17 Oktober 2026

Kaskormar Tinjau Uji Munisi RPG NORINCO, Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter

17 Oktober 2026

Uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm (photos: Korps Marinir)

Dispen Kormar TNI Angkatan Laut (Pasuruan). Kepala Staf Korps Marinir (Kaskormar) Mayjen TNI (Mar) Suherlan meninjau uji fungsi munisi RPG HEAT Norinco Tipe 69 kaliber 40 mm di Pusat Latihan Pertempuran Korps Marinir (Puslatpurmar) 3 Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis. (15/10/2026).


Pengujian ini bertujuan memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis TNI AL, berfungsi dengan baik, serta memenuhi standar keamanan dan keselamatan guna mendukung kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.


Didampingi Dankolatmar Brigjen TNI (Mar) Agus Dwi Laksana Putra dan sejumlah pejabat TNI AL, Kaskormar menyaksikan rangkaian pengujian yang meliputi pemeriksaan visual, dimensi, hingga uji fungsi munisi.


Dalam uji tembak menggunakan peluncur RPG Norinco, munisi berhasil mengenai sasaran pada jarak 300 meter hingga sasaran hancur. Hasil pengujian tersebut menjadi bagian dari evaluasi fungsi munisi di lapangan.


“Menurut Kaskormar Mayjen TNI (Mar) Suherlan, uji fungsi ini dilaksanakan untuk memastikan munisi memenuhi spesifikasi teknis, memiliki tingkat keamanan dan keselamatan yang dapat diandalkan, serta berfungsi sesuai ketentuan guna mendukung  kesiapan operasional prajurit Korps Marinir.”

259 komentar:

  1. Mana nichhh tim sewa haha!👎🤫🤪

    BalasHapus
  2. welkam 202 Kalekalip....
    Sniper $ 2 juta dolar wow Premium haha!🤑👍🤗

    aset Baruw lagi nich,
    ada pembual yg FANAS🔥 diseblah haha!🍌😤🤥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Turkey Delivers 202 KMR762 Sniper Rifles to Indonesia in $2.35 Million Shipment
    Kalekalip delivered 202 KMR762 7.62×51 mm sniper rifles and accessories to Indonesia, shipped from Ankara Esenboğa Airport on September 28, 2026, valued at $2,351,885.
    https://ssbulten.com.tr/en/gundem/detay/turkey-delivers-202-kmr762-sniper-rifles-to-indonesia-in-dollar235-million-shipment--24853

    BalasHapus
  3. Kaskormar Tinjau Uji Munisi RPG NORINCO, Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter
    -------


    Wuiihhh SHOPPING Baruw lagiii...🤑

    jarak 300 meter si Gempi & si Pendek bakal jadi makanan lunak RPG kita haha!🚀⚡️😆

    BalasHapus
  4. Aplot min...

    insiden kmaren hanya kelewat...rem blong haha!🤫🤭😉

    Now= cat Baruw nich..slesai mro siyap tempur lagiiiii haha!🚀😎🔥

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1719256746877352&id=100063791305405

    BalasHapus
  5. Aplot min,
    Batch 2 Rafale dimulai...18 bijik

    Wahh ada tetangga seblah yg PANIK🥶KOYAK🔥 haha!✌️🤣😋

    mana katanya cuman 6, ini no.7 uda siyap..malyuu woii haha!😂😎✌️

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1622288146599970&id=100064564007037

    BalasHapus
  6. OPV 98M buatan sendiri kita sangat Letal Pawerful haha!🦾🚀😎
    bisa 4D

    masa jau jau ke turkiyem, korvet negri🎰kasino genting tak ada sonar...lemahhh,
    target empuq KSOT haha!😝🚀👻

    BalasHapus
  7. Aplot min,
    kasel EVO kita
    ASET PREMIUM SUPER MODEREN
    Mahal $ 2 bn🤑
    Canghih SPESIAL PAKE AI hore haha!✌️👌😎
    kahsiyan tetangga kesayangan kl, cuman py kasel rongsok & murah Usang, tak akan nambah selamanyaaaa haha!👎😂😱

    ⬇️⬇️⬇️
    Kapal Selam Scorpene TNI AL Dibekali AI, Proyeksikan Solusi Tempur Cepat
    Toulon, IDM – Pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved pesanan TNI Angkatan Laut terus memperbarui standar teknologinya. Pabrikan asal Prancis menyematkan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam pusat kendali bawah air untuk membantu awak kapal memproses data pertempuran secara instan.
    https://indonesiadefense.com/kapal-selam-scorpene-tni-al-dibekali-ai-proyeksikan-solusi-tempur-cepat/

    BalasHapus
  8. mana si Pengemis beras...kok ilang?
    mabok Asap yaaa..rasain luh haha!😶‍🌫️🍌🤣

    BalasHapus
  9. Sasaran Hancur Dihantam Tembakan 300 Meter.

    tapi kita tidak klaim LEBIH CANGGIH DARI NEGARA PEMBUATNYA.

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  10. Aplot min...

    Deretan Dron Kamikaze AKM...🦾
    siyaaappp Asapin seblah😶‍🌫️😋

    warganyet kl, pasti PANIK🥶KOYAK🔥 haha!😱🍌😤

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1427708916225140&id=100069581346514

    BalasHapus
  11. Bahan Lawakan Seluruh Jiran...disini bs dilihat IQ Engineer & Bangsa Kita🇮🇩 diatas IQ seluruh Engineer & Bangsa Monyet🇲🇾 dr Semenanjung


    https://youtu.be/ol_s0OEYXMM?si=ttHwwHGmr5AM8FjM

    BalasHapus
  12. KL Iq jongkok, besi burok, songlap => Bahan tertawaan seluruh dunia

    BalasHapus
  13. Bina Kapal sampai 2 Dekade🤣🤣🤣

    BalasHapus
  14. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    ⚠️ CONSEQUENCES OF POLICY FLIP-FLOPS IN MALONYET ’S MILITARY
    1. Delayed Modernization
    Procurement Paralysis: Repeated changes in aircraft or equipment acquisition plans (e.g., MRCA selection delays) stall modernization.
    Outdated Capabilities: The RMAF and other branches continue operating aging platforms while waiting for decisions that keep shifting.
    2. Loss of Strategic Credibility
    Regional Perception: Neighbors like Singapore and Indonesia view MALONYET as indecisive, weakening its deterrence posture.
    Diplomatic Strain: Defense partners may hesitate to offer technology transfers or joint exercises due to uncertainty in MALONYET ’s commitments.
    3. Economic and Industrial Impact
    Defense Industry Stagnation: Local companies struggle to grow when policies change midstream, affecting contracts and R&D investments.
    Investor Hesitation: Foreign defense firms may avoid long-term partnerships due to unpredictable procurement behavior.
    4. Operational Inefficiency
    Training Disruptions: Constant changes in equipment plans mean personnel training is inconsistent or mismatched with future platforms.
    Logistics Complexity: A mixed fleet from different origins (Russian, American, European) becomes harder to maintain without a clear roadmap.
    5. Budget Waste
    Sunk Costs: Funds spent on feasibility studies, negotiations, or partial upgrades are wasted when plans are scrapped.
    Emergency Purchases: Flip-flops often lead to rushed acquisitions (e.g., used jets) that are less cost-effective and harder to integrate.
    🧭 Real-World Example: MRCA Procurement
    MALONYET ’s MRCA program has seen years of indecision:
    Originally planned to replace MiG-29s in the early 2010s.
    Considered Rafale, Typhoon, Gripen, and Super Hornet—but no final decision.
    Now exploring used Kuwaiti Hornets as a stopgap.
    This indecision has left the RMAF with a capability gap and weakened its regional air power status.

    BalasHapus
  15. BURSA SAHAM IHSG INDIANESIA HANCUR guys... Siap siap setara bursa saham ZIMBABWE... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2025 MENTERI MALON KE INDONESIA =N
      GEMIS BERAS
      NGEMIS BATUBARA
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS LNG
      -
      TIMELINE NGEMIS BERAS 2025-2026 =
      -
      • 22 April 2025
      Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      ------------------------------
      IMPOR= PASPOR RINGGIT MILITER BERAS
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.

      Hapus
    2. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝

      Hapus
  16. BURSA SAHAM IHSG INDIANESIA HANCUR guys... Siap siap setara bursa saham ZIMBABWE... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).


      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ---------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      STATUS 2026: RAKSASA EKONOMI & MILITER ELIT
      Realisasi SIPRI (Full Shopping): Terdaftar sebagai importir senjata terbesar ke-18 dunia. Kontrak aktif 1 lembar penuh: Rafale F-4, A400M Atlas, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Model Pengadaan (Buying): Pembelian aset baru secara tunai/kredit ekspor sehat. Kepemilikan aset penuh menjamin kedaulatan operasional jangka panjang tanpa ketergantungan sewa.
      Modernisasi Aktif: Mengganti alutsista tua dengan teknologi Generasi 4.5 ke atas secara sistematis di tiga matra (Darat, Laut, Udara).
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      GDP: USD 1,44 Triliun (Hegemon ekonomi kawasan).
      Gov. Debt: 40% dari PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% GDP).
      Daya Gentar (GFP 13 Dunia): Pemimpin mutlak ASEAN dengan skor kekuatan elit global.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & DEMILITERISASI DE FACTO
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Pemangkasan anggaran operasional seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 jadi puncak krisis.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi dan kartel Kemenhan.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan negara ekonomi kecil (Laos/Kamboja).
      Model Pengadaan (Leasing/Sewa): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, kendaraan taktis).
      Fiskal Kritis (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69% dari PDB (Melewati batas limit 65%).
      Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Debt-Servicing: 58% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Kronologi "Prank" Alutsista (Zonk):
      2014: Rafale (Mangkrak). | 2018: MRSS PT PAL (Zonk).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal karena biaya & evaluasi buruk).
      Daya Gentar (GFP 42 Dunia): Merosot tajam dan resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNIASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALONSIA MILITER SEWAAN & UTANG 70% PDB
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).

      Hapus

  17. Belum selesai KEBAKARAN HUTAN.... KEBAKARAN BURSA SAHAM INDIANESIA tidak KURANG HEBAT ya... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    3. BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL: SKANDAL
      ----------------------------------
      SKANDAL HUBUNGAN ASMARA / PERNIKAHAN
      • Sultan Ibrahim & Cissie Hill: Hubungan asmara Sultan Johor-penari Inggris (1930-an). (BBC, The Mixed Museum)
      • Sultan Muhammad V & Oksana Voevodina: Perceraian kilat talak tiga dengan Miss Moscow (2019). (NST, Asia One, Kompas)
      • Najib Razak & Altantuya: Kasus pembunuhan model Mongolia bermotif politik (2006). (SCMP, Detik, Kompas)
      -
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Isu penyebaran video intim sesama jenis dengan staf politik (2019). (Reuters, CNA)
      • Anwar Ibrahim: Dakwaan hukum kasus sodomi I (1998) dan sodomi II (2008). (BBC, Amnesty International)
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD 1 miliar.

      Hapus

  18. Belum selesai KEBAKARAN HUTAN.... KEBAKARAN BURSA SAHAM INDIANESIA tidak KURANG HEBAT ya... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ⚓ 1. Aging Fleet and Maintenance Burden
      • Over 60% of RMN vessels are past their intended service life, with many exceeding 40 years of operation.
      • Older ships like the KD Lekiu and KD Kasturi class corvettes require frequent maintenance, which drains resources and reduces operational availability.
      • These aging platforms lack modern combat systems, sensors, and propulsion technologies, making them less effective in maritime security operations.
      💰 2. Budgetary Constraints
      • MALONYET ’s defence budget is modest compared to regional powers like Singapore or Indonesia. This limits the ability to procure new vessels or upgrade existing ones.
      • The 15-to-5 Transformation Programme, aimed at streamlining the fleet from 15 classes to 5, has faced delays due to funding shortfalls and procurement bottlenecks.
      🛠️ 3. Procurement and Project Delays
      • The Littoral Combat Ship (LCS) scandal is a major setback: six ships were ordered, but none have been delivered as of 2025 due to mismanagement and cost overruns.
      • This delay has left a critical gap in MALONYET ’s ability to patrol its exclusive economic zone (EEZ) and respond to maritime threats.
      🌊 4. Strategic Maritime Challenges
      • MALONYET has 4,700 km of coastline and is a claimant in the South China Sea dispute, requiring a robust naval presence.
      • The current fleet lacks sufficient blue-water capability to project power or maintain sustained operations in contested waters.
      🔄 5. Limited Indigenous Shipbuilding Capability
      • While MALONYET has domestic shipbuilders like Boustead Naval Shipyard, they still rely heavily on foreign technology and expertise, which slows down production and increases costs.
      • The lack of a mature defence industrial base means MALONYET cannot quickly replace or upgrade its fleet without external support.

      Hapus
    4. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -------
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
      ==================
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      =========
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      PMX REDUCE EDUCATION SUBSIDES
      Malaydesh will cut back on subsidies and social assistance by excluding top earners from these benefits, Prime Minister Anwar Ibrahim said when tabling Budget 2025.
      These include the rationalisation of petrol and education subsidies by moving from blanket subsidy schemes to more targeted initiatives. But the country’s larger urban households with higher incomes will be the hardest hit by this shift, experts say.
      Mr Anwar also said the government will look to “gradually reduce” education subsidies for the top 15 per cent of earners. The money saved can be redirected to improve the infrastructure of government schools and public universities for the benefit of all students, he added.
      😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

      Hapus
  19. HAHAHAHAHA.... TAHNIAH guys... 🤣🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.

      Hapus

    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Role of Middlemen and Retired Officers
      • Defence procurement in MALONYET is often conducted through intermediaries, many of whom are retired military officers or politically connected individuals.
      • These middlemen act as “agents” or “salesmen,” influencing contract awards and inflating prices.
      • In a rare public rebuke, MALONYET King Sultan Ibrahim condemned this practice in 2025, calling out the Defence Ministry for relying on agents and ordering the cancellation of a deal involving 30-year-old Black Hawk helicopters, which he referred to as “flying coffins”.
      🏛️ 2. Politically Connected Firms Favoured
      • According to research by Transparency International, only 20–30% of defence contracts are awarded through open competition.
      • The rest are handled via single-source or limited tenders, often favoring firms with political ties or ex-military board members.
      • This environment allows agents to exert significant influence over deal structuring, sidelining merit-based selection.
      💸 3. Scorpene Submarine Scandal
      • One of the most infamous cases involved the purchase of French-made Scorpene submarines, which was mired in allegations of kickbacks and corruption.
      • French investigators indicted several individuals and companies in 2018, highlighting the risks of compromised secrecy and foreign contractor influence3.
      ⚠️ 4. Weak Oversight and Accountability
      • MALONYET lacks a robust oversight system to monitor defence procurement.
      • Unlike countries like the U.S. or Singapore, MALONYET does not have multi-agency checks or parliamentary committees dedicated to defence contract scrutiny.
      • This gap allows conflicts of interest to persist with minimal consequences.
      📉 5. Impact on Military Readiness
      • Inflated costs and mismanaged contracts result in delayed deliveries, substandard equipment, and budget overruns.
      • This directly affects the MALONYET n Armed Forces’ ability to modernize and maintain operational readiness.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan siapa yang benar-benar belanja alutsista di kawasan:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus: Rafale, Scorpène, PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 4 ASEAN: Thailand (0,5%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya FA-50 (skala terbatas).
      -
      Status Lembar Pengadaan SIPRI (2024–2025)
      Indonesia (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA/KHAN, Drone Anka-S, dan Air Refuel System.
      MALAYSEWA (KOSONG): Tidak ada realisasi kontrak baru yang tercatat (Status: Salam Lembar Kosong).

      Hapus
  20. HAHAHAHAHA.... TAHNIAH guys... 🤣🤣🤣🤣



    Pasar Saham RI Terancam "Downgrade" Setara Zimbabwe, Kepala Bakom: Kita Amati Gejolak Pasar

    https://nasional.kompas.com/read/2026/10/16/14315091/pasar-saham-ri-terancam-downgrade-setara-zimbabwe-kepala-bakom-kita-amati

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).


      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONYET.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONYET PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      SKANDAL "PETI MATI TERBANG" & SEWA HELIKOPTER:
      Pembatalan Black Hawk UH-60A (Nov 2024): Kontrak sewa RM 187 Juta dengan Aerotree dibatalkan setelah pengiriman tertunda berkali-kali sejak Nov 2023.
      Intervensi Raja: Sultan Ibrahim secara terbuka menentang kesepakatan ini dan melabeli helikopter berusia 30 tahun tersebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Status Terkini: Karena tidak mampu beli tunai, pemerintah kembali meluncurkan tender sewa helikopter alternatif pada Agustus 2025 untuk menutup celah operasional.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROYEK STRATEGIS & KORUPSI:
      Fiasco LCS (2011-Present): Kontrak RM 9,13 Miliar; per Agustus 2022 nol kapal terkirim meski RM 6 Miliar telah dibayar. Biaya membengkak jadi RM 11,2 Miliar.
      Skandal Scorpene (2002): Komisi RM 510 Juta dibayarkan kepada makelar politik dalam pengadaan senilai RM 4,5 Miliar; performa kapal bermasalah.
      Skandal Helikopter MD530G: Kontrak RM 321 Juta gagal memenuhi spesifikasi teknis dan tenggat waktu; tidak ada penuntutan hukum meski dipantau MACC.
      Kasus Mesin Jet Hilang (2007): Dua mesin F-5E dicuri dari gudang RMAF dan muncul di Uruguay; terkait erat dengan korupsi pengadaan era Najib.
      ________________________________________
      KRONISME & LEMAHNYA TATA KELOLA:
      Dominasi Makelar: Pengadaan sering melibatkan perantara (pensiunan perwira) yang menggelembungkan harga; kurang dari 1/3 kontrak melalui tender terbuka.
      Audit Gempita (2025): Laporan Auditor Jenderal mengungkap kegagalan klaim denda RM 162,75 Juta atas keterlambatan kendaraan lapis baja dan praktik pemecahan kontrak (contract splitting) senilai RM 107,54 Juta.
      SIBMAS Armoured Vehicle: Tender diduga dimanipulasi demi produk yang tidak memenuhi spek (terlalu berat dan kurang tenaga).

      Hapus
  21. GILAnya..... JATUH PARAH guys.... 🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
      Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      Radius Tempur & Dominasi Geografis:
      Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
      Kesehatan Fiskal (Pruden):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
      Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
      ________________________________________
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
      Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
      F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
      MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
      Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
      Hambatan Investasi dan Tabungan Rumah Tangga:
      Penjelasan: Ketika pendapatan banyak digunakan untuk membayar utang, kapasitas rumah tangga untuk menabung atau berinvestasi menjadi terbatas.
      Dampak Riil:
      Modal untuk Pensiun dan Pendidikan Berkurang: Kemampuan untuk mempersiapkan masa pensiun, pendidikan anak, atau investasi masa depan lainnya berkurang. Ini berpotensi menciptakan masalah sosial ekonomi di masa mendatang.
      Modal Produktif Berkurang: Secara agregat, tabungan rumah tangga adalah salah satu sumber modal penting bagi investasi produktif di perekonomian. Jika tabungan rendah, maka sumber modal ini juga berkurang.

      Hapus
    5. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ✈️ 1. Aging and Limited Fleet Composition
      • The RMAF operates a small and aging fleet of combat aircraft, including:
      o Su-30MKM (Russian-made multirole fighters)
      o F/A-18D Hornets (American-made strike fighters)
      o BAE Hawk 208/108 (light attack and trainer aircraft)
      • Many of these platforms are over 20 years old, with increasing maintenance costs and reduced reliability.
      • The MiG-29N fleet was retired in 2015 due to high upkeep and obsolescence, leaving a gap in air superiority capability.
      🛫 2. Limited Strategic Reach
      • MALONYET lacks aerial refueling capability, which restricts the range and endurance of its fighter jets.
      • There are no airborne early warning and control (AEW&C) systems, which are critical for modern airspace management and long-range threat detection.
      • The absence of long-range transport aircraft limits MALONYET ’s ability to deploy forces or provide humanitarian aid beyond its immediate region.
      🧰 3. Maintenance and Logistics Challenges
      • The RMAF relies on a diverse mix of Western and Russian platforms, complicating logistics, training, and spare parts management.
      • This lack of standardization increases costs and reduces interoperability, especially in joint operations or multinational exercises.
      • Maintenance contracts have faced delays and mismanagement, as highlighted in recent Auditor General reports.
      💸 4. Budgetary Constraints
      • Defence spending prioritizes personnel and basic operations, leaving limited funds for fleet modernization.
      • High-end platforms like the Rafale or Eurofighter Typhoon were considered but deemed too expensive.
      • MALONYET recently opted for 18 FA-50 light combat aircraft from South Korea, which are more affordable but offer limited capability compared to full-fledged multirole fighters.
      🧭 5. Training and Readiness Gaps
      • Pilots often train on older platforms that do not reflect modern combat environments.
      • The RMAF’s ability to conduct 24/7 air patrols or rapid response missions is constrained by fleet size and operational tempo.

