02 Maret 2026

Uji Fungsi ROV dan AUV, Satran Koarmada II Tingkatkan Kesiapan Tindakan Perlawanan Ranjau

02 Maret 2026

KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 (photo: TNI AL)

TNI AL. Koarmada II -- Satuan Kapal Ranjau Koarmada II melaksanakan percobaan dan uji fungsi Remotely Operated Vehicle (ROV) dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang melibatkan KRI Pulau Fani-731, KRI Pulau Fanildo-732, KRI Pulau Rupat-712, serta Satkoppeba Koarmada II pada 24–25 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dan material dalam mendukung operasi Tindakan Perlawanan Ranjau.

KRI Pulau Rupat-712 (photo: TNI AL)

Pada hari pertama, seluruh unsur melaksanakan pengoperasian ROV yang diawali dengan pengecekan awal, pemasangan peralatan, hingga uji operasional di Kolam Renang Tirto Segoro dan Kolam Base In. ROV yang digunakan antara lain tipe Teledyne Seabotix vLBV 300 pada KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, Teledyne Seabotix vLBV 950 pada KRI Pulau Rupat-712, serta Exail R7 milik Satkoppeba.


Memasuki hari kedua, KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 melaksanakan percobaan AUV di Dermaga Halong dengan dukungan prajurit Satkoppeba serta pengawasan teknis dari personel Dissenlek Koarmada II. Kegiatan diawali dengan perangkaian sistem, pre-flight check, kalibrasi, hingga tahap peluncuran AUV sebagai bagian dari prosedur standar pengoperasian.


ROV dan AUV merupakan wahana penting dalam operasi pemburuan ranjau laut. AUV berfungsi sebagai sarana deteksi awal saat mine hunting, sedangkan ROV digunakan untuk identifikasi serta netralisasi ranjau apabila dilengkapi bahan peledak (Mine Disposal Vehicle). Melalui uji fungsi ini, diharapkan kesiapan tempur unsur Satran Koarmada II semakin optimal dalam menghadapi potensi ancaman ranjau di wilayah perairan.


Di tempat terpisah, Dansatran Koarmada II Kolonel Laut (P) M. Sati Lubis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi penekanan Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., agar seluruh unsur jajaran Koarmada II senantiasa menjaga kesiapan operasional baik personel maupun alutsista.

5 komentar:

  1. 2025 : CANCELLED F18 KUWAIT
    2025 : F18 CRASH BIRD STRIKE
    2003 : F18 RUNWAY SKID IN KUCHING DUE TO TIRE BURST.
    2017 : F18 EMERGENCY LANDING DUE TO LANDING GEAR ISSUE.
    2019 : F18 TURBINE FAILURE DURING TAKEOFF AT LIMA AIRSHOW.
    -----
    RMAF F/A-18D Hornet Crash
    • Date: August 21, 2025
    • Location: Kuantan Air Base, Malaydesh
    • Aircraft: F/A-18D Hornet (two-seater variant)
    • Event: The jet burst into flames during takeoff and crashed shortly after.
    🐦 Cause of the Crash
    • Confirmed Cause: A bird strike
    • Details:
    o A purple heron collided with the aircraft’s left engine during takeoff.
    o The bird strike occurred at a critical moment when the jet was accelerating at 146 knots and had just lifted to about 10 meters altitude.
    o The crew ejected approximately 50 meters from the aircraft.
    • Investigation:
    o Conducted by RMAF with support from STRIDE, the Chemistry Department, Perhilitan (wildlife agency), and the U.S. Navy.
    o Bone fragments from the bird were analyzed to confirm species.
    🧭 Aftermath
    • Safety Record: This was the first crash of an RMAF F/A-18D Hornet since its induction.
    • Previous Incidents:
    o 2003: Runway skid in Kuching due to tire burst.
    o 2017: Emergency landing due to landing gear issue.
    o 2019: Turbine failure during takeoff at LIMA airshow.
    ________________________________________
    IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    INDONESIA .....
    11 SU-35 > 42 RAFALE
    12 MIRAGE 2000-5 > 48 KAAN
    42 J-10CE > 48 KF-21 BORAMAE BLOCK II
    24 F-15IDN > 24 M-346F
    -
    MALAYDESH.......
    F18 KUWAIT = CANCELLED
    JF17 = PRANK
    RAFALE = PRANK
    TYPHOON = PRANK
    GRIPEN = PRANK
    TEJAS = PRANK
    MIG29N = TIADA GANTI
    FA50MURAH = DIBLOKIR USA
    ________________________________________
    GEMPURWIRA26 Agustus 2025 pukul 18.13
    pasti rasa sedihkan GORILLA MISKIN..... yang Program F18 KUWAIT ON terusssss.....HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA28 Oktober 2024 pukul 12.50
    39 buah + 8 buah..... Banyak woiiii.... 😎😎🇲🇾🇲🇾🇲🇾
    -
    GEMPURWIRA4 Maret 2023 pukul 07.40
    Mantap...... Sokongan penuh pada penambahan pesawat F18....
    Yang hanya mampu shoping drone kecil tu tepi sikit ya.... Hahhahahha
    -
    sandstorm719 Desember 2022 pukul 06.58
    Ia yg penting lgi bs terbang engak ada masalah loh...
    -
    GEMPURWIRA 23 Desember 2021 12.33
    Nampaknya MALAYDESH sudah berhubung dengan pihak kuwait.. Semoga BERJAYA.
    ________________________________________
    🤣2026 : BATAL = 2025 : CRASH BIRD STRIKE🤣

    BalasHapus
  2. IDN : SHOPPING VERSUS MY : CANCELLING
    IDN : BUYING VERSUS MY : LEASING
    IDN : PROCUREMENT VERSUS MY : RETIREMENT
    -
    RADIUS GARIBALDI+60 TB3+9 AKINCI =
    ASEAN (Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar)
    AUSTRALIA
    ASIA TIMUR DAN SELATAN
    -
    Kombinasi 60 unit Bayraktar TB3 dan 9 unit Bayraktar Akıncı yang dioperasikan dari kapal induk seperti ITS Garibaldi (atau platform serupa di masa depan) merupakan lompatan strategis yang menempatkan hampir seluruh wilayah Asia Tenggara dan sekitarnya dalam jangkauan pemantauan dan serangan presisi Indonesia.
    Berikut adalah daftar negara yang masuk dalam jangkauan operasional jika aset ini disebar di titik strategis atau dibawa oleh kapal induk:
    -
    1. Jangkauan Drone Akıncı (Strategis - Jarak Jauh)
    Dengan jangkauan terbang hingga 7.500 km dan kemampuan terbang di ketinggian 40.000 kaki, Akıncı yang berpangkalan di wilayah kedaulatan Indonesia (seperti Natuna atau Sabang) secara teknis dapat menjangkau:
    Seluruh Negara ASEAN: Malaydesh, Singapura, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, Laos, dan Myanmar.
    Australia Bagian Utara: Termasuk Darwin dan pangkalan militer di wilayah tersebut.
    Asia Timur & Selatan: Sebagian besar wilayah daratan India, Sri Lanka, serta area sensitif di Laut China Selatan hingga daratan Tiongkok bagian selatan.
    -
    2. Jangkauan Drone TB3 (Taktis - Kapal Induk)
    TB3 dirancang khusus dengan sayap lipat untuk beroperasi dari kapal dengan landasan pendek. Jika diduetkan dengan kapal seperti ITS Garibaldi yang bergerak di perairan internasional, jangkauannya menjadi tanpa batas (Global) selama kapal induk tersebut berada dalam radius 1.800+ km dari target.
    Negara Jiran Langsung: Malaydesh, Singapura, dan Timor Leste berada dalam jangkauan permanen dari pangkalan darat manapun di Indonesia.
    Titik Panas (Flashpoints): Seluruh gugusan Kepulauan Spratly dan Paracel di Laut China Selatan dapat dipantau 24 jam non-stop dari kapal induk yang berpatroli di Laut Natuna Utara.
    -
    Mengapa Ini Disebut "Game-Changing"?
    Daya Tahan Tinggi: TB3 mampu mengudara lebih dari 24 jam, sementara Akıncı memiliki daya tahan serupa dengan beban tempur yang jauh lebih berat (1.500 kg muatan).
    Kemandirian Produksi: Melalui Joint Venture Company (JVC) antara perusahaan Turki dan Republikorp Indonesia, Indonesia tidak hanya membeli unit tetapi juga memiliki kemampuan perakitan dan pemeliharaan lokal.
    Efek Deterens: Kehadiran 60 TB3 memungkinkan Indonesia melakukan saturasi udara (menyerang dengan jumlah besar sekaligus) yang sulit ditangkal oleh sistem pertahanan udara konvensional.
    ________________________________________
    GAME-CHANGING.....
    60 TB3
    9 AKINCI
    (DEFENCE SECURITY ASIA) – In a landmark move set to reshape the defense landscape of Southeast Asia, Indonesian and Turkish defense companies have sealed a pivotal agreement to forge a joint venture, spearheading the production, assembly, and maintenance of cutting-edge unmanned combat aerial vehicles (UCAVs) in the region.
    The agreement—sealed in the presence of Turkish President Recep Tayyip Erdoğan and Indonesian President Prabowo Subianto—ushers in a new era of defense collaboration, paving the way for Indonesia’s acquisition of up to 60 cutting-edge Bayraktar TB3 UCAVs and nine formidable Bayraktar Akıncı UCAVs.
    ________________________________________
    JVC INDONESIA TURKI.....
    60 SET TB3
    9 SET AKINCI
    Kolaborasi ini bertujuan untuk mendirikan perusahaan atau Joint Venture Company (JVC) yang akan fokus pada produksi, perakitan dan pemeliharaan UAV di Indonesia. Produk utama yang akan dilokalisasi mencakup UAV kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) TB3 Bayraktar sebanyak 60 set dan High-Altitude Long-Endurance (HALE) Akinci Bayraktar sebanyak 9 set

    BalasHapus
  3. MANA LCS SITTING DUCK....
    -
    GEMPURWIRA8 Oktober 2024 pukul 10.17
    saya satu je.... sudah OKTOBER ni..kapal PPAnya mana...? HAHAHAHAH
    -
    MMW28 Oktober 2024 pukul 14.50
    Aku nak tanya satu je....PPA mana?
    Dah nak masuk bulan November dah nie....
    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
    ----------------
    TIAP TAHUN TIPU-TIPU LCS DIJANGKA
    -
    2011 PENGADAAN LCS = Pengadaan enam LCS pada 2011 itu juga dilakukan tanpa tender terbuka. Kapal-kapal itu akan dibangun di Galangan Kapal Boustead dan unit pertama sedianya dikirim pada 2019.
    -----
    2019 LCS DIJANGKA = KD Maharaja Lela setelah ditugaskan, diluncurkan secara seremonial pada Agustus 2017. Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019
    ------
    2022 LCS DIJANGKA = menurut jadual asal, setakat Ogos 2022 sepatutnya lima buah kapal LCS harus disiap dan diserahkan kepada TLDM.
    -----
    2023 LCS DIJANGKA = Seharusnya telah dikirim ke RMN pada April 2019, dengan kapal terakhir dijadwalkan untuk serah terima pada Juni 2023. Namun, progres kapal pertama baru sekitar 60% selesai
    -----
    2025 LCS DIJANGKA = Kapal pertama Littoral Combat Ship (LCS) TLDM itu dijangka hanya akan siap pada tahun 2025, iaitu 12 tahun selepas projek itu bermula pada Oktober 2013 dan kerajaan telah memPAY RM6 bilion kepada kontraktor utama projek itu.
    -----
    2026 LCS DIJANGKA = Lima kapal LCS akan diserahkan kepada TLDM secara berperingkat dengan kapal pertama dijangka diserahkan pada penghujung 2026
    -----
    2029 LCS DIJANGKA = TLDM hanya akan dapat memperoleh kelima-lima LCS pada 2029 berbanding kontrak asal di mana 5 kapal LCS itu sepatutnya diserahkan pada 2022..
    -----
    17 KREDITUR LCS = Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services MALAYDESH Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd. Also included are Bank Pembangunan MALAYDESH Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat MALAYDESH Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat MALAYDESH Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and KUWAIT FINANCE HOUSE (MALAYDESH ) BHD
    ==================
    ==================
    2 PPA/MCS
    -
    1. Unit Pertama: KRI Brawijaya-320
    Status: Sudah diserahkan secara resmi dan telah tiba di Indonesia.
    Waktu Penyerahan: Diserahkan di Muggiano, Italia pada Juli 2025.
    Kedatangan: Memasuki wilayah perairan Indonesia pada September 2025 setelah melakukan pelayaran lintas samudra (ferry flight) dari Italia.
    -
    2. Unit Kedua: KRI Prabu Siliwangi-321
    Status: Resmi diserahkan kepada TNI AL.
    Waktu Penyerahan: Upacara serah terima dilaksanakan pada 22 Desember 2025 di Galangan Fincantieri, Muggiano, La Spezia, Italia.
    Pejabat Terkait: Diterima langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang mewakili Menteri Pertahanan RI

    BalasHapus
  4. HORNET RONGSOK KUWAIT : BATAL


    BYE BYE MALAYDESH


    RAJA BUAL /OMONG KOSONG

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  5. KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 (photo: TNI AL)
    ---------

    wahhh kapal baruw nich...lgs bereaksi
    made in jerman, CA$H haha!🤑👍🤑

    BalasHapus