26 Desember 2021

1 Unit Kapal 68M untuk Basarnas Diluncurkan

26 Desember 2021

Kapal SAR KN Ganesha 105 (photo : Kepripedia)

1 Unit Kapal Canggih untuk Basarnas yang Dibuat di Batam Diluncurkan

Satu unit kapal yang diberi nama SAR Ganesha 105  hasil karya anak bangsa yang diproduksi oleh perusahan galangan kapal di Tajunguncang, Batam diluncurkan, pada Rabu (23/12) kemarin.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, menjelaskan kapal baru ini berukuran panjang 68 meter dan lebar 12 meter.

"Kapal yang dibuat dengan bahan bimetal ini mampu menempuh kecepatan 16 knots," katanya dalam pesan tertulis yang diterima kepripedia, Kamis (23/12).

Dari segi kekuatan, kapal tersebut mampu membawa satu buah unit helikopter tipe Eurocopter AS365 N3 + Dhoupin.

Kapal ini juga memiliki satu set sistem DPO yang dapat mengunci posisi koordinat kapal agar tetap stabil pada koordinat yang telah ditentukan.

"Kapal KN SAR Ganesha 105 ini memiliki kem," terang dia.

Ia pun berharap dengan alutsista berupa kapal serba lengkap ini, menjadi dasar utama Basarnas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia dan internasional.

"Nantinya kapal Ganesha 105 akan diperuntukan untuk suplai operasi Basarnas dan pusatkan di wilayah Ambon," kata dia.

Henri memaparkan, kapal ini merupakan garapan PT Karimun Anugrah Sejati (KAS) yang dikerjakan kurang lebih selama dua tahun. Namun karena pandemi ada sedikit kendala.

"Untuk harga produksi pembuatan kapal tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp 120 miliar," terang dia kepada awak media.

Ia pun mengungkapkan ke depannya, akan mengurangi pembuatan kapal berukuran besar. Namun memprioritaskan kapal kecil yang dapat menembus ombak besar di perairan samudera.

68 komentar:

  1. Tooop....kapal terus bertambah buatan lokal, itu semua pakai Duit ya....jangan ada yang DENGKI ya πŸ™‚

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. LCS nya sedang bertapa di darat....hehehehe 😁😁

      Hapus
    2. Nak jadi patung gajah putih berlapiskan plywood πŸ˜€

      Hapus
  3. "..sistem DPO yang dapat mengunci posisi koordinat kapal agar tetap stabil pada koordinat yang telah ditentukan.."

    ====
    Ooow, rupanya canggihnya disitu.
    Boleh..boleeehh..😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biasa...bombastis,itu mode autonomous di kapal2 modern

      Hapus
    2. Kalah duluan dengan kapal opv apmm dan kapal LCS yg sdh terkunci di darat tiada gerak sama sekali... Selama bertahun tahun.


      Ngoahahahahahaaa 😁

      Hapus
  4. "..mengurangi pembuatan kapal berukuran besar. Namun memprioritaskan kapal kecil yang dapat menembus ombak besar di perairan samudera.."

    =====
    Sangar...😊

    BalasHapus
  5. Sementara geng malon yg satu tu slalu BUAL DAN LAWAK nak SEDAPKAN HATI je BWHAA...HAHAHA...HA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contoh hornet Kuwait pun amsyong, belum ada runding apapun 😁

      Hapus
  6. Sudah terhubung kuwait konon BWHAA...HAJAHA...HA LAWAK lagi guyss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata hanya bunga mimpi yg terbawa di dunia nyata.

      Kahkahkah 😁

      Hapus
  7. Kalau dilihat dari struktur lambung sangat cocok nih buat di tabrakin ke LMS πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabrakin aja pake tank boat antasena tuh LMS πŸ˜€

      Hapus
    2. Antasena gak lancip bro haluannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚, mana bisa retakin LMS

      Hapus
  8. Mantab!!! Lanjutkan terus membuat kapal yang jauh lebih canggih dan modern

    BalasHapus
  9. Alhamdulillaah
    Nggak pake balon koneng

    BalasHapus
  10. KAPAL SAR GANESHA 105 68M

    harganya rp 120.000.000.000
    Smdgn $ 8.571.000

    Anggaran lcs :
    $ 2.800.000.000 : 8.571.000
    = 368 unit

    Dengan anggaran sebanyak LCS maharajalela
    Bisa dapat 368 unit kapal sar ganesha 105
    Hi hi hi
    Malay goblog sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. 2,8 Billion USD itu tahun 2011 bro, sekarang sudah membengkak 2 kali lipat sebab itu BHIC minta dana tambahan lagi.

      Hapus
    2. Oiya bro
      Dana siluman sih
      🀣🀣

      Hapus
    3. Yang bodohnya lagi, kerajaan malaysia udah tau ekonomi masih minus kok mau kasih dana ke BHIC. Dan itu berlaku sejak 2014 sampai sekarang guna menyelesaikan program LCS.

      Jadi wangnya TLDM tiap tahun habis dimakan sama BHIC, jadi cuma kuat beli gunboat LMS doang sejak 2014🀣🀣🀣🀣

      Hapus
    4. Giler Wang kopinya bisa buat beli pesawat pribadi 😁

      Hapus
    5. Goblog sekali bro

      Dah tau busted itu hanya galangan refit belum pernah sekalipun bikin kapal
      Malah dipercaya bikin kapal gowind yg saat itu masih dalam blue print

      Lagian sdm enginer ex psc kedah ditendang semua diganti personel baru
      Hi hi hi
      Entah maksudnya apa

      Hapus
    6. Ehhh..tanpa asistensi dari DCNS pulak
      hi hi hi

      Memang ada 2 jenis manusia yg percaya dirinya tinggi
      1. Manusia yg cerdas dan berpengalaman
      2. Manusia yg goblog setengahmati
      Rupanya mereka jenis yg kedua cem gempur
      😁😁

      Hapus
    7. Beli kapal pesiar om mbut reng..
      Dihadiahkan ke jho low
      Hi hi hi

      Leonardo di caprio juga dikasih hadiah
      Paris hilton juga
      Nggak ketinggalan om
      Mega sosialita kl....Rosmah binti mansur
      🀣🀣🀣

      Hapus
    8. kapal darat KL setau guwe $ 2.8 tahun 2014,
      seblomnnya dibawah ituw.
      katanya harga naik dari kontrak 2011 kerna perubahan spek ukuran standar korvet ke mini-frigat 111 meter.

      ---

      mnurut guwe BNS-Bhic gak salah 100%.
      tapi pemerintah KL ikut salah jugak.
      alesannya,

      -kerna gak bayar full ke BNS alias NGUTANG tiap taonnya nyicil.

      reksikonya, ada bbrp material kapal dan persenjataan tidak langsung smua dibeli pada saat BNS dikontrak kemhan KL.

      padahal tiap taon ada inflasi, dan mata uang ringgit KL terkoreksi terhadap kurs dolar amrik.
      cek aja mata uang KL 2014 ama skrg pasti beda.

      dr perbedaan kurs ituw aja harga pasti beda, apalagi harga senjata dan material kapal pasti naik terus tiap taon ngikutin inflasi, begitchu okeh ocehπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

      ituw sebab BNS nuntut tambahan RM 1 bilyun
      uda perna guwe itungin emang pas angkanya.

      cuman yg kocak, andai KL bayar full ringgitnya trus pengerjaan 6 kapal berbarengan pun.
      BNS tetep salah, kerna SALAH FOTONG haha!πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³

      yaa kale ada kapal peresmian pake kaca dari triplek item ditempel haha!😎😎😎

      Hapus
  11. Jika dibandingkan dgn LMS :

    Harga LMS = $ 60.000.000 : 8.571.000
    = 7 unit

    Dengan anggaran sebanyak LMS
    Bisa dapetin 28 unit kapal SAR ganesha 105
    Hi hi hi
    Malay mmg begok
    🀣🀣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itupon sdh ikhlas rakyat Malon terima tanpa curiga ada Mark up harga

      Hapus
    2. Sebenarnya netijen malay sudah ada yg membandingkan dengan harga kapal lpd makassar yg saat itu harganya cuma 50 juta usd.
      Ada yg bandingin dgn harga durjoy bangla
      Bahkan ada yg bandingin dgn kcr 60 batch 1 yg saat itu cuma 16 juta usd.

      Tapi gegara ada "kontena" modular + mental ciput, nggak ada yg berani demo di publik. Soal mahalnya lms
      Takut nasibnya sama dengan atlantuya

      Seingat saya Hanya ridzuan rahmat yg berani usik dikit ttg lms terkait dgn 1mdb soalnya dia bermukim di singapor

      Hapus
  12. Coba beritanya jgn soal peluncuran kapal lagi deh,,bikin kerajaan pasir berbisik panas hati, mereka bina kapal dah tahunan msh blm cecah air, coba tawarkan klo bina kapal boleh kirim ke Batam,,ada kapability mereka.πŸ‘πŸ˜Ž

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu saja mereka utamakan rasa gengsi bila pesan dari Indonesia 😁

      Hapus
    2. Betul om
      Dah tau busted salah potong
      Di beri opsi LMS unit 1 dan 2 diselesaikan saja oleh dcns, mereka tolak
      Hi hi hi
      Hasilnya...oleh hishamudin dijanjikan cecah air th 2025

      Btw
      Hishmudin yg sama dengan hishamudin yg pesan light attack heli md530
      Hi hi hi
      Heli yg di delay terus datangnya

      Hapus
    3. Pejabatnya sama, bikin masalah ttg hal yg sama.

      Hapus
  13. Jika dibandingkan dengan opv damen destini

    Ahh sudahlah
    Sdh cukup maki2 malay sore ini
    Hasilnya dah jelas

    Lcs 0 vs ganesha 368
    Lms 4 vs gsnesha 28

    BalasHapus
  14. Kenapq panjangnya 68 m, tanggung amat....kenapa Ndak dijadikan 69 m πŸ€”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena 69 dah paten d pake sebelah yaitu askar gaya tusuk dubur vat69

      Hapus
    2. Lha wong mung standart 12cm wes iso nggo merem melek rondo sebelah lho om smilingπŸƒ‍♂️πŸ’¨πŸƒ‍♂️πŸ’¨πŸƒ‍♂️πŸ’¨

      Hapus
    3. 69 kae panggah favorite jenengan ngono πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Hapus
    4. Aku tau kenapa kok BASARNAS pakai angka 68.

      ini sebabnya : kalo angka 86 sudah dipakai tim buser.

      86 ndan.

      😎

      Hapus
  15. Woooooii..Ini tempatan BNS keh..tapi Boooooong wkwkwkkkkkkkk🀣🀣🀣🀣

    BalasHapus
  16. Si MISKIN si MISKIN si MISKIN MALON munculah
    πŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸŒπŸŒπŸŒπŸŒπŸŒ

    BalasHapus
  17. "..Ia pun berharap dengan alutsista berupa kapal serba lengkap ini, menjadi dasar utama Basarnas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.."

    ====
    Alutsista?
    Emange kapal SAR pake senjata?

    😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. "ALUTSISTA" dalam konteks SAR πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰ Alat Utama Sistem Penyelamatan 🀷

      Hapus
    2. alutsisTA dalam konteks SAR

      alat utama sistem Temukan dan Angkat

      Hapus
    3. Alat Untuk Si Istri Tetangga..πŸ˜…πŸ˜™

      Hapus
  18. Apa lg ni wooiii... 😁
    Woooiii.. Purr.. 😁

    BalasHapus
  19. Mana tun fatimah masih diatas genteng??? takut cecah air ???? Nunggu kapal karet???? Maklum KL banjir....

    BalasHapus
  20. LCS malon disenarai kapal tercanggih akan terpasang mesin kubota 2tak, pertahan tercanggih mampu meredam serangan torpedo takan tenggelam selain mempunyai decoy torpedo balon kuning juga maharajalelet ini bisa berlayar didaratan..

    BalasHapus
  21. Beritanya mendunia guys... Purr kalau kau masih normal walau otak kau 1cc malu lah sikit

    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://www.kuna.net.kw/ArticleDetails.aspx%3Fid%3D3018733%26language%3Den&ved=2ahUKEwi7-PGX6YD1AhXVmuYKHSmYDFIQFnoECAYQAQ&usg=AOvVaw1jWaaEImmMzJa7vYq0U_TN


    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://defense-studies.blogspot.com/2021/12/no-sale-of-hornets-to-malaysia-kuwait.html%3Fm%3D1&ved=2ahUKEwi7-PGX6YD1AhXVmuYKHSmYDFIQFnoECAgQAQ&usg=AOvVaw02gjID68G0DULoJ-KzHnp5


    Nah ini dari MEDIA KUWAIT

    https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://kuwaitnewsgazette.com/no-sale-of-horents-to-malaysia-kuwait/&ved=2ahUKEwi7-PGX6YD1AhXVmuYKHSmYDFIQFnoECDAQAQ&usg=AOvVaw1stM7cqK545h8AsDgFC1MJ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makcrot...eehhhh....makjleb sekali kenanya xaxaxaxaxxaxaxaxaxaxxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxaxxaxaxaxa

      Hapus
    2. Haahahhaahh media dunia memberitakannya.... "NO SALE HORNET" ahahahahahahahah

      Hapus
  22. Ini baru ceremonial peluncuran kapal...langsung masuk Aer...
    Ada negara M peresmian kapal ngakunya ehhhh ternyata tronton Segede kapal cuman belom dipasang roda.. wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  23. sama2 ukuran 68m, tp KN Ganesha ada helipednya gaesz, si LeMeS nol...haha!πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


    πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

    Basarnas Launching Kapal KN Ganesha 105


    Anak negeri yang berhasil berkarya dengan menciptakn kapal SAR KN Ganesha 105 yang memiliki kelebihan membawa 1 unit Helicopter Eurocopter as365 n3 dan Dauphin serta memiliki 1 set sistem dpo yang dapat mengunci posisi koordinat kapal agar tetap stabil pada koordinat yang telah ditentukan.

    https://www.youtube.com/watch?v=GI5ctCgtDck

    BalasHapus
    Balasan
    1. tiap taon produksi terus..

      2019
      KN SAR WISNU 103 & KN SAR KAMAJAYA 104 |
      https://www.youtube.com/watch?v=OyHLS7ty11U

      2020
      KAPAL BASARNAS (KN SAR RAMAWIJAYA, KN SAR KUMBAKARNA)
      https://www.youtube.com/watch?v=o9IgMbM0F54

      tak hanya kapal heli pun BARUW bukan Sewa haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘


      Basarnas Terima 2 Helikopter Dauphin dari PT DI 2019
      https://defense-studies.blogspot.com/2019/12/basarnas-terima-2-helikopter-dauphin.html#comment-form

      Hapus
  24. kapal2 basarnas keren2, apalagi kapal KATAMARAN KN Purworejo uhuyyy KL mana punyak haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    basarnas py 1 lusin heli dauphin dan neng AWEWE haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    https://www.youtube.com/watch?v=GHH6rvH_OOc

    BalasHapus
  25. kalo di osi ato tetangga sekeliling, unsur SAR, KOSGARD ampe Bea Cukai(kastem) digabung.

    dikita dipisah2, kalo kumpulin jadi satu, wah rame haha!πŸ₯΄πŸ₯΄πŸ₯΄

    -Bea Cukai ada kapal BC 6001-buatan pt dumas-damen sby
    https://www.youtube.com/watch?v=pn4EXUjYlfk

    kosgard kita ada dibagi 2:

    -ada KPLP

    kapal andelannya pake radar terma sm cem kapal kombatan KL haha!πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Indonesian Sea and Coast Guard Orders Terma SCANTER 6000 Radar Systems for Five Patrol Vessels
    https://www.terma.com/news-events/news/news-archive/2016/scanter-6000-radars-to-indonesia/

    -ada BAKAMLA, kapal andelannya KN TJ Datu 110 meter uhuuuuyy setronk haha!πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    -trakhir dari BASARNAS

    BalasHapus
  26. MIMPI ITU FREE JE...

    Program Perolehan UAS-MALE Masih Diperingkat Proses Penilaian – Panglima TUDM
    Sep 17, 2021

    (DEFENCE SECURITY ASIA) – Program perolehan Unmanned Aerial Vehicle (UAS)- MALE (Medium Altitude Long Endurance) oleh Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) masih lagi di peringkat proses penilaian (evaluation), menurut Panglima TUDM Jeneral Tan Sri Ackbal Abdul Samad.

    Bercakap di dalam temuramah dengan majalah pertahanan, Asia Defence Journal (ADJ) keluaran Julai-Ogos, beliau berkata, terdapat dua fasa di dalam proses penilaian iaitu Tender Document Evaluation (TDE) dan Physical Evaluation (PE).

    “Fasa TDE baru sahaja selesai dan sedang menunggu fasa PE untuk bermula. TUDM berkeyakinan bahawa perolehan UAS (Unmanned Aerial System) MALE akan dapat direalisasikan selaras dengan program yang dirancang oleh TUDM iaitu CAP 55 (Capability Development 2055),” kata beliau dalam temuramah itu.

    Setakat ini, kita masih tidak tahu, syarikat-syarikat mana yang bersaing untuk membekalkan tiga buah UAS-MALE itu kepada TUDM.

    Secara keseluruhannya, TUDM mempunyai keperluan enam buah UAS-MALE yang berkemungkinan akan diperolehinya pada Rancangan Malaysia Ke-13 yang akan dilaksanakan pada tahun 2026-2030.

    Pada Oktober tahun lepas, taklimat juga telah dianjurkan oleh Tim UAS TUDM, Bahagian Perolehan 3 (PERO 3), Kementerian Pertahanan dengan kerjasama TUDM dan Bahagian Industri Pertahanan bagi Tender Terbuka Antarabangsa.

    Taklimat itu telah disertai oleh syarikat-syarikat antarabangsa yang menyatakan minat untuk UAS-MALE kepada kerajaan Malaysia.

    Kerajaan Malaysia telah meluluskan sejumlah peruntukan di bawah Kelulusan Keperluan Kritikal (Rancangan Perbelanjaan (RP)-4) bagi perolehan tiga buah UAS MALE Fasa 1.

    Antara calon-calon yang dipercayai menyertai tender antarabangsa untuk membekalkan sistem UAS MALE ini adalah Turkish Aerospace Industries (TAI) “Anka”, Predator B daripada syarikat General Atomics, Wing Loong daripada Chengdu Aircraft Industry Group (CAIC), Patroller daripada Safran dan CH-4 daripada China Aerospace Science and Technology Corporation.

    Sebuah lagi syarikat pembuat dron terkemuka Turki, Baykar Makina juga dijangka turut serta dalam tender itu.

    Jika Baykar Makina turut serta dalam tender itu, sudah pasti ia menaruhkan “Bayraktar TB2/TB3” untuk menarik perhatian Malaysia.


    — DEFENCE SECURITY ASIA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa Perkembangan Perolehan UAS-MALE TUDM?
      Nov 24, 2021

      (DEFENCE SECURITY ASIA) – Dalam keghairahan kita membincangkan tentang perolehan 18-36 buah pesawat pejuang Fighter Lead-In Trainer/Light Combat Aircraft (FLIT/LCA) untuk Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM), kita “terlupa” juga dengan cadangan perolehan Unmanned Aerial System-Medium Altitude Long Endurance (UAS-MALE) juga bakal dioperasikan oleh TUDM.

      Setakat ini,pihak Kementerian Pertahanan dan TUDM belum mengeluarkan sebarang kenyataan mengenai cadangan perolehan sistem UAS-MALE itu.

      Beberapa bulan lepas, Panglima TUDM Jeneral Tan Sri Ackbal Abdul Samad dalam satu temuramah berkata program perolehan sistem (UAS)- MALE TUDM masih lagi di peringkat proses penilaian (evaluation) selepas proses tender ditutup.

      Bercakap di dalam temuramah dengan majalah pertahanan, Asia Defence Journal (ADJ) keluaran Julai-Ogos, beliau berkata, terdapat dua fasa di dalam proses penilaian untuk sistem UAS-MALE iaitu Tender Document Evaluation (TDE) dan Physical Evaluation (PE).

      “Fasa TDE baru sahaja selesai dan sedang menunggu fasa PE untuk bermula. TUDM berkeyakinan bahawa perolehan UAS (Unmanned Aerial System) MALE akan dapat direalisasikan selaras dengan program yang dirancang oleh TUDM iaitu CAP 55 (Capability Development 2055),” kata beliau dalam temuramah itu.

      Kementerian Pertahanan telah mengiklankan tender antarabangsa pada Ogos tahun lepas untuk mendapatkan tiga buah sistem UAS-MALE (bersama-sama segala sistem yang berkait dengannya seperti ground stations dll) dan tender itu telah pun ditutup pada 26 November 2020.