      Hapus
  22. GILAnya..... JATUH PARAH guys.... 🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    2. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Overreliance on Middlemen
      • Defence procurement in MALONYET is often conducted through intermediaries, many of whom are retired military officers or politically connected individuals.
      • These middlemen inflate costs and complicate negotiations, leading to delays and reduced transparency.
      • In 2023, MALONYET King publicly rebuked the Defence Ministry for relying on agents and “salesmen,” calling out the purchase of 30-year-old Black Hawk helicopters as “flying coffins”.
      📉 2. Limited Open Tendering
      • Only 20–30% of major defence contracts are awarded through open competition.
      • Most deals are done via single-source or limited tendering, which reduces accountability and increases the risk of mismanagement.
      • This environment favors politically connected firms, often with ex-military figures on their boards.
      🛠️ 3. Contract Management Failures
      • The Auditor General’s Report (2025) revealed serious lapses in the management of armoured vehicle contracts worth RM7.8 billion.
      • Key issues included:
      o Delays in delivery of 68 Gempita vehicles, resulting in a RM162.75 million fine—claimed two years late.
      o Full payments made despite missed deadlines.
      o Performance bonds were insufficient to cover penalties.
      o Maintenance and spare parts services were delayed by over 200 days, with fines still uncollected.
      🧩 4. Fragmented Procurement Practices
      • Some units conducted small-batch procurements that violated financial regulations.
      • Contracts exceeding RM500,000 should go through open tenders, but many were awarded via direct purchases and quotations, totaling RM107.54 million between 2020–2023.
      • This ad hoc approach increases governance risks and weakens oversight.
      🧭 5. Delayed Enforcement and Oversight
      • The Army has called for stronger contract enforcement, noting that RM167 million in late penalties remain uncollected from contractors.
      • While the Army monitors delays, enforcement lies with the Ministry of Defence (Mindef), which has been slow to act.
      • These lapses damage the military’s reputation and delay critical capability upgrades

      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      Dampak Riil:
      Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
      Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      LCS DELAY 2035-2011 : 24 TAHUN = DEFISIT TAHUN 1998 - 2026 : 28 TAHUN
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Keamanan (US Fact Sheet):
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Tidak ada Blanket Overflight Access; pesawat asing wajib lapor dan memiliki izin diplomatik/keamanan (PP No. 4 Tahun 2018).
      MDCP 2026: Kemitraan strategis dengan AS (Hegseth-Sjafrie) berbasis modernisasi militer, latihan gabungan, dan pendidikan profesional dengan prinsip kedaulatan penuh.
      Ekonomi & Energi:
      Saham Freeport: Kepemilikan nasional melonjak dari 51,23% menjadi 63,23% (Tambahan 12%).
      Energi Prabowo-Putin: Kepastian suplai minyak mentah dan LPG serta transfer teknologi energi hasil tindak lanjut pertemuan Moskow.
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      Gov. Debt: ~40% PDB (Pruden, jauh di bawah batas aman 60%).
      Household Debt: Sangat rendah (16% PDB), menjamin ketahanan konsumsi domestik.
      Defisit Fiskal: Terkendali di bawah 3%.
      Kekuatan Militer (Peringkat 13 Dunia):
      SIPRI 2024-2025: 1 Lembar Penuh (Rafale F-4, Scorpene Evolved, PPA-L, A400M, Rudal Khan/Bora).
      Modernisasi Aktif: Membangun kekuatan pemukul masif termasuk 48 KAAN (Turki) dan Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan. Januari 2026 menjadi puncak krisis ekonomi.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap dan korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG/AMNESIA BELANJA selama 2 tahun berturut-turut. Sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      Indikator Kejatuhan (GFP 2026):
      Merosot ke Peringkat 42: Resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk): F/A-18 Hornet Kuwait (Batal), Sewa Black Hawk (Mangkrak), Kapal MRSS PT PAL (Batal).
      Fiskal & Spiral Hutang (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69-70% PDB (Overlimit Plafon 65%).
      Household Debt: 84,3% PDB (Mencekik Rakyat).
      BORROWING TO REPAY DEBT: 58% hingga 64,3% pinjaman baru habis hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-servicing).
      Model "Negara Penyewa": Akibat ketiadaan kas, militer beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item (Helikopter, pesawat latih, kendaraan taktis).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA 63% SAHAM FREEPORT + SIPRI PENUH VS MALONSIA UTANG 70% PDB + SIPRI KOSONG
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------

      Hapus
    6. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    7. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

      -------
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
      ==================
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
      2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
      2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
      Malaydesh's 2025 budget includes plans to cut subsidies for healthcare, but also includes funding for upgrades and targeted subsidies. The goal is to improve healthcare access and quality, while also reducing the fiscal deficit.
      Budget cuts
      • Targeted subsidies
      The government will end universal healthcare and instead offer targeted subsidies for healthcare.
      • Fees
      High-income families and individuals will pay more for healthcare services.
      Budget allocations
      • Ministry of Health: The Ministry of Health (MOH) received RM45.3 billion in 2025, a 9.8% increase from 2024.
      • Sarawak Cancer Centre: RM1 billion was allocated for the Sarawak Cancer Centre.
      • Hospital upgrades: Funding was allocated for upgrades to hospitals across Malaydesh.
      • Targeted subsidies: Targeted subsidies will be offered to improve healthcare access, particularly for marginalized communities.
      Other social sector priorities
      The budget also includes allocations for education and social welfare. The goal is to improve the quality of life and public services.
      --------------
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
      Malaydesh is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
      New taxes
      • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
      • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
      • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
      • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
      • Sugar duties: Higher duties on sugar
      • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
      • Inheritance tax: A tax on inheritance
      • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
      • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
      Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.

      Hapus
    8. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Indonesia — Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) | Hegemon ASEAN.
      Vietnam — Peringkat 23 Dunia.
      Thailand — Peringkat 24 Dunia.
      Singapura — Peringkat 29 Dunia.
      Myanmar — Peringkat 35 Dunia.
      Filipina — Peringkat 41 Dunia.
      MALAYSEWA — Peringkat 42 Dunia (Kalah dari Filipina).
      -
      Kronologi "Prank" Pertahanan MALAYSEWA (2005–2026)
      Rentetan wacana yang gagal menjadi kontrak nyata (Zonk):
      2005: Rudal KS-1A China (Zonk).
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak anggaran).
      2018: Kapal MRSS PT PAL Indonesia (Zonk).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal/Pindah ke FA-50).
      2023: IAG Guardian (Gagal spek PBB/UNIFIL).
      2024–2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Hornet Kuwait (Resmi Batal akibat biaya logistik & evaluasi buruk).
      2026: Pembekuan Total oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi & kartel Kemenhan.

      Hapus
    9. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Cronyism in Defence Contracts
      • Defence contracts are frequently awarded to companies with political connections or ties to retired military officers, rather than based on merit or technical capability.
      • Analysts have pointed out that unqualified firms often win major tenders, resulting in poor execution and missed deadlines.
      • For example, the Littoral Combat Ship (LCS) project—initially a RM9 billion contract—was plagued by mismanagement. Despite over RM6 billion being paid, none of the six ships were delivered on time.
      ⚠️ 2. Conflict of Interest in Procurement
      • In some cases, contracts have been awarded to companies linked to former defence officials or their families, raising serious questions about impartiality.
      • The Self-Propelled Howitzer (SPH) deal faced scrutiny when it was revealed that a company involved had ties to a former deputy defence minister’s family. This prompted public backlash and calls for renegotiation.
      💸 3. Financial Mismanagement and Delays
      • Crony-linked firms often lack the technical expertise or financial stability to manage complex defence projects.
      • This leads to:
      o Delayed deliveries (e.g., offshore patrol vessels handed over three years late)
      o Cost overruns (LCS project now revised to over RM11 billion)
      o Unaccounted spending with little transparency or oversight
      🧭 4. Weak Enforcement and Accountability
      • Experts have questioned the government’s willingness to pursue legal action against companies that fail to deliver.
      • There’s concern that lawsuits could expose deeper corruption within the procurement system, making authorities hesitant to act.

      Hapus
  23. 👎👎👎🤣🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      💰 1. Budget Composition Skewed Toward Salaries and Maintenance
      In 2024, MALONYET allocated RM19.73 billion (~USD 4.16 billion) for defense.
      RM8.2 billion (~41.5%) went to salaries and allowances.
      RM5.8 billion was earmarked for maintenance and asset upkeep.
      That leaves less than RM6 billion for all other needs—including procurement, R&D, and infrastructure.
      Impact: The lion’s share of the budget sustains personnel and legacy systems, leaving little for new combat capabilities.
      📦 2. Procurement Budget Includes Legacy Payments
      The RM5.71 billion procurement allocation in 2024 isn’t entirely for new systems. It includes:
      Scheduled payments for previously signed contracts (e.g. FA-50 jets from South Korea, A400M upgrades).
      Progressive payments for delayed projects like the Maharaja Lela-class Littoral Combat Ships.
      Small-scale purchases (e.g. small arms, radios, support vehicles).
      Impact: The actual discretionary funding for new combat platforms is far lower than it appears on paper.
      📉 3. Currency Depreciation Erodes Purchasing Power
      MALONYET sources most of its advanced systems from foreign OEMs (e.g. France, UK, South Korea).
      The depreciation of the ringgit against major currencies means that even modest increases in nominal budget do not translate into real gains.
      Impact: MALONYET pays more for the same equipment, reducing the volume and quality of new acquisitions.
      🧱 4. No Multi-Year Strategic Investment Framework
      Unlike Singapore or South Korea, MALONYET lacks a ring-fenced capital investment stream for defense.
      Each year’s procurement is subject to political negotiation and fiscal trade-offs, with no guaranteed continuity.
      This discourages long-term programs like missile development, drone fleets, or integrated air defense systems.
      Impact: Strategic programs are fragmented, delayed, or abandoned mid-cycle.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      💰 1. Budget Composition: Operational vs Development
      In 2025, MALONYET allocated RM21.2 billion to the Ministry of Defence.
      Operational Expenditure (OPEX): RM13.36 billion (~63%) — covers salaries, pensions, allowances, and day-to-day operations.
      Development Expenditure (DE): RM7.49 billion (~37%) — intended for asset acquisition, infrastructure, and modernization.
      Impact: The bulk of funding goes to sustaining the status quo, not building future capabilities.
      👥 2. Personnel Costs Dominate Spending
      Salaries, pensions, and welfare programs for active-duty personnel and veterans consume over half of OPEX.
      Initiatives like RKAT housing repairs, pension adjustments, and cost-of-living allowances are important for morale but crowd out capital investment.
      MALONYET armed forces have a relatively large administrative footprint compared to its combat strength.
      Impact: High fixed costs reduce flexibility for strategic procurement or force restructuring.
      🔧 3. Maintenance Over Modernization
      RM5.8 billion in 2025 was earmarked for maintenance, repair, and acquisition of military assets.
      However, most of this goes to keeping aging platforms operational, not acquiring new ones.
      Example: The Royal MALONYET n Navy spends heavily on maintaining ships that are 30–40 years old, with minimal upgrades.
      Impact: Funds are spent on patching legacy systems rather than leapfrogging to modern technologies.
      📉 4. Low R&D and Capability Investment
      MALONYET allocates negligible funding to defense R&D, indigenous production, or strategic systems (e.g. missiles, cyber, ISR).
      Unlike peers such as Indonesia or Vietnam, MALONYET has no major co-development programs or defense industrial offsets.
      Impact: MALONYET remains dependent on foreign suppliers and lacks autonomy in capability planning.

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Keamanan (US Fact Sheet):
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Tidak ada Blanket Overflight Access; pesawat asing wajib patuh PP No. 4 Tahun 2018 (Izin Diplomatik/Keamanan).
      MDCP 2026: Kerjasama dengan AS berbasis pilar modernisasi dan pendidikan militer dengan prinsip kedaulatan penuh.
      Ekonomi & Energi:
      Saham Freeport: Kepemilikan Indonesia naik menjadi 63,23% (Tambahan 12%).
      Energi Prabowo-Putin: Suplai minyak mentah dan LPG serta transfer teknologi dari Rusia (Juli 2024).
      Fiskal & Hutang:
      Debt-to-GDP: ~40% (Pruden & Sangat Sehat).
      HUtang Household: 16% (Ketahanan konsumsi tinggi).
      Defisit Fiskal: Di bawah 3% (Disiplin ketat).
      Kekuatan Militer (GFP 13 Dunia):
      SIPRI 2024-2025: 1 Lembar Penuh (Rafale F-4, Scorpène Evolved, PPA, A400M, Rudal KHAN/BORA).
      On Progress: 42 Rafale, 48 KAAN, 48 KF-21, 2 Fregat Merah Putih, 1 Kapal Induk Garibaldi (Eks-Italia).
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memerintahkan potong anggaran operasional akibat krisis Middle East.
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas 5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat skandal korupsi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status KOSONG/AMNESIA BELANJA selama 2 tahun berturut-turut.
      Fiskal & Hutang (Zona Merah):
      Debt-to-GDP: 69–70% (Overlimit Plafon 65%).
      HUtang Household: 84,3% (Ekstrem/Mencekik Rakyat).
      Defisit Fiskal: 3,8% (Beban utang baru menumpuk).
      Kekuatan Militer (GFP 42 Dunia):
      Status Regional: Disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk):
      2014: Rafale (Mangkrak).
      2018: MRSS PT PAL (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 Kuwait (Resmi Batal karena evaluasi buruk & biaya).
      Analisa "Salam Kosong":
      2020-2021: Planned (Hanya rencana).
      2022-2023: Selected Not Yet Ordered (Pilih tapi tak mampu beli).
      2024-2025: KOSONG/NIHIL.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA 63% SAHAM FREEPORT + SIPRI PENUH VS MALONSIA HUTANG 70% + SIPRI KOSONG.
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).

      Hapus
    4. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      1. Scorpène Submarine Scandal (2002 Onward)
      • MALONYET procured two Scorpène-class submarines and one Agosta-class submarine for RM4.5 billion via Perimekar Sdn Bhd, a company with no track record, tied to defense analyst Abdul Razak Baginda. Perimekar received RM510 million in commissions—around 11% of the deal value
      • French investigators implicated key figures, including members of DCNS/Naval Group, in bribery and misuse of corporate assets
      • This case also interwove with a tragic murder: Altantuyaa Shaariibuugiin, a translator allegedly involved in the deal, was murdered amid claims she demanded a commission. Baginda was acquitted of the conspiracy charges in MALONYET , but French courts later charged him with corruption and misappropriation
      ________________________________________
      2. Little Bird (MD530G) Helicopter Contract (2016)
      • A RM321 million deal for six light attack helicopters collapsed due to delivery failures and substandard adherence to specifications.
      • After a MACC probe, the Attorney General’s Chambers opted not to prosecute, prompting public outrage.
      “No further action will be taken… typical. Corruption from top to bottom.”

      ________________________________________
      3. New Generation Patrol Vessel (NGPV) Scandal (1990s–2000s)
      • The project aimed to replace aging patrol crafts with 27 Meko 100-designed ships. PSC-ND, a politically linked company, secured the contract.
      • Only six vessels were completed, and delays and financial mismanagement ballooned costs from RM5.35 billion to RM6.75 billion.
      • PSC-ND fell into debt and was absorbed by Boustead Holdings, becoming Boustead Naval Shipyard
      ________________________________________
      4. Offshore Patrol Vessels (OPV) Fiasco
      • In the late 1990s, an UMNO-linked firm was contracted for six OPVs at RM4.9 billion. Only two were delivered, fraught with defects.
      • Payments reached RM4.26 billion for merely RM2.87 billion worth of work completed—a 48% overpayment. Late penalties were waived by government directive.

      Hapus
  24. SETARAF ZIMBABWE..? 👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      🧱 1. Fragmented and Underdeveloped Defense Industry
      MALONYET defense industry is overseen by the MALONYET n Defence Industry Council (MDIC), established in 1999 and later expanded into MIDES.
      Despite having six strategic sectors (Aerospace, Maritime, Weaponry, Automotive, ICT, Common-user Equipment), the ecosystem lacks:
      A clear, enforceable blueprint
      Robust infrastructure
      Skilled manpower
      Many local firms are assemblers or subcontractors, not full-spectrum developers. For example, MALONYET still assembles M4 carbines under license, while Indonesia and Singapore produce their own rifles (SS1 and SAR-21 respectively).
      Impact: MALONYET cannot independently design, produce, or sustain core military systems.
      🧠 2. Minimal R&D and Technology Investment
      Indigenous R&D in areas like combat management systems (CMS), sensors, and autonomous platforms is nascent and underfunded.
      Studies show that MALONYET lacks structured tendering policies and technology readiness frameworks to support local innovation.
      AI, cyber warfare, and surveillance systems are still in early-stage development, with no operational deployment.
      Impact: MALONYET falls behind in emerging tech domains critical to modern warfare.
      🔄 3. Dependence on Foreign OEMs for Strategic Systems
      MALONYET imports nearly all major platforms:
      Aircraft: Su-30MKM (Russia), FA-50 (South Korea), Hawk (UK)
      Naval systems: Scorpène submarines (France), LCS (French-German design)
      Missiles: Starstreak (UK), MICA (France), Exocet (France)
      There are no indigenous missile programs, no local radar production, and no domestic armored vehicle design.
      Impact: Strategic vulnerability in times of embargo, conflict, or supply chain disruption.
      📉 4. Policy Gaps and Execution Failures
      MALONYET has published defense blueprints and industrial strategies, but implementation is weak due to:
      Budget constraints
      Lack of political continuity
      Limited private-sector incentives
      Even promising initiatives like the 15-to-5 naval transformation plan have stalled due to procurement scandals and delivery failures.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      📄 1. Ambitious Policy Documents with Limited Follow-Through
      MALONYET ’s first Defence White Paper (DWP), launched in 2019, laid out a 10-year roadmap for force modernization, defense industry reform, and multi-domain readiness.
      It proposed initiatives like:
      A revised National Military Strategy
      A Defence Capacity Plan
      A National Defence Industry Policy
      However, by 2021–2025, many of these remained in draft form or unimplemented, with only partial progress on cyber and air surveillance capabilities.
      Impact: Strategic clarity exists, but execution lags, creating a credibility gap between policy and reality.
      🕰️ 2. Stalled Programs and Missed Timelines
      The Littoral Combat Ship (LCS) program is the most glaring example:
      RM9 billion allocated for six ships
      None delivered as of 2025
      Delays linked to mismanagement, redacted audits, and political interference
      Other programs like the Ground-Based Air Defence (GBAD) system and High Mobility Armoured Vehicles (HMAV) remain unfunded or stuck in approval stages.
      Impact: Operational capability suffers, and the military continues to rely on aging platforms.
      🏛️ 3. Political Instability and Policy Discontinuity
      MALONYET experienced multiple changes in government between 2020 and 2022, disrupting defense planning cycles.
      Each administration brought new priorities, causing re-scoping, delays, or abandonment of existing programs.
      Even when policies are reaffirmed, bureaucratic inertia and fragmented oversight slow implementation.
      Impact: Defense reform lacks continuity, and long-term planning is undermined.
      🧱 4. Weak Institutional Mechanisms for Execution
      There’s no centralized authority to monitor and enforce defense policy implementation.
      Oversight is split between MINDEF, the Ministry of Finance, and political leadership, leading to diffused accountability.
      Audit findings are often delayed or redacted, and recommendations go unenforced.
      Impact: Programs stall without consequence, and systemic inefficiencies persist.
      🧭 Strategic Consequences
      MALONYET ’s defense posture remains reactive and maintenance-heavy, not transformation-driven.
      The credibility of future policy documents is weakened unless backed by institutional reform and budget discipline.
      Regional peers like Indonesia and Vietnam are executing modernization plans more consistently, widening the capability gap.

      Hapus
    3. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ⚙️ Aging Equipment Across All Branches
      • Over 30 Years in Service: A total of 171 military assets have exceeded 30 years of service:
      o MALONYET n Army: 108 units
      o Royal MALONYET n Air Force (RMAF): 29 units
      o Royal MALONYET n Navy (RMN): 34 units2
      • Maintenance Burden: These aging platforms require more frequent and costly maintenance, often with diminishing returns in performance and reliability.
      • Obsolete Technology: Many systems are technologically outdated, making them less effective in modern combat scenarios and harder to integrate with newer platforms.
      🚢 Naval Fleet Limitations
      • RMN Vessels Past Lifespan: Of the 53 ships operated by the RMN, 34 have exceeded their intended service life, with 28 vessels over 40 years old2.
      • Capability Gaps: These older ships lack modern sensors, weapons systems, and propulsion technologies, reducing MALONYET ability to patrol and secure its vast maritime zones.
      • Urgent Replacement Needs: The Navy has highlighted the need to replace these vessels to maintain operational readiness and maritime security.
      ✈️ Procurement and Oversight Issues
      • Middlemen and Inflated Costs: Defence procurement has been criticized for relying on intermediaries, often retired military officers, which can lead to inflated prices and questionable deals.
      • “Flying Coffins” Controversy: MALONYET King recently ordered the cancellation of a deal involving 30-year-old Black Hawk helicopters, calling them “flying coffins” and condemning the use of outdated assets.
      • Limited Open Competition: Only 20–30% of major defence contracts are awarded through open tenders, reducing transparency and value for money.
      🔧 Operational Readiness Challenges
      • Training vs. Technology Gap: Troops often train on platforms that are no longer representative of modern battlefield conditions, limiting their tactical preparedness.
      • Interoperability Issues: MALONYET mix of Western, Russian, and local systems creates integration challenges, especially in joint operations or multinational exercises.

      Hapus
  25. halahh tipe M jugak temasyukbemerging market...rmbgak laku haha!👎🍌🤣

    BalasHapus
  26. Mat Sabu datang merengek Ngemis Beras kita, tapi Di Tolak Menteri kita haha!📛🤪🍌

    Fakta negri🎰kasino semenanjung Ngemis Beras, tapi DI TOLAK haha!❌️😝🤥

    Soriiiii yeee👎
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Malaysia Ingin Impor Beras Indonesia, Mentan: Kami Jaga Stok Dulu
    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pemerintah Malaysia ingin mengimpor beras Indonesia. Itu dikatakan Amran setelah pertemuannya dengan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan Datuk Seri Mohammad Bin Sabu di Kantor Kementan, Jakarta Selatan
    https://money.kompas.com/read/2025/04/22/152500326/malaysia-ingin-impor-beras-indonesia-mentan--kami-jaga-stok-dulu

    BalasHapus
  27. Seorang Monyet 🇲🇾 keHabisan Bahan Obrolan militer, apa aja dibahas...ketahuan IQ nya dibawah rata² manusia normal...Pur lu monyet apa babi🤣🤣🤣

    BalasHapus
  28. Gempur persilangan Bapak Monyet x Mak Babi, seperti Kebanyakan Orang² melayu semenanjung...kasihan pemerintah lu ngasi subsidi keHewan macam lu!!!🤣🤣🤣

    BalasHapus
  29. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    🔧 1. MAINTENANCE BURDEN: AGING ASSETS, FRAGMENTED SUPPORT
    ⚙️ Structural Drivers
    Asset Age: As of late 2024, 171 military platforms across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service life. This includes:
    108 Army vehicles and artillery systems
    29 RMAF aircraft (e.g., F-5E, Hawk 208)
    34 RMN vessels, including Fast Attack Craft over 40 years old
    Obsolescence: Many platforms are no longer supported by OEMs (Original Equipment Manufacturers), making spare parts scarce and costly.
    💸 Economic Strain
    Maintenance consumes over 50% of the defense budget’s operational expenditure (OPEX), leaving limited room for modernization.
    Even with recent efforts to localize MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) for fighter jets like the F/A-18, cost savings (~20%) are offset by the scale of aging fleets.
    🧩 Outsourcing Challenges
    MALONYET has long outsourced support functions to private firms to reduce costs.
    However, lack of centralized oversight, inconsistent quality control, and limited technical depth in local vendors have led to delays and suboptimal readiness.
    📡 2. Poor Interoperability: Platform Diversity, Command Silos
    🛠️ Platform Fragmentation
    MALONYET military operates a highly diverse inventory sourced from:
    Western suppliers (US, UK, France)
    Eastern bloc (Russia, China)
    Regional partners (South Korea, Turkey)
    This results in incompatible communication systems, data links, and logistics chains. For example:
    Russian-made Su-30MKM fighters cannot seamlessly integrate with NATO-standard AWACS or datalink systems.
    Naval platforms lack unified combat management systems across classes.
    🧠 Command & Control Gaps
    Joint operations are hindered by service-specific doctrines and siloed command structures.
    The absence of a Joint Operations Command with real-time data fusion limits MALONYET ability to conduct multi-domain operations.
    🧪 Training & Simulation Deficiencies
    Lack of integrated simulation environments means personnel are trained on platform-specific systems, not joint mission profiles.
    Exercises like MALBATT and CARAT show progress, but interoperability remains tactical, not strategic.

    BalasHapus
  30. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
    -------
    KURANG BERAS =
    • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
    • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
    • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
    Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
    ==================
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    CASSAVA LEMAK ✔️
    RICE LEMAK ❌
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source. This proposal has sparked mixed reactions, with some praising it as a potential solution to the rice crisis and others expressing concerns about the shift in dietary habits and the potential impact on local farmers.
    ===================
    KONG KING KONG = SINGKONG
    BERAS GANTI UBI KAYU
    BERAS GANTI UBI KAYU
    BERAS GANTI UBI KAYU
    Yang di-Pertua Dewan Rakyat, Johari Abdul, menyarankan agar rakyat Malaydesh mengganti nasi dengan ubi kayu sebagai sumber karbohidrat alternatif.
    ===================
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    KRISIS BERAS = SINGKONG
    Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
    Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
    ===================
    HANYA BAYAR FAEDAH =
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
    Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
    Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
    😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

    BalasHapus
  31. Apa bursa saham INDIANESIA turun kasta SETARAF ZIMBABWE..? HEBAT guys.............👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG SWASTA + PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 347%
      2. Malondesh 🇲🇾: 224%
      3. Thailand 🇹🇭: 223%
      4. Vietnam 🇻🇳: 161%
      5. Laos 🇱🇦: ~130 - 150%
      6. Filipina 🇵🇭: ~110 - 120%
      7. Indonesia 🇮🇩: ~80 - 95%
      8. Myanmar 🇲🇲: ~75 - 85%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~60 - 70%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~30 - 40%
      11. Brunei 🇧🇳: ~5 - 10%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2025 TOTAL UTANG PEMERINTAH TERHADAP GDP
      1. Singapura 🇸🇬: 176,3%
      2. Laos 🇱🇦: ~84,7% - 91%
      3. Malondesh 🇲🇾: 70,5%
      4. Thailand 🇹🇭: 62,2%
      5. Myanmar 🇲🇲: 63,0%
      6. Filipina 🇵🇭: 58,8%
      7. Indonesia 🇮🇩: 41,1%
      8. Vietnam 🇻🇳: ~34% - 37%
      9. Kamboja 🇰🇭: ~31,4%
      10. Timor Leste 🇹🇱: ~16% - 20%
      11. Brunei 🇧🇳: ~2,3%
      -
      Sumber: IIF Global Debt Monitor (Total Debt)
      ---------------------------------
      2026 MALONDESH = CUT DEFENSE BUDGET
      2026 MALONDESH = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONDESH = F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONDESH = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONDESH = PHK MASSAL
      2026 MALONDESH = FREEZE PROCUREMENT
      2025 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2024 MALONDESH = SIPRI KOSONG
      2023 MALONDESH = CANCELLED PROCUREMENT
      =============
      =============
      INDONESIA
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%
      (Note: The safety threshold of 60%)

      Hapus
    2. INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & PRUDEN
      Kedaulatan & Kemitraan Strategis:
      NO IZIN TERBANG BEBAS: Indonesia menolak Blanket Overflight Access; setiap pesawat militer asing wajib patuh pada izin diplomatik (PP No. 4/2018).
      MDCP 2026: Kerjasama pertahanan dengan AS berbasis mutual respect pada pilar modernisasi dan latihan operasional tanpa mengorbankan kedaulatan.
      Realisasi Belanja Alutsista (SIPRI 2024–2025):
      STATUS LENGKAP: Kontrak aktif masif mencakup Rafale F4, A400M Atlas, Fregat Merah Putih, Kapal PPA, dan Rudal KHAN/BORA.
      Peringkat 18 Dunia: Terdaftar sebagai importir senjata terbesar di ASEAN dengan pangsa pasar global 1,5%.
      Ketahanan Fiskal (Sangat Sehat):
      PDB: USD 1,44 Triliun (Ekonomi raksasa kawasan).
      Gov. Debt: ~40% (Jauh di bawah batas aman UU 60%).
      Defisit Fiskal: 2,9% (Disiplin anggaran yang ketat).
      Daya Gentar (GFP 2026): Peringkat 13 Dunia—Hegemon mutlak di Asia Tenggara dengan modernisasi tunai.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat skandal suap pejabat tinggi (Januari 2026).
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan negara ekonomi terkecil (Laos/Kamboja).
      Dikotomi Model "Negara Penyewa":
      Skema Leasing: Krisis likuiditas memaksa beralih ke sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator) daripada membeli secara berdaulat.
      Aset Grounded: Jet MiG-29 dan MB339CM pensiun dini tanpa pengganti; kapal selam sempat mengalami kendala teknis fatal.
      Fiskal & Spiral Hutang (Zona Merah):
      Gov. Debt: 69%–70% PDB (Overlimit Plafon 65%).
      Household Debt: 84,3% PDB (Mencekik rakyat).
      BORROWING TO REPAY DEBT: 58% pinjaman baru di 2026 hanya habis untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
      Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke peringkat 42 Dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Timeline "Prank" (Zonk): F/A-18 Hornet Kuwait (Batal), Kapal MRSS PT PAL (Zonk), Skandal SPH 155mm (Tertunda sejak 2010).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA MODERNISASI TUNAI & GDP USD 1,44T VS MALONSIA MILITER SEWAAN & UTANG 70% PDB
      --------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONSIA tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONSIA karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.

      Hapus
    4. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONYET di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    5. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONYET: MALONYET secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONYETn Government Securities (MGS) dan MALONYETn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.

      Hapus
  32. Apa bursa saham INDIANESIA turun kasta SETARAF ZIMBABWE..? HEBAT guys.............👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      ---------------------------------
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
      Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malondesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
      Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
      Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
      Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
      Sejak itu, Malondesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
      📊 Implikasi Defisit Berterusan
      Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
      Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
      Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda
      =============
      =============
      INDONESIA
      (Note: The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Government Debt-to-GDP Ratio: 40,46%
      2026 Household Debt-to-GDP Ratio: 15,70%

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =F18 BATAL - UH60A BATAL
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT
      --------------------------------
      anggaran operasional vs pembangunan =
      opex 63% (rm13.36 miliar) - gaji & pensiun
      dev ex 37% (rm7.49 miliar) - akuisisi aset
      fokus bertahan hidup, bukan membangun kekuatan
      --------------------------------
      beban biaya personel =
      biaya tetap (gaji & kesejahteraan) mendominasi
      program perumahan rkat memakan modal investasi
      biaya administrasi gemuk, kekuatan tempur kurus
      fleksibilitas restrukturisasi pasukan lumpuh
      --------------------------------
      pemeliharaan mengalahkan modernisasi =
      rm5.8 miliar habis untuk tambal sulam aset tua
      biaya tinggi menjaga kapal usia 30-40 tahun tetap terapung
      dana habis untuk servis, bukan untuk beli teknologi baru
      --------------------------------
      investasi r&d dan kapabilitas rendah =
      dana riset mandiri hampir nol (negligible)
      tidak ada program pengembangan bersama (co-development)
      tergantung penuh pada pemasok asing (foreign dependency)
      autonomi perencanaan pertahanan hilang
      --------------------------------
      dampak sistemik =
      aset militer hanya jadi pajangan tua tanpa upgrade
      kalah saing dengan program mandiri indonesia & vietnam
      anggaran habis dikonsumsi, bukan diinvestasikan
      ancaman kedaulatan meningkat karena teknologi usang
      --------------------------------
      absennya sistem serang jarak jauh =
      tidak memiliki rudal balistik & rudal jelajah
      zero standoff precision-guided munitions
      tudm tidak punya platform deep-strike mission
      su-30mkm tanpa rudal kh-59 atau brahmos
      --------------------------------
      postur getar yang lemah =
      doktrin "deterrence by denial" (hanya menahan)
      tidak mampu melakukan "deterrence by punishment" (membalas)
      tertinggal dari vietnam & filipina dalam serangan balik
      lumpuh dalam kendali eskalasi konflik
      --------------------------------
      anggaran mematikan kapabilitas =
      60-70% dana habis untuk gaji & operasional
      anggaran r&d & senjata canggih hampir nol
      skandal lcs menguras sumber daya strategis
      terjebak siklus merawat barang antik (legacy systems)
      --------------------------------
      zero kemandirian rudal strategis =
      tidak ada program pengembangan rudal domestik
      kalah dari indonesia (rudal turki) & vietnam (rudal rusia)
      absen dalam kemitraan produksi senjata strategis
      ketergantungan total pada supplier asing
      --------------------------------
      dampak strategis =
      leverage diplomatik rendah di kawasan
      tidak mampu memberi ancaman balik di luar perbatasan
      autonomi perencanaan kekuatan militer hilang
      lemah dalam menghadapi agresi modern

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Jebakan Utang & Krisis Fiskal MALAYSEWA
      Penyebab utama stagnasi pertahanan adalah beban finansial yang ekstrem:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Inklusi liabilitas 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang).
      Rasio Utang: 70,5% dari PDB (Melewati limit 65%).
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Mengukuhkan diri sebagai Raksasa Ekonomi (Top 6 PPP Dunia) dan kekuatan militer elit global.
      MALAYSEWA: Mengalami Demiliterisasi De Facto dan penurunan kelas akibat krisis utang sistemik, korupsi, dan kegagalan kontrak berulang.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.

      Hapus
    5. MENTERI MALON NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      1. Procurement and Equipment Weaknesses
      a. Delays in Procurement
      • Projects like the Littoral Combat Ship (LCS) and New Generation Patrol Vessel (NGPV) programs have faced years of delays.
      • LCS project, valued at RM9 billion, has seen zero completed ships after massive spending.
      • Delays reduce operational readiness and compromise the Navy’s ability to safeguard maritime borders.
      b. Cost Overruns
      • Mismanagement and overbudgeting are common; e.g., the LCS project has overspent by over RM1.4 billion, partly to cover liabilities from past failed projects.
      • Cost overruns often stem from political interference, corruption, and poor project planning.
      c. Aging and Inadequate Equipment
      • Acquisition of decades-old Black Hawk helicopters drew royal criticism as "flying coffins."
      • Many MAF systems are obsolete, reducing combat effectiveness and increasing maintenance costs.
      ________________________________________
      2. Corruption and Cronyism
      • High-level officials and intermediaries often profit from military contracts (e.g., Scorpène submarine scandal).
      • Cronyism results in:
      o Contracts awarded without transparent tenders.
      o Selection of unsuitable or overpriced equipment.
      • This erodes public trust and inflates defense expenditure without improving capability.
      ________________________________________
      3. Lack of Transparency and Oversight
      • Official Secrets Act 1972 and limited parliamentary oversight create opaque decision-making.
      • Tender processes often bypass public scrutiny, enabling mismanagement and corruption.
      • Examples:
      o LCS project: partial shell companies used for siphoning funds.
      o Scorpène deal: commissions and possible bribery unaccounted for in official records.
      ________________________________________
      4. Human Resource and Training Challenges
      • Insufficient training and outdated doctrines reduce operational efficiency.
      • MAF faces difficulty retaining skilled personnel in technical fields (e.g., naval engineering, aviation maintenance).
      • Limited joint exercises with advanced foreign militaries reduce interoperability and experience.

      Hapus
    6. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Hambatan Fiskal & Ketergantungan Asing
      Anggaran Defisit: Belanja pertahanan hanya 1,0–1,5% PDB, di mana sebagian besar tersedot untuk gaji dan pensiun, menyisakan sedikit ruang untuk modernisasi.
      Strategi Sewa (Leasing): Karena tidak mampu membeli tunai, militer terpaksa menyewa helikopter (Blackhawk, AW139) dan pesawat latihan (L39) dari pihak swasta.
      Kerentanan Suku Cadang: Ketergantungan penuh pada pemasok luar negeri membuat militer rentan terhadap sanksi politik atau gangguan rantai pasok global.
      -
      Kelemahan Geopolitik & Operasional
      Ancaman Laut China Selatan: Armada laut yang menua dan kecil (hanya 2 kapal selam) membuat MALAYSEWA sulit menghalau intrusi kapal penjaga pantai China di wilayah Luconia Shoals.
      Absennya Integrasi: Kurangnya sistem Komando Gabungan yang kuat dan tidak adanya Korps Marinir yang terdedikasi melemahkan respon terhadap ancaman hibrida.
      Penurunan Peringkat (GFP 2026): Berada di posisi 42 dunia, kini resmi disalip oleh Filipina (41) dan tertinggal jauh di bawah Indonesia (13).

      Hapus
  33. Apa bursa saham INDIANESIA turun kasta SETARAF ZIMBABWE..? HEBAT guys.............👎👎🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Rupiah Melemah, Pasar Saham Indonesia Terancam Selevel Zimbabwe

    https://www.infoindonesia.id/info-ekonomi/amp/96117772731/ihsg-anjlok-rupiah-melemah-pasar-saham-indonesia-terancam-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------_
      TAHUN RASIO UTANG TERHADAP GDP (%) 1998–2025
      1998 : 35,8%
      1999 : 40,4%
      2000 : 36,1%
      2001 : 42,5%
      2002 : 44,9%
      2003 : 45,9%
      2004 : 45,1%
      2005 : 43,8%
      2006 : 41,5%
      2007 : 41,1%
      2008 : 41,3%
      2009 : 51,1%
      2010 : 52.4%
      2011 : 51.8
      2012 : 53.3
      2013 : 54.7
      2014 : 55.0
      2015 : 55.1
      2016 : 52.7
      2017 : 51.9
      2018 : 52.5
      2019 : 52.4
      2020 : 62.0
      2021 : 63.3
      2022 : 60.2
      2023 : 64.3
      2024 : 70.4
      2025 : 70.5
      -
      SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA

      Hapus
    2. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      ASET MILITER USANG
      SEWA ALAT MILITER
      KORUPSI MILITER
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista (SIPRI 2024–2026)
      Vakum Total: Laporan SIPRI menunjukkan status "KOSONG" selama dua tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pembatalan F/A-18 Hornet: Kegagalan akuisisi pesawat bekas Kuwait sebanyak 4 kali, resmi dibatalkan pada Februari 2026 karena kendala logistik dan teknis.
      Pembekuan Total (Procurement Freeze): Instruksi PM per Januari 2026 untuk menghentikan seluruh pengadaan militer guna investigasi suap dan korupsi sistemik.
      Perbandingan Regional: Indonesia memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan Timor Leste, Laos, dan Kamboja dalam hal nihilnya transfer senjata berat.
      -
      Indikator Kejatuhan Militer (GFP 2026)
      Penurunan Peringkat: Merosot ke posisi 42 Dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Mangkrak: Proyek Kapal LCS & OPV yang berkarat di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM) atau hilang dari gudang (48 unit Skyhawk & 2 mesin jet).

      Hapus
    5. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Inventaris Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Aktif):
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Sistem Air Refuel, Drone ANKA-S.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engine (LM-2500).
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN.
      Mesin: TP400-D6.
      MALAYSEWA (Kosong): Tidak ada catatan transfer signifikan dalam periode 2 tahun tersebut.
      -
      Akar Masalah Modernisasi (Structural Causes)
      Anggaran: Dana pertahanan di bawah 1,5% PDB (lebih rendah dari Singapura & Thailand).
      Skandal Pengadaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) senilai RM9 miliar yang gagal kirim dan helikopter MD530G.
      Ketergantungan Asing: Kurangnya industri pertahanan domestik memicu kerentanan terhadap fluktuasi mata uang dan sanksi.
      Instabilitas Politik: Prioritas pertahanan sering berubah setiap pergantian pemerintah.

      Hapus
  34. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
    • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
    -
    • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
    -
    • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
    -
    • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.

    -------
    KURANG BERAS =
    • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
    • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
    • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
    Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year
    ==================
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    KURANG BERAS 50-60%
    Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
    ===================
    MALAYDESH=
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
    Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
    =========
    2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
    2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
    2025 CUT SUBSIDIES FOR HEALTHCARE
    Malaydesh's 2025 budget includes plans to cut subsidies for healthcare, but also includes funding for upgrades and targeted subsidies. The goal is to improve healthcare access and quality, while also reducing the fiscal deficit.
    Budget cuts
    • Targeted subsidies
    The government will end universal healthcare and instead offer targeted subsidies for healthcare.
    • Fees
    High-income families and individuals will pay more for healthcare services.
    Budget allocations
    • Ministry of Health: The Ministry of Health (MOH) received RM45.3 billion in 2025, a 9.8% increase from 2024.
    • Sarawak Cancer Centre: RM1 billion was allocated for the Sarawak Cancer Centre.
    • Hospital upgrades: Funding was allocated for upgrades to hospitals across Malaydesh.
    • Targeted subsidies: Targeted subsidies will be offered to improve healthcare access, particularly for marginalized communities.
    Other social sector priorities
    The budget also includes allocations for education and social welfare. The goal is to improve the quality of life and public services.
    --------------
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    RAISING NEW TAX = BUDGET DEFICIT
    Malaydesh is raising taxes to reduce its budget deficit. The government is also cutting subsidies and reforming the tax system to make it more progressive.
    New taxes
    • Dividend tax: A 2% tax on individual dividend income for high earners
    • Excise duties: Higher excise duties on sugary drinks
    • Sales and service tax: Expanded scope of the sales and service tax (SST)
    • Carbon tax: A new tax on carbon emissions
    • Sugar duties: Higher duties on sugar
    • Unhealthy food tax: A tax on unhealthy foods
    • Inheritance tax: A tax on inheritance
    • High-value goods tax (HVGT): A tax on high-value goods
    • Artificial Intelligence (AI) tax: A tax on AI
    Subsidy cuts Reduced subsidies for electricity since 2023, Diesel subsidy reforms in June 2024, and Reform of RON95 fuel subsidy.

    BalasHapus
  35. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    -
    FA-50M VERSI MURAH FA50PL✔️
    LMS B2 VERSI MURAH BABUR CLASS✔️
    MD530G VERSI SIPIL MURAH AH-6i✔️
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  36. Woowww....INDIANESIA semakin HEBAT guys.....MALAYSIA ketar ketir ....🤣🤣🤣🤣



    IHSG Ambruk 11,57%: Terburuk Sejak Krisis 1998

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20261016171956-128-776996/ihsg-ambruk-1157-terburuk-sejak-krisis-1998

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Model Pembiayaan Alutsista (Bukan Tunai)
      Hampir seluruh aset utama MALAYSEWA dibeli melalui skema hutang jangka panjang atau barter komoditas:
      Turki (LMS Batch 2): Pinjaman G2G tenor 10-15 tahun (Bunga 4-6%).
      Korea Selatan (FA-50): Hybrid antara Kredit KEXIM dan Barter CPO 50%.
      China (LMS Batch 1): 100% Kredit Ekspor dari China Eximbank.
      Polandia (PT-91M): Barter CPO (30-40%) + cicilan 10 tahun.
      Kredit Sindikasi (Proyek LCS): Melibatkan 17 kreditor dengan bunga 6% yang terus membengkak akibat penundaan.
      -
      Analisa SIPRI: Vakum Alutsista (2024-2025)
      MALAYSEWA (Status Kosong): Selama dua tahun berturut-turut, tidak ada transfer senjata berat yang tercatat di SIPRI. Menempatkan MALAYSEWA sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Timor Leste, Laos, dan Kamboja.
      Indonesia (Status Dominan): Memiliki daftar belanja satu lembar penuh mencakup Rafale F4, Pesawat KAAN, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora.
      Kegagalan Regional: Di saat Singapura, Vietnam, dan Filipina memperkuat armada, MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan (Hornet Kuwait batal 4 kali).
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar & Budaya Sewa
      Military-for-Rent: Karena ketiadaan kas, MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk 32+ item (Blackhawk, AW139, simulator, hingga motor polisi).
      Aset Grounded/Hilang: MiG-29 jadi monumen, 48 Skyhawk hilang, dan 2 mesin jet hilang menjadi bukti kegagalan manajemen aset.
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Analisa Sosial-Reputasi: Krisis Identitas & Administrasi
      Kritik Pemimpin: Pernyataan Mahathir tentang "Melayu Malas/Miskin" dan Anwar Ibrahim tentang korupsi proyek banjir mempertegas masalah struktural ekonomi.


      Hapus
    2. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALAYSEWA tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
  37. Woowww....INDIANESIA semakin HEBAT guys.....MALAYSIA ketar ketir ....🤣🤣🤣🤣



    IHSG Ambruk 11,57%: Terburuk Sejak Krisis 1998

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20261016171956-128-776996/ihsg-ambruk-1157-terburuk-sejak-krisis-1998

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Metodologi Pembiayaan "Non-Tunai"
      Karena krisis likuiditas, pengadaan alutsista beralih ke skema:
      Leasing (Sewa): Digunakan untuk 32+ item (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator).
      Barter Komoditas: Penggunaan CPO (Minyak Sawit) untuk FA-50 (Korsel) dan PT-91M (Polandia).
      Hutang G2G/Kredit Ekspor: Pinjaman jangka panjang dari Korea Selatan (KEXIM), China (Eximbank), dan Turki untuk proyek LMS.
      -
      Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Tren kenaikan beban finansial nasional:
      2010: RM 407,1 Miliar (Awal pertumbuhan).
      2018: RM 1,19 Triliun (Lonjakan akibat pengungkapan utang 1MDB & PPP).
      2023: RM 1,53 Triliun (Warisan utang yang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2025: RM 1,71 Triliun (Proyeksi Tinjauan Fiskal).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang tertinggi).
      -
      Indikator Krisis Ekonomi & Fiskal
      Spiral Debt-Pay-Debt: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
      Debt-to-GDP Ratio: Mendekati 97% dalam skenario stres (jika jaminan pemerintah/kontinjensi terealisasi).
      Household Debt: Mencapai 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Tekanan AS (2026): Ancaman Section 301 (Tarif 10-25%) dan IEEPA (Pemblokiran transaksi) oleh USTR.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Militer: Peringkat 42 GFP (Ke-7 di ASEAN), resmi berada di bawah Filipina.
      Manajemen Aset: Skandal proyek LCS mangkrak, hilangnya 48 pesawat Skyhawk, dan 2 mesin jet tempur.
      Administrasi & Olahraga: Sanksi AFC/CAS terkait pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).


      Hapus
    2. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧾 1. Cronyism in Defence Contracts
      • Defence contracts are frequently awarded to companies with political connections or ties to retired military officers, rather than based on merit or technical capability.
      • Analysts have pointed out that unqualified firms often win major tenders, resulting in poor execution and missed deadlines.
      • For example, the Littoral Combat Ship (LCS) project—initially a RM9 billion contract—was plagued by mismanagement. Despite over RM6 billion being paid, none of the six ships were delivered on time.
      ⚠️ 2. Conflict of Interest in Procurement
      • In some cases, contracts have been awarded to companies linked to former defence officials or their families, raising serious questions about impartiality.
      • The Self-Propelled Howitzer (SPH) deal faced scrutiny when it was revealed that a company involved had ties to a former deputy defence minister’s family. This prompted public backlash and calls for renegotiation.
      💸 3. Financial Mismanagement and Delays
      • Crony-linked firms often lack the technical expertise or financial stability to manage complex defence projects.
      • This leads to:
      o Delayed deliveries (e.g., offshore patrol vessels handed over three years late)
      o Cost overruns (LCS project now revised to over RM11 billion)
      o Unaccounted spending with little transparency or oversight
      🧭 4. Weak Enforcement and Accountability
      • Experts have questioned the government’s willingness to pursue legal action against companies that fail to deliver.
      • There’s concern that lawsuits could expose deeper corruption within the procurement system, making authorities hesitant to act.

      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
    4. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      JAKARTA (1 KOTA): US$ 1,7 TRILIUN.
      -
      MALONDESH (13 NEGARA BAGIAN): US$ 1,34 TRILIUN
      ---------------------------------
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  38. WOOOWWW....... setaraf dengan ZIMBABWE guys.... HAHAHAHAHAHAH



    Bursa Indonesia Jatuh 11.57%, Terancam Turun Status Setaraf Zimbabwe

    https://skripglobal.com/seantero/bursa-indonesia-jatuh-11-57-peratus-terancam-turun-status-setaraf-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Sektor Pertahanan: Stagnasi & Penurunan Deterensi
      Data SIPRI 2020-2025 menunjukkan tren "Vakum Alutsista". Sementara tetangga di ASEAN (Indonesia, Singapura, Filipina) melakukan modernisasi besar-besaran, MALAYSEWA tertahan pada tahap perencanaan (Planned) tanpa realisasi kontrak (Ordered).
      Krisis Kredibilitas: Kegagalan akuisisi F/A-18 Hornet dari Kuwait dan ketergantungan pada skema Leasing (sewa) menandakan ketidakmampuan finansial untuk membeli aset secara tunai/kredit ekspor.
      Degradasi Operasional: Peringkat GFP yang disalip Filipina mencerminkan dampak nyata dari proyek mangkrak (LCS) dan hilangnya aset-aset kunci (mesin jet/Skyhawk).
      -
      Sektor Ekonomi: Perangkap Utang (Debt Trap)
      Kondisi fiskal berada pada titik nadir dengan proyeksi utang yang sangat mengkhawatirkan:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Penggunaan 58% pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama adalah indikator insolvensi terselubung.
      Risiko Sistemik: Jika kewajiban kontinjensi (jaminan pemerintah) terealisasi, rasio utang terhadap GDP yang melonjak ke 96,7% dapat memicu kebangkrutan nasional serupa skenario Sri Lanka.
      Beban Ganda: Tingginya utang rumah tangga (84,3% GDP) memperlemah daya beli domestik, sementara tekanan tarif dari AS (Section 301) memukul sektor ekspor.
      -
      Sektor Sosial & Politik: Krisis Identitas & Narasi Internal
      Kritik tajam dari dua tokoh sentral (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengonfirmasi adanya masalah struktural:
      Mahathir: Menyoroti hilangnya daya saing etnis mayoritas akibat ketergantungan pada subsidi.
      Anwar Ibrahim: Menitikberatkan pada korupsi sistemik dalam proyek infrastruktur (seperti tebatan banjir) yang justru memiskinkan rakyat.
      Reputasi Internasional: Kegagalan di bidang olahraga dan diplomasi regional mempertegas bahwa degradasi ini terjadi secara menyeluruh, tidak hanya di sektor militer.

      Hapus
    2. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      NGEMIS BERAS
      NGEMIS JAGUNG
      NGEMIS BATUBARA
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      🧨 1. Long-Delayed Procurement Timeline
      • The SPH program was first proposed in 2010, but has faced repeated delays and cancellations.
      • As of 2024, the MALONYET n Army expressed renewed interest in acquiring 66 units of 155mm/52 calibre SPHs, but the program remains in limbo.
      💸 2. Opaque Tendering and Political Controversy
      • The procurement, valued at RM819.09 million, went through a selected pre-qualification tender involving six bidders.
      • In 2022, allegations surfaced that the contract had been awarded directly to a company linked to a former deputy defence minister’s family, raising concerns about conflict of interest and cronyism.
      • The Ministry of Finance approved the tender in January 2024, but required renegotiation of the price before finalization.
      🔄 3. Government-to-Government (G2G) Confusion
      • Initially, MALONYET planned to acquire the Yavuz 155mm SPH from Türkiye’s state-owned MKE via a G2G deal.
      • However, the deal was later reviewed and renegotiated, with the Defence Minister emphasizing the need for open tendering to ensure the equipment meets end-user specifications.
      • This flip-flop between direct negotiation and open tendering reflects fragmented procurement strategy and lack of institutional clarity.
      🧩 4. Dual Oversight and Bureaucratic Gridlock
      • Defence procurement in MALONYET is overseen by both Mindef and the Ministry of Finance, creating a dual-layered approval process that often leads to delays and misalignment.
      • The lack of a centralized procurement authority results in conflicting decisions, as seen in the SPH case where Mindef had to renegotiate a deal already approved by MOF.

      Hapus
  39. WOOOWWW....... setaraf dengan ZIMBABWE guys.... HAHAHAHAHAHAH



    Bursa Indonesia Jatuh 11.57%, Terancam Turun Status Setaraf Zimbabwe

    https://skripglobal.com/seantero/bursa-indonesia-jatuh-11-57-peratus-terancam-turun-status-setaraf-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Kelumpuhan Matra Pertahanan (Analisis SIPRI)
      Data menunjukkan adanya degradasi progresif dari perencanaan ke ketiadaan aktivitas total:
      Vakum Total (2024–2025): Status "KOSONG" pada SIPRI mengonfirmasi tidak adanya kontrak baru atau transfer senjata berat. Ini menandakan hilangnya daya beli di pasar alutsista global.
      Kegagalan Akuisisi: Pembatalan berulang (seperti F/A-18 Kuwait) dan status Selected Not Yet Ordered mencerminkan ketidakpastian anggaran yang kronis.
      Model "Military-for-Rent": Pergeseran dari kepemilikan menjadi skema Leasing (Sewa) pada lebih dari 32 item (Helikopter, Simulator, dll.) menunjukkan militer hanya mampu membiayai operasional jangka pendek tanpa investasi aset strategis jangka panjang.
      -
      Krisis Fiskal: "Debt-Servicing Trap"
      Struktur ekonomi terjebak dalam siklus utang yang tidak sehat:
      Gali Lubang Tutup Lubang: Sejak 2019, rata-rata di atas 50% hingga 64% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar pokok dan bunga utang lama (principal repayment), bukan untuk pembangunan produktif.
      Rasio Kritis: Utang nasional yang diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun (2026) dengan rasio utang pemerintah 69% GDP telah melampaui batas aman fiskal.
      Ketergantungan Barter: Penggunaan CPO (Kelapa Sawit) sebagai alat bayar alutsista (FA-50, Scorpene) mengonfirmasi keterbatasan cadangan devisa tunai.
      -
      Degradasi Kredibilitas Internasional & Domestik
      Global Firepower (GFP) 2026: Penurunan ke peringkat 42 (disalip Filipina) adalah konsekuensi logis dari banyaknya aset yang grounded (MiG-29) dan skandal hilangnya inventaris (mesin jet/Skyhawk).
      Kritik Kepemimpinan: Pernyataan keras Mahathir (tentang etos kerja) dan fokus Anwar Ibrahim pada "Tata Kelola" (pemberantasan korupsi proyek banjir) menunjukkan bahwa masalah utama bukan sekadar teknis, melainkan sistemik dan administratif.
      Tekanan Eksternal: Ancaman sanksi tarif AS (Section 301) menambah beban pada sektor manufaktur yang merupakan tulang punggung ekonomi.


      Hapus
    2. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      UTANG Govt = 70,5%
      UTANG HOUSEHOLD = 84,3%
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (LISTRIK)
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      ✈️ 1. Lack of Strategic Continuity
      • The MRCA program was first proposed in the early 2000s to replace aging MiG-29s and F-5E fighters.
      • Over two decades later, no final decision has been made, despite multiple rounds of evaluations and shifting priorities.
      • Successive governments have repeatedly postponed the acquisition due to budget constraints, political changes, and lack of consensus.
      🧩 2. Fragmented Decision-Making
      • Procurement decisions are split between the Ministry of Defence (Mindef) and the Ministry of Finance (MOF), with contracts over RM7 million requiring MOF approval.
      • This dual-agency structure often leads to delays, conflicting priorities, and bureaucratic gridlock.
      • The absence of a unified procurement authority results in inconsistent evaluations and shifting technical requirements.
      💼 3. Opaque Tendering Process
      • MALONYET ’s defence procurement is dominated by limited or single-source tenders, with only 20–30% of contracts awarded through open competition.
      • This environment favors politically connected firms, often involving retired military officers as intermediaries.
      • The MRCA program has seen multiple contenders—including the Dassault Rafale, Eurofighter Typhoon, Saab Gripen, and F/A-18—but no transparent selection process has been finalized.
      💸 4. Budgetary Uncertainty
      • The MRCA program has been repeatedly shelved due to budget reallocations and economic pressures.
      • MALONYET ’s defence budget prioritizes personnel and maintenance, leaving limited room for capital-intensive acquisitions like fighter jets.
      • The lack of a multi-year procurement plan makes it difficult to commit to long-term investments.
      🔄 5. Changing Operational Requirements
      • The Royal MALONYET n Air Force (RMAF) has shifted its focus toward light combat aircraft (LCA) like the FA-50, due to cost-effectiveness and regional needs.
      • This pivot reflects a reactive procurement strategy, rather than a proactive, capability-driven approach.

      Hapus
  40. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    -
    2026 = CUT BUDGET
    2026 = NSM BANNED - AMRAAM BLOKIR
    2026 = F18 BATAL - UH60A BATAL
    2026 = REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  41. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    -
    1 IN 4 ADOLESCENTS HAD DEPRESSION
    1 IN 10 ADOLESCENTS HAD ATTEMPTED SUICIDE
    1 IN 3 PEOPLE = HAVE A MENTAL DISORDER.
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  42. Jom kita lihat matawang pula...RINGGIT - rupiah...jelas memang HANCUR parah guys....HAHAHAHAHAHHA



    1 RINGGIT setara 4,420.1255 Rupiah ....

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.

      Hapus
    2. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. Why Training Hours Matter
      • Training hours = the amount of time pilots, sailors, soldiers spend actively practicing their skills.
      • In modern militaries, high training tempo is crucial to:
      o Keep proficiency with complex equipment.
      o Build unit cohesion.
      o Maintain combat readiness.
      If training hours fall below international standards, equipment becomes almost useless in real combat.
      ________________________________________
      📌 2. MALONYET ’s Low Training Hours – Causes
      ✈️ Air Force (RMAF)
      • Fighter pilots should have 150–180 flight hours per year (NATO standard).
      • Many RMAF pilots only get 60–80 hours annually due to:
      o Limited fuel budget.
      o Spare parts shortages.
      o Aircraft availability problems (MiG-29 retired, Su-30 often grounded).
      ________________________________________
      🚢 Navy (RMN)
      • Warships should spend 90–120 days at sea per year to maintain readiness.
      • RMN vessels average 30–50 days at sea, far below requirement.
      • Reasons:
      o Budget cuts for fuel and logistics.
      o Maintenance backlogs (many patrol vessels >40 years old).
      o LCS program delays leaving capability gaps.
      ________________________________________
      🪖 Army (TDM)
      • Modern armies conduct large-scale combined arms exercises regularly.
      • TDM focuses on small-scale, low-cost jungle training instead.
      • Limited live-fire, armored maneuvers, or joint training with air/navy units.
      • Fuel & ammunition budgets are often capped → less field time.
      ________________________________________
      📌 3. Impact of Low Training Hours
      a. Skill Degradation
      • Pilots risk losing combat proficiency (dogfighting, weapons delivery).
      • Sailors struggle with complex operations (anti-submarine warfare, missile defense).
      • Soldiers lack practice in modern combined-arms tactics.
      ________________________________________
      b. Safety Risks
      • Low training hours lead to higher accident rates.
      • Example: RMAF has had multiple crashes (Hawk, Nuri) linked partly to training gaps & maintenance issues.
      ________________________________________
      c. Reduced Interoperability
      • Joint operations (Air–Land–Sea) require constant practice.
      • Without adequate exercises, coordination is weak.
      • Limits MALONYET ’s ability to operate with allies (e.g., Five Power Defence Arrangements with Singapore, UK, Australia, New Zealand).

      Hapus
  43. Jom kita lihat matawang pula...RINGGIT - rupiah...jelas memang HANCUR parah guys....HAHAHAHAHAHHA



    1 RINGGIT setara 4,420.1255 Rupiah ....

    https://www.xe.com/currencyconverter/convert/?Amount=1&From=MYR&To=IDR

    BalasHapus
    Balasan
    1. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      1. UH-60A Black Hawk Helicopter Lease (May 2023 – November 2024)
      • Background: In May 2023, MALONYET ’s Ministry of Defence signed a five-year RM187 million lease deal for four UH-60A Black Hawk helicopters with Aerotree Defence and Services
      • Delays & Contract Issues: The first helicopter, initially due in November 2023, was repeatedly delayed—extended to April 2024, then to October 30
      • Cancellation: After the October deadline passed without delivery, the contract was officially cancelled in November 2024
      • Royal Intervention: Sultan Ibrahim publicly opposed the deal, warning against “flying coffins”—over 30-year-old helicopters unsuitable for service
      • Aftermath: A fresh tender for leasing alternative helicopters was launched in August 2025. The Ministry will evaluate proposals and consider factors such as helicopter type, age, leasing cost; the tender closes in September
      ________________________________________
      2. Littoral Combat Ship (LCS) Project (2011–Present)
      • Project Overview: Awarded in 2011, the RM9.13 billion LCS contract with Boustead Naval Shipyard aimed to deliver six warships. However, by August 2022, none had been delivered despite two-thirds of payment being made (~RM6 billion)
      • Delays & Cost Overruns: As of mid-2025, completion was at 72.9% against a target of 76.1% The total cost ballooned to approximately RM11.2 billion under revised agreements
      • Scrutiny and Reforms: The project drew heavy criticism from MALONYET ’s parliamentary PAC and triggered calls for a Royal Commission of Inquiry A project oversight committee was later set up to improve delivery and accountability
      ________________________________________
      3. Multiple Smaller Contract Cancellations (Early 2023)
      • Measure for Transparency: In January 2023, the Defence Ministry cancelled five procurement contracts—spanning supplies, services, and infrastructure—to combat potential financial leakage and align with government emphasis on open tenders and value for money
      ________________________________________
      4. Armoured Vehicle Procurement Irregularities (Mid-2025)
      • Delivery Penalties & Contract Splits: The Auditor-General’s report uncovered major delays in claiming RM162.75 million in penalties for late Gempita armoured vehicle deliveries. It also flagged contract splitting worth RM107.54 million and late service penalties of RM1.42 million left unclaimed

      Hapus
    2. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – 23
      Thailand – 24
      Singapura – 29
      Myanmar – 35
      Filipina – 41
      Malondesh – 42
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  44. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
    -
    📦 MALAYDESH IMPOR :
    MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
    Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
    Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
    Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
    Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
    Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
    Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
    Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
    --------------------------------
    MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
    Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
    LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
    Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
    Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
    Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
    Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
    --------------------------------
    🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
    Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
    Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
    Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
    Peru: Mata uang Soles.
    Bangladesh: Mata uang Taka.
    Somalia: Mata uang Shilling.
    Argentina: Mata uang Peso.
    Guinea: Dokumen Negara Paspor.
    Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
    Filipina: Dokumen Negara Prangko.
    --------------------------------
    1. Scorpène Submarine Scandal (2002 Onward)
    • MALONYET procured two Scorpène-class submarines and one Agosta-class submarine for RM4.5 billion via Perimekar Sdn Bhd, a company with no track record, tied to defense analyst Abdul Razak Baginda. Perimekar received RM510 million in commissions—around 11% of the deal value
    • French investigators implicated key figures, including members of DCNS/Naval Group, in bribery and misuse of corporate assets
    • This case also interwove with a tragic murder: Altantuyaa Shaariibuugiin, a translator allegedly involved in the deal, was murdered amid claims she demanded a commission. Baginda was acquitted of the conspiracy charges in MALONYET , but French courts later charged him with corruption and misappropriation
    ________________________________________
    2. Little Bird (MD530G) Helicopter Contract (2016)
    • A RM321 million deal for six light attack helicopters collapsed due to delivery failures and substandard adherence to specifications.
    • After a MACC probe, the Attorney General’s Chambers opted not to prosecute, prompting public outrage.
    “No further action will be taken… typical. Corruption from top to bottom.”

    ________________________________________
    3. New Generation Patrol Vessel (NGPV) Scandal (1990s–2000s)
    • The project aimed to replace aging patrol crafts with 27 Meko 100-designed ships. PSC-ND, a politically linked company, secured the contract.
    • Only six vessels were completed, and delays and financial mismanagement ballooned costs from RM5.35 billion to RM6.75 billion.
    • PSC-ND fell into debt and was absorbed by Boustead Holdings, becoming Boustead Naval Shipyard
    ________________________________________
    4. Offshore Patrol Vessels (OPV) Fiasco
    • In the late 1990s, an UMNO-linked firm was contracted for six OPVs at RM4.9 billion. Only two were delivered, fraught with defects.
    • Payments reached RM4.26 billion for merely RM2.87 billion worth of work completed—a 48% overpayment. Late penalties were waived by government directive.

    BalasHapus
  45. HANCUR guys...............................Parah..... HAHAHAHAHAH



    MSCI Guncang Pasar RI, Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp18.500/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124877/msci-guncang-pasar-ri-rupiah-diramal-bisa-tembus-rp18-500-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Krisis Hutang & Beban Rakyat MALAYSEWA (2025)
      Beban finansial yang mencapai titik kritis secara nasional maupun personal:
      Hutang Pemerintah: Proyeksi melonjak hingga RM1,71 Triliun (69% dari PDB).
      Hutang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka RM1,73 Triliun (85,8% dari PDB).
      Beban Per Kapita (Rata-rata per orang):
      Tanggungan Hutang Pemerintah: RM36.139 / orang.
      Tanggungan Hutang Rumah Tangga: RM45.859 / orang.
      Total Beban Hutang Gabungan: Mendekati RM82.000 per warga negara.
      -
      Perbandingan Strategis
      Indonesia: Fokus pada penguatan kedaulatan militer dan menjadi eksportir pangan (beras) bagi tetangga.
      MALAYSEWA: Menghadapi "Triple Crisis" (Hutang, Pangan, dan Alutsista). Prioritas anggaran bergeser dari modernisasi militer ke stabilitas perut rakyat dan pembayaran bunga hutang.

      Hapus
    2. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONYET BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONYET BADUT FFBNP = FREEZE PROCUREMENT = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONYET BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONYET BADUT FFBNP = CANCELLED PROCUREMENTT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Realisasi Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Daftar ini menunjukkan negara dengan kontrak nyata yang sedang berjalan:
      Peringkat 18 (Dunia): Indonesia (Pemimpin di Asia Tenggara dengan pangsa 1,5%).
      Peringkat 23: Filipina.
      Peringkat 26: Singapura.
      Peringkat 40: Thailand.
      Status MALAYSEWA: KOSONG (Absen dari daftar 40 besar; status hanya Planned atau Not Yet Ordered).
      -
      Daftar Belanja Utama Indonesia (2024–2025)
      Indonesia mencatatkan satu lembar penuh realisasi alutsista strategis:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, Anka-S UAV, Air Refueling System.
      Laut: PPA-L-Plus, Ship Engines, LM-2500 Gas Turbines.
      Darat/Rudal: Rudal BORA, Rudal KHAN, Mesin TP400-D6.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer ASEAN (GFP 2026)
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Nomor 1 ASEAN)
      Vietnam – Peringkat 23
      Thailand – Peringkat 24
      Singapura – Peringkat 29
      Myanmar – Peringkat 35
      Filipina – Peringkat 41
      MALAYSEWA – Peringkat 42

      Hapus
  46. HANCUR guys...............................Parah..... HAHAHAHAHAH



    MSCI Guncang Pasar RI, Rupiah Diramal Bisa Tembus Rp18.500/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124877/msci-guncang-pasar-ri-rupiah-diramal-bisa-tembus-rp18-500-us

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha..... keledai Malaya idiot 😅😅😅😅😅

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Sektor Pertahanan (SIPRI 2024-2025)
      Indonesia (Ekspansi Alutsista): Memiliki daftar panjang transfer senjata modern (1 Lembar Penuh) termasuk:
      Udara: Rafale F-4, A400M Atlas, ANKA-S (Drone), Air Refuel System.
      Laut: PPA-L-Plus, Mesin Kapal LM-2500.
      Rudal/Mesin: Rudal BORA & KHAN, Mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnasi): Catatan transfer senjata KOSONG (Zero). Tidak ada pengadaan alutsista utama baru yang terdaftar.
      -
      Krisis Ketahanan Pangan MALAYSEWA
      Ketergantungan tinggi pada impor akibat rendahnya tingkat kemandirian lokal:
      Krisis Beras: Mengimpor 500.000 ton beras dari Indonesia (via Kalimantan Barat) per Mei 2025 untuk stok Sarawak.
      Krisis Protein:
      Unggas: Menjadi net importer ayam (Juli 2025) dan penghapusan total subsidi telur (Agustus 2025) demi hemat anggaran RM1,2 miliar.
      Genetika: Terpaksa impor Ayam GPS (Grand Parent Stock) dari Amerika Serikat untuk memperbaiki kualitas indukan.
      Daging Merah: Ketergantungan impor mencapai 90% (Sapi/Kambing) dengan tingkat kemandirian di bawah 15%.

      Hapus
    3. MEMBUAL SAMPAI MAMPUS
      FA50M LEBIH CANGGIH KOREA = LACK BVRM
      MKM LEBIH CANGGIH RUSIA = LACK MAINTENANCE
      LCS LEBIH CANGGIH FREGAT = MANGKRAK 2035
      -
      1. Klaim Varian FA-50 (Malaysia vs. Korea Selatan & Negara Lain)
      • Klaim Netizen: Varian FA-50 yang dibeli Malaysia (FA-50 Block 20) diklaim jauh lebih canggih dan berkemampuan tinggi daripada yang dioperasikan oleh pembuatnya sendiri (Korea Selatan), serta negara pengguna lain seperti Thailand, Filipina, dan Indonesia.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Malaysia menandatangani kontrak untuk varian FA-50 Block 20 yang dilengkapi dengan radar canggih Active Electronically Scanned Array (AESA) PhantomStrike dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara (probe-and-drogue).
      o Masalah: Mengklaim varian ini "lebih hebat dari negara pembuat" adalah miskonsepsi. Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) mengoperasikan varian yang disesuaikan dengan kebutuhan doktrin pertahanan mereka sendiri dan saat ini mereka juga sedang mendesain upgrade armada mereka. Kecanggihan varian ekspor adalah hal wajar karena dibeli di tahun yang lebih baru (teknologi lebih mutakhir), bukan karena keunggulan industri negara pembeli atas negara pembuat.
      --------------------------------
      2. Klaim Su-30MKM (Malaysia vs. Su-30 Rusia)
      • Klaim Netizen: Klaim bahwa Su-30MKM milik Malaysia lebih hebat daripada Su-30 asli milik Rusia.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Su-30MKM memang merupakan varian yang sangat terintegrasi dengan teknologi multinasional. Pesawat ini menggabungkan badan pesawat (airframe) Rusia dengan sistem avionik canggih dari Prancis (Thales) dan Afrika Selatan.
      o Masalah: Meskipun avionik Barat pada masa itu memberikan keunggulan dalam hal interaktivitas dan deteksi, mengklaimnya mutlak "lebih hebat dari Rusia" mengabaikan fakta ketergantungan rantai pasok. Masalah utama Su-30MKM di kemudian hari adalah tingkat kesiapan tempur (readiness rate) yang rendah akibat kesulitan suku cadang dan biaya perawatan yang sangat tinggi dari Rusia, yang terbukti menghambat operasional armada tersebut.
      --------------------------------
      3. Skandal Proyek LCS Maharaja Lela (Klaim vs. Realita 15 Tahun)
      • Klaim Netizen: Klaim bahwa kapal Littoral Combat Ship (LCS) kelas Maharaja Lela lebih besar, canggih, dan hebat dari desain asli Naval Group Prancis, namun nyatanya proyek ini mangkrak selama 15 tahun dan belum selesai.
      • Fakta & Masalah:
      o Fakta: Desain LCS Malaysia berbasis pada kapal korvet kelas Gowind milik Naval Group Prancis yang diperbesar menjadi kelas fregat.
      o Masalah Manajemen Proyek: Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar di Malaysia. Proyek yang dimulai sekitar tahun 2011-2013 mengalami penundaan masif akibat salah urus keuangan, perubahan desain di tengah jalan tanpa persetujuan, dan masalah likuiditas kontraktor lokal (Boustead Heavy Industries Corporation). Hingga tahun 2026, kapal pertama (Maharaja Lela) masih dalam proses penyelesaian dan pengujian, mengalami keterlambatan bertahun-tahun dari jadwal asli dengan pembengkakan anggaran yang masif.
      ________________________________________
      Kesimpulan Hubungan Antar Masalah
      Pola yang terjadi pada narasi-narasi di atas menunjukkan adanya kesenjangan antara "Spesifikasi di Atas Kertas" dengan "Realita Operasional & Manajemen Proyek". Netizen sering kali fokus pada brosur teknologi (radar baru, rudal baru) untuk membual di media sosial, namun mengabaikan masalah fundamental seperti keterlambatan produksi (kasus LCS) atau tingginya biaya pemeliharaan dan ketergantungan logistik eksternal (kasus Su-30MKM).

      Hapus
    4. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. Overview of MALONYET ’s Local Defense Industry
      • MALONYET has several state-linked defense companies like Boustead Naval Shipyard (BNS), DefTech, SME Ordnance, ATSC (Aerospace Technology Systems Corporation).
      • However, compared to Singapore’s ST Engineering or Indonesia’s PT Pindad/PT PAL/PT Dirgantara, MALONYET ’s industry is:
      o Small in scale
      o Heavily dependent on foreign technology transfer
      o Politically influenced
      o Limited in R&D capacity
      ________________________________________
      📌 2. Structural Weaknesses
      a. Overdependence on Foreign Technology
      • Local companies rarely design or develop indigenous platforms.
      • Instead, they assemble or license-build:
      o AV-8 Gempita → Turkish FNSS design
      o LCS Gowind-class → French Naval Group design
      o DefTech trucks/APCs → based on imported chassis
      • This makes MALONYET vulnerable when foreign partners withdraw or when funding for ToT (Transfer of Technology) dries up.
      ________________________________________
      b. Limited R&D and Innovation
      • Defense R&D budgets are tiny (well under 1% of defense spending).
      • No serious indigenous aircraft, ship, or armored vehicle program has emerged.
      • MALONYET lacks the ecosystem (universities + defense labs + industry partnerships) that Singapore and South Korea used to build self-reliant industries.
      ________________________________________
      c. Project Mismanagement
      • Local companies given prestige projects beyond their capacity.
      • Example:
      o Boustead Naval Shipyard (BNS) with the RM9 billion Littoral Combat Ship (LCS) program.
      o BNS failed to deliver even 1 ship by 2025, despite billions spent.
      o Poor project management, design changes, and alleged corruption highlight the weakness of local capability.
      ________________________________________
      d. Small Market Size
      • MALONYET ’s defense budget is low (~1% of GDP).
      • Domestic orders are too small to sustain a strong local industry.
      • Example: DefTech’s AV-8 Gempita → only ~250 ordered, not enough to support large-scale production.
      • Without export markets, companies cannot achieve economies of scale.




      Hapus
  47. Keledai Malaya bina kapal Kecik sampai 17 tahun......itu pun belum jadi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  48. PANIK...PANIk...PANIK....... HAHAHAHAHAH



    Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Bogor, Malam Ini

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124861/prabowo-kumpulkan-kabinet-merah-putih-di-bogor-malam-ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. Air Force (RMAF)
      a. MiG-29 Replacement / MRCA Program
      • Planned: Since 2007, MALONYET has sought replacements for its aging MiG-29 Fulcrums.
      • Options considered: Rafale (France), Eurofighter Typhoon (UK), Gripen (Sweden), F/A-18 (US).
      • Status: Repeatedly delayed, suspended, and re-announced due to budget constraints and changing governments.
      • Impact:
      o MiG-29 retired in 2017 → fighter gap remains.
      o RMAF left relying on only 18 Su-30MKM and 8 F/A-18D, both aging.
      o MRCA “shelved” and replaced with smaller Light Combat Aircraft (LCA) plan (FA-50 from South Korea, delivery starting 2026).
      ________________________________________
      b. Maritime Patrol Aircraft (MPA)
      • Planned: Requirement identified since early 2000s to monitor South China Sea and piracy.
      • Status: Delayed nearly 20 years.
      • Only in 2023 was the Leonardo ATR-72 MPA selected (delivery by 2026).
      • Impact:
      o MALONYET had no dedicated MPA fleet for decades, relying on converted transport aircraft and UAVs.
      o Limited maritime surveillance → weakness in South China Sea patrols.
      ________________________________________
      📌 2. Navy (RMN)
      a. Littoral Combat Ship (LCS) Scandal
      • Planned: 2011, RM9 billion for 6 Gowind-class ships (local build by Boustead Naval Shipyard).
      • Status: By 2025, zero ships delivered.
      o Design changes, corruption, mismanagement, and cost overruns stalled the project.
      • Impact:
      o Navy still depends on old Kedah-class (2006) and even older corvettes from the 1980s.
      o Weakens ability to secure South China Sea claims.
      ________________________________________
      b. Multi-Role Support Ship (MRSS)
      • Planned: Amphibious ship program since 2000s.
      • Status: Cancelled/postponed multiple times due to budget.
      • Impact:
      o RMN has no large amphibious lift → limited ability to move troops/equipment in regional crises.




      Hapus
    2. Top 10 Ekonomi Asia 2025 (PDB Nominal)
      1. Tiongkok: $19,39 T
      2. Jepang: $4,28 T
      3. India: $4,12 T
      4. Korea Selatan: $1,86 T
      5. Indonesia: $1,55 T
      6. Turki: $1,32 T
      7. Arab Saudi: $1,14 T
      8. Taiwan: $884 B
      9. UEA: $548 B
      10. Thailand: $546 B
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. Chronic Underfunding
      • MALONYET spends ~1% of GDP on defense (2023–2025: around RM16–19 billion).
      • By comparison:
      o Singapore: ~3% of GDP
      o Indonesia: ~1.2–1.3% but rising
      • The small “envelope” means:
      o Not enough money for procurement + operations + maintenance simultaneously.
      o Programs get stretched for decades, cancelled, or reduced in scale.
      o Even when announced, many projects end up shelved.
      ________________________________________
      📌 2. Political Instability & Short-Termism
      • Since 2018, MALONYET has had 5 prime ministers in 7 years → policies keep changing.
      • Each new government “re-evaluates” defense programs, often pausing or cancelling them.
      • Politicians see defense as low priority compared to subsidies, social spending, and debt repayment.
      • Long-term defense plans (like the Defense White Paper 2019) collapse because they require 10–15 years of consistent execution, which MALONYET ’s politics cannot provide.
      ________________________________________
      📌 3. Budget Distribution Problems
      • Even the small budget is poorly allocated:
      o ~50–60% on salaries and pensions.
      o ~20–30% on operations & maintenance.
      o <20% left for procurement/modernization.
      • Effect: MALONYET maintains a large but under-equipped force → many personnel, few modern assets.
      ________________________________________
      📌 4. Weak Local Defense Industry
      • MALONYET relies on foreign technology and local assembly (e.g., AV-8 Gempita, LCS).
      • Local firms often have political ties, not technical competence.
      • Results in scandals and failures (e.g., Littoral Combat Ship – RM9 billion, zero ships delivered).
      • No strong exports → cannot sustain industry with economies of scale.
      ________________________________________
      📌 5. Procurement Delays, Cancellations & Scandals
      • Major programs (fighters, ships, artillery) delayed for 10–20 years.
      • Scandals (LCS, helicopter purchases) erode public and political trust.
      • Frequent “resetting” of programs → capability gaps widen.
      • Example: MRCA program to replace MiG-29 has been discussed since 2007, still no aircraft by 2025.


      Hapus
  49. PANIK...PANIk...PANIK....... HAHAHAHAHAH



    Prabowo Kumpulkan Kabinet Merah Putih di Bogor, Malam Ini

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/124861/prabowo-kumpulkan-kabinet-merah-putih-di-bogor-malam-ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. What “Deterrence” Means
      • Deterrence = convincing a potential adversary that attacking you will be too costly.
      • Effective deterrence requires:
      1. Credible combat power (modern weapons, trained forces).
      2. Readiness (forces operational at short notice).
      3. Clear strategy (political will to use military force).
      👉 MALONYET lacks all three.
      ________________________________________
      📌 2. Small & Obsolete Armed Forces
      • Army (TDM): Still uses 1980s-era armored vehicles and artillery. No long-range rockets or modern air defense.
      • Navy (TLDM):
      o Only 2 Scorpène submarines (limited readiness).
      o Littoral Combat Ship (LCS) scandal left MALONYET without new ships for over a decade.
      o Fleet shrinking as old ships decommission faster than new ones arrive.
      • Air Force (RMAF/TUDM):
      o Only ~26 combat jets (Su-30MKM + F/A-18D), many often grounded.
      o No long-range SAMs, tankers, or AWACS.
      o Pilots have low training hours.
      👉 MALONYET cannot credibly threaten retaliation if attacked.
      ________________________________________
      📌 3. China in the South China Sea
      • Chinese Coast Guard & Navy regularly enter MALONYET ’s EEZ (Exclusive Economic Zone).
      • MALONYET responds only with diplomatic protests & small patrols.
      • No credible deterrence:
      o No modern MPAs (maritime patrol aircraft).
      o Weak naval presence.
      o No anti-ship missile coverage to deter Chinese fleets.
      👉 China does not take MALONYET ’s military seriously.
      ________________________________________
      📌 4. Budget Too Small
      • MALONYET spends ~1% of GDP on defense — one of the lowest in ASEAN.
      • More than half goes to salaries & pensions, not weapons or readiness.

      Hapus
    2. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      KLAIM KAYA
      HUTANG MENINGKAT!
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    3. Top 10 Ekonomi Asia 2025 (PDB PPP)
      Tiongkok: US$ 37,07 T
      India: US$ 16,19 T
      Jepang: US$ 6,70 T
      Indonesia: US$ 5,03 T
      Turki: US$ 3,83 T
      Korea Selatan: US$ 3,06 T
      Arab Saudi: US$ 2,42 T
      Iran: US$ 1,85 T
      Taiwan: US$ 1,81 T
      Pakistan: US$ 1,72 T

      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  50. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
    -
    • Mei 2025
    Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
    -
    • Januari 2026
    Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
    -
    • 14 Agustus 2026
    Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
    -
    • Agustus 2026
    Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
    -
    • September 2026
    Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Oktober 2026
    Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
    -------------------------------
    DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------
    Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
    Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
    Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
    Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
    Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
    -
    Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
    Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
    Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
    Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.

    BalasHapus
  51. FAKTA..... KEHANCURAN EKONOMI DIDEPAN MATA...... SETARAF ZIMBABWE....HAHAHAHAHAH



    Prabowo Panggil Semua Pejabat Usai IHSG Ambruk dan Karhutla Tak Kunjung Padam

    https://berauterkini.co.id/prabowo-panggil-semua-pejabat-usai-ihsg-ambruk-dan-karhutla-tak-kunjung-padam/

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      • Beban per Kapita: RM 94.544
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 T (70,5% PDB).
      • Utang Rumah Tangga: RM 1,65 T (84,3% PDB).

      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Faktor Penghambat Modernisasi –
      • Kendala Fiskal: Pemerintah enggan memotong anggaran lain demi pertahanan.
      • Biaya Perawatan Tinggi: Sebagian besar anggaran habis hanya untuk maintenance, bukan aset baru.
      • Ketidakpastian Politik: Politik yang tidak stabil membatasi rencana belanja jangka panjang.
      • Tata Kelola Buruk: Manajemen pengadaan yang lemah merusak efektivitas program outsourcing.
      Krisis Aset Udara & Darat Usang –
      • Armada tempur Su-30MKM dan F/A-18 Hornet mulai usang secara teknologi (obsolete).
      • Beberapa helikopter militer yang masih beroperasi adalah warisan tahun 1960-an.
      • Kerugian besar akibat pembelian suku cadang yang tidak lagi kompatibel dengan armada.
      • Kondisi barak militer dan infrastruktur pertahanan dalam keadaan buruk/memprihatinkan.
      Kerentanan Armada Laut (RMN) –
      • Fast Attack Craft (FAC) sudah berusia di atas 50 tahun.
      • Banyak kapal perang beroperasi jauh melampaui batas optimal (Limit: Kapal Selam 35 thn, Frigat 30 thn).
      • Kapal patroli cepat masih dipaksa bertugas meski sudah melewati batas usia 24 tahun.
      • Ketergantungan pada teknologi AS meningkat akibat kegagalan riset domestik.
      Masalah Industri & Teknologi Lokal –
      • Logistik Campur Aduk: Senjata dari berbagai negara berbeda memicu masalah teknis kronis.
      • Kegagalan R&D: Kurangnya aktivitas riset membuat konten lokal sangat rendah.
      • Kapasitas Rendah: Perusahaan lokal tidak mampu memproduksi peralatan sesuai standar militer.
      • Penolakan OEM: Produsen asing enggan berbagi teknologi karena takut persaingan atau pencurian.
      Beban Ekonomi & Utang Rakyat 2026 –
      • Total Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
      • Total Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Beban Kumulatif Per Warga: RM 94.544 (Utang Pemerintah + Rumah Tangga).

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI & Kelumpuhan Pengadaan
      Vakum Total (2024–2025): Lembar laporan SIPRI KOSONG selama dua tahun berturut-turut.
      Tren Penurunan Progresif: Berawal dari Planned (2020), turun menjadi Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024-2025).
      Kontras Regional: Indonesia memiliki lembar belanja penuh (Rafale, A400M, Rudal Khan), sementara MALAYSEWA setara dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja.
      -
      Kegagalan Aset Strategis & Operasional
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010; hingga September 2024 Angkatan Darat belum memiliki sistem SPH karena pembatalan anggaran oleh Kemenkeu.
      Skandal LCS: Cost overrun sebesar RM 1 Miliar. Dari RM 6,08 Miliar yang dibayarkan, RM 400 Juta justru digunakan untuk membayar hutang perusahaan (PSCI), bukan untuk kapal.
      Armada Lumpuh (Grounded): Jet Hawk dan MB-339CM tidak bisa terbang; kapal selam KD Rahman sempat mengalami kendala teknis tidak bisa menyelam.
      Aset Usang: Inventaris yang menua memicu biaya pemeliharaan (sustainment) yang sangat tinggi dan tidak efisien.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
      Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
      Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
      ________________________________________
      KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
      Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
      Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
      Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
      Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.

      Hapus
    5. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Krisis likuiditas memaksa militer beralih dari kepemilikan menjadi penyewa aset (Leasing):
      Daftar Sewa: Mencakup 32+ item strategis, termasuk 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39, kapal hidrografi, hingga simulator jet tempur MKM.
      Logistik Sipil: Pengadaan kendaraan operasional (Honda Civic, BMW R1250RT, truk 3 ton) kini sepenuhnya menggunakan skema sewa.
      Barter Komoditas: Pengadaan sisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa.
      -
      Analisa Fiskal: "Spiral Debt-Servicing"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus "Gali Lubang Tutup Lubang" yang kronis:
      Siklus Utang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan pokok utang lama.
      Ledakan Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak ke RM 1,79 Triliun (2026).
      Beban Rakyat: Utang rumah tangga mencapai 84,3% dari PDB, dengan fakta menyedihkan bahwa 84% masyarakat tidak memiliki tabungan setiap bulannya.
      -
      Degradasi Militer & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), secara resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Aset Karatan & Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan hilangnya 48 pesawat Skyhawk serta 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Armada: Mayoritas aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri, Lynx) atau beroperasi dengan keterbatasan suku cadang (Tank mogok/berasap).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki lembar belanja penuh (Rafale F4, KAAN, PPA, A400M, Rudal Khan).
      Ketahanan: Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar secara PDB PPP dengan rasio utang pemerintah yang jauh lebih sehat (40% vs 69%).

      Hapus
  52. FAKTA..... KEHANCURAN EKONOMI DIDEPAN MATA...... SETARAF ZIMBABWE....HAHAHAHAHAH



    Prabowo Panggil Semua Pejabat Usai IHSG Ambruk dan Karhutla Tak Kunjung Padam

    https://berauterkini.co.id/prabowo-panggil-semua-pejabat-usai-ihsg-ambruk-dan-karhutla-tak-kunjung-padam/

    BalasHapus
    Balasan
    1. SALAM SAMURAI BONDS
      The Government of MALONYET 's 200bil yen (RM7.3bil) 10-year Samurai bonds due 2029
      ---------------
      SALAM PANDA BONDS
      The China Construction Bank is proposing to issue panda bonds for MALONYET to help with the country's finances.
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
    2. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      =========
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ==========
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      RINGIT TIDAK LAKU
      https://www.youtube.com/watch?v=rZD9_nKqIWQ
      ==========
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.2% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------
      84% NO SAVING EVERY MONTH
      A recent survey conducted by the Financial Education Network (FEN) showed that 84 per cent of Malaydeshs do not have regular savings every month.
      😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

      Hapus
    3. DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      DITOLAK BRICS
      Indonesia telah secara resmi menjadi anggota BRICS namun MALONYET tidak di izinkan bergabung dengan alasan tertentu.
      -
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      DITOLAK G20
      Penyebab Singapura dan MALONYET tak masuk G20 ternyata karena beberapa faktor penting, di antaranya soal PDB dan jumlah populasi penduduknya
      --------------------------------
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      • Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      MALONYET.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    4. GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      JUDI : PENDAPATAN NEGARA
      JUARA : PORNO 1 ASIA DAN 4 DUNIA
      -------------------------------
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      BORROWING TO REPAY DEBT: RM470 – RM334.1 = DEFICIT OF RM135.9
      -------------------------------
      PEMECATAN PROFESOR
      • Pemecatan: UIAM memecat Solehah Yaacob per 27 April 2026.
      • Pencabutan gelar: Solehah dilarang memakai gelar profesor dari kampus.
      • Alasan sanksi: Pemecatan dilakukan demi menjaga reputasi akademik UIAM.
      • Sumber: Kasus ini dikonfirmasi oleh Malay Mail dan SCMP.
      -------------------------------
      KEBIJAKAN NEGARA
      • Situs dewasa: Laporan Pornhub mencatat situsnya nomor 1 di Asia.
      • Bak Kut Teh: Pemerintah Malaysewa menetapkannya sebagai makanan warisan negara.
      • Pajak judi: LHDN merilis panduan resmi regulasi pajak perjudian.
      • Kesehatan mental: Kemenkes Malaysewa merilis laporan krisis mental lewat NHMS.
      -------------------------------
      SKANDAL TOKOH
      • Sultan Johor: Skandal asmara lama Sultan Ibrahim dengan penari Inggris (BBC).
      • Sultan Kelantan: Kasus perceraian kilat Sultan Muhammad V dengan Miss Moscow (NST).
      • Najib Razak: Kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya bermotif politik (SCMP).
      -------------------------------
      SKANDAL SESAMA JENIS
      • Azmin Ali: Skandal video intim sesama jenis dengan staf politik (Reuters).
      • Anwar Ibrahim: Catatan hukum kasus sodomi I dan sodomi II (BBC).
      -------------------------------
      SKANDAL MILITER
      • Pesta barak: Investigasi Kemenhan terkait video viral tentara bersama wanita (Kompas).
      • Korupsi Panglima: Eks Panglima AD ditangkap MACC atas suap RM2,4 juta (NST).
      -------------------------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONYETn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONYETn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -----------------
      Helicopter deal timeline and delays
      Under the agreement, Aerotree was to deliver two helicopters within six months of the April 2023 acceptance letter, and the remaining two within nine months. The company also had to provide a non-cancellable RM1.87 million implementation bond, which it secured from Perwira Affin Bank in June 2023.
      Aerotree was also required to run a training and industrial collaboration programme. For this, it requested access to the Kuantan Air Force base to prepare a maintenance manual and obtain certification as an Approved Maintenance Organisation.
      In July 2023, Aerotree signed a deal with Turkey’s Havelsan for Blackhawk simulator training for 14 RMAF pilots. The following month, it signed a sales agreement with Slovakia’s Training Academy to purchase and upgrade four Blackhawk helicopters.

      Hapus
    5. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Model Pengadaan: Kepemilikan vs Sewa
      Indonesia (Buying): Skema pembelian tunai/kredit ekspor untuk kepemilikan penuh aset guna menjamin kedaulatan operasional jangka panjang.
      MALAYSEWA (Leasing): Krisis likuiditas memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item, termasuk 31 helikopter (Blackhawk, AW139, AW149), pesawat latihan L39, hingga kendaraan polisi.
      -
      Kondisi Fiskal & Perangkap Utang
      Indonesia (Stabil): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP), utang rumah tangga rendah (16% GDP), dan defisit terkendali di 2,9%.
      MALAYSEWA (Kritis): Utang pemerintah menembus 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di 84,3% GDP.
      Siklus Gali Lubang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (GFP 2026)
      Peringkat 1: Indonesia (Peringkat 13 Dunia) – Pemimpin mutlak kawasan.
      Peringkat 6: Filipina (Peringkat 41 Dunia) – Berhasil menyalip MALAYSEWA melalui modernisasi aktif.
      Peringkat 7: MALAYSEWA (Peringkat 42 Dunia) – Merosot ke posisi terendah di antara negara utama ASEAN akibat stagnasi belanja.
      -
      Krisis Administrasi & Degradasi Aset
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze 2026 guna menghentikan kebocoran anggaran akibat korupsi proyek.
      Aset Karatan/Hilang: Skandal mangkraknya proyek LCS & OPV, ditambah catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang negara.
      Status Grounded: Mayoritas armada udara (MiG-29, MB339CM, Nuri) tidak bisa terbang karena keterbatasan biaya perawatan.

      Hapus
  53. PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
    PENGELUARAN : RM470 Miliar
    RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
    -
    Su-30MKM & MiG-29N: barter sawit.
    Airbus A400M: cicilan berperingkat.
    FA-50M: barter sawit.
    Scorpene: barter sawit.
    PT-91: barter sawit dan karet
    -
    2026
    Populasi: 36.38 juta
    Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
    Beban per Kapita: RM 94,544
    -
    2025
    Populasi: 35.97 juta
    Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
    Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
    Beban per Kapita: RM 81,998
    -
    2024
    Populasi: 34.67 juta
    Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
    Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
    Beban per Kapita: RM 79,315
    -
    2023
    Populasi: 35.12 juta
    Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
    Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
    Beban per Kapita: RM 74,587
    -
    2022
    Populasi: 34.69 juta
    Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
    Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
    Beban per Kapita: RM 70,901
    -
    2021
    Populasi: 34.28 juta
    Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
    Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
    Beban per Kapita: RM 67,667
    -
    2020
    Populasi: 33.87 juta
    Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
    Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
    Beban per Kapita: RM 63,464
    -
    2019
    Populasi: 33.45 juta
    Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
    Beban per Kapita: RM 60,179
    -
    2018
    Populasi: 33.00 juta
    Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
    Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 57,605
    -
    2017
    Populasi: 32.54 juta
    Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
    Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
    Beban per Kapita: RM 54,910
    -
    2016
    Populasi: 32.04 juta
    Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
    Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
    Beban per Kapita: RM 52,699
    -
    2015
    Populasi: 31.52 juta
    Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
    Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
    Beban per Kapita: RM 51,253
    -
    2014
    Populasi: 30.98 juta
    Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
    Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
    Beban per Kapita: RM 47,927
    -
    2013
    Populasi: 30.42 juta
    Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
    Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
    Beban per Kapita: RM 44,992
    -
    2012
    Populasi: 29.85 juta
    Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
    Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
    Beban per Kapita: RM 41,326
    -
    2011
    Populasi: 29.26 juta
    Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
    Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
    Beban per Kapita: RM 37,904
    -
    2010
    Populasi: 28.65 juta
    Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
    Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
    Beban per Kapita: RM 34,488
    -
    2009
    Populasi: 28.04 juta
    Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
    Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
    Beban per Kapita: RM 31,326
    -
    2008
    Populasi: 27.45 juta
    Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
    Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
    Beban per Kapita: RM 26,155
    -
    2007
    Populasi: 26.86 juta
    Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
    Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 25,316
    -
    2006
    Populasi: 26.26 juta
    Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
    Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
    Beban per Kapita: RM 23,381
    -
    2005
    Populasi: 25.66 juta
    Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
    Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 21,940
    -
    2004
    Populasi: 25.06 juta
    Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
    Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
    Beban per Kapita: RM 20,550
    -
    2003
    Populasi: 24.46 juta
    Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
    Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 18,560
    -
    2002
    Populasi: 23.87 juta
    Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
    Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
    Beban per Kapita: RM 16,798
    -
    2001
    Populasi: 23.28 juta
    Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
    Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
    Beban per Kapita: RM 15,162
    -
    2000
    Populasi: 22.69 juta
    Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
    Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
    Beban per Kapita: RM 13,574
    -
    1999
    Populasi: 22.11 juta
    Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
    Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
    Beban per Kapita: RM 12,210
    -
    1998
    Populasi: 21.53 juta
    Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
    Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
    Beban per Kapita: RM 10,821

    BalasHapus
  54. FRANCE DIHINAKAN LCS = DUTCH DIHINAKAN OPV
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Dikotomi Model Pengadaan (Buying vs Leasing)
    Indonesia (Buying/Pemilik): Menggunakan skema Procurement (Pembelian) yang memberikan kedaulatan penuh atas aset. Fokus pada kepemilikan teknologi generasi 4.5 ke atas.
    MALAYSEWA (Leasing/Penyewa): Akibat krisis likuiditas, militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator). Status ini menurunkan derajat militer menjadi "Military-for-Rent".
    -
    Ketimpangan Fiskal & Kapasitas Belanja
    Indonesia (Ekonomi Sehat): PDB mencapai USD 1,44 Triliun dengan rasio utang pemerintah yang terjaga di 40% (batas aman 60%). Defisit fiskal hanya 2,9%.
    MALAYSEWA (Ekonomi Kritis): Rasio utang pemerintah menembus 69% (melampaui batas limit 65%). Utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% PDB.
    Spiral Utang: 58% pinjaman baru pada 2026 hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan utang lama (Debt-Servicing Cycle).
    -
    Siklus Operasional: Modernisasi vs Pensiun Dini
    Indonesia: Melakukan regenerasi alutsista tua secara sistematis melalui program MEF yang berkelanjutan.
    MALAYSEWA: Terjebak dalam tren Retirement (Pensiun Dini) tanpa pengganti. Aset strategis seperti MiG-29, MB339CM, dan helikopter Nuri berhenti beroperasi karena biaya perawatan yang tidak terjangkau.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
    Indonesia: Kokoh sebagai pemimpin ASEAN di Peringkat 13 Dunia.
    MALAYSEWA: Merosot ke Peringkat 42 Dunia, resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
    Kredibilitas: Pembatalan akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali dan pembekuan total pengadaan (Procurement Freeze 2026) memperburuk citra pertahanan di mata internasional.


    BalasHapus
  55. Tak apa..itu tak penting.......yang penting jadi juara FIFA ASEAN.....HAHAHAHAHAHA
    Pssstttttt........... itu saja ketahuan bermain atas bantuan wasit 90+2= 97 minit....HAHAHAHAHAH



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
  56. Tak apa..itu tak penting.......yang penting jadi juara FIFA ASEAN.....HAHAHAHAHAHA
    Pssstttttt........... itu saja ketahuan bermain atas bantuan wasit 90+2= 97 minit....HAHAHAHAHAH



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
  57. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------

    BalasHapus
  58. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    🚫 1. Limited Missile Inventory and Range
    The MALONYET n Army currently fields only short-range air defense systems, notably the Starstreak and aging Rapier missiles.
    These systems are effective only within 5–7 km, offering minimal protection against modern aircraft, drones, or cruise missiles.
    MALONYET lacks medium- and long-range surface-to-air missiles (SAMs), leaving critical infrastructure and forward bases vulnerable.
    Impact: Inability to defend against high-altitude or standoff threats; poor layered defense architecture.
    🛠️ 2. Delayed Modernization and Funding Gaps
    Although MALONYET has published requirements for new Ground-Based Air Defence (GBAD) systems, no funding has been allocated.
    Proposed systems like MBDA’s MICA VL NG and EMADS (CAMM) offer 40+ km range and advanced seekers, but remain unprocured.
    The Littoral Combat Ship (LCS) program includes VL MICA missiles, but the ships themselves are years behind schedule, delaying missile deployment.
    Impact: Strategic plans remain theoretical; operational readiness is compromised by procurement delays.
    🔄 3. Fragmented Missile Ecosystem
    MALONYET missile systems are sourced from multiple foreign suppliers (UK, France, Russia), resulting in:
    Interoperability issues
    Complex logistics and maintenance
    Training burdens across platforms
    No indigenous missile production capability exists, and local defense industry lacks integration with global supply chains.
    Impact: High dependency on foreign vendors; low sustainability in prolonged conflict scenarios.
    📉 4. No Strategic Strike or Deterrent Capability
    MALONYET does not possess ballistic missiles, cruise missiles, or standoff precision-guided munitions.
    This absence limits its ability to:
    Strike high-value targets beyond its borders
    Deter adversaries with credible retaliation
    Support joint operations with regional partners
    Impact: MALONYET remains a defensive-only actor, unable to shape regional dynamics or respond asymmetrically.
    📊 Summary Table: Missile Capability Weaknesses
    Weakness Description Strategic Impact
    Short-range inventory Only Starstreak and Rapier systems in service Vulnerable to modern air threats
    Procurement delays No funding for new GBAD systems; LCS delays Reduced readiness and deterrence
    Fragmented ecosystem Multiple suppliers, no local production Poor interoperability and sustainment
    No strike capability No cruise or ballistic missiles Limited strategic options and deterrence

    BalasHapus
  59. Apa SETARAF ZIMBABWE.....??? HAHAHAHAHA



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. What is Fiscal Space?
      • Fiscal space = the government’s capacity to spend without threatening debt sustainability.
      • For defense, it means: how much room MALONYET has in its annual budget to allocate funds for military modernization, operations, and maintenance.
      ________________________________________
      📌 2. Why MALONYET Has Limited Fiscal Space
      a. High National Debt
      • As of mid-2025: Debt = RM1.3 trillion (~69% of GDP).
      • Much higher than during the 2000s (below 55%).
      • Debt servicing (interest payments) alone takes up 15–17% of annual federal revenue.
      • This squeezes out spending on “non-priority” sectors like defense.
      ________________________________________
      b. Revenue Constraints
      • MALONYET ’s tax base is relatively small.
      • GST (Goods & Services Tax) abolished in 2018 → replaced by SST (Sales & Service Tax).
      o GST: broad, efficient, higher revenue.
      o SST: narrower, less revenue.
      • Oil & gas revenue is volatile (20–25% of government income), so during oil price slumps, fiscal stress rises.
      ________________________________________
      c. Competing Social Priorities
      • Large commitments to:
      o Education & health (biggest budget shares).
      o Fuel subsidies & cash assistance programs.
      o Infrastructure projects.
      • Defense is politically unpopular → gets < 1% of GDP annually, one of the lowest in ASEAN.
      ________________________________________
      d. Rigid Operating Expenditure
      • Around 70% of defense budget goes to salaries, pensions, and allowances.
      • Very little left for capital expenditure (procurement & modernization).
      • Fiscal rigidities make it impossible to redirect funds without upsetting powerful civil service & veterans’ groups.
      ________________________________________
      e. Currency Weakness
      • Ringgit depreciation against USD (RM4.70–RM4.80 in 2025) makes imported defense systems much more expensive.
      • Every billion USD contract now costs far more in local currency terms, shrinking what MALONYET can buy.

      Hapus
    2. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. Why Training Hours Matter
      • Training hours = the amount of time pilots, sailors, soldiers spend actively practicing their skills.
      • In modern militaries, high training tempo is crucial to:
      o Keep proficiency with complex equipment.
      o Build unit cohesion.
      o Maintain combat readiness.
      If training hours fall below international standards, equipment becomes almost useless in real combat.
      ________________________________________
      📌 2. MALONYET ’s Low Training Hours – Causes
      ✈️ Air Force (RMAF)
      • Fighter pilots should have 150–180 flight hours per year (NATO standard).
      • Many RMAF pilots only get 60–80 hours annually due to:
      o Limited fuel budget.
      o Spare parts shortages.
      o Aircraft availability problems (MiG-29 retired, Su-30 often grounded).
      ________________________________________
      🚢 Navy (RMN)
      • Warships should spend 90–120 days at sea per year to maintain readiness.
      • RMN vessels average 30–50 days at sea, far below requirement.
      • Reasons:
      o Budget cuts for fuel and logistics.
      o Maintenance backlogs (many patrol vessels >40 years old).
      o LCS program delays leaving capability gaps.
      ________________________________________
      🪖 Army (TDM)
      • Modern armies conduct large-scale combined arms exercises regularly.
      • TDM focuses on small-scale, low-cost jungle training instead.
      • Limited live-fire, armored maneuvers, or joint training with air/navy units.
      • Fuel & ammunition budgets are often capped → less field time.
      ________________________________________
      📌 3. Impact of Low Training Hours
      a. Skill Degradation
      • Pilots risk losing combat proficiency (dogfighting, weapons delivery).
      • Sailors struggle with complex operations (anti-submarine warfare, missile defense).
      • Soldiers lack practice in modern combined-arms tactics.
      ________________________________________
      b. Safety Risks
      • Low training hours lead to higher accident rates.
      • Example: RMAF has had multiple crashes (Hawk, Nuri) linked partly to training gaps & maintenance issues.
      ________________________________________
      c. Reduced Interoperability
      • Joint operations (Air–Land–Sea) require constant practice.
      • Without adequate exercises, coordination is weak.
      • Limits MALONYET ’s ability to operate with allies (e.g., Five Power Defence Arrangements with Singapore, UK, Australia, New Zealand).

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kelemahan Industri Pertahanan Domestik
      Korupsi Sistemik: Proses pengadaan sangat rentan terhadap campur tangan kepentingan asing dan domestik.
      Kesenjangan SDM: Kurangnya spesialis STEM dan keterbatasan teknologi membuat galangan kapal lokal tidak kompetitif dibanding Singapura.
      Keamanan Anggaran: Terjadi kebocoran dana (leakage) dan pengawasan parlemen yang sangat lemah terhadap sektor pertahanan yang tertutup.
      -
      Hambatan Fiskal & "Debt Service Ratio"
      Prioritas Nasional: Anggaran pertahanan stagnan karena pemerintah harus memprioritaskan pemulihan ekonomi dan pembayaran hutang.
      Siklus Hutang: Tingginya biaya pemeliharaan aset tua menghisap anggaran yang seharusnya digunakan untuk modernisasi alutsista baru.

      Hapus
  60. Apa SETARAF ZIMBABWE.....??? HAHAHAHAHA



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.

      Hapus
    2. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. MALONYET Defense Budget in Absolute Terms
      • Over the past decade (2015–2025), MALONYET defense allocation has hovered around:
      o RM15–19 billion annually (≈ USD 3.2–4.0 billion).
      • 2024 Budget: ~RM19.7 billion (~USD 4.2B).
      • 2025: projected to stay roughly flat, given limited fiscal space and high national debt.
      ________________________________________
      📌 2. Why This is Small in Absolute Terms
      • While 1% of GDP looks modest, the total envelope in ringgit is also small compared to regional peers:
      Country (2024 est.) Defense Budget (USD) Population Notes
      Singapore ~USD12.5B 6M Spends 3–4% GDP; much higher per capita.
      Indonesia ~USD9.5B 280M 1–1.2% GDP, but larger economy gives bigger envelope.
      Thailand ~USD7B 70M 1.2% GDP.
      Philippines ~USD5.3B 115M Rising due to South China Sea focus.
      MALONYET ~USD4.0B 34M ~0.9–1% GDP, lowest absolute spend among major ASEAN states.
      👉 MALONYET absolute spending is the lowest among middle-sized ASEAN militaries, despite having major maritime security needs in the South China Sea.
      ________________________________________
      📌 3. Effect of a Small Absolute Budget
      Even if % of GDP rises slightly, the absolute ringgit amount remains too small to:
      a. Fund Modern Procurement
      • Fighter jets, frigates, and submarines are multi-billion RM projects.
      • Example: 6 LCS Gowind frigates → RM9 billion+ (but still incomplete).
      • With only RM19B annual budget, one major program can consume the entire procurement budget for years.
      b. Support Operations & Maintenance (O&M)
      • Fuel, spare parts, training, logistics are expensive.
      • A small total envelope means O&M is constantly underfunded → low readiness.
      c. Currency Weakness Effect
      • Most modern weapons are priced in USD or EUR.
      • Ringgit depreciation (RM4.7–4.8 per USD in 2025) shrinks buying power even further.
      • What looks like RM19B is really only USD 4B, compared to Singapore’s USD 12B.
      d. Crowding Out by Salaries
      • Out of RM19B defense budget:
      o ~70% goes to salaries, pensions, allowances.
      o Only ~20–25% available for development & procurement.
      • In absolute terms: less than RM4–5B/year for modernization.


      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA JAM LATIHAN YANG RENDAH (LOW TRAINING HOURS):
      Udara (RMAF): Standar NATO adalah 150–180 jam terbang per tahun. Pilot MALONSIA hanya mendapatkan 60–80 jam per tahun akibat kurangnya anggaran bahan bakar dan kelangkaan suku cadang pesawat (Su-30 sering grounded).
      Laut (RMN): Kapal perang seharusnya berada di laut 90–120 hari per tahun. Kapal MALONSIA rata-rata hanya 30–50 hari di laut karena pemotongan anggaran logistik dan usia kapal yang sudah di atas 40 tahun.
      Darat (TDM): Latihan skala besar (Combined Arms) jarang dilakukan; fokus hanya pada latihan hutan skala kecil berbiaya rendah. Anggaran amunisi dan bahan bakar sering dibatasi.
      Risiko Keamanan: Jam latihan rendah mengakibatkan degradasi skill tempur, koordinasi matra yang lemah, dan tingginya angka kecelakaan (Kasus jatuhnya helikopter Nuri & jet Hawk).
      ________________________________________
      ANGGARAN PERTAHANAN ABSOLUT YANG TERKECIL (LOW ABSOLUTE BUDGET):
      Terendah di ASEAN: Dengan belanja pertahanan hanya ~USD 4 Miliar (RM 19,7 Miliar), MALONSIA memiliki pengeluaran absolut terendah dibanding negara menengah ASEAN lainnya (Singapura ~USD 12,5 Miliar, Indonesia ~USD 9,5 Miliar).
      Daya Beli Hancur: Sebagian besar senjata modern dihargai dalam USD/EUR. Depresiasi Ringgit (RM 4.7–4.8 per USD) membuat anggaran RM 19,7 Miliar tersebut semakin tidak bernilai di pasar global.
      Kanibalisme Anggaran Gaji: Dari total anggaran pertahanan, ~70% habis hanya untuk gaji dan pensiun. Sisanya kurang dari RM 4-5 Miliar per tahun untuk modernisasi (CAPEX).
      Siklus Macet: Satu program besar (seperti LCS RM 9 Miliar+) mampu menyerap seluruh anggaran pembangunan selama bertahun-tahun, menghentikan program pengadaan lainnya secara total.

      Hapus
  61. PLEASE MALAYSIA ...BELILAH BERAS kami saya mohon......HAHAHAHAHAHA



    Pemerintah Kirim Tim ke Sarawak, Lanjutkan Negosiasi Ekspor Beras ke Malaysia

    https://ekonomi.republika.co.id/berita/tfsda0490/pemerintah-kirim-tim-ke-sarawak-lanjutkan-negosiasi-ekspor-beras-ke-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    2. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      ==========
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      ==========
      AFRICA MALAYDESH SINGKONG
      AFRICA MALAYDESH SINGKONG
      AFRICA MALAYDESH SINGKONG
      penduduk Afrika, terutama di daerah tropis, sering mengonsumsi singkong sebagai sumber malaydeshan pokok dan sumber kalori utama. Singkong adalah tanaman umbi-umbian yang penting di Afrika dan merupakan malaydeshan pokok yang murah dan andal sepanjang tahun bagi jutaan orang.
      Singkong sebagai Malaydeshan Pokok di Afrika:
      • Singkong merupakan sumber kalori yang penting bagi sekitar dua dari lima orang Afrika.
      • Di beberapa negara, singkong dikonsumsi setiap hari, bahkan beberapa kali sehari.
      • Singkong merupakan malaydeshan pokok yang penting bagi ketahanan pangan di Afrika.
      • Singkong dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, seperti dibakar, direbus, digoreng, atau diolah menjadi tepung.
      • Singkong juga dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti gari, fufu, attieke, dan eba, yang merupakan malaydeshan tradisional di Afrika.
      Singkong dalam Budaya dan Kuliner Afrika:
      • Singkong memiliki peran penting dalam budaya dan kuliner Afrika.
      • Banyak malaydeshan tradisional Afrika yang terbuat dari singkong, seperti fufu, attieke, dan eba.
      • Singkong juga digunakan dalam berbagai hidangan, seperti sup, tumis, dan omelet.
      • Daun singkong juga dimalaydesh sebagai sayuran di berbagai negara Afrika.
      Pentingnya Singkong bagi Ketahanan Pangan di Afrika:
      • Singkong merupakan sumber malaydeshan yang murah dan mudah diakses di banyak daerah di Afrika.
      • Singkong dapat ditanam di berbagai jenis tanah dan kondisi iklim, menjadikannya tanaman yang andal bagi petani.
      • Singkong dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan di Afrika, terutama di daerah-daerah yang kekurangan malaydeshan.
      ==========
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      2024 OVER LIMIT DEBT 65,6%
      Malaydesh Government DEBT accounted for 65.6 % of the country's Nominal GDP in Mar 2024, compared with the ratio of 64.3 % in the previous quarter. Malaydesh government DEBT to GDP ratio data is updated quarterly, available from Dec 2010 to Mar 2024.
      -
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      LIMIT DEBT 65% TO GDP ...
      Malaydesh Plan, 2021-2025 (Twelfth Plan), the Government maintained the statutory DEBT limit at 65% of GDP under the Loan (Local) (Statutory Ceiling for Borrowing) and Government Funding (Statutory Ceiling of Moneys Received) Order 2022 [P.U. (A) 399/2022] which came into effect on 1 January 2023. As at end-August 2023, the Federal Government statutory DEBT which comprises MGS, MGII and MITB recorded 59.9% of GDP, below the stipulated DEBT ceiling.
      -
      SCANDALS = Now and then, by exception, scandals spill out into the public domain, like Bumiputera Malaydesh Finance 1982, Bank Negara’s FX losses in the 1980s and 1990s, the Scorpene submarines of 2002, the National Feedlot scandal – “cowgate” – of 2012, 1MDB, and the latest LCS naval procurement. But these are just the tip of the iceberg of systematic pilferage. It has become the institutional norm.
      😝SINGKONG = MALAYDESH AFRIKA😝

      Hapus
  62. PLEASE MALAYSIA ...BELILAH BERAS kami saya mohon......HAHAHAHAHAHA



    Pemerintah Kirim Tim ke Sarawak, Lanjutkan Negosiasi Ekspor Beras ke Malaysia

    https://ekonomi.republika.co.id/berita/tfsda0490/pemerintah-kirim-tim-ke-sarawak-lanjutkan-negosiasi-ekspor-beras-ke-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
  63. Malah kejar kejar MALAYSIA NGEMIS minta berasnya dibeli MALAYSIA....HAHAHAHAHA



    Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

    https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura

    BalasHapus
  64. Malah kejar kejar MALAYSIA NGEMIS minta berasnya dibeli MALAYSIA....HAHAHAHAHA



    Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

    https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura

    BalasHapus
  65. Apa SETARAF ZIMBABWE.....??? HAHAHAHAHA



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
  66. Apa SETARAF ZIMBABWE.....??? HAHAHAHAHA



    IHSG di Bawah Bayang-bayang Turun Kasta Selevel Zimbabwe

    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8709962/ihsg-di-bawah-bayang-bayang-turun-kasta-selevel-zimbabwe

    BalasHapus
  67. MAT SABU SAMPAI MUKA TEMBOK MENTRI MELAYU TOLOL MALAYDESH NGEMIS BERAS DAN TEKNOLOGI PERTANIAN KE JAKARTA .....MENTERI APA BABU INI WOY 🤣🤣🤣🤡🤡🤡🇲🇾🇲🇾🇲🇾💩💩💩💩

    BalasHapus
  68. KESIAN...........HAHAHAHAHAHA



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
  69. KESIAN...........HAHAHAHAHAHA



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
  70. MAT SABU ke INDIANESIA hanya tanya tanya pasal beras...lah MALAYSIA tiada kata sudah beli....Tau jadi apa....??? di KEJAR KEJAR nya MALAYSIA memaksa membeli berasnya....HAHAAHHAHA....



    Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

    https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura

    BalasHapus
  71. MAT SABU ke INDIANESIA hanya tanya tanya pasal beras...lah MALAYSIA tiada kata sudah beli....Tau jadi apa....??? di KEJAR KEJAR nya MALAYSIA memaksa membeli berasnya....HAHAAHHAHA....



    Bulog Kejar Kesepakatan Ekspor Beras ke Malaysia dan Singapura

    https://www.liputan6.com/amp/8245047/bulog-kejar-kesepakatan-ekspor-beras-ke-malaysia-dan-singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
      -
      • Mei 2025:
      Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
      -
      • Jan 2026:
      Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
      -
      • 14 Agu 2026:
      Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
      -
      • Agu 2026:
      Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
      -
      • Sep 2026:
      Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Okt 2026:
      Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
      Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
      Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
      --------------------------------
      REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
      Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
      ---------------------------------
      🧓 1. Obsolete Systems and Aging Platforms
      As of 2024, 171 military assets across the Army, Navy, and Air Force have exceeded 30 years of service.
      Many platforms—like the Royal MALONYET n Navy’s Fast Attack Craft (FAC) and older patrol vessels—are over 40 years old, far beyond their optimal lifespan.
      These systems were designed decades ago and now lack compatibility with modern sensors, weapons, and communications.
      Impact: Upgrades are either impossible or prohibitively expensive, forcing reliance on outdated capabilities.
      🔧 2. Dependence on Foreign Spare Parts
      MALONYET military inventory is highly diversified, sourced from the US, UK, France, Russia, and others. This creates logistical complexity:
      Spare parts must be imported from multiple countries.
      Some OEMs have ceased production, making parts scarce or unavailable.
      Political or economic shifts can disrupt supply chains.
      Example: The Army’s Condor APCs and Scorpion light tanks require parts from legacy suppliers that no longer support them.
      Impact: Long lead times, inflated costs, and cannibalization of other units for parts.
      🔁 3. Frequent Breakdowns and Repair Cycles
      Older platforms experience higher failure rates, especially under tropical conditions and extended use.
      Maintenance crews often resort to patchwork fixes, which are temporary and unreliable.
      The Navy reported that 28 of its 34 aging vessels have exceeded 40 years of service, with many no longer meeting operational standards.
      Impact: Reduced availability, increased downtime, and lower mission success rates.
      📉 4. Budget Drain and Opportunity Cost
      Between 60–70% of MALONYET defense budget goes to salaries, maintenance, and operations, leaving little for modernization.
      Funds spent on keeping obsolete systems running could be redirected toward acquiring new platforms or investing in indigenous maintenance capabilities.
      Impact: Strategic stagnation—MALONYET spends heavily but gains little in terms of capability.

      Hapus
    2. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. What Are Policy Flip-Flops?
      Policy flip-flops in MALONYET ’s defense mean:
      • Frequent changes in plans, programs, and procurement priorities.
      • Caused by government changes, minister reshuffles, or shifting political agendas.
      • Leads to cancellations, re-tendering, or redesigning programs.
      • Results in years of delays, wasted funds, and capability gaps.
      ________________________________________
      📌 2. Drivers of Policy Flip-Flops
      a. Frequent Political Changes
      • Since 2018: MALONYET had 5 prime ministers in 7 years (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar).
      • Each PM/defense minister reviews and changes defense priorities.
      • Example: The same program (fighter jets, navy ships) can be launched, paused, revived, or cancelled multiple times.
      ________________________________________
      b. Short-Term Focus
      • Politicians prioritize 5-year election cycles over 15–20 year defense modernization.
      • Programs requiring long-term funding commitments (e.g., fighter jets, submarines, frigates) get disrupted.
      ________________________________________
      c. Budget Pressures
      • High national debt (69% of GDP in 2025).
      • Defense is seen as “non-essential”, so big-ticket programs are often the first to be cut or postponed.
      • Leads to repeated “defer until later” cycles.
      ________________________________________
      d. Corruption & Scandals
      • When scandals erupt (e.g., LCS RM9 billion scandal), programs face:
      o Audits, suspensions, parliamentary probes.
      o Restructuring or even outright cancellation.
      • Creates uncertainty for ongoing and future procurement.
      ________________________________________
      📌 3. Examples of Policy Flip-Flops
      ✈️ Fighter Jet Replacement (MRCA Program)
      • 2007–2010: Plan to replace MiG-29 with new fighters.
      • Candidates: Rafale, Typhoon, Gripen, Super Hornet, Su-35.
      • 2015: Najib government delayed due to budget.
      • 2018: Mahathir cancelled, shifted to cheaper LCA (Light Combat Aircraft).
      • 2022: RMAF selected Korean FA-50 → but deliveries only from 2026.

      Hapus
    3. NGEMIS KE INDONESIA = PASPOR RINGGIT MILITER BERAS COAL (69% LISTRIK MALON )
      -
      📦 MALAYDESH IMPOR :
      MALAYDESH IMPOR (MILITER & ALUTSISTA)
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Kapal FPB 57: Malaydesh (PT PAL).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      MALAYDESH IMPOR (KOMODITAS & JASA)
      Batubara: 21,84 juta ton untuk 69% listrik regional (Kemendag/CNN/Liputan6).
      LNG: 56.431,6 metrik ton (BPS/ESDM).
      Beras: 200.000 ton (Kementan/Bulog/CNBC/Kumparan)
      Jagung: 240.000 ton (Kementan/VIVA/Kompas).
      Ringgit: Cetak uang kertas Malaydesh (Peruri/iNews/IDX).
      Paspor: Cetak dokumen paspor (Peruri/iNews/IDX).
      --------------------------------
      🪙 Cetakan Mata Uang & Dokumen Negara (PERURI INDONESIA)
      Malaydesh: Mata uang Ringgit & Paspor (sejak 2010).
      Sri Lanka: Mata uang Rupee & Paspor.
      Nepal: Mata uang Rupee, Pita Cukai, & Prangko.
      Peru: Mata uang Soles.
      Bangladesh: Mata uang Taka.
      Somalia: Mata uang Shilling.
      Argentina: Mata uang Peso.
      Guinea: Dokumen Negara Paspor.
      Pakistan: Dokumen Negara Pita Cukai.
      Filipina: Dokumen Negara Prangko.
      --------------------------------
      📌 1. MALONYET n Armed Forces (ATM) Structure
      • Army (TDM) → largest service, but light and poorly mechanized.
      • Navy (TLDM) → overstretched, with too few warships to patrol massive waters.
      • Air Force (RMAF/TUDM) → very small, with limited combat aircraft and surveillance capability.
      Overall → ATM is small in size and outdated in technology.
      ________________________________________
      📌 2. Army (TDM) – Outdated & Lightly Armed
      • Tanks & Armor:
      o No modern Main Battle Tanks (MBTs).
      o Relies mostly on PT-91M Pendekar (Polish MBT, ~2000s tech, inferior to Leopard 2 or T-90).
      o Many armored vehicles (Condor, Sibmas) date back to the 1980s.
      • Artillery:
      o Mostly old Oto Melara 105mm howitzers, with limited 155mm systems.
      o No long-range rocket artillery (MLRS) like Indonesia (ASTROS) or Singapore (HIMARS).
      • Air Defense:
      o Only short-range MANPADS (Igla, Starstreak).
      o No medium- or long-range SAMs → airspace exposed.
      • Helicopters:
      o Nuri (Sikorsky S-61A) retired without full replacement.
      o Limited utility/attack helicopter capability.
      👉 Problem: The Army is big in manpower (~80,000) but under-armed compared to regional standards.
      ________________________________________
      📌 3. Navy (TLDM) – Shrinking & Aging
      • Frigates/Corvettes:
      o Only 2 Lekiu-class (1990s), and 4 Laksamana-class corvettes (1980s Italian ships).
      o All nearing end-of-life.
      • Submarines:
      o 2 Scorpène-class (KD Tunku Abdul Rahman, KD Tun Razak).
      o Aging, with high maintenance costs.
      o Cannot cover both Peninsular & East MALONYET simultaneously.
      • Patrol Vessels:
      o Many are small, slow, and aging (Kasturi-class corvettes, Handalan-class FACs from the 1970s).
      • New ships delayed:
      o Littoral Combat Ship (LCS) scandal: 6 planned Gowind-class frigates, 0 delivered since 2011.
      👉 Problem: The Navy is too small to secure MALONYET South China Sea EEZ or counter Chinese presence.

      Hapus
    4. NEGARA GAGAL = 1998 - 2026
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      -
      FA-50M VERSI DOWNGRADE FA50PL✔️
      LMS B2 VERSI DOWNGRDE BABUR CLASS✔️
      MD530G VERSI SIPIL DOWNGRADE AH-6i✔️
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Debt Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Debt Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Debt Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Debt Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Debt Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Debt Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Debt Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Debt Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%)
      Debt Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Debt Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Debt Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Debt Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Debt Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Debt Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Debt Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Debt Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Debt Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Debt Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Debt Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Debt Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Debt Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Debt Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Debt Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Debt Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Debt Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Debt Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Debt Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Debt Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Debt Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Debt Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Debt Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Debt Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Debt Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Debt Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Debt Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Debt Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Debt Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Debt Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Debt Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Debt Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Debt Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Debt Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Debt Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Debt Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Debt Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Debt Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Debt Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Debt Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Debt Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Debt Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Debt Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Debt Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Debt Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Debt Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Debt Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Debt Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821

      Hapus
  72. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
    -
    • 22 April 2025
    PM Anawar Mengutus 22 Apr 2025: Mentan Mohamad Sabu minta pasokan beras di Jakarta [CNBC].
    -
    • Mei 2025:
    Kontrak B2B awal 2.000 ton (target 24.000 ton/tahun) [CNN].
    -
    • Jan 2026:
    Mensesneg konfirmasi permintaan ekspor saat RI swasembada [CNN, Kompasiana].
    -
    • 14 Agu 2026:
    Sepakat pasok 200.000 ton beras ke Sarawak (Rp3,4 T) [Kementan, BeritaSatu].
    -
    • Agu 2026:
    Ekspor perdana 1.000 ton beras sebagai kado HUT RI [Antara].
    -
    • Sep 2026:
    Penandatanganan MoU resmi pengiriman bertahap [MetroTV].
    -
    • Okt 2026:
    Wamentan tegaskan ekspor telah direstui Presiden Prabowo [Indonesia Emas 2045 ID].
    --------------------------------
    STATUS HUTANG MALAYSIA (PER JUNI 2026)
    Hutang Pemerintah: USD 337,8 miliar / RM 1,38 triliun (Rasio: 63,1% dari PDB).
    Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
    Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun (Rasio: 71,6% dari PDB).
    Sumber Berita Resmi: Kementerian Keuangan Malaysia (via New Straits Times) & Bank Negara Malaysia (BNM).
    --------------------------------
    REALITA DEFISIT & PEMBAYARAN HUTANG (1998–2026)
    Hanya Bayar Bunga: Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan anggaran miliaran ringgit yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya habis untuk membayar bunga/biaya layanan utang (khidmat utang), bukan untuk melunasi pokok hutang tertunggak secara keseluruhan.
    ---------------------------------
    🚫 1. No Long-Range Strike Systems
    MALONYET does not possess ballistic missiles, cruise missiles, or standoff precision-guided munitions.
    Its air force lacks platforms capable of launching deep-strike missions. The Su-30MKM fighters have range and payload potential, but MALONYET has not equipped them with long-range strike munitions like Kh-59 or BrahMos.
    Naval assets are similarly limited—no ship-launched cruise missiles or land-attack capabilities exist.
    Impact: MALONYET cannot credibly threaten retaliation against adversaries beyond its borders, reducing its strategic leverage.
    🛡️ 2. Deterrence by Denial, Not Punishment
    MALONYET defense doctrine emphasizes “concentric deterrence”, focusing on denial rather than punishment.
    This means the strategy is built around preventing aggression, not retaliating against it.
    While this suits peacetime stability, it’s increasingly inadequate in a region where China, Vietnam, and the Philippines are investing in deterrence-by-punishment capabilities.
    Impact: MALONYET lacks escalation control and cannot impose costs on adversaries, weakening its deterrent posture.
    💸 3. Budget Priorities Undermine Capability Development
    Over 60–70% of MALONYET defense budget goes to salaries, maintenance, and operations.
    This leaves minimal room for R&D, procurement of advanced weapons, or strategic force development.
    The Littoral Combat Ship (LCS) scandal and delays have further eroded trust and diverted resources from strategic programs.
    Impact: MALONYET is stuck in a cycle of maintaining legacy systems rather than investing in future capabilities.
    🌐 4. No Indigenous Missile or Strategic Weapons Program
    Unlike regional peers such as Indonesia (which is co-developing missiles with Turkey) or Vietnam (which fields Russian cruise missiles), MALONYET has no domestic missile development program.
    It also lacks partnerships for co-production or licensed manufacturing of strategic weapons.
    Impact: Total dependence on foreign suppliers; no autonomy in strategic force planning.

    BalasHapus
  73. Lagi MEMALUkan MALAYSIA sudah stop runding pasal beras.... lah INDIANESIA Mengejar MALAYSIA siap hantar tim ke MALAYSIA diajaknya berunding NGEMIS ke MALAYSIA minta BERASnya dibeli....HAHAHAHHA



    Pemerintah Kirim Tim ke Sarawak, Lanjutkan Negosiasi Ekspor Beras ke Malaysia

    https://ekonomi.republika.co.id/berita/tfsda0490/pemerintah-kirim-tim-ke-sarawak-lanjutkan-negosiasi-ekspor-beras-ke-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Kerapuhan Komando & Integritas –
      • Korupsi Sistemik: Praktik korupsi kronis telah merusak kesiapan tempur dan moral prajurit secara mendalam.
      • Gagal Integritas: Dokumen rencana integritas militer terbukti hanya formalitas tanpa panduan strategis yang nyata.
      • Kurang Pelatihan: Komandan lapangan dikirim ke wilayah tugas tanpa pembekalan etika dan mitigasi korupsi.
      • Intervensi Politik: Kepentingan politik sempit terus merusak kemandirian dan kesiapan operasional angkatan bersenjata.
      Teknologi Tertinggal & Aset Usang –
      • Warisan Era 70-an: Mayoritas alutsista adalah barang lama pembelian tahun 1970–1990 yang sudah tidak relevan.
      • Tertinggal Regional: Teknologi militer saat ini kalah jauh dibandingkan lompatan modernisasi negara-negara tetangga.
      • Skandal KD Rahman: Kapal selam kebanggaan gagal menyelam pada 2010 akibat masalah teknis yang memalukan.
      • Kegagalan Modernisasi: Pemerintah terbukti tidak mampu menyediakan aset pertahanan modern bagi pasukan garis depan.
      Pembatasan Otoritas & Anggaran –
      • Keterbatasan Peran: Militer kehilangan taji dan hanya berfungsi sebagai pembantu polisi dalam masalah keamanan.
      • Pagu Anggaran Rendah: Anggaran pengadaan dibatasi ketat hanya pada angka 1,4% dari PDB.
      • Hambatan Fiskal: Defisit anggaran negara memaksa penundaan massal terhadap pembelian sistem senjata baru.
      • Ancaman Non-Tradisional: Lemahnya otoritas membuat militer gagap menghadapi sengketa wilayah dan ancaman lintas batas.
      Krisis Hubungan Luar Negeri –
      • Status Missspoken: Pernah terjadi penarikan sepihak dari kesepakatan dagang yang kemudian dibatalkan dengan alasan "salah bicara".
      • Diplomasi Ditolak: Antara 2018–2026, MALONSIA ditolak masuk oleh berbagai blok besar dunia (BRICS, G20, FIFA, UN).
      • Ketergantungan Eksternal: Strategi pertahanan sangat bergantung pada dinamika regional tanpa memiliki kemandirian perspektif.
      • Isu Maritim: Ketidakmampuan menjaga perbatasan maritim dari penyelundupan, perompakan, dan penambangan pasir ilegal.
      Data Beban Finansial Warga 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Melewati batas aman).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Populasi Terbebani: 36.385.115 jiwa menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544 per kepala.

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Impor Senjata Global (SIPRI 2021–2025)
      Data menunjukkan realisasi belanja nyata berdasarkan pangsa pasar global:
      Peringkat 1 ASEAN: Indonesia (1,5%) — Urutan 18 Dunia. Fokus pada Jet Rafale, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA.
      Peringkat 2 ASEAN: Filipina (1,2%).
      Peringkat 3 ASEAN: Singapura (1,1%).
      Peringkat 5 ASEAN: MALAYSEWA (0,3%) — Hanya mengandalkan pengadaan FA-50 dalam jumlah terbatas.
      -
      Lembar Fakta SIPRI 2024–2025
      INDONESIA (1 Lembar Penuh): Kontrak aktif untuk Rafale F-4, Mesin TP400-D6, Kapal PPA-L-Plus, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Drone Anka-S, serta Air Refuel System.
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Absen total dari realisasi pengadaan baru di radar SIPRI selama 2 tahun terakhir.
      -
      Peringkat Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kesenjangan kekuatan yang semakin melebar di Asia Tenggara:
      Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582) — Hegemon Mutlak.
      Vietnam – Peringkat 23.
      Thailand – Peringkat 24.
      Singapura – Peringkat 29.
      Myanmar – Peringkat 35.
      Filipina – Peringkat 41.
      MALAYSEWA – Peringkat 42 (Kalah dari Filipina).


      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ---------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.

      Hapus
  74. Lagi MEMALUkan MALAYSIA sudah stop runding pasal beras.... lah INDIANESIA Mengejar MALAYSIA siap hantar tim ke MALAYSIA diajaknya berunding NGEMIS ke MALAYSIA minta BERASnya dibeli....HAHAHAHHA



    Pemerintah Kirim Tim ke Sarawak, Lanjutkan Negosiasi Ekspor Beras ke Malaysia

    https://ekonomi.republika.co.id/berita/tfsda0490/pemerintah-kirim-tim-ke-sarawak-lanjutkan-negosiasi-ekspor-beras-ke-malaysia

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      Kelemahan Fatal Sukhoi Su-30MKM –
      • Krisis Mesin: Pada 2018, 14 dari 18 pesawat grounded akibat kerusakan mesin dan ketiadaan suku cadang.
      • Kegagalan Teknis: Mesin AL-31FP sering mengalami gagal bantalan (bearing) dan tekanan oli rendah akibat kelelahan logam.
      • Inkompatibilitas Barat: Sulit diintegrasikan dengan standar NATO (seperti Link 16) yang krusial untuk peperangan modern.
      • Deteksi Radar: Ukuran pesawat yang besar membuatnya lebih mudah terdeteksi radar dan visual musuh dalam pertempuran.
      Krisisi Sistemik Angkatan Bersenjata (MAF) –
      • Kegagalan Logistik: Sistem logistik saat ini terbukti tidak mampu mendukung operasi tempur skala penuh.
      • Peralatan Usang: Level teknologi militer tertinggal jauh di belakang negara-negara tetangga.
      • Kemauan Politik Rendah: Pemerintah enggan memotong anggaran non-pertahanan untuk membiayai modernisasi militer.
      • Kurang Panduan Strategis: Industri pertahanan domestik lumpuh karena tidak adanya arah kebijakan jangka panjang yang jelas.
      Skandal Kapal Perang & Proyek LCS –
      • Kapal Mangkrak: Hanya 4 dari 18 kapal baru yang berhasil diterima; rencana penggantian armada macet total.
      • Kegagalan LCS: Proyek LCS dinilai tidak layak menghadapi kompetitor kuat seperti China karena rendahnya daya tahan dan persenjataan.
      • Audit Mismanajemen: Temuan audit mengungkap manajemen buruk sebagai penyebab utama armada tetap tua dan rapuh.
      • Dominasi Maritim Hilang: Lebih dari setengah armada laut sudah melewati usia pakai, membuat patroli wilayah maritim menjadi mustahil.
      Ketergantungan Impor & Beban Finansial –
      • Ketergantungan Luar Negeri: Sebagian besar alutsista diimpor, membuat biaya melambung saat nilai tukar mata uang anjlok.
      • R&D Lumpuh: Aktivitas riset dan pengembangan lokal sangat terbatas akibat anggaran ketat dan lini masa yang tidak pasti.
      • Salah Urus Kontrak: Masalah manajemen logistik menghambat pengembangan kapabilitas tempur secara berkelanjutan.
      • Krisis Ekonomi: Gejolak finansial domestik membuat barang impor semakin tidak terjangkau bagi kas negara.
      Data Beban Utang Rakyat 2026 –
      • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
      • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
      • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi utang yang harus ditanggung setiap jiwa).

      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.


      Hapus
    3. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.


      Hapus
  75. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    Kelemahan Militer & Peringkat Rendah –
    • Ranking Kapabilitas: MALONSIA merosot ke peringkat 16 di Asia menurut Lowy Institute Asia Power Index.
    • Intervensi Politik: Pemimpin politik terlalu jauh mencampuri proses teknis pengadaan alutsista.
    • Korupsi Kronis: Sektor pertahanan digerogoti skandal korupsi yang menghambat modernisasi.
    • Kurang Otoritas: Militer hanya menjadi "pembantu" polisi dalam menangani tantangan keamanan non-tradisional.
    Krisis Alutsista & Tragedi Helikopter –
    • Armada Nuri Berdarah: Kebutuhan mendesak penggantian helikopter Nuri yang telah mencatat 14 kecelakaan fatal.
    • Teknologi Era 70-an: Sebagian besar peralatan tempur darat adalah barang lama sisa pembelian tahun 1970-1990.
    • Logistik Lumpuh: Pemerintah terbukti gagal menyediakan peralatan modern untuk mendukung operasional lapangan.
    • Aset Mangkrak: Pembatalan Batch baru fregat kelas Lekiu memperparah kekosongan kekuatan laut.
    Skandal Angkatan Laut (RMN) –
    • Armada Tua: Lebih dari 50% dari 49 kapal perang telah melewati batas usia pakai servis.
    • Skandal BNS: Temuan PAC menunjukkan subsidi pemerintah untuk proyek kapal RM 9 Miliar tidak digunakan sepenuhnya untuk pembangunan.
    • Gagal Pantau: Armada yang usang membuat MALONSIA tidak mampu memantau wilayah maritim yang luas secara efektif.
    • Ancaman Kedaulatan: Meningkatnya asertivitas China di Laut China Selatan serta isu pencurian pasir ilegal yang tak teratasi.
    Krisisi Politik & Ekonomi Sistemik –
    • Instabilitas Pemerintahan: Krisis 2020-2022 menyebabkan runtuhnya dua koalisi akibat perebutan kekuasaan internal.
    • Fundamental Rapuh: Ekonomi anjlok drastis akibat ketergantungan ekspor yang tinggi dan lemahnya permintaan global.
    • Kegagalan Fiskal: Kebijakan pengetatan fiskal gagal memperbaiki keseimbangan eksternal yang timpang.
    • Ketergantungan Energi: Penurunan harga energi global menghantam pendapatan negara secara langsung di tahun 2023.
    Data Beban Finansial 2026 –
    • Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB - Overlimit).
    • Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB - Overlimit).
    • Total Beban Per Warga: RM 94.544 (Akumulasi beban utang per kepala).

    BalasHapus
  76. MALUNYA.... 👎👎👎🤣🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.


      Hapus
    2. TIMELINE 2025-2026 MEMINTA BERAS INDONESIA
      -
      • 22 April 2025
      PM Anawar Mengutus Mentan Malaydesh Mohammad Bin Sabu mengunjungi Mentan RI Amran Sulaiman di Jakarta untuk resmi meminta pasokan beras Indonesia [CNBC Indonesia].
      -
      • Mei 2025
      Penandatanganan kerja sama B2B awal sebesar 2.000 ton dengan target 24.000 ton per tahun [CNN Indonesia].
      -
      • Januari 2026
      Mensesneg Prasetyo Hadi mengonfirmasi ulang permintaan ekspor dari Malaydesh seiring penguatan swasembada pangan RI [CNN Indonesia, Kompasiana].
      -
      • 14 Agustus 2026
      Kesepakatan pasokan 200.000 ton beras premium ke Sarawak senilai Rp3,4 triliun melalui sambungan telepon kedua Mentan [Kementerian Pertanian RI, BeritaSatu].
      -
      • Agustus 2026
      Realisasi ekspor perdana sebesar 1.000 ton beras premium ke Malaydesh sebagai kado HUT RI [Antara News].
      -
      • September 2026
      Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) resmi untuk melegalkan pengiriman bertahap [MetroTV].
      -
      • Oktober 2026
      Wamentan Sudaryono menegaskan proyek ekspor ini telah mendapat restu langsung dari Presiden Prabowo Subianto [Indonesia Emas 2045 ID].
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
  77. MALUNYA.... 👎👎👎🤣🤣🤣🤣🤣



    IHSG Anjlok, Indonesia Disebut Jadi Bursa Saham Terburuk Dunia 2026

    https://malangtimes.com/amp/baca/3331351870/20261013/173600/ihsg-anjlok-indonesia-disebut-jadi-bursa-saham-terburuk-dunia-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malang times... Malang sungguh!
      👎👎👎🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus

  78. FAKTA SIAPA YANG NGEMIS SEBENARNYA..... 👎👎🤣🤣🤣



    Bulog Kejar Ekspor Beras ke Sarawak, Peluang Baru bagi Petani dan Perdagangan Kalbar

    https://pontianakpost.jawapos.com/amp/ekonomi/2607150104/bulog-kejar-ekspor-beras-ke-sarawak-peluang-baru-bagi-petani-dan-perdagangan-kalbar

    BalasHapus

  79. FAKTA SIAPA YANG NGEMIS SEBENARNYA..... 👎👎🤣🤣🤣



    Bulog Kejar Ekspor Beras ke Sarawak, Peluang Baru bagi Petani dan Perdagangan Kalbar

    https://pontianakpost.jawapos.com/amp/ekonomi/2607150104/bulog-kejar-ekspor-beras-ke-sarawak-peluang-baru-bagi-petani-dan-perdagangan-kalbar

    BalasHapus
  80. Hanya PENGEMIS saja yang kejar kejar ni seperti MONEH SIR.... MONEY SIR... MONEY SIR..... 🔥🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus