12 Maret 2026

Indonesia Akan Mendanai Pembelian Rudal BrahMos dengan Pinjaman Luar Negeri (PLN)

12 Maret 2026

Rudal Brahmos versi land based (photo: AMR)

Indonesia akan membiayai rencana akuisisi sistem rudal pertahanan pantai BrahMos buatan India melalui pinjaman komersial luar negeri.

Dokumen yang diberikan kepada Janes oleh sumber yang dekat dengan Komisi I, sebuah komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, menunjukkan bahwa rencana untuk mendanai akuisisi ini telah disetujui oleh Kementerian Keuangan pada 25 September 2025.

Paket tersebut bernilai sekitar USD 100 juta untuk satu baterai dan akan diwakili secara lokal oleh perusahaan konsultan Indonesia PT BTI Defence.

Konfirmasi dari otoritas Indonesia bahwa Jakarta telah mencapai kesepakatan dengan New Delhi mengenai sistem BrahMos muncul secara publik selama pekan lalu.

Mengutip juru bicara Kementerian Pertahanan Indonesia (KMP), Rico Ricardo Sirait, berbagai media Indonesia melaporkan sejak 9 Maret bahwa Indonesia telah setuju untuk membeli sistem rudal tersebut.

KMP belum menanggapi pertanyaan Janes yang meminta rincian lebih lanjut tentang akuisisi tersebut, pada saat publikasi.

Namun, Janes memahami bahwa kontrak tersebut belum berlaku karena menunggu pembayaran uang muka awal.

Versi pertahanan pantai berbasis darat dari BrahMos yang sedang diupayakan Indonesia adalah paket kontainer dari sistem rudal jelajah supersonik yang dikembangkan bersama oleh India dan Rusia.

Rudal ini mampu mencapai kecepatan antara sekitar 2.448 km/jam dan 2.970 km/jam dan menggunakan metode panduan tembak-dan-lupakan yang menggabungkan navigasi inersia dengan pelacakan radar aktif pada tahap akhir.

Rudal konfigurasi ekspor biasanya memiliki jangkauan sekitar 290 km dan dapat melakukan profil meluncur rendah di atas permukaan laut, yang berkontribusi pada kemampuan bertahan hidupnya terhadap sistem pertahanan udara.

61 komentar:

  1. Hurraiiyy..shoping lagi..
    Tepat dipasang di Natuna, kapal Malaydesh ketarrr-ketirrr...

    😂😂🤣🤪🤪😛

    BalasHapus
  2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    18. Indonesia
    23. Filipina
    26. Singapura
    40. Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      Berikut adalah ringkasan analisa posisi impor senjata Asia Tenggara (SIPRI 2021–2025):
      -
      Indonesia (1,5%) - Peringkat 18: Memimpin kawasan melalui modernisasi masif udara dan laut (Rafale, Scorpène, PPA) demi kedaulatan maritim. Pemasok utama: Italia (40%).
      -
      Filipina (1,2%) - Peringkat 23: Modernisasi tercepat untuk respon konflik Laut China Selatan (Rudal BrahMos, FA-50). Pemasok utama: Korea Selatan (42%).
      -
      Singapura (1,1%) - Peringkat 26: Fokus pada keunggulan teknologi (F-35B, Kapal Selam Tipe 218SG) daripada kuantitas. Pemasok utama: Jerman (40%).
      -
      Thailand (0,5%) - Peringkat 40: Menyeimbangkan alutsista antara blok Barat dan Timur. Pemasok utama: China (49%).
      -
      Malaydesh (0,3%) - Absen 40 Besar: Tertinggal di posisi ke-5 regional akibat keterbatasan anggaran dan skandal proyek (LCS). Hanya mengandalkan pengadaan terbatas (FA-50).

      Hapus
  3. Sangat mudah musnahkan KD Mangrakrajalelah pakai rudal ini...😛😛🤪🤪🤣🤣😂

    BalasHapus
  4. Say good bye Naptune...king Indo pilih Brahmos buat Pertahanan pantainya...btw yg dipilih pertama penempatan nya di Surabaya kah..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga jadi rudal CM-302 y...takut delay apa pelit ToT..🤔😀

      Hapus
    2. ToT apaan, C705 reverse-nya aja ga kelar-kelar.
      Kalo mau CM-302 penyedia KE-nya yang sulit..

      Hapus
    3. Iya dulu tahun 2014 gembar gembor bikin rudal dari ToT C 705 basis RX series tapi ga ada kabar lagi hilang...skrng muncul lagi wacana bikin rudal kerjasama Turki...ilmu bisa darimana aja yg penting belajar nya Tamat

      Hapus
    4. Reverse engineering bukannya rada baru? Tunggu 2030 baru ada hasil jika serius melakukannya.
      License production dari pihak China tinggal bayar. "Tinggal bayar" ini yg dari pihak kita agak susah sepertinya.😅

      Hapus
  5. mayan..aset Baruw buar Sipri berikutnya haha!🤑😎🤑

    ada yg ngambek tuch..yg kensel haha!😁😁😁

    BalasHapus
  6. Dipasang di Natuna arahkan ke Serawak, Di Tanjung Pinang/Batam Arah Ke Johor/Melaka dan di Dumai diarahkan ke Kuala Lumpur/Selangor /Penang/Perak...bisa digeser ke Medan...utk jaga2

    BalasHapus
  7. NGUTANG lagi... 🔥🔥🤣🤣🤣🤣

    MISKIN BUAT CARA MISKIN woiii....
    Kesian rakyat Teriak Teriak tak dipeduli... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  8. Pssstttt... INDIANESIA HUTANG lagi guys... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  9. GILA..... NGUTANG lagi guys ..... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Indonesia akan membiayai rencana akuisisi sistem rudal pertahanan pantai BrahMos buatan India melalui pinjaman komersial luar negeri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proye

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      Berikut adalah ringkasan analisa posisi impor senjata Asia Tenggara (SIPRI 2021–2025):
      -
      Indonesia (1,5%) - Peringkat 18: Memimpin kawasan melalui modernisasi masif udara dan laut (Rafale, Scorpène, PPA) demi kedaulatan maritim. Pemasok utama: Italia (40%).
      -
      Filipina (1,2%) - Peringkat 23: Modernisasi tercepat untuk respon konflik Laut China Selatan (Rudal BrahMos, FA-50). Pemasok utama: Korea Selatan (42%).
      -
      Singapura (1,1%) - Peringkat 26: Fokus pada keunggulan teknologi (F-35B, Kapal Selam Tipe 218SG) daripada kuantitas. Pemasok utama: Jerman (40%).
      -
      Thailand (0,5%) - Peringkat 40: Menyeimbangkan alutsista antara blok Barat dan Timur. Pemasok utama: China (49%).
      -
      Malaydesh (0,3%) - Absen 40 Besar: Tertinggal di posisi ke-5 regional akibat keterbatasan anggaran dan skandal proyek (LCS). Hanya mengandalkan pengadaan terbatas (FA-50).

      Hapus
  10. HUTANG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proye

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      Berikut adalah ringkasan analisa posisi impor senjata Asia Tenggara (SIPRI 2021–2025):
      -
      Indonesia (1,5%) - Peringkat 18: Memimpin kawasan melalui modernisasi masif udara dan laut (Rafale, Scorpène, PPA) demi kedaulatan maritim. Pemasok utama: Italia (40%).
      -
      Filipina (1,2%) - Peringkat 23: Modernisasi tercepat untuk respon konflik Laut China Selatan (Rudal BrahMos, FA-50). Pemasok utama: Korea Selatan (42%).
      -
      Singapura (1,1%) - Peringkat 26: Fokus pada keunggulan teknologi (F-35B, Kapal Selam Tipe 218SG) daripada kuantitas. Pemasok utama: Jerman (40%).
      -
      Thailand (0,5%) - Peringkat 40: Menyeimbangkan alutsista antara blok Barat dan Timur. Pemasok utama: China (49%).
      -
      Malaydesh (0,3%) - Absen 40 Besar: Tertinggal di posisi ke-5 regional akibat keterbatasan anggaran dan skandal proyek (LCS). Hanya mengandalkan pengadaan terbatas (FA-50).

      Hapus
  11. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    18. Indonesia
    23. Filipina
    26. Singapura
    40. Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

    BalasHapus
  12. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    18. Indonesia
    23. Filipina
    26. Singapura
    40. Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

    BalasHapus
  13. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  14. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
    Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    ________________________________________
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. Malaydesh (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  15. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  16. TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  17. Pssstttt... Parah... NGUTANG LENDER lagi... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
  18. Pssstttt.... Si MISKIN terpaksa NGUTANG LENDER lagi guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  19. HUTANG...... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  20. Bila berita pertahanan INDIANESIA saja pasti HUTANG... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  21. Semua aset pertahanan nya HUTANG LENDER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  22. HUTANG.. HUTANG.. HUTANG... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  23. TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  24. Kehebatan INDIANESIA....🔥🔥🤣🤣🤣


    1. BELI ASET PERTAHANAN NGUTANG TERUS

    2. HUTANG PULA GAGAL DIBAYAR

    3. SEWA NUNGGAK BAYARAN HINGGA ASET NEGARA DI RAMPAS

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  25. HUTANG LAGI....? 🔥🔥🤣🤣🤣



    Indonesia Akan Mendanai Pembelian Rudal BrahMos dengan Pinjaman Luar Negeri (PLN)

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  26. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  27. BRAHMOS VERSI NGUTANG LENDER.. 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  28. HUTANG LAGI....? 🔥🔥🤣🤣🤣



    Indonesia Akan Mendanai Pembelian Rudal BrahMos dengan Pinjaman Luar Negeri (PLN)

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. MISKIN ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  29. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  30. Kesian si MISKIN... Terlalu dipaksa kan... 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MISKIN SANGAT ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. MISKIN ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  31. KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  32. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  33. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  34. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus