleets.
    🧩 Outsourcing Challenges
    MALONYET has long outsourced support functions to private firms to reduce costs.
    However, lack of centralized oversight, inconsistent quality control, and limited technical depth in local vendors have led to delays and suboptimal readiness.
    📡 2. Poor Interoperability: Platform Diversity, Command Silos
    🛠️ Platform Fragmentation
    MALONYET military operates a highly diverse inventory sourced from:
    Western suppliers (US, UK, France)
    Eastern bloc (Russia, China)
    Regional partners (South Korea, Turkey)
    This results in incompatible communication systems, data links, and logistics chains. For example:
    Russian-made Su-30MKM fighters cannot seamlessly integrate with NATO-standard AWACS or datalink systems.
    Naval platforms lack unified combat management systems across classes.
    🧠 Command & Control Gaps
    Joint operations are hindered by service-specific doctrines and siloed command structures.
    The absence of a Joint Operations Command with real-time data fusion limits MALONYET ability to conduct multi-domain operations.
    🧪 Training & Simulation Deficiencies
    Lack of integrated simulation environments means personnel are trained on platform-specific systems, not joint mission profiles.
    Exercises like MALBATT and CARAT show progress, but interoperability remains tactical, not strategic.

    BalasHapus
  30. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
    -------
    KURANG BERAS =
    • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
    • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
    • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
    Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
    ==================
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    CASSAVA LEMAK ✔️
    RICE LEMAK ❌
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source. This proposal has sparked mixed reactions, with some praising it as a potential solution to the rice crisis and others expressing concerns about the shift in dietary habits and the potential impact on local farmers.
    ===================
    KONG KING KONG = SINGKONG
    BERAS GANTI UBI KAYU
    BERAS GANTI UBI KAYU
    BERAS GANTI UBI KAYU
    Yang di-Pertua Dewan Rakyat, Johari Abdul, menyarankan agar rakyat Malaydesh mengganti nasi dengan ubi kayu sebagai sumber karbohidrat alternatif.
    ===================
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
    Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
    ===================
    HANYA BAYAR FAEDAH =
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
    Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
    😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

    BalasHapus
  31. Apa bursa saham INDIANESIA turun kasta SETARAF ZIMBABWE..? HEBAT guys.............👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus