12 Maret 2026

Korps Marinir Filipina Memperluas Pasukan Rudal BrahMos ke Luzon Utara

12 Maret 2026

Ilocos di Pulau Luzon bagian Utara (image: GoofleMaps)

Korps Marinir Filipina telah mengambil langkah besar lainnya dalam memperkuat kemampuan pertahanan pantai negara dengan mengaktifkan unit rudal BrahMos baru di Luzon Utara.

Menurut laporan pertahanan baru-baru ini, Resimen Pertahanan Pantai Korps Marinir Filipina yang dilengkapi BrahMos telah memperluas kehadirannya ke bagian utara Luzon, memperluas jangkauan sistem rudal anti-kapal supersonik yang baru diperoleh negara itu menuju Selat Luzon yang strategis.

Perkembangan ini menandai tonggak penting bagi Angkatan Bersenjata Filipina karena terus membangun pencegahan yang kredibel terhadap potensi ancaman maritim.

Rudal Brahmos Korps Marinir Filipina (photos: RTVM)

Sistem Rudal Anti-Kapal Berbasis Pantai BrahMos, yang diperoleh dari India, mampu menyerang target angkatan laut pada jarak hingga sekitar 290 hingga 300 kilometer sambil bergerak dengan kecepatan sekitar Mach 3. Ini menjadikannya salah satu rudal jelajah anti-kapal operasional tercepat di dunia.

Dengan penempatan unit BrahMos di Luzon Utara, pasukan Filipina kini akan memiliki kemampuan untuk mengawasi jalur maritim penting, termasuk sebagian Selat Luzon, jalur air strategis yang terletak antara Filipina dan Taiwan. Pengendalian wilayah ini dianggap sangat penting karena perannya sebagai jalur utama bagi pasukan angkatan laut yang bergerak antara Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan.

Analis pertahanan mencatat bahwa pengaktifan unit ini menunjukkan upaya militer Filipina untuk memperkuat struktur organisasinya dan meningkatkan kesiapan operasional seiring negara tersebut mengalihkan fokusnya ke pertahanan teritorial dan keamanan maritim.


Penempatan baru di utara ini juga melengkapi instalasi BrahMos sebelumnya di Luzon Barat, yang diposisikan untuk memantau dan berpotensi menyerang kapal musuh yang beroperasi di dekat Laut Filipina Barat.

Jika ditempatkan di lokasi utara seperti Ilocos atau daerah pesisir lainnya, unit rudal tersebut secara teoritis dapat mengancam kapal musuh di sebagian besar Selat Luzon, memberikan Filipina kemampuan pertahanan pantai yang kuat untuk pertama kalinya dalam sejarah militer modernnya.

Sistem BrahMos dioperasikan oleh Resimen Pertahanan Pantai Korps Marinir Filipina di bawah Batalyon Rudal Anti-Kapal Berbasis Pantai, sebuah unit khusus yang dibentuk khusus untuk mengoperasikan sistem rudal jarak jauh.

Penempatan 2 batalyon Brahmos di Filipina dan jangkauannya (infographic: Orion Intel)

Ekspansi ini mencerminkan program modernisasi Filipina yang lebih luas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan negara dalam mempertahankan perairan teritorial dan jalur maritimnya di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional.

Seiring Filipina terus memperkuat jaringan pertahanan pantainya, baterai BrahMos dan unit rudal tambahan pada akhirnya dapat dikerahkan di lokasi strategis lainnya di kepulauan tersebut.

57 komentar:

  1. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG 2010–2026 =
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

      Hapus
  2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
    -
    18. Indonesia
    23. Filipina
    26. Singapura
    40. Thailand
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)

    BalasHapus
  3. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
    Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
    ________________________________________
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. INDONESIA (1,5%)
    STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
    Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
    -
    2. Filipina (1,2%)
    STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
    Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
    -
    3. Singapura (1,1%)
    STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
    Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
    -
    4. Thailand (0,5%)
    STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
    Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
    -
    5. Malaydesh (0,3%)
    STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
    Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
    -
    6. Kamboja (0,1%)
    STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
    Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  4. TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  5. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  6. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  7. Manakala INDIANESIA mau Brahmos tapi terpaksa NGUTANG LENDER guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MISKIN ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      LINK SIPRI =https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA GLOBAL =
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      Sumber Data : Trends in International Arms Transfers, 2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      Status: Urutan kelima di kawasan.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    3. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA GLOBAL =
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      Sumber Data : Trends in International Arms Transfers, 2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      Status: Urutan kelima di kawasan.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    4. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaysia (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas namun strategis, seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
  8. NEGARA GAGAL... 🔥🔥🤣🤣🤣



    APBN 2026 Terjepit dari Dua Arah: Beban Utang dan Lonjakan Harga Minyak

    https://monitorindonesia.com/ekonomi/read/2026/03/622063/apbn-2026-terjepit-dari-dua-arah-beban-utang-dan-lonjakan-harga-minyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. MISKIN ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    2. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      ________________________________________
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye
      ----------------
      KAYA .....
      GDP INDONESIA 2024 X 1.5% = BUDGET DEFENSE
      USD 1492 BILLION X 0.015 = USD 22 BILLION
      USD 1492 BILLION X 0.015 = USD 22 BILLION
      USD 1492 BILLION X 0.015 = USD 22 BILLION
      Indonesia's Ministry of Defense aims to gradually increase the defense budget from 0.8 percent to 1.5 percent of the country's gross domestic product (GDP) to enhance defense capabilities

      Hapus
    3. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      ________________________________________TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan

      Hapus
    4. BUKTI SIPRI 2025 : MY VERSUS IDN
      https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      -
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      MY KOSONG = IDN SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      SIPRI PERIODE 2021–2025:
      -
      INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      MALAYDESH (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas seperti pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan
      ________________________________________
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      =============
      =============
      MISKIN .....
      2026 USD1.8 BILLION MINDEF =
      PROCUREMENTS USD0.6 BILLION = USD600 MILLION
      INFRASTRUCTURE PROJECTS USD0.6 BILLION = USD600 MILLION
      DEVELOPMENT EXPENDITURE USD0.6 BILLION = USD600 MILLION
      Malaydesh has taken a decisive step toward strengthening its national defence architecture with the allocation of RM21.2 billion to the Ministry of Defence (MINDEF) under the 2026 National Budget, unveiled by Prime Minister Datuk Seri Anwar Ibrahim in Parliament today.Of this, RM14.11 billion is designated for Operational Expenditure, covering maintenance, training, and ongoing deployments, while RM7.63 billion is directed toward Development Expenditure, funding new procurements and infrastructure projects.
      ------------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
    5. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      Berikut adalah ringkasan analisa posisi impor senjata Asia Tenggara (SIPRI 2021–2025):
      -
      Indonesia (1,5%) - Peringkat 18: Memimpin kawasan melalui modernisasi masif udara dan laut (Rafale, Scorpène, PPA) demi kedaulatan maritim. Pemasok utama: Italia (40%).
      -
      Filipina (1,2%) - Peringkat 23: Modernisasi tercepat untuk respon konflik Laut China Selatan (Rudal BrahMos, FA-50). Pemasok utama: Korea Selatan (42%).
      -
      Singapura (1,1%) - Peringkat 26: Fokus pada keunggulan teknologi (F-35B, Kapal Selam Tipe 218SG) daripada kuantitas. Pemasok utama: Jerman (40%).
      -
      Thailand (0,5%) - Peringkat 40: Menyeimbangkan alutsista antara blok Barat dan Timur. Pemasok utama: China (49%).
      -
      Malaydesh (0,3%) - Absen 40 Besar: Tertinggal di posisi ke-5 regional akibat keterbatasan anggaran dan skandal proyek (LCS). Hanya mengandalkan pengadaan terbatas (FA-50).

      Hapus
  9. KASTA PENGUTANG... 🔥🔥🤣🤣🤣



    APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!


    https://ekonomi.bisnis.com/read/20260312/10/1959912/apbn-februari-gali-lubang-tutup-lubang-beban-bunga-utang-nyaris-rp100-triliun

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      TIADA MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat.
      -
      2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      -
      2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
      -
      2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
      -
      2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
      -
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
      -
      2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
      -
      2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    3. TIADA MALAYDESH = SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS
      -
      18. Indonesia
      23. Filipina
      26. Singapura
      40. Thailand
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      Berikut adalah versi daftar ringkas dari 40 negara importir senjata terbesar periode 2021–2025, lengkap dengan pemasok utamanya:
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
  10. Didalam APBN DEFISIT... INDIANESIA NGUTANG LENDER lagi guys... 🔥🔥🤣🤣🤣




    APBN Februari Gali Lubang Tutup Lubang, Beban Bunga Utang Nyaris Rp100 Triliun!

    https://ekonomi.bisnis.com/read/20260312/10/1959912/apbn-februari-gali-lubang-tutup-lubang-beban-bunga-utang-nyaris-rp100-triliun

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. BUKTI TRANSFER SENJATA SIPRI 2025 .......
      Https://armstransfers.sipri.org/ArmsTransfer/CSVResult
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      MALAYDESH KOSONG = INDONESIA SHOPPING
      ________________________________________
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      PERSENTASE IMPOR SENJATA = SIPRI PERIODE 2021–2025
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. INDONESIA (1,5%)
      STATUS: URUTAN PERTAMA PENERIMA SENJATA TERBESAR DI ASIA TENGGARA.
      Fokus: Modernisasi besar-besaran (Jet tempur Rafale,, Kapal Selam Scorpène, dan Kapal PPA).
      -
      2. Filipina (1,2%)
      STATUS: URUTAN KEDUA DI KAWASAN.
      Fokus: Penguatan pertahanan pantai dan udara (Rudal BrahMos, helikopter tempur, dan kapal fregat).
      -
      3. Singapura (1,1%)
      STATUS: URUTAN KETIGA DI KAWASAN.
      Fokus: Pemeliharaan keunggulan teknologi (Jet tempur F-35B dan kapal selam tipe 218SG).
      -
      4. Thailand (0,5%)
      STATUS: URUTAN KEEMPAT DI KAWASAN.
      Fokus: Alutsista dari Swedia, AS, dan Korea Selatan (termasuk jet tempur dan bom berpemandu).
      -
      5. Malaydesh (0,3%)
      STATUS: URUTAN KELIMA DI KAWASAN.
      Fokus: Modernisasi terbatas pengadaan 18 unit pesawat tempur ringan FA-50 dari Korea Selatan.
      -
      6. Kamboja (0,1%)
      STATUS: URUTAN KEENAM DI KAWASAN.
      Fokus: Dominasi pasokan dari China, termasuk sistem peluncur roket multipel (MLRS).
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  11. TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    TIADA MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

    BalasHapus
  12. Pssstttt... GORILLA NGUTANG LENDER terusss guys... 🔥🔥🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      Berikut adalah ringkasan analisa posisi impor senjata Asia Tenggara (SIPRI 2021–2025):
      -
      Indonesia (1,5%) - Peringkat 18: Memimpin kawasan melalui modernisasi masif udara dan laut (Rafale, Scorpène, PPA) demi kedaulatan maritim. Pemasok utama: Italia (40%).
      -
      Filipina (1,2%) - Peringkat 23: Modernisasi tercepat untuk respon konflik Laut China Selatan (Rudal BrahMos, FA-50). Pemasok utama: Korea Selatan (42%).
      -
      Singapura (1,1%) - Peringkat 26: Fokus pada keunggulan teknologi (F-35B, Kapal Selam Tipe 218SG) daripada kuantitas. Pemasok utama: Jerman (40%).
      -
      Thailand (0,5%) - Peringkat 40: Menyeimbangkan alutsista antara blok Barat dan Timur. Pemasok utama: China (49%).
      -
      Malaydesh (0,3%) - Absen 40 Besar: Tertinggal di posisi ke-5 regional akibat keterbatasan anggaran dan skandal proyek (LCS). Hanya mengandalkan pengadaan terbatas (FA-50).

      Hapus
    3. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      2018 (Fase "Open Donasi"): Utang menembus RM1 triliun; peluncuran Tabung Harapan untuk sumbangan rakyat.
      2019 (59%): Laporan Audit mengungkap mayoritas pinjaman baru hanya untuk melunasi utang lama.
      -
      2020 (60%): Ketergantungan meningkat; anggaran pembangunan mulai terhimpit beban utang.
      -
      2021 (50,4%): RM98,05 miliar dari total RM194,55 miliar pinjaman digunakan untuk bayar utang matang.
      -
      2022 (52,4%): Pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar di tengah pemulihan pascapandemi.
      -
      2023 (64,3%): Rekor tertinggi; RM145,8 miliar dari RM226,6 miliar pinjaman lari ke utang lama.
      -
      2024 (58,9%): Upaya konsolidasi dimulai; RM121,3 miliar dialokasikan untuk utang matang.
      -
      2025 (58%): Pinjaman kasar RM184 miliar dengan alokasi bayar prinsipal RM106,8 miliar.

      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
  13. HUTANG....., 🤣🤣🤣🤣



    Indonesia Akan Mendanai Pembelian Rudal BrahMos dengan Pinjaman Luar Negeri (PLN)

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
    2. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG 2010–2026 =
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

      Hapus
    3. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..

      Hapus
    4. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah

      Hapus
  14. TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG 2010–2026 =
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

    BalasHapus
  15. TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG 2010–2026 =
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

    BalasHapus
  16. Ternyata INDIANESIA IMPORT MINYAK dari MALAYSIA guys... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260312074927-4-718271/bahlil-blak-blakan-impor-bbm-ri-dari-malaysia-singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG 2010–2026 =
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

      Hapus
    2. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaydesh – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.

      Hapus
    3. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      2026 2026 USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      -
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
  17. Ternyata INDIANESIA IMPORT MINYAK dari MALAYSIA guys... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260312074927-4-718271/bahlil-blak-blakan-impor-bbm-ri-dari-malaysia-singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG 2010–2026 =
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

      Hapus
    2. SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      TIADA SHOPPING MALAYDESH
      -
      1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
      2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
      3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
      4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
      5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
      6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
      7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
      8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
      9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
      10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
      11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
      12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
      13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
      14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
      15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
      16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
      17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
      18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
      19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
      20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
      21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
      22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
      23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
      24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
      25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
      26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
      27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
      28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
      29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
      30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
      31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
      32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
      33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
      34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
      35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
      36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
      37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
      38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
      39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
      40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
      https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
      ------------------------------
      5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ------------------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
      Federal Government Debt
      • End of 2024: RM 1.25 trillion
      • End of June 2025: RM 1.3 trillion
      • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
      Household Debt
      2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

      Hapus
  18. TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG 2010–2026 =
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝TIADA SHOPPING = HUTANG BAYAR HUTANG😝

    BalasHapus
  19. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  20. MISKIN ......
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 MILIAR
    2011: RM 456,1 MILIAR
    2012: RM 501,6 MILIAR
    2013: RM 547,7 MILIAR
    2014: RM 582,8 MILIAR
    2015: RM 630,5 MILIAR
    2016: RM 648,5 MILIAR
    2017: RM 686,8 MILIAR
    2018: RM 1,19 TRILIUN
    2019: RM 1,25 TRILIUN
    2020: RM 1,32 TRILIUN
    2021: RM 1,38 TRILIUN
    2022: RM 1,45 TRILIUN
    2023: RM 1,53 TRILIUN
    2024: RM 1,63 TRILIUN
    2025: RM 1,71 TRILIUN
    2026: RM 1,79 TRILIUN
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    😝😝😝😝😝😝😝😝😝

    BalasHapus
  21. INDIANESIA KALAH LAGI... 🔥🔥🤣🤣



    Mata Uang Asia Mulai Perkasa, Malaysia Paling Hebat

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260310093257-128-717561/mata-uang-asia-mulai-perkasa-malaysia-paling-hebat

    BalasHapus
    Balasan
    1. MISKIN ......
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      KLAIM CASH = HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF - Pesawat Hawk)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS - 17 Kreditor/Hutang)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun Akibat penundaan proyek
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 MILIAR
      2011: RM 456,1 MILIAR
      2012: RM 501,6 MILIAR
      2013: RM 547,7 MILIAR
      2014: RM 582,8 MILIAR
      2015: RM 630,5 MILIAR
      2016: RM 648,5 MILIAR
      2017: RM 686,8 MILIAR
      2018: RM 1,19 TRILIUN
      2019: RM 1,25 TRILIUN
      2020: RM 1,32 TRILIUN
      2021: RM 1,38 TRILIUN
      2022: RM 1,45 TRILIUN
      2023: RM 1,53 TRILIUN
      2024: RM 1,63 TRILIUN
      2025: RM 1,71 TRILIUN
      2026: RM 1,79 TRILIUN
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
  22. Ternyata INDIANESIA IMPORT MINYAK dari MALAYSIA guys... 🔥🔥🤣🤣🤣



    Bahlil Blak-blakan Impor BBM RI dari Malaysia & Singapura

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260312074927-4-718271/bahlil-blak-blakan-impor-bbm-ri-dari-malaysia-singapura

    BalasHapus
    Balasan
    1. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
  23. INDIANESIA KALAH LAGI... 🔥🔥🤣🤣



    Mata Uang Asia Mulai Perkasa, Malaysia Paling Hebat

    https://www.cnbcindonesia.com/research/20260310093257-128-717561/mata-uang-asia-mulai-perkasa-malaysia-paling-hebat

    BalasHapus
    Balasan
    1. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
      https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
      -
      1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
      -
      2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
      -
      3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
      -
      4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
      -
      5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
      -
      6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
      -
      7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
      -
      8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
      -
      9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
      -
      Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
      ________________________________________
      DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
      2010: RM 407,1 Miliar
      2011: RM 456,1 Miliar
      2012: RM 501,6 Miliar
      2013: RM 547,7 Miliar
      2014: RM 582,8 Miliar
      2015: RM 630,5 Miliar
      2016: RM 648,5 Miliar
      2017: RM 686,8 Miliar
      2018: RM 1,19 Triliun
      2019: RM 1,25 Triliun
      2020: RM 1,32 Triliun
      2021: RM 1,38 Triliun
      2022: RM 1,45 Triliun
      2023: RM 1,53 Triliun
      2024: RM 1,63 Triliun
      2025: RM 1,71 Triliun
      2026: RM 1,79 Triliun
      -
      Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
      Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
      -
      CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
      -
      The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
      -
      MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
      -
      Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
      ________________________________________
      HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
      utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
      2010: 150 miliar USD
      2011: 165 miliar USD
      2012: 180 miliar USD
      2013: 195 miliar USD
      2014: 210 miliar USD
      2015: 225 miliar USD
      2016: 240 miliar USD
      2017: 255 miliar USD
      2018: 270 miliar USD
      2019: 285 miliar USD
      2020: 300 miliar USD
      2021: 315 miliar USD
      2022: 330 miliar USD
      2023: 345 miliar USD
      2024: 360 miliar USD
      2025: 375 miliar USD
      -
      Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
      -
      Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
      -
      Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
      ________________________________________
      BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
      Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
      Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
      2010 = 52.4
      2011 = 51.8
      2012 = 53.3
      2013 = 54.7
      2014 = 55.0
      2015 = 55.1
      2016 = 52.7
      2017 = 51.9
      2018 = 52.5
      2019 = 52.4
      2020 = 62.0
      2021 = 63.3
      2022 = 60.2
      2023 = 64.3
      2024 = 70.4
      2025 = 69.0
      -
      Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

      Hapus
  24. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
    -
    Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
    ________________________________________
    DAFTAR UTANG & LIABILITAS PEMERINTAH MALAYDESH (2010–2026)
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    Ringkasan Sumber Berita & Referensi:
    Bloomberg & Reuters (2018–2019): Laporan mengenai total utang yang melampaui RM 1 triliun setelah memasukkan komitmen jaminan dan liabilitas 1MDB.
    -
    CNA & The Star (2020): Analisis kenaikan plafon utang untuk pendanaan Kumpulan Wang COVID-19 (KWC).
    -
    The Edge Malaydesh (2021–2022): Catatan akumulasi utang federal yang mencapai ambang batas baru pasca-pandemi.
    -
    MOF Portal & Bernama (2023–2024): Pernyataan PM Anwar Ibrahim mengenai beban utang RM 1,5 triliun untuk reformasi fiskal.
    -
    Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh (2025–2026): Data proyeksi melalui dokumen Belanjawan 2026 dan strategi fiskal jangka menengah
    ________________________________________
    HUTANG BAYAR HUTANG = 2010-2025
    utang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    Bank Negara Malaydesh (BNM): Mencatat total utang federal akhir 2025 sebesar RM 1,32 triliun (~USD 325 miliar).
    -
    Kementerian Kewangan (MOF): Laporan Economic Outlook 2025 memproyeksi biaya bunga utang (debt servicing) sebesar RM 54,7 miliar.
    -
    Lembaga Internasional: Data historis 2010–2025 tersedia di Statista dan Trading Economics.
    ________________________________________
    BUKTI TUKANG HUTANG = OVERLIMIT .....
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    Sumber DATA : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics

    BalasHapus
  25. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
    -
    Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
    ________________________________________
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)

    BalasHapus
  26. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. Indonesia – Peringkat 13 Dunia (Skor: 0,2582)
    -
    2. Vietnam – Peringkat 23 Dunia (Skor: 0,4066)
    -
    3. Thailand – Peringkat 24 Dunia (Skor: 0,4458)
    -
    4. Singapura – Peringkat 29 Dunia (Skor: 0,5272)
    -
    5. Myanmar – Peringkat 35 Dunia (Skor: 0,6265)
    -
    6. Filipina – Peringkat 41 Dunia (Skor: 0,6993)
    -
    7. Malaysia – Peringkat 42 Dunia (Skor: 0,7379)
    -
    8. Kamboja – Peringkat 83 Dunia (Skor: 1,8434)
    -
    9. Laos – Peringkat 125 Dunia (Skor: 2,8672)
    -
    Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
    ________________________________________
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    TIADA SHOPPING MALAYDESH
    -
    SIPRI - THE 40 LARGEST RECIPIENTS OF MAJOR ARMS =
    https://www.sipri.org/sites/default/files/2026-03/fs_2603_at_2025.pdf
    -
    1. Ukraina: Pemasok utama AS (41%), Jerman (14%), Polandia (9,4%)
    2. India: Pemasok utama Rusia (40%), Prancis (29%), Israel (15%)
    3. Arab Saudi: Pemasok utama AS (77%), Spanyol (9,5%), Prancis (4,6%)
    4. Qatar: Pemasok utama AS (48%), Italia (21%), Inggris (17%)
    5. Pakistan: Pemasok utama China (80%), Türkiye (7,0%), Belanda (4,6%)
    6. Jepang: Pemasok utama AS (95%), Inggris (3,4%), Norwegia (0,9%)
    7. Polandia: Pemasok utama Korea Selatan (47%), AS (44%), Italia (2,2%)
    8. Amerika Serikat: Pemasok utama Inggris (17%), Prancis (14%), Italia (13%)
    9. Kuwait: Pemasok utama AS (62%), Italia (31%), Prancis (5,7%)
    10. Australia: Pemasok utama AS (85%), Spanyol (6,5%), Jerman (4,0%)
    11. UEA: Pemasok utama AS (42%), Prancis (18%), Korea Selatan (10%)
    12. Mesir: Pemasok utama Prancis (39%), Jerman (30%), Italia (18%)
    13. Inggris: Pemasok utama AS (85%), Israel (8,2%), Jerman (2,7%)
    14. Israel: Pemasok utama AS (68%), Jerman (31%), Italia (1,3%)
    15. Belanda: Pemasok utama AS (89%), Rumania (4,8%), Swedia (2,1%)
    16. Korea Selatan: Pemasok utama AS (93%), Inggris (3,5%), Israel (1,8%)
    17. Jerman: Pemasok utama Israel (55%), AS (37%), Swedia (2,8%)
    18. Indonesia: Pemasok utama Italia (40%), AS (16%), Prancis (14%)
    19. Yunani: Pemasok utama Prancis (68%), AS (17%), Italia (4,4%)
    20. Norwegia: Pemasok utama AS (93%), Denmark (1,8%), Italia (1,7%)
    21. China: Pemasok utama Rusia (66%), Ukraina (15%), Prancis (13%)
    22. Italia: Pemasok utama AS (93%), Prancis (2,6%), Jerman (1,7%)
    23. Filipina: Pemasok utama Korea Selatan (42%), Israel (20%), AS (15%)
    24. Türkiye: Pemasok utama Jerman (31%), Spanyol (29%), Italia (19%)
    25. Brasil: Pemasok utama Prancis (62%), Swedia (18%), Italia (8,6%)
    26. Singapura: Pemasok utama Jerman (40%), AS (33%), Israel (12%)
    27. Bahrain: Pemasok utama AS (99%), Türkiye (0,6%), Italia (0,6%)
    28. Maroko: Pemasok utama AS (60%), Israel (24%), Prancis (10%)
    29. Denmark: Pemasok utama AS (82%), Israel (6,4%), Swiss (4,7%)
    30. Rumania: Pemasok utama AS (48%), Norwegia (17%), Belanda (15%)
    31. Belgia: Pemasok utama AS (54%), Spanyol (32%), Prancis (7,9%)
    32. Belarusia: Pemasok utama Rusia (100%), Iran (0,1%)
    33. Aljazair: Pemasok utama Rusia (39%), China (27%), Jerman (18%)
    34. Taiwan: Pemasok utama AS (96%), Italia (1,5%), Jerman (1,4%)
    35. Hungaria: Pemasok utama Jerman (43%), AS (16%), Prancis (9,9%)
    36. Kazakhstan: Pemasok utama Rusia (83%), Spanyol (7,9%), Prancis (3,6%)
    37. Serbia: Pemasok utama China (61%), Prancis (12%), Rusia (7,0%)
    38. Kanada: Pemasok utama AS (32%), Spanyol (26%), Australia (11%)
    39. Spanyol: Pemasok utama AS (49%), Swiss (25%), Prancis (9,1%)
    40. Thailand: Pemasok utama China (49%), AS (15%), Israel (9,2%)

    BalasHapus
  27. Pak Menkeu merespons dengan santuy tapi pakai data makro yang solid dan bikin negara tetangga ketar-ketir. Ini faktanya:

    ✅ Rupiah Kita Kuat Banget, Bos!
    Pelemahan Rupiah cuma 0,3% (Year to Date). Bandingin sama mata uang tetangga kayak Thailand atau Malaysia yang drop-nya lebih parah. Fundamental fiskal kita sukses jadi shock absorber!
    ✅ Pabrik RI Lagi Sibuk-sibuknya!
    Indeks Manufaktur (PMI) kita meroket ke level 53,8 (tertinggi dalam 44 bulan). Kita ngalahin raksasa ekonomi kayak AS, China, dan Australia.
    ✅ Dompet Negara (APBN) Makin Tebal & Gaspol!
    Pendapatan negara tembus Rp358 Triliun (naik nyaris 13%). Pemerintah juga sengaja narik gas belanja di awal tahun (front-loading) biar daya beli masyarakat makin muter dan ekonomi tumbuh target 5,5% - 6%.

    Intinya, biarpun dunia lagi nggak baik-baik aja, mesin ekonomi Indonesia justru lagi on-fire dan terkelola dengan sangat terukur! 😎😘

    https://youtu.be/Fwy__WgY_nY?si=ADmhMo3OLnmM5K6h

    BalasHapus