28 Oktober 2026
Kunjungan kerja Menhan RI ke PT DI di Bandung (photos: PT DI)Bandung – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan & Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Letjen TNI Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Laksda TNI Sri Yanto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi, Wakil Komisaris Utama PTDI, Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, Komisaris PTDI, Yusron Ihza, serta jajaran manajemen PTDI di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI, Bandung.
Pada kesempatan ini, Menhan RI meninjau langsung perkembangan sejumlah program Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang tengah dikerjakan PTDI, meliputi program produksi, peningkatan sistem misi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat. Menhan RI dan rombongan mengawali kunjungannya dengan peninjauan pekerjaan upgrade mission system terhadap pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI AL. Selanjutnya, Menhan RI juga meninjau proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport (serial number N71) untuk end user TNI AL yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2027.
Agenda peninjauan berlanjut ke program modernisasi pesawat C-130 TNI Angkatan Udara (AU), serta pekerjaan rekondisi struktur dan pemeliharaan & perawatan (Harwat) 2 unit pesawat NC212-200 milik TNI AL. Dalam kesempatan yang sama, Menhan RI juga meninjau pekerjaan Service Life Extension Program (SLEP) dan avionics upgrade terhadap 3 unit pesawat CN235-100 milik Uni Emirat Arab (UAE Air Force) yang ditargetkan seluruhnya selesai pada akhir tahun 2027. Pekerjaan ini mencerminkan kapabilitas PTDI dalam memperpanjang usia pakai pesawat sekaligus meningkatkan kemampuan sistem avioniknya melalui program peningkatan dan modernisasi pesawat. Rangkaian peninjauan diakhiri di Hanggar FAL N219.
Kunjungan ini menegaskan peran strategis PTDI dalam mendukung pelaksanaan program Kemhan RI melalui pengembangan kapabilitas produksi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat militer. Berbagai program yang tengah berjalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri kedirgantaraan nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista Indonesia, sekaligus mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.
(PT DI)



Lanjuttt..no sewa haha!π€₯ππ
BalasHapusπ️ Konter Makro & Konseptual
BalasHapus1. Skala Populasi & Geografi
o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
2. PDB Total vs Per Kapita
o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
________________________________________
π Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
• Poin 2: Megahub Bandara OAG
o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
• Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
• Poin 13: Industri Semikonduktor
o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
• Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
o Konter:
Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.
destinasi komodo masyuk new 7 wonder om, seblah mana punyak masa mao pamerin tenyom gombak sich haha!π€£ππ
HapusGas cuman Dipotong 2%...Panikπ₯Ά
BalasHapusdek singa langsung kirim menteri datang sungkem aa terima lapang dada haha!ππ€π€
gimana kalo 100% yakkk haha!π€«ππ±
eittt ditunggu semenanjung kirim apaan haha!πππ
⬇️⬇️⬇️⬇️
Menlu Singapura Kunjungi Indonesia Hari Ini Usai Pasokan Gas Dipangkas
https://youtube.com/watch?v=B5yNLNU96Hs&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D
Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA
BalasHapussiap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA
Otak kau kosong .. katak dalam tempurung kau ni !!!
HapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
Hapus-
KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
-
UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
-
JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
-
INVESTING.COM INDONESIA:
Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
-
OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
-
Fitch Ratings:
Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
-
Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.
=========================================
=========================================
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
Dampak Riil:
Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
Hapus-
REVENUE: RM334.1 BILLION
EXPENDITURE: RM470 BILLION
SUBSIDY BURDEN: 23.9%
RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
------------------------------
GOVERNMENT REVENUE =
Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
-
TOTAL EXPENDITURE =
Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
-
BUDGET ALLOCATION =
RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
-
MAIN REASONS FOR BORROWING =
REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
-
CHRONIC BUDGET DEFICIT:
The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
--------------------------------------------
MALAYSEWA DEBT DATA 2026
Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
-
DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
--------------------------------
Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
Kesimpulan Strategis
Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.
Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA
BalasHapussiap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA
MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
MALONYET (2026–1998)
Hapus(The safety threshold of 65%)
-
2026
Populasi: 36.38 juta
Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
Beban per Kapita: RM 94,544
-
2025
Populasi: 35.97 juta
Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
Beban per Kapita: RM 81,998
-
2024
Populasi: 34.67 juta
Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
Beban per Kapita: RM 79,315
-
2023
Populasi: 35.12 juta
Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
Beban per Kapita: RM 74,587
-
2022
Populasi: 34.69 juta
Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
-
2021
Populasi: 34.28 juta
Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
Beban per Kapita: RM 67,667
-
2020
Populasi: 33.87 juta
Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
Beban per Kapita: RM 63,464
-
2019
Populasi: 33.45 juta
Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
Beban per Kapita: RM 60,179
-
2018
Populasi: 33.00 juta
Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
Beban per Kapita: RM 57,605
-
2017
Populasi: 32.54 juta
Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
Beban per Kapita: RM 54,910
-
2016
Populasi: 32.04 juta
Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
Beban per Kapita: RM 52,699
-
2015
Populasi: 31.52 juta
Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
Beban per Kapita: RM 51,253
-
2014
Populasi: 30.98 juta
Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
Beban per Kapita: RM 47,927
-
2013
Populasi: 30.42 juta
Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
Beban per Kapita: RM 44,992
-
2012
Populasi: 29.85 juta
Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
Beban per Kapita: RM 41,326
-
2011
Populasi: 29.26 juta
Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
Beban per Kapita: RM 37,904
-
2010
Populasi: 28.65 juta
Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
Beban per Kapita: RM 34,488
-
2009
Populasi: 28.04 juta
Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
Beban per Kapita: RM 31,326
-
2008
Populasi: 27.45 juta
Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
Beban per Kapita: RM 26,155
-
2007
Populasi: 26.86 juta
Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 25,316
-
2006
Populasi: 26.26 juta
Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
Beban per Kapita: RM 23,381
-
2005
Populasi: 25.66 juta
Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 21,940
-
2004
Populasi: 25.06 juta
Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
Beban per Kapita: RM 20,550
-
2003
Populasi: 24.46 juta
Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 18,560
-
2002
Populasi: 23.87 juta
Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
Beban per Kapita: RM 16,798
-
2001
Populasi: 23.28 juta
Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
Beban per Kapita: RM 15,162
-
2000
Populasi: 22.69 juta
Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
Beban per Kapita: RM 13,574
-
1999
Populasi: 22.11 juta
Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
Beban per Kapita: RM 12,210
-
1998
Populasi: 21.53 juta
Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
Beban per Kapita: RM 10,821
=============
=============
INDONESIA
(The safety threshold of 60%)
-
2026 Govt Debt-to-GDP : 40,46%
2026 Household Debt-to-GDP : 15,70%
ini baruw namanya bertetangga,
BalasHapuskalo ada selisih...duduk bareng musyawarahπ
menlu Sing bicara pake Bahasa Kita gaesz, Salut✌️
wah kahsiyan secara gak langsung bahasanya tupe m gak dianggap mantan propinsinya haha!π✌️π
maklom warganyet kl cuman brani kandang, kandang tenyom haha!ππ€£π
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
BAHAS ASAP KARHUTLA! Menlu Singapura Mendadak Bicara Bahasa Indonesia di Depan Menlu RI
https://m.youtube.com/watch?v=yukXq-49_GQ&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D
Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
Hapus-
KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
-
UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
-
JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
-
INVESTING.COM INDONESIA:
Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
-
OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
-
Fitch Ratings:
Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
-
Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.
=========================================
=========================================
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
Dampak Riil:
Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.
Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
Skala Ekonomi (PDB 2026):
PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
Ketahanan Fiskal:
Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
Peringkat Militer (GFP 2026):
Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
KESIMPULAN:
INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA
apanya disita, kita yg pegang PAWERπ¦Ύ
BalasHapusbuktinya menteri sing dateng, bicara pake bahasa indonesia..halus haha!ππ✌️
kahsiyan warganyet kl, tak dianggap serumpun sama mantan propinsinya haha!πππ
Eitttt Faktanya Kita STπP IMPOR BBM dr si Upil, ganti ke Ruski & Amrik...aman haha!ππ₯³π
BalasHapuskalo tetangga kesayangan kl,
kahsiyan masi aja NGEMIS minyak BBM mantan propinsinya yg lebih kaya haha!πππ
BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA
BalasHapusRupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur
https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur
π️ Konter Makro & Konseptual
Hapus1. Skala Populasi & Geografi
o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
2. PDB Total vs Per Kapita
o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
________________________________________
π Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
• Poin 2: Megahub Bandara OAG
o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
• Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
• Poin 13: Industri Semikonduktor
o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
• Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
o Konter:
Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
Hapus-
KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
-
UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
-
JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
-
INVESTING.COM INDONESIA:
Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
-
OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
-
Fitch Ratings:
Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
-
Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.
=========================================
=========================================
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
MALONYET bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
• Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONYET menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
• π¦§GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami π¦§GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
• Penerbitan Obligasi Pemerintah:
o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
3. Dampak terhadap Hutang Negara:
• Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.
BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA
BalasHapusRupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur
https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur
FAKTA terungkap, bananaπrepablik kl adalah negara kurang minyak BBM, makanya IMPOR BBM dari mantan propinsinya si singa mungil✌️
BalasHapuskl BIKIN MALYU BRITIS AJA haha!πΆπ«️ππ€₯
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
PM Malaysia Ungkap Petronas Telah Jadi Importir Minyak, Bukan Lagi Eksportir
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1325424226416246&id=BernamaTV&seo_visit=1
Nggak lihat divisi rotary wing? Penasaran yg lewat PT DI apa saja.π
BalasHapusOverall, kayaknya hanya lihat kemampuan bikin pesawat jadi. Kebetulan saja pekerjaan Hercules dilakukan sama divisi yg sama.π
Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY
BalasHapusFA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month
https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/
Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY
BalasHapusFA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month
https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/
KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH
BalasHapusDepresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg
KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH
BalasHapusDepresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg
Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH
BalasHapusArah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us
Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH
BalasHapusArah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us
negri singa bakal rugi berat kita SHOPPING BBM ke Ruski haha!ππ❌️
BalasHapusApgred Oil Refinery/Kilang Terbaruw kita segra Operasional Full hore haha!πππ
✅️apgred kilang Kalimantan
✅️apgred kilang Cilacap &
✅️brand new kilang Tuban selesai
uda deh, gak butuh sing lagi selamanya haha!πππ¦Ύ
✅️minyak Diesel kita skarang punTanpa impor haha!✌️π€π
kalo negriπ°kasino genting non stop IMPOR minyak terus dari singa mungil haha!π€£ππ€₯
⬇️⬇️⬇️
Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Siap Penuhi 25 Persen Kebutuhan BBM Nasional
Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. ✅️Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.
https://www.ogindonesia.com/2026/10/kilang-balikpapan-sudah-99-persen-siap.html?m=1
sebentar lagi masyuk genk NUKLIR☢️PAWER kita haha!π¦Ύ⚡️π
BalasHapusbukan 1 tempat tapi banyaaaakkk...
si warganyet negriπ°kasino genting si pengemis minyak bbm, uda gak ada gunanya lagi haha!ππ€£π₯Ά
⬇️⬇️
Indonesia dan Rusia dilaporkan menyepakati proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung berkapasitas 200 megawatt (MW) untuk memasok listrik ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.
https://youtube.com/watch?v=rDmCljplxg0&pp=ugUEEgJpZA%3D%3D
Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
BalasHapusyang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA
Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
BalasHapusyang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA
Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
BalasHapusyang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA
Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
apanye yg mao disita singa mungil???
BalasHapusFaktanya belum ada pelanggaran kontrak kok haha!πππ
Di dalam kontrak Gas ada batas minimum & maks yang harus di suplay/kirim...
lha minimum aja gak lewat...kenapa bananaπrepablik kl sewot haha!π€₯ππ€ͺ
kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGIIII....π
☢️PLT NUKLIR kita taro di Batam..OM SUKA..OM SUKA haha!πππ
Wah pantesan PANIKπ₯Ά langsung kirim menteri datang..lebih DANGER☠️ DARI ASAPπΆπ«️ ini mah haha!π€£✌️π±
ditunggu bikin dekat semenanjung, biar kejang disko skalian haha!π»ππ
⬇️⬇️⬇️
Respons Bahlil Ditanya Wartawan Terkait Isu Nuklir Dekat Singapura: Kau Punya Statement, Om Suka!
https://youtube.com/watch?v=L2xtMn_JHT4
apa ganti NSM bulan depan???
BalasHapusah lagu lama tetangga kesayangan ini mah
klo November uda di Ujung Taon..LAST LAST KENSEL haha!πππ€₯
❌️maren ituw katanya Juli...pastiπ€₯
❌️Juli lewat Ogos.
❌️November..ujung taon
mirip PRENK gowing lcs..konon desember bakal diserahkan..
Last Last 2027 April..April FOOLS haha!ππ€₯π€ͺ
Up beritanya admin...HOREYYYY
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
❌️NSM GAGAL apa gunanya lagi gowing lcs..mao pake apapun=makin LEMAH woiii..haha!ππ€£π
BalasHapusUp beritanya admin...HOREYYYY
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
BalasHapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
Up beritanya admin...HOREYYYY
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
HapusIMPOR BATUBARA INDONESIA =
59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
6.780 MW daya instan (real-time)
15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
-
IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
200 MW daya instan (real-time)
200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
--------------------------------
PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
-
PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
Cakupan Rumah Tangga:
Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
-
PERAN STRATEGIS:
Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
-
SUMBER & DASAR HITUNGAN
Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
--------------------------------
1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
2. Jagung: 240.000 ton.
3. Beras: 200.000 ton.
4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
--------------------------------
1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
---------------------------------
2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
---------------------------------
3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.
Up beritanya admin...HOREYYYY
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
Hapus-
KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
-
UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
-
JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
-
INVESTING.COM INDONESIA:
Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
-
OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
-
Fitch Ratings:
Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
-
Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.
=========================================
=========================================
1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
-
2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
• Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
-
3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
• Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
-
4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
• Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
------------------------------
KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
Dampak Riil:
Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
Dampak Riil:
Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.
semoga EXOCET 3C yang dipilih.....
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
HapusIMPOR BATUBARA INDONESIA =
59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
6.780 MW daya instan (real-time)
15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
-
IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
200 MW daya instan (real-time)
200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
--------------------------------
PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
-
PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
Cakupan Rumah Tangga:
Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
-
PERAN STRATEGIS:
Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
-
SUMBER & DASAR HITUNGAN
Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
--------------------------------
1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
2. Jagung: 240.000 ton.
3. Beras: 200.000 ton.
4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
--------------------------------
Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
--------------------------------
1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
---------------------------------
2. Dominasi Indonesia di ASEAN
Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.
semoga EXOCET 3C yang dipilih.....
BalasHapusMALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
HapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
HapusGOV. DEBT : 40% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
DEFISIT : 2,9%
GDP = USD 1,44 TRILIUN
=============
=============
MALONYET = BATAS LIMIT 65%
GOV. DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
DEFISIT : 3,8%
GDP = USD 416,90 MILIAR
5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
--
Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
• Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
• Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
• Tenor: 10 – 15 tahun.
• Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
-
2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
• Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
• Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
• Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
-
3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
• Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
• Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
• Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
-
4. China – Proyek LMS Batch 1
Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
• Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
• Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
• Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
• Tenor: 10 Tahun.
• Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
-
5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
• Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
• Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
• Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
• Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
-
6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
• Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
• Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
-
7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
• Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
• Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
• Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
• Tenor: 15 Tahun.
• Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.
KAHSIYAN warganyet kl makin PANIKπ₯Ά
BalasHapus❌️maren ituw katanya Juli...pastiπ€₯
❌️Juli lewat Ogos.
❌️November..ujung taon, ini mah LAST LAST KENSEL...PERCAYALAH haha!✌️❌️π
kahsiyan warganyet kl, mudah di gondolin haha!π€₯π€£π
Kalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........
BalasHapusKalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........
BalasHapusguys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......
BalasHapusguys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......
BalasHapusHUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
Hapus-
PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
PENGELUARAN : RM470 Miliar
BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
-------------------------------------------
SURAT UTANG MALONYET (1998–2026) 28 TAHUN DEFISIT
-
1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
-
1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
-
2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
-
2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
-
2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
-
2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
-
2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
-
2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
-
2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
-
2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
-
2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
-
2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
-
2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
--------------------------------------------
HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
-
1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
-
1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
-
2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
-
2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
-
2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
-
2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
-
2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
-
2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
-
2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
-
2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
-
2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
-
2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
-
2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
-
2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
-
2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
-
2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
-
2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
-
2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
-
2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
-
2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
-
2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
-
2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
-
2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
-
2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
-
2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
-
2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
-
2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
-
2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
-
2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
=============
=============
INDONESIA
Govt Debt-to-GDP : 40,46%
-
Household Debt-to-GDP : 15,70%
MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
BalasHapusMALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
-
Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
• Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
• Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
• Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
-
Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
• Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
• Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
----------------------------------
HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
-
Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
-
JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
-
UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
-
DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
-
BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
-
Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
-
IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
-
Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
-
Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
-
UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
-
Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
-
IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.