      Sudah hampir setahun sejak tender bagi perolehan sistem UAS-MALE itu ditutup dan kita masih tidak mengetahui sama ada sudah ada pemenang atau Kementerian Pertahanan masih berminat untuk meneruskan perolehan ketika kegawatan ekonomi mencengkam akibat pandemik COVID-19.

      Apakah perolehan sistem UAS-MALE itu menjadi mangsa kegawatan ekonomi?

      Kita juga tidak mempunyai maklumat tentang identiti syarikat-syarikat yang menyertai tender Kementerian Pertahanan bagi tiga buah sistem UAS-MALE itu, walaupun spekulasi bertiup-kencang tentang penyertaan beberapa syarikat ternama dalam industri pesawat tanpa pemandu.

      Secara keseluruhannya, TUDM mempunyai keperluan untuk enam buah UAS-MALE yang berkemungkinan akan diperolehinya pada Rancangan Malaysia Ke-12 (2021-2025) dan RMK-13 yang akan dilaksanakan pada tahun 2026-2030.

      Pada tahun lepas, taklimat telah dianjurkan oleh Tim UAS TUDM, Bahagian Perolehan 3 (PERO 3), Kementerian Pertahanan dengan kerjasama TUDM dan Bahagian Industri Pertahanan bagi Tender Terbuka Antarabangsa.

      Taklimat itu telah disertai oleh syarikat-syarikat antarabangsa yang menyatakan minat untuk UAS-MALE kepada kerajaan Malaysia.

      Kerajaan Malaysia telah meluluskan sejumlah peruntukan di bawah Kelulusan Keperluan Kritikal (Rancangan Perbelanjaan (RP)-4) bagi perolehan tiga buah UAS MALE Fasa 1.

      Sebagaimana yang kita tahu, Turki dan Amerika Syarikat telah melakukan “strong pitch” kepada Kementerian Pertahanan supaya memilih sistem mereka, tetapi dalam masa yang sama kita tidak juga boleh mengenepikan saingan daripada China.
      Tetapi dengan dakwaan sistem UAS-MALE China sering mengalami masalah teknikal sebagaimana yang dialami oleh beberapa negara Timur Tengah dan Afrika Utara serta pencerobohan pesawat-pesawat China pada 31 Mei lepas, bidaan daripada syarikat China itu mungkin mendapat rintagan daripada pembuat dasar.


      Russia juga dikatakan menghantar wakilnya dengan Kronstadt Group menonjolkan sistem UAS-MALE “Orion-E” sebagai pesaing dalam tender itu, bagaimanapun seperti mana semua sistem persenjataan daripada Russia terdapat ancaman CAATSA oleh Amerika Syarikat terhadap mana-mana negara yang membelinya.


      — DEFENCE SECURITY ASIA

      Hapus
    2. TUDM Akan Mula Terima Pesawat FLIT/LCA, Sistem UAS-MALE Pada 2024?
      Dec 26, 2021

      (DEFENCE SECURITY ASIA) – Tentera Udara Diraja Malaysia dijangka akan mula menerima pesawat-pesawat Fighter Lead-In Trainer/Light Combat Aircraft (FLIT/LCA) dan Unmanned Aerial System (UAS)-Medium Altitude Long Endurance (MALE) pada tahun 2024.

      Ia dinyatakan sendiri oleh Timbalan Menteri Pertahanan Datuk Seri Ikmal Abdul Aziz pada Dewan Negara baru-baru ini.

      Bagaimanapun tarikh TUDM mula menerima kedua-dua aset terbaru itu juga bergantung kepada persoalan bila kerajaan akan menandatangani perjanjian/kontrak dengan pemenang tender untuk memperolehi kedua-dua sistem itu.

      Jika kontrak lambat ditandatangani, maka lagi lambat kita akan menerima kedua-dua sistem itu.

      Terdapat juga laporan mengatakan antara syarat yang ditetapkan dalam tender Kementerian Pertahanan itu adalah mana-mana syarikat pemenang perlu memastikan pesawat-pesawat FLIT/LCA itu dihantar ke Malaysia di dalam tempoh tiga tahun. (24-36 bulan)

      Mungkin penghantaran dilakukan secara batches (berperingkat) tetapi akan selesai dalam tempoh tiga tahun.

