28 Oktober 2026

Menhan RI Tinjau Progres Produksi dan Modernisasi Alutsista di PTDI

28 Oktober 2026

Kunjungan kerja Menhan RI ke PT DI di Bandung (photos: PT DI)

Bandung  – Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan & Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Letjen TNI Gabriel Lema, serta Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI, Laksda TNI Sri Yanto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI). Rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan beserta jajaran Direksi, Wakil Komisaris Utama PTDI, Marsdya TNI (Purn.) Bagus Puruhito, Komisaris PTDI, Yusron Ihza, serta jajaran manajemen PTDI di Hanggar Final Assembly Line (FAL) Fixed Wing PTDI, Bandung.

Pada kesempatan ini, Menhan RI meninjau langsung perkembangan sejumlah program Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang tengah dikerjakan PTDI, meliputi program produksi, peningkatan sistem misi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat. Menhan RI dan rombongan mengawali kunjungannya dengan peninjauan pekerjaan upgrade mission system terhadap pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) milik TNI AL. Selanjutnya, Menhan RI juga meninjau proses produksi pesawat CN235-220 Military Transport (serial number N71) untuk end user TNI AL yang ditargetkan selesai pada awal tahun 2027.

Agenda peninjauan berlanjut ke program modernisasi pesawat C-130 TNI Angkatan Udara (AU), serta pekerjaan rekondisi struktur dan pemeliharaan & perawatan (Harwat) 2 unit pesawat NC212-200 milik TNI AL. Dalam kesempatan yang sama, Menhan RI juga meninjau pekerjaan Service Life Extension Program (SLEP) dan avionics upgrade terhadap 3 unit pesawat CN235-100 milik Uni Emirat Arab (UAE Air Force) yang ditargetkan seluruhnya selesai pada akhir tahun 2027. Pekerjaan ini mencerminkan kapabilitas PTDI dalam memperpanjang usia pakai pesawat sekaligus meningkatkan kemampuan sistem avioniknya melalui program peningkatan dan modernisasi pesawat. Rangkaian peninjauan diakhiri di Hanggar FAL N219.

Kunjungan ini menegaskan peran strategis PTDI dalam mendukung pelaksanaan program Kemhan RI melalui pengembangan kapabilitas produksi, modernisasi, serta pemeliharaan dan perawatan pesawat militer. Berbagai program yang tengah berjalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan industri kedirgantaraan nasional dalam mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista Indonesia, sekaligus mewujudkan kemandirian pertahanan nasional. 

(PT DI)

90 komentar:

  1. Lanjuttt..no sewa haha!πŸ€₯πŸŒπŸ˜‹

    BalasHapus
  2. πŸ›️ Konter Makro & Konseptual
    1. Skala Populasi & Geografi
    o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
    o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
    2. PDB Total vs Per Kapita
    o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
    o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
    ________________________________________
    πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
    • Poin 2: Megahub Bandara OAG
    o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
    o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
    • Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
    o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
    o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
    • Poin 13: Industri Semikonduktor
    o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
    o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
    • Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
    o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
    o Konter:
     Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
     Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.

    BalasHapus
    Balasan
    1. destinasi komodo masyuk new 7 wonder om, seblah mana punyak masa mao pamerin tenyom gombak sich haha!πŸ€£πŸ‘ŽπŸŒ

      Hapus
  3. Gas cuman Dipotong 2%...PanikπŸ₯Ά
    dek singa langsung kirim menteri datang sungkem aa terima lapang dada haha!πŸ‘πŸ€­πŸ€—
    gimana kalo 100% yakkk haha!πŸ€«πŸ‘ŒπŸ˜±

    eittt ditunggu semenanjung kirim apaan haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ˜

    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Menlu Singapura Kunjungi Indonesia Hari Ini Usai Pasokan Gas Dipangkas
    https://youtube.com/watch?v=B5yNLNU96Hs&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D

    BalasHapus
  4. Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA

    siap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Otak kau kosong .. katak dalam tempurung kau ni !!!

      Hapus
    2. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    3. HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
      -
      KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
      menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
      -
      UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
      mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
      -
      JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
      mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
      -
      INVESTING.COM INDONESIA:
      Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
      -
      OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
      Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
      -
      Fitch Ratings:
      Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
      -
      Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.

      =========================================
      =========================================
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      ------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.

      Hapus
    4. PMX : NET IMPORTIR = GOVT DEBT 70,5% TO GDP = HOUSEHOLD 84,3% TO GDP
      -
      REVENUE: RM334.1 BILLION
      EXPENDITURE: RM470 BILLION
      SUBSIDY BURDEN: 23.9%
      RM334.1 – RM470 = DEFICIT OF RM135.9
      ------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------------------
      MALAYSEWA DEBT DATA 2026
      Government Debt: RM 1.79 trillion (Government Debt-to-GDP Ratio: 70.5% - Statutory Limit: 65%)
      Household Debt: RM 1.65 trillion (Household Debt-to-GDP Ratio: 84.3% - Statutory Limit: 65%)
      MALAYSEWA Population 2026: 36,385,115 people
      -
      DEBT PER CAPITA CALCULATION FOR MALAYSEWA 2026
      Government Debt: RM 1,790,000,000,000 / 36,385,115 = RM 49,196
      Household Debt: RM 1,650,000,000,000 / 36,385,115 = RM 45,348
      ➡️ TOTAL CUMULATIVE BURDEN PER CITIZEN: RM 49,196 + RM 45,348 = RM 94,544
      --------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.
      Kesimpulan Strategis
      Tahun 2026 menjadi titik nadir di mana krisis utang pemerintah berdampak langsung pada pelemahan pertahanan nasional dan reputasi internasional. Model pengadaan "Barter CPO" dan "Kredit 100%" terbukti belum cukup untuk menambal kekosongan armada tempur di tengah tekanan sanksi dagang global.

      Hapus
  5. Mau KETAWA melihat negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHAHA

    siap siap ya aset negara disita oleh Singapura..... HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. MALONYET (2026–1998)
      (The safety threshold of 65%)
      -
      2026
      Populasi: 36.38 juta
      Utang Govt: RM 1.79 Triliun (70.5%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (84.3%)
      Beban per Kapita: RM 94,544
      -
      2025
      Populasi: 35.97 juta
      Utang Govt: RM 1.30 Triliun (-%)
      Utang Household: RM 1.65 Triliun (-%)
      Beban per Kapita: RM 81,998
      -
      2024
      Populasi: 34.67 juta
      Utang Govt: RM 1.22 Triliun (64.6%)
      Utang Household: RM 1.53 Triliun (84.2%)
      Beban per Kapita: RM 79,315
      -
      2023
      Populasi: 35.12 juta
      Utang Govt: RM 1.17 Triliun (64.3%)
      Utang Household: RM 1.45 Triliun (81.2%)
      Beban per Kapita: RM 74,587
      -
      2022
      Populasi: 34.69 juta
      Utang Govt: RM 1.08 Triliun (60.1%) [1]
      Utang Household: RM 1.38 Triliun (80.9%)
      Beban per Kapita: RM 70,901 [1]
      -
      2021
      Populasi: 34.28 juta
      Utang Govt: RM 979.81 Miliar (63.3%)
      Utang Household: RM 1.34 Triliun (89.1%)
      Beban per Kapita: RM 67,667
      -
      2020
      Populasi: 33.87 juta
      Utang Govt: RM 879.56 Miliar (62.0%)
      Utang Household: RM 1.27 Triliun (87.5%)
      Beban per Kapita: RM 63,464
      -
      2019
      Populasi: 33.45 juta
      Utang Govt: RM 793.00 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 1.22 Triliun (82.5%)
      Beban per Kapita: RM 60,179
      -
      2018
      Populasi: 33.00 juta
      Utang Govt: RM 741.00 Miliar (52.5%)
      Utang Household: RM 1.16 Triliun (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 57,605
      -
      2017
      Populasi: 32.54 juta
      Utang Govt: RM 686.80 Miliar (51.9%)
      Utang Household: RM 1.10 Triliun (83.2%)
      Beban per Kapita: RM 54,910
      -
      2016
      Populasi: 32.04 juta
      Utang Govt: RM 648.50 Miliar (52.7%)
      Utang Household: RM 1.04 Triliun (86.1%)
      Beban per Kapita: RM 52,699
      -
      2015
      Populasi: 31.52 juta
      Utang Govt: RM 630.50 Miliar (55.1%)
      Utang Household: RM 985.00 Miliar (86.0%)
      Beban per Kapita: RM 51,253
      -
      2014
      Populasi: 30.98 juta
      Utang Govt: RM 582.80 Miliar (55.0%)
      Utang Household: RM 902.00 Miliar (85.1%)
      Beban per Kapita: RM 47,927
      -
      2013
      Populasi: 30.42 juta
      Utang Govt: RM 547.70 Miliar (54.7%)
      Utang Household: RM 821.00 Miliar (82.0%)
      Beban per Kapita: RM 44,992
      -
      2012
      Populasi: 29.85 juta
      Utang Govt: RM 501.60 Miliar (53.3%)
      Utang Household: RM 732.00 Miliar (77.8%)
      Beban per Kapita: RM 41,326
      -
      2011
      Populasi: 29.26 juta
      Utang Govt: RM 456.10 Miliar (51.8%)
      Utang Household: RM 653.00 Miliar (74.2%)
      Beban per Kapita: RM 37,904
      -
      2010
      Populasi: 28.65 juta
      Utang Govt: RM 407.10 Miliar (52.4%)
      Utang Household: RM 581.00 Miliar (74.8%)
      Beban per Kapita: RM 34,488
      -
      2009
      Populasi: 28.04 juta
      Utang Govt: RM 362.40 Miliar (51.1%)
      Utang Household: RM 516.00 Miliar (72.0%)
      Beban per Kapita: RM 31,326
      -
      2008
      Populasi: 27.45 juta
      Utang Govt: RM 258.00 Miliar (41.3%)
      Utang Household: RM 460.00 Miliar (73.0%)
      Beban per Kapita: RM 26,155
      -
      2007
      Populasi: 26.86 juta
      Utang Govt: RM 266.00 Miliar (41.1%)
      Utang Household: RM 414.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 25,316
      -
      2006
      Populasi: 26.26 juta
      Utang Govt: RM 242.00 Miliar (41.5%)
      Utang Household: RM 372.00 Miliar (63.0%)
      Beban per Kapita: RM 23,381
      -
      2005
      Populasi: 25.66 juta
      Utang Govt: RM 228.00 Miliar (43.8%)
      Utang Household: RM 335.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 21,940
      -
      2004
      Populasi: 25.06 juta
      Utang Govt: RM 217.00 Miliar (45.1%)
      Utang Household: RM 298.00 Miliar (62.0%)
      Beban per Kapita: RM 20,550
      -
      2003
      Populasi: 24.46 juta
      Utang Govt: RM 189.00 Miliar (45.9%)
      Utang Household: RM 265.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 18,560
      -
      2002
      Populasi: 23.87 juta
      Utang Govt: RM 165.00 Miliar (44.9%)
      Utang Household: RM 236.00 Miliar (64.0%)
      Beban per Kapita: RM 16,798
      -
      2001
      Populasi: 23.28 juta
      Utang Govt: RM 146.00 Miliar (42.5%)
      Utang Household: RM 207.00 Miliar (60.0%)
      Beban per Kapita: RM 15,162
      -
      2000
      Populasi: 22.69 juta
      Utang Govt: RM 126.00 Miliar (36.1%)
      Utang Household: RM 182.00 Miliar (52.0%)
      Beban per Kapita: RM 13,574
      -
      1999
      Populasi: 22.11 juta
      Utang Govt: RM 113.00 Miliar (40.4%)
      Utang Household: RM 157.00 Miliar (56.0%)
      Beban per Kapita: RM 12,210
      -
      1998
      Populasi: 21.53 juta
      Utang Govt: RM 98.00 Miliar (35.8%)
      Utang Household: RM 135.00 Miliar (49.3%)
      Beban per Kapita: RM 10,821
      =============
      =============
      INDONESIA
      (The safety threshold of 60%)
      -
      2026 Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      2026 Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
  6. ini baruw namanya bertetangga,
    kalo ada selisih...duduk bareng musyawarahπŸ‘Œ
    menlu Sing bicara pake Bahasa Kita gaesz, Salut✌️

    wah kahsiyan secara gak langsung bahasanya tupe m gak dianggap mantan propinsinya haha!πŸ˜‰✌️😎

    maklom warganyet kl cuman brani kandang, kandang tenyom haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸŒ

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    BAHAS ASAP KARHUTLA! Menlu Singapura Mendadak Bicara Bahasa Indonesia di Depan Menlu RI
    https://m.youtube.com/watch?v=yukXq-49_GQ&pp=ygUcbWVubHUgc2luZ2FwdXJhIGtlIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D

    BalasHapus
  7. Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
      -
      KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
      menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
      -
      UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
      mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
      -
      JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
      mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
      -
      INVESTING.COM INDONESIA:
      Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
      -
      OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
      Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
      -
      Fitch Ratings:
      Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
      -
      Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.

      =========================================
      =========================================
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      ------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      Dampak Riil:
      Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
      Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
  8. Bukan apa kalau menteri luar negeri singapura tidak bercakap bahasa ingris takut yang sebelah tu TAK FAHAM.... HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: HEGEMON KAWASAN & RAKSASA EKONOMI
      Realisasi SIPRI (Periode 2021–2025):
      Peringkat 18 Dunia: Importir senjata terbesar di Asia Tenggara (pangsa pasar 1,5%).
      Lembar Belanja 2024-2025: PENUH/LENGKAP (Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal BORA & KHAN, Kapal PPA-L-Plus, Drone Anka-S, Air Refueling System).
      Skala Ekonomi (PDB 2026):
      PDB PPP: US$ 5,69 Triliun (Peringkat 6 Dunia) — 4,24 kali lipat lebih besar dari MALONSIA.
      PDB Nominal: US$ 1,69 Triliun.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 13 Dunia: Nomor 1 di ASEAN dengan modernisasi aktif dan mandiri.
      Ketahanan Fiskal:
      Sangat Sehat dengan ruang belanja luas untuk alutsista strategis generasi terbaru.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & SALAM KOSONG
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional seluruh instansi akibat dampak konflik global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: 24.100 PHK (Data SOCSO); restrukturisasi Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      Status SIPRI (2024-2025) = KOSONG: Absen total dari daftar realisasi impor senjata global; modernisasi lumpuh total.
      Kronologi Kegagalan (Timeline "Prank"):
      2014: Jet Rafale Prancis (Mangkrak).
      2022: Jet HAL Tejas India (Batal).
      2024-2025: Sewa Black Hawk (Mangkrak/Unit tidak tiba).
      2026: F/A-18 HORNET KUWAIT RESMI BATAL.
      Data Utang & Beban Warga 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      Peringkat Militer (GFP 2026):
      Peringkat 42 Dunia: Posisi terbawah di antara negara utama ASEAN, resmi disalip Filipina (Peringkat 41).
      KESIMPULAN:
      INDONESIA PERINGKAT 13 DUNIA & SIPRI LENGKAP VS MALONSIA PERINGKAT 42 DUNIA & BEBAN UTANG RM 94K/JIWA

      Hapus
  9. apanya disita, kita yg pegang PAWER🦾

    buktinya menteri sing dateng, bicara pake bahasa indonesia..halus haha!πŸ˜‰πŸ‘Œ✌️

    kahsiyan warganyet kl, tak dianggap serumpun sama mantan propinsinya haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ˜‚

    BalasHapus
  10. Eitttt Faktanya Kita STπŸ“›P IMPOR BBM dr si Upil, ganti ke Ruski & Amrik...aman haha!πŸ‘ŒπŸ₯³πŸ‘

    kalo tetangga kesayangan kl,
    kahsiyan masi aja NGEMIS minyak BBM mantan propinsinya yg lebih kaya haha!πŸ˜‚πŸŒπŸ˜‹

    BalasHapus
  11. BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA



    Rupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur

    https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur

    BalasHapus
    Balasan
    1. πŸ›️ Konter Makro & Konseptual
      1. Skala Populasi & Geografi
      o Lawan: Peringkat per kapita Indonesia (HDI, GDP, inovasi) lebih rendah.
      o Konter: Mengelola 280 juta jiwa di belasan ribu pulau jauh lebih menantang daripada Malaysia (34 juta jiwa). Populasi Jawa Tengah saja sudah melebihi total penduduk Malaysia.
      2. PDB Total vs Per Kapita
      o Lawan: PDB per kapita Malaysia lebih unggul di dunia Muslim.
      o Konter: PDB per kapita Malaysia tinggi karena penduduknya sedikit. Secara absolut, PDB Indonesia adalah yang terbesar di Asia Tenggara (>USD 1,4 Triliun) dan satu-satunya anggota G20 di kawasan.
      ________________________________________
      πŸ” Konter Spesifik Poin demi Poin (Oktober 2026)
      • Poin 2: Megahub Bandara OAG
      o Lawan: KLIA peringkat ke-4 dunia untuk transit internasional, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: OAG hanya menghitung transit internasional. Malaysia wajib fokus ke sana karena wilayah domestiknya kecil. Indonesia sengaja berfokus pada konektivitas domestik untuk menghubungkan ribuan pulau.
      • Poin 5: Sirkuit F1 (Sepang vs Mandalika)
      o Lawan: Mandalika tidak layak menggelar F1.
      o Konter: Mandalika didesain khusus untuk MotoGP (FIM Grade A). Tidak mengambil lisensi F1 (FIA Grade 1) adalah pilihan bisnis strategis demi efisiensi biaya (hosting fee), bukan karena sirkuit tidak layak.
      • Poin 13: Industri Semikonduktor
      o Lawan: Malaysia peringkat ke-6 dunia, Indonesia tidak masuk.
      o Konter: Malaysia fokus pada packaging & testing semikonduktor. Indonesia memilih fokus pada hilirisasi nikel dan baterai kendaraan listrik (EV)—sektor masa depan di mana Indonesia menguasai pasokan global.
      • Poin 17 & 18: Maskapai & Pariwisata
      o Lawan: Malaysia Airlines raih Best MICE Airline 2026; Penang kalahkan Bali di daftar NatGeo 2027.
      o Konter:
       Maskapai: Malaysia Airlines unggul di MICE, tetapi Garuda Indonesia berkali-kali menjadi maskapai paling tepat waktu di dunia versi OAG.
       Wisata: Penang masuk daftar karena promosi kereta gantung baru. Namun secara volume dan prestise, Bali tetap ikon global utama yang konsisten merajai TripAdvisor Travelers' Choice Awards.

      Hapus
  12. BYE...BYE....Negara setara ZIMBABWE....HAHAHAHHA



    Rupiah Kian Tertekan, Imbas Harga Minyak Naik dan Dana Asing Kabur

    https://money.kompas.com/read/2026/10/26/095523126/rupiah-kian-tertekan-imbas-harga-minyak-naik-dan-dana-asing-kabur

    BalasHapus
  13. FAKTA terungkap, banana🍌repablik kl adalah negara kurang minyak BBM, makanya IMPOR BBM dari mantan propinsinya si singa mungil✌️

    kl BIKIN MALYU BRITIS AJA haha!😢‍🌫️🍌πŸ€₯

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    PM Malaysia Ungkap Petronas Telah Jadi Importir Minyak, Bukan Lagi Eksportir

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1325424226416246&id=BernamaTV&seo_visit=1

    BalasHapus
  14. Nggak lihat divisi rotary wing? Penasaran yg lewat PT DI apa saja.😁

    Overall, kayaknya hanya lihat kemampuan bikin pesawat jadi. Kebetulan saja pekerjaan Hercules dilakukan sama divisi yg sama.πŸ˜…

    BalasHapus
  15. Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY



    FA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month

    https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/

    BalasHapus
  16. Wowww...... ada bau bau pengumuman pengganti NSM dalam masa terdekat guys....HOREYYYYYYYYY



    FA-50Ms this Friday, NSM Replacement Announcement, Next Month

    https://www.malaysiandefence.com/fa-50ms-this-friday-nsm-replacement-announcement-next-month/

    BalasHapus
  17. KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH



    Depresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg

    BalasHapus
  18. KESIAN negara ZIMBABWE ASEAN guys....HAHAHAHAHAH



    Depresiasi Rupiah Berujung Pada Net Sell hingga Kejatuhan IHSG

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125967/depresiasi-rupiah-berujung-pada-net-sell-hingga-kejatuhan-ihsg

    BalasHapus
  19. Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH



    Arah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us

    BalasHapus
  20. Sudah senilai Rp18.200 per 1 Dollar....??? WOWW HEBAT !!!!!....HAHAHAHAHAH



    Arah Rupiah Saat di Luar Negeri Sempat Sentuh Rp18.200/US$

    https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/125817/arah-rupiah-saat-di-luar-negeri-sempat-sentuh-rp18-200-us

    BalasHapus
  21. negri singa bakal rugi berat kita SHOPPING BBM ke Ruski haha!πŸ‘ŽπŸ˜‚❌️

    Apgred Oil Refinery/Kilang Terbaruw kita segra Operasional Full hore haha!πŸ˜‰πŸ‘ŒπŸ˜Ž
    ✅️apgred kilang Kalimantan
    ✅️apgred kilang Cilacap &
    ✅️brand new kilang Tuban selesai
    uda deh, gak butuh sing lagi selamanya haha!πŸ˜‚πŸ“›πŸ¦Ύ
    ✅️minyak Diesel kita skarang punTanpa impor haha!✌️πŸ€—πŸ˜Ž
    kalo negri🎰kasino genting non stop IMPOR minyak terus dari singa mungil haha!🀣🍌πŸ€₯
    ⬇️⬇️⬇️
    Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Siap Penuhi 25 Persen Kebutuhan BBM Nasional
    Sambil menunggu kilang beroperasi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional aman dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. ✅️Solar pun tidak menemui kendala karena kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, ketersediaan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.
    https://www.ogindonesia.com/2026/10/kilang-balikpapan-sudah-99-persen-siap.html?m=1

    BalasHapus
  22. sebentar lagi masyuk genk NUKLIR☢️PAWER kita haha!🦾⚡️😎
    bukan 1 tempat tapi banyaaaakkk...
    si warganyet negri🎰kasino genting si pengemis minyak bbm, uda gak ada gunanya lagi haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸ₯Ά
    ⬇️⬇️
    Indonesia dan Rusia dilaporkan menyepakati proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terapung berkapasitas 200 megawatt (MW) untuk memasok listrik ke wilayah utara Pulau Halmahera, Maluku Utara.
    https://youtube.com/watch?v=rDmCljplxg0&pp=ugUEEgJpZA%3D%3D

    BalasHapus
  23. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  24. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  25. Up beritanya admin...satu lagi berita GEMBIRA...HOREYYYYY
    yang ZIMBABWE ASEAN tu tepi sikit,,,,,HAHAHAHAHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  26. apanye yg mao disita singa mungil???
    Faktanya belum ada pelanggaran kontrak kok haha!πŸ˜πŸ˜‹πŸ˜†
    Di dalam kontrak Gas ada batas minimum & maks yang harus di suplay/kirim...
    lha minimum aja gak lewat...kenapa banana🍌repablik kl sewot haha!πŸ€₯🍌πŸ€ͺ
    kahsiyan warganyet kl, KALAH LAGIIII....πŸ‘Ž

    ☢️PLT NUKLIR kita taro di Batam..OM SUKA..OM SUKA haha!πŸ‘πŸ˜ŽπŸ˜‰
    Wah pantesan PANIKπŸ₯Ά langsung kirim menteri datang..lebih DANGER☠️ DARI ASAP😢‍🌫️ ini mah haha!🀣✌️😱

    ditunggu bikin dekat semenanjung, biar kejang disko skalian haha!πŸ‘»πŸ˜‚πŸŒ

    ⬇️⬇️⬇️
    Respons Bahlil Ditanya Wartawan Terkait Isu Nuklir Dekat Singapura: Kau Punya Statement, Om Suka!
    https://youtube.com/watch?v=L2xtMn_JHT4

    BalasHapus
  27. apa ganti NSM bulan depan???
    ah lagu lama tetangga kesayangan ini mah

    klo November uda di Ujung Taon..LAST LAST KENSEL haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ€₯

    ❌️maren ituw katanya Juli...pastiπŸ€₯
    ❌️Juli lewat Ogos.
    ❌️November..ujung taon

    mirip PRENK gowing lcs..konon desember bakal diserahkan..
    Last Last 2027 April..April FOOLS haha!πŸ˜‹πŸ€₯πŸ€ͺ

    BalasHapus
  28. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  29. ❌️NSM GAGAL apa gunanya lagi gowing lcs..mao pake apapun=makin LEMAH woiii..haha!πŸ‘ŽπŸ€£πŸ˜‚

    BalasHapus
  30. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
  31. Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
  32. Ada GORILLA level ZIMBABWE kepanasan guys......HAHAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
  33. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  34. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      1. Perang Data SIPRI: Dominasi vs Kelumpuhan
      Indonesia (Status: Power House): Memiliki daftar pengadaan "Satu Lembar Penuh" (Rafale, A400M, Khan, PPA). Ini menunjukkan kemampuan Cash/Kredit Sehat yang didukung ruang fiskal lebar (Utang Pemerintah hanya 41,1%). Indonesia membeli sebagai "Owner" dengan kepastian Transfer Teknologi.
      MALONYET (Status: Lumpuh/Zonk): Fenomena "2 Tahun SIPRI Kosong" menjadi bukti empiris negara sedang dalam kondisi "Miskin No Shopping". Tidak adanya kontrak baru menunjukkan anggaran pertahanan telah "dimakan" oleh kewajiban pembayaran bunga utang.
      ---------------------------------
      2. Metodologi Akuisisi: Kedaulatan vs Barter Darurat
      Indonesia: Menggunakan kekuatan devisa dan anggaran negara untuk membeli teknologi tingkat tinggi (Tier-1).
      MALONYET: Bergantung pada skema Barter Sawit (MKM, Scorpene, FA-50) dan Leasing (Sewa). Ini adalah indikator "Ekonomi Darurat" di mana negara tidak memiliki likuiditas tunai yang cukup untuk membayar Down Payment (DP) alutsista.
      ---------------------------------
      3. Analisis Beban Utang Per Kapita (Mengerikan)
      Data 2025 mengungkap beban riil yang harus ditanggung rakyat MALONYET:
      Beban Gabungan: Setiap warga MALONYET memikul beban utang (Pemerintah + Rumah Tangga) rata-rata RM 82.000.
      Efek Domino: Utang Pemerintah yang menembus 70,5% GDP (melewati batas aman 65%) memaksa negara melakukan pemotongan anggaran sektor publik demi membayar cicilan, yang berujung pada lumpuhnya modernisasi militer.

      Hapus
  35. Up beritanya admin...HOREYYYY



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. HOAKS = MALINGSIAL KLAIM SETARA ZIMBABWE
      -
      KEMENTERIAN KOMINFO : BANK DUNIA TIDAK PUNYA PERINGKAT "NEGARA TERMISKIN"
      menegaskan secara kelembagaan bahwa infografis di media sosial murni bentuk manipulasi informasi untuk memicu kepanikan publik, karena bank dunia tidak pernah merilis peringkat tersebut.
      -
      UNIVERSITAS GADJAH MADA: KESALAHAN FATAL KONVERSI KURS PPP VS REGULER
      mengunci fakta ilmiah bahwa pembuat hoaks salah mengalikan indikator bank dunia ($8,30) dengan kurs reguler. menggunakan kurs ppp (purchasing power parity) yang benar, kemiskinan ekstrem riil indonesia sebenarnya sangat rendah, hanya sekitar 1,3%.
      -
      JALAHOAKS DKI (Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta) : STATUS RESMI INDONESIA ADALAH UPPER-MIDDLE-INCOME
      mematahkan narasi negara miskin dengan fakta bahwa status ekonomi indonesia sah berada di kategori pendapatan menengah ke atas, jauh di atas ambang batas minimal usd 4.516.
      -
      INVESTING.COM INDONESIA:
      Meluruskan bahwa Indonesia tidak turun kelas instan di indeks MSCI, melainkan diberi tenggat waktu konsultasi hingga Juni 2027.
      -
      OJK (OTORITAS JASA KEUANGAN) :
      Menegaskan penurunan IHSG dipicu sentimen teknis penegakan hukum manipulasi pasar, bukan karena pelemahan ekonomi ekonomi makro.
      -
      Fitch Ratings:
      Menyatakan peringkat kredit dan prospek ekonomi Indonesia tetap stabil serta kuat, tidak terpengaruh isu MSCI.
      -
      Badan Kebijakan Fiskal (BKF): Menegaskan indikator makroekonomi aman dan menjelaskan metodologi indeks pasar terpisah dari ketahanan fiskal negara.

      =========================================
      =========================================
      1. BANGKRUT = UTANG HOUSEHOLD DEBT) 84,3% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan Bank Negara Malaysia (BNM) dan pengumuman Parlemen oleh Menkeu/PM Anwar Ibrahim serta jajaran Kemenkeu Malaysia.
      -
      2. BANGKRUT = UTANG PEMERINTAH (GOVT DEBT) 70,5% TO GDP
      • Sumber Resmi: Laporan makroekonomi Trading Economics dan Kementerian Keuangan Malaysia.
      -
      3. DEFISIT 28 TAHUN DEFISIT SEJAK KRISIS MONETER 1998 HINGGA 2026
      • Sumber Resmi: Pidato fiskal PM Anwar Ibrahim dan analisis media ekonomi (The Edge / NST).
      -
      4. HANYA BAYAR BUNGA BUKAN BAYAR POKOK HUTANG
      • Sumber Resmi: New Straits Times (NST), The Star dan Liputan siaran berita dari Astro Awani dan TV3.
      ------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.
      Kesehatan Mental dan Sosial: Tekanan utang yang berat juga berdampak pada kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas ekonomi.


