31 Januari 2026

Kapal Fregat TCG İzmir dan TCG İçel dari Turki Bakal Perkuat TNI AL

31 Januari 2026

Fregat kelas I TCG Izmir 516 (photo: Donanim Haber)

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) TCG Izmir dan TCG Icel yang menjadi kebanggaan Angkatan Laut Turki, meraih kesuksesan besar di panggung internasional. Kini, di bidang industri pertahanan, Turki telah menjadi salah satu pengekspor senjata terpenting di dunia.

Platform-platform megah itu yang dikembangkan dalam lingkup proyek MILGEM, pertama kalinya akan diekspor ke Indonesia untuk dioperasikan TNI AL. Konsorsium galangan kapal Turki, TAIS telah menandatangani perjanjian senilai 1 miliar atau sekitar Rp 16,7 triliun dengan perusahaan Barzan Holdings dari Qatar. Berdasarkan perjanjian ini, dua fregat kelas İstif, setara dengan TCG Izmir dan TCG Icel, akan dikirim ke Indonesia.

Fregat kelas I TCG Icel 518 (photo: Haluk Görgün on NSosyal)

Dikutip dari Mirathaber, ekspor itu menandai penjualan luar negeri pertama kelas İstif dan sekali lagi menunjukkan daya saing global Turki di industri pertahanan. Model kerja sama trilateral ini, yang difasilitasi oleh Qatar, juga merupakan cerminan keberhasilan Turki dalam diplomasi dan ekonomi.

Di bawah kepemimpinan Erdoğan, Turki terus menulis kisah-kisah epik di industri pertahanan: Lebih banyak lagi TCG Izmir dan TCG Icel akan dengan bangga mengibarkan bendera Turki di tanah air dan di luar negeri! Perjanjian ini adalah salah satu bukti paling nyata tentang seberapa jauh Partai AK telah membawa industri pertahanan dalam lebih dari 20 tahun kekuasaannya.

Kapal fregat kelas I (I class, Istanbul class atau Istif class) adalah fregat dengan panjang 113,2m dan berat 3.100ton (image: Donanim Haber)

Sekretaris Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Gorgun menjelaskan, program MILGEM sebagai "simbol nyata tekad Turki untuk mandiri di industri pertahanan, kapasitas tekniknya yang tinggi, dan visinya untuk produksi dalam negeri." Merujuk pada proyek tersebut yang dikerjakan dengan kontribusi lebih 200 lembaga, organisasi, dan perusahaan, Gorgün mengatakan, proyek kapal fregat terus menghadirkan hal-hal pertama bagi Turki.

Dia mencatat, Turki termasuk di antara negara-negara terkemuka di dunia dalam hal pembangunan kapal militer secara simultan. Menurut Gorgun, TCG IÇEL mengandung banyak solusi lokal di berbagai subsistem, dari radar dan sonar hingga sistem pengendalian tembakan dan rudal anti-kapal, dengan tingkat kandungan lokal mencapai hingga 80 persen.

"Pencapaian ini adalah hasil dari visi bersama bukan hanya dari Angkatan Laut Turki tetapi juga dari semua pemangku kepentingan di industri pertahanan kita," katanya dikutip dari Stm.

129 komentar:

  1. GOODBYE = LEKIU KASTURI LAKSAMANA KEDAH PERDANA HANDALAN JERUNG LMS LCS
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO
    30 KSOT TORPEDO

    -----------------
    Media Pertahanan Global (Defense Specialist)
    1. Naval News: Memberikan ulasan mendalam mengenai uji coba penembakan torpedo "Piranha" 324 mm dari prototipe KSOT-008 dan mengonfirmasi target 30 unit yang akan dioperasikan oleh Komando Operasi Kapal Selam (Koopskasel) pada 2026.
    2. Interesting Engineering: Mengulas keunggulan teknis KSOT, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem sonar modern, serta mengonfirmasi target induksi 30 unit ke TNI AL.
    3. Defense Security Asia: Melaporkan nilai proyek pengadaan ini yang diperkirakan mencapai USD 1 miliar (sekitar Rp 15-16 triliun) dan rencana penempatan di Selat Sunda, Lombok, serta Makassar
    -----------------
    Sistem Senjata dan Navigasi
    1. Persenjataan: Dilengkapi dengan enam unit torpedo (salah satunya jenis Black Shark).
    2. Teknologi: Mengadopsi Kecerdasan Buatan (AI) untuk misi pemetaan maritim, deteksi kawan/lawan (IFF), serta operasi pengintaian siluman.
    3. Pusat Kendali: Dioperasikan melalui Autonomous Submarine Command Center (ASCC) atau pusat komando bergerak (mobile command center).

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

      Hapus
    2. 2022 2024 2026 =
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      MIMPI NSM
      ----------------
      Tahun 2022
      Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
      Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
      Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
      ----------------
      Tahun 2024
      Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
      Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
      ----------------
      Januari 2026
      Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
      Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
      Berita Resmi: The Sun Malaysia dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.

      Hapus
    3. TRIPARTIT ASEAN
      SENJATA EROPA = BIAYA USA
      SENJATA EROPA = BIAYA USA
      SENJATA EROPA = BIAYA USA
      -
      Dalam konteks ASEAN, penggunaan fasilitas pembiayaan Amerika Serikat (seperti Foreign Military Financing/FMF) untuk membeli senjata dari negara ketiga (Eropa)
      -------------------
      1. Filipina
      Filipina adalah penerima bantuan militer AS terbesar di ASEAN. Meskipun dana FMF utamanya untuk alutsista AS, Filipina sering menggunakan strategi kombinasi pendanaan:
      Mekanisme: Filipina menggunakan dana bantuan AS (FMF) untuk modernisasi infrastruktur dan pemeliharaan alutsista asal AS, sehingga anggaran nasional mereka dapat dialokasikan sepenuhnya untuk membeli senjata dari Eropa melalui skema kredit ekspor pihak ketiga.
      Contoh: Pembelian kapal patroli dari Perancis dan helikopter dari Polandia (anak perusahaan Eropa) dilakukan bersamaan dengan penerimaan hibah aset militer dari AS.
      -------------------
      2. Vietnam
      Vietnam mulai menerima fasilitas pembiayaan militer dari AS sejak pencabutan embargo senjata pada 2016.
      Mekanisme: AS memberikan dana FMF untuk meningkatkan kemampuan maritim Vietnam. Meskipun dana tersebut untuk kapal patroli kelas Hamilton (bekas AS), Vietnam secara paralel menggunakan pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Eropa atau Korea Selatan untuk sistem senjata lainnya.
      Tujuan: Vietnam melakukan diversifikasi agar tidak bergantung pada satu donor atau produsen saja.
      -------------------
      3. Thailand
      Sebagai sekutu non-NATO utama AS, Thailand memiliki akses ke berbagai fasilitas pembiayaan Amerika.
      Interoperabilitas: Thailand sering membeli teknologi dari Eropa (seperti dari Swedia atau Inggris) yang kemudian diintegrasikan dengan sistem komunikasi atau persenjataan yang didanai oleh AS agar tetap bisa bekerja sama dengan pasukan AS.
      -------------------
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      -
      https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.

      Hapus
  2. Balasan
    1. nyoiihhh makin berbisa klo kata warganyet seblah om haha!🚀🦾🚀

      Hapus
  3. LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    LMS B2 VERSI DOWNGRADE BABUR CLASS PAK
    -
    Harga kapal ADA-class corvette buatan Turki berbeda antar negara:
    -
    1. Turki: Ada Class sekitar US$250–300 juta per unit.
    -
    2. Pakistan: Babur Class kontrak US$1,5 miliar untuk 4 unit (±US$375 juta per unit).
    -
    3. Malaydesh: kontrak US$544 juta untuk 3 unit (±US$181 juta per unit).
    --------------
    PROTANK = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Contraves Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Axima Concept SA = TAGIH HUTANG
    Contraves Advanced Devices Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Tyco Fire, Security & Services Malaydesh Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    iXblue SAS = TAGIH HUTANG
    iXblue Sdn Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Pembangunan Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd = TAGIH HUTANG
    MTU Services = TAGIH HUTANG
    Affin Hwang Investment Bank Bhd = TAGIH HUTANG
    Bank Muamalat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaydesh Bhd = TAGIH HUTANG
    Malayan Banking Bhd (Maybank) = TAGIH HUTANG
    Kuwait Finance House (Malaydesh) Bhd = TAGIH HUTANG
    ==============
    ==============
    5x GANTI PM = AKAN
    6x GANTI MENHAN = AKAN
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL SHOPPING
    -
    2025 = 84,3% DARI GDP
    MISKIN KLAIM LUNAS 2053 = GAGAL (NAMBAH DEBT)
    -
    PERDANA MENTERI = TIDAK BAYAR TERTUNGGAK
    MENTERI PERTAHANAN = KEKANGAN KEWANGAN
    SERIUS!!! BADUT GORILA IQ BOTOL = MEMBUAL KLAIM KAYA
    --------------------------
    MEANWHILE MALAYDESH = 2026 SALARIES 65% MAINTENANE PROCUREMENT 35%
    -
    1. Pengeluaran Operasional (Operating Expenditure - OE)
    Jumlah: Sekitar RM14,1 miliar.
    Persentase: Mencakup sekitar 65% dari total pengeluaran operasional yang lebih luas, dan sebagian besar dari jumlah ini secara spesifik untuk gaji (salaries) dan tunjangan personel militer.
    Fokus: Dana ini digunakan untuk menutupi biaya harian, termasuk remunerasi personel, tunjangan, dan layanan pendukung rutin.
    -
    2. Pengeluaran Pembangunan (Development Expenditure - DE)
    Jumlah: Sekitar RM7,63 miliar.
    Persentase: Jumlah ini setara dengan sekitar 35% dari total alokasi kementerian (RM21,7 miliar), namun hanya sedikit di atas setengah dari porsi biaya operasional.
    Fokus: Dana ini ditujukan untuk pengadaan (procurement) aset baru, pemeliharaan (maintenance) besar, dan pengembangan infrastruktur.
    -----------------
    Sumber Berita :
    Informasi ini diambil dari analisis mendalam yang dipublikasikan oleh sumber-sumber terkemuka di bidang pertahanan dan ekonomi =
    1. Aviation Week: Melaporkan total alokasi dan menyebutkan fokus pada pengadaan aset baru seperti pesawat patroli dan sistem pertahanan udara.
    -
    3. The Edge Malaydesh/Bernama: Publikasi berita ini mengonfirmasi total angka alokasi untuk Kementerian Pertahanan sebesar RM21,7 miliar dalam liputan utama Anggaran 2026 merek
    ).