      Maka, jika kerajaan menandatangani kontrak perolehan FLIT/LCA tahun depan, kita akan mula menerima pesawat-pesawat itu (dalam jumlah yg kecil) pada tahun 2024 iaitu dua tahun selepas kontrak ditandatangani sebelum proses penghantaran kesemua 18 buah pesawat itu selesai pada tahun 2025. (tiga tahun selepas kontrak ditandatangani)

      Pada tahun 2025, kita sudah boleh tauliah skuadron pesawat FLIT/LCA yang dikatakan akan beroperasi daripada Pangkalan Udara TUDM Kuantan.

      Walaupun beroperasi daripada Pangkalan
      Kuantan, tiada masalah untuk ia diaturgerak dan ditempatkan secara sementara di Labuan atau Tawau.

      Baru-baru ini, laporan media daripada Korea Selatan mengatakan bahawa Korea Aerospace Industries (KAI) menjangkakan kerajaan Malaysia akan mengumumkan pemenang tender 18 buah pesawat FLIT/LCA pada suku pertama tahun depan. (tiga bulan pertama 2022)

      KAI merupakan salah satu syarikat pembuat pesawat yang menyertai tender FLIT/LCA Kementerian Pertahanan dengan menawarkan pesawat FA-50 Block 20 yang dibangunkannya bersama syarikat Lockheed Martin daripada Amerika Syarikat.

      Bagi tender UAS yang dibuka dan ditutup pada 2020, Timbalan Menteri Pertahanan itu juga mengatakan bahawa TUDM yang akan mengoperasikan sistem itu akan mula menerima sistem pesawat tanpa pemandu itu pada 2024.

      Tender antarabangsa bagi sistem UAS-MALE itu menghendaki pemenang membekalkan tiga buah UAS kepada Malaysia untuk fasa pertama.

      Dah dapat sistem UAS-MALE pada fasa pertama, barulah untuk perolehan tambahan di bawah fasa kedua.

      Secara keseluruhannya, TUDM mempunyai keperluan untuk enam buah UAS-MALE yang berkemungkinan akan diperolehinya pada Rancangan Malaysia Ke-12 (2021-2025) dan RMK-13 yang akan dilaksanakan pada tahun 2026-2030.

      Apa yang menarik adalah, Timbalan Menteri Pertahanan itu mengatakan pesawat UAS-MALE itu akan beroperasi di Pangkalan Udara Labuan, kemungkinan bagi memudahkan tugasannya yang memfokuskan pemantauan di perairan Laut China Selatan.

      Iyalah, dalam aspek pertahanan dan keselamatan negara pada ketika ini, Laut China Selatan adalah cabaran utama bagi kita.

      Bagi persaingan tender UAS-MALE ini, antara syarikat-syarikat yang menunjukkan minat adalah Turkish Aerospace Industries (TAI) “Anka”, Predator B (MQ-9 Reaper) daripada syarikat General Atomics, Wing Loong daripada Chengdu Aircraft Industry Group (CAIC), Patroller daripada Safran dan CH-4 daripada China Aerospace Science and Technology Corporation serta Falco daripada Leonardo.

      — DEFENCE SECURITY ASIA


      Iskandar Melaka Dh sampai br boleh percy.

      Ahmad Syazwan Kena scammers je ��

      A'dien Aman Hope dipermudahkan urusan Malaysia..sbb situasi Malaysia skrg nih serba serbi bermcm masalah.

      Rose Margarita Coming soon 2030

      Hapus

    3. Jalal Athan Tunggu hibah dari uncle sam.

      Pandana Pandana Tak pa, menteri kata mereka akan kaji. Kaji punya kaji sampai abang jamil mampos.

      Az Monsters Tudm stop dulu Kasi jet LCA dulu beli sebab penting

      Pendekar Harimau Berantai Senyap sunyi sepi tanpa berita!masa nk beli dulu bukan main gembar gembur dlm media sosial. Open Tender, telela apa la, satu dunia tahu.apa dh jadi! Kekangan kewangan! Tangguh lagi atau batal terus, wahai gomen ! Itu baru nk beli 2 ke3 ketul je,poland rileks, je, sekali borong,terus ambik 36 ketul bayraktar armed uav.

      Norimi Amy Abu Samah Pak2 menteri tengah pikir mcm mana nk tukar velfire dulu

      Mrr Wan Politik dulu, aset ATM dalam kajian sampai kiamat.

      Mohamad Zizul Menteri petahanan lembap..ckp aje begegar..habuk pun tarak..

      Norimi Amy Abu Samah Mohamad Zizul...dengar boleh nk percaya jgn dulu,sbb menteri2 dok pikir nk rumah baru,nk kereta baru dulu

      Karl Razlie dia punya kajian kalo menteri tak dpt upah mmg lama la

      Afix Danielle Kena kaji berapa persen masuk baru boleh buat decision
      Serious note, Turki-Malaysia ada buat kerjasama pertahanan maybe kemunginan besar Turki menang.

      SK Lim kaji ................................................ factory visit .........................kaji ........................................................kaji ..............


      Waa Jann malaysia mmg terkenal dengan kaji mengkaji ni...duit lebur barang tak dapat pun salah satu sebab kaji mengkaji jugak. ingat senang ke nak kaji... pelaq

      Kesatria Biru Habislah malaysia, belum perang, jet dh tinggal berapa ketul! Byk yg jatuh terhempas sblm perang! Bila perang x tahu la yg mana jd mangsa rodokan' missile aam china jenis pl 12 dan pl15.terketar ketir berhadapan dgn jet pejuang china j-10,j15,j 11 dan j20.gomen tahu ke atau buat2 x tahu.shittttt!!

      Nur Dafinah kena buat banyak meeting lagi tu.. nilai dan terus nilai sampai ke sudah...tubuhkan macam macam jawatankuasa lagi... ��������

      Haniff Hussian Nak beli 3 biji mcm nak beli 30 biji...benda dah lamaa jemm betul

      Baling Mari La Bukan nilai apa. Nilai nak dapat komisen berapa.masyuk ka x

      Kesatria Biru Teruskanlah duk nilai, kaji, lepas tu,nilai, kaji, begitulah berikutnya.satu malaysia dh tau dah!Jangan buat senyap smpai abg jamil mampus atau cancel sudah! Take ur time, gentleman! Hrp gomen ada fulus nk beli 2 atau 3 ketul menatang uav ni! Poland beli 48 ketul dari turki dlm 2 batch pun x bising, terus beli setelah kajian muktamad.Lambat lg pun x apa la gomen malaysia,asal beli, 2030,2040,2050, kiamat! Haha!alang2 kaji tu,angkat la 80 ketul bayraktar atau predator

      Ikhwan Drago Nasri "sambil kita kaji...., jom kita hi-tea dulu, lepas hi-tea kita sambung kaji mengkaji"-puak politik tongkat sakti sambil sedut "CUBA"

      Azman Kaji dan kaji lg..

      Wikkie Zoroski Pelik malaysia ni, negara lain punya la nk tambah aset pertahanan tpi rakyat diaorg bising. Contoh mcm thailand nk beli kapal selam rakyat x bgi. Malaysia ni rakyat siap sokong lgi untk tmbhkn aset pertahanan punya la payah nk kelua duit.

      Mohd Faizul Menilai lg

      Iskandar Alif Nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai nilai dan tak bernilai.

      Azhar Ahmad Duduk memikir berapa yg dpt masuk kocek sendiri ni.������

      Faizal S Lama bebeno menilainya.. Benda penting nak guna dah lebih setahun nilai n kaji.. Sebenarnya duit kot

      Hapus
  27. Kenapa batch ke 2 kapal basarnas yg 110 meter tidak dilanjutkan?bisa buat tanding coast guard china,dan jika mendesak bisa di pasang alutsista gahar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah basarnas mana punyak kapal 110 meter om dede?

      Basarnas beda dgn Bakamla
      Baca lagi tulisan guee diatas oke ocehπŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ

      Hapus
  28. Sampai sekarang fungsi Basarnas dengan Bakamla kaga dijadikan satu, alhasil fungsi mereka tidak efisien. Belajar dari Coast Guard US

    BalasHapus
  29. Malay mulai coba bikin lambung kapal kelas 60m mulai th 2021
    Indonesia bikin kapal kelas 60m sejak th 1990
    Selisih 30 th

    Dimalay belum terbukti berhasil
    Di indonesia sdh terbukti 10 unit handal brsertifikat

    BalasHapus