      Hapus
  36. semoga EXOCET 3C yang dipilih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. 66x LEBIH BANYAK : 59.400 GWh vs 892 GWh
      IMPOR BATUBARA INDONESIA =
      59.400 Gigawatt-jam (GWh) per tahun
      6.780 MW daya instan (real-time)
      15 JUTA RUMAH TANGGA MALAYSIA
      -
      IMPOR LISTRIK KALIMANTAN BARAT =
      892 Gigawatt-jam (GWh) per tahun.
      200 MW daya instan (real-time)
      200.000 RUMAH TANGGA KALIMANTAN BARAT
      --------------------------------
      PERBANDINGAN TOTAL ENERGI PER TAHUN =
      Ekspor Batu Bara RI ke Malaysia: 59.400 GWh (setara ~6.780 MW konstan).
      Impor Listrik Kalbar dari Malaysia: 892 GWh (setara 200 MW taktis).
      -
      PERBANDINGAN DAMPAK & SKALA
      Cakupan Rumah Tangga:
      Batu bara RI menerangi 15 juta rumah tangga di Malaysia
      sedangkan impor listrik Malaysia hanya menghidupi 200.000 rumah tangga di Kalbar.
      -
      PERAN STRATEGIS:
      Energi RI menopang 60,3% listrik nasional Malaysia (ketergantungan energi strategis).
      Sebaliknya, impor listrik Malaysia hanya untuk menambal defisit lokal Sistem Khatulistiwa Kalbar.
      -
      SUMBER & DASAR HITUNGAN
      Batu Bara RI: 27 juta ton/tahun × 2.200 kWh/ton = 59.400 GWh.
      Listrik Kalbar: Kapasitas 200 MW × 8.760 jam × 51% faktor pemanfaatan = 892 GWh.
      Sumber Data: Kementerian ESDM/BPS RI, PT PLN (Persero) Kalbar, dan Energy Commission Malaysia.
      --------------------------------
      1. Batu Bara: 21,84 juta ton (memasok 69% kebutuhan listrik regional TNB dan menguasai 67% total impor batu bara Malaysia).
      2. Jagung: 240.000 ton.
      3. Beras: 200.000 ton.
      4. LNG (Gas Alam Cair): 56.431,6 metrik ton.
      5. Kapal Patroli RHIB: 24 unit (diproduksi oleh PT PAL).
      6. Pesawat CN235: 8 unit (diproduksi oleh PTDI).
      7. Tenda & Parasut Militer: 7.000 unit tenda (pesanan militer).
      8. Komponen Avionik Hawk: Komponen kokpit pesawat (buatan Surabaya/PTDI).
      9. Fast Patrol Boat (FPB 57): Kapal patroli cepat (diadopsi dari PT PAL).
      10. Senjata & Amunisi: Senapan SS2 dan amunisi (diproduksi oleh PT Pindad).
      11. Seragam & Atribut Militer: Pakaian Dinas Lapangan (PDL) dan rompi antipeluru (diproduksi oleh Sritex).
      12. Mata Uang Ringgit: Cetakan uang kertas (diproduksi oleh PERURI sejak 2010).
      13. Paspor: Cetakan dokumen negara (diproduksi oleh PERURI).
      --------------------------------
      Pesawat CN235: Brunei (1), Malaydesh (8), Korsel (12), Pakistan (4), UEA (7), Burkina Faso (1), Senegal (3) (CNBC/PTDI).
      Kapal RHIB: Singapura (18), Malaydesh (24), Brunei minat (12) (PT PAL/Lemhannas).
      Tenda Militer: 7.000 unit ke Malaydesh (Kemhan).
      Avionik Hawk: Komponen kokpit ke Malaydesh (PTDI).
      Senjata & Amunisi: Senapan SS2 & amunisi ke Malaydesh & Bangladesh (Pindad).
      Seragam & Rompi: PDL & rompi antipeluru ke Malaydesh (Sritex/Kemenperin).
      --------------------------------
      1. Pergeseran Dominasi Ekonomi: Nominal vs. PPP
      Secara PDB Nominal, Amerika Serikat masih memimpin jauh di atas Tiongkok ($31,8T vs $20,6T). Hal ini menunjukkan kekuatan nilai tukar Dollar dan dominasi sektor jasa serta teknologi tinggi.
      Namun, secara PDB PPP (Purchasing Power Parity), peta kekuatan berubah drastis:
      Tiongkok memimpin dunia ($43,4T), jauh melampaui AS. Ini menandakan volume produksi dan konsumsi riil Tiongkok sudah yang terbesar.
      Indonesia melonjak ke peringkat 6 dunia ($5,69T). Ini membuktikan bahwa meskipun nilai tukar Rupiah terhadap Dollar rendah, daya beli masyarakat Indonesia sangat besar dan biaya hidup yang relatif murah membuat ekonomi domestik menjadi penggerak utama.
      ---------------------------------
      2. Dominasi Indonesia di ASEAN
      Analisis Anda menunjukkan Indonesian Exceptionalism di Asia Tenggara:
      Skala Ekonomi: Indonesia bukan lagi sekadar anggota ASEAN, melainkan "raksasa" yang ukurannya 3 hingga 6 kali lipat negara tetangga.
      Efisiensi PPP: Rasio ekonomi Indonesia terhadap Singapura melonjak dari 3,18x (Nominal) menjadi 6,69x (PPP). Ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia berbasis massa dan volume riil, sementara Singapura berbasis nilai tukar dan jasa finansial.

      Hapus
  37. semoga EXOCET 3C yang dipilih.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
      MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
      SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
      -
      Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
      • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
      • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
      • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
      -
      Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
      • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
      • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
      ----------------------------------
      HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
      -
      Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
      -
      JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
      -
      UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
      -
      DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
      -
      BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
      -
      Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
      -
      IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
      -
      Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
      -
      Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
      -
      UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
      -
      Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
      -
      IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

      Hapus
    2. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALONYET = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      --
      Turki (TΓΌrkiye) – Proyek Kapal Perang (LMS Batch 2)
      Turki menawarkan skema yang sangat kompetitif untuk menarik mitra strategis melalui mekanisme Government-to-Government (G2G).
      • Jenis Bunga: Mengacu pada OECD CIRR (tetap/fixed).
      • Estimasi Bunga: 4% – 6% per tahun.
      • Tenor: 10 – 15 tahun.
      • Karakteristik: Adanya Premium Fee (biaya jaminan risiko) yang dibayar di muka. Keunggulan utamanya adalah perlindungan dari fluktuasi pasar global karena bunga tetap.
      -
      2. Korea Selatan – Kolaborasi KEXIM
      Menekankan pada fleksibilitas tinggi dengan melibatkan bank ekspor-impor negara (KEXIM).
      • Struktur Pinjaman: Terbagi dua, yaitu 50% Pinjaman (bunga subsidi di bawah pasar) dan 50% Barter (minyak sawit).
      • Biaya Tambahan: Management Fee sekitar 0,10% - 0,50%.
      • Karakteristik: Komponen barter tidak berbunga, namun ada biaya logistik dan manajemen komoditas.
      -
      3. Inggris (UK) – Standar Ketat UKEF
      Menggunakan regulasi yang sangat transparan namun memiliki syarat administrasi yang ketat.
      • Jenis Bunga: OECD CIRR atau National Loans Fund rates.
      • Syarat Uang Muka: Wajib membayar minimal 15% dari nilai kontrak sebagai DP sebelum kredit cair.
      • Biaya: Membebankan Premium Fee berdasarkan credit rating negara pembeli.
      -
      4. China – Proyek LMS Batch 1
      Fokus pada bunga "lunak" untuk memenangkan persaingan pasar di luar standar OECD.
      • Nilai Proyek: ± US$ 250 Juta (untuk 4 unit kapal).
      • Mekanisme: 100% Kredit Ekspor melalui China Eximbank.
      • Estimasi Bunga: Sangat rendah, sekitar 3,5% per tahun (Fixed).
      • Tenor: 10 Tahun.
      • Angsuran: Menggunakan sistem saldo menurun (Tahun ke-1: US$ 33,75 Juta
      Tahun ke-10: US$ 25,87 Juta).
      -
      5. Polandia – Proyek Tank PT-91M Pendekar
      Menggunakan kombinasi pembiayaan tunai dan komoditas (barter).
      • Nilai Kontrak: RM 1,4 Miliar (DP 15% atau RM 210 Juta).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor dengan tenor 10 tahun.
      • Komposisi Barter: Sekitar 30-40% angsuran tahunan dibayar menggunakan minyak sawit (estimasi RM 40-50 Juta/tahun).
      • Total Kewajiban: RM 130 Juta – RM 160 Juta per tahun (termasuk pokok dan bunga).
      -
      6. Jerman – Proyek Kedah-Class (MEKO 100)
      Pembiayaan melalui lembaga kredit resmi negara.
      • Lembaga Penjamin: Euler Hermes, sering berkolaborasi dengan bank komersial (seperti Deutsche Bank).
      • Mekanisme: Kredit Ekspor (Hutang) dengan standar regulasi Eropa yang ketat.
      -
      7. Kredit Sindikasi – Proyek LCS (Littoral Combat Ship)
      Ini merupakan proyek dengan beban finansial terbesar (Skala Masif).
      • Nilai Proyek: US$ 2,5 Miliar (RM 11,2 Miliar).
      • Mekanisme: Kredit Sindikasi internasional/domestik dengan Government Guarantee.
      • Bunga: Estimasi 6% (Saldo Menurun).
      • Tenor: 15 Tahun.
      • Risiko: Pembayaran murni tunai (USD), sangat rentan terhadap fluktuasi nilai tukar (kurs) dan eskalasi biaya jangka panjang.