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  4. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
    -
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..
    ---------------------
    1. Turki (Türkiye) - HUTANG
    Proyek Utama: Kapal Perang LMS B2 (STM) dan MPMS (Desan Shipyard).
    Mekanisme: Pinjaman penuh (G2G) melalui Turk Eximbank.
    Ketentuan: Bunga 4%–6% (standar OECD CIRR) dengan tenor 10–15 tahun.
    Status: Pembayaran berbasis milestone dengan jaminan pemerintah Turki.
    -
    2. Polandia - HUTANG
    Proyek Utama: Tank PT-91M "Pendekar".
    Mekanisme: Kredit Ekspor melalui skema Barter/Imbal Dagang.
    Ketentuan: Pembayaran tidak menggunakan devisa tunai secara penuh, melainkan ditukar dengan komoditas Minyak Kelapa Sawit (CPO).
    Keunggulan: Mengurangi beban cadangan devisa negara.
    -
    3. Korea Selatan - HUTANG
    Proyek Utama: Jet Tempur FA-50 Block 20.
    Mekanisme: Kredit melalui KEXIM (Export-Import Bank of Korea) senilai ±US$920 juta.
    Ketentuan: Skema Campuran (50:50). Setengah nilai kontrak dibayar tunai melalui kredit, setengahnya lagi melalui Barter Minyak Kelapa Sawit.
    -
    4. Inggris (UK) - HUTANG
    Mekanisme: Umumnya didukung oleh UK Export Finance (UKEF).
    Ketentuan: UKEF memberikan jaminan atau pinjaman langsung kepada pembeli untuk produk pertahanan asal Inggris.
    Karakteristik: Fokus pada dukungan finansial jangka panjang untuk memastikan daya saing industri dirgantara dan maritim Inggris di pasar internasional

    BalasHapus
  5. Hah...ini LCS 1 dan 2?..wow.
    Gempoor dan MMW pasti merase bangge je. Upin ipin cecah air.

    BalasHapus
  6. ASET PREMIUM BARU LAGI.....HERAN DUITNYA GA HABIS HABIS NIH.
    PANTAS SAJA ANGGOTA GENK ELIT DUNIA DUITNYA BANYAK BEDA SAMA MALONDESH ANGGOTA GENK SULIT 😂😂😂😂😂

    BalasHapus
  7. NEW tambo duo..
    ✨️Frigat Istif 113 meter

    ✅️Cenk 400 AESA akhirnya kita yg Pertama se ASEAN haha!👍👍👍
    400 km haha!🤗👍🤗

    BalasHapus
  8. Last last kita duluan pake CENK 400
    segra datang, warganyet muka BADAK🦏 KALAH LAGGIIIII haha!🤑😉🤑

    Makloum Bajet kita Besar haha!🤑🤣🤑

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    GEMPURWIRA22 Juni 2024 pukul 20.15
    Radar CENK AESA yang dipasang pada LMS BATCH 2 guys.... 😎😎😎

    CENK S-band AESA radar has a range of 400 km, beyond that of SMART-S used on many Turkish frigates and Ada-class corvettes. Longer range

    BalasHapus
  9. ✅️2 PPA kita Begal
    ✅️2 Istif kita Begal

    Eittt belum selesai SHOPPING SOPING kita masi banyak, tunggu
    ✅️mogami, fdi, freem...kita bungkus haha!😎💰😎

    warganyet dapat ampas Brosur dan poto doank kahsiyan haha!😜😋😜

    BalasHapus
  10. Tugboat..purrr..🤪😜😝🤣😁😅

    BalasHapus
  11. ✅️kita SHOPPING KCR 70m ke Tais Turkiye

    ❌️sebelah ikutan, tapi kahsiyan barusan mao pamer ADA klas pendek,
    ehhh warganyet negri🎰kasino genting tipe M PANIK🥶

    Bantingan kita donk langsung SHOPPING ISTANBUL KLAS FRIGAT 113 meter haha!😆🦾😆
    LEBIH PANJANG, LEBIH PAWER, LEBIH MAHAL tentunya haha!🤑👍🤑

    BalasHapus
  12. PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
    Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
    Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
    Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
    -------------------
    2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
    Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
    Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
    Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
    -------------------
    3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
    Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
    Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
    Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

    BalasHapus
  13. QATAR, TURKIYE sayang kita gaesz haha!😍🤗😍
    mayan hadiah awal tahun, 2 Frigat Top haha!🤑🦾🤑

    eitttt pasti cemburu tuch warganyet tipe m, NGAMUK🔥 guling2 MeWeK haha!😭😵‍💫😭

    BalasHapus
  14. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
    Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
    1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
    Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
    Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
    Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
    -------------------
    2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
    Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
    Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
    Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
    -------------------
    3. Skema European Peace Facility (EPF)
    Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
    Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
    -------------------
    4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
    Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
    Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
    Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
    -------------------
    Kesimpulan Pola di Eropa:
    Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

    BalasHapus
  15. Mayan di beliin 2 istif makasi Emir Qatar, sehat selaluw hore haha!🥳🤗🥳

    sedangkan kl kan uda dapet jugak
    cn235, apgred MSA yg bayar Amerika
    Radar TP 77 yg bayar Amerika
    6 gowing lcs yg NGUTANGIN EMIR KUWAIT, ehhh kl buron, NUNGGAK gak bayar..parahh haha!👻😁👻

    BalasHapus
  16. Tiap SHOPPING ke Turkiyem selaluw kita duluan dapet
    ✅️ANKA kita duluan
    ✅️CENK 400 kita duluan

    Ankara tau, mana yg bajet Besar haha!🤑🦾🤑
    eittt Turkiyem sama kita sesama anggota G20 juga lho....klien Prioritas haha!😎💰😎

    yg ngutang apalagi barter belakangan, gak penting haha!😄😬😄

    BalasHapus
  17. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
    Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
    1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
    Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
    Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
    Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
    -------------------
    2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
    Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
    Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
    Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
    -------------------
    3. Skema European Peace Facility (EPF)
    Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
    Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
    -------------------
    4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
    Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
    Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
    Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
    -------------------
    Kesimpulan Pola di Eropa:
    Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

    BalasHapus
  18. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    -
    Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
    BENUA AMERIKA
    Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
    Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
    -
    2. BENUA ASIA
    JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
    Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
    Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
    Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
    Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
    -
    3. BENUA EROPA
    Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
    Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
    19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
    -
    4. BENUA AFRIKA
    Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
    Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
    Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
    -
    Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
    KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
    Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
    Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
    Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
    -
    Sumber Berita Utama:
    European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
    Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
    Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

    BalasHapus
  19. 2026 ASET BARUW JANUARI Milik kita
    ✅️MAUNG
    ✅️M3CS
    ✅️VBAT DRONE
    ✅️RAFALE
    ✅️SHOPPING HEMLIS
    ✅️SHOPPING GDE-BUK🔥
    ✅️SHOPPING ISTIF🔥
    ✅️SHOPPING AH140🔥
    ✅️KAAN DEAL $ 15 BN🔥

    kalo negri🎰kasbon genting, akan..last last SEWA ama Kensel haha🤥😂🤥
    parahhh kl N⛔️ SHOPPING kahsiyan haha!😵‍💫😭😵‍💫

    BalasHapus
  20. MENURUT GORILA = NEGARA MISKIN
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    MISKIN HUTANG = KASTA PENGHUTANG
    -
    GEMPURWIRA 6 Januari 2026 pukul 12.43
    KASTA PENGUTANG.... 🔥🔥🤣🤣
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    misi NGEMIS HUTANG LENDER....
    Dasar negara MISKIN.............. HAHAHAHHA
    -
    GEMPURWIRA16 Oktober 2025 pukul 19.25
    MENCARI HUTANG LENDER....??? HAHAHAHHAHA
    -
    GEMPURWIRA21 Januari 2026 pukul 13.34
    Manakala QATAR LENDER untuk Kapal INDIANESIA... 🤣🤣🤣🤣
    KASTA PENGUTANG MISKIN yang MEMALUKAN... 🤣🤣🤣
    -----------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  21. Ini kan kapal yang DI BAYAR oleh QATAR untuk negara MISKIN..? 🔥🔥🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
      1. JERMAN
      2. PRANCIS
      3. ITALIA
      4. SPANYOL
      5. BELANDA
      6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
      7. RUMANIA
      8. BULGARIA
      9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
      10. LATVIA
      11. ESTONIA
      12. REPUBLIK CEKO
      13. SLOVAKIA
      14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
      15. FINLANDIA
      17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
      18. PORTUGAL
      19. BELGIA
      Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
      Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber Berita Utama:
      European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
      The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
      European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
      -
      20. MESIR
      Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
      -
      21. INDIA
      Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
      Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
      Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
      -
      22. PAKISTAN
      Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
      Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
      Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
      -
      23. BRASIL
      Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
      -
      24. TAIWAN
      Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
      -
      24. JEPANG
      Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
      -
      24. KOREA SELATAN
      Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang

      Hapus
    2. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
      1. JERMAN
      2. PRANCIS
      3. ITALIA
      4. SPANYOL
      5. BELANDA
      6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
      7. RUMANIA
      8. BULGARIA
      9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
      10. LATVIA
      11. ESTONIA
      12. REPUBLIK CEKO
      13. SLOVAKIA
      14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
      15. FINLANDIA
      17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
      18. PORTUGAL
      19. BELGIA
      Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
      Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber Berita Utama:
      European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
      The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
      European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
      -
      20. MESIR
      Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
      -
      21. INDIA
      Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
      Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
      Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
      -
      22. PAKISTAN
      Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
      Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
      Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
      -
      23. BRASIL
      Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
      -
      24. TAIWAN
      Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
      -
      24. JEPANG
      Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
      -
      24. KOREA SELATAN
      Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang

      Hapus
    3. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
      1. JERMAN
      2. PRANCIS
      3. ITALIA
      4. SPANYOL
      5. BELANDA
      6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
      7. RUMANIA
      8. BULGARIA
      9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
      10. LATVIA
      11. ESTONIA
      12. REPUBLIK CEKO
      13. SLOVAKIA
      14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
      15. FINLANDIA
      17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
      18. PORTUGAL
      19. BELGIA
      Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
      Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber Berita Utama:
      European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
      The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
      European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
      -
      20. MESIR
      Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
      -
      21. INDIA
      Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
      Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
      Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
      -
      22. PAKISTAN
      Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
      Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
      Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
      -
      23. BRASIL
      Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
      -
      24. TAIWAN
      Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
      -
      24. JEPANG
      Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
      -
      24. KOREA SELATAN
      Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang


      Hapus
    4. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

      Hapus
    5. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
  22. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
    Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
    1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
    Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
    Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
    Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
    -------------------
    2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
    Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
    Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
    Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
    -------------------
    3. Skema European Peace Facility (EPF)
    Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
    Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
    -------------------
    4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
    Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
    Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
    Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
    -------------------
    Kesimpulan Pola di Eropa:
    Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

    BalasHapus
  23. Psssttttt..... Mau kapal tapi tak mampu dibayar... Nah tau tau NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA... 🤣🤣🤣🤣

    AIB guys.... Lagi HINA dari SEWA... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

      Hapus
    2. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
    3. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports


      Hapus
  24. PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
    Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
    Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
    Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
    -------------------
    2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
    Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
    Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
    Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
    -------------------
    3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
    Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
    Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
    Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

    BalasHapus
  25. Psssttttt..... Mau kapal tapi tak mampu dibayar... Nah tau tau NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA... 🤣🤣🤣🤣

    AIB guys.... Lagi HINA dari SEWA... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports


      Hapus
    2. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
      1. JERMAN
      2. PRANCIS
      3. ITALIA
      4. SPANYOL
      5. BELANDA
      6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
      7. RUMANIA
      8. BULGARIA
      9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
      10. LATVIA
      11. ESTONIA
      12. REPUBLIK CEKO
      13. SLOVAKIA
      14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
      15. FINLANDIA
      17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
      18. PORTUGAL
      19. BELGIA
      Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
      Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber Berita Utama:
      European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
      The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
      European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
      -
      20. MESIR
      Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
      -
      21. INDIA
      Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
      Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
      Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
      -
      22. PAKISTAN
      Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
      Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
      Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
      -
      23. BRASIL
      Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
      -
      24. TAIWAN
      Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
      -
      24. JEPANG
      Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
      -
      24. KOREA SELATAN
      Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang

      Hapus
    3. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
  26. QATAR SIGN KONTRAK dengan TURKIYE untuk serah 2 kapal ISTIF pada sebuah negara MISKIN..... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  27. Balasan
    1. nyoiihh apalagi gowing lcs palsuw...
      kapal pendek teknologi kuno radar non Aesa, VLS versi murah & kapabilitas terbatas onli shorad, no ciws...
      hrg lebih mehonk dr istif lho, diprediksi nambah terus qhaha!🤣😋🤣

      Hapus
  28. Guys.... Kalau MISKIN BUAT CARA MISKIN... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
    2. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports



      Hapus
    3. PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

      Hapus
    4. Ya pork

      MALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.


      -NO NSM.

      -NO MRAD.

      -NO VL MICA.

      -NO SPH.


      -NO ATTACK HELIKOPTER.


      -NO JET LATIH.


      -NO MALE UAV TEMPUR

      Hapus
  29. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    -
    Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
    BENUA AMERIKA
    Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
    Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
    -
    2. BENUA ASIA
    JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
    Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
    Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
    Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
    Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
    -
    3. BENUA EROPA
    Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
    Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
    19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
    -
    4. BENUA AFRIKA
    Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
    Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
    Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
    -
    Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
    KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
    Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
    Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
    Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
    -
    Sumber Berita Utama:
    European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
    Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
    Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports



    BalasHapus
    Balasan
    1. biasalah warganyet seblah om, apa yg kita dapat, pengen jugak..yg kocak mreka pura2 lupa jasa Utangan Emir Kuwait buat 6 gowing lcs palsuw ituw..eh tinggal 5 haha!😄😆😄

      Hapus
  30. PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
    Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
    Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
    Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
    -------------------
    2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
    Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
    Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
    Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
    -------------------
    3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
    Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
    Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
    Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

    BalasHapus
  31. Satu satunya negara di ASEAN yang kapal perang nya DIBAYARKAN oleh negara lain.... 🤣🤣🤣

    Jadi bahan ketawa jiran guys... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya pork

      MALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.


      -NO NSM.

      -NO MRAD.

      -NO VL MICA.

      -NO SPH.


      -NO ATTACK HELIKOPTER.


      -NO JET LATIH.


      -NO MALE UAV TEMPUR

      Hapus
    2. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
    3. PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

      Hapus
  32. PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
    Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
    Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
    Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
    -------------------
    2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
    Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
    Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
    Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
    -------------------
    3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
    Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
    Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
    Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

    BalasHapus
  33. Si MISKIN hanya mampu mengandalkan HUTANG LENDER guys.... 🤣🤣🤣



    Indonesia dapat Pinjaman Rp196 Triliun Untuk Bayar Kapal PPA Italia.

    https://www.zonajakarta.com/nasional/67313901088/indonesia-dapat-pinjaman-rp196-triliun-untuk-bayar-kapal-ppa-italia-ternyata-ini-yang-bikin-indonesia-terpikat-kemampuan-kapal-tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

      Hapus
    2. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.


      Hapus
    3. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Berikut adalah daftar ringkas negara-negara di berbagai benua yang menggunakan skema loan (pinjaman) atau kredit untuk pengadaan alutsista, berdasarkan data terbaru per Januari 2026:
      BENUA AMERIKA
      Brasil: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) (ECA) dari Swedia (SEK) untuk jet tempur Gripen dan dari Prancis (Bpifrance) untuk kapal selam PROSUB.
      Argentina: Menggunakan skema Foreign Military Financing (FMF) dan pinjaman lunak dari Amerika Serikat untuk pembelian jet tempur F-16 bekas Denmark yang disetujui pada akhir 2024/2025.
      -
      2. BENUA ASIA
      JEPANG : menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer. Meskipun secara teknis merupakan utang domestik, ini berfungsi sebagai "pinjaman" dari masa depan untuk mempercepat akuisisi saat ini.
      Filipina: Menggunakan skema Pinjaman Proyek Luar Negeri dan bantuan pembiayaan militer (FMF) dari Amerika Serikat untuk program modernisasi Horizon 3.
      Pakistan: Menggunakan Line of Credit (LoC) dan pinjaman jangka panjang dari Tiongkok untuk kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17.
      Taiwan: Menggunakan fasilitas Pinjaman dan Jaminan Kredit FMF dari pemerintah Amerika Serikat untuk mempercepat pengadaan sistem rudal dan drone.
      Korea Selatan: Menggunakan skema FMS (Foreign Military Sales) dengan cicilan untuk pembelian alutsista canggih dari AS seperti F-35A.
      -
      3. BENUA EROPA
      Polandia: Pengguna kredit militer terbesar di Eropa saat ini melalui KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Korea Selatan (K-Exim) untuk tank K2 dan howitzer K9, serta pinjaman dari AS.
      Ukraina: Mengandalkan Pinjaman Jangka Panjang dan Hibah dari Uni Eropa (skema bantuan makro-finansial) serta AS untuk pengadaan senjata selama masa perang.
      19 Negara Uni Eropa (Skema SAFE): Termasuk Polandia, Yunani, dan negara-negara Baltik, menggunakan Pinjaman Massal Kolektif melalui Bank Investasi Eropa (EIB) untuk modernisasi pertahanan blok tersebut mulai Kuartal I 2026.
      -
      4. BENUA AFRIKA
      Mesir: Menggunakan KREDIT EKSPOR (HUTANG) Terjamin dari Prancis (Bpifrance) untuk jet Rafale dan dari Italia (SACE) untuk kapal frigat kelas FREMM.
      Maroko: Menggunakan skema FMS dari Amerika Serikat dengan fasilitas kredit serta pembiayaan dari bank komersial internasional yang dijamin pemerintah untuk sistem pertahanan udara.
      Nigeria: Menggunakan skema Line of Credit dari Tiongkok dan Turki untuk pengadaan kendaraan tempur, drone, dan helikopter serang.
      -
      Jenis Skema Kredit yang Umum Digunakan:
      KREDIT EKSPOR (HUTANG) (Export Credit Agency - ECA): Pinjaman dari bank komersial yang dijamin oleh pemerintah negara penjual (contoh: Bpifrance, SACE, K-Exim).
      Foreign Military Financing (FMF): Program pemerintah AS yang memberikan hibah atau pinjaman untuk membeli alat militer buatan Amerika.
      Line of Credit (LoC): Jalur kredit khusus antar-pemerintah (G-to-G) dengan batas jumlah tertentu.
      Security Action for Europe (SAFE): Instrumen pinjaman kolektif Uni Eropa (terbaru 2026) untuk kemandirian pertahanan.
      -
      Sumber Berita Utama:
      European Commission Defence Industry (SAFE 2025/2026)
      Defense Security Cooperation Agency - DSCA AS (Update Januari 2026)
      Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) 2025 Reports

      Hapus
    4. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
      Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
      1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
      Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
      Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
      Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
      -------------------
      2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
      Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
      Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
      Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
      -------------------
      3. Skema European Peace Facility (EPF)
      Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
      Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
      -------------------
      4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
      Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
      Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
      Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
      -------------------
      Kesimpulan Pola di Eropa:
      Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

      Hapus
  34. Ya pork

    MALAYSEWA 🇲🇾 MISKIN TOLOL.


    -NO NSM.

    -NO MRAD.

    -NO VL MICA.

    -NO SPH.


    -NO ATTACK HELIKOPTER.


    -NO JET LATIH.


    -NO MALE UAV TEMPUR

    BalasHapus
  35. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
    Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
    1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
    Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
    Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
    Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
    -------------------
    2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
    Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
    Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
    Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
    -------------------
    3. Skema European Peace Facility (EPF)
    Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
    Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
    -------------------
    4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
    Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
    Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
    Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
    -------------------
    Kesimpulan Pola di Eropa:
    Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.


    BalasHapus
  36. Tolong QATAR... BAYARKAN kapal ISTIF saya..... Saya tak mampu bayar tiada wang... 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  37. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    -
    19 negara anggota Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
    POLANDIA (PENDAFTAR DENGAN NILAI PINJAMAN TERBESAR UNTUK PENGUATAN PERBATASAN TIMUR).
    1. JERMAN
    2. PRANCIS
    3. ITALIA
    4. SPANYOL
    5. BELANDA
    6. YUNANI (FOKUS PADA MODERNISASI ARMADA LAUT).
    7. RUMANIA
    8. BULGARIA
    9. LITUANIA (FOKUS PADA SISTEM PERTAHANAN UDARA JARAK PENDEK/MENENGAH).
    10. LATVIA
    11. ESTONIA
    12. REPUBLIK CEKO
    13. SLOVAKIA
    14. SWEDIA (FOKUS PADA INTEGRASI INDUSTRI PERTAHANAN NORDIK).
    15. FINLANDIA
    17. DENMARK (SETELAH MENGHAPUS OPT-OUT PERTAHANAN UNI EROPA).
    18. PORTUGAL
    19. BELGIA
    Detail Pelaksanaan (Update Kuartal I - 2026):
    Target Dana: Total pagu kredit mencapai 150 miliar Euro, Tujuan Kredit: Dana ini digunakan untuk pembelian bersama (joint procurement) guna memastikan interoperabilitas antar negara anggota dalam menghadapi ancaman di sayap timur.
    Sumber Berita Utama:
    European Commission - Defence Industry and Space (Update Juli 2025)
    The Guardian - European Defence Funding (Laporan Maret 2025)
    European Investment Bank (EIB) - Security and Defence Press Release (Januari 2026)
    -
    20. MESIR
    Kredit dari Prancis: Mesir terus memanfaatkan fasilitas kredit dari lembaga penjamin ekspor Prancis, Bpifrance. Pada periode 2025–2026, Mesir melanjutkan pembayaran dan penambahan kontrak jet tempur Dassault Rafale dengan skema pinjaman yang mencakup hingga 85% dari total nilai kontrak, dijamin oleh pemerintah Prancis.
    -
    21. INDIA
    Skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) Rusia: pengadaan suku cadang S-400 dan kapal frigat kelas Talwar.
    Inter-Governmental Agreement (IGA): Pada April 2025, India menandatangani kesepakatan untuk 26 jet tempur Rafale-M untuk Angkatan Laut. Pembiayaan ini melibatkan paket KREDIT EKSPOR (HUTANG) yang didukung oleh pemerintah Prancis guna memfasilitasi pembayaran bertahap seiring dengan integrasi senjata domestik India.
    Sumber Berita: The Economic Times India dan Ministry of Defence India (Anggaran 2025-2026).
    -
    22. PAKISTAN
    Kredit dari Tiongkok: Tiongkok menyediakan jalur kredit khusus bagi Pakistan untuk pembelian kapal selam kelas Hangor dan jet tempur JF-17 Thunder Block III. Pinjaman ini biasanya memiliki masa tenor panjang dan bunga rendah sebagai bagian dari kerja sama strategis.
    Kredit dari Turki: Pakistan menggunakan skema KREDIT EKSPOR (HUTANG) dari Turki untuk pengadaan kapal korvet kelas Babur (MILGEM).
    Sumber Berita: Dawn News (Update anggaran pertahanan Pakistan 2025/2026).
    -
    23. BRASIL
    Negara yang menggunakan Export Credit Agency (ECA) untuk membangun industri pertahanan dalam negeri sekaligus memodernisasi peralatan militernya tanpa mengganggu stabilitas ekonomi makro
    -
    24. TAIWAN
    Pinjaman dari AS: Berdasarkan anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk tahun fiskal 2026, otoritas pinjaman dan jaminan Foreign Military Financing (FMF) untuk wilayah Indo-Pasifik difokuskan secara besar-besaran pada Taiwan, dengan alokasi target sebesar 4 miliar USD dalam bentuk fasilitas kredit.
    -
    24. JEPANG
    Mekanisme: Jepang menggunakan surat utang negara (Construction Bonds) dan dana surplus dari anggaran umum untuk mendanai pembangunan fasilitas militer.
    -
    24. KOREA SELATAN
    Sistem Pembayaran: Korea Selatan tidak membayar tunai di muka, melainkan melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS. Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK yang telah disetujui untuk membayar cicilan kontrak jangka panjang

    BalasHapus
  38. Help QATAR... HELP.... QATAR.. TOLONG BELI KAN... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      NAVAL GRUP = SALAH PASANG
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

      Hapus
  39. Guys..... Masa negara klaim G20 terpaksa NGEMIS KE QATAR MINTA DIBAYARKAN KAPALNYA....? 🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      Peserta: 19 negara anggota
      1. PL – Polandia
      2. DE – Jerman
      3. FR – Prancis
      4. IT – Italia
      5. ES – Spanyol
      6. NL – Belanda
      7. GR – Yunani
      8. RO – Rumania
      9. BG – Bulgaria
      10. LT – Lituania
      11. LV – Latvia
      12. EE – Estonia
      13. CZ – Republik Ceko
      14. SK – Slovakia
      15. SE – Swedia
      16. FI – Finlandia
      17. DK – Denmark
      18. PT – Portugal
      19. BE – Belgia
      Fokus Khusus:
      Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
      Yunani → modernisasi armada laut.
      Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
      Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
      Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
      Target Dana: 150 miliar Euro.
      Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
      Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
      -
      20. Mesir 🇪🇬
      Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
      Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
      AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
      Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
      -
      21. India 🇮🇳
      Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
      Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
      Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
      Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
      -
      22. Pakistan 🇵🇰
      Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
      Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
      Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
      -
      23. Thailand 🇹🇭
      Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
      Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
      Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
      -
      24. Taiwan 🇹🇼
      AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
      Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
      Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
      -
      25. Vietnam 🇻🇳
      Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
      Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
      Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
      -
      26. Brasil 🇧🇷
      Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
      Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
      -
      27. Jepang 🇯🇵
      Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
      Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
      -
      28. Korea Selatan 🇰🇷
      Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
      Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.


      Hapus
    2. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB


      Hapus
  40. HELP QATAR... HELP.... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      -
      Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
      Peserta: 19 negara anggota
      1. PL – Polandia
      2. DE – Jerman
      3. FR – Prancis
      4. IT – Italia
      5. ES – Spanyol
      6. NL – Belanda
      7. GR – Yunani
      8. RO – Rumania
      9. BG – Bulgaria
      10. LT – Lituania
      11. LV – Latvia
      12. EE – Estonia
      13. CZ – Republik Ceko
      14. SK – Slovakia
      15. SE – Swedia
      16. FI – Finlandia
      17. DK – Denmark
      18. PT – Portugal
      19. BE – Belgia
      Fokus Khusus:
      Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
      Yunani → modernisasi armada laut.
      Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
      Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
      Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
      Target Dana: 150 miliar Euro.
      Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
      Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
      Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
      -
      20. Mesir 🇪🇬
      Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
      Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
      AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
      Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
      -
      21. India 🇮🇳
      Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
      Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
      Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
      Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
      -
      22. Pakistan 🇵🇰
      Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
      Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
      Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
      -
      23. Thailand 🇹🇭
      Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
      Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
      Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
      -
      24. Taiwan 🇹🇼
      AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
      Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
      Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
      -
      25. Vietnam 🇻🇳
      Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
      Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
      Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
      -
      26. Brasil 🇧🇷
      Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
      Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
      -
      27. Jepang 🇯🇵
      Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
      Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
      -
      28. Korea Selatan 🇰🇷
      Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
      Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.


      Hapus
    2. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
    3. ASIA AFRIKA ......
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      PENGADAAN POLA TRIPATIT
      -------------------
      1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
      Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
      Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
      Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
      -------------------
      2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
      Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
      Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
      Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
      -------------------
      3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
      Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
      Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
      Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

      Hapus
  41. BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA MAHU = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    -
    Uni Eropa – Skema pendanaan/kredit Security Action for Europe (SAFE):
    Peserta: 19 negara anggota
    1. PL – Polandia
    2. DE – Jerman
    3. FR – Prancis
    4. IT – Italia
    5. ES – Spanyol
    6. NL – Belanda
    7. GR – Yunani
    8. RO – Rumania
    9. BG – Bulgaria
    10. LT – Lituania
    11. LV – Latvia
    12. EE – Estonia
    13. CZ – Republik Ceko
    14. SK – Slovakia
    15. SE – Swedia
    16. FI – Finlandia
    17. DK – Denmark
    18. PT – Portugal
    19. BE – Belgia
    Fokus Khusus:
    Polandia → pinjaman terbesar, penguatan perbatasan timur.
    Yunani → modernisasi armada laut.
    Lituania → sistem pertahanan udara jarak pendek/menengah.
    Swedia → integrasi industri pertahanan Nordik.
    Denmark → bergabung setelah menghapus opt-out pertahanan UE.
    Target Dana: 150 miliar Euro.
    Prioritas: Negara garis depan (Polandia & Baltik) mendapat akses cepat untuk artileri & pertahanan udara.
    Tujuan: Joint procurement demi interoperabilitas menghadapi ancaman di sayap timur.
    Sumber: European Commission, The Guardian, European Investment Bank (EIB).
    -
    20. Mesir 🇪🇬
    Prancis (Bpifrance): Kredit hingga 85% kontrak jet Rafale (2025–2026).
    Italia (SACE): Pembiayaan kapal FREMM & jet latih M-346.
    AS (FMF): Bantuan ±1,3 miliar USD/tahun, berfungsi sebagai fasilitas kredit.
    Catatan: Salah satu pengguna terbesar skema kredit militer global.
    -
    21. India 🇮🇳
    Rusia: KREDIT EKSPOR (HUTANG) dengan mekanisme Rupee–Ruble untuk S-400 & kapal Talwar.
    Domestik: Pinjaman bank BUMN untuk proyek Make in India.
    Anggaran 2026: 75 miliar USD; pembelian mesin jet GE F414 dengan jaminan pemerintah.
    Catatan: Selektif, lebih aktif dalam LoC & joint venture.
    -
    22. Pakistan 🇵🇰
    Tiongkok: Kredit tenor panjang & bunga rendah untuk kapal selam Hangor & jet JF-17 Block III.
    Turki: KREDIT EKSPOR (HUTANG) untuk kapal korvet Babur (MILGEM).
    Catatan: Ketergantungan tinggi pada kredit sekutu.
    -
    23. Thailand 🇹🇭
    Skema Barter + Kredit: Kombinasi barter & cicilan.
    Status 2026: Jet tempur baru (F-16 Block 70/Gripen) dengan cicilan 10 tahun.
    Catatan: Strategi untuk meringankan APBN.
    -
    24. Taiwan 🇹🇼
    AS (FMF): Alokasi 4 miliar USD untuk Indo-Pasifik, fokus Taiwan.
    Penggunaan: Pertahanan udara, drone, upgrade F-16.
    Catatan: Ketergantungan meningkat akibat tekanan regional.
    -
    25. Vietnam 🇻🇳
    Anggaran 2025–2029: 46 miliar USD.
    Kredit Korea Selatan: Howitzer K9 senilai 300 juta USD lewat promosi investasi perdagangan.
    Catatan: Diversifikasi dari Rusia ke Barat/Asia.
    -
    26. Brasil 🇧🇷
    Export Credit Agency (ECA): Untuk membangun industri pertahanan domestik & modernisasi alutsista.
    Catatan: Menjaga stabilitas ekonomi makro sambil memperkuat pertahanan.
    -
    27. Jepang 🇯🇵
    Mekanisme: Surat utang negara (Construction Bonds) + dana surplus anggaran umum.
    Catatan: Utang domestik berfungsi sebagai “pinjaman dari masa depan” untuk percepatan akuisisi.
    -
    28. Korea Selatan 🇰🇷
    Sistem Pembayaran: Tidak tunai di muka; melalui akun kepercayaan di Departemen Keuangan AS.
    Catatan: Dana dialokasikan dari anggaran tahunan ROK untuk cicilan kontrak jangka panjang.


    BalasHapus
  42. INGAT ISTIF.... TERINGAT QATAR YANG BAYARKAN... 😆😆🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      NAVAL GRUP = SALAH PASANG
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

      Hapus
    2. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      NAVAL GRUP = SALAH PASANG
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

      Hapus
    3. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  43. Lagi HINA dari SEWA guys.... 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      NAVAL GRUP = SALAH PASANG
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

      Hapus
    2. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      NAVAL GRUP = SALAH PASANG
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
      --
      https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
      Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
      "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
      ---------------------
      PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      LCS SALAH POTONG
      -
      Masalah utama:
      Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
      Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
      Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

      Hapus
    3. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
      -
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
      ----------------------
      https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
      It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
      Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
      We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
      ---------------------
      MALAYDESH ........
      GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
      HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
      FEDERAL GOVERNMENT DEBT
      • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
      • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
      • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
      HOUSEHOLD DEBT
      2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
      2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
      2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
      2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
      2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
      2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
      2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
      2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
      2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
      2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
      2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
      ------------------
      MALAYDESH ........
      DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
      2029 = 438,09 BILLION USD
      2028 = 412,2 BILLION USD
      2027 = 386,51 BILLION USD
      2026 = 362,19 BILLION USD
      2025 = 338,75 BILLION USD
      2024 = 316,15 BILLION USD
      2023 = 293,83 BILLION USD
      2022 = 271,49 BILLION USD
      2021 = 247,49 BILLION USD
      2020 = 221,49 BILLION USD
      ------------------
      MALAYDESH .........
      DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
      DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
      DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
      DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
      DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
      DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
      The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
      ------------------
      MALAYDESH ........
      BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
      MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

      Hapus
  44. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
    -
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
    ---------------------
    NAVAL GRUP = SALAH PASANG
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    REWORK 4000 PIPA DAN KABEL LCS
    --
    https://www.airtimes.my/2026/01/28/penyerahan-lcs-1-dan-2-rasmi-ditunda-kapal-pertama-lewat-4-bulan-ke-disember-2026/
    Dalam penjelasan beliau, Mohamed Khaled mendedahkan bahawa kelewatan ini berpunca daripada dua faktor kritikal iaitu kelewatan penghantaran peralatan daripada Pengeluar Peralatan Asal (OEM) dan keperluan mendesak untuk melakukan kerja-kerja pemasangan semula (re-work) ke atas sistem perpaipan dan kabel kapal susulan teguran audit teknikal.
    "Naval Group buat audit, lihat supaya semua kerja berjalan sebagaimana spesifikasi, dan mereka telah membuat teguran supaya ditambah baik ataupun re-work pemasangan perpaipan dan juga kabel. Untuk makluman ada 4,000 unit paip, jadi diminta supaya dikaji semula dan dipasang semula," jelas Menteri Pertahanan.
    ---------------------
    PAC = TANPA PERSETUJUAN PENUH
    LCS SALAH POTONG
    LCS SALAH POTONG
    LCS SALAH POTONG
    LCS SALAH POTONG
    LCS SALAH POTONG
    -
    Masalah utama:
    Reka bentuk bertukar daripada model MEKO A100 (Jerman) yang dipersetujui TLDM kepada Gowind (Perancis) tanpa persetujuan penuh.
    Akibatnya, pemotongan besi dan komponen awal yang sudah dilakukan menjadi tidak relevan (“salah potong”).
    Kelewatan besar: sepatutnya kapal pertama siap 2019, tetapi hanya berjaya diluncurkan pada Mei 2024

    BalasHapus
  45. BUKAN FITNAH TAPI FAKTA........
    -
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    ----------------------
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this.
    ---------------------
    MALAYDESH ........
    GOVERNMENT DEBT : 69% OF GDP
    HOUSEHOLD DEBT : 84.3% OF GDP
    FEDERAL GOVERNMENT DEBT
    • END OF 2024: RM 1.25 TRILLION
    • END OF JUNE 2025: RM 1.3 TRILLION
    • PROJECTED DEBT-TO-GDP: 69% BY THE END OF 2025
    HOUSEHOLD DEBT
    2025 : RM1.73 TRILLION, OR 85.8% OF GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : OVERLIMIT DEBT
    2029 = 69,54% DEBT RATIO TO GDP
    2028 = 69,34% DEBT RATIO TO GDP
    2027 = 68,8% DEBT RATIO TO GDP
    2026 = 68,17% DEBT RATIO TO GDP
    2025 = 68,07% DEBT RATIO TO GDP
    2024 = 68,38% DEBT RATIO TO GDP
    2023 = 69,76% DEBT RATIO TO GDP
    2022 = 65,5% DEBT RATIO TO GDP
    2021 = 69,16% DEBT RATIO TO GDP
    2020 = 67,69% DEBT RATIO TO GDP
    ------------------
    MALAYDESH ........
    DATA STATISTA 2029-2020 : INCREASE DEBT
    2029 = 438,09 BILLION USD
    2028 = 412,2 BILLION USD
    2027 = 386,51 BILLION USD
    2026 = 362,19 BILLION USD
    2025 = 338,75 BILLION USD
    2024 = 316,15 BILLION USD
    2023 = 293,83 BILLION USD
    2022 = 271,49 BILLION USD
    2021 = 247,49 BILLION USD
    2020 = 221,49 BILLION USD
    ------------------
    MALAYDESH .........
    DEBT 2025 = RM 1,73 TRILLION
    DEBT 2024 = RM 1.63 TRILLION
    DEBT 2023 = RM 1,53 TRILLION
    DEBT 2022 = RM 1,45 TRILLION
    DEBT 2021 = RM 1,38 TRILLION
    DEBT 2020 = RM 1,32 TRILLION
    The Finance Ministry stated that the aggregate national household DEBT stood at RM1.53 trillion between 2018 and 2023. In aggregate, it said the household DEBT for 2022 was RM1.45 trillion, followed by RM1.38 trillion (2021,) RM1.32 trillion (2020), RM1.25 trillion (2019) and RM1.19 trillion (2018). “The ratio of household DEBT to gross domestic product (GDP) at the end of 2023 also slightly increased to 84.3% compared with 82% in 2018,” it said.
    ------------------
    MALAYDESH ........
    BNM = HOUSEHOLD DEBT IS ONE OF THE HIGHEST IN THE ASEAN ......
    MALAYDESH household DEBT is one of the highest in the ASEAN region. Against this backdrop, Bank Negara MALAYDESH (BNM) safeguards financial stability by monitoring and regulating the lending activity of all financial institutions in MALAYDESH

    BalasHapus
  46. ASIA AFRIKA ......
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    1. Filipina (Skema FMF dan Bantuan Pihak Ketiga)
    Filipina sering menggunakan skema di mana negara ketiga (Amerika Serikat atau Korea Selatan) bertindak sebagai penyedia dana atau pemberi hibah.
    Pihak Terlibat: Filipina (Pembeli), Korea Selatan (Produsen), dan Amerika Serikat (Pembiaya melalui Foreign Military Financing/FMF).
    Contoh: Pengadaan alutsista dari Korea Selatan (seperti fregat kelas Jose Rizal) terkadang didukung oleh jaminan kredit ekspor atau integrasi bantuan dana dari AS untuk memperkuat postur pertahanan Filipina di Laut China Selatan.
    -------------------
    2. Pakistan (Skema Arab Saudi/China)
    Pakistan memiliki sejarah panjang dalam menggunakan dana dari negara ketiga untuk membeli alutsista dari produsen lain.
    Pihak Terlibat: Pakistan (Pembeli), Turkiye/China (Produsen), dan Arab Saudi (Pembiaya).
    Contoh: Arab Saudi sering memberikan dukungan finansial langsung (dalam bentuk deposito bank sentral atau kredit minyak) yang kemudian digunakan Pakistan untuk membayar kontrak senjata besar dengan China atau Turkiye guna menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Selatan.
    -------------------
    3. Libya (Konteks Asia-Timur Tengah)
    Meski secara geografis berada di Afrika Utara, keterlibatan kekuatan Asia (Turkiye dan Qatar) menjadikannya contoh pola tripartit yang signifikan di kawasan.
    Pihak Terlibat: Pemerintah Libya (Penerima), Turkiye (Produsen/Penyedia Militer), dan Qatar (Pembiaya).
    Pola: Qatar membiayai operasional dan pengadaan alutsista produksi Turkiye untuk mendukung pemerintah Libya yang diakui PBB

    BalasHapus
  47. ASSOOYYY kita dapat ASET dari QATAR & TURKIYE
    Eh ada yg NGAMUK🔥 cemburu iri dengki haha!😤😵😤

    BalasHapus
  48. EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    EROPA = PENGADAAN POLA TRIPATIT
    -------------------
    Di Eropa, skema tripartit (melibatkan tiga pihak: pembeli, produsen, dan pembiaya dari negara ketiga/lembaga internasional) saat ini semakin lazim digunakan, terutama untuk merespons kebutuhan mendesak di Ukraina dan penguatan pertahanan kolektif Uni Eropa.
    Berikut adalah contoh negara dan mekanisme di Eropa yang menggunakan pola tersebut:
    1. Ukraina (Melalui Negara Donor)
    Ukraina adalah pengguna utama skema tripartit di Eropa saat ini. Karena anggaran domestik yang terbatas, pengadaan senjatanya sering dibiayai oleh negara atau lembaga ketiga.
    Contoh Tank Leopard 1: Pengadaan melibatkan Ukraina (Penerima), Jerman (Produsen/Penyedia stok), dan pembiayaan bersama dari Denmark serta Belanda.
    Contoh Amunisi Artileri: Skema di mana Republik Ceko bertindak sebagai koordinator pengadaan, produsen berasal dari berbagai negara (termasuk di luar Eropa), dan pembiayaan dilakukan oleh koalisi negara-negara Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.
    -------------------
    2. Negara Anggota Uni Eropa (Skema SAFE & EDIRPA)
    Mulai Januari 2026, Uni Eropa meluncurkan inisiatif Security Action for Europe (SAFE) yang memungkinkan negara anggota membeli senjata menggunakan dana pinjaman dari lembaga pusat (Komisi Eropa).
    Pihak Terlibat: Negara pembeli (seperti Bulgaria, Rumania, atau Kroasia), perusahaan industri pertahanan Eropa sebagai produsen, dan Komisi Eropa sebagai penyedia/penjamin pinjaman.
    Tujuan: Mempercepat modernisasi militer negara-negara Eropa Timur dan Selatan tanpa membebani kas negara secara langsung di muka.
    -------------------
    3. Skema European Peace Facility (EPF)
    Ini adalah instrumen keuangan di luar anggaran Uni Eropa yang memungkinkan Uni Eropa membiayai pengadaan peralatan militer untuk negara mitra.
    Pola: Uni Eropa (Pembiaya) membayar Negara Anggota (Produsen/Penyedia) untuk mengirimkan senjata kepada Negara Pihak Ketiga (Penerima, seperti Ukraina atau negara-negara di Balkan Barat).
    -------------------
    4. Investasi Barzan Holdings di Eropa
    Berbeda dengan di Indonesia di mana Barzan memberikan pinjaman langsung untuk pembelian kapal perang, di Eropa pola Barzan lebih ke arah pembiayaan pengembangan teknologi (Venture Capital):
    Britania Raya: Barzan membiayai pengembangan pesawat latih modular Aeralis.
    Prancis & Kroasia: Barzan menyuntikkan modal ke perusahaan pertahanan lokal (seperti KNDS France atau startup drone Orqa) untuk produksi massal yang hasilnya digunakan baik oleh Qatar maupun dipasarkan ke negara lain.
    -------------------
    Kesimpulan Pola di Eropa:
    Eropa polanya lebih banyak berupa Pembiayaan Kolektif (Joint Funding) melalui lembaga Uni Eropa atau hibah tripartit untuk mendukung sekutu yang sedang berkonflik.

    BalasHapus
  49. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  50. Mayan di beliin 2 istif makasi Emir Qatar, sehat selaluw hore haha!🥳🤗🥳

    sedangkan kl kan uda dapet jugak
    cn235, apgred MSA yg bayar Amerika
    Radar TP 77 yg bayar Amerika
    6 gowing lcs yg NGUTANGIN EMIR KUWAIT, ehhh kl buron, NUNGGAK gak bayar..parahh haha!👻😁👻

    BalasHapus
  51. Fregat ISTIF masih kalah jauh dibandingkan dengan FMP PT.PAL.
    Kalau sudah bisa buat yg lebih besar kenapa harus beli dari luar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kaum mendang mending meningan beli FREEM atau Destro sekalian 😁🙏

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. besok perang, fmp belum siyap katanya om...kata selesnya haha!😁🤣😁

      Hapus
    4. masih kalah dengan FMP tapi salesnya bilang ready to use ..... BEGAL AGAIN @

      Hapus
  52. ASSOOYYY kita dapat ASET dari QATAR & TURKIYE
    Eh ada yg NGAMUK🔥 cemburu iri dengki haha!😤😵😤

    BalasHapus
  53. Sudah KUBILANG...last last liat kantong kensel haha!😝🤣😝

    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    palu gada30 Januari 2026 pukul 07.10
    Dr Si ReMeK dulu AKAN..AKAN..AKAANNM

    Pas Liat daftar harga...pikir2 dulu yaa, jimat kos, last last kabuurrrr haha!🤪😄🤪
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    02 Agustus 2022
    AL Malaysia Lengkapi Korvet Kelas Kedah dengan Naval Strike Missile
    Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) telah menyusun rencana dengan anggaran MYR214 juta (USD48 juta) untuk melengkapi dua korvet kelas Kedah (MEKO 100 RMN) dengan peluncur Naval Strike Missile (NSM).
    ======
    palu gada30 Januari 2026 pukul 07.03
    Kerajaan Setujui Pemasangan Misil NSM Pada 6 Kapal Kelas KEDAH
    ------

    AKANNNNNN LAGIII
    dulu jugak setuju, begitu tanya harga
    last last kensel haha!🤣🤥🤣

    BalasHapus
  54. investasi makin rame ajah...
    QATAR, KPOP, KITA..BERTIGA AMAN & NYAMAN haha!🧞‍♂️🤗🧞‍♂️

    QATAR & KORSEL sayang kita haha!😍🥳😍
    Kahsiyan negri🎰kasino genting tak dianggap...flanga flongo di doha haha!🤣🤪🤣
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    Barzan Holdings, Poongsan and Republikorp to establish ammunition factory in Indonesia
    21 January 2026 - 15:01
    Barzan Holdings has signed a trilateral agreement with South Korea’s Poongsan Corporation and Indonesia’s Republikorp to establish an ammunition manufacturing facility in the Republic of Indonesia.

