13 Oktober 2026

RBN and RSN Concluded Exercise PELICAN 44/2026

13 Oktober 2026

Exercise PELICAN 44/2026 (photos: RBN)

The Royal Brunei Navy (RBN) has successfully concluded Exercise PELICAN 44/2026 with the Republic of Singapore Navy (RSN), held in Brunei Darussalam from 28 September to 6 October 2026.


Strengthening professional ties and operational interoperability, the bilateral exercise involved the RBN’s KDB DARULEHSAN, KDB AS-SIDDIQ, KDB AFIAT, and the Maritime Special Operations Squadron (MARSOS), operating alongside the RSN’s MSRV PROTECTOR and Clearance Diving Group (CDG).


Throughout the week, participants engaged in joint maritime evolutions, diver training, and Maritime Explosive Ordnance Disposal (MEOD) briefings, notably marking the second integration of diving units into the exercise.


The programme culminated in the traditional PELICAN Cup - where the RBN emerged as the overall champion - and a closing ceremony at the Naval Training Centre, reaffirming both navies’ enduring commitment to regional maritime security.

174 komentar:

  1. DEMO = HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
    -
    1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
    • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
    • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
    • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

    BalasHapus
  3. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
    26 PERUSAHAAN MALONYET
    26 PERUSAHAN SI UPIL
    -
    Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

    Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
    • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
    • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

    2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

    Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
    • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
    • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

    3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

    Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
    • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
    • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

    BalasHapus
  4. MEMANG BANGANG DAN BONGKOK BERUK MELAYU TOLOL MALAYDESH.....5 BERUK SELUNDUP KOKAIN KE JEPANG.. LOL πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ’©πŸ’©πŸ’©

    https://youtu.be/7UYLIXXF9r8?si=YoqxeyvxdH5IBqWB

    BalasHapus
  5. DEMO = HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  6. BUKTI SUDAH JELAS PERUSAHAAN SAWIT MELAYU TOLOL MALAYDESH BAKAR HUTAN SUDAH HABIT MALING TERIAK MALING DARI OROK YA LON πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€‘πŸ€‘πŸ€‘πŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ‡²πŸ‡ΎπŸ’©πŸ’©πŸ’©πŸ’©

    BalasHapus
  7. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  8. PELIKAN.........pertanyaan macam apa ini πŸ‘‡

    https://www.facebook.com/share/r/1dzq2oZ52q/

    BalasHapus
  9. RBN and RSN Concluded Exercise PELICAN
    --------------

    mantan yang M gak diajak yaaa haha!🀭🍌🀣

    BalasHapus
  10. Kesian INDIANESIA..... PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA GAGAL.... LEMAHπŸ”₯πŸ”₯🀭🀭🀭🀭


    Dari Lahan ke Permukiman, Karhutla Telan 500 Rumah dan 2.000 Warga Mengungsi

    https://radarmalioboro.jawapos.com/amp/lesehan/2610120004/dari-lahan-ke-permukiman-karhutla-telan-500-rumah-dan-2000-warga-mengungsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      ---------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.

      Hapus
    5. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    6. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Pemerintah Federal per Kapita (RM 36,139):
      Beban Pelayanan Utang yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Dengan utang pemerintah yang besar, pemerintah harus mengalokasikan sebagian besar anggaran tahunannya untuk membayar bunga dan pokok utang. Ini disebut "beban pelayanan utang" (debt service).
      Dampak Riil:
      Pengurangan Pengeluaran untuk Layanan Publik: Dana yang seharusnya bisa digunakan untuk investasi infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan), pendidikan, kesehatan, riset dan pengembangan, atau program kesejahteraan sosial, justru habis untuk membayar utang. Ini menghambat pembangunan jangka panjang dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
      Kenaikan Pajak di Masa Depan: Untuk membiayai utang, pemerintah mungkin terpaksa menaikkan pajak (PPh, PPN, pajak korporasi) di masa depan. Kenaikan pajak ini akan mengurangi daya beli masyarakat dan laba perusahaan, yang pada gilirannya bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi.
      Risiko Fiskal: Jika bunga utang naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi melambat, kemampuan pemerintah untuk membayar utang bisa tertekan, meningkatkan risiko krisis fiskal.
      Ketergantungan pada Pasar Keuangan:
      Penjelasan: Pemerintah harus terus-menerus mencari pinjaman baru (menerbitkan obligasi) untuk membiayai utang yang jatuh tempo atau
      Dampak Riil:
      Sensitivitas terhadap Suku Bunga: Pemerintah menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga di pasar. Jika suku bunga global atau domestik naik, biaya pinjaman pemerintah akan melonjak, memperparah beban utang.
      Potensi "Crowding Out": Pinjaman pemerintah yang besar bisa menyedot dana dari pasar modal, sehingga mengurangi ketersediaan dana bagi sektor swasta untuk berinvestasi (ini disebut "crowding out"). Akibatnya, investasi swasta yang produktif bisa terhambat.
      Kredibilitas dan Peringkat Kredit Negara:
      Penjelasan: Lembaga pemeringkat kredit (seperti Moody's, S&P, Fitch) mengevaluasi kemampuan negara untuk membayar utangnya.



      Hapus
    7. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi dari Utang Rumah Tangga per Kapita (RM 45,859):
      Daya Beli dan Konsumsi yang Tertekan:
      Penjelasan: Sebagian besar pendapatan rumah tangga harus dialokasikan untuk membayar cicilan utang (KPR, KKB, kartu kredit, pinjaman pribadi).
      Dampak Riil:
      Penurunan Konsumsi Barang dan Jasa Lain: Ketika sebagian besar pendapatan habis untuk utang, kemampuan rumah tangga untuk membeli barang dan jasa lain (selain kebutuhan pokok) akan berkurang. Konsumsi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi di banyak negara.
      Risiko Resesi: Jika konsumsi rumah tangga menurun drastis, ini bisa memicu perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.
      Tekanan pada Sektor Ritel: Bisnis ritel dan sektor jasa yang sangat bergantung pada pengeluaran konsumen akan mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas.
      Stabilitas Keuangan Rumah Tangga yang Rentan:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi membuat rumah tangga sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.
      Dampak Riil:
      Gagal Bayar (Default): Jika terjadi kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kenaikan suku bunga, banyak rumah tangga bisa kesulitan membayar utangnya, berujung pada gagal bayar.
      Krisis Keuangan Sistemik: Tingkat gagal bayar yang meluas bisa memicu krisis di sektor perbankan (karena bank memiliki piutang dari rumah tangga tersebut), yang pada gilirannya bisa mengguncang seluruh sistem keuangan.


      Hapus
    8. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      UTANG PEMERINTAH FEDERAL PER KAPITA: RM 36,139
      UTANG RUMAH TANGGA PER KAPITA: RM 45,859
      Angka-angka ini cukup signifikan dan menunjukkan tingkat ketergantungan yang tinggi pada utang baik di tingkat pemerintah maupun rumah tangga.
      Implikasi Detail terhadap Perekonomian Riil:
      Implikasi Gabungan (Utang Pemerintah + Utang Rumah Tangga):
      Risiko Krisis Keuangan yang Lebih Tinggi:
      Penjelasan: Kombinasi utang pemerintah dan rumah tangga yang tinggi menciptakan dua front kerentanan. Jika salah satu sektor goyah, ia bisa menarik sektor lainnya ke dalam masalah.
      Dampak Riil: Jika terjadi perlambatan ekonomi, baik pemerintah maupun rumah tangga akan kesulitan membayar utang, menciptakan efek domino yang parah dan potensi krisis keuangan yang dalam.
      Ruang Gerak Kebijakan yang Terbatas:
      Penjelasan: Baik pemerintah maupun bank sentral memiliki ruang gerak yang terbatas untuk merespons krisis ekonomi.
      Dampak Riil:
      Stimulus Fiskal Sulit: Pemerintah mungkin kesulitan meluncurkan paket stimulus fiskal (misalnya, melalui pengeluaran infrastruktur atau bantuan sosial) jika utangnya sudah sangat tinggi.
      Batas Bawah Suku Bunga: Bank sentral mungkin sudah menurunkan suku bunga ke tingkat yang sangat rendah untuk mendukung ekonomi, sehingga tidak banyak lagi "amunisi" tersisa jika terjadi krisis lebih lanjut.
      Ketidakpastian Ekonomi dan Investor:
      Penjelasan: Tingkat utang yang tinggi secara keseluruhan menciptakan ketidakpastian bagi investor domestik maupun asing.
      Dampak Riil: Investor cenderung menghindari negara dengan tingkat utang yang meragukan, mengurangi investasi dan berpotensi memicu pelarian modal (capital flight), yang akan melemahkan mata uang dan memperburuk kondisi ekonomi.

      Hapus
    9. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA
      -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    10. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      KURANG BERAS =
      • KEBUTUHAN BERAS = 3 JUTA METRIK TON
      • PRODUKSI BERAS = 1,44 JUTA MATRIK TON
      • KURANG BERAS : 3-1,44 = 1,56 JUTA METRIK TON
      Rice is an important staple food in Malaydesh. As of 2024, people in the country consumed approximately three million metric tons of rice. e Southeast Asian country produced around 1.44 million metric tons of rice, less than half of the annual consumption in the same year.
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      MALING TERIAK MALING =
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      48 SKYHAWK DISAPPEARED
      The Tentera Udara Diraja Malaydesh (TUDM, or Royal Malaydesh Air Force) ordered 88 A-4s (25 A-4Cs and 63 A-4Ls), Only 40 PTM Skyhawks, 34 single seat versions and six two-seat trainers, were delivered.....
      -
      MALING TERIAK MALING =
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      F 5 TIGERS ENGINES DISAPPEARED
      The Malaydesh government is facing a fresh corruption crisis after officials admitted that two US-made fighter jet engines had disappeared from an air force base after apparently being illicitly sold by military officers to a South American arms dealer...
      -
      MALING TERIAK MALING =
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      SALE F 5 TIGERS
      This announcement was in response to posts, photos, and videos circulating on certain local social media platforms that purportedly depict an F-5 fighter jet allegedly belonging to Malaydesh at one of the country’s ports.
      -
      MALING TERIAK MALING =
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      MALING PASIR = 97% SEA SAND FROM MALAYDESH
      Singapore is the world's largest importer of sea sand, and relies on the material for land reclamation projects. In 2018, Singapore imported around $350 million worth of sand from Malaydesh, which was 97% of the country's total sand imports
      -
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      MMW 21 April 2025 pukul 10.48
      YUPP tahun 2025 kami negara MISKIN
      Sementara pendapatan Isteri saya pula dua kali lipat pendapatan saya. Household income kami secara kasar sebulan tahun 2025 = RM25.000 sebulan............
      😝KRISIS BERAS = 200 RIBU TON IMPOR BERAS MALONYET😝

      Hapus
    11. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA MALAYDESH SEWA
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. TUDM SEWA 12 AW149
      24. TUDM SEWA 4 AW139
      25. TUDM SEWA 5 EC120B
      26. TLDM SEWA 2 AW159
      27. TDM SEWA 4 UH-60A
      28. TDM SEWA 12 AW149
      29. BOMBA SEWA 4 AW139
      30. MMEA SEWA 2 AW159
      31. POLIS SEWA 7 BELL429
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
    12. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      -
      DEMO GREENPEACE MALONSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malonsia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malonsia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malonsia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malonsia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALONSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
  11. Kesian INDIANESIA..... PADAM KEBAKARAN HUTAN SAJA GAGAL.... LEMAHπŸ”₯πŸ”₯🀭🀭🀭🀭


    Dari Lahan ke Permukiman, Karhutla Telan 500 Rumah dan 2.000 Warga Mengungsi

    https://radarmalioboro.jawapos.com/amp/lesehan/2610120004/dari-lahan-ke-permukiman-karhutla-telan-500-rumah-dan-2000-warga-mengungsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi (GFP 2026)
      Peringkat GFP: Merosot ke posisi 42 dunia (Peringkat ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41).
      Skandal Aset Hilang: Catatan memalukan raibnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur dari gudang militer.
      Degradasi Armada: Banyak aset utama berstatus Grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri) atau mogok saat parade (Tank PT-91M).
      -
      Krisis Administrasi & Tekanan Internasional
      Sanksi Olahraga: Kekalahan WO 0-3 dan sanksi AFC/CAS akibat pemain naturalisasi ilegal mencerminkan kegagalan birokrasi sistemik.
      Kehilangan Pengaruh: Posisi di Piala Asia 2027 resmi direbut oleh Vietnam, mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi regional.
      Tekanan Ekonomi AS: Ancaman sanksi tarif Section 301 (10-25%) dan IEEPA oleh USTR menghantam sektor manufaktur utama (E&E).
      -
      Perbandingan Kontras: Indonesia (The Giant)
      Status SIPRI: Memiliki "Lembar Belanja Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA).
      Kesehatan Fiskal: Rasio utang pemerintah jauh lebih sehat (40% GDP) dengan ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP dibandingkan MALAYSEWA.

      Hapus
    5. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    6. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Ekonomi: Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      MALAYSEWA terjebak dalam siklus Debt-Servicing yang melumpuhkan anggaran pembangunan:
      Timeline Bayar Utang Pakai Utang:
      Mencapai rekor terburuk pada 2023 (64,3%), di mana RM145,8 miliar pinjaman baru hanya untuk membayar utang lama.
      Proyeksi 2025-2026 tetap kritis di angka 58%.
      Eskalasi Utang: Dari RM 407,1 Miliar (2010) melonjak drastis hingga RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang vs GDP: Melompat dari kisaran 52% (2019) menjadi 70,4% (2024) dan tetap di angka bahaya 69% (2025).
      -
      Analisa Fiskal: Defisit Kronis & Kehilangan Devisa
      Defisit Menahun: Sejak 2010, MALAYSEWA tidak pernah mengalami surplus. Defisit terdalam terjadi pada 2021 (-6,4%) dan masih berlanjut di kisaran -3,8% pada 2025 (Setara USD 17,8 Miliar).
      Nilai Utang dalam USD: Konversi utang pemerintah membengkak dari USD 150 Miliar (2010) menjadi USD 375 Miliar (2025), memperlemah posisi nilai tukar mata uang terhadap dolar.
      -
      Analisa Militer: Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Krisis finansial berdampak langsung pada peringkat kekuatan militer di ASEAN:
      Indonesia (13): Pemimpin mutlak dengan modernisasi masif.
      Vietnam (23) - Singapura (29): Konsisten di papan atas.
      Filipina (41): Berhasil menyalip MALAYSEWA.
      MALAYSEWA (42): Peringkat terendah di antara negara-negara "Big 6" ASEAN, hanya unggul atas Kamboja dan Laos.
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan F/A-18 Hornet bekas Kuwait sebanyak 4 kali menjadi bukti ketidakmampuan kas negara untuk melakukan pembelian alutsista bahkan untuk barang bekas sekalipun.
      -

      Hapus
    7. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
      Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
      Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
      Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
      Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
      Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
      -
      Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
      Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
      Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
      Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
      -
      Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
      Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
      Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
      Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.

      Hapus
    8. BADUT BOTOL = LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYSEWA 2026)
      Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
      Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
      Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
      -
      TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYSEWA)
      Akibat ketiadaan dana tunai, MALAYSEWA beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
      Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
      Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
      Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
      Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
      -
      KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
      Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
      Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, MALAYSEWA Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
      Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam

      Hapus
    9. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.
      --------------------------------------------
      OBLIGASI GLOBAL MALONYET (1998–2026)
      1998: Fokus restrukturisasi internal. Absen pasar global.
      1999: Rilis Global Bond USD 1 miliar (AS/Eropa). Bukti pemulihan.
      2002: Rilis Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta (London/Timur Tengah).
      2004: Promosi surat utang luar negeri via Khazanah Nasional.
      2006: Khazanah rilis Exchangeable Sukuk USD 750 juta (Asia/Eropa).
      2011: Rilis Wakala Global Sukuk USD 2 miliar. Permintaan oversubscribed 4,5 kali.
      2015: Rilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur.
      2016: Rilis Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun).
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar bergaransi JBIC (Jepang).
      2021: Rilis Sovereign Sustainability Sukuk pertama dunia USD 1,3 miliar. Permintaan melonjak 6,4 kali.
      2022–2024: Absen valas. Fokus optimasi obligasi domestik (MGS/MGII).
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas lewat bank sindikasi internasional.
      2026: Promosi rencana obligasi global baru USD

      Hapus
    10. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
  12. SEMBANG konon kuat..... LAWAK.. PADAM KEBAKARAN saja GAGAL... πŸ”₯πŸ”₯🀭🀭🀣🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
    5. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
    6. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Analisa Fiskal: Disiplin vs. Spiral Utang
      Perbedaan fundamental dalam cara membiayai pertahanan:
      Indonesia (Procurement/Buying): Rasio utang pemerintah sehat (40% GDP). Membeli aset untuk menjadi pemilik penuh.
      MALAYSEWA (Leasing/Sewa): Rasio utang kritis (69% GDP) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3%). Karena krisis kas, MALAYSEWA berubah menjadi "Negara Penyewa":
      Aset Sewaan: Helikopter Black Hawk (Aerotree), AW139, EC120B, Pesawat L39, Kapal Hidrografi, hingga Motor BMW R1250RT.
      Status SIPRI: Indonesia mencatat "Lembar Belanja Penuh", MALAYSEWA KOSONG/ZONK selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      -
      Beban Rakyat & Masa Depan
      Beban Per Kapita: Setiap warga MALAYSEWA menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998.
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren utang baru hanya untuk membayar bunga utang lama sejak 2010, menyebabkan kemandekan pembangunan militer (LCS mangkrak, MRCA vakum).

      Hapus
    7. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MILITER SEWAAN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Treasury memangkas anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim per 16 Januari 2026 akibat skandal korupsi sistemik.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Status vakum total selama 2 tahun berturut-turut; setara dengan Laos dan Kamboja dalam hal nol transfer senjata berat.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — OVER LIMIT 65%).
      Beban Kumulatif Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      ANALISA MODEL PENGADAAN: "NEGARA PENYEWA" (LEASING)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Skema Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa (FA-50 & PT-91M) terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) karena minimnya cadangan devisa mata uang asing.
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak; diperparah skandal hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet dari gudang.
      ________________________________________
      ANALISA REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL:
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALONSIA di ASEAN.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya habis untuk membayar bunga dan pokok utang lama (Debt-Servicing Cycle).

      Hapus
    8. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: SPIRAL UTANG & KEBANGKRUTAN STRATEGIS
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional seluruh kementerian akibat dampak krisis global (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat investigasi suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata berat. Status sejajar dengan Laos dan Kamboja.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      DATA UTANG & BEBAN RAKYAT 2026:
      Utang Pemerintah: RM 1,79 Triliun (70,5% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Utang Household: RM 1,65 Triliun (84,3% PDB — MELEWATI LIMIT 65%).
      Perhitungan Beban Utang Per Warga (Populasi 36,3 Juta):
      Beban Utang Pemerintah: RM 49.196 / jiwa.
      Beban Utang Household: RM 45.348 / jiwa.
      ➡️ TOTAL BEBAN PER WARGA: RM 94.544.
      ________________________________________
      BUKTI NYATA "GALI LUBANG TUTUP LUBANG" (2018–2026):
      2018 (Tabung Harapan): Fase putus asa fiskal melalui open donation rakyat untuk bayar utang negara yang menembus RM 1 Triliun.
      2019 (59%): Laporan Audit Negara mengungkap 59% pinjaman baru hanya untuk bayar utang lama.
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; dari RM 226,6 Miliar pinjaman kasar, sebesar RM 145,8 Miliar lari ke utang lama.
      2025-2026 (58%): Proyeksi konsisten di angka 58%. Lebih dari separuh uang pinjaman tidak menjadi pembangunan, melainkan hanya menyambung napas bunga utang.
      ________________________________________
      ANALISA PERTAHANAN: STAGNASI TOTAL
      Penurunan Daya Gentar: Merosot ke Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian Hornet bekas Kuwait membuktikan hilangnya kredibilitas finansial di pasar internasional (Tiada Cash).
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR menghantam sektor E&E, mematikan sumber pendapatan utama untuk bayar utang.

      Hapus
    9. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      NSM = BANNED
      KRISIS ALUTSISTA (LCS FAILURE):
      NORWAY EXPORT BLOCKADE: Keputusan sepihak Norwegia (April 2026) melarang pengiriman rudal NSM. Kontrak dibatalkan tanpa pemberitahuan awal.
      PCU MAHARAJA LELA (LCS1): Dudukan peluncur (ramps) NSM yang sudah terpasang harus DICOPOT/UNINSTALLED dari kapal. Kapal perang baru tanpa taring rudal strategis.
      STRATEGIC VACUUM: Kegagalan ini menciptakan kekosongan sistem pertahanan udara dan permukaan yang fatal.
      ________________________________________
      "CLAIM OF WEALTH = RISING DEBT BURDEN"
      TOTAL BEBAN HUTANG PER KAPITA (GOVT + HOUSEHOLD):
      2026: RM 94,544 (Lonjakan drastis RM 12,546 dalam setahun).
      2025: RM 81,998
      2024: RM 79,315
      2023: RM 74,587
      2022: RM 70,901
      2021: RM 67,667 (Puncak pandemi).
      STATUS FISKAL 2026:
      GOVT DEBT-TO-GDP: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HOUSEHOLD DEBT-TO-GDP: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      ________________________________________
      ANALISA PEMIMPIN (INTERNAL CRITIC):
      MAHATHIR (MALAS/MISKIN): Mengkritik etnis mayoritas tetap miskin karena enggan bekerja keras dan cenderung menyalahkan pihak lain (NYT 2025, Kompas 2019).
      ANWAR IBRAHIM (MISKIN/TADBIR): Menyoroti kemiskinan tegar yang menyiksa rakyat, terutama korban banjir. Menunda proyek triliunan karena masalah tata kelola (Bernama 2025, ST 2022).
      ________________________________________
      RINCIAN DATA HUTANG 2026:
      Hutang Kerajaan: RM 1,79 Triliun (Beban per orang: RM 49,196).
      Hutang Isi Rumah: RM 1,65 Triliun (Beban per orang: RM 45,348).
      Total Populasi: 36.385.115 Jiwa.
      Status: FISCAL PARALYSIS – Beban hutang akumulatif melumpuhkan daya beli dan kemampuan belanja pertahanan.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      KONDISI FISKAL (CONTRAST):
      GOV. DEBT: 40% OF GDP (Jauh di bawah batas 60%).
      GDP: USD 1,44 TRILIUN.
      STATUS: LENGKAP – Pembayaran tunai alutsista Rafale, M346FA, dan KAAN tetap berjalan stabil di tengah krisis tetangga.

      Hapus
    10. KERAJAAN PEMBUNUH/GAGAL/ZALIM MALONYET
      #kerajaanPembunuh
      #kerajaanGagal
      #kerajaanZalim
      tagar KerajaanPembunuh (atau variasinya) benar-benar dipakai di media sosial saat banjir di Malondesh
      -
      “#KerajaanPembunuh trends on twitter as more bodies of flood victims are found” disebut bahwa warganet menggunakan #KerajaanPembunuh, #KerajaanGagal, dan #KerajaanZalim sebagai bentuk kemarahan terhadap respons pemerintah atas banjir besar.
      Dalam laporan lain, saat korban tewas akibat banjir ditemukan lebih banyak
      -
      #KerajaanPembunuh disebut “spiking” — meningkat tajam — di Twitter.
      Media internasional juga menulis bahwa tagar itu viral: misalnya BBC News melaporkan bahwa setelah korban banjir ditemukan, respons publik — termasuk menggunakan #KerajaanPembunuh — mengkritik pemerintah bahwa respons mereka “highly inadequate”.
      Satu artikel menyebut sebuah tweet yang sangat keras terhadap pemerintah, dengan kata-kata seperti: “Many people died because of you and your people's negligence. If y’all really took emergency action… this wouldn't have happened,” sebagai bagian dari protes umum — menggambarkan suasana marah saat itu.
      --------------------------------------------
      BANTUAN LUAR NEGERI = DITOLAK
      -
      • Sinar Harian (Malonyet): Melaporkan respons dan keheranan pihak luar negeri terkait pengembalian bantuan kemanusiaan
      https://www.sinarharian.com.my/article/768623/global/indonesia-tolak-bantuan-beras-diaspora-aceh-di-malonyet
      -
      • CNA Indonesia: Melaporkan arahan Presiden Prabowo yang menegaskan kemampuan domestik RI dalam menangani bencana.
      -
      • Tempo.co: Memuat penjelasan Mensesneg Prasetyo Hadi mengenai kecukupan logistik nasional.
      -
      • Kompas.com: Mengulas keputusan pemerintah menolak uluran tangan asing.
      --------------------------------------------
      2026 AGUSTUS = MALONYET IMPOR BERAS INDONESIA
      -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      ===============================
      ===============================
      KAYA =
      50 HELIKOPTER = MILIK SENDIRI
      50 HELIKOPTER = MILIK SENDIRI
      50 HELIKOPTER = MILIK SENDIRI
      Armada Udara: Lebih dari 50 helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB diterjunkan untuk menjangkau wilayah terisolir.
      Pengiriman Logistik Skala Besar: Pesawat angkut berat TNI AU, termasuk A400, CN-295 (A-2904), dan C-130J Super Hercules,-
      ------
      500 RIBU TON BANTUAN
      500 RIBU TON BANTUAN
      500 RIBU TON BANTUAN
      Pemerintah telah menyalurkan 500 ribu ton lebih bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut mencakup paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan kesehatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.

      Hapus
    11. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
  13. yang lain sibuk perang proxy,

    Kita gampang ajah...tembak Asap impor kelenger warganyet kl haha!😢‍🌫️πŸ”₯🀣

    BalasHapus
  14. tipe m pada halu pengen nyerbu kite,
    eiitttt...keduluan kita invasi pake ASAP ehh langsung MeWeK😭 kalah NGAMUKπŸ”₯ haha!😢‍🌫️πŸ˜‚πŸ€£

    BalasHapus
    Balasan
    1. Laah kan budak budak monyet Malondesh suka isap asap dadah, sekarang giliran kita kirim asap ke mereka

      Hapus
    2. serbu? mimpi siang bolong ....... armada obselete om haaaaa

      Hapus
    3. Biat saja si Monyet Invasi yg jadi permasalahan berani tidak... wkwkwk

      Mereka LUPA Kalau pernah kita Invasi...yg kita temui perang kebanyakan anggota Power Ranger

      Hapus
  15. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
    26 PERUSAHAAN MALONYET
    26 PERUSAHAN SI UPIL
    -
    Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

    Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
    • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
    • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

    2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

    Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
    • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
    • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

    3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

    Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
    • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
    • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

    BalasHapus
  16. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus

  17. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
    -
    1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
    • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
    -
    • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
    -
    • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

    BalasHapus
  18. Ku sangkakan HELANG...ternyata hanyalah seekor AYAM guys.......HAHAHAHAHAHA

    BUKTI.....PADAM KEBAKARAN HUTAN saja GAGAL guys..... LEMAH....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.

      Hapus
    4. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Analisa Geopolitik & Pertahanan: "Stagnasi Total"
      Vakum SIPRI (2024-2025): Laporan impor senjata KOSONG selama dua tahun berturut-turut. MALAYSEWA kini sejajar dengan negara ekonomi kecil seperti Laos dan Kamboja dalam hal transfer alutsista berat.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Berada di Peringkat 42 GFP (Posisi ke-7 di ASEAN), kini resmi berada di bawah Filipina (Peringkat 41).
      Perbandingan Kontras: Indonesia memimpin di Peringkat 13 dunia dengan daftar belanja "satu lembar penuh" (Rafale F4, A400M, KF-21 Boramae, Kapal PPA, dan Rudal Khan/Bora).
      -
      Analisa Ekonomi & Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Fenomena Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 58% pinjaman baru di tahun 2026 hanya digunakan untuk membayar cicilan pokok dan bunga utang lama (Debt-Servicing Cycle).
      Beban Utang Nasional: Total utang dan liabilitas diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun, dengan rasio utang terhadap GDP melampaui ambang batas aman (>70%).
      Hambatan Dagang Global: Tekanan dari Amerika Serikat melalui Section 301 (kenaikan tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA (pemblokiran transaksi) oleh USTR yang memukul sektor manufaktur dan E&E.


      Hapus
    5. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Analisa Model Pengadaan: "Negara Penyewa" (Leasing)
      Krisis Likuiditas: Ketiadaan dana tunai memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan taktis).
      Barter Komoditas: Pengadaan yang tersisa terpaksa menggunakan skema Barter Kelapa Sawit (CPO) seperti pada kesepakatan FA-50 (Korea Selatan) dan PT-91M (Polandia).
      Aset Karatan & Hilang: Proyek LCS mangkrak melibatkan 17 kreditor, diperparah dengan catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet jet tempur.
      -
      Analisa Reputasi & Diplomasi Internasional
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS terkait 7 pemain naturalisasi ilegal dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) mencerminkan kegagalan administrasi sistemik.
      Kehilangan Posisi Regional: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027, di mana posisi tersebut kini diambil alih oleh Vietnam, mempertegas penurunan pengaruh MALAYSEWA di ASEAN.
      Krisis Identitas: Kritik internal dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai kemiskinan struktural dan korupsi proyek negara memperburuk citra di mata investor global.

      Hapus
    6. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      KETIDAKSTABILAN POLITIK = PROCUREMENT CHAOS
      5x Ganti PM = PRANK MRCA SPH LCS
      6x Ganti Menteri Pertahanan = PRANK MRCA SPH LCS
      ________________________________________
      DAFTAR "PRANK" ALUTSISTA (WINDOW SHOPPING):
      PRANK PAKISTAN (JF-17): Hanya sebatas minat; kesepakatan tidak pernah final.
      PRANK INDIA (TEJAS): Negosiasi "lanjut" untuk ganti MiG-29; gagal terpilih/batal.
      PRANK TURKI (YAVUZ/MKE): Akuisisi SPH 155mm terus ditinjau ulang tanpa hasil.
      PRANK FRANCE (NEXTER): LoI diteken DSA 2016 (20 unit); nol realisasi kontrak.
      PRANK INDONESIA (PT PAL): Klaim kontrak MRSS Agustus; batal terealisasi.
      PRANK FRANCE (DASSAULT): Klaim bicara eksklusif 18 Rafale ($2B); beku/batal.
      PRANK SLOVAKIA (EVA): Ekspektasi SPH 155mm berakhir tanpa kontrak.
      PRANK CHINA (KS-1A): Janji rudal & transfer teknologi; tidak terwujud.
      PRANK UN (IAG GUARDIAN): Ditolak PBB karena spek rendah; biaya tidak diganti (Sanksi).
      ________________________________________
      HUTANG & LIABILITAS MALONSIA 2010–2026:
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan pasca-krisis global.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Federal.
      2018: RM 1,19 Triliun – TRANSPARANSI BARU: Skandal 1MDB & Liabilitas PPP.
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan stimulus pandemi COVID-19.
      2023: RM 1,53 Triliun – Warisan hutang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim.
      2024: RM 1,63 Triliun – Estimasi Belanjawan (APBN) 2024.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target Economic Outlook 2026.
      ________________________________________
      ANALISA SUMBER DATA:
      Bloomberg & Reuters: Total hutang tembus RM 1 Triliun (Efek 1MDB).
      The Edge: Akumulasi utang federal lampaui ambang batas baru.
      MOF 2026: Target manajemen utang di tengah risiko fiskal tinggi.
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      MODERNISASI TUNAI & STABIL:
      KEPEMIMPINAN: Transisi stabil; tidak ada pembatalan kontrak strategis.
      STATUS: LENGKAP (Rafale, F-15IDN, Scorpene Evolved).
      FISKAL: Hutang 40% dari GDP; jauh di bawah limit keamanan 60%.

      Hapus
    7. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      INDONESIA .....
      STATUS 2026: SUPERIOR & LENGKAP
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 20 Miliar (Rp 335,2 Triliun).
      Pertumbuhan: Melonjak 37% dari tahun sebelumnya.
      Status SIPRI 2024-2025: LENGKAP (Transfer alutsista aktif).
      Daftar Belanja Alutsista Utama:
      42 Jet Rafale F-4 (Prancis).
      F-15IDN (USA).
      Kapal Selam Scorpene Evolved (Full Li-Ion Battery).
      Kapal Perang PPA-L-Plus & Frigat Merah Putih.
      Drone Tempur Anka-S (Turki).
      Rudal Balistik Khan & Bora.
      Kesehatan Fiskal:
      GDP: USD 1,44 Triliun.
      Hutang Pemerintah: 40% dari GDP (Jauh di bawah limit 60%).
      HUtang Household: 16% dari GDP.
      Defisit: 2,9%.
      Kekuatan Militer: Doktrin Pertahanan Total dengan integrasi teknologi tinggi.
      ________________________________________
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRISIS & MISKIN
      Anggaran Pertahanan 2026: USD 4,7 Miliar (DIPANGKAS TOTAL).
      Status SIPRI 2024-2025: KOSONG (Nol transfer senjata global).
      Krisis 2026:
      PHK Massal: 24.100 pekerja (Data SOCSO Januari 2026).
      Freeze Procurement: Pembekuan seluruh kontrak akibat skandal suap pejabat senior.
      Cut Budget: Perintah Treasury untuk memotong anggaran operasional karena krisis finansial.
      Kegagalan Alutsista (Daftar Prank):
      NSM BANNED: Rudal NSM dilarang ekspor oleh Norwegia; dudukan rudal di kapal LCS harus dicopot.
      F/A-18 Kuwait: Batal (4x surat resmi ditolak).
      LCS Mangkrak: Proyek kapal perang karatan dan penuh cacat kabel/pipa.
      Prank Global: Pembatalan minat pada Tejas (India), JF-17 (Pakistan), Yavuz (Turki), dan Rafale (Prancis).
      Kesehatan Fiskal (Darurat):
      GDP: USD 416,90 Miliar.
      Hutang Pemerintah: 70,5% (OVER LIMIT 65%).
      HUtang Household: 84,3% (OVER LIMIT 65%).
      Defisit: 3,8% (Tidak pernah surplus sejak 1998).
      Beban Hutang Per Kapita (2026): RM 94,544 per jiwa.
      Sistem "Serba Sewa" (Rental Defence):
      Sewa Helikopter Black Hawk & AW139 (Bukan milik sendiri).
      Sewa Jet L-39 di Kanada untuk latihan pilot.
      Sewa Motor Polis, Truk, dan Kapal Hidrografi.
      Kondisi Internal: Ketidakstabilan politik (5x Ganti PM & 6x Ganti Menhan) melumpuhkan perencanaan jangka panjang.
      KESIMPULAN:
      INDONESIA BELI TUNAI VS MALONSIA SERBA SEWA KARENA HUTANG MENUMPUK.

      Hapus
    8. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: MISKIN & PROCUREMENT COLLAPSE
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh kementerian memangkas anggaran operasional akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK dengan puncak di Januari 2026; Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi sejak 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior.
      2025 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Tidak ada transfer senjata besar yang tercatat dalam database global.
      2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Kelanjutan stagnasi modernisasi alutsista selama dua tahun berturut-turut.
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: MINDEF membatalkan secara resmi 5 tender bekalan dan infrastruktur.
      ________________________________________
      LIMITASI STRUKTUR KEKUATAN (FORCE LIMITATIONS):
      Ukuran Pasukan Kecil: Hanya memiliki ~113.000 personel aktif; sangat kontras dibandingkan Indonesia (~400.000) atau Vietnam (~600.000).
      Fragmentasi Matra: Kurangnya doktrin gabungan (Joint Doctrine) dan interoperabilitas antara Darat, Laut, dan Udara.
      Lemahnya Proyeksi Kekuatan: Tidak memiliki kapal induk, pembom berat, sistem rudal balistik, serta keterbatasan kapasitas pengisian bahan bakar di udara.
      Ketimpangan Anggaran: Lebih dari 40% anggaran habis untuk biaya personel (gaji/pensiun), mencekik dana modernisasi (CAPEX).
      Ketergantungan Impor: Industri pertahanan domestik sangat terbatas, hanya mampu untuk pemeliharaan dan kendaraan ringan.
      ________________________________________
      KETERGANTUNGAN PADA TEKNOLOGI USANG (LEGACY PLATFORMS):
      Definisi: Mengoperasikan alutsista tua yang mahal perawatannya namun terbatas secara operasional dalam perang modern.
      Penyebab: Siklus pengadaan yang tertunda (LCS Mangkrak) dan strategi modernisasi yang terfragmentasi (politik).
      Beban Pemeliharaan: Alutsista lama mengonsumsi anggaran besar untuk suku cadang tanpa memberikan peningkatan kapabilitas nyata.
      Daftar Aset Usang (Legacy List):
      MiG-29N Fulcrum: Dioperasikan sejak 1995, pensiun terlambat tanpa pengganti sepadan.
      F/A-18D Hornet: Aktif sejak 1997 dalam jumlah yang sangat terbatas.
      C-130 Hercules: Berasal dari era 1970-an; masih dipaksa beroperasi.
      Condor APC: Kendaraan lapis baja dari tahun 1980-an yang masih digunakan angkatan darat.
      Scorpene Submarine: Diperkenalkan 2009; kini mulai menua dengan jumlah armada yang tidak memadai.
      ________________________________________
      RISIKO STRATEGIS:
      Deterrence Collapse: Hilangnya daya getar di Laut Cina Selatan.
      Vulnerabilitas: Sangat rentan terhadap ancaman modern seperti drone, perang siber, dan serangan presisi.
      Fiscal Trap: Pembayaran cicilan tahunan (FA-50/A400M) menutup peluang untuk investasi alutsista baru.
      KESIMPULAN:
      FISKAL LUMPUH + PHK MASSAL + ASET KARATAN = KEBANGKRUTAN PERTAHANAN.

      Hapus
    9. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

      Hapus
  19. Ku sangkakan HELANG...ternyata hanyalah seekor AYAM guys.......HAHAHAHAHAHA

    BUKTI.....PADAM KEBAKARAN HUTAN saja GAGAL guys..... LEMAH....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan

    1. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus

    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan seluruh instansi memangkas anggaran operasional 2026 akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis di Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF.
      ________________________________________
      PENYEBAB PELEMAHAN DAYA GETAR (REDUCED DETERRENCE):
      Keterbatasan Aset Strategis: Tidak memiliki rudal jarak jauh, pesawat siluman (stealth), atau platform laut canggih.
      Armada Udara Minim: Hanya bergantung pada 18 F/A-18D tua; pengadaan FA-50 jet tempur ringan dianggap tidak cukup untuk standar deterrence.
      Struktur Pasukan Terfragmentasi: Operasi antar matra berjalan sendiri-sendiri (silos) dengan koordinasi komando gabungan yang sangat lemah.
      Kekalahan Teknologi: Tertinggal jauh dalam kemampuan perang siber, perang elektronik, dan sistem nirawak (drone).
      Kerentanan Geostrategis: Ketidakmampuan merespons secara tegas intrusi kapal penjaga pantai dan pelanggaran wilayah udara oleh China di Laut Cina Selatan.
      Ambiguitas Diplomatik: Kebijakan luar negeri non-konfrontatif sering dianggap sebagai pasivitas strategis oleh lawan.
      ________________________________________
      MENGAPA MODERNISASI BERJALAN LAMBAT? (FISCAL PARALYSIS):
      Ketidakseimbangan Anggaran: 60-70% dana habis untuk gaji, pensiun, dan pemeliharaan rutin. Hanya sedikit yang tersisa untuk sistem baru.
      Skandal & Penundaan: Proyek LCS (Littoral Combat Ship) menghadapi penundaan bertahun-tahun, pembengkakan biaya, dan investigasi korupsi.
      Strategi Reaktif: Pengadaan alutsista didorong oleh siklus politik, bukan perencanaan strategis jangka panjang, menciptakan logistik yang rumit.
      Industri Domestik Lemah: Hanya fokus pada pemeliharaan dasar, gagal memenuhi kebutuhan sistem persenjataan canggih.
      Depresiasi Ringgit: Pelemahan nilai tukar menghancurkan daya beli alutsista impor sementara pendapatan negara dari minyak menurun.
      ________________________________________
      MENGAPA KESIAPAN TEMPUR (READINESS) SANGAT BURUK?
      Aging Equipment: Bergantung pada platform usang seperti C-130 (1970-an), Condor APC (1980-an), dan kapal selam Scorpene (2009) yang mulai menua.
      No Joint Command: Angkatan Darat, Laut, dan Udara minim integrasi, mengurangi efektivitas dalam misi multi-domain.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KATASTROFE FISKAL & SKANDAL
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis di Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul tuduhan suap terhadap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA KEGAGALAN PROYEK LCS (LITTORAL COMBAT SHIP):
      Mismanajemen Pengadaan: Dimulai sejak 2011; telah menghabiskan RM 6,08 Miliar hingga 2022 tanpa ada satu pun kapal yang dikirimkan.
      Perubahan Desain Fatal: Permintaan perubahan sistem tempur dan sensor di tengah jalan menyebabkan penundaan sertifikasi dan re-engineering bertahun-tahun.
      Masalah Rantai Pasok: Keterlambatan komponen dari OEM (Original Equipment Manufacturer) asing yang seringkali tidak kompatibel dengan revisi desain.
      Ledakan Biaya (Financial Overrun):
      Rencana Awal: RM 9 Miliar untuk 6 Kapal (Selesai 2023).
      Status Saat Ini: RM 11,22 Miliar hanya untuk 5 Kapal (Selesai 2029).
      Dampak: Pembengkakan biaya RM 2,22 Miliar memaksa pemerintah mengurangi jumlah pesanan.
      Lumpuhnya Keamanan Nasional: Penundaan ini meninggalkan celah besar di Laut Cina Selatan; Angkatan Laut terpaksa bergantung pada kapal tua (KD Kasturi & KD Lekir).
      ________________________________________
      MASALAH RANTAI PASOK PERTAHANAN (SUPPLY CHAIN ISSUES):
      Ketergantungan Ekstrim pada OEM Asing: Bergantung penuh pada pemasok internasional untuk avionik pesawat, sistem tempur laut, dan suku cadang kendaraan lapis baja.
      Kemampuan Manufaktur Lokal Terbatas: Industri domestik hanya mampu melakukan perawatan (MRO) dan kendaraan logistik dasar, bukan sistem canggih seperti radar atau rudal.
      Ekosistem Terfragmentasi: Kurangnya koordinasi antara pemangku kepentingan menyebabkan inefisiensi dan lemahnya ketahanan saat krisis.
      Tantangan Kustomisasi: Permintaan konfigurasi khusus sering kali menyebabkan ketidakcocokan teknis dan waktu tunggu yang jauh lebih lama dari OEM.
      Kurangnya Skala Ekonomi: Volume pesanan yang kecil membuat MALONSIA menjadi prioritas rendah bagi vendor global, berujung pada biaya unit yang lebih mahal.
      Birokrasi & Politik: Perubahan spesifikasi dan kepemimpinan yang sering terjadi mengganggu jadwal pembayaran dan kepatuhan regulasi.

      Hapus
    5. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN OPERASIONAL & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO (PERKESO) mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KONTRAKSI FINANSIAL PERTAHANAN (FINANCIAL CONSTRAINTS):
      Alokasi Anggaran Terbatas: Belanja pertahanan hanya berkisar 1,2%–1,5% dari PDB, jauh di bawah standar regional untuk modernisasi.
      Biaya Operasional vs Modernisasi: Sebagian besar anggaran habis untuk gaji, pensiun, dan biaya harian, menyisakan dana sangat minim untuk pengadaan senjata canggih atau Litbang (R&D).
      Kompetisi Prioritas Domestik: Anggaran militer sering dikalahkan oleh prioritas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur sosial.
      Ketergantungan Teknologi Asing: Biaya tinggi pengadaan alutsista impor membuat MALONSIA terpaksa membeli barang bekas (second-hand) atau menunda program pengadaan.
      Dampak Kesiapan Strategis: Peralatan tua (kapal, pesawat, kendaraan) dipaksa beroperasi melampaui usia teknisnya; pelatihan pasukan dikurangi demi penghematan.
      ________________________________________
      KELEMAHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Aging Fleet (Armada Tua): Kapal utama seperti KD Kasturi dan KD Lekir berusia lebih dari 30 tahun dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas.
      Skandal & Penundaan LCS: Program RM 11 miliar penuh mismanajemen dan korupsi. Hingga 2025, hanya mencapai 72% progres tanpa satu pun kapal yang siap tempur.
      Struktur Armada Terfragmentasi: Terlalu banyak kelas kapal yang berbeda menyebabkan logistik, pelatihan, dan perawatan menjadi sangat tidak efisien dan mahal.
      Lemahnya Pengawasan Maritim: Kurangnya radar jarak jauh, UAV, dan sistem deteksi kapal selam membuat zona ekonomi eksklusif (ZEE) sangat rentan terhadap infiltrasi asing.
      Vulnerabilitas Strategis: Tanpa daya getar angkatan laut yang kredibel, MALONSIA kehilangan pengaruh strategis di Laut Cina Selatan menghadapi asertivitas kapal-kapal asing.

      Hapus
    6. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisa Kekuatan Militer (Global Firepower 2026)
      Perbandingan peringkat di kawasan ASEAN menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin Mutlak ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Filipina: Peringkat 41 (Melampaui MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi ke-7 di ASEAN).
      -
      Analisa Krisis Ekonomi & Spiral Utang (MALAYSEWA)
      Data menunjukkan tren kenaikan utang yang tidak terkendali (2010–2026):
      Lonjakan Utang (RM): Dari RM 407,1 Miliar (2010) membengkak menjadi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Utang terhadap GDP:
      2010: 52,4%
      2020: 62,0% (Pasca Pandemi)
      2024: 70,4%
      2025: Mencapai ambang batas kritis (Diproyeksikan >70%).
      Konversi Mata Wang: Nilai utang pemerintah menyentuh angka 375 Miliar USD pada 2025.
      Implikasi: Anggaran pertahanan tersedot untuk membayar bunga utang, memicu kebijakan "Sewa Aset" ketimbang membeli.
      -
      Analisa Sosial-Administrasi & Reputasi
      Krisis Identitas: Kritik tajam dari pemimpin nasional (Mahathir & Anwar Ibrahim) mengenai etos kerja dan korupsi sistemik.
      Kegagalan Administrasi (FAM): Sanksi internasional dari CAS dan AFC akibat pemain ilegal menjadi simbol lemahnya tata kelola organisasi di MALAYSEWA.
      Dampak Geopolitik: Vietnam mengambil alih posisi strategis MALAYSEWA di kancah olahraga (Piala Asia 2027) dan pengaruh regional.

      Hapus
  20. Ku sangka suhu ternyata maharajalelet cupu. Hanya jadi kapal tangkap sotong

    BalasHapus
  21. Pemerintah INDIANESIA TAK BERDAYA guys.......



    Dari Lahan ke Permukiman, Karhutla Telan 500 Rumah dan 2.000 Warga Mengungsi

    https://radarmalioboro.jawapos.com/amp/lesehan/2610120004/dari-lahan-ke-permukiman-karhutla-telan-500-rumah-dan-2000-warga-mengungsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    3. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      PERTAHANAN & MILITER
      SIPRI: Laporan impor senjata kosong selama 2 tahun berturut-turut (2024-2025).
      Pengadaan F/A-18: Rencana pembelian Hornet bekas Kuwait resmi batal setelah 4 kali upaya (laporan NST & Bernama).
      Peringkat GFP: Berada di peringkat 42 dunia (posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Perbandingan: Indonesia jauh memimpin (Peringkat 13) dengan daftar belanja alutsista baru (Rafale, A400M, kapal selam, dll).
      -
      KRISIS EKONOMI & UTANG
      Gali Lubang Tutup Lubang: Tren membayar utang dengan utang baru terus berlanjut (Proyeksi 58% pinjaman baru di 2026 hanya untuk cicilan).
      Sanksi Dagang AS: Terkena Section 301 (kenaikan tarif 10-25% produk ekspor) dan ancaman IEEPA (pemblokiran aset/transaksi) oleh USTR Amerika Serikat.
      -
      SEPAK BOLA (FAM)
      Putusan CAS: Banding ditolak, wajib bayar denda Rp7,5 Miliar, dan 7 pemain naturalisasi dilarang bermain selamanya.
      Sanksi AFC: Kemenangan kualifikasi diubah menjadi kalah WO (0-3) karena pemain ilegal.
      Gagal Total: Resmi gagal lolos ke Piala Asia 2027; posisi digantikan oleh Vietnam.

      Hapus
  22. Pemerintah INDIANESIA TAK BERDAYA guys.......



    Dari Lahan ke Permukiman, Karhutla Telan 500 Rumah dan 2.000 Warga Mengungsi

    https://radarmalioboro.jawapos.com/amp/lesehan/2610120004/dari-lahan-ke-permukiman-karhutla-telan-500-rumah-dan-2000-warga-mengungsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      ---------------------------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. INDONESIA – PERINGKAT 13
      -
      2. VIETNAM – PERINGKAT 23
      -
      3. THAILAND – PERINGKAT 24
      -
      4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
      -
      5. MYANMAR – PERINGKAT 35
      -
      6. FILIPINA – PERINGKAT 41
      -
      7. MALAYSEWA – PERINGKAT 42
      -
      8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
      -
      9. LAOS – PERINGKAT 125
      ---------------
      hasil sidang CAS terkait banding FAM:
      Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
      Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas MALAYSEWA secara permanen.
      Kerugian Kompetitif: MALAYSEWA kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
      Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
      ---------------
      sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola MALAYSEWA):
      Kekalahan WO (0-3): Kemenangan MALAYSEWA atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
      Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang MALAYSEWA untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
      Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
      -------------------------------
      SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
      Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
      IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.

      Hapus
    2. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja MALONSIA mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: TATA KELOLA HANCUR & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MANAJEMEN KONTRAK (AUDITOR GENERAL 2025):
      Skandal Kendaraan Gempita: Keterlambatan pengiriman 68 unit kendaraan lapis baja mengakibatkan denda RM 162,75 Juta, namun denda baru diklaim terlambat dua tahun.
      Pembayaran Buta: Pembayaran penuh tetap dilakukan kepada kontraktor meskipun tenggat waktu pengiriman telah terlewati.
      Denda Tak Tertagih: Sebanyak RM 167 Juta total denda keterlambatan belum ditagih oleh Kemenhan (Mindef) dari para kontraktor bermasalah.
      Pelanggaran Regulasi: Pengadaan batch kecil senilai RM 107,54 Juta (2020-2023) dilakukan tanpa tender terbuka, melanggar aturan pengadaan di atas RM 500.000.
      Krisis Suku Cadang: Layanan pemeliharaan dan suku cadang tertunda lebih dari 200 hari, melumpuhkan kesiapan tempur pasukan di lapangan.
      ________________________________________
      KORUPSI, KRONISME & KETERGANTUNGAN MAKELAR:
      Kecaman Raja: Raja MALONSIA mengutuk ketergantungan Kemenhan pada "salesmen" dan membatalkan sewa Black Hawk 30 tahun yang disebut sebagai "Peti Mati Terbang".
      Tender Tertutup: Hanya 20–30% kontrak besar yang melalui tender terbuka; sisanya adalah penunjukan langsung ke perusahaan kroni politik.
      Skandal Scorpene: Kasus kapal selam yang melibatkan komisi ilegal dan perantara asing, merusak integritas rahasia negara.
      Otomatisasi Mismanajemen: Penggunaan perusahaan cangkang (shell companies) dalam proyek LCS untuk mengalihkan dana negara sebesar RM 1,4 Miliar demi menutup hutang proyek gagal masa lalu.
      ________________________________________
      KELEMAHAN STRATEGIS & SUMBER DAYA MANUSIA:
      Ketergantungan Asing: Kemampuan produksi pertahanan domestik yang sangat lemah menyebabkan ketergantungan total pada vendor asing yang mahal.
      Brain Drain: Angkatan Bersenjata kesulitan mempertahankan personel terampil di bidang teknis (teknisi kapal dan pemeliharaan penerbangan).
      Doktrin Usang: Pelatihan menggunakan alutsista kuno mengurangi efisiensi operasional dan interoperabilitas dengan militer modern.

      Hapus
    5. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      TIDAK BAYAR DEBT
      “Kalau dikira daripada peratus, (DEBT) 82 peratus daripada KDNK (Keluaran Dalam Negara Kasar) dan untuk DEBT kerajaan persekutuan sudah mencecah 60.4 peratus. “Ini bermakna bayaran khidmat DEBT banyak…hanya membayar faedah bukan bayar DEBT tertunggak,” kata Anwar lagi
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      ===================
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      CASSAVA =
      AFRICA : NIGERIA CONGO TANZANIA
      SEA : MALAYDESH
      Around 70 percent of Africa's cassava output is harvested in Nigeria, the Congo and Tanzania (IFAD and FAO, 2000). Throughout the forest and transition zones of Africa, cassava is either a primary staple or a secondary food staple.
      -
      MALAYDESH=
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      CASSAVA AS A RICE SUBSTITUTE
      Malaydesh officials have suggested using cassava as a rice substitute. The Speaker of the Dewan Rakyat, Johari Abdul, urged the public to consider cassava as an alternative carbohydrate source
      =========
      AFRIKA MALAYDESH SINGKONG ✔️
      MALAYDESH MALAYDESH SINGKONG ✔️
      cassava is a significant staple food for a large portion of the African population, particularly in Sub-Saharan Africa. It is the second most important food staple in terms of per capita calorie consumption on the continent, with roughly two out of every five Africans relying on it as a major source of calories. In some regions, it is consumed daily, sometimes multiple times.
      -
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      OPLOS BERAS SEJAK 1970
      KUALA LUMPUR: Tindakan mencampurkan beras tempatan dan import berlaku sejak tahun 1970-an lagi selepas penubuhan Lembaga Padi dan Beras Negara (LPN), bukannya baru berlaku ketika pentadbiran kerajaan sekarang.
      Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan, Datuk Seri Mohamad Sabu berkata dapatan itu diperoleh hasil kajian dijalankan Suruhanjaya Persaingan Malaydesh (MyCC) ke atas industri padi dan beras sejak awal 2024.
      😝KURANG BERAS = KRISIS BERAS = CASSAVA😝

      Hapus
    6. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      -
      SEWA MALAYDESH SEWA
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. TUDM SEWA 12 AW149
      24. TUDM SEWA 4 AW139
      25. TUDM SEWA 5 EC120B
      26. TLDM SEWA 2 AW159
      27. TDM SEWA 4 UH-60A
      28. TDM SEWA 12 AW149
      29. BOMBA SEWA 4 AW139
      30. MMEA SEWA 2 AW159
      31. POLIS SEWA 7 BELL429
      32. SEWA MOTOR POLIS

      Hapus
  23. BUKTI KEBAKARAN di INDIANESIA makin tak terkawal......Ayohh di tanya mana TEPUNG UBI nya......



    500 Rumah di Bangka Selatan Terbakar Imbas Karhutla

    https://www.metrotvnews.com/play/ba4CvO4Q-500-rumah-di-bangka-selatan-terbakar-imbas-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus

    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).


      Hapus
    3. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      ==========
      ==========
      2025 INDONESIA = 8th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      2025 INDONESIA = 8th LARGEST ECONOMY IN THE WORLD BY GDP (PPP)
      1. China 37,070,000
      2. United States 29,170,000
      3. India 16,024,460
      4. Russia 6,910,000
      5. Japan 6,570,000
      6. Germany 6,020,000
      7. Brazil 4,702,004
      8. Indonesia 4,661,542
      9. France 4,360,000
      10. United Kingdom 4,280,000
      Indonesia is the 8th largest economy in the world by GDP (PPP). It is also the largest economy in Southeast Asia.
      Explanation
      • In 2023, Indonesia's nominal GDP was $1.371 trillion, making it the 16th largest economy in the world by nominal GDP.
      • Indonesia is a member of the G20 and the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
      • Indonesia is an upper-middle income country and a newly industrialized country.
      • Indonesia has seen significant economic growth since the Asian financial crisis in the late 1990s.
      • Indonesia's economy is expected to benefit from a young population, continued urbanization, and the resurgence of Asia.
      • Indonesia is a member of the BRICS
      ---------
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+SINGA+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+VIET+PINOY
      GDP INDONESIA = MALAYDESH+THAI+VIET
      GDP INDONESIA 1,492,618
      GDP SINGA : 561,725
      GDP MALAYDESH : 488,250
      GDP PINOY : 471,516
      GDP VIET : 468,400
      GDP THAI : 545,341
      WHY IS INDONESIA LISTED AS ONE OF THE G-20 COUNTRIES WHILE MALAYDESH AND SINGAPORE ARE NOT
      Malaydesh and Singapore lack the size to match Indonesia’s importance on the global stage. With a combined GDP of around $818 Billion, Malaydesh and Singapore are still quite far from Indonesia’s $1.3 Trillion GDP, which puts a gap of around $500 Billion between Indonesia with Malaydesh and Singapore. EXCLUDING the combined GDP there would be a $900 billion gap between Indonesia with Malaydesh and Singapore respectively.
      Things get even worse when we measure the economy in GDP PPP. Indonesia stands at around $4 Trillion in PPP, whilst Malaydesh at $1,089 Trillion and Singapore at $617 Billion. Even the combined GDP of the next three largest ASEAN nations (Thailand, Vietnam, and the Philippines) still couldn’t match Indonesia’s size. Within both PPP and Nominal GDP, no ASEAN nations are within the top 20 largest economies in the world, therefore none of them can qualify for the G20 membership with their GDP.

      Hapus
    4. KASIH PAHAM : NGEMIS 2026 AGUSTUS = IMPOR BERAS 200 RIBU TON INDONESIA -
      • Tempo: Berita kesepakatan final ekspor beras premium ke Malonyet.
      -
      • BeritaSatu: Laporan permintaan resmi Malonyet dan pengiriman perdana 1.000 ton.
      -
      • Sindonews: Detail pengiriman logistik beras via darat ke wilayah Sarawak.
      -
      • Hortus News: Liputan penandatanganan MoU yang disaksikan Menteri Pertanian RI.
      -
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      KURANG BERAS 50-60%
      Produksi beras di Malaydesh saat ini hanya mencukupi sekitar 40-50% dari kekebutuhanan nasionalnya. Ini berarti Malaydesh mengalami kekurangan beras dan bergantung pada impor untuk memenuhi sisa kekebutuhanan.
      -
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      KRISIS BERAS = SINGKONG
      Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan ketertarikan Malaydesh untuk mengimpor beras dari Indonesia, menyusul tingginya harga beras di Negeri Jiran.
      Hal ini disampaikan Amran usai menerima kunjungan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Malaydeshan Malaydesh, Datuk Seri Haji Mohamad Bin Sabu, di Jakarta pada Selasa (22/4/2025).
      -
      HANYA BAYAR FAEDAH =
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      Anwar berkata demikian pada sesi soal jawab Perdana Menteri (PMQ) pada sidang Dewan Rakyat di sini, hari ini.
      Menurutnya bayaran tersebut adalah bagi bayaran khidmat hutang atau hanya membayar faedah dan bukan membayar jumlah hutang tertunggak
      -
      1.RASIO HUTANG 84.2% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,63 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL

      Hapus
    5. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG FOR SUBSIDI BBM
      MALONSIA bisa membiayai subsidi dengan hutang negara:
      1. Anggaran Pemerintah dan Defisit:
      • Anggaran Tahunan: SeTIAP TAHUN TIPU-TIPU, pemerintah MALONSIA menyusun anggaran yang menguraikan perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Subsidi adalah salah satu komponen pengeluaran yang signifikan, meliputi subsidi bahan bakar, listrik, makanan, dan lain-lain.
      • 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN: Jika total pengeluaran melebihi total pendapatan yang diperkirakan, pemerintah mengalami 🦧GORILA IQ BOTOL = DEFISIT ANGGARAN. Untuk menutupi defisit ini, pemerintah harus mencari sumber pendanaan tambahan.
      2. Mekanisme Pembiayaan Defisit (dan Subsidi):
      Ketika pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi tetapi tidak memiliki cukup uang tunai dari pendapatan saat ini, mereka akan meminjam. Berikut adalah cara-cara utama:
      • Penerbitan Obligasi Pemerintah:
      o Apa itu Obligasi? Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meminjam uang dari investor (individu, institusi keuangan, bank, dll.). Investor membeli obligasi ini dengan janji akan menerima pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo.
      o Bagaimana Terkait Subsidi? Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi ini kemudian dapat digunakan untuk mendanai berbagai program pemerintah, termasuk pembayaran subsidi. Ini secara efektif berarti pemerintah meminjam uang untuk membayar subsidi, dan pinjaman ini menjadi bagian dari hutang negara.
      o Contoh di MALONSIA: MALONSIA secara rutin menerbitkan obligasi pemerintah seperti MALONSIAn Government Securities (MGS) dan MALONSIAn Government Investment Issues (MGII) untuk membiayai pengeluaran dan proyek pembangunan.
      • Pinjaman dari Lembaga Keuangan:
      o Pemerintah juga dapat meminjam langsung dari bank domestik atau lembaga keuangan internasional (misalnya, Bank Dunia, Asian Development Bank), meskipun ini kurang umum untuk pembiayaan subsidi rutin dan lebih sering untuk proyek-proyek besar atau saat krisis.
      3. Dampak terhadap Hutang Negara:
      • Peningkatan Hutang: Setiap kali pemerintah meminjam uang untuk membiayai subsidi (atau pengeluaran lain), jumlah total hutang negara akan meningkat.


      Hapus
    6. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      1. DENDA= USUSD83,8 juta
      Seperti dikutip The Edge MALONSIA (19/9/2025), Kontraktor pertahanan Aerotree Defence and Services Sdn Bhd telah mengajukan gugatan sebesar RM353 juta (USUSD83,8 juta) terhadap pemerintah dan Kementerian Pertahanan MALONSIA atas pembatalan perjanjian sewa lima tahun
      -------------
      2. SKANDAL KAPAL TEMPUR PESISIR (LITTORAL COMBAT SHIP/LCS)
      Ini adalah salah satu skandal pengadaan militer terbesar dan paling kontroversial di MALONSIA.
      Proyek: Pengadaan enam kapal tempur pesisir untuk Angkatan Laut Kerajaan MALONSIA (Royal MALONSIAn Navy/RMN).
      Nilai Proyek: Kontrak senilai RM9 miliar (sekitar USUSD2 miliar) ditandatangani pada tahun 2011.
      Masalah Utama:
      Tidak ada kapal yang selesai: Meskipun pemerintah telah membayar lebih dari RM6 miliar, hingga kini belum ada satu pun dari enam kapal yang selesai dan dikirimkan.
      Penyalahgunaan dana: Laporan investigasi menemukan adanya dugaan penyalahgunaan dana, pembayaran yang tidak semestinya, dan penggelembungan harga (mark-up). Dana yang seharusnya digunakan untuk proyek justru digunakan untuk tujuan lain.
      Politik dan korupsi: Skandal ini menyeret sejumlah nama pejabat tinggi, termasuk mantan menteri pertahanan, yang diduga terlibat dalam praktik korupsi dan nepotisme.
      -------------
      3. SKANDAL KAPAL SELAM SCORPENE
      Skandal ini telah menjadi berita utama selama bertahun-tahun, bahkan melibatkan pengadilan di Prancis.
      Proyek: Pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dari perusahaan Prancis, DCNS (sekarang Naval Group), pada tahun 2002.
      Nilai Proyek: Sekitar RM5,4 miliar.
      Masalah Utama:
      Komisi besar-besaran: Terdapat dugaan pembayaran komisi sebesar 114 juta Euro kepada sebuah perusahaan yang terkait dengan pejabat senior MALONSIA.
      Kasus pembunuhan: Skandal ini juga terkait dengan pembunuhan seorang penerjemah wanita asal Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang diduga memiliki informasi terkait kontrak tersebut. Kasus ini telah menjadi salah satu babak tergelap dalam sejarah politik MALONSIA

      Hapus
  24. BUKTI KEBAKARAN di INDIANESIA makin tak terkawal......Ayohh di tanya mana TEPUNG UBI nya......



    500 Rumah di Bangka Selatan Terbakar Imbas Karhutla

    https://www.metrotvnews.com/play/ba4CvO4Q-500-rumah-di-bangka-selatan-terbakar-imbas-karhutla

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KEGAGALAN PROGRAM MRCA (MULTI-ROLE COMBAT AIRCRAFT):
      Ketidakpastian Selama 20 Tahun: Program pengganti MiG-29 dan F-5E pertama kali diusulkan awal 2000-an, namun hingga dua dekade kemudian tidak ada keputusan final.
      Gridlock Birokrasi: Keputusan terbagi antara Kemenhan (Mindef) dan Kemenkeu (MOF); kontrak di atas RM 7 juta wajib persetujuan MOF, memicu tumpang tindih prioritas dan penundaan masif.
      Tender Tidak Transparan: Pengadaan didominasi tender terbatas (hanya 20-30% tender terbuka), melibatkan pensiunan militer sebagai makelar politik.
      Daftar Penantian Panjang: Rafale, Typhoon, Gripen, hingga F/A-18 silih berganti dievaluasi tanpa ada pemilihan transparan yang difinalisasi.
      Pivot Karena Miskin: Karena keterbatasan dana, fokus beralih ke jet ringan (LCA) FA-50, mencerminkan strategi pengadaan yang reaktif, bukan proaktif berbasis kapabilitas.
      ________________________________________
      SKANDAL & KEBINGUNGAN PROGRAM SPH (SELF-PROPELLED HOWITZER):
      Proyek Terlantar Sejak 2010: Rencana akuisisi 66 unit SPH 155mm tetap berada dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.
      Kontroversi Kronisme: Pada 2022, muncul dugaan kontrak RM 819,09 Juta diberikan langsung kepada perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Kebingungan G2G (Yavuz SPH): Sempat berencana membeli Yavuz dari MKE Turki via G2G, namun kemudian diubah kembali menjadi tender terbuka karena ketidaksesuaian spesifikasi.
      Audit MOF vs Mindef: Meskipun MOF menyetujui tender pada Januari 2024, Mindef dipaksa negosiasi ulang harga, menunjukkan lemahnya otoritas pengadaan terpusat.
      Lumpuhnya Artileri Darat: Bergantung pada meriam tarik (towed) yang lambat; kegagalan SPH mematikan kemampuan bantuan tembakan cepat dalam pertempuran modern.

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      --------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KRONISME SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemangkasan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KRONISME & KORUPSI KONTRAK PERTAHANAN:
      Dominasi Perusahaan Kroni: Kontrak sering diberikan kepada perusahaan yang tidak kompeten namun memiliki koneksi politik atau hubungan dengan pensiunan perwira militer.
      Kasus Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar membengkak jadi RM 11 Miliar+; lebih dari RM 6 Miliar telah dibayarkan, namun nol kapal terkirim tepat waktu.
      Konflik Kepentingan SPH: Kontrak Self-Propelled Howitzer (SPH) memicu kemarahan publik setelah terungkap melibatkan perusahaan yang terkait dengan keluarga mantan wakil menteri pertahanan.
      Mismanajemen Finansial: Perusahaan kroni sering kekurangan keahlian teknis, menyebabkan pengiriman kapal patroli terlambat 3 tahun dan pembengkakan biaya masif.
      Lemahnya Penegakan Hukum: Otoritas enggan menuntut perusahaan gagal karena takut mengungkap jaringan korupsi yang lebih dalam di dalam sistem pengadaan.
      ________________________________________
      REKAM JEJAK SKANDAL ALUTSISTA (LEGACY OF CORRUPTION):
      Skandal Kapal Selam Scorpene (2002): Pengadaan senilai RM 4,5 Miliar melalui perusahaan perantara (Perimekar) yang tidak punya rekam jejak. Komisi RM 510 Juta (11%) dibayarkan secara ilegal. Terlibat dalam kasus pembunuhan Altantuyaa Shaariibuugiin.
      Skandal Helikopter MD530G (2016): Kontrak RM 321 Juta untuk 6 unit helikopter gagal karena masalah spesifikasi dan pengiriman. Investigasi MACC berakhir tanpa penuntutan, memicu kemarahan publik atas "korupsi dari atas ke bawah".
      Fiasco NGPV (Patrol Vessel): Proyek 27 kapal desain Meko 100 yang diberikan kepada perusahaan kroni (PSC-ND). Hanya 6 unit selesai; biaya membengkak dari RM 5,35 Miliar menjadi RM 6,75 Miliar sebelum akhirnya bangkrut dan dicaplok Boustead.
      Skandal OPV (Offshore Patrol Vessel): Kontrak 6 kapal senilai RM 4,9 Miliar hanya menghasilkan 2 unit cacat. Terjadi kelebihan pembayaran 48% (Bayar RM 4,26 Miliar untuk hasil kerja senilai RM 2,87 Miliar); denda keterlambatan dihapuskan secara sepihak oleh pemerintah.

      Hapus
    5. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------

      Bukti "Hutang Bayar Hutang" (Debt-Servicing Cycle)
      Data resmi menunjukkan MALAYSEWA terjebak dalam siklus gali lubang tutup lubang kronis:
      2018 (Fase Verifikasi): Utang menembus RM1 Triliun; pemerintah meluncurkan Tabung Harapan (donasi rakyat) untuk mencicil utang negara.
      2019–2020: Ketergantungan meningkat; 59% hingga 60% pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      2023 (Rekor Terburuk): 64,3% dari total pinjaman kasar (RM145,8 Miliar) digunakan hanya untuk membayar utang jatuh tempo.
      2025–2026: Proyeksi tetap kritis di angka 58%. Ruang fiskal untuk pembangunan dan alutsista praktis terkunci oleh cicilan utang.
      -
      Bukti "Vakum SIPRI" (2020–2025)
      Kontras dengan klaim belanja "Cash", data SIPRI menunjukkan kekosongan aktivitas:
      2020–2021: Berstatus Planned (Hanya rencana/dijangka).
      2022–2023: Berstatus Not Yet Ordered (Terpilih tapi tidak ada kontrak/pesanan).
      2024–2025: Status resmi KOSONG (Nihil transfer senjata berat selama 2 tahun berturut-turut).
      Posisi Regional: MALAYSEWA kini sejajar dengan Laos dan Kamboja dalam hal nihilnya modernisasi alutsista berat.
      -
      Timeline "Prank" Alutsista (Janji vs Realitas)
      Daftar kegagalan kontrak strategis yang mencoreng kredibilitas pertahanan:
      Prank F/A-18 Hornet: Upaya akuisisi dari Kuwait Batal 4 Kali hingga resmi dihentikan pada 2026 karena masalah logistik dan dana.
      Prank Dassault Rafale: Mangkrak sejak 2014 akibat krisis anggaran (kini diborong Indonesia).
      Prank Kapal MRSS: Janji kontrak dengan PT PAL (Indonesia) pada 2018 yang tidak pernah terwujud.
      Prank Helikopter Blackhawk: Proses sewa (leasing) yang mangkrak dan berbelit hingga 2025.

      Hapus
    6. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------

      Perangkap Utang & Liabilitas (Eskalasi RM 1,79 Triliun)
      Pertumbuhan beban finansial yang melumpuhkan negara:
      2010: RM 407,1 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Ledakan pasca-transparansi 1MDB).
      2026: Proyeksi RM 1,79 Triliun (Titik kritis manajemen utang).
      Rasio Utang: Diproyeksikan menyentuh 69,54% dari PDB pada 2029 (Data Statista), melampaui batas aman.
      -
      Penurunan Daya Gentar & Reputasi
      Global Firepower (GFP) 2026: MALAYSEWA (Peringkat 42) resmi disalip oleh Filipina (Peringkat 41) di ASEAN.
      Status "Military-for-Rent": Karena tidak mampu membeli (Buying), beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item (Heli, simulator, hingga motor polisi).
      Administrasi: Sanksi naturalisasi ilegal dan kekalahan WO 0-3 di bidang olahraga menjadi simbol runtuhnya tata kelola birokrasi nasional.
      -
      Kesimpulan Strategis
      Indonesia: Berstatus "The Giant" dengan modernisasi agresif (Rafale, A400M, PPA) dan rasio utang pemerintah yang sehat (40% GDP).
      MALAYSEWA: Berstatus "The Stagnant" yang terjebak dalam delusi klaim "Shopping Cash" sementara kenyataannya hanya mampu membayar bunga utang lama.

      Hapus
  25. bila AYAM MEMBUAL konon mereka HELANG.....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN Kalimantan
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. BUKTI BADUT = BAKAR LAHAN
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      PERBANDINGAN ARMADA UDARA
      Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    3. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    4. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      1. KONTROVERSI PENGADAAN JET TEMPUR A-4 SKYHAWK
      Kasus ini sering diangkat kembali, termasuk oleh Raja MALONSIA sendiri, sebagai contoh kegagalan pengadaan di masa lalu.
      Proyek: Pembelian 88 unit jet tempur A-4 Skyhawk bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.
      Masalah Utama:
      Kondisi buruk: Dari 88 unit yang dibeli, hanya sekitar 40 unit yang bisa digunakan dan sisanya dianggap tidak layak terbang.
      Tingkat kecelakaan tinggi: Jet-jet yang dioperasikan mengalami tingkat kecelakaan yang tinggi, membahayakan nyawa pilot, dan akhirnya dipensiunkan. Raja MALONSIA menyebutnya sebagai "peti mati terbang" (flying coffin), istilah yang juga digunakan untuk mengkritik rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang usianya sudah tua.
      -------------
      2. SKANDAL PENCURIAN MESIN PESAWAT TEMPUR F-5E
      Kasus ini adalah salah satu contoh nyata kelemahan dalam pengawasan aset militer.
      Kasus: Hilangnya dua mesin pesawat tempur Northrop F-5E milik Angkatan Udara Kerajaan MALONSIA (RMAF) senilai sekitar USUSD29 juta.
      Masalah Utama: Investigasi mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut telah dicuri dari pangkalan militer dan kemudian dijual kepada perusahaan di Amerika Selatan.

      Hapus
    5. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      1. KONTROVERSI PENGADAAN JET TEMPUR A-4 SKYHAWK
      Kasus ini sering diangkat kembali, termasuk oleh Raja MALONSIA sendiri, sebagai contoh kegagalan pengadaan di masa lalu.
      Proyek: Pembelian 88 unit jet tempur A-4 Skyhawk bekas dari Amerika Serikat pada tahun 1980-an.
      Masalah Utama:
      Kondisi buruk: Dari 88 unit yang dibeli, hanya sekitar 40 unit yang bisa digunakan dan sisanya dianggap tidak layak terbang.
      Tingkat kecelakaan tinggi: Jet-jet yang dioperasikan mengalami tingkat kecelakaan yang tinggi, membahayakan nyawa pilot, dan akhirnya dipensiunkan. Raja MALONSIA menyebutnya sebagai "peti mati terbang" (flying coffin), istilah yang juga digunakan untuk mengkritik rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang usianya sudah tua.
      -------------
      2. SKANDAL PENCURIAN MESIN PESAWAT TEMPUR F-5E
      Kasus ini adalah salah satu contoh nyata kelemahan dalam pengawasan aset militer.
      Kasus: Hilangnya dua mesin pesawat tempur Northrop F-5E milik Angkatan Udara Kerajaan MALONSIA (RMAF) senilai sekitar USUSD29 juta.
      Masalah Utama: Investigasi mengungkapkan bahwa mesin-mesin tersebut telah dicuri dari pangkalan militer dan kemudian dijual kepada perusahaan di Amerika Selatan.

      Hapus
    6. LCS 2035-2011 : 24 TAHUN --- SEWA HELI 15 TAHUN
      DEFISIT 1998 - 2026 : 28 TAHUN = ZONK MRCA SPH LCS NSM
      GANTI RAJA 5x -- GANTI 5x PM -- GANTI 6x MINDEF
      -
      Jet Tempur: 1 Rafale (RI) = 4 FA-50M (MY)
      Biaya: Rafale RI seharga USD 192,8 juta/unit (paket lengkap). FA-50M MY seharga USD 51,1 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 192,8 juta ÷ USD 51,1 juta = 3,77 (dibulatkan menjadi 4 unit FA-50M).
      -
      Kapal Perang: 1 PPA (RI) = 3 LMS Batch 2 (MY)
      Biaya: PPA RI seharga ~USD 640 juta/unit. LMS Batch 2 MY seharga USD 170–190 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 640 juta ÷ USD 190 juta = 3,3 (setara dengan 3 unit LMS Batch 2).
      -
      Kapal Selam: 1 Scorpene (RI) = 2 Scorpene (MY)
      Biaya: Scorpene RI bernilai investasi lebih tinggi daripada Scorpene MY (EUR 520 juta/unit pada tahun 2002).
      Rasio Perbandingan: Kelipatan biaya murni dipengaruhi oleh faktor inflasi multi-dekade, lompatan varian teknologi baterai, serta biaya kemandirian ToT.
      -
      Helikopter Serang: 1 Apache (RI) = 13 MD530G (MY)
      Biaya: Apache RI (paket penuh) mencapai USD 125 juta/unit. MD530G MY seharga USD 12,7 juta/unit.
      Rasio Matematika: USD 125 juta ÷ USD 12,7 juta = 9,8 hingga 13 kali lipat tergantung kelengkapan muatan senjata Apache.
      -
      Kapal Perusak vs Fregat Kosong: 1 Destroyer (Full) = 1 LCS FFBNW (MY)
      Biaya: Proyek LCS MY membengkak hingga USD 948 juta/unit (kondisi kosong/FFBNW). Destroyer global bersenjata lengkap berkisar antara USD 500–900 juta.
      Rasio Perbandingan: Nilai ekonomi 1 unit kapal LCS kosong milik Malaysia terbukti setara atau bahkan melebihi harga 1 unit kapal Destroyer bersenjata lengkap di pasar global
      --------------------------------
      KLAIM KAYA CASH = HUTANG BAYAR HUTANG
      DENDA= USUSD83,8 juta
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      -------------
      Defence contractor Aerotree Defence & Services Sdn Bhd has filed a RM353 million lawsuit against the MALONSIAn government and Defence Ministry for cancelling a five-year lease agreement involving four US-made Blackhawk UH-60A helicopters for the MALONSIAn army's air force unit.
      Filed through Messrs Hafarizam, Wan Aisha & Mubarak at the Kuala Lumpur High Court, the suit names the Defence Ministry secretary general, the ministry, and the federal government as defendants.
      In the statement of claim sighted by The Edge, Aerotree Defence is asking the court to order the Defence Ministry and the government to follow through with the helicopter lease deal based on the acceptance letter dated April 17, 2023. If the deal can’t be carried out, the company wants:
      RM17.5 million in special damages
      RM38.7 million in further damages
      USUSD38.7 million (about RM297.3 million) in additional compensation
      Aerotree is also seeking to block the government from using a RM1.87 million bank guarantee it provided, and is asking for general damages for loss of reputation, plus exemplary and aggravated damages to be decided by the court.
      In its 31-page claim, Aerotree said the government had agreed to lease four Blackhawk helicopters for five years at RM187.5 million. The deal was a Private Finance Initiative, meaning the government wouldn’t bear any cost or risk, as Aerotree would own, operate, and maintain the helicopters. The company said the helicopters were fully mission-capable, including for air force transport operations.
      Aerotree is seeking a court declaration that the government’s termination of the agreement on Oct 31, 2024, is null and void.


      Hapus
    7. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    8. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kesenjangan Kemampuan (Capability Gap)
      Ketiadaan Pesawat COIN: Menggunakan jet mahal (Su-30MKM) untuk operasi anti-gerilya yang seharusnya menggunakan pesawat ringan. Pengganti (FA-50M) baru akan tiba paling cepat 2026.
      Logistik Terfragmentasi: Standarisasi alutsista yang buruk (campuran Rusia, AS, Polandia, China) menciptakan biaya pemeliharaan tinggi dan kesiapan operasional rendah.
      Absennya Korps Marinir: Kemampuan amfibi yang terpecah antara AD dan AL melemahkan pertahanan kedaulatan di Laut China Selatan.
      -
      Krisis Fiskal & "Negara Penyewa"
      Spiral Utang: Rasio utang pemerintah (69% GDP) dan rumah tangga (84,3%) yang ekstrem memaksa militer beralih ke skema Sewa (Leasing).
      Aset Sewaan: Mencakup Helikopter Blackhawk, AW139, pesawat latihan L39, hingga kapal hidrografi dan motor patroli.
      Efek Domino: Pembatalan F-18 Hornet Kuwait (2026) menjadi simbol hilangnya kredibilitas finansial di pasar pertahanan global.
      -
      Penurunan Daya Gentar (GFP 2026)
      Peringkat Merosot: Turun ke posisi 42 Dunia (Peringkat 7 di ASEAN), kini berada di bawah Filipina (41) dan jauh tertinggal dari Indonesia (13).
      Status Armada: Banyak aset utama berstatus grounded atau tidak layak selam (seperti kasus KD Rahman) akibat kekurangan suku cadang dan teknisi.

      Hapus
    9. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
  26. bila AYAM MEMBUAL konon mereka HELANG.....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. BUKTI : BERUK MERASA JADI MANUSIA
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      --
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      --------------------------------------------
      MALONYET UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      MALONYET's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    3. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    4. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    5. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum Total vs. Dominasi Regional
      MALAYSEWA (Zonk): Mencatatkan status KOSONG pada lembar laporan SIPRI selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada kontrak atau transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Full Shopping): Memiliki lembar belanja penuh dengan aset strategis seperti Rafale F-4, A400M, Rudal Khan/Bora, drone Anka-S, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Alutsista Usang & Krisis Pemeliharaan
      Armada Tua: Mengoperasikan aset berusia 30–40 tahun seperti panser Condor (1980-an) dan kapal Lekiu-class (1990-an).
      Masalah Kesiapan: Jet tempur utama (Su-30MKM & F/A-18D) memiliki jumlah armada kecil dan biaya perawatan yang mencekik anggaran.
      Pensiun Tanpa Pengganti: Mundurnya MiG-29 pada 2017 tanpa pengganti langsung meninggalkan celah pertahanan udara yang lebar.
      -
      Skandal Korupsi & Kegagalan Pengadaan
      Tragedi LCS: Proyek RM 9 Miliar yang meledak biayanya (cost overrun) hingga RM 1 Miliar, namun belum mengirimkan satu pun kapal meski dana telah terserap masif.
      Sistem Makelar: Ketergantungan pada agen dan "middlemen" politik menyebabkan harga alutsista menjadi tidak masuk akal dan spesifikasi yang seringkali tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Pengadaan artileri medan yang tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan oleh Kementerian Keuangan karena krisis kas.

      Hapus
    6. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
  27. Kami hanya bisa tertawa kapal yg dibuat 13 thn masih belus bisa diserahkan, dan akan dipersenjatai thn 2035. Ha ha ha ha ha

    BalasHapus
  28. BUKTI : BERUK MERASA JADI MANUSIA
    MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
    -
    6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
    ----------------------------------
    ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
    • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
    o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
    o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
    -
    • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
    o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  29. padam kebakaran hutan saja gagal guys............AYAM LAAAAAAA................HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status SIPRI: Vakum vs. Agresif
      MALAYSEWA (Lembar Kosong): Mencatat status KOSONG selama dua tahun berturut-turut (2024–2025). Tidak ada transfer senjata berat yang terealisasi.
      Indonesia (Lembar Penuh): Realisasi masif mencakup Rafale F-4, A400M Atlas, Rudal Khan/Bora, hingga mesin kapal PPA-L-Plus.
      -
      Kegagalan Pengadaan & Skandal Finansial
      Skandal LCS: Proyek RM 9 Miliar yang belum mengirimkan satu pun kapal meski RM 6 Miliar telah dibayarkan. Terdeteksi penyimpangan dana RM 400 Juta untuk bayar utang perusahaan.
      Sistem "Middlemen": Ketergantungan pada agen/makelar politik menyebabkan harga alutsista melambung tidak wajar dan spesifikasi yang tidak sesuai kebutuhan militer.
      Drama SPH 155mm: Proyek tertunda sejak 2010 dan akhirnya dibatalkan Kemenkeu karena krisis anggaran.

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN STRATEGIS & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap yang melibatkan pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      MASALAH PENUAAN ALUTSISTA (AGEING EQUIPMENT):
      TUDM (Udara): MiG-29 dan F-5E Tiger II berusia di atas 30 tahun; biaya pemeliharaan membengkak, suku cadang langka, dan kesiapan operasional sangat rendah.
      TLDM (Laut): Korvet kelas Kasturi dan kapal patroli kelas Perdana sudah berusia dekadean dengan kemampuan tempur yang sangat terbatas dibanding kapal modern.
      TDM (Darat): Kendaraan lapis baja Condor dan sistem artileri lama masih dipaksa bertugas meski sudah tidak memadai untuk ancaman perang asimetris modern.
      Konsekuensi: Efektivitas tempur menurun drastis dan platform lama sering kali tidak kompatibel dengan sistem komunikasi/senjata modern.
      ________________________________________
      KEGAGALAN MODERNISASI (DELAYED MODERNIZATION):
      Penundaan Jet Tempur: Penggantian MiG-29 dan F-5E terus tertunda; akuisisi Su-30MKM dan M346 jauh di bawah rencana awal.
      Skala Armada Laut Mengecil: Rencana pengadaan frigat, kapal selam, dan kapal kombatan multi-peran sering kali dipangkas atau berjalan sangat lambat.
      Prioritas Terbalik: Fokus lebih banyak pada peningkatan (upgrade) peralatan usang daripada penggantian penuh karena keterbatasan biaya.
      ________________________________________
      TANTANGAN KEBIJAKAN & ANGGARAN (STRATEGIC CHALLENGES):
      Ketidakpastian Politik: Perubahan pemerintah sejak 2018 mengganggu kontinuitas perencanaan pertahanan dan eksekusi kebijakan.
      Anomali Anggaran: Meski anggaran mencapai RM 19,73 Miliar (2024), lebih dari 40% habis hanya untuk gaji dan tunjangan, bukan untuk sistem baru.
      Hancurnya Daya Beli: Depresiasi Ringgit membuat harga peralatan impor menjadi sangat mahal bagi kas negara yang menipis.
      Industri Domestik Lemah: Kurangnya investasi R&D dan ketergantungan pada vendor asing (OEM) menghambat kemandirian pertahanan.
      Kelemahan Sinergi: Konsep Pertahanan Komprehensif (HANRUH) sering salah diartikan dan kolaborasi sipil-militer semakin melemah sejak era Kedaruratan Malaya.

      Hapus
    4. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      ANALISIS EKONOMI & FISKAL
      Krisis Utang: Utang MALAYSEWA diproyeksikan mencapai RM 1,79 Triliun pada 2026 dengan rasio utang terhadap GDP menyentuh 84,3%.
      Spiral Utang: Fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" di mana 58% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar cicilan utang lama.
      Sanksi Dagang: Tekanan dari AS melalui Section 301 (Tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA yang memukul sektor ekspor manufaktur.
      -
      KESIAPAN & OPERASIONAL MILITER
      Kekuatan Udara:
      Indonesia: Memiliki total aset tempur menuju 253 unit.
      MALAYSEWA: Banyak aset grounded (MiG-29, MB339CM, Nuri). Hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet menjadi catatan buruk manajemen aset.
      Budaya "Sewa" (Leasing): MALAYSEWA beralih ke skema sewa untuk hampir semua lini (32+ item), mulai dari helikopter Blackhawk, AW139, hingga kendaraan taktis dan simulator, karena tidak mampu membeli unit baru.
      Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang tidak kunjung selesai (karatan) memperlemah pertahanan laut.
      -
      REPUTASI & DIPLOMASI INTERNASIONAL
      Peringkat GFP: Indonesia berada di peringkat 13 dunia, sementara MALAYSEWA merosot ke peringkat 42 (ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Kegagalan Sistemik: Sanksi CAS & AFC terkait pemain naturalisasi ilegal yang menyebabkan kekalahan WO 0-3 dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam) mencerminkan degradasi administrasi negara.

      Hapus
    5. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Analisis Geopolitik & Pertahanan (Stagnasi Total)
      Vakum Alutsista (SIPRI 2024-2025): Status "Kosong" selama dua tahun berturut-turut menandakan tidak adanya transfer senjata berat yang masuk. Hal ini mengonfirmasi kegagalan proses modernisasi di saat negara tetangga (Indonesia/Singapura) melakukan pengadaan masif.
      Kegagalan Proyek Strategis: Pembatalan F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali menunjukkan hilangnya kredibilitas finansial di mata penjual internasional.
      Penurunan Daya Gentar: Peringkat Global Firepower (GFP) 42 (ke-7 di ASEAN) menempatkan militer MALAYSEWA di bawah Filipina, menunjukkan efek domino dari penundaan proyek LCS dan ketergantungan pada aset tua.
      Analisis Fiskal & Ekonomi (Spiral Utang)
      Debt-Servicing Cycle: Dengan proyeksi utang menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026, fenomena "Gali Lubang Tutup Lubang" (58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan) telah mengunci anggaran negara.
      Rasio Bahaya: Rasio utang terhadap GDP yang stabil di angka 68%-70% sejak 2024-2026 membatasi ruang gerak fiskal untuk subsidi domestik maupun belanja modal militer.
      Hambatan Dagang AS: Sanksi Section 301 (tarif 10-25%) dan ancaman IEEPA oleh USTR Amerika Serikat akan memukul sektor manufaktur dan E&E, yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang tersebut.
      Analisis Reputasi & Diplomasi (Sanksi Internasional)
      Runtuhnya Prestasi Olahraga: Kekalahan di CAS dan sanksi AFC (Kalah WO 0-3) akibat penggunaan 7 pemain naturalisasi ilegal bukan sekadar masalah sepak bola, melainkan cerminan kegagalan administrasi sistemik di tingkat federasi.
      Kehilangan Posisi Regional: Kegagalan lolos ke Piala Asia 2027 dan pemberian posisi tersebut kepada Vietnam mempertegas penurunan pengaruh dan daya saing negara di kawasan ASEAN.


      Hapus
    6. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN ALUTSISTA & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan (CNBC & Bloomberg).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 akibat skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      PENUAAN ALUTSISTA DI SELURUH MATRA (AGING EQUIPMENT):
      Aset di Atas 30 Tahun: Sebanyak 171 aset militer telah melewati usia pakai 30 tahun (Darat: 108 unit, Udara: 29 unit, Laut: 34 unit).
      Beban Pemeliharaan: Platform tua menuntut biaya perawatan tinggi dengan hasil performa dan reliabilitas yang terus menurun.
      Teknologi Usang: Sistem persenjataan ketinggalan zaman, sulit diintegrasikan dengan platform baru, dan tidak efektif dalam pertempuran modern.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN ARMADA LAUT (NAVAL LIMITATIONS):
      Kapal Melewati Usia Pakai: Dari 53 kapal RMN, 34 unit melampaui usia teknis, bahkan 28 kapal di antaranya sudah berusia di atas 40 tahun.
      Gap Kapabilitas: Kapal tua (KD Lekiu & KD Kasturi) kehilangan teknologi sensor dan sistem senjata modern, melumpuhkan kemampuan patroli di zona maritim luas.
      Kegagalan Program 15-to-5: Rencana penyederhanaan kelas kapal terhambat kekurangan dana dan hambatan birokrasi pengadaan.
      Skandal LCS: Proyek 6 kapal yang tidak kunjung terkirim hingga 2025 akibat mismanajemen, meninggalkan celah kritis di ZEE dan Laut Cina Selatan.
      ________________________________________
      MASALAH PENGADAAN & OPERASIONAL (POLICY GAPS):
      Skandal "Peti Mati Terbang": Raja MALONSIA membatalkan kesepakatan helikopter Black Hawk berusia 30 tahun yang dijuluki "peti mati terbang" dan mengecam penggunaan aset usang.
      Korupsi Makelar: Ketergantungan pada perantara (pensiunan perwira) menyebabkan harga melambung tinggi dan kesepakatan yang meragukan.
      Kurangnya Tender Terbuka: Hanya 20–30% kontrak besar diberikan melalui tender terbuka, merusak transparansi dan efisiensi nilai uang.
      Gap Teknologi & Pelatihan: Pasukan berlatih menggunakan platform yang tidak lagi mewakili kondisi medan perang modern, membatasi kesiapan taktis.
      Ketergantungan OEM Asing: Lemahnya industri pertahanan domestik memaksa ketergantungan penuh pada teknologi luar yang mahal dan lambat.

      Hapus
  30. padam kebakaran hutan saja gagal guys............AYAM LAAAAAAA................HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      -
      DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. BUKTI : BERUK MERASA JADI MANUSIA
      MALING TERIAK MALING = BAKAR LAHAN
      -
      6. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      7. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      8. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      9. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      10. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).
      ----------------------------------
      ✈️ PERBANDINGAN 11 PESAWAT VS 1 PESAWAAT
      • Indonesia (Total 11 Pesawat di Kalimantan):
      o 3 Pesawat Casa NC-212 TNI AU: Operasi modifikasi cuaca komparatif (Sumber: Situs TNI/TNI AU, CNN).
      o 8 Pesawat Satgas Udara Kalbar: Patroli, rekayasa cuaca, dan bom air (Sumber: ANTARA).
      -
      • Malonyet (Total 1 Pesawat di Perbatasan):
      o 1 Pesawat C-130 Hercules TUDM: Disiagakan di Kuching untuk penyemaian awan di perbatasan (Sumber: Kompas, Media Indonesia, Suara).
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN SISTEMIK & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat dampak ekonomi konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat senior dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      FAKTOR PEMBATAS ANGGARAN MILITER (BUDGETARY CONSTRAINTS):
      Prioritas Ekonomi Domestik: Pertahanan harus berbagi dana dengan sektor kesehatan, pendidikan, dan subsidi sosial di tengah perlambatan ekonomi.
      Alokasi PDB Rendah: Belanja militer umumnya hanya 1,5% - 2% dari PDB, jauh di bawah Singapura (~3%) atau Thailand (~2,5%).
      Beban Hutang & Kebijakan Fiskal: Defisit anggaran membatasi ruang gerak pemerintah untuk melakukan upgrade militer yang bersifat diskresioner.
      Dampak Riil: Penundaan modernisasi jet tempur dan kapal selam hingga dekadean; ketergantungan pada pemeliharaan aset tua daripada pengadaan baru.
      ________________________________________
      SKANDAL PEMBENGKAKAN BIAYA (COST OVERRUNS):
      Proyek LCS (Littoral Combat Ship): Anggaran awal RM 9 Miliar untuk 6 kapal, membengkak jadi RM 11 Miliar+ namun hanya menghasilkan 5 kapal (target selesai 2026-2029).
      Program NGPV (Patrol Vessel): Anggaran awal RM 5,35 Miliar untuk 27 kapal, berakhir dengan biaya RM 6,75 Miliar namun hanya mendapatkan sebagian kecil dari jumlah awal.
      Pengadaan Kapal Selam Scorpene: Tuduhan suap dan biaya tambahan logistik yang tidak terduga meningkatkan beban pengeluaran negara secara masif.
      Kasus Helikopter MD530G: Kontrak bermasalah dan kegagalan pengiriman yang menyebabkan kerugian finansial dan kekosongan operasional.
      ________________________________________
      PENYEBAB UTAMA MISMANAJEMEN:
      Intervensi Politik: Keputusan sering didasarkan pada koneksi politik daripada kebutuhan operasional murni.
      Korupsi & Kronisme: Penggunaan perusahaan cangkang dan perantara (intermediaries) yang menggelembungkan nilai kontrak.
      Lemahnya Pengawasan: Kurangnya transparansi parlemen dan penggunaan UU Rahasia Rasmi (OSA) untuk menyembunyikan penyimpangan keuangan.
      Tantangan Teknis: Akuisisi peralatan yang tidak kompatibel menuntut modifikasi mahal di kemudian hari.

      Hapus
    4. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Status Kelumpuhan Pertahanan (SIPRI & Alutsista)
      Vakum SIPRI (2024–2025): Status KOSONG total selama dua tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat yang tercatat, menempatkan MALAYSEWA setara dengan Laos dan Kamboja.
      Tren Mundur: Penurunan konsisten dari fase Planned (2020), Selected Not Yet Ordered (2022), hingga nihil aktivitas (2024–2025).
      Kegagalan Simbolik: Pembatalan resmi akuisisi F/A-18 Hornet Kuwait sebanyak 4 kali bukti hilangnya kredibilitas finansial di pasar global.
      Procurement Freeze (2026): Instruksi PM Anwar Ibrahim untuk pembekuan total pengadaan guna menghentikan korupsi sistemik dan kebocoran anggaran.
      -
      Model "Negara Penyewa" (Military-for-Rent)
      Ketiadaan uang tunai memaksa militer beralih dari kepemilikan aset menjadi skema Leasing (Sewa):
      Aset Sewaan (32+ Item): Mencakup 31 Helikopter (Blackhawk, AW139, AW149, Bell 429), pesawat latihan L39 ITCC, simulator jet tempur MKM, hingga motor polisi.
      Skema Barter: Pengadaan yang tersisa (FA-50, PT-91M, Scorpene) terpaksa menggunakan Barter Kelapa Sawit (CPO) karena krisis devisa.
      Aset Mangkrak: Proyek LCS & OPV yang karatan di galangan melibatkan 17 kreditor dengan bunga yang terus membengkak.
      -
      Spiral Utang "Gali Lubang Tutup Lubang"
      Debt-Servicing Cycle: 58% hingga 64,3% pinjaman baru hanya digunakan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang lama.
      Ledakan Liabilitas: Utang nasional melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menjadi proyeksi RM 1,79 Triliun (2026).
      Rasio Kritis: Utang pemerintah menyentuh 69% GDP (melewati limit 65%) dan utang rumah tangga ekstrem di angka 84,3% GDP.
      Tabung Harapan (2018): Bukti historis keputusasaan fiskal melalui penggalangan dana rakyat untuk membayar utang negara.

      Hapus
    5. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malaysia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malaysia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malaysia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    6. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      KRISIS EKONOMI & SPIRAL UTANG (MALAYSEWA 2026)
      Beban Utang: Mencapai RM 1,79 Triliun (Rasio 84,3% dari GDP).
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru hanya untuk mencicil bunga utang lama.
      Tunggakan Internasional: Sewa Sabah (USD 15 Billion) & Utang 1MDB (RM 18,2 Billion).
      Sanksi Global: Terkena Section 301 AS (Tarif 10-25%) dan ancaman blokir transaksi IEEPA.
      -
      TRANSFORMASI MILITER "LEASING" (DAFTAR SEWA MALAYSEWA)
      Akibat ketiadaan dana tunai, MALAYSEWA beralih ke skema sewa (32+ Item), di antaranya:
      Helikopter: Blackhawk (TDM), AW139 (TUDM/Bomba), AW149, AW159 (TLDM/MMEA), Bell 429 (Polis).
      Kendaraan: Motor Polis (BMW R1250RT), Honda Civic, Truk 3 Ton, Kendaraan 4x4.
      Maritim: Fast Interceptor Boat (FIB), Utility Boat, Kapal Hidro.
      Sistem: Simulator MKM & EC120B, Sistem VSHORAD.
      -
      KEGAGALAN STRATEGIS & REPUTASI
      Mangkrak: Proyek Kapal LCS (Karatan) dan OPV (Hanya 1 dari 3 yang dibayar).
      Peringkat GFP: Indonesia Peringkat 13, MALAYSEWA Peringkat 42 (Di bawah Filipina).
      Olahraga (FAM): Sanksi CAS & AFC akibat pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, posisi Piala Asia 2027 direbut Vietnam

      Hapus
  31. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
    -
    -
    DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  32. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
    -
    -
    DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  33. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Analisa Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
    Terjadi ledakan utang dalam kurun waktu 16 tahun yang melumpuhkan daya beli alutsista secara tunai:
    Tahun 2010: RM 407,1 Miliar.
    Tahun 2018: Menembus angka psikologis RM 1,19 Triliun.
    Tahun 2026: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun.
    Rasio Utang vs GDP (Statista): Konsisten berada di ambang batas bahaya 68% - 69% hingga tahun 2029, memicu risiko gagal bayar jika terjadi guncangan ekonomi global.
    -
    Analisa Pertahanan: "Efek Domino Krisis Fiskal"
    Krisis uang tunai berdampak langsung pada status militer di mata dunia (SIPRI & GFP):
    Vakum SIPRI (2024-2025): Status "KOSONG" selama 2 tahun berturut-turut. Tidak ada transfer senjata berat karena keterbatasan anggaran pembangunan (CAPEX).
    Kegagalan F/A-18 Hornet: Pembatalan 4 kali upaya pembelian dari Kuwait menjadi bukti nyata ketidakmampuan finansial menyediakan cash untuk alutsista second-hand sekalipun.
    Peringkat GFP 2026: Merosot ke peringkat 42 dunia (Posisi ke-7 di ASEAN), resmi disalip oleh Filipina yang lebih aktif melakukan modernisasi.
    -
    Analisa Reputasi & Sanksi Internasional
    Tekanan AS: Sanksi Section 301 (Tarif ekspor 10-25%) dan IEEPA mengancam sektor manufaktur E&E yang merupakan tulang punggung pendapatan negara untuk membayar utang.
    Kegagalan Administrasi: Sanksi CAS & AFC akibat penggunaan pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3) adalah cerminan dari rusaknya tata kelola birokrasi nasional yang berdampak pada reputasi internasional.
    Dampak regional: Kehilangan posisi di Piala Asia 2027 yang direbut Vietnam mempertegas mundurnya pengaruh diplomasi MALAYSEWA.


    BalasHapus
  34. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
    -
    BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
    26 PERUSAHAAN MALONYET
    26 PERUSAHAN SI UPIL
    -
    Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

    Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
    • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
    • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

    2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

    Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
    • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malaysia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
    • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

    3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

    Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
    • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
    • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
    --------------------------------------------
    PERUSAHAAN MALONYET =
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
    -
    1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
    2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
    3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
    4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
    5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

    BalasHapus
  35. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
    -
    -
    DEMO GREENPEACE MALAYSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malaysia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malaysia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malaysia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALAYSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malaysia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  36. padam kebakaran hutan saja gagal guys............memang AYAM LAAAAAAA................HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Krisis Fiskal: "Spiral Utang Kronis"
      Siklus Gali Lubang Tutup Lubang: Proyeksi 2025–2026 menunjukkan 58% hingga 58,9% pinjaman baru negara hanya habis untuk membayar cicilan dan bunga utang lama (Debt-Servicing).
      Beban Utang Per Kapita (2025):
      Utang Kerajaan Federal: RM 36.139 per orang.
      Utang Rumah Tangga: RM 45.859 per orang.
      Total Beban per Jiwa: RM 81.998.
      Eskalasi Utang: Melonjak drastis dari RM 407 Miliar (2010) menuju proyeksi RM 1,79 Triliun pada 2026.
      -
      Pergeseran Kekuatan Militer (GFP 2026)
      Kehilangan Dominasi: MALAYSEWA merosot ke Peringkat 42 Dunia (Posisi ke-7 di ASEAN).
      Disalip Filipina: Untuk pertama kalinya, Filipina (Peringkat 41) secara resmi melampaui kekuatan tempur MALAYSEWA.
      Model "Military-for-Rent": Akibat krisis kas (cash crunch), militer beralih ke skema Sewa (Leasing) untuk 32+ item strategis (Blackhawk, AW139, simulator, hingga kendaraan polisi).
      -
      Perbandingan Kontras Regional (Indonesia vs MALAYSEWA)
      Indonesia (The Giant): Status SIPRI "Satu Lembar Penuh" (Rafale F4, A400M, Rudal Khan, Kapal PPA). Ekonomi 4,24x lebih besar secara PDB PPP.
      MALAYSEWA (The Stagnant): Status SIPRI "Satu Lembar Kosong". Terjebak dalam utang rumah tangga tertinggi di ASEAN (85,8% GDP).
      -
      Krisis Ketahanan Nasional
      Kemandirian Pangan Rendah: Ketergantungan pada impor beras (termasuk dari Indonesia) dan daging merah yang hanya mampu dipenuhi <15% secara domestik.
      Pencabutan Subsidi: Kebijakan pencabutan total subsidi telur pada Agustus 2025 menjadi indikator tekanan fiskal yang sudah menyentuh kebutuhan pokok rakyat.

      Hapus
    3. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Status Pengadaan Alutsista SIPRI (2020–2025)
      Tren menunjukkan kegagalan total dalam merealisasikan pembelian senjata berat:
      2020–2021: Status Planned (Hanya rencana di atas kertas).
      2022: Status Selected Not Yet Ordered (Dipilih tapi tidak sanggup bayar kontrak).
      2023: Status Not Yet Ordered (Tanpa pesanan resmi).
      2024–2025: Status KOSONG (Vakum total selama 2 tahun berturut-turut).
      Realisasi Kawasan: Indonesia memimpin dengan porsi 1,5% (impor Rafale, Scorpène, PPA), sementara MALAYSEWA hanya 0,3%.
      -
      Peringkat Militer Global Firepower (GFP) 2026
      Terjadi pergeseran drastis di mana MALAYSEWA kehilangan daya gentar di ASEAN:
      Peringkat 1: Indonesia (Skor 0,2582 — Peringkat 13 Dunia).
      Peringkat 6: Filipina (Skor 0,6993 — Peringkat 41 Dunia).
      Peringkat 7: MALAYSEWA (Skor 0,7379 — Peringkat 42 Dunia).
      Catatan Strategis: Untuk pertama kalinya, MALAYSEWA resmi berada di bawah Filipina dalam kekuatan tempur riil.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang "Debt-Servicing"
      Kondisi keuangan negara yang mematikan anggaran pertahanan:
      Total Utang: Diproyeksikan menyentuh RM 1,79 Triliun pada 2026.
      Gali Lubang Tutup Lubang: 58% pinjaman baru digunakan hanya untuk membayar bunga dan cicilan utang lama.
      Utang Rumah Tangga: Sangat tinggi di angka 85,8% dari PDB, menekan daya beli rakyat.
      Pembekuan Total: PM Anwar Ibrahim menginstruksikan Procurement Freeze (Januari 2026) akibat korupsi sistemik dan kartel proyek.
      -
      Kegagalan Kontrak & Fenomena "Prank" (2005–2026)
      Daftar panjang janji akuisisi yang berakhir batal atau mangkrak:
      F/A-18 Hornet Kuwait: RESMI BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi.
      Helikopter Blackhawk: Mangkrak, proses sewa berbelit dan gagal operasional.
      Proyek LCS & OPV: Kapal karatan di galangan, melibatkan 17 kreditor dengan bunga membengkak.
      Aset Hilang: Catatan buruk hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan 2 mesin jet tempur.
      raksasa (The Giant) ASEAN, sementara MALAYSEWA masuk kategori negara statis (The Stagnant).

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: ZERO DETERRENCE & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN DAYA GENTAR (ZERO DETERRENCE):
      Definisi Gagal: Deterrence butuh kekuatan tempur kredibel, kesiapan operasional, dan strategi jelas. MALONSIA tidak memiliki ketiganya.
      Alutsista Usang (Obsolete):
      Darat (TDM): Masih menggunakan kendaraan lapis baja dan artileri era 1980-an; tanpa roket jarak jauh atau hanud modern.
      Laut (TLDM): Hanya 2 kapal selam Scorpene (kesiapan terbatas); skandal LCS membuat armada mengecil karena kapal tua pensiun lebih cepat dari penggantinya.
      Udara (TUDM): Hanya ~26 jet tempur (Su-30MKM + F/A-18D) yang sering grounded; tanpa Tanker, AWACS, atau SAM jarak jauh.
      Vulnerabilitas Laut Cina Selatan: China tidak menganggap serius militer MALONSIA karena hanya merespons intrusi ZEE dengan protes diplomatik dan patroli kecil tanpa rudal anti-kapal yang kredibel.
      Anggaran Terlalu Kecil: Belanja pertahanan hanya ~1% dari PDB (salah satu terendah di ASEAN), di mana lebih dari separuhnya habis untuk gaji dan pensiun.
      ________________________________________
      DAFTAR KEGAGALAN PENGADAAN (CHRONIC DELAYS):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan sejak 2007 untuk ganti MiG-29; terus ditunda dan akhirnya "dibekukan" karena miskin. Terpaksa turun kasta ke jet ringan FA-50 (baru dikirim 2026).
      Maritime Patrol Aircraft (MPA): Identifikasi kebutuhan sejak awal 2000-an, tertunda hampir 20 tahun. Baru memilih ATR-72 pada 2023; selama dekadean monitor laut hanya pakai drone dan pesawat angkut konversi.
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Proyek RM 9 Miliar sejak 2011; hingga 2025 nol kapal terkirim akibat korupsi dan mismanajemen. Angkatan Laut terjebak dengan kapal tahun 1980-an.
      Multi-Role Support Ship (MRSS): Program kapal amfibi sejak 2000-an; dibatalkan/ditunda berkali-kali. Akibatnya, TLDM tidak punya kemampuan angkut pasukan besar dalam krisis regional.

      Hapus
    5. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Status Transfer Senjata (SIPRI 2024-2025)
      INDONESIA (Agresif & Ekspansif):
      Udara: Akuisisi Rafale F-4, pesawat angkut A400M Atlas, sistem Air Refuel, dan drone ANKA-S.
      Laut: Mesin kapal LM-2500, kapal perang PPA-L-Plus, dan Ship Engine lainnya.
      Darat/Rudal: Rudal balistik BORA dan KHAN, serta mesin TP400-D6.
      MALAYSEWA (Stagnan/Kosong):
      Tidak ada catatan transfer alutsista utama baru dalam database SIPRI periode tersebut.
      -
      Skandal & Masalah Struktural MALAYSEWA
      Skandal LCS (Littoral Combat Ship): Dana RM9 miliar cair, namun tidak ada kapal yang dikirim hingga 2025.
      Kegagalan MD530G: Pembayaran uang muka 35% untuk helikopter "hantu" yang pengirimannya terus tertunda.
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang menjual data klasifikasi ke sindikat penyelundup.
      Krisis Anggaran: Pengeluaran pertahanan di bawah 1.5% PDB, jauh di bawah standar regional.

      Hapus
    6. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Timeline "Prank" & Kegagalan Kontrak MALAYSEWA
      Daftar panjang janji pengadaan yang berakhir tanpa realisasi (Zonk):
      2005-2017: Kegagalan rencana Rudal KS-1A (China), Rafale (Prancis), Nexter Caesar, dan JF-17 (Pakistan).
      2018-2023: Kapal MRSS (PT PAL) tidak terwujud, HAL Tejas gagal, Artileri Yavuz & EVA mangkrak, serta Ranpur IAG Guardian gagal spek PBB.
      2024-2026: Helikopter Blackhawk mangkrak (proses sewa berbelit) dan F/A-18 Hornet Kuwait RESMI BATAL (Masalah logistik/teknis).
      -
      Peringkat Militer ASEAN (Global Firepower 2026)
      Terjadi pergeseran peta kekuatan di Asia Tenggara:
      Indonesia: Peringkat 13 (Pemimpin ASEAN).
      Vietnam: Peringkat 23.
      Thailand: Peringkat 24.
      Singapura: Peringkat 29.
      Myanmar: Peringkat 35.
      Filipina: Peringkat 41 (Resmi menyalip MALAYSEWA).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Posisi terendah dalam sejarah persaingan dengan Filipina).
      -
      Perbandingan Kekuatan Ekonomi (PDB 2026)
      Jurang pemisah (Gap) ekonomi yang melebar tajam:
      PDB PPP (Daya Beli): Indonesia ($5,69 T) vs MALAYSEWA ($1,34 T). Indonesia 4,24x lebih besar.
      PDB Nominal: Indonesia ($1,69 T) vs MALAYSEWA ($0,46 T). Indonesia 3,67x lebih besar.
      Status: Indonesia mengukuhkan posisi sebagai The Giant (Raksasa), sementara MALAYSEWA terkunci dalam status The Stagnant (Statis).

      Hapus
  37. padam kebakaran hutan saja gagal guys............memang AYAM LAAAAAAA................HAHAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      -
      DEMO GREENPEACE MALONSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malonsia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malonsia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malonsia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malonsia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALONSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
    2. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN INDUSTRI & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh kementerian akibat krisis ekonomi (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa catatan transfer senjata global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      KELUMPUHAN INDUSTRI PERTAHANAN LOKAL:
      Ketergantungan Teknologi Asing: Perusahaan lokal (BNS, DefTech, SME Ordnance) hanya menjadi tukang rakit atau pemegang lisensi; AV-8 Gempita (Turki), LCS (Prancis). Industri lumpuh saat mitra asing mundur atau dana ToT habis.
      Riset & Inovasi Nihil: Anggaran R&D pertahanan jauh di bawah 1% dari total belanja militer. Tidak ada ekosistem riset yang mandiri seperti di Singapura atau Korea Selatan.
      Mismanajemen Proyek Masif: Proyek prestisius diberikan melampaui kapasitas perusahaan; contoh Boustead Naval Shipyard (BNS) gagal kirim 1 pun kapal LCS meski sudah habiskan RM 9 Miliar.
      Pasar Domestik Kecil: Anggaran rendah membuat pesanan dalam negeri tidak cukup untuk produksi skala besar; tanpa ekspor, perusahaan tidak mencapai economies of scale.
      Intervensi Politik: Kontrak sering diberikan kepada firma yang memiliki koneksi politik daripada keahlian teknis, menjadikannya alat patronase, bukan kapabilitas.
      ________________________________________
      KRISIS ANGGARAN KRONIS & KELEMAHAN OPERASIONAL:
      Pendanaan Rendah (Chronic Underfunding): Belanja militer hanya ~1% dari PDB, terendah di ASEAN. Program ditarik paksa hingga dekadean, dikurangi skalanya, atau akhirnya dibatalkan.
      Instabilitas Politik: 5 PM dalam 7 tahun menyebabkan kebijakan berubah-ubah. Rencana jangka panjang (Kertas Putih Pertahanan 2019) runtuh karena tidak ada konsistensi eksekusi.
      Distribusi Anggaran Cacat: 50-60% dana habis untuk gaji dan pensiun; kurang dari 20% tersisa untuk modernisasi (procurement). Hasilnya: pasukan besar tapi under-equipped.
      Skandal & Penundaan: Program MRCA untuk ganti MiG-29 dibahas sejak 2007, namun hingga 2025 nol pesawat baru yang operasional. Skandal LCS mengikis kepercayaan publik.
      Kelemahan Pemeliharaan: Kesiapan tempur Su-30MKM sering di bawah 50%; suku cadang langka dan rantai pasok lemah mengakibatkan downtime peralatan yang sangat lama.

      Hapus
    3. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KELUMPUHAN KEBIJAKAN & MISKIN
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi akibat krisis ekonomi dampak konflik Timur Tengah (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Puncak krisis Januari 2026 dengan 24.100 PHK (Data SOCSO/PERKESO); Petronas pangkas ±5.000 karyawan.
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan total kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level internasional (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala finansial.
      ________________________________________
      ANALISA KEBIJAKAN "PLIN-PLAN" (POLICY FLIP-FLOPS):
      Instabilitas Politik Masif: 5 PM dalam 7 tahun (Najib → Mahathir → Muhyiddin → Ismail Sabri → Anwar) menyebabkan prioritas pertahanan berubah setiap ganti pemimpin.
      Fokus Jangka Pendek: Politisi mengutamakan siklus pemilu 5 tahun daripada modernisasi pertahanan jangka panjang (15-20 tahun).
      Tekanan Hutang: Hutang nasional mencapai 69% PDB (2025) membuat program alutsista mahal selalu menjadi yang pertama dipotong atau ditunda.
      Siklus "Tunda Nanti": Program strategis seperti MRCA dan kapal selam terus terjebak dalam siklus penundaan tanpa kepastian eksekusi.
      CONTOH NYATA KEGAGALAN KEBIJAKAN:
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Diuji, ditunda, dibatalkan, lalu turun kasta ke jet ringan FA-50 (pengiriman baru mulai 2026). Hasil: 20 tahun nol pesawat tempur baru.
      Program LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal), dihentikan 2018 (mismanajemen), dimulai lagi 2020 (restrukturisasi). Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      ________________________________________
      KELEMAHAN FATAL STRUKTUR MATRA (ATM):
      Angkatan Darat (TDM) - Lemah & Kuno:
      Tank: Tanpa Main Battle Tank (MBT) modern; hanya PT-91M Pendekar (teknologi 2000-an) yang kalah kelas dibanding Leopard 2 atau T-90.
      Artileri: Bergantung pada meriam 105mm tua; tanpa MLRS jarak jauh seperti ASTROS (Indonesia) atau HIMARS (Singapura).
      Hanud: Tanpa rudal SAM jarak menengah/jauh; wilayah udara terbuka lebar terhadap serangan musuh.
      Angkatan Laut (TLDM) - Menyusut & Menua:
      Frigat/Korvet: Kapal kelas Lekiu (1990-an) dan Laksamana (1980-an) sudah mencapai batas usia pakai.
      Kapal Selam: Hanya 2 unit Scorpene yang menua dengan biaya perawatan sangat mahal; tidak cukup menutupi wilayah semenanjung dan timur sekaligus.
      Skandal LCS: Kegagalan pengiriman 6 kapal Gowind sejak 2011 melumpuhkan kemampuan patroli di ZEE Laut Cina Selatan.

      Hapus
    4. BUKTI = MALONTOLOL versus INDONESIA
      ----------------------------------
      BUKTI IQ SUPER MALONTOLOL= MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      GOVT DEBT 70,5% HOUSEHOLD 84,3% TO GDP❌
      NSM BANNED❌
      AMRAAM BLOKIR❌
      F18 BATAL❌
      UH60A BATAL❌
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL❌
      SIPRI KOSONG❌
      -
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      ========================
      ========================
      INDONESIA=
      MRCA GEN 5 GEN4.5✔️
      AMRAAM✔️
      METEOR✔️
      HAMMER✔️
      FREGAT✔️
      SIPRI SHOPPING✔️
      PDB PPP 4X MALAYSEWA✔️
      PDB NOMINAL 4X MALAYSEWA✔️
      -
      MRSS/SSV INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      RELAX EKSPOR MRSS UEA The United Arab Emirates (UAE) anNOunced it had awarded the Indonesian shipyard PT PAL an AED1.5 billion (USD408.32 million) contract to supply a “multimission vessel” during the IDEX 2023 show being held in Abu Dhabi from 20 to 24 February.
      Sumber: Janes Defence News / Naval News (IDEX 2023).
      -
      INDUSTRI PENERBANGAN INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      PT Dirgantara Indonesia (atau biasa disingkat menjadi PTDI) adalah produsen pesawat terbang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Dirgantara Indonesia tidak hanya memproduksi berbagai jenis pesawat terbang.
      Sumber: Profil Korporat PT Dirgantara Indonesia / FlightGlobal.
      -
      PRODUKSI TANK MEDIUM INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      Indonesia currently is the only country in Southeast Asia that produces its own combat tanks. This tank was made Pindad, an Indonesian state- owned military equipment manufacturing company.
      Sumber: Janes Land Warfare / Rilis Resmi PT Pindad
      -
      SCORPENE CLASS (SCORPÈNE EVOLVED) INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      As of 2025, Indonesia has officially moved into the production phase for two Scorpène Evolved diesel-electric submarines.
      Status: The contract with French shipbuilder Naval Group officially entered into force on July 23, 2025.
      Production: The vessels will be built entirely at PT PAL’s shipyard in Surabaya via a full transfer of technology.
      Milestone: In December 2025, PT PAL successfully completed the steel-cutting qualification, with full construction of the first hull scheduled to begin by June 2026.
      Sumber: Janes / Naval Technology.
      -
      TYPE 209 CLASS (NAGAPASA CLASS) INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      Indonesia has already successfully produced Type 209/1400 submarines through a collaboration with South Korea's Hanwha Ocean (formerly DSME).
      Sumber: Defensenews.com / Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
      -
      AUTONOMOUS SUBMARINES INDONESIA =
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      SATU-SATUNYA DI ASEAN
      Global Standing: Indonesia is the fourth nation—after the U.S., Russia, and China—to develop this level of autonomous underwater capability
      Sumber: Pengumuman resmi Kementerian Pertahanan RI

      Hapus
    5. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      --------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
      --------------------------------------------
      UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
      2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
      2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
      2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
      2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
      2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
      2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
      2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
      2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
      2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
      2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
      2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
      2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

      Hapus
    6. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
      -
      1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
      -
      1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
      -
      2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
      -
      2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
      -
      2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
      -
      2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
      -
      2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
      -
      2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
      -
      2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
      -
      2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
      -
      2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
      -
      2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
      -
      2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
      -
      2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
      -
      2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
      -
      2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
      -
      2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
      -
      2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
      -
      2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
      -
      2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
      -
      2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
      -
      2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
      -
      2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
      -
      2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
      -
      2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
      -
      2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
      -
      2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
      -
      2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
      -
      2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

      Hapus
    7. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Tantangan Operasional & Internal
      Alutsista Tua: Ketergantungan pada Su-30MKM dan F/A-18D yang mulai menua; pensiunnya MiG-29 tanpa pengganti instan.
      Keamanan Maritim: Kewalahan menghadapi intrusi di Laut China Selatan (LCS) dan Selat Malaka akibat kurangnya kapal patroli.
      SDM: Gaji rendah dan kurangnya minat generasi muda menyebabkan sulitnya retensi tenaga ahli (pilot & insinyur).
      Koordinasi Rendah: Kurangnya integrasi operasi gabungan antara Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
      -
      Sorotan Skandal & Opini Publik
      Kritik Kerajaan: Sultan Ibrahim menyebut helikopter Black Hawk tua sebagai "peti mati terbang".
      Korupsi Internal: Operasi Sohor (2025) mengungkap intelijen militer yang membocorkan data ke penyelundup.
      Kasus Kekerasan: Insiden penganiayaan kadet di UPNM yang memicu kemarahan publik di media sosial (#ReformATM).
      Konspirasi: Keterlibatan sindikat yang membayar petugas hingga RM50.000 per perjalanan untuk aktivitas ilegal.
      -
      Kesimpulan Perbandingan
      Indonesia: Fokus pada pengadaan besar-besaran (Big Ticket Items) dari berbagai negara (Perancis, Turki, AS).
      MALAYSEWA: Mengalami stagnasi akibat jeratan utang proyek lama, skandal korupsi, dan krisis kepercayaan publik terhadap manajemen pengadaan.

      Hapus
  38. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. πŸ‡ΉπŸ‡· Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. πŸ‡°πŸ‡· Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. πŸ‡¬πŸ‡§ Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. πŸ‡¨πŸ‡³ China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. πŸ‡΅πŸ‡± Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. πŸ‡©πŸ‡ͺ Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    --------------------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • END OF 2025: RM 1.3 TRILLION
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  39. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    --------------------------------
    SURAT UTANG LUAR NEGERI MALONYET (1998–2026):
    -
    1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
    -
    1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
    -
    2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
    -
    2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
    -
    2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
    -
    2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
    -
    2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
    -
    2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
    -
    2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
    -
    2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
    -
    2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
    -
    2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
    -
    2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar
    --------------------------------------------
    UTANG & LIABILITAS MALONYET (1998–2026)
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia.
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan obligasi domestik baru.
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi korporasi & perbankan selesai.
    2001: RM 145,7 Miliar – Lonjakan belanja pembangunan domestik.
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB naik.
    2003: RM 188,8 Miliar – Plafon utang naik ke 40% PDB.
    2004: RM 216,6 Miliar – Ekspansi proyek infrastruktur baru.
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal manajemen baru.
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit anggaran ketat.
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan stabil pra-krisis global.
    2008: RM 306,4 Miliar – Plafon utang naik ke 45% PDB.
    2009: RM 362,4 Miliar – Plafon utang melonjak ke 55% PDB.
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis global.
    2011: RM 456,1 Miliar – Tren kenaikan utang stabil.
    2012: RM 501,6 Miliar – Menembus ambang batas RM 500 miliar.
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi besar infrastruktur nasional.
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Pemerintah Federal.
    2015: RM 630,5 Miliar – Dampak fluktuasi harga minyak.
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal pemerintah berjalan.
    2017: RM 686,8 Miliar – Tercatat dalam Laporan Bank Negara.
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi liabilitas 1MDB & proyek PPP.
    2019: RM 1,25 Triliun – Total pengungkapan resmi utang.
    2020: RM 1,32 Triliun – Dampak stimulus pandemi COVID-19.
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi masa pemulihan ekonomi.
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi akhir sebelum pergantian pemerintah.
    2023: RM 1,53 Triliun – Konfirmasi PM Anwar Ibrahim atas warisan utang.
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan data APBN 2024.
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi Tinjauan Fiskal Kementerian Kewangan.
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang Economic Outlook.

    BalasHapus
  40. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
    ----------------------------------
    • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
    -
    • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
    -
    • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
    -
    • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
    -------------------------------
    DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    BAYAR BUNGA/FAEDAH
    -
    Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
    --------------------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALONYET 1998–2026
    -
    1998: RM 103,1 Miliar – Dampak Krisis Keuangan Asia dan dimulainya defisit anggaran berkepanjangan.
    -
    1999: RM 116,6 Miliar – Penerbitan instrumen obligasi domestik baru untuk stimulus ekonomi.
    -
    2000: RM 125,6 Miliar – Restrukturisasi sektor korporasi dan perbankan pasca-krisis selesai.
    -
    2001: RM 145,7 Miliar – Peningkatan belanja pembangunan guna menopang pertumbuhan domestik.
    -
    2002: RM 165,0 Miliar – Rasio utang terhadap PDB mulai merangkak naik secara perlahan.
    -
    2003: RM 188,8 Miliar – Batas plafon utang resmi pertama kali dinaikkan menjadi 40% dari PDB.
    -
    2004: RM 216,6 Miliar – Pengeluaran publik meluas demi mendukung proyek infrastruktur baru.
    -
    2005: RM 228,7 Miliar – Konsolidasi fiskal awal di bawah manajemen kepemimpinan baru.
    -
    2006: RM 242,2 Miliar – Pengendalian defisit secara ketat di tengah lonjakan harga komoditas global.
    -
    2007: RM 266,7 Miliar – Posisi keuangan masih stabil menjelang gejolak finansial global.
    -
    2008: RM 306,4 Miliar – Kenaikan plafon utang menjadi 45% akibat dampak awal krisis finansial global.
    -
    2009: RM 362,4 Miliar – Batas utang melonjak ke 55% demi mendanai paket stimulus ekonomi besar.
    -
    2010: RM 407,1 Miliar – Pertumbuhan awal pasca-krisis finansial global.
    -
    2011: RM 456,1 Miliar – Rasio utang mulai meningkat stabil.
    -
    2012: RM 501,6 Miliar – Melewati ambang batas RM 500 miliar.
    -
    2013: RM 547,7 Miliar – Ekspansi belanja infrastruktur nasional.
    -
    2014: RM 582,8 Miliar – Berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Federal 2014.
    -
    2015: RM 630,5 Miliar – Penyesuaian ekonomi akibat fluktuasi harga minyak.
    -
    2016: RM 648,5 Miliar – Konsolidasi fiskal di bawah pemerintahan saat itu.
    -
    2017: RM 686,8 Miliar – Data tercatat dalam Laporan Tahunan Bank Negara MALONYET 2017.
    -
    2018: RM 1,19 Triliun – Transparansi Baru: Termasuk liabilitas 1MDB & proyek PPP. [
    -
    2019: RM 1,25 Triliun – Laporan pengungkapan utang menembus RM 1 triliun.
    -
    2020: RM 1,32 Triliun – Lonjakan akibat paket stimulus pandemi COVID-19.
    -
    2021: RM 1,38 Triliun – Akumulasi utang federal selama masa pemulihan ekonomi.
    -
    2022: RM 1,45 Triliun – Posisi utang sebelum pergantian pemerintahan.
    -
    2023: RM 1,53 Triliun – Dikonfirmasi oleh PM Anwar Ibrahim sebagai warisan utang & liabilitas.
    -
    2024: RM 1,63 Triliun – Berdasarkan Belanjawan (APBN) 2024.
    -
    2025: RM 1,71 Triliun – Proyeksi dalam Tinjauan Fiskal 2026 (Kementerian Kewangan).
    -
    2026: RM 1,79 Triliun – Target manajemen utang dalam Economic Outlook 2026.

    BalasHapus
  41. Ini yang di klaim oleh geng GORILLA negara pembekal arang batu....??? krisis eletrik guys....... HAHAHAHAHAH



    Listrik Padam di Sebagian Besar Wilayah Batam, Pasokan Air Bersih Ikut Terganggu

    https://www.detik.com/sumut/berita/d-8702818/listrik-padam-di-sebagian-besar-wilayah-batam-pasokan-air-bersih-ikut-terganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
    2. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).


      Hapus
    3. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
      LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
      -
      Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
      Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
      Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
      --------------------------------------------------
      BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
      -
      Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
      Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
      --------------------------------------------------
      FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      LAUGHING STOCK TO THE WORLD
      Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
      --------------------------------------------------
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      SURAT NGEMIS F18
      the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
      --------------------------------------------------
      Peringkat & Kekuatan Militer (ASEAN 2026)
      Global Firepower (GFP):
      Indonesia: Peringkat 13 Dunia (Pemimpin ASEAN).
      Filipina: Peringkat 41 (Naik signifikan).
      MALAYSEWA: Peringkat 42 (Merosot ke posisi ke-7 di ASEAN, di bawah Filipina).
      Skala Ekonomi (PDB PPP):
      Ekonomi Indonesia 4,24x lebih besar dari MALAYSEWA ($5,69 T vs $1,34 T).
      Ekonomi Indonesia 6,69x lebih besar dari Singapura ($5,69 T vs $0,85 T).
      -
      Model Pengadaan: "Belanja vs Sewa"
      Indonesia: Pembayaran tunai/kredit ekspor untuk Kepemilikan Aset baru.
      MALAYSEWA: Beralih ke skema Leasing (Sewa) untuk 32+ item strategis:
      Helikopter Blackhawk, AW139, AW149.
      Pesawat latihan L-39.
      Kendaraan operasional (Honda Civic & BMW R1250RT).
      Barter: Penggunaan Kelapa Sawit (CPO) untuk FA-50 dan PT-91M.
      -
      Krisis Fiskal & Spiral Utang MALAYSEWA
      Evolusi Utang & Liabilitas:
      2010: RM 407 Miliar.
      2018: RM 1,19 Triliun (Efek transparansi 1MDB).
      2023: RM 1,53 Triliun (Konfirmasi PM Anwar Ibrahim).
      2026: RM 1,79 Triliun (Target kritis).
      Kesehatan Fiskal:
      Spiral Debt: 58% pinjaman baru (2026) hanya untuk membayar bunga/cicilan utang lama.
      Debt-to-GDP: Rasio pemerintah 69% (Melewati batas aman 65%).
      Household Debt: 84,3% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
      Risiko Geopolitik & Administrasi (2026)
      Freezes Procurement: Pembekuan total pengadaan militer oleh PM (Januari 2026) akibat skandal suap yang diselidiki MACC.
      Tekanan Amerika Serikat: Ancaman tarif Section 301 (10-25%) dan pemblokiran transaksi melalui IEEPA oleh USTR.
      Degradasi Reputasi:
      Sanksi CAS/AFC akibat 7 pemain naturalisasi ilegal (Kalah WO 0-3).
      Gagal lolos Piala Asia 2027 (Digantikan Vietnam).
      Skandal aset hilang (48 Skyhawk & 2 mesin jet tempur).

      Hapus
    4. LCS DELAY 2035-2011 = 24 TAHUN
      TORPEDO A244/S = BEKAS Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx
      SSM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      SAM = BELUM DIMUKTAMADKAN
      IDLS = BELUM DIMUKTAMADKAN
      -
      • Senjata Utama Belum Final: Kontrak rudal anti-kapal (SSM), pertahanan udara (SAM), dan sistem pengecoh (IDLS) tertunda akibat masalah administrasi, pembayaran, pasokan global, dan lisensi ekspor (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara / Bernama).
      • Pakai Torpedo Lama: Pembelian torpedo baru (MU90) dibatalkan demi hemat anggaran. Kapal LCS dialihkan menggunakan stok 75 unit Torpedo A244/S bekas dari kapal kelas Kasturi, Lekiu, dan helikopter Super Lynx (Sumber: Malaysian Defence / Wikipedia).
      • Rudal NSM Banned Norwegia: Kontrak rudal anti-kapal NSM belum selesai karena pembatalan izin/lisensi ekspor dari negara pemasok (Sumber: Berita Nasional Malaysia).
      • Siap Penuh Desember 2035: Operasional penuh kapal LCS diperkirakan baru tercapai pada Desember 2035 menunggu penyelesaian lima kontrak pelengkap (Sumber: Laporan Ketua Audit Negara [LKAN] 2/2026 / Berita RTM).
      -------------------------------
      MALONSIA.......
      STATUS 2023-2026: KEBANGKRUTAN FISKAL & PROCUREMENT FLIP-FLOP
      2026 MALONSIA = CUT BUDGET = MISKIN: Perbendaharaan memerintahkan pemotongan anggaran operasional di seluruh instansi pemerintah akibat krisis finansial (Reuters).
      2026 MALONSIA BADUT FFBNP =PHK MASSAL = MISKIN: Data SOCSO/PERKESO mencatat 24.100 PHK; Petronas pangkas ±5.000 karyawan. Puncak krisis Januari 2026 (CNBC & HLIB).
      2026 MALONSIA = FREEZE PROCUREMEN = MISKINNN: Pembekuan seluruh kontrak militer dan polisi per 16 Januari 2026 menyusul skandal suap pejabat tinggi dan mantan panglima.
      2025-2024 MALONSIA BADUT FFBNP =SIPRI KOSONG= MISKIN: Dua tahun berturut-turut tanpa aktivitas transfer senjata besar di level global (Defense Studies).
      2023 MALONSIA = CANCELLED PROCUREMENT = MISKIN: Pembatalan resmi 5 tender infrastruktur dan pasokan oleh MINDEF karena kendala anggaran.
      ________________________________________
      ANALISA "PROCUREMENT FLIP-FLOP" (PENGADAAN PLIN-PLAN):
      Program MRCA (Jet Tempur): Direncanakan ganti MiG-29 sejak 2007. Setelah 20 tahun hanya window shopping Rafale hingga Gripen, akhirnya turun kasta ke jet ringan FA-50 (tiba 2026). Hasil: Gagal total menjaga superioritas udara.
      Fiasco LCS (Kapal Perang): Disetujui 2011 (6 kapal); dihentikan 2019 karena audit korupsi; dimulai lagi 2022 dengan pengurangan jumlah kapal dan kenaikan biaya masif. Hasil: 15 tahun nol kapal terkirim.
      Penggantian Helikopter Nuri: Nuri dipensiunkan mendadak (2017). Kontrak sewa Black Hawk 2023 runtuh karena sengketa dan usia aset tua ("Peti Mati Terbang"). Hasil: Bergantung pada helikopter sewa ad-hoc.
      Kendaraan Lapis Baja TDM: Rencana tender 4x4 dan 6x6 baru dibatalkan dan dibekukan berulang kali. Hasil: Terjebak menggunakan APC Condor era 1980-an.
      ________________________________________
      KEBATASAN RUANG FISKAL (LIMITED FISCAL SPACE):
      Beban Hutang Raksasa: Per pertengahan 2025, hutang mencapai RM 1,3 Triliun (69% PDB). Cicilan bunga hutang saja memakan 15-17% pendapatan federal.
      Pendapatan Terbatas: Penghapusan GST (2018) mempersempit basis pajak; ketergantungan pada minyak yang volatil (20-25% pendapatan) memicu stres fiskal saat harga turun.
      Prioritas Sosial yang Memaksa: Dana terserap habis untuk subsidi bahan bakar, bantuan tunai, serta sektor pendidikan dan kesehatan. Pertahanan dianggap "bukan prioritas".
      Rigiditas Anggaran Operasional: 70% anggaran pertahanan terkunci untuk gaji, pensiun, dan tunjangan. Sangat sedikit yang tersisa untuk modernisasi (CAPEX).
      Pelemahan Ringgit: Depresiasi Ringgit terhadap USD (RM 4.70 - 4.80) menghancurkan daya beli alutsista impor. Kontrak dalam USD menjadi jauh lebih mahal dalam mata uang lokal.

      Hapus
    5. 2027 = 2,4x LIPAT LON ......
      2027 = Rp189 TRILIUN versus Rp80 TRILIUN
      -
      INDONESIA = Rp189 TRILIUN
      Anggaran belanja militer Indonesia untuk tahun 2027 jauh lebih besar daripada Malaydesh, dengan alokasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mencapai Rp189 triliun. Jika dikonversi ke mata uang yang sama, anggaran militer Indonesia bernilai sekitar 2,4 kali lipat dari anggaran pertahanan Malaydesh yang sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun).
      ====================
      ====================
      MALAYDESH = Rp80 TRILIUN
      Anggaran belanja militer atau pertahanan Malaydesh untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar RM22 miliar (sekitar Rp79–80 triliun) melalui Budget 2027: Home, Defence ministries get RM22bil each, RM1.1bil for enforcement agencies.
      https://www.malaysiandefence.com/2027-national-security-sector-budget/
      • Gaji & Tunjangan: Mayoritas dari total Belanja Operasional MINDEF sebesar Rp63,57 triliun.
      • Pengadaan Aset: Dialokasikan sebesar Rp23,37 triliun – Rp23,42 triliun (bagian dari total Belanja Pembangunan sebesar Rp33,23 triliun) untuk tiga matra angkatan bersenjata.
      --------------------------------
      GOVERNMENT REVENUE =
      Ranges from RM334.1 Billion to RM343.1 Billion (75.8% from taxes and 24.2% non-tax/Petronas).
      -
      TOTAL EXPENDITURE =
      Reaches RM419.2 Billion to RM470 Billion.
      -
      BUDGET ALLOCATION =
      RM338.2 Billion is spent on operations (salaries, pensions, subsidies) and only RM81 Billion for infrastructure development.
      -
      MAIN REASONS FOR BORROWING =
      REVENUE COMPLETELY DEPLETED:
      Pure operating costs (RM338.2 Billion) directly consume nearly 100% of all incoming government revenue.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The massive gap between revenue and total spending creates a deficit hole of 3.5% to 3.6% of GDP.
      -
      CHRONIC BUDGET DEFICIT:
      The wide gulf between total revenue (~RM343 billion) and total expenditure (~RM419–RM470 billion) creates a budget deficit ranging from 3.5% to 3.6% of the country's GDP. The only way for the MALAYSEWA government to plug this tens-of-billions-of-ringgit funding gap is by ISSUING NEW GOVERNMENT BONDS.
      --------------------------------
      Analisa Kekuatan Udara: Buying vs. Prank
      Indonesia melakukan modernisasi masif dengan kontrak resmi (Firm Order), sementara MALAYSEWA terjebak dalam pembatalan dan wacana:
      Indonesia (Realisasi & Kontrak G2G):
      42 Rafale: Kontrak lunas dan efektif (Dassault Aviation).
      48 KAAN (Gen-5): Kerja sama strategis G2G dengan Turki (TAI).
      48 KF-21 Boramae (Block II): Kesepakatan tahap akhir dengan Korea Selatan (KAI).
      24 M-346F: Penandatanganan Letter of Award (LOA) dengan Leonardo.
      MALAYSEWA (Pembatalan & Kegagalan):
      F-18 Kuwait: Resmi BATAL (2026) setelah 4 kali upaya negosiasi (New Straits Times).
      Status "Prank": Wacana JF-17, Rafale, Typhoon, dan Tejas berakhir tanpa kontrak.
      MiG-29N: Pensiun tanpa pengganti (Tiada Ganti).
      FA-50: Mengalami hambatan blokir/lisensi dari AS.
      -
      Analisa Geografis & Jangkauan Tempur
      Jarak Pekanbaru ke KL (291 KM) dan Pontianak ke Sarawak (498 KM) sangat pendek dibandingkan radius tempur jet tempur baru Indonesia:
      Rafale: ±1.852 KM (Sanggup menjangkau seluruh wilayah semenanjung dan Kalimantan).
      KAAN & KF-21: ±1.100–1.400 KM (Dominasi ruang udara regional).

      Hapus
    6. 1. TIAP TAHUN = ASET MILITER SEWA
      2. TIAP TAHUN = HUTANG GOVERMENT BERTAMBAH
      3. TIAP TAHUN = HUTANG HOUSEHOLD BERTAMBAH
      4. TIAP TAHUN = DEFISIT
      5. TIAP TAHUN = HANYA BAYAR FAEDAH
      -
      2026 = HUTANG PEMERINTAH (GOVERNMENT DEBT)
      Total Hutang: USD 337,8 miliar (Per Juni 2026).
      Nilai Ringgit: RM 1,38 triliun (Per Juni 2026)
      Rasio terhadap PDB: 63,1% (Per Juni 2026)
      Total Liabilitas: 80,7% dari PDB (Termasuk komitmen keuangan lainnya).
      -
      2026 = HUTANG LUAR NEGERI (EXTERNAL DEBT)
      Hutang Luar Negeri Bruto: RM 1,51 triliun atau 71,6% dari PDB (Per Juni 2026)
      -
      SUMBER BERITA RESMI:
      New Straits Times: Govt debt hits RM1.38t as of June, 63.1pct of GDP (Laporan resmi Kementerian Keuangan Malaysia).
      Bank Negara Malaysia (BNM): National Summary Data Page for Malaysia & BNM Quarterly Bulletin Q2 2026 (Statistik makroekonomi & neraca luar negeri resmi).
      -------------------------------
      SURAT UTANG LUAR NEGERI(1998–2026):
      -
      1998: Fokus restrukturisasi internal; absen di pasar global akibat pembatasan modal.
      -
      1999: Menerbitkan Global Bond USD 1 miliar di AS dan Eropa untuk bukti pemulihan.
      -
      2002: Merilis Sovereign Sukuk Ijarah Global pertama dunia USD 600 juta di London & Timur Tengah.
      -
      2004: Mempromosikan surat utang luar negeri melalui Khazanah Nasional.
      -
      2006: Khazanah menerbitkan Exchangeable Sukuk USD 750 juta di Asia dan Eropa.
      -
      2011: Menerbitkan Wakala Global Sukuk USD 2 miliar; kebanjiran permintaan 4,5 kali lipat.
      -
      2015: Merilis Sukuk Wakala Global USD 1,5 miliar untuk infrastruktur dan utang.
      -
      2016: Menerbitkan Sukuk Global USD 1,5 miliar (tenor 10 & 30 tahun) demi efisiensi biaya.
      -
      2019: Diversifikasi ke Samurai Bond JPY 200 miliar dengan jaminan JBIC di Jepang.
      -
      2021: Meluncurkan Sovereign Sustainability Sukuk USD 1,3 miliar pertama dunia permintaan melonjak 6,4 kali lipat.
      -
      2022–2024: Absen di valas; fokus mempromosikan obligasi domestik (MGS/MGII) untuk menarik modal asing.
      -
      2025: Bersiap kembali ke pasar valas dengan menunjuk bank sindikasi internasional.
      -
      2026: Mempromosikan rencana obligasi global USD 1 miliar.).
      -------------------------------
      DEFISIT 1998-2026 = TIDAK BAYAR HUTANG
      BAYAR BUNGA/FAEDAH
      -
      Anwar Ibrahim menegaskan bahwa miliaran ringgit yang dibayarkan oleh pemerintah saat ini sebenarnya hanya digunakan untuk membayar khidmat utang (biaya layanan utang) atau membayar bunga/faedah saja, dan bukan untuk melunasi pokok atau jumlah utang tertunggak secara keseluruhan
      --------------------------------
      Kontroversi Strategi "Leasing" (Sewa) Helikopter
      Beban Finansial: Sewa 28 helikopter AW149 (RM16.5 miliar/15 tahun) dianggap lebih mahal dibanding Polandia yang membeli 32 unit seharga USD 1.83 miliar.
      Kedaulatan Aset: Aset tidak dimiliki penuh, membatasi kemampuan upgrade, modifikasi, dan konfigurasi ulang untuk misi darurat.
      Ketergantungan Swasta: Kesiapan tempur bergantung pada kontraktor (Weststar Aviation), berisiko jika terjadi sengketa hukum atau kegagalan servis.
      Nihil Transfer Teknologi: Skema sewa mematikan peluang pertumbuhan industri pertahanan domestik dan penyerapan tenaga ahli lokal.
      -
      Kondisi Alutsista "Outdated" (Usang)
      Laut (RMN): 28 kapal berusia di atas 40 tahun dengan sistem radar analog yang sulit mendeteksi drone atau kapal selam modern.
      Udara (RMAF): Ketergantungan pada avionik lama; biaya perawatan melonjak karena suku cadang sudah diskontinu.
      Darat (Army): Kendaraan lapis baja dan artileri kekurangan sistem kontrol tembakan berbasis GPS dan komunikasi semi-digital.

      Hapus
    7. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      --------------------------------
      HUTANG & LIABILITAS MALONDESH 1998–2026
      1998 : RM 165,4 Miliar
      1999 : RM 178,3 Miliar
      2000 : RM 192,2 Miliar
      2001 : RM 207,2 Miliar
      2002 : RM 223,3 Miliar
      2003 : RM 240,7 Miliar
      2004 : RM 259,5 Miliar
      2005 : RM 279,7 Miliar
      2006 : RM 301,5 Miliar
      2007 : RM 325,0 Miliar
      2008 : RM 350,4 Miliar
      2009 : RM 377,7 Miliar
      2010 : RM 407,1 Miliar
      2011 : RM 456,1 Miliar
      2012 : RM 501,6 Miliar
      2013 : RM 547,7 Miliar
      2014 : RM 582,8 Miliar
      2015 : RM 630,5 Miliar
      2016 : RM 648,5 Miliar
      2017 : RM 686,8 Miliar
      2018 : RM 1,19 Triliun
      2019 : RM 1,25 Triliun
      2020 : RM 1,32 Triliun
      2021 : RM 1,38 Triliun
      2022 : RM 1,45 Triliun
      2023 : RM 1,53 Triliun
      2024 : RM 1,63 Triliun
      2025 : RM 1,71 Triliun
      2026 : RM 1,79 Triliun
      -
      SUMBER :
      Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malondesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
      --------------------------------
      DEFISIT FISKAL MALONDESH PERIODE 1998–2025:
      1998 : -1,8% (± USD 33,6 MILIAR)
      1999 : -3,2% (± USD 34,3 MILIAR)
      2000 : -5,8% (± USD 32,5 MILIAR)
      2001 : -5,5% (± USD 38,0 MILIAR)
      2002 : -5,6% (± USD 39,5 MILIAR)
      2003 : -5,0% (± USD 41,3 MILIAR)
      2004 : -4,1% (± USD 41,9 MILIAR)
      2005 : -3,6% (± USD 40,7 MILIAR)
      2006 : -3,3% (± USD 39,6 MILIAR)
      2007 : -3,2% (± USD 39,3 MILIAR)
      2008 : -4,8% (± USD 39,3 MILIAR)
      2009 : -6,7% (± USD 50,4 MILIAR)
      2010 : -5,4% (± USD 51,8 MILIAR)
      2011 : -4,8% (± USD 53,7 MILIAR)
      2012 : -4,5% (± USD 55,6 MILIAR)
      2013 : -3,9% (± USD 55,3 MILIAR)
      2014 : -3,4% (± USD 56,9 MILIAR)
      2015 : -3,2% (± USD 55,7 MILIAR)
      2016 : -3,1% (± USD 54,3 MILIAR)
      2017 : -3,0% (± USD 55,6 MILIAR)
      2018 : -3,7% (± USD 57,0 MILIAR)
      2019 : -3,4% (± USD 67,6 MILIAR)
      2020 : -6,2% (± USD 69,1 MILIAR)
      2021 : -6,4% (± USD 65,5 MILIAR)
      2022 : -5,6% (± USD 69,7 MILIAR)
      2023 : -5,0% (± USD 68,3 MILIAR)
      2024 : -4,1% (± USD 298,4 MILIAR) (Pemangkasan subsidi)
      2025 : -3,8% (± USD 325,6 MILIAR) (Rasionalisasi RON95)
      -
      SUMBER:
      IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malondesh.
      --------------------------------
      BEBAN UTANG PER KAPITA & POPULASI (2026–1998)
      2026: RM 94,544 | POPULASI: 36,385,115 JIWA
      2025: RM 81,998 | POPULASI: 35,977,838 JIWA
      2024: RM 79,315 | POPULASI: 34,671,895 JIWA
      2023: RM 74,587 | POPULASI: 35,126,298 JIWA
      2022: RM 70,901 | POPULASI: 34,695,493 JIWA
      2021: RM 67,667 | POPULASI: 34,282,399 JIWA
      2020: RM 63,464 | POPULASI: 33,870,000 JIWA
      2019: RM 60,179 | POPULASI: 33,450,000 JIWA
      2018: RM 57,605 | POPULASI: 33,000,000 JIWA
      2017: RM 54,910 | POPULASI: 32,540,000 JIWA
      2016: RM 52,699 | POPULASI: 32,040,000 JIWA
      2015: RM 51,253 | POPULASI: 31,520,000 JIWA
      2014: RM 47,927 | POPULASI: 30,980,000 JIWA
      2013: RM 44,992 | POPULASI: 30,420,000 JIWA
      2012: RM 41,326 | POPULASI: 29,850,000 JIWA
      2011: RM 37,904 | POPULASI: 29,260,000 JIWA
      2010: RM 34,488 | POPULASI: 28,650,000 JIWA
      2009: RM 31,326 | POPULASI: 28,040,000 JIWA
      2008: RM 26,155 | POPULASI: 27,450,000 JIWA
      2007: RM 25,316 | POPULASI: 26,860,000 JIWA
      2006: RM 23,381 | POPULASI: 26,260,000 JIWA
      2005: RM 21,940 | POPULASI: 25,660,000 JIWA
      2004: RM 20,550 | POPULASI: 25,060,000 JIWA
      2003: RM 18,560 | POPULASI: 24,460,000 JIWA
      2002: RM 16,798 | POPULASI: 23,870,000 JIWA
      2001: RM 15,162 | POPULASI: 23,280,000 JIWA
      2000: RM 13,574 | POPULASI: 22,690,000 JIWA
      1999: RM 12,210 | POPULASI: 22,110,000 JIWA
      1998: RM 10,821 | POPULASI: 21,530,000 JIWA

      Hapus
  42. Ini yang di klaim oleh geng GORILLA negara pembekal arang batu....??? krisis eletrik guys....... HAHAHAHAHAH



    Listrik Padam di Sebagian Besar Wilayah Batam, Pasokan Air Bersih Ikut Terganggu

    https://www.detik.com/sumut/berita/d-8702818/listrik-padam-di-sebagian-besar-wilayah-batam-pasokan-air-bersih-ikut-terganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      -
      DEMO GREENPEACE MALONSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malonsia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malonsia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malonsia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malonsia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALONSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

      Hapus
  43. HAHAHAHAHAHHAH................



    Listrik Padam di Batam, Warga Keluhkan Air Bersih dan Sinyal Ikut Terganggu

    https://metropolis.batampos.co.id/listrik-padam-di-batam-warga-keluhkan-air-bersih-dan-sinyal-ikut-terganggu/

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
  44. HAHAHAHAHAHHAH................



    Listrik Padam di Batam, Warga Keluhkan Air Bersih dan Sinyal Ikut Terganggu

    https://metropolis.batampos.co.id/listrik-padam-di-batam-warga-keluhkan-air-bersih-dan-sinyal-ikut-terganggu/

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      BUKTI = MEMBAKAR SUMATERA DAN KALIMANTAN
      26 PERUSAHAAN MALONYET
      26 PERUSAHAN SI UPIL
      -
      Data 52 Korporasi Afiliasi Asing & Desakan Hukum Lintas Batas

      Informasi mengenai 52 perusahaan terafiliasi modal asing (26 Malonyet dan 26 Singapura) berasal dari paparan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
      • Sumber Forum: Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) bertajuk "Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia: Mengeksplorasi Strategi Pemutusan Siklus Bencana Tahunan dengan Penyelesaian yang Berkelanjutan" di Hotel AONE, Jakarta Pusat, pada 23 September 2026.
      • Pemberitaan Media: Laporan FGD ini diliput oleh berbagai media seperti berita nasional Kompas TV, Raja Media Network / RMBanten, dan portal jurnalisme lingkungan hidup IT News.

      2. Keterlibatan Grup KLK (Kuala Lumpur Kepong) & PT Menteng Jaya Sawit Perdana

      Informasi spesifik mengenai masuknya grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) ke dalam daftar 20 entitas teratas terkait karhutla 2026 bersumber dari analisis spasial gabungan lembaga independen.
      • Sumber Laporan: Rilis data dan memorandum bersama oleh Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut pada 5 Oktober 2026.
      • Pemberitaan & Dampak: Kasus ini memicu unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Gedung Parlemen Malonyet pada 7 Oktober 2026. Beritanya dilaporkan secara global oleh Greenpeace International serta media nasional seperti CNN Indonesia.

      3. Kasus Hukum PT Rafi Kamajaya Abadi (RKA)

      Data mengenai PT Rafi Kamajaya Abadi yang memiliki 95% saham investor Malonyet dan dihukum denda hampir Rp1 triliun bersumber langsung dari Putusan Hukum Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.
      • Sumber Resmi: Dokumen Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta rilis resmi dari BPKH Wilayah XXI Kehutanan.
      • Putusan kasasi nomor perkara MA yang menolak banding PT RKA tersebut diketok dan dipublikasikan luas oleh media hukum seperti Detikcom. Kasus inkrah ini kerap dijadikan rujukan yurisprudensi dan contoh penegakan hukum terhadap pemodal Malonyet oleh WALHI dalam FGD karhutla 2026
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
  45. bila AYAM merasa dirinya HELANG.....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      -
      DEMO GREENPEACE MALONSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
      HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
      -
      TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
      South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malonsia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malonsia di Kuala Lumpur.
      Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malonsia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malonsia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
      --------------------------------------------
      REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALONSIA
      PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
      -
      PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
      -
      PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)


      Hapus
  46. bila AYAM merasa dirinya HELANG.....HAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
      -
      1. Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
      • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
      -
      • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
      -
      • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
      -
      • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
      -
      • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
      --------------------------------------------
      2. Sumber Berita & Laporan Investigasi Tambahan
      • Laporan Investigasi Koalisi Lingkungan (2026): Greenpeace Indonesia, Greenpeace Malonsia, dan Pantau Gambut merilis data pelacakan kabut asap per Oktober 2026 yang mengidentifikasi keterlibatan korporasi asing dalam titik api di Kalimantan, termasuk melalui anak usaha Kuala Lumpur Kepong (KLK) seperti PT Menteng Jaya Sawit Perdana, serta Bumitama Agri Ltd. dan First Resources Ltd.
      -
      • Sinar Harian & Kompas: Menyoroti desakan dari Sahabat Alam Malonsia (SAM) agar pemerintah Indonesia membuka secara transparan identitas 57 entitas usaha yang lahan konsesinya terbakar agar bisa diproses secara hukum.
      -
      • South China Morning Post (SCMP): Melaporkan aksi unjuk rasa kelompok masyarakat sipil di depan Parlemen Malonsia yang menuntut pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas guna mengadili perusahaan Malonsia yang merusak lingkungan di luar negeri.
      --------------------------------------------
      PERUSAHAAN MALONYET =
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      MEMBAKAR LAHAN KALIMANTAN SUMATERA
      -
      1. PT Adei Plantation (Riau / KLK Berhad): Rekam jejak vonis penjara direksi dan penyegelan berulang oleh KLHK (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo).
      2. PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalbar / TDM Berhad): Digugat perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar atas kebakaran lahan (Sumber: CNN Indonesia, Antara).
      3. PT Sime Indo Agro (Kalbar / SD Guthrie): Lahan konsesi disegel KLHK akibat terdeteksi satelit terbakar (Sumber: BBC, CNBC).
      4. PT Sukses Karya Sawit (Kalbar / IOI Corp): Masuk pengawasan ketat karena berulang kali jadi sumber titik api (Sumber: Kompas, Mongabay).
      5. PT Globalindo Agung Lestari (Kalteng / Genting): Kanalisasi gambut memicu kebakaran bawah tanah yang sulit padam (Sumber: Greenpeace, WALHI).

      Hapus
  47. Ini yang di klaim oleh geng GORILLA negara pembekal arang batu....??? krisis eletrik guys....... HAHAHAHAHAH



    Listrik Padam di Sebagian Besar Wilayah Batam, Pasokan Air Bersih Ikut Terganggu

    https://www.detik.com/sumut/berita/d-8702818/listrik-padam-di-sebagian-besar-wilayah-batam-pasokan-air-bersih-ikut-terganggu

    BalasHapus
    Balasan
    1. BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA = MANGKRAK LCS 2035-2011 : 24 TAHUN
      ----------------------------------
      • LCS Maharaja Lela: Korupsi pangkas proyek jadi 5 kapal; dari 2011 belum ada yang selesai hingga target Desember 2035. (Free Malonsia Today / Naval News)
      -
      • OPV MMEA: 3 kapal patroli tertunda, sempat miring, dan kontrak galangan resmi diputus akhir 2024. (The Edge Malonsia / Kemenlu Malonsia)
      -
      • STRIDE & Rudal Taming Sari: Proyek tank dan rudal mangkrak jadi pajangan pameran karena nihil dana dan pesanan. (STRIDE Mindef)
      -
      • VB Berapi LP06: Senapan nasional gagal total karena desain aneh dan ditolak militer. (Military-Today)
      -------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA (HASIL KERAJAAN)
      RM334,1 Miliar: Estimasi total pendapatan pemerintah MALONYET.
      -
      75,8% Sumber Pendapatan: Berasal dari sektor pajak (pajak penghasilan individu dan perusahaan).
      -
      24,2% Sektor Non-Pajak: Berasal dari royalti minyak (Petronas), investasi, dan pungutan lainnya.
      -
      RM343,1 Miliar: Target proyeksi pendapatan negara.
      --------------------------------------------
      TOTAL PENGELUARAN NEGARA (BELANJA NEGARA)
      RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar: Total belanja negara yang dialokasikan pemerintah MALONYET.
      -
      RM338,2 Miliar (Belanja Mengurus): Dana habis pakai khusus untuk gaji pegawai negeri, pensiun, operasional kementerian, serta pembayaran subsidi dan bantuan sosial.
      -
      RM81 Miliar (Belanja Pembangunan): Dana infrastruktur publik seperti jalan tol, sekolah, dan fasilitas medis.
      --------------------------------------------
      MENGAPA ANGKA PENDAPATAN INI MEMAKSA MALONYET BERUTANG?
      BELANJA OPERASIONAL MENYERAP SELURUH PENDAPATAN
      Angka belanja operasional murni (Operating Expenditure) yang menyentuh RM338,2 miliar sudah menyedot hampir 100% dari total seluruh pendapatan negara yang masuk.
      Hal ini membuat pemerintah MALONYET sama sekali tidak memilik sisa dana pendapatan bersih untuk membiayai pembangunan fasilitas publik ataupun membayar rekor subsidi (yang sempat menyentuh RM80 miliar).
      -
      Defisit Anggaran Kronis
      Jurang perbedaan antara total pendapatan (~RM343 miliar) dan total belanja (~RM419–RM470 miliar) menciptakan defisit anggaran berkisar di angka 3,5% hingga 3,6% dari PDB negara.
      Satu-satunya jalan bagi pemerintah MALONYET untuk menambal kekurangan uang puluhan miliar ringgit tersebut adalah dengan MENERBITKAN SURAT UTANG NEGARA BARU.
      ----------------------------------
      ----------------------------------
      PENDAPATAN VS PENGELUARAN MALONYET
      PENDAPATAN : RM334,1 Miliar
      PENGELUARAN : RM470 Miliar
      BEBAN SUBSIDI 23,9%
      PANTAS HUTANG BAYAR HUTANG : RM470 – RM334,1 = MINUS RM135,9 ......
      --------------------------------------------
      PENDAPATAN NEGARA:
      Berkisar RM334,1 Miliar hingga RM343,1 Miliar (75,8% dari pajak dan 24,2% non-pajak/Petronas).
      -
      TOTAL PENGELUARAN:
      Mencapai RM419,2 Miliar hingga RM470 Miliar.
      -
      ALOKASI BELANJA:
      Sebesar RM338,2 Miliar habis untuk operasional (gaji, pensiun, subsidi) dan hanya RM81 Miliar untuk pembangunan infrastruktur.
      -
      ALASAN UTAMA HARUS BERUTANG
      PENDAPATAN HABIS TOtal: Biaya operasional murni (RM338,2 Miliar) langsung menelan hampir 100% dari seluruh pendapatan negara yang masuk.
      -
      DEFISIT ANGGARAN KRONIS: Selisih besar antara pendapatan dan total belanja menciptakan lubang defisit 3,5% hingga 3,6% dari PDB.
      -
      PENERBITAN UTANG BARU: Pemerintah terpaksa menarik utang baru senilai puluhan miliar ringgit karena tidak ada sisa dana bersih untuk membiayai proyek pembangunan dan subsidi.

      Hapus
  48. bila BERUK MEMBUAL konon mereka MANUSIA.....HAHAHAHAHHA
    -
    -
    DEMO GREENPEACE MALONSIA DAN KELOMPOK MAHASISWA =
    HUKUM PERUSAHAAN PEMBAKAR LAHAN SUMATERA DAN KALIMANTAN
    -
    TUNTUTAN UNDANG-UNDANG KABUT ASAP LINTAS BATAS
    South China Morning Post / SCMP (Oktober 2026): Dilaporkan oleh South China Morning Post bahwa aliansi masyarakat sipil yang dipimpin oleh Greenpeace Malonsia dan kelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dan berjalan menuju Gedung Parlemen Malonsia di Kuala Lumpur.
    Detail Tuntutan Hukum: Massa aksi menyerahkan memorandum yang menuntut percepatan pembentukan Undang-Undang Kabut Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act). Regulasi ini didesak agar pemerintah Malonsia memiliki mandat hukum formal guna menyelidiki, menyeret, dan mengadili perusahaan/korporasi asal Malonsia yang terbukti berkontribusi terhadap kebakaran lahan dan polusi udara di luar yurisdiksi negara mereka, khususnya yang beroperasi di wilayah Indonesia.
    --------------------------------------------
    REKAM JEJAK HUKUM KORPORASI TERAFILIASI MALONSIA
    PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis hukum penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Dijatuhi hukuman oleh Majelis Hakim untuk membayar ganti rugi lingkungan total sebesar Rp917 miliar atas gugatan perdata pertanggungjawaban mutlak (strict liability) yang diajukan KLHK terkait kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, ANTARA News, Republika)
    -
    PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya secara resmi disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi aktivitas kebakaran dan titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC News Indonesia, CNBC Indonesia)
    -
    PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Masuk ke dalam daftar pengawasan ketat dan penyegelan oleh penegak hukum karena areanya secara berulang menjadi sumber titik api tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi atau pengeringan lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sulit padam dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)
    --------------------------------------------
    Rekam Jejak Hukum Korporasi Terafiliasi Malonsia
    • PT Adei Plantation and Industry (Riau / KLK Berhad): Memiliki rekam jejak vonis penjara bagi jajaran direksi serta tindakan penyegelan berulang kali oleh KLHK akibat titik api yang konsisten muncul di area konsesi mereka. (Sumber: Gakkum KLHK, Detik, Tempo)
    -
    • PT Rafi Kamajaya Abadi (Kalimantan Barat / TDM Berhad): Digugat secara perdata oleh KLHK senilai Rp900+ miliar sebagai bentuk tanggung jawab mutlak (strict liability) atas kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan skala besar akibat kebakaran lahan seluas 2.560 hektare. (Sumber: CNN Indonesia, Antara)
    -
    • PT Sime Indo Agro (Kalimantan Barat / SD Guthrie - ex Sime Darby): Lahan konsesinya disegel oleh KLHK setelah citra satelit mendeteksi adanya aktivitas kebakaran dan kepulan asap yang bersumber dari dalam konsesi perusahaan. (Sumber: BBC, CNBC)
    -
    • PT Sukses Karya Sawit (Kalimantan Barat / IOI Corporation): Dimasukkan ke dalam daftar pengawasan ketat pemerintah karena areanya berulang kali terdeteksi menjadi sumber hotspot (titik api) tahunan. (Sumber: Kompas, Mongabay)
    -
    • PT Globalindo Agung Lestari (Kalimantan Tengah / Genting Berhad): Aktivitas kanalisasi lahan gambut yang memicu kebakaran bawah tanah (subsurface fire) yang sangat sulit dipadamkan dan melepas emisi karbon masif. (Sumber: Greenpeace, WALHI)

    BalasHapus
  49. BUKTI = BILA BERUK MERASA JADI MANUSIA
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500-PERANCIS
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800-BELANDA
    LCS : SALAH POTONG = OPV : MIRING
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT LCS = GOWIND 2500 (Perancis) – Siap Penuh 2035
    -
    Proyek: Kapal Littoral Combat Ship kelas Maharaja Lela milik Angkatan Laut Malaysia.
    Isu: Skandal korupsi besar dan pembengkakan biaya hingga RM11,22 miliar. Jumlah kapal dikurangi dari 6 menjadi 5 unit.
    Status Baru: Kapal pertama baru diserahkan April 2027. Audit terbaru menyatakan kesiapsiagaan operasional penuh (FOC) kelima kapal baru tercapai pada Desember 2035 akibat penundaan integrasi sistem senjata dan kontrak pelengkap.
    --------------------------------------------------
    BLUEPRINT OPV = DAMEN 1800 (Belanda) – Miring
    -
    Proyek: Kapal Offshore Patrol Vessel kelas Tun Fatimah milik Coast Guard Malaysia.
    Isu: Keterlambatan parah dan masalah stabilitas teknis (miring) saat dibangun lokal oleh THHE-Destini.
    --------------------------------------------------
    FACT LCS 2026 - 2011 = 16 YEARS
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    LAUGHING STOCK TO THE WORLD
    Defence Minister DSU Mohamad Hasan - By building five ships, each vessel will cost around RM2.2 billion to RM2.4 billion, he said adding that he has no idea the amount needed to build the other three. “If we were to build only two ships, it will cost around RM4.5 billion each, making it the world’s most expensive ship for its class and make us a laughing-stock to the world”
    --------------------------------------------------
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    SURAT NGEMIS F18
    the Malonyet Ministry of Defence reportedly sent at least three official letters to the Kuwaiti government to discuss the acquisition of the F/A-18 Hornet fleet. The defense diplomacy process, which spanned from the initial exploratory phase to technical evaluations, ultimately resulted in the cancellation of the acquisition plan due to timeline constraints and high upgrade costs
    --------------------------------------------------
    Metodologi Pembiayaan "Non-Tunai"
    Karena krisis likuiditas, pengadaan alutsista beralih ke skema:
    Leasing (Sewa): Digunakan untuk 32+ item (Helikopter Blackhawk, AW139, simulator).
    Barter Komoditas: Penggunaan CPO (Minyak Sawit) untuk FA-50 (Korsel) dan PT-91M (Polandia).
    Hutang G2G/Kredit Ekspor: Pinjaman jangka panjang dari Korea Selatan (KEXIM), China (Eximbank), dan Turki untuk proyek LMS.
    -
    Eskalasi Utang & Liabilitas (2010–2026)
    Tren kenaikan beban finansial nasional:
    2010: RM 407,1 Miliar (Awal pertumbuhan).
    2018: RM 1,19 Triliun (Lonjakan akibat pengungkapan utang 1MDB & PPP).
    2023: RM 1,53 Triliun (Warisan utang yang dikonfirmasi PM Anwar Ibrahim).
    2025: RM 1,71 Triliun (Proyeksi Tinjauan Fiskal).
    2026: RM 1,79 Triliun (Target manajemen utang tertinggi).
    -
    Indikator Krisis Ekonomi & Fiskal
    Spiral Debt-Pay-Debt: 58% pinjaman baru hanya untuk membayar cicilan/bunga utang lama.
    Debt-to-GDP Ratio: Mendekati 97% dalam skenario stres (jika jaminan pemerintah/kontinjensi terealisasi).
    Household Debt: Mencapai 85,8% dari GDP (Tertinggi di ASEAN).
    Tekanan AS (2026): Ancaman Section 301 (Tarif 10-25%) dan IEEPA (Pemblokiran transaksi) oleh USTR.
    -
    Penurunan Daya Gentar & Reputasi
    Militer: Peringkat 42 GFP (Ke-7 di ASEAN), resmi berada di bawah Filipina.
    Manajemen Aset: Skandal proyek LCS mangkrak, hilangnya 48 pesawat Skyhawk, dan 2 mesin jet tempur.
    Administrasi & Olahraga: Sanksi AFC/CAS terkait pemain naturalisasi ilegal, kalah WO 0-3, dan gagal lolos ke Piala Asia 2027 (digantikan Vietnam).

    BalasHapus