      Hapus
  38. KAHSIYAN warganyet kl makin PANIKπŸ₯Ά
    ❌️maren ituw katanya Juli...pastiπŸ€₯
    ❌️Juli lewat Ogos.
    ❌️November..ujung taon, ini mah LAST LAST KENSEL...PERCAYALAH haha!✌️❌️🍌

    kahsiyan warganyet kl, mudah di gondolin haha!πŸ€₯🀣🍌

    BalasHapus
  39. Kalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........

    BalasHapus
  40. Kalau dilihat dari data baru 2 negara pengguna EXOCET BLOCK 3C versi termaju........

    BalasHapus
  41. guys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......

    BalasHapus
  42. guys ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys......

    BalasHapus
    Balasan
    1. HUTANG BAYAR HUTANG (2026–1998):
      -
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BUDGET MINUS : RM470 – RM334,1 = - RM135,9
      -------------------------------------------
      SURAT UTANG MALONYET (1998–2026) 28 TAHUN DEFISIT
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara Malaydesh 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.
      =============
      =============
      INDONESIA
      Govt Debt-to-GDP : 40,46%
      -
      Household Debt-to-GDP : 15,70%

      Hapus
  43. MALONYET = HOAX DISITA ASET NEGARA
    MALONYET = HOAX SETARA ZIMBABWE
    SI UPIL = PANIK BATAS SUPLAI MINIMUM (TAKE OR PAY / BATAS TOLERANSI MINIMUM)
    -
    Realita Hukum Kontrak Gas Bumi dan Potensi Implikasinya
    • Pembelaan Pemerintah (Tidak Melanggar Kontrak): Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan SKK Migas menegaskan bahwa pengurangan ekspor sebesar 31 BBTUD masih berada di atas batas suplai minimum (Take or Pay / batas toleransi minimum) yang disepakati dalam kontrak bilateral. Dengan demikian, posisi hukum Indonesia dinilai kuat karena tidak melakukan wanprestasi atau penghentian sepihak di luar kesepakatan kontrak.
    • Risiko Hukum (Klausul Arbitrase Internasional): Pakar hukum seperti Hotman Paris Hutapea mengingatkan pemerintah agar tetap mewaspadai interpretasi klausul komersial oleh pihak pembeli. Jika Singapura menganggap tindakan ini sebagai pelanggaran substansial komersial, mereka dapat mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Internasional.
    • Mekanisme Sita Aset: Narasi "penyitaan aset" secara hukum internasional baru bisa terjadi jika dan hanya jika gugatan arbitrase Singapura dimenangkan oleh pengadilan, menghasilkan putusan denda/ganti rugi finansial tertentu, dan pihak Indonesia menolak membayarnya. Dalam kondisi ekstrem tersebut, pengadilan asing dapat memberikan izin penyitaan aset komersial luar negeri milik badan usaha negara terkait untuk memenuhi nominal ganti rugi tersebut.
    -
    Dampak dan Sikap Resmi Kedua Negara
    • Pernyataan Singapura: Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mendesak agar semua pihak menghormati komitmen kontrak komersial yang berlaku hingga berakhir tahun 2028. Namun secara operasional, Energy Market Authority (EMA) Singapura menyatakan situasi ini terkendali karena pengurangan tersebut hanya berdampak kurang dari 2% terhadap kebutuhan gas harian mereka. Singapura telah memitigasi risiko dengan mendiversifikasi impor melalui LNG global dan cadangan bahan bakar diesel.
    • Tujuan Pengalihan Pasokan: Gas bumi dari Natuna dan Sumatera tersebut sengaja dialihkan oleh SKK Migas untuk memperkuat ketahanan energi domestik, khususnya memasok pembangkit listrik PT PLN di wilayah Batam, Bintan, dan Sumatera guna mendukung hilirisasi industri dalam negeri.
    ----------------------------------
    HOAKS = MALINGSIAL KLAIM ZIMBABWE
    -
    Kementerian Kominfo: Bank Dunia tidak pernah membuat peringkat Indonesia "negara termiskin"; infografis di medsos murni manipulasi.
    -
    JalaHoaks (DKI): Status Indonesia tetap Upper-Middle-Income dengan GNI per kapita
    -
    UGM: Pembuat hoaks salah mengalikan indikator dengan kurs reguler (bukan kurs PPP); kemiskinan ekstrem riil hanya 1,3%.
    -
    DW Indonesia: Data populasi rentan dipelintir; data asli BPS menunjukkan kemiskinan riil Indonesia sebesar 8,57%.
    -
    BBC News Indonesia: Mengulas kriteria transparansi pasar modal dan analisis usulan Standalone Market.
    -
    Waspada ID: Menjelaskan perbedaan mendasar antara indeks bursa saham dengan realitas kekuatan ekonomi riil.
    -
    IDN Financials: Melaporkan respons pelaku pasar dan lembaga pemeringkat Fitch Ratings terhadap isu indeks.
    -
    Infobank News: Data transaksi membuktikan ini masalah teknis indeks, bukan ekonomi riil.
    -
    Investing.com: Indonesia tidak langsung turun kelas dan diberi tenggat waktu berbenah hingga Juni 2027.
    -
    UGM: Gejolak IHSG hanyalah reaksi pasar sesaat, bukan krisis makroekonomi nasional.
    -
    Bloomberg Intelligence: Hasil stress test menunjukkan risiko penurunan status Indonesia sangat kecil.
    -
    IndoPremier: GIC dan Temasek membantah rumor konspirasi politik untuk menjatuhkan saham lokal.

    BalasHapus
  44. kahsiyan warganyet kl PANIKπŸ₯Ά
    NSM kita Lancar Jaya haha!πŸ₯³✌️😎

    kahsiyan semenanjung kl, tak dianggap Norwegia...gegara gowing lcs kapal cacat produksi super delay, uda tuw tes tak tembus 28 knots ..alamak Letoy haha!πŸ‘ŽπŸŒπŸ˜†

    BalasHapus
  45. Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY



    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
  46. Guys DUTA PERANCIS ke MALAYSIA siap datang ke LUNAS lihat LCS guys.....ada bau bau EXOCET BLOCK 3C ni guys...... HOREYYYYY



    https://www.airtimes.my/2026/09/23/exocet-perancis-jadi-alternatif-nsm-untuk-lcs/

    BalasHapus
    Balasan
    1. KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      VULCANO 127mm 100 KM = ASTER 15/30 = TESEO
      --
      The 127mm VULCANO ammunition family, is composed by Ballistic Extended Range (BER) and Guided Long Range (GLR) ammunition with different multifunctional fuses, sensor and final guidance that extend the range of the gun up to 100km
      ------------------
      BUKTI FULL TEMPUR
      ASTER 15/30
      TESEO
      -
      Berdasarkan laporan Fincantieri dan Janes Defence, kapal yang dialihkan ke Indonesia memang merupakan unit Pattugliatore Polivalente d'Altura (PPA) atau kapal patroli lepas pantai multiguna yang awalnya diproduksi untuk Angkatan Laut Italia (Marina Militare).
      Berikut adalah poin-poin kunci terkait pengalihan kapal tersebut:
      Jenis Kapal: Kapal yang dialihkan adalah PPA kelas Thaon di Revel yang memiliki spesifikasi tinggi, sering dikategorikan sebagai fregat ringan karena kapabilitas multimisi dan tempurnya.
      Spesifikasi dan Fitur: Kapal ini memiliki panjang 143 meter dan dilengkapi dengan teknologi terkini, termasuk sistem peluncur vertikal (Vertical Launching System/VLS) DCNS Sylver A43 untuk pertahanan udara.
      Persenjataan: Kapal ini dipersenjatai dengan sistem sensor dan senjata terintegrasi dari Leonardo, termasuk meriam utama Oto Melara 127 mm/64 Vulcano, meriam 76 mm/62 Strales, dan peluncur rudal anti-kapal Teseo MK2E
      ------------------
      INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
      🦧GORILA KETAR KETIR πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
      -
      EXOCET
      (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
      ----------
      TNI AL =
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️EXO B3 = 250 KM
      ✅️ATMACA = 250 KM
      ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
      ✅️C802 = 180 KM
      ✅️C705 = 150 KM
      ==========
      ==========
      TLDM =
      ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
      ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB

      Hapus
  47. Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  48. Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  49. KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    -
    BADUT MALONYET 1 Februari 2026 pukul 14.36
    Key Missile-Capable RMN Vessels:

    1. Kedah-class (NGPV) (6 ships) - Atmaca.

    2. Maharaja Lela-class (LCS) (5 ships) - Naval Strike Missiles (NSM).

    3. Lekiu-class Frigates (2 ships): KD Jebat and KD Lekiu - Naval Strike Missiles (NSM).

    4. Kasturi-class Corvettes (2 ships): KD Kasturi and KD Lekir - Exocet MM40 Block 2 missiles.

    5. Scorpene Submarines (2 ships): KD Tunku Abdul Rahman and KD Tun Razak (Scorpène-class) - Exocet SM39 missiles.

    6. LMS Batch 2 (3 ships) - Atmaca.
    -
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM (USANG)
    ❎NSM =185 KM (100 NM) LOI GHOIB
    ==========
    ==========
    KSOT 360 TORPEDO = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    -----------------
    Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
    4. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
    5. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
    6. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
    -----------------
    DIRUT KAHARUDDIN DJENOD, PT PAL =
    MENIT 3:25 =
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    1 KSOT : 12 TORPEDO
    -
    MENIT 24:39 =
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    2027 LAUNCHING 3 KAPAL BESAR
    https://www.youtube.com/watch?v=0v9kWJDeUmY
    -------------
    INDONESIA EXO B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = SISA 25 UNIT EXO B3
    🦧GORILA KETAR KETIR πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯
    -
    EXOCET
    (SURFACE-LAUNCHED) – BLOCK 1, BLOCK 2 AND BLOCK 3: DEPLOYED ON WARSHIPS AND IN COASTAL BATTERIES. RANGE: 72 KM FOR THE BLOCK 2, IN EXCESS OF 200 KM FOR THE BLOCK 3
    ----------
    TNI AL =
    ✅️TESEO = 350 KM
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM
    ----------------
    1 UNIT KAPAL INDUK GIUSEPPE-GARIBALDI
    4 UNIT FREEGAT MERAH PUTIH
    2 UNIT PPA BRAWIJAYA CLASS
    2 UNIT FREEGAT ISTIF
    2 UNIT SCORPENE EVOLVED

    BalasHapus
  50. GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH


    F18 TUDM - misil HARPOON
    Su30 MKM - misil KH31A

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  51. GORILLA tak tahu ke SU30 MKM dan F18 HORNET MALAYSIA membawa misil anti kapal ....??? HAHAHAHAH


    F18 TUDM - misil HARPOON
    Su30 MKM - misil KH31A

    BalasHapus
    Balasan
    1. Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      -----
      The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
      Challenges
      • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
      • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
      • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
      • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
      • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
      Impact
      • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
      • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
      • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
      ==========
      1. DEBT 84.3% DARI GDP
      2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
      3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. SEWA 12 AW149 TUDM
      62. SEWA 4 AW139 TUDM
      63. SEWA 5 EC120B TUDM
      64. SEWA 2 AW159 TLDM
      65. SEWA 4 UH-60A TDM
      67. SEWA 12 AW149 TDM
      68. SEWA 4 AW139 BOMBA
      69. SEWA 2 AW159 MMEA
      70. SEWA 7 BELL429 POLIS
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  52. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET LITTORAL COMBAT SHIP (LCS) PROGRAM HAS FACED A NUMBER OF ISSUES, INCLUDING:
      • Delayed delivery
      The original plan was to deliver the first ship, the LCS 1 Maharaja Lela, in 2019, and all six ships by 2023. However, the program was mangkrak in 2019 due to financial issues at Boustead Naval Shipbuilding. The program was restarted in 2023, with the first ship scheduled for delivery in 2026 and the remaining four by 2029.
      • Design issues
      The Royal MALONYET Navy (RMN) did not get to choose the design of the ship, and the detailed design was not completed until after 66.64% of the budget had been paid.
      • Financial issues
      Boustead Naval Shipbuilding was in a critical financial state, and a middleman increased the project cost by up to four times.
      • Corruption
      A declassified audit report highlighted irregularities in the execution of the program, including the abuse of power and the involvement of a Zainab Mohd Salleh.
      • Aging fleet
      The RMN's current fleet is outdated, with two-thirds of the ships dating back over 30 years
      ===================
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      Exo B 3 = 80 UNIT
      MALONYET NAVY = 55 VESSELS
      80-55 = 25 UNIT
      HAAAAAA.......KASIANNNNN
      ----------
      TNI AL =
      ✅️C802
      ✅️C705
      ✅️EXO B3
      ✅️YAKHONT 300 KM
      ✅️MICA
      ✅️MISTRAL
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul investigasi korupsi pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat; sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI "BORROWING TO REPAY DEBT" (DEBT-SERVICING):
      Rekor Terburuk (2023): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM 145,8 Miliar) hanya habis untuk membayar utang lama (Gali lubang tutup lubang).
      Proyeksi 2025-2026: Konsisten di angka 58%. Ruang fiskal untuk belanja alutsista terkunci total oleh cicilan bunga utang.
      Tabung Harapan (2018): Bukti keputusasaan di mana negara harus meminta donasi rakyat untuk membayar utang yang menembus RM 1 Triliun.
      ________________________________________
      DEGRADASI MILITER & TIMELINE "PRANK":
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026): Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Vakum SIPRI (2020-2025): Dari status Planned (2020) turun ke Not Yet Ordered (2022) hingga akhirnya KOSONG TOTAL (2024-2025).
      Timeline Kegagalan (Prank):
      F/A-18 Hornet: Batal 4 kali upaya akuisisi dari Kuwait hingga resmi mati di 2026.
      Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat ketiadaan dana tunai.
      Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL 2018 yang berakhir zonk.
      ________________________________________
      KRISIS ADMINISTRASI & REPUTASI:
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Tekanan Ekonomi: Ancaman sanksi tarif AS Section 301 (10-25%) dan IEEPA menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      Kontras Regional (Indonesia): Memiliki "Lembar Belanja SIPRI Penuh" (Rafale, KAAN, PPA) dengan rasio utang pemerintah yang sehat (40% PDB).
      KESIMPULAN:
      TOTAL BEBAN WARGA RM 94K + SPIRAL UTANG 70,5% PDB + SIPRI KOSONG = KEBANGKRUTAN NASIONAL TOTAL.

      Hapus
  53. jangan lupa UP BERITAnya admin......Ada GORILLA level ZIMBABWE mulai kepanasaannnnn....HAHAHAHHHA



    Peluru berpandu ganti NSM diumum bulan depan

    https://www.utusan.com.my/berita/2026/10/peluru-berpandu-ganti-nsm-diumum-bulan-depan/

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
    2. 4 UNIT WITH EXO B2 RANGE 70 KM
      LEKIU CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      KASTURI CLASS 2 UNIT = EXO B2 RANGE 70 KM
      -----------------------------------
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      READINESS 58.6% X 55 Unit = 32 UNIT
      This was stated during his New Year Message 2024 and One-Year Leadership Message. Currently, the RMN readiness stands at 58.6%, whereas the expected goal is 75%.
      ------------------------------------
      PERDANA MENTERI = DEFACT KILL PREGNANT WOMEN
      LCS = MANGKRAK 15 years
      LMS B1 = GUNBOAT NO MISSILE
      LMS B2 = DOWNGRADE HISAR OPV
      LEKIU = EXO B2 EXPIRED
      KASTURI = EXO B2 EXPIRED
      LAKSAMANA = GUNBOAT NO MISSILE
      KEDAH = GUNBOAT NO MISSILE
      PERDANA = GUNBOAT NO MISSILE
      HANDALAN = GUNBOAT NO MISSILE
      JERUNG = GUNBOAT NO MISSILE
      ------------------------------------
      THE MALONYET ARMED FORCES (MAF) FACES A NUMBER OF CHALLENGES, INCLUDING:
      • Logistics
      A study noted that the MAF's rapid development has raised questions about its readiness to face threats.
      • Budgeting
      MALONYET 's defense budget and spending has been limited by fiscal constraints. The government has been unwilling to cut spending elsewhere or reduce the size of the armed forces.
      • Personnel
      The MA has identified that military personnel struggle with thinking skills, decision-making, and problem-solving during military operations.
      • Procurement
      The MALONYET procurement system needs reform. The LCS program has been delayed and reduced in scope.
      • Political interference
      Political interference and corruption are undermining combat readiness.
      • Territorial disputes
      MALONYET faces territorial disputes and intrusions in its Exclusive Economic Zone (EEZ).
      • Transboundary haze
      Transboundary haze has had a grave impact on economic and social activities in MALONYET The Royal MALONYET Air Force (RMAF) faces several problems, including:
      • Fleet sustainment
      The RMAF has faced challenges maintaining its fleet of aircraft. For example, in 2018, only four of the RMAF's 18 Sukhoi Su-30MKM aircraft were able to fly due to maintenance issues and a lack of spare parts.
      • Nological obsolescence
      Some aircraft in the RMAF's fleet are reaching techNOLogical obsolescence. For example, the Kuwaiti HORNET MALONYET s are an earlier block of the HORNET MALONYET , which may cause compatibility issues with spare parts.
      • Modernization
      The RMAF has ambitious plans to modernize its air capabilities to address current and future threats. However, the government's defense modernization budget is limited
      =============================
      KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
      MISKIN = GDP MALONYET 444,984
      -----
      KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
      MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
      -----
      KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
      MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
      -----
      KAYA = 25 RADAR
      MISKIN = 2 RADAR
      😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

      Hapus
  54. MALINGSIAL BADUT ASEAN : BUAL CASH =
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
    -------------------------------
    INDONESIA .....
    STATUS 2026: HEGEMON MUTLAK & MODERNISASI TUNAI
    Realisasi Kekuatan Udara (Firm Order):
    42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
    48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
    48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
    24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
    Radius Tempur & Dominasi Geografis:
    Radius Rafale (±1.852 KM) sanggup menjangkau seluruh KL (dari Pekanbaru hanya 291 KM) dan Sarawak (dari Pontianak hanya 498 KM).
    Kesehatan Fiskal (Pruden):
    Gov. Debt: ~40% PDB (Jauh di bawah batas aman 60%).
    Household Debt: Sangat rendah (16% PDB).
    Status Kedaulatan: Berhasil menaikkan saham Freeport menjadi 63,23% dan menolak blanket overflight access bagi pesawat militer asing.
    ________________________________________
    MALONSIA.......
    STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
    2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
    2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
    2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
    2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja.
    Kegagalan Angkatan Udara (Timeline Prank):
    F/A-18 Hornet Kuwait: Resmi BATAL (Februari 2026) setelah 4 kali upaya negosiasi gagal total.
    MiG-29N: Pensiun dini tanpa pengganti (Tiada Ganti).
    FA-50: Mengalami hambatan blokir lisensi dari AS.
    Data Utang & Beban Warga 2026:
    Gov. Debt: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
    Per Warga: Setiap penduduk menanggung beban kumulatif utang sebesar RM 94.544.
    Peringkat Global Firepower (GFP) 2026: Merosot ke posisi 42 dunia; resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).

    BalasHapus
  55. KASHIYAN negri🎰kasino semenanjung kl,
    Satu2nya negara di Duniya di Batalkan NSM oleh Norwegia haha!πŸ˜‹πŸŒπŸ˜†

    Paraaahhh tak dianggap...dah tuw si pembual dibuang haha!😝πŸ€₯🀣

    BalasHapus
  56. Exo B 3 = 80 UNIT
    MALONYET NAVY = 55 VESSELS
    80-55 = 25 UNIT
    HAAAAAA.......KASIANNNNN
    ----------
    KAYA = GDP INDONESIA 1,429,743
    MISKIN = GDP MALONYET 444,984
    -----
    KAYA = 2025 BUDGET USD 17 BILLION (245 T) = 48 KAAN 42 RAFALE
    MISKIN = 2025 BUDGET MILITER USD 1,3 BILLION = NGEMIS F18 RONGSOK SEWA
    -----
    KAYA = 48 KAAN GEN 5 - 42 RAFALE
    MISKIN = NGEMIS 33 F18 RONGSOK 33 TAHUN
    -----
    KAYA = 25 RADAR
    MISKIN = 2 RADAR
    -----
    The MALONYET Armed Forces (MAF) has faced a number of challenges, including corruption, outdated equipment, and a lack of funding. These issues have contributed to the MAF's capabilities falling behind those of neighboring countries.
    Challenges
    • Corruption: The MAF has been involved in multiple corruption scandals.
    • Outdated equipment: The MAF's equipment is outdated and unable to keep up with modern threats.
    • Lack of funding: The MAF's budget has been de-prioritized by successive governments.
    • Short service scheme: The MAF's 15-year service scheme means that many people are reluctant to join.
    • Political interference: Some say that politicians have made decisions about the military's procurement and capacity building EXCLUDING consulting the service chiefs.
    Impact
    • The MAF's challenges have left it vulnerable to internal and external threats.
    • The MAF's capabilities are unable to deter other regional states from attempting to intimidate MALONYET .
    • Some veterans of the MAF fall below the poverty line upon retirement.
    ==========
    1. DEBT 84.3% DARI GDP
    2. DEBT NEGARA RM 1.63 TRLLIUN
    3. DEBT 1MDB RM 18.2 BILLION
    4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
    5. DEBT KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
    6. SEWA SIMULATOR MKM
    7. PESAWAT MIG GROUNDED
    8. SEWA MOTOR POLIS
    9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
    10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
    11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
    12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
    13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
    14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
    15. NO LST
    16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
    17. NO TANKER
    18. NO KCR
    19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
    20. NO SPH
    21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
    22. NO HELLFIRE
    23. NO MPA ATR72 DELAYED
    24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
    25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
    26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
    27. LCS MANGKRAK KARATAN
    28. OPV MANGKRAK
    29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
    30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
    31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
    32. RADAR GIFTED PAID USA
    33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    34. SEWA VVSHORAD
    35. SEWA TRUK 3 TON
    36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
    37. C130H DIGANTI 2045
    38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
    39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
    40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
    41. NO TRACKED SPH
    42. SEWA SIMULATOR HELI
    43. SPH CANCELLED
    44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
    45. NO PESAWAT COIN
    46. PILATUS MK II KARATAN
    47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
    48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
    49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
    50. OPV DIPAY 3 JADI 1 SEWA BOAT
    51. LYNX GROUNDED
    52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
    53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
    54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
    55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
    56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
    57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
    58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
    59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
    60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
    61. SEWA 12 AW149 TUDM
    62. SEWA 4 AW139 TUDM
    63. SEWA 5 EC120B TUDM
    64. SEWA 2 AW159 TLDM
    65. SEWA 4 UH-60A TDM
    67. SEWA 12 AW149 TDM
    68. SEWA 4 AW139 BOMBA
    69. SEWA 2 AW159 MMEA
    70. SEWA 7 BELL429 POLIS
    😝KAYA BLOCK 3 = MISKIN EXPIRED BLOCK 2😝

    BalasHapus
  57. GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH



    EXOCET BLOCK 3 - 200KM

    EXOCET BLOCK 3C - 250KM

    BalasHapus
  58. GORILLA jangan nak reka reka cerita ya....HAHAHAHAH



    EXOCET BLOCK 3 - 200KM

    EXOCET BLOCK 3C - 250KM

    BalasHapus