    BalasHapus
  55. ⛔️Catatan penting buat Turkiyem & Duniya
    LCS NGUTANG EMIR KUWAIT, tidak dibayar ama kl..parahh haha!🥶😤🥶
    Yavuz SPH Kensel sama entitas turki
    Blekhok Kensel padahal latihan di turki

    Masa Now Ngemis Hornet Emir?
    Hasilnya 4x ditolak, muka badak haha!🤣🦏🤣

    ❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️🔥❌️
    No Sale of Hornets to Malaysia -- Kuwait
    https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-malaysia-kuwait.html?m=1

    BalasHapus
  56. Bajet Besar Bebas SHOPPING SOPING PREMIUM haha!💰🤑💰
    ✨️MPCS PPA KRI PRABU SILIWANGI 321
    🔥32 knots🔥Menyala Hot Beibehhh GASPOL FULL haha!👍🔥👍
    ⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️⬇️⛔️
    https://facebook.com/watch/?v=1776334903042652&vanity=100094143351231

    BalasHapus
  57. TRIPARTIT ASEAN
    SENJATA EROPA = BIAYA USA
    SENJATA EROPA = BIAYA USA
    SENJATA EROPA = BIAYA USA
    -
    Dalam konteks ASEAN, penggunaan fasilitas pembiayaan Amerika Serikat (seperti Foreign Military Financing/FMF) untuk membeli senjata dari negara ketiga (Eropa)
    -------------------
    1. Filipina
    Filipina adalah penerima bantuan militer AS terbesar di ASEAN. Meskipun dana FMF utamanya untuk alutsista AS, Filipina sering menggunakan strategi kombinasi pendanaan:
    Mekanisme: Filipina menggunakan dana bantuan AS (FMF) untuk modernisasi infrastruktur dan pemeliharaan alutsista asal AS, sehingga anggaran nasional mereka dapat dialokasikan sepenuhnya untuk membeli senjata dari Eropa melalui skema kredit ekspor pihak ketiga.
    Contoh: Pembelian kapal patroli dari Perancis dan helikopter dari Polandia (anak perusahaan Eropa) dilakukan bersamaan dengan penerimaan hibah aset militer dari AS.
    -------------------
    2. Vietnam
    Vietnam mulai menerima fasilitas pembiayaan militer dari AS sejak pencabutan embargo senjata pada 2016.
    Mekanisme: AS memberikan dana FMF untuk meningkatkan kemampuan maritim Vietnam. Meskipun dana tersebut untuk kapal patroli kelas Hamilton (bekas AS), Vietnam secara paralel menggunakan pembiayaan dari lembaga kredit ekspor Eropa atau Korea Selatan untuk sistem senjata lainnya.
    Tujuan: Vietnam melakukan diversifikasi agar tidak bergantung pada satu donor atau produsen saja.
    -------------------
    3. Thailand
    Sebagai sekutu non-NATO utama AS, Thailand memiliki akses ke berbagai fasilitas pembiayaan Amerika.
    Interoperabilitas: Thailand sering membeli teknologi dari Eropa (seperti dari Swedia atau Inggris) yang kemudian diintegrasikan dengan sistem komunikasi atau persenjataan yang didanai oleh AS agar tetap bisa bekerja sama dengan pasukan AS.
    -------------------
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    BUKTI GORILA HELP QATAR = SOFT LOAN ISTIF
    -
    https://www.malaysiandefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.

    BalasHapus
  58. Aset baru ini. Kapal yg TDK perlu ditarik tug boat karena punya mesin 😁😁

    BalasHapus
  59. Tiap SHOPPING ke Turkiyem selaluw kita duluan dapet
    ✅️ANKA kita duluan
    ✅️CENK 400 kita duluan
    ✅️ATMACA kita duluan

    bahkan KAAN kita duluan kontrak
    Ankara tau, mana yg bajet Besar haha!🤑🦾🤑
    eittt Turkiyem sama kita sesama anggota G20 juga lho....klien Prioritas haha!😎💰😎

    yg ngutang apalagi barter kyk kl belakangan, gak penting haha!😄😬😄

    BalasHapus
  60. 2022 2024 2026 =
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    ------------------
    2022 = Malaysia Lengkapi Korvet Kelas Kedah dengan Naval Strike Missile
    Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) telah menyusun rencana dengan anggaran MYR214 juta (USD48 juta) untuk melengkapi dua korvet kelas Kedah (MEKO 100 RMN) dengan peluncur Naval Strike Missile (NSM).
    ------------------
    2024 = Kerajaan Malaysia menyetujui anggaran awal sebesar MYR 214 juta (USD 48 juta) untuk melengkapi dua unit pertama korvet kelas Kedah dengan sistem rudal Naval Strike Missile (NSM).
    ------------------
    2026 (Januari) = Menteri Pertahanan Malaysia, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, secara resmi mengumumkan bahwa kerajaan telah meluluskan pemasangan sistem rudal NSM pada seluruh enam buah kapal kelas Kedah. Keputusan ini diambil di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026
    ------------------
    Pemasangan rudal Naval Strike Missile (NSM) pada korvet kelas Kedah milik Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (TLDM) dijadwalkan akan dilaksanakan secara bertahap melalui beberapa fase anggaran berikut:
    2021–2025 (Rancangan Malaysia Ke-12): Rencana awal diajukan di bawah Rolling Plan 4 dengan anggaran sekitar MYR 214 juta untuk melengkapi dua kapal pertama dalam kelas tersebut.
    2024: Berdasarkan laporan Janes, usulan pendanaan awal untuk proyek pengadaan tiga bagian ini masuk dalam anggaran nasional tahun 2024.
    2026: Melalui Anggaran Nasional 2026, Pemerintah Malaysia secara resmi menyetujui perluasan integrasi sistem NSM untuk seluruh enam unit kapal kelas Kedah. Program ini akan dilakukan secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan serangan permukaan armada TLDM.

    BalasHapus
  61. GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    GOV DEBT 69% GDP = HOUSEHOLD DEBT 84,3% GDP
    ----------------------
    https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..

    BalasHapus
  62. 2022 2024 2026 =
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    ------------------
    2022 = Malaydesh Lengkapi Korvet Kelas Kedah dengan Naval Strike Missile
    Angkatan Laut Kerajaan Malaydesh (RMN) telah menyusun rencana dengan anggaran MYR214 juta (USD48 juta) untuk melengkapi dua korvet kelas Kedah (MEKO 100 RMN) dengan peluncur Naval Strike Missile (NSM).
    ------------------
    2024 = Kerajaan Malaydesh menyetujui anggaran awal sebesar MYR 214 juta (USD 48 juta) untuk melengkapi dua unit pertama korvet kelas Kedah dengan sistem rudal Naval Strike Missile (NSM).
    ------------------
    2026 (Januari) = Menteri Pertahanan Malaydesh, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, secara resmi mengumumkan bahwa kerajaan telah meluluskan pemasangan sistem rudal NSM pada seluruh enam buah kapal kelas Kedah. Keputusan ini diambil di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    BUKTI LCS KARATAN
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/618729088_122257611464152127_3846135779091436202_n-768x512.jpg
    ------------------
    2026 =
    BUKTI LCS OMPONG
    BUKTI LCS OMPONG
    BUKTI LCS OMPONG
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/616602398_122257611656152127_3607545269913185334_n.jpg
    -------------------
    2026 =
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    BUKTI LCS DELAY
    -
    Defence Minister DS Khaled Nordin told Parliament today that the sea trials for the ship has been rescheduled for April and its commissioning this December, a delay of four months of the original schedule. LCS 2 commissioning is postponed to August 27 while LCS 3 commissioning remained on schedule for December 2027. As with LCS 4 on August 2028 and LCS 5 April 2029.
    -------------------
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    LCS TO PANGKOR = TARIK TUGBOAT
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/wp-content/uploads/2026/01/615891933_122257611716152127_8374116749521824848_n-768x512.jpg
    -
    https://www.malaydeshndefence.com/lcs-sea-trials-after-raya-and-commissioning-this-december/

    BalasHapus
    Balasan
    1. NSM malah duluan kita om,NGAMUK🔥gak trima haha!😋😜😋

      Hapus
    2. sebelah per 2 tahun = bahas NSM macem radio bodol aja om @palu gada

      Hapus
  63. TCG İzmir 516, loncing taon laluw..
    wahh bisa kirim 2026 akhir donk haha!👍😎👍

    warganyet kl, KEFANASAAN 🔥 haha!😤🤣😤
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
    https://youtube.com/watch?v=DRfCcTTtTTE&pp=ygUJSXN0aWYgNTE2

    BalasHapus
  64. TCG İçel loncing september 2025,
    kirim 2027 ini mah..santay haha!👍🤗👍

    sedangkan warganyet kl, PANIK KETAKUTAN Aset kita muncul tiap tahun N⛔️N STOP haha!🥶😁🥶
    ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️

    https://youtube.com/watch?v=XX9edZ0TfNM&pp=ygUOVGNnIDUxOCB0dXJrZXk%3D

    BalasHapus
  65. Mayan di beliin 2 istif makasi Emir Qatar, baek banget...sehat selaluw hore haha!🥳🤗🥳

    sedangkan kl kan uda dapet jugak
    cn235, apgred MSA yg bayar Amerika
    Radar TP 77 yg bayar Amerika
    6 gowing lcs yg NGUTANGIN EMIR KUWAIT, ehhh kl buron, NUNGGAK gak bayar..parahh penipu haha!👻😁👻

    BalasHapus
  66. Jadwal Aset Kapal Frigat Baruw kita
    ✅️2026 PPA 2
    ✅️2026 ISTIF 1
    ✅️2027 FMP 1
    ✅️2027 ISTIF 2
    ✅️2028 FMP 2
    ✅️2029 FMP 3
    ✅️2030 FMP 4
    FREEM,MOGAMI, FDI nyusulll
    Dari sini uda ketauan banyak mana frigat baruw kita dibanding, tipe MeWeK seblah haha!😁😬😁

    belom termasyuk kapal OPV, KCR, BHO dan GARIBALDI haha!🦾🥳🦾

    BalasHapus
  67. 2022 2024 2026 =
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaysia dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.

