Fregat kelas I TCG Izmir 516 (photo: Donanim Haber)
Dikutip dari Mirathaber, ekspor itu menandai penjualan luar negeri pertama kelas İstif dan sekali lagi menunjukkan daya saing global Turki di industri pertahanan. Model kerja sama trilateral ini, yang difasilitasi oleh Qatar, juga merupakan cerminan keberhasilan Turki dalam diplomasi dan ekonomi.
Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) adalah fregat dengan panjang 113,2m dan berat 3.100ton (image: Donanim Haber)
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) TCG Izmir dan TCG Icel yang menjadi kebanggaan Angkatan Laut Turki, meraih kesuksesan besar di panggung internasional. Kini, di bidang industri pertahanan, Turki telah menjadi salah satu pengekspor senjata terpenting di dunia.
Platform-platform megah itu yang dikembangkan dalam lingkup proyek MILGEM, pertama kalinya akan diekspor ke Indonesia untuk dioperasikan TNI AL. Konsorsium galangan kapal Turki, TAIS telah menandatangani perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar. Berdasarkan perjanjian ini, dua fregat kelas İstif, setara dengan TCG Izmir dan TCG Icel, akan dikirim ke Indonesia.
Fregat kelas I TCG Icel 518 (photo: Haluk Görgün on NSosyal)
Di bawah kepemimpinan Erdoğan, Turki terus menulis kisah-kisah epik di industri pertahanan: Lebih banyak lagi TCG Izmir dan TCG Icel akan dengan bangga mengibarkan bendera Turki di tanah air dan di luar negeri! Perjanjian ini adalah salah satu bukti paling nyata tentang seberapa jauh Partai AK telah membawa industri pertahanan dalam lebih dari 20 tahun kekuasaannya.
Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun menjelaskan, program MILGEM sebagai "simbol nyata tekad Turki untuk mandiri di industri pertahanan, kapasitas tekniknya yang tinggi, dan visinya untuk produksi dalam negeri." Merujuk pada proyek tersebut yang dikerjakan dengan kontribusi lebih 200 lembaga, organisasi, dan perusahaan, Gorgün mengatakan, proyek kapal fregat terus menghadirkan hal-hal pertama bagi Turki.
Dia mencatat, Turki termasuk di antara negara-negara terkemuka di dunia dalam hal pembangunan kapal militer secara simultan. Menurut Gorgun, TCG IÇEL mengandung banyak solusi lokal di berbagai subsistem, dari radar dan sonar hingga sistem pengendalian tembakan dan rudal anti-kapal, dengan tingkat kandungan lokal mencapai hingga 80 persen.
"Pencapaian ini adalah hasil dari visi bersama bukan hanya dari Angkatan Laut Turki tetapi juga dari semua pemangku kepentingan di industri pertahanan kita," katanya dikutip dari Stm.



GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
BalasHapus30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
30 KSOT TORPEDO
-----------------
Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
1. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
2. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
3. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
-----------------
Sistem Senjata dan Navigasi
1. Persenjataan: Dilengkapi dengan enam unit torpedo (salah satunya jenis Black Shark).
2. Teknologi: Mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) untuk misi pemetaan maritim, deteksi kawan/lawan (IFF), serta operasi pengintaian siluman.
3. Pusat Kendali: Dioperasikan melalui Autonomous Submarine Command Center (ASCC) atau pusat komando bergerak (mobile command center).
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
Aset baru lagi?
BalasHapusLMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
BalasHapusLMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
-
Harga kapal ADA-class corvette buatan Turki berbeda antar negara:
-
1. Turki: Ada Class sekitar US$250–300 juta per unit.
-
2. Pakistan: Babur Class kontrak US$1,5 miliar untuk 4 unit (±US$375 juta per unit).
-
3. Malaydesh: kontrak US$544 juta untuk 3 unit (±US$181 juta per unit).
--------------
PROTANK = TAGIH HUTANG
MTU Services = TAGIH HUTANG
Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
iXblue SAS = TAGIH HUTANG
iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
MTU Services = TAGIH HUTANG
Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
==============
==============
5x GANTI PM = AKAN
6x GANTI MENHAN = AKAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
-
2025 = 84,3% DARI GDP
MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
-
PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
--------------------------
MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
-
1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
-
2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
-----------------
Sumber Berita :
Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
-
3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek
).
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
BalasHapus-
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..
---------------------
1. Turki (Türkiye) - HUTANG
Proyek Utama: Kapal Perang LMS B2 (STM) dan MPMS (Desan Shipyard).
Mekanisme: Pinjaman penuh (G2G) melalui Turk Eximbank.
Ketentuan: Bunga 4%–6% (standar OECD CIRR) dengan tenor 10–15 tahun.
Status: Pembayaran berbasis milestone dengan jaminan pemerintah Turki.
-
2. Polandia - HUTANG
Proyek Utama: Tank PT-91M "Pendekar".
Mekanisme: Kredit Ekspor melalui skema Barter/Imbal Dagang.
Ketentuan: Pembayaran tidak menggunakan devisa tunai secara penuh, melainkan ditukar dengan komoditas Minyak Kelapa Sawit (CPO).
Keunggulan: Mengurangi beban cadangan devisa negara.
-
3. Korea Selatan - HUTANG
Proyek Utama: Jet Tempur FA-50 Block 20.
Mekanisme: Kredit melalui KEXIM (Export-Import Bank of Korea) senilai ±US$920 juta.
Ketentuan: Skema Campuran (50:50). Setengah nilai kontrak dibayar tunai melalui kredit, setengahnya lagi melalui Barter Minyak Kelapa Sawit.
-
4. Inggris (UK) - HUTANG
Mekanisme: Umumnya didukung oleh UK Export Finance (UKEF).
Ketentuan: UKEF memberikan jaminan atau pinjaman langsung kepada pembeli untuk produk pertahanan asal Inggris.
Karakteristik: Fokus pada dukungan finansial jangka panjang untuk memastikan daya saing industri dirgantara dan maritim Inggris di pasar internasional
Hah...ini LCS 1 dan 2?..wow.
BalasHapusGempoor dan MMW pasti merase bangge je. Upin ipin cecah air.
ASET PREMIUM BARU LAGI.....HERAN DUITNYA GA HABIS HABIS NIH.
BalasHapusPANTAS SAJA ANGGOTA GENK ELIT DUNIA DUITNYA BANYAK BEDA SAMA MALONDESH ANGGOTA GENK SULIT 😂😂😂😂😂
NEW tambo duo..
BalasHapus✨️Frigat Istif 113 meter
✅️Cenk 400 AESA akhirnya kita yg Pertama se ASEAN haha!👍👍👍
400 km haha!🤗👍🤗
Last last kita duluan pake CENK 400
BalasHapussegra datang, warganyet muka BADAK🦏 KALAH LAGGIIIII haha!🤑😉🤑
Makloum Bajet kita Besar haha!🤑🤣🤑
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
GEMPURWIRA22 Juni 2024 pukul 20.15
Radar CENK AESA yang dipasang pada LMS BATCH 2 guys.... 😎😎😎
CENK S-band AESA radar has a range of 400 km, beyond that of SMART-S used on many Turkish frigates and Ada-class corvettes. Longer range
✅️2 PPA kita Begal
BalasHapus✅️2 Istif kita Begal
Eittt belum selesai SHOPPING SOPING kita masi banyak, tunggu
✅️mogami, fdi, freem...kita bungkus haha!😎💰😎
warganyet dapat ampas Brosur dan poto doank kahsiyan haha!😜😋😜
Tugboat..purrr..🤪😜😝🤣😁😅
BalasHapus✅️kita SHOPPING KCR 70m ke Tais Turkiye
BalasHapus❌️sebelah ikutan, tapi kahsiyan barusan mao pamer ADA klas pendek,
ehhh warganyet negri🎰kasino genting tipe M PANIK🥶
Bantingan kita donk langsung SHOPPING ISTANBUL KLAS FRIGAT 113 meter haha!😆🦾😆
LEBIH PANJANG, LEBIH PAWER, LEBIH MAHAL tentunya haha!🤑👍🤑
PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
QATAR, TURKIYE sayang kita gaesz haha!😍🤗😍
BalasHapusmayan hadiah awal tahun, 2 Frigat Top haha!🤑🦾🤑
eitttt pasti cemburu tuch warganyet tipe m, NGAMUK🔥 guling2 MeWeK haha!😭😵💫😭
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
Mayan di beliin 2 istif makasi Emir Qatar, sehat selaluw hore haha!🥳🤗🥳
BalasHapussedangkan kl kan uda dapet jugak
cn235, apgred MSA yg bayar Amerika
Radar TP 77 yg bayar Amerika
6 gowing lcs yg NGUTANGIN EMIR KUWAIT, ehhh kl buron, NUNGGAK gak bayar..parahh haha!👻😁👻
Tiap SHOPPING ke Turkiyem selaluw kita duluan dapet
BalasHapus✅️ANKA kita duluan
✅️CENK 400 kita duluan
Ankara tau, mana yg bajet Besar haha!🤑🦾🤑
eittt Turkiyem sama kita sesama anggota G20 juga lho....klien Prioritas haha!😎💰😎
yg ngutang apalagi barter belakangan, gak penting haha!😄😬😄
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
2026 ASET BARUW JANUARI Milik kita
BalasHapus✅️MAUNG
✅️M3CS
✅️VBAT DRONE
✅️RAFALE
✅️SHOPPING HEMLIS
✅️SHOPPING GDE-BUK🔥
✅️SHOPPING ISTIF🔥
✅️SHOPPING AH140🔥
✅️KAAN DEAL $ 15 BN🔥
kalo negri🎰kasbon genting, akan..last last SEWA ama Kensel haha🤥😂🤥
parahhh kl N⛔️ SHOPPING kahsiyan haha!😵💫😭😵💫
MENURUT GORILA = NEGARA MISKIN
BalasHapusMISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
-
GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
-
GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
misi NGEMIS HUTANG LENDER....
Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
-
GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
-
GEMPURWIRA21 Januari 2026 pukul 13.34
Manakala QATAR LENDER untuk Kapal INDIANESIA... 🤣🤣🤣🤣
KASTA PENGUTANG MISKIN yang MEMALUKAN... 🤣🤣🤣
-----------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
Ini kan kapal yang DI BAYAR oleh QATAR untuk negara MISKIN..? 🔥🔥🤣🤣
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
1. JERMAN
2. PRANCIS
3. ITALIA
4. SPANYOL
5. BELANDA
6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
7. RUMANIA
8. BULGARIA
9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
10. LATVIA
11. ESTONIA
12. REPUBLIK CEKO
13. SLOVAKIA
14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
15. FINLANDIA
17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
18. PORTUGAL
19. BELGIA
Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber Berita Utama:
European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
-
20. MESIR
Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
-
21. INDIA
Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
-
22. PAKISTAN
Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
-
23. BRASIL
Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
-
24. TAIWAN
Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
-
24. JEPANG
Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
-
24. KOREA SELATAN
Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
1. JERMAN
2. PRANCIS
3. ITALIA
4. SPANYOL
5. BELANDA
6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
7. RUMANIA
8. BULGARIA
9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
10. LATVIA
11. ESTONIA
12. REPUBLIK CEKO
13. SLOVAKIA
14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
15. FINLANDIA
17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
18. PORTUGAL
19. BELGIA
Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber Berita Utama:
European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
-
20. MESIR
Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
-
21. INDIA
Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
-
22. PAKISTAN
Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
-
23. BRASIL
Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
-
24. TAIWAN
Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
-
24. JEPANG
Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
-
24. KOREA SELATAN
Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
1. JERMAN
2. PRANCIS
3. ITALIA
4. SPANYOL
5. BELANDA
6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
7. RUMANIA
8. BULGARIA
9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
10. LATVIA
11. ESTONIA
12. REPUBLIK CEKO
13. SLOVAKIA
14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
15. FINLANDIA
17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
18. PORTUGAL
19. BELGIA
Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber Berita Utama:
European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
-
20. MESIR
Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
-
21. INDIA
Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
-
22. PAKISTAN
Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
-
23. BRASIL
Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
-
24. TAIWAN
Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
-
24. JEPANG
Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
-
24. KOREA SELATAN
Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
Psssttttt..... Mau kapal tapi tak mampu dibayar... Nah tau tau NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusAIB guys.... Lagi HINA dari SEWA... 🤣🤣🤣
PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
Psssttttt..... Mau kapal tapi tak mampu dibayar... Nah tau tau NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusAIB guys.... Lagi HINA dari SEWA... 🤣🤣🤣
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
1. JERMAN
2. PRANCIS
3. ITALIA
4. SPANYOL
5. BELANDA
6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
7. RUMANIA
8. BULGARIA
9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
10. LATVIA
11. ESTONIA
12. REPUBLIK CEKO
13. SLOVAKIA
14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
15. FINLANDIA
17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
18. PORTUGAL
19. BELGIA
Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber Berita Utama:
European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
-
20. MESIR
Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
-
21. INDIA
Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
-
22. PAKISTAN
Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
-
23. BRASIL
Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
-
24. TAIWAN
Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
-
24. JEPANG
Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
-
24. KOREA SELATAN
Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
QATAR SIGN KONTRAK dengan TURKIYE untuk serah 2 kapal ISTIF pada sebuah negara MISKIN..... 🤣🤣🤣
BalasHapusURUS LCS MANGKRAK U
HapusISTIF CLASS
BalasHapusISTIGHFAR CLASS...
HARGA ALAMAK
Guys.... Kalau MISKIN BUAT CARA MISKIN... 🤣🤣🤣
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
Ya pork
HapusMALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.
-NO NSM.
-NO MRAD.
-NO VL MICA.
-NO SPH.
-NO ATTACK HELIKOPTER.
-NO JET LATIH.
-NO MALE UAV TEMPUR
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
Satu satunya negara di ASEAN yang kapal perang nya DIBAYARKAN oleh negara lain.... 🤣🤣🤣
BalasHapusJadi bahan ketawa jiran guys... 🤣🤣🤣
Ya pork
HapusMALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.
-NO NSM.
-NO MRAD.
-NO VL MICA.
-NO SPH.
-NO ATTACK HELIKOPTER.
-NO JET LATIH.
-NO MALE UAV TEMPUR
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
Si MISKIN hanya mampu mengandalkan HUTANG LENDER guys.... 🤣🤣🤣
BalasHapusIndonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.
https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut
PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
BENUA AMERIKA
Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
-
2. BENUA ASIA
JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
-
3. BENUA EROPA
Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
-
4. BENUA AFRIKA
Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
-
Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
-
Sumber Berita Utama:
European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
Ya pork
BalasHapusMALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.
-NO NSM.
-NO MRAD.
-NO VL MICA.
-NO SPH.
-NO ATTACK HELIKOPTER.
-NO JET LATIH.
-NO MALE UAV TEMPUR
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
Tolong QATAR... BAYARKAN kapal ISTIF saya..... Saya tak mampu bayar tiada wang... 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
1. JERMAN
2. PRANCIS
3. ITALIA
4. SPANYOL
5. BELANDA
6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
7. RUMANIA
8. BULGARIA
9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
10. LATVIA
11. ESTONIA
12. REPUBLIK CEKO
13. SLOVAKIA
14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
15. FINLANDIA
17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
18. PORTUGAL
19. BELGIA
Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber Berita Utama:
European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
-
20. MESIR
Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
-
21. INDIA
Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
-
22. PAKISTAN
Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
-
23. BRASIL
Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
-
24. TAIWAN
Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
-
24. JEPANG
Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
-
24. KOREA SELATAN
Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang
Help QATAR... HELP.... QATAR.. TOLONG BELI KAN... 🤣🤣🤣
BalasHapusBUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
Guys..... Masa negara klaim G20 terpaksa NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA....? 🤣🤣🤣🤣
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
Peserta: 19 negara anggota
1. PL – Polandia
2. DE – Jerman
3. FR – Prancis
4. IT – Italia
5. ES – Spanyol
6. NL – Belanda
7. GR – Yunani
8. RO – Rumania
9. BG – Bulgaria
10. LT – Lituania
11. LV – Latvia
12. EE – Estonia
13. CZ – Republik Ceko
14. SK – Slovakia
15. SE – Swedia
16. FI – Finlandia
17. DK – Denmark
18. PT – Portugal
19. BE – Belgia
Fokus Khusus:
Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
Yunani → modernisasi armada laut.
Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
Target Dana: 150 miliar Euro.
Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
-
20. Mesir 🇪🇬
Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
-
21. India 🇮🇳
Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
-
22. Pakistan 🇵🇰
Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
-
23. Thailand 🇹🇭
Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
-
24. Taiwan 🇹🇼
AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
-
25. Vietnam 🇻🇳
Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
-
26. Brasil 🇧🇷
Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
-
27. Jepang 🇯🇵
Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
-
28. Korea Selatan 🇰🇷
Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
PENGADAAN POLA TRIPATIT
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
HELP QATAR... HELP.... 🤣🤣🤣
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
HapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
Peserta: 19 negara anggota
1. PL – Polandia
2. DE – Jerman
3. FR – Prancis
4. IT – Italia
5. ES – Spanyol
6. NL – Belanda
7. GR – Yunani
8. RO – Rumania
9. BG – Bulgaria
10. LT – Lituania
11. LV – Latvia
12. EE – Estonia
13. CZ – Republik Ceko
14. SK – Slovakia
15. SE – Swedia
16. FI – Finlandia
17. DK – Denmark
18. PT – Portugal
19. BE – Belgia
Fokus Khusus:
Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
Yunani → modernisasi armada laut.
Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
Target Dana: 150 miliar Euro.
Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
-
20. Mesir 🇪🇬
Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
-
21. India 🇮🇳
Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
-
22. Pakistan 🇵🇰
Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
-
23. Thailand 🇹🇭
Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
-
24. Taiwan 🇹🇼
AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
-
25. Vietnam 🇻🇳
Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
-
26. Brasil 🇧🇷
Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
-
27. Jepang 🇯🇵
Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
-
28. Korea Selatan 🇰🇷
Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
ASIA AFRIKA ......
HapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BalasHapusBUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
-
Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
Peserta: 19 negara anggota
1. PL – Polandia
2. DE – Jerman
3. FR – Prancis
4. IT – Italia
5. ES – Spanyol
6. NL – Belanda
7. GR – Yunani
8. RO – Rumania
9. BG – Bulgaria
10. LT – Lituania
11. LV – Latvia
12. EE – Estonia
13. CZ – Republik Ceko
14. SK – Slovakia
15. SE – Swedia
16. FI – Finlandia
17. DK – Denmark
18. PT – Portugal
19. BE – Belgia
Fokus Khusus:
Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
Yunani → modernisasi armada laut.
Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
Target Dana: 150 miliar Euro.
Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
-
20. Mesir 🇪🇬
Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
-
21. India 🇮🇳
Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
-
22. Pakistan 🇵🇰
Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
-
23. Thailand 🇹🇭
Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
-
24. Taiwan 🇹🇼
AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
-
25. Vietnam 🇻🇳
Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
-
26. Brasil 🇧🇷
Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
-
27. Jepang 🇯🇵
Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
-
28. Korea Selatan 🇰🇷
Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.
INGAT ISTIF.... TERINGAT QATAR YANG BAYARKAN... 😆😆🤣🤣🤣
BalasHapusBUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
Lagi HINA dari SEWA guys.... 🤣🤣🤣
BalasHapusBUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
Hapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
BalasHapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
NAVAL GRUP = SALAH PASANG
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
--
https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
"Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
---------------------
PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
LCS SALAH POTONG
-
Masalah utama:
Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024
BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
BalasHapus-
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
----------------------
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
---------------------
MALAYDESH ........
GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
FEDERAL GOVERNMENT DEBT
• END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
• END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
• PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
HOUSEHOLD DEBT
2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
------------------
MALAYDESH ........
DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
2029 = 438,09 BILLION USD
2028 = 412,2 BILLION USD
2027 = 386,51 BILLION USD
2026 = 362,19 BILLION USD
2025 = 338,75 BILLION USD
2024 = 316,15 BILLION USD
2023 = 293,83 BILLION USD
2022 = 271,49 BILLION USD
2021 = 247,49 BILLION USD
2020 = 221,49 BILLION USD
------------------
MALAYDESH .........
DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
------------------
MALAYDESH ........
BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH
ASIA AFRIKA ......
BalasHapusPENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
-------------------
2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
-------------------
3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB
ASSOOYYY kita dapat ASET dari QATAR & TURKIYE
BalasHapusEh ada yg NGAMUK🔥 cemburu iri dengki haha!😤😵😤
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
BalasHapusEROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
-------------------
Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
-------------------
2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
-------------------
3. Skema European Peace Facility (EPF)
Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
-------------------
4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
-------------------
Kesimpulan Pola di Eropa:
Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMayan di beliin 2 istif makasi Emir Qatar, sehat selaluw hore haha!🥳🤗🥳
BalasHapussedangkan kl kan uda dapet jugak
cn235, apgred MSA yg bayar Amerika
Radar TP 77 yg bayar Amerika
6 gowing lcs yg NGUTANGIN EMIR KUWAIT, ehhh kl buron, NUNGGAK gak bayar..parahh haha!👻😁👻
Fregat ISTIF masih kalah jauh dibandingkan dengan FMP PT.PAL.
BalasHapusKalau sudah bisa buat yg lebih besar kenapa harus beli dari luar?
Kalau kaum mendang mending meningan beli FREEM atau Destro sekalian 😁🙏
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapusbesok perang, fmp belum siyap katanya om...kata selesnya haha!😁🤣😁
Hapusmasih kalah dengan FMP tapi salesnya bilang ready to use ..... BEGAL AGAIN @
HapusASSOOYYY kita dapat ASET dari QATAR & TURKIYE
BalasHapusEh ada yg NGAMUK🔥 cemburu iri dengki haha!😤😵😤
Sudah KUBILANG...last last liat kantong kensel haha!😝🤣😝
BalasHapus⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
palu gada30 Januari 2026 pukul 07.10
Dr Si ReMeK dulu AKAN..AKAN..AKAANNM
Pas Liat daftar harga...pikir2 dulu yaa, jimat kos, last last kabuurrrr haha!🤪😄🤪
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
02 Agustus 2022
AL Malaysia Lengkapi Korvet Kelas Kedah dengan Naval Strike Missile
Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) telah menyusun rencana dengan anggaran MYR214 juta (USD48 juta) untuk melengkapi dua korvet kelas Kedah (MEKO 100 RMN) dengan peluncur Naval Strike Missile (NSM).
======
palu gada30 Januari 2026 pukul 07.03
Kerajaan Setujui Pemasangan Misil NSM Pada 6 Kapal Kelas KEDAH
------
AKANNNNNN LAGIII
dulu jugak setuju, begitu tanya harga
last last kensel haha!🤣🤥🤣
investasi makin rame ajah...
BalasHapusQATAR, KPOP, KITA..BERTIGA AMAN & NYAMAN haha!🧞♂️🤗🧞♂️
QATAR & KORSEL sayang kita haha!😍🥳😍
Kahsiyan negri🎰kasino genting tak dianggap...flanga flongo di doha haha!🤣🤪🤣
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Barzan Holdings, Poongsan and Republikorp to establish ammunition factory in Indonesia
21 January 2026 - 15:01
Barzan Holdings has signed a trilateral agreement with South Korea’s Poongsan Corporation and Indonesia’s Republikorp to establish an ammunition manufacturing facility in the Republic of Indonesia.
⛔️Catatan penting buat Turkiyem & Duniya
BalasHapusLCS NGUTANG EMIR KUWAIT, tidak dibayar ama kl..parahh haha!🥶😤🥶
Yavuz SPH Kensel sama entitas turki
Blekhok Kensel padahal latihan di turki
Masa Now Ngemis Hornet Emir?
Hasilnya 4x ditolak, muka badak haha!🤣🦏🤣
❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️
No Sale of Hornets to Malaysia -- Kuwait
https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-malaysia-kuwait.html?m=1
Bajet Besar Bebas SHOPPING SOPING PREMIUM haha!💰🤑💰
BalasHapus✨️MPCS PPA KRI PRABU SILIWANGI 321
🔥32 knots🔥Menyala Hot Beibehhh GASPOL FULL haha!👍🔥👍
⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️
https://facebook.com/watch/?v=1776334903042652&vanity=100094143351231
TRIPARTIT ASEAN
BalasHapusSENJATA EROPA = BIAYA USA
SENJATA EROPA = BIAYA USA
SENJATA EROPA = BIAYA USA
-
Dalam konteks ASEAN, penggunaan fasilitas pembiayaan Amerika Serikat (seperti Foreign Military Financing/FMF) untuk membeli senjata dari negara ketiga (Eropa)
-------------------
1. Filipina
Filipina adalah penerima bantuan militer AS terbesar di ASEAN. Meskipun dana FMF utamanya untuk alutsista AS, Filipina sering menggunakan strategi kombinasi pendanaan:
Mekanisme: Filipina menggunakan dana bantuan AS (FMF) untuk modernisasi infrastruktur dan pemeliharaan alutsista asal AS, sehingga anggaran nasional mereka dapat dialokasikan sepenuhnya untuk membeli senjata dari Eropa melalui skema kredit ekspor pihak ketiga.
Contoh: Pembelian kapal patroli dari Perancis dan helikopter dari Polandia (anak perusahaan Eropa) dilakukan bersamaan dengan penerimaan hibah aset militer dari AS.
-------------------
2. Vietnam
Vietnam mulai menerima fasilitas pembiayaan militer dari AS sejak pencabutan embargo senjata pada 2016.
Mekanisme: AS memberikan dana FMF untuk meningkatkan kemampuan maritim Vietnam. Meskipun dana tersebut untuk kapal patroli kelas Hamilton (bekas AS), Vietnam secara paralel menggunakan pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Eropa atau Korea Selatan untuk sistem senjata lainnya.
Tujuan: Vietnam melakukan diversifikasi agar tidak bergantung pada satu donor atau produsen saja.
-------------------
3. Thailand
Sebagai sekutu non-NATO utama AS, Thailand memiliki akses ke berbagai fasilitas pembiayaan Amerika.
Interoperabilitas: Thailand sering membeli teknologi dari Eropa (seperti dari Swedia atau Inggris) yang kemudian diintegrasikan dengan sistem komunikasi atau persenjataan yang didanai oleh AS agar tetap bisa bekerja sama dengan pasukan AS.
-------------------
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
-
https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
Aset baru ini. Kapal yg TDK perlu ditarik tug boat karena punya mesin 😁😁
BalasHapusTiap SHOPPING ke Turkiyem selaluw kita duluan dapet
BalasHapus✅️ANKA kita duluan
✅️CENK 400 kita duluan
✅️ATMACA kita duluan
bahkan KAAN kita duluan kontrak
Ankara tau, mana yg bajet Besar haha!🤑🦾🤑
eittt Turkiyem sama kita sesama anggota G20 juga lho....klien Prioritas haha!😎💰😎
yg ngutang apalagi barter kyk kl belakangan, gak penting haha!😄😬😄
2022 2024 2026 =
BalasHapusMIMPI NSM
MIMPI NSM
MIMPI NSM
MIMPI NSM
MIMPI NSM
MIMPI NSM
------------------
2022 = Malaysia Lengkapi Korvet Kelas Kedah dengan Naval Strike Missile
Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) telah menyusun rencana dengan anggaran MYR214 juta (USD48 juta) untuk melengkapi dua korvet kelas Kedah (MEKO 100 RMN) dengan peluncur Naval Strike Missile (NSM).
------------------
2024 = Kerajaan Malaysia menyetujui anggaran awal sebesar MYR 214 juta (USD 48 juta) untuk melengkapi dua unit pertama korvet kelas Kedah dengan sistem rudal Naval Strike Missile (NSM).
------------------
2026 (Januari) = Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, secara resmi mengumumkan bahwa kerajaan telah meluluskan pemasangan sistem rudal NSM pada seluruh enam buah kapal kelas Kedah. Keputusan ini diambil di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026
------------------
Pemasangan rudal Naval Strike Missile (NSM) pada korvet kelas Kedah milik Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (TLDM) dijadwalkan akan dilaksanakan secara bertahap melalui beberapa fase anggaran berikut:
2021–2025 (Rancangan Malaysia Ke-12): Rencana awal diajukan di bawah Rolling Plan 4 dengan anggaran sekitar MYR 214 juta untuk melengkapi dua kapal pertama dalam kelas tersebut.
2024: Berdasarkan laporan Janes, usulan pendanaan awal untuk proyek pengadaan tiga bagian ini masuk dalam anggaran nasional tahun 2024.
2026: Melalui Anggaran Nasional 2026, Pemerintah Malaysia secara resmi menyetujui perluasan integrasi sistem NSM untuk seluruh enam unit kapal kelas Kedah. Program ini akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan serangan permukaan armada TLDM.
GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
BalasHapusGOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
----------------------
https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..