25 Januari 2023

One Fokker F27 Aircraft Retired by the PAF

25 Januari 2023

F27-200 Friendship with tail number 59-0259 (photo : Dirk Grothe)

Looks like the Philippine Air Force was lucky enough to have avoided another disaster last December 2022 involving its oldest aircraft, Fokker F27-200 Friendship with tail number 59-0259.

According to one of our community members from the aviation industry, the said Fokker F27 aircraft made an emergency stop during take-off from Bacolod-Silay Airport as its left engine caught fire.

This probably prompted the Philippine Air Force to retire the aircraft, which was already 63 years old during the incident.

With the PAF getting more C-295s, it might be a good decision for the PAF to also consider the retirement of its 2 other remaining F27 aircraft.

Helikopter AW-139 HOM Memulai Patroli Jarak Jauh

25 Januari 2023

Helikopter AW-139 HOM TLDM melakukan patroli 9 jam 10 minit dari Sabah-Sarawak-Johor-Melaka-Negeri Sembilan-Kuala Lumpur-Lumut Perak (photos : TLDM)

Menggapai Langit di Longitud 109 

Kota Kinabalu,  – ‘Adat periuk berkerak, adat lesung berdedak.’ Melaksanakan operasi penerbangan dari Stesen Udara Kota Kinabalu (SUKK) yang berpangkalan di Pangkalan TLDM Kota Kinabalu (PTKK) Teluk Sepangar Sabah ke Pangkalan TLDM Lumut Perak bukanlah sesuatu yang mudah. Ia memerlukan perancangan yang teliti baik daripada segi persiapan pesawat, laluan navigasi atau pandu arah, analisis bentuk muka bumi dan keadaan cuaca di setiap tempat yang dilalui serta persiapan mental kru udara sendiri sebelum menerbangkan pesawat. Persiapan yang dilakukan ini tidak boleh seperti ‘agak lebih daripada agih,’ maklumat-maklumat di atas perlu dikumpul dari banyak sumber sebelum rumusan dan kesimpulan terbaik diterbitkan.


Merentas udara sejauh 2500 batu nautika dengan jumlah penerbangan selama 9 jam 10 minit dari negeri Sabah menuju ke Sarawak dan seterusnya melewati Laut China Selatan (LCS) untuk ke Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur dan mendarat di Markas Udara TLDM di Pangkalan TLDM Lumut Perak merupakan tugasan yang julung kali dilaksanakan serta pengalaman pertama bagi kru udara TLDM yang menerbangkan pesawat Helikopter Operasi Maritim (HOM) AW 139. Sebelum ini, aset-aset udara TLDM termasuklah helikopter Super Lynx Mk 100 dan AS 555 SN Fennec akan mendarat di geladak penerbangan kapal-kapal perang TLDM terlebih dahulu dan mengikuti pelayaran bersama kapal tersebut dari Semenanjung ke Sabah dan Sarawak atau sebaliknya. Namun, bagi HOM AW 139 pesawat ini mampu melaksanakan navigasi jarak jauh merentasi garisan longitude 109 di LCS iaitu garisan menegak di peta yang membahagikan Semenanjung dengan Sabah dan Sarawak.


Kru Udara TLDM yang pertama merentasi langit di garisan longitude 109 dengan menerbangkan pesawat tanpa perlu mendarat di kapal-kapal perang TLDM ini terdiri daripada dua orang juruterbang, seorang Pegawai Taktikal Udara, seorang Kuatermaster Udara dan dua orang juruteknik pesawat berkepakaran mekanikal dan avionik diketuai Komander Hairul Afikin bin Tukimin TLDM Pegawai Memerintah Skuadron 503 yang menerbangkan HOM AW 139. Pesawat ini dijangka akan menyertai armada helikopter TLDM di Lumut, Perak dalam acara pengunduran Panglima Tentera Laut (PTL) yang diadakan di Markas Pemerintahan Armada Barat (MPA Barat). Antara acara yang dirancang melibatkan pesawat termasuklah penerbangan lintas hormat semasa perbarisan pengunduran PTL dan semasa Fleet Review.

24 Januari 2023

EOTECH Wins Award to Supply the Indonesian Armed Forces

24 Januari 2023

EOTECH will supply 1.000 Holographic Weapon Sight (HWS) and magnifier for TNI (photo : EOTECH)

Plymouth, MI  – EOTECH, the leading manufacturer of Holographic Weapon Sights (HWS) and Magnifiers, has recently announced a sale of 1,000 of its sighting systems to the Indonesian Armed Forces.

Known as the Tentara Nasional Indonesia (TNI), the Indonesian Military selected EOTECH’s Holographic Weapon Sight (HWS) and magnifier, for use by the TNI(s) Special Forces unit, Komando Pasukan Khusus, also referred to as Kopassus.  “This sale represents a new level of confidence between EOTECH and the TNI.  We’ve always had a level of penetration into the Indonesian market, but not to this degree.” Said Frank Moss, Business Development Manager for Asia.  “This recent acquisition represents the confidence in the quality, performance, and reputation of EOTECH’s products.”  Moss went on to say, “We must also acknowledge the efforts of our in-country partners too, who did an amazing job promoting the EOTECH brand to the TNI”.

EOTECH is represented in Indonesia by Trident3 Adaptive Technologies Group SDN BHD, a Malaysian-based procurement management specialist. Trident’s Chief Executive Officer, Mr. Owen Bateman, was ecstatic at the outcome of the tender process, highlighting the synergy that exists between the two companies as a key ingredient in their collective success. “Trident aims to only provide best-in-class, proven and relevant solutions. It was an honor to have worked with EOTECH and provide the TNI with their equipment needs. I have every confidence in the quality of the EOTECH product line and look forward to supporting the TNI in the future”.

The TNI can expect delivery of the EOTECH optics within the coming months.

KAI Hidupkan Lagi Gagasan F-50, Pesawat Tempur Kursi Tunggal Turunan FA-50

24 Januari 2023

Pesawat tempur kursi tunggal F-50 (photo : AviaciOnline)

Selama upacara di kantor pusat Korea Aerospace Industries (KAI) yang mengumumkan strategi pengembangan perusahaan hingga tahun 2050, CEO perusahaan membahas perkembangan masa depan FA-50, seperti versi pesawat tempur ringan dengan kursi tunggal F-50.

Dalam jalur pengembangan FA-50, yang berasal dari pelatihan tingkat lanjut/versi LIFT T-50 untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF), KAI telah merencanakan dari awal untuk mengembangkan desain menjadi pengembangan pesawat tempur ringan multi-peran dengan kursi tunggal, yang dimaksudkan sebagai F-50.

Dan ini tidak mengherankan karena pengembangan T-50 juga melibatkan Lockheed Martin. Dengan bantuan Amerika, pesawat latih canggih ini dibuat dari konsep desain dan teknologi F-16, yang diproduksi KAI secara lokal di bawah lisensi sebagai KF-16. Dengan demikian, T-50 (kemudian FA-50) selalu memiliki potensi untuk menjadi F-50, pesawat tempur ringan yang dapat melakukan 80% dari apa yang dilakukan F-16, tetapi dengan biaya lebih rendah.

KAI mengusulkan pesawat tempur satu kursinya sebagai pengganti beberapa lusin F-5 Tiger II yang masih digunakan di ROKAF, tetapi untuk membiayai pengembangan F-50, Kementerian Pertahanan Korea Selatan diharuskan menyediakan dana yang diperlukan. Tapi ini tidak terjadi, karena setiap bagian dari anggaran yang tersedia diarahkan untuk pengembangan Boramae KF-21.

Peluang baru untuk F-50?
Kang Gu-young, CEO Korea Aerospace Industries, meresmikan sebuah upacara di kantor pusat perusahaan di Sacheon, di mana dia menguraikan strategi bisnis «Global KAI 2050 -Beyond Aerospace-», yang dia percaya KAI dapat menjadi perusahaan kedirgantaraan terbesar ketujuh di Dunia.

Strategi ini, menurut Kang Gu-young, akan mewakili lompatan besar bagi perusahaan, berdasarkan inovasi, investasi dalam R&D dan perekrutan serta pelatihan bakat manusia.

Model pesawat tempur kursi tunggal F-50 (photo : AviaciOnline)

Strategi lain yang akan ditempuh adalah mengurangi ketergantungan pada kontrak pengadaan pemerintah Korea, dengan fokus pada potensi ekspor produknya. Dari sinilah kemungkinan pengembangan F-50 muncul.

Keberhasilan ekspor FA-50 ke Polandia melalui kerja sama erat dengan pemerintah dan respons cepat dalam lingkungan keamanan yang berubah dengan cepat menegaskan potensi pasar Eropa, yang sebelumnya dianggap tidak dapat diakses oleh KAI untuk produk-produknya. Pergeseran ini selanjutnya dibuktikan dengan pendekatan Airbus Defense & Space kepada perusahaan Korea untuk mempromosikan FA-50 di negara-negara Eropa Barat, mengubur AFJT, proyek pesawat latih/pesawat ringan supersonik canggihnya sendiri, di sepanjang jalan.

Membangun keberhasilan FA-50, Kang Gu-young ingin membangun pijakan di pasar Eropa, Amerika Utara, Afrika dan Timur Tengah (mungkin melalui Mesir), sambil memperkuat kehadiran KAI di pasar Asia Tenggara dan Amerika Selatan.

Versi FA-50 yang disesuaikan dengan persyaratan khusus dari setiap pelanggan ekspor akan dipromosikan, termasuk kemungkinan mengembangkan versi tempur ringan kursi tunggal F-50. Yang belum jelas adalah apakah pengembangan tersebut bergantung pada calon pelanggan yang membiayai proyek tersebut, atau apakah KAI berencana untuk membayarnya dari kantongnya sendiri.

Ada ratusan MIG-21, F-5, A-37, A-4, Alpha Jet, L-39 dan model pesawat latih atau tempur/serang ringan lainnya yang akan digantikan oleh teknologi baru yang canggih dan lebih ekonomis untuk dioperasikan. Platform, menghasilkan pasar potensial antara 800 hingga 1.000 jet kategori FA-50 dan F-50, di mana KAI bermaksud untuk mengambil bagian terbesarnya. Dan setiap pelanggan FA-50 adalah pelanggan potensial untuk KF-21, dan produk militer dan sipil lainnya dari perusahaan kedirgantaraan Korea Selatan, yang pada akhirnya berniat untuk bersaing dengan raksasa Boeing dan Airbus.

French Navy's Rafale M Conduct Exercise with RSAF

24 Januari 2023

RSAF F-15SG and F-16 Training with the Rafales from the French Navy (photo : RSAF)

Our F-15SG and F-16 fighter jets have recently completed a Dissimilar Air Combat Training (DACT) with the French Navy’s Rafale M fighter jets. 

Under the banner of Mission Rastaban, Three Rafale M fighter jets embarked on French Navy carrier Charles de Gaulle have executed their longest force projection yet, flying 4,000 km (2,159 nm) from the Indian Ocean to Singapore (photo : RSAF)

The training was conducted in the southern reaches of the South China Sea, within international airspace.

Dassault Rafale M fighter jets embarked on French Navy carrier Charles de Gaulle (photo : Ministère des Armées)

This bilateral training with the French Navy has allowed our aircrew to conduct professional interactions and cross-share best practices with our counterparts.

23 Januari 2023

KASAL Resmikan Mako Koopskasel dan Fasilitas Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT)

23 Januari 2023

Peresmian Mako Koopskasel dan Fasilitas Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) di Koarmada II Surabaya (photo : TNI AL)

“Kita akan terus melanjutkan upaya pemenuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh prajurit dan operasional organisasi di seluruh jajaran. Tidak lain dan tidak bukan hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme prajurit sesuai dengan visi saya yaitu mewujudkan prajurit TNI AL yang profesional dan tangguh dilatarbelakangi kemajuan teknologi modern.”

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali saat meresmikan Mako Koopskasel dan Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) yang akan digunakan untuk melatih, menjamin keamanan dan keselamatan operasi para awak kapal selam, yang bertempat di Komando Latihan (Kolat) Koarmada II Surabaya, Jawa Timur. Kamis (19/01).

Lebih lanjut Kasal menyampaikan bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi Koopskasel secara berkesinambungan, diperlukan adanya Markas Komando Koopskasel sebagai sarana pelaksanaan Kodal maupun fungsi administrasi.

Mako Koopskasel merupakan upaya untuk meningkatkan kompetensi Koarmada RI dalam melaksanakan pengendalian operasi kapal selam secara efektif dan efisien. Tidak hanya itu Mako tersebut juga bertugas menjamin keamanan dan keselamatan operasi Kapal Selam. Sementara Fasilitas Submarine Fire Damage Control Trainer (SFDCT) berfungsi sebagai tempat untuk menyelenggarakan latihan dan kursus bagi awak Kapal Selam untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah dan menanggulangi kondisi kedaruratan di kapal selam serta penyelamatan personil.

Fasilitas tersebut untuk melengkapi beberapa fasilitas yang telah dimiliki sebelumnya, yakni Submarine Control Simulator (SCS), Submarine Command Team Trainer (SCTT) dan Submarine Sonar Simulator (SSS). TNI AL juga akan melengkapi dengan Submarine Motor Propulsion Control Simulator (SMPCS), Submarine Escape Tank Trainer (SETT), dan Submarine Bridge Simulator (SBS). Peralatan tersebut berfungsi sebagai fasilitas dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AL yang memiliki profesionalisme, modern, dan tangguh untuk pencapaian kekuatan yang memiliki kesiagaan dan kesiapan operasional yang tinggi.

Mengakhiri sambutan, Kasal berharap dengan adanya Mako Koopskasel dan fasilitas simulator kapal selam ini akan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan para prajurit Hiu Kencana, sehingga mampu menjawab tuntutan tugas di masa mendatang baik individu maupun teamwork dan juga sebagai sarana untuk memfasilitasi pelatihan awak kapal selam yang sedang tidak melaksanakan tugas operasi. Dengan kemampuan yang semakin terasah dan mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada, maka pencapaian peningkatan profesionalisme prajurit bisa tercapai.

Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Resmi Perkuat Armada RI

23 Januari 2023

Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (photo : ANTV)

Surabaya -- PT PAL Indonesia membuka awal tahun 2023 dengan menambah fasilitas kesehatan dengan selesainya pembangunan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992. Kapal ini merupakan Kapal Rumah Sakit kedua karya anak bangsa, yang dimana fasilitasnya setara dengan rumah sakit tipe C plus.

KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat melaksanakan Sea Acceptance Test (SAT) (photo : PAL)

Pada agenda tersebut CEO PT PAL Indonesia Bapak Kaharuddin Djenod resmi menyerahkan Kapal Rumah Sakit dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali. kemudian juga dilaksanakan upacara peresmian dan pengukuhan Komandan KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 Kolonel Laut (P) Bayu Dwi Wicaksono oleh KSAL.

Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 (infographic : Antara)

Turut hadir Komisi I DPR RI, Pangkoarmada RI, beserta jajaran pejabat utama Mabes TNI AL, pejabat utama Kementerian BUMN, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kesehatan, serta Komisaris & Direksi PT PAL Indonesia.

Tangkapan Layar Uji Kecepatan Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 saat melaksanakan Sea Acceptance Test (SAT) di Laut Jawa (photo : PAL)

Setelah resmi diserah terimakan kini KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 akan memperkuat Satuan Kapal Bantu Koarmada I. Dengan hadirnya Kapal Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 yang didesain khusus agar dapat mampu menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, dapat menjadi salah satu solusi pemenuhan fasilitas kesehatan dalam negeri.

(PAL)