03 November 2023

TDM Peroleh Sejumlah Aset Baharu

03 November 2023

UAS CW-25D kerjasama Syarikat Global Komited Sdn Bhd dengan JOUAV (photo : JOUAV)

Tentera Darat terima 6 unit UAS pertingkat operasi perisikan taktikal KRD

KUALA LUMPUR – Tentera Darat Malaysia (TDM) telah menerima 6 unit penerbangan tanpa pemandu (Unmanned Aerial System, UAS) dari Syarikat Global Komited Sdn Bhd, Malaysia.

Sistem penerbangan tanpa pemandu model CW-25 ini juga dibekalkan bersama 2 buah Command Vehicle (CV).

CW-25D Ground Control Station (photo : TDM) 

Aset yang dibekalkan itu akan digunakan dalam operasi perisikan (surveillance) oleh Kor Risik Diraja (KRD) bagi mendapatkan maklumat-maklumat perisikan taktikal yang tepat dan real-time untuk disalurkan kepada pemerintah yang memerlukannya.

Maklumat-maklumat real time yang diperolehi oleh sistem UAS itu adalah amat penting bagi membolehkan pemerintah merancang dan melaksanakan pelannya secara effektif.

Penyerahan UAS CW-25D dan Command Vehicle sebagai Ground Control Station (photo : TDM)

Keperluan sistem UAS yang dikehendaki oleh TDM adalah perlu untuk kegunaan operasi dalam pelbagai suasana termasuk di kawasan musuh selain perlu beroperasi pada siang dan malam.

Penerimaan aset ini telah disempurnakan oleh Panglima Tentera Darat, Jeneral Datuk Muhammad Hafizuddeain Jantan di Majlis Penyerahan Aset Tentera Darat Malaysia (TDM) Siri 3/23 di Kem Perdana Sungai Besi, hari ini.

Laser range finder (photo : TDM)

Sel Perhubungan Raya Tentera Darat memaklumkan, TDM telah menerima sebanyak 661 aset pertahanan bernilai RM96.34 juta.

“Selain UAS, TDM turut menerima trak 3 tan GS Kargo, ambulans medan, kenderaan pembawa senjata (Pelancar Bom Tangan Automatik, AGL), kenderaan operasi khas (SOV), bot gempur, treler bot dan bot getah.

Special Operation Vehicle (photo : TDM)

“TDM turut menerima senjata mortar 60 millimeter (mm), night vision goggle (NVG) dan laser range finder (LRF),” jelasnya dalam kenyataan.

Menurutnya, perolehan secara berperingkat sejak awal tahun 2023 ini telah menjadikan kesiagaan TDM sentiasa berada di tahap yang tinggi bagi mempertahankan kedaulatan dan keselamatan negara disamping memberikan bantuan terutama semasa negara ditimpa bencana alam.

Cendana Auto dilengkapi AGL (photo : TDM)

“Peningkatan kuasa tembakan ditingkatkan melalui perolehan Mortar 60mm untuk memberi bantuan tembakan mortar kepada platun infantri dan disokong oleh AGL,

“Peralatan Elektronik iaitu Night Vision Goggle dan Laser Range Finder digunakan sebagai alat membantu penglihatan di waktu malam, mendapatkan maklumat jarak dan mengenali sasaran dengan lebih tepat dan berkesan,

Mortar 60mm (photo : TDM)

“Manakala UAS digunakan dalam Operasi Perisikan (surveillance) oleh KRD,” jelas TDM lagi.

Mengulas mengenai Belanjawan 2024, Muhammad Hafizuddeain mengucapkan terima kasih kepada kerajaan kerana menaikkan memperuntukkan dana kepada TDM pada tahun hadapan.

Special Operation Vehicle telah dilengkapi dengan senapan mesin berat (photo : TDM)

“Kita dapat peruntukan lebih baik pada tahun hadapan dalam konteks pembangunan dan perbelanjaan mengurus. Senarai pembangunan aset itu kita memang sudah ada tetapi kita tidak akan buat perolehan secara semberono,

“Kita akan berpandukan plan strategik Army 4NextG demi siapkan angkatan untuk masa hadapan namun perbelanjaan itu akan dibuat secara seimbang bagi menumpuan sumber manusia dan perolehan kelengkapan aset serta pembangunan Tentera Darat,” ujarnya lagi. 

02 November 2023

Australia Begins Providing F-35 Wheels and Brakes Repair Work

02 November 2023

RAAF F-35A wheel (photo : dvids)

An Australian company has commenced providing critical support for the global F-35 Program in the Indo-Pacific Region, including Australia’s fleet of F-35A aircraft.

Rosebank Engineering has activated its F-35 Lightning II wheels and brakes repair depot at its Bayswater facility in Melbourne, Victoria.

Head of Aerospace Systems Division, Air Vice-Marshal Graham Edwards, welcomed Rosebank’s activation of its wheels and brakes repair depot under the F-35 Global Support Solution for aircraft operating in, or deployed to, the Indo-Pacific Region.

“This activation of the repair service is an important contribution to the F-35 enterprise in the Indo-Pacific region,” Air Vice-Marshal Edwards said.

“Rosebank Engineering was awarded a $2.26 million grant to support its depot activation for wheels and brakes, providing an investment in Australian skills and jobs as well as delivering a significant export opportunity.

“Australian industry is playing an increasingly important role in the production and sustainment of the global F-35 fleet, which has now reached over 975 aircraft of an expected global fleet of over 3,000.

“To date more than 70 Australian companies have directly shared more than $4.13 billion in global F-35 production and sustainment contracts.”

Rosebank Engineering, which has a long history of maintenance, repair and overhaul support to the Royal Australian Air Force on platforms including the recently retired F/A-18A/B Classic Hornet and the current in-service F/A-18F Super Hornet, has established an important regional capability that also contributes to the global F-35 Program.

To establish this capability, the company has partnered with the F-35 Joint Program Office, Lockheed Martin Aeronautics, Honeywell, and the Australian Department of Defence.

Indonesia Tuntaskan Pengembangan MLRS R-Han 122B

02 November 2023

Roket R-Han sedang diuji coba dari kendaraan taktis MLRS yang dikembangkan secara lokal (photo : Kemhan)

Kementerian Pertahanan (Kementerian Pertahanan) Indonesia mengumumkan pada akhir bulan Oktober bahwa produsen senjata milik negara PT Pindad telah menyelesaikan pengembangan multiple launch rocket system/sistem peluncuran roket ganda (MLRS) 122 mm yang dikenal sebagai R-Han 122B.

Dalam sebuah postingan di media sosial, Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa PT Pindad melakukan “serangkaian uji coba yang berhasil pada sistem tersebut” sebelum menyatakan bahwa pengembangannya telah selesai.

Kementerian Pertahanan menambahkan, pihaknya kini sedang menyelesaikan kontrak pengadaan sistem R-Han 122B dan amunisi mortir 60 mm.

Janes sebelumnya melaporkan bahwa PT Pindad telah memproduksi R-Han 122B untuk Korps Marinir Indonesia dengan basis produksi awal tingkat rendah (LRIP) sejak tahun 2017, namun layanan tersebut membutuhkan lebih dari 1.000 peluru Global Positioning System (GPS) dan senjata berpemandu sistem navigasi inersia (GPS/INS) di tiga divisinya pada tahun 2024.

R-Han 122B memiliki kaliber 122 mm, panjang keseluruhan 2.810 mm, dan digerakkan oleh motor roket hidroksilammonium nitrat (HAN), menurut PT Pindad.

Senjata tersebut memiliki waktu pembakaran 3,3 detik dan dapat membawa muatan seberat 15 kg dalam jangkauan maksimum 30,5 km dengan kecepatan Mach 1,8.

The Royal Thai Army to Receive a Third New C295W Medium Transport Aircraft

02 November 2023

The third C295W transport aircraft (tail number 23221) was spotted at the Airbus facility in San Pablo, Seville, Spain on 21 October 2023. it now arrived in Thailand (photo : Burmarrad Camenzuli)

The third Airbus C295W transport aircraft, number 23221, of the Royal Thai Army, which has signed a procurement contract since 2021, was discovered that it was flying from the aircraft factory of Airbus Defense Europe Company in Spain on October 21, 2023.

The transport aircraft, C295W, No. 23221, will enter service together with C295W, No. 16150, and No. 16160, which were previously in service at the 21st Aviation Battalion, Department of Aviation, Army Aviation Center bringing the latest number of machines to 3.

It is understood that the Royal Thai Army has a need for a total of 4 medium-sized transport aircraft, causing additional orders to be procured for 1 machine if given enough budget. However, in the fiscal year 2024, the Thai Ministry of Defense has a policy for the Thai Armed Forces to reduce the purchase of new weapons.

(AAG)

01 November 2023

Fasilitas Bahan Bakar Yang Didanai AS Dibangun di Pangkalan RAAF Darwin

01 November 2023

Pesawat pembom B-52H Stratofortress saat singgah di RAAF Base di Darwin (photo : US DoD)

Amerika Serikat telah mendanai fasilitas bahan bakar baru di Pangkalan Angkatan Udara Australia (RAAF) Darwin di Australia utara untuk mendukung rencana penempatan pesawat militer AS di lokasi ini sebagai bagian dari Enhanced Air Cooperation/Peningkatan Kerjasama Udara (EAC) antar negara.

Fasilitas bahan bakar baru ini awalnya diumumkan dalam pernyataan bersama oleh Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada 25 Oktober. Biden dan Albanese menggambarkan penyelesaian fasilitas bahan bakar baru di Pangkalan RAAF Darwin sebagai kemajuan dalam mendukung “pengumuman pertahanan penting secara strategis yang dibuat pada AUSMIN 2023”. Mereka menambahkan bahwa fasilitas bahan bakar baru akan “mendukung [EAC] antara Amerika Serikat dan Australia”.

RAAF Base di Darwin (image : GoogleMaps)

Dalam pernyataannya pada 30 Oktober, Departemen Pertahanan Australia (DoD) menambahkan bahwa pembangunan fasilitas bahan bakar baru telah selesai pada Juni 2023.

“Fasilitas bahan bakar yang baru selesai dibangun ini meningkatkan kemampuan operasional dan dukungan untuk latihan … dan merupakan investasi yang signifikan di bawah program infrastruktur United States Force Posture Initiatives (USFPI),” kata Departemen Pertahanan.

Dengan nilai USD76 juta, proyek penyimpanan bahan bakar tersebut dikelola oleh Komando Sistem Teknik Fasilitas Angkatan Laut Amerika Serikat, Pasifik, menurut Departemen Pertahanan. Kontrak konstruksi diberikan kepada Nova Nacap JV, perusahaan patungan Amerika Serikat/Australia. “Proyek ini sejalan dengan tanggapan pemerintah terhadap Defence Strategic Review (DSR) untuk meningkatkan kesiapsiagaan, berinvestasi pada jaringan infrastruktur utara, dan memberikan solusi bahan bakar yang berketahanan,” kata Departemen Pertahanan.

6 Radar Baharu Pantau Pantai Timur Sabah dalam Proses Perolehan – Menteri Pertahanan

01 November 2023

Coastal Surveillance System radar (photo : Terma)

KUALA LUMPUR – Kementerian Pertahanan (MINDEF) dalam proses perolehan 6 radar sistem Pemantauan Pesisir Pantai (Coastal Surveillance System, CSS) di Pantai Timur Sabah untuk mengisi kelompongan semasa berikutan terdapat kerosakan pada radar sebelum ini dengan peruntukan RM57 juta.

Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamad Hasan berkata, 5 radar CSS iaitu AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekonomi untuk dibaiki.

Malah, jelasnya, kesemua radar CSS 2000 tersebut sudah ditanggalkan untuk proses pelupusan.

“Pada masa ini, terdapat 8 radar yang baru sahaja selesai menjalani kerja-kerja naik taraf pada 16 Sept lepas yang melibatkan Radar CSS 1206,

“Bagaimanapun, terdapat 5 Radar CSS AESA SPEXER 2000 telah mengalami kerosakan dan tidak ekonomi untuk dibaiki,

“MINDEF mengenal pasti keperluan bagi menutup sepenuhnya kelompongan ini di kawasan tersebut (Pantai Timur Sabah) dengan melaksanakan perolehan sebanyak 6 radar CSS iaitu 5 penggantian dan sebuah penambahan (radar) baharu,

“Jumlah peruntukan untuk 6 buah radar tersebut adalah sebanyak RM57 juta yang akan diperolehi dalam Rancangan Malaysia Ke-13 (RMK13) ini,” katanya pada sesi Pertanyaan Jawab Lisan pada persidangan Dewan Rakyat, hari ini.

Beliau berkata demikian ketika menjawab soalan Datuk Seri Ikmal Hisham Abdul Aziz (PN-Tanah Merah) mengenai status pembaikan dan penggantian radar pesisir pantai di Wilayah Sabah.

Radar pertahanan udara jarak jauh (LRR) AN/TPS-77 (photo : Lockheed Martin)

Radar jarak jauh (Long Range Radar)

Sementara itu, beliau berkata, kementerian juga kini dalam proses perolehan 2 pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) dari Itali yang mempunyai keupayaan untuk mengesan keberadaan kapal selam dalam kawasan Laut China Selatan khususnya di Wilayah Sabah.

“Radar Jarak Jauh (LRR) oleh Angkatan Tentera Malaysia (ATM) di Pangkalan Udara Tentera Laut Labuan tidak dapat mengesan kapal selam dan hanya untuk meninjau ruang udara yang kini lebih menghala perairan Laut China Selatan yang menjadi ‘sibuk’ sejak kebelakangan ini.

“Kita juga dalam proses perolehan dan telah diluluskan Majlis Keselamatan Negara (MKN) untuk memperoleh satu lagi LRR yang kita akan letakkan di kawasan Pulau Layang-Layang kerana di kawasan labuan, ia tidak boleh nampak jauh,

“Jadi, kita perlukan satu lagi radar untuk diletakkan di Pulau Layang-Layang untuk kita melihat lebih jauh lagi supaya ia dapat menjangkau di luar kawasan EEZ (Zon Ekonomi Eksklusif) kita,” ujarnya lagi. 

Philippine Army to Receive 1st Batch of Guarani 6x6 APCs from Brazil

01 November 2023

Iveco Latin Guarani 6x6 APCs (photo : Tecnologia & Defesa) 

First batch of IVECO Latin America Guarani 6x6 armored personnel carriers are now on the way to the Philippines from Brazil.

As per the report of Brazilian defense page, the first 5 vehicles were seen at the Port of Santos in Brazil embarking on a commercial cargo ship bound for the Philippines.

The vehicles are expected to arrive by mid-December 2023, and the rest are expected to be delivered before the end of 2024.

The vehicles are expected to be assigned with the Armor Divisiom, but will be attached to the Brigade Combat Teams.