02 Maret 2026

Military Equipment... 'Made in Thailand'

02 Maret 2026


Ada 14 produk peralatan pertahanan yang ingin dikuasai teknologinya dan dibangun di dalam negeri Thailand saat ini (photo: TH MoD)

Kebijakan Menteri Pertahanan: Jenderal Natthaphon Nagpanich adalah Membangun sistem kerja 'National Defense industry' menuju komersialisasi bekerjasama dengan sektor pemerintah terkait dan mendorong partisipasi sektor swasta untuk menjadi bagian dalam mendorong ekonomi negara dan mengurangi ketergantungan pada impor.


140 komentar:

  1. awas ada yg di temfel stiker seblahnya haha!🤭😵‍💫🤭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ama thai, kita mungkin kalah di produk defens darat, tapi produk laut & udara menangan kita oom..😁🤟

      Kalo malaydesh jangan dibandingin, mereka beda alam..😂😂🤣😆🤪

      Hapus
    2. beda alam??..uda pindah alam donk..ngerih om pedang haha!👻😵👻

      Hapus
  2. Manakala INDIANESIA MENJUAL KEDAULATANnya....HAHAHAHAH



    AS Klaim Menang Telak Deal Untung Dagang dengan RI, Trump di Puja Pengusaha

    https://jeumpa.com/as-klaim-menang-telak-deal-untung-dagang-dengan-ri-trump-di-puja-pengusaha/

    BalasHapus
    Balasan

    1. MISKIN 🦧GORILA = JONGOS JAMBUL KONENG
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      2025 84,3% DARI GDP
      -
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      DIPERAS 242 MILIAR DOLLAR
      FAKTA UTAMA
      • Dengan total paket transaksi mencapai sekitar USUSD240–242 miliar, termasuk USUSD70 miliar investasi Malaydesh ke AS, pembelian LNG, pesawat Boeing, dan peralatan telekomunikasi
      ===========
      WEAKNESS SKILL
      The Malaydesh n Armed Forces (MAF), or Angkatan Tentera Malaydesh (ATM), comprises the Malaydesh n Army (TDM), Royal Malaydesh n Navy (TLDM), and Royal Malaydesh n Air Force (TUDM). While it has made significant strides in modernization and regional cooperation, there are still certain weaknesses in skill and capability areas that have been noted in defense analyses and reports.
      Key Weaknesses in Skill and Capability
      1. Limited Joint Operations Capability
      • There is room for improvement in integrated operations across the Army, Navy, and Air Force.
      • Joint command and control structures are not always fully optimized, affecting inter-branch coordination during complex missions or exercises.
      2. Cyber Warfare and Electronic Warfare (EW) Skills
      • ATM still lags behind major powers and some regional neighbors in developing advanced cyber defense and electronic warfare capabilities.
      • Skilled personnel in these fields are limited, and training programs are still developing.
      3. Technical and Engineering Expertise
      • Insufficient numbers of highly trained technical experts to operate and maintain advanced systems like submarines, fighter jets, and modern radar systems.
      • Heavy reliance on foreign contractors for high-tech maintenance.
      4. Language and Communication Barriers
      • English proficiency, essential for interoperability with allies and use of foreign military equipment, varies widely across units and ranks.
      • Can affect participation in international training and joint missions.
      5. Special Operations Forces (SOF) Training Scope
      • Malaydesh has competent SOF units like GGK (Army), PASKAL (Navy), and PASKAU (Air Force), but their training and deployment are sometimes constrained by budget and limited international exposure compared to elite forces from NATO or the US.
      6. Limited Experience in Large-Scale Combat
      • The MAF has more experience in counter-insurgency and peacekeeping, but lacks large-scale warfighting experience or high-tempo operations involving modern combined arms tactics.
      7. Air Force Pilot Training & Retention
      • The Royal Malaydesh n Air Force (TUDM) faces issues with pilot retention and limited flying hours due to budget constraints.
      • Advanced jet training and operational readiness are sometimes hindered by maintenance or aircraft availability issues.

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaydesh (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaydesh memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaydesh memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaydesh (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaydesh tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaydesh (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaydesh menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaydesh menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      Transfer Data dan Perdagangan Digital
      -
      Indonesia: Fokus pada pemisahan tegas antara data kependudukan dan data komersial untuk mempermudah ekspor-impor. Penekanan utama ada pada kepatuhan terhadap UU PDP No. 27/2022.
      -
      Malaydesh (ART): Memiliki klausul "Facilitation of Digital Trade" yang mewajibkan Malaydesh memfasilitasi transfer data lintas batas untuk bisnis dan melarang diskriminasi terhadap produk digital asal AS. Malaydesh juga berkomitmen mendukung moratorium permanen bea masuk atas transmisi elektronik di WTO.
      Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia +3
      ________________________________________
      2. Kompensasi dan Investasi Timbal Balik
      -
      Indonesia: Mendapatkan penurunan tarif impor ke AS dari 32% menjadi 19% untuk produk tertentu. Selain itu, Indonesia berhasil mengamankan penambahan 12% saham Freeport secara gratis sebagai bagian dari negosiasi perpanjangan izin.
      -
      Malaydesh: Juga mendapatkan tarif 19% (turun dari 25%) dan bahkan 0% untuk produk tertentu dalam daftar khusus. Namun, Malaydesh berkomitmen melakukan investasi besar sebesar USD 70 miliar di Amerika Serikat selama 10 tahun ke depan (~USD 7 miliar/tahun).
      ________________________________________
      3. Kedaulatan Sumber Daya Alam
      -
      Indonesia: Menunjukkan dominasi negara dengan meningkatkan kepemilikan saham di sektor tambang strategis (Freeport) hingga 63,23%.
      -
      Malaydesh: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh membentuk sistem tinjauan bersama untuk investasi asing di sektor mineral kritis (seperti tanah jarang).

      Hapus
    4. PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ________________________________________
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      -
      LOA M346FA .....
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      -
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ======================
      ======================
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.

      Hapus
    5. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.
      ________________________________________
      SEWA HELI UH60A (2025 – CANCELLED/BATAL)
      Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      -
      SEWA HELI AW139
      4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      -
      SEWA HELI EC120B
      Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      -
      SEWA PESAWAT L39
      ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      -
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      -
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      -
      SEWA BOAT
      SEWA Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      -
      SEWA HIDROGRAFI
      Tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      -
      SEWA 4x4
      Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      -
      SEWA MOTOR
      The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
      ________________________________________IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA

      Hapus
  3. Psssttttt..... Bukan saja KALAH malah DIRUGIKAN....Trump tersenyum......HAHAHAHAHA



    Ribuan Ton Beras dan Ayam dari AS Masuk Daftar Impor 2026

    https://pangannews.id/berita/1771826552/ribuan-ton-beras-dan-ayam-dari-as-masuk-daftar-impor-2026

    BalasHapus
    Balasan
    1. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaydesh (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaydesh memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaydesh memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaydesh (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaydesh tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaydesh (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaydesh menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaydesh menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      Tata Kelola Data Digital
      -
      Indonesia: Fokus pada kedaulatan data dengan memisahkan data pribadi dan komersial, serta menjadikan UU PDP No. 27/2022 sebagai standar kepatuhan utama.
      -
      Malaydesh: Fokus pada integrasi global dengan memfasilitasi transfer data lintas batas tanpa diskriminasi untuk menjadi hub teknologi regional.
      ________________________________________
      Kompensasi Ekonomi & Investasi
      -
      Indonesia: Mengincar aset nyata lewat penambahan 12% saham Freeport gratis
      -
      Malaydesh: Memilih ekspansi modal dengan komitmen investasi USD 70 miliar di AS demi mendapatkan tarif hingga 0% pada produk tertentu.
      ________________________________________
      Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Indonesia: Menerapkan nasionalisme ekonomi melalui kepemilikan mayoritas 63,23% saham PTFI guna mengendalikan penuh kebijakan hilirisasi.
      -
      Malaydesh: Mengedepankan kolaborasi strategis lewat sistem tinjauan bersama dengan AS untuk pengelolaan mineral kritis (tanah jarang)

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      CLAUSE ART MALAYDESH (https://www.miti.gov.my/ART)
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.


      Hapus
    4. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      --------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".




      Hapus
    5. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________-
      Dominasi Aset dan Kedaulatan Ekonomi
      -
      Indonesia: Mengukuhkan kedaulatan sumber daya melalui kepemilikan 63,23% saham PT Freeport Indonesia, di mana tambahan 12% saham didapat secara gratis. Ini memberikan kendali penuh atas kekayaan alam nasional tanpa membebani keuangan negara.
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko kedaulatan karena adanya klausul pemutusan sepihak oleh AS jika Malaydesh menjalin hubungan dagang dengan rival geopolitik (seperti China/Rusia), yang secara de facto membatasi kebijakan luar negeri bebas aktif mereka.
      ________________________________________
      2. Efisiensi Biaya vs. Pemborosan Devisa
      -
      Indonesia: Menunjukkan keunggulan negosiasi luar biasa dengan hanya berkomitmen US$ 22,7 Miliar untuk mendapatkan akses 1.819 pos produk tarif 0%. Fokus pada Hilirisasi memastikan uang tetap berputar di dalam negeri untuk membangun industri manufaktur dan energi hijau.
      -
      Malaydesh: Mengalami kerugian ekonomi ganda (double loss) dengan membayar US$ 242 Miliar (10x lipat lebih mahal) untuk jumlah produk yang lebih sedikit (1.711 pos). Dana tersebut justru dialokasikan untuk membeli produk jadi AS (Boeing & LNG), yang bersifat transfer kekayaan kembali ke negara maju (model konsumsi).
      ________________________________________
      3. Keamanan Data dan Standarisasi
      -
      Indonesia: Menjamin keamanan warga negara melalui UU PDP, memastikan hanya Data Komersial yang terlibat dalam transaksi lintas batas, bukan data kependudukan pribadi.
      -
      Malaydesh: Terpaksa mengadopsi standar regulasi dan keamanan nasional AS (Imperialisme Regulasi), termasuk kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas dan larangan membatasi produk AS, yang dapat menghambat inovasi serta kemandirian teknologi lokal.
      ________________________________________
      4. Ketahanan Fiskal dan Masa Depan
      -
      Indonesia memiliki ruang fiskal yang luas (utang pemerintah hanya 40% dari GDP) untuk penguatan struktur industri,
      -
      Malaydesh berada dalam kondisi krisis utang (69% dari GDP) dengan pola "gali lubang tutup lubang" yang mengancam stabilitas ekonomi jangka panjang.

      Hapus
    6. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.

      Hapus
  4. CORE: Indonesia harus bayar relatif lebih mahal untuk impor pangan AS

    https://kalbar.antaranews.com/berita/691402/core-indonesia-harus-bayar-relatif-lebih-mahal-untuk-impor-pangan-as

    BalasHapus
    Balasan
    1. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaydesh (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaydesh memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaydesh memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaydesh (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaydesh tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaydesh (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaydesh menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaydesh menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      DISKON BESAR versus BAYAR USD 242 MILLIAR
      -
      Walaupun secara sekilas kedua negara mendapatkan status Tarif 0%, perbedaan jumlah cakupan produk (1.819 vs 1.711) dan "Harga Masuk" yang dibayarkan (USD 22 Miliar vs USD 242 Miliar) menciptakan jurang dampak ekonomi yang sangat dalam.
      Berikut adalah analisis dampak ekonomi jangka panjang bagi industri manufaktur Indonesia dibandingkan Malaydesh:
      -
      1. Dominasi Sektor Padat Karya (Tekstil & Alas Kaki)
      Indonesia (1.819 Produk): Selisih 108 produk tambahan yang dimiliki Indonesia mencakup kategori kritikal dalam manufaktur padat karya (Garmen, Alas Kaki, dan Tekstil). Dampak jangka panjangnya adalah penguatan basis ekspor di Jawa dan Sumatra yang menyerap jutaan tenaga kerja. Indonesia menjadi "pemenang" dalam menggantikan porsi pasar yang ditinggalkan China.
      Malaydesh (1.711 Produk): Malaydesh kehilangan beberapa kategori produk manufaktur menengah karena jumlah cakupannya lebih sempit. Hal ini membuat industri lokal Malaydesh tidak memiliki fleksibilitas ekspor seluas Indonesia.
      -
      2. Efisiensi Struktur Biaya Produksi (Capital Efficiency)
      Indonesia (Low Cost Entry): Karena Indonesia hanya berkomitmen belanja USD 22 Miliar, struktur modal industri nasional tidak terbebani oleh kewajiban impor barang AS yang mahal. Perusahaan manufaktur di Indonesia memiliki likuiditas lebih besar untuk ekspansi pabrik dan peningkatan teknologi.
      Malaydesh (High Cost Entry): Malaydesh membayar 11x lipat lebih mahal (USD 242 Miliar) untuk akses yang lebih sempit. Dampak jangka panjangnya, industri Malaydesh terbebani oleh kewajiban membeli barang modal atau bahan baku dari AS yang mungkin harganya di atas pasar. Ini menciptakan inefisiensi biaya yang bisa menurunkan daya saing harga produk akhir mereka di pasar global.
      -
      3. Magnet Relokasi Investasi (FDI)
      Indonesia sebagai Hub Utama: Investor global (dari Jepang, Korea, atau Taiwan) akan melihat Indonesia sebagai lokasi yang lebih menguntungkan karena:
      Cakupan produk 0% lebih luas.
      Pemerintah tidak didikte oleh klausul "Shall" yang kaku.
      Biaya operasional lebih murah karena komitmen belanja negara ke AS rendah.
      Malaydesh dalam Risiko "Stagnasi": Investor mungkin mulai memindahkan pabrik dari Malaydesh ke Indonesia untuk menghindari kewajiban-kewajiban ketat yang dipaksakan AS dalam klausul Malaydesh Shall. Malaydesh berisiko mengalami fenomena Deindustrialisasi Dini jika sektor manufakturnya terus tertekan oleh biaya "upeti" yang sangat tinggi.
      -
      4. Keberlanjutan Hilirisasi vs Ketergantungan Bahan Mentah
      Indonesia (Value-Added Growth): Melalui pengakuan AS terhadap Kebijakan Hilirisasi, manufaktur Indonesia akan bertransformasi dari sekadar perakitan menjadi industri berbasis nilai tambah tinggi (seperti baterai EV dan semikonduktor).
      Malaydesh (Supply Guarantee): Malaydesh terjebak dalam kewajiban memasok mineral kritis ke AS. Dampak jangka panjangnya, industri hilir Malaydesh sulit berkembang karena bahan mentahnya sudah "dikunci" untuk kepentingan industri Amerika, bukan industri domestik mereka sendiri.

      Hapus
    3. DIPERAS TERBESAR AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇱🇦 Laos
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      DATA KOMERSIAL BUKAN KEPENDUDUKAN
      DOMINASI SAHAM FREEPORT
      EFISIENSI NEGOSIASI
      -
      poin-poin kesepakatan strategis tersebut:
      -
      Kedaulatan Data Digital: Pertukaran data lintas negara murni bersifat komersial dan transaksional, bukan data kependudukan (identitas pribadi). Seluruh proses tunduk pada UU Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) untuk menjamin keamanan informasi warga negara.
      -
      Dominasi Saham Freeport: Kepemilikan saham Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) resmi naik dari 51,23% menjadi 63%. Tambahan 12% saham ini diperoleh secara cuma-cuma (gratis) melalui kesepakatan di MoU Washington 2026.
      -
      Izin Operasi Jangka Panjang: Sebagai bagian dari kesepakatan, pemerintah memberikan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) kepada Freeport hingga seumur tambang (life of mine).
      -
      Investasi Raksasa: Freeport berkomitmen menambah investasi sebesar US$ 20 Miliar untuk penguatan hilirisasi dan eksplorasi tanpa membebani APBN.
      -
      Efisiensi Negosiasi Internasional: Indonesia menunjukkan posisi tawar yang kuat dengan biaya komitmen akses pasar 10x lebih murah dibandingkan Malaydesh, namun berhasil mengamankan tarif 0% untuk pos produk yang lebih banyak (1.819 produk).

      Hapus
    4. DIPERAS TERBESAR AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇱🇦 Laos
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      KEDAULATAN EKONOMI versus KERUGIAN EKONOMI
      -
      Indonesia memperkuat kedaulatan ekonomi melalui penguasaan 63,23% saham PT Freeport Indonesia dan perlindungan data komersial
      Strategi hilirisasi Indonesia menunjukkan keunggulan posisi tawar
      -
      Malaydesh menghadapi kerugian ekonomi ganda akibat ketergantungan geopolitik dan biaya akses pasar yang sangat tinggi.
      Malaydesh, yang terbebani utang besar dan potensi imperialisme regulasi.

      Hapus
    5. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      KLAIM KAYA = 97.000 EKSODUS
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      EXODUS 2025-2015 : ALASAN EKONOMI
      --------------------
      Faktor Pendorong (Push & Pull Factors)
      Direktur Jenderal JPN, Badrul Hisham Alias, menyatakan dua alasan fundamental:
      Faktor Ekonomi: Perbedaan signifikan dalam tingkat upah dan prospek karier, terutama bagi mereka yang sudah bekerja lama di Singapura, membuat peralihan kewarganegaraan menjadi pilihan logis untuk stabilitas finansial jangka panjang dan akses ke skema pensiun atau perumahan.
      Faktor Keluarga: Termasuk pernikahan dengan warga asing dan keinginan untuk memberikan stabilitas pendidikan serta kesehatan bagi anak-anak di negara tujuan.
      Larangan Kewarganegaraan Ganda: Karena konstitusi Malaydesh tidak mengakui kewarganegaraan ganda, warga yang ingin menikmati hak penuh di negara tempat mereka bekerja (seperti hak pilih atau kepemilikan properti tertentu) terpaksa melepaskan status warga negara Malaydesh mereka secara permanen.
      --------------------
      Sumber Berita Utama:
      The Straits Times: More than 57,000 Malaydeshns renounced their citizenship for Singapore's (Update 9 Jan 2026).
      Harian Metro: Wawancara eksklusif dengan Dirjen JPN (7 Jan 2026).
      New Straits Times: Singapore top choice as 61,116 Malaydeshns renounce citizenship.
      VnExpress International: Nearly 94% of Malaydeshns who renounced citizenship moved to Singapore.
      Malay Mail: Laporan statistik parlemen Nearly 100,000 Malaydeshns became Singaporeans over past decade.
      ------------------
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability.


      Hapus
    6. MITRA SETARA versus VASAL EKONOMI
      -
      perbandingan strategi diplomasi antara Indonesia dan Malaydesh dalam format daftar sistematis:
      -
      1. Perang Diksi: Kedaulatan vs. Subordinasi
      Perbedaan penggunaan kata kerja operatif dalam dokumen hukum menentukan posisi tawar sebuah negara:
      Indonesia (Mutual Recognition): Menggunakan diksi seperti "Agree to", "Promote", dan "Acknowledge". Ini menciptakan hubungan koordinasi di mana hukum nasional (NKRI) tetap menjadi otoritas tertinggi.
      Malaydesh (Mandatory Compliance): Terjebak pada diksi "Shall" dan "Automatically recognize". Ini menciptakan hubungan subordinasi (atasan-bawahan) yang memaksa perubahan hukum domestik demi kepentingan asing.
      -
      2. Efisiensi Transaksional (ROI Diplomasi)
      Indonesia membuktikan bahwa diplomasi cerdas jauh lebih berdaya guna daripada sekadar "membeli" akses:
      Indonesia: Mengeluarkan investasi USD 22,7 Miliar untuk mengamankan tarif 0% bagi 1.819 produk.
      Malaydesh: Terpaksa membayar "upeti modern" sebesar USD 242 Miliar (10x lipat lebih mahal) namun hanya mendapatkan tarif 0% untuk 1.711 produk.
      -
      3. Geopolitik: Bebas Aktif vs. Izin Eksklusif
      Kemandirian dalam menentukan mitra dagang menjadi pembeda utama:
      Indonesia: Menjamin hak untuk berdagang dengan pihak ketiga (China/Rusia) tanpa intervensi. Diplomasi Prabowo memastikan Indonesia tetap menjadi jembatan antara Barat dan Timur.
      Malaydesh: Wajib berkonsultasi dan mencari "restu" Washington sebelum berhubungan dengan negara Non-Market Economy. Ini merupakan penggadaian kedaulatan politik luar negeri.
      -
      4. Visi Ekonomi: Hilirisasi vs. Penyedia Bahan Mentah
      Arah pembangunan industri jangka panjang ditentukan dari klausul sumber daya:
      Indonesia: Berhasil memaksa AS mengakui hak Hilirisasi. AS secara resmi menghormati kebijakan nilai tambah domestik Indonesia.
      Malaydesh: Ditekan untuk menjamin pasokan mineral kritis tanpa henti ke AS, memposisikan diri sebagai "pelayan" bahan mentah bagi industri Amerika.
      -
      5. Perlindungan Industri Dalam Negeri
      Indonesia: Mempertahankan peran BPOM, BSN, dan SNI sebagai filter produk impor. Standar diselaraskan, bukan diterima mentah-mentah.
      Malaydesh: Melumpuhkan badan pengawas lokal melalui pengakuan otomatis terhadap standar AS, yang berisiko mematikan petani dan pengusaha lokal.
      ________________________________________
      AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).

      Hapus
    7. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    8. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      Kegagalan proyek strategis "Malaydesh" (sebutan dalam konteks analisis Anda) bukan sekadar masalah teknis militer, melainkan refleksi dari kesehatan ekonomi makro negara tersebut =
      -
      1. Lumpuhnya Belanja Modal (CAPEX): Ketika rasio utang terhadap PDB meningkat, ruang fiskal untuk belanja alutsista yang mahal menyempit. Akibatnya, anggaran pertahanan habis hanya untuk biaya operasional (OPEX) seperti gaji dan pemeliharaan rutin.
      -
      2. Kehilangan Kepercayaan Vendor: Pola pembatalan kontrak (Letter of Intent yang tidak berujung kontrak formal) menciptakan persepsi negatif bagi produsen global (Dassault, Nexter, Boeing, dsb.), yang membuat negosiasi di masa depan menjadi lebih sulit dan mahal.
      -
      3. Proyek Mangkrak (LCS): Kasus LCS (Gowind Class) menjadi simbol kegagalan manajemen proyek kronis, di mana anggaran terserap namun fisik kapal tidak kunjung selesai, menciptakan opportunity cost yang sangat besar.
      ________________________________________
      KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  5. Biar FAKTA BERBICARA.....HAHAHAHAH



    Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS

    https://ekbis.sindonews.com/read/1679789/34/tak-hanya-beras-ribuan-ton-indonesia-setujui-impor-580000-ekor-ayam-dari-as-1771804952

    BalasHapus
    Balasan
    1. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaydesh (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaydesh memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaydesh memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaydesh (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaydesh tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaydesh (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaydesh menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaydesh menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
    2. MITRA SETARA versus VASAL EKONOMI
      -
      perbandingan strategi diplomasi antara Indonesia dan Malaydesh dalam format daftar sistematis:
      -
      1. Perang Diksi: Kedaulatan vs. Subordinasi
      Perbedaan penggunaan kata kerja operatif dalam dokumen hukum menentukan posisi tawar sebuah negara:
      Indonesia (Mutual Recognition): Menggunakan diksi seperti "Agree to", "Promote", dan "Acknowledge". Ini menciptakan hubungan koordinasi di mana hukum nasional (NKRI) tetap menjadi otoritas tertinggi.
      Malaydesh (Mandatory Compliance): Terjebak pada diksi "Shall" dan "Automatically recognize". Ini menciptakan hubungan subordinasi (atasan-bawahan) yang memaksa perubahan hukum domestik demi kepentingan asing.
      -
      2. Efisiensi Transaksional (ROI Diplomasi)
      Indonesia membuktikan bahwa diplomasi cerdas jauh lebih berdaya guna daripada sekadar "membeli" akses:
      Indonesia: Mengeluarkan investasi USD 22,7 Miliar untuk mengamankan tarif 0% bagi 1.819 produk.
      Malaydesh: Terpaksa membayar "upeti modern" sebesar USD 242 Miliar (10x lipat lebih mahal) namun hanya mendapatkan tarif 0% untuk 1.711 produk.
      -
      3. Geopolitik: Bebas Aktif vs. Izin Eksklusif
      Kemandirian dalam menentukan mitra dagang menjadi pembeda utama:
      Indonesia: Menjamin hak untuk berdagang dengan pihak ketiga (China/Rusia) tanpa intervensi. Diplomasi Prabowo memastikan Indonesia tetap menjadi jembatan antara Barat dan Timur.
      Malaydesh: Wajib berkonsultasi dan mencari "restu" Washington sebelum berhubungan dengan negara Non-Market Economy. Ini merupakan penggadaian kedaulatan politik luar negeri.
      -
      4. Visi Ekonomi: Hilirisasi vs. Penyedia Bahan Mentah
      Arah pembangunan industri jangka panjang ditentukan dari klausul sumber daya:
      Indonesia: Berhasil memaksa AS mengakui hak Hilirisasi. AS secara resmi menghormati kebijakan nilai tambah domestik Indonesia.
      Malaydesh: Ditekan untuk menjamin pasokan mineral kritis tanpa henti ke AS, memposisikan diri sebagai "pelayan" bahan mentah bagi industri Amerika.
      -
      5. Perlindungan Industri Dalam Negeri
      Indonesia: Mempertahankan peran BPOM, BSN, dan SNI sebagai filter produk impor. Standar diselaraskan, bukan diterima mentah-mentah.
      Malaydesh: Melumpuhkan badan pengawas lokal melalui pengakuan otomatis terhadap standar AS, yang berisiko mematikan petani dan pengusaha lokal.
      ________________________________________
      AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      D
      --------------
      ART USA = BEDA KASTA BEDA LEVEL
      ________________________________________
      Daftar Kesepakatan Strategis & Kedaulatan Ekonomi Indonesia
      1. Keunggulan Negosiasi Dagang (Indonesia vs Malaydesh)
      Efisiensi Biaya: Indonesia hanya mengeluarkan nilai komitmen sebesar **US
      242 Miliar).
      Cakupan Produk: Indonesia berhasil mengamankan tarif 0% untuk 1.819 pos produk (lebih banyak dari Malaydesh yang hanya 1.711 produk).
      Dampak Ekonomi: Akses pasar ini mencakup sektor rakyat (pertanian & perikanan) hingga manufaktur teknologi tinggi.
      ________________________________________
      2. Dominasi Aset di PT Freeport Indonesia (PTFI)
      Kepemilikan Saham: Saham Indonesia meningkat dari 51,23% menjadi 63%, menjadikannya pemegang saham mayoritas mutlak.
      Akuisisi Gratis: Tambahan 12% saham diperoleh secara cuma-cuma (gratis) sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan izin.
      Investasi Masa Depan: Komitmen investasi baru dari Freeport-McMoRan sebesar US$ 20 Miliar (±Rp 312 Triliun) untuk eksplorasi dan hilirisasi.
      Kepastian Operasi: Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berlaku hingga seumur tambang (life of mine).
      ________________________________________
      3. Perlindungan Data dan Kedaulatan Digital
      Kategori Data: Data yang ditransfer adalah Data Komersial/Bisnis, bukan data kependudukan (nama, NIK, atau nomor telepon).
      Landasan Hukum: Seluruh pertukaran data wajib patuh pada UU PDP No. 27 Tahun 2022 yang menjamin privasi warga negara.
      Tujuan Transaksional: Pertukaran data hanya dilakukan untuk mendukung kelancaran arus barang dan jasa antarnegara (ekspor-impor).
      ________________________________________
      4. Posisi Strategis Global
      The Great Negotiator: Indonesia membuktikan diri sebagai pemimpin pasar ASEAN dengan daya tawar tinggi di hadapan kekuatan ekonomi besar seperti Amerika Serikat.
      Prinsip Ekonomi: Berhasil menerapkan prinsip "biaya minimal, hasil maksimal" dalam setiap perjanjian internasional yang ditandatangani.

      Hapus
    4. DIPERAS TERBESAR AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇱🇦 Laos
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      -
      🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    5. DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      1. MAHATHIR MOHAMAD: "MELAYU MALAS & MISKIN"
      Pernyataan Mahathir ini sering muncul dalam berbagai kesempatan, namun yang paling signifikan terdengar saat peluncuran buku atau pidato politiknya (seperti di Kongres Maruah Melayu).
      -
      South China Morning Post (SCMP)
      Judul Artikel: "‘Malays are lazy’: Dr Mahathir’s greatest hits of stinging criticism against his own race"
      Konteks: Artikel ini merangkum sejarah kritik Mahathir terhadap etnis Melayu yang dianggap kurang kompetitif dibanding etnis Tionghoa.
      -
      The Straits Times (Singapore)
      Judul Artikel: "Malays are lazy, do not want to work: Mahathir"
      Konteks: Melaporkan pernyataan Mahathir pada tahun 2018 dan 2019 yang menyebut orang Melayu cenderung memilih subsidi daripada bekerja keras.
      -
      Reuters
      Judul Artikel: "Malaydeshn PM Mahathir says Malays must work harder to avoid being left behind"
      Konteks: Menyoroti pandangan Mahathir bahwa ketergantungan pada bantuan pemerintah membuat masyarakat kehilangan daya saing.
      ________________________________________
      2. ANWAR IBRAHIM: "KEMISKINAN & PROYEK BANJIR"
      Pernyataan Anwar Ibrahim ini berkaitan dengan keputusannya meninjau ulang proyek-proyek besar (seperti tebatan banjir) untuk memastikan tidak ada kebocoran dana/korupsi, karena korupsi tersebut merugikan rakyat miskin (mayoritas Melayu).
      -
      Free Malaydesh Today (FMT) - English Edition
      Judul Artikel: "Flood projects priority as poor Malays are the victims, says Anwar"
      Konteks: Anwar menjelaskan bahwa ketertiban dalam manajemen keuangan (tata kelola) sangat penting karena kegagalan proyek tersebut berdampak langsung pada mayoritas warga Melayu yang miskin.
      -
      CNA (Channel News Asia)
      Judul Artikel: "PM Anwar says good governance key to lifting majority Malay poor out of poverty"
      Konteks: Menekankan bahwa kemiskinan Melayu tidak akan selesai hanya dengan slogan "Ketuanan Melayu", melainkan dengan menghentikan penjarahan uang negara melalui proyek yang tidak transparan.
      -
      The Star (Malaydesh)
      Judul Artikel: "Anwar: Proper governance needed in flood mitigation projects to help the poor"
      Konteks: Fokus pada argumen Anwar bahwa transparansi pengadaan barang dan jasa adalah bentuk nyata pembelaan terhadap kaum miskin.

      Hapus
    6. DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      -
      DATA STATISTA 2029-2020 : DEBT PAY DEBT
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      -
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      -
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.

      Hapus
    7. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      ________________________________________
      1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    8. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      ________________________________________
      1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  6. itu saya belum masuk hal Pemerintah INDIANESIA MENYERAH DATA PERIBADI WARGA INDIANESIA untuk dikelola sama AS....HAHAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      ________________________________________
      Transformasi Tata Kelola Data Digital
      -
      Strategi Indonesia (Proteksionisme Berbasis Regulasi):
      Pemisahan Data: Indonesia menerapkan pendekatan dikotomis dengan memisahkan secara tajam antara "Data Kependudukan" (Sovereign Data) dan "Data Komersial". Ini bertujuan melindungi privasi warga negara sambil tetap menjaga keran perdagangan tetap terbuka.
      Supremasi Hukum Domestik: Penggunaan UU PDP No. 27/2022 sebagai insting utama menunjukkan bahwa Indonesia ingin standar global mengikuti aturan internalnya. Ini memberikan posisi tawar bagi Indonesia untuk menolak transfer data jika tidak memenuhi standar keamanan nasional.
      -
      Strategi Malaydesh (Integrasi Digital Global):
      Liberalisasi Data: Melalui klausul "Facilitation of Digital Trade", Malaydesh memilih jalur integrasi penuh. Dengan melarang diskriminasi produk digital AS, Malaydesh memposisikan diri sebagai hub regional bagi perusahaan teknologi Amerika.
      Komitmen Internasional: Dukungan terhadap moratorium permanen bea masuk transmisi elektronik di WTO
      ________________________________________
      2. Rekonstruksi Kompensasi Ekonomi dan Investasi
      -
      Model Indonesia (Keuntungan Aset Statis):
      Inisiatif Divestasi: Keberhasilan mendapatkan 12% saham Freeport secara gratis adalah kemenangan politik-ekonomi yang besar. Indonesia fokus pada kepemilikan aset nyata (ekuitas) yang memberikan dividen jangka panjang tanpa harus mengeluarkan modal segar.
      -
      Model Malaydesh (Ekspansi Investasi Timbal Balik):
      Investasi Agresif: Komitmen USD 70 miliar di AS selama 10 tahun adalah langkah berisiko tinggi namun strategis. Malaydesh tidak hanya menjadi penerima modal, tetapi menjadi pemain global yang menanamkan pengaruhnya di ekonomi domestik AS.
      ________________________________________
      3. Paradigma Kedaulatan Sumber Daya Alam (SDA)
      -
      Pendekatan Indonesia (Nasionalisme Ekonomi):
      Dominasi Kepemilikan: Dengan 63,23% saham PTFI, Indonesia menggeser peran dari sekadar regulator menjadi pengendali operasional dan finansial. Ini adalah perwujudan langsung dari Pasal 33 UUD 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam.
      Mandat Hilirisasi: Kepemilikan mayoritas ini memastikan kebijakan hilirisasi (seperti pembangunan smelter) tetap berjalan sesuai agenda nasional tanpa hambatan dari pemegang saham asing.
      -
      Pendekatan Malaydesh (Kolaborasi Strategis Mineral Kritis):
      Sistem Tinjauan Bersama: Melalui klausul 5.2.3 ART, Malaydesh memilih jalur kolaboratif dalam mengelola mineral kritis (seperti tanah jarang). Malaydesh menyadari keterbatasan teknologi dan modal, sehingga mereka berbagi beban pengawasan dengan AS untuk memastikan standar lingkungan dan keamanan terpenuhi.
      Dualisme Kekuasaan: Malaydesh menghadapi kompleksitas hukum antara kekuasaan Federasi dan Negara Bagian terkait royalti

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      -
      🇮🇩 Indonesia
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.819 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 38,4 Miliar.
      -
      🇲🇾 Malaydesh
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.711 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 242 Miliar.
      -
      🇻🇳 Vietnam
      Jumlah Item (Tarif 0%): ± 1.550 - 1.600 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 180 - 210 Miliar.
      -
      🇹🇭 Thailand
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.425 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 85 - 110 Miliar.
      -
      🇵🇭 Filipina
      Jumlah Item (Tarif 0%): 1.200 - 1.350 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: USD 35 - 55 Miliar.
      -
      🇰🇭 Kamboja
      Jumlah Item (Tarif 0%): 800 - 950 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Fokus Pembukaan Pasar.
      -
      🇸🇬 Singapura
      Jumlah Item (Tarif 0%): Sesuai ketentuan FTA bilateral lama.
      Komitmen Nilai ke AS: Tidak ada penambahan nilai baru.
      -
      🇧🇳 Brunei 🇱🇦 Laos 🇲🇲 Myanmar
      Jumlah Item (Tarif 0%): 0 Item.
      Komitmen Nilai ke AS: Belum ada komitmen (Belum tanda tangan).
      ________________________________________-
      Dominasi Aset dan Kedaulatan Ekonomi
      -
      Indonesia: Mengukuhkan kedaulatan sumber daya melalui kepemilikan 63,23% saham PT Freeport Indonesia, di mana tambahan 12% saham didapat secara gratis. Ini memberikan kendali penuh atas kekayaan alam nasional tanpa membebani keuangan negara.
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko kedaulatan karena adanya klausul pemutusan sepihak oleh AS jika Malaydesh menjalin hubungan dagang dengan rival geopolitik (seperti China/Rusia), yang secara de facto membatasi kebijakan luar negeri bebas aktif mereka.
      ________________________________________
      2. Efisiensi Biaya vs. Pemborosan Devisa
      -
      Indonesia: Menunjukkan keunggulan negosiasi luar biasa dengan hanya berkomitmen US$ 22,7 Miliar untuk mendapatkan akses 1.819 pos produk tarif 0%. Fokus pada Hilirisasi memastikan uang tetap berputar di dalam negeri untuk membangun industri manufaktur dan energi hijau.
      -
      Malaydesh: Mengalami kerugian ekonomi ganda (double loss) dengan membayar US$ 242 Miliar (10x lipat lebih mahal) untuk jumlah produk yang lebih sedikit (1.711 pos). Dana tersebut justru dialokasikan untuk membeli produk jadi AS (Boeing & LNG), yang bersifat transfer kekayaan kembali ke negara maju (model konsumsi).
      ________________________________________
      3. Keamanan Data dan Standarisasi
      -
      Indonesia: Menjamin keamanan warga negara melalui UU PDP, memastikan hanya Data Komersial yang terlibat dalam transaksi lintas batas, bukan data kependudukan pribadi.
      -
      Malaydesh: Terpaksa mengadopsi standar regulasi dan keamanan nasional AS (Imperialisme Regulasi), termasuk kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas dan larangan membatasi produk AS, yang dapat menghambat inovasi serta kemandirian teknologi lokal.
      ________________________________________
      4. Ketahanan Fiskal dan Masa Depan
      -
      Indonesia memiliki ruang fiskal yang luas (utang pemerintah hanya 40% dari GDP) untuk penguatan struktur industri,
      -
      Malaydesh berada dalam kondisi krisis utang (69% dari GDP) dengan pola "gali lubang tutup lubang" yang mengancam stabilitas ekonomi jangka panjang.

      Hapus
    3. DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      -
      🇰🇭 Kamboja: Pembukaan Pasar 100%
      Status: Komitmen penghapusan seluruh tarif masuk bagi barang industri dan pertanian AS.
      -
      🇸🇬 Singapura: Tidak ada nilai baru
      Status: Tetap menggunakan skema Free Trade Agreement (FTA) bilateral yang sudah ada.
      -
      🇧🇳 Brunei: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sekitar 23-25%.
      -
      🇱🇦 Laos: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      -
      🇲🇲 Myanmar: Belum ada komitmen
      Status: Belum menandatangani ART; dikenakan tarif masuk ke AS sebesar 40%.
      ________________________________________
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      =============
      =============
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN


      Hapus
    4. DIPERAS TERBESAR
      -
      Daftar Komitmen ART ASEAN ke Amerika Serikat
      -
      🇲🇾 Malaydesh: USD 242 Miliar
      Status: Komitmen terbesar; fokus pada investasi manufaktur dan pengadaan energi (LNG).
      -
      🇻🇳 Vietnam: USD 180 - 210 Miliar
      Status: Fokus pada penyeimbangan surplus dagang dan pengembangan sektor semikonduktor.
      -
      🇹🇭 Thailand: USD 85 - 110 Miliar
      Status: Fokus pada akses pasar otomotif/EV dan liberalisasi produk pangan.
      -
      🇵🇭 Filipina: USD 35 - 55 Miliar
      Status: Fokus pada rantai pasok mineral kritis (nikel) dan modernisasi pertahanan.
      -
      🇮🇩 Indonesia: USD 38,4 Miliar
      Status: Fokus pada impor energi (minyak/gas), infrastruktur TIK, dan semikonduktor.
      ________________________________________
      CLAUSE ART MALAYDESH
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh (https://www.miti.gov.my/ART)


      Hapus
    5. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      DEFISIT : 2,9%
      GDP = USD 1,44 TRILIUN
      =============
      =============
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3% OF GDP
      DEFISIT : 3,8%
      GDP = USD 416,90 MILIAR
      5X PM 6X MOD = 2026 FREEZES - 2023 CANCELLED
      --------------
      MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      KETAWA LAWAK 2025 = ZONK
      BUAL MRCA LCS SPH MRSS
      5X PM
      6X MOD
      6X MOF
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5X GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5X GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5X GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6X GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5X GANTI PM
      5X GANTI MOD
      6X GANTI MOF
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5X GANTI PM
      6X GANTI MOD
      6X GANTI MOF
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5X GANTI PM
      5X GANTI MOD
      6X GANTI MOF
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5X GANTI PM
      5X GANTI MOD
      6X GANTI MOF


      Hapus
    6. MAHATHIR = MALAS MISKIN
      menyebut orang-orang suku Melayu terus-terusan miskin karena tak mau bekerja keras. Ia pun mengkritik sifat warga Melayu yang malah menyalahkan etnis lain karena kesuksesan mereka.
      -
      Sumber Berita:
      The New York Times (2025): "Mahathir Mohamad, 99, Reflects on a Contentious Legacy".
      Kompas (2019): "Mahathir: Suku Melayu Tetap Miskin karena Tak Mau Bekerja Keras".
      Today Online (2014): "Mahathir defends 'lazy Malays' remarks"
      -
      ANWAR IBRAHIM = MISKIN
      “Tapi saya kata, sebagai contoh projek tebatan banjir…kerana banjir itu menyeksa rakyat dan yang jadi mangsa itu orang miskin dan majoriti yang miskin itu Melayu. "Sebab itu kalau kita nak belanjakan kita kena teliti. Ini soal tadbir urus, mengurus negara itu harus dengan ketertiban, peraturan dan ke arah yang betul.
      -
      Sumber Berita:
      Bernama (2025): "PM Anwar Wants Flood Mitigation, Poverty Eradication Projects To Be Expedited".
      Kementerian Kewangan Malaydesh (2025): "PM Anwar: Flood Mitigation, Hardcore Poverty Eradication Projects Must Be Expedited".
      The Straits Times (2022): "Malaydesh PM Anwar halts $2b flood projects in widened dragnet".
      -
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      -
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
      RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC

      Hapus
    7. KOLEKTOR BESI BURUK RONGSOK
      HIBAH KAPAL TUA TAHUN 1967
      HIBAH KAPAL TUA TAHUN 1967
      HIBAH KAPAL TUA TAHUN 1967
      Malaydesh Coast Guard (Penjaga Pantai Malaydesh ) dikabarkan akan menerima hibah eks USCGC Steadfast.
      USCGC Steadfast adalah sebuah Reliance class Medium Endurance Cutter (WMEC 623) yang telah beroperasi bersama USCG selama 56 tahun sebelum didekomisionalkan pada 1 Februari 2024.
      USCGC Steadfast dibuat galangan American Shipbuilding Company, di Lorain, Ohio, Amerika Serikat, Steadfast diluncurkan pada 24 April 1967 dan resmi bertugas mulai Steadfast pada 3 Agustus 1968. Jumlah total Reliance class yang dibangun oleh US Coast Guard (USCG) adalah 16 unit. Kini beberapa Reliance class akan digantikan dengan kapal Offshore Patrol Cutter (OPC) baru dari Heritage class, yang jauh lebih modern, besar, dan multifungsi.
      ------------------
      KOLEKTOR BESI BURUK RONGSOK
      33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      33 F18 BEKAS = 33 TAHUN RONGSOK
      NO AMRAAMs
      NO AIM 9X
      RADAR AN/APG 65 = 110 KM
      ANALOG TAHUN 1990an
      ------------------
      KOLEKTOR BESI BURUK RONGSOK
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      MERIAM 105 = UMUR NEGARA
      Walaupun 18 buah meriam 105mm LG1 MKIII telah mula digunakan oleh Rejimen Pertama Artileri Diraja Para (1 RAD Para) tetapi tulang belakang kepada unit-unit artilleri tentera darat negara tetap meriam Oto Melara Model 56 (Mod 56) 105mm.
      Dibangunkan oleh syarikat Oto Melara daripada Itali, meriam itu yang juga dikenali dengan panggilan “Pack Howitzer” mula memasuki produksi pada 1957 dan sehingga lebih 30 buah negara terus menggunakan meriam itu.
      ------------------
      HIBAH KAPAL 1967
      The post stated that among his achievements in the MMEA were that he was the team leader for a suitability study on absorbing the US Coast Guard cutter – USCG Decisive. Checks on the US Coast Guard website showed that Decisive– a Reliance class cutter – was laid in 1967 and commissioned in 1968
      -
      HIBAH KAPAL 1968
      USCGC Steadfast (WMEC-623) was a United States Coast Guard medium endurance cutter in commission for 56 years. Commissioned in 1968, Steadfast was home ported in St. Petersburg, Florida for her first 24 years of service...
      -
      HIBAH KAPAL 1980
      KM Perwira, one of the two Bay class patrol boats donated to MMEA by Australia. It is likely that the Bay class was the design proposed for the tri-nation VLPV project in the late 80s.
      -
      PERBAIKAN DIBIAYAI JEPANG
      Kapal patroli kedua yang disumbangkan oleh Jepang Coast Guard (JCG) untuk APMM/MMEA akan berlayar ke pulang pada akhir Mei, saat ini kapal dengan nama KM Arau ini sedang dalam tahap perbaikan akhir yang dilakukan di Jepang.
      -
      KAPAL MCMV 1984
      Kapal penangkis periuk api Lerici class ini dibina oleh Syarikat Intermarine di Itali dan dilancarkan pada 30 Oktober 1984
      -
      HIBAH KAPAL 1989 DAN 1991
      Jepang menghibahkan dua kapal kelas 90m masing-masing PL-01 Ojima dan PL-02 Erimo, kedua kapal ini masuk dinas di JCG pada tahun 1989 dan 1991.
      -
      HIBAH KAPAL1990–1991
      KM Pekan is an Ojika-class offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. This ship, together with KM Arau and KM Marlin was transferred from the Japan Coast Guard to MALAYDESH in order to strengthen the relations between the two countries. The ship was built as the Ojika for the Japanese Coast Guard in 1990–1991
      -
      HIBAH KAPAL 1989
      KM Arau is an offshore patrol vessel operated by the MALAYDESH Coast Guard. She was the second ship transferred from the Japan Coast Guard together with KM Pekan and KM Marlin. KM Arau was formerly kNOwn as Oki (PL-01) in the Japan Coast Guard.
      -
      KAPAL BUATAN 1960 =
      BEKAS MARINE POLICE BEKAS MMEA = RMN informed us that they are getting a new boat – albeit a third hand one – courtesy of the MMEA. MMEA received from the Marine police back in 2011.
      -
      KAPAL BEKAS BEKAS MMEA =
      RMN has taken delivery of ex-Sundang on October 23 after the patrol craft completed its refit. She is the first of two ex-MMEA PC

      Hapus
    8. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    9. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      -
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    10. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
      IDN > BUYING – MY > LEASING
      IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
      ________________________________________
      1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  7. Manakala malaydesh mengemis Hornet bekas 4x kirim surat..itupon gagal

    😂😂🤣🤣😆🤪

    BalasHapus
  8. Sewa heli bekas 4 bijik, GAGAL lagi..
    😂😂🤣🤪😆

    BalasHapus
  9. Jika mengemis Hornet bekas saja GAGAL, jangan mimpi beli fighter 5 Gen lon...

    HAHAHAHAHAHAHAHHA....

    BalasHapus
  10. IDN > SHOPPING – MY > CANCELLING
    IDN > BUYING – MY > LEASING
    IDN > PROCUREMENT – MY > RETIREMENT
    -
    KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
    -
    1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
    Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
    Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
    Tenor: 10 – 15 Tahun.
    -
    2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
    Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
    Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
    -
    3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
    Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
    Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
    -
    4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
    Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
    Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
    Tenor: 10 Tahun.
    -
    5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
    Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
    Tenor: 10 Tahun cicilan.
    -
    6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
    Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
    Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
    -
    7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
    Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
    Bunga: 6% (Saldo Menurun).
    Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
    --------------
    BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
    BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
    -
    🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
    -
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    HUTANG BAYAR HUTANG
    -
    Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
    -
    2018: FASE "OPEN DONASI"
    Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
    -
    2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
    Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
    -
    2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
    Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
    -
    2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
    -
    2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
    Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
    -
    2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
    Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
    -
    2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
    Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
    -
    2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
    Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
    -
    2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
    Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
    Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
    Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

    BalasHapus
  11. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    ________________________________________
    1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
    Indonesia (Proaktif & Nyata):
    Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
    Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
    Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
    -
    Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
    Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
    Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
    Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
    ________________________________________
    2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
    Indonesia (Disiplin & Stabil):
    Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
    Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
    -
    Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
    Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
    Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
    ________________________________________
    3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
    Indonesia (Kemandirian Strategis):
    Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
    Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
    -
    Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
    Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
    Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
    ________________________________________
    4. Keandalan Operasional di Lapangan
    Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
    -
    Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

    BalasHapus
  12. INDIANESIA lagi banyak BATAL guys.... JOM lihat ada F15, J10, MIRAGE, KFX & SU35......... 🔥🔥🤣🤣🤣



    1. SU35 - NGEPRANK BATAL TAK BAYAR WANG MUKA.. 🙏🙏🤣

    2. F15 - NGEPRANK SIGN KONTRAK KOSONG.. 🤣🤣🤣

    3. J10 RONGSOK - KATANYA SEBENTAR LAGI TERBANG DI JAKARTA TERNYATA BARU SEBATAS KAJIAN.. 🤭🤭🤣🤣

    4. MIRAGE RONGSOK - SIGN KONTRAK KOSONG TERNYATA BATAL TIADA WANG... 🤣🤣🤣

    5. KFX - KONTRAK TAK JELAS GAGAL BAYAR HUTANG MALAH MENCURI ...🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      ________________________________________
      1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
      ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
      AUSTRALIA
      ASIA TIMUR DAN SELATAN
      -
      Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
      Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
      -
      1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
      Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
      Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
      Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
      Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
      -
      2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
      TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
      Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
      Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
      -
      Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
      Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
      Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
      Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
      ________________________________________
      GAME-CHANGING.....
      60 TB3
      9 AKINCI
      (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
      The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
      ________________________________________
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

      Hapus
    3. PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ________________________________________
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      -
      LOA M346FA .....
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      -
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ======================
      ======================
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.


      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.
      ________________________________________
      SEWA HELI UH60A (2025 – CANCELLED/BATAL)
      Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      -
      SEWA HELI AW139
      4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      -
      SEWA HELI EC120B
      Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      -
      SEWA PESAWAT L39
      ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      -
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      -
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      -
      SEWA BOAT
      SEWA Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      -
      SEWA HIDROGRAFI
      Tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      -
      SEWA 4x4
      Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      -
      SEWA MOTOR
      The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022
      ________________________________________IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA

      Hapus
    5. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.

      Hapus
  13. INDIANESIA lagi banyak BATAL guys.... JOM lihat ada F15, J10, MIRAGE, KFX & SU35......... SIGN KONTRAK KOSONG / BATAL.....🔥🔥🤣🤣🤣



    1. SU35 - NGEPRANK BATAL TAK BAYAR WANG MUKA.. 🙏🙏🤣

    2. F15 - NGEPRANK SIGN KONTRAK KOSONG.. 🤣🤣🤣

    3. J10 RONGSOK - KATANYA SEBENTAR LAGI TERBANG DI JAKARTA TERNYATA BARU SEBATAS KAJIAN.. 🤭🤭🤣🤣

    4. MIRAGE RONGSOK - SIGN KONTRAK KOSONG TERNYATA BATAL TIADA WANG... 🤣🤣🤣

    5. KFX - KONTRAK TAK JELAS GAGAL BAYAR HUTANG MALAH MENCURI ...🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek)..
      --------------
      BUKTI HUTANG BAYAR HUTANG
      BUKTI PRANK 🦧GORILA ....
      -
      🦧GORILA KLAIM SHOPPING CASH = 2018-2026 .....
      -
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      Daftar tren "Hutang Bayar Hutang" Malaydesh dari tahun 2018 hingga proyeksi 2025 berdasarkan data Kementerian Kewangan Malaydesh (MOF) dan Jabatan Audit Negara:
      -
      2018: FASE "OPEN DONASI"
      Pemerintah meluncurkan Tabung Harapan Malaydesh untuk mengumpulkan sumbangan rakyat guna membantu membayar utang negara yang menembus angka RM1 triliun (80% dari PDB).
      -
      2019: 59% HUTANG BAYAR HUTANG
      Laporan Ketua Audit Negara mengungkapkan bahwa 59% dari pinjaman baru digunakan hanya untuk melunasi utang yang sudah ada (gali lubang tutup lubang).
      -
      2020: 60% HUTANG BAYAR HUTANG
      Ketergantungan meningkat; hampir 60% pinjaman baru dialokasikan untuk membayar utang lama, memicu kekhawatiran karena anggaran pembangunan semakin terhimpit.
      -
      2021: 50,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Dari total pinjaman baru sebesar RM194,55 miliar, sebanyak RM98,05 miliar digunakan untuk pembayaran kembali prinsipal utang yang telah matang.
      -
      2022: 52,4% HUTANG BAYAR HUTANG
      Realisasi pembayaran prinsipal mencapai RM113,7 miliar. Total pinjaman meningkat 11,6% dibandingkan tahun sebelumnya akibat pemulihan pascapandemi.
      -
      2023: 64,3% HUTANG BAYAR HUTANG
      Persentase tertinggi dalam periode ini. Dari total pinjaman kasar RM226,6 miliar, sebesar RM145,8 miliar lari ke pembayaran utang lama.
      -
      2024: 58,9% HUTANG BAYAR HUTANG
      Pemerintah mulai melakukan konsolidasi. Pinjaman digunakan untuk melunasi utang matang sebesar RM121,3 miliar dari total pinjaman RM206 miliar.
      -
      2025: 58% HUTANG BAYAR HUTANG
      Berdasarkan Tinjauan Fiskal 2025, pemerintah memproyeksikan pinjaman kasar sebesar RM184 miliar, di mana RM106,8 miliar disiapkan untuk membayar prinsipal utang matang.
      -
      2026 = HUTANG BAYAR HUTANG
      Dokumen Resmi Pemerintah (Kementerian Kewangan Malaydesh - MOF)
      Data utama berasal dari laporan tahunan yang diterbitkan bersamaan dengan pembentangan anggaran negara:
      Laporan Tinjauan Fiskal 2025 & 2026: Memuat angka proyeksi pinjaman kasar (gross borrowing) dan alokasi pembayaran kembali prinsipal utang yang matang.

      Hapus
    2. PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ________________________________________
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      -
      LOA M346FA .....
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      -
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ======================
      ======================
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Beban Rakyat (Per Kapita)
      Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
      -
      3. Defisit Pembangunan
      Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
      -
      4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.

      Hapus
    3. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      ________________________________________
      1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
      Indonesia (Proaktif & Nyata):
      Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
      Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
      Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
      -
      Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
      Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
      Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
      Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
      ________________________________________
      2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
      Indonesia (Disiplin & Stabil):
      Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
      Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
      -
      Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
      Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
      Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
      ________________________________________
      3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
      Indonesia (Kemandirian Strategis):
      Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
      Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
      -
      Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
      Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
      Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
      ________________________________________
      4. Keandalan Operasional di Lapangan
      Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
      -
      Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
      ________________________________________
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    5. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      ________________________________________
      FENOMENA "PRANK" POLITIK DALAM PERTAHANAN
      Daftar panjang "prank" dari tahun 2005 hingga 2026 menunjukkan adanya ketidakselarasan antara ambisi militer dan realitas anggaran:
      -
      1. Efek Domino Pembatalan: Mulai dari rudal China (2005) hingga jet tempur Kuwait (2025), setiap pembatalan menurunkan daya gentar (deterrence effect) negara tersebut di kawasan.
      -
      2. Kasus FA-50 & Hambatan AS: Meskipun FA-50 berhasil dikontrak, ketergantungan pada komponen AS (mesin/radar) menjadi titik lemah jika terjadi gesekan diplomasi, yang bisa berujung pada pemblokiran.
      -
      3. Isu Korupsi & Kartel (2026): Pengumuman pembekuan pengadaan oleh PM Anwar Ibrahim menunjukkan bahwa masalah bukan hanya soal uang, tetapi juga integritas sistem pengadaan yang menghambat modernisasi.
      ________________________________________
      KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan.
      ====================
      ====================
      DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
      -
      1. Kesehatan Fiskal & Utang
      Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
      Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
      -
      2. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
      Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
      1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
      2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
      4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.

      Hapus
    6. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
  14. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    ________________________________________
    1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
    Indonesia (Proaktif & Nyata):
    Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
    Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
    Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
    -
    Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
    Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
    Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
    Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
    ________________________________________
    2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
    Indonesia (Disiplin & Stabil):
    Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
    Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
    -
    Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
    Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
    Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
    ________________________________________
    3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
    Indonesia (Kemandirian Strategis):
    Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
    Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
    -
    Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
    Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
    Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
    ________________________________________
    4. Keandalan Operasional di Lapangan
    Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
    -
    Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

    BalasHapus
  15. BUKTI MENJUAL KEDAULATAN.....HAHAHAHHA



    CORE: Indonesia harus bayar relatif lebih mahal untuk impor pangan AS

    https://kalbar.antaranews.com/berita/691402/core-indonesia-harus-bayar-relatif-lebih-mahal-untuk-impor-pangan-as

    BalasHapus
  16. CONTOH negara menjual KEDAULATANnya....HAHAHHA



    Tak Hanya Beras Ribuan Ton, Indonesia Setujui Impor 580.000 Ekor Ayam dari AS

    https://ekbis.sindonews.com/read/1679789/34/tak-hanya-beras-ribuan-ton-indonesia-setujui-impor-580000-ekor-ayam-dari-as-1771804952

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      Kegagalan proyek strategis "Malaydesh" (sebutan dalam konteks analisis Anda) bukan sekadar masalah teknis militer, melainkan refleksi dari kesehatan ekonomi makro negara tersebut =
      -
      1. Lumpuhnya Belanja Modal (CAPEX): Ketika rasio utang terhadap PDB meningkat, ruang fiskal untuk belanja alutsista yang mahal menyempit. Akibatnya, anggaran pertahanan habis hanya untuk biaya operasional (OPEX) seperti gaji dan pemeliharaan rutin.
      -
      2. Kehilangan Kepercayaan Vendor: Pola pembatalan kontrak (Letter of Intent yang tidak berujung kontrak formal) menciptakan persepsi negatif bagi produsen global (Dassault, Nexter, Boeing, dsb.), yang membuat negosiasi di masa depan menjadi lebih sulit dan mahal.
      -
      3. Proyek Mangkrak (LCS): Kasus LCS (Gowind Class) menjadi simbol kegagalan manajemen proyek kronis, di mana anggaran terserap namun fisik kapal tidak kunjung selesai, menciptakan opportunity cost yang sangat besar.
      ________________________________________
      KRONOLOGI "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
  17. PEKANBARU - KL : 291 KM
    PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
    -
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________
    1. RAFALE ± 1852 KM
    2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
    3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
    4. KAAN ± 1.100–1.400 km
    ________________________________________
    48 KF21 BLOCK II
    An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. .
    https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
    -
    LOA M346FA .....
    -
    https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
    -
    2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
    -
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
    ======================
    ======================
    MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
    -
    2026 = CANCELLED F18
    2025-2021 = NGEMIS F18
    2025-2021 = MEMBUAL F18
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    ________________________________________
    DISIPLIN FISKAL VS. SPIRAL UTANG
    -
    1. Kesehatan Fiskal & Utang
    Indonesia: Kondisi Sehat. Utang pemerintah terjaga di ±40% PDB (limit UU 60%) dan utang rumah tangga sangat rendah (16%).
    Malaydesh: Kondisi Kritis. Utang pemerintah tembus 69% PDB (melampaui limit 65%) dengan utang rumah tangga ekstrem (84,3% - 85,8%).
    -
    2. Beban Rakyat (Per Kapita)
    Setiap warga Malaydesh menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (gabungan utang negara & rumah tangga), mencerminkan ketergantungan tinggi pada kredit.
    -
    3. Defisit Pembangunan
    Terjadi tren "Utang Bayar Utang" di Malaydesh sejak 2010. Meski telah berganti 5 Perdana Menteri, utang membengkak dari USD 150 miliar menjadi USD 375 miliar pada 2025. Janji pelunasan utang tahun 2053 dinilai tidak realistis.
    -
    4. Dampak Militer (Status Zonk/Mangkrak)
    Krisis keuangan menyebabkan lumpuhnya belanja modal pertahanan Malaydesh:
    1. MRCA (Pesawat Tempur): Vakum pengadaan sejak 2017.
    2. LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
    3. SPH & MRSS: Tanpa kepastian sejak 2016.
    4. F-18 Kuwait (2026): Resmi dibatalkan karena kendala biaya dan logistik.

    BalasHapus
  18. geng GORILLA klaim mereka banyak beras...lah ternyata IMPORT RIBUAN BERAS dari AS guys....HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      1. SU-35 > RAFALE
      Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
      Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
      -
      2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
      Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
      Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
      -
      3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
      Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
      Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
      -
      4. F-15IDN > M-346F
      Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
      Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
      ====================
      ====================
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      AV8 Gempita tambahan (batch kedua, 2019)
      Rencana penambahan batal karena keterbatasan anggaran dan fokus dialihkan ke proyek LCS. Batch pertama tetap berjalan, tetapi kelanjutan dihentikan.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      A400M tambahan (2016)
      Rencana menambah unit dibatalkan karena biaya operasi tinggi. Malaysia tetap hanya mengoperasikan 4 unit.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F

      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      F18 2021-2025
      PEJABAT MALAYDESH = MEMBUAL
      BERUK MALAYDESH = MEMBUAL
      -
      🗓️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
      Minat Resmi: Malaydesh menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
      Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
      Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
      -
      🗓️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
      Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
      Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
      -
      🗓️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
      Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
      Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
      Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
      -
      🗓️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
      Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara Malaydesh segera setelah tiba.
      Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
      ________________________________________
      🗓️2026 = CANCELLED F18
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  19. INDIANESIA lagi banyak BATAL guys.... JOM lihat ada F15, J10, MIRAGE, KFX & SU35......... SIGN KONTRAK KOSONG / BATAL.....🔥🔥🤣🤣🤣



    1. SU35 - NGEPRANK BATAL TAK BAYAR WANG MUKA.. 🙏🙏🤣

    2. F15 - NGEPRANK SIGN KONTRAK KOSONG.. 🤣🤣🤣

    3. J10 RONGSOK - KATANYA SEBENTAR LAGI TERBANG DI JAKARTA TERNYATA BARU SEBATAS KAJIAN.. 🤭🤭🤣🤣

    4. MIRAGE RONGSOK - SIGN KONTRAK KOSONG TERNYATA BATAL TIADA WANG... 🤣🤣🤣

    5. KFX - KONTRAK TAK JELAS GAGAL BAYAR HUTANG MALAH MENCURI ...🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      -
      INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ________________________________________
      DIBATALKAN/CANCELLED
      -
      F/A 18C/D Hornet bekas Kuwait (2025–2026)
      Dibatalkan resmi oleh Kabinet Malaysia pada Februari 2026 setelah evaluasi teknis RMAF menunjukkan masalah ketersediaan, logistik, dan biaya jangka panjang.
      -
      UH 60 Blackhawk (1990 an)
      Rencana mengganti helikopter Nuri dengan Blackhawk tidak diteruskan karena biaya tinggi dan faktor politik/industri. Malaysia akhirnya memilih EC725 Cougar/H225M sebagai pengganti.
      -
      MRCA (Multi Role Combat Aircraft, 2010 an)
      Program besar untuk mengganti MiG 29 dengan Rafale/Eurofighter/Gripen dibatalkan/ditunda berulang kali karena kekangan fiskal. Malaysia akhirnya memilih FA 50 Block 20 (2023) sebagai solusi interim.
      -
      Sea Skua (rudal anti kapal tambahan, 2000 an)
      Upgrade rudal untuk helikopter Lynx tidak diteruskan, fokus bergeser ke sistem baru.

      Hapus
    2. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      1. SU-35 > RAFALE
      Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
      Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
      -
      2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
      Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
      Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
      -
      3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
      Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
      Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
      -
      4. F-15IDN > M-346F
      Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
      Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
      ====================
      ====================
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA

      Hapus
    3. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      1. SU-35 > RAFALE
      Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
      Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
      -
      2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
      Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
      Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
      -
      3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
      Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
      Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
      -
      4. F-15IDN > M-346F
      Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
      Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
      ====================
      ====================
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      -
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA

      Hapus
    4. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      SU 35 GANTI RAFALE
      Rencana pembelian 11 unit Sukhoi Su-35 dari Rusia resmi dihentikan karena hambatan geopolitik.
      Alasan Gagal: Ancaman sanksi CAATSA dari Amerika Serikat yang dapat mengisolasi ekonomi Indonesia jika bertransaksi militer dengan Rusia.
      Status Pengganti: Indonesia memilih Dassault Rafale asal Prancis dan telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk 42 unit. Per Januari 2026, tiga unit perdana telah tiba di Indonesia dan ditempatkan di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.
      ________________________________________
      MIRAGE 2000-5 GANTI KAAN
      Rencana akuisisi 12 unit Mirage 2000-5 bekas dari Qatar awalnya dimaksudkan sebagai "pesawat antara" (gap filler).
      Alasan Gagal: Keterbatasan ruang fiskal (anggaran) dan kontroversi mengenai urgensi membeli pesawat bekas yang sudah tua.
      Status Pengganti: Pemerintah kini lebih melirik investasi jangka panjang pada jet tempur generasi ke-5 KAAN buatan Turki untuk mencapai kemandirian teknologi, selain tetap fokus pada kedatangan Rafale.
      ________________________________________
      J-10CE GANTI KF-21 BORAMAE
      Meskipun sempat ada ketertarikan dan diskusi eksploratif mengenai jet tempur J-10CE asal Tiongkok, kesepakatan ini tidak berlanjut ke tahap kontrak formal.
      Alasan Gagal: Kekhawatiran akan beban logistik yang berbeda jauh dengan standar Barat yang dominan di TNI AU, serta fokus anggaran yang dialihkan ke program pengembangan bersama.
      Status Pengganti: Indonesia menegaskan kembali komitmen pada proyek KF-21 Boramae dengan Korea Selatan. Indonesia akuisisi 48 KF21 Block II
      ________________________________________
      F-15IDN GANTI M-346F
      Rencana pembelian 24 unit F-15EX (F-15IDN) dari Boeing yang sudah mencapai tahap MoU pada 2023 akhirnya menemui jalan buntu.
      Alasan Gagal: Pada Februari 2026, Boeing secara resmi menyatakan penghentian program F-15 untuk Indonesia karena harga yang dinilai terlalu tinggi dan belum adanya alokasi anggaran resmi dari pemerintah Indonesia.
      Status Pengganti: Fokus pengadaan kini bergeser ke jet tempur ringan/latih lanjut M-346F buatan Leonardo, Italia, yang dianggap lebih rasional secara anggaran untuk memperkuat skadron tempur taktis.
      ==========
      ==========
      2026 =
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      CANCELLED F18 = TIADA GANTI
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.

      Hapus
    5. INDONESIA .....
      11 SU-35 > 42 RAFALE
      12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
      42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
      24 F-15IDN > 24 M-346F
      -
      MALAYDESH.......
      F18 KUWAIT = CANCELLED
      JF17 = PRANK
      RAFALE = PRANK
      TYPHOON = PRANK
      GRIPEN = PRANK
      TEJAS = PRANK
      MIG29N = TIADA GANTI
      FA50MURAH = DIBLOKIR USA
      ________________________________________
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALAYDESH 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Bhd (KFH MALAYDESH ) is exiting MALAYDESH after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
      ________________________________________
      F18 2021-2025
      PEJABAT MALAYDESH = MEMBUAL
      BERUK MALAYDESH = MEMBUAL
      -
      🗓️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
      Minat Resmi: Malaydesh menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
      Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
      Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
      -
      🗓️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
      Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
      Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
      -
      🗓️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
      Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
      Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
      Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
      -
      🗓️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
      Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara Malaydesh segera setelah tiba.
      Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
      ________________________________________
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready).
      ________________________________________
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA

      Hapus
    6. MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
  20. INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    1. SU-35 > RAFALE
    Batal (Su-35): Rencana awal 11 unit dari Rusia.
    Pengganti (Rafale): Indonesia telah mengaktifkan seluruh kontrak untuk total 42 unit.
    -
    2. MIRAGE 2000-5 > KAAN
    Batal (Mirage 2000-5): Rencana akuisisi 12 unit pesawat bekas dari Qatar.
    Pengganti (KAAN): Indonesia resmi menyepakati pembelian 48 unit jet tempur generasi ke-5 dari Turkish Aerospace Industries (TAI).
    -
    3. J-10CE > KF-21 BORAMAE BLOCK II
    Batal (J-10CE): Sempat masuk radar pertimbangan namun tidak berlanjut ke kontrak resmi.
    Pengganti (KF-21): Indonesia berkomitmen pada pengembangan bersama Korea Selatan dengan target total 48 unit.
    -
    4. F-15IDN > M-346F
    Batal (F-15IDN): Rencana 24 unit F-15EX resmi dihentikan oleh Boeing pada Februari 2026 karena kendala anggaran.
    Pengganti (M-346F): Indonesia beralih ke pesawat tempur ringan/latih jet lanjut M-346F Block 20 dari Leonardo, Italia.
    ====================
    ====================
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    2026 =
    CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    CANCELLED F18 = TIADA GANTI
    -
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    ________________________________________
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA

    BalasHapus
  21. INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________
    F18 2021-2025, NARASI UTAMA PEJABAT MALAYDESH =
    -
    🗓️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
    Minat Resmi: Malaydesh menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
    Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
    Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
    -
    🗓️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
    Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
    Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
    -
    🗓️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
    Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
    Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
    Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
    -
    🗓️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
    Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara Malaydesh segera setelah tiba.
    Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
    ________________________________________
    PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
    -
    pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
    -
    2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
    -
    2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
    -
    2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
    -
    2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
    -
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    ________________________________________
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    -
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.

    BalasHapus
  22. INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________
    KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
    KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
    KFH EXIT BANKRUPT = 🦧GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
    -------------------------
    MALAYDESH 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Bhd (KFH MALAYDESH ) is exiting MALAYDESH after 19 years of operation.
    In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East
    ________________________________________
    F18 2021-2025
    PEJABAT MALAYDESH = MEMBUAL
    BERUK MALAYDESH = MEMBUAL
    -
    🗓️ 2021: Pernyataan Minat & Evaluasi Awal
    Minat Resmi: Malaydesh menyatakan ketertarikan resmi terhadap 33 unit Hornet Kuwait.
    Kondisi: Pejabat menilai pesawat ini sebagai solusi cepat (stop-gap measure) yang sangat layak untuk meningkatkan kekuatan udara TUDM tanpa menunggu produksi pesawat baru yang lama.
    Kompatibilitas: Penekanan bahwa pesawat ini cocok karena TUDM sudah memiliki infrastruktur perawatan dan pilot yang berpengalaman dengan platform Hornet.
    -
    🗓️ 2022 - 2023: Diplomasi & Penilaian Teknis
    Kunjungan Teknis: Delegasi TUDM melakukan penilaian mendalam di Kuwait.
    Hasil Evaluasi: Pejabat militer melaporkan bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi oleh Angkatan Udara Kuwait, memastikan sistem avionik dan badan pesawat dalam kondisi sangat baik.
    -
    🗓️ 2024: Penegasan Kualitas (Data Jam Terbang)
    Pernyataan Menhan: Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, memberikan detail teknis kepada publik dan parlemen.
    Data Jam Terbang: Ditegaskan bahwa pesawat hanya memiliki 1.500 hingga 3.000 jam terbang.
    Justifikasi: Angka ini jauh di bawah batas service life (6.000-8.000 jam), sehingga secara operasional pesawat ini masih dianggap sangat "muda".
    -
    🗓️ 2025 (Januari - Agustus): Tahap Negosiasi Akhir
    Kesiapan Tempur: Pejabat militer terus memberikan testimoni bahwa pesawat dalam kondisi siap tempur dan akan langsung meningkatkan kesiapan ruang udara Malaydesh segera setelah tiba.
    Agustus 2025: Meskipun kondisi fisik pesawat diakui sangat bagus, Malaydesh resmi membatalkan rencana akuisisi karena ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait yang masih menunggu pesawat baru mereka tiba.
    ________________________________________
    PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
    -
    pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
    -
    2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
    -
    2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
    -
    2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
    -
    2025 (Siap Tempur): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready).
    ________________________________________
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA

    BalasHapus
  23. MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
    -
    2026 = CANCELLED F18
    2025-2021 = NGEMIS F18
    2025-2021 = MEMBUAL F18
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    -
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
    Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
    -
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
    PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -18 BUAH SU30MKM
    -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
    -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
    -
    GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
    BEZA ya guys... HAHAHAHA
    MALAYDESH...
    F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
    Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
    INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
    18 Buah Su 30MKM
    17 Buah Bae hawk 108/208
    8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
    18 +18 Buah FA-50M Block 20
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
    Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
    39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

    BalasHapus
  24. psssttttt..... INDIANESIA pesawat versi BATAL.... JOM lihat ada F15, J10, MIRAGE, KFX & SU35......... SIGN KONTRAK KOSONG / BATAL.....🔥🔥🤣🤣🤣



    1. SU35 - NGEPRANK BATAL TAK BAYAR WANG MUKA.. 🙏🙏🤣

    2. F15 - NGEPRANK SIGN KONTRAK KOSONG.. 🤣🤣🤣

    3. J10 RONGSOK - KATANYA SEBENTAR LAGI TERBANG DI JAKARTA TERNYATA BARU SEBATAS KAJIAN.. 🤭🤭🤣🤣

    4. MIRAGE RONGSOK - SIGN KONTRAK KOSONG TERNYATA BATAL TIADA WANG... 🤣🤣🤣

    5. KFX - KONTRAK TAK JELAS GAGAL BAYAR HUTANG MALAH MENCURI ...🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    2. MEMALUKAN ASEAN ......
      NGEMIS 4x = BATAL
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    3. MEMALUKAN ASEAN ......
      NGEMIS 4x = BATAL
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    4. MEMALUKAN ASEAN ......
      NGEMIS 4x = BATAL
      PEJABAT DAN BERUK = MEMBUAL
      -
      pernyataan pejabat Malaydesh mengenai F/A-18 Hornet Kuwait (2021–2025):
      -
      2021 (Solusi Instan): Pemerintah menyatakan minat pada 33 unit Hornet sebagai solusi cepat (stop-gap) karena kompatibel dengan infrastruktur perawatan dan pilot TUDM yang sudah ada.
      -
      2022–2023 (Kondisi Prima): Hasil inspeksi langsung delegasi TUDM ke Kuwait mengonfirmasi bahwa pesawat dirawat dengan standar tinggi, serta memiliki sistem avionik dan rangka (airframe) yang masih prima.
      -
      2024 (Jam Terbang Rendah): Menhan Mohamed Khaled Nordin menegaskan di Parlemen bahwa pesawat masih "sangat muda" dengan 1.500–3.000 jam terbang, jauh di bawah batas usia pakai 6.000–8.000 jam.
      -
      2025 (Siap Tempur & Pembatalan): Pejabat militer menyatakan pesawat dalam kondisi siap tempur (combat ready). Namun, pada Agustus 2025 rencana dibatalkan akibat ketidakpastian jadwal pengiriman dari pihak Kuwait.
      -
      GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.39
      Mantap..... Nampaknya jelas KUWAIT sudah memberi lampu hijau penjualan F18 mereka ke MALAYDESH...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 08.50
      INDIANESIA KETAR KETIR....HAHAHAHAH
      18 Buah Su 30MKM
      17 Buah Bae hawk 108/208
      8 + 39 Buah F/A-18 Hornet C/D
      18 +18 Buah FA-50M Block 20
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.37
      39 buah F18C/D KUWAIT tu guys.. Borong semua.... Banyak
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...

      Hapus
    5. KOCAK ....
      2026 = CANCELLED F18
      2026 = FREEZES PROCUREMENT
      2025 = CANCELLED BLACKHAWK
      2025 = CANCELLED LIGHT TWIN HELO
      2023 = CANCELLED 5 PROCUREMENT
      -
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      ________________________________________
      BLACKHAWK = GAGAL
      BLACKHAWK = GAGAL
      BLACKHAWK = GAGAL
      Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin berkata, ia susulan pelanjutan kontrak oleh syarikat itu pada Oktober lalu selepas gagal mematuhi kontrak penyerahannya.
      "Oktober sudah berakhir. Tiada apa-apa (Black Hawks), tiada apa-apa.
      ---
      LIGHT TWIN HELO = GAGAL
      LIGHT TWIN HELO = GAGAL
      LIGHT TWIN HELO = GAGAL
      The Procurement division of the Home Ministry issued two separate tenders for the supply and delivery of seven twin-engine utility and transport aircraft and five light twin engine helicopters for the police’s Air Wing. the tender for the five twin-engine helicopters has been canceled. Checks on the Eperolehan website today confirmed the cancelation
      ________________________________________
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      ------------------
      GEMPURWIRA8 Januari 2026 pukul 13.44
      HOREYYYY....SHOPING...SHOPING....SHOPING....
      GORILLA MISKIN KEPANASAN....HAHAHAHA
      -
      GEMPURWIRA7 Januari 2026 pukul 11.55
      Alhamdulilah... Shoping lagi... Horeyyyyy
      -
      GEMPURWIRA8 Januari 2026 pukul 13.44
      HOREYYYY....SHOPING...SHOPING....SHOPING....
      GORILLA MISKIN KEPANASAN....HAHAHAHA

      Hapus
  25. pssstttt...SEBENTAR lagi J10 terbang di udara jakarta...KAH...KAH...KAH......

    LAWAK guys

    BalasHapus
    Balasan
    1. 48 KAAN
      42 RAFALE
      48 KF 21
      24 M346F
      -------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale
      ======================
      ======================
      ADA YANG WARAS FA50M
      ADA YANG WARAS FA50M
      ADA YANG WARAS FA50M
      -
      Romeo says:
      20 February 2026 at 9:08 AM
      Although KF21 is integrated with meteor but it is not automatically SK has permission from MBDA to integrate with FA50.
      The initial factor KF21 is not integrtaed with Amraam is purely business. US dislike KF21 will be a cheaoer variant of F35 and it is the same reason no permission amraam for FA50 to be a cheaper variant F16V.
      Leonardo already launced M346 block 20 with meteor integrated. As a share holder of MBDA is still a big question if leonardo is willing FA59 block 20 as M346 block 20 competitor. Looking at FA50PL case, even if a contract is signed for FA50PL block 20 but it doesnt automatically will be a reality. There are terms and condition applied.
      Phantomstrike and Grifo-E radar are 2 sides of a coin. The meteor has longer range than both radars. It is still good enough though.
      1.Who is going to shoot a meteor in its longest range?
      2. Never expect that LCA capability will equal to MRCA. It can do but not the same. You pay peanut you got monkey.

      Hapus
    2. WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      Tiga pesawat Rafale batch pertama akan segera tiba di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Pekanbaru
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/01/pesawat-hawk-109209-dipindahkan-dari.html?sc=1767949545290#c6971605581143285199
      -----------
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      ---------
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ---------
      IDN ROK =
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      -
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      ----------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -----------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ==============
      ==============
      🦧GORILA KLAIM =
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      -
      GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
      Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
      Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
      Dulu kan saya dah kata.
      Kontrak kami ada isi (ada wang).
      Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
      Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
      RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
      Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
      Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 😅😅😅😅

      Hapus
  26. psssttttt..... INDIANESIA pesawat versi BATAL.... JOM lihat ada F15, J10, MIRAGE, KFX & SU35......... SIGN KONTRAK KOSONG / BATAL.....🔥🔥🤣🤣🤣



    1. SU35 - NGEPRANK BATAL TAK BAYAR WANG MUKA.. 🙏🙏🤣

    2. F15 - NGEPRANK SIGN KONTRAK KOSONG.. 🤣🤣🤣

    3. J10 RONGSOK - KATANYA SEBENTAR LAGI TERBANG DI JAKARTA TERNYATA BARU SEBATAS KAJIAN.. 🤭🤭🤣🤣

    4. MIRAGE RONGSOK - SIGN KONTRAK KOSONG TERNYATA BATAL TIADA WANG... 🤣🤣🤣

    5. KFX - KONTRAK TAK JELAS GAGAL BAYAR HUTANG MALAH MENCURI ...🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      Tiga pesawat Rafale batch pertama akan segera tiba di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Pekanbaru
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/01/pesawat-hawk-109209-dipindahkan-dari.html?sc=1767949545290#c6971605581143285199
      -----------
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      ---------
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ---------
      IDN ROK =
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      -
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      ----------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -----------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ==============
      ==============
      🦧GORILA KLAIM =
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      -
      GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
      Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
      Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
      Dulu kan saya dah kata.
      Kontrak kami ada isi (ada wang).
      Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
      Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
      RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
      Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
      Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 😅😅😅😅

      Hapus
    2. NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      ======================
      ======================
      48 KAAN
      42 RAFALE
      48 KF 21
      24 M346F
      -------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale

      Hapus
    3. Ringkasan Pernyataan Adly Zahari (Dewan Rakyat, 26 Februari 2026)
      -
      Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari, menyampaikan poin-poin krusial dalam sidang untuk menjawab ketidakpastian pengadaan jet tempur bekas tersebut:
      -
      Keputusan Akhir: Pemerintah Malaydesh secara resmi membatalkan minat untuk mengakuisisi 33 unit F/A-18C/D Hornet dari Kuwait.
      Alasan Teknis & Logistik: Berdasarkan penilaian fisik tim TUDM pada November 2025, pesawat Kuwait memiliki konfigurasi perangkat keras dan lunak yang berbeda dengan Hornet Malaydesh saat ini. Penyesuaian ini memerlukan biaya integrasi yang sangat besar dan waktu yang lama.
      -
      Faktor Usia: Temuan teknis menunjukkan bahwa armada Kuwait ternyata lebih tua secara usia kronologis dibandingkan armada F/A-18D Malaydesh yang ada, sehingga tidak memberikan nilai tambah jangka panjang bagi kesiapan tempur.
      -
      Ketidakpastian Kuwait: Adanya penundaan dari pihak Kuwait yang tidak bisa melepas pesawat tersebut sebelum menerima unit pengganti (Super Hornet & Eurofighter) dari Amerika Serikat
      ======================
      ======================
      48 KAAN
      42 RAFALE
      48 KF 21
      24 M346F
      -------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale

      Hapus
    4. MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2025 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -----
      GEMPURWIRA27 Februari 2026 pukul 19.30
      FAKTA... 🤭🤭🤣🤣🤣
      MALAYDESH
      3 UNIT ANKA S MARITIM
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      ==================
      ==================
      INDONESIA 87 UCAV ...
      -
      60 TB3
      12 ANKA
      9 AKINCI
      6 CH4
      -
      JVC INDONESIA TURKI.....
      60 SET TB3
      9 SET AKINCI
      Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set yang akan mendukung strategi penguatan industri kedirgantaraan dan kemandirian pertahanan nasional.
      ---------
      12 UCAV ANKA
      The 12 Anka drones will be used by Indonesia’s Air Force, Army and Navy. The 8.6-meter (28-foot) drone can fly for about 30 hours at an altitude of 9,100 meters (29,856 feet). The Turkish Air Force has used them since 2010.
      ---------
      6 CH4 RAINBOW TNI =
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      1500-2000 KM
      Indonesia mendatangkan sebanyak 6 unit UAV tipe CH-4B dari China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC). Radius operasional CH-4B berkisar antara 1.500 kilometer (km) hingga 2.000 km dan dapat dikendalikan melalui SatCom

      Hapus
    5. KLAIM ANKA CASH = KREDIT EXIM
      KLAIM ANKA CASH = CICIL 5 TAHUN
      -
      Skema hutang atau pembiayaan untuk pengadaan 3 unit drone ANKA-S oleh Malaydesh
      -
      1. Sumber Pendanaan Khusus
      Pengadaan drone ANKA ini tidak dibiayai melalui anggaran belanja pertahanan tahunan Malaydesh yang biasa. Sebaliknya, pendanaan berasal dari Rencana Bergulir (Rolling Plan) Malaydesh yang merupakan bagian dari rencana pengeluaran lima tahun pemerintah senilai total RM 10,1 miliar ($3,3 miliar). Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mendanai modernisasi pertahanan "Dimensi Keempat" di luar plafon anggaran militer reguler.
      -
      2. Skema Government-to-Government (G2G) dan Dukungan Ekspor
      Meskipun detail kontrak spesifik sering kali bersifat rahasia, pengadaan ini menggunakan kerangka kerja G2G antara Malaydesh dan Turki. Dalam konteks perdagangan pertahanan Turki, skema ini biasanya didukung oleh fasilitas Kredit Ekspor:
      Peran EXIM Bank: Malaydesh telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tripartit antara EXIM Bank Malaydesh dengan mitra-mitra Turki untuk mendukung perluasan kerjasama perdagangan dan investasi.
      Tujuan Kredit: Fasilitas kredit ini digunakan untuk memudahkan transaksi dengan menyediakan jaminan atau pinjaman lunak yang memungkinkan pembayaran dilakukan secara bertahap (cicilan) oleh pemerintah pembeli kepada perusahaan produsen (TAI), dengan jaminan dari lembaga keuangan pemerintah
      -
      3. Skema Rolling Plan (RP) 5 Tahun
      Pengadaan ini tidak membebani anggaran belanja pertahanan tahunan yang bersifat rutin (operasional). Sebaliknya, dana diambil dari Rencana Bergulir (Rolling Plan) yang merupakan bagian dari Rancangan Malaydesh Ke-12 (RMKe-12) untuk periode 2021-2025.
      Pembayaran Bertahap: Melalui sistem Rolling Plan, pemerintah mengalokasikan dana secara bertahap setiap tahun selama siklus 5 tahun tersebut, menyesuaikan dengan kemajuan proyek dan prioritas nasional.
      Keberlanjutan: Skema ini memastikan proyek tetap berjalan meskipun terjadi pergantian anggaran tahunan, karena dana sudah "dikunci" dalam plafon rencana pembangunan nasional.
      -----
      MALAYDESH 3 ANKA ISR
      -
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2023 WILL NOT ARMED
      Erol Oguz, unmanned aerial systems programme manager at Turkish Aerospace, told ESD at LIMA that the UAV type being supplied to MALAYDESH will be a new version of the Anka-S with modified wings. Oguz also confirmed that the Ankas will NOt be armed, but will carry a maritime intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) payload that includes a synthetic aperture radar and an electro-optical/infra-red sensor.
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 SURVEILLANCE CAPABILITIES
      Former Defense Minister, Datuk Seri Mohamad Hasan emphasized the importance of equipping the country with comprehensive surveillance capabilities and the need to have “eyes to see and ears to hear” everything happening in the country’s waters, especially in the South China Sea
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2024 ANKA WILL NOT BE EQUIPPED WITH ANY WEAPONRY
      MALAYDESH to use Anka-S for Maritime Surveillance
      While the specific equipment configuration of the Ankas is NOt currently kNOwn, they will be operated solely as a maritime surveillance platform in MALAYDESH service, and will NOt be equipped with any weaponry. According to European Security & Defence reporting from LIMA 2023, the MALAYDESH Ankas will have modified wings to improve their endurance
      -----
      3 ANKA OMPONG = VERSI MURAH ISR
      2025 ANKA MISI UTAMA PENGAWASAN = ISR
      Misi Utama drone ini adalah untuk pengawasan maritim di Laut China Selatan dan Sabah Utara untuk memantau intrusi asing dan mengamankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Malaydesh.
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/02/malaydesh-terima-3-unit-drone-anka-s.html#comment-form
      -----
      GEMPURWIRA27 Februari 2026 pukul 19.30
      FAKTA... 🤭🤭🤣🤣🤣
      MALAYDESH
      3 UNIT ANKA S MARITIM CASH

      Hapus
  27. Apa F15 BATAL....??? oh lupa INDIANESIA SIGN KONTRAK KOSONG....HAHAHHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. 48 KAAN
      42 RAFALE
      48 KF 21
      24 M346F
      -------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale
      ======================
      ======================
      ADA YANG WARAS FA50M
      ADA YANG WARAS FA50M
      ADA YANG WARAS FA50M
      -
      Romeo says:
      20 February 2026 at 9:08 AM
      Although KF21 is integrated with meteor but it is not automatically SK has permission from MBDA to integrate with FA50.
      The initial factor KF21 is not integrtaed with Amraam is purely business. US dislike KF21 will be a cheaoer variant of F35 and it is the same reason no permission amraam for FA50 to be a cheaper variant F16V.
      Leonardo already launced M346 block 20 with meteor integrated. As a share holder of MBDA is still a big question if leonardo is willing FA59 block 20 as M346 block 20 competitor. Looking at FA50PL case, even if a contract is signed for FA50PL block 20 but it doesnt automatically will be a reality. There are terms and condition applied.
      Phantomstrike and Grifo-E radar are 2 sides of a coin. The meteor has longer range than both radars. It is still good enough though.
      1.Who is going to shoot a meteor in its longest range?
      2. Never expect that LCA capability will equal to MRCA. It can do but not the same. You pay peanut you got monkey.

      Hapus
    2. WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      WELCOME RAFALE F4 IDN
      Tiga pesawat Rafale batch pertama akan segera tiba di Indonesia dan ditempatkan di Skadron Udara 12, Pekanbaru
      https://defense-studies.blogspot.com/2026/01/pesawat-hawk-109209-dipindahkan-dari.html?sc=1767949545290#c6971605581143285199
      -----------
      PEKANBARU - KL : 291 KM
      PONTIANAK - SERAWAK : 498 KM
      ---------
      1. RAFALE ± 1852 KM
      2. KF-21 Boramae ± 1.000–1.100 km
      3. F-16C/D Block 50/52 ± 1.000–1.300 km
      4. KAAN ± 1.100–1.400 km
      ---------
      IDN ROK =
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      48 KF21 BLOCK II
      -
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      ----------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      -----------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale.
      ==============
      ==============
      🦧GORILA KLAIM =
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      -
      GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
      Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
      Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
      Dulu kan saya dah kata.
      Kontrak kami ada isi (ada wang).
      Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
      Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
      RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
      Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
      Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 😅😅😅😅

      Hapus
    3. NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      -
      Detail Konfirmasi Resmi
      Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
      Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
      Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
      Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
      ======================
      ======================
      48 KAAN
      42 RAFALE
      48 KF 21
      24 M346F
      -------------------------
      48 KF21 BLOCK II
      An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
      https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
      --------------------------
      LOA M346FA .....
      -
      https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
      -
      https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
      -
      https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
      ---------------------------
      2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      48 KAAN GEN 5
      11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
      --------------------------
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
      6 RAFALE SEPTEMBER 2022
      18 RAFALE AGUSTUS 2023
      18 RAFALE JANUARI 2024
      DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
      (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale

      Hapus
  28. NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    NGEMIS 4x = BATAL HORNET KUWAIT
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    -
    Detail Konfirmasi Resmi
    Narasumber: Wakil Menteri Pertahanan Malaydesh, Adly Zahari.
    Forum Pernyataan: Sidang Dewan Rakyat (Parlemen Malaydesh) saat menjawab pertanyaan terkait anggaran pertahanan pada 26 Februari 2026.
    Landasan Keputusan: Keputusan formal dicapai dalam rapat Kabinet pada 6 Februari 2026, menyusul hasil evaluasi tim teknis TUDM yang dikirim ke Kuwait pada 11-27 November 2025.
    Alasan Teknis: Pesawat Hornet Kuwait (varian C/D) dinilai memiliki risiko logistik jangka panjang dan secara teknis lebih tua dari armada F/A-18D yang saat ini dioperasikan Malaydesh.
    ======================
    ======================
    48 KAAN
    42 RAFALE
    48 KF 21
    24 M346F
    -------------------------
    48 KF21 BLOCK II
    An agreement for Indonesia to acquire 48 KF-21 fighter jets in batches of 16 is reportedly close to being finalized. Jakarta initially signed a memorandum of understanding to purchase the 48 aircraft upon completion of the joint development program. However, it later adopted a more cautious stance, concluding separate agreements to buy France’s Dassault Rafale and Turkey’s TAI Kaan fighter jets. Indonesia, a partner in the KF-21 development project, had originally pledged to contribute 1.6 trillion won but later reduced its commitment to 600 billion won, saying it would scale back its payment in exchange for a proportional reduction in technology transfers.
    https://www.donga.com/en/article/all/20260225/6114259/1
    --------------------------
    LOA M346FA .....
    -
    https://www.indomiliter.com/wp-content/uploads/2026/02/Photo_Signing-Ceremony_Letter-of-Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpg
    -
    https://img-s-msn-com.akamaized.net/tenant/amp/entityid/AA1VIflp.img?w=768&h=432&m=6&x=395&y=259&s=215&d=76
    -
    https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiM_xCoQ3XFRdymrLVwgcKBAjWnMy_8pl7m4Gmyk9T4hEteLXwgKlita-YflWudvDvkNqAe53qX3BNhze7VlNiCH5EoEWknHL7ZqC-p2bFZUUj8X3PoHNMchCnDDJ37nNrGS0FkoXeCPQp8jB_O3K7Q7FME9YNkbk62rsuauglHS6C1x374Zt7foRRirU1x/s567/Photo_Signing%20Ceremony_Letter%20of%20Award_Indonesia_Leonardo_M-346F.jpeg
    ---------------------------
    2025 TAI DAN KEMENHAN RI =
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    48 KAAN GEN 5
    11 Haziran 2025 tarihinde Endonezya Savunma Bakanlığı ile imzaladığımız ve toplamda 48 adet KAAN uçağına yönelik iş birliğini kapsayan “Devletten Devlete (G2G) Tedarik Anlaşması” doğrultusunda; bu anlaşmanın tüm detaylarını ve teknik eklerini içeren ticari sözleşmenin imza törenini bugün itibarıyla gerçekleştirdik.
    --------------------------
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    42 RAFALE RESMI DASSAULT GEN 4.5
    6 RAFALE SEPTEMBER 2022
    18 RAFALE AGUSTUS 2023
    18 RAFALE JANUARI 2024
    DASSAULT AVIATION = 42 RAFALE
    (Saint-Cloud, le 8 Janvier 2024) – La dernière tranche de 18 Rafale pour l’Indonésie est entrée en vigueur ce jour. Elle fait suite à l’entrée en vigueur, en septembre 2022 et en août 2023, de la première et de la deuxième tranche de 6 et 18 Rafale, et vient ainsi compléter le NOmbre d’avions en commande pour l’Indonésie dans le cadre du contrat signé en février 2022 pour l’acquisition de 42 Rafale

    BalasHapus
  29. Jika AS akui di pihak pemenang beerti INDIANESIA pihak yang KALAH....HAHAHAHHA



    AS Klaim "Menang" Deal Dagang dengan RI, Trump Banjir Pujian Pengusaha

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260224134554-4-713422/as-klaim-menang-deal-dagang-dengan-ri-trump-banjir-pujian-pengusaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      -
      2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
      https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      ----------------
      GEMPURWIRA26 Juni 2025 pukul 10.06
      GORILLA MISKIN PENCURI BERAS MALAYDESH mulai Panik... 3 BUAH LCS ON THE WAY... 😎😎🇲🇾🇲🇾
      --------
      GEMPURWIRA26 Juni 2025 pukul 08.56
      PROGRAM LCS....😎😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      1.LCS 1 - TURUN DI AIR
      2. LCS 2 - TURUN DI AIR
      3. LCS 3 - bentuk fizikal kapal sudah kelihatan
      --------
      MMW9 Mei 2025 pukul 08.32
      GEMPURWIRA9 Mei 2025 pukul 07.33
      LCS 2 sudah selamat diturunkan ke AIR...GORILLA makin menangis TERSAKITI....HAHAHAHAH
      https://www.facebook.com/reel/2131741567302653
      Alhamdulillah....
      Program kita jalan terus Bro....
      Lantak la apa KONOHA nak cakap dan nak HOAXkan...
      Kita jalan terus!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------
      MMW9 Mei 2025 pukul 08.35
      GEMPURWIRA9 Mei 2025 pukul 07.33
      LCS 2 sudah selamat diturunkan ke AIR...GORILLA makin menangis TERSAKITI....HAHAHAHAH
      https://www.facebook.com/reel/2131741567302653
      Aku kat Langkawi ni Bro... tengah tengok persediaan LIMA 2025.
      Tunggu LIMA 2025... banyak perancangan kita yang akan kita zahirkan.
      KITA JALAN TERUS!!!
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
      --------
      MMW9 Mei 2025 pukul 11.02
      KAMI JALAN TERUS BRO... JALAN TERUS!
      Kami peduli apa korang cakap....KAMI JALAN TERUS!
      🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

      Hapus
    2. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      -
      2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
      https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      ----------------
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 10.30
      Tahun depan 2024
      18 SPH
      12 HELIKOPTER CSAR
      50-60 KENDERAAN ARMOR
      3 KAPAL LMS BATCH 2
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 09.48
      Psssttttt..... 18 buah SPH beli CASH ya guys bukan HUTANG... 🤣🤣🤣🤣
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 13.23
      Alhamdulilah MALAYDESH shoping SPH CASH guys.... Kalis NGUTANG... 😎😎😎😎
      -
      GEMPURWIRA14 Desember 2023 pukul 08.40
      18 buah puan syukur beli CASH...
      dari NGUTANG yang di bebankan rakyat tanggung BEBAN HUTANG alutsista puluhan tahun hingga 2044... 🤣🤣🤣🤣🤣
      -
      SPH CAESAR =
      GEMPURWIRA 2 April 2022 pukul 19.36
      Wkwkwkwkkw.... MALAYDESH SHOPING SPH guys.... ORANG KAYA
      -
      SPH YAVUZ =
      GEMPURWIRA 18 April 2022 pukul 12.26
      SPH Masuk dalam aset terbaru ya guys... Shoping lagi. Wkwkkwkwkwkw
      -
      SPH EVA =
      GEMPURWIRA 14 September 2022 pukul 07.29
      Video Eva SPH yang di runding oleh MALAYDESH guys.... pengisian peluru Auto guys

      Hapus
    3. KLAIM CASH = 🦧GORILA HUTANG ASET MILITER
      -
      1. 🇹🇷 Turki (LMS Batch 2)
      Model: G2G (Antar Pemerintah) via SSB.
      Bunga: 4% – 6% (Fixed/OECD CIRR).
      Tenor: 10 – 15 Tahun.
      -
      2. 🇰🇷 Korea Selatan (Pesawat FA-50)
      Model: Hybrid (Kredit KEXIM & Barter CPO 50%).
      Biaya: Management Fee sangat rendah (0,10% - 0,50%).
      -
      3. 🇬🇧 Inggris (Standar UKEF)
      Syarat: Wajib DP 15% (Standar OECD).
      Bunga: Stabil, mengikuti National Loans Fund.
      -
      4. 🇨🇳 China (LMS Batch 1)
      Model: 100% Kredit Ekspor (China Eximbank).
      Bunga: Sangat murah (3,5% Fixed).
      Tenor: 10 Tahun.
      -
      5. 🇵🇱 Polandia (Tank PT-91M)
      Model: DP 15% + Barter CPO (30-40%).
      Tenor: 10 Tahun cicilan.
      -
      6. 🇩🇪 Jerman (Kedah-Class)
      Model: Kredit Komersial dijamin negara (Euler Hermes).
      Pendana: Deutsche Bank & Konsorsium.
      -
      7. Kredit Sindikasi (Proyek LCS)
      Model: Konsorsium Bank Domestik/Intl (Skala Masif).
      Bunga: 6% (Saldo Menurun).
      Tenor: 15 Tahun (Akibat penundaan proyek).
      ------------------
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      The suspension comes following allegations of bribery linked to army procurement projects, with the Malaydeshn Anti-Corruption Commission (MACC) raiding several firms suspected of involvement in a bribery scheme and freezing six bank accounts belonging to a suspect and their family members.
      https://www.reuters.com/world/asia-pacific/malaydesh-freezes-army-police-procurement-decisions-linked-corruption-pm-says-2026-01-16/#:~:text=Malaydesh%20freezes%20army%20and%20police,Reuters
      -
      2026 PM BEKUKAN PENGADAAN =
      https://www.youtube.com/watch?v=ecL7_O1Wn1k
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders.
      “Mindef has also taken serious note of Prime Minister Anwar Ibrahim’s statement regarding the leakage in expenditure at the Budget 2023 dialogue on Tuesday,” it said in a statement today
      ----------------
      🦧GORILA KLAIM =
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      LEBIH CEPAT DELIVERY FA50M
      -
      GEMPURWIRA22 Februari 2025 pukul 07.40
      Nampak tak cara layanan Korea sama MALAYDESH.... Mereka siapkan segera FA-50M BLOCK 20 MALAYDESH....
      Kerana MALAYDESH ada wang bayar CASH bukan HUTANG macam INDIANESIA.. 😎😎🇲🇾🇲🇾
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 09.03
      Dulu kan saya dah kata.
      Kontrak kami ada isi (ada wang).
      Kontrak kamu kosong! Kena tunggu PSP. Kena tunggu uang diberi lender.🤣🤣🤣🤣🤣
      Lepas ni kami akan sign kontrak utk batch kedua F/A-50M.
      RMK13 pula tender utk 5th gen dibuka. Kamu dpt Rafale 4.5 gen. Kami dpt 5gen terus 🤣🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.49
      Bro.... aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 🤣🤣🤣
      -
      MMW22 Februari 2025 pukul 08.51
      Aku teringin tengok Panglima TNI AU melawat progress produksi Rafale.
      Kalau ada gambar, post le.
      Admin sila bantu! 😅😅😅😅

      Hapus
    4. INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP
      --------------
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      =============
      =============
      MALAYDESH = OVERLIMITS DEBT = HUTANG BAYAR HUTANG
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      GOV. DEBT : 69% OF GDP = HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

      Hapus
    5. 5x PM BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      6x MOD BUAL MRCA LCS SPH MRSS = 2025 ZONK
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      5x GANTI PM = 84,3% TO GDP
      5x GANTI MOF = KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      -
      5x GANTI PM = TIDAK BAYAR HUTANG TERTUNGGAK
      6x GANTI MOD = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      ----------------
      MRCA 2025-2017= ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      LCS 2025-2011 = ZONK = MANGKRAK
      5x GANTI PM
      6x GANTI MOD
      -
      SPH 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      -
      MRSS/LPD 2025-2016 = ZONK = NO PROCUREMENT
      5x GANTI PM
      5x GANTI MOD
      ----------------
      1.RASIO HUTANG 84.3% DARI GDP
      2. HUTANG NEGARA RM 1,65 TRLLIUN
      3. HUTANG 1MDB RM 18,2 BILLION
      4. TUNGGAKAN SEWA SABAH USD 15 BILLION
      5. HUTANG KERAJAAN PERSEKUTUAN 60.4%
      6. SEWA SIMULATOR MKM
      7. PESAWAT MIG GROUNDED
      8. SEWA MOTOR POLIS
      9. PESAWAT MB339CM GROUNDED
      10. NURI GROUNDED SEWA BLACKHAWK
      11. FIVE PROCUREMENT CANCELLED
      12. 48 PESAWAT SKYHAWK HILANG
      13. MESIN JET 2 BUAH HILANG
      14. NO MARINIR NO AMPHIBIOUS NAVAL PLATFORM
      15. NO LST
      16. NO LPD – NGEMIS LPD USA
      17. NO TANKER
      18. NO KCR
      19. MONUMEN MIG29M UNTUK JIMAT KOS
      20. NO SPH
      21. SUBMARINE DEFACT MEMBUNUH WANITA HAMIL
      22. NO HELLFIRE
      23. NO MPA ATR72 DELAYED
      24. NO HIDRO-OSEANOGRAFI SEWA KAPAL HIDRO
      25. NO HELI HEAVY ATTACK NGEMIS AH1Z
      26. NO M3 AMPHIBIUS RIG
      27. LCS MANGKRAK KARATAN
      28. OPV MANGKRAK
      29. TANK MOGOK STOP SPARE PARTS
      30. CN 235 MSA VERSI MSI USA
      31. SEWA MOTOR MILITARY POLICE
      32. RADAR GIFTED PAID USA
      33. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      34. SEWA VVSHORAD
      35. SEWA TRUK 3 TON
      36. 4X4 SEWA 6X6 CANCELLED
      37. C130H DIGANTI 2045
      38. TEMBAK GRANAT BOM PASUKAN SEMDIRI
      39. NO DRONE UCAV – ANKA ISR OMPONG
      40. SEWA BLACKHAWK SEWA AW159
      41. NO TRACKED SPH
      42. SEWA SIMULATOR HELI
      43. SPH CANCELLED
      44. SCORPION V150 CONDOR SIMBAS RETIRED
      45. NO PESAWAT COIN
      46. PILATUS MK II KARATAN
      47. PENCEROBOHAN 43X BTA 316 HARI
      48. SEWA AW139 SEWA COLIBRI
      49. MRSS LMS B2 UAV ANKA HELI MENUNGGU 2026-2030
      50. OPV DIBAYAR 3 JADI 1 SEWA BOAT
      51. LYNX GROUNDED
      52. MRCA CANCELLED SEWA PESAWAT ITTC
      53. MICA CANCELLED NSM CANCELLED
      54. NO LRAD NO MRAD JUST VSHORAD
      55. PRANK UN PRANK TURKEY PRANK PERANCIS PRANK SLOVAKIA
      56. 4X NGEMIS F18 KUWAIT
      57. MENUNGGU 2050 KAPAL SELAM
      58. NO TANK AMPHIBI AV8 MOGOK BERASAP
      59. 84% NO SAVING EVERY MONTH
      60. OVER LIMIT DEBT 65,6% (LIMIT DEBT 65%)
      61. MKM BARTER PALM OIL
      62. MIG29N BARTER PALM OIL
      63. A400M PEMBAYARAN BERPERINGKAT (HUTANG)
      64. SCORPENE BARTER PALM OIL
      65. PT91M BARTER PALM OIL RUBBER
      67. FA50M BARTER PALM OIL
      ===================
      SEWA = HUTANG 84.3% DARI GDP = NO SHOPPING
      1. SEWA 28 HELI
      2. SEWA L39 ITCC
      3. SEWA EC120B
      4. SEWA FLIGHT SIMULATION TRAINING DEVICE (FSTD)
      5. SEWA 1 UNIT SISTEM SIMULATOR EC120B
      6. SEWA HOVERCRAFT
      7. SEWA AW139
      8. SEWA FAST INTERCEPTOR BOAT (FIB)
      9. SEWA UTILITY BOAT
      10. SEWA RIGID HULL FENDER BOAT (RHFB)
      11. SEWA ROVER FIBER GLASS (ROVER)
      12. SEWA MV AISHAH AIM 4
      13. SEWA BMW R1250RT
      14. SEWA 4x4 VECHICLE
      15. SEWA VSHORAD
      16. SEWA TRUCK
      17. SEWA HONDA CIVIC
      18. SEWA PATROL BOATS
      19. SEWA OUTBOARD MOTORS
      20. SEWA TRAILERS
      21. SEWA SUPERBIKES
      22. SEWA SIMULATOR MKM
      23. SEWA 12 AW149 TUDM
      24. SEWA 4 AW139 TUDM
      25. SEWA 5 EC120B TUDM
      26. SEWA 2 AW159 TLDM
      27. SEWA 4 UH-60A TDM
      28. SEWA 12 AW149 TDM
      29. SEWA 4 AW139 BOMBA
      30. SEWA 2 AW159 MMEA
      31. SEWA 7 BELL429 POLIS
      32. SEWA MOTOR POLIS


      Hapus
  30. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
    -
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
    ________________________________________
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  31. Jika AS akui di pihak pemenang beerti INDIANESIA pihak yang KALAH....HAHAHAHHA



    AS Klaim "Menang" Deal Dagang dengan RI, Trump Banjir Pujian Pengusaha

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20260224134554-4-713422/as-klaim-menang-deal-dagang-dengan-ri-trump-banjir-pujian-pengusaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      2026 PM says =
      MISKIN ...... 2026 = FREEZES PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR, Jan 16 (Reuters) - The procurement decisions of the Malaydeshn armed forces and the police linked to a corruption probed will be temporarily frozen until they fully comply with related rules, state media reported, citing Prime Minister Anwar Ibrahim.
      ------------------
      2023 PM says =
      MISKIN ...... 2023 = CANCELLED 5 (FIVE) PROCUREMENT
      -
      KUALA LUMPUR:
      The defence ministry has 2023 = CANCELLED FIVE PROCUREMENT tenders for supplies, services and infrastructure projects. The cancellations were to avoid leakages in expenditure, and were in line with a policy of procurement through open tenders

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ==============
      ==============
      DAFTAR PENGADAAN ALUTSISTA ON PROGRESS
      2 KRI Frigate Brawijaya Class dari Italia
      2 KRI Frigate Merah Putih dari PT PAL
      2 KRI Frigate Istif Class dari Turkiye
      1 KRI Rigel Class dari Palindo/Jerman
      2 KRI Kapal Cepat Rudal dari Turkiye
      1 KRI Kapal Cepat Rudal dari Tesco Bekasi
      2 KS Scorpene dari Perancis & PT PAL
      1 Kapal Induk Giribaldi dari Italia
      1 Kapal LHD Helikopter dari PT PAL
      42 Jet Tempur Rafale dari Perancis
      48 Jet Tempur IFX kerjasama Korsel RI
      48 Jet Tempur KHAAN dari Turkiye
      6 Jet Tempur T50 dari Korsel
      2 Pesawat angkut A400M dari Spanyol
      13 Radar GCI dari Thales Perancis
      12 Radar Retia dari Retia
      3 Baterai Rudal Balistik KHAN Turkiye
      3 Baterai Rudal ADS Trisula dari Turkiye
      22 Helikopter Blackhawk dari AS
      12 Drone Anka dari Turkiye
      60 Drone Bayraktar TB3 dari Turkiye
      45 Rudal anti kapal Atmaca dari Turkiye

      Hapus
    3. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      USD 20 MILIAR versus USD 4,7 MILIAR
      ---------------------------
      PERBANDINGAN ANGGARAN PERTAHANAN ASEAN 2026 =
      -
      1. INDONESIA
      Rp 335,2 triliun (~USD 20 miliar). Lonjakan 37% dari 2025; fokus pada alutsista baru dan konsep pertahanan total.
      -
      2. SINGAPURA
      SGD 20 miliar (~USD 15 miliar). Konsisten 3–4% dari PDB; investasi jangka panjang untuk teknologi pertahanan canggih.
      -
      3. VIETNAM
      USD 6–7 miliar (estimasi). Tren meningkat, diproyeksi mencapai USD 10,2 miliar pada 2029; fokus pada Laut Cina Selatan.
      -
      4. THAILAND
      204,434 juta baht (~USD 5,7 miliar). Prioritas pada akuisisi jet Gripen dan modernisasi angkatan udara.
      -
      5. FILIPINA
      295–299 miliar (~USD 5,2 miliar). Naik 16% dari 2025; termasuk ₱40 miliar untuk program modernisasi AFP, dengan fokus pada penguatan airpower dan sistem pertahanan rudal
      -
      6. MALAYDESH
      RM 21,2–21,7 miliar (~USD 4,5–4,7 miliar). Fokus modernisasi bertahap: sistem pertahanan udara, kapal perang, dan kendaraan taktis

      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ----------------
      MALAYDESH = BATAS LIMIT 65%
      GOV. DEBT : 69%
      HOUSEHOLD DEBT : 84,3%
      =============
      ============
      INDONESIA = BATAS LIMIT 60%
      GOV. DEBT : 40% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 16% OF GDP

      Hapus
    5. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      2026 FREEZES PROCUREMENT - 2023 CANCELLED PROCUREMENT
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT = PER PEOPLE : RM 36,139
      HOUSEHOLD DEBT = PER PEOPLE : RM 45,859.
      GOV + HOUSEHOLD = PER PEOPLE : RM 81,998
      ---------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang akhir 2024: RM 1.25 triliun
      • Utang akhir Juni 2025: RM 1.30 triliun
      • Jumlah penduduk Malaydesh 2025 (perkiraan pertengahan tahun): 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      1.30 triliun = 1,300,000,000,000
      Per Orang = 1,300,000,000,000/35,977,838 : RM 36,139 per orang
      --------------
      1️⃣ DATA YANG DIGUNAKAN
      • Utang rumah tangga (akhir Maret 2025): RM 1.65 triliun
      • Persentase terhadap PDB: 84.3%
      • Jumlah penduduk Malaydesh pertengahan 2025: 35,977,838 jiwa
      2️⃣ Perhitungan utang per penduduk
      Utang per orang =1,650,000,000,000/35,977,838 : RM 45,859 per orang

      Hapus
  32. Resmi yaaa...bukan howaks haha!🤥😆🤥
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Malaysia batal Hornet Kuwait, MRCA dinilai semula

    DagangNews
    https://youtube.com/shorts/1HYFUmcMOls

    BalasHapus
  33. 33 VS 240 besar mana gaesz haha!😁🤣😁

    BalasHapus
  34. kita batal, ada gantinya
    lah sebelah kensel..langsung sepi..Kosonk tiada ganti haha!😝🤪😝

    BalasHapus
  35. ingat ya guys ayat LAWAK....

    "SEBENTAR LAGI J10 TERBANG DI UDARA JAKARTA"............HAHAHAHAHAHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      2025 = 84,3% DARI GDP
      MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------------------
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      TUDM SEWA =
      12 AW149
      4 AW139
      5 EC120B
      TLDM SEWA =
      2 AW159
      TDM SEWA =
      4 UH-60A
      12 AW149
      BOMBA SEWA =
      4 AW139
      POLIS SEWA =
      7 BELL429
      MMEA SEWA =
      2 AW159
      JABATAN PM SEWA =
      1 AW189

      Hapus
    3. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      TUDM SEWA =
      12 AW149
      4 AW139
      5 EC120B
      TLDM SEWA =
      2 AW159
      TDM SEWA =
      4 UH-60A
      12 AW149
      BOMBA SEWA =
      4 AW139
      POLIS SEWA =
      7 BELL429
      MMEA SEWA =
      2 AW159
      JABATAN PM SEWA =
      1 AW189
      https://www.facebook.com/share/p/gnmpDnsCCTn8tx6b/
      ---
      12 HELI AW 149 SEWA = The government has decided that RMAF will operate at least twelve Leonardo AW149 utility helicopters under a leasing programme mooted by the Prime Minister’s Department and the National Security Council, Armed Forces chief General TS Mohammad Ab Rahman said today.
      =============
      MENERUSI KAEDAH SEWA HELI LYNX = Panglima TLDM, terdapat kemungkinan angkatan itu mendapatkan helikopter baru itu menerusi kaedah SEWA apabila perkhidmatan helikopter Super Lynx Mk300 itu dihentikan secara berperingkat. Antara nama-nama helikopter yang disebut-sebut berpotensi untuk menggantikan helikopter Super Lynx milik TLDM adalah AW159 “Wildcat” yang dibangunkan oleh syarikat Leonardo.
      =============.
      2024 HELI DEBT HELI SEWA BEKAS BATAL = Tentera Darat MALAYDESH (TDM) kekal dengan pendirian mengusulkan pembatalan kontrak SEWAan helikopter Black Hawk kepada Kementerian Pertahanan berikutan kegagalan kontraktor memenuhi obligasi yang ditetapkan.
      =============
      SEWA HELI UH60A : Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      SEWA HELI AW139 : 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      SEWA HELI EC120B : Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      SEWA PESAWAT L39 ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.

      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      SEWA 53 HELI BEKAS
      TUDM SEWA =
      12 AW149
      4 AW139
      5 EC120B
      TLDM SEWA =
      2 AW159
      TDM SEWA =
      4 UH-60A
      12 AW149
      BOMBA SEWA =
      4 AW139
      POLIS SEWA =
      7 BELL429
      MMEA SEWA =
      2 AW159
      JABATAN PM SEWA =
      1 AW189
      https://www.facebook.com/share/p/gnmpDnsCCTn8tx6b/
      ---
      12 HELI AW 149 SEWA = The government has decided that RMAF will operate at least twelve Leonardo AW149 utility helicopters under a leasing programme mooted by the Prime Minister’s Department and the National Security Council, Armed Forces chief General TS Mohammad Ab Rahman said today.
      =============
      MENERUSI KAEDAH SEWA HELI LYNX = Panglima TLDM, terdapat kemungkinan angkatan itu mendapatkan helikopter baru itu menerusi kaedah SEWA apabila perkhidmatan helikopter Super Lynx Mk300 itu dihentikan secara berperingkat. Antara nama-nama helikopter yang disebut-sebut berpotensi untuk menggantikan helikopter Super Lynx milik TLDM adalah AW159 “Wildcat” yang dibangunkan oleh syarikat Leonardo.
      =============.
      2024 HELI DEBT HELI SEWA BEKAS BATAL = Tentera Darat MALAYDESH (TDM) kekal dengan pendirian mengusulkan pembatalan kontrak SEWAan helikopter Black Hawk kepada Kementerian Pertahanan berikutan kegagalan kontraktor memenuhi obligasi yang ditetapkan.
      =============
      SEWA HELI UH60A : Kementerian Pertahanan MALAYDESH pada 27 Mei 2023 lalu telah menandatangani perjanjian SEWA dengan penyedia layanan penerbangan lokal, Aerotree, untuk menyediakan empat helikopter bekas Sikorsky UH-60A+ Black Hawk.
      SEWA HELI AW139 : 4 buah Helikopter Leonardo AW 139 yang diperolehi secara SEWAan ini adalah untuk kegunaan Tentera Udara Diraja MALAYDESH (TUDM) yang akan ditempatkan di No.3 Skuadron, Pangkalan Udara Butterworth
      SEWA HELI EC120B : Kerajaan sebelum ini pernah menyewa Helikopter Latihan Airbus EC120B dan Flight Simulation Training Device (FSTD) Untuk Kegunaan Kursus Asas Juruterbang Helikopter TUDM. Selain itu, kerajaan turut pernah menyewa 5 unit Helikopter EC120B; 1 unit Sistem Simulator
      SEWA PESAWAT L39 ITTC is currently providing Fighter Lead-In Training (FLIT) to the Royal MALAYDESH Air Force in London, Ontario. ITTC operates a fleet of Aero Vodochody L-39 featuring upgraded avionics for the FLIT programme
      SEWA VVSHORAD SEWA TRUK
      The approved leasing deal for KTMB may tip the scale in favour of the truck and VVSHORAD proposals.
      SEWA PATROL BOATS : SEWA OUTBOARD MOTORS : SEWA TRAILERS
      Meanwhile, the division also published a tender for eleven glass reinforced plastic patrol boats together outboard motors, trailers and associated equipment
      SEWA BOAT SEWAan Bot Op Pasir merangkumi 10 unit Fast Interceptor Boat (FIB); 10 unit Utility Boat; 10 unit Rigid Hull Fender Boat (RHFB); 10 unit Rover Fiber Glass (Rover).
      SEWA HIDROGRAFI tugas pemetaan data batimetri bagi kawasan perairan negara akan dilakukan oleh sebuah kapal hidrografi moden, MV Aishah AIM 4, yang diperoleh menerusi kontrak SEWAan dari syarikat Breitlink Engineering Services Sdn Bhd (BESSB)
      SEWA 4x4 Pejabat perusahaan mengatakan kepada Janes di pameran bahwa Angkatan Bersenjata MALAYDESH sedang mencari untuk menyewa Tarantula
      SEWA MOTOR The Royal Military Police Corp (KPTD) celebrated the SEWA of 40 brand-new BMW R1250RT Superbikes for the Enforcement Motorcycle Squad on December 22nd, 2022.

      Hapus
  36. ingat yaa rafalemalaysia.com haha!👻🍌👻
    last last lenyappppp

    BalasHapus
  37. pssstttt...ada GORILLA klaim kita BATAL ada gantinya...GANTI apa ya....??? HAHAHAHAHAH

    Mau dibayar dengan apa ya...???....APBN saja DEFISIT parah... masa NGUTANG terusssss....HAHAHAHAH

    BalasHapus
    Balasan
    1. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      5x GANTI PM = AKAN
      6x GANTI MENHAN = AKAN
      PROCUREMENT = 2026 FREEZES : 2023 CANCELLED
      -
      2025 = 84,3% DARI GDP
      MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
      -
      PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
      MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
      97.000 EKSODUS = 2018-2026 HUTANG BAYAR HUTANG
      --------------------------
      SALAM NGEMIS F18 KUWAIT 2025-2017=
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      SALAM MANGKRAK LCS 2025-2011 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      6x GANTI MENTERI PERTAHANAN
      -
      MEMBUAL SPH 2025-2016 =
      5x GANTI PERDANA MENTERI
      5x GANTI MENTERI PERTAHANAN

      Hapus
    2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      DEBT 2019 = RM 1,25 TRILLION
      DEBT 2018 = RM 1,19 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ==========
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH , among other things.

      Hapus
    3. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
      -
      2005: Prank China (Rudal KS-1A)
      Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
      Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
      Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
      Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
      Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
      Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
      Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
      Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
      Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      -
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
      Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
      -
      2024–2025: Prank Black Hawk
      Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
      Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
      -
      2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
      Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
      Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
      -
      2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
      Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
      ________________________________________
      MALAYDESH UP TO =
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      DEBT 97% OF GDP
      Malaydesh's debt ratio could surge to almost 97% of GDP if government-linked guarantees materialize, a risk highlighted in the Ministry of Finance's (MOF) Fiscal Outlook 2026 report, although baseline projections show a gradual improvement in the debt trajectory. The report indicates that a "contingent-liability shock" from guarantees or other off-budget obligations could push the ratio significantly higher, amplifying debt-scarring effects.
      • Baseline projections:
      The MOF's baseline outlook projects a gradual improvement in the country's debt trajectory, with the government debt-to-GDP ratio expected to remain steady around 63.5% through 2026.
      • Stress test results:
      In a stress scenario, the debt-to-GDP ratio could reach 96.7% in 2027 if government guarantees materialize.
      • Risks:
      This surge reflects the "debt-scarring effect of additional borrowings to fulfil these obligations". A combined macroeconomic and fiscal shock, similar to the pandemic period, could raise the debt ratio to approximately 88% of GDP.
      • Government response:
      The MOF emphasizes that these stress tests underscore the importance of strengthening fiscal discipline and debt management to contain these risks and maintain debt sustainability

      Hapus
    4. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ---------------
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      DEFISIT FISKAL SEJAK 1998
      📉 Apa itu Defisit Fiskal dan Kenapa 1998 Penting?
      Defisit fiskal berlaku apabila perbelanjaan kerajaan melebihi pendapatan. Malaydesh mula mengalami defisit berterusan sejak Krisis Kewangan Asia 1997–1998, yang menyebabkan:
      • Kejatuhan nilai ringgit dan pasaran saham.
      • Penurunan hasil kerajaan akibat kelembapan ekonomi.
      • Peningkatan perbelanjaan untuk pemulihan ekonomi dan sokongan sosial.
      Sejak itu, Malaydesh tidak pernah mencatatkan lebihan fiskal, dan defisit kekal menjadi ciri belanjawan tahunan.
      📊 Implikasi Defisit Berterusan
      • Beban hutang meningkat: Untuk menampung defisit, kerajaan perlu berhutang, menyebabkan nisbah hutang kepada KDNK meningkat.
      • Keterbatasan fiskal: Kurang ruang untuk belanja pembangunan, pendidikan, kesihatan, dan infrastruktur.
      • Risiko kepada generasi akan datang: Sultan Ibrahim mempersoalkan sama ada hutang ini akan diwariskan kepada generasi muda.

      Hapus
    5. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
      -
      2005: Prank China (KS-1A)
      Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
      -
      2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
      Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
      -
      2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
      Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
      -
      2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
      “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
      -
      2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
      Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
      -
      2022: Prank India (HAL Tejas)
      Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
      -
      2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
      Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
      -
      2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
      Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
      =
      2023: Prank PBB (IAG Guardian)
      Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
      -
      2024–2025 Prank Black Hawk
      Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
      -
      2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
      Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
      -.
      2026 Pembekuan Pengadaan Massal
      Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
      ---------------
      SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
      📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
      Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
      Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
      Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
      📌 2. Dampak Ekonomi
      Negatif:
      Menambah beban utang luar negeri.
      Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
      Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
      📊 Alur Sederhana
      Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
      Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

      Hapus
    6. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
      IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
      IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
      -
      Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
      1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
      Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
      Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
      -
      2. Beban Utang Per Kapita
      Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
      -
      3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
      Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
      -
      4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
      Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
      MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
      LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
      SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
      Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
      ________________________________________
      MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
      -
      2026 = CANCELLED F18
      2025-2021 = NGEMIS F18
      2025-2021 = MEMBUAL F18
      -
      Sumber Berita Utama
      New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
      Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
      Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
      ________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
      pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
      -
      GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
      PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -18 BUAH SU30MKM
      -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
      -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
      -
      GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
      BEZA ya guys... HAHAHAHA
      MALAYDESH...
      F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
      -
      GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
      horeyyyyy...F18 come to PAPA
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
      Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
      39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
      -
      GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
      Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
      Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
      -
      sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
      Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
      -
      GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
      Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
      ________________________________________
      🤣ONTERUS TERHUBUNG = BATAL🤣

      Hapus
  38. ingat yaa yavuz sph uda sign,
    semakin hampirrrrr...pir stop kiri, nak turun kabur tetangga..kensel haha!🤣😄🤣

    BalasHapus
  39. ✅️INDONESIA .....CA$H haha!🤑💰🤑
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -

    ❌️negri🎰kasino genting pembual haha!🤥😆🤥
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI

    BalasHapus
  40. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    TIMELINE "PRANK" PERTAHANAN MALAYDESH (2005 – 2026)
    -
    2005: Prank China (Rudal KS-1A)
    Klaim: Najib Razak menyatakan setuju membeli rudal KS-1A dengan imbalan transfer teknologi.
    Hasil: Zonk. Tidak ada realisasi pembelian hingga dekade berikutnya.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Klaim: Mempersempit pilihan ke Rafale untuk 18 unit jet tempur (USD 2 miliar).
    Hasil: Mangkrak. Ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran akut.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Klaim: Penandatanganan Letter of Intent (LoI) untuk 20 unit artileri 155mm.
    Hasil: Batal. Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; beralih ke unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    Klaim: Pernyataan ketertarikan resmi dari pejabat Kemenhan Pakistan.
    Hasil: Prank. Tidak ada akuisisi, hanya sebatas wacana di media.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim: Janji penandatanganan kontrak kapal MRSS pada Agustus 2018.
    Hasil: Zonk. Hingga kini kontrak dengan PT PAL Indonesia tidak pernah terealisasi.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Klaim: Tejas jadi kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut.
    Hasil: Prank. Justru memilih FA-50 dari Korsel pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Klaim: Peninjauan rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm.
    Hasil: Batal. Diganti dengan sistem lain/dibatalkan total.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Klaim: Harapan penyelesaian kesepakatan pasokan artileri EVA.
    Hasil: Mangkrak. Tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    -
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Klaim: Pengiriman unit untuk misi UNIFIL.
    Hasil: Gagal Operasional. Dinyatakan tidak layak spek oleh PBB, berujung sanksi pemotongan biaya.
    -
    2024–2025: Prank Black Hawk
    Klaim: Rencana sewa 4 helikopter UH-60A Black Hawk dari Aerotree Defence untuk ganti helikopter Nuri.
    Hasil: Mangkrak. Proses berbelit dan tidak ada kepastian unit tiba.
    -
    2026: Prank Kuwait (F/A-18 Hornet) – UPDATE
    Klaim: Ketertarikan kuat membeli jet bekas Kuwait untuk penguatan instan.
    Hasil: Dibatalkan Resmi. Kabinet secara formal membatalkan rencana ini pada Februari 2026 karena masalah biaya logistik dan hasil evaluasi teknis yang buruk.
    -
    2026: Pembekuan Total (Anwar Ibrahim)
    Kejadian: PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan seluruh pengadaan militer akibat penyelidikan korupsi dan kartel di tubuh Kemenhan
    ________________________________________
    GOVERNMENT DEBT : 69% of GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% of GDP
    Federal Government Debt
    • End of 2024: RM 1.25 trillion
    • End of June 2025: RM 1.3 trillion
    • Projected Debt-to-GDP: 69% by the end of 2025
    Household Debt
    2025 : RM1.73 trillion, or 85.8% of GDP

    BalasHapus
  41. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    PRANK 🦧GORILA = 2005 – 2026
    -
    2005: Prank China (KS-1A)
    Najib Razak menyatakan Malaydesh setuju secara prinsip membeli rudal jarak menengah KS-1A dari China dengan imbalan transfer teknologi. Hasil: Tidak ada realisasi pembelian hingga saat ini.
    -
    2014: Prank Prancis (Dassault Rafale)
    Malaydesh dilaporkan mempersempit pilihan ke Dassault Rafale untuk pengadaan 18 jet tempur senilai USD 2 miliar. Hasil: Proyek ditunda tanpa batas waktu karena kendala anggaran.
    -
    2016: Prank Prancis (Nexter Caesar)
    Penandatanganan Letter of Intent (LoI) di DSA 2016 untuk 20 unit artileri Caesar 155mm. Hasil: Kontrak resmi tidak pernah ditandatangani; Malaydesh akhirnya memilih unit lain.
    -
    2017: Prank Pakistan (JF-17 Thunder)
    “The MALAYDESH government has shown interest in buying the JF-17 Thunder aircraft from Pakistan but the deal is yet to be finalized,” a senior Pakistan Ministry of Defense Production official told Arab News. Hasil: Malaydesh tiada akusisi jet tersebut.
    -
    2018: Prank Indonesia (PT PAL MRSS)
    Klaim bahwa kontrak kapal MRSS akan ditandatangani Agustus 2018. Hasil: Hingga saat ini, kontrak tersebut tidak pernah terealisasi dengan PT PAL.
    -
    2022: Prank India (HAL Tejas)
    Malaydesh mengidentifikasi Tejas sebagai kandidat kuat pengganti MiG-29 dan masuk tahap negosiasi lanjut. Hasil: Malaydesh justru memilih FA-50 Block 20 dari Korea Selatan pada 2023.
    -
    2022: Prank Turki (MKE Yavuz)
    Kemenhan Malaydesh meninjau ulang rencana akuisisi artileri Yavuz 155mm setelah sebelumnya dikabarkan akan dibeli. Hasil: Dibatalkan/diganti dengan sistem lain.
    -
    2022: Prank Slovakia (EVA 155mm)
    Malaydesh diharapkan menyelesaikan kesepakatan untuk pasokan EVA 155mm. Hasil: Senasib dengan Yavuz, tidak ada kelanjutan kontrak yang nyata.
    =
    2023: Prank PBB (IAG Guardian)
    Sembilan kendaraan IAG Guardian yang dikirim untuk misi PBB (UNIFIL) dinyatakan tidak memenuhi persyaratan operasional, berujung pada sanksi pemotongan biaya operasional.
    -
    2024–2025 Prank Black Hawk
    Ini menjadi salah satu "prank" terbesar baru-baru ini. Malaydesh berencana menyewa empat helikopter UH-60A Black Hawk dari perusahaan lokal Aerotree Defence & Services untuk menggantikan helikopter Nuri yang sudah tua.
    -
    2024–2025 Prank Kuwait - Jet Tempur F/A-18 Hornet
    Malaydesh menunjukkan ketertarikan kuat untuk membeli jet tempur F/A-18 Hornet bekas milik Angkatan Udara Kuwait untuk menambah kekuatan udara mereka secara instan.
    -.
    2026 Pembekuan Pengadaan Massal
    Kejadian: Pada awal 2026, PM Anwar Ibrahim mengumumkan pembekuan semua keputusan pengadaan militer karena adanya penyelidikan dugaan korupsi dan kartel dalam kementerian pertahanan. Ini berdampak pada rencana-rencana yang sedang dibahas sepanjang 2024 dan 2025.
    ---------------
    SUBSIDI = HUTANG LUAR NEGERI
    📌 1. Subsidi Besar Membebani Anggaran
    Malaydesh memiliki subsidi energi, pangan, dan transportasi yang cukup besar
    Ketika harga minyak dunia naik atau inflasi meningkat, beban subsidi melonjak.
    Akibatnya, belanja pemerintah lebih tinggi daripada penerimaan pajak dan non-pajak, sehingga timbul defisit fiskal.
    📌 2. Dampak Ekonomi
    Negatif:
    Menambah beban utang luar negeri.
    Membuat Malaydesh lebih sensitif terhadap suku bunga global dan nilai tukar.
    Jika defisit terus melebar, risiko fiskal meningkat.
    📊 Alur Sederhana
    Subsidi besar → Defisit fiskal melebar → Pemerintah butuh dana → Penerbitan obligasi internasional → Dana masuk untuk menutup defisit & menjaga subsidi.
    Singkatnya, subsidi besar memperlebar defisit fiskal Malaydesh, dan untuk menutup kekurangan itu pemerintah menerbitkan obligasi internasional sebagai sumber pembiayaan eksternal

    BalasHapus
  42. KD Mangkrakkaratlelah....😂😂🤣🤪
    Konon kapal baru, padahal TUA...15 tahun lalu..😂😂🤣🤪

    BalasHapus
  43. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    ________________________________________
    1. Status Pengadaan & Akuisisi Alutsista
    Indonesia (Proaktif & Nyata):
    Realisasi Kontrak Rafale: Komitmen penuh terhadap 42 unit Dassault Rafale (telah masuk fase aktivasi kontrak).
    Investasi KAAN : Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 5 bersama Turki.
    Investasi KF-21 Boramae: Keterlibatan aktif dalam pengembangan jet tempur generasi 4.5 bersama Korea Selatan.
    -
    Malaydesh (Reaktif & Stagnan):
    Ketergantungan Alutsista Tua: Masih mengandalkan armada F-18 Hornet dan Su-30MKM tanpa kepastian pengganti.
    Vakum MRCA: Program Multi-Role Combat Aircraft tidak mengalami kemajuan nyata sejak 2017.
    Krisis Identitas: Sering berganti-ganti kandidat (dari Rafale, Typhoon, hingga Tejas) namun berakhir tanpa tanda tangan kontrak formal.
    ________________________________________
    2. Skala Prioritas & Manajemen Fiskal
    Indonesia (Disiplin & Stabil):
    Disiplin Fiskal: Menjaga rasio utang dan anggaran untuk memastikan termin pembayaran alutsista baru berjalan lancar.
    Kepastian Anggaran: Alokasi dana difokuskan pada pembelian unit baru untuk menjamin usia pakai yang panjang.
    -
    Malaydesh (Spiral Utang & Spekulatif):
    Skema Sewa (Leasing): Terjebak pada rencana penyewaan helikopter (seperti kasus Black Hawk) yang seringkali tidak efektif secara biaya.
    Berburu Barang Bekas: Upaya mengakuisisi jet bekas (Hornet Kuwait) yang seringkali gagal karena kendala teknis, logistik, atau izin pihak ketiga.
    ________________________________________
    3. Visi Jangka Panjang & Industri Dalam Negeri
    Indonesia (Kemandirian Strategis):
    Penguatan Industri Lokal: Memaksimalkan peran PT PAL (kapal), PT DI (pesawat), dan PT Pindad (kendaraan tempur/artileri).
    Transfer Teknologi (ToT): Setiap pembelian besar diwajibkan menyertakan skema ToT untuk memperkuat teknisi dalam negeri.
    -
    Malaydesh (Kegagalan Kolaborasi):
    Proyek Mangkrak: Kegagalan manajemen pada proyek besar seperti LCS (kapal perang) yang terbengkalai bertahun-tahun.
    Wacana Kolaborasi: Banyak rencana kerja sama (seperti MRSS dengan PT PAL) yang hanya berakhir di atas kertas tanpa realisasi fisik.
    ________________________________________
    4. Keandalan Operasional di Lapangan
    Indonesia: Fokus pada pembaruan teknologi terkini (Radar AESA, persenjataan presisi) melalui pesawat baru (Rafale/KAAN/KF21).
    -
    Malaydesh: Menghadapi risiko penurunan kesiapan tempur (readiness) akibat armada tua dan kegagalan sistem pendukung
    ________________________________________
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    -
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
    ________________________________________
    🤣ONTERUS TERHUBUNG = BATAL🤣

    BalasHapus
  44. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    Perbandingan kondisi ekonomi dan pengadaan militer antara Indonesia dan Malaydesh:
    1. Perbandingan Kesehatan Fiskal
    Indonesia: Berada dalam zona aman dengan rasio utang pemerintah 40% dari PDB, jauh di bawah batas limit undang-undang sebesar 60%. Utang rumah tangga juga sangat rendah (16% dari PDB), menunjukkan daya beli yang lebih mandiri.
    Malaydesh: Mengalami kondisi "Overlimit". Rasio utang pemerintah mencapai 69% (melampaui batas 65%) dan utang rumah tangga sangat ekstrem di angka 84,3% - 85,8% dari PDB.
    -
    2. Beban Utang Per Kapita
    Malaydesh menghadapi tekanan berat di mana setiap warga negara menanggung beban utang kumulatif sebesar RM 81.998 (RM 36.139 utang pemerintah + RM 45.859 utang rumah tangga). Hal ini mengindikasikan ketergantungan tinggi pada kredit untuk gaya hidup dan operasional negara.
    -
    3. Gagal Bayar & Defisit Pembangunan
    Data menunjukkan tren "Hutang Bayar Hutang" di Malaydesh sejak 2010 hingga 2025 dengan kenaikan konsisten dari USD 150 miliar ke USD 375 miliar. Meskipun terjadi 5 kali pergantian Perdana Menteri (PM) dan Menteri Keuangan (MOF), klaim pelunasan utang tahun 2053 dinilai gagal karena utang terus bertambah.
    -
    4. Dampak pada Militer (Status Zonk)
    Akibat "Kekangan Kewangan" (krisis keuangan), proyek strategis pertahanan Malaydesh mengalami kegagalan total (Zonk/Mangkrak):
    MRCA (Pesawat Tempur): Tidak ada pengadaan sejak 2017.
    LCS (Kapal Perang): Proyek mangkrak sejak 2011.
    SPH & MRSS: Tanpa kepastian pengadaan sejak 2016.
    Kesimpulan Akhir: Sementara Indonesia menjaga disiplin fiskal untuk stabilitas jangka panjang, Malaydesh terjebak dalam spiral utang yang melumpuhkan kemampuan belanja modal negara, terutama dalam modernisasi alutsista yang hanya menjadi komoditas "bual" (janji kosong) politik.
    ________________________________________
    MEMALUKAN ASEAN ...... NGEMIS 4x = BATAL
    -
    2026 = CANCELLED F18
    2025-2021 = NGEMIS F18
    2025-2021 = MEMBUAL F18
    -
    Sumber Berita Utama
    New Straits Times (NST): Laporan berjudul "Govt scraps plan to acquire Kuwait's used F/A-18 Hornets" yang diterbitkan pada 26 Februari 2026.
    Bernama: Kantor berita nasional Malaydesh yang melaporkan penggulungan perdebatan tingkat komite RUU Perbekalan Tambahan di Dewan Rakyat.
    Militarnyi & Defense Blog: Portal berita pertahanan internasional yang merangkum keputusan pemerintah Malaydesh berdasarkan laporan teknis dari TUDM.
    ________________________________________GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA24 Juli 2025 pukul 18.11
    PADU GUYS....😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -18 BUAH SU30MKM
    -38 + 8 BUAH F18 HORNET C/D
    -18 BUAH FA-50 BLOCK 20 (AESA RADAR)
    -
    GEMPURWIRA20 Agustus 2025 pukul 10.00
    BEZA ya guys... HAHAHAHA
    MALAYDESH...
    F18 KUWAIT masih dipakai dan siap segera di pindahkan ke MALAYDESH nanti...
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 09.49
    horeyyyyy...F18 come to PAPA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.08
    Come to papa F18C/D..... 😎😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA...
    ________________________________________
    🤣ONTERUS TERHUBUNG = BATAL🤣

    BalasHapus