27 Januari 2026

Boustead Signed MoU with Four Partners to Advance Malaysia’s Defence Industrialisation

27 Januari 2026

Partnership with Otokar as potential production of tracked and wheeled armoured platforms in Malaysia (photo: Otokar)

Boustead Partners Otokar, PT Komodo, Huanghu Science & Technology and Chengdu Hanguang Sifang to Advance Malaysia’s Defence Industrialisation

KUALA LUMPUR – Boustead Holdings Berhad (“Boustead”), a strategic investment holding company owned by the Lembaga Tabung Angkatan Tentera (LTAT), today announced the signing of a series of strategic Memorandum of Understanding (MoUs) with leading defence technology partners from Turkey, Indonesia, and China, reinforcing Malaysia’s long-term agenda to develop a resilient, self-reliant and technologically advanced national defence industry.

The collaborations were formalised in conjunction with the launch of Malaysia’s Dasar Industri Pertahanan Negara (DIPN), and collectively span small arms and ammunition manufacturing, armoured land systems, high-energy laser technologies and precision-guided systems, with a strong emphasis on technology transfer, localisation and domestic capability building.

Malaysia–Turkey: Strengthening Land Systems and Armoured Vehicle Capabilities

Under a strategic partnership with Otokar, Turkey’s largest land systems exporter, to explore cooperation in support of the Malaysian Armed and Security Forces’ armoured vehicle and land systems requirements.

The collaboration covers the promotion, localisation and potential production of tracked and wheeled armoured platforms in Malaysia, as well as long-term repair, maintenance, overhaul and modernisation (RMOM) support for existing and future land systems. This initiative builds on the broader Government-to-Government defence cooperation framework between Malaysia and the Republic of Türkiye.

Indonesia–Malaysia: Localisation of Advanced Small Arms and Ammunition Manufacturing

Boustead also entered a strategic partnership with PT Komodo Armament, to explore the establishment of local production capabilities in Malaysia for lightweight polymer ammunition, polymer-based assault rifles, and single and double-base propellants, engineered specifically for tropical operating environments.

The collaboration aims to reduce reliance on foreign-sourced materials by leveraging locally available raw inputs, enhancing supply-chain security and ensuring continuity for Malaysia’s defence forces while positioning the country as a regional manufacturing hub for advanced small arms and ammunition.

China–Malaysia: High-Energy Laser Technology Localisation

In parallel, Boustead signed an MoU with Huanghu Science and Technology Co., Ltd. to explore the localisation of high-energy laser systems in Malaysia.

The collaboration focuses on joint research and development, knowledge exchange and feasibility studies for the production, manufacturing and development of high-energy laser technologies, supporting Malaysia’s ambition to develop advanced, next-generation defence capabilities through structured technology transfer and domestic talent development.

China–Malaysia: Precision-Guided Kit (PGK) Systems Capability Development

Boustead further signed an MoU with Chengdu Hanguang Sifang Technology Co., Ltd. to explore cooperation in the localisation of PGK technologies in Malaysia.

This collaboration seeks to advance local engineering expertise, system integration capabilities and applied R&D, reinforcing Malaysia’s long-term defence modernisation roadmap while supporting domestic industry participation in advanced weapons systems development.

Strategic National Alignment

Commenting on the series of partnerships, Boustead Group Managing Director Dato’ Indera Ir. Dr. Hj. Ahmad Sabirin Arshad FASc, said: “These strategic collaborations reflect Boustead’s role as a national enabler in advancing Malaysia’s defence industrial ecosystem.

“By partnering with proven international technology leaders, we are accelerating the transfer of critical capabilities into Malaysia—strengthening self-reliance, enhancing operational readiness, and ensuring that our defence forces are supported by resilient, locally anchored supply chains. This approach is fully aligned with the objectives of the Dasar Industri Pertahanan Negara (DIPN) and Malaysia’s long-term security interests.

(Boustead)

48 komentar:

  1. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    ---------
    Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
    • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
    • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
    • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
    ---------
    Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
    • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
    • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
    • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
    ---------
    Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
    • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
    • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
    • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
    ---------
    Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
    • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
    ---------
    Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
    • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
    • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
    • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
    o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
    o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
    ---------
    Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
    • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
    • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
    ---------
    Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
    • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
    • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
    ---------
    Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

    BalasHapus
  2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    --------------
    Section 1: Tariffs and Quotas
    Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
    Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
    Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
    --------------
    Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
    Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
    Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
    Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
    --------------
    Section 3: Digital Trade and Technology
    Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
    Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
    Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
    --------------
    Section 4: Rules of Origin
    Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
    --------------
    Section 5: Economic and National Security
    Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
    Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
    Article 5.3 (Other Measures):
    Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
    Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
    --------------
    Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
    Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
    Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
    --------------
    Section 7: Implementation and Final Provisions
    Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
    Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
    --------------
    Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.

    BalasHapus
  3. Emang bisa ya???????? Buat senapan saja hasilnya buat seluruh dunia militer tertawa sampai sakit perut xaxaxaxaxaxaxaxaxaxa🍌🍌🍌🍌🍌🍌😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪🤪

    BalasHapus
  4. Makin mengamuk la GORILLA MISKIN makin ditinggal jauh.... HAHAHAHHA

    BalasHapus
    Balasan
    1. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      --------------
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.

      Hapus
    2. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      --------------
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      --------------
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.
      --------------------
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

      Hapus
    4. KFH KREDITOR LCS SALAH POTONG = EXIT BANKRUPT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALAYDESH 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Bhd (KFH MALAYDESH ) is exiting MALAYDESH after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East

      Hapus
    5. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 7 ART .....
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaydesh menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.

      Hapus
  5. HAHAHAHAHAH........


    KAPAL PATROLI TNI AL SAMPAI JEBOL LAMBUNGNYA AKIBAT DIAMUK MASA MELONGUANE

    https://www.youtube.com/watch?v=53lXQF0ziw0

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    2. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    3. SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      SALAH POTONG = MASALAH LCS
      ---------------------
      Penyebab Isu "Salah Potong" & Masalah LCS:
      Perubahan Desain Mendadak: Pemerintah Malaydesh awalnya memilih desain kapal Sigma dari Belanda, namun secara sepihak mengubahnya menjadi desain Gowind dari Naval Group (Prancis) tanpa persetujuan penuh dari Angkatan Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
      Korupsi & Mismanajemen Dana: Laporan audit menunjukkan adanya penyimpangan dana sebesar RM890 juta akibat salah urus dan indikasi korupsi yang melibatkan kontraktor utama, Boustead Naval Shipyard (BNS).
      Peralatan Usang: Sebagian besar peralatan yang telah dibeli (senilai sekitar RM1,7 miliar) disimpan di gudang terlalu lama hingga menjadi usang sebelum sempat dipasang pada fisik kapal.
      Pembangunan Mangkrak: Kapal pertama (KD Maharaja Lela) diluncurkan pada 2017 dalam kondisi belum siap tempur dan tanpa sistem elektronik fungsional, yang kemudian harus ditarik kembali ke dok untuk pengerjaan ulang.
      Sumber Berita Utama:
      Laporan Jawatankuasa Kira-kira Wang Negara (PAC): Merupakan sumber primer yang mengungkap kegagalan proyek ini kepada publik Malaydesh pada Agustus 2022.
      Channel News Asia (CNA): Menyediakan laporan mendalam mengenai skandal pengadaan senilai RM9 miliar tersebut.
      Astro Awani: Meliput secara intensif temuan audit forensik dan kerugian finansial yang dialami pemerintah Malaydesh.
      Antara News: Menyebutkan penyelesaian berkas penyelidikan oleh Komisi Antikorupsi Malaydesh (MACC) terkait kasus ini.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. KFH KREDITOR LCS SALAH POTONG = EXIT BANKRUPT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      KFH EXIT BANKRUPT = GORILA NGEMIS F18 KUWAIT
      -------------------------
      MALAYDESH 's first foreign Islamic bank Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Bhd (KFH MALAYDESH ) is exiting MALAYDESH after 19 years of operation.
      In a statement today, the group said Kuwait Finance House (MALAYDESH ) Berhad (KFHMB) will be closed, aligned with its international business strategic review to focus and expand its regional market in Gulf Cooperation Council (GCC) and Middle East

      Hapus
    5. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 6 ART .....
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      MALAYDESH KALAH = MAMARIKA MENANG
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      Investasi: Malaydesh memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.

      Hapus
  6. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE ATAU ART SEBAHAYA INI KOK BISA DI SIGN DULU DAN DI KAJI BELAKANG.....BENAR BENAR BODOH DAN TOLOL MALONDESH, TAK ADA ORANG PINTAR DAN CERDAS TERNYATA ...DARI RAJA, PMX, MENTERI, BAHKAN WARGANYA BOTOL SEMUA !!!!!

    KELEDAI SAJA SAMPAI MINDER SAMA MALONDESH !!!!

    MACAM MANA NII WEE.....🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  7. HAHAHAHAHAH........


    KAPAL PATROLI TNI AL SAMPAI JEBOL LAMBUNGNYA AKIBAT DIAMUK MASA MELONGUANE

    https://www.youtube.com/watch?v=53lXQF0ziw0

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    2. PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      PAC = LCS SALAH POTONG
      ---+---
      Penyebab kapal LCS Malaydesh dikenal “salah potong” berasal dari temuan Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) pada 2022, yang menyebutkan proses pembinaan di limbungan Boustead Naval Shipyard (BNS) mengalami kegagalan teknikal dan salah arah reka bentuk. Hal ini termasuk pemilihan reka bentuk kapal yang ditukar daripada model yang dipersetujui TLDM, menyebabkan kerja pemotongan besi dan komponen awal tidak sesuai dengan spesifikasi.
      -
      📌 Latar Belakang Skandal LCS
      Projek: 6 kapal tempur pesisir (Littoral Combat Ship – LCS) untuk Tentera Laut Diraja Malaydesh (TLDM).
      Nilai kontrak: RM9 bilion, dengan RM6 bilion sudah dibayar sebelum satu kapal pun siap.
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.
      -
      ⚠️ Faktor Penyebab “Salah Potong”
      Pertukaran reka bentuk mendadak
      TLDM mahukan MEKO A100, tetapi kerajaan dan kontraktor memilih Gowind.
      Perubahan ini menyebabkan kerja awal yang sudah dilakukan tidak sesuai.
      Kelemahan pengurusan projek
      PAC melaporkan kegagalan kawalan dalaman Boustead Naval Shipyard (BNS).
      Tiada penyelarasan jelas antara TLDM, Kementerian Pertahanan, dan kontraktor.
      Campur tangan politik & keputusan tidak telus
      Projek diluluskan semasa pentadbiran Najib Razak, dengan penglibatan Ahmad Zahid Hamidi dan Hishammuddin Hussein.
      PAC mendapati keputusan dibuat tanpa mengambil kira pandangan teknikal TLDM.
      -
      📑 Sumber Berita Utama
      1.Berita Harian (Jun 2024): MINDEF akui kelewatan LCS, TLDM terpaksa kaji kapal terpakai.
      -
      2.Harian Metro / NSTP (2024): Pakar pertahanan menegaskan kegagalan LCS menjejaskan keselamatan maritim negara.
      -
      3. Wikipedia BM (Skandal LCS): PAC dedahkan salah potong berlaku akibat pertukaran reka bentuk dan kelemahan pengurusan.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. PUBLIC ACCOUNTS COMMITTEE (PAC) SAYS =
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      SALAH POTONG
      ---------------------
      The term "Salah Potong" in the Malaydeshn Littoral Combat Ship (LCS) scandal symbolizes technical and managerial failures in modern defense history. Key findings from the Public Accounts Committee (PAC) report in 2022 identified technical failures and design misdirection, including a change in the ship design from the model approved by the Royal Malaydeshn Navy (TLDM), rendering initial metal cutting and components unsuitable for the specifications.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    4. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 5 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaydesh diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      Komitmen Malaydesh untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.

      Hapus
  8. Keadaan kapal TNI AL selepas di amuk masa...BERLUBANG LUBANG guys....HAHAHAHAHAH



    https://x.com/JasperBol/status/2015690310139908148

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    2. PAC = MODEL MEKO A100 DIUBAH GOWIND
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      TANPA PERSETUJUAN PENUH = SALAH POTONG
      ---------------------
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024.
      😝😝😝😝😝😝😝😝😝😝

      Hapus
    3. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 7 ART .....
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaydesh menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.

      Hapus
    4. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 6 ART .....
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSE = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      Investasi: Malaydesh memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.

      Hapus
    5. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 2 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaydesh dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaydesh wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS

      KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 3 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      Pajak Digital: Malaydesh berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.

      Hapus
    6. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 1 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaydesh.
      Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaydesh sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.

      Hapus
  9. Keadaan kapal TNI AL selepas di amuk masa...BERLUBANG LUBANG guys....HAHAHAHAHAH



    https://x.com/JasperBol/status/2015690310139908148

    BalasHapus
    Balasan
    1. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    2. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      MALAYDESH K.O TEWAS
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    3. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      --------------
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.

      Hapus
    4. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
      --------------
      Section 1: Tariffs and Quotas
      Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
      Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
      Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
      --------------
      Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
      Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
      Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
      Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
      --------------
      Section 3: Digital Trade and Technology
      Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
      Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
      Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
      --------------
      Section 4: Rules of Origin
      Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
      --------------
      Section 5: Economic and National Security
      Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
      Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
      Article 5.3 (Other Measures):
      Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
      Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
      --------------
      Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
      Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
      Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
      --------------
      Section 7: Implementation and Final Provisions
      Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
      Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
      --------------
      Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.

      Hapus
    5. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE ATAU ART
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
      ---------
      Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
      • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaydesh.
      • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaydesh sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
      • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
      ---------
      Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
      • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaydesh dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
      • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaydesh wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
      • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
      ---------
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      • Pajak Digital: Malaydesh berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
      ---------
      Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
      • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaydesh atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
      ---------
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaydesh diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      o Komitmen Malaydesh untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
      ---------
      Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
      • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
      • Investasi: Malaydesh memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
      ---------
      Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
      • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaydesh menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
      • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
      ---------
      Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

      Hapus
    6. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 5 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
      Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaydesh diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
      Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
      Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
      Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
      Komitmen Malaydesh untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.

      Hapus
    7. KLAIM RINGGIT KUAT = BAGIAN 3 ART .....
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      GORILA LOSES = DONALD DUCK WIN
      ---------------
      Perjanjian Perdagangan Timbal Balas (Agreement on Reciprocal Trade atau ART) =
      Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
      Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
      Pajak Digital: Malaydesh berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
      Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.

      Hapus
  10. ART = MENANG BANYAK JAMBUL KONENG
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    MALAYDESH K.O TEWAS
    ---------
    Bagian 1: Tarif dan Kuota (Tariffs and Quotas)
    • Pasal 1.1: Penghapusan atau pengurangan tarif pada hampir semua ekspor AS ke Malaysia.
    • Pasal 1.2: Penetapan tarif timbal balik AS terhadap produk Malaysia sebesar 19% (berdasarkan Perintah Eksekutif AS 14257), dengan beberapa produk tertentu diturunkan menjadi 0%.
    • Pasal 1.3: Larangan pengenaan pembatasan kuantitatif (kuota) terhadap impor barang dari Amerika Serikat.
    ---------
    Bagian 2: Hambatan Non-Tarif dan Hal Terkait (Non-Tariff Barriers)
    • Pasal 2.5 (Istilah Keju dan Daging): Malaysia dilarang membatasi akses pasar produk AS hanya karena penggunaan istilah nama umum tertentu untuk keju dan daging.
    • Pasal 2.8 (Praktik Regulasi yang Baik/GRP): Malaysia wajib mengadopsi transparansi, prediktabilitas, dan partisipasi publik dalam siklus pembuatan regulasi.
    • Pasal Lainnya: Standardisasi persyaratan Halal untuk kosmetik, farmasi, dan alat medis, serta penerimaan standar keselamatan dan emisi kendaraan bermotor AS.
    ---------
    Bagian 3: Perdagangan Digital dan Teknologi (Digital Trade and Technology)
    • Ketentuan Data: Larangan mendiskriminasi layanan digital AS dan kewajiban memfasilitasi transfer data lintas batas.
    • Pajak Digital: Malaysia berkomitmen untuk tidak mengenakan pajak layanan digital yang diskriminatif terhadap perusahaan AS.
    • Teknologi: Larangan memaksa transfer teknologi atau kode sumber (source code) sebagai syarat berbisnis.
    ---------
    Bagian 4: Ketentuan Asal Barang (Rules of Origin)
    • Menetapkan aturan spesifik untuk menentukan apakah suatu barang dianggap berasal dari Malaysia atau AS guna mendapatkan tarif preferensial.
    ---------
    Bagian 5: Keamanan Nasional dan Ekonomi (Economic and National Security)
    • Pasal 5.1.1 (Sanksi): Jika AS mengambil tindakan demi keamanan nasional, Malaysia diharapkan mengadopsi langkah serupa yang memiliki efek membatasi yang setara atau menyepakati lini masa implementasinya.
    • Pasal 5.2 (Kontrol Ekspor): Kerja sama dalam pengamanan investasi dan pengendalian ekspor untuk mencegah pengelakan tugas.
    • Pasal 5.3 (Langkah Lainnya):
    o Pembatasan pembelian reaktor nuklir, batang bahan bakar, atau uranium yang diperkaya dari negara-negara tertentu yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan AS.
    o Komitmen Malaysia untuk tidak melarang atau membatasi ekspor mineral kritis dan unsur tanah jarang (rare earths) ke AS.
    ---------
    Bagian 6: Pertimbangan Komersial dan Peluang (Commercial Considerations)
    • Komitmen Pembelian: Pencatatan kesepakatan komersial besar seperti pembelian 30 pesawat Boeing, pembelian gas alam cair (LNG) hingga 5 juta ton per tahun, serta komoditas batu bara.
    • Investasi: Malaysia memfasilitasi investasi sekitar USD 70 miliar di Amerika Serikat dalam kurun waktu 10 tahun.
    ---------
    Bagian 7: Implementasi dan Ketentuan Akhir (Final Provisions)
    • Pemutusan Perjanjian: AS berhak mengakhiri perjanjian dan memberlakukan kembali tarif tinggi jika Malaysia menandatangani perjanjian dagang baru dengan negara lain yang dianggap membahayakan kepentingan inti AS.
    • Mekanisme Konsultasi: Penekanan pada penyelesaian sengketa melalui perundingan bilateral.
    ---------
    Dokumen lengkap perjanjian ini dapat diakses secara transparan melalui laman resmi Kementerian Pelaburan, Perdagangan dan Industri (MITI).