    BalasHapus
  68. 2022 2024 2026 =
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaysia dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    TLDM =
    ❎EXO BLOCK 2 : 72 KM
    ❎NSM : 185 KM GHOIB
    ==========
    ==========
    TNI AL =
    ✅️YAKHONT 300 KM
    ✅️EXO B3 = 250 KM
    ✅️ATMACA = 250 KM
    ✅️NSM (KSR X-33) = 185 KM
    ✅️C802 = 180 KM
    ✅️C705 = 150 KM

    BalasHapus
  69. 2022 2024 2026 =
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    MIMPI NSM
    ----------------
    Tahun 2022
    Rencana awal untuk melengkapi dua unit korvet kelas Kedah (KD Kedah dan KD Pahang) dengan rudal NSM mulai muncul ke publik pada bulan Agustus 2022.
    Sumber Utama: Janes Defence Weekly melaporkan proposal TLDM untuk mengintegrasikan rudal anti-kapal pada korvet MEKO 100.
    Sumber Regional: MilitaryLeak dan media pertahanan Indonesia seperti Indomiliter mengonfirmasi rencana tersebut dengan estimasi biaya awal.
    ----------------
    Tahun 2024
    Kerajaan Malaysia melalui Kementerian Pertahanan memberikan lampu hijau anggaran awal sebesar MYR 214 juta (sekitar USD 48 juta) sebagai bagian dari program Fit-for-but-not-with (FFBNW) untuk dua kapal pertama.
    Sumber: Laporan perkembangan ini banyak dimuat dalam portal pertahanan regional seperti Defence Security Asia yang memantau pengalokasian dana untuk peningkatan sistem senjata TLDM.
    ----------------
    Januari 2026
    Keputusan diperluas untuk mencakup seluruh enam kapal kelas Kedah di bawah kerangka Anggaran Nasional 2026.
    Sumber Utama: Malay Mail melaporkan jawaban tertulis dari Kementerian Pertahanan di Parlemen mengenai persetujuan pemasangan rudal pada seluruh kapal (KD Kedah, KD Pahang, KD Perak, KD Terengganu, KD Kelantan, dan KD Selangor).
    Berita Resmi: The Sun Malaysia dan AirTimes mengonfirmasi pernyataan Menteri Pertahanan, Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin, bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai dari satu kapal pilot sebelum diaplikasikan ke seluruh armada.
    ----------------
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    GORILA MALAYDESH = HELP QATAR FOR ISTIF
    ----------------
    https://www.malaydeshndefence.com/how-much-is-that-istif-frigate-in-the-window/
    It is likely that Qatar is providing a soft loan to Indonesia for the procurement of the two Istif frigates. Can it later be turned into a gift then? Of course, Qatar could do it if the Indonesian government asked for it.
    Can Malaydesh do the same, get Qatar, UAE or any Middle east country to offer soft loans for the procurement of military equipment and later be gifted ? Of course, but the government has to decide on the matter as you aware as there is nothing as a free horse.
    We already has various defence agreements with various Middle East countries – Saudi Arabia and UAE among them – but so far nothing involving procurement of military equipment. I am open for us to buy stuff from UAE, military equipment on a government to government basis – which is likely to offer huge discounts – even without them being gifted – but I am guessing some people will not want this..

    BalasHapus
  70. Sebagian pengadaan telah dirangkum 😊

    https://x.com/i/status/2017389833295949859

    BalasHapus
  71. Kita dapat ToT apa beli kedua kapal ini? Atau pakai imbal dagang? Harus diperhatikan bahwa beli alutsista harus ada offset, ToT atau imbal dagang. Offset sudah nyaris tidak bisa karena ini kapal sudah jadi.

    PPA saya asumsi gantiin Maestrale di kontrak FREMM, jadi tidak terlalu bermasalah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kan ada proyek 40 kapal matra laut yg pake cms havelsan om irs, disitu kali ada teotenya haha!😉😉😉
      eitt teote rudal jugak🚀

      Hapus
  72. Lagi hebat kapal tarik lembu maharogolela,

    Sejak kapan sea trial tarik tugboat, ops ternyata mesin lupa terpasang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  73. Uji laut maharogolela ❌
    Uji laut tarik tugboat ✔️

    BalasHapus
  74. Semoga asal tidak jegal MAHOrogolela

    🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

    BalasHapus
  75. ingat Si Gowing Mahal Ajah Lelah, Teringat Sponsor KUWAIT FINANCE HOUSE yg bayarin lcs haha!😉🤣😉

    Eittt Buronan EMIR KUWAIT bayar dolo donk Utangnya haha!😆🤣😆

    ini buktinya
    ⬇️⬇️⬇️⬇️
    Since then, it is understood that other creditors have intervened in the ongoing court proceedings over the scheme of arrangement. Besides MTU Services, others include Contraves Sdn Bhd, Axima Concept SA, Contraves Advanced Devices Sdn Bhd, Contraves Electrodynamics Sdn Bhd and Tyco Fire, Security & Services Malaysia Sdn Bhd, as well as iXblue SAS, iXblue Sdn Bhd and Protank Mission Systems Sdn Bhd.
    Also included are Bank Pembangunan Malaysia Bhd, AmBank Islamic Bhd, AmBank (M) Bhd, MTU Services, Affin Hwang Investment Bank Bhd, Bank Muamalat Malaysia Bhd, Affin Bank Bhd, Bank Kerjasama Rakyat Malaysia Bhd, Malayan Banking Bhd (Maybank) and ❌️Kuwait Finance House.
    https://theedgemalaysia.com/article/high-court-decide-boustead-naval-shipyard-restraining-order-against-creditors-june

    BalasHapus
  76. Alhamdulillah 3x,,,!🤲😎
    Turkiye punya aset kapal tempur canggih Indonesia suka langsung dibayarin,,Turkiye sahabat Indonesia langsung di lepas itu aset,,joss! 👍😎

    BalasHapus
  77. mengenai kenapa pilih Frigat Kebab,
    analisanya begini kira2,
    kalo di perhatikan dari sewaco & senjata nampak Itar free...
    bisa di liat mereknya 100% buatan turkiyem haha!🤭😎🤭
    ..cuman mesin yg belum, krn gas turbinnya dr angkel sam haha!🤭😁🤭

    bisa jadi ada deal lain untuk lanjut produksi nasional kaprang sejenis ato lain dimasa mendatang haha!😉😉😉

    memang kita uda pake di bbrp kapal dr korvet, opv sampe fmp
    naa utk radar FMP, harusnya kan pake cafrad, alasannya pasti kurang paham,
    akhirnya dibuatin versi ringannya

    tak mudah utk dapatkan clearance utk senjata & sensor kelas wahid milik negara tertentuw karena teknologinya bersifat sensitip
    FMP bole pake, mungkin barter dengan pembelian istif ini haha!😉😎😉
    IMO

    BalasHapus
    Balasan
    1. soal harga istif yg katanya mahal,
      coba perhatikan harga2 kontrak ini dr om pemburu

      tambahan $ 259 juta opv turki yg di begal rumania jugak haha!😋🤣😋
      utk ekspor ada klas ke pakistan bisa $ 375 juta
      padahal kapal 90an meter
      harga2 kaprang ini 10-20 taon laluw mana nyampe 200-300 jt
      bandingin aja sigma sama pkr sigma haha!😉🤭😉
      ⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
      Harga kapal ADA-class corvette buatan Turki berbeda antar negara:
      1. Turki: Ada Class sekitar US$250–300 juta per unit.
      2. Pakistan: Babur Class kontrak US$1,5 miliar untuk 4 unit (±US$375 juta per unit).
      3. Malaydesh: kontrak US$544 juta untuk 3 unit (±US$181 juta per unit).
      guwe tambain
      4.Hisar klas Rumania
      naval vessel TCG Akhisar (P-1220) directly from the Turkish navy for €223 million ($259 million) plus value-added tax (VAT), according to the Romanian Ministry of Defense, reported by HotNews.
      https://www.turkiyetoday.com/nation/romania-to-acquire-turkish-naval-vessel-tcg-akhisar-for-259m-3204407

      Hapus
    2. kayaknya harga2 pada naik, entah karena faktor geopolitis inflasi dimana2 krn perang

      amrik aja sampe keteteran, proyek frigatnya fremm konstelasi naik 2x lipat $ 1,3 bn
      akhirnya kensel haha!😁😄😁

      Hapus