23 Maret 2026

Latihan Penyesuaian Flyeye Unmanned Aircraft System (UAS) Siri 1 Tahun 2026

23 Maret 2026

Latihan pengendalian Flyeye UAS untuk Brigade Artileri Darat TDM (photos: Briged Artileri Darat)

KLUANG – Latihan Penyesuaian Flyeye Unmanned Aircraft System (UAS) Siri 1 Tahun 2026 telah dilaksanakan di Dewan Pengesan, Rejimen Ke-61 Artileri Diraja (61 RAD) selama lima hari bermula 9 hingga 13 Mac 2026. Latihan ini telah melibatkan seramai 6 pegawai dan 47 anggota LLP.

Pelaksanaan latihan ini bertujuan memberi pendedahan serta meningkatkan kefahaman kepada para pegawai dan anggota berkaitan fungsi, keupayaan serta keperluan senggaraan aset Flyeye UAS. Selain itu, latihan ini turut memberi penekanan kepada aspek pengendalian sistem serta penguasaan prosedur operasi yang berkaitan dengan aset berkenaan.

Sepanjang pelaksanaan latihan, anggota turut didedahkan dengan latihan pengendalian simulator Flyeye UAS bagi meningkatkan tahap kecekapan teknikal anggota dalam mengendalikan sistem tersebut. Latihan simulator ini dilaksanakan berdasarkan kawad-kawad simulator yang telah dipersetujui oleh Panglima Briged Artileri Roket pada 29 Januari 2026 semasa Seminar Pegawai Memerintah Briged Artileri Roket Siri 1 Tahun 2026.

Majlis penutup latihan telah disempurnakan oleh Pegawai Memerintah 61 RAD di Dewan Pengesan pada 13 Mac 2026. Dalam ucapannya, beliau merakamkan ucapan tahniah kepada semua kerana berjaya menamatkan latihan dengan jayanya. Beliau turut menekankan bahawa segala ilmu serta kemahiran yang diperoleh sepanjang latihan ini hendaklah dimanfaatkan sepenuhnya bagi melahirkan anggota yang kompeten dan berkeupayaan dalam mengendalikan aset Flyeye UAS.

Adalah diharapkan agar pelaksanaan latihan ini dapat meningkatkan tahap kecekapan serta profesionalisme anggota dalam aspek pengoperasian dan teknikal aset Flyeye UAS, seterusnya menyokong kesiapsiagaan operasi pasukan.

Pelaksanaan aktiviti ini juga sejajar dengan Perintah Ulung Panglima Briged Artileri Roket Ke-8 melalui gagasan SPEAR-S (Smart) dalam memperkukuh profesionalisme dan kecemerlangan Briged Artileri Roket.

(TDM)

9 komentar:

  1. benda apa ini, lemah haha!πŸ€£πŸ˜‹πŸ€£

    BalasHapus
  2. GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    --
    Catatan: Brunei Darussalam dan Timor Leste biasanya tidak dimasukkan dalam pemeringkatan GFP karena skala militer yang sangat terbatas.
    --------------------------------
    HUTANG & LIABILITAS MALAYDESH 2010–2026
    2010: RM 407,1 Miliar
    2011: RM 456,1 Miliar
    2012: RM 501,6 Miliar
    2013: RM 547,7 Miliar
    2014: RM 582,8 Miliar
    2015: RM 630,5 Miliar
    2016: RM 648,5 Miliar
    2017: RM 686,8 Miliar
    2018: RM 1,19 Triliun
    2019: RM 1,25 Triliun
    2020: RM 1,32 Triliun
    2021: RM 1,38 Triliun
    2022: RM 1,45 Triliun
    2023: RM 1,53 Triliun
    2024: RM 1,63 Triliun
    2025: RM 1,71 Triliun
    2026: RM 1,79 Triliun
    -
    SUMBER :
    Bloomberg & Reuters | CNA & The Star | The Edge Malaydesh | MOF & Bernama | Kementerian Kewangan
    --------------------------------_
    Hutang Pemerintah Malaydesh dari tahun 2010 hingga 2025 dalam USD miliar.
    2010: 150 miliar USD
    2011: 165 miliar USD
    2012: 180 miliar USD
    2013: 195 miliar USD
    2014: 210 miliar USD
    2015: 225 miliar USD
    2016: 240 miliar USD
    2017: 255 miliar USD
    2018: 270 miliar USD
    2019: 285 miliar USD
    2020: 300 miliar USD
    2021: 315 miliar USD
    2022: 330 miliar USD
    2023: 345 miliar USD
    2024: 360 miliar USD
    2025: 375 miliar USD
    -
    SUMBER :
    BNM | MOF | Statista/Trading Economics
    --------------------------------
    Rasio Utang terhadap GDP Malaydesh (2010–2025)
    Tahun Rasio Utang terhadap GDP (%)
    2010 = 52.4
    2011 = 51.8
    2012 = 53.3
    2013 = 54.7
    2014 = 55.0
    2015 = 55.1
    2016 = 52.7
    2017 = 51.9
    2018 = 52.5
    2019 = 52.4
    2020 = 62.0
    2021 = 63.3
    2022 = 60.2
    2023 = 64.3
    2024 = 70.4
    2025 = 69.0
    -
    SUMBER : Macrotrends / World Bank / Statista / Trading Economics
    --------------------------------
    DEFISIT FISKAL MALAYDESH PERIODE 2010–2025:
    2010: -5.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2011: -4.7% (± USD 14.0 MILIAR)
    2012: -4.3% (± USD 13.5 MILIAR)
    2013: -3.8% (± USD 12.2 MILIAR)
    2014: -3.4% (± USD 11.5 MILIAR)
    2015: -3.2% (± USD 9.6 MILIAR)
    2016: -3.1% (± USD 9.3 MILIAR)
    2017: -2.9% (± USD 9.2 MILIAR)
    2018: -3.7% (± USD 13.2 MILIAR)
    2019: -3.4% (± USD 12.4 MILIAR)
    2020: -6.2% (± USD 20.9 MILIAR)
    2021: -6.4% (± USD 23.9 MILIAR)
    2022: -5.5% (± USD 22.4 MILIAR)
    2023: -5.0% (± USD 20.0 MILIAR)
    2024: -4.3% (± USD 18.1 MILIAR)
    2025: -3.8% (± USD 17.8 MILIAR)
    -
    SUMBER:
    IMF | World Economic Outlook | World Bank | Bank Negara Malaydesh.

    BalasHapus
  3. Kita donk Kamikaze Dron ala Geran ama shahed kita nich...Mantaappp πŸ”₯ haha!πŸ¦ΎπŸ‘πŸ¦Ύ

    Aplot min
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/shorts/_9rfqNEsM-4

    https://youtube.com/watch?v=tg2oxcry7Vs&pp=ygUVTGF0aWhhbiBkcm9uIGthbWlrYXpl0gcJCYcKAYcqIYzv

    BalasHapus
  4. SIPRI 2025 .....
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    --------------------------------
    SIPRI MALAYDESH 2025 - 2020 = SALAM KOSONG
    -
    SIPRI MALAYDESH 2025 = KOSONG
    Https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708518608
    -
    SIPRI MALAYDESH 2024 = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2025/03/order-dan-transfer-persenjataan-ke-dan_14.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2023 = NOT YET ORDERED (TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2024/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_15.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2022 = SELECTED NOT YET ORDERED (DIPILIH TANPA ORDER)
    https://defense-studies.blogspot.com/2023/03/transfer-persenjataan-ke-dan-dari_17.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2021 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2022/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2021.html
    -
    SIPRI MALAYDESH 2020 = PLANNED (DIJANGKA)
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/03/transfer-persenjataan-ke-malaydesh-2020.htmll
    --------------------------------
    1. Status Pengadaan & SIPRI (2020–2025)
    INDONESIA (Status: Shopping/Top 18 Global):
    Mencatatkan kontrak masif: Rafale F-4, Scorpene Evolved, F-15IDN.
    Daftar Inventaris 2025: A400M Atlas, Rudal Bora & Khan, Drone Anka-S, hingga mesin LM-2500.
    -
    MALAYDESH (Status: Out List/Salam Kosong):
    Absen dari daftar 40 besar importir senjata dunia SIPRI.
    Krisis 2026: Pembekuan total (freeze) seluruh pengadaan militer oleh PM Anwar Ibrahim akibat investigasi korupsi dan kartel oleh MACC.
    --------------------------------
    2. Kontras Fiskal: Fondasi vs Jebakan Utang
    Indonesia (The Giant):
    PDB: US$ 1,44 Triliun.
    Rasio Utang/PDB: 40% (Kategori Sehat).
    Kapasitas: Belanja alutsista didukung ruang fiskal yang luas.
    Malaydesh (The Stagnant):
    PDB: US$ 416,90 Miliar.
    Rasio Utang Pemerintah: 69% (Melewati limit hukum 65%).
    Utang Rumah Tangga: 84,3% (Kritis).
    --------------------------------
    3. Tren "Gali Lubang Tutup Lubang" (Hutang Bayar Hutang)
    Berdasarkan data Kementerian Kewangan (MOF) Malaydesh, alokasi pinjaman baru untuk membayar utang lama sangat tinggi:
    2023: Puncak ketergantungan (64,3% dari pinjaman baru hanya untuk bayar utang).
    2025: Proyeksi pinjaman RM 184 Miliar, sebesar RM 106,8 Miliar habis untuk bayar bunga/prinsipal.
    2026: Kondisi fiskal memaksa penghentian belanja modal demi menghindari gagal bayar.
    --------------------------------
    4. Transformasi "Sewa-Desh" (Skema Leasing)
    Akibat ketersediaan dana tunai yang rendah, Malaydesh beralih dari skema pembelian menjadi penyewa:
    Udara: Sewa helikopter Black Hawk, AW139, AW149, dan Bell 429.
    Maritim & Darat: Sewa Fast Interceptor Boat, motor BMW R1250RT, hingga truk logistik.
    Dampak: Tidak memiliki kepemilikan penuh atas aset tempur strategis.
    --------------------------------
    5. Kegagalan & Skandal Alutsista
    Aset Hilang: Kasus hilangnya 48 pesawat Skyhawk dan mesin jet.
    Proyek Mangkrak: Kapal LCS dan OPV yang mengalami keterlambatan bertahun-tahun dan korupsi sistemik.
    Keterbatasan: Tidak memiliki Marinir, Kapal LPD, Tanker, maupun SPH (Self-Propelled Howitzer).
    --------------------------------
    6. Kesimpulan Geopolitik ASEAN 2026
    INDONESIA (Peringkat 13 Dunia): Menjadi hegemon militer mutlak di Asia Tenggara dengan modernisasi alutsista yang terukur dan dibayar.
    -
    MALAYDESH (Peringkat 42 Dunia): Turun ke posisi 7 di ASEAN (di bawah Filipina & Myanmar). Mengalami Demiliterisasi De Facto karena beban utang mencapai RM 1,65 Triliun yang melumpuhkan anggaran pertahanan.

    BalasHapus
  5. ANKA kita versi UCAV PREMIUM MAHAL
    BVLOS...2500KM
    bole tembak MAM L haha!πŸš€πŸ”₯πŸš€

    lahh anka=akan kl versi muter2 pendek...takde wepon Omfong kahsiyan haha!πŸ˜„πŸ€£πŸ˜„

    BalasHapus
  6. Apaan tu ?
    Mainan pesawat kertas anak tadika kah?

    BalasHapus
  7. kabar sebelah,
    2026 SIPRI lembar Kosonk
    2026 hamiwow peringkat 135..hasil tipu2 haha!πŸ€ͺπŸ€₯πŸ€ͺ
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1271519228409043&id=100066529327759

    BalasHapus
  8. 2026 =
    SIPRI KOSONG 2 TAHUN
    GFP RANK 43
    F18 BATAL
    CAS KALAH
    SANKSI AFC
    HUTANG BAYAR HUTANG
    SANKSI SECTION 301 USA
    SANKSI IEPA USA
    ---------------
    SIPRI 2025 DAN 2024 = KOSONG .....
    INDONESIA 1 LEMBAR = RAFALE F-4 | TP400-D6 | SHIP ENGINE | PPA-L-PLUS | A400M ATLAS | BORA | KHAN | ANKA-S | AIR REFUEL SYSTEM | LM-2500
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke.html
    -
    MALAYDESH 1 LEMBAR = KOSONG
    https://defense-studies.blogspot.com/2026/03/transfer-persenjataan-dari-dan-ke_17.html?lr=1773708590043
    ---------------
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    ---------------
    TIMELINE HUTANG BAYAR HUTANG MALAYDESH =
    -
    2018: Fase "Open Donasi" (Tabung Harapan) karena utang tembus RM1 triliun.
    -
    2019: 59% pinjaman baru dipakai bayar utang lama (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: Meningkat ke 60%, anggaran pembangunan mulai terhimpit.
    -
    2021: Sedikit turun ke 50,4% (RM98 miliar untuk cicilan pokok).
    -
    2022: Naik ke 52,4% seiring pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: Rekor tertinggi 64,3% (RM145,8 miliar hanya untuk bayar utang).
    -
    2024: Konsolidasi dimulai, posisi di angka 58,9%.
    -
    2025: Proyeksi 58% (RM106,8 miliar disiapkan untuk utang jatuh tempo).
    -
    2026: Tren bayar utang pakai utang diprediksi terus berlanjut berdasarkan Tinjauan Fiskal MOF.
    ---------------
    GLOBAL FIREPOWER (GFP) 2026 – ASEAN :
    https://www.globalfirepower.com/countries-listing.php
    -
    1. INDONESIA – PERINGKAT 13
    -
    2. VIETNAM – PERINGKAT 23
    -
    3. THAILAND – PERINGKAT 24
    -
    4. SINGAPURA – PERINGKAT 29
    -
    5. MYANMAR – PERINGKAT 35
    -
    6. FILIPINA – PERINGKAT 41
    -
    7. MALAYDESH – PERINGKAT 42
    -
    8. KAMBOJA – PERINGKAT 83
    -
    9. LAOS – PERINGKAT 125
    ---------------
    hasil sidang CAS terkait banding FAM:
    1. Sanksi Finansial Tetap: Banding ditolak, FAM wajib membayar denda FIFA sebesar 350.000 Swiss Franc (±Rp 7,5 miliar) tanpa keringanan.
    2. Pemain Naturalisasi Ilegal: Dokumen 7 pemain dinyatakan tidak sah (melanggar Pasal 22 FDC). Mereka dilarang membela Timnas Malaysia secara permanen.
    3. Kerugian Kompetitif: Malaysia kehilangan poin/posisi yang menguntungkan rival (seperti Vietnam yang dipastikan lolos Piala Asia 2027) serta rusaknya reputasi federasi.
    4. Keputusan Final: Putusan CAS bersifat inkrah (final dan mengikat). Jalur hukum olahraga bagi FAM resmi tertutup.
    ---------------
    sanksi AFC terhadap FAM (Asosiasi Sepak Bola Malaysia):
    • Kekalahan WO (0-3): Kemenangan Malaysia atas Nepal dan Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 dibatalkan dan diubah menjadi kekalahan 0-3 karena menurunkan pemain ilegal.
    • Gagal ke Piala Asia 2027: Pengurangan poin akibat status WO menutup peluang Malaysia untuk lolos, sementara tiket tersebut otomatis jatuh ke tangan Vietnam.
    • Denda USD 50.000: FAM wajib membayar denda sekitar Rp 780 juta kepada AFC dalam kurun waktu 30 hari.
    -------------------------------
    SENJATA HUKUM USTR (TARIF PEMBALASAN)
    • Section 301 (Pedang Perdagangan): USTR secara sepihak menaikkan tarif 10–25% pada produk unggulan (E&E & Manufaktur) sebagai balasan atas hilangnya akses pasar AS.
    • IEEPA (Status Darurat): Presiden AS dapat menyatakan "Darurat Ekonomi", memblokir transaksi, hingga menyita aset tanpa persetujuan Kongres. Ini instrumen agresif untuk menekan negara yang dianggap mengancam stabilitas rantai pasok AS.

    BalasHapus