    BalasHapus
  11. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE (ART):
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    DONALD DUCK WIN = GORILA LOSE
    --------------
    Section 1: Tariffs and Quotas
    Article 1.1: Elimination or reduction of tariffs on substantially all U.S. exports to Malaydesh.
    Article 1.2: Establishment of U.S. reciprocal tariffs on Malaydeshn products at a rate of 19% (pursuant to U.S. Executive Order 14257), with certain specified products reduced to 0%.
    Article 1.3: Prohibition on the imposition of quantitative restrictions (quotas) on the importation of goods from the United States.
    --------------
    Section 2: Non-Tariff Barriers and Related Matters
    Article 2.5 (Cheese and Meat Terms): Malaydesh shall not restrict market access for U.S. products solely based on the use of certain common names for cheese and meat.
    Article 2.8 (Good Regulatory Practices/GRP): Malaydesh is committed to adopting transparency, predictability, and public participation throughout the regulatory rulemaking cycle.
    Other Articles: Standardization of Halal requirements for cosmetics, pharmaceuticals, and medical devices, as well as the acceptance of U.S. motor vehicle safety and emission standards.
    --------------
    Section 3: Digital Trade and Technology
    Data Provisions: Prohibition of discrimination against U.S. digital services and an obligation to facilitate cross-border data transfers.
    Digital Taxation: Malaydesh commits to refraining from imposing discriminatory digital services taxes on U.S. companies.
    Technology: Prohibition of forced technology transfers or source code disclosure as a condition for doing business.
    --------------
    Section 4: Rules of Origin
    Establishing specific rules to determine whether a good qualifies as originating from Malaydesh or the U.S. to receive preferential tariff treatment.
    --------------
    Section 5: Economic and National Security
    Article 5.1.1 (Sanctions): If the U.S. takes action for national security purposes, Malaydesh is expected to adopt similar measures with equivalent restrictive effects or agree on a timeline for implementation.
    Article 5.2 (Export Controls): Cooperation on investment screening and export controls to prevent duty circumvention.
    Article 5.3 (Other Measures):
    Restrictions on the procurement of nuclear reactors, fuel rods, or enriched uranium from certain countries deemed inconsistent with U.S. interests.
    Commitment by Malaydesh not to prohibit or restrict the export of critical minerals and rare earth elements to the U.S.
    --------------
    Section 6: Commercial Considerations and Opportunities
    Purchase Commitments: Documentation of major commercial agreements, including the purchase of 30 Boeing aircraft, up to 5 million tonnes of Liquefied Natural Gas (LNG) per annum, and coal commodities.
    Investment: Malaydesh facilitates approximately USD 70 billion in investments into the United States over a 10-year period.
    --------------
    Section 7: Implementation and Final Provisions
    Termination Clause: The U.S. reserves the right to terminate the agreement and reinstate higher tariffs if Malaydesh enters into new trade agreements with other nations deemed harmful to core U.S. interests.
    Consultation Mechanism: Emphasis on resolving disputes through bilateral consultations and negotiations.
    --------------
    Dokumen ini secara resmi dikelola oleh Ministry of Investment, Trade and Industry (MITI) Malaydesh.
    --------------------
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP

    BalasHapus
  12. Fregat Izmir & Icel siap dialihkan ke RI, thanks Qatar...bye MALAYDESH...😂😂🤣🤪😛

    ====
    Sensor :
    – Radar AESA Aselsan CENK-S
    – Radar navigasi LPI Aselsan ALPER-P
    – 2x radar kontrol tembakan AKR-D
    – Sistem EO ASELFLIR-300T, PIRI KATS, dan AHTAPOT
    – Sonar terpasang di lambung kapal FERSAH
    – Sistem Penanggulangan Torpedo HIZIR
    – Sistem peringatan laser
    – ESM Aselsan ARES 2N (V2)

    Senjata :
    – Sistem peluncuran vertikal (VLS) MIDLAS 16 sel buatan dalam negeri untuk meluncurkan rudal permukaan-ke-udara keluarga HISAR (rudal pertahanan udara jarak jauh SIPER di masa mendatang)
    – 4x4 rudal anti-kapal ATMACA
    – Sistem pertahanan jarak dekat (CIWS) Aselsan Gokdeniz
    – Meriam Super Rapid 76 mm
    – 2 x senapan mesin Aselsan STOP 25 mm
    – 2x3 torpedo ringan (MK-46 Mod 5 / Roketsan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tinggal bungkuss aja tuh om kapal sudah ready 😀😃

      Hapus
    2. Sea trial tanpa ditarik Tug boat pastinya bro...HAHAHAHAHAHAH
      😂😂🤣🤪😛

      Hapus
  13. AGREEMENT ON RECIPROCAL TRADE ATAU ART SEBAHAYA INI KOK BISA DI SIGN DULU DAN DI KAJI BELAKANG.....BENAR BENAR BODOH DAN TOLOL MALONDESH, TAK ADA ORANG PINTAR DAN CERDAS TERNYATA ...DARI RAJA, PMX, MENTERI, BAHKAN WARGANYA BOTOL SEMUA !!!!!

    KELEDAI SAJA SAMPAI MINDER SAMA MALONDESH !!!!

    MACAM MANA NII WEE.....🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  14. Yang sudah pasti kapal kombatan baru :
    4x AH140
    2x PPA
    2x Istif Class
    3x OPV-98

    Bye MALAYDESH...😂😂🤣🤪😛

    BalasHapus
    Balasan
    1. Klo Konsisten di ternakin strong kita di kawasan
      4x Istif
      4x PPA
      6x AH140
      9x PKR114
      40x unit KCR60
      12x OPV98

      Hapus
  15. Keledai Malaya kerjasama dengan pihak luar karena mereka tak mampu menciptakan produk sendiri......yaahhhh wajarlah guys karena level mereka = level keledai 😅😅😅

    BalasHapus
  16. HATI-HATI KOMODO......
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    BHH INDUKNYA = ANAKNYA BNS : LCS SALAH POTONG
    -----------------------
    Indonesia–Malaysia: Localisation of Advanced Small Arms and Ammunition Manufacturing
    Boustead also entered a strategic partnership with PT Komodo Armament, to explore the establishment of local production capabilities in Malaysia for lightweight polymer ammunition, polymer-based assault rifles, and single and double-base propellants, engineered specifically for tropical operating environments.
    The collaboration aims to reduce reliance on foreign-sourced materials by leveraging locally available raw inputs, enhancing supply-chain security and ensuring continuity for Malaysia’s defence forces while positioning the country as a regional manufacturing hub for advanced small arms and ammunition.

    BalasHapus