kahsiyan warganyet kl PANIKπ₯Ά
BalasHapusNSM kita Lancar Jaya haha!π₯³✌️π
kahsiyan semenanjung kl, tak dianggap Norwegia...gegara gowing lcs kapal cacat produksi super delay, uda tuw tes tak tembus 28 knots ..alamak Letoy haha!πππ
Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY
BalasHapushttps://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/
Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY
BalasHapushttps://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/
KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
HapusVULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
--
The 127mm VULCANO ammunition family, is composed by Ballistic Extended Range (BER) and Guided Long Range (GLR) ammunition with different multifunctional fuses, sensor and final guidance that extend the range of the gun up to 100km
------------------
BUKTI FULL TEMPUR
ASTER 15/30
TESEO
-
Berdasarkan laporan Fincantieri dan Janes Defence, kapal yang dialihkan ke Indonesia memang merupakan unit Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau kapal patroli lepas pantai multiguna yang awalnya diproduksi untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
Berikut adalah poin-poin kunci terkait pengalihan kapal tersebut:
Jenis Kapal: Kapal yang dialihkan adalah PPA kelas Thaon di Revel yang memiliki spesifikasi tinggi, sering dikategorikan sebagai fregat ringan karena kapabilitas multimisi dan tempurnya.
Spesifikasi dan Fitur: Kapal ini memiliki panjang 143 meter dan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) DCNS Sylver A43 untuk pertahanan udara.
Persenjataan: Kapal ini dipersenjatai dengan sistem sensor dan senjata terintegrasi dari Leonardo, termasuk meriam utama Oto Melara 127 mm/64 Vulcano, meriam 76 mm/62 Strales, dan peluncur rudal anti-kapal Teseo MK2E
------------------
INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
MALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
π¦§GORILA KETAR KETIR π₯π₯π₯
-
EXOCET
(SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
----------
TNI AL =
✅️YAKHONT 300 KM
✅️EXO B3 = 250 KM
✅️ATMACA = 250 KM
✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
✅️C802 = 180 KM
✅️C705 = 150 KM
==========
==========
TLDM =
❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
• Corruption
A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
• Aging fleet
The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
===================
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
Exo B 3 = 80 UNIT
MALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = 25 UNIT
HAAAAAA.......KASIANNNNN
----------
TNI AL =
✅️C802
✅️C705
✅️EXO B3
✅️YAKHONT 300 KM
✅️MICA
✅️MISTRAL
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
BalasHapus-
BADUT MALONYET 1 Februari 2026 pukul 14.36
Key Missile-Capable RMN Vessels:
1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.
2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).
3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).
4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.
5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.
6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
-
TLDM =
❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
==========
==========
KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
-----------------
Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
-----------------
DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
MENIT 3:25 =
1 KSOT : 12 TORPEDO
1 KSOT : 12 TORPEDO
1 KSOT : 12 TORPEDO
1 KSOT : 12 TORPEDO
1 KSOT : 12 TORPEDO
-
MENIT 24:39 =
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
-------------
INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
MALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
π¦§GORILA KETAR KETIR π₯π₯π₯
-
EXOCET
(SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
----------
TNI AL =
✅️TESEO = 350 KM
✅️YAKHONT 300 KM
✅️EXO B3 = 250 KM
✅️ATMACA = 250 KM
✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
✅️C802 = 180 KM
✅️C705 = 150 KM
----------------
1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
2 UNIT FREEGAT ISTIF
2 UNIT SCORPENE EVOLVED
GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH
BalasHapusF18 TUDM - misil HARPOON
Su30 MKM - misil KH31A
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH
BalasHapusF18 TUDM - misil HARPOON
Su30 MKM - misil KH31A
Exo B 3 = 80 UNIT
HapusMALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = 25 UNIT
HAAAAAA.......KASIANNNNN
----------
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
-----
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
Challenges
• Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
• Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
• Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
• Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
• Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
Impact
• The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
• The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
• Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
==========
1. DEBT 84.3% DARI GDP
2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. SEWA 12 AW149 TUDM
62. SEWA 4 AW139 TUDM
63. SEWA 5 EC120B TUDM
64. SEWA 2 AW159 TLDM
65. SEWA 4 UH-60A TDM
67. SEWA 12 AW149 TDM
68. SEWA 4 AW139 BOMBA
69. SEWA 2 AW159 MMEA
70. SEWA 7 BELL429 POLIS
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
• Delayed delivery
The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
• Design issues
The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
• Financial issues
Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
• Corruption
A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
• Aging fleet
The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
===================
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
Exo B 3 = 80 UNIT
MALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = 25 UNIT
HAAAAAA.......KASIANNNNN
----------
TNI AL =
✅️C802
✅️C705
✅️EXO B3
✅️YAKHONT 300 KM
✅️MICA
✅️MISTRAL
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
Hapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
________________________________________
DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
________________________________________
BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
________________________________________
DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
Timeline Kegagalan (Prank):
F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
________________________________________
KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
KESIMPULAN:
TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.
jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA
BalasHapusPeluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan
https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
HapusLEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
-----------------------------------
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
------------------------------------
PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
LCS = MANGKRAK 15 years
LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
LEKIU = EXO B2 EXPIRED
KASTURI = EXO B2 EXPIRED
LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
------------------------------------
THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
• Logistics
A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
• Budgeting
MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
• Personnel
The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
• Procurement
The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
• Political interference
Political interference and corruption are undermining combat readiness.
• Territorial disputes
MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
• Transboundary haze
Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
• Fleet sustainment
The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
• Nological obsolescence
Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
• Modernization
The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
=============================
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
BalasHapus-
1. πΉπ· Turki (LMS Batch 2)
Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
Tenor: 10 – 15 Tahun.
-
2. π°π· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
-
3. π¬π§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
-
4. π¨π³ China (LMS Batch 1)
Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
Tenor: 10 Tahun.
-
5. π΅π± Polandia (Tank PT-91M)
Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
Tenor: 10 Tahun cicilan.
-
6. π©πͺ Jerman (Kedah-Class)
Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
-
7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
Bunga: 6% (Saldo Menurun).
Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
-------------------------------
INDONESIA .....
STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
Radius Tempur & Dominasi Geografis:
Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
Kesehatan Fiskal (Pruden):
Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
________________________________________
MALONSIA.......
STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
Data Utang & Beban Warga 2026:
Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
KASHIYAN negriπ°kasino semenanjung kl,
BalasHapusSatu2nya negara di Duniya di Batalkan NSM oleh Norwegia haha!πππ
Paraaahhh tak dianggap...dah tuw si pembual dibuang haha!ππ€₯π€£
Exo B 3 = 80 UNIT
BalasHapusMALONYET NAVY = 55 VESSELS
80-55 = 25 UNIT
HAAAAAA.......KASIANNNNN
----------
KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
MISKIN = GDP MALONYET 444,984
-----
KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
-----
KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
-----
KAYA = 25 RADAR
MISKIN = 2 RADAR
-----
The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
Challenges
• Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
• Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
• Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
• Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
• Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
Impact
• The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
• The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
• Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
==========
1. DEBT 84.3% DARI GDP
2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
6. SEWA SIMULATOR MKM
7. PESAWAT MIG GROUNDED
8. SEWA MOTOR POLIS
9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
15. NO LST
16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
17. NO TANKER
18. NO KCR
19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
20. NO SPH
21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
22. NO HELLFIRE
23. NO MPA ATR72 DELAYED
24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
27. LCS MANGKRAK KARATAN
28. OPV MANGKRAK
29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
32. RADAR GIFTED PAID USA
33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
34. SEWA VVSHORAD
35. SEWA TRUK 3 TON
36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
37. C130H DIGANTI 2045
38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
41. NO TRACKED SPH
42. SEWA SIMULATOR HELI
43. SPH CANCELLED
44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
45. NO PESAWAT COIN
46. PILATUS MK II KARATAN
47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
51. LYNX GROUNDED
52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
61. SEWA 12 AW149 TUDM
62. SEWA 4 AW139 TUDM
63. SEWA 5 EC120B TUDM
64. SEWA 2 AW159 TLDM
65. SEWA 4 UH-60A TDM
67. SEWA 12 AW149 TDM
68. SEWA 4 AW139 BOMBA
69. SEWA 2 AW159 MMEA
70. SEWA 7 BELL429 POLIS
πKAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2π
GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH
BalasHapusEXOCET BLOCK 3 - 200KM
EXOCET BLOCK 3C - 250KM
GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH
BalasHapusEXOCET BLOCK 3 - 200KM
EXOCET BLOCK 3C - 250KM